Umdatul Ahkam

كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَهُنَا. وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَهُنَا: فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ))
200. Umar bin Al Khathab menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jika malam telah datang dari sini dan siang juga telah pergi dari sini serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.“
Umdatul Ahkam (315200)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ الْوِصَالِ. قَالُوا: إنَّكَ تُوَاصِلُ. قَالَ: إنِّي لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ , إنِّي أُطْعَمَ وَأُسْقَى)) . وَرَوَاهُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةُ وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ
201. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah melarang puasa wishal. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, engkau Juga melakukan puasa wishal."
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku tidaklah seperti keadaan kalian karena aku mendapatkan makan dan minum (dari Allah)."
Abu Hurairah, Aisyah dan ,Anas bin Malik juga meriwayatkan hadits ini.
Umdatul Ahkam (315201)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
وَلِمُسْلِمٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه -: ((فَأَيُّكُمْ أَرَادَ أَنْ يُوَاصِلَ فَلْيُوَاصِلْ إلَى السَّحَرِ))
202. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang hendak melakukan puasa wishal, hendaknya dia menyambung puasanya hingga waktu sahur."
Umdatul Ahkam (315202)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما قَالَ: ((أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنِّي أَقُولُ: وَاَللَّهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ , وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَنْتَ الَّذِي قُلْتَ ذَلِكَ؟ فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ, بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي. فَقَالَ: فَإِنَّكَ لا تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ. فَصُمْ وَأَفْطِرْ , وَقُمْ وَنَمْ. وَصُمْ مِنْ الشَّهْرِ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا. وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ. قُلْتُ: فَإِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ. قَالَ: فَصُمْ يَوْماً وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ. قُلْتُ: أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ. قَالَ: فَصُمْ يَوْماً وَأَفْطِرْ يَوْماً. فَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ دَاوُد. وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ. فَقُلْتُ: إنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ. قَالَ: لا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((لا صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ أَخِي دَاوُد - شَطْرَ الدَّهْرِ - صُمْ يَوْماً وَأَفْطِرْ يَوْماً))
203. Abdullah bin Amr bin Al Ash menceritakan bahwa Nabi pernah diberitahu bahwa dirinya (Abdullah bin Amr) mengatakan "Demi Allah, aku akan berpuasa pada siang hari dan shalat malam selama hayat masih dikandung badan."
Nabi lantas bersabda "Apakah engkau yang mengatakan demikian itu?"
Abdullah menjawab Nabi,"Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku sebagai tebusan untukmu, aku memang telah mengatakan demikian itu."
Nabi bersabda, "Engkau tidak akan sanggup melakukan demikian itu. Berpuasa dan berbukalah. Shalatlah malam dan juga tidur. Berpuasalah tiga hari tiap bulan. Sesungguhnya setiap kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa. Oleh karena itu, yang demikian itu (puasa tiga hari tiap bulan) seperti puasa sepanjang hari.
Abdullah berkata, "Sungguh aku masih mampu (berpuasa) lebih baik daripada itu."
Nabi bersabda, "Berpuasalah sehari dan tidak berpuasalah dua hari."
Abdullah berkata, "Sungguh aku masih mampu (berpuasa) lebih baik daripada itu."
Nabi bersabda, 'Berpuasalah sehari dan tidak berpuasalah sehari. Demikian itu adalah puasanya Nabi Daud . Itulah bentuk puasa yang paling baik." Abdullah berkata, 'Sungguh aku masih mampu (berpuasa) lebih baik daripada itu."
Dalam riwayat lain dikatakan, 'Tidak ada puasa yang lebih baik daripada puasa saudaraku Nabi Daud yaitu dengan berpuasa setengah dahr. Oleh karena itu, berpuasalah sehari dan tidak berpuasalah sehari."
Umdatul Ahkam (315203)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضيَ اللهُ عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُد. وَأَحَبَّ الصَّلاةِ إلَى اللَّهِ صَلاةُ دَاوُد. كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ , وَيَقُومُ ثُلُثَهُ. وَيَنَامُ سُدُسَهُ. وَكَانَ يَصُومُ يَوْماً وَيُفْطِرُ يَوْماً))
204. Abdullah bin Mar bin Al Ash menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa yang dilakukan Nabi Daud . Sesungguhnya shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat yang dilakukan Nabi Daud . Beliau tidur selama separuh malam. Sepertiga malam, dia pergunakan untuk bangun malam dan seperenamnyalagi untuk tidur kembali. Nabi Daud berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari"
Umdatul Ahkam (315204)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((أَوْصَانِي خَلِيلِي - صلى الله عليه وسلم - بِثَلاثٍ صِيَامِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ , وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى , وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ))
205. Abu Hurairah mengatakan, "Kekasihku memberikan wasiat kepadaku tentang tiga perkara yaitu agar berpuasa tiga hari tiga bulan, mengerjakan shalat dhuha dan melaksanakan shalat witir sebelum tidur."
Umdatul Ahkam (315205)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: ((سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أَنَهَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ)) وَزَادَ مُسْلِمٌ ((وَرَبِّ الْكَعْبَةِ))
206. Muhammad bin 'Abbad bin Ja'far menuturkan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Jabir bin Abdullah, "Apakah Nabi melarang puasa pada hari Jum'at!"
Jabir menjawab, "Ya"
Imam Muslim meriwayatkan tambahan lafal, "Demi Rabb Ka'bah"
Umdatul Ahkam (315206)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ , إلاَّ أَنْ يَصُومَ يَوْماً قَبْلَهُ , أَوْ يَوْماً بَعْدَهُ))
207. Abu Hurairah menuturkan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum'at kecuali jika dia berpuasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya"
Umdatul Ahkam (315207)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ وَاسْمُهُ سَعْدُ بْنُ عُبَيْدٍ - قَالَ: ((شَهِدْت الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - فَقَالَ: هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ صِيَامِهِمَا: يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ , وَالْيَوْمُ الآخَرُ: تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ))
208. Abu Ubaid Sa'ad bin Ubaid maula Abu Azhar menuturkan bahwa dirinya pernah ikut serta shalat Ied bersama Umar bin Al-Khattab . Umar lantas berkata, "Dua hari ini adalah hari dimana Rasulullah melarang untuk berpuasa pada kedua hari tersebut. (Kedua hari tereebut adalah) hari dimana kalian berbuka dari puasa Ramadhan kalian (ledul Fitri) dan hari dimana kalian memakan bewan-hewan kurban kalian (Iedul Adha).
Umdatul Ahkam (315208)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ صَوْمِ يَوْمَيْنِ: الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ. وَعَنْ الصَّمَّاءِ , وَأَنْ يَحْتَبِيَ الرَّجُلُ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ , وَعَنْ الصَّلاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ)) . أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ بِتَمَامِهِ. وَأَخْرَجَ الْبُخَارِيُّ الصَّوْمَ فَقَطْ
209. Abu Sa'id Al Khudri. mengatakan, "Rasulullah melarang berpuasa pada dua hari yaitu pada hari Iedul Adha dan ledul Fitri. Beliau juga melarang melarang shama', ihtiba' shalat sesudah Subuh dan Ashar."
Imam Muslim meriwayatkan hadits ini secara lengkap. Sedangkan Imam Bukhari meriwayatkan hanya yang berkenaan dengan puasa.
Umdatul Ahkam (315209)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بَابُ أَفْضَلِ الصِّيَامِ وَغَيْرِهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA YANG PALING UTAMA
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((مَنْ صَامَ يَوْماً فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفاً))
210. Abu Sa'id Al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa sehari pada saat berjihad di jaian Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh jarak perjalanan tujuh puluh tahun."
Umdatul Ahkam (315210)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ ليلةِ القَدرِ
KITAB PUASA - BAB MALAM LAILATUL QADR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ. فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ))
211. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa beberapa arang di antara para sahabat ada yang bermimpi melihat Lailatul Qadar ketika tidur pada tujuh hari terakhir (bulan Ramadhan). Rasulullah bersabda, "Aku melihat bahwa mimpi kalian bertepatan dengan tujuh hari terakhir (bulan Ramadhan). Oleh karena itu, barangsiapa di antara kalian yang hendak mencari Lailatul Qadar, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir (bulan Ramadhan)."
Umdatul Ahkam (315211)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ ليلةِ القَدرِ
KITAB PUASA - BAB MALAM LAILATUL QADR
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ))
212. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda "Carilah Lailatul Qadar pada tanggal-tanggal yang ganjil di sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)."
Umdatul Ahkam (315212)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ ليلةِ القَدرِ
KITAB PUASA - BAB MALAM LAILATUL QADR
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوْسَطِ مِنْ رَمَضَانَ. فَاعْتَكَفَ عَاماً , حَتَّى إذَا كَانَتْ لَيْلَةُ إحْدَى وَعِشْرِينَ - وَهِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي يَخْرُجُ مِنْ صَبِيحَتِهَا مِنْ اعْتِكَافِهِ - قَالَ: مَنْ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفْ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ فَقَدْ أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ. ثُمَّ أُنْسِيتُهَا , وَقَدْ رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ مِنْ صَبِيحَتِهَا. فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ. وَالْتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ. فَمَطَرَتِ السَّمَاءُ تِلْكَ اللَّيْلَةِ. وَكَانَ الْمَسْجِدُ عَلَى عَرِيشٍ. فَوَكَفَ الْمَسْجِدُ , فَأَبْصَرَتْ عَيْنَايَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَعَلَى جَبْهَتِهِ أَثَرُ الْمَاءِ وَالطِّينِ مِنْ صُبْحِ إحْدَى وَعِشْرِينَ))
213. Abu Sa'id Al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah melakukan itikaf pada sepuluh hari pertengahan bulan Ramadhan. Beliau lalu i'tikaf (pada bulan Ramadhan) dalam setahun. Pada malam kedua puluh satu yaitu pada malam yang keesokan harinya beliau keluar dari i'tikafnya, beliau bersabda "Barangsiapa beri'tikaf bersamaku, maka hendaknya dia beri'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir (di bulan Ramadhan). Sesungguhnya aku telah diperlihatkan malam Lailatul Qadar, namun aku telah dibuat lupa tentang malam itu. Aku merasa diriku sujud di atas tanah dan air pada pagi harinya. Oleh karena itu carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir (di bulan Ramadhan) dan carilah malam tersebut pada malam-malam ganjil."
Abu Sa'id mengatakan, "Pada malam itu langit menurunkan hujan. Saat itu masjid sudah memiliki atap akan tetapi bocor. Dengan kedua mataku kulihat Rasulullah sementara pada dahi beliau ada bekas air dan tanah pada pagi hari kedua puluh satu."
Umdatul Ahkam (315213)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الاعتكافِ
KITAB PUASA - BAB I'TIKAF
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ , حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ. ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ بَعْدَهُ))
وَفِي لَفْظٍ ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ. فَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ جَاءَ مَكَانَهُ الَّذِي اعْتَكَفَ فِيهِ))
214. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dl bulan Ramadhan hingga Allah ta'ala mewafatkan beliau. Para isterl beliau kemudian juga melakukan i'tikaf setelah beliau wafat.
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Rasulullah melakukan i'tikaf pada setiap bulan Ramadhan. Jika beliau hendak shalat Subuh, maka beliau menghampiri tempat yang beliau gunakan untuk i'tikaf sebelumnya."
Umdatul Ahkam (315214)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الاعتكافِ
KITAB PUASA - BAB I'TIKAF
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَهِيَ حَائِضٌ , وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فِي الْمَسْجِدِ. وَهِيَ فِي حُجْرَتِهَا: يُنَاوِلُهَا رَأْسَهُ))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((وَكَانَ لا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إلاَّ لِحَاجَةِ الإِنْسَانِ))
وَفِي رِوَايَةٍ أَنَّ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ «إنْ كُنْتُ لأَدْخُلُ الْبَيْتَ لِلْحَاجَةِ وَالْمَرِيضُ فِيهِ. فَمَا أَسْأَلُ عَنْهُ إلاَّ وَأَنَا مَارَّةٌ»
215. Aisyah menuturkan bahwa dirinya pernah menyisir Nabi padahal dirinya sedang haid ketika beliau sedang i'tikaf di masjid. Saat itu dia berada di biliknya dan Rasulullah menjulurkan kepalanya kepadanya.
Dalam riwayat yang lain dikatakan, "Nabi tidaklah masuk ke rumah kecuali untuk keperluan seperti orang pada umumnya." Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa Aisyah berkata, "Aku pernah masuk ke rumah karena suatu keperluan, sementara dl rumah terebut ternyata ada orang sakit, maka aku tidaklah tertanya kepadanya kecuali sambil lewat saja."
Umdatul Ahkam (315215)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الاعتكافِ
KITAB PUASA - BAB I'TIKAF
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: قُلْتُ: ((يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي كُنْتُ نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً)) - وَفِي رِوَايَةٍ: ((يَوْماً - فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ. قَالَ فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ)) وَلَمْ يَذْكُرْ بَعْضُ الرُّوَاةِ يَوْماً ولا لَيْلَةً.
216. Umar bin Al Khathab menuturkan bahwa dirinya pernah bercerita kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, aku pernah bernadzar ketika masa Jahlllyah untuk melakukan i'tikaf di malam hari.''
Dalam riwayat yang lain dikatakan, "...sehari di Masjidil Haram."
Nabi bersabda, "Tunaikanlah nadzarmu."
Sebagian perawi tidaklah menyebutkan lafal, "sehari," dan juga lafal, ".. semalam"
Umdatul Ahkam (315216)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الاعتكافِ
KITAB PUASA - BAB I'TIKAF
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - مُعْتَكِفًا. فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً. فَحَدَّثْتُهُ , ثُمَّ قُمْتُ لأَنْقَلِبَ , فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي - وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ - فَمَرَّ رَجُلانِ مِنْ الأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَسْرَعَا. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: عَلَى رِسْلِكُمَا. إنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ. فَقَالا: سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ: إنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ. وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَرّاً- أَوْ قَالَ شَيْئاً))
وَفِي رِوَايَةٍ ((أَنَّهَا جَاءَتْ تَزُورُهُ فِي اعْتِكَافِهِ فِي الْمَسْجِدِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. فَتَحَدَّثَتْ عِنْدَهُ سَاعَةً. ثُمَّ قَامَتْ تَنْقَلِبُ. فَقَامَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - مَعَهَا يَقْلِبُهَا , حَتَّى إذَا بَلَغَتْ بَابَ الْمَسْجِدِ عِنْدَ بَابِ أُمِّ سَلَمَةَ)) . ثُمَّ ذَكَرَهُ بِمَعْنَاهُ.
217. Shafiyah binti Huyyai mengatakan, "Rasulullah melakukan i'tikaf di masjid. Pada suatu malam aku mendatangi beliau untuk menjenguk beliau. Aku pun berbincang-bincang dengan beliau. Aku lantas bangkit untuk kembali. Beliau pun bangkit bersamaku untuk mengantarku."
Ketika itu Shafiyah tinggal dl rumah Usamah bin Zald.
Tiba-tlba dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah , mereka mempercepat langkah kakinya. Oleh karena Itu, Nabi bersabda. 'Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shafiyah binti Huyyai."
Keduanya mengatakan, "Subhanallah, wahai Rasulullah" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan menyusup dalam diri anak keturunan Adam melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua"
Boleh jadi Nabi bersabda," ....sesuatu"
Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa Shafiyah mengunjungi Nabi , ketika beliau itikaf di masjid .ada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Shafiyah lantas berbincang-bincang dengan beliau beberapa saat. Dia lalu bangkit untuk kembali. Nabi pun. bangkit bersamanya untuk mengantarnya hingga sampai pintu masjid di samping pintu rumah Ummu Salamah, lalu disebutkanlah keterangan yang semakna dengan hadits di atas.
Umdatul Ahkam (315217)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ المواقيتِ
KITAB HAJI - BAB MIQAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - وَقَّتَ لأَهْلِ الْمَدِينَةِ: ذَا الْحُلَيْفَةِ. وَلأَهْلِ الشَّامِ: الْجُحْفَةَ. وَلأَهْلِ نَجْدٍ: قَرْنَ الْمَنَازِلِ. وَلأَهْلِ الْيَمَنِ: يَلَمْلَمَ. هُنَّ لَهُمْ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهِنَّ , مِمَّنْ أَرَادَ الْحَجَّ أَوْ الْعُمْرَةَ. وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ: فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ , حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ))
218. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Rasulullah telah menentukan miqat untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd si Qama Al Manazil dan penduduk Yaman di Yalamlam.
Nabi bersabda, "Miqat-miqat tersebut sudah ditentukan؛ bagi (penduduk) masing-masing kota tersebut dan juga bagi orang lain yang hendak melewati kota-kota tersebut padahal dia bukan penduduk kota-kota tersebut yang ingin menunaikan ibadah haji atau umrah. Barangsiapa kondisinya tidak demikian, maka miqatnya darimana pun dia memuiainya. Sehingga penduduk Mekah, miqatnya juga dari Mekah."
Umdatul Ahkam (315218)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ المواقيتِ
KITAB HAJI - BAB MIQAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((يُهِلُّ أَهْلُ الْمَدِينَةِ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ , وَأَهْلُ الشَّامِ مِنْ الْجُحْفَةِ , وَأَهْلُ نَجْدٍ مِنْ قَرْنٍ)) . قَالَ: وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((وَيُهِلُّ أَهْلُ الْيَمَنِ مِنْ يَلَمْلَمَ))
219. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Penduduk Madinah hendaknya memulai ihram dari Dzul Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah dan penduduk Nejd dari Qarn."
Abdullah menuturkan bahwa ada kabar yang telah sampai padanya bahwa Rasulullah bersabda, “Penduduk Yaman memulai ihram dari Yalamlam."
Umdatul Ahkam (315219)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - باب ما يلبس المُحْرِمُ من الثيابِ
KITAB HAJI - BAB PAKAIAN UNTUK IHRAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ , مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنْ الثِّيَابِ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: لايَلْبَسُ الْقَمِيصَ , وَلا الْعَمَائِمَ , وَلا السَّرَاوِيلاتِ , وَلا الْبَرَانِسَ , وَلا الْخِفَافَ , إلاَّ أَحَدٌ لا يَجِدُ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ , وَلا يَلْبَسْ مِنْ الثِّيَابِ شَيْئاً مَسَّهُ زَعْفَرَانٌ أَوْ وَرْسٌ))
وَلِلْبُخَارِيِّ: ((وَلا تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ. وَلا تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ))
220. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan oleh orang yang sedang berihram." Nabi bersabda, 'Tidak boleh mengenakan kemeja, serban, celana panjang, kopiah dan sepatu. kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kaki. Dan hendaknya tidak memakai pakaian yang diolesi za'faran dan wars.."
Dalam riwayat Bukhari disebutkan, 'Hendaknya wanita yang sedeng ihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan."
Umdatul Ahkam (315220)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - باب ما يلبس المُحْرِمُ من الثيابِ
KITAB HAJI - BAB PAKAIAN UNTUK IHRAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَخْطُبُ بِعَرَفَاتٍ: مَنْ لَمْ يَجِدْ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسِ الْخُفَّيْنِ , وَمَنْ لَمْ يَجِدْ إزَاراً فَلْيَلْبَسْ السَّرَاوِيلَ لِلْمُحْرِمِ))
221. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa dirinya pernah mendengar Nabi berkhutbah di Arafah, "Barangsapa yang tidak mendapatkan sandal, hendaknya dia mengenakan sepatu. Barangsiapa yang tidak mendapatkan sarung, hendaknya dia mengenakan celana panjang." Maksudnya untuk orang yang sedang berihram.
Umdatul Ahkam (315221)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - باب ما يلبس المُحْرِمُ من الثيابِ
KITAB HAJI - BAB PAKAIAN UNTUK IHRAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ تَلْبِيَةَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ , لَبَّيْكَ لا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ , إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لا شَرِيكَ لَكَ)) . قَالَ: وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَزِيدُ فِيهَا «لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ , وَسَعْدَيْكَ , وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ , وَالرَّغْبَاءُ إلَيْكَ وَالْعَمَلُ»
222. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa talbiyah Rasulullah adalah, 'Labbaika Allahumma labbaika, labbaika la syarikalaka labaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulka la syarikalaka (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu)".
Nafi' mengatakan bahwa Abdullah bin Umar menambah lafal talbiyah dengan 'Labbalk labbaik wa sa'daik wal khairu biyadaik (Aku penuhi panggilanMu, aku penuhi panggilanMu, aku penuhi panggilanMu dengan senang hati. Segala kebaikan berada di kedua tanganMu. Segala permohonan dan ibadah itu hanyalah ditujukan kepada-Mu)
Umdatul Ahkam (315222)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - باب ما يلبس المُحْرِمُ من الثيابِ
KITAB HAJI - BAB PAKAIAN UNTUK IHRAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لا يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ إلاَّ وَمَعَهَا حُرْمَةٌ))
وَفِي لَفْظِ الْبُخَارِيِّ: ((لا تُسَافِرُ مَسِيرَةَ يَوْمٍ إلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ))
223. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh sejauh perjalanan sehari semalam kecuali dengan mahramnya."
Dalam lafal yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dikatakan, "Seorang wanita tidak boleh bepergian selama sehari atau semalam kecuali dengan mahram."
Umdatul Ahkam (315223)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الفِدْيَةِ
KITAB HAJI - BAB FIDYAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْقِلٍ قَالَ: ((جَلَسْتُ إلَى كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ. فَسَأَلَتْهُ عَنِ الْفِدْيَةِ؟ فَقَالَ: نَزَلَتْ فِي خَاصَّةً. وَهِيَ لَكُمْ عَامَّةً. حُمِلْتُ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَالْقَمْلُ يَتَنَاثَرُ عَلَى وَجْهِي. فَقَالَ: مَا كُنْتُ أُرَى الْوَجَعَ بَلَغَ بِكَ مَا أَرَى - أَوْ مَا كُنْتُ أُرَى الْجَهْدَ بَلَغَ بِكَ مَا أَرَى - أَتَجِدُ شَاةً؟ فَقُلْتُ: لا. فَقَالَ: صُمْ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ , أَوْ أَطْعِمْ سِتَّةَ مَسَاكِينَ , لِكُلِّ مِسْكِينٍ نِصْفَ صَاعٍ))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يُطْعِمَ فَرَقاً بَيْنَ سِتَّةٍ , أَوْ يُهْدِيَ شَاةً , أَوْ يَصُومَ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ))
224. Abdullah bin Ma'qil menuturkan, "Aku duduk bersama Ka'ab bin Ujrah. Aku lalu bertanya kepada Ka'ab tentang masalah fidyah. Ka'ab menjawab, "Ada ayat yang turun berkenaan tentang diriku secara khusus, akan tetapi ayat tersebut secara umum juga berlaku bagi kalian. Aku pernah dibawa menghadap Rasulullah . Ketika itu banyak sekali kutu yang bertebaran di atas mukaku."
Nabi bersabda, "Sekalipun aku sama sekali belum pernah melihat penyakit yang lebih parah daripada penyakit yang kulihat sekarang ini. "
Boleh jadi Nabi bersabda, "Sekalipun aku sama sekali belum pernah melihat kesulitan yang lebih parah daripada yang kulihat sekarang ini."
(Nabi bersabda), "Apakah engkau bisa mendapatkan seekor kambing?" "Tidak, "jawab Ka'ab.
Nabi bersabda, "Berpuasalah tiga hari atau berilah makan enam orang miskin dengan setengah sha' setiap orang miskin."
Dalam riwayat yang lain dikatakan, "Rasulullah memerintahkan Ka'ab untuk memberikan makan seberat satu faraq kepada enam orang miskin, menyembelih seekor kambing atau berpuasa tiga hari."
Umdatul Ahkam (315224)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ حرمة مكةَ
KITAB HAJI - BAB KESUCIAN KOTA MEKKAH
عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ - خُوَيْلِدِ بْنِ عَمْرٍو - الْخُزَاعِيِّ الْعَدَوِيِّ رضي الله عنه: أَنَّهُ قَالَ لِعَمْرِو بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ - وَهُوَ يَبْعَثُ الْبُعُوثَ إلَى مَكَّةَ - ائْذَنْ لِي أَيُّهَا الأَمِيرُ أَنْ أُحَدِّثَكَ قَوْلاً قَامَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - الْغَدَ مِنْ يَوْمِ الْفَتْحِ. فَسَمِعَتْهُ أُذُنَايَ، وَوَعَاهُ قَلْبِي، وَأَبْصَرَتْهُ عَيْنَايَ , حِينَ تَكَلَّمَ بِهِ: ((أَنَّهُ حَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ. ثُمَّ قَالَ: إنَّ مَكَّةَ حَرَّمَهَا اللَّهُ تَعَالَى , وَلَمْ يُحَرِّمْهَا النَّاسُ. فَلا يَحِلُّ لامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ: أَنْ يَسْفِكَ بِهَا دَماً , وَلا يَعْضِدَ بِهَا شَجَرَةً. فَإِنْ أَحَدٌ تَرَخَّصَ بِقِتَالِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقُولُوا: إنَّ اللَّهَ قَدْ أَذِنَ لِرَسُولِهِ , وَلَمْ يَأْذَنْ لَكُمْ. وَإِنَّمَا أُذِنَ لِي سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ. وَقَدْ عَادَتْ حُرْمَتُهَا الْيَوْمَ كَحُرْمَتِهَا بِالأَمْسِ. فَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ. فَقِيلَ لأَبِي شُرَيْحٍ: مَا قَالَ لَكَ؟ قَالَ: أَنَا أَعْلَمُ بِذَلِكَ مِنْكَ يَا أَبَا شُرَيْحٍ، إنَّ الْحَرَمَ لا يُعِيذُ عَاصِياً , وَلا فَارَّاً بِدَمٍ وَلا فَارَّاً بِخَرْبَةٍ))
الخَرْبَةُ : بِالْخَاءِ الْمُعْجَمَةِ وَالرَاءِ الْمُهْمَلَةِ. قِيْلَ: اَلْخِيَانَةُ ، وَقِيْلَ: اَلْبَلِيَّةُ ، وَقِيْلَ : الْتهِمَّةُ . وَأَصْلُهَ فِيْ سُرْقَةِ الْإِبِلِ. قَالَ الشَّاعِرُ : وَالْخَارِبُ اَلْلِّصُّ يُحِبُّ الْخَارِبَا.
225. Abu Syuraih Khuwailid Amr Al Khaza'i Al Adawi berkata kepada Amr bin Sa'id bin Al Ash ketika dirinya mengirim pasukan menuju Mekah, "Wahai Amir, perkenankanlah diriku untuk menyampaikan kepadamu tentang perkataan yang diucapkan oleh Rasulullah pada hari kedua saat penaklukan (kota Mekah). Kedua telingaku mendengarkannya, hatiku pun mengingatnya dan kedua mataku juga menyaksikannya ketika beliau mengucapkannya. Nabi memuji dan menyanjung Allah lalu bersabda, 'Sesungguhnya kota Mekah telah dijadikan kota suci oleh Allah ta'ala semenjak hari diciptakannya langit dan bumi akan tetapi orang-orang belum menganggapnya demikian. Oleh karena itu, tidaklah boleh bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan pembunuhan dan menebang pepohonan di sana. Jika seseorang berdalih, Mengapa Rasulullah dibolehkan? Maka katakanlah, Allah telah memberikan izin kepada Rasul-Nya dan tidak memberi izin kepada kalian. Allah telah memberikan izin kepada Rasul-Nya sesaat pada siang hari akan tetapi kesucian kota Mekah kemudian kembali pada hari ini seperti kemarin. Hendaknya orang hadir (di sini) menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.'"
Ada yang bertanya kepada Abu Syuraih, 'Lantas apa yang dikatakan Amr kepadamu?"
Abu Syuraih menuturkan bahwa Amr berkata, 'Aku lebih tahu tentang permasalahan ini daripada engkau, wahai Abu Syuraih. Sesungguhnya tanah suci ini tidak akan melindungi orang yang berbuat maksiat, orang yang lari setelah melakukan pembunuhan dan tidak pula orang yang lari karena berkhianat." Kata 'AI Kharbah' ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah berkhianat. Adapula yang mengatakan maknanya adalah musibah. Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah tuduhan. Seorang penyair mengatakan, "Pencuri itu senang berkhianat"
Umdatul Ahkam (315225)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ حرمة مكةَ
KITAB HAJI - BAB KESUCIAN KOTA MEKKAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ - ((لا هِجْرَةَ بَعْدَ الفَتْحِ , وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ. وَإِذَا اُسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا , وَقَالَ: يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ: إنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ. فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَإِنَّهُ لَمْ يَحِلَّ الْقِتَالُ فِيهِ لأَحَدٍ قَبْلِي , وَلَمْ يَحِلَّ لِي إلاَّ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. لا يُعْضَدُ شَوْكُهُ , وَلا يُنَفَّرُ صَيْدُهُ , وَلا يَلْتَقِطُ لُقْطَتَهُ إلاَّ مَنْ عَرَّفَهَا. وَلا يُخْتَلَى خَلاهُ. فَقَالَ الْعَبَّاسُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إلاَّ الإِذْخِرَ. فَإِنَّهُ لِقَيْنِهِمْ وَبُيُوتِهِمْ. فَقَالَ: إلاَّ الإِذْخِرَ)) . القينُ: الحَدَّاد.
226. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa ketika hari penaklukan Mekah, Rasulullah bersabda, 'Tidak ada hijrah setelah adanya penaklukan Mekah, akan tetapi yang ada adalah jihad dan niat, jika kalian diminta untuk berangkat berperang maka berangkatlah!’
Pada hari penaklukan kota Mekah, Nabi juga bersabda, 'Sesungguhnya negeri ini telah disucikan Allah semenjak penciptaan langit dan bumi. Negeri ini menjadi suci karena telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah hingga hari kiamat Tidak diperbolehkan melakukan peperangan di negeri tersebut bagi siapa pun sebelumku. Begitu pula hal itu juga tidak diperbolehkan bagiku kecuali sesaat pada siang hari yaitu saat ini. Negeri itu menjadi suci karena telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Pohon yang berduri tidak boleh ditebang, binatang-binatang yang ada tidak boleh diburu, barang-barang yang tercecer tidak boleh diambil kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya dan rerumputan juga tidak boleh dipotong."
Al Abbas berkata, "Wahai Rasulullah, kecuali pohon idzkhir karena dibutuhkan oleh pandai besi dan untuk membangun rumah.' Nabi bersabda, "Kecuali pohon idzkhir.”
Umdatul Ahkam (315226)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ ما يجوزُ قتلُهُ
KITAB HAJI - BAB BINATANG YANG BOLEH DIBUNUH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((خَمْسٌ مِنْ الدَّوَابِّ كُلُّهُنَّ فَاسِقٌ , يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ: الْغُرَابُ , وَالْحِدَأَةُ , وَالْعَقْرَبُ , وَالْفَأْرَةُ , وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ))
وَلِمُسْلِمٍ: ((يُقْتَلُ خَمْسٌ فَوَاسِقُ فِي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ))
227. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, ‘Ada lima binatang yang semuanya adalah binatang yang berbahaya. Binatang-binatang tersebut boleh dibunuh di tanah suci. (Kelima binatang tersebut adalah) burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus dan anjing galak.'
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, 'Ada lima binatang berbahaya yang boleh di bunuh baik di luar tanah suci maupun di tanah suci itu sendiri."
Umdatul Ahkam (315227)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - دَخَلَ مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ , وَعَلَى رَأْسِهِ الْمِغْفَرُ، فَلَمَّا نَزَعَهُ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: ابْنُ خَطَلٍ مُتَعَلِّقٌ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ فَقَالَ: اُقْتُلُوهُ))
228. Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah memasuki Mekah pada saat penaklukan kota Mekah dengan mengenakan topi besi. Ketika beliau melepas topi besi tersebut, maka ada seorang lelaki menghampiri beliau dan berkata, “Ibnu Khathal bergantungan di tabir Ka'bah."
Rasulullah bersabda, "Bunuhlah dia."
Umdatul Ahkam (315228)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - دَخَلَ مَكَّةَ مِنْ كَدَاءٍ , مِنْ الثَّنِيَّةِ الْعُلْيَا الَّتِي بِالْبَطْحَاءِ , وَخَرَجَ مِنْ الثَّنِيَّةِ السُّفْلَى))
229. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah memasuki Mekah dari Kada' melewati jalan atas di antara dua bukit Bathha' dan keluar melalui jalan bawah.
Umdatul Ahkam (315229)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - الْبَيْتَ , وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ وَبِلالٌ وَعُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ , فَأَغْلَقُوا عَلَيْهِمْ الْبَابَ فَلَمَّا فَتَحُوا: كُنْتُ أَوَّلَ مَنْ وَلَجَ. فَلَقِيتُ بِلالاً , فَسَأَلَتْهُ: هَلْ صَلَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -؟ قَالَ: نَعَمْ , بَيْنَ الْعَمُودَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ))
230. Abdullah bin Umar menuturkan, "Rasulullah memasuki Baitullah bersama Usamah bin Zaid, Bilal dan Utsman bin Thalhah. Mereka lantas menutup pintu. Ketika mereka membukanya, maka aku adalah orang yang pertama kali memasukinya. Aku bertemu dengan Bilal dan aku bertanya kepadanya, Apakah Rasulullah mengerjakan shalat di dalamnya?'
'Tentu, (beliau shalat) di antara dua tiang Yamani' jawab Bilal.
Umdatul Ahkam (315230)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عُمَرَ - رضي الله عنه - ((أَنَّهُ جَاءَ إلَى الْحَجَرِ الأَسْوَدِ, فَقَبَّلَهُ. وَقَالَ: إنِّي لأَعْلَمُ أَنَّك حَجَرٌ , لا تَضُرُّ وَلا تَنْفَعُ , وَلَوْلا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ))
231. Umar menuturkan bahwa dirinya mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya. Dia lalu berkata, "Sesungguhnya aku tahu bahwa dirimu hanyalah sekedar batu yang tidak bisa mendatangkan mudharat dan manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi pernah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu."
Umdatul Ahkam (315231)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَأَصْحَابُهُ مَكَّةَ. فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ: إنَّهُ يَقْدَمُ عَلَيْكُمْ قَوْمٌ وَهَنَتْهُمْ حُمَّى يَثْرِبَ. فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يَرْمُلُوا الأَشْوَاطَ الثَّلاثَةَ , وَأَنْ يَمْشُوا مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ , وَلَمْ يَمْنَعْهُمْ أَنْ يَرْمُلُوا الأَشْوَاطَ كُلَّهَا: إلاَّ الإِبْقَاءُ عَلَيْهِمْ))
232. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Rasulullah dan para sahabatnya tiba di Mekah. Oleh karena itu, orang-orang musyrik berkata, "Sebelum kalian ada rombongan yang menjadi lemah karena demam Yatsrib.'
Nabi lantas memerintahkan para sahabat untuk mempercepat langkah kaki dengan langkah-langkah yang pendek untuk thawaf tiga kali. Rasulullah juga memerintahkan mereka untuk berjalan di antara dua rukun. Beliau tidaklah melarang mereka untuk berjalan cepat dalam semua thawaf melainkan karena rasa kasih sayang terhadap mereka.
Umdatul Ahkam (315232)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - حِينَ يَقْدَمُ مَكَّةَ إذَا اسْتَلَمَ الرُّكْنَ الأَسْوَدَ - أَوَّلَ مَا يَطُوفُ - يَخُبُّ ثَلاثَةَ أَشْوَاطٍ))
233. Abdulah bin Umar mengatakan, ‘Aku pernah melihat Rasulullah tiba di Mekah. Jika beliau sudah menyentuh Hajar Aswad pada putaran thawaf yang pertama, maka beliau berjalan cepat pada tiga kali putaran thawaf. ’
Umdatul Ahkam (315233)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((طَافَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى بَعِيرٍ , يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ بِمِحْجَنٍ))
المِحْجَنُ: عصا مَحْنِيَّةُ الرَّأْسِ.
234. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Nabi melakukan thawaf saat haji Wada' di atas unta. Beliau menyentuh rukun dengan Mihjan.
Mihjan adalah tongkat yang pangkalnya bengkok.
Umdatul Ahkam (315234)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ دخولِ مكةَ وغيرِهِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKI MEKKAH DAN BAITULLAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((لَمْ أَرَ النَّبيَّ - صلى الله عليه وسلم - يَسْتَلِمُ مِنْ الْبَيْتِ إلاَّ الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ))
235. Abdullah bin Umar mengatakan, ‘Aku belum pernah melihat Nabi menyentuh baitullah kecuali pada bagian dua rukun Yamani. "
Umdatul Ahkam (315235)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ التَّمتُّعِ
KITAB HAJI - BAB HAJI TAMATTU
عَنْ أَبِي جَمْرَةَ نَصْرِ بْنِ عِمْرَانَ الضُّبَعِيِّ، قَالَ: ((سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ الْمُتْعَةِ؟ فَأَمَرَنِي بِهَا , وَسَأَلَتْهُ عَنْ الْهَدْيِ؟ فَقَالَ: فِيهِ جَزُورٌ , أَوْ بَقَرَةٌ , أَوْ شَاةٌ , أَوْ شِرْكٌ فِي دَمٍ قَالَ: وَكَانَ نَاسٌ كَرِهُوهَا , فَنِمْتُ. فَرَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ: كَأَنَّ إنْسَاناً يُنَادِي: حَجٌّ مَبْرُورٌ , وَمُتْعَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ. فَأَتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ فَحَدَّثَتْهُ. فَقَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ سُنَّةُ أَبِي الْقَاسِمِ - صلى الله عليه وسلم -))
236. Abu Jamrah Nashr bin Imran Adh Dhuba'i menuturkan, "Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang haji tamattu’. Ibnu Abbas lantas memerintahkanku melakukan haji tamattu'. Aku lantas bertanya tentang hewan kurban. Ibnu Abbas berkata, 'Boleh berupa unta, sapi, kambing, maupun satu binatang sembelihan untuk berbarengan."
Abu Hamzah menuturkan, "Seakan-akan orang-orang tidak suka dengan haji Tamattu'. Aku pun lantas tidur dan bermimpi orang-orang menyerukan, ‘Haji mabrur dan Tamattu' yang diterima Allah.'" Dia lantas menemui Ibnu Abbas dan menceritakan kepadanya. Ibnu Abbas lalu berkata, "Allah Akbar, itulah sunnah yang diajarkan Abu Al Qasim .
Umdatul Ahkam (315236)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ التَّمتُّعِ
KITAB HAJI - BAB HAJI TAMATTU
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((تَمَتَّعَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْعُمْرَةِ إلَى الْحَجِّ وَأَهْدَى. فَسَاقَ مَعَهُ الْهَدْيَ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ. وَبَدَأَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ , ثُمَّ أَهَلَّ بِالْحَجِّ , فَتَمَتَّعَ النَّاسُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَهَلَّ بِالْعُمْرَةِ إلَى الْحَجِّ , فَكَانَ مِنْ النَّاسِ مَنْ أَهْدَى , فَسَاقَ الْهَدْيَ مِنْ الْحُلَيْفَةِ. وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ يُهْدِ فَلَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ لِلنَّاسِ: مَنْ كَانَ مِنْكُمْ أَهْدَى , فَإِنَّهُ لا يَحِلُّ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَجَّهُ. وَمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْدَى فَلْيَطُفْ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ , وَلْيُقَصِّرْ وَلْيَحْلِلْ , ثُمَّ لِيُهِلَّ بِالْحَجِّ وَلْيُهْدِ , فَمَنْ لَمْ يَجِدْ هَدْياً فَلْيَصُمْ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةً إذَا رَجَعَ إلَى أَهْلِهِ فَطَافَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - حِينَ قَدِمَ مَكَّةَ. وَاسْتَلَمَ الرُّكْنَ أَوَّلَ شَيْءٍ , ثُمَّ خَبَّ ثَلاثَةَ أَطْوَافٍ مِنْ السَّبْعِ , وَمَشَى أَرْبَعَةً , وَرَكَعَ حِينَ قَضَى طَوَافَهُ بِالْبَيْتِ عِنْدَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ , ثُمَّ انْصَرَفَ فَأَتَى الصَّفَا , وَطَافَ بِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ سَبْعَةَ أَطْوَافٍ , ثُمَّ لَمْ يَحْلِلْ مِنْ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ حَتَّى قَضَى حَجَّهُ , وَنَحَرَ هَدْيَهُ يَوْمَ النَّحْرِ. وَأَفَاضَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ , ثُمَّ حَلَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ حَرُمَ مِنْهُ , وَفَعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: مَنْ أَهْدَى وَسَاقَ الْهَدْيَ مِنَ النَّاسِ))
237. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah hendak melakukan haji Tamattu' saat haji Wada' dengan memasukkan umrah dalam haji. Beliau juga hendak melakukan penyembelihan kurban. Oleh karena itu, beliau menggiring hewan kurban semenjak dari Dzul Hulaifah. Rasulullah memulai ihram untuk umrah [kemudian ihram untuk haji. Orang-orang pun melakukan haji Tamattu' bersama Rasulullah maka mereka pun melakukan ihram untuk umrah sebelum haji. Di antara orang-orang itu ada yang membawa hewan kurban, sehingga mereka lalu menggiringnya semenjak dari Dzul Hulaifah. Sebagian lagi ada yang tidak membawa hewan kurban.
Tatkala Nabi tiba di Mekah, maka beliau bersabda kepada orang-orang tersebut, 'Barangsiapa di antara kalian yang membawa hewan kurban, [maka dia tidak boleh ber-tahallul dari perkara yang telah diharamkan kepadanya]“ hingga dia menyelesaikan hajinya. Barangsiapa di antara kalian yang membawa hewan kurban, maka hendaknya dia thawaf dibaitullah, sa'i di antara Shafa dan Marwah, menggunting rambut dan bertahallul. Selanjutnya, hendaknya dia berihram untuk haji dan menyembelih hewan kurban. Barangsiapa yang tidak mendapatkan hewan kurban, hendaknya dia berpuasa tiga hari ketika berhaji dan berpuasa tujuh hari ketika dia kembali menemui kelurganya.'
Rasulullah melakukan thawaf ketika beliau tiba di Mekah dan pertama kali yang beliau lakukan adatah mencium Hajar Aswad. Beliau lalu berjalan cepat pada tiga tiga putaran dari tujuh putaran yang ada. Beliau berjalan biasa pada empat putaran berikutnya. Beliau lalu mengerjakan shalat dua rakaat di maqam Nabi Ibrahim setelah menyelesaikan thawaf. Setelah itu, beliau salam dan beranjak untuk mendatangi Shafa. Beliau lalu sa 'i di antara Shafa dan Marwah tujuh kali. Beliau tidaklah bertahallul dari perkara yang terlarang untuknya sebelum menyelesaikan hajinya.
Beliau lalu menyembelih hewan kurban pada hari kurban dan melakukan thawaf ifadhah. Setelah itu, beliau bertahallul dari perkara yang terlarang untuknya. Orang-orang yang membawa dan menggiring hewan kurban pun melakukan sebagaimana yang dilakukan Rasulullah .
Umdatul Ahkam (315237)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ التَّمتُّعِ
KITAB HAJI - BAB HAJI TAMATTU
عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهَا قَالَتْ: ((يَا رَسُولَ اللَّهِ , مَا شَأْنُ النَّاسِ حَلُّوا مِنْ الْعُمْرَةِ وَلَمْ تَحِلَّ أَنْتَ مِنْ عُمْرَتِكَ فَقَالَ: إنِّي لَبَّدْتُ رَأْسِي , وَقَلَّدْتُ هَدْيِي , فَلا أَحِلُّ حَتَّى أَنْحَرَ))
238. Hafshah isteri Nabi mengatakan, "Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang bertahallul dari umrahnya sedangkan engkau tidak melakukan tahallahul dari umrah."
Rasulullah ersabda, 'Sesungguhnya aku telah mengikat rambutku dan mengikat leher hewan kurbanku. Oleh karena itu, aku tidak akan bertahallul sebelum aku menyembelih hewan kurban.
Umdatul Ahkam (315238)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ التَّمتُّعِ
KITAB HAJI - BAB HAJI TAMATTU
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: ((أُنْزِلَتْ آيَةُ الْمُتْعَةِ فِي كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى. فَفَعَلْنَاهَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَلَمْ يَنْزِلْ قُرْآنٌ يُحَرِّمُهَا , وَلَمْ يَنْهَ عَنْهَا حَتَّى مَاتَ. قَالَ رَجُلٌ بِرَأْيِهِ مَا شَاءَ)) قَالَ الْبُخَارِيُّ " يُقَالُ: «إنَّهُ عُمَرُ»
وَلِمُسْلِمٍ ((نَزَلَتْ آيَةُ الْمُتْعَةِ - يَعْنِي مُتْعَةَ الْحَجِّ - وَأَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ثُمَّ لَمْ تَنْزِلْ آيَةٌ تَنْسَخُ آيَةَ مُتْعَةِ الْحَجِّ وَلَمْ يَنْهَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - حَتَّى مَاتَ)) وَلَهُمَا بِمَعْنَاهُ.
239. Imran bin Hushain menuturkan, "Ayat yang berbicara haji Tamattu' telah diturunkan dalam Al Qur'an. Kami mengamalkannya bersama Rasulullah . Sementara itu, ayat Al Qur'an yang melarangnya belumlah turun dan Rasulullah juga tidak melarang haji Tamattu' hingga beliau wafat. Oleh karena itu, ada seseorang yang berbicara sesuai dengan akal pikirannya semaunya (dalam masalah ini).'
Imam Bukhari mengatakan bahwa orang tersebut adalah Umar.
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, 'Ayat tentang haji Tamattu'telah turun dan Rasulullah memerintahkan kami untuk melakukannya. Setelah itu, tidak ada satu ayat pun turun menghapus hukum ayat tentang haji Tamattu' tersebut bahkan Rasulullah juga tidak melarangnya hingga beliau wafat.
Umdatul Ahkam (315239)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الهَدْي
KITAB HAJI - BAB HEWAN QURBAN
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((فَتَلْتُ قَلائِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ثُمَّ أَشْعَرْتُهَا وَقَلَّدَهَا - أَوْ قَلَّدْتُهَا - ثُمَّ بَعَثَ بِهَا إلَى الْبَيْتِ. وَأَقَامَ بِالْمَدِينَةِ , فَمَا حَرُمَ عَلَيْهِ شَيْءٌ كَانَ لَهُ حِلاًّ))
240. Aisyah mengatakan, "Aku melingkarkan kalung penanda pada leher hewan kurban Rasulullah lalu beliau mengumumkannya dan memasang kalung penanda pada kalung tersebut, (atau boleh jadi Aisyah mengatakan,) "Dan akulah yang memasang kalung penanda tersebut. "Setelah itu, beliau mengirimkannya ke Ka'bah sementara itu beliau tetap tinggal di Madinah. Oleh karena itu, larangan-larangan yang berlaku pada beliau (saat ihram) menjadi halal bagi beliau.
Umdatul Ahkam (315240)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الهَدْي
KITAB HAJI - BAB HEWAN QURBAN
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((أَهْدَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مَرَّةً غَنَماً))
241. Aisyah menuturkan bahwa Nabi pernah sekali mengirim hewan kurban berupa kambing.
Umdatul Ahkam (315241)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الهَدْي
KITAB HAJI - BAB HEWAN QURBAN
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - رَأَى رَجُلاً يَسُوقُ بَدَنَةً , فَقَالَ: ارْكَبْهَا. قَالَ: إنَّهَا بَدَنَةٌ. قَالَ ارْكَبْهَا. فَرَأَيْتُهُ رَاكِبَهَا , يُسَايِرُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم -))
وَفِي لَفْظٍ قَالَ فِي الثَّانِيَةِ , أَوْ الثَّالِثَةِ: ((ارْكَبْهَا. وَيْلَكَ , أَوْ وَيْحَكَ))
242. Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi pernah melihat seorang lelaki yang menggiring unta kurbannya. Nabi lantas bersabda, "Tunggangilah unta tersebut."
Lelaki itu berkilah, "Unta itu untuk kurban."
"Tunggangilah unta tersebut," kata Nabi lagi.
Abu Hurairah berkata, "Maka aku pun melihat lelaki itu lalu menungganginya dan berjalan bersama-sama Nabi ."
Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa pada saat yang kedua atau ketiga, Nabi bersabda, "Tunggangilah unta tersebut. Alangkah celakanya dirimu."atau, "Kasihan sekali dirimu."
Umdatul Ahkam (315242)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الهَدْي
KITAB HAJI - BAB HEWAN QURBAN
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ , وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا , وَأَنْ لا أُعْطِيَ الْجَزَّارَ مِنْهَا شَيْئًا))
وَقَالَ: نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا.
243. Ali bin Abu Thalib menuturkan, "Nab memerintahkanku untuk mengurusi unta beliau, menyedekahkan daging kulit dan bagian punggungnya yang terbuang dan aku tidak memberikannya kepada tukang jagal. Nabi bersabda, 'Kamilah yang akan memberi upah dari kami sendiri untuk tukang jagal tersebut."
Umdatul Ahkam (315243)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الهَدْي
KITAB HAJI - BAB HEWAN QURBAN
عَنْ زِيَادِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: ((رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ قَدْ أَنَاخَ بَدَنَتَهُ , فَنَحَرَهَا. فَقَالَ ابْعَثْهَا قِيَاماً مُقَيَّدَةً سُنَّةَ مُحَمَّدٍ - صلى الله عليه وسلم -))
244. Ziad bin Jubair menuturkan bahwa dirinya pernah melihat Ibnu Umar mendatangi seorang lelaki yang menderumkan untanya untuk disembelih. Ibnu Umar lalu berkata, *Bangunkanlah untamu dalam keadaan terikat untuk mengikuti sunnah Muhammad .
Umdatul Ahkam (315244)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ الغُسْلِ للمُحْرِمِ
KITAB HAJI - BAB MANDI BAGI ORANG BERIHRAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُنَيْنٍ: ((أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ وَالْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ اخْتَلَفَا بِالأَبْوَاءِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: يَغْسِلُ الْمُحْرِمُ رَأْسَهُ. وَقَالَ الْمِسْوَرُ: لا يَغْسِلُ رَأْسَهُ. قَالَ: فَأَرْسَلَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ إلَى أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه -. فَوَجَدْتُهُ يَغْتَسِلُ بَيْنَ الْقَرْنَيْنِ , وَهُوَ يُسْتَرُ بِثَوْبٍ. فَسَلَّمْت عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَنْ هَذَا؟ فَقُلْت: أَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حُنَيْنٍ , أَرْسَلَنِي إلَيْكَ ابْنُ عَبَّاسٍ , يَسْأَلُكَ: كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَهُوَ مُحْرِمٌ؟ فَوَضَعَ أَبُو أَيُّوبَ يَدَهُ عَلَى الثَّوْبِ , فَطَأْطَأَهُ , حَتَّى بَدَا لِي رَأْسُهُ. ثُمَّ قَالَ لإِنْسَانٍ يَصُبُّ عَلَيْهِ الْمَاءَ: اُصْبُبْ , فَصَبَّ عَلَى رَأْسِهِ. ثُمَّ حَرَّكَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ , فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ. ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُهُ - صلى الله عليه وسلم - يَغْتَسِلُ))
وَفِي رِوَايَةٍ " فَقَالَ الْمِسْوَرُ لابْنِ عَبَّاسٍ: لا أُمَارِيكَ أَبَداً ".
245. Abdullah bin Hunain menuturkan bahwa Abdullah bin Abbas dan AI Miswar bin Makhramah berselisih pendapat di Al Abwa.
Ibnu Abbas berpendapat, 'Orang yang berihram boleh membasahi kepalanya.'
Al Miswar membantah, 'Orang yang berihram tidak boleh membasahi kepalanya.'
Abdullah bin Hunain berkata, 'Oleh karena itu, Ibnu Abbas mengutusku untuk menemui Abu Ayyub Al Anshari. Aku menemuinya sedang mandi di antara dua buah kayu yang dipancang di sumur dengan memakai tabir pakaian. Aku lalu mengucapkan salam kepada beliau."
'Siapakah ini' tanya Abu Ayyub.
Aku menjawab, 'Aku adalah Abdullah bin Hunain. Aku diutus oleh Ibnu Abbas untuk menemuimu sekedar untuk menanyakan bagaimanakah dulu Rasulullah membasahi kepalanya ketika beliau sedang ihram?"
Abu Ayyub lalu meletakkan tangannya pada pakaian dan melepasnya hingga kepalanya terlihat olehku. Setelah itu, beliau berkata kepada seseorang yang menuangkan air padanya, 'Tuangkan lah (air).'
Orang itu pun menuangkan air di atas kepala Abu Ayyub. Abu Ayyub lantas menggerak-gerakkan kepalanya dengan kedua tangannya lalu memajukan dan memundurkan keduanya. Abu Ayyub berkata, 'Demikianlah aku melihat Rasulullah melakukannya.'
Dalam riwayat yang lain dikisahkan bahwa Al Miswar berkata kepada Ibnu Abbas, 'Aku tidak akan berdebat denganmu setelah ini untuk selama-lamanya."
Umdatul Ahkam (315245)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ ((أَهَلَّ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - وَأَصْحَابُهُ بِالْحَجِّ وَلَيْسَ مَعَ أَحَدٍ مِنْهُمْ هَدْيٌ غَيْرَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - وَطَلْحَةَ , وَقَدِمَ عَلِيُّ - رضي الله عنه - مِنْ الْيَمَنِ. فَقَالَ: أَهْلَلْتُ بِمَا أَهَلَّ بِهِ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَأَمَرِ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - أَصْحَابَهُ: أَنْ يَجْعَلُوهَا عُمْرَةً , فَيَطُوفُوا ثُمَّ يُقَصِّرُوا وَيَحِلُّوا , إلاَّ مَنْ كَانَ مَعَهُ الْهَدْيُ فَقَالُوا: نَنْطَلِقُ إلَى «مِنىً» وَذَكَرُ أَحَدِنَا يَقْطُرُ؟ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: لَوْ اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ مَا أَهْدَيْتُ , وَلَوْلا أَنَّ مَعِي الْهَدْيَ لأَحْلَلْتُ. وَحَاضَتْ عَائِشَةُ. فَنَسَكَتِ الْمَنَاسِكَ كُلَّهَا , غَيْرَ أَنَّهَا لَمْ تَطُفْ بِالْبَيْتِ. فَلَمَّا طَهُرَتْ وَطَافَتْ بِالْبَيْتِ قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , يَنْطَلِقُونَ بِحَجٍّ وَعُمْرَةٍ , وَأَنْطَلِقُ بِحَجٍّ فَأَمَرَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ: أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا إلَى التَّنْعِيمِ فَاعْتَمَرَتْ بَعْدَ الْحَجِّ))
246. jabir menuturkan bahwa Nabi dan para sahabatnya melakukan ihram untuk haji, padahal di antara mereka tak ada seorang pun yang membawa hewan kurban selain Nabi dan Thalhah. Sementara itu Ali tiba dari Yaman dan berkata, ‘Aku akan berihram dengan membawa hewan kurban sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi .
Nabi lalu memerintahkan para sahabatnya untuk merubah hajinya menjadi umrah. Mereka lalu thawaf, mencukur rambut,dan bertahallul kecuali bagi mereka yang membawa hewan kurban.
Mereka mengatakan, "Kami hendak berangkat ke Mina akan tetapi salah seorang di antara kami ada yang baru saja melakukan jimak."
Berita ini lalu sampai kepada Nabi . Oleh karena itu, beliau bersabda, 'Sekiranya sejak awal aku tahu begini, maka aku tidak akan membawa hewan kurban. Seandainya aku tidak membawa hewan kurban, niscaya aku akan bertahallul.'
Aisyah haid dan melaksanakan semua manasik, akan tetapi dia tidak melakukan thawaf. Ketika dia telah suci, maka dia melakukan thawaf di Baitullah. Dia berkata, "Wahai Rasulullah, mereka melakukan haji dan umrah sedangkan aku hanya melakukan haji." Nabi lalu memerintahkan Abdurrahman bin Abu Bakar untuk menemani Aisyah pergi ke Tan'im. Aisyah lantas melaksanakan umrah setelah haji.
Umdatul Ahkam (315246)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ جَابِرٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((قَدِمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَنَحْنُ نَقُولُ: لَبَّيْكَ بِالْحَجِّ. فَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَجَعَلْنَاهَا عُمْرَةً))
247. Jabir mengatakan, 'Kami tiba bersama Rasulullah sedangkan kami mengucapkan, 'Labbaika bil hajj' Oleh karena itu, Rasulullah memerintahkan kami, sehingga kami pun menjadikannya sebagai umrah."
Umdatul Ahkam (315247)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَأَصْحَابُهُ صَبِيحَةَ رَابِعَةٍ. فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَجْعَلُوهَا عُمْرَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَيُّ الْحِلِّ؟ قَالَ: الْحِلُّ كُلُّهُ))
248. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Rasulullah dan para sahabatnya tiba pada keesokan hari tanggal 4 Dzulhijah dengan berihram untuk haji. Nabi memerintahkan para sahabat untuk merubahnya menjadi umrah. Para sahabat pun berkata, 'Wahai Rasulullah, tahallul yang bagaimana?'
"Semua tahallul," jawab Nabi
Umdatul Ahkam (315248)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ: ((سُئِلَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ - وَأَنَا جَالِسٌ - كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَسِيرُ حِينَ دَفَعَ؟ قَالَ: كَانَ يَسِيرُ الْعَنَقَ. فَإِذَا وَجَدَ فَجْوَةً نَصَّ))
العَنَقُ: انبساطُ السَّيرِ، و «النَّصُّ» فوق ذلكَ
249. Urwah bin Az Zubair menuturkan bahwa Usamah bin Zaid pernah ditanya seseorang. Saat itu Urwah sedang duduk. Orang itu bertanya, "Bagaimanakah Rasulullah berjalan ketika meninggalkan (Arafah)?"
Usamah menjawab, 'Beliau berjalan sedang-sedang. Jika dia melewati tempat yang lapang dan kosong, maka dia berjalan lebih cepat."
Al 'anaq adalah langkah yang sedang. An nash adalah langkah yang lebih cepat daripada langkah al 'anaq.
Umdatul Ahkam (315249)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَقَفَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ. فَجَعَلُوا يَسْأَلُونَهُ. فَقَالَ: رَجُلٌ لَمْ أَشْعُرْ , فَحَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ؟ قَالَ. اذْبَحْ وَلا حَرَجَ. وَجَاءَ آخَرُ , فَقَالَ: لَمْ أَشْعُرْ , فَنَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ؟ قَالَ: ارْمِ وَلا حَرَجَ. فَمَا سُئِلَ يَوْمَئِذٍ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ وَلا أُخِّرَ إلاَّ قَالَ: افْعَلْ وَلا حَرَجَ))
250. Abdullah bin Amr bin Al Ash menuturkan bahwa Rasulullah wukuf di Mina saat haji Wada'sehingga para sahabat bertanya kepada beliau. Ada yang bertanya kepada beliau, 'Aku tidaklah tahu, aku sudah terlanjur mencukur rambut sebelum aku menyembelih (hewan kurban).
Nabi lalu bersabda, 'Sembelihlah hewan kurban. Engkau tidaklah berdosa.'
Ada juga yang bertanya, 'Aku tidaklah tahu, aku sudah terlanjur menyembelih (hewan kurban) sebelum aku melempar (jumrah)."
Nabi bersabda, 'Lemparlah (jumrah). Engkau tidaklah berdosa." Pada saat itu, setiap kali Rasulullah ditanya tentang amalan yang didahulukan dan diakhirkan, maka beliau menjawab, 'Kerjakanlah. Engkau tidaklah berdosa. "
Umdatul Ahkam (315250)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ النَّخَعِيِّ: ((أَنَّهُ حَجَّ مَعَ ابْنِ مَسْعُودٍ. فَرَآهُ رَمَى الْجَمْرَةَ الْكُبْرَى بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ فَجَعَلَ الْبَيْتَ عَنْ يَسَارِهِ , وَمِنًى عَنْ يَمِينِهِ. ثُمَّ قَالَ: هَذَا مَقَامُ الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ - صلى الله عليه وسلم -))
251. Abdurrahman bin Yazid An Nakha'i menuturkan bahwa dirinya pernah berhaji bersama Ibnu Mas'ud. Dia melihat Ibnu Mas'ud melempar Jumrah Kubra dengan tujuh kerikil. Ibnu Mas'ud mengambil posisi, Ka'bah di sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya. Ibnu Mas'ud lalu berkata, "Ini adalah tempat diturunkannya surat Al Baqarah kepada Nabi ."
Umdatul Ahkam (315251)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((اللَّهُمَّ ارْحَمْ الْمُحَلِّقِينَ. قَالُوا: وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: اللَّهُمَّ ارْحَمْ الْمُحَلِّقِينَ. قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: وَالْمُقَصِّرِينَ))
252. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah berdo'a, "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada orang-orang yang telah mencukur rambut."
Para sahabat bertanya, "Bagaimana dengan orang-orang yang (hanya) memotong rambut, wahai Rasulullah?’ Nabi berdo'a, "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada orang-orang yang telah mencukur rambut."
Para sahabat bertanya, "Bagaimana dengan orang-orang yang (hanya) memotong rambut, wahai Rasulullah ?’
Nabi berdo'a, "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada orang-orang yang telah mencukur rambut."
Para sahabat bertanya, "Bagaimana dengan orang-orang yang (hanya) memotong rambut, wahai Rasulullah"
Nabi pun berdo'a, ‘Dan juga kepada orang-orang yang memotong rambut."
Umdatul Ahkam (315252)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((حَجَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَأَفَضْنَا يَوْمَ النَّحْرِ. فَحَاضَتْ صَفِيَّةُ. فَأَرَادَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - مِنْهَا مَا يُرِيدُ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِهِ. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّهَا حَائِضٌ. قَالَ: أَحَابِسَتُنَا هِيَ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّهَا قَدْ أَفَاضَتْ يَوْمَ النَّحْرِ قَالَ: اُخْرُجُوا))
وَفِي لَفْظٍ: قَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: ((عَقْرَى , حَلْقَى. أَطَافَتْ يَوْمَ النَّحْرِ؟ قِيلَ: نَعَمْ. قَالَ: فَانْفِرِي))
253. Aisyah mengatakan, "Kami berhaji bersama Nabi . Kami lantas melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijah. Sementara itu Shafiyah haid, padahal Nabi menginginkannya sebagaimana yang diinginkan seorang lelaki terhadap isterinya. ‘
Aisyah lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, Shafiyah sedang haid. ‘ Nabi bersabda, ‘Apakah berarti dia akan menunda kepulangan kita?"
Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, sebenarnya Shafiyah telah melakukan thawaf Ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijah. ‘
Nabi bersabda, ‘jika demikian, maka berangkatlah. ‘
Dalam lafal lain dikatakan bahwa Nabi bersabda, ‘Dia mandul dan tidak beruntung. Apakah dia sudah thawaf pada tanggal 10 Dzulhijah?"
Ada yang menjawab, ’Ya. '
Beliau bersabda, 'Kalau begitu berangkatlah.’
Umdatul Ahkam (315253)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ , إلاَّ أَنَّهُ خُفِّفَ عَنْ الْمَرْأَةِ الْحَائِضِ))
254. Abdullah bin Abbas mengatakan, ’Orang-orang diperintahkan agar amalan mereka yang terakhir adalah (thawaf wada') di Ka'bah. Akan tetapi wanita yang haid diberi keringanan."
Umdatul Ahkam (315254)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((اسْتَأْذَنَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَنْ يَبِيتَ بِمَكَّةَ لَيَالِيَ مِنىً , مِنْ أَجْلِ سِقَايَتِهِ فَأَذِنَ لَهُ)) .
255. Abdullah bin Umar mengatakan, 'Al Abbas bin Abdul Muthallib meminta izin kepada Rasulullah agar bisa mabit (bermalam) di Mekah pada malam-malam dimana seharusnya dia berada di Mina karena hendak memberi minum (kepada orang-orang yang berhaji). Beliau pun lantas memberikan izin kepadanya.
Umdatul Ahkam (315255)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ فَسْخِ الحجِّ إِلى العُمْرَةِ
KITAB HAJI - BAB MEMASUKKAN HAJI KE DALAM UMRAH
وَعَنْهُ - أَيْ عَنْ ابْنِ عُمَرَ - قَالَ: ((جَمَعَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ «بِجَمْعٍ» , لِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا إقَامَةٌ. وَلَمْ يُسَبِّحْ بَيْنَهُمَا , وَلا عَلَى إثْرِ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا))
256. Abdullah bin Umar mengatakan, "Nabi menjamak shalat Maghrib dan Isya' bersama orang banyak. Setiap shalat tersebut (didahului) dengan iqamat. Beliau tidaklah melakukan shalat sunnah di antara kedua shalat tersebut dan tidak pula setelah salah satu dari kedua shalat tersebut."
Umdatul Ahkam (315256)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ المُحْرِمِ يأْكلُ من صيدِ الحلالِ
KITAB HAJI - BAB HUKUM MEMAKAN HEWAN BURUAN YANG DIHALALKAN BAGI ORANG YANG BERIHRAM
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - خَرَجَ حَاجَّاً. فَخَرَجُوا مَعَهُ. فَصَرَفَ طَائِفَةً مِنْهُمْ - فِيهِمْ أَبُو قَتَادَةَ - وَقَالَ: خُذُوا سَاحِلَ الْبَحْرِ , حَتَّى نَلْتَقِيَ. فَأَخَذُوا سَاحِلَ الْبَحْرِ فَلَمَّا انْصَرَفُوا أَحْرَمُوا كُلُّهُمْ , إلاَّ أَبَا قَتَادَةَ , فَلَمْ يُحْرِمْ. فَبَيْنَمَا هُمْ يَسِيرُونَ إذْ رَأَوْا حُمُرَ وَحْشٍ. فَحَمَلَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَى الْحُمُرِ. فَعَقَرَ مِنْهَا أَتَانَاً. فَنَزَلْنَا فَأَكَلْنَا مِنْ لَحْمِهَا. ثُمَّ قُلْنَا: أَنَأْكُلُ لَحْمَ صَيْدٍ , وَنَحْنُ مُحْرِمُونَ؟ فَحَمَلْنَا مَا بَقِيَ مِنْ لَحْمِهَا فَأَدْرَكْنَا رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -. فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مِنْكُمْ أَحَدٌ أَمَرَهُ أَنْ يَحْمِلَ عَلَيْهَا , أَوْ أَشَارَ إلَيْهَا؟ قَالُوا: لا. قَالَ: فَكُلُوا مَا بَقِيَ مِنْ لَحْمِهَا))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((قَالَ: هَلْ مَعَكُمْ مِنْهُ شَيْءٌ؟ فَقُلْت: نَعَمْ. فَنَاوَلْتُهُ الْعَضُدَ , فَأَكَلَ مِنْهَا)) .
257. Abu Qatadah Al Anshari menuturkan bahwa Rasulullah keluar untuk berhaji. Oleh karena itu, orang-orang pun keluar bersama beliau. Nabi lalu merubah jalur untuk sekelompok para sahabat -yang di dalamnya termasuk Abu Qatadah.
Nabi bersabda, "Lewatlah jalur pantai sampai nanti kita bertemu."
Mereka lalu melewati jalur pantai. Ketika mereka beranjak, maka mereka semua berihram kecuali Abu Qatadah yang tidak berihram. Dalam perjalanan, mereka melihat keledai-keledai liar. Abu Qatadah lalu dapat memburunya dan menyembelih seekor keledai betina. Kami lalu singgah di suatu tempat dan makan sebagian daging keledai tersebut. Kami mengatakan, "Apakah kami boleh makan daging hewan buruan padahal kami sedang berihram?"
Kami lalu bertemu dengan Rasulullah dan menanyakan masalah tersebut. Nabi lalu bersabda, "Adakah seseorang di antara kalian yang menyuruh Abu Qatadah untuk berburu atau menunjukkan hewan buruan kepadanya."
Kami menjawab, 'Tidak ada."
Rasulullah bersabda, 'Makanlah sisa daging yang ada.'
Dalam riwayat yang lain dikatakan, 'Apakah kalian masih membawa sisanya ?'
Aku menjawab, 'Ya.'
Aku lalu memberi beliau paha keledai. Beliau pun memakannya.
Umdatul Ahkam (315257)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الحجِّ - بابُ المُحْرِمِ يأْكلُ من صيدِ الحلالِ
KITAB HAJI - BAB HUKUM MEMAKAN HEWAN BURUAN YANG DIHALALKAN BAGI ORANG YANG BERIHRAM
عَنْ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ اللَّيْثِيِّ - رضي الله عنه - ((أَنَّهُ أَهْدَى إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - حِمَاراً وَحْشِيَّاً , وَهُوَ بِالأَبْوَاءِ أَوْ بِوَدَّانَ - فَرَدَّهُ عَلَيْهِ. فَلَمَّا رَأَى مَا فِي وَجْهِي , قَالَ: إنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إلاَّ أَنَّا حُرُمٌ))
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ «رِجْلَ حِمَارٍ» وَفِي لَفْظٍ «شِقَّ حِمَارٍ» وَفِي لَفْظٍ «عَجُزَ حِمَارٍ»
وَجْهُ هَذَا الْحَدِيْثِ أَنَّهُ ظَنَّ أَنَّهُ صِييدَ لِأَجْلِهِ وَالْمُحْرِمُ لَايَأْكُلُ مَا صِيْدَ لِأَجْلِهِ
258. Ash Sha'bi bin Jatsamah Al Laitsi menuturkan bahwa dirinya memberikan hadiah kepada Nabi berupa keledai liar ketika beliau di Abwa' atau di Waddan akan tetapi beliau menolaknya. Ketika melihat raut muka Ash Sha'bi berubah, maka beliau bersabda, 'Tidaklah kami menolak hadiahmu, melainkan karena aku sedang berihram.'
Dalam lafal Imam Muslim disebutkan, "Kaki keledai.' Dalam lafal lain disebutkan, 'Bagian samping keledai." Dalam lafal yang lain disebutkan juga, 'Pantat keledai."
Makna hadits di atas adalah Rasulullah mengira bahwa keledai itu sengaja diburu untuk beliau. Sedangkan orang yang berihram tidak boleh makan hewan yang sengaja diburu untuknya.
Umdatul Ahkam (315258)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ
KITAB JUAL BELI
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ: ((إذَا تَبَايَعَ الرَّجُلانِ , فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْخِيَارِ مَالَمْ يَتَفَرَّقَا وَكَانَا جَمِيعاً , أَوْ يُخَيِّرَ أَحَدُهُمَا الآخَرَ. فَتَبَايَعَا عَلَى ذَلِكَ. فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ . وَإِنْ تَفَرَّقَا بَعْدَ أَنْ تَبَايَعَا وَلَمْ يَتْرُكْ وَاحِدٌ مِنْهُمَا الَبْيعَ، فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ ))
259. Abdullah bin Umar meriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, ‘Apabila dua orang melakukan transaksi jua! Beli, maka setiap orang dari mereka berdua (memiliki hak khiyar selama keduanya belum berpisah dan mereka berdua masih bersama-sama atau (selama) salah seorang di antara mereka berdua menetapkan khiyar kepada rekannya Jika salah seorang di antara mereka berdua menetapkan khiyar kepada rekannya lalu keduanya melakukan jua! beli atas dasar ketetapan tersebut, maka jadilah transaksi tersebut. Jika keduanya berpisah setelah terjadi transaksi dan salah seorang di antara mereka berdua tidaklah meninggalkan barang yang dibelinya, maka jadilah tramsaksi tersebut.
Umdatul Ahkam (315259)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ
KITAB JUAL BELI
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا - أَوْ قَالَ: حَتَّى يَتَفَرَّقَا - فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا. وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا))
260 Hakim bin Hizam menuturkan bahwa Rasulullah bersabda "Penjual dan pembeli itu memiliki hak khiyar selama keduanya belum berpisah"-"Jika keduanya jujur dan menjelaskandadat barang, maka keduanya akan mendapatkan berkah dalam jual beli mereka. Jika keduanya saling menyembunyikan cacat barang atau berdusta, maka berkah jual beli mereka dihilangkan"
Umdatul Ahkam (315260)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ الْمُنَابَذَةِ - وَهِيَ طَرْحُ الرَّجُلِ ثَوْبَهُ بِالْبَيْعِ إلَى الرَّجُلِ قَبْلَ أَنْ يُقَلِّبَهُ , أَوْ يَنْظُرَ إلَيْهِ - وَنَهَى عَنْ الْمُلامَسَةِ. وَالْمُلامَسَةُ: لَمْسُ الثَّوْبِ وَلا يُنْظَرُ إلَيْهِ))
261. Abu Sa'id Al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah melarang sistem munabadzah, yaitu (sistem jual beli di mana) penjual melemparkan pakaiannya kepada pembeli ketika melakukan jual beli sebelum pembeli membalik atau memeriksa pakaian tersebut (Nabi juga melarang) sistem mulamasah, yaitu (sistem jual beli dimana pembeli hanya menyentuh pakaian tanpa mencermatinya. "
Umdatul Ahkam (315261)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا تَلَقَّوْا الرُّكْبَانَ , وَلا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ. وَلا تَنَاجَشُوا. وَلا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ. وَلا تُصَرُّوا الْغَنَمَ. وَمَنْ ابْتَاعَهَا فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ , بَعْدَ أَنْ يَحْلُبَهَا. وَإِنْ رَضِيَهَا أَمْسَكَهَا , وَإِنْ سَخِطَهَا رَدَّهَا وَصَاعاً مِنْ تَمْرٍ))
وَفِي لَفْظٍ: ((هُوَ بِالْخِيَارِ ثَلاثَاً))
262. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian menghadang kafilah dagang (untuk membeli barang dagangannya), janganlah seseorang itu meminta kepada penjual untuk membatalkan transaksi-nya dengan pembeli agar orang tersebut bisa membeli suatu barang tertentu, janganlah kalian melakukan najsy, janganlah orang kota menjualkan untuk orang desa, janganlah menahan susu kambing dalam teteknya. Barangsiapa yang membeli kambing tersebut, maka dia boleh memilih yang terbaik di antara dua pilihan yang ada setelah dia memerah kambing tersebut. Jika dia rela dengan kambilng tersebut, maka maka dia boleh mengambilnya Namun jika tidak menyukainya, maka dia bisa mengembalikannya beserta satu sha kurma "
Dalam lafal yang lain dikatakan. 'Dia masih memiliki hak khryar selama tiga hari"
Umdatul Ahkam (315262)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ بَيْعِ حَبَلِ الْحَبَلَةِ. وَكَانَ بَيْعاً يَتَبَايَعُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ الرَّجُلُ يَبْتَاعُ الْجَزُورَ إلَى أَنْ تُنْتَجَ النَّاقَةُ. ثُمَّ تُنْتَجَ الَّتِي فِي بَطْنِهَا. قِيلَ: إنَّهُ كَانَ يَبِيعُ الشَّارِفَ - وَهِيَ الْكَبِيرَةُ الْمُسِنَّةُ - بِنِتَاجِ الْجَنِينِ الَّذِي فِي بَطْنِ نَاقَتِهِ))
263. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah melarang jual beli anak hewan ternak yang masih dalam kandungan induknya. Sebalumnya orang-orang jahiliyah memperjualbelikannya. Dulu orang memeprjualbelikan anak unta yang akan dilahirkan oleh anak unta yang akan dilahirkan oleh induknya.
Adapula yang mengatakan, "Ada orang yang memperjualbelikan unta betina yang sudah berumur dua tahun bersama anak yang akan dilahirkan dari janin yang masih berada di datam unta tersebut."
Umdatul Ahkam (315263)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
وَعَنْهُ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلاحُهَا. نَهَى الْبَائِعَ وَالْمُبْتَاعَ)).
264. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah melarang juaI beli buah-buahan sebelum nampak kematangannya. Beliau melarang pejual dan pembelinya.
Umdatul Ahkam (315264)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى تُزْهِيَ قِيلَ: وَمَا تُزْهِي؟ قَالَ: حَتَّى تَحْمَرَّ. قَالَ: أَرَأَيْتَ إنْ مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ , بِمَ يَسْتَحِلُّ أَحَدُكُمْ مَالَ أَخِيهِ؟))
265. Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah melarang jual beli buah-buahan sebelum malang Ada yang bertanya, "Bagaimana tanda kematangannya?"
Nabi menjawab, "Hingga memerah.' Nabi bersabda, 'Bagaimana menurut pendapatmu jika Allah mengharamkan buah-buahan lantaran salah seorang di antara kalian menghalalkan harta saudaranya?"
Umdatul Ahkam (315265)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ تُتَلَقَّى الرُّكْبَانُ , وَأَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ، قَالَ: فَقُلْتُ لابْنِ عَبَّاسٍ: مَا قَوْلُهُ حَاضِرٌ لِبَادٍ؟ قَالَ: لا يَكُونُ لَهُ سِمْسَاراً))
266. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Rasulullah melarang mencegat kafilah dagang dan orang kota menjualkan barang untuk orang desa.
Thawus mengatakan bahwa dirinya lantas bertanya kepada Ibnu Abbas, 'Apakah yang dimaksud dengan sabda Nabi, Orang kota menjualkan barang untuk orang desa ?”
Ibnu Abbas menjawab, 'Tidak memakai makelar."
Umdatul Ahkam (315266)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ الْمُزَابَنَةِ: أَنْ يَبِيعَ ثَمَرَ حَائِطِهِ , إنْ كَانَ نَخْلاً: بِتَمْرٍ كَيْلاً. وَإِنْ كَانَ كَرْماً: أَنْ يَبِيعَهُ بِزَبِيبٍ كَيْلاً , أَوْ كَانَ زَرْعاً: أَنْ يَبِيعَهُ بِكَيْلِ طَعَامٍ. نَهَى عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ))
267. Abdullah bin Umar menuturkan, "Rasulullah SAW melarang sistem muzabanah, yaitu seseorang menjual buah-buahan di kebunnya, jika berupa kurma basah, maka dia menukarnya dengan kurma kering sejumlah takaran tertentu, jika berupa anggur basah, maka dia menukarnya dengan anggur kering sejumlah takaran tertentu. Jika berupa gandum, maka dia menukarnya dengan makanan sejumlah takaran tertentu. Rasulullah melarang itu semua."
Umdatul Ahkam (315267)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ: ((نَهَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ الْمُخَابَرَةِ وَالْمُحَاقَلَةِ , وَعَنْ الْمُزَابَنَةِ وَعَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلاحُهَا , وَأَنْ لا تُبَاعَ إلاَّ بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ , إلاَّ الْعَرَايَا))
الْمُحَاقَلَةِ: بيعُ الحِنْطَةِ في سُنْبُلِها بِحِنْطَةِ.
268. Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa Rasulullah melarang sistem mukhabarah, muhaqalah, muzabanah dan menjual buah-buahan sebelum nampak kematangannya. Buah-buahan tersebut tidak boleh diperjualbelikan kecuali dengan dinar dan dirham terkecuali dengan sistem ariyah."
Muhaqalah menjual biji gandum yang masih berada di tangkainya dengan gandum (yang siap dimakan).
Umdatul Ahkam (315268)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ , وَمَهْرِ الْبَغِيِّ , وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ))
269. Abu Mas'ud Al Anshari menuturkan bahwa Rasulullah mengharamkan uang hasil penjualan anjing, uang hasil melacur dan uang hasil praktek pedukunan.
Umdatul Ahkam (315269)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ مانُهِيَ عنْهُ منَ البيوعِ
KITAB JUAL BELI - BAB JUAL BELI YANG TERLARANG
عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ - رضي الله عنه - أَنْ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((ثَمَنُ الْكَلْبِ خَبِيثٌ. وَمَهْرُ الْبَغِيِّ خَبِيثٌ , وَكَسْبُ الْحَجَّامِ خَبِيثٌ))
270. Rafi' bin Khadij menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Uang hasil penjualan anjing itu adalah buruk. Uang hasil melacur adalah buruk. Uang hasil praktek bekam juga buruk."
Umdatul Ahkam (315270)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ العَرايا وغير ذلكَ
KITAB JUAL BELI - BAB ARIYAH DAN SEMACAMNYA
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ - رضي الله عنه - ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - رَخَّصَ لِصَاحِبِ الْعَرِيَّةِ: أَنْ يَبِيعَهَا بِخَرْصِهَا))
وَلِمُسْلِمٍ: ((بِخَرْصِهَا تَمْراً , يَأْكُلُونَهَا رُطَباً))
271. Za'id bin Tsabit menuturkan bahwa Rasulullah memberikan dispensasi kepada orang yang melakukan sistem ariyah untuk menjual barangnya dengan cara menaksir harga barang.
Imam Muslim meriwayatkan, 'Dengan menaksir kurma kering yang biasa dimakan dalam keadaan basah“
Umdatul Ahkam (315271)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ العَرايا وغير ذلكَ
KITAB JUAL BELI - BAB ARIYAH DAN SEMACAMNYA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - رَخَّصَ فِي بَيْعِ الْعَرَايَا فِي خَمْسَةِ أَوْسُقٍ أَوْ دُونَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ))
272. Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi memberikan dispensasi untuk melakukan jual beli dengan sistem ariyah untuk barang yang nilainya lima wasaq atau kurang dari lima wasaq.
Umdatul Ahkam (315272)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ العَرايا وغير ذلكَ
KITAB JUAL BELI - BAB ARIYAH DAN SEMACAMNYA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((مَنْ بَاعَ نَخْلاً قَدْ أُبِّرَتْ فَثَمَرُهَا لِلْبَائِعِ , إلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ))
وَلِمُسْلِمٍ ((وَمَنْ ابْتَاعَ عَبْداً فَمَالُهُ لِلَّذِي بَاعَهُ إلاَّ أَنْ يُشْتَرَطَ الْمُبْتَاعُ))
273. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda. "Barangsiapa menjual pohon kurma yang telah dikawinkan, maka buahnya menjadi hak penjualnya kecuali jika pembeli mengajukan syarat tertentu "
Dalam riwayat Imam Muslm dikatakan, 'Barangsiapa membeli budak, maka harta budak tersebut menjadi milik orang yang menjualnya kecuali jika pembelinya mengajukan syarat tertentu.
Umdatul Ahkam (315273)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ العَرايا وغير ذلكَ
KITAB JUAL BELI - BAB ARIYAH DAN SEMACAMNYA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ ابْتَاعَ طَعَامًا فَلا يَبِعْهُ حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ)) وَفِي لَفْظٍ: ((حَتَّى يَقْبِضَهُ)).
وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ مِثْلُهُ.
274. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda "Barangsiapa membeli makanan, maka dia tidak boleh menjualnya sebelum dia menerimanya secara keseluruhan."
Dalam lafal yang lain disebutkan 'Sebelum dia menerimanya.
Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas juga memiliki lafal seperti hadits di atas."
Umdatul Ahkam (315274)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ العَرايا وغير ذلكَ
KITAB JUAL BELI - BAB ARIYAH DAN SEMACAMNYA
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ عَامَ الْفَتْحِ: ((إنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ. فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ؟ فَإِنَّهُ يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ , وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ. وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ. فَقَالَ: لا، هُوَ حَرَامٌ. ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عِنْدَ ذَلِكَ: قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ. إنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهِمْ شُحُومَهَا، جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ))
275. Jabir berkata bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda di Mekah pada saat penaklukan kota tersebut, 'Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan jual-beli minuman keras, bangkai, babi, dan berhala."
Ada seseorang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang lemak dari bangkai karena dia biasa digunakan untuk mengecat kapal, meminyaki kulit, dan digunakan untuk penerangan oleh orang banyak.'
Nabi menjawab, 'Tidak boleh, benda itu haram.’
Rasulullah lalu bersabda, 'Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi. Tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya, kemudian mereka jual dan mereka makan hasil penjualan tersebut.
Umdatul Ahkam (315275)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ السَّلَمِ
KITAB JUAL BELI - BAB SALAM/SALAF
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - الْمَدِينَةَ , وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي الثِّمَارِ: السَّنَةَ وَالسَّنَتَيْنِ وَالثَّلاثَ. فَقَالَ: مَنْ أَسْلَفَ فِي شَيْءٍ فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ , وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ , إلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ))
276. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Rasulullah tiba di Madinah. Ketika itu, orang-orang melakukan salaf pada buah-buahan untuk satu, dua atau tiga tahun.
Nabi bersabda, 'Barangsiapa yang melakukan salaf pada sesuatu, maka hendaknya dia melakukannya dengan takaran yang jelas, timbangan yang jelas dan tempo waktu yang jelas pula."
Umdatul Ahkam (315276)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الشُّروطِ في البيعِ
KITAB JUAL BELI - BAB PERSYARATAN DALAM JUAL BELI
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((جَاءَتْنِي بَرِيرَةُ: فَقَالَتْ: كَاتَبْتُ أَهْلِي عَلَى تِسْعِ أَوَاقٍ , فِي كُلِّ عَامٍ أُوقِيَّةٌ. فَأَعِينِينِي. فَقُلْتُ: إنْ أَحَبَّ أَهْلُكِ أَنْ أَعُدَّهَا لَهُمْ , وَوَلاؤُكِ لِي فَعَلْتُ. فَذَهَبَتْ بَرِيرَةُ إلَى أَهْلِهَا , فَقَالَتْ: لَهُمْ. فَأَبَوْا عَلَيْهَا. فَجَاءَتْ مِنْ عِنْدِهِمْ وَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - جَالِسٌ. فَقَالَتْ: إنِّي عَرَضْتُ ذَلِكَ عَلَى أَهْلِي , فَأَبَوْا إلاَّ أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْوَلاءُ. فَأَخْبَرَتْ عَائِشَةُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم -. فَقَالَ: خُذِيهَا وَاشْتَرِطِي لَهُمُ الْوَلاءَ. فَإِنَّمَا الْوَلاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ. فَفَعَلَتْ عَائِشَةُ. ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي النَّاسِ , فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ. ثُمَّ قَالَ: أَمَّا بَعْدُ. فَمَا بَالُ رِجَالٍ يَشْتَرِطُونَ شُرُوطاً لَيْسَتْ فِي كِتَابِ اللَّهِ؟ كُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ. قَضَاءُ اللَّهِ أَحَقُّ. وَشَرْطُ اللَّهِ أَوْثَقُ. وَإِنَّمَا الْوَلاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ))
277. Aisyah menuturkan bahwa Barirah mendatanginya dan berkata, "Aku telah sepakat dengan tuanku untuk membayar sembilan uqiyah agar aku dibebaskan. Setiap tahunnya aku harus membayarkan satu uqiyah. Oleh karena itu, tolonglah aku."
Aisyah berkata, 'Jika tuanmu setuju aku membayarkannya kepada mereka dan wala' mu menjadi milikku, maka aku akan melakukannya."
Barirah pun pergi menemui tuannya. Dia lalu menyampaikan kepada tuannya, akan tetapi mereka menolaknya. Setelah dari mereka, Barirah datang lagi dan ketika itu Rasulullah sedang duduk.
Barirah berkata, 'Aku sudah menawarkan hal itu kepada mereka tetapi mereka menolaknya, kecuali kalau wala' itu menjadi milik mereka.' Nabi mendengar (hal itu). Aisyah lalu menceritakan hal itu kepada Nabi . Nabi lalu bersabda, 'Ambilah Barirah dan ajukan persyaratan kepada mereka bahwa wala' (itu menjadi hakmu). Sesungguhnya wala' itu menjadi hak orang yang membebaskan." Aisyah lalu melakukannya. Rasulullah lantas berdiri di tengah-tengah orang banyak. Beliau memuji dan menyanjung Allah dan bersabda, 'Amma ba'du, sungguh mengherankan jika ada orang yang meminta beberapa syarat yang tidak terdapat dalam Al Qur'an. Syarat apa pun yang tidak terdapat dalam Al Qur'an, maka syarat tersebut adalah batil walaupun ada seratus syarat. Ketetapan Allah itu lebih utama dan syarat dari Allah itu lebih kokoh (untuk diikuti). Sesungguhnya wala' itu menjadi hak bagi orang yang membebaskan."
Umdatul Ahkam (315277)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الشُّروطِ في البيعِ
KITAB JUAL BELI - BAB PERSYARATAN DALAM JUAL BELI
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما ((أَنَّهُ كَانَ يَسِيرُ عَلَى جَمَلٍ فَأَعْيَا , فَأَرَادَ أَنْ يُسَيِّبَهُ. فَلَحِقَنِي النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَدَعَا لِي , وَضَرَبَهُ. فَسَارَ سَيْراً لَمْ يَسِرْ مِثْلَهُ. ثُمَّ قَالَ: بِعْنِيهِ بِوُقِيَّةٍ. قُلْتُ: لا. ثُمَّ قَالَ: بِعْنِيهِ. فَبِعْتُهُ بِأُوقِيَّةٍ. وَاسْتَثْنَيْتُ حِمْلانَهُ إلَى أَهْلِي. فَلَمَّا بَلَغْتُ: أَتَيْتُهُ بِالْجَمَلِ. فَنَقَدَنِي ثَمَنَهُ. ثُمَّ رَجَعْتُ. فَأَرْسَلَ فِي إثْرِي. فَقَالَ: أَتُرَانِي مَاكَسْتُكَ لآخُذَ جَمَلَكَ؟ خُذْ جَمَلَكَ وَدَرَاهِمَكَ. فَهُوَ لَكَ))
278. Jabir bin Absullah menuturkan bahwa dirinya pernah mengendarai unta, tetapi unta tersebut lalu menjadi lemah. Oleh karena itu, dia hendak melepaskannya.
Jabir menuturkan, 'Aku disusul oleh Nabi . Nabi lalu mendo'akanku dan menepuk untaku. Unta tersebut lantas bisa berjalan dengan cara jalan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Nabi berkata, 'Juallah unta itu kepadaku dengan harga satu uqiyah.'
'Tidak", jawab Jabir.
Jual saja unta itu padaku,' ulang Nabi. Aku lalu menjualnya dengan harga satu uqiyah, tetapi aku mengajukan persyaratan agar bisa membawa unta tersebut untuk menemui keluargaku. Ketika sudah sampai, aku pun mendatangi beliau dengan membawa unta tersebut. Beliau lantas membayarnya. Aku lantas kembali. Namun, ternyata Nabi mengirim utusan untuk menyusulku.
Nabi bersabda, 'Apakah engkau mengira aku menawar padamu untuk mengambil untamu? Ambillah untamu dan uang dirhammu karena itu semua adalah milikmu.
Umdatul Ahkam (315278)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الشُّروطِ في البيعِ
KITAB JUAL BELI - BAB PERSYARATAN DALAM JUAL BELI
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ. وَلا تَنَاجَشُوا وَلا يَبِعِ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ. وَلا يَخْطُبْ عَلَى خِطْبَتِهِ أَخِيْهِ. وَلا تَسْأَلِ الْمَرْأَةُ طَلاقَ أُخْتِهَا لِتَكْفَأَ مَا فِي إِنَائِهَا))
279. Abu Hurairah mengatakan, 'Rasulullah melarang orang kota menjualkan untuk orang desa. Janganlah kalian melakukan sistem najsy. Janganlah seseorang itu meminta kepada penjual untuk membatalkan transaksinya dengan pembeli agar orang tersebut bisa membeli suatu barang tertentu. Janganlah seseorang itu melamar wanita yang sedang dipinang saudaranya. Janganlah seorang wanita itu meminta seseorang untuk menceraikan isterinya agar wanita tersebut bisa menumpahkan apa yang ada di dalam bejana isterinya.
Umdatul Ahkam (315279)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرِّبا والصَّرْفِ
KITAB JUAL BELI - BAB RIBA DAN SHARF
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((الذَّهَبُ بِالْوَرِقِ رِبًا , إلاَّ هَاءَ وَهَاءَ، وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِباً , إلاَّ هَاءَ وَهَاءَ. وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِباً , إلاَّ هَاءَ وَهَاءَ))
280. Umar bin Al Khathab menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jual beli emas dengan emas adalah riba kecuali secara kontan. Jua! beli perak dengan perak adalah riba kecuali secara kontan. Jual beli gandum dengan gandum adalah riba kecuali secara kontan. Jual beli sya’ir dengan sya’ir adalah riba kecuali secara kontan.
Umdatul Ahkam (315280)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرِّبا والصَّرْفِ
KITAB JUAL BELI - BAB RIBA DAN SHARF
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ. وَلا تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ. وَلا تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إلاَّ مِثْلاًّ بِمِثْلٍ. وَلا تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ. وَلا تَبِيعُوا مِنْهَا غَائِباً بِنَاجِزٍ))
وَفِي لَفْظٍ ((إلاَّ يَداً بِيَدٍ))
وَفِي لَفْظٍ ((إلاَّ وَزْناً بِوَزْنٍ , مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ))
281 Abu Sa'id Al Khudri , menuturkan bahwa Rsulullah bersabda, "Janganlah kalian menjual emas ditukar dengan emas kecuali yang sama beratnya dan janganlah kalian saling melebihkan satu sama lain, janganlah kalian menjual perak ditukar dengan perak kecuali yang sama beratnya dan janganlah kaitan saling melebihkan satu sama lain. Janganlah kalian menjual di antara barang-barang tersebut yang tidak ada dengan barang yang sudah ada "
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Kecuali dengan kontan". Dalam lafal yang lain dikatakan, "Kecuali jika keduanya sama berat"
Umdatul Ahkam (315281)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرِّبا والصَّرْفِ
KITAB JUAL BELI - BAB RIBA DAN SHARF
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((جَاءَ بِلالٌ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِتَمْرٍ بَرْنِيِّ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: مِنْ أَيْنَ لَكَ هَذَا؟ قَالَ بِلالٌ: كَانَ عِنْدَنَا تَمْرٌ رَدِيءٌ , فَبِعْتُ مِنْهُ صَاعَيْنِ بِصَاعٍ لِيَطْعَمَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - عِنْدَ ذَلِكَ: أَوَّهْ , أَوَّهْ , عَيْنُ الرِّبَا , عَيْنُ الرِّبَا , لا تَفْعَلْ. وَلَكِنْ إذَا أَرَدْتَ أَنْ تَشْتَرِيَ فَبِعْ التَّمْرَ بِبَيْعٍ آخَرَ. ثُمَّ اشْتَرِ بِهِ))
282. Abu Sa'id Al Khudri menuturkan bahwa Bilal datang kepada Nabi dengan membawa kurma Barni. Nabi lalu bertanya kepadanya, "Darimanakah kurma ini ?"."
Seketika itu juga Nabi bersabda, "Itulah riba yang sebenarnya, janganlah engkau melakukannya, akan tetapi jika engkau hendak membelinya, maka juallah kurmamu yang jelek dengan penjualan lain. Setelah itu belilah kurma yang bagus"
Umdatul Ahkam (315282)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرِّبا والصَّرْفِ
KITAB JUAL BELI - BAB RIBA DAN SHARF
عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ قَالَ: ((سَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ وَزَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ , عَنْ الصَّرْفِ؟ فَكُلُّ وَاحِدٍ يَقُولُ: هَذَا خَيْرٌ مِنِّي. وَكِلاهُمَا يَقُولُ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ بَيْعِ الذَّهَبِ بِالْوَرِقِ دَيْناً))
283. Abu Al Minhal berkata, saya bertanya kepada Al Barra' bin Azib dan Zaid bin Arqam tentang sharf. Masing-masing dan dari keduanya mengatakan, ’orang ini lebih baik daripada aku ’
Keduanya mengatakan, 'Rasulullah melarang jual beli emas dengan perak secara hutang (tidak kontan)"
Umdatul Ahkam (315283)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرِّبا والصَّرْفِ
KITAB JUAL BELI - BAB RIBA DAN SHARF
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((نَهَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ الْفِضَّةِ بِالْفِضَّةِ , وَالذَّهَبِ بِالذَّهَبِ , إلاَّ سَوَاءً بِسَوَاءٍ , وَأَمَرَنَا: أَنْ نَشْتَرِيَ الْفِضَّةَ بِالذَّهَبِ , كَيْفَ شِئْنَا. وَنَشْتَرِيَ الذَّهَبَ بِالْفِضَّةِ كَيْفَ شِئْنَا. قَالَ: فَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَدًا بِيَدٍ؟ فَقَالَ: هَكَذَا سَمِعْتُ))
284. Abu Bakrah berkata, "Rasulullah melarang tukar-menukar perak dengan perak dan emas dengan emas kecuali jika beratnya sama. Rasulullah memerintahkan kepada kami untuk membeli perak dengan emas sekehendak kami. (Beliau juga memerintahkan kami) untuk membeli emas ditukar dengan perak sekehendak kami.'
Dia (rawi) berkata, ada seorang lelaki yang bertanya kepadanya, ‘Apakah maksudnya setara kontan ?'
Dia manjawab, “Begitulah yang kudengar"
Umdatul Ahkam (315284)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اشْتَرَى مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَاماً , وَرَهَنَهُ دِرْعاً مِنْ حَدِيدٍ))
285 Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah membeli makanan dari orang Yahudi dan menggadaikan baju perang dari besi kepadanya.
Umdatul Ahkam (315285)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ. فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيءٍ فَلْيَتْبَعْ))
286. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, 'Menunda-nunda dalam membayar hutang padahal sudah mampu adalah tindak kezhahman. Jika salah seorang dt antara kalian diminta untuk mengalihkan hutang kepada orang kaya, maka hendaklah dia mengalihkannya.
Umdatul Ahkam (315286)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَوْ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ -: ((مَنْ أَدْرَكَ مَالَهُ بِعَيْنِهِ عِنْدَ رَجُلٍ - أَوْ إنْسَانٍ - قَدْ أَفْلَسَ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ مِنْ غَيْرِهِ))
287. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda atau dia menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendapatkan hartanya berada pada orang lain yang sedang jatuh pailit, maka dia adalah orang paling berhak terhadap hartanya tersebut daripada orang lain."
Umdatul Ahkam (315287)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ ((جَعَلَ - وَفِي لَفْظٍ: ((قَضَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِالشُّفْعَةِ فِي كُلِّ مَا لَمْ يُقْسَمْ. فَإِذَا وَقَعَتِ الْحُدُودُ , وَصُرِّفَتِ الطُّرُقُ: فَلا شُفْعَةَ))
288. Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa Nabi menjadikan (dalam lafal lain dikatakan, Nabi memberikan keputusan.") syuf'ah dalam setiap harta yang belum dibagikan, Jika batasan-batasan barang dan jalan-jalannya sudah dijelaskan, maka tidak ada lagi syuf'ah.
Umdatul Ahkam (315288)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((قَدْ أَصَابَ عُمَرُ أَرْضاً بِخَيْبَرَ. فَأَتَى النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - يَسْتَأْمِرُهُ فِيهَا. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي أَصَبْتُ أَرْضاً بِخَيْبَرَ , لَمْ أُصِبْ مَالاً قَطُّ هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِي مِنْهُ , فَمَا تَأْمُرُنِي بِهِ؟ فَقَالَ: إنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا , وَتَصَدَّقْتَ بِهَا. قَالَ: فَتَصَدَّقَ بِهَا. غَيْرَ أَنَّهُ لا يُبَاعُ أَصْلُهَا , وَلا يُوهَبُ , وَلا يُورَثُ. قَالَ: فَتَصَدَّقَ عُمَرُ فِي الْفُقَرَاءِ , وَفِي الْقُرْبَى , وَفِي الرِّقَابِ , وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ , وَابْنِ السَّبِيلِ , وَالضَّيْفِ. لا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا: أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوفِ , أَوْ يُطْعِمَ صَدِيقاً , غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيهِ))
وَفِي لَفْظٍ: ((غَيْرَ مُتَأَثِّلٍ))
289. Abdullah bin Umar berkata, Umar mendapatkan bagian tanah di Khaibar, lalu dia menemui Nabi untuk meminta pendapat tentang tanah tersebut. Umar berkata, "Wahai Rasulullah, aku mendapatkan bagian tanah di Khaibar. Aku belum pernah mendapatkan harta yang lebih berharga daripada tanah tersebut. Apakah yang engkau perintahkan kepadaku dengan tanah tersebut?"
Nabi menjawab, "Jika kamu mau, maka engkau bisa mewakafkan tanahnya dan menyedekahkan hasil panennya."
Ibnu Umar menuturkan bahwa Umar lalu bersedekah dengan hasil panennya akan tetapi tanahnya (diwakafkan) tidak boleh dijual, diwariskan dan juga dihibahkan.
Ibnu Umar menuturkan bahwa Umar lantas menyedekahkan hasil panen dari tanah tersebut kepada orang-orang fakir, kerabat, untuk membebaskan budak, untuk keperluan di jalan Allah, untuk para musafir yang kehabisan bekal dan tamu. Tidaklah mengapa sekiranya orang yang mengurusi tanah tersebut memakan hasil panennya tersebut secukupnya atau menyuguhkannya kepada teman tanpa berlebihan.
Dalam lafal yang lain disebutkan, '...(asalkan tidak) untuk menimbunnya."
Umdatul Ahkam (315289)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ عُمَرَ- رضي الله عنه - قَالَ: ((حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , فَأَضَاعَهُ الَّذِي كَانَ عِنْدَهُ , فَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهُ , فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يَبِيعُهُ بِرُخْصٍ. فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم -؟ فَقَالَ: لا تَشْتَرِهِ. وَلا تَعُدْ فِي صَدَقَتِكَ , وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ. فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي هِبَتِهِ كَالْعَائِدِ فِي قَيْئِهِ))
290. Umar menuturkan, "Aku menghibahkan kuda (kepada seseorang) untuk digunakan dijalan Allah. Akan tetapi orang yang diberinya justru menelantarkan kuda tersebut. Aku berkeinginan untuk membeli kuda tersebut dan kukira orang tersebut akan menjualnya dengan harga yang murah. Aku lantas bertanya kepada Nabi . Nabi bersabda, "Janganlah engkau membelinya, jangan pula engkau tarik kembali sedekahmu meskipun dia akan memberikan kepadamu dengan harga satu dirham. Sesungguhnya orang yang meminta kembali barang yang telah dihibahkannya seperti orang yang menelan kembali makanan yang telah dimuntahkannya. "
Umdatul Ahkam (315290)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ: "الْعَائِدُ فِيْ هِبَتِهِ، كَالْعَائِدِ فِيْى قَيْئِهِ"
وَفِيْ لَفْظٍ: "فَإِنَّ الَّذِىْ يَعُوْدُ فِيْ صَدَقَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِئْ ُثُمَّ يَعُوْدُ فِيْ قَيْئِهِ"
291. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, ‘Orang yang meminta kembali barang yang telah dihibahkannya itu seperti orang menelan kembali makanan telah yang dimuntahkannya."
Dalam lafal yang lain dikatakan, “Sesunguhnya orang yang meminta kembali sedekahnya itu seperti anjing yang muntah kemudian menelan kembali muntahannya."
Umdatul Ahkam (315291)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي بِبَعْضِ مَالِهِ. فَقَالَتْ أُمِّي عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ: لا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -. فَانْطَلَقَ أَبِي إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لِيُشْهِدَ عَلَى صَدَقَتِي فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَفَعَلْتَ هَذَا بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ؟ قَالَ: لا. قَالَ: اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا فِي أَوْلادِكُمْ، فَرَجَعَ أَبِي , فَرَدَّ تِلْكَ الصَّدَقَةَ)) . وَفِي لَفْظٍ: ((فَلا تُشْهِدْنِي إذاً. فَإِنِّي لا أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ))
وَفِي لَفْظٍ: ((فَأَشْهِدْ عَلَى هَذَا غَيْرِي))
292. Nu'man bin Basyir menuturkan, 'Bapakku memberikan sebagian hartanya kepadaku. Ibuku lalu berkata, 'Aku tidak ridha sebelum disaksikan oleh Rasulullah "
Bapakku lantas pergi menemui Rasulullah agar beliau menjadi saksi atas pemberian harta itu kepadaku. Rasulullah bersabda, 'Apakah engkau melakukan demikian itu kepada semua anakmu ?"
'Tidak, 'jawab bapakku.
Nabi bersabda, 'Bertakwalah kepada Allah, berbuatlah adillah di antara anak-anak kalian.'
Bapakku lalu kembali dan menarik kembali pemberian tersebut."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Kalau demikian, janganlah engkau menjadikanku sebagai saksi karena aku tidak akan menjadi saksi untuk ketidak adilan."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Mintalah saksi dalam masalah ini kepada orang lain."
Umdatul Ahkam (315292)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ تَمْرٍ أَوْ زَرْعٍ))
293. “Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Nabi memperkerjakan penduduk Khaibar dengan upah separuh dari hasil panen buah dan tanamannya."
Umdatul Ahkam (315293)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ: ((كُنَّا أَكْثَرَ الأنْصَارِ حَقْلاً. وَكُنَّا نُكْرِي الأرْضَ , عَلَى أَنَّ لَنَا هَذِهِ , وَلَهُمْ هَذِهِ فَرُبَّمَا أَخْرَجَتْ هَذِهِ , وَلَمْ تُخْرِجْ هَذِهِ فَنَهَانَا عَنْ ذَلِكَ. فَأَمَّا بِالْوَرِقِ: فَلَمْ يَنْهَنَا))
294. Rafi' bin Khadij mengatakan, "Kami adalah orang Anshar yang memiliki banyak tanah yang subur. Dulu kami biasa menyewakan tanah tersebut dengan perjanjian bahwa kami memperoleh hasil dari sebagian tanah ini dan para pekerjanya diupah dengan hasil sebagian tanah yang lain.
Terkadang sebagian tanah ini bisa dipetik panennya dan sebagian tanah yang lain tidak bisa dipetik panennya. Oleh karena itu, Nabi melarang kami untuk berbuat demikian itu. Namun jika (biaya sewanya) dengan perak, maka beliau tidak melarang kami."
Umdatul Ahkam (315294)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
وَلِمُسْلِمٍ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: ((سَأَلْتُ رَافِعَ بْنَ خَدِيجٍ عَنْ كِرَاءِ الأَرْضِ بِالذَّهَبِ وَالْوَرِقِ؟ فَقَالَ: لا بَأْسَ بِهِ. إنَّمَا كَانَ النَّاسُ يُؤَاجِرُونَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِمَا عَلَى الْمَاذِيَانَاتِ , وَأَقْبَالِ الْجَدَاوِلِ , وَأَشْيَاءَ مِنْ الزَّرْعِ فَيَهْلِكُ هَذَا , وَيَسْلَمُ هَذَا وَلَمْ يَكُنْ لِلنَّاسِ كِرَاءٌ إلاَّ هَذَا. وَلِذَلِكَ زَجَرَ عَنْهُ. فَأَمَّا شَيْءٌ مَعْلُومٌ مَضْمُونٌ: فَلا بَأْسَ بِهِ))
الْمَاذِيَانَات: الأَنْهَارُ الْكِبَارُ وَالْجَدْوَلُ النَّهَرُ الصَّغِيرُ.
295. Dalam riwayat Imam Muslim dari Handhalah bin Qais, dia menuturkan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Rafi' bin Khadij tentang menyewakan tanah dengan (ongkos) emas dan perak. Rafi'berkata, "Tidaklah masalah, orang-orang dulu pada zaman Nabi juga menyewakan lahan yang berada di pinggir sungai besar (Al Madziyanat) dan di sungai kecil (Al Jadawil) serta beberapa tanaman. Ada yang gagal panen dan ada juga yang sukses panen. Saat itu tidak ada bentuk persewaan yang dilakukan oleh orang banyak kecuali dengan bentuk seperti ini. Oleh karena itulah, Nabi melarang bentuk persewaan yang demikian itu. Sedangkan bentuk persewaan yang jelas dengan menggunakan jaminan, maka tidaklah mengapa." Al Madziyanat adalah sungai besar, sedangkan Al Jadawil adalah sungai kecil.
Umdatul Ahkam (315295)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ: ((قَضَى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِالْعُمْرَى لِمَنْ وُهِبَتْ لَهُ))
وَفِي لَفْظٍ: ((مَنْ أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ. فَإِنَّهَا لِلَّذِي أُعْطِيَهَا. لا تَرْجِعُ إلَى الَّذِي أَعْطَاهَا ; لأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيهِ الْمَوَارِيثُ)). وَقَالَ جَابِرٌ: ((إنَّمَا الْعُمْرَى الَّتِي أَجَازَهَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - , أَنْ يَقُولَ: هِيَ لَكَ وَلِعَقِبِكَ , فَأَمَّا إذَا قَالَ: هِيَ لَك مَا عِشْتَ: فَإِنَّهَا تَرْجِعُ إلَى صَاحِبِهَا))
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: ((أَمْسِكُوا عَلَيْكُمْ أَمْوَالَكُمْ وَلا تُفْسِدُوهَا، فَإِنَّهُ مَنْ أَعْمَرَ عُمْرَى فَهِيَ لِلَّذِي أُعْمِرَهَا: حَيّاً , وَمَيِّتاً , وَلِعَقِبِهِ))
296. Jabir bin Abdullah mengatakan, ‘Nabi menetapkan 'umra menjadi milik bagi orang yang diberi hibah."
Dalam lafal yang lain dikatakan, ‘Barangsiapa yang diberi ‘umra, maka 'umra itu menjadi miliknya dan anak keturunannya. 'Umra itu menjadi milik orang yang diberi dan tidak kembali kepada pemberinya karena 'umra itu adalah pemberian yang juga berlaku hukum pewarisan."
Jabir mengatakan, "Sesungguhnya 'umra yang diperbolehkan oleh Rasulullah adalah dengan mengatakan, "Umra ini untukmu dan juga anak keturunanmu, 'jika ada yang mengatakan, "Umra ini untukmu selagi hayatmu masih dikandung badan." maka 'umra itu kembali menjadi milik pemberinya.'
Dalam lafal yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dikatakan, "Simpanlah harta kalian dan janganlah kalian merusaknya, karena orang yang memberikan 'umra, maka 'umra itu menjadi milik orang yang diberi baik dia masih hidup maupun sudah meninggal dan juga untuk anak keturunannya.
Umdatul Ahkam (315296)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا يَمْنَعَنَّ جَارٌ جَارَهُ: أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِي جِدَارِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ؟ وَاَللَّهِ لأَرْمِيَنَّ بِها بَيْنَ أَكْتَافِكُمْ))
297. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Janganlah seseorang itu melarang tetangganya untuk menancapkan kayu di temboknya."
Abu Hurairah lantas berkata, "Tidak sepantasnya kalian meninggalkan perintah Nabi tersebut. Demi Allah, aku akan menjelaskannya kepada kalian."
Umdatul Ahkam (315297)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ الرَّهْنِ وغيرِهِ
KITAB JUAL BELI - BAB GADAI DAN SEMACAMNYA
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنْ الأَرْضِ: طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ))
298. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Baranguapa berbuat zhalim terhadap sejengkal tanah (orang lain), maka dia akan dikalungi dengan tujuh bumi."
Umdatul Ahkam (315298)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ البيوعِ - بابُ اللُّقَطَةِ
KITAB JUAL BELI - BAB BARANG TEMUAN DI JALAN
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ لُقَطَةِ الذَّهَبِ , أَوْ الْوَرِقِ؟ فَقَالَ: اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا , ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ لَمْ تُعْرَفْ فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْماً مِنْ الدَّهْرِ: فَأَدِّهَا إلَيْهِ , وَسَأَلَهُ عَنْ ضَالَّةِ الإِبِلِ؟ فَقَالَ: مَا لَك وَلَهَا؟ دَعْهَا فَإِنَّ مَعَهَا حِذَاءَهَا وَسِقَاءَهَا , تَرِدُ الْمَاءَ وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ , حَتَّى يَجِدَهَا رَبُّهَا. وَسَأَلَهُ عَنْ الشَّاةِ؟ فَقَالَ: خُذْهَا فَإِنَّمَا هِيَ لَكَ , أَوْ لأَخِيك , أَوْ لِلذِّئْبِ))
299. Zaid bin khalid Al Juhani menuturkan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang barang temuan yang berupa emas atau perak. Nabi bersabda, 'Umumkanlah dan wadahnya Setelah itu umumkan lagi selama setahun Jika barang tersebut tidak ada yang.mengakuinya, maka gunakanlah ia. Hendaknya barang temuan itu dianggap .sebagai barang yang dipopkan padamu. Jika pada suatu hari, orang yang memintanya datang, maka hendaknya engkau berikan kepadanya."
Nabi lantas ditanya tentang (barang temuan berupa) unta yang hilang. Beliau menjawab, "Apa urusanmu dengan unta tersebut! Tinggalkanlah unta tersebut karena dia memilki tapal kaki dan kantong air. Dia bisa mendatangi air dan makan tetumbuhan."
Nabi kemudian ditanya tentang barang temuan berupa kambing. Nabi bersabda, "Ambillah kambing tersebut karena itu bisa menjadi milikmu atau milik saudaramu atau boleh jadi milik serigala"
Umdatul Ahkam (315299)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan