Umdatul Ahkam

مقدمة المؤلف
MUKADDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
قال الشيخ الحافظ، تقي الدين، أبو محمد عبد الغني بن عبد الواحد بن على بن سرور المقدسي - رحمه الله تعالى -:
الحمد لله الملك الجبار، الواحد القهار. وأشهد أن لاإله إلاالله وحده لاشريك له، رب السموات والأرض ومابينهما العزيز الغفار، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله المصطفى المختار. صلى الله عليه وعلى آله وصحبه الأخيار. أما بعد:
فإن بعض إخواني سألني اختصار جملة في أحاديث الأحكام، مما اتفق عليه الإمامان: أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم البخاري، ومسلم بن الحجاج بن مسلم القُشَيريُّ النيسابوري.
فأجبته إلى سؤاله رجاء المنفعة به.
وأسأل الله أن ينفعنا به، ومن كتبه أوسمعه أَوقرأَه أَو حفظه أو نظر فيه، وأن يجعله خالصاً لوجهه الكريم، موجباً للفوز لديه في جنات النعيم. فإنه حسبنا ونعم الوكيل
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Syaikh Al Hafidz Taqiyuddin Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid bin Ali bin Surur Al Maqdisi rahimahullah ta'ala berkata,
"Segala puji bagi Allah Yang Maha Berkuasa dan Mahaperkasa. Dia Maha Esa dan Mahakuasa. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia adalah Rabb langit dan bumi serta segala yang berada di antara keduanya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya yang menjadi pilihan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada beliau yang merupakan hamba pilihan. Semoga shalawat dan salam juga tercurahkan kepada keluarga dan para sahabat beliau yang merupakan sosok-sosok pilihan.
Beberapa orang dari rekan-rekanku ada yang memintaku untuk membuat ringkasan hadits-hadits yang berkenaan dengan masalah hukum yang telah disepakati keshahihannya oleh Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al Bukhari dan imam Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi. Kemudian aku pun mengabulkan permintaan rekan-rekanku tersebut dengan harapan semoga ringkasan itu bisa memberikan manfaat.
Aku memohon kepada Allah agar menjadikan buku ini bermanfaat untuk kita, orang yang menulis, mendengarkan, membaca, menghafalkan, atau merenungkannya. Semoga Dia menjadikan amalan ini ikhlas karena mengharap (pertemuan) dengan wajah Allah Yang Mahamulia. Semoga amalan ini menjadi sebab untuk memperoleh keberuntungan di sisi-Nya yaitu di surga yang penuh nikmat. Sesungguhnya Allah akan mencukupi (keperluan) kita. Dia adalah sebaik-baik penolong.
Umdatul Ahkam (315000)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ - وَفِي رِوَايَةٍ: بِالنِّيَّةِ - وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى , فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ , فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ , وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا , فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ))
1. Umar bin Al Khathab menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya amal-amal perbuatan Itu tergantung dengan niat-niatnya. -dalam riwayat lain dikatakan, "dengan niatnya"- Setiap orang hanyalah akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, pahalanya adalah hijrah karena Allah dan Rasul-Nya. Barangslapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka pahalanya. sesuai dengan niatnya."
Umdatul Ahkam (315001)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Bukhari dalam Bad'ul wahyi (1) Abu Dawd dalam Ath Thalaq (1882). Binniyat artinya dengan maksud tertentu dan kemauan kuat dari hati untuk melakukan sesuatu. Yusiibuha artinya mendpatkan nikmat dunia dari hijrah tersebut.
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ))
2. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian yang berhadats sebelum berwudhu terlebih dahulu."
Umdatul Ahkam (315002)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ رضي الله عنهم قَالُوا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ))
3. Abdullah bin Amr bin Al Ash, Abu Hurairah, dan Aisyah berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Celaka, ada ancaman bagi tumit-tumit (yang tidak terbasuh dengan air wudhu) berupa api neraka."
Umdatul Ahkam (315003)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قال: ((إذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً , ثُمَّ لِيَنْتَثِرْ , وَمَنْ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ , وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا فِي الإِنَاءِ ثَلاثاً، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ)) .
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: ((فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمِنْخَرَيْهِ مِنَ الْمَاءِ))
وَفِي لَفْظٍ: ((مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْشِقْ))
4. Abu Huralrah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda. "Jika salah seorang di antara kalian berwudhu, hendaklah memasukkan air ke dalam hidungnya lantas mengeluarkannya. Barangslapa melakukan Istijmar, hendaknya dia melakukannya sejumlah hitungan ganjil. Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, hendaknya membasuh kedua telapak tangannya tiga kali sebelum memasukkan keduanya ke dalam bejana karena dirinya tidak tahu di manakah tangannya bermalam."
Dalam lafal Imam Muslim dikatakan, "....., hendaknya memasukkan air ke dalam kduua rongga hidungnya."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Barangslapa yang berwudhu, hendaknya memasukkan air (ke dalam hidungnya dengan nafasnya)"
Umdatul Ahkam (315004)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لا يَجْرِي , ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ)) وَلِمُسْلِمٍ: ((لا يَغْتَسِلُ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ))
5. Dari Abu Hurairah ', bahwa Rasulullah bersabda, "Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu buang air kecil di air yang diam yang tidak mengalir, lalu mandi daripadanya."
Dalam riwayat Muslim disebutkan, "Janganlah salah seorang di antara kamu mandi di air yang diam, sedangkan dirinya junub."
Umdatul Ahkam (315005)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعاً)) .
وَلِمُسْلِمٍ: ((أُولاهُنَّ بِالتُّرَابِ))
6. Dari Abu Hurairah ', bahwa Rasulullah bersabda, "Apabila anjing meminum di bejana salah seorang di antara kamu, maka basuhlah sebanyak tujuh kali,"
Dalam riwayat Muslim disebutkan, "Basuhan pertama dengan tanah."
Umdatul Ahkam (315006)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
وَلَهُ فِي حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الإِناءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعاً وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ بِالتُّرَابِ))
7. Dalam riwayat Muslim dalam hadits Abdullah bin Mughaffal disebutkan, bahwa Rasulullah bersabda, "Apabila anjing menjilat bejana, maka basuhlah tujuh kali, dan lumurilah basuhan kedelapan dengan tanah."
Umdatul Ahkam (315007)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي اللهُ عنهما: ((أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ , فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إنَائِهِ , فَغَسَلَهُمَا ثَلاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْوَضُوءِ , ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاثاً , وَيَدَيْهِ إلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاثًا , ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ , ثُمَّ غَسَلَ كِلْتَا رِجْلَيْهِ ثَلاثًا , ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا، وَقَالَ: ((مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا , ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ , لا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ))
8. Dari Humran Maula Utsman bin Affan 'ma, bahwa dia pernah melihat Utsman meminta dibawakan air wudhu, lalu dituangkan air dari wadah itu ke kedua tangannya, kemudian ia membasuhnya sebanyak tiga kali, lalu ia masukkan tangannya ke air wudhu, kemudian berkumur-kumur, menghirup air ke hidung, dan membuangnya, lalu ia membasuh wajahnya tiga kali, dan membasuh kedua tangannya sampai sikut tiga kali, lalu ia mengusap kepalanya, kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali, selanjutnya ia berkata, "Aku melihat Nabi berwudhu seperti wudhuku ini," lalu Beliau bersabda, "Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, lalu shalat dua rakaat dengan khusyu, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Umdatul Ahkam (315008)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: ((شَهِدْتُ عَمْرَو بْنَ أَبِي حَسَنٍ سَأَلَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ عَنْ وُضُوءِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -؟ فَدَعَا بِتَوْرٍ مِنْ مَاءٍ , فَتَوَضَّأَ لَهُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَكْفَأَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ التَّوْرِ , فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلاثاً , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ , فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثَلاثاً بِثَلاثِ غَرْفَاتٍ , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاثاً , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ , فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ إلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ , فَمَسَحَ رَأْسَهُ , فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ مَرَّةً وَاحِدَةً، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ)) .
وَفِي رِوَايَةٍ: ((بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ , حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إلَى قَفَاهُ , ثُمَّ رَدَّهُمَا حَتَّى رَجَعَ إلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ)) .
وَفِي رِوَايَةٍ ((أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِي تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ))
9. Dari Amr bin Yahya Al Maziniy, dari ayahnya, ia berkata, "Aku menyaksikan Amr bin Abi Hasan bertanya kepada Abdullah bin Zaid tentang sifat wudhu Nabi , maka ia meminta dibawakan wadah kecil berisi air, maka ia mempraktekkan wudhu Rasulullah untuk mereka, lalu dituangkan air ke tangannya, kemudian ia membasuhnya sebanyak tiga kali, lalu ia masukkan tangannya ke dalam wadah, kemudian berkumur-kumur, menghirup air ke hidung, dan membuangnya sebanyak tiga kali saukan, kemudian ia memasukkan tangannya dan membasuh mukanya sebanyak tiga kali, lalu ia masukkan tangannya ke dalam wadah, dan membasuh tangannya sampai sikut sebanyak dua kali, lalu ia masukkan lagi tangannya ke wadah dan mengusap kepalanya. Ia mulai mengusapnya ke depan kemudian ke belakang sebanyak satu kali, lalu ia membasuh kakinya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Ia memulai mengusap bagian depan kepalanya dan membawanya ke tengkuk belakangnya, kemudian mengembalikan lagi ke depan."
Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Rasulullah datang kepada kami lalu kami tunjukkan wadah dari kuningan kepada Beliau."
Umdatul Ahkam (315009)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ , وَتَرَجُّلِهِ , وَطُهُورِهِ , وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ))
10. Dari Aisyah ' ia berkata, "Rasulullah senang mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusannya."
Umdatul Ahkam (315010)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ: ((إنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرّاً مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ)) . فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ.
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: ((رَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ , فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ حَتَّى كَادَ يَبْلُغُ الْمَنْكِبَيْنِ , ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى رَفَعَ إلَى السَّاقَيْنِ , ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: إنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرَّاً مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ)) فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ وَتَحْجِيلَهُ فَلْيَفْعَلْ.
11. Dari Nu’aim Al Mujmir, dari Abu Hurairah ', dari Nabi , bahwa Beliau bersabda, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari Kiamat dalam keadaan bercahaya muka, tangan, dan kaki mereka karena bekas wudhu." Barang siapa di antara kamu yang mampu melebarkan cahayanya, maka hendaknya ia lakukan.
Dalam lafaz Muslim disebutkan, "Aku melihat Abu Hurairah berwudhu, lalu ia membasuh muka dan kedua tangannya hingga hampir mencapai kedua pundaknya, kemudian ia membasuh kakinya hingga naik ke kedua betis, kemudian ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari Kiamat dalam keadaan muka, tangan, dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudhu." Maka barang siapa di antara kamu yang ingin melebarkan cahayanya baik pada muka, tangan, maupun kaki, maka hendaknya ia lakukan."
Umdatul Ahkam (315011)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ
KITAB THAHARAH
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: سَمِعْتُ خَلِيلِي - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنْ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوُضُوءُ))
12. Dalam lafaz Muslim disebutkan, "Aku mendengar kekasihku Rasulullah bersabda, "Cahaya akan sampai pada anggota badan orang mukmin sejauh sentuhan air wudhunya."
Umdatul Ahkam (315012)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ دخولِ الخلاءِ والاستطابةِ
KITAB THAHARAH - BAB ADAB MASUK WC DAN ISTIJMAR
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ إذَا دَخَلَ الْخَلاءَ قَالَ: ((اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ)) .
13. Dari Anas bin Malik ', bahwa Nabi apabila masuk jamban mengucapkan, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan."
Umdatul Ahkam (315013)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ دخولِ الخلاءِ والاستطابةِ
KITAB THAHARAH - BAB ADAB MASUK WC DAN ISTIJMAR
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ , فَلا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلا بَوْلٍ , وَلا تَسْتَدْبِرُوهَا , وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا)) .
قَالَ أَبُو أَيُّوبَ: «فَقَدِمْنَا الشَّامَ , فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ قَدْ بُنِيَتْ نَحْوَ الْكَعْبَةِ , فَنَنْحَرِفُ عَنْهَا , وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ»
14. Dari Abu Ayyub Al Anshari ' ia berkata, "Rasulullah bersabda, "Jika kalian datang ke jamban, maka jangan menghadap kiblat baik ketika buang air besar maupun buang air kecil, dan jangan membelakanginya. Akan tetapi, menghadaplah ke arah timur atau barat."
Abu Ayyub berkata, "Maka kami datang ke Syam, lalu kami dapati wc dibangun menghadap ke Ka’bah, maka kami berpaling darinya dan memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla."
Umdatul Ahkam (315014)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ دخولِ الخلاءِ والاستطابةِ
KITAB THAHARAH - BAB ADAB MASUK WC DAN ISTIJMAR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنهما قَالَ: ((رَقِيْتُ يَوْماً عَلَى بَيْتِ حَفْصَةَ , فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - يَقْضِي حَاجَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الشَّامَ , مُسْتَدْبِرَ الْكَعْبَةَ)) .
وَفِي رِوَايَةٍ ((مُسْتَقْبِلاً بَيْتَ الْمَقْدِسِ))
15. Dari Abdullah bin Umar bin Khaththab 'ma ia berkata, "Suatu hari aku menaiki rumah Hafshah, maka kulihat Nabi buang air besar menghadap ke Syam dan membelakangi Ka’bah." Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Menghadap ke Baitul Maqdis."
Umdatul Ahkam (315015)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ دخولِ الخلاءِ والاستطابةِ
KITAB THAHARAH - BAB ADAB MASUK WC DAN ISTIJMAR
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - أَنَّهُ قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَدْخُلُ الْخَلاءَ , فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلامٌ نَحْوِي إدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً , فَيَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ))
16. Dari Anas bin Malik ', ia berkata, "Rasulullah pernah masuk wc, lalu aku bersama seorang yang sebaya denganku membawakan wadah berisi air dan tombak kecil, lalu Beliau beristinja dengan air."
Umdatul Ahkam (315016)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ دخولِ الخلاءِ والاستطابةِ
KITAB THAHARAH - BAB ADAB MASUK WC DAN ISTIJMAR
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْحَارِثِ بْنِ رِبْعِيٍّ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه -: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا يُمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ وَلا يَتَمَسَّحْ مِنْ الْخَلاءِ بِيَمِينِهِ وَلا يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ))
17. Dari Abu Qatadah Al Harits bin Rib’i Al Anshariy ', bahwa Nabi bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kamu memegang kemaluannya dengan tangan kanannya ketika buang air kecil, jangan beristinja dari buang air besar dengan tangan kanan, dan jangan bernafas dalam bejana."
Umdatul Ahkam (315017)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ دخولِ الخلاءِ والاستطابةِ
KITAB THAHARAH - BAB ADAB MASUK WC DAN ISTIJMAR
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِقَبْرَيْنِ , فَقَالَ: ((إنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ , وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا: فَكَانَ لا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ , وَأَمَّا الآخَرُ: فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً , فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ , فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ , لِمَ فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا))
18. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Nabi melewati dua buah kuburan. Beliau lantas barsabda, "Dua orang penghuni kubur ini sedang disiksa. Keduanya tidaklah disiksa lantaran perkara yang barat untuk ditinggalkan. Salah seorang di antara keduanya tidaklah bartabir ketika kencing. Sedangkan yang kedua adalah orang yang suka mengadu domba."
Nabi lantas mengambil pelepah korma yang basah dan membelahnya jadi dua bagian. Beliau lalu menancapkan di masing-masing kubur tersebut satu belahan.
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa anda melakukan hal ini"
Nabi menjawab, "Semoga ini bisa meringankan (siksaan yang menimpa kedua orang ini) selama kedua belahan pelepah itu belum kering"
Umdatul Ahkam (315018)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ السواكِ
KITAB THAHARAH - BAB BERSIWAK
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاةٍ))
19. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Sekiranya tidaklah memberatkan umatku, maka aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat."
Umdatul Ahkam (315019)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ السواكِ
KITAB THAHARAH - BAB BERSIWAK
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنهما قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ))
20. Hudzaifah bin Al Yaman berkata, "Jika Rasulullah bangun malam, beliau menggosok mulutnya dengan siwak."
Umdatul Ahkam (315020)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ السواكِ
KITAB THAHARAH - BAB BERSIWAK
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ - رضي الله عنه - عَلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - وَأَنَا مُسْنِدَتُهُ إلَى صَدْرِي , وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ فَأَبَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بَصَرَهُ. فَأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَضَمْتُهُ , فَطَيَّبْتُهُ , ثُمَّ دَفَعْتُهُ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَاسْتَنَّ بِهِ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اسْتَنَّ اسْتِنَانًا أَحْسَنَ مِنْهُ , فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: رَفَعَ يَدَهُ - أَوْ إصْبَعَهُ - ثُمَّ قَالَ: فِي الرَّفِيقِ الأَعْلَى - ثَلاثاً - ثُمَّ قَضَى. وَكَانَتْ تَقُولُ: مَاتَ بَيْنَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي))
وَفِي لَفْظٍ ((فَرَأَيْتُهُ يَنْظُرُ إلَيْهِ , وَعَرَفْتُ: أَنَّهُ يُحِبُّ السِّوَاكَ فَقُلْتُ: آخُذُهُ لَكَ؟ فَأَشَارَ بِرَأْسِهِ: أَنْ نَعَمْ))
هَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ وَلِمُسْلِمٍ نَحْوُهُ
21. Aisyah berkata, "Abdurrahman bin Abi Bakr Ash Shidiq masuk menemui Nabi . Ketika itu Nabi sedang bersandar ke dadaku. Abdurrahman membawa siwak basah yang digunakannya untuk menggosok giginya. Rasulullah menatap terus siwak tersebut. Aku lantas mengambil siwak itu dan mematahkannya dengan gigi dan memperbaikinya. Aku lalu menyerahkan siwak itu kepada Nabi . Beliau lantas menggunakannya untuk menggosok gigi. Belum pernah aku melihat Rasulullah menggosok gigi lebih baik daripada saat itu. Setelah selesai, beliau mengangkat tangan atau jarinya lantas mengatakan sebanyak tiga kali, 'Bersama Teman Yang Tinggi (para nabi, shadiqin, syuhada, dan orang shalih)' lantas beliau pun meninggal dunia."
Aisyah mengatakan, "Beliau meninggal di antara tulang selangka dan ujung tenggorokanku."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Kulihat beliau memandangi siwak itu. Aku tahu bahwa beliau menyukai siwak. Aku pun mengatakan, 'Maukah aku ambilkan siwak itu untukmu?' Beliau pun memberikan isyarat dengan kepalanya yang berarti, 'Ya'."
Lafal di atas adalah lafal yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Imam Muslim Juga meriwayatkan lafal yang semacam itu.
Umdatul Ahkam (315021)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ السواكِ
KITAB THAHARAH - BAB BERSIWAK
عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((أَتَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ يَسْتَاكُ بِسِوَاكٍ رَطْبٍ , قَالَ: وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ , وَهُوَ يَقُولُ: أُعْ , أُعْ , وَالسِّوَاكُ فِي فِيهِ , كَأَنَّهُ يَتَهَوَّعُ))
22. Abu Musa Al Asy'ari mengatakan, "Aku mendatangi Nabi . Ketika itu beliau sedang menggosok gigi dengan siwak basah. Dengan ujung siwak di lidahnya, beliau mengatakan 'U', 'u'. Siwak itu masih berada di dalam mulutnya, seakan-akan beliau hendak muntah."
Umdatul Ahkam (315022)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ المسحِ على الخفينِ
KITAB THAHARAH - BAB MENGUSAP SEPATU
عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فِي سَفَرٍ , فَأَهْوَيْتُ لأَنْزِعَ خُفَّيْهِ , فَقَالَ: دَعْهُمَا , فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ , فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا))
23. Al Mughirah bin Syu'bah menuturkan, "Aku pernah bersama Nabi dalam sebuah perjalanan. Aku pun turun untuk melepas kedua sepatu Nabi . Beliau bersabda, 'Biarkan saja sepatu itu karena aku memakainya daiam keadaan suci.'
Nabi lantas mengusap kedua sepatu tersebut.
Umdatul Ahkam (315023)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ المسحِ على الخفينِ
KITAB THAHARAH - BAB MENGUSAP SEPATU
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضيَ اللهُ عنهما قَالَ: ((كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَبَالَ , وَتَوَضَّأَ , وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ))
24. Hudzaifah bin Al Yaman mengatakan, "Aku bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan. Beliau buang air kecil kemudian bewudhu dan mengusap sepatu." (Hadits ini disampaikan secara ringkasi)
Umdatul Ahkam (315024)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابٌ في المذيِ وغيرِهِ
KITAB THAHARAH - BAB MADZI DAN SEJENISNYA
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً , فَاسْتَحْيَيْتُ أَنْ أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لِمَكَانِ ابْنَتِهِ مِنِّي , فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ , فَقَالَ: يَغْسِلُ ذَكَرَهُ , وَيَتَوَضَّأُ)) .
وَلِلْبُخَارِيِّ ((اغْسِلْ ذَكَرَكَ وَتَوَضَّأْ)) . وَلِمُسْلِمٍ ((تَوَضَّأْ وَانْضَحْ فَرْجَكَ))
25. Ali bin Thalib menuturkan, "Aku adalah seorang lelaki yang gampang keluar madzinya. Sementara aku merasa malu untuk bertanya langsung kepada Rasulullah karena putri beliau (adalah isteriku). Aku lalu menyuruh Al Miqdad bin Al Aswad. Al Miqdad lantas bertanya kepada Rasulullah . Beliau pun menjawab, 'Hendaknya dia membasuh kemaluannya dan berwudhu."
Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan, "Berwudhulah dan basuhlah kemaluanmu."
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, "Bewudhulah dan basuhlah kemaluanmu."
Umdatul Ahkam (315025)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابٌ في المذيِ وغيرِهِ
KITAB THAHARAH - BAB MADZI DAN SEJENISNYA
عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((شُكِيَ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - الرَّجُلُ يُخَيَّلُ إلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلاةِ, فَقَالَ: لا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتاً, أَوْ يَجِدَ رِيحاً))
26. Abbad bin Tamim menuturkan bahwa Abdullah bin Zaid bin Ashim Al Mazini menuturkan bahwa Rasulullah ditanya tentang orang yang seolah-olah merasakan sesuatu ketika mengerjakan shalat. Nabi menjawab, "Janganlah dia pergi (membatalkan shalatnya) sebelum (mendengar suara (kentut) atau mencium bau (kentut)."
Umdatul Ahkam (315026)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابٌ في المذيِ وغيرِهِ
KITAB THAHARAH - BAB MADZI DAN SEJENISNYA
عَنْ أُمِّ قَيْسِ بِنْتِ مِحْصَنٍ الأَسَدِيَّةِ ((أَنَّهَا أَتَتْ بِابْنٍ لَهَا [ص:43] صَغِيرٍ , لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَجْلَسَهُ فِي حِجْرِهِ , فَبَالَ عَلَى ثَوْبِهِ , فَدَعَا بِمَاءٍ فَنَضَحَهُ عَلَى ثَوْبِهِ , وَلَمْ يَغْسِلْهُ))
27. Ummu Qais binti Mihshan Al Asadiyah menuturkan bahwa dirinya mendatangi Rasulullah dengan membawa anak lakl-lakinya yang masih kecil dan belum makan sesuatu (selain ASI, pent.). Nabi mendudukkan anak Itu di atas pangkuannya. Bayi Itu lantas ngompol dl atas pakaian Nabi. Beliau meminta air lalu memercikkan air tersebut pada pakaiannya dan tidak membasuhnya.
Umdatul Ahkam (315027)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابٌ في المذيِ وغيرِهِ
KITAB THAHARAH - BAB MADZI DAN SEJENISNYA
وَعَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضي الله عنها ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - أُتِيَ بِصَبِيٍّ , فَبَالَ عَلَى ثَوْبِهِ , فَدَعَا بِمَاءٍ , فَأَتْبَعَهُ إيَّاهُ)) وَلِمُسْلِمٍ: ((فَأَتْبَعَهُ بَوْلَهُ , وَلَمْ يَغْسِلْهُ))
28. Ummul Mukminin Aisyah mengatakan bahwa ada seorang bayi laki-laki yang dibawa kepada Nabi . Bayi itu lantas ngompol dl atas pakaian beliau. Beliau lalu meminta air dan memercikkan air tersebut pada kencing (yang mengenai baju, pent).
Daiam riwayat imam Muslim dikatakan, "Beliau lantas memercikkannya pada kencing (yang mengenai pakaian- nya) tersebut dan tidak mencucinya."
Umdatul Ahkam (315028)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابٌ في المذيِ وغيرِهِ
KITAB THAHARAH - BAB MADZI DAN SEJENISNYA
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((جَاءَ أَعْرَابِيٌّ , فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ , فَزَجَرَهُ النَّاسُ , فَنَهَاهُمُ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ , فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ))
29. Anas bin Malik mengatakan "Ada seorang arab badui datang dan kencing di salah satu bagian masjid. Para sahabat menghardiknya, akan tetapi Nabi melarang mereka. Tatkala orang itu selesai kencing. Nabi meminta seember air kemudian disiramkan pada (tempat yang terkena kencing tersebut, pent)"
Umdatul Ahkam (315029)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابٌ في المذيِ وغيرِهِ
KITAB THAHARAH - BAB MADZI DAN SEJENISNYA
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ , وَالاسْتِحْدَادُ , وَقَصُّ الشَّارِبِ , وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ , وَنَتْفُ الإِبِطِ))
30. Abu Hurairah menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Fitrah (yang berupa amalan) ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak."
Umdatul Ahkam (315030)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عنْ أَبي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - لَقِيَهُ في بعْضِ طُرُقِ المدينَةِ وهو جُنُبٌ، قالَ: فَانْخَنَسْتُ مِنْهُ، فَذَهَبْتُ فَاغْتَسَلْتُ ثُمَّ جِئْتُ، فقَالَ: أَيْنَ كُنْتَ ياأَبا هُرَيْرَةَ؟ قَالَ: كُنْتُ جُنُبَاً فَكَرِهْتُ أَنْ أُجالِسَكَ على غَيْرِ طَهارَةٍ، فَقَالَ: سُبْحانَ اللهِ، إِنَّ المُؤْمِنَ لايَنْجُسُ))
31. Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi bertemu dengannya di salah satu jalan kota Madinah, ketika itu dia dalam keadaan junub. Abu Hurairah mengatakan, "Aku menghindar dari beliau dan pergi untuk mandi. Aku lantas menemui beliau."
Nabi bersabda, "Dimanakah kamu tadi wahai Abu Hurairah?"
"Aku tadi sedang Junub sehingga aku tidak suka duduk-duduk denganmu dalam keadaan tidak suci," Jawab Abu Hurairah.
Nabi bersabda, "Mahasuci Allah, sesungguhnya seorang muslim -dalam riwayat lain, mukmin- tidaklah najis."
Umdatul Ahkam (315031)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - إذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَيْهِ , ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاةِ , ثُمَّ اغْتَسَلَ , ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدَيْهِ شَعْرَهُ , حَتَّى إذَا ظَنَّ أَنَّهُ قَدْ أَرْوَى بَشَرَتَهُ , أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ
32. Aisyah menuturkan bahwa Jika Rasulullah hendak mandi janabah, maka teliau membasuh kedua telapak tangannya lantas berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Beliau lantas mandi dan kemudian menyela-nyela rambutnya dengan kedua tangannya hingga manakala beliau merasa yakin bahwa beliau telah membasahi kulit kepalanya, beliau mengguyurnya dengan air banyak tiga kali, kemudian membasuh anggota tubuh yang lainnya.
Umdatul Ahkam (315032)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
وَكَانَتْ تَقُولُ: كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ , نَغْتَرِفُ مِنْهُ جَمِيعاً))
33. Aisyah mengatakan, "Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu wadah dan kami menciduk air dari bejana itu berbarengan."
Umdatul Ahkam (315033)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ رضي الله عنها زَوْجِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهَا قَالَتْ: ((وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَضُوءَ الْجَنَابَةِ , فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى يَسَارِهِ مَرَّتَيْنِ - أَوْ ثَلاثاً - ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ , ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ بِالأَرْضِ , أَوْ الْحَائِطِ , مَرَّتَيْنِ - أَوْ ثَلاثاً - ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ , وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ , ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ , ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ , ثُمَّ تَنَحَّى , فَغَسَلَ [ص:46] رِجْلَيْهِ , فَأَتَيْتُهُ بِخِرْقَةٍ فَلَمْ يُرِدْهَا , فَجَعَلَ يَنْفُضُ الْمَاءَ بِيَدِهِ))
34. Maimunah bin Al Harits , isteri Nabi mengatakan, "Aku meletakkan air untuk Rasulullah untuk mandi janabah. Beliau lantas menuangkan (air) dengan tangan kanannya pada tangan kirinya sebanyak dua atau tiga kaii. Beiiau lalu membasuh kemaluannya. Beiiau menepukkan tangan pada tanah atau tembok -sebanyak dua atau tiga kali-. Beliau lantas berkumur-kumur, memasukkan air dalam hidung, membasuh wajah dan kedua lengannya. Beliau kemudian mengguyurkan air di atas kepalanya, lantas membasuh anggota tubuh yang lainnya. Beliau lalu menjauh dan mencuci kedua kakinya."
Maimunah berkata, "Aku lantas mendatangi beliau dengan membawa kain, akan tetapi teliau tidak menghendakinya. Beliau kemudian mulai mengusap air dengan kedua tangannya."
Umdatul Ahkam (315034)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ: أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ - رضي الله عنه - قَالَ: ((يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ؟ قَالَ: نَعَمْ , إذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ))
35. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Umar bin Al Khathab mengatakan, "Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami diperbolehkan tidur dalam keadaan junub?" Nabi menjawab, "Boleh, jika dia sudah berwudhu meka dia boleh tidur meskipun dalam keadaan junub."
Umdatul Ahkam (315035)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها - زَوْجِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَتْ: ((جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ امْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ - إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ اللَّهَ لا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ , فَهَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إذَا هِيَ احْتَلَمَتْ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: نَعَمْ , إذَا رَأَتِ الْمَاءَ))
36. Ummu Salamah , isteri Nabi mengatakan bahwa, Ummu Sulaim. isteri Abu Thalhah, menemui Rasulullah dan bertanya. "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidaklah malu untuk menjelaskan kebenaran. Apakah seorang wanita itu diwajibkan mandi jika dia mimpi basah?" Rasulullah bersabda, "Ya. jika dia memang melihat air (di pakaiannya)."
Umdatul Ahkam (315036)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كُنْت أَغْسِلُ الْجَنَابَةَ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَيَخْرُجُ إلَى الصَّلاةِ , وَإِنَّ بُقَعَ الْمَاءِ فِي ثَوْبِهِ)) .
37. Aisyah mengatakan, "Aku membasuh mani (yang masih basah) yang mengenai pakaJan Rasulullah . Beliau lantas keluar untuk shalat padahal basahan air masih tampak pada pakaiannya."
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, "Aku mengerik mani (yang sudah kering) dari pakaian Rasulullah, lantas beliau pekai untuk shalat."
Umdatul Ahkam (315037)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ , ثُمَّ جَهَدَهَا , فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ)) , وَفِي لَفْظٍ ((وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ))
38. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jika seseorang menindih empat anggota tubuh isterinya' kemudian memasukkan kemaluannya pada kemaluan isterinya, maka dia wajib mandi."
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, "Walaupun dia tidak mengeluarkan air mani."
Umdatul Ahkam (315038)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الجنابةِ
KITAB THAHARAH - BAB MANDI JANABAH
عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي اللهُ عنهم ((أَنَّهُ كَانَ هُوَ وَأَبُوهُ عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ, وَعِنْدَهُ قَوْمٌ , فَسَأَلُوهُ عَنْ الْغُسْلِ؟ فَقَالَ: صَاعٌ يَكْفِيكَ، فَقَالَ رَجُلٌ: مَا يَكْفِينِي , فَقَالَ جَابِرٌ: كَانَ يَكْفِي مَنْ هُوَ أَوْفَى مِنْك شَعَرَاً , وَخَيْراً مِنْكَ - يُرِيدُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ثُمَّ أَمَّنَا فِي ثَوْبٍ)) , وَفِي لَفْظٍ ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُفْرِغُ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاثاً))
قَالَ - رضي الله عنه -: الرَّجُلُ الَّذِي قَالَ مَا يَكْفِيْنِيْ هُوَ: اَلْحَسْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَاِلبٍ - رضي الله عنه - أَبُوْهُ: مُحَمَّدُ بْنُ الْحَنَفِيَّةِ.
39. Abu Ja'far Muhammad bin Ali bin AI Husan bin Ali menuturkan bahwa dirinya dan bapaknya berada di dekat Jabir bin Abdullah . Ketika itu ada banyak orang berada di sekitarnya yang bertanya tentang masalah mandi. Jabir menjawab, "Engkau cukup dengan menggunakan satu sha' air."
Ada seseorang mengatakan, "Itu tidak cukup bagiku."
Jabir mengatakan, *Air seukuran itu telah mencukupi orang yang memiliki rambut lebih lebat darimu dan lebih baik darimu -yang dimaksud adalah Rasulullah . Nabi lantas mengimami kami dengan satu pakaian."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Rasulullah mengguyur kepalanya dengan air tiga kali."
Muhammad bin Ali mengatakan bahwa orang yang berkata, "Itu tidak cukup bagiku" adalah Al Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib dan bapaknya bernama Muhammad bin A! Hanafiyah.
Umdatul Ahkam (315039)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ التَّيَمُّمِ
KITAB THAHARAH - BAB TAYAMMUM
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - رَأَى رَجُلاً مُعْتَزلاً , لَمْ يُصَلِّ فِي الْقَوْمِ؟ فَقَالَ: يَا فُلانُ , مَا مَنَعَكَ أَنْ تُصَلِّيَ فِي الْقَوْمِ؟ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَصَابَتْنِي جَنَابَةٌ , وَلا مَاءَ , فَقَالَ: عَلَيْك بِالصَّعِيدِ , فَإِنَّهُ يَكْفِيَكَ))
40. Imran bin Hushain menuturkan bahwa Rasulullah melihat seseorang yang menyingkir dan tidak mengejakan shalat bersama yang lain. Nabi lantas bertanya, 'Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk mengerjakan shalat bersama yang lain?."
Orang itu menjawab, "Wahai Rasulullah, aku lagi junub padahal sedang tidak ada air."
Nabi bersabda, "Kamu bisa menggunakan permukaan bumi, itu sudah cukup bagimu."
Umdatul Ahkam (315040)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ التَّيَمُّمِ
KITAB THAHARAH - BAB TAYAMMUM
عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((بَعَثَنِي النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فِي حَاجَةٍ , فَأَجْنَبْتُ , فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ , فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ , كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ , ثُمَّ أَتَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ , فَقَالَ: إنَّمَا يَكْفِيَكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا - ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً , ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ عَلَى الْيَمِينِ , وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ))
41. Al Ammar bin Yasir menuturkan bahwa dirinya diutus Rasulullah untuk suatu keperluan. Namun, dia kemudian junub dan tidak mendapatkan air. Dirinya lantas bergulung, gulung di tanah sebagaimana binatang. Setelah itu, dia menemui Nabi dan menceritakan hal itu kepada beliau.
Nabi bersabda "Sesungguhnya engkau cukup berbuat dengan kedua tanganmu sebagai berikut." Nabi lantas menepukkan kedua telapak tangan ke tanah sekali, lalu mengusapkan tangan kiri pada tangan kanan, mengusap punggung kedua telapak tangan dan wajahnya."
Umdatul Ahkam (315041)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ التَّيَمُّمِ
KITAB THAHARAH - BAB TAYAMMUM
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((أُعْطِيتُ خَمْساً, لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنْ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ , وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا , فَأَيُّمَا رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاةُ فَلْيُصَلِّ , وَأُحِلَّتْ لِي الْمَغَانِمُ , وَلَمْ تَحِلَّ لأَحَدٍ قَبْلِي , وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً , وَبُعِثْتُ إلَى النَّاسِ عَامَّةً))
42. Jabir bin Abdullah Al Anshari menuturkan bahwa Nabi bersabda, "Aku diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumnya. (Lima perkara tersebut adalah) aku ditolong dengan rasa takut (musuh) sejauh perjalanan dalam sebulan, bumi ini dijadikan untukku sebagai masjid dan alat bersuci sehingga siapa pun dari umatku ini yang mendapatkan waktu shalat telah tiba, maka hendaknya dia shalat. Selanjutnya, harta rampasan perang dihalalkan untukku padahal belum pernah dihalalkan kepada siapapun sebelumku. Di samping itu, aku diberi syafa'at. Terakhir, setiap nabi diutus khusus untuk kaumnya sedang aku diutus untuk seluruh manusia."
Umdatul Ahkam (315042)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها ((أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ: سَأَلَتِ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَتْ: إنِّي أُسْتَحَاضُ فَلا أَطْهُرُ , أَفَأَدَعُ الصَّلاةَ؟ قَالَ: لا، إنَّ ذَلِكَ عِرْقٌ , وَلَكِنْ دَعِي الصَّلاةَ قَدْرَ الأَيَّامِ الَّتِي كُنْتِ تَحِيضِينَ فِيهَا , ثُمَّ اغْتَسِلِي وَصَلِّي)) .
وَفِي رِوَايَةٍ ((وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ , فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ: فَاتْرُكِي الصَّلاةَ فِيهَا , فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْك الدَّمَ وَصَلِّي))
43. Aisyah menuturkan bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy bertanya kepada nabi dengan berkata, "Sesungguhnya aku mengalami istihadhah dan aku tidak pernah suci, apakah aku diperkenankan meninggalkan shalat?"
Nabi menjawab, "Tidak boleh, sesungguhnya itu adalah penyakit karena urat (di leher rahim). Akan tetapi tinggalkanlah shalat pada hari-hari yang biasanya engkau haid, kemudian mandilah dan kerjakanlah shalat."
Dalam riwayat yang lain dikatakan, "Itu bukanlah darah haid, jika masa haid telah tiba, maka tinggalkanlah shalat pada saat itu. jika masanya telah habis, maka bersihkanlah darah tersebut darimu, lalu kerjakanlah shalat..
Umdatul Ahkam (315043)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها ((أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ اُسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنِينَ , فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ ذَلِكَ؟ فَأَمَرَهَا أَنْ تَغْتَسِلَ , قَالَتْ: فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ لِكُلِّ صَلاةٍ))
44. Aisyah menuturkan bahwa Ummu Habibah mengalami istihadhah selama tujuh tahun. Oleh karena itu dia lantas bertanya kepada Rasulullah tentang permasalahan tersebut. Beliau lalu memerintahkannya untuk mandi. Beliau bersabda, "Itu adalah penyakit karena urat." Adalah Ummu Habibah mandi setiap kali hendak shalat.
Umdatul Ahkam (315044)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ , كِلانا جُنُبٌ.
45. Aisyah mengatakan, "Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam sebuah wadah padahal kami berdua sedang junub"
Umdatul Ahkam (315045)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
وَكَانَ يَأْمُرُنِي فَأَتَّزِرُ , فَيُبَاشِرُنِي وَأَنَا حَائِضٌ.
46. Nabi memerintahkanku, kemudian aku bersarung (menutupi pusar hingga lutut). Nabi lalu mencumbuiku sementara aku sedang haid"
Umdatul Ahkam (315046)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
وَكَانَ يُخْرِجُ رَأْسَهُ إلَيَّ , وَهُوَ مُعْتَكِفٌ , فَأَغْسِلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ))
47. Nabi juga pernah mengeluarkan kepalanya kepadaku ketika beliau sedang i'tlkaf. Aku lantas mencucinya sementara aku sedang haid.
Umdatul Ahkam (315047)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَتَّكِئُ فِي حِجْرِي , فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَأَنَا حَائِضٌ))
48 Aisyah mengatakan, "Rasulullah bersandar di pangkuanku, padahal aku sedang haid, kemudian beliau membaca Al-Qur'an."
Umdatul Ahkam (315048)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الطَّهَارَةِ - بابُ الحيضِ
KITAB THAHARAH - BAB HAID
عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ: ((سَأَلْتُ عَائِشَةَ رضي الله عنها فَقَلتُ: مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ , وَلا تَقْضِي الصَّلاةَ؟ فَقَالَتْ: أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ؟ فَقُلْتُ: لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ , وَلَكِنِّي أَسْأَلُ. فَقَالَتْ: كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ , فَنُؤَمَّرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ , وَلا نُؤَمَّرُ بِقَضَاءِ الصَّلاةِ))
49. Muadzah binti Abdullah menuturkan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Aisyah . Muadzah berkata "Mengapa orang haid harus mengganti puasa pada hari yang lain akan tetapi tidak mengganti shalat pada hari yang lain?"
Aisyah berkata, "Apakah engkau termasuk kelompok Haruriyah ?'
Muadzah menjawab, "Aku bukanlah seorang Haruriyah, tetapi aku sekadar bertanya."
Aisyah menjawab, "Kami pemah mengalami haid. Kami diperintahkan untuk mengqadha puasa. Namun kami tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."
Umdatul Ahkam (315049)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ وَاسْمُهُ سَعْدُ بْنُ إيَاسٍ - قَالَ: حَدَّثَنِي صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ - وَأَشَارَ بِيَدِهِ إلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((سَأَلْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم -: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ؟ قَالَ: الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ , قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي))
50. Abu Amr Asy Syaibani -nama beliau adalah Sa'ad bin Iyas- mengatakan, "Pemilik rumah Ini telah bercerita kepadaku." Dia memberikan isyarat dengan tangannya pada rumah Abdullah bin Mas'ud . Abu Mas'ud menuturkan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Rasulullah tentang amal apakah yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla.
Nabi bersabda, "Mengerjakan shalat sesuai dengan waktunya." "Lantas Apa ?" tanya Ibnu Mas'ud. Nabi bersabda, "Berbakti kepada orang tua." "Lantas apa lagi?" tanya Abu Mas'ud. Nabi menjawab, "Berjihad di Jalan Allah."
Abu Mas'ud berkata, "Rasulullah menyampaikan itu semua kepadaku. Seandainya aku minta ditambahi (keterangan) lagi, maka Nabi akan menambahnya.
Umdatul Ahkam (315050)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((لَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي الْفَجْرَ , فَيَشْهَدُ مَعَهُ نِسَاءٌ مِنْ الْمُؤْمِنَاتِ , مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ [ص:54] ثُمَّ يَرْجِعْنَ إلَى بُيُوتِهِنَّ مَا يَعْرِفُهُنَّ أَحَدٌ , مِنْ الْغَلَسِ))
51. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah mengerjakan shalat Subuh. Beberapa orang wanita mukmin yang menutupi (kepala dan badannya) dengan kain-kain mereka hadir bersama beliau. Mereka lantas kembali ke rumah, rumah dan tak seorang pun yang mengenali mereka karena kondisinya masih gelap.
Umdatul Ahkam (315051)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ: ((كَانَ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي الظُّهْرَ بِالْهَاجِرَةِ , وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ نَقِيَّةٌ وَالْمَغْرِبَ إذَا وَجَبَتْ , وَالْعِشَاءَ أَحْيَاناً وَأَحْيَاناً إذَا رَآهُمْ اجْتَمَعُوا عَجَّلَ. وَإِذَا رَآهُمْ أَبْطَئُوا أَخَّرَ , وَالصُّبْحُ كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّيهَا بِغَلَسٍ))
52. Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa Nabi mengerjakan shalat Zhuhur dl tengah hari yang terik, shalat Ashar ketika matahari masih cerah, shaiat Maghrib ketika matahari tenggelam dan mengerjakan shaiat Isya' dengan tidak menentu waktunya, jika beliau melihat orang-orang telah terkumpul, maka beliau menyegerakan shalat Isya'. Namun, jika beliau melihat mereka terlambat, maka teliau mengakhirkannya. Sedangkan shalat Subuh, Nabi mengerjakannya ketika kondisinya masih gelap.
Umdatul Ahkam (315052)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ سَيَّارِ بْنِ سَلامَةَ قَالَ: ((دَخَلْتُ أَنَا وَأَبِي عَلَى أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ , فَقَالَ لَهُ أَبِي: كَيْفَ كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ؟ فَقَالَ: كَانَ يُصَلِّي الْهَجِيرَ - الَّتِي تَدْعُونَهَا [ص:55] الأُولَى - حِينَ تَدْحَضُ الشَّمْسُ , وَيُصَلِّي الْعَصْرَ , ثُمَّ يَرْجِعُ أَحَدُنَا إلَى رَحْلِهِ فِي أَقْصَى الْمَدِينَةِ وَالشَّمْسُ حَيَّةٌ. وَنَسِيتُ مَا قَالَ فِي الْمَغْرِبِ. وَكَانَ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُؤَخِّرَ مِنْ الْعِشَاءِ الَّتِي تَدْعُونَهَا الْعَتَمَةَ. وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا , وَالْحَدِيثُ بَعْدَهَا. وَكَانَ يَنْفَتِلُ مِنْ صَلاةِ الْغَدَاةِ حِينَ يَعْرِفُ الرَّجُلَ جَلِيسَهُ. وَكَانَ يَقْرَأُ بِالسِّتِّينَ إلَى الْمِائَةِ))
53. Abu Minhal Sayyar bin Salamah menuturkan bahwa dirinya dan bapaknya menemui Abu Barzah Al Aslami. Bapak Abu Minhal lantas berkata kepada Abu Barzah, "Ceritakanlah kepadaku tentang bagaimana Nabi mengerjakan shalat wajib."
Abu Barzah menjawab, "Nabi mengerjakan shalat al Hajir (Zhuhur) yang kalian sebut sebagai shalat yang pertama, ketika matahari telah bergeser. Nabi lalu mengerjakan shalat ashar. Salah seorang di antara kami lantas kembali ke rumahnya dipenghujung Madinah, sementara matahari masih dalam keadaan terang. Aku lupa dengan perkataan Nabi berkenaan shalat Maghrib.
Nabi senang mengakhlrk'an shalat Isya' yang kailan sebut sebagal shalat al 'Atamah. Beliau membencl tidur sebelum shalat Isya' dan berbincang-bincang sesudahnya. Beliau selesai shalat Subuh ketika seserang sudah bisa mengenali teman duduknya. Beliau membaca enam puluh hingga seratus ayat dalam shalat Subuh tersebut.
Umdatul Ahkam (315053)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ عَلِيٍّ - رضي الله عنه -: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ: ((مَلأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ نَارًا , كَمَا شَغَلُونَا عَنْ الصَّلاةِ الْوُسْطَى حَتَّى غَابَتْ الشَّمْسُ)) . [ص:56] وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ ((شَغَلُونَا عَنْ الصَّلاةِ الْوُسْطَى - صَلاةِ الْعَصْرِ - ثُمَّ صَلاهَا بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ))
54. Ali menuturkan bahwa sesungguhnya Nabi pada saat perang Khandaq bersabda, "Semoga Allah memenuhi kubur-kubur dan rumah-rumah orang-orang musyrik dengan api karena mereka telah menyibukkan kita sehingga kita belum shalat Ashar hingga matahari terbenam."
Dalam lafal Imam Muslim dikatakan, "Mereka menyibukkan kita sehingga kita belum shalat wustha, yaitu shalat Ashar. Nabi lantas mengerjakan shalat Ashar dl waktu antara Maghrlb dan lsya'.
Umdatul Ahkam (315054)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
وَلَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: ((حَبَسَ الْمُشْرِكُونَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنِ الْعَصْرِ , حَتَّى احْمَرَّتِ الشَّمْسُ أَوْ اصْفَرَّتْ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: شَغَلُونَا عَنْ الصَّلاةِ الْوُسْطَى - صَلاةِ الْعَصْرِ - مَلأَ اللَّهُ أَجْوَافَهُمْ وَقُبُورَهُمْ نَاراً , أَوْ حَشَا اللَّهُ أَجْوَافَهُمْ وَقُبُورَهُمْ نَاراً))
55. Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud. Dia menuturkan bahwa orang-orang musyrik menahan Rasulullah sehingga tidak bisa mengerjakan shalat Ashar hingga matahari memerah atau menguning.
Rasulullah lantas bersabda, "Orang-orang musyrik telah menyibukkan kami sehingga tidak bisa shalat wushta, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi perut-perut dan kubur-kubur mereka dengan api" atau "Semoga Allah memenuhi perut-perut dan kubur-kubur mereka dengan api."
Umdatul Ahkam (315055)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((أَعْتَمَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - بِالْعِشَاءِ. فَخَرَجَ عُمَرُ , فَقَالَ: الصَّلاةُ , يَا رَسُولَ اللَّهِ. رَقَدَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ. فَخَرَجَ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ يَقُولُ: لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي - أَوْ عَلَى النَّاسِ - لأَمَرْتُهُمْ بِهَذِهِ الصَّلاةِ هَذِهِ السَّاعَةِ))
56. Abdullah bin Abbas menuturkan bahwa Nabi menunda pelaksanaan shalat Isya'.
Nabi lantas keluar dan kepalanya meneteskan air seraya bersabda, "Kalau tidak memberatkan umatku -atau orang-orang- maka aku akan memerintahkan mereka mengerjakan shalat (Isya') pada waktu seperti ini."
Umdatul Ahkam (315056)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ عائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا أُقِيمَتْ [ص:57] الصَّلاةُ , وَحَضَرَ الْعَشَاءُ , فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ)) . وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ نَحْوُهُ.
57. Aisyah meiriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, “Jika shalat telah diiqamati sedangkan makan maJam sudah dihidangkan, maka makan malamlah terlebih dahulu."
Ibnu Umar Juga meriwayatkan hadits yang seperti di atas.
Umdatul Ahkam (315057)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
وَلِمُسْلِمٍ عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يقُولُ: ((لا صَلاةَ بِحَضْرَةِ طَعَامٍ , وَلا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ))
58. Imam Musiim meriwayatkan dari Aisyah . Aisyah menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Tidakiah sah shaiat ketika makanan sudah dihidangkan dan shaiat dengan menahan kencing dan berak"
Umdatul Ahkam (315058)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ - وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ - أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عَنْ الصَّلاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ , وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ))
59. Abdullah bin Abbas mengatakan, “Ada beberapa orang yang diridhai memberikan persaksian kepadaku -orang yang paling mendapatkan ridha di antara mereka menurutku adalah Umar- bahwa Rasulullah melarang mengerjakan shalat (sunnah mutlaq) setelah shalat Subuh sehingga matahari terbit dan setelah shalat Ashar sehingga matahari terbenam.
Umdatul Ahkam (315059)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قالَ: ((لا صَلاةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ , وَلا صَلاةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ)) .
قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : وَفِيْ الْبَابِ عَنْ عليِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ، وَعَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ، وَعَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، وَعَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ، وأَبِيْ هُرَيْرَةَ، وَسَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبِ، وسَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ، وَزَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، وَمُعَاذِ بْنِ عَفْرَاءِ، وَكَعْبِ بْنِ مُرَّةَ، وأَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِليِّ، وَعَمْرِو بْنِ عَبْسَةَ السُلَمِيِّ، وَعَائِشَةَ رضي الله عنهم، وَالصُّنَابِحِيِّ، وَلَمْ يَسْمَعْ عَنِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -.
60. Abu Sa'id Al Khudri meriwayatkan dari Rasulullah beliau bersabda, "Tidak ada shalat setelah shalat Subuh sehingga matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shala tAshar sehingga matahari tenggelam."
Penulis buku ini rahlmahullah ta'ala mengatakan, "Dalam permasalahan ini juga terdapat hadlts lain dari Ali bin Abu Thalib, Abdullah bin Mas'ud, Abdullah bin Umar, Abdullah bin 'Amr bin Al Ash, Abu Hurairah, Samurah bin Jundub, Salamah bin Al Akwa', Zaid bin Tsabit, Muadz bin 'Afra', Ka'ab bin Murrah, Abu Umamah Al Bahili, Amr bin 'Abasah As Sulami, Aisyah dan Ash Shunabihi. Akan tetapi Ash Shunabihi tidak mendengar hadits dari Nabi .
Umdatul Ahkam (315060)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ المواقيتِ
KITAB SHALAT - BAB WAKTU-WAKTU SHALAT
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما ((أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رضي الله عنه جَاءَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ بَعْدَ مَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ فَجَعَلَ يَسُبُّ كُفَّارَ قُرَيْشٍ , وَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , مَا كِدْتُ أُصَلِّي الْعَصْرَ حَتَّى كَادَتِ الشَّمْسُ تَغْرُبُ. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم -: وَاَللَّهِ مَا صَلَّيْتُهَا. قَالَ: فَقُمْنَا إلَى بَطْحَانَ , فَتَوَضَّأَ لِلصَّلاةِ , وَتَوَضَّأْنَا لَهَا , فَصَلَّى الْعَصْرَ بَعْدَ مَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ. ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهَا الْمَغْرِبَ))
61. Jabir bin Abdullah menuturkan bahwa sesungguhnya Umar bin Al Khathab datang pada saat perang Khandaq setelah matahari terbenam. Dia pun mencaci maki orang-orang kafir Quraisy. Umar berkata, "Ya Rasulullah, aku belum mengerjakan shalat Ashar hingga matahari hampir tenggelam."
Nabi bersabda, "Demi Allah, aku juga belum mengerjakan shalat Ashar."
Jabir mengatakan, "Kami lantas beranjak menuju Buthhan. Nabi lalu berwudhu untuk shalat dan kami juga berwudhu untuk shalat. Beliau lantas mengerjakan shalat Ashar pada saat matahari telah tenggelam. Setelah itu, beliau mengerjakan shalat Maghrib."
Umdatul Ahkam (315061)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ فضلِ الجماعةِ ووجوبِها
KITAB SHALAT - BAB KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((صَلاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً))
62. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda, "(Keutamaan) shalat berjamaah itu melebihi shalat sendirian sejumlah dua puluh tujuh derajat."
Umdatul Ahkam (315062)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ فضلِ الجماعةِ ووجوبِها
KITAB SHALAT - BAB KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((صَلاةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْساً وَعِشْرِينَ ضِعْفاً , وَذَلِكَ: أَنَّهُ إذَا تَوَضَّأَ , فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ. ثُمَّ خَرَجَ إلَى الْمَسْجِدِ لا يُخْرِجُهُ إلا الصَّلاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ , وَحُطَّ عَنْهُ خَطِيئَةٌ. فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ , مَا دَامَ فِي مُصَلاهُ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ , اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ , اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ , وَلا يَزَالُ فِي صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاةَ))
63 Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "(Keutamaan) shalat seseorang yang dilakukan secara berjamaah dilipatgandakan terhadap (keutamaan) shalat di rumah dan pasarnya sebanyak dua puluh lima kali lipat. Demikian itu karena dia berwudhu dan membaguskan wudhunya, lalu keluar menuju masjid dan tak ada suatu alasan apapun yang membuatnya keluar kecuali untuk shalat. Tidaklah dia mengayunkan langkah melainkan dia akan terangkat satu derajat dan terhapuskan satu kealahan karenanya. jika dia mengerjakan shalat, maka selama dia masih di tempat shalatnya, malaikat senantiasa mendoakannya, 'Ya Allah, curahkanlah shalawat kepadanya. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepadanya.'.
"Orang tersebut (dinilai) senantiasa mengerjakan shalat selama dia menunggu shalat (selanjutnya)."
Umdatul Ahkam (315063)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ فضلِ الجماعةِ ووجوبِها
KITAB SHALAT - BAB KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((أَثْقَلُ الصَّلاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ: صَلاةُ الْعِشَاءِ , وَصَلاةُ الْفَجْرِ. وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا. وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاةِ فَتُقَامَ , ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ , ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إلَى قَوْمٍ لا يَشْهَدُونَ الصَّلاةَ , فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ))
64. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya' dan shalat Subuh. Kalau mereka mengetahui keutamaan yang terdapat dalam kedua shalat tersebut, maka mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak."
"Aku sangat ingin untuk memerintahkan shalat (dikerjakan), l.alu dikumandangkan iqamat dan kuperintahkan seseorang untuk mengimami para Jamaah. Sementara itu aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjamaah dan membakar rumah-rumah mereka dengan api"
Umdatul Ahkam (315064)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ فضلِ الجماعةِ ووجوبِها
KITAB SHALAT - BAB KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما عَنِ النَّبيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا اسْتَأْذَنَتْ أَحَدَكُمْ امْرَأَتُهُ إلَى الْمَسْجِدِ فَلا يَمْنَعُهَا. قَالَ: فَقَالَ بِلالُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ: وَاَللَّهُ لَنَمْنَعَهُنَّ. قَالَ: فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ , فَسَبَّهُ سَبّاً سَيِّئاً , مَا سَمِعْتُهُ سَبَّهُ مِثْلَهُ قَطُّ , وَقَالَ: أُخْبِرُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَتَقُولُ: وَاَللَّهُ لَنَمْنَعَهُنَّ؟)) وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ ((لا تَمْنَعُوا إمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ))
65. Abduiiah bin Umar meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian dimintai izin oleh istrinya untuk pergi ke masjid, maka Janganlah menghalanginya."
Salim bin Abduhah menuturkan bahwa Bilal bin Abdullah mengatakan, "Demi Allah, kami akan menghalangi mereka."
Salim menuturkan bahwa Abdullah bin Umar lantas mendatangi Bilal dan mencercanya. Salim belum pernah melihat cercaan seperti itu. Abdullah bin Umar lantas berkata, "Aku telah menyampaikan kepadamu (hadits) dari Rasulullah akan tetap mereka engkau justeru berani mengatakan "demi Allah, kami akan menghalangi mereka.'"
Dalam lafal Imam Muslim dikatakan, "Janganlah kalian menghalangi wanita-wanita hamba Allah dari masjid-masjid Allah"
Umdatul Ahkam (315065)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ فضلِ الجماعةِ ووجوبِها
KITAB SHALAT - BAB KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ)) .
وَفِي لَفْظِ: ((فَأَمَّا الْمَغْرِبُ وَالْعِشَاءُ وَالْجُمُعَةُ: فَفِي بَيْتِهِ)).
وَفِي لَفْظٍ: أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَتْنِي حَفْصَةُ: أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم -: ((كَانَ يُصَلِّي سَجْدَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَعْدَمَا يَطْلُعُ الْفَجْرُ. وَكَانَتْ سَاعَةً لا أَدْخُلُ عَلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فِيهَا))
66. Abdullah bin Umar mengatakan, "Aku pernah mengerjakan shalat sunnah bersama Rasulullah, dua rakaat sebelum shalat Zhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah shalat Jum'at, dua rakaat setelah shalat Maghrib dan dua rakaat setelah shalat Isya'."
Dalam lafal yang lain dikatakan, "Shalat (rawatib untuk) shalat Maghrib, Isya' dan jum'at itu dikerjakan di rumah Nabi"
Dalam lafal Imam Bukhari dikatakan sesungguhnya Ibnu Umar mengatakan bahwa Hafshah telah menyampaikan hadits kepadanya bahwa Nabi mengerjakan shalat dua rakaat yang ringkas setelah fajar terbit. Waktu itu merupakan waktu dimna aku tidak menemui beliau."
Umdatul Ahkam (315066)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ فضلِ الجماعةِ ووجوبِها
KITAB SHALAT - BAB KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
عنْ عائِشَةَ رضِيَ اللهُ عنْها قالَتْ: ((لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - على شيءٍ منَ النَّوافِلِ تَعاهُدَاً منْهُ على ركْعَتَي الفَجْرِ)) .
وفي لفْظٍ لِمُسْلِمٍ: ((رَكْعَتا الفَجْرِ خيرٌ منَ الدُّنيا وما فيها))
67. Aisyah mengatakan, 'Tidak ada satu shalat sunnah pun yang lebih diperhatikan oleh Nabi , daripada shalat dua rakaat Fajar."
. Dalam lafal Imam Muslim dikatakan, "Dua rakaat shalat Fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya."
Umdatul Ahkam (315067)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الأَذانِ والإِقامةِ
KITAB SHALAT - BAB ADZAN DAN IQAMAT
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ((أُمِرَ بِلالٌ أَنْ يَشْفَعَ الأَذَانَ , وَيُوتِرَ الإِقَامَةَ))
68. Anas bin Malik menuturkan bahwa Bilal diperintahkan untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamat.
Umdatul Ahkam (315068)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الأَذانِ والإِقامةِ
KITAB SHALAT - BAB ADZAN DAN IQAMAT
عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ السُّوَائِيِّ قَالَ: ((أَتَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ فِي قُبَّةٍ لَهُ حَمْرَاءَ مِنْ أَدَمٍ - قَالَ: فَخَرَجَ بِلالٌ بِوَضُوءٍ , فَمِنْ نَاضِحٍ وَنَائِلٍ , قَالَ: فَخَرَجَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - عَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ , كَأَنِّي أَنْظُرُ إلَى بَيَاضِ سَاقَيْهِ , قَالَ: فَتَوَضَّأَ وَأَذَّنَ بِلالٌ , قَالَ: فَجَعَلْتُ أَتَتَبَّعُ فَاهُ هَهُنَا وَهَهُنَا , يَقُولُ يَمِيناً وَشِمَالاً: حَيَّ عَلَى الصَّلاةِ ; حَيَّ عَلَى الْفَلاحِ ثُمَّ رُكِزَتْ لَهُ عَنَزَةٌ , فَتَقَدَّمَ وَصَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ , ثُمَّ نَزَلَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ إلَى الْمَدِينَةِ))
69. Abu Juhaifah Wahb bin Abdullah As Suwai berkata, "Aku menemui Nabi tatkala beliau berada di dalam tenda bundar beliau yang berwarna merah yang terbuat dari kulit binatang yang telah disamak."
Abu Juhaifah berkata, "Bilal lantas keluar dengan membawa air wudhu. Ada yang berwudhu dengan bekas air wudhu Nabi; adapula yang berwudhu dengan bekas air wudhu yang lain akan tetapi juga bekas air wudhu Nabi juga." Abu Juhaifah berkata, "'Nabi lantas keluar dengan pakaian merah seolah-olah aku bisa melihat kedua betisnya yang putih."
Abu Juhaifah berkata; "Nabi lalu berwudhu dan Bilal mengumandangkan adzan."
Abu Juhaifah berkata, "Aku pun mengikuti gerakan mulutnya ke sana dan ke mari. -Abu Juhaifah mengatakan "Ke kanan dan ke kiri" -.Bilal mengucapkan, 'Hayya 'alash shalat' dan 'Hayya 'alal falah'. Sebuah tombak lantas ditancapkan untuk Nabi. Nabi maju ke depan dan mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar dua rakaat. Beliau senantiasa mengerjakan shalat dua rakaat hingga beliau kembali ke Madinah."
Umdatul Ahkam (315069)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الأَذانِ والإِقامةِ
KITAB SHALAT - BAB ADZAN DAN IQAMAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ: ((إنَّ بِلالاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ , فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا أَذَانَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ))
70. Abdullah bin Umar meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau bersabda, "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan masih terlalu malam. Oleh karena itu, makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan"
Umdatul Ahkam (315070)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الأَذانِ والإِقامةِ
KITAB SHALAT - BAB ADZAN DAN IQAMAT
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((إذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ))
71. Abu Sa'id Al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar muazin (mengumandangkan adzan) maka ucapkanlah separti yang diucapkannya."
Umdatul Ahkam (315071)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ استقبالِ القبلةِ
KITAB SHALAT - BAB MENGHADAP KIBLAT
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يُسَبِّحُ عَلَى ظَهْرِ رَاحِلَتِهِ , حَيْثُ كَانَ وَجْهُهُ , يُومِئُ بِرَأْسِهِ , وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَفْعَلُهُ)) .
وَفِي رِوَايَةٍ: ((كَانَ يُوتِرُ عَلَى بَعِيرِهِ)) .
وَلِمُسْلِمٍ: ((غَيْرَ أَنَّهُ لا يُصَلِّي عَلَيْهَا الْمَكْتُوبَةَ)) .
وَلِلْبُخَارِيِّ: ((إلاَّ الْفَرَائِضَ)) .
72. Ibnu Umar menuturkan bahwa sesungguhnya Rasulullah mengerjakan shalat sunnah di atas punggung unta kemana pun arahnya menghadap. Beliau memberikan isyarat dengan kepalanya. Ibnu Umar pun melakukan hal serupa.
Dalam riwayat lain dikatakan. "Nabi melakukan shalat witir di atas ontanya." Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan, "Akan tetapi Nabi tidaklah mengerjakan shalat wajib di atas onta". Dalam riwayat Imam Bukhari dikatakan, "Kecuali shalat-shalat wajib."
Umdatul Ahkam (315072)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ استقبالِ القبلةِ
KITAB SHALAT - BAB MENGHADAP KIBLAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: ((بَيْنَمَا النَّاسُ بِقُبَاءَ فِي صَلاةِ الصُّبْحِ إذْ جَاءَهُمْ آتٍ , فَقَالَ: إنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَدْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ قُرْآنٌ , وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ , فَاسْتَقْبِلُوهَا. وَكَانَتْ وُجُوهُهُمْ إلَى الشَّامِ , فَاسْتَدَارُوا إلَى الْكَعْبَةِ)) .
73. Ibnu Umar menuturkan bahwa orang-orang yang berada di Quba' sedang mengerjakan shalat Subuh. Tiba- tiba ada orang yang datang dan mengatakan, "Sesungguhnya semalam Al-Qur'an telah diturunkan kepada Nabi . Beliau diperintahkan untuk menghadap kiblat. Oleh karena itu, menghadaplah ke kiblat."
Tatkala itu, wajah mereka menghadap ke arah Syam. Mereka lantas berputar ke arah Ka'bah.
Umdatul Ahkam (315073)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ استقبالِ القبلةِ
KITAB SHALAT - BAB MENGHADAP KIBLAT
عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ: ((اسْتَقْبَلْنَا أَنَساً حِينَ قَدِمَ مِنْ الشَّامِ , فَلَقِينَاهُ بِعَيْنِ التَّمْرِ , فَرَأَيْتُهُ يُصَلِّي عَلَى حِمَارٍ , وَوَجْهُهُ مِنْ ذَا الْجَانِبِ - يَعْنِي عَنْ يَسَارِ الْقِبْلَةِ - فَقُلْتُ: رَأَيْتُكَ تُصَلِّي لِغَيْرِ الْقِبْلَةِ؟ فَقَالَ: لَوْلا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَفْعَلُهُ مَا فَعَلْتُهُ)) .
74. Anas bin Sirin mengatakan, "Kami menyambut kedatangan Anas (bin Malik) ketika dia tiba di Syam. Kami menemuinya di AinutTamr. Kulihat dia mengerjakan shalat di atas keledai dan wajah beliau menghadap ke arah ini, yaitu sebelah kiri Kiblat.
Anas bin Sirin tertanya, "(Kenapa) tadi aku melihatmu mengerjakan shalat tidak menghadap kiblat?" Anas bin Malik menjawab, "Sekiranya aku tidak melihat Rasulullah , pernah mengerjakan hal itu, maka aku tidak akan mengerjakannya."
Umdatul Ahkam (315074)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الصُّفوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHAF SHALAT
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((سَوُّوا صُفُوفَكُمْ , فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلاةِ)) .
75.Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Luruskanlah shaf-shaf kailan, karena kelurusan shaf-shaf itu termasuk kesempurnaan shalat"
Umdatul Ahkam (315075)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الصُّفوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHAF SHALAT
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضي الله عنهما , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: ((لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ)) .
وَلِمُسْلِمٍ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُسَوِّي صُفُوفَنَا , حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ , حَتَّى إذَا رَأَى أَنْ قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ , ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ , حَتَّى إذَا كَادَ أَنْ يُكَبِّرَ , فَرَأَى رَجُلاً بَادِياً صَدْرُهُ , فَقَالَ: عِبَادَ اللَّهِ , لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ)) .
76. Nu'man bin Basyir menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, "Hendaknya kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan menimbulkan perselisihan di antara kalian."
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan bahwa Rasulullah meluruskan shaf para sahabat seolah-olah beliau meluruskan anak-anak panah hingga beliau yakin bahwa kami telah memahami perintahnya. Pada suatu hari. Nabi keluar dan berdiri hampir akan tertakbir. Namun beliau melihat seseorang yang menonjolkan dadanya.
Nabi lantas bersabda, "Wahai hamba Allah, hendaknya kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan menimbulkan perselisihan di antara kalian."
Umdatul Ahkam (315076)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الصُّفوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHAF SHALAT
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ جَدَّتَهُ مُلَيْكَةَ دَعَتْ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لِطَعَامٍ صَنَعَتْهُ , فَأَكَلَ مِنْهُ , ثُمَّ قَالَ: قُومُوا فَلأُصَلِّيَ لَكُمْ؟ قَالَ أَنَسٌ: فَقُمْتُ إلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدْ اسْوَدَّ مِنْ طُولِ مَا لُبِسَ , فَنَضَحْتُهُ بِمَاءٍ , فَقَامَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّه - صلى الله عليه وسلم - وَصَفَفْتُ أَنَا وَالْيَتِيمُ وَرَاءَهُ , وَالْعَجُوزُ مِنْ وَرَائِنَا. فَصَلَّى لَنَا رَكْعَتَيْنِ , ثُمَّ انْصَرَفَ)) .
وَلِمُسْلِمٍ ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - صَلَّى بِهِ وَبِأُمِّهِ فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ , وَأَقَامَ الْمَرْأَةَ خَلْفَنَا)) .
اليتيمُ: ضُميرة جدُّ حسين بن عبد اللهِ بن ضميرة.
77. Anas bin Malik menuturkan bahwa neneknya yang bernama Mulaikah mengundang Rasulullah untuk jamuan makan yang dibuatnya untuk beliau. Nabi pun menyantap hidangan, dan (setelah itu) bersabda, "Berdirilah kalian, aku hendak mengerjakan shalat bersama kalian."
Anas berkata, "Aku lantas beranjak menuju sebuah tikar milik kami yang telah terubah warna menjadi hitam karena telah lama dipakai. Aku lantas memercikkan air padanya. Rasulullah lalu mengerjakan shalat di atasnya. Sedangkan aku dan seorang anak yatim berbaris dl belakang beliau dan wanita tua berada dl belakang kami. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat bersama kami, kemudian pulang.
Dalam riwayat Imam Muslim dikatakan babwa Rasulullah mengejakan shalat dengan Anas dan Ibunya. Anas mengatakan, "Nabi meletakkanku di setelah kanannya dan meletakkan wanita di belakang kami"
Yang dimaksud dengan orang yatim di atas adalah Dhumairah yaitu kakek Al Husaln bin Abdullah bin Dhumalrah.
Umdatul Ahkam (315077)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الصُّفوفِ
KITAB SHALAT - BAB SHAF SHALAT
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: قَالَ: ((بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ. فَقَامَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ. فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ. فَأَخَذَ بِرَأْسِي فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ)) .
78. Ibnu Abbas mengatakan, "Aku bermalam di (rumah) bibiku yang bernama Maimunah. Nabi bangun dan mengejakan shalat malam. Aku lalu berdiri dl sebelah kirinya, maka bellau pun memegang kepalaku dan meletakkanku dl sebelah kanannya."
Umdatul Ahkam (315078)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ , أَوْ يَجْعَلَ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ؟)) .
79. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, "Apakah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam Itu tidak khawatir sekiranya Allah akan merubah kepalanya menjadi kepala keledai atau Allah akan membuat mukanya menjadi muka keledai?"
Umdatul Ahkam (315079)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ. فَلا تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ. فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا , وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا. وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ , فَقُولُوا: رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا. وَإِذَا صَلَّى جَالِساً فَصَلُّوا جُلُوساً أَجْمَعُونَ)) .
80. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda, "Sesungguhnya Imam Itu dijadlkan hanya untuk diikutl. Oleh karena itu, janganlah kalian menyelisihinya. Jika Imam bertakbir, maka tertakblrlah. jika Imam rukuk maka rukuklah. Jika imam mengucapkan; 'Sami'allahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memujiNya)', maka ucapkanlah, 'Rabbana walakal hamdu (Wahai Rabb kami; segala puji untuk-Mu)'. Jika imam sujud, maka sujudlah. Jika imam mengerjakan shalat dengan duduk, maka shalatlah kalian dengan duduk semuanya."
Umdatul Ahkam (315080)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
وَمَا فِي مَعْنَاهُ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِي بَيْتِهِ وَهُوَ شَاكٍ , صَلَّى جَالِساً , وَصَلَّى وَرَاءَهُ قَوْمٌ قِيَاماً , فَأَشَارَ إلَيْهِمْ: أَنْ اجْلِسُوا لَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ , فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا , وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا , وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا: رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ , وَإِذَا صَلَّى جَالِساً فَصَلُّوا جُلُوساً أَجْمَعُونَ)) .
81. Demikian pula yang semakna dengan hadits sebelumnya, yaitu hadits Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah mengerjakan shalat di rumahnya ketika beliau sedang sakit. Nabi mengerjakan shalat dengan duduk. Ada beberapa orang mengerjakan shalat di belakang beliau dengan berdiri. Nabi lantas memberi isyarat kepada mereka agar duduk.
Setelah selesai, beliau bersabda, "Sesungguhnya dijadikan Imam Itu hanya untuk dllkutl. jika Imam rukuk, maka rukuklah, jika Imam bangkit (dari rukuk), maka bangkitlah, jika Imam mengucapkan, 'Sami'allahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)', maka ucapkanlah, 'Rabbana wa lakal hamdu (Duhai Rabb kami, segala puji untuk-Mu)'. jika Imam mengerjakan shalat dengan duduk, maka shalatlah kalian dengan duduk semuanya."
Umdatul Ahkam (315081)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخِطْمِيِّ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ - وَهُوَ غَيْرُ كَذُوبٍ - قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ: لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَقَعَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - سَاجِدًا , ثُمَّ نَقَعُ سُجُودًا بَعْدَهُ)) .
82. Abdullah bin Yazid Al Khathmi AlAnshari menuturkan bahwa Al Bara' bin 'Azib menyampaikan hadits kepadanya. Al Bara' bukanlah seorang pendusta. Al Bara' mengatakan, "Jika Rasulullah mengucapkan, 'Sami'allahu liman hamidah', maka tidak ada seorang pun dari kami yang membungkukkan punggungnya sampai Rasulullah bersujud. Setelah Itu kami baru sujud."
Umdatul Ahkam (315082)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا , فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلائِكَةِ: غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)) .
83. Abu Hurairah menuturkan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda, "Jika Imam mengucapkan 'Amin', maka ucapkanlah 'Amin'. Barangsiapa yang (mengucapkan 'Amin') bertepatan dengan ucapan 'Amin' para malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu terampuni?"
Umdatul Ahkam (315083)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه -: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((إذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيهِمْ الضَّعِيفَ وَالسَّقِيمَ وَذَا الْحَاجَةِ , وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ)) .
84. Abu Hurairah menuturkan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian mengimami orang banyak, maka ringankanlah (shalatmu) karena di antara mereka ada orang yang lemah, sakit dan memiliki banyak urusan. Jika salah seorang diantara kalian mengerjakan shalat sendirian, hendaknya dia memanjangkan (shalat) semaunya."
Umdatul Ahkam (315084)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ الإِمامةِ
KITAB SHALAT - BAB IMAM
وَمَا فِي مَعْنَاهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: ((جَاءَ رَجُلٌ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: إنِّي لأَتَأَخَّرُ عَنْ صَلاةِ الصُّبْحِ مِنْ أَجْلِ فُلانٍ , مِمَّا يُطِيلُ بِنَا , قَالَ: فَمَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - غَضِبَ فِي مَوْعِظَةٍ قَطُّ أَشَدَّ مِمَّا غَضِبَ يَوْمَئِذٍ , فَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ , إنَّ مِنْكُمْ مُنَفِّرِينَ , فَأَيُّكُمْ أَمَّ النَّاسَ فَلْيُوجِزْ , فَإِنَّ مِنْ وَرَائِهِ الْكَبِيرَ وَالضَّعِيفَ وَذَا الْحَاجَةِ)) .
85. Demikian pula yang semakna dengan hadits di atas, yaitu Abu Mas'ud Al Anshari Al Badri menuturkan bahwa ada seseorang yang menemui Rasulullah lalu berkata, "Sesungguhnya benar-benar mengakhirkan shalat Subuh karena imam memanjangkan shalatnya."
Abu Mas'ud mengatakan, "Belum pernah aku melihat Nabi SAW marah tatkala memberikan nasehat yang lebih keras daripada marah beliau ketika itu."
Nabi lantas bersabda, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang yang membuat orang lari (dari dakwah). Barangsiapa mengimami orang banyak, hendaknya dia mempersingkat (shalatnya) karena sesungguhnya di belakangnya ada orang yang sudah tua, anak kecil dan orang yang memiliki banyak urusan."
Umdatul Ahkam (315085)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إذَا كَبَّرَ فِي الصَّلاةِ سَكَتَ هُنَيْهَةً قَبْلَ أَنْ يَقْرَأَ , فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي , أَرَأَيْتَ سُكُوتَكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ: مَا تَقُولُ؟ قَالَ: أَقُولُ: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ. اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ. اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ)) .
86. Abu Hurairah menuturkan bahwa jika Rasulullah telah bertakbir, maka beliau diam sejenak sebelum membaca (Al Fatihah). Abu Hurairah lantas berkata, "Wahai Rasuiuhah, demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu. Beritahukanlah (kepadaku) tentang diammu di sela takbir dan membaca (Al Fatihah), apakah yang engkau ucapkan?"
Nabi menjawab bahwa dirinya berdo'a, "Ya Allah, jauhkanjah jarak antara diriku dan kesalahanku sebagai,mana Engkau menjauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju yang putih itu dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun."
Umdatul Ahkam (315086)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَسْتَفْتِحُ الصَّلاةَ بِالتَّكْبِيرِ , وَالْقِرَاءَةَ بـ «الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ» وَكَانَ إذَا رَكَعَ لَمْ يُشْخِصْ رَأْسَهُ وَلَمْ يُصَوِّبْهُ وَلَكِنْ بَيْنَ ذَلِكَ , وَكَانَ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِماً , وَكَانَ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السَّجْدَةِ لَمْ يَسْجُدْ , حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِداً , وَكَانَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ , وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى , وَكَانَ يَنْهَى عَنْ عُقْبَةِ الشَّيْطَانِ، وَيَنْهَى أَنْ يَفْتَرِشَ الرَّجُلُ ذِرَاعَيْهِ افْتِرَاشَ السَّبُعِ , وَكَانَ يَخْتِمُ الصَّلاةَ بِالتَّسْلِيمِ)) .
87. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah membuka shalatnya dengan takbir dan membaca, "Alhamdulillah Rabbil 'alamin (Segala puji bagi Allah Rabb Semesta alam)". Jika rukuk, beliau tidak mengangkat kepalanya dan tidak pula menundukkannya akan tetapi di antara dua kondisi tersebut. Jika beliau mengangkat kepalanya setelah rukuk, maka teliau tidak akan sujud sebelum berdiri dengan tegak.
Jika teliau telah mengangkat kepalanya setelah sujud, maka beliau tidak akan sujud sebelum duduk dengan tegak.
Pada setiap dua rakaat, beliau membaca, "At Tahiyat". Beliau duduk menghimpit kaki klrl dan menegakkan kaki kanan. Beliau melarang cara duduk setan dan juga melarang seseorang mendudui ke dua kakjnya searti model duduk binatang buas. Betiau menutup shalatnya dengan salam.
Umdatul Ahkam (315087)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إذَا افْتَتَحَ الصَّلاةَ , وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ , وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ , وَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ , رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. وَكَانَ لا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ)) .
88. Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Nabi mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya tatkaJa takbiratul ihram dan bertakbir hendak rukuk, jika beliau mengangkat kepala setelah rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya sedemikian rupa seraya mengucapkan, 'Sami'allahu liman hamidah Rabbana wa lakal hamdu (Allah mendengar orang yang memujinya. Wahai Rabb kami, segala puji untukMu)" Nabi tidak melakukan hal demikian ketika bersujud.
Umdatul Ahkam (315088)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: ((أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ - وَأَشَارَ بِيَدِهِ إلَى أَنْفِهِ - وَالْيَدَيْنِ , وَالرُّكْبَتَيْنِ , وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ)) .
89. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh tulang (yaitu) dahi -beliau memberi isyarat dengan tangannya pada hidungnya, kedua tangannya, kedua lututnya dan ujung-ujung kaki."
Umdatul Ahkam (315089)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إذَا قَامَ إلَى الصَّلاةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ , ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ , ثُمَّ يَقُولُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ , حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ , ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ: رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ , ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَهْوِي , ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ , ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَسْجُدُ , ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَع رَأْسَهُ , ثُمَّ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي صَلاتِهِ كُلِّهَا , حَتَّى يَقْضِيَهَا , وَيُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ مِنْ الثِّنْتَيْنِ بَعْدَ الْجُلُوسِ)) .
90. Dari Abu Hurairah ' ia berkata, "Rasulullah ketika berdiri untuk shalat bertakbir (mengucapkan 'Allahu akbar’), lalu bertakbir lagi ketika akan ruku, kemudian mengucapkan 'Sami’allahu liman hamidah’ saat mengangkat tulang punggungnya dari ruku, lalu Beliau mengucapkan 'Rabbanaa walakal hamdu’ di saat berdiri. Setelah itu bertakbir ketika akan sujud, lalu bertakbir ketika mengangkat kepalanya (dari sujud), lalu bertakbir ketika akan sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya (dari sujud). Beliau melakukan hal itu dalam seluruh gerakan shalat hingga selesai, demikian pula Beliau bertakbir ketika bangun dari dua rakaat setelah duduk."
Umdatul Ahkam (315090)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: ((صَلَّيْتُ أَنَا وَعِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ خَلْفَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ. فَكَانَ إذَا سَجَدَ كَبَّرَ , وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ كَبَّرَ , وَإِذَا نَهَضَ مِنْ الرَّكْعَتَيْنِ كَبَّرَ , فَلَمَّا قَضَى الصَّلاةَ أَخَذَ بِيَدِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ , وَقَالَ: قَدْ ذَكَّرَنِي هَذَا صَلاةَ مُحَمَّدٍ - صلى الله عليه وسلم - أَوْ قَالَ: صَلَّى بِنَا صَلاةَ مُحَمَّدٍ - صلى الله عليه وسلم -)) .
91. Dari Mutharrif bin Abdullah ia berkata, "Aku bersama Imran bin Hushain pernah shalat di belakang Ali bin Abi Thalib. Beliau ketika sujud bertakbir, ketika mengangkat kepalanya bertakbir, dan ketika bangun dari dua rakaat bertakbir. Setelah selesai shalat, maka Imran bin Hushain memegang tanganku dan berkata, "Dia (Ali) mengingatkan kepadaku shalat Nabi Muhammad ," atau ia berkata, "Dia (Ali) mengimami kita dengan cara shalat Nabi Muhammad ."
Umdatul Ahkam (315091)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنهما قَالَ: ((رَمَقْتُ الصَّلاةَ مَعَ مُحَمَّدٍ - صلى الله عليه وسلم - فَوَجَدْتُ قِيَامَهُ , فَرَكْعَتَهُ فَاعْتِدَالَهُ بَعْدَ رُكُوعِهِ , فَسَجْدَتَهُ , فَجِلْسَتَهُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ , فَسَجْدَتَهُ فَجِلْسَتَهُ مَا بَيْنَ التَّسْلِيمِ وَالانْصِرَافِ: قَرِيباً مِنْ السَّوَاءِ)) . وَفِي رِوَايَةِ الْبُخَارِيِّ ((مَا خَلا الْقِيَامَ وَالْقُعُودَ قَرِيباً مِنْ السَّوَاءِ)) .
92. Dari Barra bin Azib 'ma ia berkata, "Aku pernah memperhatikan shalat Nabi Muhammad , lalu aku dapatkan bahwa berdiri, ruku, I’tidal setelah ruku, sujudnya, duduk antara dua sujud, sujud kembali, dan duduk (tasyahhud) sebelum salam hampir sama." Dalam riwayat Bukhari disebutkan, "Tidaklah Berdiri dan duduk (tasyahhud)nya melainkan hampir sama lamanya."
Dalam riwayat Imam Bukhari dikatakan, "Selain berdiri dan duduk (Tasyahud-ed.) itu temponya hampir sama."
Umdatul Ahkam (315092)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((إنِّي لا آلُو أَنْ أُصَلِّيَ بِكُمْ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي بِنَا قَالَ ثَابِتٌ فَكَانَ أَنَسٌ يَصْنَعُ شَيْئاً لا أَرَاكُمْ تَصْنَعُونَهُ. كَانَ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ: انْتَصَبَ قَائِماً , حَتَّى يَقُولَ الْقَائِلُ: قَدْ نَسِيَ , وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السَّجْدَةِ: مَكَثَ , حَتَّى يَقُولَ الْقَائِلُ: قَدْ نَسِيَ)) .
93. Dari Tsabit Al Bunaniy, dari Anas bin Malik ' ia berkata, "Aku benar-benar berusaha mengimami kalian sebagaimana Rasululah mengimami kami."
Tsabit berkata, "Anas melakukan sesuatu yang aku lihat kalian tidak melakukannya. Dia ketika bangun dari ruku, berdiri dalam posisi lurus sehingga membuat seseorang berkata (dalam hatinya), "Anas telah lupa," dan ketika mengangkat kepalanya dari sujud, dia berdiam sehingga ada seseorang berkata (dalam hatinya), "Anas telah lupa."
Umdatul Ahkam (315093)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: ((مَا صَلَّيْتُ خَلْفَ إمَامٍ قَطُّ أَخَفَّ صَلاةً. وَلا أَتَمَّ صّلاةً مِنَ النَّبيِّ - صلى الله عليه وسلم -)) .
94. Dari Anas bin Malik ' ia berkata, "Aku belum pernah shalat di belakang imam yang lebih ringan dan lebih sempurna shalatnya daripada Nabi ."
Umdatul Ahkam (315094)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَبِي قِلابَةَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْجَرْمِيِّ الْبَصْرِيِّ - قَالَ: ((جَاءَنَا مَالِكُ بْنُ الْحُوَيْرِثِ فِي مَسْجِدِنَا هَذَا , فَقَالَ: إنِّي لأُصَلِّي بِكُمْ , وَمَا أُرِيدُ الصَّلاةَ , أُصَلِّي كَيْفَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي , فَقُلْتُ لأَبِي قِلابَةَ: كَيْفَ كَانَ يُصَلِّي؟ فَقَالَ: مِثْلَ صَلاةِ شَيْخِنَا هَذَا , وَكَانَ يَجْلِسُ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ قَبْلَ أَنْ يَنْهَضَ)) . أَرادَ بشيخِهمْ، أَبا يزيدَ، عَمرَو بنَ سَلَمَة الجَرْميَّ.
95. Dari Abu Qilabah Abdullah bin Zaid Al Jarmiy Al Bashriy ia berkata, "Malik bin Huwairits pernah datang kepada kami di masjid kami ini lalu berkata, "Aku bukan ingin melaksanakan shalat, tetapi aku ingin menunjukkan kepada kalian bagaimana aku lihat Rasulullah melakukan shalat,"
Maka aku berkata kepada Abu Qilabah, "Bagaimana shalat Beliau?" Ia menjawab, "Seperti shalat orang tua kita ini." Beliau duduk (sejenak) saat bangun dari sujud sebelum bangkit.
Maksud orang tua mereka di sini adalah Abu Buraid Amr bin Salamah Al Jarmi. Beliau juga dipanggil dengan Abu Yazid.
Umdatul Ahkam (315095)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍ بْنِ بُحَيْنَةَ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ إذَا صَلَّى فَرَّجَ بَيْنَ يَدَيْهِ , حَتَّى يَبْدُوَ بَيَاضُ إبْطَيْهِ)) .
96. Dari Abdullah bin Malik bin Buhainah ', bahwa Nabi ketika shalat merenggangkan kedua tangannya sehingga tampak putih ketiak beliau.
Umdatul Ahkam (315096)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ سَعِيدِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ: ((سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَكَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يُصَلِّي فِي نَعْلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ)) .
97. Dari Abu Maslamah Sa’id bin Yazid ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik, "Apakah Nabi pernah shalat dengan mengenakan kedua sandalnya?" Ia menjawab, "Ya."
Umdatul Ahkam (315097)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -
98. Abu Qatadah Al Anshari menuturkan bahwa Rasulullah pernah mengerjakan shalat sambil menggendong umamah binti Zainab binti Rasulullah ."
Umdatul Ahkam (315098)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كتابُ الصلاةِ - بابُ صفةِ صلاةِ النبيِّ - صلى الله عليه وسلم -
KITAB SHALAT - BAB SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
وَلأَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ , فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا , وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا))
99. Abu Al Ash bin Ar Rabi' bin Abdi Syams meriwayatkan bahwa Rasulullah jika sujud, maka beliau meletakkan 'Umamah. Namun jika beliau berdiri, maka beliau pun menggendongnya.
Umdatul Ahkam (315099)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan