Umdatul Ahkam

كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ وَلا يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ)) .
100. Anas bin Malik dari Nabi , beliau bersabda, "Lakukanlah sujud dengan sedang-sedang saja, dan janganlah salah seorang di antara kalian membentangkan kedua tangannya seperti anjing"
Umdatul Ahkam (315100)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ وجوب الطمأنينة في الركوع والسجود
KITAB SHALAT - BAB WAJIB THU'MANINAH DALAM RUKU' DAN SUJUD
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - دَخَلَ الْمَسْجِدَ , فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى , ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: ارْجِعْ فَصَلِّ , فَإِنَّك لَمْ تُصَلِّ. فَرَجَعَ فَصَلَّى كَمَا صَلَّى , ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: ارْجِعْ فَصَلِّ , فَإِنَّك لَمْ تُصَلِّ - ثَلاثاً - فَقَالَ: وَاَلَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لا أُحْسِنُ غَيْرَهُ , فَعَلِّمْنِي , فَقَالَ: إذَا قُمْتَ إلَى الصَّلاةِ فَكَبِّرْ , ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ , ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعاً , ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِماً , ثُمَّ اُسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِداً, ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِساً. وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاتِكَ كُلِّهَا))
101. Abu Hurairah. meriwayatkan bahwa Rasulullah masuk ke masjid. Lantas ada seseorang masuk ke dalam masjid dan shalat. Dia lantas datang dan menguapkan salam kepada Nabi .
Nabi menjawab salamnya dan bersabda, 'Ulangilah shalatmu karena engkau belum shalat."
Orang tereebut lanfas kembali dan mengerjakan shalat seperti semula. Dia lantas datang lagi seraya mengucapkan salam kepada Nabi .
Rasulullah membalas, "Wa alalka as salam. Ulangllah shalatmu karena engkau belum shalat,' jawab Nabi sampai tiga kali.
Orang tereebut mengatakan, 'Demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak dapat memperbaiki lebih dari tadi. Oleh karena itu, ajarilah aku.'
Nabi bersabda, "jika engkau hendak mengerjakan shalat, maka tertakblrlah, lalu bacalah Al Qur'an yang mudah bagimu, kemudian rukuklah hingga engkau rukuk dengan thuma'ninah, lantas angkatlah (kepalamu) hingga engkau berdiri tegak. Setelah itu sujudlah sampai engkau sujud dengan thuma'ninah, lalu angkatlah (kepalamu) hingga engkau thuma'ninah dalam keadaan duduk. Kerjakanlah yang demikian itu dalam seluruh shalatmu."
Umdatul Ahkam (315101)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ القراءةِ في الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB BACAAN DALAM SHALAT
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ - رضي الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ)) .
102. Ubadah bin Ash Shamit meriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda, "Tidak sah shalat tanpa membaca Al-Fatihah"
Umdatul Ahkam (315102)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ القراءةِ في الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB BACAAN DALAM SHALAT
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ مِنْ صَلاةِ الظُّهْرِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ , يُطَوِّلُ فِي الأُولَى , وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ , وَيُسْمِعُ الآيَةَ أَحْيَاناً، وَكَانَ يَقْرَأُ فِي الْعَصْرِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ يُطَوِّلُ فِي الأُولَى , وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ وَفِي الرَّكْعَتَيْنِ [ص:80] الأُخْرَيَيْنِ بِأُمِّ الْكِتَابِ. وَكَانَ يُطَوِّلُ فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى مِنْ صَلاةِ الصُّبْحِ , وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ)) .
103. Abu Qatadah Al Anshari mengatakan, "Tatkala dua rakaat awal shalat Zhuhur, Rasulullah membaca Al-Fatihah dan dan dua surat. Beliau memanjangkan (bacaan) pada rakaat pertama dan memendekkan (bacaan) pada rakaat kedua. Pada dua rakaat yang lain, beliau membaca Al Fatihah. Pada shalat Subuh, beliau memanjangkan (bacaan) pada rakaat pertama dan memendekkan) pada rakaat kedua.
Umdatul Ahkam (315103)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ القراءةِ في الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB BACAAN DALAM SHALAT
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((سَمِعْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ)) .
104. Dari Jubair bin Muth’im ' ia berkata, "Aku mendengar Nabi membaca surat Ath Thur ketika shalat Maghrib."
Umdatul Ahkam (315104)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ القراءةِ في الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB BACAAN DALAM SHALAT
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنهما: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ [ص:81] فِي سَفَرٍ , فَصَلَّى الْعِشَاءَ الآخِرَةَ , فَقَرَأَ فِي إحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ بِالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ فَمَا سَمِعْتُ أَحَداً أَحْسَنَ صَوْتاً أَوْ قِرَاءَةً مِنْهُ)) .
105. Dari Barra’ bin Azib meriwayatkan bahwa Nabi sedang safar, Beliau mengerjakan shalat Isya, kemudian membaca (setelah surat Al Fatihah) di salah satu dari dua rakaat itu surat 'wat tiin waz zaituni' (Qs. At Tin). Ketika itu, aku tidak pernah mendengar seorang yang lebih bagus suara atau bacaannya daripada beliau."
Umdatul Ahkam (315105)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ القراءةِ في الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB BACAAN DALAM SHALAT
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بَعَثَ رَجُلاً عَلَى سَرِيَّةٍ فَكَانَ يَقْرَأُ لأَصْحَابِهِ فِي صَلاتِهِمْ , فَيَخْتِمُ بـ «قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ» فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: سَلُوهُ لأَيِّ شَيْءٍ صَنَعَ ذَلِكَ؟ فَسَأَلُوهُ. فَقَالَ: لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ , فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَخْبِرُوهُ: أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُحِبُّهُ)) .
106. Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah mengutus seseorang untuk memimpin satu sariyyah (pasukan). Orang tersebut biasa membaca (surat) untuk (mengimami) rekan-rekannya dalam shalat mereka dan menutupnya dengan 'qulhuwallahu ahad' (suratAl Ikhlash).
Ketika pasukan itu kembali, mereka mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah . Nabi bersabda, "Tanyalah dia, kenapa dia melakukan hal itu?". Mereka pun bertanya kepadanya. Orang tersebut menjawab, "Surat tersebut merupakan sifat Allah . Oleh karena itu, aku suka membacanya."
Rasulullah bersabda, 'Beritahulah dia bahwa Allah ta'ala mencintainya"
Umdatul Ahkam (315106)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ القراءةِ في الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB BACAAN DALAM SHALAT
عَنْ جَابِرِ بنِ عبدِ اللهِ رضي الله عنهما: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ لِمُعَاذٍ: ((فَلَوْلا صَلَّيْتَ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى , وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا , وَاللَّيْلِ إذَا يَغْشَى؟ فَإِنَّهُ يُصَلِّي وَرَاءَكَ الْكَبِيرُ وَالضَّعِيفُ وَذُو الْحَاجَةِ))
107. Jabir menuturkan bahwa Nabi bersabda kepada Muadz, "Sebaiknya engkau shalat dengan membaca sabbihisma rabbikal a'la (surat Al A'la), wal laili idza yaghsya (Asy Syams), atau wasy syamsi wa dhuhaha (Al Lail), karena orang yang makmum denganmu adalah orang yang sudah tua, orang lemah dan memiliki banyak urusan."
Umdatul Ahkam (315107)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ تركِ الجَهرِ ببسمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ
KITAB SHALAT - BAB TIDAK MENGERASKAN BACAAN BASMALAH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ رضي الله عنهما: كَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ الصَّلاةَ بِ «الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ» )) .
وَفِي رِوَايَةٍ: ((صَلَّيْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ , فَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ))
108. Anas bin Malik menuturkan bahwa Nabi , Abu Bakar dan Umar membuka (bacaan) shalat dengan "Alhamdu lillah Rabbil 'alamin (Segala puji bagi Allah Rabb Semesta alam)"
Dalam riwayat lain dikatakan, "Aku mengerjakan shalat bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman akan tetapi aku belum pernah mendengar mereka membaca, "Bismlllahir rahmanir rahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)"
Umdatul Ahkam (315108)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ تركِ الجَهرِ ببسمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ
KITAB SHALAT - BAB TIDAK MENGERASKAN BACAAN BASMALAH
وَلِمُسْلِمٍ: ((صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِ «الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ» , لا يَذْكُرُونَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فِي أَوَّلِ قِرَاءَةٍ وَلا فِي آخِرِهَا)) .
109. Imam Muslim meriwayatkan lafal, "Aku pernah bermakmum di belakang Nabi , Abu Bakar, Umar dan Utsman . Mereka semua membuka (bacaan) shalat dengan Alhamdulillahi rabbil 'alamin.' Mereka tidaklah menyebutkan, 'Bismillahirrahmanirrahim' di awal pembacaan (surat Al Fatihah) dan juga pada akhirnya.
Umdatul Ahkam (315109)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ سجودِ السَّهو
KITAB SHALAT - BAB SUJUD SAHWI
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ- صلى الله عليه وسلم - إحْدَى صَلاتَيْ الْعَشِيِّ - قَالَ ابْنُ سِيرِينَ: وَسَمَّاهَا أَبُو هُرَيْرَةَ. وَلَكِنْ نَسِيتُ أَنَا - قَالَ: فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ , ثُمَّ سَلَّمَ. فَقَامَ إلَى خَشَبَةٍ مَعْرُوضَةٍ فِي الْمَسْجِدِ , فَاتَّكَأَ عَلَيْهَا كَأَنَّهُ غَضْبَانُ وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى , وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ. وَخَرَجَتِ السَّرَعَانُ مِنْ أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ فَقَالُوا: قَصُرَتِ الصَّلاةُ - وَفِي الْقَوْمِ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ - فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ. وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ فِي يَدَيْهِ طُولٌ , يُقَالُ لَهُ: ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَنَسِيتَ , أَمْ قَصُرَتِ الصَّلاةُ؟ قَالَ: لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تُقْصَرْ. فَقَالَ: أَكَمَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ؟ فَقَالُوا: نَعَمْ. فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى مَا تَرَكَ. ثُمَّ سَلَّمَ , ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ. ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَكَبَّرَ , ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ. ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ. فَرُبَّمَا سَأَلُوهُ: ثُمَّ سَلَّمَ؟ قَالَ: فَنُبِّئْتُ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ قَالَ: ثُمَّ سَلَّمَ)).
العَشِيُّ: الوقتُ مابينَ زوالِ الشمسِ إِلَى غُرُوبِهَا ، قال الله تعالى : وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ.
110. Muhammad bin Sirin meriwayatkan dari Abu Hurairah . Abu Hurairah mengatakan, "Rasulullah mengimami kami pada salah satu shalat 'Asyiyu. (menjelang sore)"
Ibnu Sirin mengatakan, "Yang menamakan demikian itu adalah Abu Hurairah akan tetapi aku sudah lupa."
Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah mengimami para sahabat dengan dua rakaat, lantas beliau salam. Beliau lalu bangkit menuju kayu yang terpasang di masjid dan bersandar padanya, seolah-oiah beliau sedang marah. Beliau meletakkan tangan kanan di ates tangan kirinya dan menjalin jari-jemarinya. Beliau meletakkan pipi kanan di atas punggung telapak tangan kiri.
Ada beberapa orang yang tergesa-gesa untuk keluar melalui pintu masjid. Orang-orang tersebut lantas mengatakkan, "Apakah shalatnya tadi diqashar?" Padahal di antara kumpulan orang terebut terdapat Abu Bakar dan Umar namun keduanya takut untuk berbicara kepada Nabi.
Diantara kumpulan orang tersebut ada seseorang yang memiliki tangan yang panjang yang biasa dipanggil dengan Dzulyadain. Dia lantas berkata, "Wahai Rasulullah, apakah engkau telah lupa ataukah shalatnya memang diqashar?."
Nabi bersabda, 'Aku tidaklah lupa dan mengqashar shalat.’ Nabi bertanya, " Apa memang seperti yang dikatakan Dzul yadain'", "Ya," Jawab para sahabat.
Nabi lantas maju dan mengerjakan shalat yang beliau tinggalkan kemudian salam, Setelah itu, beliau bertakbir dan sujud seperti biasanya atau lebih lama. Beliau lantas mengangkat kepalanya dan tertakbir, kemudian sujud seperti biasanya atau lebih lama, kemudian mengangkat kepala dan tertakbir. Orang-orang bertanya kepada Ibnu Sirin, "Apakah Nabi lantas salam?"
Ibnu Sirin menjawab, 'Aku telah diberitahu bahwa Imran bin Hushain mengatakan, 'Nabi kemudian salam.'"
Al 'Asyiyu adalah waktu sejak matahari condong hingga terbenam. Allah ta'ala berfirman, '...Bertasbihlah seraya memuji Rabb Mu pada waktu petang dan pagi.' (QS. Al Mukmin: 55)
Umdatul Ahkam (315110)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ سجودِ السَّهو
KITAB SHALAT - BAB SUJUD SAHWI
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُحَيْنَةَ - وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - صَلَّى بِهِمْ الظُّهْرَ فَقَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ , وَلَمْ يَجْلِسْ. فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ , حَتَّى إذَا قَضَى الصَّلاةَ , وَانْتَظَرَ النَّاسُ تَسْلِيمَهُ: كَبَّرَ وَهُوَ جَالِسٌ. فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ ثُمَّ سَلَّمَ)) .
111. Abdullah bin Buhainah beliau adalah seorang sahabat, menuturkan bahwa Nabi mengimami para sahabat shalat Zhuhur. Tatkala rakaat yang kedua, beliau berdiri dan tidak duduk (tasyahud awal). Orang-orang pun berdiri bersama beliau. Tatkala Nabi akan merampungkan shalat dan para sahabat menunggu-nunggu salam beliau, maka beliau bertakbir. Ketika itu beliau masih dalam keadaan duduk. Beliau lalu sujud dua kali. Baru setelah itu beliau salam.
Umdatul Ahkam (315111)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المرورِ بينَ يديِ المصلي
KITAB SHALAT - BAB LEWAT DI DEPAN ORANG SHALAT
عَنْ أَبِي جُهَيْمِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الصِّمَّةِ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ؟ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ)) . قَالَ أَبُو النَّضْرِ: لا أَدْرِي: قَالَ أَرْبَعِينَ يَوْماً أَوْ شَهْراً أَوْ سَنَةً.
112. Abu Juhaim Abdullah bin Al Harits bin Ash Shammah Al Anshari menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, maka seandainya dia berhenti selama empat puluh, itu lebih baik daripada dia lewat di depan orang shalat tersebut."
Abu An Nadhr mengatakan, 'Aku tidak mengetahui apakah empat puluh hari, bulan, ataukah tahun."
Umdatul Ahkam (315112)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المرورِ بينَ يديِ المصلي
KITAB SHALAT - BAB LEWAT DI DEPAN ORANG SHALAT
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((إذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنْ النَّاسِ , فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلْيَدْفَعْهُ. فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ. فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ)) .
113. Abu Sa'id Al khudri menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang d antara kalian mengerjakan shalat menghadap kepada yang bisa membatasinya dari orang (yang lewat), lantas ada orang yang hendak lewat di depannya, maka hendaklah dia menolak dengan keras. Kalau orang (yang lewat) tersebut menolak maka dia adalah setan."
Umdatul Ahkam (315113)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المرورِ بينَ يديِ المصلي
KITAB SHALAT - BAB LEWAT DI DEPAN ORANG SHALAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((أَقْبَلْتُ رَاكِباً عَلَى حِمَارٍ أَتَانٍ , وَأَنَا يَوْمَئِذٍ قَدْ نَاهَزْتُ الاحْتِلامَ , وَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي بِالنَّاسِ بِمِنًى إلَى غَيْرِ جِدَارٍ. مَرَرْتُ بَيْنَ يَدَيْ بَعْضِ الصَّفِّ فَنَزَلْتُ , فَأَرْسَلْتُ الأَتَانَ تَرْتَعُ. وَدَخَلْتُ فِي الصَّفِّ , فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيَّ أَحَدٌ)) .
114, Abdullah bin Abbas menuturkan, "Aku datang dengan mengendarai keledai betina dan saat itu aku hampir baligh. Ketika itu Rasulullah sedang shalat di Mina dengan tidak menghadap tembok. Aku pun lewat di depan sebagian shaf (shalat), lantas aku turun dan kulepas keledaiku agar merumput. Setelah itu, aku masuk ke dalam shaf dan tidak ada seorang pun yang mengingkari perbuatanku tersebut."
Umdatul Ahkam (315114)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المرورِ بينَ يديِ المصلي
KITAB SHALAT - BAB LEWAT DI DEPAN ORANG SHALAT
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَرِجْلايَ فِي قِبْلَتِهِ - فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي , فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ. فَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا. وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ)) .
115. Aisyah mengatakan, "Suatu ketika aku tidur di depan Rasulullah dan kedua kakiku di arah kiblat beliau. Jika sujud beliau menyentuhku dan aku pun melipat kedua kakiku. Jika beliau berdiri, maka aku pun menjulurkan kedua kakiku tesebut. Pada saat itu rumah-rumah tidak ada lampu-lampu di dalamnya."
Umdatul Ahkam (315115)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بْنِ رِبْعِيٍّ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ - صلى الله عليه وسلم -: ((إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ)) .
116. Abu Qatadah Al Harits bin Rib'i Al Anshari menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka janganlah duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat."
Umdatul Ahkam (315116)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ: ((كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِي الصَّلاةِ، يُكَلِّمُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ , وَهُوَ إلَى جَنْبِهِ فِي الصَّلاةِ , حَتَّى نَزَلَتْ « حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ» فَأُمِرْنَا بِالسُّكُوتِ وَنُهِينَا عَنْ الْكَلامِ)) .
117. Zaid bin Arqam mengatakan, ‘Kami pernah berbicara ketika sedang mengerjakan shalat. Salah seorang di antara kami ada yang berbicara dengan temannya yang berada di sisinya ketika di dalam shalat. Oleh karena itu, turunlah ayat, 'Peliharalah shalat (kalian) dan (peliharalah) shalat Ashar. Berdirilah karena Allah (dalam shalat kalian) dengan khusyuk.' (QS. A/ Baqarah: 238)
Umdatul Ahkam (315117)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنهم عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ: ((إذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاةِ. فَإِنَّ [ص:89] شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ)) .
118. Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, "Jika panas menyengat, maka tundalah shalat karena sesungguhnya panas yang menyengat itu termasuk hembusan neraka Jahanam"
Umdatul Ahkam (315118)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((مَنْ نَسِيَ صَلاةً فَلْيُصَلِّهَا إذَا ذَكَرهَا , وَلا كَفَّارَةَ لَهَا إلاَّ ذَلِكَ " أَقِمْ الصَّلاةَ لِذِكْرِي)) .
وَلِمُسْلِمٍ ((مَنْ نَسِيَ صَلاةً , أَوْ نَامَ عَنْهَا. فَكَفَّارَتُهَا: أَنْ يُصَلِّيَهَا إذَا ذَكَرَهَا)) .
119. Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang lupa mengerjakan shalat, maka hendaknya dia mengerjakannya ketika dia ingat. Tidak ada tebusan untuk shalat tersebut kecuali demikian itu."
Anas lantas membaca ayat, "Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku." (QS.Thaha: 14)
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan. "Barangsiapa lupa mengerjakan shalat atau ketiduran, maka tebusannya adalah mengerjakan shalat tersebut ketika dia ingat."
Umdatul Ahkam (315119)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ((أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ: كَانَ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - عِشَاءَ الآخِرَةِ. ثُمَّ يَرْجِعُ إلَى قَوْمِهِ , فَيُصَلِّي بِهِمْ تِلْكَ الصَّلاةَ)) .
120. Jabir bin Abdullah mengatakan, "Muadz bin Jabal mengerjakan shalat Isya' bersama Rasulullah . Muadz lantas kembali ke kaumnya dan mengimami mereka shalat Isya'."
Umdatul Ahkam (315120)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: ((كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي شِدَّةِ الْحَرِّ. فَإِذَا لَمْ يَسْتَطِعْ أَحَدُنَا أَنْ يُمَكِّنَ جَبْهَتَهُ مِنَ الأَرْضِ: بَسَطَ ثَوْبَهُ فَسَجَدَ عَلَيْهِ)) .
121. Dari Anas bin Malik ia berkata, "Kami pernah shalat bersama Rasulullah ketika cuaca sangat panas. Ketika salah seorang di antara kami tidak mampu untuk menempelkan dahinya ke tanah, maka ia menghamparkan kainnya, lalu sujud di atasnya."
Umdatul Ahkam (315121)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لا يُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ , لَيْسَ عَلَى عَاتِقِهِ مِنْهُ شَيْءٌ)) .
122. Dari Abu Hurairah , ia berkata, "Rasulullah bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian shalat memakai satu pakaiann sementara tidak ada sedikitpun bagian dari bagian pakaian tersebut menempel di pundaknya."
Umdatul Ahkam (315122)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ: ((مَنْ أَكَلَ ثُوماً أَوْ بَصَلاً. فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا، وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ. وَأُتِيَ بِقِدْرٍ فِيهِ خَضِرَاتٌ مِنْ بُقُولٍ. فَوَجَدَ لَهَا رِيحاً , فَسَأَلَ؟ فَأُخْبِرَ بِمَا فِيهَا مِنْ الْبُقُولِ. فَقَالَ: قَرِّبُوهَا إلَى بَعْضِ أَصْحَابِي. فَلَمَّا رَآهُ كَرِهَ أَكْلَهَا. قَالَ: كُلْ. فَإِنِّي أُنَاجِي مَنْ لا تُنَاجِي)) .
123. Dari Jabir bin Abdullah , dari Nabi , Beliau bersabda, "Barang siapa yang memakan bawang merah atau bawang putih, maka hendaknya dia menjauhi kami -atau menjauhi masjid kami-, hendaknya ia diam di rumahnya."
Suatu ketika Beliau dihidangkan periuk berisi sayur-mayur dari kubis , lalu Beliau mencium bau daripadanya, kemudian Beliau bertanya mengenai hal itu, lalu diberitahukan, bahwa di dalamnya terdapat sayuran jenis kubis.
Beliau pun bersabda, "Dekatkanlah sayuran tersebut." Maksudnya kepada beberapa orang sahabat yang turut serta dengan beliau. Saat Beliau melihat jenis sayuran itu, maka beliau enggan untuk memakannya.
Beliau bersabda, "Makanlah, karena aku biasa bermunajat kepada sesuatu yang kalian tidak bermunajat kepadanya."
Umdatul Ahkam (315123)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابٌ جامعٌ
KITAB SHALAT - BAB SERBA-SERBI
عَنْ جَابِرِ بنِ عبدِ اللهِ رضي اللهُ عنهما أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ أَوْ الثُّومَ أَوْ الْكُرَّاثَ فَلا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلائِكَةَ تَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُوْ آدَمَ)).
124. Jabir meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi bersabda "Barangsiapa makan bawang putih, bawang merah dan bawang bakung, maka janganlah mendekati masjid kami. Sesungguhnya para malaikat merasa terganggu dengan sesuatu yang membuat manusia terganggu."
Umdatul Ahkam (315124)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ التَّشهدِ
KITAB SHALAT - BAB TASYAHUD
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - التَّشَهُّدَ - كَفِّي بَيْنَ كَفَّيْهِ - كَمَا يُعَلِّمُنِي السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ , وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ , السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. السَّلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ))
125. Abdullah bin Mas'ud menuturkan, "Rasulullah mengajarkan tasyahud kepadaku -saat itu telapak tanganku berada di antara kedua telapak tangan Nabi- sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al Qur'an kepadaku. (Do'a tasyahud tersebut adalah) 'Segala keselamatan, ibadah dan puji bagi Allah, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan juga tercurahkan kepada kami dan hamba-hamba yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan Rasul-Nya."
Umdatul Ahkam (315125)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ التَّشهدِ
KITAB SHALAT - BAB TASYAHUD
وَفِي لَفْظٍ: ((إذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ للهِ - وَذَكَرَهُ - وَفِيهِ: فَإِنَّكُمْ إذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ فَقَدْ سَلَّمْتُمْ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ - وَفِيهِ - فَلْيَتَخَيَّرْ مِنْ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ))
126. Dalam lafal yang lain dikatakan bahwa jika salah seorang di antara kalian duduk (tasyahud) untuk shalat, hendaknya mengucapkan, 'Attahiyatu lillah". Perawi lantas menyebutkan lafal yang serupa dengan hadits di atas.
Dalam lafal tersebut disebutkan, "Sesungguhnya jika kalian melakukan hal tersebut, berarti kalian telah mengucapkan salam kepada seluruh hamba yang shalih di langit dan di bumi."
Dalam lafal tersebut juga dikatakan, "Hendaknya dia memilih permohonan sesuai dengan kehendaknya."
Umdatul Ahkam (315126)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ التَّشهدِ
KITAB SHALAT - BAB TASYAHUD
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ: ((لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ أَلا أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً؟ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ عَلَيْنَا , فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَدْ عَلَّمَنَا اللَّهُ كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكَ: فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ فَقَالَ: قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ)) .
127. Abdurrahman bin Abu Laila menuturkan bahwa Ka'ab bin Ujrah bertemu dengan dirinya. Ka'ab lantas berkata "Maukah engkau kuberi hadiah? Sesungguhnya Nabi pernah bertemu dengan kami. Kami lantas bertanya kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, lantas bagaimanakah cara mengucapkan shalawat kepadamu?'
Nabi memerintahkan untuk mengucapkan, 'Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memuji Ibrahim beserta keluarganya, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau juga memberkati Ibrahim beserta keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.'"
Umdatul Ahkam (315127)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ التَّشهدِ
KITAB SHALAT - BAB TASYAHUD
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَدْعُو: اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ , وَعَذَابِ النَّارِ , وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ , وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ)) .
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: ((إذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاَللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ , يَقُولُ: اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ)) .
128. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah ketika shalat berdoa, 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, ujian kehidupan dan kematian serta dari ujian Al Masih Ad Dajjal,"
Dalam lafal Imam Muslim dikatakan, Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka hendaknya memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara. Hendaknya dia mengucapkan, 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahanam." Imam Muslim lantas menyebutkan seperti lafal di atas.'
Umdatul Ahkam (315128)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ التَّشهدِ
KITAB SHALAT - BAB TASYAHUD
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رضي الله عنهم أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلاتِي. قَالَ: قُلْ: اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيرَاً. وَلا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ. وَارْحَمْنِي , إنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)) .
129. Abdullah bin Amr Al Ash meriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shidiq bahwa Abu Bakar pernah berkata kepada Rasulullah , ‘Ajarkanlah do'a yang bisa aku panjatkan dalam shalat"
Nabi bersabda, 'Ucapkanlah, 'Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak berbuat zhaiim kepada diriku sendiri dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan yang berasal dari sisi-MU dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang '."
Umdatul Ahkam (315129)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ التَّشهدِ
KITAB SHALAT - BAB TASYAHUD
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((مَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بَعْدَ أَنْ نَزَلَتْ عَلَيْهِ «إذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ» - إلاَّ يَقُولُ فِيهَا: سُبْحَانَكَ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ , اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي)) .
وَفِي لَفْظٍ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ , اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي)) .
130. Aisyah menuturkan bahwa setelah turun ayat, "Jika pertolongan Allah dan kemenganan telah datang. (QS An Nashr:1), Rasulullah tidaklah mengerjakan shalat melainkan berdo'a di dalamnya, "Mahasuci Allah, Ya Allah Rabb, aku memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku."
Dalam lafal yang lain dikatakan bahwa Rasulullah ketika rukuk dan sujud banyak berdo'a, 'Mahasuci Engkau, Ya Allah, Rabb kami, aku memuji-Mu. Ya Allah ampunilah aku'."
Umdatul Ahkam (315130)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الوِتْرِ
KITAB SHALAT - BAB WITIR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ - مَا تَرَى فِي صَلاةِ اللَّيْلِ؟ قَالَ: مَثْنَى , مَثْنَى. فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى وَاحِدَةً. فَأَوْتَرَتْ لَهُ مَا صَلَّى. وَإِنَّهُ كَانَ يَقُولُ: اجْعَلُوا آخِرَ صَلاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً)) .
131. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Nabi ketika beliau masih di atas mimbar. Orang tersebut bertanya, "Bagaimana menurut pendapatmu tentang shalat malam."
Nabi menjawab, "Dilakukan dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir dengan datangnya waktu Subuh, maka hendaknya dia shalat satu rakaat sehingga bisa mengganjilkan shalat yang telah dikerjakannya."
Nabi juga bersabda, 'Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir."
Umdatul Ahkam (315131)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الوِتْرِ
KITAB SHALAT - BAB WITIR
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((مِنْ كُلِّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ , وَأَوْسَطِهِ , وَآخِرِهِ. وَانْتَهَى وِتْرُهُ إلَى السَّحَرِ)) .
132. Asiyah menuturkan bahwa pada setiap malam Rasulullah mengerjakan shalat witir pada awal, pertengahan dan akhir malam. Shalat witirnya terakhir hingga waktu sahur.'
Umdatul Ahkam (315132)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الوِتْرِ
KITAB SHALAT - BAB WITIR
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ , لايَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إلاَّ فِي آخِرِهَا)) .
133. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah mengerjakan shalat pada malam hari sebanyak tiga belas rakaat. Di antara shalat tersebut, Nabi mengerjakan shalat witir sebanyak lima rakaat. Beliau tidaklah duduk (tasyahud) dalam satu rakaat pun kecuali pada rakaat yang terakhir."
Umdatul Ahkam (315133)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الذكرِ عَقِبَ الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB DZIKIR SETELAH SHALAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ , حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -)) .
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «كُنْتُ أَعْلَمُ إذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إذَا سَمِعْتُهُ» .
وَفِي لَفْظٍ «مَا كُنَّا نَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلاةِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِالتَّكْبِيرِ» .
134. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa berdzikir dengan mengeraskan suara ketika orang-orang telah selesai mengerjakan shalat wajib biasa dilakukan pada zaman Rasulullah .
Ibnu Abbas mengatakan, "Aku mengetahui bahwa orang-orang itu telah selesai mengerjakan shalat, dengan mendengar dzikir mereka."
Dalam suatu lafal dikatakan, "Tidaklah kami mengetahui bahwa shalat Rasulullah telah usai kecuali dengan suara takbir."
Umdatul Ahkam (315134)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الذكرِ عَقِبَ الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB DZIKIR SETELAH SHALAT
عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: أَمْلَى عَلَيَّ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ مِنْ كِتَابٍ إلَى مُعَاوِيَةَ: ((إنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ: " لا إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ. اللَّهُمَّ لا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ , وَلا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ)) . ثُمَّ وَفَدْتُ بَعْدَ ذَلِكَ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَسَمِعْتُهُ يَأْمُرُ النَّاسَ بِذَلِكَ.
وَفِي لَفْظٍ: ((كَانَ يَنْهَى عَنْ قِيلَ وَقَالَ , وَإِضَاعَةِ الْمَالِ , [ص:97] وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ وَكَانَ يَنْهَى عَنْ عُقُوقِ الأُمَّهَاتِ , وَوَأْدِ الْبَنَاتِ , وَمَنْعٍ وَهَاتِ)) .
135. Warrad maula Al Mugirah bin Syu'bah menuturkan bahwa Al Mughirah bin Syu'bah mendiktekan kepadanya sebuah surat untuk Muawiyah (yang isinya bahwa) Nabi berdo'a setelah shalat wajib usai dengan, 'Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan puji. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada seorang pun yang mampu mencegah sesuatu yang Engkau berikan dan tidak ada orang yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Kekayaan seseorang tidaklah bermanfaat di hadapan-Mu. Dari-Mulah kekayaan (itu datang)."
Warrad berkata, "Aku lalu diutus untuk menemui Muawiyah. Aku mendengar dirinya memerintahkan orang-orang untuk mengucapkan do'a tersebut."
Dalam lafal yang lain dikatakan bahwa Nabi melarang untuk menyebarkan kabar burung menghambur- hamburkan harta dan banyak bertanya. Beliau juga melarang sikap durhaka kepada ibu, mengubur anak wanita hidup-hidup dan pelit untuk berinfak."
Umdatul Ahkam (315135)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الذكرِ عَقِبَ الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB DZIKIR SETELAH SHALAT
عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُسْلِمِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , قَدْ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ. قَالَ: وَمَا ذَاكَ؟ قَالُوا: يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي , وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ , وَيَتَصَدَّقُونَ وَلا نَتَصَدَّقُ. وَيُعْتِقُونَ وَلا نُعْتِقُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: أَفَلا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ , وَتَسْبِقُونَ مَنْ بَعْدَكُمْ. وَلا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ , إلاَّ مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ؟ قَالُوا: بَلَى , يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ: ثَلاثاً وَثَلاثِينَ مَرَّةً.
قَالَ أَبُو صَالِحٍ : فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ ، إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
فَقَالُوا : سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا ، فَفَعَلُوا مِثْلَهُ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ ، يُؤْتِهِ مَنْ يَشَاءُ،
قَالَ : سُمَيٌّ ، فَحَدَّثْتُ بَعْضَ أَهْلِي هَذَا الْحَدِيثَ ، فَقَالَ : وَهِمْتَ ، إِنَّمَا قَالَ : " تُسَبِّحُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتَحْمَدُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتُكَبِّرُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ " ، فَرَجَعْتُ إِلَى أَبِي صَالِحٍ ، فَذَكَرْتُ لَهُ ذَلِكَ ، فَأَخَذَ بِيَدَيَّ ، فَقَالَ : قُلْ اللَّهُ أَكْبَرُ ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، حَتَّى تَبْلُغَ مِنْ جَمِيعِهِنَّ ثَلَاثَةً وَثَلَاثِينَ.
136. Sumay Maula Abu Bakar bin Abdurrahman bin Harits bin Hisyam meriwayatkan dari Abu Shalih As Samman, dari Abu Hurairah ', bahwa kaum fakir dari kalangan muhajirin datang kepada Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal."
Beliau balik bertanya, "Mengapa demikian?"
Mereka menjawab, "Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, mereka bersedekah, namun kami tidak, dan mereka bisa memerdekakan budak sedangkan kami tidak."
Maka Rasulullah bersabda, "Maukah kalian aku ajari sesuatu yang bisa kalian lakukan untuk mengejar orang-orang yang mendahuluimu, dan kalian dapat mendahului orang-orang setelah kalian (dalam hal keutamaan), serta tidak ada orang yang lebih utama dibanding kalian kecuali mereka yang melakukan seperti yang kalian lakukan?"
Mereka menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah."
Beliau bersabda, "Ucapkanlah tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali setiap selesai salam."
Abu Shalih berkata, "Lalu kaum fakir muhajirin kembali lagi dan berkata (kepada Rasulullah ), "Wahai Rasulullah , Saudara kami yang kaya telah mendengar apa yang kami lakukan, dan mereka juga melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan."
Maka Rasulullah bersabda, "Inilah adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya."
Sumay menuturkan bahwa dirinya lalu menceritakan hadits ini kepada sebagian keluarganya, akan tetapi dia mengatakan "Engkau telah salah sangka. Sesungguhnya Rasulullah bersabda, 'Engkau bertasbih kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kail, bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali dan bertakbir kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali.
(Sumayy menuturkan bahwa) dirinya lantas kembali menemui Abu Shalih. Dia lantas menceritakan hal tersebut. Abu Shalih lalu berkata, "Ucapkanlah Allah akbar, subhanallah dan alhamdulillah hingga masing-masing sejumlah tiga puluh tiga kali."
Umdatul Ahkam (315136)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الذكرِ عَقِبَ الصَّلاةِ
KITAB SHALAT - BAB DZIKIR SETELAH SHALAT
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - صَلَّى فِي خَمِيصَةٍ لَهَا أَعْلامٌ. فَنَظَرَ إلَى أَعْلامِهَا نَظْرَةً. فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إلَى أَبِي جَهْمٍ , وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيَّةِ أَبِي جَهْمٍ. فَإِنَّهَا [ص:99] أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلاتِي)) .
اَلْخَمِيْصَةُ : كِسَاءٌ مُرَبَّعٌ لَهُ أَعْلَامٌ.
وَ الْأَنْبِجَانِيَّةُ : كِسَاءٌ غَلِيْظٌ
137. Aisyah menuturkan bahwa sesungguhnya Nabi pernah mengerjakan shalat dengan menggunakan khamisah yang bergambar. Beliau melihat sekilas gambar-gambar pada pakaiannya tersebut. Tatkala beliau usai (mengerjakan shalat), maka beliau bersabda, "Bawalah pergi pakaian ini kepada Abu Jahm. Bawalah pakaian anbijaniyah dari Abu Jahm untukku karena baru saja khamishah yang bergambar tersebut mengalihkan perhatianku dari shalat."
Khamishah adalah pakaian segi empat yang memiliki gambar.
Anbijaniyah adalah pakaian yang tebal.
Umdatul Ahkam (315137)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجمعِ بين الصلاتين في السفرِ
KITAB SHALAT - BAB MENJAMAK DUA SHALAT KETIKA BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ- صلى الله عليه وسلم - يَجْمَعُ فِي السَّفَرِ بَيْنَ صَلاةِ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ , إذَا كَانَ عَلَى ظَهْرِ سَيْرٍ , وَيَجْمَعُ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ)) .
138. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa ketika bepergian jauh, Rasulullah menjamak shalat Zhuhur dan shalat Ashar jika beliau masih dalam perjalanan. Di samping itu beliau juga menjamak shalat Maghrib dan shalat Isya'.
Umdatul Ahkam (315138)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ قصرِ الصلاة في السفرِ
KITAB SHALAT - BAB MENGQASHAR SHALAT KETIKA BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَكَانَ لا يَزِيدُ فِي السَّفَرِ عَلَى رَكْعَتَيْنِ , وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَذَلِكَ)) .
139. Abduliah bin Umar mengatakan, "Aku menemani Rasulullah (ketika bepergian). Beliau tidaklah mengerjakan shalat dalam perjalanan tersebut lebih dari dua rakaat. (Aku juga pernah menemani) Abu Bakar, Umar dan Utsman pun juga melakukan demikian.
Umdatul Ahkam (315139)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ جَاءَ مِنْكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ))
140. Abduliah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang mendapatkan hari Jum'at, maka hendaknya dia mandi."
Umdatul Ahkam (315140)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ عَبْدُالله بْنُ عُمَرَ- رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ وَهُوَ قَائِمٌ , يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوسٍ))
141. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah melakukan khutbah dua kali dengan berdiri. Beliau memisahkan kedua khutbah tersebut dengan duduk.
Umdatul Ahkam (315141)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ: ((جَاءَ رَجُلٌ وَالنَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ. فَقَالَ: صَلَّيْتَ يَا فُلانُ؟ قَالَ: لا. قَالَ: قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ. وَفِي رِوَايَةٍ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ))
142. Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa ada seseorang datang. Ketika itu Nabi sedang berkhutbah kepada orang banyak pada hari Jumat. Nabi lantas bertanya "Wahai fulan, apakah engkau telah shalat (tahlyatul masjid)?"
"Belum." jawab orang terebut.
Nabi bersabda, 'Bangkitlah dan kerjakanlah shalat dua rakaat."
Umdatul Ahkam (315142)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ: أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ - فَقَدْ لَغَوْتَ)) .
143. Abu Hurairah menuturkan bahwa sesungguhnya Nabi bersabda, "Jika engkau berkata kepada temanmu 'Diamlah!' pada hari Jum'at ketika imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berkata sia-sia".
Umdatul Ahkam (315143)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ: ((رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ قَامَ - صلى الله عليه وسلم - فَكَبَّرَ وَكَبَّرَ النَّاسُ وَرَاءَهُ , وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ. ثُمَّ رَفَعَ فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى , حَتَّى سَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ , ثُمَّ عَادَ حَتَّى فَرَغَ مِنْ آخِرِ صَلاتِهِ. ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ , فَقَالَ: أَيُّهَا النَّاسُ , إنَّمَا صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي , وَلِتَعْلَمُوا صَلاتِي - وَفِي لَفْظٍ - صَلَّى عَلَيْهَا. ثُمَّ كَبَّرَ عَلَيْهَا. ثُمَّ رَكَعَ وَهُوَ عَلَيْهَا , فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى))
144. Sahl bin Sa'ad As Sa'idy menuturkan bahwa orang memperdebatkan tentang mimbar Rasulullah terbuat dari apakah mimbar tersebut?
Sahl berkata, "Mimbar tersebut berasal dari pohon tharfa dari Al Ghabah. Aku pernah melihat Rasulullah berdiri di atas mimbar tersebut. Beliau tertakbir dan orang-orang pun turut bertakbir di belakang beliau sedangkan beliau berada di atas mimbar. Setelah itu, beliau rukuk. Beliau lantas mundur ke belakang tanpa dengan menoleh hingga beliau pun bisa sujud di atas lantai. Beliau lalu kembali ke mimbar hingga teliau menyelesaikan akhir shalatnya. Beliau lalu menghadap ke arah orang-orang dan mengatakan, 'Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku melakukan ini hanyalah agar kalian itu mengikutiku dan mempelajari shalatku."
Dalam lafal yang lain dikatakan bahwa Nabi mengerjkan shalat di atas mimbar. Beliau lalu tertakbir di atasnya, rukuk di atasnya juga. Beliau lalu mundur ke belakang dengan tanpa menoleh.
Umdatul Ahkam (315144)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ , ثُمَّ رَاحَ في الساعَةِ الأُولى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً. وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً. وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ. وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً. وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً. فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلائِكَةُ يَسْمَعُونَ الذِّكْرَ))
145. Abu Hurairah menuturkan bahwa sesungguhnya Nabi bersabda, 'Barangsiapa mandi pada hari Jum'at seperti halnya mandi janabah dan pergi (ke masjid) di awal waktu, maka seolah-olah dia telah bersedekah seekor unta yang gemuk. Siapa saja yang pergi pada saat yang kedua, maka seolah-olah dia telah bersedekah seekor sapi. Siapa pun yang pergi pada saat yang ketiga, maka seolah-olah dia telah bersedekah seekor domba jantan yang bertanduk. Barangsiapa yang pergi pada saat yang keempat, maka dia seolah-olah bersedekah dengan ayam. Siapa saja yang pergi pada saat kelima, maka seolah-olah dia bersedekah dengan telur. Jika imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka malaikat pun hadir untuk mendengarkan khutbah."
Umdatul Ahkam (315145)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ - وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - الْجُمُعَةَ , ثُمَّ نَنْصَرِفُ. وَلَيْسَ لِلْحِيطَانِ ظِلٌّ نَسْتَظِلُّ بِهِ)).
وَفِي لَفْظٍ: ((كُنَّا نُجَمِّعُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إذَا زَالَتْ الشَّمْسُ , ثُمَّ نَرْجِعُ فَنَتَتَبَّعُ الْفَيْءَ))
146. Salamah bin Al Akwa' -beliau termasuk orang yang turut serta dalam baiat Ridhwan- mengatakan, 'Kami mengerjakan shalat jum'at bersama Rasulullah . Kami lantas beranjak (dari shalat) sementara itu di kebun-kebun telum ada bayangan yang bisa untuk berteduh."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Kami mengerjakan shalat Jum'at bersama Rasulullah ketika matahari telah condong (ke barat), kemudian kami kembali dan mencari tempat berteduh."
Umdatul Ahkam (315146)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الجُمُعةِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT JUM'AT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَقْرَأُ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَ: هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ))
147. Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi mengerjakan shalat Subuh pada hari Jum'at membaca "Alif lam mim tanzil ...." (surat As Sajdah) dan "Hal ata 'alal insani."(surat Al Insan)
Umdatul Ahkam (315147)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ العيدينِ
KITAB SHALAT - BAB DUA SHALAT IED
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ))
148. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Nabi , Abu Bakar dan Umar mengerjakan shalat iedul Fitri dan iedul adha sebelum khutbah.
Umdatul Ahkam (315148)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ العيدينِ
KITAB SHALAT - BAB DUA SHALAT IED
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنه قَالَ: ((خَطَبَنَا النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَوْمَ الأَضْحَى بَعْدَ الصَّلاةِ , فَقَالَ: مَنْ صَلَّى صَلاتَنَا وَنَسَكَ [ص:107] نُسُكَنَا فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ , وَمَنْ نَسَكَ قَبْلَ الصَّلاةِ فَلا نُسُكَ لَهُ. فَقَالَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ - خَالُ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ - يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنِّي نَسَكْتُ شَاتِي قَبْلَ الصَّلاةِ. وَعَرَفْتُ أَنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ. وَأَحْبَبْتُ أَنْ تَكُونَ شَاتِي أَوَّلَ مَا يُذْبَحُ فِي بَيْتِي. فَذَبَحْتُ شَاتِي , وَتَغَذَّيْتُ قَبْلَ أَنْ آتِيَ الصَّلاةَ. فَقَالَ: شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , فَإِنَّ عِنْدَنَا عِنَاقاً هِيَ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ شَاتَيْنِ أَفَتُجْزِي عَنِّي؟ قَالَ: نَعَمْ , وَلَنْ تَجْزِيَ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ))
149. Al Bara' bin 'Azib menuturkan bahwa Nabi menyampaikan khutbah kepada para sahabat pada hari raya iedul adha setelah mengerjakan shalat iedul adha. Beliau bersabda, 'Barangsiapa mengerjakan shalat seperti shalat kami dan menyembelih kurban seperti kurban kami, maka dia telah mendapatkan pahala berkurban. Barangsiapa yang berkurban sebelum shalat (iedul adha), maka dia tidak mendapatkan pahala berkurtban."
Abu Burdah bin Niyar -paman Al Bara' bin 'Azib dari Jalur Ibunya- berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah menyembelih kambingku sebelum shalat (iedul adha). Aku tahu bahwa hari itu adalah hari untuk makan dan minum. Aku senang sekiranya kambingku adalah binatang yang pertama kali disembelih dl rumahku. Oleh karena itu, aku menyembelih kambingku dan aku sarapan dengannya sebelum aku mengerjakan shalat (iedul adha)." Nabi bersabda, "Kambingmu adalah kambing untuk dimakan dagingnya (tidak dianggap kambing kurban -ed)."
Abu Burdah berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami memiliki seekor kambing betina yang belum genap setahun. Kambing ini lebih aku sukai daripada dua ekor kambing. Apakah kambingku tersebut telah sah (untuk kurban)?'
Nabi bersabda, "Ya, akan tetapi setelahmu, kambing seperti itu tidaklah sah."
Umdatul Ahkam (315149)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ العيدينِ
KITAB SHALAT - BAB DUA SHALAT IED
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((صَلَّى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَوْمَ النَّحْرِ. ثُمَّ خَطَبَ. ثُمَّ ذَبَحَ وَقَالَ: مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيَذْبَحْ أُخْرَى مَكَانَهَا , وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ بِاسْمِ اللَّهِ))
150. Jundub bin Abdullah Al Bajali menuturkan bahwa Rasulullah mengerjakan shalat pada hari raya iedul Adha. Beliau lantas berkhutbah dan menyembelih (kurban). Beliau bersabda, "Barangsiapa yang terlanjur menyembelih sebelum shalat (iedul adha) maka hendaklah dia menyembelih yang lain sebagai pengganti. Barangsiapa yang belum menyembelih (kurban), hendaknya dia menyembelih dengan menyebut nama Allah."
Umdatul Ahkam (315150)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ العيدينِ
KITAB SHALAT - BAB DUA SHALAT IED
عَنْ جَابِرٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - يَوْمَ الْعِيدِ. فَبَدَأَ بِالصَّلاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ , بِلا أَذَانٍ وَلا إقَامَةٍ. ثُمَّ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلالٍ , فَأَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى , وَحَثَّ عَلَى طَاعَتِهِ , وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ , ثُمَّ مَضَى حَتَّى أَتَى النِّسَاءَ فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَّرَهُنَّ , وَقَالَ: يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ , تَصَدَّقْنَ. فَإِنَّكُنَّ أَكْثَرُ حَطَبِ جَهَنَّمَ , فَقَامَتْ امْرَأَةٌ مِنْ سِطَةِ النِّسَاءِ , سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ فَقَالَتْ: لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ: لأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ , وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ. قَالَ: فَجَعَلْنَ يَتَصَدَّقْنَ مِنْ حُلِيِّهِنَّ يُلْقِينَ فِي ثَوْبِ بِلالٍ مِنْ أَقْرَاطِهِنَّ وَخَوَاتِيمِهِنَّ))
151. Jabir menuturkan bahwa dirinya mengikuti shalat (ied) bersama Rasulullah pada hari ied. Beliau mulai mengerjakan shaiat sebelum khotbah tanpa mengumandangkan adzan dan iqamah. Beliau lantas berdiri dengan bersandar pada Bilal. Beliau memerintahkan orang-orang agar bertakwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat kepada-Nya, memberikan nasehat dan mengingatkan mereka. Beliau lantas berjalan hingga mendatangi jamaah wanita, beliau pun memberikan nasehat dan mengingatkan mereka.
Nabi lantas bersabda, "Wahai sekalian wanita bersedekahlah, sesungguhnya kalian paling banyak yang menjadi kayu bakar neraka Jahanam."
Salah seorang wanita yang berada di tengah kerumunan Jamaah wanita lalu berdiri. Kedua pipi wanita tersebut tampak hitam. Wanita tersebut bertanya, 'Kenapa demikian Rasulullah?"
Nabi menjawab, "Karena kalian banyak mengeluh dan mengingkari (kebaikan) suami."
Jabir berkata, "Mereka lantas bersdekah dengan perhiasan mereka. Mereka melemparkan anting-anting dan cincin-cincin mereka pada pakaian Bilal."
Umdatul Ahkam (315151)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ العيدينِ
KITAB SHALAT - BAB DUA SHALAT IED
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ - نُسَيْبَةَ الأَنْصَارِيَّةِ - قَالَتْ: ((أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ نُخْرِجَ فِي الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ , وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ)) .
وَفِي لَفْظٍ: ((كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيدِ , حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا , حَتَّى تَخْرُجَ الْحُيَّضُ , فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ وَيَدْعُونَ بِدُعَائِهِمْ , يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَهُ))
152. Ummu Athiyah Nusaibah Al Anshariyah mengatakan, 'Nabi memerintahkan kami untuk mengeluarkan wanita-wanita muda dan gadis-gadis pingitan pada hari raya iedul fitri dan iedul adha. Beliau memerintahkan agar wanita yang sedang haidh agar menjauhi tempat shalat kaum muslimin."
Dalam lafal yang lain dikatakan, 'Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya ied. Sampai-sampai kami juga diperintahkan untuk mengeluarkan gadis dari tempat pingitannya dan juga wanita-wanita yang haid. Mereka diletakkan di belakang jamaah lelaki sehingga bisa bertakbir bersama kaum lelaki, juga berdo'a bersama mereka, mengharapkan berkah dan kesucian hari tersebut"
Umdatul Ahkam (315152)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الكُسُوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHUSUF (GERHANA)
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَبَعَثَ مُنَادِياً يُنَادِي: الصَّلاةُ جَامِعَةٌ. فَاجْتَمَعُوا. وَتَقَدَّمَ , فَكَبَّرَ وَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي رَكْعَتَيْنِ , وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ))
153. Aisyah menuturkan bahwa pada zaman Nabi matahari pernah mengalami gerhana. Beliau lantas mengutus seorang penyeru untuk mengumandangkan seruan, "Ash shalatu jami'ah (mari kita lakukan shalat berjamaah)."
Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan tertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku dan empat.
Umdatul Ahkam (315153)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الكُسُوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHUSUF (GERHANA)
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ - عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ , يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ , وَإِنَّهُمَا لا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ. فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا , وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ))
154. Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al Anshari Al Badri menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah menggunakan keduanya untuk membuat hamba-hamba-Nya menjadi takut. Gerhana matahari dan bulan tidaklah terjadi karena kematian dan kehidupan seseorang, Jika kalian menyaksikan sebagian di antara gerhana tersebut, maka kerjakanlah shalat dan berdo'alah hingga rasa takut itu hilang dari diri kalian."
Umdatul Ahkam (315154)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الكُسُوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHUSUF (GERHANA)
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ: ((خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِالنَّاسِ. فَأَطَالَ الْقِيَامَ , ثُمَّ رَكَعَ , فَأَطَالَ الرُّكُوعَ , ثُمَّ قَامَ , فَأَطَالَ الْقِيَامَ - وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأَوَّلِ - ثُمَّ رَكَعَ , فَأَطَالَ الرُّكُوعَ - وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ - ثُمَّ سَجَدَ , فَأَطَالَ السُّجُودَ , ثُمَّ فَعَلَ فِي الرَّكْعَةِ الأُخْرَى مِثْلَ مَا فَعَلَ فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى , ثُمَّ انْصَرَفَ , وَقَدْ تَجَلَّتْ الشَّمْسُ , فَخَطَبَ النَّاسَ , فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ , ثُمَّ قَالَ: إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ , لا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلا لِحَيَاتِهِ , فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا , وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا , ثُمَّ قَالَ: يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ , وَاَللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ , أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ , يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ , وَاَللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيراً))
وَفِي لَفْظٍ: ((فَاسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ))
155. Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah . Rasulullah lantas bangkit dan mengimami orang banyak. Beliau memperpanjang tempo berdirinya. Beliau lalu ruku dan memperpanjang tempo rukunya. Beliau lalu berdiri lagi dan memperpanjang tempo berdirinya namun lebih singkat daripada berdiri pertama. Beliau lantas ruku dan memperpanjang tempo ruku akan tetapi lebih singkat daripada ruku yang pertama. Nabi lalu sujud dan memperpanjang tempo sujudnya. Pada rakaat yang lain, beliau berbuat seperti apa yang beliau perbuat pada rakaat yang pertama. Beliau lantas beranjak (usai shalatnya) dan matahari telah nampak.
Nabi lalu berkhutbah kepada orang banyak. Beliau memuji dan menyanjung Allah dan bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidaklah mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah."
Nabi selanjutnya bersabda, "Wahai umat Muhammad, demi Allah tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hambaNya baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Nabi lantas menyempurnakan empat kali ruku dan empat kali sujud."
Umdatul Ahkam (315155)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الكُسُوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHUSUF (GERHANA)
عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -. فَقَامَ فَزِعاً , وَيَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ , حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ. فَقَامَ , فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَسُجُودٍ , مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِي صَلاتِهِ قَطُّ , ثُمَّ قَالَ: إنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِي يُرْسِلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: لا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلا لِحَيَاتِهِ. وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ , فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئاً فَافْزَعُوا إلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ))
156. Abu Musa Al Asy'ari menuturkan, 'Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasusullah . Nabi lantas berdiri takut karena khawatir sekiranya akan terjadi kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid. Beliau berdiri mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku dan sujud yang lebih lama. Aku belum pernah melihat Nabi melakukan shalat sedemikian rupa."
Nabi lantas bersabda "Sesungguhnya itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkannya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang, akan tetapi Allah menunjukkannya untuk membuat takut hamba-hambaNya. Jika kalian melihat sebagian di antara gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berzikir, berdo'a dan memohon ampunan kepada Allah."
Umdatul Ahkam (315156)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الاستسقاءِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT ISTISQA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((خَرَجَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَسْتَسْقِي , فَتَوَجَّهَ إلَى الْقِبْلَةِ يَدْعُو , وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ , ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ , جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ)) . وَفِي لَفْظٍ «إلَى الْمُصَلَّى» .
157. Abdullah bin Zaid bin 'Ashim Al Mazini mengatakan "Nabi pernah keluar untuk mengerjakan shalat istisqa. Beiiau lalu menghadap kiblat dan berdo'a seraya membalikkan selendangnya. Beliau lalu mengerjakan shalat dua rakaat, pada kedua rakaat terebut, beliau mengeraskan bacaannya.
Dalam suatu lafal dikatakan, "Nabi mendatangi tempat shalat"
Umdatul Ahkam (315157)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الاستسقاءِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT ISTISQA
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - ((أَنَّ رَجُلاً دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ بَابٍ كَانَ نَحْوَ دَارِ الْقَضَاءِ , وَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَائِمٌ يَخْطُبُ , فَاسْتَقْبَلَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَائِمًا , ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلَكَتْ الأَمْوَالُ , وَانْقَطَعَتْ السُّبُلُ فَادْعُ اللَّهَ تَعَالَى يُغِيثُنَا , قَالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ أَغِثْنَا , اللَّهُمَّ أَغِثْنَا , اللَّهُمَّ أَغِثْنَا. قَالَ أَنَسٌ: فَلا وَاَللَّهِ مَا نَرَى فِي السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ وَلا قَزَعَةٍ , وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ سَلْعٍ مِنْ بَيْتٍ وَلا دَارٍ قَالَ: فَطَلَعَتْ مِنْ وَرَائِهِ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ. فَلَمَّا تَوَسَّطَتْ السَّمَاءَ انْتَشَرَتْ ثُمَّ أَمْطَرَتْ , قَالَ: فَلا وَاَللَّهِ مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سَبْتاً , قَالَ: ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ فِي الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ , وَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَائِمٌ يَخْطُبُ النَّاسَ , فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِماً , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلَكَتْ الأَمْوَالُ , وَانْقَطَعَتْ السُّبُلُ , فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يُمْسِكَهَا عَنَّا , قَالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلا عَلَيْنَا , اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ , قَالَ: فَأَقْلَعَتْ , وَخَرَجْنَا نَمْشِي فِي الشَّمْسِ.
قَالَ شَرِيكٌ: فَسَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَهُوَ الرَّجُلُ الأَوَّلُ قَالَ: لا أَدْرِي))
قَالَ الْمُصَنَّفُ رَحِمَهُ اللهُ: الظِّرَابُ: الْجِبَالُ الصِّغَارُ. وَالآكَامُ: جَمْعُ أَكَمَةِ، وَهِيَ أَعْلَى مِنَ الرَّابِيَةِ وَدُوْنَ الْهَضَبَةَ. وَدَارُ الْقَضَاءِ: دَارُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَابِ رضي الله عنه، سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لأَنَّهَا بِيْعَتْ فِيْ قَضَاءِ دَيْنِهِ.
158. Anas bin Malik menuturkan bahwa ada seorang lelaki yang memasuki masjid pada hari jum'at melalui pintu yang menghadap ke arah Darul Qadha. Saat itu Rasulullah sedang berdiri untuk berkhutbah. Orang tersebut lantas menghadap Rasulullah sambil berdiri dan. berkata, "Wahai Rasulullah, makanan pokok sudah tidak ada dan unta-unta sudah melemah. Oleh karena itu, berdo'alah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kami."
Anas menuturkan bahwa Rasulullah lantas mengangkat kedua tangannya dan berdo'a, "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami dan turunkanlah hujan kepada kami."
Anas berkata, "Demi Allah, tadinya kami tidak melihat mendung maupun awan yang tipis. Saat itu di antara kami dan gunung Sal'un tidak ada satu rumah atau pun perkampungan.
Anas bercerita, "Kemudian munculah mendung seperti tameng bundar di balik gunung tersebut. Ketika telah berada di tengah langit, maka mendung tersebut lantas berpencar. Setelah itu, turunlah hujan."
Anas berkata, "Demi Allah, aku tidaklah melihat matahari selama seminggu."
Anas menuturkan bahwa ada seorang lelaki yang masuk melalui pintu tadi pada hari Jum'at selanjutnya. Ketika itu Rasulullah sedang berdiri untuk berkhutbah. Lelaki tersebut lantas menghadap Rasulullah sambil berdiri dan mengatakan, "Wahai Rasulullah, makanan pokok sudah tidak ada dan onta-onta telah melemah. Berdo'alah kepada Allah agar menahan hujan untuk kami."
Anas bercerita bahwa Rasulullah lantas mengangkat kedua tangannya dan berdo'a, "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami jangan di atas kami. Ya turunkanlah hujan di atas anak-anak bukit, bukit-bukit, lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan." Anas berkata, "Hujan pun reda dan kami pun bisa keluar berjalan di bawah sinar matahari."
Syarik menuturkan bahwa dirinya lantas bertanya kepada Anas apakah orang yang meminta agar hujan reda tersebut adalah juga orang yang meminta turunnya hujan. Anas menjawab, "Aku tidaklah tahu."
Penulis buku ini rahimahullah mengatakan bahwa Adh dhirab adalah gunung yang kecil, Akam adalah bentuk jamak dari kata akamah yang berarti anak bukit yang lebih tinggi daripada Ar rabiyah (jenis anak bukit) dan lebih rendah daripada Al Hadhbah (jenis anak bukit). Darul qadha adalah rumah Umar bin Al Khathab . Rumah ini dinamakan darul qadha karena rumah tersebut dijual untuk melunasi hutang Umar.
Umdatul Ahkam (315158)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الخوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHAUF
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنهما قَالَ: ((صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - صَلاةَ الْخَوْفِ فِي بَعْضِ أَيَّامِهِ , فَقَامَتْ طَائِفَةٌ مَعَهُ , وَطَائِفَةٌ بِإِزَاءِ الْعَدُوِّ , فَصَلَّى بِاَلَّذِينَ مَعَهُ رَكْعَةً , ثُمَّ ذَهَبُوا , وَجَاءَ الآخَرُونَ , فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَةً , وَقَضَتِ الطَّائِفَتَانِ رَكْعَةً , رَكْعَةً))
159. Abdullah bin Umar bin Al Khathab mengatakan, "Rasulullah mengimami kami dalam shalat khauf pada beberapa hari saat berhadapan dengan musuh. Satu kelompok berdiri bersama beliau dan kelompok yang lain menghadap ke arah musuh. Nabi mengimami orang-orang yang di belakangnya satu rakaat kemudian mereka pergi. Kelompok lain lantas datang dan beliau mengimami mereka satu rakaat. Kedua kelompok tersebut kemudian menyelasaikan masing-masing satu rakaat (yang masih kurang)"
Umdatul Ahkam (315159)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الخوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHAUF
عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ عَنْ صَالِحِ بْنِ خَوَّاتِ بْنِ جُبَيْرٍ عَمَّنْ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - صَلاةَ ذَاتِ الرِّقَاعِ , صَلاةَ الْخَوْفِ: أَنَّ طَائِفَةً صُفَّتْ مَعَهُ , وَطَائِفَةً وِجَاهَ الْعَدُوِّ , فَصَلَّى بِاَلَّذِينَ مَعَهُ رَكْعَةً , ثُمَّ ثَبَتَ قَائِماً , وَأَتَمُّوا لأَنْفُسِهِمْ , ثُمَّ انْصَرَفُوا , فَصُفُّوا وِجَاهَ الْعَدُوِّ , وَجَاءَتْ الطَّائِفَةُ الأُخْرَى , فَصَلَّى بِهِمْ الرَّكْعَةَ الَّتِي بَقِيَتْ , ثُمَّ ثَبَتَ جَالِساً , وَأَتَمُّوا لأَنْفُسِهِمْ , ثُمَّ سَلَّمَ بِهِمْ))
الرَّجُلُ الَّذِي صَلَّى مَعَ رَسُوْلُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم -: هُوَ سَهْلٌ بْنُ أَبِيْ حَثْمَةَ.
160. Yazid bin Ruman meriwayatkan dari Shalih bin Khawwat bin Jubair dari seorang sahabat yang mengerjakan shalat khauf bersama Rasulullah ketika perang Dzatur Riqa'. Satu kelompok membuat barisan bersama beliau dan kelompok yang lain menghadap ke arah musuh. Nabi mengimami satu kelompok yang bersamanya satu rakaat. Nabi tetap berdiri dan kelompok tersebut menyempurnakan shalat mereka sendiri-sendiri. Kelompok ini lantas pergi dan membuat barisan menghadap ke arah musuh. Satu kelompok yang lain lantas datang dan Nabi pun mengimami mereka untuk satu rakaat yang tersisa. Nabi lantas tetap berdiri dan kelompok yang baru ini menyempurnakan shalat mereka masing-masing. Setelah itu. Nabi salam tersama-sama mereka.
Sarang sahabat yang mengerjakan shalat tersama Rasulullah adalah Sahl bin Abu Hatsmah.
Umdatul Ahkam (315160)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صلاةِ الخوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHALAT KHAUF
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ رضي الله عنهما قَالَ: ((شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - صَلاةَ الْخَوْفِ فَصَفَفْنَا صَفَّيْنِ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَالْعَدُوُّ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ , وَكَبَّرَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - وَكَبَّرْنَا جَمِيعاً , ثُمَّ رَكَعَ وَرَكَعْنَا جَمِيعاً , ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَرَفَعْنَا جَمِيعاً , ثُمَّ انْحَدَرَ بِالسُّجُودِ وَالصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ , وَقَامَ الصَّفُّ الْمُؤَخَّرُ فِي نَحْرِ الْعَدُوِّ , فَلَمَّا قَضَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - السُّجُودَ , وَقَامَ الصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ: انْحَدَرَ الصَّفُّ الْمُؤَخَّرُ بِالسُّجُودِ , وَقَامُوا , ثُمَّ تَقَدَّمَ الصَّفُّ الْمُؤَخَّرُ , وَتَأَخَّرَ الصَّفُّ الْمُقَدَّمُ , ثُمَّ رَكَعَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - وَرَكَعْنَا جَمِيعاً , ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَرَفَعْنَا جَمِيعاً , ثُمَّ انْحَدَرَ بِالسُّجُودِ , وَالصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ - الَّذِي كَانَ مُؤَخَّرًا فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى - فَقَامَ الصَّفُّ الْمُؤَخَّرُ فِي نَحْرِ [ص:117] الْعَدُوِّ , فَلَمَّا قَضَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - السُّجُودَ وَالصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ: انْحَدَرَ الصَّفُّ الْمُؤَخَّرُ بِالسُّجُودِ , فَسَجَدُوا ثُمَّ سَلَّمَ - صلى الله عليه وسلم - وَسَلَّمْنَا جَمِيعاً , قَالَ جَابِرٌ: كَمَا يَصْنَعُ حَرَسُكُمْ هَؤُلاءِ بِأُمَرَائِهِمْ))
وَذَكَرَهُ مُسْلِمٌ بِتَمَامِهِ. وَذَكَرَ الْبُخَارِيُّ طَرَفاً مِنْهُ: ((وَأَنَّهُ صَلَّى صَلاةَ الْخَوْفِ مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فِي الْغَزْوَةِ السَّابِعَةِ , غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ))
161. Jabir bin Abdullah Al Anshari mengatakan, Aku ikut serta shalat khauf bersama Rasulullah . Kami membentuk dua shaf di belakang Rasulullah , sementara itu musuh berada diantara kami dan kiblat. Nabi lantas bertakbir dan kami pun bertakbir semua. Nabi lalu rukuk dan kami pun rukuk semua. Beliau kemudian mengangkat kepala dari rukuk dan kami pun mengangkat (kepala) semua. Beliau lalu turun untuk sujud terama-sama dengan shaf yang persis di belakangnya sedangkan shaf yang belakang lagi tetap berdiri menghadang musuh.
Tatkala Nabi telah menyelesaikan sujud dan shaf yang persis di belakang beliau berdiri, maka shaf belakang turun untuk sujud. Setelah sujud, lantas berdiri. Kemudian shaf belakang tersebut maju ke depan dan dan shaf depan mundur ke belakang. Nabi lantas rukuk dan kami pun rukuk semua, lalu beliau mengangkat kepalanya dari rukuk dan kami pun mengangkat (kepala) semua. Setelah itu, beliau turun untuk sujud bersama shaf yang terdekat dengan beliau -yaitu shaf belakang pada saat rakaat pertama. Shaf belakang yang sekarang tetap berdirl menghadang musuh."
Ketika Rasulullah menyelesaikan sujud bersama shaf depan, maka shaf belakang turun untuk sujud. Shaf belakang tersebut lantas sujud. Nabi lalu salam dan kami pun salam semua."
Jabir mengatakan, "Seperti yang dilakukan oleh penjaga-penjaga kalian terhadap para pemimpin kailan."
Imam Muslim menyebutkan hadits ini dengan lengkap. Sedangkan Imam Bukharl menyebutkan sebagian hadlts ini bahwa Jablr pernah shalat khauf bersama Rasulullah ketika perang ketujuh yaitu perang Dzatur Riqa'.
Umdatul Ahkam (315161)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((نَعَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ , خَرَجَ بِهِمْ إلَى الْمُصَلَّى , فَصَفَّ بِهِمْ , وَكَبَّرَ أَرْبَعاً))
162. Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi menyampaikan kabar kematian Raja Najasyi pada saat hari kematiannya. Nabi lantas keluar bersama para sahabat menuju tempat shalat. Beliau kemudian mengatur shaf mereka dan bertakbir empat kali.
Umdatul Ahkam (315162)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ جَابِرِ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - صَلَّى عَلَى النَّجَاشِيِّ , فَكُنْتُ فِي الصَّفِّ الثَّانِي , أَوْ الثَّالِثِ))
163. Jabir menuturkan bahwa Nabi menshalatkan Raja Najasyi, sementara aku ketika itu berada di shaf kedua atau ketiga.
Umdatul Ahkam (315163)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - صَلَّى عَلَى قَبْرٍ , بَعْدَ مَا دُفِنَ , فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعاً))
164. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Nabi pernah shalat di atas kubur setelah mayitnya dikuburkan. Beliau tertakbir di atas kubur tersebut empat kali.
Umdatul Ahkam (315164)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كُفِّنَ فِي أَثْوَابٍ بِيضٍ يَمَانِيَةٍ , لَيْسَ فِيهَا قَمِيصٌ وَلا عِمَامَةٌ))
165. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah dikafani dengan tiga lembar kain dari Yaman yang berwarna putih bersih dengan baju tanpa mengenakan sorban.
Umdatul Ahkam (315165)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ الأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْ: ((دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - حِينَ تُوُفِّيَتْ ابْنَتُهُ , فَقَالَ: اغْسِلْنَهَا ثَلاثاً , أَوْ خَمْساً , أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ - إنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكِ - بِمَاءٍ وَسِدْرٍ , وَاجْعَلْنَ فِي الأَخِيرَةِ كَافُوراً - أَوْ شَيْئاً مِنْ كَافُورٍ - فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي))
فَلَمَّا فَرَغْنَا آذَنَّاهُ. فَأَعْطَانَا حَقْوَهُ. وَقَالَ: أَشْعِرْنَهَا بِهِ - تَعْنِي إزَارَهُ.
وَفِي رِوَايَةٍ «أَوْ سَبْعاً» , وَقَالَ: ((ابْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا وَمَوَاضِعِ الْوُضُوءِ مِنْهَا)) وَإِنَّ أُمَّ عَطِيَّةَ قَالَتْ: وَجَعَلْنَا رَأْسَهَا ثَلاثَةَ قُرُونٍ))
166. Ummu 'Athiyah Anshari berkata, "Rasulullah menemui kami tatkala putrinya yang bernama Zainab meninggal dunia. Beliau lantas bersabda, "Mandikanlah dia tiga kali, lima kali atau lebih banyak daripada itu jika kalian memandang perlu hal tersebut dengan menggunakan air dan daun bidara. Campurilah yang terakhir dengan kapur barus atau dengan sedikit kapur barus. Ilka kailan telah selesai, maka beritahulah aku."'
(Ummu 'Athiyah berkata), "Ketika kami telah selesai, maka kami memteritahu beliau. Beliau lalu memberi kami kain dan bersabda, 'Kenakanlah kain tersebut padanya.'"
Dalam riwayat yang lain dikatakan, "atau tujuh kali" Nabi bersabda, "Mulailah dari bagian kanan dan anggota wudhunya."
Ummu 'Athiyah mengatakan, "Kami menjalin rambut Zainab menjadi berkepang tiga"
Umdatul Ahkam (315166)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ , إذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ , فَوَقَصَتْهُ - أَوْ قَالَ: فَأَوْقَصَتْهُ - فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ , وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْهِ. وَلا تُحَنِّطُوهُ , وَلا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ. فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّياً)) . وَفِي رِوَايَةٍ: ((وَلا تُخَمِّرُوا وَجْهَهُ وَلا رَأْسَهُ))
الوَقْصُ: كَسْرُ العُنُق
167. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa ada seseorang yang wukuf di Arafah. Tiba-tiba dia terjatuh dari kendaraaannya sehingga membuat tulang lehernya patah. Rasulullah lantas bersabda, "Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara. Kafanilah dia dengan kaduua pakaian ihramnya dan janganlah kalian beri wangi-wangian serta janganiah kalian tutupi kepalanya, karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah."
Dalam riwayat lain dikatakan, "Janganlah kalian tutupi wajah dan kepalanya."
Penulis buku ini mengatakan "Al waqshu adalah patah lehernya"
Umdatul Ahkam (315167)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ الأَنْصَارِيَّةِ رضي الله عنها قَالَتْ: ((نُهِينَا عَنْ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَلَمْ يُعْزَمْ عَلَيْنَا))
168. Ummu Athiyah Al Anshari mengatakan. "Kami dilarang untuk mengiringi jenazah akan tetapi (larangan tersebut) tidaklah dinyatakan secara tegas kepada kami."
Umdatul Ahkam (315168)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنَّهَا إنْ تَكُ صَالِحَةً: فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إلَيْهِ. وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ: فَشَرٌّ: تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ))
169. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, "Bersegerah membawa jenazah ke kubur, jika mayit itu adalah orang shalih, maka itu adalah suatu kebaikan dimana kalian mengantarkan mayit tersebut kepadanya, jika keadaannya itu tidaklah demikian, maka itu adalah kejelekan yang kalian turunkan dari pundak-pundak kalian"
Umdatul Ahkam (315169)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ- رضي الله عنه - قَالَ: ((صَلَّيْت وَرَاءَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - عَلَى امْرَأَةٍ مَاتَتْ فِي نِفَاسِهَا فَقَامَ فِي وَسَطِهَا))
170. Samurah bin jundub mengatakan, "Aku pernah bermakmum kepada Rasulullah untuk menshalati seorang wanita yang meninggal karena nifas. Beliau berdiri (menghadap) bagian tengah dari (tubuh) wanita terebut."
Umdatul Ahkam (315170)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ أَبِي مُوسَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ- رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بَرِيءٌ مِنْ الصَّالِقَةِ وَالْحَالِقَةِ وَالشَّاقَّةِ))
قَالَ المُصَنَّفُ: الصَّالِقَةِ، الَّتِي تَرْفَعُ صَوْتَهَا عِنْدَ الْمُصِيْبَةِ.
171. Abu Musa Abdullah bin Qais Al Asy'ary menuturkan bahwa Rasulullah berlepas diri dari wanita yang menjerit-jerit ketika ditimpa musibah, wanita yang mencukur rambutnya karena sedih yang mendalam dan wanita yang merobek-robek baju karena marah terhadap takdir Allah.
Ash shaliqah adaiah wanita yang menjerit-jerit ketika ditimpa musibah.
Umdatul Ahkam (315171)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَ: ((لَمَّا اشْتَكَى النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - ذَكَرَ بَعْضُ نِسَائِهِ كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ , يُقَالُ لَهَا: مَارِيَةُ - وَكَانَتْ أُمُّ سَلَمَةَ وَأُمُّ حَبِيبَةَ أَتَتَا أَرْضَ الْحَبَشَةِ - فَذَكَرَتَا مِنْ حُسْنِهَا وَتَصَاوِيرَ فِيهَا , فَرَفَعَ رَأْسَهُ - صلى الله عليه وسلم - وَقَالَ: أُولَئِكَ إذَا مَاتَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِداً , ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ))
172. Aisyah menuturkan bahwa tatkala Rasulullah sakit, beberapa orang isteri beliau bercerita tentang gereja yang dilihatnya di negeri Habasyah. Gereja tersebut bernama Mariyah. Ketika itu Ummu Salamah dan Ummu Habibah mendatangi negeri Habasyah. Keduanya menceritakan tentang keindahan dan gambar-gambar yang terdapat di dalam gereja tersebut.
Nabi lantas mengangkat kepalanya dan bersabda, "Mereka itu adalah orang-orang yang jika di antara mereka ada orang shalih yang menjnggal dunia, maka mereka membangun masjid di atas kubur orang shalih tersebut. Mereka lalu melukis gambar-gambar tersebut. Mereka adalah sejelek-jelek ciptaan di sisi Allah."
Umdatul Ahkam (315172)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ: ((لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ))
قَالَتْ: وَلَوْلا ذَلِكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِداً.
173. Aisyah menuturkan bahwa tatkala Rasulullah menderita sakit yang mengantarkan beliau kepada kematian, maka beliau bersabda, "Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka telah menjadikan kubur-kubur para Nabi mereka sebagai masjid."
Aisyah mengatakan, "Kalau sekiranya tidak ada (peringatan beliau) tersebut, niscaya kuburnya diletakkan di luar rumah. Hanya saja dikhawatirkan bahwa kubur beliau dijadikan sebagai masjid."
Umdatul Ahkam (315173)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ: ((لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ , وَشَقَّ الْجُيُوبَ , وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ))
174. Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, "Tidaklah termasuk orang yang mengikuti sunnah kami orang-orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek kerah baju dan menyeru dengan seruan jahiliyah."
Umdatul Ahkam (315174)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - كتابُ الجنائزِ
KITAB SHALAT - KITAB JENAZAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((مَنْ شَهِدَ الْجِنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ. وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ: وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟ قَالَ: مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ))
وَلِمُسْلِمٍ: ((أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ))
175. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang ikut serta dalam menyelenggaraan jenazah hingga jenazah tersebut dishalatkan, maka dia akan mendapatkan satu qirath. Barangsiapa yang ikut serta dalam penyelenggaraan jenazah hingga jenazah tersebut dikuburkan, maka dia mendapatkan dua qirath."
Ada seorang sahabat yang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan dua qirath itu ?'
"Seperti dua gunung yang besar," jawab Nabi
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, "Gunung yang paling kecil dari kedua gunung itu seperti gunung uhud."
Umdatul Ahkam (315175)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ
KITAB ZAKAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ - حِينَ بَعَثَهُ إلَى الْيَمَنِ -: ((إنَّك سَتَأْتِي قَوْماً أَهْلَ كِتَابٍ. فَإِذَا جِئْتَهُمْ: فَادْعُهُمْ إلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لا إلَهَ إلاَّ اللَّهُ , وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ. فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ: أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ. فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَك بِذَلِكَ, فَأَخْبِرْهُمْ: أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً , تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ. فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَك بِذَلِكَ , فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ. وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ. فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ))
176. Abdullah bin abbas menuturkan bahwa tatkala Rasulullah mengutus Muadz ke Yaman, maka beliau bersabda, "Sesungguhnya engkau akan mendatang ؛sekelompok orang dari kalangan ahli kitab. Jika engkau mendatangi mereka, maka ajaklah mereka untuk bersyahadat Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Jika mereka menaatimu dalam masalah tersebut, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka (untuk mengerjakan) shalat lima waktu pada setiap harinya. Jika mereka menaatimu dalam masalah tersebut, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka (untuk membayar) zakat. Zakat tersebut diambil dari orang-orang yang kaya dan diserahkan kepada fakir di antara mereka, jika mereka menaatimu dalam masalah tersebut, maka jauhilah harta benda yang terbaik milik mereka. Berhati-hatilah dari do'a orang-orang yang terzhalimi karena tidak ada penghalang antara do'a tersebut dengan Allah."
Umdatul Ahkam (315176)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ
KITAB ZAKAT
عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيْ رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ. وَلا فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ. وَلا فِيمَا
177. Abu Sa'ld Al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Harta yang nilainya belum mencapai lima uqiyah tidak wajib untuk dizakati. Harta yang nilainya mencapai lima dzaud tidak wajib untuk dizakati. Harta yang nilainya belum mencapai lima wasaq tidak wajib dizakati."
Umdatul Ahkam (315177)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ
KITAB ZAKAT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ فِي عَبْدِهِ وَلا فَرَسِهِ صَدَقَةٌ))
وَفِي لَفْظٍ: ((إلاَّ زَكَاةَ الْفِطْرِ فِي الرَّقِيقِ))
178. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Seorang muslim tidak wajib membayar zakat atas budak dan kuda yang dimilikinya." Daiam lafal yang lain dikatakan, "Kecuaii zakat fitrah untuk budak"
Umdatul Ahkam (315178)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ
KITAB ZAKAT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((الْعَجْمَاءُ جُبَارٌ. وَالْبِئْرُ جُبَارٌ. وَالْمَعْدِنُ جُبَارٌ. وَفِي الرِّكَازِ الْخُمْسُ))
قَالَ الْمُصَنَّفُ: الجُبَارُ: الهدر الَّذِيْ لَاشَيْءَ فِيْهِ. والعَجْمَاءُ: الدَابَّةُ
179. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Binatang ternak yang dilepas itu tidak ada jaminannya. Sumur juga tidak ada jaminannya. Begitu pula dengan tempat tambang barang berharga itu tidak ada jaminannya. Harta karun itu zakatnya adalah seperlima"
Umdatul Ahkam (315179)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ
KITAB ZAKAT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عُمَرَ - رضي الله عنه - عَلَى الصَّدَقَةِ. فَقِيلَ: مَنَعَ ابْنُ جَمِيلٍ وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ , وَالْعَبَّاسُ عَمُّ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مَا يَنْقِمُ ابْنُ جَمِيلٍ , إلاَّ أَنْ كَانَ فَقِيراً: فَأَغْنَاهُ اللَّهُ؟ وَأَمَّا خَالِدٌ: فَإِنَّكُمْ تَظْلِمُونَ خَالِداً. وَقَدْ احْتَبَسَ أَدْرَاعَهُ وَأَعْتَادَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَأَمَّا الْعَبَّاسُ: فَهِيَ عَلَيَّ وَمِثْلُهَا. ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ , أَمَا شَعَرْتَ أَنَّ عَمَّ الرَّجُلِ صِنْوُ أَبِيهِ؟))
180. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah SAW mengutus Umar untuk memungut zakat. Ada yang mengatakan bahwa ibnu Jamil, Khalid bin Al Walid dan Al Abbas paman Rasulullah menolak untuk membayar zakat.
Rasulullah lantas bersabda, "Ibnu Jamil tidaklah mengingkari (nikmat Allah) melainkan karena dahulunya dia adalah seorang fakir lalu Allah ta'ala memberikan kekayaan kepadanya. Sedangkan Khalid, sesungguhnya kalian telah terbuat zhalim kepadanya karena dia telah mewakafkan baju besi dan peralatan perangnya untuk berjihad. Sedangkan Al Abbas, maka zakatnya dan yang semisalnya menjadi tanggunganku."
Nabi kemudian bersabda, "Wahai Umar! apakah engkau tidak tahu bahwa paman seseorang itu serupa dengan bapaknya"
Umdatul Ahkam (315180)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ
KITAB ZAKAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ: ((لَمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ يَوْمَ حُنَيْنٍ: قَسَمَ فِي النَّاسِ , وَفِي الْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَلَمْ يُعْطِ الأَنْصَارَ شَيْئاً. فَكَأَنَّهُمْ وَجَدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ , إذْ لَمْ يُصِبْهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ. فَخَطَبَهُمْ , فَقَالَ: يَا مَعْشَرَ الأَنْصَارِ , أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلاَّلاً فَهُدَاكُمْ اللَّهُ بِي؟ وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَأَلَّفَكُمْ اللَّهُ بِي؟ وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمْ اللَّهُ بِي؟ . كُلَّمَا قَالَ شَيْئاً، قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ. قَالَ: مَا يَمْنَعُكُمْ أَنْ تُجِيبُوا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ. قَالَ: لَوْ شِئْتُمْ لَقُلْتُمْ: جِئْتَنَا كَذَا وَكَذَا. أَلا تَرْضَوْنَ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيرِ , وَتَذْهَبُونَ بِرَسُولِ اللَّهِ إلَى رِحَالِكُمْ؟ لَوْلا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الأَنْصَارِ، وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِياً أَوْ شِعْباً لَسَلَكْتُ وَادِيَ الأَنْصَارِ وَشِعْبَهَا. الأَنْصَارُ شِعَارٌ , وَالنَّاسُ دِثَارٌ. إنَّكُمْ سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً، فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ))
181. Abdullah bin Zaid bin Ashim Al Mazini menuturkan bahwa tatkala Allah memberikan harta rampasan kepada Nabi pada perang Hunain, maka beliau membagikannya kepada orang banyak dan para mualaf. Beliau tidak memberi orang-orang Anshar bagian sedikit pun. Oleh karena itu, mereka merasa kesal dalam hati mereka karena mereka tidak mendapatkan (harta rampasan) seperti kebanyakan orang.
Nabi lantas berpidato kepada mereka. Beliau bersabda "Wahai segenap orang-orang Anshar! Bukankah aku mendapati kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian lantaran aku? Dahulu kalian berpecah-belah, lalu Allah menyatukan (hati-hati kalian) lantaran aku? Kalian dahulu adalah orang-orang yang fakir lalu Allah membuatmu kaya lantaran aku?"
Setiap kali Rasulullah mengucapkan sesuatu, maka orang-orang Anshar tersebut mengucapkan, "Allah dan Rasul-Nya karunianya lebih melimpah."
Nabi lantas bersabda, "Apa yang menghalangi kalian untuk memenuhi (seruan) Rasulullah ?
Abu Hurairah mengatakan bahwa setiap Nabi mengucapkan sesuatu maka mereka mengatakan, "Allah dan Rasul-Nya karunianya lebih melimpah."
Nabi bersabda, "Jika kalian mau, niscaya kalian akan mengatakan, "Engkau datang kepada kami dalam keadaan demikian dan demikian.’ Tidakkah kalian ridha jika kebanyakan orang itu pergi dengan membawa kambing dan unta sedangkan kalian pergi dengan memboyong Rasulullah menuju rumah-rumah kalian ? Kalau tidak ada hijrah, niscaya aku akan menjadi salah seorang di antara orang-orang Anshar. Jika orang-orang (berpencar) melewati suattu lembah dan jalan, niscaya aku akan melewati lembah dan jalan yang dilalui orang-orang Anshar. Orang-orang Anshar adalah pakaian yang melekat di badan sedangkan kebanyakan orang itu adalah pakaian luar. Sesungguhnya sesudahku, kalian akan menemukan suatu kejadian dimana orang-orang lebih mendahulukan urusan dunia daripada kalian. Oleh karena itu, bersabarlah hingga kalian berjumpa denganku di atas telaga."
Umdatul Ahkam (315181)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ - بابُ صدقةِ الفِطرِ
KITAB ZAKAT - BAB ZAKAT FITRAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - صَدَقَةَ الْفِطْرِ - أَوْ قَالَ رَمَضَانَ - عَلَى الذَّكَرِ وَالأُنْثَى [ص:130] وَالْحُرِّ وَالْمَمْلُوكِ: صَاعاً مِنْ تَمْرٍ , أَوْ صَاعاً مِنْ شَعِيرٍ. قَالَ: فَعَدَلَ النَّاسُ بِهِ نِصْفَ صَاعٍ مِنْ بُرٍّ , عَلَى الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ))
وَفِي لَفْظٍ: ((أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إلَى الصَّلاةِ))
182. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Nabi mewajibkan zakat fitrah -atau dia mengatakan Ramadhan- bagi laki-laki, perempuan, orang merdeka dan budak sejumiah satu sha' kurma atau satu sha' gandum.
Abdullah bin Umar mengatakan bahwa orang-orang lantas menyamakannya dengan setengah sha' gandum untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Hendaknya zakat fitrah terebut dibayarkan setelum orang-orang berangkat untuk shalat Iedul Fitri"
Umdatul Ahkam (315182)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الزكاةِ - بابُ صدقةِ الفِطرِ
KITAB ZAKAT - BAB ZAKAT FITRAH
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنَّا نُعْطِيهَا فِي زَمَنِ - صلى الله عليه وسلم - صَاعاً مِنْ طَعَامٍ , أَوْ صَاعاً مِنْ شَعِيرٍ , أَوْ صَاعاً مِنْ أَقِطٍ , أَوْ صَاعاً مِنْ زَبِيبٍ. فَلَمَّا جَاءَ مُعَاوِيَةُ , وَجَاءَتِ السَّمْرَاءُ , قَالَ: أَرَى مُدَّاً مِنْ هَذِهِ يَعْدِلُ مُدَّيْنِ. قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: أَمَّا أَنَا: فَلا أَزَالُ أُخْرِجُهُ كَمَا كُنْتُ أُخْرِجُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -))
183. Abu Sa'id Al Khudri mengatakan. "Kami membayar zakat fitrah pada zaman Nabi sejumlah satu sha' makanan, satu sha' kurma, satu sha'gandum, satu sha' keju atau satu sha' anggur kering. Ketika Muawiyah datang dann gandum (dari Syam) tiba, maka dia berpendapat bahwa gandum dari Sym tersebut sebanding dengan dua mud makanan yang selainnya."
Abu Sa'id mengatakan, "Sedangkan diriku, maka aku aki senantiasa membayar zakat fitrah seperti halnya ketika aku membayarkannya pada zaman Rasulullah .
Umdatul Ahkam (315183)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ , أَوْ يَوْمَيْنِ إلاَّ رَجُلاً كَانَ يَصُومُ صَوْماً فَلْيَصُمْهُ))
184. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda. "Janganlah kalian mendahului bulan Ramadhan dengan (melakukan) puasa sehari atau dua hari (sebelumnya) kecuali bagi orang yang biasa melakukan puasa (sunnah), maka hendaknya dia berpuasa."
Umdatul Ahkam (315184)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((إذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ))
185. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Jika kalian melihat hilal bulan (Ramadhan), maka hendaknya kalian berpuasa. Jika kalian melihat hilal bulan (Syawal), maka janganlah berpuasa. Jika pandangan kalian tertutupi oleh awan,maka perkira-kirakanlah (hitungannya)."
Umdatul Ahkam (315185)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ((تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً))
186. Anas bin Malik, menuturkan bahwa Rasulullah bersabda "Sahurlah karena dalam sahur terdapat berkah."
Umdatul Ahkam (315186)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -. ثُمَّ قَامَ إلَى الصَّلاةِ. قَالَ أَنَسٌ: قُلْت لِزَيْدٍ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً))
187. Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit , dia mengatakan, 'Kami pernah sahur bersama Rasulullah . Beliau lantas bangkit untuk mengerjakan shalat.
Anas lantas bertanya kepada.Zaid, "Berapa lama tempo waktu antara adzan dan sahur?'
"Seukuran dengan (tempo untuk membaca) lima puluh ayat." jawab Zaid.
Umdatul Ahkam (315187)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ عَائِشَةَ وَأُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ))
188. Aisyah dan Ummu Salamah menuturkan bahwa Rasulullah mendapati waktu fajar padahal beliau masih dalam keadaan junub setelah menggauli isterinya. Beliau lantas mandi dan tetap berpuasa.
Umdatul Ahkam (315188)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ. فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ , فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ. فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ))
189. Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa lupa padahal dia sedang berpuasa, lalu dia makan dan minum, maka hendaknya dia menyempurnakan puasanya karena sesungguhnya Allahlah yang telah memberinya makan dan minum."
Umdatul Ahkam (315189)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ
KITAB PUASA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - إذْ جَاءَهُ رَجُلٌ. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلَكْتُ. قَالَ: مَا أَهْلَكَكَ؟ قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي , وَأَنَا صَائِمٌ - وَفِي رِوَايَةٍ: أَصَبْتُ أَهْلِي فِي رَمَضَانَ - فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا؟ قَالَ: لا. قَالَ: فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ: لا. قَالَ: فَهَلْ تَجِدُ إطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِيناً؟ قَالَ: لا. قَالَ: فَمَكَثَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ - وَالْعَرَقُ: الْمِكْتَلُ - قَالَ: أَيْنَ السَّائِلُ؟ قَالَ: أَنَا. قَالَ: خُذْ هَذَا , فَتَصَدَّقَ بِهِ. فَقَالَ الرَّجُلُ: عَلَى أَفْقَرَ مِنِّي: يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَوَاَللَّهِ مَا بَيْنَ لابَتَيْهَا - يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ - أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي. فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ. ثُمَّ قَالَ: أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ))
الحَرَّةُ : اَلْأَرْضُ تَرْكَبُهَا حِجَرَةٌ سُوْدٌ
190. Abu Hurairah menuturkan bahwa tatkala para sahabat duduk-duduk bersama Nabi , tiba-tiba datanglah seorang lelaki dan berkata, "Wahai Rasulullah! aku telah celaka!"
"Apa yang terjadi padamu, ’ tanya Nabi. Lelaki itu berkata, "Aku menggauli isteriku, padahal aku sedang berpuasa." Dalam riwayat yang lain dikatakan, "Aku menggauli isteriku di bulan Ramadhan."
Rasulullah lantas bertanya, "Apakah engkau bisa mendapatkan seorang budak wanita yang bisa engkau bebaskan?"
Tidak," jawab lelaki tersebut.
Nabi bertanya lagi, "Apakah engkau mampu untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut?"
"Tentu tidak," jawab lelaki itu.
Nabi bersabda, "Apakah engkau bisa mendapatkan sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin ?"
Orang itu menjawab, Tidak." Abu Hurairah menuturkan, "Nabi lantas terdiam. Tatkala keadaan mereka demikian itu, maka ada seseorang yang membawakan satu keranjang berisi kurma untuk Nabi . Keranjang tersebut adalah keranjang yang terbuat dari daun kurma."
Nabi bertanya, "Dimanakah orang yang bertanya tadi?"
"Aku, " jawab lelaki tersebut.
Nabi bersabda, "Ambillah ini dan pergunakanlah untuk bersedekah."
Lelaki tersebut bertanya, "Apakah (ini) untuk orang yang paling fakir di antara kami, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada keluarga yang berada di antara dua dataran bebatuan hitam ini (al harrah) yang lebih fakir daripada keluargaku.' Nabi lalu tersenyum hingga nampaklah gigi taring beliau. Beliau lantas bersabda, 'Berikanlah kurma ini kepada keluargamu agar dimakan oleh mereka."
Al Harran adalah tanah tersusun dari bebatuan hitam.
Umdatul Ahkam (315190)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: ((أَنَّ حَمْزَةَ بْنَ عَمْرٍو الأَسْلَمِيَّ قَالَ لِلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -: أَأَصُومُ فِي السَّفَرِ؟ - وَكَانَ كَثِيرَ الصِّيَامِ - فَقَالَ: إنْ شِئْتَ فَصُمْ وَإِنْ شِئْتَ فَأَفْطِرْ))
191. Aisyah menuturkan bahwa Hamzah bin 'Amr Al Aslami bertanya kepada Nabi , 'Apakah aku boleh berpuasa ketika sedang bepergian Jauh?". Hamzah adalah orang yang sering berpuasa.
Nabi bersabda, "Jika engkau menghendaki, maka engkau boieh berpuasa dan juga boleh tidak berpuasa."
Umdatul Ahkam (315191)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنَّا نُسَافِرُ مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمْ يَعِبِ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ. وَلا الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ))
192. Anas bin Malik mengatakan, "Kami bepergian bersama Rasulullah . (Pada saat itu) orang yang berpuasa tidaklah mencela orang yang tidak berpuasa. Begitu pula orang yang tidak berpuasa juga tidak mencela orang yang berpuasa."
Umdatul Ahkam (315192)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ - رضي الله عنه - قَالَ: ((خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي شَهْرِ رَمَضَانَ. فِي حَرٍّ شَدِيدٍ , حَتَّى إنْ كَانَ أَحَدُنَا لَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ. وَمَا فِينَا صَائِمٌ إلاَّ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ))
193. Abu Darda menuturkan bahwa para sahabat bepergian bersama Rasulullah pada bulan Ramadhan dalam panas terik yang menyengat, sehingga salah seorang di antara kami ada yang meletakkan tangannya di atas kepalanya karena panas yang menyengat tersebut. Diantara kami tidak ada seorang pun yang berpuasa kecuali Rasulullah dan Abdullah bin Rawahah
Umdatul Ahkam (315193)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي سَفَرٍ. فَرَأَى زِحَاماً وَرَجُلاً قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ , فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قَالُوا: صَائِمٌ. قَالَ: لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ))
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: ((عَلَيْكُمْ بِرُخْصَةِ اللَّهِ الَّتِي رَخَّصَ لَكُمْ))
194. Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa Rasulullah sedang bepergian jauh. Beliau melihat beberapa orang yang berdesak-desakan dan seseorang yang dilindungi (dari panas). Nabi lantas bertanya "Ada apa ini?"
"Ini adalah orang yang berpuasa," jawab mereka.
Nabi bersabda, "Tidaklah baik puasa ketika sedang bepergian jauh."
Dalam lafal Imam Muslim dikatakan, "Hendaknya kalian mengambil keringanan Allah yang telah diberikan kepada kalian."
Umdatul Ahkam (315194)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فِي السَّفَرِ فَمِنَّا الصَّائِمُ , وَمِنَّا الْمُفْطِرُ قَالَ: فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فِي يَوْمٍ حَارٍّ , وَأَكْثَرُنَا ظِلاً: صَاحِبُ الْكِسَاءِ. وَمِنَّا مَنْ يَتَّقِي الشَّمْسَ بِيَدِهِ. قَالَ: فَسَقَطَ الصُّوَّامُ , وَقَامَ الْمُفْطِرُونَ فَضَرَبُوا الأَبْنِيَةَ. وَسَقَوْا الرِّكَابَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ذَهَبَ الْمُفْطِرُونَ الْيَوْمَ بِالأَجْرِ))
195. Anas bin Malik menuturkan bahwa para sahabat bepergian bersama Rasulullah . Di antara mereka ada yang berpuasa dan ada yang tidak terpuasa. Pada hari yang panas tersebut, mereka lantas singgah di suatu tempat. Orang yang paling banyak mendapatkan perlindungan (dari panas) adalah orang yang memiliki pakaian luar. Di antara mereka ada yang berlindung dari matahari dengan tangannya. Orang-orang yang berpuasa pun sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan pekerjaannya. Orang-orang yang tidak berpuasa lantas bangkit dan mendirikan tenda dan dan memberi minum hewan-hewan tunggangan.
Rasulullah lantas bersabda, "Orang-orang yang tidak berpuasa pada hari ini pergi dengan membawa pahala."
Umdatul Ahkam (315195)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ , فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إلاَّ فِي شَعْبَانَ))
196. Aisyah mengatakan, "Aku memiliki hutang puasa Ramadhan. Akan tetapi aku tidak mampu untuk membayarnya kecuali pada bulan Sya'ban."
Umdatul Ahkam (315196)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ)) . وَأَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَقَالَ «هَذَا فِي النَّذْرِ , وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ رَحِمَهُ ِللهُ»
197. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang meninggal dunia padahal dia masih memiliki hutang puasa, maka hendaknya walinya berpuasa untuknya."
Abu Dawud juga meriwayatkan badits ini. Abu Dawud mengatakan, "Hal ini hanya terlaku pada nadzar. Inilah pendapat Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah"
Umdatul Ahkam (315197)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ. أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا؟ فَقَالَ: لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكَ دَيْنٌ أَكُنْتَ قَاضِيَهُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى))
وَفِي رِوَايَةٍ: ((جَاءَتِ امْرَأَةٌ إلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ نَذْرٍ. أَفَأَصُومُ عَنْهَا؟ فَقَالَ: أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ فَقَضَيْتِيهِ , أَكَانَ ذَلِكَ يُؤَدِّي عَنْهَا؟ فَقَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: فَصُومِي عَنْ أُمِّكِ))
198. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa ada seorang lelaki mendatangi Nabi dan berkata, 'Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal padahal beliau memiliki hutang puasa satu bulan. Apakah aku boleh melunasinya untuk beliau?"
Nabi menjawab, 'Kalau sekiranya ibumu memiliki hutang apakah engkau boleh melunasinya?'
"Tentu,"jawab lelaki tersebut. Rasulullah bersabda, 'Hutang kepada Allah itu lebih pantas untuk dilunasi."
Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa ada srorang wanita mendatangi Nabi dan bertanya, "Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia padahal dia memiliki hutang puasa nadzar. Apakah aku boleh berpuasa untuknya?"
Nabi bersabda "Bagaimana menurut pendapatmu jika bumu memiliki hutang lantas engkau membayarkannya. Apakah hal ini bisa melunasi (hutang)nya?"
"Tentu," jawab wanita tersebut.
Nabi bersabda "Berpuasalah untuk ibumu."
Umdatul Ahkam (315198)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الصِّيَامِ - بابُ الصومِ في السَّفرِ وغيرهِ
KITAB PUASA - BAB PUASA SAAT BEPERGIAN JAUH
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ - رضي الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوْا السَّحُوْرَ))
199. Sahl bin Sa'ad As Sa'idi menuturkan bahwa Rasulullah bersabda "Tidak henti-hentinya seorang itu berada di dalam kebaikan selama dia segera berbuka puasa dan mengakhirkan sahur."
Umdatul Ahkam (315199)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan