Musnad Syafi'i

بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنِ ابْنِ وَعْلَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا دُبِغَ الْإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ»
20. Malik mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Ibnu Wa'lah, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda "Apabila kulit disamak, maka ia menjadi suci” 27
Musnad Syafi'i 20 (230020)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ قُسَيْطٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَنْ يُسْتَمْتَعَ بِجُلُودِ الْمَيْتَةِ إِذَا دُبِغَتْ
21. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Qusaith, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban, dari ibunya, dari Aisyah : Bahwa Nabi telah memerintahkan agar kulit bangkai dimanfaatkan apabila telah disamak. 28
Musnad Syafi'i 21 (230021)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " الَّذِي يَشْرَبُ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ
22. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi, dari Zaid bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, dari Ummu Salamah bahwa Nabi pernah bersabda, "Orang yang minum dari perak tiada lain hanyalah meregukkan api neraka Jahanam ke dalam perutnya.29
Musnad Syafi'i 22 (230022)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ [ص:11] حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»
23. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya. Janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam wadah sebelum mencucinya sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di manakah tangannya semalam berada.30
Musnad Syafi'i 23 (230023)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، وَابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِي وَضُوئِهِ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»
24. Malik dan Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah , dari Nabi yang telah bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, hendaklah mencuci tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air untuk wudhunya, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak mengetahui di mana semalam tangannya berada.31
Musnad Syafi'i 24 (230024)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan