Musnad Syafi'i

وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَرَأَ فِي الْجُمُعَةِ بِسُورَةِ الْجُمُعَةِ وَإِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ: فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قَرَأْتُ بِسُورَتَيْنِ كَانَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقْرَأُ بِهِمَا فِي الْجُمُعَةِ. فَقَالَ: «إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ بِهِمَا»
300. Abdul Aziz bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Ubaidillah bin Abu Rafi', dari Abu Hurairah : Bahwa dalam shalat Jum'at ia membaca surah Al Jumu'ah dan surah “IDZAA JAA'AKAL MUNAQFIQUUN”. Ubaidillah berkata, “Lalu aku bertanya kepadanya, 'Engkau telah membaca 2 surah yang dahulu sering dibaca oleh Ali bin Abu Thalib dalam shalat Jum'atnya?' Abu Hurairah menjawab, 'Sesungguhnya Rasulullah dahulu sering membaca kedua surah itu'.” 307
Musnad Syafi'i 300 (230284)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ، عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ «كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ بِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ»
301. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami Mis'ar bin Kidam menceritakan kepadaku dari Ma'bad bin Khalid, dari Samurah bin Jundub, dari Nabi : Beliau dalam shalat Jum'at sering membaca surah “SABBIHISMA RABBIKAL A'LAA” dan “HAL ATAAKA HADIITSUL GHAASYIYAH ”. 308
Musnad Syafi'i 301 (230285)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلَاةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ»
302. Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat maka ia telah mendapatkan shalat —jamaah—309
Musnad Syafi'i 302 (230286)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ كُتِبَ مُنَافِقًا فِي كِتَابٍ لَا يُمْحَى وَلَا يُبَدَّلُ» وَفِي بَعْضِ الْحَدِيثِ: «ثَلَاثًا»
303. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim menceritakan kepadaku dari Ibrahim bin Abdullah bin Ma'bad, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi pernah bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan shalat Jum 'at tanpa alasan darurat, ia dicatat munafik di dalam sebuah kitab yang tidak dapat dihapus dan tidak pula diganti.” Menurut sebagian hadits yang lain disebutkan sebanyak 3 kali. 310
Musnad Syafi'i 303 (230287)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ أَبِي الْجَعْدِ الضَّمْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «لَا يَتْرُكُ أَحَدٌ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا تَهَاوُنًا بِهَا إِلَّا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ» قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَفِي بَعْضِ الْحَدِيثِ: ثَلَاثًا
304. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Amr menceritakan kepadaku dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadhrami, dari Abui Ja'd Adh—Dhamri bahwa Nabi pernah bersabda, “Tidak sekali-kali seseorang meninggalkan shalat Jum'at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, melainkan Allah mengunci mati hatinya.311
Asy-Syafi'i berkata, “Dan disebutkan dalam sebagian hadits dengan redaksi: Tiga kali.”
Musnad Syafi'i 304 (230288)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ أُمَيَّةَ، يَقُولُ: «لَا يَتْرُكُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا تَهَاوُنًا بِهَا لَا يَشْهَدُهَا إِلَّا كُتِبَ مِنَ الْغَافِلِينَ»
305. Ibrahim menceritakan kepada kami dari Shalih bin Kaisan, dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadrami, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Amr bin Umayah berkata, “Tidak sekali-kali seorang lelaki muslim meninggalkan shalat Jum'at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, melainkan ia dicatat termasuk orang-orang yang lalai.” 312
Musnad Syafi'i 305 (230289)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ»
306. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shufwan bin Sulaim mengabarkan kepadaku: Bahwa Rasulullah bersabda, "Jika pada hari jumat atau malam jum'at, maka perbanyaknya bershalawat kepadaku." 313
Musnad Syafi'i 306 (230290)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ»
307. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abdurrahman bin Ma'mar mengabarkan kepadaku, bahwa Nabi berkata, "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari jum'at."314
Musnad Syafi'i 307 (230291)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُبَيْدَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو الْأَزْهَرِ مُعَاوِيَةُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَيْرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: أَتَى جِبْرِيلُ بِمِرْآةٍ بَيْضَاءَ فِيهَا وَكْتَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا هَذِهِ؟» قَالَ: هَذِهِ الْجُمُعَةُ فُضِّلْتَ بِهَا أَنْتَ وَأُمَّتُكَ، فَالنَّاسُ لَكُمْ فِيهَا تَبَعٌ، الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى، وَلَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ، وَفِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُؤْمِنٌ يَدْعُو اللَّهَ تَعَالَى بِخَيْرٍ إِلَّا اسْتُجِيبَ لَهُ، وَهُوَ [ص:71] عِنْدَنَا يَوْمُ الْمَزِيدِ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا جِبْرِيلُ، مَا يَوْمُ الْمَزِيدِ؟» قَالَ: إِنَّ رَبَّكَ اتَّخَذَ فِي الْفِرْدَوْسِ وَادِيًا أَفْيَحَ، فِيهِ كُثُبُ مِسْكٍ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ أَنْزَلَ اللَّهُ مَا شَاءَ مِنْ مَلَائِكَتِهِ وَحَوْلَهُ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ عَلَيْهَا مَقَاعِدُ النَّبِيِّينَ، وَحَفَّ تِلْكَ الْمَنَابِرَ بِمَنَابِرَ مِنْ ذَهَبٍ مُكَلَّلَةٍ بِالْيَاقُوتِ وَالزَّبَرْجَدِ عَلَيْهَا الشُّهَدَاءُ وَالصِّدِّيقُونَ، فَجَلَسُوا مِنْ وَرَائِهِمْ عَلَى تِلْكَ الْكُثُبِ فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُمْ: أَنَا رَبُّكُمُ، قَدْ صَدَقْتُكُمْ وَعْدِي، فَسَلُونِي أُعْطِكُمْ. فَيَقُولُونَ: رَبَّنَا نَسْأَلُكَ رِضْوَانَكَ، فَيَقُولُ: قَدْ رَضِيتُ عَنْكُمْ، وَلَكُمْ عَلَيَّ مَا تَمَنَّيْتُمْ، وَلَدَيَّ مَزِيدٌ. فَهُمْ يُحِبُّونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لِمَا يُعْطِيهِمْ فِيهِ رَبُّهُمْ مِنَ الْخَيْرِ، وَهُوَ الْيَوْمُ الَّذِي اسْتَوَى فِيهِ رَبُّكُمْ عَلَى الْعَرْشِ، وَفِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ "
308. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Musa bin Ubaidah menceritakan kepadaku, ia mengatakan: Abu Al Azhar Muawiyah bin Ishaq bin Thalhah menceritakan kepadaku dari Ubaidillah bin Umair bahwa ia pernah mendengar Anas bin Malik mengatakan: Malaikat Jibril datang dengan membawa sebuah cermin putih yang padanya terdapat noktah kepada Nabi , maka beliau bertanya, “Apakah ini?” Jibril menjawab, “Ini ibarat hari Jum'at. Engkau dan umatmu diberi keutamaan dengan hari Jum'at. Semua orang, yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani, mengikuti kalian di dalamnya. Bagi kalian di dalam hari Jum'at terdapat sesuatu, tidak sekali-kali seorang mukmin menjumpainya dalam keadaan berdoa memohon kebaikan kepada Allah, melainkan akan diperkenankan baginya. Hari tersebut menurut kami adalah 'Yaumul Mazid (Hari penambahan)'.” Nabi bertanya, “Hai Jibril! Apakah Yaumul Mazid itu? ” Jibril menjawab, “Sesungguhnya Rabbmu telah membuat sebuah lembah yang luas di dalam surga Firdaus, di dalamnya terdapat banyak gundukan minyak kesturi. Apabila hari Jum'at tiba, Allah menurunkan sejumlah malaikat menurut apa yang dikehendaki-Nya, sedangkan di sekitar lembah itu terdapat mimbar-mimbar dari nur yang di atasnya terdapat tempat-tempat duduk para nabi. Mimbar- mimbar tersebut dikelilingi dengan mimbar-mimbar lain dari emas, dihiasi dengan batu yaquth dan zabaijad, di atas mimbar-mimbar ini terdapat para syuhada dan shiddiqin. Kemudian para syuhada dan shiddiqin ini duduk di belakang para nabi di atas gundukan-gundukan tersebut. Lalu Allah berfirman kepada mereka, 'Akulah Rabb kalian, dan Aku telah menepati janji-Ku kepada kalian. Maka mintalah kalian kepada-Ku, niscaya Kuberi apa yang kalian minta'. Mereka berkata, 'Wahai Rabb kami, kami memohon ridha-Mu'. Allah berfirman, 'Aku telah ridha kepada kalian, dan bagi kalian akan Aku beri apa yang kalian harap-harapkan berikut tambahannya yang Ku-tambahkan buat kalian'. Mereka menyukai hari Jum'at, karena pada hari itu Rabb memberi mereka kebaikan. Hari Jum'at adalah hari Rabb berkuasa di atas 'Arsy, pada hari Jum'at Adam diciptakan, pada hari Jum'at pula hari Kiamat terjadi.” 315

Musnad Syafi'i 308 (230292)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْجَعْدِ، عَنْ أَنَسٍ، شَبِيهًا بِهِ، وَزَادَ عَلَيْهِ: وَلَكُمْ فِيهِ خَيْرٌ، مَنْ دَعَا فِيهِ بِخَيْرٍ هُوَ لَهُ قَسْمٌ أُعْطِيَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ قَسْمٌ ذُخِرَ لَهُ مَا هُوَ خَيْرٌ لَهُ مِنْهُ. وَزَادَ فِيهِ أَيْضًا أَشْيَاءَ
309. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Imran Ibrahim bin Al Ja'd menceritakan kepada kami dari Anas tentang hadits yang serupa, hanya saja di dalamnya ditambahkan, “Dan bagi kalian ada kebaikan di dalamnya. Barangsiapa yang berdoa untuk kebaikan, sedangkan ia berhak memperoleh darinya, maka hal itu akan diberikan kepadanya; dan jika ia tidak mempunyai bagian darinya, maka akan disimpan untuknya hal yang lebih baik daripada apa yang dimintanya itu.” Sahabat Anas dalam haditsnya ini menambahkan pula banyak hal lainnya. 316
Musnad Syafi'i 309 (232024)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَجُلًا، مِنَ الْأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنَا عَنِ الْجُمُعَةِ، مَاذَا فِيهَا مِنَ الْخَيْرِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " فِيهِ خَمْسُ خِلَالٍ: فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أَهْبَطَ اللَّهُ آدَمَ إِلَى الْأَرْضِ، وَفِيهِ تَوَفَّى اللَّهُ آدَمَ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ اللَّهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَتَاهُ إِيَّاهُ، مَا لَمْ يَسْأَلْ مَأْثَمًا أَوْ قَطِيعَةَ رَحِمٍ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، فَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقَرَّبٍ، وَلَا سَمَاءٍ، وَلَا أَرْضٍ، وَلَا جَبَلٍ إِلَّا وَهُوَ يُشْفِقُ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ "
310. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Aqil menceritakan kepadaku dari Amr bin Syurahbil bin Sa'd, dari ayahnya, dari kakeknya: Bahwa seorang lelaki dari kalangan Anshar datang kepada Nabi , lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang hari Jum'at! Kebaikan apa saja yang ada di dalamnya?” Maka Nabi menjawab, "Di dalamnya terkandung lima perkara; pada hari itu Allah menciptakan Adam, di hari itu Allah menurunkan Adam ke muka bumi, di hari itu Allah mewafatkan Adam, di dalamnya terdapat satu saat dimana tidak sekali-kali seorang hamba meminta sesuatu melainkan Allah memberikan kepadanya apa yang dimintanya itu selagi tidak meminta perkara yang berdosa atau memutuskan silaturrahim, dan pada hari itu Kiamat akan terjadi. Tiada malaikat terdekat (kepada Allah), tiada langit, tiada bumi dan tiada gunung melainkan merasa takut terhadap hari Jum'at.317
Musnad Syafi'i 310 (230293)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: «فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا إِنْسَانٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ [ص:72] قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» وَأَشَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
311. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah menceritakan tentang hari Jum'at, lalu beliau bersabda, “Pada hari Jum 'at terdapat satu waktu dimana tidak sekali-kali seorang muslim yang sedang mendirikan shalatnya meminta sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan memberikan apa yang dimintanya.” Dan Nabi mengisyaratkan hal ini dengan tangannya, menunjukkan bahwa saat itu sedikit. 318
Musnad Syafi'i 311 (230294)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي الْحَارِثِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ؛ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُهْبِطَ، وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ، وَفِيهِ مَاتَ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، وَمَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ مُصِيخَةٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ حِينَ تُصْبِحُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنَ السَّاعَةِ، إِلَّا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ: هِيَ آخِرُ سَاعَةٍ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ. فَقُلْتُ لَهُ: كَيْفَ تَكُونُ آخِرَ سَاعَةٍ وَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَا يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي، وَتِلْكَ سَاعَةٌ لَا يُصَلَّى فِيهَا؟ فَقَالَ ابْنُ سَلَامٍ: أَلَمْ يَقُلِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ جَلَسَ مَجْلِسًا يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فَهُوَ فِي صَلَاةٍ حَتَّى يُصَلِّيَ» ؟ قَالَ: فَقُلْتُ: بَلَى. قَالَ: فَهُوَ ذَاكَ
312. Malik mengabarkan kepada kami dari Yazid bin Abdullah bin Al Had, dari Muhammad bin Ibrahim bin Abui Harits, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah , ia mengatakan: Rasulullah pernah bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya ialah hari Jum'at. Pada hari Jum'at Adam diciptakan, pada hari Jum'at Adam diturunkan (ke bumi), pada hari Jum'at taubatnya diterima, pada hari Jum 'at ia wafat, dan pada hari Jum 'at pula hari Kiamat akan terjadi. Tidak ada satu makhluk melata pun melainkan merasa takut terhadap hari Jum'at, mulai dari pagi hari hingga matahari terbit karena takut terhadap hari Kiamat kecuali jin dan manusia. Dan di dalam hari Jum 'at terdapat satu waktu dimana tidak sekali-kali seorang hamba muslim menjumpainya sedangkan ia dalam keadaan meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah memberikan kepadanya apa yang dimintanya itu. ” Abu Hurairah mengatakan bahwa Abdullah bin Salam pernah berkata, “Sa'atul ijabah itu terletak pada akhir hari Jum'at.” Maka aku katakan kepadanya, “Mengapa hal tersebut terletak di akhir hari, padahal Nabi telah bersabda, “Tidak sekali-kali seorang hamba muslim menjumpainya sedang ia dalam keadaan shalat', sedangkan saat itu bukan waktunya shalat?” sedangkan Nabi pernah bersabda, 'Barangsiapa yang duduk di suatu majelis menunggu shalat, berarti ia dalam keadaan shalat hingga mengerjakan shalatnya?” Maka aku berkata, “Memang benar.” lbnu Salam berkata, “Demikianlah pengertiannya"319
Musnad Syafi'i 312 (230295)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ، حَدَّثَنِي ابْنُ الْمُسَيِّبِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «سَيِّدُ الْأَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ»
313. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Harmalah menceritakan kepada kami, lbnu Al Musayyab menceritakan kepadaku bahwa Nabi pernah bersabda, “Penghulu semua hari ialah hari Jum'at."320
Musnad Syafi'i 313 (230296)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ إِيجَابِ الْجُمُعَةِ
Bagian Pembahasan Tentang Kewajiban Jumat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى، أَخْبَرَنِي أَبِي أَنَّ ابْنَ الْمُسَيِّبِ هُوَ سَعِيدٌ قَالَ: «أَحَبُّ الْأَيَّامِ إِلَيَّ أَنْ أَمُوتَ فِيهِ ضُحَى يَوْمِ الْجُمُعَةِ»
314. Ibrahim bin Muhammad bin Abu Yahya mengabarkan kepada kami, ayahnya mengabarkan kepadaku bahwa Ibnu Al Musayyab, ia adalah Sa'id, berkata, “Hari yang paling aku sukai agar aku meninggal dunia padanya ialah pagi hari Jum'at.” 321
Musnad Syafi'i 314 (230297)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَطَاءِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى صَفِيَّةَ بِنْتِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «الْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ، وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ»
315. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Atha bin Ibrahim mantan budak Shafiyah binti Abdul Muthalib menceritakan kepadaku dari Urwah bin Zubair, dari Aisyah, dari Nabi bahwa beliau pernah bersabda, “Hari raya Fitri adalah hari kalian berbuka dan hari raya Adha adalah hari kalian berkurban.322
Musnad Syafi'i 315 (230299)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ، عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ «إِذَا غَدَا إِلَى الْمُصَلَّى يَوْمَ الْعِيدِ كَبَّرَ فَرَفَعَ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ»
316. Ibrahim bin Muhammad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ajlan menceritakan kepadaku dari Nafi', dari Ibnu Umar: Bahwa ia apabila berangkat ke tempat shalat pada hari raya selalu bertakbir, ia mengeraskan suaranya saat mengucapkan takbir. 323
Musnad Syafi'i 316 (230300)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ «كَانَ يَغْدُو إِلَى الْمُصَلَّى يَوْمَ الْفِطْرِ إِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى يَوْمَ الْعِيدِ ثُمَّ يُكَبِّرَ بِالْمُصَلَّى، حَتَّى إِذَا جَلَسَ الْإِمَامُ تَرَكَ التَّكْبِيرَ»
317. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ubaidillah bin Umar mengabarkan kepadaku dari Nafi', dari Ibnu Umar: Bahwa ia berangkat menuju mushalla pada hari raya Fitri apabila matahari telah terbit, kemudian bertakbir hingga tiba di mushalla, lalu melanjutkan takbirnya di mushalla hingga imam duduk (di atas mimbar). Jika imam telah duduk, ia menghentikan takbirnya. 324
Musnad Syafi'i 317 (230301)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ «كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى»
318. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa ia mandi pada hari raya sebelum ia berangkat ke mushalla 325
Musnad Syafi'i 318 (230302)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى الْأَسْلَمِيُّ، أَخْبَرَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ , أَنَّهُ «كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْعِيدِ»
319. Ibrahim bin Muhammad bin Abu Yahya Al Aslami mengabarkan kepada kami. Yazid bin Abu Ubaid mantan budak Salamah bin Akwa' mengabarkan kepadaku dari Salamah bin Akwa': Bahwa ia selalu mandi pada hari raya. 326
Musnad Syafi'i 319 (230303)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَلْبَسُ بُرْدَ حِبَرَةَ فِي كُلِّ عِيدٍ
320. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ja'far bin Muhammad mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari kakeknya: Bahwa Nabi selalu memakai baju hurdah hibarah setiap hari rata. 327
Musnad Syafi'i 320 (230304)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عَلِيًّا «كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُحْرِمَ»
321. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ja'far bin Muhammad mengabarkan kepadaku dari ayahnya: Bahwa Ali selalu mandi pada dua hari raya, hari Jum'at dan hari Arafah, serta bila hendak melakukan ihram. 328
Musnad Syafi'i 321 (230305)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ الْحُوَيْرِثِ اللَّيْثِيُّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ وَهُوَ بِنَجْرَانَ: «أَنْ عَجِّلِ الْأَضْحَى وَأَخِّرِ الْفِطْرَ وَذَكِّرِ النَّاسَ»
322. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Al Khuwairits Al-Laitsi mengabarkan kepadaku: Bahwa Rasulullah mengirim surat kepada Amr bin Hazm yang sedang berada di Najran, “Hendaklah kamu menyegerakan penyembelihan hewan- hewan kurban, menangguhkan berbuka, dan memperingatkan manusia329
Musnad Syafi'i 322 (230306)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَطْعَمُ قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الْجَبَّانِ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَأْمُرُ بِهِ
323. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim menceritakan kepadaku: Bahwa Nabi selalu makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Al Jabban di hari Idul Fitri, dan beliau memerintahkan hal tersebut. 330 ?
Musnad Syafi'i 323 (230307)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ رَبَاحٍ، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْدُو يَوْمَ الْعِيدِ إِلَى الْمُصَلَّى مِنَ الطَّرِيقِ الْأَعْظَمِ، فَإِذَا رَجَعَ رَجَعَ مِنَ الطَّرِيقِ الْأُخْرَى عَلَى دَارِ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ
324. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Khalid bin Rabah menceritakan kepada kami dari Al Muththalib bin Abdullah bin Hanthab: Bahwa Nabi berangkat pada pagi hari menuju ke tempat shalat di hari raya melalui jalan besar; dan apabila kembali, beliau mengambil jalan lain melewati rumah Ammar bin Yasir. 331
Musnad Syafi'i 324 (230308)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُعَاذُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ التَّيْمِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَعَ مِنَ الْمُصَلَّى فِي يَوْمِ عِيدٍ فَسَلَكَ عَلَى التَّمَّارِينَ مِنْ أَسْفَلِ السُّوقِ حَتَّى إِذَا كَانَ عِنْدَ مَسْجِدِ الْأَعْرَجِ الَّذِي عِنْدَ مَوْضِعِ الْبِرْكَةِ الَّتِي بِالسُّوقِ قَامَ فَاسْتَقْبَلَ فَجَّ أَسْلَمَ فَدَعَا ثُمَّ انْصَرَفَ
325. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Mu'adz bin Abdurrahman At-Taimi menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari kakeknya: Bahwa ia pernah melihat Nabi kembali dari tempat shalat hari raya, dan beliau menempuh perkampungan petani kurma dari bagian bawah pasar. Hingga ketika beliau sampai di dekat masjid Al A'raj yang terletak di dekat Birkah yang ada di dalam pasar, maka beliau berdiri seraya menghadap ke arah jalan Bani Aslam, lalu berdoa, kemudian berlalu. 332
Musnad Syafi'i 325 (230309)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ بِالْمُصَلَّى لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا شَيْئًا، ثُمَّ انْفَتَلَ إِلَى النِّسَاءِ فَخَطَبَهُنَّ قَائِمًا، وَأَمَرَ بِالصَّدَقَةِ. قَالَ: فَجَعَلَ النِّسَاءُ يَتَصَدَّقْنَ بِالْقُرْطِ وَأَشْبَاهِهِ
326. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Adi bin Tsabit mengabarkan kepadaku dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas , ia berkata, “Bahwa Nabi melakukan shalat dua hari raya di tempat shalat, beliau tidak melakukan shalat lain sebelumnya, tidak pula sesudahnya. Kemudian beliau pergi ke tempat kaum wanita, lalu berkhutbah kepada mereka dengan berdiri dan memerintahkan untuk bersedekah.” Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya: Maka kaum wanita menyedekahkan anting-anting dan perhiasan lainnya yang serupa. 333
Musnad Syafi'i 326 (230310)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ غَدَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْعِيدِ إِلَى الْمُصَلَّى ثُمَّ رَجَعَ إِلَى بَيْتِهِ وَلَمْ يُصَلِّ قَبْلَ الْعِيدِ وَلَا بَعْدَهُ
327. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Amr bin Abu Amr menceritakan kepadaku dari Ibnu Umar : Bahwa ia pemah berangkat di pagi hari bersama Nabi pada hari raya menuju ke tempat shalat, kemudian beliau kembali ke rumahnya tanpa melakukan shalat lain sebelum shalat Id dan tidak pula sesudahnya. 334
Musnad Syafi'i 327 (230311)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّ كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ «لَمْ يَكُنْ يُصَلِّي قَبْلَ الْعِيدِ وَلَا بَعْدَهُ»
328. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami Sa'id bin Ishaq bin Ka'b bin Ujarah memberitakan kepada kami dari Abdul Malik bin Ka'b: Bahwa Ka'b bin Ujrah tidak pernah melakukan shalat (lain) sebelum shalat hari raya, tidak pula sesudahnya. 335
Musnad Syafi'i 328 (230312)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «كُنَّا فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى لَا نُصَلِّي فِي الْمَسْجِدِ حَتَّى نَأْتِيَ الْمُصَلَّى، فَإِذَا رَجَعْنَا مَرَرْنَا بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّيْنَا فِيهِ»
329. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Aqil menceritakan kepadaku dari Muhammad bin Ali bin Al Hanafiyah, dari ayahnya , ia berkata, “Kami di zaman Nabi pada hari raya Fitri dan Adha tidak melakukan shalat apapun di dalam masjid sebelum kami tiba di tempat shalat, dan bila kami pulang lalu melewati masjid.” ?
Musnad Syafi'i 329 (230313)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ أَبِي رَبَاحٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، يَقُولُ: «أَشْهَدُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ صَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ ثُمَّ خَطَبَ، فَرَأَى أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعِ النِّسَاءَ فَأَتَاهُنَّ فَذَكَّرَهُنَّ وَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ وَمَعَهُ بِلَالٌ قَائِلٌ بِثَوْبِهِ هَكَذَا، فَجَعَلَتِ الْمَرْأَةُ تُلْقِي الْخُرْصَ وَالشَّيْءَ»
330. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ayyub bin As-Sikhtiyani, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Atha' bin Abu Rabah mengatakan: Aku pernah mendengar Ibnu Abbas berkata, “Aku pernah menyaksikan Rasulullah melakukan shalat sebelum khutbah hari raya, kemudian beliau berkhutbah. Beliau melihat bahwa kaum wanita tidak dapat mendengar khutbahnya, maka beliau mendatangi mereka lalu menasihati dan memperingatkan mereka serta memerintahkan mereka untuk bersedekah dengan ditemani oleh Bilal yang membentangkan kainnya seperti ini, maka kaum wanita melemparkan anting-anting dan perhiasan lainnya.” 337
Musnad Syafi'i 330 (230314)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْرَحْمَنِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ كَانُوا يُصَلُّونَ فِي الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ
331. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Umar bin Abdul Aziz menceritakan kepadaku dari Salim bin Abdullah, dari Ibnu Umar: Bahwa Nabi , Abu Bakar dan Umar selalu melakukan shalat hari raya sebelum khutbah. 338

Musnad Syafi'i 331 (230315)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ نَافِعٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ مِثْلَهُ
332. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Umar bin Nafi' menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ibnu Umar , dari Nabi , Abu Bakar, ?mar dan Utsman tentang redaksi hadits yang semisalnya. 339
Musnad Syafi'i 332 (232025)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ الْحُصَيْنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَانُوا يَبْدَأُونَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ [ص:76]، حَتَّى قَدِمَ مُعَاوِيَةُ فَقَدَّمَ مُعَاوِيَةُ الْخُطْبَةَ
333. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Daud bin Al Hushain menceritakan kepadaku dari Abdullah bin Yazid Al Khatmi: Bahwa Nabi , Abu Bakar, Umar dan Utsman selalu memulai shalat hari raya sebelum khutbah, hingga ketika Muawiyah berkuasa, ia mendahulukan khutbah. 340
Musnad Syafi'i 333 (230316)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ، عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ: أَرْسَلَ إِلَيَّ مَرْوَانُ وَإِلَى رَجُلٍ قَدْ سَمَّاهُ، فَمَشَى بِنَا حَتَّى أَتَى الْمُصَلَّى، فَذَهَبَ لِيَصْعَدَ فَجَبَذْتُهُ إِلَيَّ فَقَالَ: يَا أَبَا سَعِيدٍ، اتْرُكِ الَّذِي تَعْلَمُ. فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ: فَهَتَفْتُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَقُلْتُ: وَاللَّهِ لَا تَأْتُونَ إِلَّا شَرًّا مِنْهُ
334. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ajlan menceritakan kepadaku dari Iyadh bin Abdullah bin Sa'd bin Abu Sarh bahwa Abu Sa'id Al Khudri pemah mengatakan: Marwan mengirim utusan kepadaku, juga kepada seorang lelaki yang namanya tidak disebutkan. Lalu Marwan berjalan bersama kami hingga sampai di tempat shalat. Kemudian Marwan bangkit untuk naik (ke atas mimbar), maka kutarik dia ke dekatku, tetapi ia berkata, “Hai Abu Sa'id, tinggalkanlah apa yang engkau ketahui!” Maka aku bergumam sebanyak 3 kali dan mengucapkan, “Demi Allah, kamu tidak mengerjakan kecuali hal yang lebih buruk darinya (Muawiyah).” 341
Musnad Syafi'i 334 (230317)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى قَبْلَ الْخُطْبَةِ
335. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Zaid bin Aslam menceritakan kepadaku dari Iyadh bin Abdullah bin Sa'd bin Abu Sarh, dari Abu Sa'id Al Khudri , ia berkata, '"Nabi melaksanakan shalat hari raya Fitri dan hari raya Kurban sebelum khutbah.” 342
Musnad Syafi'i 335 (230318)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ عَلَى رَاحِلَتِهِ بَعْدَمَا يَنْصَرِفُ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ
336. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Hasan mengabarkan kepadaku dari Ibnu Sirin: Bahwa Nabi pernah berkhutbah di atas unta kendaraannya sesudah salam dari shalatnya pada hari raya Fitri dan hari raya Kurban. 343
Musnad Syafi'i 336 (230319)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ، حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ كَبَّرُوا فِي الْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ سَبْعًا وَخَمْسًا، وَصَلَّوْا قَبْلَ الْخُطْبَةِ، وَجَهَرُوا بِالْقِرَاءَةِ
337. Ibrahim mengabarkan kepada kami, Ja'far bin Muhammad menceritakan kepadaku: Sesungguhnya Nabi , Abu Bakar dan Umar bertakbir dalam shalat dua hari raya dan shalat Istisqa sebanyak 7 atau 5 kali, dan mereka melakukan shalat sebelum khutbah serta mengeraskan bacaannya344.
Musnad Syafi'i 337 (230320)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ سَبْعًا وَخَمْسًا، وَجَهَرَ بِالْقِرَاءَةِ
338. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ja'far bin Muhammad menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ali bin Abu Thalib : Bahwa ia melakukan takbir dalam shalat dua hari raya dan shalat Istisqa' sebanyak 7 dan S kali, serta mengeraskan bacaannya. 345
Musnad Syafi'i 338 (230321)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ، وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ، أَمَرَا مَرْوَانَ أَنْ يُكَبِّرَ، فِي صَلَاةِ الْعِيدَيْنِ سَبْعًا وَخَمْسًا
339. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami bahwa Ishaq bin Abdullah menceritakan kepadaku dari Utsman bin Urwah, dari ayahnya: Abu Ayyub dan Zaid bin Tsabit memerintahkan kepada Marwan untuk melakukan takbir dalam shalat dua hari raya sebanyak 7 dan 5 kali takbir. 346
Musnad Syafi'i 339 (230322)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ قَالَ: «شَهِدْتُ الْأَضْحَى وَالْفِطْرَ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَكَبَّرَ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى سَبْعَ تَكْبِيرَاتٍ قَبْلَ الْقِرَاءَةِ، وَفِي الْأَخِيرَةِ خَمْسَ تَكْبِيرَاتٍ قَبْلَ الْقِرَاءَةِ»
340. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi mantan budak Ibnu Umar , ia berkata, “Aku menyaksikan (shalat) hari raya Kurban dan hari raya Fitri bersama Abu Hurairah , ia melakukan takbir dalam rakaat pertama sebanyak 7 kali sebelum membaca, dan dalam rakaat terakhir sebanyak 5 kali sebelum membaca.” 347
Musnad Syafi'i 340 (230323)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ سَعِيدٍ الْمَازِنِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ أَبَا وَاقِدٍ اللَّيْثِيَّ: " مَاذَا يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأَضْحَى وَالْفِطْرِ؟ , فَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِقَافْ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ وَاقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ "
341. Malik mengabarkan kepada kami dari Dhamrah bin Sa'id Al Mazini, dauri Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah: bahwa Umar bin Khaththab pernah menanyakan kepada Abu Waqid Al-Laitsi tentang surah yang dibaca oleh Nabi dalam shalat hari raya Kurban dan hari raya Fitri. Maka Abu Waqid menjawab, “Beliau membaca surah 'Qaaf wal quraanil majid' dan surah lqtarabatis-saa'ah wansyaqqal qamar'.”341
Musnad Syafi'i 341 (230324)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي لَيْثٌ، عَنْ عَطَاءٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَطَبَ يَعْتَمِدُ عَلَى عَنَزَتِهِ اعْتِمَادًا
342. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami. Laits menceritakan kepadaku: daei Atha'i Bahwa Rasulullah ketika berkhuthbah bersandar kepada tongkatnya dengan sebenarnya. 349
Musnad Syafi'i 342 (230325)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ قَالَ: «السُّنَّةُ أَنْ يَخْطُبَ الْإِمَامُ، فِي الْعِيدَيْنِ خُطْبَتَيْنِ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوسٍ»
343. Ibrahim bin Muhammad mengabaikan kepada kami, Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah menceritakan kepadaku dari Ibrahim bin Abdullah, dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, ia berkata, “Menurut tuntunan Sunnah, hendaknya imam melakukan khutbah dalam shalat dua hari raya sebanyak 2 kali, di antara keduanya dipisahkan dengan duduk.” 350
Musnad Syafi'i 343 (230326)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: اجْتَمَعَ عِيدَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ مِنْ أَهْلِ الْعَالِيَةِ فَلْيَجْلِسْ فِي غَيْرِ حَرَجٍ»
344. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Uqbah menceritakan kepadaku dari Umar bin Abdul Aziz , ia mengatakan: Di zaman Nabi , pernah terjadi dua hari raya dalam satu hari, maka beliau bersabda, “Barangsiapa dari kalangan penduduk Aliyah ingin tetap duduk (menunggu shalat Jum 'at), hendaklah ia duduk tanpa harus bersusah payah351
Musnad Syafi'i 344 (230327)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ قَالَ: شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَجَاءَ فَصَلَّى ثُمَّ انْصَرَفَ فَخَطَبَ فَقَالَ: إِنَّهُ قَدِ اجْتَمَعَ لَكُمْ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ، فَمَنْ أَحَبَّ مِنْ أَهْلِ الْعَالِيَةِ أَنْ يَنْتَظِرَ الْجُمُعَةَ فَلْيَنْتَظِرْهَا، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ فَلْيَرْجِعْ، فَقَدْ أَذِنْتُ لَهُ
345, Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Abu Ubaid mantan budak Ibnu Azhar, ia mengatakan: Aku pernah menyaksikan (shalat) hari raya bersama Utsman bin Affan. Ia datang, lalu shalat (hari raya). Setelah salam, ia berkhutbah dan berkata (dalam khutbahnya), “Sesungguhnya telah berkumpul menjadi satu bagi kalian di hari kalian sekarang ini dua hari raya. Maka barangsiapa dari kalangan pendudk Aliyah ingin menunggu shalat Jum'at, ia boleh menunggunya. Dan barangsiapa yang lebih menyukai kembali maka kembalilah, karena sesungguhnya aku telah mengizinkannya.” 352
Musnad Syafi'i 345 (230328)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ، فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا، قَالَ نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ. قَالَ: ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ [ص:78] رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ انْصَرَفَ وَقَدْ تَجَلَّتِ الشَّمْسُ. فَقَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ» . قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، رَأَيْنَاكَ تَنَاوَلْتَ فِي مَقَامِكَ شَيْئًا، ثُمَّ رَأَيْنَاكَ كَأَنَّكَ تَكَعْكَعْتَ. قَالَ: «إِنِّي رَأَيْتُ، أَوْ أُرِيتُ الْجَنَّةَ فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا، وَرَأَيْتُ، أَوْ أُرِيتُ النَّارَ، فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا، وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءُ» . قَالُوا: لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «بِكُفْرِهِنَّ» . قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ "
346. Malik mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abdullah bin Abbas , ia mengatakan: Matahari mengalami gerhana, maka Rasulullah shalat bersama orang-orang. Beliau berdiri dalam waktu yang cukup lama, sama lamanya dengan membaca surah Al Baqarah. Kemudian beliau ruku cukup lama, lalu mengangkat kepala (dari ruku) dan berdiri dalam waktu yang cukup lama pula, tetapi tidak selama berdiri yang pertama tadi. Kemudian beliau ruku lagi dalam waktu yang cukup lama, tetapi tidak selama ruku yang pertama. Kemudian beliau sujud. Setelah itu beliau berdiri lagi dalam waktu yang cukup lama, tetapi tidak selama yang pertama; lalu ruku dalam waktu, yang cukup lama, tetapi tidak selama yang pertama. Kemudian beliau mengangkat (kepala dari ruku)j lalu berdiri dalam waktu yang cukup lama, tetapi tidak selama yang pertama. Setelah itu beliau ruku lagi dalam waktu yang cukup lama, tetapi tidak selama yang pertama. Setelah itu sujud, kemudian salam, sedangkan matahari telah terang kembali. Setelah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena matinya seseorang, tidak pula karena hidupnya. Apabila kalian melihat hal tersebut, berdzikirlah kepada Allah” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Kami melihatmu mengambil sesuatu pada tempatmu, kemudian kami melihatmu seakan-akan mundur.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya aku melihat atau diperlihatkan kepadaku surga, maka aku berupaya untuk meraih setangkai anggur darinya. Seandainya aku dapat memetiknya, niscaya kalian akan memakan sebagian darinya selama dunia masih ada. Aku melihat atau diperlihatkan kepadaku neraka, maka aku belum pernah melihat suatu pemandangan yang mengerikan seperti hari ini, dan aku melihat penghuninya kebanyakan kaum wanita.” Mereka bertanya, “Mengapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena mereka kafir (ingkar).” Lalu ditanyakan, “Apakah mereka kafir terhadap Allah?” Nabi menjawab, “Mereka kafir (ingkar) terhadap suami dan ingkar terhadap kebajikannya. Seandainya engkau berbuat baik kepada seseorang dari mereka sepanjang tahun, kemudian ia melihat sesuatu (yang tidak disukainya) ada pada dirimu, niscaya ia akan mengatakan, Aku belum pernah melihat suatu kebaikan pun pada dirimu.'. ” 353
Musnad Syafi'i 346 (230329)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْقَمَرَ، كَسَفَ وَابْنُ عَبَّاسٍ بِالْبَصْرَةِ، فَخَرَجَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رَكْعَتَانِ، ثُمَّ رَكِبَ فَخَطَبَنَا فَقَالَ: إِنَّمَا صَلَّيْتُ كَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَقَالَ: إِنَّمَا الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْهَا خَاسِفًا فَلْيَكُنْ فَزَعُكُمْ إِلَى اللَّهِ
347. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm menceritakan kepadaku dari Al Hasan, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: Ketika Ibnu Abbas berada di Basrah terjadi gerhana bulan, maka ia keluar dan shalat 2 rakaat bersama kami, tiap-tiap rakaat terdiri atas 2 ruku. Kemudian ia menaiki kendaraannya dan berkhutbah kepada kami, untuk itu ia berkata, “Sesungguhnya aku hanya shalat seperti apa yang pernah aku lihat Rasulullah melakukannya.” Ia berkata pula, “sesungguhnya matahari dan bulan keduanya merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena matinya seseorang dan tidak pula karena hidupnya. Maka apabila kalian melihat salah satu darinya mengalami gerhana, hendaklah berzikir kepada Allah "354
Musnad Syafi'i 347 (230330)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الشَّمْسَ كَسَفَتْ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَوَصَفَتْ صَلَاتَهُ رَكْعَتَيْنِ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رَكْعَتَانِ
348. Malik mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa'id, dari Amrah, dan Aisyah , dari Nabi : Bahwa matahari mengalami gerhana, maka Rasulullah shalat (gerhana). Kemudian Aisyah menggambarkan shalat yang dilakukan Nabi , yaitu 2 rakaat, tiap-tiap rakaat dengan 2 kali ruku. 355

Musnad Syafi'i 348 (230331)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
349. Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah , dari Nabi tentang hadits yang semisalnya. 356

Musnad Syafi'i 349 (232026)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي أَبُو سُهَيْلِ بْنُ نَافِعٍ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
350. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Suhail bin Nafi' menceritakan kepadaku dari Abu Qilabah, dari Abu Musa Al Asy'ari, dan Nabi dengan redaksi hadits yang semisalnya. 357
Musnad Syafi'i 350 (232027)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ صَلَّى عَلَى ظَهْرِ زَمْزَمَ لِخُسُوفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رَكْعَتَانِ "
351. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abu Bakar Abdullah bin Shafwan menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku pemah melihat Ibnu Abbas shalat di dekat sumur Zamzam karena ada gerhana matahari dan gerhana bulan sebanyak 2 rakaat, masing-masing rakaat terdiri atas 2 ruku.” 358
Musnad Syafi'i 351 (230332)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلَكَتِ الْمَوَاشِي، وَتَقَطَّعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ , فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمُطِرْنَا مِنْ جُمُعَةٍ إِلَى جُمُعَةٍ، فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، تَهَدَّمَتِ الْبُيُوتُ، وَتَقَطَّعَتِ السُّبُلُ، وَهَلَكَتِ الْمَوَاشِي , فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «اللَّهُمَّ عَلَى رُءُوسِ الْجِبَالِ وَالْآكَامِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ» فَانْجَابَتْ عَنِ الْمَدِينَةِ انْجِيَابَ الثَّوْبِ
352. Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir, dari Anas bin Malik, ia mengatakan: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Hewan ternak binasa dan jalan-jalan tertutup, maka berdoalah kepada Allah.” Lalu Rasulullah berdoa, maka kami diberi hujan mulai Jum'at itu hingga Jum'at berikutnya. Datang pula seorang lelaki lain kepada Rasulullah , ia berkata, “Wahai Rasulullah! Rumah-rumah telah runtuh, jalan-jalan terputus dan ternak binasa.” Maka Rasulullah berdiri, lalu berdoa, “Ya Allah, semoga Engkau turunkan hujan di atas puncak-puncak bukit dan dataran tinggi, serta perut-perut lembah dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.”. Maka, tersingkaplah hujan dari kota Madinah sebagaimana tersingkapnya sebuah pakaian. 359
Musnad Syafi'i 352 (230333)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُوَيْمِرٍ الْأَسْلَمِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: أَصَابَتِ النَّاسُ سَنَةٌ شَدِيدَةٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَرَّ بِهِمْ يَهُودِيٌّ فَقَالَ: أَمَا وَاللَّهِ لَوْ شَاءَ صَاحِبُكُمْ لَمُطِرْتُمْ مَا شِئْتُمْ، وَلَكِنَّهُ لَا يُحِبُّ ذَلِكَ. فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِ الْيَهُودِيِّ فَقَالَ: «أَوَقَدْ قَالَ ذَلِكَ؟» قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: «إِنِّي لَأَسْتَنْصِرُ بِالسَّنَةِ عَلَى أَهْلِ نَجْدٍ، وَإِنِّي لَأَرَى السَّحَابَ خَارِجَةٌ مِنَ الْعَنَانِ فَأَكْرَهُهَا. مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ كَذَا أَسْتَسْقِي لَكُمْ» . قَالَ: فَلَمَّا كَانَ ذَلِكَ الْيَوْمُ غَدَا النَّاسُ، فَمَا تَفَرَّقَ النَّاسُ حَتَّى أُمْطِرُوا وَمَا شَاءُوا، فَمَا أَقْلَعَتِ السَّمَاءُ جُمُعَةً
353. Orang yang tidak aku curigai (keadilan dan hafalannya) mengabarkan kepada kami dari Sulaiman bin Abdullah bin Uwaimir Al Aslami, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Aisyah , ia mengatakan: Musim paceklik parah melanda orang-orang di zaman Rasulullah , maka ada seorang Yahudi lewat di hadapan mereka, lalu berkata, “Ingatlah, demi Allah, seandainya teman kalian (Nabi ) menghendaki, niscaya kalian akan diberi hujan sepuas kalian, tetapi dia tidak menghendakinya.” Kemudian perkataan orang Yahudi itu dilaporkan kepada Nabi , maka beliau bersabda, “Apakah benar dia telah mengatakan demikian?” Mereka menjawab, “Ya.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya aku benar-benar meminta tolong melalui paceklik ini terhadap penduduk Najd, dan sesungguhnya aku benar-benar melihat awan muncul dari sisi langit, maka aku paksakan Dia untuk menurunkan hujan kepada kalian pada hari anu.” Ketika hari itu tiba, orang-orang berangkat di pagi hari, maka sebelum mereka bubar, hujan pun turun seperti apa yang mereka kehendaki, dan hujan terus turun dari langit selama satu Jum'at. 360
Musnad Syafi'i 353 (230334)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبَّادَ بْنَ تَمِيمٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ الْمَازِنِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: خَرَجَ رَسُولُ [ص:80] اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ حِينَ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ
354. Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Amr bin Hazm bahwa ia pernah mendengar Abbad bin Tamim berkata, “Aku pernah mendengar Abdullah bin Zaid Al Mazini mengatakan bahwa Rasulullah berangkat menuju ke tempat shalat, lalu beliau beristisqa, maka beliau memindahkan kain selendangnya ketika menghadap ke kiblat.” 361
Musnad Syafi'i 354 (230335)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، سَمِعْتُ عَبَّادَ بْنَ تَمِيمٍ، يُخْبِرُ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْمَازِنِيِّ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي، فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ، وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ
355. Sufyan mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abu Bakar menceritakan kepada kami bahwa ia pernah mendengar Abbad bin Tamim mengabarkan hadits berikut dari pamannya yang bernama Abdullah bin Zaid Al Mazini, ia berkata, “Rasulullah berangkat menuju tempat shalat untuk melakukan shalat Istisqa, maka beliau menghadap ke arah kiblat dan memindahkan kain selendangnya, lalu shalat 2 rakaat.” 362
Musnad Syafi'i 355 (230336)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنِي مَنْ لَا أَتَّهِمُ، عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْقَى بِالْمُصَلَّى فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ
356. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami dari Shalih mantan budak At-Tauamah, dari Ibnu Abbas , Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melakukan shalat Istisqa di tempat shalat, maka beliau shalat 2 rakaat”
Musnad Syafi'i 356 (230337)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي خَالِدُ بْنُ رَبَاحٍ، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْمَطَرِ: «اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ، لَا سُقْيَا عَذَابٍ، وَلَا هَدْمٍ وَلَا غَرَقٍ، اللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ، اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا»
357. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Khalid bin Rabah mengabarkan kepadaku dari Al Muththalib bin Hanthab bahwa Nabi pernah berdoa ketika hujan turun, “Ya Allah semoga hujan rahmat, bukan hujan adzab; bukan malapetaka, bukan yang meruntuhkan, bukan pula yang menenggelamkan. Ya Allah, semoga (diturunkan) di atas bukit-bukit dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan. Ya Allah, semoga (diturunkan) di sekitar kami, bukan atas kami. 364
Musnad Syafi'i 357 (230338)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ قَالَ: اسْتَسْقَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ خَمِيصَةٌ لَهُ سَوْدَاءُ، فَأَرَادَ أَنْ يَأْخُذَ بِأَسْفَلِهَا فَيَجْعَلَهُ أَعْلَاهَا، فَلَمَّا ثَقُلَتْ عَلَيْهِ قَلَبَهَا عَلَى عَاتِقِهِ
358. Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami dari Umarah bin Ghaziyah, dari Abbad bin Tamim, ia berkata, “Rasulullah melakukan shalat Istisqa' dengan memakai baju khamishah berwarna hitam. Beliau bermaksud menarik bagian bawahnya untuk diletakkan pada bagian atasnya. Tetapi ketika pakaian itu terasa berat, maka beliau membalikkannya di atas pundaknya.” 365
Musnad Syafi'i 358 (230339)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ: صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِي أَثَرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ: «هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟» قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: " قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا أَوْ نَوْءِ كَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ
359. Malik mengabarkan kepada kami, dari Shalih bin Kaisan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud dari Zaid bin Khalid Al Juhani, ia berkata, "Rasulullah pernah melakukan shalat Shubuh secara berjamaah dengan kami pada saat perjanjian Hudaibiyah, saat itu langit masih dalam suasana malam, ketika selesai shalat beliau menghadap ke kalayak ramai dan bersabda, "Apakah kalian tahu apa yang yang difirmankan oleh tuhan kalian?" mereka menjawab, "Allah dan Rasulnya yang paling tahu." Ia berkata, beliau bersabda, "Akan ada dari hamba-hambaku seorang yang mukmin dan seorang yang kafir, adapun orang yang mukmin berkata, 'Kami diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya semata.' Sedangkan orang yang kafir berkata, 'Kami telah diberi hujan karena bintang ini adalah orang yang kufur terhadap Allah dan beriman kepada bintang'.366
Musnad Syafi'i 359 (230340)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي خَالِدُ بْنُ رَبَاحٍ، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا بَرَقَتِ السَّمَاءُ أَوْ رَعَدَتْ عُرِفَ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ، فَإِذَا أَمْطَرَتْ سُرِيَّ ذَلِكَ عَنْهُ
قَالَ الْأَصَمُّ: سَمِعْتُ الرَّبِيعَ بْنَ سُلَيْمَانَ يَقُولُ: كَانَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا قَالَ: أَخْبَرَنِي مَنْ لَا أَتَّهِمُ يُرِيدُ بِهِ إِبْرَاهِيمَ بْنَ أَبِي يَحْيَى، وَإِذَا قَالَ: أَخْبَرَنِي الثِّقَةُ يُرِيدُ بِهِ يَحْيَى بْنَ حَسَّانَ
360. Orang yang tidak aku curigai keshahihannya mengabarkan kepada kami, Khalid bin Rabah mengabarkan kepadaku dari Al Muththalib bin Hanthab: Bahwa Nabi apabila langit berkilat atau berguruh, maka hal tersebut dapat diketahui pada raut wajah beliau (yakni pengaruhnya); dan apabila hujan turun, maka barulah lenyap kesusahannya.
Al Asham berkata, “Aku pernah mendengar Ar-Rabi' bin Sulaiman mengatakan bahwa bila Imam Syafi'i mengatakan 'Orang yang tidak aku curigai telah menceritakan kepadaku', yang dimaksud ialah Ibrahim bin Abu Yahya. Apabila ia mengatakan 'Orang yang terpercaya telah menceritakan kepadaku', yang dimaksud adalah Yahya bin Hisan.” 367
Musnad Syafi'i 360 (230341)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ قَالَ: قَالَ الْمِقْدَامُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَبْصَرْنَا شَيْئًا فِي السَّمَاءِ، تَعْنِي السَّحَابَ، تَرَكَ عَمَلُهُ، وَاسْتَقْبَلَهُ قَالَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ» فَإِنْ كَشَفَهُ اللَّهُ حَمِدَ اللَّهَ، وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ: «اللَّهُمَّ سَقْيًا نَافِعًا»
361. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami bahwa Al Miqdam bin Syuraih berkata dari ayahnya, dari Aisyah , ia berkata, “Nabi apabila kami melihat sesuatu (yakni awan) di langit, maka beliau meninggalkan pekerjaannya dan menghadap ke arah kiblat, lalu berdoa, 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang terkandung pada awan ini'. Dan apabila awan itu lenyap, maka beliau memuji kepada Allah. Tetapi bila hujan, maka beliau berdoa, "Ya Allah, semoga hujan yang bermanfaat 368
Musnad Syafi'i 361 (230342)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنَا الْعَلَاءُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: مَا هَبَّتْ رِيحٌ قَطُّ إِلَّا جَثَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَقَالَ: «اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً، وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا، وَلَا تَجْعَلْهَا رِيحًا» قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فِي كِتَابِ اللَّهِ: {فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا} [فصلت: 16] ، وَ {أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ} [الذاريات: 41] . وَقَالَ: {وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ} [الْحجر: 22] , {يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ} [الرّوم: 46]
362. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami bahwa Al Ala' bin Rasyid mengabarkan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Tidak sekali-kali angin bertiup melainkan Nabi duduk bersideku pada kedua lututnya, lalu berdoa, 'Ya Allah, jadikanlah angin ini sebagai rahmat, janganlah Engkau jadikan sebagai adzab. Ya Allah, jadikanlah angin ini angin yang bermanfaat, dan janganlah Engkau jadikan angin yang berbahaya'” Ibnu Abbas mengatakan bahwa di dalam Kitabullah disebutkan, “Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka, dan kami meniupkan kepada mereka angin yang kering. ” Dan disebutkan pula, “Dan Kami kirimkan kepada mereka angin yang dapat mengawinkan (tumbuh-tumbuhan). Dan Kami kirimkan kepada mereka angin yang membawa berita gembira.369
Musnad Syafi'i 362 (230343)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ قَالَ: أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَسُبُّوا الرِّيحَ، وَعُوذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا»
363. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim mengabarkan kepadaku, ia mengatakan' Rasulullah pernah bersabda, “Janganlah kalian mencaci angin tetapi mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatannya370
Musnad Syafi'i 363 (230344)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَخَذَتِ النَّاسَ رِيحٌ بِطَرِيقِ مَكَّةَ وَعُمَرُ حَاجٌّ فَاشْتَدَّتْ، فَقَالَ عُمَرُ لِمَنْ حَوْلَهُ [ص:82]: مَا بَلَغَكُمْ فِي الرِّيحِ؟ فَلَمْ يَرْجِعُوا إِلَيْهِ بِشَيْءٍ، فَبَلَغَنِي الَّذِي سَأَلَ عُمَرُ عَنْهُ مِنْ أَمْرِ الرِّيحِ فَاسْتَحْثَثْتُ رَاحِلَتِي حَتَّى أَدْرَكْتُ عُمَرَ، وَكُنْتُ فِي مُؤَخَّرِ النَّاسِ، فَقُلْتُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، أُخْبِرْتُ أَنَّكَ سَأَلْتَ عَنِ الرِّيحِ، وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الرِّيحُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ، تَأْتِي بِالرَّحْمَةِ وَبِالْعَذَابِ، فَلَا تَسُبُّوهَا، وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ خَيْرِهَا، وَعُوذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا»
364. Orang yang terpercaya mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Tsabit bin Qais, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Orang- orang diterpa angin yang kuat di jalan menuju Makkah ketika Umar sedang melakukan ibadah haji. Keadaan pun makin bertambah parah, lalu Umar berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Apakah yang sampai kepada kalian mengenai angin yang kencang?” Mereka tidak menjawab sepatah kata pun. Kemudian sampailah kepadaku pertanyaan Umar mengenai masalah angin besar itu, maka aku memacu kendaraanku hingga dapat menjumpai Umar , karena ketika itu aku berada di bagian belakang kafilah. Maka aku bertanya, “Wahai Amirul Mukminin! Aku mendapat berita bahwa engkau menanyakan tentang masalah angin kencang. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Angin itu merupakan rahmat dari Allah, datang dengan membawa rahmat dan juga adzab. Karena itu, janganlah kalian mencacinya, tetapi mintalah kepada Allah akan kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya373?
Musnad Syafi'i 364 (230345)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، حَدَّثَنِي سُلَيْمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عُوَيْمِرٍ الْأَسْلَمِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ: إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الْبَرْقَ أَوِ الْوَدْقَ فَلَا يُشِرْ إِلَيْهِ، وَلْيَصِفْ وَلْيَنْعَتْ
365. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Salim bin Abdullah menceritakan kepadaku dari Ibnu Uwaimir Al Aslami, dari Urwah bin Az-Zubair, ia berkata, “Apabila seseorang di antara kalian melihat kilat atau hujan, maka janganlah dia menunjukkan isyarat ke arahnya melainkan sifatkan dan gambarkanlah saja.” 372
Musnad Syafi'i 365 (230346)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ إِلَّا وَالسَّمَاءُ تُمْطِرُ فِيهَا، يُصَرِّفُهُ اللَّهُ حَيْثُ يَشَاءُ»
366. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Amr bin Abu Amr menceritakan kepadaku dari Al Muthalib bin Hanthab, bahwa Nabi bersabda, “Tidak ada suatu saat pun di malam hari atau di siang hari melainkan langit menurunkan hujan di saat itu, Allah mengarahkkannya menurut apa yang dikehendaki-Nya.373
Musnad Syafi'i 366 (230347)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّاسَ، مُطِرُوا ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَلَمَّا أَصْبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَا عَلَيْهِمْ قَالَ: «مَا عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ بُقْعَةٌ إِلَّا وَقَدْ مُطِرَتْ هَذِهِ اللَّيْلَةَ»
وَأَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ السَّنَةُ بِأَنْ لَا تُمْطَرُوا، وَلَكِنَّ السَّنَةَ أَنْ تُمْطَرُوا ثُمَّ تُمْطَرُوا ثُمَّ لَا تُنْبِتُ الْأَرْضُ شَيْئًا»
367. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar, dari ayahnya: Bahwa orang-orang mengalami hujan di suatu malam. Pada pagi harinya, Nabi keluar menemui mereka, lalu bersabda, 'Tidak ada satu daerah pun di muka bumi melainkan telah kehujanan tadi malam.
dan Orang yang tidak aku curigai keshahihannya mengabarkan kepada kami dari Suhail bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak termasuk paceklik jika kalian tidak diberi hujan, tetapi yang disebut paceklik adalah kalian diberi hujan dan diberi hujan, namun bumi tidak menumbuhkan sesuatu pun.”374
Musnad Syafi'i 367 (230348)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ الْأَسْوَدِ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمَدِينَةُ بَيْنَ عَيْنَيِ السَّمَاءِ، عَيْنٌ بِالشَّامِ وَعَيْنٌ بِالْيَمَنِ، وَهِيَ أَقَلُّ الْأَرْضِ مَطَرًا»
368. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Abdullah menceritakan kepadaku dari Al Aswad, dari Ibnu Masud bahwa Nabi pernah bersabda, “Kota Madinah terletak di antara dua awan langit, yaitu awan dari Syam dan awan dari Yaman; ia merupakan kawasan bumi yang paling jarang mengalami hujan.375
Musnad Syafi'i 368 (230350)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي يَزِيدُ، أَوْ نَوْفَلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْهَاشِمِيُّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [ص:83] قَالَ: «أُسْكِنْتُ أَقَلَّ الْأَرْضِ مَطَرًا، وَهِيَ بَيْنَ عَيْنَيِ السَّمَاءِ، يَعْنِي الْمَدِينَةَ، عَيْنٌ بِالشَّامِ وَعَيْنٌ بِالْيَمَنِ»
369. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Yazid atau Naufal bin Abdullah Al Hasyimi mengabarkan kepadaku bahwa Nabi bersabda, “Aku ditempatkan di suatu daerah yang jarang hujan, terletak di antara dua awan langit, yaitu awan dari negeri Syam dan awan dari negeri Yaman.376
Musnad Syafi'i 369 (230351)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يُوشِكُ أَنْ تُمْطَرَ الْمَدِينَةُ مَطَرًا لَا يُكِنُّ أَهْلَهَا الْبُيُوتُ، وَلَا يُكِنَّهُمْ إِلَّا مَظَالُّ الشَّعْرِ»
370. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Suhail bin Abu Shalih mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Nabi pernah bersabda, "Sudah dekat masanya bagi kota Madinah tertimpa suatu hujan yang rumah-rumah mereka tidak dapat melindungi penduduknya, dan tiada yang dapat menaungi mereka kecuali hanya rumah-rumah yang terbuat dari bulu."377
Musnad Syafi'i 370 (230352)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنِي مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يُصِيبُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَطَرٌ لَا يُكِنُّ أَهْلَهَا بَيْتٌ مِنْ مَدَرٍ»
371. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepadaku, Shafwan bin Sulaim mengabarkan kepadaku bahwa Nabi telah bersabda, “Kelak penduduk Madinah akan tertimpa hujan deras, rumah yang terbuat dari tanah liat tidak dapat melindungi penduduknya.378
Musnad Syafi'i 371 (230353)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ الْمُهَاجِرِ، عَنْ صَالِحِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ كَعْبًا، قَالَ لَهُ وَهُوَ يَعْمَلُ وَتِدًا بِمَكَّةَ: اشْدُدْ وَأَوْثِقْ، فَإِنَّا نَجِدُ فِي الْكُتُبِ أَنَّ السُّيُولَ سَتَعْظُمُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ
372. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Zaid bin Al Muhajir mengabarkan kepada kami, dari Shalih bin Abdullah bin Az-Zubair bahwa Ka'ab berkata kepadanya saat ia membuat pondasi di Makkah, "Keraskan dan kencangkanlah, sesungguhnya kami mendapati di dalam kitab-kitab, bahwa banjir akan semakin dahsyat di akhir zaman nanti. 379
Musnad Syafi'i 372 (230354)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: «جَاءَ مَكَّةَ مَرَّةً سَيْلٌ طَبَقَ مَا بَيْنَ الْجَبَلَيْنِ»
373. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Sa'id bin Al Musayyib dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata, "Banjir pernah datang sekali ke Makkah hingga menggenangi di antara dua gunung. 380
Musnad Syafi'i 373 (230355)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: «تُوشِكُ الْمَدِينَةُ أَنْ يُصِيبَهَا مَطَرٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً لَا يُكِنُّ أَهْلَهَا بَيْتٌ مِنْ مَدَرٍ»
374. Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Yunus bin Jubair menceritakan kepadaku dari Abu Umamah bin Sahi bin Hunaif, dari Yusuf bin Abdullah bin Salam, dari ayahnya, ia berkata, “Sudah dekat masanya bagi kota Madinah tertimpa hujan deras selama 40 malam, rumah yang terbuat dari tanah liat tidak dapat melindungi penduduknya.” 381
Musnad Syafi'i 374 (230356)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «نُصِرْتُ بِالصَّبَا وَكَانَتْ عَذَابًا عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلِي»
375. Orang yang tidak aku curigai menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ubaid menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Amr bahwa Nabi pernah bersabda, “Aku ditolong melalui angin topan (yang ditimpakan kepada musuh-musuhku), dahulu angin tersebut merupakan adzab atas orang-orang yang sebelumku.382
Musnad Syafi'i 375 (230357)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِيدَيْنِ
Pembahasan Tentang Dua Hari Raya
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ قَيْسِ بْنِ السَّكَنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتَحْمِلُ الْمَاءَ مِنَ السَّمَاءِ، ثُمَّ تَمُرُّ فِي السَّحَابِ حَتَّى تَدِرَّ كَمَا تَدِرُّ اللِّقْحَةُ، ثُمَّ تُمْطِرُ
376. Ibrahim bin Muhammad menceritakan kepada kami, Sulaiman mengabarkan kepada kami dari Al Minhal bin Amr bin Qais bin Sakan, dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, "Sesungguhnya Allah mengirimkan angin, lalu angin tersebut membawa air dari langit. Setelah melewati awan, maka awan diperas bagaikan tetek unta bunting yang diperas, kemudian turunlah hujan. 383
Musnad Syafi'i 376 (230358)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، الْحَدِيثَ الَّذِي رُوِّيتُ عَنْ حَفْصَةَ، وَعَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَعْنِي أَنَّهُمَا أَصْبَحَتَا صَائِمَتَيْنِ فَأُهْدِيَ لَهُمَا شَيْءٌ فَأَفْطَرَتَا، فَذَكَرَتَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «صُومَا يَوْمًا مَكَانَهُ»
قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: فَقُلْتُ لَهُ: أَسَمِعْتَهُ مِنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ؟ فَقَالَ: لَا، إِنَّمَا أَخْبَرَنِيهِ رَجُلٌ بِبَابِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَانَ، أَوْ رَجُلٌ مِنْ جُلَسَاءِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَانَ
377. Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab tentang hadits yang aku riwayatkan melalui Hafshah dan Aisyah dari Nabi , yakni: Bahwa keduanya berpagi hari dalam keadaan puasa, lalu dihadiahkan kepada keduanya suatu makanan, maka keduanya berbuka. Kemudian keduanya menyebutkan hal tersebut kepada Nabi , maka beliau bersabda, “Puasalah kamu berdua sehari sebagai ganti darinya (hari yang ditinggalkan itu)
Ibnu Juraij berkata, “Lalu aku berkata kepadanya, 'Apakah engkau mendengarnya dari Urwah bin Zubair?'” Ibnu Syihab menjawab, “Tidak, melainkan ada seorang lelaki yang menceritakannya kepadaku di depan pintu Abdul Malik bin Marwan, atau seorang lelaki dari teman duduk Abdul Malik bin Marwan” 384
Musnad Syafi'i 377 (230360)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ عَمَّتِهِ، عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: إِنَّا خَبَّأْنَا لَكَ حَيْسًا، فَقَالَ: «أَمَا إِنِّي كُنْتُ أُرِيدُ الصَّوْمَ، وَلَكِنْ قَرِّبِيهِ»
378. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Thalhah bin Yahya bin Thalhah bin Ubaidillah, dari bibinya, Aisyah binti Thalhah, dari Aisyah Ummul Mukminin , ia berkata, “Rasulullah masuk ke dalam rumahku, lalu aku berkata, 'Sesungguhnya kami menyediakan hais untukmu'. Nabi bersabda, 'Sebenarnya aku hendak puasa, tetapi hidangkanlah makanan itu'.'385
Musnad Syafi'i 378 (230361)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَبِيدٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، يَقُولُ: قَدِمَ مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، الْمَدِينَةَ فَبَيْنَا هُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذْ قَالَ: يَا كَثِيرَ بْنَ الصَّلْتِ، اذْهَبْ إِلَى عَائِشَةَ فَسَلْهَا عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْعَصْرِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ: فَذَهَبْتُ مَعَهُ إِلَى عَائِشَةَ، وَبَعَثَ ابْنُ عَبَّاسٍ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ مَعَنَا [ص:85]، فَقَالَ: اذْهَبْ وَاسْمَعْ مَا تَقُولُهُ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ، فَأَتَى عَائِشَةَ فَسُئِلَتْ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ لَهُ: اذْهَبْ فَسَلْ أُمَّ سَلَمَةَ، فَذَهَبْتُ مَعَهُ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَسَأَلَهَا، فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَصَلَّى عِنْدِي رَكْعَتَيْنِ لَمْ أَكُنْ أَرَاهُ يُصَلِّيهِمَا. قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَقَدْ صَلَّيْتَ صَلَاةً لَمْ أَكُنْ أَرَاكَ تُصَلِّيهَا، قَالَ: «إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَإِنَّهُ قَدِمَ عَلَيَّ وَفْدُ بَنِي تَمِيمٍ، أَوْ صَدَقَةٌ فَشَغَلُونِي عَنْهُمَا، فَهُمَا هَاتَانِ الرَّكْعَتَانِ»
379. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Labib, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Abu Salamah bin Abdurrahman ia mengatakan bahwa Muawiyah bin Abu Sufyan tiba di Madinah; ketika berada di atas mimbar, tiba-tiba ia berkata, “Hai Katsir bin Shalt, pergilah ke rumah Aisyah dan tanyakanlah kepadanya tentang shalat Rasulullah sesudah Ashar!” Abu Salamah melanjutkan kisahnya: Maka aku pergi bersamanya (Katsir) ke rumah Aisyah, lalu ia menanyakan masalah tersebut, dan Aisyah berkata kepadanya, “Pergilah kepada Ummu Salamah dan bertanyalah kepadanya!” Maka aku pergi bersamanya ke rumah Ummu Salamah, lalu ia menanyakan masalah itu dan Ummu Salamah berkata, “Pada suatu hari Rasulullah masuk ke dalam rumahku sesudah Ashar, lalu beliau shalat 2 rakaat yang belum pernah aku lihat beliau melakukan keduanya.” Ummu Salamah melanjutkan kisahnya, “Lalu aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau telah melakukan suatu shalat yang belum pernah aku lihat engkau mengerjakannya'. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku biasa mengerjakan shalat 2 rakaat sesudah Zhuhur, tetapi aku kedatangan delegasi Bani Tamim atau harta zakat, hingga aku sibuk dan terpaksa meninggalkan kedua rakaat tersebut adalah yang baru aku lakukan 386
Musnad Syafi'i 379 (230362)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ نَذَرَ أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْإِسْلَامِ
380. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayyub As- Sakhtiyani, dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa Umar pernah bemadzar akan melakukan i'tikaf di zaman jahiliyah, lalu ia bertanya kepada Nabi (mengenai masalah itu). Maka beliau memerintahkannya untuk beri'tikaf di zaman Islam. 387
Musnad Syafi'i 380 (230363)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ فِي سَفَرِهِ إِلَى مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يُفْطِرُوا، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ النَّاسَ صَامُوا حِينَ صُمْتَ فَدَعَا بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ فَوَضَعَهُ عَلَى يَدِهِ وَأَمَرَ مَنْ بَيْنَ يَدَيْهِ أَنْ يُحْبَسُوا، فَلَمَّا حُبِسُوا وَلَحِقَهُ مَنْ وَرَاءَهُ رَفَعَ الْإِنَاءَ إِلَى فِيهِ فَشَرِبَ وَفِي حَدِيثِهِمَا أَوْ حَدِيثِ أَحَدِهِمَا: وَذَلِكَ بَعْدَ الْعَصْرِ
381. Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Daramardi mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir bin Abdullah : Bahwa Nabi puasa dalam perjalanannya ke Makkah pada tahun kemenangan kota Makkah di bulan Ramadhan, dan beliau memerintahkan orang-orang untuk berbuka (tidak puasa). Lalu dikatakan kepada beliau, “Sesungguhnya orang-orang tetap puasa ketika melihat engkau puasa.” Lalu beliau meminta sebuah wadah berisi air, kemudian wadah itu diletakkan di hadapannya dan beliau memerintahkan orang-orang yang berada di depannya untuk berhenti. Ketika mereka berhenti menunggu dan orang-orang yang tertinggal di belakangnya dapat bergabung dengannya, maka beliau mengangkat wadah itu ke mulutnya, lalu beliau minum. 388
Dalam hadits keduanya atau salah satu dari keduanya, terdapat redaksi: Yang demikian itu setelah Ashar
Musnad Syafi'i 381 (230364)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْمَدِينَةِ حَتَّى كَانَ بِكُرَاعِ الْغَمِيمِ وَهُوَ صَائِمٌ، ثُمَّ رَفَعَ إِنَاءً فَوَضَعَهُ عَلَى يَدِهِ وَهُوَ عَلَى الرَّحْلِ، فَحَبَسَ مَنْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَدْرَكَهُ مَنْ وَرَاءَهُ، ثُمَّ شَرِبَ وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ
382. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir bin Abdullah , ia berkata, “Nabi berangkat dari Madinah; dan ketika sampai di Karra' Al Ghamim, beliau masih tetap berpuasa. Kemudian beliau mengangkat sebuah wadah, lalu meletakkannya di mulutnya yang saat itu beliau berada di atas hewan kendaraannya. Beliau menghentikan orang-orang yang berjalan di depannya hingga orang-orang yang tertinggal di belakang dapat menyusulnya, setelah itu barulah beliau minum, sedangkan semua orang melihatnya.''389
Musnad Syafi'i 382 (230365)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ، كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا أَنْ يُفْطِرَ الْإِنْسَانُ [ص:86] فِي صِيَامِ التَّطَوُّعِ، وَيُضْرَبُ لِذَلِكَ أَمْثَالًا: رَجُلٌ طَافَ سَبْعًا وَلَمْ يُوَفِّهِ فَلَهُ مَا احْتَسَبَ أَوْ صَلَّى رَكْعَةً وَلَمْ يُصَلِّ أُخْرَى فَلَهُ أَجْرُ مَا احْتَسَبَ
383. Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul Aziz bin Ruwad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha' bin Abu Rabah: Bahwa Ibnu Abbas tidak memandang sebagai suatu masalah bila seseorang membatalkan puasa sunahnya. Lalu ia memberikan suatu perumpamaan untuk hal tersebut, yaitu: seorang lelaki hendak melakukan thawaf tujuh kali putaran, tetapi ternyata ia tidak dapat memenuhi seluruhnya, maka baginya pahala dari apa yang telah dilakukannya. Atau, ia shalat satu rakaat tanpa melanjutkannya dengan rakaat yang lain, maka baginya pahala dari apa yang telah dikerjakannya. 390
Musnad Syafi'i 383 (230366)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَا يَرَى بِالْإِفْطَارِ فِي صِيَامِ التَّطَوُّعِ بَأْسًا
384. Muslim dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Dinar, ia berkata, “Ibnu Abbas tidak memandang sebagai suatu masalah bila membatalkan puasa sunah.” 391
Musnad Syafi'i 384 (230367)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى بِالْإِفْطَارِ فِي صِيَامِ التَّطَوُّعِ بَأْسًا
385. Muslim dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij dari Abu Az-Zubair dari Jabir bin Abdullah: Bahwa ia tidak melihat ada dosa dalam membatalkan puasa sunah. 392
Musnad Syafi'i 385 (230368)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَأْتِي أَهْلَهُ حِينَ يَنْتَصِفُ النَّهَارُ أَوْ قَبْلَهُ فَيَقُولُ: هَلْ مِنْ غَدَاءٍ؟ فَيَجِدُهُ أَوْ لَا يَجِدُهُ، فَيَقُولُ: «لَأَصُومَنَّ هَذَا الْيَوْمَ، فَيَصُومُهُ وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا وَبَلَغَ ذَلِكَ الْحِينَ وَهُوَ مُفْطِرٌ» قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: أَخْبَرَنَا عَطَاءٌ: وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يَفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُصْبِحُ مُفْطِرًا حَتَّى الضُّحَى أَوْ بَعْدَهُ، وَلَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ وَجَدَ غَدَاءً وَلَمْ يَجِدْهُ
386. Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha', dari Abu Ad-Darda' : Bahwa ia datang kepada keluarganya di saat tengah hari atau sebelumnya, lalu ia berkata, “Apakah ada makan siang?” Bila menemukannya (maka ia makan), atau bila tidak menemukannya, maka ia berkata, “Aku benar-benar akan puasa hari ini.” Lalu ia puasa di hari itu sekalipun dalam keadaan mufthir (tidak berniat puasa). Kemudian hal tersebut sampai kepada Al Husain yang sedang dalam keadaan mufthir. Ibnu Juraij mengatakan bahwa Atha menceritakan kepada kami dan telah sampai kepadanya (Ibnu Juraij) bahwa dia (Atha) melakukan hal yang sama sampai pagi hari dalam keadaan mufthir hingga waktu duha atau sesudahnya, barangkali dia berharap menemukan makanan atau tidak. 393
Musnad Syafi'i 386 (230369)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَارِثِ، أَنَّ كُرَيْبًا مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، " رَأَى مُعَاوِيَةَ صَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ أَوْتَرَ بِرَكْعَةٍ وَاحِدَةٍ وَلَمْ يَزِدْ عَلَيْهَا، فَأُخْبِرَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: أَصَابَ، أَيْ بُنَيَّ، لَيْسَ أَحَدٌ مِنَّا أَعْلَمَ مِنْ مُعَاوِيَةَ هِيَ وَاحِدَةٌ أَوْ خَمْسٌ أَوْ سَبْعٌ إِلَى أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ الْوِتْرُ مَا شَاءَ "
387. Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, Utbah bin Muhammad bin Harits mengabarkan kepadaku: Kuraib mantan budak Ibnu Abbas mengabarkan kepadanya bahwa ia melihat Muawiyah shalat Isya, kemudian melakukan shalat Witir dengan satu rakaat tanpa melebihkannya. Lalu aku (Utbah bin Muhammad bin Harits) mengabarkan hal itu kepada Ibnu Abbas, maka ia berkata, “Benar, hai anakku, sesungguhnya tiada seorang pun di antara kita yang lebih mengetahui dari Muawiyah. Shalat Witir itu satu rakaat atau lima rakaat atau tujuh rakaat hingga lebih banyak lagi dari itu; shalat Witir dilakukan sesukanya” 394
Musnad Syafi'i 387 (230370)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ وَغَيْرِهَا
Pembahasan Tentang Puasa dan Shalat Dua Hari Raya dan Shalat Istisqa dan yang Lainnya
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ، عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ، أَنَّ رَجُلًا، سَأَلَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ التَّيْمِيَّ عَنْ صَلَاةِ طَلْحَةَ فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَخْبَرْتُكَ عَنْ صَلَاةِ عُثْمَانَ قَالَ: قُلْتُ: لَأَغْلِبَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى الْمَقَامِ، فَقُمْتُ فَإِذَا بِرَجُلٍ يُزَاحِمُنِي مُتَقَنِّعًا، فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُثْمَانُ، قَالَ: فَتَأَخَّرْتُ عَنْهُ فَصَلَّى فَإِذَا هُوَ يَسْجُدُ سُجُودَ الْقُرْآنِ حَتَّى إِذَا قُلْتُ: هَذِهِ هَوَادِي الْفَجْرِ، فَأَوْتَرَ بِرَكْعَةٍ لَمْ يُصَلِّ غَيْرَهَا
388. Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Yazid bin Khushaifah, dari As-Saiib bin Yazid: Ada seorang lelaki bertanya kepada Abdurrahman At-Taimi tentang shalat yang dilakukan oleh Thalhah, maka berkatalah Abdurrahman, “Jika kamu suka, aku akan menceritakan kepadamu tentang shalat yang dilakukan oleh Utsman.” Abdurrahman At-Taimi melanjutkan kisahnya, “Aku berkata (kepada diriku sendiri), 'Aku benar-benar akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai maqam malam ini. Akhirnya aku berhasil berdiri padanya. Tetapi tiba-tiba ada seorang lelaki memakai penutup wajah mendesakku, maka aku memperhatikannya, dan ternyata dia adalah Utsman .” Abdurrahman At-Taimi melanjutkan kisahnya, “Maka aku mundur darinya, lalu ia shalat dan ternyata ia melakukan sujud, yakni sujud Al Qur'an (sujud Tilawah); hingga ketika aku katakan, 'Pertanda waktu fajar telah datang', maka ia shalat Witir satu rakaat tanpa melakukan shalat lain lagi.” 395
Musnad Syafi'i 388 (230371)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، سَمِعْتُ جَامِعَ بْنَ أَبِي رَاشِدٍ، وَعَبْدَ الْمَلِكِ بْنَ أَعْيَنَ، سَمِعَا أَبَا وَائِلٍ، يُخْبِرُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ رَجُلٍ لَا يُؤَدِّي زَكَاةَ مَالِهِ إِلَّا مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَفِرُّ مِنْهُ وَهُوَ يَتْبَعُهُ حَتَّى يُطَوَّقَهُ فِي عُنُقِهِ» . ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ} [آل عمرَان: 180]
389. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, aku mendengar Jami' bin Abu Rasyid dan Abdul Malik bin A'yan, keduanya pernah mendengar Abu Wa'il mengabarkan hadits berikut dari Abdullah bin Mas'ud, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Tidak seorang lelaki mengeluarkan zakat hartanya melainkan hartanya itu akan diserupakan dengan ular yang botak untuknya pada hari Kiamat; ia berlari darinya, tetapi ular itu terus mengejarnya hingga membelit lehernya." Kemudian Rasulullah membacakan kepada kami firman-Nya, "Mereka akan dibelit pada lehernya oleh harta yang mereka bakhilkan itu di hari Kiamat." (QS. Ali Imran [3]:180) 396
Musnad Syafi'i 389 (230373)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: " مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ لَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ، يَطْلُبُهُ حَتَّى يُمْكِنَهُ، يَقُولُ: أَنَا كَنْزُكَ "
390. Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Abu Shalih As-Samman, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Barangsiapa yang mempunyai harta dan tidak ia tunaikan zakatnya, maka akan diserupakan baginya di hari Kiamat seperti ular botak yang mempunyai dua noktah dan terus mengejarnya hingga dapat menangkapnya, lalu ia berkata, 'Akulah harta simpananmu.”397
Musnad Syafi'i 390 (230374)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ يَقُولُ: كُلُّ مَالٍ تُؤَدِّي زَكَاتَهُ فَلَيْسَ بِكَنْزٍ وَإِنْ كَانَ مَدْفُونًا، وَكُلُّ مَالٍ لَا تُؤَدَّى زَكَاتَهُ فَهُوَ كَنْزٌ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَدْفُونًا
391. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Ajlan, dari Nafi', dari Ibnu Umar , ia berkata, “Setiap harta yang zakatnya dibayar, namanya bukan harta simpanan, sekali pun harta itu dipendam. Dan setiap harta yang tidak ditunaikan zakatnya dinamai harta simpanan, sekali pun tidak dipendam.” 398
Musnad Syafi'i 391 (230375)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ [ص:88] الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ»
392. Malik mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Mazini, dari ayahnya, dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa Rasulullah telah bersabda, "Tidak ada zakat pada ternak unta yang kurang dari 5 ekor."399
Musnad Syafi'i 392 (230376)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ»
393. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya Al Mazini dari bapaknya, ia berkata, Abu Sa'id Al Khudri mengabarkan kepadaku bahwa Rasulullah bersabda “Tidak Ada sedekah harta yang kurang dari lima dud400
Musnad Syafi'i 393 (230377)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ»
394. Malik mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya Al Mazini, dari ayahnya, ia mengatakan: Ia pernah mendengar Abu Sa'id Al Khudri mengatakan- Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda, “Tidak ada zakat pada ternak unta yang jumlahnya kurang dari 5 ekor.401
Musnad Syafi'i 394 (230378)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ أَنَسٍ، أَوِ ابْنِ فُلَانٍ، أَوِ ابْنِ فُلَانِ بْنِ أَنَسٍ، الشَّافِعِيُّ يَشُكُّ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: " هَذِهِ الصَّدَقَةُ، ثُمَّ تُرِكَتِ الْغَنَمُ وَغَيْرُهَا وَكَرِهَهَا النَّاسُ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ، الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا، فَمَنْ سُئِلَهَا عَلَى وَجْهِهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَلْيُعْطِهَا، وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِهِ، فِي أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنَ الْإِبِلِ فَمَا دُونَهَا، الْغَنَمُ فِي كُلِّ خَمْسٍ شَاةٌ، فَإِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا وَعِشْرِينَ إِلَى خَمْسٍ وَثَلَاثِينَ فَفِيهَا بِنْتُ مَخَاضٍ أُنْثَى، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهَا بِنْتُ مَخَاضٍ فَابْنُ لَبُونٍ ذَكَرٌ، فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَثَلَاثِينَ إِلَى خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ فَفِيهَا ابْنَةُ لَبُونٍ أُنْثَى، فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَأَرْبَعِينَ إِلَى سِتِّينَ فَفِيهَا حِقَّةٌ طَرُوقَةُ الْجَمَلِ، فَإِذَا بَلَغَتْ إِحْدَى وَسِتِّينَ إِلَى خَمْسٍ وَسَبْعِينَ فَفِيهَا جَذَعَةٌ، فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَسَبْعِينَ إِلَى تِسْعِينَ فَفِيهَا ابْنَتَا لَبُونٍ، فَإِذَا بَلَغَتْ إِحْدَى وَتِسْعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِيهَا حِقَّتَانِ طَرُوقَتَا الْجَمَلِ، فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ ابْنَةُ لَبُونٍ وَفِي كُلُّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ، وَإِنَّ بَيْنَ أَسْنَانِ الْإِبِلِ فِي فَرِيضَةِ الصَّدَقَةِ عِوَضًا، فَمَنْ بَلَغَتْ عِنْدَهُ مِنَ الْإِبِلِ صَدَقَةُ الْجَذَعَةِ وَلَيْسَتْ عِنْدَهُ جَذَعَةٌ وَعِنْدَهُ حِقَّةٌ فَإِنَّهَا تُقْبَلُ مِنْهُ الْحِقَّةُ وَيَجْعَلُ مَعَهَا شَاتَيْنِ إِنِ اسْتَيْسَرَتَا عَلَيْهِ، أَوْ عِشْرِينَ دِرْهَمًا، فَإِذَا بَلَغَتْ عَلَيْهِ الْحِقَّةُ وَلَيْسَتْ عِنْدَهُ حِقَّةٌ وَعِنْدَهُ جَذَعَةٌ فَإِنَّهَا تُقْبَلُ مِنْهُ الْجَذَعَةُ وَيُعْطِيهِ الْمُصَّدِّقُ عِشْرِينَ دِرْهَمًا أَوْ شَاتَيْنِ "
395. Al Qasim bin Abdullah mengabarkan kepada kami dari Al Mutsana bin Anas atau Ibnu Fulan atau Ilmu Fulan bin Anas (Asy- Syafi'i ragu) dari Anas, ia berkata, “Ini adalah surat ketetapan tentang sedekah (zakat). Kemudian aku tidak memakai zakat kambing dan juga yang lainnya, karena orang-orang tidak menyukainya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ini adalah kewajibaan zakat yang telah difardhukan oleh Rasulullah atas kaum muslimin sesuai perintah Allah Maka barangsiapa dari kalangan kaum mukminin diminta berzakat sesuai dengan ketentuannya, hendaklah ia memberikannya. Dan barangsiapa yang diminta lebih dari apa yang telah ditentukan, janganlah ia memberikannya. Ternak unta yang jumlahnya 24 ekor ke bawah, zakatnya berupa kambing, yaitu pada tiap-tiap 5 ekor unta (zakatnya) seekor kambing. Apabila ternak unta mencapai 25 sampai 35 ekor, maka zakatnya adalah seekor unta bintu makhadh yang betina. Apabila pada ternaknya tidak terdapat unta bintu makhadh, maka dapat memakai unta ibnu labim jantan. Apabila jumlah ternak mencapai 36 hingga 45 ekor, maka zakatnya adalah seekor ibnatu labun betina. Apabila ternak unta mencapai 46 hingga 60 ekor, maka zakatnya adalah seekor unta hiqqah yang sudah memasuki masa dibuahi oleh pejantannya. Apabila jumlah ternak unta sudah mencapai 61 sampai 75 ekor, maka zakatnya adalah seekor unta jadza'ah. Apabila jumlah ternak unta mencapai 76 sampai 90 ekor, maka zakatnya adalah 2 ekor unta bintu labun. Apabila jumlah ternak unta mencapai 91 sampai 120 ekor, maka zakatnya adalah 2 ekor unta hiqqah yang keduanya sudah memasuki masa dibuahi oleh pejantannya. Apabila jumlah ternak unta lebih dari 120 ekor, maka pada tiap-tiap 40 ekor zakatnya adalah unta bintu labun, dan pada tiap-tiap 50 ekor zakatnya adalah unta hiqqah. Dan sesungguhnya di antara usia ternak unta tersebut dalam masalah fardhu zakat (dapat digantikan dengan yang lainnya). Untuk itu, barangsiapa yang ternak untanya mencapai bilangan harus membayar zakat dengan unta jadza'ah, sedangkan ia tidak memilikinya, tetapi hanya memiliki unta hiqqah, maka unta hiqqah itu dapat diterima. Kemudian ia menambahi kekurangannya itu dengan 2 ekor kambing jika mudah didapat olehnya, atau dengan (tambahan uang sebanyak) 20 dirham. Apabila zakat mencapai seekor unta hiqqah, sedangkan ia tidak memilikinya, dan yang ada padanya hanya unta jadza'ah, maka unta jadza'ah dapat diterima, lalu ia mendapat kembalian uang sebanyak 20 dirham atau 2 ekor kambing.” 402

Musnad Syafi'i 395 (230379)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنِي عَدَدٌ، ثِقَاتٌ كُلُّهُمْ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ مَعْنَى هَذَا لَا يُخَالِفُهُ، إِلَّا أَنِّي أَحْفَظُ فِيهِ: وَلَا يُعْطَى شَاتَيْنِ أَوْ عِشْرِينَ دِرْهَمًا، لَا أَحْفَظُ: إِنِ اسْتَيْسَرَتَا عَلَيْهِ
قَالَ: وَأَحْسِبُ مِنْ حَدِيثِ حَمَّادٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ: دَفَعَ إِلَيَّ أَبُو بَكْرٍ كِتَابَ الصَّدَقَةِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَكَرَ هَذَا الْمَعْنَى كَمَا وَصَفْتُ
396. Sejumlah orang yang terpercaya mengabarkan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Tsumamah bin Abdullah bin Anas, dari Anas bin Malik , dari Nabi mengenai hadits yang semakna dengan hadits ini tanpa ada perbedaan. Hanya menurut hafalanku, aku masih ingat di dalamnya disebutkan, “Dan hendaknya ia memberikan pula 2 ekor kambing atau 20 dirham.” Aku tidak ingat kalimat, “Jika 2 ekor kambing itu mudah didapat olehnya.”
Ia berkata, "Menurut dugaanku, (kalimat ini berasal) dari hadits Hammad melalui Anas", ia berkata, “Abu Bakar menyampaikan kepadaku surat keputusan zakat dari Rasulullah . Lalu Anas menuturkan hadits ini seperti yang telah kami ketengahkan sebelumnya.”
Musnad Syafi'i 396 (232028)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنِي مُسْلِمٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: قَالَ لِيَ ابْنُ طَاوُسٍ: عِنْدَ أَبِي كِتَابٌ مِنَ الْعُقُولِ، نَزَلَ بِهِ الْوَحْيُ، وَمَا فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْعُقُولِ أَوِ الصَّدَقَةِ فَإِنَّمَا نَزَلَ بِهِ الْوَحْيُ
397. Muslim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia mengatakan: Ibnu Thawus pernah berkata kepadaku, Bapakku mempunyai kitab Diyat saat turun wahyu, dan Rasulullah tidak mewajibkan diyat atau sedekah, namun telah diturunkan wahyu berkenaan dengannya. 404
Musnad Syafi'i 397 (230380)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ " هَذَا كِتَابُ الصَّدَقَةِ فِيهِ: فِي كُلِّ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنَ الْإِبِلِ فَدُونَهَا الْغَنَمُ فِي كُلِّ خَمْسٍ شَاةٌ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى خَمْسٍ وَثَلَاثِينَ بِنْتُ مَخَاضٍ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ بِنْتُ مَخَاضٍ فَابْنُ لَبُونٍ ذَكَرٌ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى سِتِّينَ حِقَّةٌ طَرُوقَةُ الْفَحْلِ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى خَمْسٍ وَسَبْعِينَ جَذَعَةٌ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى تِسْعِينَ ابْنَتَا لَبُونٍ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ حِقَّتَانِ طَرُوقَتَا الْفَحْلِ، فَمَا زَادَ عَلَى ذَلِكَ فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ، وَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ، وَفِي سَائِمَةِ الْغَنَمِ إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى أَنْ تَبْلُغَ عِشْرِينَ وَمِائَةً شَاةٌ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى مِائَتَيْنِ شَاتَانِ، وَفِيمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَى ثَلَاثِمِائَةٍ ثَلَاثُ شِيَاهٍ، فَمَا زَادَ عَلَى ذَلِكَ فَفِي كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ، وَلَا يُخْرَجُ فِي الصَّدَقَةِ هَرِمَةٌ، وَلَا ذَاتُ عَوَارٍ، وَلَا تَيْسٌ إِلَّا مَا شَاءَ الْمُصَّدِّقُ، وَلَا يُجْمَعُ بَيْنَ مُفْتَرِقٍ وَلَا يُفَرَّقُ بَيْنَ مُجْتَمِعٍ خَشْيَةَ الصَّدَقَةِ، وَمَا كَانَ مِنْ خَلِيطَيْنِ فَإِنَّهُمَا يَتَرَاجَعَانِ بَيْنَهُمَا بِالسَّوِيَّةِ، وَفِي الرِّقَةِ رُبْعُ الْعُشْرِ إِذَا بَلَغَتْ رِقَّةُ أَحَدِهِمْ خَمْسَ أَوَاقٍ هَذِهِ نُسْخَةُ كِتَابِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الَّتِي كَانَ يَأْخُذُ عَلَيْهَا
قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَبِهَذَا كُلِّهِ نَأْخُذُ
398. Anas bin Iyadh mengabarkan kepada kami dari Musa bin Uqbah, dari Nafi', dari Abdullah bin Umar : Ini adalah sarat keputusan zakat yang di dalamnya disebutkan bahwa pada tiap-tiap 24 ekor unta atau kurang zakatnya berupa kambing. Pada tiap-tiap 5 ekor unta seekor kambing, dan selebihnya sampai 35 ekor unta zakatnya adalah unta bintu makhadh. Jika unta bintu makhadh tidak ada, maka unta ibnu labun jantan. Lebih dari itu sampai 45 ekor, zakatnya adalah unta bintu labun. Lebih dari itu sampai 60 ekor, zakatnya adalah unta hiqqahyang sudah memasuki masa dibuahi oleh pej antan. Lebih dari itu sampai 75 ekor, zakatnya adulah seekor unta jadza'ah. Lebih dari itu sampai 90 ekor, zakatnya adalah 2 ekor unta blntu labun. Lebih dari itu sampai 120 ekor, zakutnya adalah 2 ekor unta hlqqah yang keduanya sudah memasuki masa dibuahi oleh pejantan. Lebih dari itu, maka pada tiap-tiap 40 ekor zakatnya adalah unta hlntu labun; pada tiap-tiap 50 ekor, zakatnya adalah seekor unta hlqqah. Pada ternak kambing apabila jumlahnya 40 sampai 120 ekor, zakatnya adalah 2 ekor kambing. Dan lebih dari itu sampai 300 ekor, zakatnya adalah 3 ekor kambing, Lebih dari itu pada tiap-tiap 100 ekor kambing, Zakatnya adalah seekor kambing. Dan tidak boleh dikeluarkan sebagai zakat ternak yang sudah tua, tidak pula ternak yang ada cacatnya, serta tidak pula ternak pejantan kecuali jika dikehendaki oleh orang yang membayar zakat. Tidak boleh dikumpulkan di antara 2 ternak yang terpisah, dan tidak boleh pula dipisahkan di antara ternak yang terhimpun karena takut terkena zakat. Sedangkan ternak yang dimiliki oleh 2 orang yang berserikat, maka masing-masing pihak dapat saling merujuk kepada miliknya secara adil. Dan zakat pada logam perak adalah seperempat dari sepersepuluh (dua setengah persen)nya bila logam perak yang dimiliki oleh seseorang dari mereka berjumlah 5 uqiyah. Demikianlah surat keputusan Khalifah Umar bin Khaththab yang dipegang dan diamalkan olehnya. 405
Asy-Syafi'i berkata, “Semua ini kami amalkan.”

Musnad Syafi'i 398 (230381)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الزَّكَاةِ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَّا مَا كَانَ مُعَادًا
Pembahasan Tentang Zakat Dari Pertamanya Kecuali yang Dikembalikan
أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لَا أَدْرِي أَدْخَلَ ابْنُ عُمَرَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمَرَ فِي حَدِيثِ سُفْيَانَ بْنِ حُسَيْنٍ أَوْ لَا؟ - فِي صَدَقَةِ الْإِبِلِ مِثْلَ هَذَا الْمَعْنَى لَا يُخَالِفُهُ وَلَا أَعْلَمُهُ، بَلْ لَا أَشُكُّ إِنْ شَاءَ اللَّهُ إِلَّا حَدَّثَ بِجَمِيعِ الْحَدِيثِ فِي صَدَقَةِ الْغَنَمِ وَالْخُلَطَاءِ وَالرِّقَّةِ هَكَذَا، إِلَّا أَنِّي لَا أَحْفَظُ إِلَّا الْإِبِلَ فِي حَدِيثِهِ
399. Orang yang dapat dipercaya dari salah seorang ulama pernah mengabarkan kepada kami, dari Sufyan bin Husain dari Az- Zuhri dari Salim bin Abdullah bin Umar dari bapaknya dari Nabi , aku tidak mengetahui apakah Ibnu Umar memasukkan antaranya dengan Umar dalam hadits Sufyan bin Husain atau tidak?: Dalam hal zakat unta, seperti makna ini, ia tidak menyelisihinya dan aku juga tidak mengetahuinya, namun, insya Allah aku tidak ragu kecuali ia telah menceritakan semua hadits mengenai zakat kambing, serikat dan riqqah dan aku tidak hafal kecuali zakat unta saja yang ada dalam haditsnya. 406
Musnad Syafi'i 399 (232029)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan