Umdatul Ahkam

كتابُ الوصايا
KITAB WASIAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ , لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ , يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إلاَّ وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ)) .
زَادَ مُسْلِمٌ: قَالَ ابْنُ عُمَرَ: ((مَا مَرَّتْ عَلَيَّ لَيْلَةٌ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ ذَلِكَ , إلاَّ إلاَّ وَوَصِيَّتِي عِنْدِي))
300. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, 'Tidak sepantasnya bagi seorang muslim yang memiliki harta yang hendak diwasiatkannya dan sisa hidupnya tinggal semalam atau dua malam, melainkan wasiatnya sudah tertulis di sisinya.'
Imam Muslim menambahkan bahwa Ibnu Umar mengatakan, "Demi Allah, semenjak Rasulullah bersabda demikian itu, maka tidaklah malam berlalu kecuali wasiatku telah ada di sisiku."
Umdatul Ahkam (315300)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الوصايا
KITAB WASIAT
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((جَاءَني رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعُودُنِي عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ مِنْ وَجَعٍ اشْتَدَّ بِي فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَدْ بَلَغَ بِي مِنْ الْوَجَعِ مَا تَرَى، وَأَنَا ذُو مَالٍ , وَلا يَرِثُنِي إلاَّ ابْنَةٌ أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَيْ مَالِي؟ قَالَ: لا، قُلْتُ: فَالشَّطْرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لا، قُلْت: فَالثُّلُثُ قَالَ: الثُّلُثُ , وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ، إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ ورَثَتَكَ أَغنياءَ خيرٌ منْ أَنْ تَذَرَهمْ عالَةً يَتَكَفَّفونَ النَّاسَ، وإنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إلاَّ أُجِرْتَ بِهَا , حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ. قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أُخَلَّفُ بَعْدَ أَصْحَابِي؟ قَالَ: إنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعْمَلَ عَمَلاً تَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ إلاَّ ازْدَدْت بِهِ دَرَجَةً وَرِفْعَةً , وَلَعَلَّكَ أَنْ تُخَلَّفَ حَتَّى يَنْتَفِعَ بِكَ أَقْوَامٌ , وَيُضَرُّ بِكَ آخَرُونَ. اللَّهُمَّ أَمْضِ لأَصْحَابِي هِجْرَتَهُمْ , وَلا تَرُدَّهُمْ عَلَى أَعْقَابِهِمْ، لَكِنِ الْبَائِسُ سَعْدُ بْنُ خَوْلَةَ يَرْثِي لَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ مَاتَ بِمَكَّةَ)) .
301. Sa'ad bin Waqash menuturkan, "Nabi menjengukku tatkala haji Wada' karena aku sakit parah. Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku telah sakit parah sebagaimana yang engkau saksikan sendiri, padahal aku adalah orang kaya. Tidak ada seorang pun yang akan mewarisi hartaku kecuali anak perempuanku. Apakah aku boleh menyedekahkan dua pertiga hartaku?"
"Tidak," larang Nabi.
"Bagaimana dengan separuhnya, wahai Rasulullah ?" tanyaku. 'juga tidak boleh,' jawab Nabi lagi.
Aku bertanya lagi, 'Bagaimana jika sepertiganya?' Nabi bersabda, "Sepertiga itu banyak. Engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin mengemis-ngemis kepada orang lain. Sesungguhnya tidaklah engkau berinfak dengan mengharap wajah Allah, melainkan engkau akan mendapatkan pahala karenanya walaupun hanya berupa (makanan/minuman) yang engkau berikan kepada isterimu.'" Sa'ad menuturkan bahwa dirinya berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tertinggal dari teman-temanku (di Mekah).' Nabi bersabda, "Tidaklah engkau tertinggal (untuk berhijrah), kemudian engkau beramal dengan mengharap pertemuan dengan wajah Allah, kecuali derajat dan kedudukanmu akan semakin bertambah. Semoga umurmu panjang sehingga orang-orang Islam bisa mengambil banyak manfaat darimu dan orang-orang musyrik menjadi susah karenamu. Ya Allah, sempurnakanlah hijrah para sahabatku, janganlah engkau buat mereka mundur ke belakang. Akan tetapi orang yang fakir dan kekurangan adalah Sa'ad bin Khaulah."
Rasulullah menunjukkan kedudukan kepada Sa'ad bahwa dia meninggal di Mekah.
Umdatul Ahkam (315301)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الوصايا
KITAB WASIAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((لَوْ أَنَّ النَّاسَ غَضُّوا مِنْ الثُّلُثِ إلَى الرُّبْعِ؟ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: الثُّلُثُ , وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ)).
302. Abdullah bin Abbas menuturkan, "Sekiranya orang-orang itu mau menurunkan dari sepertiga menjadi seperempat karena Rasulullah telah bersabda, 'Sepertiga itu terlalu banyak. "
Umdatul Ahkam (315302)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الوصايا - بابُ الفَرَائِضِ
KITAB WASIAT - BAB HUKUM WARIS
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا، فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((اقْسِمُوا الْمَالَ بَيْنَ أَهْلِ الْفَرَائِضِ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ فَمَا تَرَكَتْ: فَلأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ))
303. Abdullah bin Abbas meriwayatkan dari Nabi beliau bersabda, "Berikanlah harta warisan kepada orang yang berhak menerimanya. Jika masih tersisa, maka diperuntukkan bagi lelaki yang memiliki hubungan kekerabatan terdekat." Dalam nwayat yang lain dikatakan, ‘Bagilah harta wartsan kepada ahli waris sesuai dengan ketentuan Al Quran. Jika masih ada yang tersisa, maka diperuntukkan bagi lelaki yang memiliki hubungan terdekat.
Umdatul Ahkam (315303)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الوصايا - بابُ الفَرَائِضِ
KITAB WASIAT - BAB HUKUM WARIS
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَتَنْزِلُ غَداً فِي دَارِكَ بِمَكَّةَ؟ قَالَ: وَهَلْ تَرَكَ لَنَا عَقِيلٌ مِنْ رِبَاعٍ؟ ثُمَّ قَالَ: لا يَرِثُ الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ وَلَا الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ))
304. Usamah bin Zaid menuturkan bahwa dirinya pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah engkau akan singgah di rumahmu yang ada di Mekah?"
Nabi menjawab, "Apakah Aqil menyisakan rumah atau tempat tinggal untuk kita?"
Nabi bersabda, "Seorang muslim tidak bisa mewarisi (harta) orang kafir dan orang kafir juga tidak bisa mewarisi (harta) seorang muslim."
Umdatul Ahkam (315304)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الوصايا - بابُ الفَرَائِضِ
KITAB WASIAT - BAB HUKUM WARIS
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ بَيْعِ الْوَلاءِ وَ هِبَتِهِ))
305. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Nabi melarang jual beli wala' dan juga menghibahkannya.
Umdatul Ahkam (315305)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الوصايا - بابُ الفَرَائِضِ
KITAB WASIAT - BAB HUKUM WARIS
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَتْ فِي بَرِيرَةَ ثَلاثُ سُنَنٍ: خُيِّرَتْ عَلَى زَوْجِهَا حِينَ عَتَقَتْ , وَأُهْدِيَ لَهَا لَحْمٌ , فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَالْبُرْمَةُ عَلَى النَّارِ , فَدَعَا بِطَعَامٍ فَأُتِيَ بِخُبْزٍ وَأُدْمٍ مِنْ أُدْمِ الْبَيْتِ فَقَالَ: أَلَمْ أَرَ الْبُرْمَةَ عَلَى النَّارِ فِيهَا لَحْمٌ؟ قَالُوا: بَلَى , يَا رَسُولَ اللَّهِ. ذَلِكَ لَحْمٌ تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ فَكَرِهْنَا أَنْ نُطْعِمَكَ مِنْهُ فَقَالَ: هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ , وَهُوَ مِنْهَا لَنَا هَدِيَّةٌ , وَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فِيهَا: إنَّمَا الْوَلاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ))
306. Aisyah menuturkan bahwa dalam (kisah Barirah) ada tiga tuntunan Nabi. Barirah diberi hak kebebasan memilih suaminya tatkala dirinya sudah merdeka. Suatu ketika, dia diberi hadiah daging dan Rasulullah lantas menemuiku sedangkan periuk batu masih berada di atas api. Beliau lantas meminta disediakan makanan. Beliu lalu disuguhi roti dan sebagian lauk yang ada di rumah.
Nabi bersabda, "Bukankah tadi kulihat ada daging di dalam periuk batu yang sedang di atas api itu?"
Orang-orang menjawab, ‘Benar, wahai Rasulullah. Itu adalah daging yang disedekahkan untuk Barirah. Oleh karena itu kami enggan untuk menyuguhi engkau dengan daging tersebut."
Nabi bersabda, ‘Daging itu adalah sedekah untuk Barirah dan hadiah untuk kita darinya.
Nabi bersabda, "Sesungguhnya wala' itu bagi orang yang membebaskan (budak)."
Umdatul Ahkam (315306)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ , مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَة فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ))
307 Abdullah bm Mas ud menuturkan hahwa Rasulullah bersabda, 'Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah mampu menikah hendaknya dia menikah karena dengan pernikahan itu bisa lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang tidak mampu, maka hendaknya dia berpuasa karena hal itu bisa meredam syahwat."
Umdatul Ahkam (315307)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ نَفَراً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - سَأَلُوا أَزْوَاجَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ عَمَلِهِ فِي السِّرِّ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لا أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لا آكُلُ اللَّحْمَ. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لا أَنَامُ عَلَى فِرَاشٍ. فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَقَالَ: مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا كَذَا؟ لَكِنِّي أُصَلِّي وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي))
308. Anas bin Malik menuturkan bahwa ada beberapa orang sahabat Nabi bertanya kepada isteri-isteri Nabi tentang amal ibadah Nabi ketika di rumah."
Sebagian di antara sahabat tersebut berkata, "Aku tidak akan menikah dengan wanita". Sebagian lagi mengatakan, 'Aku tidak akan makan daging " Sebagian yang lain mengatakan 'Aku tidak akan tidur di atas ranjang "
Berita itu lalu sampai kepada Nabi . Oleh karena itu. Nabi lalu memuji dan menyanjung Allah. Beliau bersabda, "Bagaimanakah dengan sekelompok orang yang menyatakan demikian dan demikian. Adapun aku mengerjakan shalat malam dan juga tidur, berpuasa dan juga berbuka, dan aku juga menikahi wanita. Barangsiapa membenci sunnahku, maka dia tidak berjalan di atas jalan hidupku"
Umdatul Ahkam (315308)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لاخْتَصَيْنَا))
التَّبَتُّلَ: تَرْكُ النِّكَاحِ وَمِنْهُ قِيْلَ لِمَرْيَمَ : الْبَتُوْلُ.
309. Sa'ad bin Abu Waqqash mengatakan, "Rasulullah tidak memberikan izin kepada Utsman bin Math'un untuk melakukan tabattul. Kalau sekiranya beliau mengijinkannya, niscaya kami akan mengebiri diri kami."
Tabattul adalah membujang tidak mau menikah. Oleh karena itu, Maryam disebut sebagai Al Batul.
Umdatul Ahkam (315309)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ رضي الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ: ((يَا رَسُولَ اللَّهِ , انْكِحْ أُخْتِي ابْنَةَ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ: أَوَتُحِبِّينَ ذَلِكَ؟ فَقُلْتُ: نَعَمْ , لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ , وَأَحَبُّ مَنْ شَارَكَنِي فِي خَيْرٍ أُخْتِي: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: إنَّ ذَلِكَ لا يَحِلُّ لِي. قَالَتْ: إنَّا نُحَدَّثُ أَنَّك تُرِيدُ أَنْ تَنْكِحَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ: بِنْتَ أُمِّ سَلَمَةَ؟ قَالَتْ: قُلْت: نَعَمْ , قَالَ: إنَّهَا لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حَجْرِي , مَا حَلَّتْ لِي إنَّهَا لابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ , أَرْضَعَتْنِي وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ فَلا تَعْرِضْنَ عَلِيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلا أَخَوَاتِكُنَّ.
قَالَ عُرْوَةُ وَثُوَيْبَةُ: مَوْلاةٌ لأَبِي لَهَبٍ أَعْتَقَهَا , فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ رَآهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ فَقَالَ لَهُ: مَاذَا لَقِيتَ؟ قَالَ أَبُو لَهَبٍ: لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ خَيْراً , غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ))
الحِيبَةُ: بَكْسِرِ الْحَاءِ: الْمُهْمَلَةِ : الْحَالُ
310. Ummu Habibah binti Abu Sufyan berkata, "Wahai Rasulullah, nikahilah saudaraku, putri Abu Sufyan."
Nabi bersabda, "Apakah engkau senang dengan hal itu ?"
Ummu Habibah berkata, ‘Ya, aku tidaklah bersendirian dengan dirimu. Sesungguhnya orang yang paling aku sukai untuk menemaniku dalam berbuat kebajikan adalah saudariku."
Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya yang demikian itu tidaklah halal bagiku. "
Ummu Habibah berkata, ‘Kami telah diberitahu bahwa engkau berkeinginan untuk menikahi puteri Abu Salamah."
Nabi bersabda, ‘Puteri Ummu Salamah?" "Ya," jawab Ummu Habibah.
Nabi bersabda, "Dia adalah anak tiriku yang ada dalam pemeliharaanku, maka dia tidak halal bagiku (untuk dinikahi). Di samping itu, dia adalah puteri saudaraku sepersusuan karena aku dan Abu Salamah disusui oleh Tsuwaibah. Oleh karena itu, janganlah engkau tawarkan anak-anak perempuan kalian dan juga saudari-saudari kalian."
Urwah menceritakan bahwa Tsuwaibah adalah budak Abu Lahab yang kemudian dibebaskannya, lalu dia menyusui Nabi . Tatkala Abu Lahab telah meninggal, sebagian keluarganya bermimpi bahwa kondisi Abu Lahab yang sangat buruk. Keluarganya tadi lalu bertanya, ‘Apakah yang dapat engkau temukan (setelah kematian)?"
Abu Lahab menjawab, ‘Aku tidaklah menemukan satu kebaikan pun setelah meninggal kecuali aku diberi minum dalam lubang ini. Hal itu karena aku pernah membebaskan Tsuwaibah. "
Al hibah adalah kondisi.
Umdatul Ahkam (315310)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لا يُجْمَعُ بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا , وَلا بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَخَالَتِهَا))
311 Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda "Seorang lelaki tidak boleh menikahi wanita dari bibi wanita tersebut dari jalur bapak (sekaligus). Begitu pula (menikahi) wanita dari bibi bibi wanita tersebut dari jalur ibu (sekaligus)"
Umdatul Ahkam (315311)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ تُوفُوا بِهِ: مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ))
312. Uqbah bin Amir menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya persyaratan yang paling berhak untuk dipenuhi adalah persyaratan (nikah) yang bisa menghalalkan kemaluan (seorang wanita)."
Umdatul Ahkam (315312)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ الشِّغَارِ))
وَالشِّغَارُ: أَنْ يُزَوِّجَ الرَّجُلُ ابْنَتَهُ عَلَى أَنْ يُزَوِّجَهُ ابْنَتَهُ , وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا الصَّدَاقُ
313. Ibnu Umar menuturkan bahwa Rasulullah melarang nikah syighar.
Yang dimaksud dengan syighar adalah jika si-A bersedia menikahkan anak perempuannya (dengan si-B) dengan syarat si-B bersedia menikahkan anak perempuannya dengan si-A dan keduanya tanpa mas kawin.
Umdatul Ahkam (315313)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ نِكَاحِ الْمُتْعَةِ يَوْمَ خَيْبَرَ , وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ))
314. Ali bin Abu Thalib menuturkan bahwa Nabi melarang nikah mut'ah pada saat perang Khaibar. Beliau juga melarang daging keledai piaraan yang jinak.
Umdatul Ahkam (315314)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا تُنْكَحُ الأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ , وَلا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , فَكَيْفَ إذْنُهَا قَالَ: أَنْ تَسْكُتَ))
315. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, ‘Seorang janda tidak boleh dinikahkan sebelum diajak berdialog. Sedangkan seorang gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai persetujuannya."
Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk persetujuaan seorang gadis?"
Nabi bersabda, “Dengan diam."
Umdatul Ahkam (315315)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((جَاءَتْ امْرَأَةُ رِفَاعَةَ الْقُرَظِيِّ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَتْ: كُنْتُ عِنْدَ رِفَاعَةَ الْقُرَظِيِّ فَطَلَّقَنِي فَبَتَّ طَلاقِي. فَتَزَوَّجْتُ بَعْدَهُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَإِنَّمَا مَعَهُ مِثْلُ هُدْبَةِ الثَّوْبِ. فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَقَالَ: أَتُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِي إلَى رِفَاعَةَ؟ لا , حَتَّى تَذُوقِي عُسَيْلَتَهُ , وَيَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ , قَالَتْ: وَأَبُو بَكْرٍ عِنْدَهُ , وَخَالِدُ بْنُ سَعِيدٍ بِالْبَابِ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْذَنَ لَهُ , فَنَادَى أَبَا بَكْرٍ: أَلا تَسْمَعُ إلَى هَذِهِ: مَا تَجْهَرُ بِهِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -))
316. Aisyah menuturkan bahwa isteri Rifa'ah Al Quradhi datang menemui Nabi dan bercerita, ‘Aku dulu adalah isteri Rifa'ah AI Quradhi, tetapi dia lantas menceraikanku dengan talak tiga. Setelah itu, aku menikah dengan Abdurrahman bin Zubair, akan tetapi ternyata dia tidak mampu.’
(Mendengar perkataannya) Rasulullah tersenyum dan bersabda, "Apakah engkau ingin rujuk dengan Rifa'ah itu tidak boleh, sebelum engkau menikmati madu Abdurrahman dan dia juga menikmati madumu (berjimak)."
Aisyah menuturkan bahwa ketika itu Abu Bakar berada di samping Nabi sedangkan Khalid bin Sa'id menunggu di pintu untuk mendapatkan izin masuk. Khalid lantas memanggil, "Wahai Abu Bakar, tidakkah engkau mendengar apa yang telah dikatakan wanita tersebut kepada Rasulullah dengan terang-terangan itu?"
Umdatul Ahkam (315316)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((مِنْ السُّنَّةِ إذَا تَزَوَّجَ الْبِكْرَ عَلَى الثَّيِّبِ: أَقَامَ عِنْدَهَا سَبْعاً ثُمَّ قَسَمَ. وَإِذَا تَزَوَّجَ الثَّيِّبَ: أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلاثاً ثُمَّ قَسَمَ))
قَالَ أَبُو قِلابَةَ: وَلَوْ شِئْتُ لَقُلْتُ: إنَّ أَنَساً رَفَعَهُ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -))
317. Anas bin Malik mengatakan, "Di antara bentuk sunnah Nabi adalah jika seseorang menikah dengan gadis, hendaknya dia tinggal bersamanya selama tujuh hari kemudian baru dia menggilir (istrinya yang lain). Namun jika menikah dengan janda, hendaknya dia tinggal bersamanya selama tiga hari kemudian baru menggilir (yang lain)."
Abu Qilabah mengatakan, ‘Kalau aku mau, maka aku katakan bahwa Anas menyandarkan hadits tersebut kepada Nabi .
Umdatul Ahkam (315317)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ((لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ: إذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ , وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنَّهُ إنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ , لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ أَبَداً)) .
318. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian hendak menggauli isterinya, hendaknya berdo'a, 'Bismillahi allahumma jannibnasy syaithan wajannibisy syaithan ma razaqtana (Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang telah engkau karuniakan kepada kami). 'Jika pasangan suami isteri itu ditakdirkan mendapatkan anak dengan hubungan tersebut, maka setan tidak akan bisa mendatangkan mudharat kepada anak tersebut untuk selama-lamanya."
Umdatul Ahkam (315318)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ
KITAB NIKAH
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ - رضي الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الأَنْصَارِ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ))
ولِمُسْلِمٍ: عنْ أَبي الطَّاهِرِ عنِ ابنِ وَهْبٍ قالَ: " سَمِعْتُ اللَّيثَ يقولُ: الحَمْوُ: أَخو الزَّوْجِ ومَاأَشْبَهَهُ منْ أَقاربِ الزَّوْجِ، ابنِ عَمٍّ ونَحْوِهِ.
319. Uqbah bin Amir menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Hindarilah oleh kalian untuk menemui para wanita."
Ada seorang Anshar yang berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu tentang saudara ipar?"
Nabi bersabda, "Ipar adalah maut."
Dalam riwayat Imam Muslim, dari Abu Thahirdari Ibnu Wahb, dia mengatakan bahwa dirinya mendengar Al Laits berkata, "Hamwu itu adalah saudara laki-laki suami (ipar) dan juga kerabat suami yang semisal, anak paman dan sebagainya.
Umdatul Ahkam (315319)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ - بابُ الصَّدَاقِ
KITAB NIKAH - BAB MAS KAWIN
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَعْتَقَ صَفِيَّةَ , وَجَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا))
320. Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah membebaskan Shafiyah. Beliau menjadikan pembebasan tersebut sebagai mas kawin (untuk menikahinya).
Umdatul Ahkam (315320)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ - بابُ الصَّدَاقِ
KITAB NIKAH - BAB MAS KAWIN
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ - رضي الله عنه - ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - جَاءَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ: إنِّي وَهَبْتُ نَفْسِي لَكَ: فَقَامَتْ طَوِيلاً، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , زَوِّجْنِيهَا , إنْ لَمْ يَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ. فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ تُصْدِقُهَا؟ فَقَالَ: مَا عِنْدِي إلا إزَارِي هَذَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: إزَارَكَ إنْ أَعْطَيْتَهَا جَلَسْتَ وَلا إزَارَ لَكَ، فَالْتَمِسْ شَيْئاً قَالَ: مَا أَجِدْ. قَالَ: الْتَمِسْ وَلَوْ خَاتَماً مِنْ حَدِيدٍ، فَالْتَمَسَ فَلَمْ يَجِدْ شَيْئاً، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - هَلْ مَعَكَ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: زَوَّجْتُكَهَا بِمَا مَعَك مِنْ الْقُرْآنِ))
321. Sahl bin Sa'ad As Sa'idi menuturkan bahwa Rasulullah pernah didatangi oleh seorang wanita. Wanita tersebut lalu berkata, “Sesungguhnya aku hendak menghadiahkan diriku untukmu." Wanita tersebut lantas berdiri lama, lalu ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengan wanita tersebut jika engkau tidak tertarik dengannya."
Rasulullah bersabda, ‘'Apakah engkau memiliki sesuatu yang bisa dijadikan mas kawin untuknya?"
"Aku tidaklah memiliki apa-apa selain sarungku ini," jawab lelaki tersebut.
Rasulullah bersabda, ‘jika engkau memberikan sarungmu kepadanya, maka bisa jadi engkau duduk tanpa memakai sarung. Oleh karena itu, carilah yang selain itu.
"Aku tidak mendapatkan sesuatu," kata lelaki tersebut.
Nabi bersabda, "Carilah sesuatu walaupun hanya berupa cincin dari besi."
Lelaki itu lalu mencari-cari, akan tetapi dia tidak mendapatkan sesuatu apa pun. Oleh karena itu, Rasulullah bersabda, "Apakah engkau memiliki hapalan Al Qur'an?"
"Tentu, "jawabnya.
Nabi bersabda, "Kalau begitu aku menikahkan wanita itu dengan (mas kawin) hapalan Al Qur'an yang engkau miliki.
Umdatul Ahkam (315321)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ النِّكاحِ - بابُ الصَّدَاقِ
KITAB NIKAH - BAB MAS KAWIN
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - رَأَى عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ , وَعَلَيْهِ رَدْعُ زَعْفَرَانٍ. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: مَهْيَمْ؟ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً , فَقَالَ: مَا أَصْدَقْتَهَا؟ قَالَ: وَزْنَ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ: فَبَارَكَ اللَّهُ لَكَ , أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ))
322. Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah melihat Abdurrahman bin Auf. Saat itu pada dirinya ada bekas parfum Za'faran. Nabi lantas bersabda, "Bagaimana kabarmu?"
"Wahai Rasulullah, aku telah menikahi seorang wanita, "jawab Abdurrahman bin Auf.
"Berapa jumlah mas kawin yang engkau berikan?" tanya Nabi .
Abdurrahman berkata, "Sekeping emas."
Nabi bersabda, "Semoga Allah memberkatimu. Selenggarakanlah walimah walaupun hanya dengan (menyembelih) seekor kambing."
Umdatul Ahkam (315322)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّلاقِ
KITAB PERCERAIAN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما، ((أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ، فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِرَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -، فَتَغَيَّظَ مِنْهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -، ثُمَّ قَالَ: لِيُرَاجِعْهَا , ثُمَّ لِيُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ , ثُمَّ تَحِيضَ فَتَطْهُرَ , فَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يُطَلِّقَهَا فَلْيُطَلِّقْهَا قَبْلَ أَنْ يَمَسَّهَا، فَتِلْكَ الْعِدَّةُ , كَمَا أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ))
وَفِي لَفْظٍ: ((حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً مُسْتَقْبَلَةً , سِوَى حَيْضَتِهَا الَّتِي طَلَّقَهَا فِيهَا))
وَفِي لَفْظٍ ((فَحُسِبَتْ مِنْ طَلاقِهَا , وَرَاجَعَهَا عَبْدُ اللَّهِ كَمَا أَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -))
323. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa dirinya pemah menceraikan isterinya ketika sedang haid. Umar lantas menceritakan hal itu kepada Rasulullah . Rasulullah lalu marah karenanya, kemudian beliau bersada, "Hendaknya dia rujuk kembali dengan isterinya, kemudian dia hidup bersama isterinya lagi hingga isterinya suci, haid dan suci lagi. Jika sudah mantap untuk menceraikannya, maka hendaknya dia menceraikannya ketika dalam keadaan suci sebelum digaulinya. Itulah masa iddah sebagaimana yang diperintahkan Allah .
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Hingga isterinya haid lagi, namun bukan haid tatkala dia menceraikannya."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Lalu dilakukan perhitungan sejak jatuh talaknya. Abdullah lalu rujuk dengan isterinya sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah .
Umdatul Ahkam (315323)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّلاقِ
KITAB PERCERAIAN
عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ ((أَنَّ أَبَا عَمْرِو بْنَ حَفْصٍ طَلَّقَهَا الْبَتَّةَ , وَهُوَ غَائِبٌ))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((طَلَّقَهَا ثَلاثاً - فَأَرْسَلَ إلَيْهَا وَكِيلَهُ بِشَعِيرٍ , فَسَخِطَتْهُ. فَقَالَ: وَاَللَّهِ مَا لَكِ عَلَيْنَا مِنْ شَيْءٍ: فَجَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ , فَقَالَ: لَيْسَ لَكِ عَلَيْهِ نَفَقَةٌ)) وَفِي لَفْظٍ: ((وَلا سُكْنَى - فَأَمَرَهَا أَنْ تَعْتَدَّ فِي بَيْتِ أُمِّ شَرِيكٍ , ثُمَّ قَالَ: تِلْكَ امْرَأَةٌ يَغْشَاهَا أَصْحَابِي , اعْتَدِّي عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ. فَإِنَّهُ رَجُلٌ أَعْمَى , تَضَعِينَ ثِيَابَكَ , فَإِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِي. قَالَتْ: فَلَمَّا حَلَلْتُ ذَكَرْتُ لَهُ: أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ وَأَبَا جَهْمٍ خَطَبَانِي , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَمَّا أَبُو جَهْمٍ: فَلا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ. وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ: فَصُعْلُوكٌ لا مَالَ لَهُ , انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ , فَكَرِهَتْهُ ثُمَّ قَالَ: انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ , فَنَكَحَتْهُ. فَجَعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً , وَاغْتَبَطْتُ))
324. Fatimah binti Qais menuturkan bahwa dirinya dicerai oleh Abu Amr bin Hafsh tatkala Abu Amr bepergian. Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa dia mentalak Fatimah dengan talak tiga. Abu Amr mengirim utusannya dengan membawa gandum. Oleh karena itu, Fatimah menjadi marah. Wakil tersebut lalu berkata, ‘Engkau sudah tidak memiliki hak terhadap kami sedikit pun.‘
Fatimah lalu mendatangi Rasulullah dan menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi lalu bersabda, "Engkau sudah tidak berhak mendapatkan nafkah darinya "
Dalam lafal yang lain dikatakan. ‘tidak pula tempat tinggal.
Nabi lantas memerintahkan Fatimah untuk ntenghabiskan masa iddahnya di rumah Ummu Syuraik. Nabi kemudian bersabda, "Wanita ini sering dikunjungi para sahabatku. Oleh karena itu, habiskanlah masa iddahmu di rumah Ibnu Ummi Maktum, Dia adalah orang yang buta sehingga engkau bisa melepas pakaianmu (hijabmu). Jika masa Iddahmu telah habis, maka bentahuiah aku"
Fatimah berkata, ‘Ketika sudah habis masa tddahku, lantas aku menceritakan kepada Rasulullah bahwa Muawiyah bin Abu Sofyan dan Abu Jahm hendak meminangku '
Rasulullah bersabda, "Abu Jahm adalah orang yang suka bepergian jauh, sedangkah Muawiyah adalah orang yang miskin tidak punya harta sedikit pun, Nikahlah dengan Usamah bm Zaid" Akan tetapi Fatimah merasa enggan dengannya. Nabi lantas bersabda lagi, "Menikahlah dengan Usamah bin Zaid"
Fatimah pun lalu menikah dengan Usamah. Allah menjadikan kebaikan pada diri Usamah sehingga Fatimahpun menjadi bahagia bersamanya"
Umdatul Ahkam (315324)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّلاقِ - بابُ العِدَّةِ
KITAB PERCERAIAN - BAB MASA IDDAH
عَنْ سُبَيْعَةَ الأَسْلَمِيَّةِ أَنَّهَا كَانَتْ تَحْتَ سَعْدِ بْنِ خَوْلَةَ - وَهُوَ مِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيٍّ , وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْراً - فَتُوُفِّيَ عَنْهَا فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ , وَهِيَ حَامِلٌ. فَلَمْ تَنْشَبْ أَنْ وَضَعَتْ حَمْلَهَا بَعْدَ وَفَاتِهِ , فَلَمَّا تَعَلَّتْ مِنْ نِفَاسِهَا: تَجَمَّلَتْ لِلْخُطَّابِ , فَدَخَلَ عَلَيْهَا أَبُو السَّنَابِلِ بْنُ بَعْكَكٍ - رَجُلٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ - فَقَالَ لَهَا: مَا لِي أَرَاك مُتَجَمِّلَةً؟ لَعَلَّكِ تُرَجِّينَ لِلنِّكَاحِ , وَاَللَّهِ مَا أَنْتِ بِنَاكِحٍ حَتَّى يَمُرَّ عَلَيْك أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ. قَالَتْ سُبَيْعَةُ: فَلَمَّا قَالَ لِي ذَلِكَ: جَمَعْتُ عَلَيَّ ثِيَابِي حِينَ أَمْسَيْتُ , فَأَتَيْتُ رَسُولَ - صلى الله عليه وسلم - فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ؟ فَأَفْتَانِي بِأَنِّي قَدْ حَلَلْتُ حِينَ وَضَعْتُ حَمْلِي , وَأَمَرَنِي بِالتَّزْوِيجِ إنْ بَدَا لِي))
وقالَ ابنُ شِهابٍ: ولاأَرى بَأْساً أَنْ تَتَزَوَّجَ حينَ وضَعَتْ، وإِنْ كَانَتْ في دَمِها، غَيْرَ أَنَّهُ لايَقْرَبُها زَوْجُها حتَّى تَطْهُرَ.
325. Subai'ah Al Aslamiyah menuturkan bahwa dahulu dia adalah isteri Sa 'ad bin Khaulah yang berasal dari Bani Amir bin Luay. Sa'ad termasuk orang yang turut dalam perang Badar. Namun, dia wafat ketika haji Wada' tatkala Suba'iyah hamil. Tidak lama kemudian dia melahirkan setelah ditinggal mati suaminya. Setelah suci dari nifasnya, maka dia berhias untuk para pelamar.
Abu As Sanabil bin Ba'kak lalu menemuinya. Dia adalah seorang lelaki dari Bani Abdul Bar. Dia lalu berkata kepada Subai'ah, “Kenapa kulihat engkau berhias? Apakah mungkin engkau punya keinginan untuk menikah lagi. Demi Allah, engkau tidak boleh menikah sebelum lewat masa (iddah) empat bulan sepuluh hari.“
Subai'ah berkata, “Tatkala Abu As Sanabil berkata demikian itu kepadaku, maka aku mengemasi pakaianku pada sore harinya. Aku lalu menemui Rasulullah dan menanyakan permasalahan tersebut. Beliau berfatwa kepadaku bahwa aku telah diperbolehkan untuk menikah semenjak aku melahirkan anakku. Beliau memerintahkanku untuk menikah sekiranya aku menghendakinya. “
Ibnu Syihab mengatakan, ‘Aku tidaklah mempermasalahkan jika ada wanita menikah setelah dia melahirkan walaupun masih mengeluarkan darah (nifas). Akan tetapi suaminya tidak boleh menggaulinya sebelum dia suci."
Umdatul Ahkam (315325)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّلاقِ - بابُ العِدَّةِ
KITAB PERCERAIAN - BAB MASA IDDAH
عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: ((تُوُفِّيَ حَمِيمٌ لأُمِّ حَبِيبَةَ , فَدَعَتْ بِصُفْرَةٍ , فَمَسَحَتْ بِذِرَاعَيْهَا , فَقَالَتْ: إنَّمَا أَصْنَعُ هَذَا ; لأَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: لا يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاثٍ , إلاَّ عَلَى زَوْجٍ: أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْراً))
326. Zainab binti Ummu Salamah menuturkan bahwa kerabat Ummu Habibah ada yang meninggal dunia. Dia lantas meminta shufrah, lantas mengusapkannya pada kedua lengannya. Dia lalu menyampaikan bahwa dirinya melakukan demikian itu karena dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidaklah diperbolehkan untuk berkabung (ihdad) lebih dari tiga hari kecuali karena (kematian) suami yaitu selama empat bulan sepuluh hari."
Umdatul Ahkam (315326)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّلاقِ - بابُ العِدَّةِ
KITAB PERCERAIAN - BAB MASA IDDAH
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رضي الله عنها: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا تُحِدُّ امْرَأَةٌ عَلَى الْمَيِّتِ فَوْقَ ثَلاثٍ , إلا عَلَى زَوْجٍ: أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْراً , وَلا تَلْبَسُ ثَوْباً مَصْبُوغاً إلاَّ ثَوْبَ عَصْبٍ. وَلا تَكْتَحِلُ. وَلا تَمَسُّ طِيباً , إلاَّ إذَا طَهُرَتْ: نُبْذَةً مِنْ قُسْطٍ أَوْ أَظْفَارٍ))
العَصبُ: ثيابٌ منَ اليَمَنِ فيها بياضٌ وسوادٌ.
والنُبْذَةُ: الشيءُ اليسيرُ. والقُسْطُ: العُودُ أَوْنوعٌ منَ الطيبِ تُبَخَّرُ بِهِ النُّفَساءُ.
والأَظْفارُ: جِنْسٌ منَ الطِيبِ لاواحِدَ لَهُ منْ لَفظِهِ. وقيلَ: هوَ عِطْرٌ أَسودُ، القِطْعَةُ منه تُشْبِهُ الظُفُرَ.
327. Ummu Athiyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, 'Janganlah seorang wanita berkabung (ihdad) karena kematian seseorang lebih dari tiga hari kecuali karena (kematian) suami yaitu selama empat bulan sepuluh hari. Hendaknya dia tidak mengenakan pakaian yang berwama-wama kecuali pakaian bergaris hitam putih dari Yaman. Hendaknya dia juga tidak bercetak dan memakai wewangian kecuali jika dia telah suci maka (diberi dispensasi) untuk menggunakan sedikit qusth atau adhfar."
Al Ashbu adalah pakaian yang bergaris putih dan hitam dari Yaman. An Nubdzar adalah sesuatu yang sedikit. Al Qashthu adalah kayu atau sejenis wangi-wangian yang digunakan oleh para wanita yang nifas agar menjadi wangi dengan cara dibakar. Al Azhfar adalah sejenis wewangian, kata ini tidak memiliki bentuk tunggal. Ada yang mengatakan bahwa A! Azhfar adalah minyak wangi berwarna hitam. Sepotong azhfar itu mirip dengan zhufur.
Umdatul Ahkam (315327)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّلاقِ - بابُ العِدَّةِ
KITAB PERCERAIAN - BAB MASA IDDAH
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((جَاءَتْ امْرَأَةٌ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ ابْنَتِي تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا , وَقَدْ اشْتَكَتْ عَيْنَهَا أَفَنُكَحِّلُهَا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: لا - مَرَّتَيْنِ , أَوْ ثَلاثَاً - ثُمَّ قَالَ: إنَّمَا هِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ. وَقَدْ كَانَتْ إحْدَاكُنَّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ))
فَقَالَتْ زَيْنَبُ: كَانَتْ الْمَرْأَةُ إذَا تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا: دَخَلَتْ حِفْشاً , وَلَبِسَتْ شَرَّ ثِيَابِهَا , وَلَمْ تَمَسَّ طِيباً وَلا شَيْئاً حَتَّى تَمُرَّ بِهَا سَنَةٌ , ثُمَّ تُؤْتَى بِدَابَّةٍ - حِمَارٍ أَوْ طَيْرٍ أَوْ شَاةٍ - فَتَفْتَضَّ بِهِ. فَقَلَّمَا تَفْتَضُّ بِشَيْءٍ إلاَّ مَاتَ. ثُمَّ تَخْرُجُ فَتُعْطَى بَعْرَةً , فَتَرْمِي بِهَا ثُمَّ تُرَاجِعُ بَعْدُ مَا شَاءَتْ مِنْ طِيبٍ أَوْ غَيْرِهِ))
الحِفْشُ: البيتُ الصغيرُ الْحَقِيْرُ وَتَفْتَضُّ: تُدْلُكُ بِهِ جَسَدَهَا.
328. Ummu Salamah menuturkan bahwa ada seorang wanita yang mendatangi Nabi dan mengatakan, "Ya Rasulullah, putriku telah ditinggal mati oleh suaminya. Matanya sakit, apakah aku diperbolehkan untuk memakaikan celak pada matanya?"
"Tidak boleh," Nabi menjawab dua kali atau tiga kali. Setiap kali ditanya, dia menjawab, "Tidak boleh."
Nabi lantas bersabda, "(Puterimu harus ber-ihdad selama) empat bulan sepuluh hari. Dulu pada masa jahiliyah, salah seorang di antara kalian ada yang melempari dengan kotoran binatang pada penghujung satu tahun." Zainab berkata, 'Jika seorang wanita ditinggal mati suaminya, maka dia akan masuk ke dalam gubuk kecil, mengenakan pakaian yang terjelek, tidak memakai minyak wangi maupun parfum yang lain hingga berlalu masa satu tahun. Setelah itu, didatangkanlah hewan (keledai, burung atau kambing) untuk wanita tersebut. Wanita itu lalu menggosok-gosokkan hewan tersebut pada tubuhnya. Jarang sekali hewan yang digunakan untuk menggosok-gosok melainkan akan mati. Wanita tersebut kemudian keluar dari gubuk kedi tersebut dan diberi kotoran hewan. Dia pun lantas melemparkan kotoran tersebut. Akhirnya wanita tersebut bisa kembali menggunakan minyak wangi dan yang lainnya sesuka hatinya."
Al Hifsyu adalah gubuk kecil dan jelek. Taftadhdhu adalah menggunakannya untuk menggosok-gosok tubuh wanita tersebut.
Umdatul Ahkam (315328)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ فُلانَ بْنَ فُلانٍ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَرَأَيْتَ أَنْ لَوْ وَجَدَ أَحَدُنَا امْرَأَتَهُ عَلَى فَاحِشَةٍ , كَيْفَ يَصْنَعُ؟ إنْ تَكَلَّمَ تَكَلَّمَ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ , وَإِنْ سَكَتَ سَكَتَ عَلَى مِثْلِ ذَلِكَ. قَالَ: فَسَكَتَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمْ يُجِبْهُ. فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ أَتَاهُ فَقَالَ: إنَّ الَّذِي سَأَلْتُكَ عَنْهُ قَدْ اُبْتُلِيتُ بِهِ. فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَؤُلاءِ الآيَاتِ فِي سُورَةِ النُّورِ ((وَاَلَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ))
فَتَلاهُنَّ عَلَيْهِ وَوَعَظَهُ وَذَكَّرَهُ. وَأَخْبَرَهُ أَنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الآخِرَةِ. فَقَالَ: لا , وَاَلَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ , مَا كَذَبْتُ عَلَيْهَا. ثُمَّ دَعَاهَا , فَوَعَظَهَا , وَأَخْبَرَهَا: أَنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الآخِرَةِ. فَقَالَتْ: لا , وَاَلَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ , إنَّهُ لَكَاذِبٌ. فَبَدَأَ بِالرَّجُلِ فَشَهِدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاَللَّهِ: إنَّهُ لَمِنْ الصَّادِقِينَ. وَالْخَامِسَةَ: أَنَّ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إنْ كَانَ مِنْ الْكَاذِبِينَ. ثُمَّ ثَنَّى بِالْمَرْأَةِ. فَشَهِدَتْ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاَللَّهِ: إنَّهُ لَمِنْ الْكَاذِبِينَ , وَالْخَامِسَةَ: أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إنْ كَانَ مِنْ الصَّادِقِينَ. ثُمَّ فَرَّقَ بَيْنَهُمَا. ثُمَّ قَالَ: إنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ أَنَّ أَحَدَكُمَا كَاذِبٌ فَهَلْ مِنْكُمَا تَائِبٌ؟)) ثَلاثاً.
وَفِي لَفْظٍ ((لا سَبِيلَ لَكَ عَلَيْهَا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , مَالِي؟ قَالَ: لا مَالَ لَكَ. إنْ كُنْتَ صَدَقْتَ عَلَيْهَا فَهُوَ بِمَا اسْتَحْلَلْتَ مِنْ فَرْجِهَا وَإِنْ كُنْتَ كَذَبْتَ فَهُوَ أَبْعَدُ لَكَ مِنْهَا))
329. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa fulan bin fulan berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut pendapatmu jika salah seorang di antara kami ternyata mendapatkan isterinya berbuat zina, apakah yang seharusnya dia lakukan ?"
Jika Nabi berbicara, maka dia berbicara untuk suatu perkara yang besar, sedangkan jika dia diam, maka dia juga diam untuk perkara yang besar. Ibnu Umar menuturkan bahwa Nabi diam dan tidak menjawabnya.
Setelah itu, orang tersebut mendatangi Nabi lagi dan mengatakan, "Sesungguhnya permasalahan yang aku tanyakan kepadamu itu telah menimpaku."
Oleh karena itu, Allah menurunkan banyak ayat dalam surat An Nur yang berbunyi, "Orang-orang yang menuduh isteri-isteri mereka melakukan perbuatan zina."
Nabi membacakan ayat-ayat tersebut pada orang tadi. Beliau memberikan nasehat kepadanya, mengingatkannya, dan memberitahu kepadanya bahwa siksa di dunia itu lebih ringan daripada siksa di akhirat.
Orang tadi mengatakan, "Tidak, demi Dzat yang telah mengutusmu sebagai seorang Nabi, aku tidaklah berdusta dalam tuduhan itu."
Nabi lantas memanggil isteri orang tersebut. Beliau memberinya nasehat, mengingatkannya, dan memberi tahu bahwa siksa di dunia itu lebih ringan daripada siksa di akhirat. Wanita tersebut lantas berkata, "Tidak, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran sesungguhnya suamiku telah berdusta."
Nabi memulai dari orang tersebut. Orang tersebut lantas memberikan kesaksian atas nama Allah sebanyak empat kali bahwa dirinya adalah orang yang benar. Yang kelima adalah bahwa laknat Allah akan menimpanya sekiranya dirinya berdusta.
Berikutnya adalah sang isteri. Wanita tersebut lantas bersaksi atas nama Allah sebanyak empat kali bahwa suaminya telah berdusta. Yang kelima adalah bahwa dirinya akan mendapatkan kemurkaan Allah, jika ternyata suaminyalah yang benar. Setelah itu, Nabi menceraikan pasangan suami isteri tersebut.
"Allah mengetahui bahwa salah satu di antara kalian telah berdusta. Apakah ada di antara kalian yang hendak bertaubat?" kata Nabi sebanyak tiga kali.
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Engkau tidak boleh bersamanya untuk selama-lamanya."
"Wahai Rasulullah, bagaimana dengan mas kawinkul' tanya orang tersebut.
Nabi menjawab, "Mas kawin itu tidak lagi menjadi milikimu. jika memang kamu benar, maka mas kawin itu adalah sebagai ganti engkau telah menggaulinya. Namun jika engkau berdusta, maka amat sangat tidak mungkin harta itu akan kembali kepadamu darinya”
Umdatul Ahkam (315329)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ رَجُلاً رَمَى امْرَأَتَهُ , وَانْتَفَى مِنْ وَلَدِهَا فِي زَمَنِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَمَرَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَتَلاعَنَا , كَمَا قَالَ اللَّه تَعَالَى , ثُمَّ قَضَى بِالْوَلَدِ لِلْمَرْأَةِ , وَفَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلاعِنَيْنِ))
330. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa pada zaman Rasulullah, ada seorang lelaki yang menuduh isterinya berzina. Dia tidak mengakui anak yang lahir dari isterinya. Rasulullah lantas memerintahkan keduanya untuk saling melakukan li'an sebagaimana firman Allah .-Setelah itu, Nabi memutuskan bahwa sang anak menjadi hak ibunya dan beliau menceraikan pasangan suami isteri tersebut.
Umdatul Ahkam (315330)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ ((جَاءَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: إنَّ امْرَأَتِي وَلَدَتْ غُلاماً أَسْوَدَ. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - هَلْ لَك إبِلٌ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَمَا أَلْوَانُهَا؟ قَالَ: حُمْرٌ. قَالَ: فَهَلْ يَكُونُ فِيهَا مِنْ أَوْرَقَ؟ قَالَ: إنَّ فِيهَا لَوُرْقاً. قَالَ: فَأَنَّى أَتَاهَا ذَلِكَ؟ قَالَ: عَسَى أَنْ يَكُونَ نَزَعَهُ عِرْقٌ. قَالَ: وَهَذَا عَسَى أَنْ يَكُونَ نَزَعَهُ عِرْقٌ))
331. Abu Hurairah menuturkan bahwa ada seseorang dari Bani Fazarah mendatangi Nabi dan berkata, "Sesungguhnya isteriku telah melahirkan seorang anak yang berkulit hitam."
Nabi bersabda, 'Apakah engkau memiliki unta."
"Tentu, 'jawabnya.
Nabi balik tanya, "Apa warna untamu?"
"Merah, "jawab orang tersebut. "Apakah di antara unta-untamu ada yang berwarna abu-abu?" tanya Nabi.
"Ya, memang ada yang berwarna abu-abu," jawab orang tersebut. Nabi bertanya lagi, "Dari manakah warna itu datang?"
"Boleh jadi itu karena pengaruh induk yang dulu," jawabnya. Nabi bersabda, "Kalau begitu anakmu tersebut boleh jadi juga karena pengaruh dari leluhurnya.
Umdatul Ahkam (315331)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((اخْتَصَمَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ وَعَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ فِي غُلامٍ. فَقَالَ سَعْدٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا ابْنُ أَخِي عُتْبَةَ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ , عَهِدَ إلَيَّ أَنَّهُ ابْنُهُ , اُنْظُرْ إلَى شَبَهِهِ. وَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ: هَذَا أَخِي يَا رَسُولَ اللَّهِ , وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي مِنْ وَلِيدَتِهِ , فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إلَى شَبَهِهِ , فَرَأَى شَبَهًا بَيِّنًا بِعُتْبَةَ فَقَالَ: هُوَ لَك يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ , الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ. وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ، فَلَمْ يَرَ سَوْدَةَ قَطُّ))
332 Aisyah menuturkan bahwa Sa'ad bin Abu Waqash berselisih dengan Abdu bin Zam'ah tentang seorang anak. Sa'ad berkata, "Wahai Rasulullah, anak ini adalah anak saudaraku yang bernama Utbah bin Abu Waqash. Dia telah berwasiat kepadaku bahwa anak ini adalah anaknya. Lihatlah kemiripannya.'
Abdu bin Zam'ah berkata, "Ini adalah saudaraku, wahai Rasulullah. Anak ini dilahirkan di ranjang bapakku dari budaknya."
Nabi lantas melihat kemiripan yang nyata dengan Utbah. Oleh karena itu, beliau bersabda, "Anak itu menjadi hakmu, wahai Abdu bin Zam'ah. Seorang anak itu menjadi milik sang suami sedangkan orang yang berzina hanya mendapatkan kerugian belaka. Wahai Saudah, berhijablah dari anak tersebut."
Oleh karena itu, anak tersebut belum pernah sama sekali melihat Saudah.
Umdatul Ahkam (315332)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ: ((إنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - دَخَلَ عَلَيَّ مَسْرُوراً , تَبْرُقُ أَسَارِيرُ وَجْهِهِ. فَقَالَ: أَلَمْ تَرَيْ أَنَّ [ص:226] مُجَزِّزاً نَظَرَ آنِفاً إلَى زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ وَأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ , فَقَالَ: إنَّ بَعْضَ هَذِهِ الأَقْدَامِ لَمِنْ بَعْضٍ))
وَفِي لَفْظٍ: ((كَانَ مُجَزِّزٌ قَائِفاً))
333. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah menemuinya dalam keadaan bergembira sehingga garis-garis di keningnya memancar. Nabi bersabda, 'Tidakkah engkau tahu bahwa Mujazziz baru saja melihatZaidbin Haritsah dan Usamah bin Zaid. Mujazziz lantas berkata, 'Sesungguhnya sebagian telapak kaki ini benar-benar termasuk sebagian yang lain."
Dalam lafal yang lain dikatakan bahwa Mujazziz adalah seorang yang ahli dalam mengenali jejak.
Umdatul Ahkam (315333)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((ذُكِرَ الْعَزْلُ لِرَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -. فَقَالَ: وَلِمَ يَفْعَلُ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ؟ - وَلَمْ يَقُلْ: فَلا يَفْعَلْ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ، فَإِنَّهُ لَيْسَتْ نَفْسٌ مَخْلُوقَةٌ إلاَّ اللَّهُ خَالِقُهَا))
334. Abu Sa'id Al Khudri menuturkan bahwa 'azl pernah ditanyakan kepada Rasulullah . Nabi lantas menjawab, 'Kenapa salah seorang di antara kalian melakukan hal itu? (Beliau tidaklah menjawab, 'janganlah melakukan hal itu.') Sesungguhnya tidaklah ada satu makhluk pun melainkan Allahlah yang menciptakannya."
Umdatul Ahkam (315334)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ: ((كُنَّا نَعْزِلُ وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ.
قَالَ سُفْيَانُ : لَوْ كَانَ شَيْئًا يَنْهَى عَنْهُ، لَنَهانَا عَنْهُ الْقُرْآنُ
335. Jabir mengatakan, "Kami melakukan 'azl padahal Al Qur'an sedang turun."
Sufyan mengatakan, ‘Sekiranya 'azl adalah perbuatan terlarang maka Al Qur'an akan melarangnya. "
Umdatul Ahkam (315335)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ اللِّعانِ
KITAB LI'AN
عَنْ أَبِي ذَرٍّ - رضي الله عنه -: أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ ((لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ - وَهُوَ يَعْلَمُهُ - إلاَّ كَفَرَ. وَمَنْ ادَّعَى مَا لَيْسَ لَهُ: فَلَيْسَ مِنَّا , وَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ , أَوْ قَالَ: عَدُوَّ اللَّهِ , وَلَيْسَ كَذَلِكَ , إلاَّ حَارَ عَلَيْهِ)) كَذَا عِنْدَ مُسْلِمِ وَلِلْبُخَارِيِّ نَحْوُهُ
336. Abu Dzar menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Tidaklah seseorang yang menasabkan dirinya tidak kepada bapaknya padahal dia mengetahuinya melainkan dia telah kufur. Barangsiapa mengaku-aku sesuatu yang bukan miliknya, maka dia tidaklah mengikuti petunjuk kami dan silakan dia menempati tempat duduknya di neraka. Barangsiapa yang menuduh orang lain telah kafir atau mengatakan, 'Wahai musuh Allah, 'padahal sebenarnya tidaklah demikian melainkan tuduhan itu justru akan kembali kepada dirinya sendiri."
Demikianlah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Imam Bukhari juga meriwayatkan hadits yang serupa dengan hadits ini.
Umdatul Ahkam (315336)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الرَّضاعِ
KITAB PERSESUSUAN
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي بِنْتِ حَمْزَةَ: لاتَحِلُّ لِي , يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ , وَهِيَ ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ))
337. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah berbicara tentang puteri Hamzah, "Puteri Hamzah tidaklah halal bagiku. Diharamkan karena penyusuan. Persusuan itu bisa menyebabkan timbulnya mahram sebagaimana diharamkan karena nasab. Dia adalah puteri dari saudaraku sepersusuan."
Umdatul Ahkam (315337)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الرَّضاعِ
KITAB PERSESUSUAN
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إنَّ الرَّضَاعَةَ تُحَرِّمُ مَا يَحْرُمُ مِنْ الْوِلادَةِ))
338. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya persusuan itu mengharamkan apa yang diharamkan karena kelahiran."
Umdatul Ahkam (315338)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الرَّضاعِ
KITAB PERSESUSUAN
وَعَنْهَا قَالَتْ: ((إنَّ أَفْلَحَ - أَخَا أَبِي الْقُعَيْسِ - اسْتَأْذَنَ عَلَيَّ بَعْدَمَا أُنْزِلَ الْحِجَابُ؟ فَقُلْت: وَاَللَّهِ لا آذَنُ لَهُ , حَتَّى أَسْتَأْذِنَ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَإِنَّ أَخَا أَبِي الْقُعَيْسِ: لَيْسَ هُوَ أَرْضَعَنِي , وَلَكِنْ أَرْضَعَتْنِي امْرَأَةُ أَبِي الْقُعَيْسِ , فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقُلْت: يَا رَسُولَ اللَّهِ: إنَّ الرَّجُلَ لَيْسَ هُوَ أَرْضَعَنِي , وَلَكِنْ أَرْضَعَتْنِي امْرَأَتُهُ. فَقَالَ: ائْذَنِي لَهُ , فَإِنَّهُ عَمُّك , تَرِبَتْ يَمِينُك))
قَالَ عُرْوَةُ " فَبِذَلِكَ كَانَتْ عَائِشَةُ تَقُولُ: «حَرِّمُوا مِنْ الرَّضَاعَةِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ»
وَفِي لَفْظٍ ((اسْتَأْذَنَ عَلَيَّ أَفْلَحُ , فَلَمْ آذَنْ لَهُ. فَقَالَ: أَتَحْتَجِبِينَ مِنِّي , وَأَنَا عَمُّك؟ فَقُلْت: كَيْفَ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَرْضَعَتْك امْرَأَةُ أَخِي بِلَبَنِ أَخِي , قَالَتْ: فَسَأَلْت رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: صَدَقَ أَفْلَحُ , ائْذَنِي لَهُ , تَرِبَتْ يَمِينُك))
339. Aisyah menuturkan bahwa Allah saudara Abu Al Qu'ais meminta izin untuk menemuinya tatkala ayat perintah hijab telah diturunkan. Aisyah lantas berkata, "Demi Allah, aku tidak akan mengizinkannya sebelum aku meminta izin kepada Nabi karena saudara Abu Al Qu'ais bukanlah orang yang telah menyusuiku. Akan tetapi yang telah menyusuiku adalah isteri Abu AI Qu'ais."
Rasulullah lantas menemui Aisyah. Oleh karena itu dia kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya lelaki itu bukanlah orang yang telah menyusuiku akan tetapi yang telah menyusuiku adalah isterinya."
Nabi bersabda, "izinkanlah dia karena dia adalah pamanmu. Semoga engkau mendapatkan keberuntungan." Urwah bin Az Zubair menuturkan bahwa karenanya Aisyah lantas berkata, "Tetapkanlah mahram karena persusuan sebagaimana mahram karena nasab."
Dalam lafal yang lain disebutkan bahwa Allah meminta izin untuk bertemu dengan Aisyah akan tetapi dia tidak mengizinkannya. Aflah lantas berkata, ‘Apakah engkau akan berhijab dariku padahal aku adalah pamanmu"
"Bagaimana bisa demikian" tanya Aisyah.
Aflah menjawab, 'Engkau telah disusui oleh isteri saudaraku dengan susu saudaraku."
Aisyah menuturkan bahwa dirinya lantas bertanya kepada Rasulullah dan beliau menjawab, 'Benarlah Aflah, izinkanlah dia menemuimu. Semoga engkau mendapatkan keberuntungan."
Umdatul Ahkam (315339)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الرَّضاعِ
KITAB PERSESUSUAN
وَعَنْهَا رضي الله عنها قَالَتْ ((دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَعِنْدِي رَجُلٌ , فَقَالَ: يَا عَائِشَةُ , مَنْ هَذَا؟ قُلْت: أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ. فَقَالَ: يَا عَائِشَةُ: اُنْظُرْنَ مَنْ إخْوَانُكُنَّ؟ فَإِنَّمَا الرَّضَاعَةُ مِنْ الْمَجَاعَةِ))
340. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah menemuinya padahal di sisinya ada seorang lelaki. Nabi lantas bertanya, "Wahai Aisyah, siapakah orang ini?"
'Dia adalah saudaraku sepersusuan, "jawab Aisyah.
Nabi bersabda, "Wahai Aisyah, cermatilah terlebih dahulu saudara-saudaramu karena persusuan yang sah itu adalah yang bisa mengenyangkan dari rasa lapar."
Umdatul Ahkam (315340)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الرَّضاعِ
KITAB PERSESUSUAN
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ - رضي الله عنه - ((أَنَّهُ تَزَوَّجَ أُمَّ يَحْيَى بِنْتَ أَبِي إهَابٍ , فَجَاءَتْ أَمَةٌ سَوْدَاءُ , فَقَالَتْ: قَدْ أَرْضَعْتُكُمَا , فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: فَأَعْرَضَ عَنِّي. قَالَ: فَتَنَحَّيْت , فَذَكَرْت ذَلِكَ لَهُ. قَالَ: كَيْفَ؟ وَقَدْ زَعَمَتْ أَنْ قَدْ أَرْضَعَتْكُمَا فَنَهَاهُ عَنْهَا))
341. Uqbah bin Al Harits menuturkan bahwa dirinya menikahi Ummu Yahya binti Abu Ihab. Tiba-tiba datanglah seorang budak hitam legam dan berkata, ‘Aku pernah menyusui kalian berdua."
Uqbah lantas menceritakan ha! ini kepada Nabi Uqbah menuturkan bahwa Nabi justru berpaling darinya.
Uqbah menuturkan bahwa dirinya lantas bergeser dan menjelaskan hal itu lagi kepada beliau. Nabi bersabda, "Lantas bagaimana lagi? Budak itu telah menyatakan bahwa dirinya telah menyusui kalian berdua."
Beliau lantas melarangnya menikahi Ummu Yahya.
Umdatul Ahkam (315341)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الرَّضاعِ
KITAB PERSESUSUAN
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْنِي مِنْ مَكَّةَ - فَتَبِعَتْهُمْ ابْنَةُ حَمْزَةَ , تُنَادِي: يَا عَمُّ , فَتَنَاوَلَهَا عَلِيٌّ فَأَخَذَ بِيَدِهَا , وَقَالَ لِفَاطِمَةَ: دُونَكِ ابْنَةَ عَمِّك , فَاحْتَمَلْتُهَا. فَاخْتَصَمَ فِيهَا عَلِيٌّ وَجَعْفَرٌ وَزَيْدٌ فَقَالَ عَلِيٌّ: أَنَا أَحَقُّ بِهَا , وَهِيَ ابْنَةُ عَمِّي وَقَالَ جَعْفَرٌ: ابْنَةُ عَمِّي , وَخَالَتُهَا تَحْتِي. وَقَالَ زَيْدٌ: ابْنَةُ أَخِي. فَقَضَى بِهَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لِخَالَتِهَا , وَقَالَ: الْخَالَةُ بِمَنْزِلَةِ الأُمِّ. وَقَالَ لِعَلِيٍّ: أَنْتَ مِنِّي , وَأَنَا مِنْك. وَقَالَ لِجَعْفَرٍ: أَشْبَهَتْ خَلْقِي وَخُلُقِي وَقَالَ لِزَيْدٍ: أَنْتَ أَخُونَا وَمَوْلانَا))
342. Al Bara' bin Azib menuturkan bahwa Rasulullah pernah keluar (dan Mekah). Beliau lalu disusul oleh puteri Hamzah dengan memanggil-manggil, "Wahai paman!"
Ali lantas mengambil puteri Hamzah tersebut dan memegang tangannya. Ali berkata kepada Fatimah, "Ambillah puteri pamanmu ini."
Fatimah lantas membawanya. Ali, Zaid dan Ja'far berdebat tentang puteri Hamzah tersebut. Ali berkata, "Aku lebih berhak padanya karena dia adalah puteri pamanku."
"Dia adalah puteri pamanku dan bibi dari jalur ibunya adalah isteriku," sergah Ja'far.
Zaid berkata, "Dia adalah puteri dari saudaraku"
Nabi lantas menetapkan bahwa puteri Hamzah tersebut menjadi hak bibi dari jalur ibunya.
Nabi bersabda, 'Bibi dari jalur ibu itu sama kedudukannya seperti ibu.
Beliau lantas bersabda kepada Ali, "Engkau adalah bagianku dan aku adalah bagian darimu.' Beliau bersabda kepada Ja'far, "Engkau adalah orang yang memiliki perawakan dan akhlak yang mirip denganku." Beliau bersabda kepada Zaid, ‘Engkau adalah saudara kami dan juga bekas budak kami."
Umdatul Ahkam (315342)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ((لا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّه إلاَّ بِإِحْدَى ثَلاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي , وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ , وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ))
343. Abdullah bin Mas'ud menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Tidaklah halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah kecuali karena salah satu dari tiga perkara berikut, yaitu; Orang yang sudah pernah menikah tetapi berzina, membunuh orang lain, dan murtad dari Islam berpisah dari jamaah."
Umdatul Ahkam (315343)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ))
344. Abdullah bin Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Kasus yang pertama kali diputuskan di antara manusia pada saat hari kiamat adalah kasus pembunuhan."
Umdatul Ahkam (315344)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((انْطَلَقَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ بْنُ مَسْعُودٍ إلَى خَيْبَرَ , وَهِيَ يَوْمَئِذٍ صُلْحٌ , فَتَفَرَّقَا , فَأَتَى مُحَيِّصَةُ إلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَهْلٍ - وَهُوَ يَتَشَحَّطُ فِي دَمِهِ قَتِيلاً - فَدَفْنه , ثُمَّ قَدِمَ الْمَدِينَةَ , فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوَيِّصَةُ ابْنَا مَسْعُودٍ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَذَهَبَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَتَكَلَّمُ , فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: كَبِّرْ , كَبِّرْ - وَهُوَ أَحْدَثُ الْقَوْمِ - فَسَكَتَ، فَتَكَلَّمَا , فَقَالَ: أَتَحْلِفُونَ وَتَسْتَحِقُّونَ قَاتِلَكُمْ , أَوْ صَاحِبَكُمْ؟ قَالُوا: وَكَيْفَ نَحْلِفُ , وَلَمْ نَشْهَدْ , وَلَمْ نَرَ؟ قَالَ: فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ بِخَمْسِينَ يَمِيناً قَالُوا: كَيْفَ بِأَيْمَانِ قَوْمِ كُفَّارٍ؟ فَعَقَلَهُ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - مِنْ عِنْدِهِ))
وَفِي حَدِيثِ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ: ((فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: يُقْسِمُ خَمْسُونَ مِنْكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ , فَيُدْفَعُ بِرُمَّتِهِ , قَالُوا: أَمْرٌ لَمْ نَشْهَدْهُ كَيْفَ نَحْلِفُ؟ قَالُوا: فَتُبْرِئُكُمْ يَهُودُ بِأَيْمَانِ خَمْسِينَ مِنْهُمْ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَوْمٌ كُفَّارٌ فَوَدَاهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ قِبَلِهِ))
وَفِي حَدِيثِ سَعِيدِ بْنِ عُبَيْدٍ: ((فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يُبْطِلَ دَمَهُ , فَوَدَاهُ بِمِائَةٍ مِنْ إبِلِ الصَّدَقَةِ))
345. Sahl bin Abu Hatsmah menuturkan bahwa Abdullah bin Sahl dan Muhayyishah bin Mas'ud pergi ke Khaibar dan pada saat itu masih berlaku gencatan senjata. Keduanya lantas berpisah. Muhayyishah ternyata mendapatkan Abdyullah bin Sahi sudah berlumuran darah dan terbunuh. Muhayyishah iantas menguburkannya dan datang ke Madinah. Abdurrahman bin Sahl, Muhayyishah dan Huwayyishah lantas pergi menghadap Nabi . Muhayyishah dan Huwayyishah adaiah putra Mas'ud.
Mulailah Abdurrahman berbicara, tetapi Nabi bersabda, "Biar yang tua duiu bicara." Abdurrahman adaiah orang yang paling muda di antara mereka. Dia pun lantas diam. Huwayyishah dan Muhayyishah lantas angkat bicara.
Nabi bersabda. "Apakah kalian mau bersumpah sehingga bisa menuntut orang yang membunuh kalian (atau teman kalian)"
Mereka menjawab, 'Bagaimana kami bisa bersumpah sedangkan kami tidak menyaksikan dan melihatnya sendiri?"
Nabi bersabda, 'Apakah kalian rela jika orang Yahudi bebas begitu saja dari (tuntutan) kalian jika lima puluh orang di antara mereka mau bersumpah sebanyak lima puluh kali"
Mereka balik tanya, 'Bagaimana kami bisa menerima sumpah orang-orang kafir?"
Nabi lantas membayarkan tebusan untuk Abdullah bin Sahl dari harta beliau sendiri.
Dalam hadits Hammad bin Zaid disebutkan bahwa Nabi bersabda, ‘Jika lima puluh orang di antara kalian bersumpah atas satu orang di antara mereka, maka pembunuhnya akan diserahkan kepada kalian.'
Mereka mengatakan, 'Itu adalah perkara yang tidak kami persaksikan, bagaimana kami bisa bersumpah?"
Nabi bersabda, 'Orang Yahudi itu bisa bebas dan tuntutan kalian dengan sumpah lima puluh orang di antara mereka."
Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, bukankah mereka adalah kaum kafir'
Nabi lalu membayarkan tebusan untuk Abdullah bin Sahildengan harta bendanya sendiri.
Dalam hadits Sa 'id bin Ubaid dikatakan, 'Rasulullah tidak mau menyia-nyiakan darah Abduilah bin Sahi, Oeh karena itu beliau menebusnya dengan seratus unta dari sedekah.“
Umdatul Ahkam (315345)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ جَارِيَةً وُجِدَ رَأْسُهَا مَرْضُوضاً بَيْنَ حَجَرَيْنِ , فَقِيلَ مَنْ فَعَلَ هَذَا بِك: فُلانٌ , فُلانٌ؟ حَتَّى ذُكِرَ يَهُودِيٌّ , فَأَوْمَأَتْ بِرَأْسِهَا , فَأُخِذَ الْيَهُودِيُّ فَاعْتَرَفَ , فَأَمَرَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يُرَضَّ رَأْسَهُ بَيْنَ حَجَرَيْنِ))
346. Anas bin Malik menuturkan bahwa ada seorang anak perempuan yang kepalanya digenjet di antara dua batu. Dia lantas ditanya, "Siapakah yang melakukan hal ini kepadamu? Apakah si fulan atau si fulan?'
Hingga akhirnya disebutlah nama seorang Yahudi dan anak tersebut lalu memberikan isyarat dengan kepalanya (bahwa orang tersebut yang melukainya). Orang Yahudi tadi lantas diciduk dan ternyata dia mengakui. Rasulullah lantas memerintahkan agar kepala orang Yahudi ini digenjet dengan dua batu.
Umdatul Ahkam (315346)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
وَلِمُسْلِمٍ وَالنَّسَائِيَّ عَنْ أَنَسٍ - رضي الله عنه - ((أَنَّ يَهُودِيّاً قَتَلَ جَارِيَةً عَلَى أَوْضَاحٍ , فَأَقَادَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -))
347. Dalam riwayat Imam Muslim dan Nasa'i dari Anas dikatakan bahwa ada seorang Yahudi yang membunuh anak perempuan gara-gara perhiasan perak. Rasulullah lantas menghukumnya dengan yang serupa.
Umdatul Ahkam (315347)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((لَمَّا فَتَحَ اللَّهُ - تَعَالَى - عَلَى رَسُولِهِ - صلى الله عليه وسلم - مَكَّةَ قَتَلَتْ هُذَيْلٌ رَجُلاً مِنْ بَنِي لَيْثٍ بِقَتِيلٍ كَانَ لَهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ , فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: إنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ , وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ , وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلَّ لأَحَدٍ كَانَ قَبْلِي , وَلا تَحِلُّ لأَحَدٍ بَعْدِي , وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِي سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ , وَإِنَّهَا سَاعَتِي هَذِهِ: حَرَامٌ , لا يُعْضَدُ شَجَرُهَا , وَلا يُخْتَلَى خَلاهَا , وَلا يُعْضَدُ شَوْكُهَا , وَلا تُلْتَقَطُ سَاقِطَتُهَا إلاَّ لِمُنْشِدٍ. وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ: فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ: إمَّا أَنْ يَقْتُلَ , وَإِمَّا أَنْ يُودِيَ , فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ - يُقَالُ لَهُ: أَبُو شَاهٍ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , اُكْتُبُوا لِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: اُكْتُبُوا لأَبِي شَاهٍ , ثُمَّ قَامَ الْعَبَّاسُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إلاَّ الاَّذْخِرَ , فَإِنَّا نَجْعَلُهُ فِي بُيُوتِنَا وَقُبُورِنَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: إلاَّ الإِذْخِرَ))
348. Abu Hurairah menuturkan bahwa tatkala Allah menundukkan kota Mekah untuk Rasulullah , kabilah Khudza 'ah membunuh seorang lelaki dari Bani Laits untuk membalas pembunuhan yang terjadi di masa Jahiliyah.
Oleh karena itu, Nabi berdiri dan bersabda, "Sesungguhnya Allah telah melindungi Ka'bah dari pasukan gajah. Dia juga telah membuat Rasul-Nya dan orang-orang beriman bisa menguasai Mekah. Ketahuilah, sesungguhnya kota ini tidaklah dihalalkan bagi seorang pun sebelumku dan juga tidak dihalalkan bagi seorang pun sesudahku. Kota ini dihalalkan bagiku sesaat pada waktu siang hari. Sesungguhnya kota ini pada saatku ini adalah kota yang suci. Pepohonannya tidak boleh ditebang, rerumputannya tidak boleh dipotong, pohon yang berduri tidak boleh ditebang dan barang yang tercecer tidak boleh diambil kecuali oleh orang yang hendak mengumumkannya. Barangsiapa yang keluarganya terbunuh, maka dia berhak memilih yang terbaik dari dua pilihan yang ada. Pembunuhnya boleh dibunuh atau menerima tebusan."<br> Ada seorang lelaki dari penduduk Yaman bernama Abu Syah yang lantas berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, buatkanlah tulisan untukku."
Rasulullah lalu bersabda "Tuliskanlah untuk Abu Syah"
Al Abbas lantas berdiri dan berkata "Wahai Rasulullah kecuali idzkhir karena dia kami memakainya untuk rumah-rumah dan kubur-kubur kami"
Rasulullah bersabda "kecual idzkhir"
Umdatul Ahkam (315348)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - أَنَّهُ اسْتَشَارَ النَّاسَ فِي إمْلاصِ الْمَرْأَةِ، فَقَالَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ: ((شَهِدْت النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَضَى فِيهِ بِغُرَّةٍ - عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ - فَقَالَ: لَتَأْتِيَنَّ بِمَنْ يَشْهَدُ مَعَك , فَشَهِدَ مَعَهُ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ)) إمْلاصُ الْمَرْأَةِ: أَنْ تُلْقيَ جنينَها مَيْتاً.
349. Umar bin Al Khaththab menuturkan bahwa dirinya bermusyawarah dengan beberapa orang tentang hukum imlash (wanita yang menggugurkan kandungan). Al Mughirah bin Syu'bah berkata "Aku menyaksikan bahwa Rasulullah memutuskan masalah ini dengan membebaskan budak laki-laki atau perempuan yang terbaik."
Umar berkata "Seyogyanya ada orang lain yang juga menyaksikan bersamamu."
Muhammad bin Maslamah lantas memberikan kesaksian bersama Al Mughirah bin Syu'bah.
Imlash adalah wanita yang menggugurkan janin yang masih dalam kandungan sebelum waktunya lalu janin meninggal.
Umdatul Ahkam (315349)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((اقْتَتَلَتْ امْرَأَتَانِ مِنْ هُذَيْلٍ. فَرَمَتْ إحْدَاهُمَا الأُخْرَى بِحَجَرٍ , فَقَتَلَتْهَا وَمَا فِي بَطْنِهَا فَاخْتَصَمُوا إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَنَّ دِيَةَ جَنِينِهَا غُرَّةٌ - عَبْدٌ , أَوْ وَلِيدَةٌ - وَقَضَى بِدِيَةِ الْمَرْأَةِ عَلَى عَاقِلَتِهَا , وَوَرَّثَهَا وَلَدَهَا وَمَنْ مَعَهُمْ , فَقَامَ حَمَلُ بْنُ النَّابِغَةِ الْهُذَلِيُّ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , كَيْفَ أَغْرَمُ مَنْ لاشَرِبَ وَلا أَكَلَ , وَلا نَطَقَ وَلا اسْتَهَلَّ , فَمِثْلُ ذَلِكَ يُطَلُّ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: إنَّمَا هُوَ مِنْ إخْوَانِ الْكُهَّانِ)) مِنْ أَجْلِ سَجْعِهِ الَّذِي سَجَعَ.
350. Abu Hurairah menuturkan bahwa ada dua orang wanita dari kabilah Hudail saling bunuh. Masing-masing saling melempar dengan batu hingga ada yang meninggal bersama janin yang dikandungnya. Orang-orang lantas mengadu kepada Rasulullah . Rasululullah memutuskan bahwa tebusan untuk janinnya adalah seorang budak yang terbaik bisa laki-laki maupun perempuan. Di samping itu beliau memutuskan bahwa tebusan untuk wanita yang terbunuh tersebut menjadi tanggung jawab keluarga wanita yang membunuh dan diwarisi oleh anak dan kerabat yang bersamanya.
Hamal bin An Nabighah lantas berdiri dar mengatakan "Wahai Rasulullah. bagaimana mungkin aku bisa menanggung orang yang tidak minum dan tidak makan, tak bertutur kata lagi tak jelas hidup dan matinya? Yang demikan itu adalah semestinya dibatalkan saja."
Karena Hamal menyampaikan hal itu dengan bersajak maka Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya dia termasuk saudaranya dukun.'
Umdatul Ahkam (315350)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ - رضي الله عنه - ((أَنَّ رَجُلاً عَضَّ يَدَ رَجُلٍ , فَنَزَعَ يَدَهُ مِنْ فِيهِ , فَوَقَعَتْ ثَنِيَّتُهُ , فَاخْتَصَمَا إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: يَعَضُّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ , لا دِيَةَ لَك))
351. Imran bin Hushain menuturkan bahwa si-A menggigit tangan si-B. si-B lantas melepas tangannya dari mulut si-A sehingga beberapa gigi si-B ada yang lepas. Keduanya lantas mengadukan masalah ini kepada Nabi . Nabi lalu bersabda, 'Apakah salah seorang di antara kalian telah menggigit temannya seperti layaknya seekor unta jantan? Tidak ada diyat untukmu."
Umdatul Ahkam (315351)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ القِصاصِ
KITAB QISHASH
عَنْ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ - رحمه الله تعالى - قَالَ: حَدَّثَنَا [ص:239] جُنْدُبٌ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ , وَمَا نَسِينَا مِنْهُ حَدِيثاً , وَمَا نَخْشَى أَنْ يَكُونَ جُنْدُبٌ كَذَبَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ فَجَزِعَ , فَأَخَذَ سِكِّيناً فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ , فَمَا رَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ. قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: عَبْدِي بَادَرَنِي بِنَفْسِهِ , حَرَّمْت عَلَيْهِ الْجَنَّةَ))
352. Al Hasan bin Abu Al Hasan Al Bashri berkata, 'Jundub menyampaikan hadits di masjid ini kepada kami. Kami tidaklah melupakan hadits darinya. Kami juga tidak khawatir sekiranya Jundub akan berdusta atas nama Rasulullah .
Jundub menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Dulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang terluka. Dia pun berputus asa dan mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya dengan pisau tersebut Darahnya terus mengalir hingga dia pun tewas. Allah berfirman, 'Hamba-Ku, dirinya mendahului (ketetapan-Ku). Oleh karena itu, aku haramkan surga baginya."
Umdatul Ahkam (315352)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ
KITAB HUKUM HAD
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((قَدِمَ نَاسٌ مِنْ عُكْلٍ - أَوْ عُرَيْنَةَ - فَاجْتَوَوُا الْمَدِينَةَ , فَأَمَرَ لَهُمْ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِلِقَاحٍ , وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَانْطَلَقُوا. فَلَمَّا صَحُّوا قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ، فَجَاءَ الْخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ , فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ. فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ , فَأَمَرَ بِهِمْ: فَقُطِّعَتْ أَيْدِيهمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلافٍ , وَسُمِرَتْ أَعْيُنُهُمْ , وَتُرِكُوا فِي الْحَرَّةِ يَسْتَسْقُونَ , فَلا يُسْقَوْنَ. قَالَ أَبُو قِلابَةَ: فَهَؤُلاءِ سَرَقُوا وَقَتَلُوا وَكَفَرُوا بَعْدَ إيمَانِهِمْ , وَحَارَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ)) . أَخْرَجَهُ الْجَمَاعَةُ.
353. Anas bin Malik menuturkan bahwa ada beberapa orang dari Ukl atau Urainah yang tidak suka tinggal di Madinah karena sakit paru-paru. Oleh karena itu, Rasulullah memerintahkan mereka untuk mendatangi unta yang sedang hamil dan memerintahkan mereka untuk meminum air kencing dan susunya. Setelah itu mereka pun lantas pergi. Tatkala mereka sudah sehat, maka mereka membunuh penggembala Nabi dan mengambil unta. Kabar itu pun datang (kepada Nabi ) di awal siang. Nabi lalu mengirim utusan untuk membuntuti mereka. Ketika matahari telah tinggi, maka mereka pun bisa dibawa menghadap. Rasulullah memerintahkan agar mereka dipotong tangan dan kaki mereka, mata mereka dicongkel dengan besi panas, mereka ditinggalkan begitu saja di bebatuan hitam di luar Madinah dan dibiarkan mencari minum sendiri dan tidak diberi minum.
Abu Qilabah mengatakan, "Mereka telah mencuri, membunuh dan kafir padahal sebelumnya beriman. Mereka juga memerangi Allah dan Rasul-Nya."
Hadits ini diriwayatkan oleh Jama'ah.
Umdatul Ahkam (315353)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ
KITAB HUKUM HAD
عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رضي الله عنهما , أَنَّهُمَا قَالا: ((إنَّ رَجُلاً مِنَ الأَعْرَابِ أَتَى رَسُولَ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَنْشُدُك اللَّهَ إلاَّ قَضَيْتَ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ. فَقَالَ الْخَصْمُ الآخَرُ - وَهُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ - نَعَمْ , فَاقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ , وَأْذَنْ لِي. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: قُلْ , فَقَالَ: إنَّ ابْنِي كَانَ عَسِيفاً عَلَى هَذَا , فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ , وَإِنِّي أُخْبِرْت أَنَّ عَلَى ابْنِي الرَّجْمَ , فَافْتَدَيْت مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَوَلِيدَةٍ , فَسَأَلْتُ أَهْلَ الْعِلْمِ فَأَخْبَرُونِي أَنَّمَا عَلَى ابْنِي جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ عَامٍ , وَأَنَّ عَلَى امْرَأَةِ هَذَا الرَّجْمَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللَّهِ , الْوَلِيدَةُ وَالْغَنَمُ رَدٌّ عَلَيْك وَعَلَى ابْنِك جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ عَامٍ. وَاغْدُ يَا أُنَيْسُ - لِرَجُلٍ مِنْ أَسْلَمَ - عَلَى امْرَأَةِ هَذَا , فَإِنْ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا , فَغَدَا عَلَيْهَا , فَاعْتَرَفَتْ , فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَرُجِمَتْ))
العَسيفُ: الأَجيرُ.
354. Ubaidilah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud meriwayatkan dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al Juhani . Keduanya menuturkan bahwa dulu ada seorang arab badui mendatangi Nabi dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku mohon kepadamu demi Allah agar engkau membuat keputusan di antara kami berdasarkan Al-Qur'an."
Lawan bicaranya yang lebih pandai daripadanya berkata, "Benar, berilah keputusan di antara kami berdasarkan Al Qur'an dan berilah izin kepadaku."
"Katakanlah,"pinta Rasulullah .
Orang tadi berkata, "Sesungguhnya anakku bekerja pada orang ini, kemudian dia berzina dengan isterinya. Aku telah diberi tahu bahwa anakku harus dirajam. Oleh karena itu, aku pun menebusnya dengan seratus kambing dan seorang budak wanita. Aku lantas bertanya kepada orang yang alim. Mereka memberitahuku bahwa anakku harus dicambuk seratus kali dan diasingkan sedangkan isteri orang ini harus dirajam."
Rasulullah bersabda, 'Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Aku akan memutuskan di antara kalian berdua berdasarkan Al Qur'an. Budak wanita dan kambing itu hendaknya dikembalikan. Anakmu harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun. Sedang isteri orang ini haruslah dirajam. "Wahai Unais (seseorang yang berasal dari Bani Aslam) pergilah untuk menemui isteri orang ini. Jika dia mengaku, maka rajamlah.' Unais lantas pergi menemui wanita tersebut dan dia pun lalu mengaku. Rasulullah lantas memerintahkan agara wanita tersebut dirajam. Al 'asif adalah pekerja.
Umdatul Ahkam (315354)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ
KITAB HUKUM HAD
عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُقْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رضي الله عنهما قَالا: ((سُئِلَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - عَنِ الأَمَةِ إذَا زَنَتْ وَلَمْ تُحْصَنْ؟ قَالَ: إنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا , ثُمَّ إنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا , ثُمَّ إنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا , ثُمَّ بِيعُوهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍ))
قالَ ابنُ شِهابٍ: «ولاأَدري، أَبَعْدَ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعةِ» . والضَّفيرُ: الحَبْلُ.
355. Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah menuturkan bahwa Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid mengatakan bahwa Nabi pernah ditanya tentang budak wanita yang berzina dan dia belum menikah. Nabi bersabda, 'Jika dia berzina, maka deralah dia. Jika berzina lagi, maka deralah lagi, kemudian jika masih nekad berzina, maka deralah lalu jual saja walaupun hanya ditukar dengan seutas tali.'
Ibnu Syihab mengatakan, 'Aku tidaklah tahu, apakah Nabi mengucapkan demikian itu setelah mengulanginya untuk ketiga kalinya ataukah keempat kalinya.'
Adh dhafir adalah tali.
Umdatul Ahkam (315355)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ
KITAB HUKUM HAD
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ((أَتَى رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ - فَنَادَاهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي زَنَيْتُ , فَأَعْرَضَ عَنْهُ. فَتَنَحَّى تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي زَنَيْت , فَأَعْرَضَ عَنْهُ , حَتَّى ثَنَّى ذَلِكَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ. فَلَمَّا شَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ: دَعَاهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - , فَقَالَ: أَبِكَ جُنُونٌ؟ قَالَ: لا. قَالَ: فَهَلْ أُحْصِنْت؟ قَالَ: نَعَمْ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّه - صلى الله عليه وسلم -: اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ)) . قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: فَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ. سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ «كُنْت فِيمَنْ رَجَمَهُ , فَرَجَمْنَاهُ بِالْمُصَلَّيْ , فَلَمَّا أَذْلَقَتْهُ الْحِجَارَةُ هَرَبَ , فَأَدْرَكْنَاهُ بِالْحَرَّةِ , فَرَجَمْنَاهُ» . الرَّجُلُ هو ماعزُ بنُ مالِكٍ. ورَوَى قِصَّتَهُ جابرُ بنُ عبدِ اللهِ وعَبْدُ اللهِ بنُ عَباسٍ وأَبو سعيدٍ الخُدْرِيُّ وبُرَيْدَةُ بنُ الحُصَيْبِ الأَسْلَمِيُّ.
356. Abu Hurairah menuturkan bahwa ada seorang lelaki di antara kaum muslimin mendatangi Rasulullah ketika beliau sedang berada di masjid. Orang itu memanggil beliau seraya berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah berzina."
Nabi lalu berpaling darinya. Orang tersebut lalu bergeser ke hadapan muka Rasulullah sembari berkata, "Ya Rasulullah, aku telah berzina." Rasulullah lantas berpaling lagi darinya hingga dia mengulanginya kepada beliau empat kali.
Tatkala orang tersebut bersaksi atas dirinya sendiri sebanyak empat kali, maka Rasulullah memanggilnya dan bertanya, 'Apakah engkau telah gila?"
"Tidak, "jawab orang tersebut.
"Apakah engkau telah menikah?" tanya Nabi.
"Ya, 'jawabnya.
Rasulullah bersabda, "Bawalah orang ini dan rajamlah dia."
Ibnu Syihab mengatakan bahwa dia diberitahu oleh Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa dirinya mendengar Jabir bin Abdullah mengatakan, "Aku berada di antara orang yang merajam orang tersebut tersebut. Kami merajamnya di masjid. Tatkala batu-batu (yang dilempar) membuatnya kesakitan, maka dia pun lari. Kami mendapatkannya lagi di bebatuan lalu kami merajamnya lagi."
Lelaki yang dimaksud adalah Ma'iz bin Malik. Kisah ini disampaikan oleh jabir bin Samurah, Abdullah bin Abbas, Abu Sa'id Al Khudri dan Buraidah bin Al Hushaib Al Aslami.
Umdatul Ahkam (315356)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ
KITAB HUKUM HAD
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: ((إنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَذَكَرُوا لَهُ: أَنَّ امْرَأَةً مِنْهُمْ وَرَجُلاً زَنَيَا. فَقَالَ [ص:245] لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ , فِي شَأْنِ الرَّجْمِ؟ فَقَالُوا: نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ. قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلامٍ: كَذَبْتُمْ , فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ , فَأَتَوْا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا , فَوَضَعَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ فَقَرَأَ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا. فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلامٍ: ارْفَعْ يَدَك. فَرَفَعَ يَدَهُ , فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ , فَقَالَ: صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ , فَأَمَرَ بِهِمَا النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَرُجِمَا. قَالَ: فَرَأَيْت الرَّجُلَ: يَجْنَأُ عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ))
الرَّجُلُ الَّذِيْ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ هُوَ عَبْدُ اللهِ بنُ صُوْرِيَا.
357. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa ada beberapa orang Yahudi mendatangi Rasulullah menceritakan bahwa ada seorang wanita dan laki-laki di antara mereka yang berzina. Rasulullah lantas bersabda, 'Apakah yang kalian dapati di dalam taurat berkenaan dengan rajam ?"
Mereka mengatakan, 'Hendaknya kami menyebarkan aib mereka dan mendera mereka.'
Abdullah bin Salam mengatakan, 'Kalian telah berdusta karena sebenarnya di dalam taurat juga terdapat ayat rajam.'
Mereka lantas mengambil taurat dan membukanya. Salah seorang di antara mereka ada yang meletakkan tangannya di atas ayat rajam, sehingga dia membaca ayat yang sebelum dan sesudahnya.
Abdullah bin Salam berkata kepadanya, 'Angkatlah tanganmu.' Dia pun lantas mengangkat tangannya dan ternyata memang di dalamnya ada ayat tentang rajam. Abdullah bin Salam mengatakan, "Sungguh benar, wahai Muhammad.' Nabi lantas memerintahkan untuk merajam kedua orang yang berzina tersebut.
Abdullah bin Umar mengatakan, ‘Kulihat ada seorang lelaki yang menelangkupi wanita tersebut untuk melindunginya dari batu.'
Yajna-u artinya membungkuk.
Orang Yahudi yang meletakkan tangannya di atas ayat rajam adalah Abdullah bin Shuriya.
Umdatul Ahkam (315357)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ
KITAB HUKUM HAD
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لَوْ أَنَّ رَجُلاً - أَوْ قَالَ: امْرَأً - اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إذْنِكَ , فَحَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ , فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ: مَا كَانَ عَلَيْك جُنَاحٌ))
358. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sekiranya ada lelaki (atau perempuan) mengintipmu tanpa seizinmu lalu engkau melemparinya dengan batu hingga matanya tercongkel, maka engkau tidaklah berdosa."
Umdatul Ahkam (315358)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ - بابُ حَدِّ السَّرِقةِ
KITAB HUKUM HAD - BAB HUKUMAN BAGI PENCURI
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله تعالى عنهما: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَطَعَ فِي مِجَنٍّ قِيمَتُهُ)) - وَفِي لَفْظٍ: ((ثَمَنُهُ - ثَلاثَةُ دَرَاهِمَ))
359. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Nabi memotong tangan karena kasus pencurian yang nilainya (dalam lafal yang lain dikatakan, 'harganya.') sejumlah tiga dirham.
Umdatul Ahkam (315359)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ - بابُ حَدِّ السَّرِقةِ
KITAB HUKUM HAD - BAB HUKUMAN BAGI PENCURI
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((تُقْطَعُ الْيَدُ فِي رُبْعِ دِينَارٍ فَصَاعِداً))
360. Aisyah menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, 'Diterapkan hukuman potong tangan dalam kasus pencurian yang nilainya seperempat dinar atau lebih. "
Umdatul Ahkam (315360)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ - بابُ حَدِّ السَّرِقةِ
KITAB HUKUM HAD - BAB HUKUMAN BAGI PENCURI
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها ((أَنَّ قُرَيْشاً أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ , فَقَالُوا: مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -؟ فَقَالُوا: وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إلاَّ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ , فَقَالَ: أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ؟ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ , فَقَالَ: إنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ , وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ , وَأَيْمُ اللَّهِ: لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا))
361. Aisyah menuturkan bahwa orang-orang Quraisy dibuat susah oleh seorang wanita dari kabilah Makhzumiyah yang melakukan tindak pencurian. Para sahabat mengatakan, "Siapakah yang berani berbicara kepada Rasulullah berkenaan dengan wanita tersebut?" Tidak ada yang berani melakukan hal itu melainkan Usamah bin Zaid orang kesayangan Rasulullah .
Usamah lantas berbicara kepada Rasulullah. Nabi bersabda, "Apakah engkau akan meminta keringanan dalam penerapan hukum yang telah ditetapkan Allah"
Nabi bangkit dan berpidato, "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena tatkala di antara mereka ada orang terpandang yang mencuri, maka mereka membiarkannya begitu saja. Namun jika yang mencuri adalah orang lemah, maka mereka menerapkan hukuman kepadanya. Demi Allah, kalau sekiranya Fatimah puteri Muhammad mencuri, maka aku akan memotong tangannya."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Ada seorang wanita yang meminjam barang dagangan, namun ternyata dia tidak mengakuinya. Nabi lantas memerintahkan untuk memotong tangan wanita tersebut."
Umdatul Ahkam (315361)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ - بَابُ حَدِّ الْخَمْرِ
KITAB HUKUM HAD - BAB HUKUMAN BAGI PECANDU MINUMAN KERAS
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - أُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ شَرِبَ الْخَمْرَ, فَجَلَدَهُ بِجَرِيدَةٍ نَحوَ أَرْبَعِينَ)) قَالَ وَفَعَلَهُ أَبُوْ بَكْرٍ فَلَمَّا كَانَ عُمَرُ اِسْتَشَارَ النَّاسَ فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفِ أَخَفُّ الْحُدُوْدِ ثَمَانُيْنَ فَأَمَرَ بِهِ عُمَرَ رضي الله عنه
362. Anas bin Malik menuturkan bahwa ada seorang lelaki yang minum minuman keras dihadapkan kepada Rasulullah . Nabi lalu menderanya dengan pelepah daun kurma sebanyak empat puluh kali.
Abu Bakar juga melakukan hal yang sama. Tatkala di masa Umar, maka dia bermusyawarah dengan para sahabat. Abdurrahman bin Auf mengusulkan, 'Hukuman yang paling ringan adalah dicambuk delapan puluh kali.' Oleh karena itu, Umar memerintahkan sesuai dengan ketetapan tersebut.
Umdatul Ahkam (315362)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحُدودِ - بَابُ حَدِّ الْخَمْرِ
KITAB HUKUM HAD - BAB HUKUMAN BAGI PECANDU MINUMAN KERAS
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ هَانِئِ بْنِ نِيَارٍ الْبَلَوِيِّ - رضي الله عنه -: أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((لا يُجْلَدُ فَوْقَ عَشَرَةِ أَسْوَاطٍ إلاَّ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ))
363. Abu Burdah Hani bin Niyar Al Balawi Al Anshari menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Seseorang tidak boleh dicambuk lebih dari sepuluh kali kecuali dalam hukum had yang telah ditetapkan Allah."
Umdatul Ahkam (315363)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ , لا تَسْأَلْ الإِمَارَةَ , فَإِنَّكَ إنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِّلْتَ إلَيْهَا , وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا , وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْراً مِنْهَا , فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ , وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ))
364. Abdurrahman bin Samurah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kekuasaan. Jika engkau diberi kekuasaan atas dasar permintaanmu, engkau tidak akan ditolong dalam mengurusinya. Namun jika engkau diberi kekuasaan bukan atas dasar permintaanmu, engkau akan ditolong dalam mengurusinya. Jika engkau bersumpah, padahal engkau melihat bahwa ada yang lain yang lebih baik, maka bayarlah denda untuk membatalkan sumpahmu dan kerjakan sesuatu yang lebih baik daripadanya."
Umdatul Ahkam (315364)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ أَبِي مُوسَى - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إنِّي وَاَللَّهِ - إنْ شَاءَ اللَّهُ - لا أَحْلِفُ عَلَى يَمِينٍ , فَأَرَى غَيْرَهَا خَيْراً مِنْهَا إلاَّ أَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ , وَتَحَلَّلْتُهَا))
365. Abu Musa menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, 'Demi Allah, sesungguhnya aku -insya Allah-tidaklah aku bersumpah lantas aku melihat bahwa ada yang lain yang lebih baik, melainkan aku akan mengerjakan yang lebih baik dan aku akan membayar denda untuk membatalkan sumpahku tadi."
Umdatul Ahkam (315365)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ))
وَلِمُسْلِمٍ: ((فَمَنْ كَانَ حَالِفاً فَلْيَحْلِفْ بِاَللَّهِ أَوْ لِيَصْمُت))
وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ عُمَرُ «فَوَاَللَّهِ مَا حَلَفْتُ بِهَا مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَنْهَى عَنْهَا , ذَاكِراً وَلا آثِراً»
(يعني: حاكياً عن غيري أَنه حلفَ بها)
366. Umar bin Al Khathab menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah demi nenek moyang kalian."
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, 'Barangsiapa bersumpah, maka hendaknya dia bersumpah demi Allah atau cukup diam saja." Dalam riwayat lain dikatakan, "Demi Allah, tidaklah aku bersumpah demi nenek moyangku semenjak aku mendengar Rasulullah melarangnya dan tidaklah menceritakannya kepada orang lain bahwa dirinya pernah bersumpah demi nenek moyangku."
Umdatul Ahkam (315366)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُد عليهما السلام: لأَطُوفَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى سَبْعِينَ امْرَأَةً , تَلِدُ كُلُّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ غُلامًا يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , فَقِيلَ لَهُ: قُلْ: إنْ شَاءَ اللَّهُ , فَلَمْ يَقُلْ , فَطَافَ بِهِنَّ , فَلَمْ تَلِدْ مِنْهُنَّ إلاَّ امْرَأَةٌ وَاحِدَةٌ: نِصْفَ إنْسَانٍ. قَالَ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: لَوْ قَالَ إنْ شَاءَ اللَّهُ لَمْ يَحْنَثْ , وَكَانَ دَرَكاً لِحَاجَتِهِ)) . قولُهُ: (فَقِيلَ لَهُ: قُلْ: إنْ شَاءَ اللَّهُ) يعني قالَ له المَلَكُ
367. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau menuturkan bahwa Nabi Sulaiman bin Dawud berkata, "Aku benar-benar akan menggilir sembilan puluh wanita pada suatu malam, sehingga masing-masing akan melahirkan seorang anak yang bisa berperang di jalan Allah ‘
Ada seseorang yang mengatakan, ’katakanlah insya Allah'
Akan tetapi Sabi Sulaiman tidak mau mengatakannya, Nabi Sulaiman lantas menggilir mereka akan tetapi ternyata tidak ada yang terlahir melainkan seorang anak perempuan berbadan separuh.
Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah lantas bersabda, ‘Seandainya dia mengatakan Insya Allah maka hal itu tidak akan terjadi dan itu sudah bisa untuk mencukupi kebutuhannya"
Yang mengucapkan "katakanlah, insya Allah ‘ adalah malaikat'"
Umdatul Ahkam (315367)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ [ص:252] مُسْلِمٍ , هُوَ فِيهَا فَاجِرٌ , لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ)) . وَنَزَلَتْ: ((إنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَناً قَلِيلاً)) إلَى آخِرِ الآيَةِ ".
368. Abdullah bin Mas'ud menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa bersumpah dengan sumpah yang dipaksa-paksakan untuk merampas harta seorang muslim padahal dia sengaja berbuat kedustaan, maka dia akan bertemu dengan Allah dan mendapatkan murkaNya, kemudian turunlah ayat "Sesungguhnya orang orang yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah sumpah mereka dengan harga yang murah"
Umdatul Ahkam (315368)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ الأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ رَجُلٍ خُصُومَةٌ فِي بِئْرٍ فَاخْتَصَمْنَا إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: شَاهِدَاكَ أَوْ يَمِينُهُ، قُلْت: إذاً يَحْلِفُ وَلا يُبَالِي. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ , هُوَ فِيهَا فَاجِرٌ , لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ))
369. Al Asy'ab bin Qais menuturkan, "Aku berselisih dengan seseorang tentang masalah sumur. Kami lantas mengadu kepada Rasulullah . Rasulullah lalu bersabda, 'Datangkanlah dua orang saksi atau hendaknya bersumpah.'"
Al Asy'ab menuturkan bahwa orang tersebut lantas bersumpah tanpa peduli. Rasulullah lantas bersabda, ‘Barangsiapa bersumpah dengan sumpah yang dipaksa-paksakannya untuk merampas harta seorang muslim padahal dia sengaja berbuat kedustaan, maka dia akan bertemu dengan Allah dan Allah akan murka kepadanya."
Umdatul Ahkam (315369)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR
عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - أَنَّهُ بَايَعَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - تَحْتَ الشَّجَرَةِ , وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ بِمِلَّةٍ غَيْرِ الإِسْلامِ , كَاذِباً مُتَعَمِّداً , فَهُوَ كَمَا قَالَ , وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ , وَلَيْسَ عَلَى رَجُلٍ نَذْرٌ فِيمَا لا يَمْلِكُ)) [ص:253] وَفِي رِوَايَةٍ: ((وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ)) . وَفِي رِوَايَةٍ: ((مَنِ ادَّعَى دَعْوَى كَاذِبَةً لِيَتَكَثَّرَ بِهَا , لَمْ يَزِدْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إلاَّ قِلَّةً))
370. Tsabit binAdh Dhahak Al Anshari menuturkan bahwa dirinya berbaiat kepada Rasulullah di bawah pohon (tatkala Baiat Ridhwan). Rasulullah bersabda, ’Barangsiapa bersumpah seraya menyebut agama selain Islam dan sengaja berdusta, maka keadaannya sebagaimana yang diucapkannya. Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu, maka dia akan disiksa dengannya pada hari kiamat. Tidak semestinya seseorang itu bemadzar dengan sesuatu yang bukan miliknya."
Dalam riwayat lain dikatakan, ‘Melaknat seorang mukmin itu seperti membunuhnya.
Dalam riwayat lain dikatakan, ‘Barangsiapa melontarkan dakwaan palsu untuk memperkaya diri maka Allah tidak akan menambahnya melainkan kekurangan."
Umdatul Ahkam (315370)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ النَّذْرِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB NAZAR
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: ((قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي كُنْتُ نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً - وَفِي رِوَايَةٍ: يَوْماً - فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ؟ قَالَ: فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ))
371. Umar bin Al Khathab menuturkan bahwa dirinya berkata, "Wahai Rasulullah, dulu aku pernah bernadzar tatkala di masa jahiliyah untuk melakukan i'tikaf di malam hari -dalam riwayat lain dikatakan semalam- di Masjidil Haram."
Nabi bersabda, "Tunaikanlah nadzarmu."
Umdatul Ahkam (315371)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ النَّذْرِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB NAZAR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - ((أَنَّهُ نَهَى عَنْ النَّذْرِ , وَقَالَ: إنَّ النَّذْرَ لا يَأْتِي بِخَيْرٍ. وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ))
372. Abdullah bin Umar meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau melarang bemadzar. Nabi bersabda, 'Sesungguhnya nadzar itu tidaklah mendatangkan kebaikan karena dia hanya terlontar dari orang yang bakhil."
Umdatul Ahkam (315372)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ النَّذْرِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB NAZAR
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((نَذَرَتْ أُخْتِي أَنْ تَمْشِيَ إلَى بَيْتِ اللَّهِ الْحَرَامِ حَافِيَةً فَأَمَرَتْنِي أَنْ أَسْتَفْتِيَ لَهَا رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَاسْتَفْتَيْتُهُ فَقَالَ: لِتَمْشِ وَلْتَرْكَبْ))
373. Uqbah bin Amir menuturkan, "Saudariku bemadzar untuk berjalan menuju Ka'bah tanpa alas kaki. Dia lalu memerintahkanku untuk memintakan fatwa untuknya kepada Rasulullah . Aku lantas meminta fatwa kepada Rasulullah , maka beliau bersabda, 'Dia boleh berjalan kaki atau naik kendaraan. '
Umdatul Ahkam (315373)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ النَّذْرِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB NAZAR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: ((اسْتَفْتَى سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ , تُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ , قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: فَاقْضِهِ عَنْهَا))
374. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Sa'ad bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah tentang nadzar yang dilakukan ibunya dimana ibunya telah meninggal sebelum menunaikan nadzarnya tersebut.
Rasulullah bersabda, "Tunaikanlah (nadzar tersebut) untuknya."
Umdatul Ahkam (315374)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ النَّذْرِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB NAZAR
عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ مِنْ تَوْبَتِي: أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي , صَدَقَةً إلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ))
375. Ka'ab bin Malik menuturkan bahwa dirinya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya di antara bentuk taubatku adalah aku akan menyerahkan hartaku untuk sedekah kepada Allah dan Rasul-Nya."
Rasulullah bersabda, "Simpanlah sebagian hartamu. Demikian itu lebih baik untukmu. "
Umdatul Ahkam (315375)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ الْقَضَاءِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB QADHA
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ))
وَفِي لَفْظٍ ((مَنْ عَمِلَ عَمَلاٍ لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ))
376. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang membuat-buat suatu amalan yang baru dalam urusan (agama) kami ini padahal bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak."
Dalam lafal yang lain dikatakan, 'Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari agama kami, maka amalan tersebut tertolak."
Umdatul Ahkam (315376)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ الْقَضَاءِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB QADHA
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((دَخَلَتْ هِنْدُ بِنْتُ عُتْبَةَ - امْرَأَةُ أَبِي سُفْيَانَ - عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ , لا يُعْطِينِي مِنْ النَّفَقَةِ مَا يَكْفِينِي وَيَكْفِي بَنِيَّ , إلاَّ مَا أَخَذْتُ مِنْ مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمِهِ. فَهَلْ عَلَيَّ فِي ذَلِكَ مِنْ جُنَاحٍ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: خُذِي مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِي بَنِيكِ))
377. Aisyah menuturkan bahwa Hindun binti Utbah isteri Abu Sufyan menemui Rasulullah dan mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang yang pelit. Dia tidak memberikan nafkah yang bisa mencukupi kebutuhanku dan anak-anakku kecuali jika aku mengambil hartanya tanpa sepengetahuan darinya. Apakah aku berdosa melakukan hal itu?"
Rasulullah bersabda, "Ambillah hartanya selayaknya sehingga bisa mencukupi kebutuhanmu dan juga anak- anakmu."
Umdatul Ahkam (315377)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ الْقَضَاءِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB QADHA
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - سَمِعَ جَلَبَةَ خَصْمٍ بِبَابِ حُجْرَتِهِ , فَخَرَجَ إلَيْهِمْ , فَقَالَ: أَلا إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ , وَإِنَّمَا يَأْتِينِي الْخَصْمُ , فَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَبْلَغَ مِنْ بَعْضٍ , فَأَحْسِبُ أَنَّهُ صَادِقٌ , فَأَقْضِي لَهُ. فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِحَقِّ مُسْلِمٍ فَإِنَّمَا هِيَ قِطْعَةٌ مِنْ نَارٍ , فَلْيَحْمِلْهَا أَوْ يَذَرْهَا))
378. Ummu Salamah menuturkan bahwa Rasulullah mendengar suara gaduh di depan pintu kamarnya. Beliau lantas keluar menemui mereka dan bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya aku ini adalah manusia biasa seperti kalian dan sesungguhnya ada permasalahan yang diadukan kepadaku. Boleh jadi di antara kalian itu ada yang lebih pandai berbicara daripada teman-temannya sehingga aku pun beranggapan bahwa dirinyalah yang benar sehingga aku pun memenangkannya. Barangsiapa yang aku menangkan perkaranya dengan merampas hak milik seorang muslim, maka bagian (yang diperolehnya) itu merupakan sepotong api neraka. Dia bisa mengambilnya atau meninggalkannya"
Umdatul Ahkam (315378)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ الْقَضَاءِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB QADHA
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ رضي الله عنهما قَالَ: ((كَتَبَ أَبِي - أَوْ كَتَبْتُ لَهُ - إلَى ابْنِهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ وَهُوَ قَاضٍ بِسِجِسْتَانَ: أَنْ لا تَحْكُمْ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَأَنْتَ غَضْبَانُ. فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: لايَحْكُمْ أَحَدٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ)) . وَفِي رِوَايَةٍ: ((لا يَقْضِيَنَّ حَاكِمٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ)) .
379. Abdurrahman bin Abu Bakrah mengatakan, "Bapakku hendak menulis surat. Aku pun lantas menuliskannya untuk beliau tertuju kepada anaknya yang bernama Ubaidillah bin Abu Bakrah seorang hakim di Sijistan. (Isinya adalah): "Janganlah engkau memutuskan perkara di antara dua orang yang berselisih dalam keadaan marah karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Janganlah seseorang itu memutuskan perkara di antara dua orang yang berselisih sementara dirinya dalam keadaan marah."
Dalam riwayat lain dikatakan, "Jangan sekali-kali seorang hakim memutuskan perkara di antara dua orang yang berselisih sementara dirinya dalam keadaan marah."
Umdatul Ahkam (315379)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ الْقَضَاءِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB QADHA
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((أَلا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ - ثَلاثَاً - قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاَللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَكَانَ مُتَّكِئاً فَجَلَسَ , وَقَالَ: أَلا وَقَوْلُ الزُّورِ , وَشَهَادَةُ الزُّورِ , فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ))
380. Abu Bakrah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda tiga kali, "Maukah kalian kuberitahu tentang dosa besar yang terbesar?"
Para sahabat menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah."
Nabi bersabda, "Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." Ketika itu beliau sedang bersandar. Beliau lantas duduk dan bersabda, ‘Ketahuilah, juga sumpah palsu dan persaksian palsu."
Beliau terus-menerus mengulangnya hingga para sahabat mengatakan, "Sekiranya beliau berkenan untuk berhenti."
Umdatul Ahkam (315380)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ - بَابُ الْقَضَاءِ
KITAB SUMPAH DAN NAZAR - BAB QADHA
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ وَأَمْوَالَهُمْ , وَلَكِنْ الْيَمِينُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ))
381. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Nabi bersabda, "Sekiranya setiap orang dikabulkan tuntutannya, maka seseorang akan menuntut darah dan harta orang lain. Namun orang yang dituntut (diperkenankan untuk membela diri) dengan bersumpah."
Umdatul Ahkam (315381)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ - رضي الله عنه - قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ - وَأَهْوَى النُّعْمَانُ بِإِصْبَعَيْهِ إلَى أُذُنَيْهِ -: ((إنَّ الْحَلالَ بَيِّنٌ , وَالْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ , لا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ , فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ: اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ , وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ: وَقَعَ فِي الْحَرَامِ , كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ , أَلا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى , أَلا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ , أَلا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلا وَهِيَ الْقَلْبُ))
382. Nu'man bin Basyir menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda -Nu'man mengulurkan kedua jarinya pada kedua telinganya-, "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Sedangkan di antara keduanya adalah perkara syubhat (meragukan) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menjauhi perkara syubhat, maka dia memelihara agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjatuh dalam perbuatan haram, berarti dia telah terjatuh dalam perkara yang haram seperti halnya penggembala yang menggembalakan kambingnya di sekitar tanah larangan sehingga lambat laun dia akan masuk ke dalamnya juga. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki tanah larangan ketahuilah tanah larangan Allah adalah perkara-perkara yang telah diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika dia baik, maka baik pula seluruh tubuh. Namun jika dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati."
Umdatul Ahkam (315382)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ((أَنْفَجْنَا أَرْنَباً بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا , وَأَدْرَكْتُهَا فَأَخَذْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ , فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِوَرِكِهَا وَفَخِذَيْهَا. فَقَبِلَهُ))
383. Anas bin Malik mengatakan "Kami mengejar seekor kelinci di Marr Adh Dhahian. Banyak orang yang turut mengejarnya hingga merekapun kelelahan. Ternyata aku mendapatkan kelinci tersebut dan kutangkap. Aku lantas membawanya kepada Abu Thalhah dan dia pun menyembelihnya. Dia lalu mengirimkan paha kelinci atau pantatnya kepada Rasulullah dan beliau pun menerimanya"
Umdatul Ahkam (315383)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رضي الله عنه قَالَتْ: ((نَحَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَرَسًا فَأَكَلْنَاهُ)) . وَفِي رِوَايَةٍ ((وَنَحْنُ بِالْمَدِينَةِ))
384. Asma binti Abu Bakr mengatakan "kami pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah . Lantas kami pun memakannya."
Dalam riwayat lain dikatakan, "ketika itu kami berada di Madinah "
Umdatul Ahkam (315384)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ، وَأَذِنَ فِي لُحُومِ الْخَيْلِ))
وَلِمُسْلِمٍ وَحْدَهُ قَالَ ((أَكَلْنَا زَمَنَ خَيْبَرَ الْخَيْلَ وَحُمُرَ الْوَحْشِ, وَنَهَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ الْحِمَارِ الأَهْلِيِّ))
385. Jabir bin Abdullah mengatakan Rasulullah melarang makan daging keledai piaraan yang jinak akan tetapi beliau memperbolehkan (makan) daging kuda"
Dalam riwayat yang hanya disebutkan oleh Imam Muslim dikatakan "Tatkala perang khaibar kami makan kuda dan keledai liar. Nabi melarang makan keledai piaraan yag jinak"
Umdatul Ahkam (315385)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى - رضي الله عنه - قَالَ: ((أَصَابَتْنَا مَجَاعَةٌ لَيَالِيَ خَيْبَرَ , فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ: وَقَعْنَا فِي الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ , فَانْتَحَرْنَاهَا فَلَمَّا غَلَتْ بِهَا الْقُدُورُ: نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ أَكْفِئُوا الْقُدُورَ, وَلا تَأْكُلُوا مِنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ شَيْئاً))
386. Abdullah bin Abu Aufa menuturkan, ‘Pada beberapa malam saat di Khaibar, para sahabat dilanda rasa lapar. Tatkala perang Khaibar berkecamuk, kami mendapatkan keledai piaraan yang jinak. Oleh karena itu kami lantas menyembelihnya. Tatkala periuk-periuk telah mendidih, maka seorang penyeru Rasulullah berteriak, ’Tumpahkanlah periuk-periuk tersebut. Janganlah kalian memakan daging keledai piaraan yang jinak walaupun sedikit."
Umdatul Ahkam (315386)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لُحُومَ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ))
387. Abu Tsa'labh Al Khusyanni mengatakan, "Rasulullah telah mengharamkan daging keledai piaraan yang jinak."
Umdatul Ahkam (315387)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((دَخَلْتُ أَنَا وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بَيْتَ مَيْمُونَةَ , فَأُتِيَ بِضَبٍّ مَحْنُوذٍ فَأَهْوَى إلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِيَدِهِ , فَقَالَ بَعْضُ النِّسْوَةِ اللاَّتِي فِي بَيْتِ مَيْمُونَةَ: أَخْبِرُوا رَسُولَ اللَّهِ بِمَا يُرِيدُ أَنْ يَأْكُلَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَدَهُ , فَقُلْتُ: أَحَرَامٌ هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لا , وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي , فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ , قَالَ خَالِدٌ: فَاجْتَرَرْتُهُ , فَأَكَلْتُهُ. وَالنَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَنْظُرُ)).
المَحْنوذُ: المَشْويُّ بالرَّصْفِ وهِيَ الحِجارةُ المُحْمَاة
388. Ibnu Abbas menuturkan bahwa dirinya dan Khalid bin Al Walid masuk ke rumah Maimunah bersama Rasulullah dan disuguhi dengan daging dhab yang dipanggang dengan batu panas. Rasulullah lantas menjulurkan tangannya ke arah daging dhab tersebut.
Sebagian para wanita yang berada di rumah Maimunah berkata, "Beritahu Rasulullah tentang makanan yang hendak beliau makan itu."
Mereka mengatakan, "Wahai Rasulullah, itu adalah dhab."
Rasulullah SAWlantas mengangkat tangannya. Ibnu Abbas bertanya, "Apakah daging dhab itu haram, wahai Rasulullah"
"Tidak, akan tetapi hewan ini tidak ada di negeri kaumku sehingga aku merasa enggan (untuk memakannya), ‘ jawab Nabi
Khalid mengatakan, ‘Aku lantas mengambilnya dan memakannya sementara Nabi menyaksikannya."
Umdatul Ahkam (315388)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى - رضي الله عنه - قَالَ: ((غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - سَبْعَ غَزَوَاتٍ , نَأْكُلُ الْجَرَادَ))
389. Abdullah bin Abu Aufa mengatakan, "Kami pernah mengikuti perang bersama Rasulullah sebanyak tujuh kali dan kami biasa makan belalang."
Umdatul Ahkam (315389)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ زَهْدَمِ بْنِ مُضَرِّبٍ الْجَرْمِيِّ قَالَ: ((كُنَّا عِنْدَ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ. فَدَعَا بِمَائِدَةٍ , وَعَلَيْهَا لَحْمُ دَجَاجٍ , فَدَخَلَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَيْمِ اللَّهِ , أَحْمَرُ , شَبِيهٌ بِالْمَوَالِي فَقَالَ: هَلُمَّ، فَتَلَكَّأَ فَقَالَ: هَلُمَّ , فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَأْكُلُ مِنْهُ))
390. Zahdam bin Mudharrib Al Jarmi berkata, "Kami pernah berada di tempat Abu Musa Al Asy'ari. Beliau lantas mengajak ke meja makan yang di atasnya telah dihidangkan daging ayam. Kemudian datanglah seorang lelaki dari Bani Taimillah yang berkulit merah mirip orang non-Arab.
Abu Musa berkata kepadanya, ’Kemarilah'
Orang itu pun merasa bimbang.
Abu Musa berkata lagi, "Kemarilah, aku pernah melihat Rasulullah memakan daging ayam.
Umdatul Ahkam (315390)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ
KITAB MAKANAN
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا , أَوْ يُلْعِقَهَا)) .
391. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Nabi bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian telah selesai menikmati makanan, maka janganlah langsung mengusap tangannya sebelum menjilatinya atau dijilati oleh orang lain."
Umdatul Ahkam (315391)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ - بَابُ الصَّيْدِ
KITAB MAKANAN - BAB HEWAN BURUAN
عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ رضي الله عنه قَالَ ((أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّا بِأَرْضِ قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ، أَفَنَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ؟ وَفِي أَرْضِ صَيْدٍ , أَصِيدُ بِقَوْسِي وَبِكَلْبِي الَّذِي لَيْسَ بِمُعَلَّمٍ , وَبِكَلْبِي الْمُعَلَّمِ. فَمَا يَصْلُحُ لِي؟ قَالَ: أَمَّا مَا ذَكَرْتَ - يَعْنِي مِنْ آنِيَةِ أَهْلِ الْكِتَابِ -: فَإِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَهَا فَلا تَأْكُلُوا فِيهَا , وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَاغْسِلُوهَا , وَكُلُوا فِيهَا. وَمَا صِدْتَ بِقَوْسِكَ , فَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلْ , وَمَا صِدْتَ بِكَلْبِكَ الْمُعَلَّمِ , فَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلْ , وَمَا صِدْتَ بِكَلْبِكَ غَيْرِ الْمُعَلَّمِ فَأَدْرَكْتَ ذَكَاتَهُ فَكُلْ))
392. Abu Tsa'labah Al Khusyanni menuturkan bahwa dirinya mendatangi Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku berada di negeri orang-orang ahli kitab, apakah aku diperbolehkan untuk makan menggunakan bejana mereka ? jika aku berada di tempat buruan dan aku berburu dengan menggunakan busurku [dan membawa anjing yang tidak terlatih] serta anjing yang terlatih, apakah yang sebaiknya aku lakukan ?”
Nabi bersabda, 'Tentang permasalahan yang telah engkau sebutkan tadi yaitu tentang bejana ahli kitab, jika engkau mendapatkan bejana yang lain, maka janganlah engkau makan menggunakan bejana tersebut. Namun, jika engkau tidak mendapatkannya, maka cucilah bejana tersebut dan pergunakanlah untuk makan. Sedangkan binatang yang engkau buru dengan busurmu lalu engkau menyebut nama Allah padanya, maka makanlah. Tentang binatang yang engkau buru dengan anjingmu yang terlatih lalu engkau menyebut nama Allah padanya, maka makanlah. Adapun binatang yang engkau buru dengan anjingmu yang tidak terlatih dan engkau sempat menyembelihnya, maka makanlah."
Umdatul Ahkam (315392)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ - بَابُ الصَّيْدِ
KITAB MAKANAN - BAB HEWAN BURUAN
عَنْ هَمَّامِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ: ((قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي أُرْسِلُ الْكِلابَ الْمُعَلَّمَةَ , فَيُمْسِكْنَ عَلَيَّ , وَأَذْكُرُ اسْمَ اللَّهِ؟ فَقَالَ: إذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ الْمُعَلَّمَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ , فَكُلْ مَا أَمْسَكَ عَلَيْكَ. قُلْتُ: وَإِنْ قَتَلْنَ؟ قَالَ: وَإِنْ قَتَلْنَ , مَا لَمْ يَشْرَكْهَا كَلْبٌ لَيْسَ مِنْهَا. قُلْتُ: فَإِنِّي أَرْمِي بِالْمِعْرَاضِ الصَّيْدَ , فَأُصِيبُ؟ فَقَالَ: إذَا رَمَيْتَ بِالْمِعْرَاضِ فَخَزَقَ , فَكُلْهُ وَإِنْ أَصَابَهُ بِعَرْضِهِ فَلا تَأْكُلْهُ))
393. Hammam bin Al Harits meriwayatkan dari Adiy bin Hatim. Dia menuturkan bahwa dirinya berkata, "Wahai Rasulullah, aku pernah melepaskan anjing-anjing terlatih, lantas anjing-anjing tersebut menangkap binatang buruan untukku. Aku lantas menyebut nama Allah."
Nabi bersabda, ‘Jika engkau melepaskan anjingmu yang terlatih dan engkau telah menyebut nama Allah, maka makanlah binatang buruan yang dibawanya untukmu."
Adiy bertanya, ‘Walaupun anjing-anjing tersebut telah membunuh hewan buruan tersebut?"
Nabi menjawab, ‘Walaupun mereka telah membunuhnya, selama mereka tidak bersama dengan anjing selain mereka."
Adiy mengatakan kepada Nabi "Aku pernah melempar hewan buruan dengan mi'radh dan tepat mengenai sasaran."
Nabi bersabda, ‘Jika engkau melempar dengan mi'radh dan mengenai sasaran, maka makanlah (hewan tersebut). Namun jika yang mengenai adalah batang mi'radh, maka janganlah engkau memakannya."
Umdatul Ahkam (315393)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ - بَابُ الصَّيْدِ
KITAB MAKANAN - BAB HEWAN BURUAN
وَحَدِيثُ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيٍّ نَحْوُهُ , وَفِيهِ: ((إلاَّ أَنْ يَأْكُلَ الْكَلْبُ , فَإِنْ أَكَلَ فَلا تَأْكُلْ , فَإِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُونَ إنَّمَا أَمْسَكَ عَلَى نَفْسِهِ. وَإِنْ خَالَطَهَا كِلابٌ مِنْ غَيْرِهَا فَلا تَأْكُلْ، فَإِنَّمَا سَمَّيْتَ عَلَى كَلْبِكَ , وَلَمْ تُسَمِّ عَلَى غَيْرِهِ))
وَفِيهِ ((إذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ الْمُكَلَّبَ فَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ، فَإِنْ أَمْسَكَ عَلَيْكَ فَأَدْرَكْتَهُ حَيّاً فَاذْبَحْهُ , وَإِنْ أَدْرَكْتَهُ قَدْ قَتَلَ وَلَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ فَكُلْهُ، فَإِنَّ أَخْذَ الْكَلْبِ ذَكَاتُهُ))
وَفِيهِ أَيْضًا ((إذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ فَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ)) وَفِيهِ ((فَإِنْ غَابَ عَنْكَ يَوْماً أَوْ يَوْمَيْنِ))
وَفِي رِوَايَةٍ ((الْيَوْمَيْنِ وَالثَّلاثَةَ فَلَمْ تَجِدْ فِيهِ إلاَّ أَثَرَ سَهْمِكَ فَكُلْ إنْ شِئْتَ , وَإِنْ وَجَدْتَهُ غَرِيقًا فِي الْمَاءِ فَلَا تَأْكُلْ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي: الْمَاءُ قَتَلَهُ , أَوْ سَهْمُكَ))
394. Asy Sya'bi meriwayatkan hadits dari Adiy juga seperti hadits di atas. Di dalam hadits tersebut disebutkan, "Kecuali jika (hewan buruan tersebut) dimakan oleh anjing tersebut. Jika anjing tersebut memakannya, maka janganlah engkau makan (sisa dagingnya). Sesungguhnya aku khawatir sekiranya anjing tersebut membawa (hewan buruan) untuk dirinya sendiri. Jika ada anjing lain yang juga bersama anjing-anjing tersebut, maka janganlah engkau makan {hewan buruan yang dibawa mereka) karena engkau menyebut nama Allah atas anjingmu, namun engkau belum menyebut nama Allah atas anjing yang lain."
Dalam hadits tersebut juga disebutkan, "Jika engkau melepas anjingmu yang terlatih, maka sebutlah nama Allah. Jika anjing tersebut membawakan (hewan buruan) untukmu dan engkau mendapatkannya masih hidup, maka sembelihlah (hewan buruan tersebut). Jika engkau mendapatkan (hewan buruan yang dibawa anjingmu) sudah mati dan anjingmu tidak memakan sebagian darinya, maka makanlah (hewan buruan tersebut) karena hewan buruan yang dibunuh anjing terlatih sama dengan menyembelihnya."
Di dalam hadits tersebut juga dijelaskan, 'Jika engkau menembakkan anak panahmu, maka sebutlah nama Allah.' Dalam hadits tersebut dikatakan, 'Jika hewan buruan itu hilang darimu dalam tempo sehari atau dua hari -dalam riwayat lain dikatakan dua hari dan tiga hari- dan engkau hanya mendapatkan bekas panahmu pada hewan tersebut, maka makanlah jika engkau mau. Jika engkau mendapatkan hewan buruanmu tadi tenggelam dalam air, maka janganlah engkau memakannya karena engkau tidak tahu apakah yang membuatnya terbunuh itu air ataukah panahmu."
Umdatul Ahkam (315394)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ - بَابُ الصَّيْدِ
KITAB MAKANAN - BAB HEWAN BURUAN
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ ((مَنْ اقْتَنَى كَلْباً - إلاَّ كَلْبَ صَيْدٍ , أَوْ مَاشِيَةٍ - فَإِنَّهُ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ)) . قَالَ سَالِمٌ: وَكَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ يَقُولُ: ((أَوْ كَلْبَ حَرْثٍ)) ، وَكَانَ صَاحِبَ حَرْثٍ.
395. Salim bin Abdullah bin Umar meriwayatkan dari bapaknya . Dia menuturkan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa memelihara seekor anjing -selain anjing untuk berburu atau penjaga ternak, maka pahalanya akan selalu berkurang dua qirath setiap hari.‘ Salim menuturkan bahwa ketika itu Abu Hurairah berkata, "Atau anjing penjaga tanaman. ‘Anjing ini adalah anjing yang bertugas untuk menjaga tanaman."
Umdatul Ahkam (315395)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ - بَابُ الصَّيْدِ
KITAB MAKANAN - BAB HEWAN BURUAN
عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِذِي الْحُلَيْفَةِ مِنْ تِهَامَةَ , فَأَصَابَ النَّاسَ جُوعٌ فَأَصَابُوا إبِلاً وَغَنَماً، وَكَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فِي أُخْرَيَاتِ الْقَوْمِ، فَعَجِلُوا وَذَبَحُوا وَنَصَبُوا الْقُدُورَ فَأَمَرَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِالْقُدُورِ فَأُكْفِئَتْ , ثُمَّ قَسَمَ فَعَدَلَ عَشَرَةً مِنْ الْغَنَمِ بِبَعِيرٍ , فَنَدَّ مِنْهَا بَعِيرٌ فَطَلَبُوهُ فَأَعْيَاهُمْ , وَكَانَ فِي الْقَوْمِ خَيْلٌ يَسِيرَةٌ فَأَهْوَى رَجُلٌ مِنْهُمْ بِسَهْمٍ , فَحَبَسَهُ اللَّهُ. فَقَالَ: إنَّ لِهَذِهِ الْبَهَائِمِ أَوَابِدَ كَأَوَابِدِ الْوَحْشِ، فَمَا نَدَّ عَلَيْكُمْ مِنْهَا فَاصْنَعُوا بِهِ هَكَذَا، قُلْتُ: يَا رَسُولُ اللَّهِ , إنَّا لاقُو الْعَدُوِّ غَداً , وَلَيْسَ مَعَنَا مُدىً. أَفَنَذْبَحُ بِالْقَصَبِ؟ قَالَ: مَا أَنْهَرَ الدَّمَ , وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ , فَكُلُوهُ , لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفْرَ , وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ , أَمَّا السِّنُّ: فَعَظْمٌ , وَأَمَّا الظُّفْرُ: فَمُدَى الْحَبَشَةِ))
396. Rafi' bin Khadij mengatakan, 'Kami pernah bersama Rasulullah di Dzul Hulaifah dari Tihamah. Orang-orang pun dilanda rasa lapar. Mereka mendapatkan seekor unta dan kambing. Sementara itu. Nabi berada di garda belakang pasukan. Orang-orang pun sudah tidak sabar lagi sehingga mereka menyembelih (hewan tersebut) dan memasang periuk-periuk. Namun, Nabi memerintahkan agar periuk- periuk tersebut ditumpahkan. Beliau lantas membagi (harta rampasan). Beliau menyamakan sepuluh kambing dengan seekor unta. Tiba-tiba seekor unta lepas. Mereka mencarinya hingga kelelahan. Sementara itu di antara mereka hanya ada sedikit kuda. Ada seseorang di antara mereka yang lantas merobohkan (kuda tersebut) dengan anak panah sehingga kuda itu pun mati.'
Nabi bersabda, 'Sesungguhnya hewan ini memiliki sifat liar seperti layaknya yang dimiliki oleh binatang buas. Jika ada binatang yang lari dari kalian, maka lakukanlah yang demikian itu padanya.'
Rafi' menceritakan bahwa dirinya lantas bertanya, 'Wahai Rasulullah, kita besok akan berhadapan dengan musuh. Padahal kita tidak memiliki pisau, apakah kami boleh menyembelih dengan menggunakan bilahan bambu?"
Nabi bersabda, 'Dengan alat apa pun yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan nama Allah pada hewan tersebut, maka makanlah. Terkecuali dengan menggunakan gigi dan kuku. Aku akan bercerita kepadamu tentang masalah itu. Gigi adalah tulang sedangkan kuku adalah pisau orang Habasyah."
Umdatul Ahkam (315396)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَطْعِمَةِ - بَابُ الأَضَاحِيّ
KITAB MAKANAN - BAB HEWAN QURBAN
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((ضَحَّى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقَرْنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ , وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا))
الأَمْلَح: الأَغبَرُ وهو الذي فيهِ سوادٌ وبياضٌ
397. Anas bin Malik berkata, "Nabi menyembelih kurban berupa dua ekor kambing berbintik hitam dan putih yang telah berusia dua tahunan dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri, menyebut nama Allah dan bertakbir. Setelah itu, beliau menginjakkan kakinya di atas leher kedua kambing tersebut."
Al Amlah adalah kambing berwarna putih dengan sedikit bintik-bintik hitam.
Umdatul Ahkam (315397)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَشْرِبَةِ
KITAB MINUMAN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ عُمَرَ قَالَ - عَلَى مِنْبَرِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَمَّا بَعْدُ , أَيُّهَا النَّاسُ , إنَّهُ نَزَلَ تَحْرِيمُ الْخَمْرِ وَهِيَ مِنْ خَمْسَةٍ: مِنْ الْعِنَبِ , وَالتَّمْرِ , وَالْعَسَلِ , وَالْحِنْطَةِ , وَالشَّعِيرِ. وَالْخَمْرُ: مَا خَامَرَ الْعَقْلَ ثَلاثٌ وَدِدْتُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ عَهِدَ إلَيْنَا فِيهَا عَهْداً نَنْتَهِي إلَيْهِ: الْجَدُّ , وَالْكَلالَةُ , وَأَبْوَابٌ مِنْ أَبْوَابِ الرِّبَا))
398. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Umar berpidato di atas mimbar Rasulullah , "Amma ba'du. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya ayat yang mengharamkan khamr telah turun. Khamr itu bisa jadi berasal dari lima bahan yaitu; anggur, kurma, madu, gandum lembut, dan gandum kasar. Khamr adalah sesuatu yang bisa menutupi akal. Ada tiga permasalahan yang aku akan sangat bergembira jika Rasulullah menjelaskan sejelas-jelasnya kepada kami sehingga permasalahan tersebut bisa tuntas. (Tiga perkara tersebut adalah) masalah kakek, kalalah dari beberapa permasalahan yang berkenaan dengan riba.
Umdatul Ahkam (315398)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الأَشْرِبَةِ
KITAB MINUMAN
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - سُئِلَ عَنْ الْبِتْعِ؟ فَقَالَ: كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ)) . الْبِتْعُ: نَبيذُ العَسَلِ.
399. Aisyah menuturkan bahwa Nabi pernah ditanya tentang bit'. Nabi bersabda, "Setiap minuman yang memabukkan adalah haram"
Al bit' adalah arak dari madu.
Umdatul Ahkam (315399)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan