Musnad Syafi'i

بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: أَخَّرَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الصَّلَاةَ، فَقَالَ لَهُ عُرْوَةُ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «نَزَلَ جِبْرِيلُ فَأَمَّنِي فَصَلَّيْتُ مَعَهُ، ثُمَّ نَزَلَ فَأَمَّنِي فَصَلَّيْتُ مَعَهُ، ثُمَّ نَزَلَ فَأَمَّنِي فَصَلَّيْتُ مَعَهُ، ثُمَّ نَزَلَ فَأَمَّنِي فَصَلَّيْتُ مَعَهُ» ، حَتَّى عَدَّ الصَّلَوَاتَ الْخَمْسَ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ: اتَّقِ اللَّهَ يَا عُرْوَةُ، انْظُرْ مَا تَقُولُ. فَقَالَ لَهُ عُرْوَةُ: أَخْبَرَنِيهِ بَشِيرُ بْنُ أَبِي مَسْعُودٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
100. Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-zuhri, ia mengatakan: Umar bin Abdul Aziz pernah mengakhirkan shalat, kemudian urwah berkata kepadanya, ""Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda, 'Jibril pernah turun, lalu ia mengimamiku shalat, kemudian aku melaksanakan shalat dengannya, lalu ia turun lagi, kemudian mengimamiku, lalu aku shalat, kemudian ia pernah turun lagi, lalu mengimamiku dan aku shalat dengannya lalu ia juga pernah turun lagi kemudian mengimamiku, lalu aku shalat dengannya hingga lima waktu shalat” kemudian umar bin Abdul Aziz berkata, 'Bertaqwalah kepada Allah wahai Urwah, 'Lihat kepada apa yang kamu katakan', lalu urwah berkata kepadanya, 'Bishr bin Abu Mas'ud yang telah mengabarkan kepadaku dari bapaknya dari Nabi .107
Musnad Syafi'i 100 (230098)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ الْمَخْزُومِيِّ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " أَمَّنِي جِبْرِيلُ عِنْدَ بَابِ الْبَيْتِ مَرَّتَيْنِ، فَصَلَّى الظُّهْرَ حِينَ كَانَ الْفَيْءُ مِثْلَ الشِّرَاكِ، ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ حِينَ كَانَ كُلُّ شَيْءٍ بِقَدْرِ ظِلِّهِ، وَصَلَّى الْمَغْرِبَ حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ، ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ حِينَ غَابَ الشَّفَقُ، ثُمَّ صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ حَرُمَ الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ عَلَى الصَّائِمِ، ثُمَّ صَلَّى الْمَرَّةَ الْأُخْرَى الظُّهْرَ حِينَ كَانَ كُلُّ شَيْءٍ قَدْرَ ظِلِّهِ قَدْرَ الْعَصْرِ بِالْأَمْسِ، ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ حِينَ كَانَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَيْهِ، ثُمَّ صَلَّى الْمَغْرِبَ بِقَدْرِ الْوَقْتِ الْأَوَّلِ لَمْ يُؤَخِّرْهَا، ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ حِينَ ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ، ثُمَّ صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ أَسْفَرَ، ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، هَذَا وَقْتُ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِكَ، وَالْوَقْتُ فِيمَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ "
قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَبِهَذَا نَأْخُذُ، وَهَذِهِ الْمَوَاقِيتُ فِي الْحَضَرِ
101. Amr bin Abu Salamah mengabarkan kepada kami dari Abdul Aziz bin Muhammad, dari Abdurrahman bin Harits Al Makhzumi, dari Hakim bin Hakim, dari Nafi bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Malaikat Jibril pernah mengimamiku di dekat pintu Baitullah sebanyak 2 kali. Ia shalat Zhuhur ketika naungan (bayangan) seperti pegangan terompah (yakni tegak lurus), kemudian shalat Ashar ketika naungan sama dengan bayangannya, dan shalat Magbrib ketika orang yang puasa berbuka, kemudian shalat Isya ketika awan (merah) tidak tampak lagi, kemudian shalat Subuh ketika makan dan minum dilarang bagi orang yang puasa. Kemudian ia melakukan shalat Zhuhur lagi di lain waktu ketika segala sesuatu sama panjang dengan bayangannya, yakni sebatas waktu Ashar kemarin. Kemudian shalat Ashar ketika bayangan segala sesuatu panjangnya menjadi dua kali lipat, kemudian shalat Maghrib sebatas waktu yang kemarin tanpa mengakhirkannya, kemudian shalat Isya yang terakhir yaitu ketika sepertiga malam telah berlalu, kemudian shalat Subuh ketika pagi tampak menguning. Setelah itu malaikat Jibril berpaling dan berkata, 'Hai Muhammad inilah waktu para nabi sebelum kamu, dan watau shalat itu terletak di antara (masing-masing dari) kedua waktu tadi'.108
Asy-Syafi'i berkata, “Dan ini yang kami ambil sebagai hujjah, dan waktu ini untuk tidak dalam keadaan safar.”
Musnad Syafi'i 101 (230099)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ؛ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ» . وَقَالَ: " اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ: رَبِّ، أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ، نَفَسٌ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٌ فِي الصَّيْفِ، فَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ فَمِنْ حَرِّهَا، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْبَرْدِ فَمِنْ زَمْهَرِيرِهَا "
102. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Musayyab, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila panas sangat terik, maka dinginkanlah shalat karena sesungguhnya panas yang berlebihan merupakan luapan api neraka Jahanam." Nabi bersabda pula, "Neraka mengadu kepada Rabbnya, maka ia berkata, 'Wahai Rabbku! Sebagian dariku memakan sebagian yang lain'. Maka diizinkan baginya mengeluarkan dua helaan nafas, satu helaan nafas di musim dingin, dan yang lainnya di musim panas. Maka panas yang amat terik yang kalian jumpai bersumber dari panasnya, dan dingin yang amat menggigil yang kalian jumpai berasal dari Zamharir (dingin) nya." 109
Musnad Syafi'i 102 (230100)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ؛ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ» .
103. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda "Apabila panas sangat terik, maka dinginkanlah shalat (Zhuhur), karena sesungguhnya panas yang sangat terik itu merupakan luapan neraka Jahanam.110

Musnad Syafi'i 103 (230101)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ عَنْ لَيْثِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
104. Orang yang dapat dipercaya mengabarkan kepada kami dari Laits bin Sa'd dari Ibnu Syihab dari Said Al Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Nabi , dengan redaksi semisalnya.111
Musnad Syafi'i 104 (232006)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا الشَّافِعِيُّ، أَنَّ مَالِكًا أَخْبَرَهُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، وَعَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ، وَعَنِ الْأَعْرَجِ، يُحَدِّثُونَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ»
105. Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami bahwa Malik mengabarkan kepadanya dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Bushr bin Sa'id dan dari Al A'raj, semua menceritakannya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda. "Barangsiapa yang menjumpai satu rakaat dari shalat Subuh sebelum matahari terbit, berarti ia masih menjumpai waktu subuh. Dan barangsiapa yang menjumpai satu rakaat dari shalat Ashar sebelum matahari tenggelam, berarti ia masih menjumpai waktu ashar." 112
Musnad Syafi'i 105 (230102)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا الشَّافِعِيُّ قَالَ: «وَإِنَّمَا أَحْبَبْتُ تَقْدِيمَ الْعَصْرِ» ؛ لِأَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ بَيْضَاءُ حَيَّةٌ، ثُمَّ يَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي فَيَأْتِيهَا وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ
106. Asya-Syafi'i mengabarkan, ia berkata, “Aku pun suka mendahulukan shalat Ashar, karena Muhammad bin Ismail menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Ibnu Syihab, dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah melakukan shalat Ashar, saat itu matahari tampak putih lagi cerah. Kemudian seseorang pergi ke daerah perbukitan; ketika ia tiba di sana, matahari masih tempak tinggi. 113
Musnad Syafi'i 106 (230103)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ، عَنْ نَوْفَلِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الدِّيلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَكَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلُهُ وَمَالُهُ»
107. Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Ibnu Syihab, dari Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam, dari Naufel bin Muawiyah Ad-Dili, ia mengatakan: Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa yang melewatkan shalat Ashar. seakan-akan ia kehilangan keluarga dan harta bendanya114
Musnad Syafi'i 107 (230104)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ، عَنْ أَبِي نُعَيْمٍ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا نُصَلِّي الْمَغْرِبَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ نَخْرُجُ نَتَنَاضَلُ حَتَّى نَدْخُلَ بُيُوتَ بَنِي سَلِمَةَ نَنْظُرُ إِلَى مَوَاقِعِ النَّبْلِ مِنَ الْإِسْفَارِ
108. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Amr bin Alqamah, dari Abu Nu'aim, dari Jabir , ia berkata, ""Kami pernah shalat Maghrib bersama Nabi , kemudian kami pergi melakukan lomba memanah hingga kami masuk ke dalam perkampungan Bani Salimah untuk melihat tempat terjatuhnya anak panah di bawah cahaya petang hari.” 115
Musnad Syafi'i 108 (230105)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَغْرِبَ ثُمَّ نَنْصَرِفُ فَنَأْتِي السُّوقَ، وَلَوْ رُمِيَ بِنَبْلٍ لَرُؤِيَ مَوَاقِعُهَا
109. Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Shalih -pelayan At-Tauamah- dari Zaid bin Khalid Al Juhani , ia berkata, “Kami pernah shalat Maghrib bersama Rasulullah , kemudian kami pulang dan sampai di pasar; seandainya dilepaskan sebuah anak panah, niscaya tempat jatuhnya masih terlihat”116
Musnad Syafi'i 109 (230106)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ: دَخَلْنَا عَلَى جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، وَقَالَ جَابِرٌ: كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَنْصَرِفُ فَنَأْتِي بَنِي سَلِمَةَ فَنَبْصُرُ مَوَاقِعَ النَّبْلِ
110. Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu bin Abu Dzi'b, dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi, dari Al Qa'qa bin Hakim, ia mengatakan: Kami pernah masuk menemui Jabir bin Abdullah, dan ia berkata, "Kami shalat bersama Nabi Muhammad , kemudian kami pulang dan sampai di perkampungan Bani Salimah, sedangkan kami masih dapat melihat tempat jatuhnya anak panah."117
Musnad Syafi'i 110 (230107)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَبِيدٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَغْلِبَنَّكُمُ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ، هِيَ الْعِشَاءُ، أَلَا إِنَّهُمْ يُعْتِمُونَ بِالْإِبِلِ»
111. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Labid, dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Ibnu Umar bahwa Nabi pernah bersabda, “Jangan sekali-kali kalian terkalahkan oleh orang-orang Arab badui dalam menyebutkan nama shalat kalian, yaitu shalat Isya. Ingatlah, sesungguhnya mereka memasukkan ternaknya ke kandang di kala hari telah gelap.118
Musnad Syafi'i 111 (230108)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُصَلِّي الصُّبْحَ فَيَنْصَرِفْنَ النِّسَاءُ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ، مَا يُعْرَفْنَ مِنَ الْغَلَسِ
112. Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Said 'Al Anshari, dari Umrah binti Abdurrahman, dari Aisyah , ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah telah melakukan shalat Subuh, sedangkan kaum wanita pulang memakai kain muruthnya (jilbabnya); mereka tidak dapat dikenali karena masih gelap.”119
Musnad Syafi'i 112 (230109)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ بِالْمُزْدَلِفَةِ جَمِيعًا
113. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Salim, dari bapaknya: Bahwa Rasulullah pernah shalat Magrib dan Isya di Mudzalifah dengan dijamak.120
Musnad Syafi'i 113 (230110)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُمْ خَرَجُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ تَبُوكَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، فَأَخَّرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا، ثُمَّ دَخَلَ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا
114. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Zubair, dari Abu Ath-Thufail Amir bin Watsilah, bahwa Mu'adz bin Jabal pernah menceritakan kepadanya bahwa mereka (para sahabat) berangkat tersama Rasulullah pada tahun perang Tabuk, maka Rasulullah menjamak antara shalat Zhuhur dan shalat Ashar, serta antara shalat Maghrib dan shalat Isya. Mu'adz bin Jabal melanjutkan kisahnya: Pada suatu hari beliau mengakhirkan shalatnya dan berangkat, kemudian shalat Zhuhur dan shalat Ashar. Lalu beliau kembali dan berangkat lagi, kemudian shalat Maghrib dan shalat Isya dengan dijamak.121
Musnad Syafi'i 114 (230111)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي ذُؤَيْبٍ الْأَسَدِيِّ قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ ابْنِ عُمَرَ إِلَى الْحِمَى فَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَهِبْنَا أَنْ نَقُولَ لَهُ: انْزِلْ فَصَلِّ، فَلَمَّا ذَهَبَ بَيَاضُ الْأُفُقِ وَفَحْمَةُ الْعِشَاءِ نَزَلَ فَصَلَّى ثَلَاثًا ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَيْنَا فَقَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ
115. Sufyin bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, dari Ismail bin Abdurrahman bin Abu Dzuaib Al Asadi. Ia mengatakan: Kami pernah berangkat bersama Umar menuju Al Hima, lalu matahan pun tenggelam dan kami merasa segan kepadanya untuk mengatakan, "Turunlah untuk shalat!" Tetapi ketika putih cakrawala dan gelapnya permulaan malam hilang, ia turun lalu shalat 3 rakaat, kemudian salam; lalu ia shalat lagi 2 rakaat. kemudian salam. Setelah itu ia menoleh ke arah kami dan berkata “Demikianlah, aku pernah melihat Rasulullah melakukannya"122
Musnad Syafi'i 115 (230112)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَبَا بَكْرٍ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، فَوَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِفَّةً فَجَاءَ فَقَعَدَ إِلَى جَنْبِ أَبِي بَكْرٍ، فَأَمَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ وَهُوَ قَاعِدٌ، وَأَمَّ أَبُو بَكْرٍ النَّاسَ وَهُوَ قَائِمٌ
116. Yahya bin Hassan mengabarkan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Hisyam bin Urwah. dari ayahnya, dari Aisyah Bahwa Rasulullah memerintahkan Abu Bakar supaya shalat dengan orang-orang (sebagai imam). Tetapi Nabi merasa sakitnya sedikit ringan, lalu beliau keluar dan duduk di sebelah Abu Bakar sambil duduk. Maka, Rasulullah menjadi imam Abu Bakar sambil duduk, sedangkan Abu Bakar menjadi imam orang-orang sambil berdiri.123
Musnad Syafi'i 116 (230113)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ يَقُولُ: حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ عُبَيْدَ بْنَ عُمَيْرٍ اللَّيْثِيَّ حَدَّثَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَبَا بَكْرٍ أَنْ يُصَلِّيَ [ص:30] بِالنَّاسِ الصُّبْحَ، وَأَنَّ أَبَا بَكْرٍ كَبَّرَ، فَوَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضَ الْخِفَّةِ فَقَامَ يَفْرِجُ الصُّفُوفَ. قَالَ: وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ لَا يَلْتَفِتُ إِذَا صَلَّى، فَلَمَّا سَمِعَ أَبُو بَكْرٍ الْحِسَّ مِنْ وَرَائِهِ عَرَفَ أَنَّهُ لَا يَتَقَدَّمُ إِلَى ذَلِكَ الْمَقْعَدِ إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَخَنَسَ وَرَاءَهُ إِلَى الصَّفِّ، فَرَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَانَهُ، وَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى جَنْبِهِ وَأَبُو بَكْرٍ قَائِمٌ يُصَلِّي، حَتَّى إِذَا فَرَغَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ: أَيْ رَسُولَ اللَّهِ، أَرَاكَ أَصْبَحْتَ صَالِحًا، وَهَذَا يَوْمُ بِنْتِ خَارِجَةَ، فَرَجَعَ أَبُو بَكْرٍ إِلَى أَهْلِهِ، فَمَكَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَانَهُ وَجَلَسَ إِلَى جَنْبِ الْحَجَرِ يُحَذِّرُ الْفِتَنَ، قَالَ: «إِنِّي وَاللَّهِ لَا يُمْسِكُ النَّاسُ عَلَيَّ شَيْئًا إِلَّا أَنِّي لَا أُحِلُّ إِلَّا مَا أَحَلَّ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ، وَلَا أُحَرِّمُ إِلَّا مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ، يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ، يَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ، اعْمَلَا لِمَا عِنْدَ اللَّهِ؛ فَإِنِّي لَا أُغْنِي عَنْكُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا»
117. Abdul Wahab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, aku pernah mendengar Yahya bin Said mengatakan: Ibnu Abu Mulaikah menceritakan kepadaku bahwa Ubaid bin Umair Al-Laitsi pernah menceritakan kepadanya: Bahwa Rasulullah memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam orang-orang dalam shalat Subuh. Abu Bakar mulai bertakbir, dan Nabi merasa sakitnya sedikit ringan, lalu beliau bangkit menguak shaf-shaf. sedangkan Abu Bakar apabila sedang shalat tidak pernah menoleh. Tetapi ketika Abu Bakar mendengar adanya langkah dari arah belakangnya, ia mengetahui bahwa tidak ada yang berani maju ke tempat tersebut kecuali Rasulullah . Maka ia mundur ke belakang menuju shaf, tetapi Nabi mengembalikannya ke tempat semula. Lalu Rasulullah duduk di sebelahnya, sedangkan Abu Bakar berdiri. Setelah Abu Bakar menyelesaikan shalatnya ia berkata, “Wahai Rasulullah ! Kulihat engkau telah sembuh. Hari itu merupakan hari giliran anak perempuan Kharijah. Abu Bakar pulang ke rumah keluarganya, sementara Rasulullah tetap di tempatnya, duduk di dekat Hijir Ismail seraya memberikan peringatan akan datangnya berbagai macam fitnah. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku, demi Allah, janganlah orang-orang berpegang terhadapku dengan sesuatu; tidak lain aku hanya menghalalkan apa yang dihalalkan oleh Allah dalam kitab-Nya, dan tidaklah aku mengharamkan kecuali hanya mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah di dalam kitab- Nya. Hai Fatimah, anak perempuan Rasulullah; hai Shafiyah, bibi Rasulullah , beramallah kamu berdua untuk pahala yang ada di sisi Allah. Aku tidak dapat berbuat untuk kamu berdua di hadapan Allah barang sedikit pun.124
Musnad Syafi'i 117 (230114)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ عَنْ يُونُسَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أُمِّهِ قَالَتْ: رَأَيْتُ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْجُدُ عَلَى وِسَادَةٍ مِنْ أَدَمٍ مِنْ رَمَدٍ بِهَا
118. Orang yang dapat dipercaya mengabarkan kepada kami dari Yunus, dari Al Hasan, dari ibunya, ia berkata, “Aku melihat Ummu Salamah, istri Nabi , sujud di atas bantal yang terbuat dari kulit” 125
Musnad Syafi'i 118 (230115)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُنَادِيَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ» . وَكَانَ رَجُلًا أَعْمَى، لَا يُنَادِي حَتَّى يُقَالَ لَهُ: أَصْبَحْتَ أَصْبَحْتَ
119. Sufyan mengabarkan kapada kami dari Az-Zuhri dari Salim dari bapaknya: Bahwa sesungguhnya Nabi bersabda “Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan waktu malam, maka makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan, dan ia adalah seorang lelaki buta dan tidaklah ia mengumandangkan adzan kecuali dikatakan kepadanya, 'Kamu telah memasuki waktu subuh, kamu telah memasuki waktu subuh ' 126
Musnad Syafi'i 119 (230116)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ بِلَالًا يُنَادِي بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُنَادِيَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ» . وَكَانَ رَجُلًا أَعْمَى، لَا يُنَادِي حَتَّى يُقَالَ لَهُ: أَصْبَحْتَ أَصْبَحْتَ
120. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab dari Salim bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada waktu malam, maka makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Maktum mengumandangkan adzan dan ia adalah lelaki buta, dan tidaklah ia mengumandangkan adzan kecuali dikatakan kepadanya 'Kamu telah memasuki waktu subuh, Kamu telah memasuki waktu subuh' 127
Musnad Syafi'i 120 (230117)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي مَحْذُورَةَ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُحَيْرِيزٍ أَخْبَرَهُ، وَكَانَ يَتِيمًا فِي حِجْرِ أَبِي مَحْذُورَةَ [ص:31] حِينَ جَهَّزَهُ إِلَى الشَّامِ، فَقُلْتُ لِأَبِي مَحْذُورَةَ: أَيْ عَمِّ، إِنِّي خَارِجٌ إِلَى الشَّامِ، وَإِنِّي أَخْشَى أَنْ أُسْأَلَ عَنْ تَأْذِينِكَ، فَأَخْبِرْنِي أَبَا مَحْذُورَةَ. قَالَ: نَعَمْ، خَرَجْتُ فِي نَفَرٍ وَكُنَّا بِبَعْضِ طَرِيقِ حُنَيْنٍ، فَقَفَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُنَيْنٍ، فَلَقِيَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ الطَّرِيقِ، فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّلَاةِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمِعْنَا صَوْتَ الْمُؤَذِّنِ وَنَحْنُ مُتَنَكِّبُونَ، فَصَرَخْنَا نَحْكِيهِ وَنَسْتَهْزِئُ بِهِ، فَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَيْنَا إِلَى أَنْ وَقَفْنَا بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّكُمُ الَّذِي سَمِعْتُ صَوْتَهُ قَدِ ارْتَفَعَ؟» فَأَشَارَ الْقَوْمُ كُلُّهُمْ إِلَيَّ وَصَدَقُوا، فَأَرْسَلَهُمْ كُلَّهُمْ وَحَبَسَنِي، قَالَ: «قُمْ فَأَذِّنْ بِالصَّلَاةِ» . فَقُمْتُ وَلَا شَيْءَ أَكْرَهُ إِلَيَّ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا مِمَّا يَأْمُرُنِي بِهِ، فَقُمْتُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَلْقَى عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّأْذِينَ هُوَ بِنَفْسِهِ فَقَالَ: " قُلِ: اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ". ثُمَّ قَالَ لِيَ: «ارْجِعْ فَامْدُدْ مِنْ صَوْتِكَ» . ثُمَّ قَالَ: " قُلْ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ". ثُمَّ دَعَانِي حِينَ قَضَيْتُ التَّأْذِينَ فَأَعْطَانِي صُرَّةً فِيهَا شَيْءٌ مِنْ فِضَّةٍ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى نَاصِيَةِ أَبِي مَحْذُورَةَ، ثُمَّ أَمَرَّهَا عَلَى وَجْهِهِ، ثُمَّ مَرَّ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ، ثُمَّ عَلَى كَبِدِهِ، ثُمَّ بَلَغَتْ يَدُهُ سُرَّةَ أَبِي مَحْذُورَةَ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَارَكَ اللَّهُ فِيكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ» . فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مُرْنِي بِالتَّأْذِينِ بِمَكَّةَ. فَقَالَ: «قَدْ أَمَرْتُكَ بِهِ» . وَذَهَبَ كُلُّ شَيْءٍ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ كَرَاهِيَةٍ، وَعَادَ ذَلِكَ كُلُّهُ مَحَبَّةً لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَقَدِمْتُ عَلَى عَتَّابِ بْنِ أَسِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَامَلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَذَّنْتُ بِالصَّلَاةِ عَنْ أَمْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: وَأَخْبَرَنِي بِذَلِكَ مَنْ أَدْرَكْتُ مِنْ آلِ أَبِي مَحْذُورَةَ عَلَى [ص:32] نَحْوِ مَا أَخْبَرَنِي ابْنُ مُحَيْرِيزٍ. قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَأَدْرَكْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي مَحْذُورَةَ يُؤَذِّنُ كَمَا حَكَى ابْنُ مُحَيْرِيزٍ، وَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ، عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعْنَى مَا حَكَى ابْنُ جُرَيْجٍ
121. Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, la mengatakan: Abdul Aziz bin Abdul Malik bin Abu Mahdzurah mengabarkan kepadaku bahwa Abdullah bin Muhairiz mengabarkan kepadanya, sedangkan ia adalah seorang yatim di bawah pemeliharaan Abu Mahdzurah ketika ia mengutusnya ke negeri Syam. Maka aku berkata kepada Abu Mahdzurah, "Hai paman! Sesungguhnya sekarang aku akan berangkat ke Syam, dan sesungguhnya aku merasa takut bila ditanya mengenai pengangkatanmu sebagai muadzin. Ceritakanlah kepadaku, hai Abu Mahdzurah!" la menjawab, “Ya. Aku berangkat bersama suatu rombongan. Ketika kami terada di tengah jalan Hunain, Rasulullah kembali dari Hunain, maka kami berpapasan dengan beliau di tengah jalan. Saat itu muadzin Rasulullah sedang mengumandangkan adzan di hadapannya dan kami mendengar suara muadzin itu. Kami dalam keadaan menyandang busur-busur kami di pundak, lalu kami mengeraskan suara menirukan suara muadzin seraya mengolok-oloknya dan Nabi mendengarnya, maka beliau mengirim utusan kepada kami. Akhirnya kami dibawa ke hadapan beliau, maka beliau bersabda, 'Siapakah di antara kalian yang aku dengar suaranya sangat keras?' Maka semua kaum (yang ada bersamaku) menunjuk ke arahku dengan sejujurnya. Akhirnya beliau melepaskan mereka dan menahanku, lalu beliau bersabda 'Berdirilah dan beradzanlah untuk shalat!' Maka aku berdiri, saat itu tidak ada yang lebih kubenci selain Nabi , dan tidak ada pula yang paling kubenci selain apa yang diperintahkannya kepadaku. Aku berdiri di hadapan Rasulullah , dan beliau sendiri secara langsung mengajarkan adzan kepadaku. Untuk itu beliau bersabda 'Katakanlah: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, asyhadu anlaa ilaaha illallaah. Asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah, asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah'. Kemudian beliau bersabda pula kepadaku, 'Ulangilah dan panjangkanlah suaramu!' Kemudian beliau bersabda, 'Katakanlah: Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, asyhadu anlaa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah, asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah. Hayya 'alash-shalaah, hayya 'alash-shalaah. Hayya 'alal falaah, hayya 'alal falaah. Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaah'
Ketika aku selesai beradzan, beliau memanggilku dan memberiku sebuah kantong yang di dalamnya terdapat sedikit uang perak.” Kemudian beliau meletakkan tangannya pada ubun-ubun Abu Mahdzurah, lalu meletakkannya pada wajahnya, di tengah-tengah dadanya, ulu hatinya, kemudian sampai pada pusar Abu Mahdzurah. Setelah itu Rasulullah bersabda, “Semoga Allah memberkatimu, semoga Allah memberkatimu." Maka aku berkata, '.Wahai Rasulullah, perintahkanlah aku untuk menyerukan adzan di Makkah.” Nabi menjawab, “Telah kuperintahkan kepadamu untuk melakukannya." Lenyaplah segala sesuatu yang mengganjal hatiku terhadap diri Rasulullah , yakni perasaan tidak suka, dan hal itu berbalik menjadi rasa cinta kepada beliau. Lalu aku datang kepada Attab bin Usaid -amil Rasulullah- dan aku menyerukan adzan sesuai dengan perintah Rasulullah.
Ibnu Juraij berkata, ”Hal tersebut telah diceritakan kepadaku oleh orang yang aku jumpai dari keluarga Abu Mahdzurah, seperti juga apa yang telah diceritakan kepadaku oleh Ibnu Muhairiz.' 128
Asy-Syafi'i berkata, “Aku melihat Ibrahim bin Abdullah bin Abdul Malik bin Abu Mahdzurah mengumandangkan adzan sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Muhairits, dan aku mendengarnya- menceritakan hadits dari bapaknya, dari Ibnu Muhairits dari Abu Mahdzurah dari Nabi makna apa yang telah diceritakan oleh Ibnu Juraij.”
Musnad Syafi'i 121 (230118)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ وَغَيْرُهُ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي حَجَّةِ الْإِسْلَامِ قَالَ: فَرَاحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَوْقِفِ بِعَرَفَةَ فَخَطَبَ النَّاسَ الْخُطْبَةَ الْأُولَى، ثُمَّ أَذَّنَ بِلَالٌ، ثُمَّ أَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ فَفَرَغَ مِنَ الْخُطْبَةِ وَبِلَالٌ مِنَ الْأَذَانِ، ثُمَّ أَقَامَ بِلَالٌ فَصَلَّى الظُّهْرَ، ثُمَّ أَقَامَ بِلَالٌ فَصَلَّى الْعَصْرَ
122. Ibrahim bin Muhammad dan yang lainnya mengabarkan kepada kami, dari Ja'far bin Muhammad dari bapaknya dari Jabir saat haji Islam, ia berkata, "Nabi pernah berada disuatu tempat untuk wukuf dipadang Arafah lalu beliau berkuthbah di hadapan banyak orang pada kuthbah yang pertama, kemudian bilal mengumandangkan adzan lalu Nabi memulai kuthbah yang kedua, ketika selesai dari kuthbah dan bilal selesai dari adzan, kemudian nabi menyuruh bilal mengumandangkan iqamah lalu beliau melaksanakan shalat Zhuhur, lalu bilal mengumandangkan iqamah, kemudain beliau melaksanakan shalat Ashar."'129

Musnad Syafi'i 122 (230119)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ أَبُو الْعَبَّاسِ: يَعْنِي بِذَلِكَ
123. Muhammad bin Isma'il dan Abdullah bin Nafi' mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Di'b dari Ibnu Syihab dari Sulim dari bapaknya, ia berkata, "Abu Al Abbas, yang dimaksud adalah hal tersebut."130
Musnad Syafi'i 123 (232007)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: حُبِسْنَا يَوْمَ الْخَنْدَقِ عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى كَانَ بَعْدَ الْمَغْرِبِ بِهَوِيٍّ مِنَ اللَّيْلِ حَتَّى كُفِينَا، وَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: {وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا} [الْأَحْزَاب: 25] ، فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَالًا فَأَمَرَهُ، فَأَقَامَ الظُّهْرَ فَصَلَّاهَا فَأَحْسَنَ صَلَاتَهَا كَمَا كَانَ يُصَلِّيَهَا فِي وَقْتِهَا، ثُمَّ أَقَامَ الْعَصْرَ فَصَلَّاهَا كَذَلِكَ، ثُمَّ أَقَامَ الْمَغْرِبَ فَصَلَّاهَا كَذَلِكَ، ثُمَّ أَقَامَ الْعِشَاءَ فَصَلَّاهَا كَذَلِكَ أَيْضًا. قَالَ: وَذَلِكَ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ فِي صَلَاةِ الْخَوْفِ: {فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا} [الْبَقَرَة: 239]
124. Ibnu Abu Fudhail mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Di'b dari Al Makburi dari Abdurrahman bin Abu Said Al khudri dari Abdurrahman, ia berkata, "Kami tertahan dari melaksanakan shalat saat perang khandak hingga setelah shalat Maghrib yang mendekati gelapnya malam, lalu kami selesai dari hal itu, dan itulah firman Allah Azza wa Jalla; Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan, dan Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Kemudian Rasulullah memanggil bilal lalu menyuruhnya, dan ia mengumandangakan iqamah shalat Zhuhur lalu keduanya melaksanakan shalat Zhuhur dengan shalat yang baik, sebagaimana keduanya melaksanakan shalat tersebut pada waktunya, kemudian Bilal mengumandangkan iqamah shalat Ashar lalu keduanya melaksanakan shalat Ashar, lalu Bilal mengumandangankan shalat Maghrib kemudian keduanya melaksanakan shalat Maghrib dan ia mengumandangkan shalat Isya' kemudian keduanya melaksanakan shalat Isya. Ia berkata, hal itu terjadi sebelum turun ayat yang berkenaan dengan shalat khauf; Maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. 131
Musnad Syafi'i 124 (230120)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي عُمَارَةُ بْنُ غَزِيَّةَ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ: سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يُؤَذِّنُ لِلْمَغْرِبِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ مَا قَالَ، فَانْتَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى رَجُلٍ وَقَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ، فَقَالَ [ص:33] النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْزِلُوا فَصَلُّوا الْمَغْرِبَ بِإِقَامَةِ ذَلِكَ الْعَبْدِ الْأَسْوَدِ»
125. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Umarah bin Ghaziyah mengabarkan kepadaku dari Khubaib bin Abdurrahman bin Khubaib, dari Hafsh bin Ashim, ia berkata, “Nabi pernahi mendengar suara seorang lelaki yang sedang mengumandangkan adzan shalat Maghrib, maka beliau mengucapkan seperti apa yang diucapkannya.” Hafth bin Ashim melanjutkan kisahnya: Maka Nabi sampai kepada lelaki yang lain, sedangkan shalat telah diiqamatkan. Lalu Nabi bersabda, ""Turunlah kalian dan lakukanlah shalat Maghrib dengan iqamat yang telah dilakukan oleh budak hitam itu.132
Musnad Syafi'i 125 (230121)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الْحَسَنِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُؤَذِّنُونَ أُمَنَاءُ النَّاسِ عَلَى صَلَاتِهِمْ» , وَذَكَرَ مَعَهَا غَيْرَهَا
126. Abdul Wahab mengabarkan kepada kami dari Yunus, dari Al Hasan bahwa Nabi pernah bersabda, "Para muadzin adalah kepercayaan orang-orang dalam shalat mereka.” Dan, disebutkan pula hal yang lainnya.133
Musnad Syafi'i 126 (230122)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْأَئِمَّةُ ضُمَنَاءُ، وَالْمُؤَذِّنُونَ أُمَنَاءُ، فَأَرْشَدَ اللَّهُ الْأَئِمَّةَ، وَغَفَرَ لِلْمُؤَذِّنِينَ»
127. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Suhail bin Abu Shalih dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Nabi pernah bersabda, ”Para imam adalah orang-orang yang menjamin dan para muadzin adalah orang-orang yang dipercaya, maka Allah memberikan hidayah kepada para imam dan memberikan ampunan kepada muadzin."134
Musnad Syafi'i 127 (230123)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ لَهُ: إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ؛ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ صَدَى صَوْتِكَ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
128. Malik mengabarkan kepada kami dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abu Sha'sha'ah, dari ayahnya bahwa Abu Sa'id Al Khudri pernah berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku melihatmu menyukai ternak dan kambingmu serta daerah pedalamanmu. Untuk itu, apabila kamu berada di tengah ternak kambingmu atau di daerah pedalamanmu, lalu engkau menyerukan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena sesungguhnya tidak sekali-kali Jin, manusia dan sesuatu mendengar sejauh suaramu mengumandang kecuali semuanya akan bersaksi untukmu di hari Kiamat.” 135
Abu Sa'id berkata, “Aku mendengar dari Rasulullah .”
Musnad Syafi'i 128 (230124)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ بَارِدَةٌ ذَاتُ رِيحٍ يَقُولُ: «أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ»
129. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar, ia mengatakan: Dahulu Nabi sering memerintahkan kepada muadzin -bila malam terasa sangat dingin dan berangin kencang- untuk menyerukan, ""Ingatlah, shalatlah kalian di dalam rumah-rumah kalian!”136
Musnad Syafi'i 129 (230125)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ»
130. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Atha bin Yazid, dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa Rasulullah pernah bersabda, ""Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin.137
Musnad Syafi'i 130 (230126)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مُجَمِّعِ بْنِ يَحْيَى، أَخْبَرَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلٍ، أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ، إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَإِذَا قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، قَالَ: «وَأَنَا أَشْهَدُ» . ثُمَّ سَكَتَ.
131. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Majma' bin Yahya, Abu Umamah bin Sahi mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Muawiyah mengatakan: Aku pernah mendengar Rasulullah apabila muadzin mengucapkan "Asyhadu anlaa ilaaha illallaah", maka beliau mengucapkan "Asyhadu anlaa ilaaha illallaah". Dan apabila muadzin mengucapkan "Asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah", maka beliau mengucapkan "Dan aku bersaksi", kemudian beliau diam. 138

Musnad Syafi'i 131 (230127)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى، عَنْ عَمِّهِ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يُحَدِّثُ مِثْلَهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
132. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Talhah bin Yahya, dari pamannya, Isa bin Thalhah, ia berkata, “Aku pernah mendengar Muawiyah menceritakan hadits yang semisal dari Nabi ."139
Musnad Syafi'i 132 (232008)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى الْمَازِنِيُّ، أَنَّ عِيسَى بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ قَالَ: " إِنِّي لَعِنْدَ مُعَاوِيَةَ إِذْ أَذَّنَ مُؤَذِّنُهُ، فَقَالَ مُعَاوِيَةُ كَمَا قَالَ مُؤَذِّنُهُ، حَتَّى إِذَا قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، وَلَمَّا قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ، ثُمَّ قَالَ: «سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ»
133. Abdul Majid bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia mengatakan: Amr bin Yahya Al Mazini mengabarkan kepadaku bahwa Isa bin Umar mengabarkan kepadanya dari Abdullah bin Alqamah bin Waqash, ia mengatakan: Sesungguhnya aku pernah berada di dekat Muawiyah, tiba-tiba muadzinnya menyerukan adzan -untuk shalat-, maka Muawiyah mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzinnya. Ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alash-shalaah", maka Muawiyah mengucapkan “Laa haula walaa quwwata illa billaah”. Ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alal falaah" maka ia mengucapkan "Laa haula walaa quwwata illa billaah". Setelah itu Muawiyah kembali mengucapkan searti apa yang diucapkan oleh muadzinnya, lalu berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah mengucapkan hal itu.”140
Musnad Syafi'i 133 (230128)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الْوُضُوءُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ»
134. Sa'id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil dari Muhammad bin Ali Al Hanafiyah, dari ayahnya bahwa Rasulullah bersabda “Kunci shalat adalah wudhu, yang mengharamkan dari segala sesuatu- adalah takbir dan yang menghalalkan – dari segala sesuatu - adalah salam141
Musnad Syafi'i 134 (230129)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَلْيَتَوَضَّأْ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ، ثُمَّ لِيُكَبِّرْ، فَإِنْ كَانَ مَعَهُ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ قَرَأَ بِهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَلْيُكَبِّرْ، ثُمَّ لِيَرْكَعْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ لِيَقُمْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ قَائِمًا، ثُمَّ يَسْجُدْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ لِيَرْفَعْ رَأْسَهُ فَلْيَجْلِسْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ جَالِسًا، فَمَنْ نَقَصَ مِنْ هَذَا فَإِنَّمَا يَنْقُصُ مِنْ صَلَاتِهِ»
135. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ali bin Yahya bin Khallad, dari ayahnya dari kakeknya, Rifa'ah bin Malik bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda “Apabila seseorang di antara kailan bermaksud mendirikan shalat hendaklah berwudhu seperti apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kemudian bertakbir. Apabila ia hafal sesuatu dari Al Qur'an hendaklah ia membacanya, dan jika tidak hafal sesuatupun dari Al-Qur'an, hendaklah membaca tahmid dan takbir kepada Allah SWT. Setelah itu hendaklah ruku hingga tuma'ninah dalam keadaan ruku. kemudian bangkit hingga tuma'ninah dalam keadaan berdiri (i'tidal), kemudian sujud hingga tuma'ninah dalam keadaan sujud kemudian mengangkat kepalanya lalu duduk hingga tuma'ninah dalam keadaan duduk Barangsiapa yang mengurangi sesuatu dari hal tersebut, sesungguhnya ia telah mengurangi sebagian dari shalatnya.142
Musnad Syafi'i 135 (230130)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ، عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ يُصَلِّي فِي الْمَسْجِدِ قَرِيبًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعِدْ صَلَاتَكَ؛ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» . فَقَامَ فَصَلَّى كَنَحْوِ مَا صَلَّى، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعِدْ صَلَاتَكَ؛ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» . فَقَالَ: عَلِّمْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أُصَلِّي. قَالَ: «إِذَا تَوَجَّهْتَ إِلَى الْقِبْلَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ [ص:35] اقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَمَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَقْرَأَ، فَإِذَا رَكَعْتَ فَاجْعَلْ رَاحَتَيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ، وَمَكِّنْ رُكُوعَكَ وَامْدُدْ ظَهْرَكَ، وَإِذَا رَفَعْتَ فَأَقِمْ صُلْبَكَ وَارْفَعْ رَأْسَكَ حَتَّى تَرْجِعَ الْعِظَامُ إِلَى مَفَاصِلِهَا، فَإِذَا سَجَدْتَ فَمَكِّنِ السُّجُودَ، فَإِذَا رَفَعْتَ فَاجْلِسْ عَلَى فَخِذِكَ الْيُسْرَى، ثُمَّ اصْنَعْ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ وَسَجْدَةٍ حَتَّى تَطْمَئِنَّ»
136. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Muhammad bin Ajian mengabarkan kepadaku dari Ali bin Yahya bin Khallad, dari Rifa'ah bin Rafi', ia mengatakan: Seorang lelaki datang untuk melaksanakan shalat di masjid dekat dengan Rasulullah . Lalu ia datang mengucapkan salam kepada Nabi , maka Nabi bersabda kepadanya, "Ulangilah shalatmu, sesungguhnya kamu belum shalat (dengan benar)." Lelaki itu bangkit dan shalat seperti apa yang telah dilakukannya. Nabi bersabda lagi kepadanya, "Ulangilah shalatmu, sesungguhnya kamu belum shalat (dengan benar). Maka lelaki itu berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku bagaimana aku harus mengerjakan shalat!" Nabi menjawab, “Apabila engkau telah menghadap ke arah kiblat, bertakbirlah, kemudian bacalah Ummul Qur'an dan surah lainnya. Apabila engkau ruku, maka jadikanlah kedua telapak tanganmu berada di atas lututmu, dan mantapkanlah rukumu serta luruskanlah punggungmu. Apabila engkau mengangkat diri, tegakkanlah punggungmu dan angkat kepalamu hingga semua tulang kembali pada ruasnya masing-masing. Apabila engkau sujud, mantapkanlah sujudmu. Apabila engkau bangkit (dari sujud), duduklah di atas betis kirimu, selanjutnya lakukanlah hal yang sama pada setiap ruku dan sujud hingga engkau tuma'ninah.143
Musnad Syafi'i 136 (230131)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ مَنْكِبَيْهِ، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ، وَبَعْدَ مَا يَرْفَعُ، وَلَا يَرْفَعُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ»
137. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya, ia berkata, "Aku sering melihat Rasulullah : bila memulai shalatnya, beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan begitu pula bila hendak ruku dan sesudah bangkit (dari ruku), tetapi beliau tidak mengangkat (kedua tangannya) di antara dua sujud.”144
Musnad Syafi'i 137 (230132)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، وَغَيْرُهُمَا، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ بَعْضُهُمْ: كَانَ إِذَا ابْتَدَأَ، وَقَالَ غَيْرُهُ مِنْهُمْ: كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ قَالَ: «وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ» . قَالَ أَكْثَرَهُمْ: «وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ» . وَشَكَكْتُ أَنْ يَكُونَ قَالَ أَحَدُهُمْ: «وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ بِيَدِكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، وَالْمَهْدِيُّ مَنْ هَدَيْتَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، لَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ»
138. Muslim bin Kbalid dan Abdul Majid serta selain keduanya mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Musa bin Uqbah, dari Abdullah bin Al Fadhl, dari Al A'raj, dari Ubaidillah bin Abu Rafi', dari Ali bin Abu Thalib: Bahwa Rasulullah apabila memulai shalat mengucapkan, “Aku hadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam; dan demikianlah aku diperintahkan." Kebanyakan ulama berkata, “Dan aku adalah orang yang mula-mula berserah diri." Aku merasa ragu untuk mengatakan bahwa seseorang dari mereka berkata, "Dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Selanjutnya beliau mengucapkan), “Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau dengan segala pujian-Mu. Engkau adalah Rabbku dan aku adalah hamba-Mu, aku telah berbuat aniaya terhadap diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah daku atas semua dosaku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Dan tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik, tidak ada yang dapat menunjuki kepada akhlak yang terbaik selain Engkau. Dan palingkanlah dariku akhlak yang buruk, tidak ada yang dapat memalingkan diriku dari akhlak yang buruk selain Engkau. Kupenuhi seruan-Mu dengan ketaatan, semua kebaikan berada di genggaman kekuasaan-Mu, dan semua keburukan tidak dinisbatkan kepada-Mu. Orang yang mendapat petunjuk ialah orang-orang yang Engkau beri petunjuk, aku adalah kemurahan dari- Mu dan akan kembali kepada-Mu. Tiada jalan selamat dari-Mu kecuali berkat pertolongan-Mu. Maha Suci Engkau lagi Maha Tinggi aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu."145
Musnad Syafi'i 138 (230133)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ صَالِحِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ [ص:36]، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ يَؤُمُّ النَّاسَ رَافِعًا صَوْتَهُ: «رَبَّنَا إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فِي الْمَكْتُوبَةِ وَإِذَا فَرَغَ مِنْ أُمِّ الْقُرْآنِ»
139. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Rabi'ah bin Utsman, dari Shalih bin Abu Shalih bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah mengucapkan doa -berikut- ketika mengimami orang-orang dengan suara yang keras: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari syaitan yang terkutuk saat shalat maktubah dan ketika selesai membaca Al-Qur'an 146
Musnad Syafi'i 139 (230134)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ»
140. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az.zuhri dari Muhammad bin Ar-Rabi. Ubadah bin Ash-Shamit bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Tidak sah —shalat— seseorang yang tidak membaca Al Fatiha dalam shalat.” 147
Musnad Syafi'i 140 (230135)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كُلُّ صَلَاةٍ لَمْ يُقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْكِتَابِ فَهِيَ خِدَاجٌ، فَهِيَ خِدَاجٌ»
141. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Al Ala' bin Abdurrahman, dari ayahnya,, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Setiap shalat yang tidak dibaca Ummul Kitab di dalamnya, maka shalat itu kurang, maka shalat itu kurang148
Musnad Syafi'i 141 (230136)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ يَفْتَتِحُونَ الْقِرَاءَةَ بِـ {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} [الْفَاتِحَة: 2]
142. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayub dari Qatadah dari Anas . ia berkata. "Nabi , Abu Bakar, Umar dan Utsman membuka bacaan shalat dengan: Alhamdulillahi rabbil aalamin.149
Musnad Syafi'i 142 (230137)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ: " {وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ} [الْحجر: 87] . قَالَ: هِيَ أُمُّ الْقُرْآنِ. قَالَ أَبِي: وَقَرَأَهَا عَلَيَّ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ حَتَّى خَتَمَهَا، ثُمَّ قَالَ: {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] الْآيَةُ السَّابِعَةُ. قَالَ سَعِيدٌ: قَرَأْتُهَا عَلَى ابْنِ عَبَّاسٍ لَمَّا قَرَأْتُهَا عَلَيْكَ. ثُمَّ قَالَ: {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] الْآيَةُ السَّابِعَةُ. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَذَخَرَهَا لَكُمْ، فَمَا أَخْرَجَهَا لِأَحَدٍ قَبْلَكُمْ "
143. Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia mengatakan: Ubai mengabarkan kepadaku dari Sa'id bin Jubair -mengenai firman-Nya “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung.” (Qs. Al Hijr [15]: 87) Sa'id bin Jubair mengatakan bahwa “Sab'an minal matsaani” adalah Ummul Qur an. Ubay berkata, .'Sa'id bin Jubair telah membacakannya kepadaku hingga selesai, kemudian ia membaca, 'Bismillahir rahmaanir rahiim' sampai dengan tujuh ayat.” Sa'id berkata, "Aku telah membacakannya kepada Ibnu Abbas sebagaimana aku membacakannya kepadamu, lalu ia membacakan, 'Bismillahir rahmaanir rahiim' hingga tujuh ayat.”
Ibnu Abbas berkata, “Maka Allah menyimpannya (surah Al Fatihah) untuk kalian. Dia tidak mengeluarkannya kepada seorang pun sebelum kalian.”150
Musnad Syafi'i 143 (230138)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي صَالِحٌ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يَفْتَتِحُ الصَّلَاةَ بِ {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1]
144. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shalih, mantan budak At-Tauamah, mengabarkan kepadaku: Bahwa Abu Hurairah membuka shalat dengan “Bismillahirrahmaanirrahiim151
Musnad Syafi'i 144 (230139)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، أَنَّ أَبَا بَكْرِ بْنَ حَفْصِ بْنِ عُمَرَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: صَلَّى مُعَاوِيَةُ بِالْمَدِينَةِ صَلَاةً فَجَهَرَ فِيهَا بِالْقِرَاءَةِ، فَقَرَأَ: {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] لِأُمِّ [ص:37] الْقُرْآنِ، وَلَمْ يَقْرَأْ بِهَا لِلسُّورَةِ الَّتِي بَعْدَهَا، حَتَّى قَضَى تِلْكَ الْقِرَاءَةَ، وَلَمْ يُكَبِّرْ حِينَ يَهْوِي حَتَّى قَضَى تِلْكَ الصَّلَاةَ. فَلَمَّا سَلَّمَ نَادَاهُ مَنْ سَمِعَ ذَلِكَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ: يَا مُعَاوِيَةُ، أَسَرَقْتَ الصَّلَاةَ أَمْ نَسِيتَ؟ فَلَمَّا صَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ قَرَأَ: {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] لِلسُّورَةِ الَّتِي بَعْدَ أُمِّ الْقُرْآنِ وَكَبَّرَ حِينَ يَهْوِي سَاجِدًا
145. Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, Abdullah bin Utsman bin Khutsaim mengabarkan kepadaku bahwa Abu Bakar bin Hafsah bin Umar mengabarkan kepadanya bahwa Abu Bakar bin Hafshah bin Umar mengabarkannya, bahwa Anas bin Malik pernah mengatakan: Muawiyah pernah melakukan shalat di Madinah, lalu ia mengeraskan bacaannya dalam shalat itu. Ia membaca: Bismillahirrahmaanirrahiim, untuk Ummul Qur'an, tetapi tidak membaca basmalah untuk surah sesudalmya hingga selesai dari bacaannya itu. Dan, ia pun tidak mengucapkan takbir ketika menurunkan tubuhnya (unmk sujud dan lain-lain) hingga selesai dari shalat itu. Setelah salam, ia diperingatkan oleh orang-orang yang mendengarnya dari kalangan Muhajirin dari semua tempat, “Hai Muawiyah! Apakah engkau mencuri shalat atau engkau memang lupa?” Ketika ia shalat lagi sesudah itu, maka ia membaca: “Bismillahirrahmaanirrahiim” untuk surah sesudah Ummul Qur'an dan mengucapkan takbir ketika menurunkan tubuhnya untuk sujud.152
Musnad Syafi'i 145 (230140)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ مُعَاوِيَةَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَصَلَّى بِهِمْ وَلَمْ يَقْرَأْ {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] ، وَلَمْ يُكَبِّرْ إِذَا خَفَضَ وَإِذَا رَفَعَ، فَنَادَاهُ الْمُهَاجِرُونَ حِينَ سَلَّمَ وَالْأَنْصَارُ: أَيْ مُعَاوِيَةُ، سَرَقْتَ صَلَاتَكَ، أَيْنَ {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] ، وَأَيْنَ التَّكْبِيرُ إِذَا خَفَضْتَ وَإِذَا رَفَعْتَ؟ فَصَلَّى بِهِمْ صَلَاةً أُخْرَى فَقَالَ ذَلِكَ فِيهَا الَّذِي عَابُوا عَلَيْهِ.
146. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Utsman bin Khaitsam mengabarkan kepadaku dari Ismail bin Ubaid bin Rifa'ah, dari ayahnya: Bahwa Muawiyah tiba di Madinah, lalu ia shalat bersama mereka tetapi tidak membaca “Bismillahirrahmaanirrahiim”, tidak pula mengucapkan takbir di saat merundukkan tubuhnya, juga di saat mengangkatnya. Setelah salam, ia diperingatkan oleh kalangan Muhajirin dan Anshar, “Hai Muawiyah! Apakah engkau mencuri shalatmu, di mana “Bismillahirrahmaanirrahiim” dan di mana pula takbirmu saat engkau merundukkan tubuh dan saat mengangkatnya?” Lalu ia melakukan shalat lainnya bersama mereka, tetapi kali ini ia mengucapkan hal tersebut yang membuat mereka menegurnya.153

Musnad Syafi'i 146 (230141)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مُعَاوِيَةَ، وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ، أَوْ مِثْلَ مَعْنَاهُ لَا يُخَالِفُهُ، وَأَحْسِبُ هَذَا الْإِسْنَادَ أَحْفَظَ مِنَ الْإِسْنَادِ الْأَوَّلِ
147. Yahya bin Sulaim mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Utsman bin Khaitsam, dari Ismail bin Ubaid bin Rifa'ah, dari ayahnya, dari Muawiyah, kaum Muhajirin dan kaum Anshar tentang hal yang semisal atau semakna dengannya tidak bertentangan. Menurutku sanad riwayat ini lebih baik daripada sanad riwayat pertama.154
Musnad Syafi'i 147 (232009)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ كَانَ لَا يَدَعُ {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] لِأُمِّ الْقُرْآنِ وَالسُّورَةِ الَّتِي بَعْدَهَا
148. Muslim dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Nafi., dari Ibnu Umar : Bahwa ia tidak pernah meninggalkan bacaan : Bismillahirrahmaanirrahiim, untuk Ummul Qur'an dan surah sesudahnya.155
Musnad Syafi'i 148 (230142)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ، أَنَّهُمَا أَخْبَرَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَمَّنَ الْإِمَامُ فَأَمِّنُوا؛ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» . قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «آمِينَ»
149. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Al Musayyab dan Abu Salamah, keduanya mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila imam mengucapkan 'Amin' maka ucapkan pula 'Amin' oleh kalian, karena sesungguhnya barangsiapa yang bacaan 'Amin'-nya berbarengan dengan bacaan 'Amin' para malaikat, maka diampunilah baginya dosa-dosanya yang terdahulu.”156Ibnu Syihab berkata, "Dan nabi bersabda, 'Amin'.”
Musnad Syafi'i 149 (230143)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، أَخْبَرَنِي سُمَيٌّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ [ص:38]، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا قَالَ الْإِمَامُ: {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} [الْفَاتِحَة: 7] فَقُولُوا: آمِينَ؛ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ "
150. Malik mengabarkan kepada kami, Sumai mengabarkan kepadaku dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila imam mengucapkan 'Ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaalliin', maka ucapkanlah oleh kalian 'Amin', Karena sesungguhnya barangsiapa yang ucapan (Amin)nya bersesuaian dengan ucapan para malaikat, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang terdahulu.157
Musnad Syafi'i 150 (230144)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا قَالَ أَحَدُكُمْ: آمِينَ، وَقَالَتِ الْمَلَائِكَةُ فِي السَّمَاءِ: آمِينَ، فَوَافَقَتْ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ "
151. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, ""Apabila seseorang di antara kalian mengucapkan 'Amin' dan para malaikat di langit mengucapkan 'Amin', lalu salah satunya bertepatan (berbarengan) dengan yang lainnya, maka Allah akan mengampuni baginya dosa-dosanya yang terdahulu158
Musnad Syafi'i 151 (230145)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُ كُلَّمَا خَفَضَ وَرَفَعَ، فَمَا زَالَتْ تِلْكَ صَلَاتُهُ حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ
152. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ali bin Husain , ia berkata, “Rasulullah selalu mengucapkan takbir ketika merunduk dan mengangkat, demikianlah shalat yang dilakukan beliau secara terus-menerus hingga menjumpai Allah SWT (yakni wafat).159
Musnad Syafi'i 152 (230146)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُصَلِّي بِهِمْ فَيُكَبِّرُ كُلَّمَا خَفَضَ وَرَفَعَ، فَإِذَا انْصَرَفَ قَالَ: وَاللَّهِ إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هُنَا أَرْبَعَةُ أَحَادِيثَ بِرِوَايَةِ الرَّبِيعِ عَنِ الْبُوَيْطِيِّ عَنِ الشَّافِعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
153. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah: Bahwa Abu Hurairah pernah mengimami shalat mereka, maka ia bertakbir setiap merunduk dan mengangkat. Setelah selesai, ia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku shalat Rasulullah kepada kalian.” 160
Terdapat empat hadits dengan riwayat Ar Rabi. dari Al Buwaithi dari Asy-Syafi'i .
Musnad Syafi'i 153 (230147)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَكَعَ قَالَ: " اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، أَنْتَ رَبِّي، خَشَعَ لَكَ سَمْعِي، وَبَصَرِي، وَعِظَامِي، وَشَعْرِي، وَبَشَرِي، وَمَا اسْتَقَلَّتْ بِهِ قَدَمِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
154. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim mengabarkan kepadaku dari Atha' bin Yasar, dari Abu Hurairah , ia mengatakan: Rasulullah bila ruku mengucapkan doa berikut, “Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku ruku dan hanya Engkaulah aku berserah diri. Hanya kepada Engkaulah aku beriman. Engkaulah Rabbku. Telah khusyu' demi Engkau pendengaranku, penglihatanku, tulang-tulangku, rambutku, kulitku dan semua anggota badan yang ditopang oleh kedua telapak kakiku kepada Allah. Rabb semesta alam.161
Musnad Syafi'i 154 (230148)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، قَالَ الرَّبِيعُ: أَحْسِبُهُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَكَعَ قَالَ: " اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ [ص:39]، وَأَنْتَ رَبِّي، خَشَعَ لَكَ سَمْعِي، وَبَصَرِي، وَمُخِّي، وَعَظْمِي، وَمَا اسْتَقَلَّتْ بِهِ قَدَمِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
155. Muslim dan Abdul Majid mengabkan kepada kami, Ar-Rabi' mengatakan: Aku menduganya dari Ibnu Juraij, dari Musa bin Uqbah, dari Abdullah bin Al Fadhl, dari Al A'raj, dari Ubaidillah bin Abu Rafi', dari Ali, bahwa Nabi apabila ruku mengucapkan, “Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku ruku, kepada engkaulah aku beriman, dan hanya kepada Engkaulah aku berserah diri. Engkau adalah Rabbku. Khusyu' demi Engkau pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang-tulang dan semua anggota badan yang ditopang oleh kedua telapak kakiku kepada Rabb semesta alam162
Musnad Syafi'i 155 (230149)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، وَابْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ سُحَيْمٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «أَلَا إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِيهِ» . قَالَ أَحَدُهُمَا: «مِنَ الدُّعَاءِ» . وَقَالَ الْآخَرُ: «فَاجْتَهِدُوا؛ فَإِنَّهُ قَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ»
156. Ibnu Uyainah dan Abu Muhammad mengabarkan kepada kami dari Sulaiman bin Suhaim, dari Ibrahim bin Abdullah bin Ma'bad, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas , dari Nabi , beliau pernah bersabda, “Ingatlah sesungguhnya aku dilarang melakukan bacaan (Al Qur'an) dalam keadaan ruku' atau sujud. Jika ruku' maka agungkanlah Rabb: dan jika sujud, bersungguh-sungguhlah kalian kepada-Nya.” Salah satu riwayat mengatakan, "Bersungguh-sungguh dalam berdoa'”. Sedangkan riwayat yang lain mengatakan, “Maka bersungguh-sungguhlah kalian, karena sesungguhnya amat layak bagi kalian untuk diperkenankan163
Musnad Syafi'i 156 (230150)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ يَزِيدَ الْهُذَلِيِّ، عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَقَالَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَدْ تَمَّ رُكُوعُهُ، وَذَلِكَ أَدْنَاهُ، وَإِذَا سَجَدَ فَقَالَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَدْ تَمَّ سُجُودُهُ، وَذَلِكَ أَدْنَاهُ " إِلَى هُنَا سَمِعَ الرَّبِيعُ مِنَ البُوَيْطِيِّ. عُدْنَا إِلَى الْإِسْنَادِ الْأَوَّلِ
157. Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Ishaq bin Yazid Al Hudzali, dari Auf bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian ruku, lalu ia mengucapkan ' Subhaana rabbiyal 'azhiimi' sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya rukunya telah sempurna, yang demikian itu adalah batas minimalnya. Apabila ia sujud lalu mencapkan 'Subhaana rabbiyal a'laa' sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya sujudnya telah sempurna, dan yang demikian itu merupakan batas minimalnya.164
Hingga redaksi ini. Ar-Rabi' mendengar dari Al Buwaithi, kita kembali ke sanad pertama.
Musnad Syafi'i 157 (230151)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فِي الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ قَالَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ، وَمِلْءَ الْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ»
158. Muslim bin Khalid dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Musa bin Uqbah, dari Abdullah bin Al Fadhl, dari Abdurrahman Al A'raj, dari Ubaidillah bin Abu Rafi', dari Ali : Bahwa Nabi apabila mengangkat kepala dari ruku dalam shalat fardhu, beliau mengucapkan doa sebagai berikut, “Ya Allah. bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudahnya.165
Musnad Syafi'i 158 (230152)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى، عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ: «إِذَا رَكَعْتَ فَاجْعَلْ [ص:40] رَاحَتَيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ، وَمَكِّنْ لِرُكُوعِكَ، فَإِذَا رَفَعْتَ فَأَقِمْ صُلْبَكَ وَارْفَعْ رَأْسَكَ حَتَّى تَرْجِعَ الْعِظَامُ إِلَى مَفَاصِلِهَا»
159. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Ajian, dari Ali bin Yahya, dari Rifa'ah bin Rafi' : Bahwa Nabi pernah bersabda kepada seorang lelaki, “Apabila engkau ruku' maka jadikanlah kedua telapak tanganmu berada di atas kedua lututmu, dan mantapkanlah rukumu. Apabila engkau bangkit dari ruku, maka tegakkanlah punggungmu dan angkatlah kepalamu hingga semua tulang kembali pada ruasnya masing-masing.
Musnad Syafi'i 159 (230153)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أُمِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْجُدَ مِنْهُ عَلَى سَبْعَةٍ: يَدَيْهِ، وَرُكْبَتَيْهِ، وَأَطْرَافِ أَصَابِعِهِ، وَجَبْهَتِهِ. وَنُهِيَ أَنْ يَكْفِتَ مِنْهُ الشَّعْرَ وَالثِّيَابَ. وَزَادَ ابْنُ طَاوُسٍ: فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ ثُمَّ أَمَرَّهَا عَلَى أَنْفِهِ حَتَّى بَلَغَ طَرَفَ أَنْفِهِ. وَكَانَ أَبِي يَعُدُّ هَذَا وَاحِدًا
160. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari bin Thawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas , ia berkata, “Nabi diperintahkan untuk melakukan sujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu: kedua tangan, kedua lutut, dan semua ujung jari jari (kedua telapak kaki) serta keningnya. Beliau dilarang merapikan rambut dan pakaiannya (ketika sedang ruku dan sujud).”
Ibnu Thawus menambahkan: Lalu beliau meletakkan tangan pada keningnya dan mengusapkannya ke hidung hingga sampai pada ujung hidungnya. Dahulu ayahku menganggap hal ini sebagai satu anggota (sujud).166
Musnad Syafi'i 160 (230154)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، سَمِعَ طَاوُسًا يُحَدِّثُ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرَ أَنْ يَسْجُدَ مِنْهُ عَلَى سَبْعٍ، وَنُهِيَ أَنْ يَكُفَّ شَعْرَهُ وَثِيَابَهُ
161. Sufyan mengabarkan kepada kami, Amr bin Dinar menceritakan kepadaku, ia pernah mendengar Thawus menceritakan hadits dari Ibnu Abbas : Bahwa Nabi diperintahkan untuk melakukan sujud pada tujuh anggota badan, dan dilarang merapihka rambut dan pakaiannya. 167
Musnad Syafi'i 161 (230155)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي يَزِيدُ بْنُ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ آرَابٍ: وَجْهُهُ، وَكَفَّاهُ، وَرُكْبَتَاهُ، وَقَدَمَاهُ
162. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Yazid bin Al Had mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At-Tamimi, dari Amir bin Sa'd, dari Al Abbas bin Abdul Muththalib bahwa ia pernah mendengar Nabi bersabda "Apabila seorang hamba sujud, maka ikut sujud bersamanya tujuh anggota tubuhnya, yaitu:-wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua telapak kakinya.” 168
Musnad Syafi'i 162 (230156)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ قَيْسٍ الْفَرَّاءِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَقْرَمَ الْخُزَاعِيِّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْقَاعِ مِنْ نَمِرَةَ، أَوِ النَّمِرَةِ، شَكَّ الرَّبِيعُ، سَاجِدًا فَرَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ»
163. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Daud bin Qais Al Fara', dari Ubaidullah bin Abdullah bin Aqram Al Khuza'i, dari ayahnya, ia berkata "Aku melihat Rasulullah di Qa' -bagian dari daerah Namirah atau An-Namirah (Ar-Rabi' ragu)- sedang sujud, maka aku dapat melihat (kulit) kedua ketiak beliau yang putih.”169
Musnad Syafi'i 163 (230157)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَأَنْتَ رَبِّي، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ»
164. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim menceritakan kepada kami dari Atha' bin Yasar, dari Abu Hurairah , ia mengatakan: Bahwa Rasulullah apabila sujud mengucapkan doa berikut, “Ya Allah) kepada Engkaulah aku bersujud, kepada Engkaulah aku berserah diri, kepada Engkaulah kami beriman. Engkau adalah Rabbku. Telah sujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta170
Musnad Syafi'i 164 (230158)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ سُحَيْمٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا وَسَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِيهِ مِنَ الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ»
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ إِذَا كَانَ سَاجِدًا، أَلَمْ تَرَ إِلَى قَوْلِهِ: {وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ} [العلق: 19]
165. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Suhaim dari Ibrahim bin Abdullah bin Ma'bad dari bapaknya dari Ibnu Abbas , bahwa rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku dilarang membaca - ayat Al Qur'an - saat ruku dan sujud, sebab saat ruku, maka agungkanlah Tuhan di dalamnya dan saat sujud, maka bersungguh-isungguhlah di dalamnya dengan doa, karena sangat berpotensi untuk dikabulkan bagi kalian. 171
Ibnu Uyainah menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, ia mengatakan: Saat yang paling dekat bagi searang hamba dengan Allah hanyalah di saat ia sedang sujud. Tidakkah engkau memikirkan firman-Nya, “sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” 172
Musnad Syafi'i 165 (230159)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبَّاسَ بْنَ سَهْلٍ يُخْبِرُ عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي السَّجْدَتَيْنِ ثَنَى رِجْلَهُ الْيُسْرَى فَجَلَسَ عَلَيْهَا، وَنَصَبَ قَدَمَهُ الْيُمْنَى، فَإِذَا جَلَسَ فِي الْأَرْبَعِ أَمَاطَ رِجْلَيْهِ عَنْ رُكُوعِهِ وَأَفْضَى بِمِقْلَاتِهِ الْأَرْضَ، وَنَصَبَ وَرِكَهُ الْيُمْنَى
166. Ibrahim bin Muhammad bin Amr bin Halhalah mengabarkan kepada kami bahwa ia pernah mendengar Abbas bin Sahl mengabarkan hadits berikut dari Abu Humaid As-Sa'idi , ia berkata, “Rasulullah apabila duduk di antara dua sujud, beliau melipat kaki kirinya dan duduk di atasnya serta menegakkan telapak kaki kanannya. Apabila beliau duduk dalam rakaat yang keempat, maka beliau menjauhkan kedua kakinya dari pangkal pahanya, lalu mendudukkan pantatnya di tanah dan menegakkan pangkal paha kanannya.”.173
Musnad Syafi'i 166 (230161)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَعَافِرِيِّ قَالَ: رَآنِي ابْنُ عُمَرَ وَأَنَا أَعْبَثُ بِالْحَصَى، فَلَمَّا انْصَرَفَ نَهَانِي وَقَالَ: اصْنَعْ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ، فَقُلْتُ: وَكَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ؟ قَالَ: كَانَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ، وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى
167. Malik mengabarkan kepada kami dari Muslim bin Abu Maryam, dari Ali bin Abdurrahman Al Mu'afiri, ia mengatakan: Ibnu Umar pernah melihatku sedang memainkan batu kerikil, yakni— dalam shalat—. Setelah salam, ia melarangku —berbuat demikian-. Ia berkata, ""Lakukanlah seperti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah .” Aku bertanya,. “Bagaimanakah cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ?” Ibnu Umar menjawab, “Nabi apabila duduk dalam shalat, beliau meletakkan telapak tangan kanan di atas paha kanannya dan menggenggam semua jarinya serta mengisyaratkan dengan jari telunjuk yang bersebelahan dengan jari jempol, dan meletakkan telapak tangan kiri di atas paha kirinya.”174
Musnad Syafi'i 167 (230162)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ: جَاءَنَا مَالِكُ بْنُ الْحُوَيْرِثِ فَصَلَّى فِي مَسْجِدِنَا، قَالَ: وَاللَّهِ إِنِّي لِأُصَلِّي وَمَا أُرِيدُ الصَّلَاةَ، وَلَكِنْ أُرِيدُ أَنْ أُرِيَكُمْ كَيْفَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي. فَذَكَرَ أَنَّهُ يَقُومُ مِنَ الرَّكْعَةِ الْأُولَى، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَنْهَضَ قُلْتُ: كَيْفَ؟ قَالَ: مِثْلَ صَلَاتِي هَذِهِ
168. Abdul Wahab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami dari Ayyub, dari Abu Qilabah, ia mengatakan: Malik bin Al Huwairits pernah datang kepada kami, lalu shalat di masjid kami. Ia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar akan shalat, padahal aku tidak menghendaki shalat melainkan hanya ingin memperagakan shalat Rasulullah yang pernah aku lihat kepada kalian.” Kemudian Abu Qilabah melanjutkan kisahnya bahwa ia (Malik bin Al Huwairits) berdiri dari rakaat pertama. (Abu Qilabah memotong), “Apabila beliau hendak berdiri, coba ceritakan kepadaku bagaimana caranya!” Malik bin Al Huwairits menjawab, “Seperti shalatku ini.” 175
Musnad Syafi'i 168 (230163)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، عَنْ خَالِدٍ الْخُزَاعِيِّ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ بِمِثْلِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ [ص:42]: وَكَانَ مَالِكٌ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السَّجْدَةِ الْأَخِيرَةِ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى فَاسْتَوَى قَاعِدًا أَقَامَ وَاعْتَمَدَ عَلَى الْأَرْضِ
169. Abdul Wahab mengabarkan kepada kami dari Khalid Al Khuza'i, dari Abu Qilabah tentang hal yang semisal, hanya saja ia berkata, “Malik bila mengangkat kepalanya dari sujud akhir dalam rakaat pertama, ia terlebih dahidu duduk tegak dan bertopang pada tanah”. 176
Musnad Syafi'i 169 (230164)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، وَطَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ، فَكَانَ يَقُولُ: «التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ، الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، سَلَامٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهُ وَبَرَكَاتُهُ، سَلَامٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ»
170. Yahya bin Hassan mengabarkan kepada kami dari Al-Laits bin Sa'ad, dari Abu Zubair Al Makki, dari Sa'id bin Jubair dan Thawus, dari Ibnu Abbas , ia mengatakan : Dahulu nabi mengajarkan tasyahud kepada kami sebagaimana mengajarkan kami suatu surat dari Al Qur'an dan belai bersabda ”Semua penghormatan yang diberkati -yang semua shalawat yang baik- adalah milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan berkat-Nya. Semoga keselamatan terlimpah kepada kami, juga kepada hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.177
Musnad Syafi'i 170 (230165)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ يَعْنِي: فِي الصَّلَاةِ. فَقَالَ: " تَقُولُونَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، ثُمَّ تُسَلِّمُونَ عَلَيَّ "
171. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim mengabarkan kepada kami dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah , ia pemah bertanya, “Wahai Rasulullah , Bagaimanakah cara kami mengucapkan shalawat untukmu, yakni dalam shalat?” Nabi menjawab, “Kalian ucapkan. 'Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim. Dan limpahkanlah berkah kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana telah Engkau limpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim'. Kemudian kalian mengucapkan salam untukku.178
Musnad Syafi'i 171 (230166)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فِي الصَّلَاةِ: «اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ»
172. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Sa'ad bin Ishaq mengabarkan kepadaku dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ka'ab bin Ujrah , dari Nabi bahwa beliau mengucapkan doa -berikut- dalam shalatnya, “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah berkah kepada Muhammad juga keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung"179
Musnad Syafi'i 172 (230167)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ بُحَيْنَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ قَامَ فَلَمْ يَجْلِسْ، فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ، فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَنَظَرْنَا تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ التَّسْلِيمِ، ثُمَّ سَلَّمَ
173. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Al A'raj, dari Abdullah bin Buhainah, ia berkata, “Rasulullah shalat dua rakaat sebagai imam kami, kemudian beliau langsung berdiri tanpa duduk terlebih dahulu, maka orang-orang ikut berdiri pula bersamanya. Setelah beliau menyelesaikan shalat dan kami menunggu salamnya, ternyata beliau mengucapkan takbir, lalu sujud sebanyak dua kali dan masih dalam keadaan duduk sebelum salam, setelah itu barulah beliau mengucapkan salam.” 180
Musnad Syafi'i 173 (230168)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنِ ابْنِ بُحَيْنَةَ، أَنَّ رَسُولَ [ص:43] اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي الثِّنْتَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ فَلَمْ يَجْلِسْ فِيهِمَا، فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ
174. Malik mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sald, dari Al A'raj, dari Ibnu Buhainah: Bahwa Rasulullah langsung berdiri setelah dua rakaat shalat Zhuhur tanpa duduk terlebih dahulu. Setelah beliaii menyelesaikan shalatoya, beliau sujud sebanyak dua kali kemudian salam setelah itu. 181
Musnad Syafi'i 174 (230169)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: " كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كَأَنَّهُ عَلَى الرَّضْفِ، قُلْتُ: حَتَّى يَقُومَ؟ قَالَ: ذَلِكَ يُرِيدُ "
175. Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim mengabarkan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Ubaidah bin Abdullah bin Mas'ud, dari Rasulullah pada rakaat kedua seakan- ?ayahnya, ia mengatakan akan berada di atas besi yang dipanaskan. Aku bertanya, “Hingga beliau cepat berdiri?” Ia menjawab, “Memang demikian yang dikehendakinya.” 182
Musnad Syafi'i 175 (230170)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ فِي الصَّلَاةِ إِذَا فَرَغَ مِنْهَا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ.
176. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ismail bin Muhammad bin Sa'ad bin Abi Waqash mengabarkan kepadaku dari Amir bin Sa'ad, dari ayahnya, dari Nabi : Nabi salam setelah selesai dari shalatnya dengan menoleh ke kanan dan ke kirinya. 183

Musnad Syafi'i 176 (230171)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنِي غَيْرُ وَاحِدٍ، مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ عَنْ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
177. Tidak hanya satu ulama mengabarkan kepadaku dari Ismail, dari Amir bin Sa'id. dari bapaknya, dari Nabi dengan redaksi yang semisal. 184
Musnad Syafi'i 177 (232010)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ بُخْتٍ، عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى يُرَى خَدَّاهُ»
178. Ibrahim, yakni: Ibnu Muhammad, mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin Abdullah, dari Abdul Wahab bin Bakht, dari Watsilah bin Asqa': Nabi salam ke kanan dan ke kiri hingga pipinya kelihatan. 185
Musnad Syafi'i 178 (230172)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي أَبُو عَلِيٍّ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبَّاسَ بْنَ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ يُخْبِرُ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُسَلِّمُ إِذَا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ»
179. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami. Abu Ali menceritakan kepadaku, ia pernah mendengar Abbas bin Sahl bin Sa'ad mengabarkan hadits berikut dari ayahnya: bahwa Nabi melakukan salam setelah selesai shalat dengan menoleh ke kanan dan ke kirinya. 186
Musnad Syafi'i 179 (230173)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ
180. Muslim bin Khalid dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Yahya Al Mazini, dari Muhammad bin Yahya bin Hibban, dari pamannya, yaitu Wasi' bin Hibban, dari Ibnu Umar , dari Nabi : Bahwa Nabi ?melakukan salam ke kanan dan ke kirinya. 187
Musnad Syafi'i 180 (230174)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى، عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ، قَالَ مَرَّةً عَنِ ابْنِ عُمَرَ , وَمَرَّةً عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ
181. Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya dari Muhammad bin Yahya, dari pamannya, yaitu Wasi' bin Hibban, ia berkata -sesekali- dari lu Umar, dan lain waktu dari Abdullah bin Zaid: Nabi mengucapkan salam ke arah kanan dan ke arah kirinya. 188
Musnad Syafi'i 181 (230175)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنِ ابْنِ الْقِبْطِيَّةِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ أَحَدُنَا بِيَدِهِ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمُ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَا بَالَكُمْ تُومِئُونَ بِأَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمُسٍ، أَوَلَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ، أَوْ: إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ، أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ "
182. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Mis'ar, dari Ibnul Qibthiyah, dari Jabir bin Samurah, ia mengatakan: Ketika kami sedang bersama Rasulullah , ada seseorang di antara kami bersalam dengan mengucapkan “Assalaamu 'alaikum” ke arah kanan dan ke arah kirinya seraya mengisyaratkan dengan tangannya ke arah kanan dan ke arah kirinya. Maka Nabi bertanya, “Mengapa kalian melakukan isyarat dengan tangan kalian seakan-akan seperti buntut kuda yang garang ? Tidakkah cukup bagi seseorang di antara kalian -atau sesungguhnya sudah cukup bagi seseorang di antara kalian- hanya dengan meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian bersalam ke arah kanan dan kirinya seraya mengucapkan “Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh'.189
Musnad Syafi'i 182 (230176)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخْبَرَتْنِي هِنْدُ بِنْتُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: " كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ مِنْ صَلَاتِهِ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِي تَسْلِيمَهُ، وَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَكَانِهِ يَسِيرًا. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: فَنَرَى مُكْثَهُ ذَلِكَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ لِكَيْ يَنْفُذَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ مَنِ انْصَرَفَ مِنَ الْقَوْمِ
183. Ibrahim bin Sa'ad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, ia mengatakan: Hindun binti Al Harits bin Abdullah bin Abu Rabi'ah mengabarkan kepadaku dari Ummu Salamah, istri Nabi , ia berkata, “Rasulullah bila melakukan salam dari shalatnya, kaum wanita berdiri setelah beliau menyelesaikan salamnya, sedangkan Nabi sendiri diam sebentar di tempatnya.” Ibnu Syihab berkata, “Maka kami memandang bahwa diam yang beliau lakukan itu —hanya Allah yang lebih mengetahui— untuk menunggu agar kaum wanita berlalu lebih dahulu supaya tidak berbarengan dengan kaum lelaki.” 190
Musnad Syafi'i 183 (230177)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ» . قَالَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ: ثُمَّ ذَكَرْتُهُ لِأَبِي مَعْبَدٍ بَعْدُ، فَقَالَ: لَمْ أُحَدِّثْكَهُ. قَالَ عُمَرُ: وَقَدْ حَدَّثَنِيهِ قَالَ: وَكَانَ مِنْ أَصْدَقِ مَوَالِي ابْنِ عَبَّاسٍ. قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: كَأَنَّهُ نَسِيَهُ بَعْدَمَا حَدَّثَهُ إِيَّاهُ
184. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr, dari Abu Ma'bad, dari Ibnu Abbas , ia berkata, “Aku mengetahui selesainya shalat Rasulullah melalui takbir.”
Amr bin Dinar berkata, “Kemudian aku menuturkan hadits ini kepada Abu Ma'bad sesudahnya, tetapi ia menjawab, 'Aku belum pernah menceritakan hadits ini kepadamu'.” Amr berkata, “Engkau sendirilah yang telah menceritakannya kepadaku.”, Ibnu Uyainah berkata, “Abu Ma'bad adalah pelayan Ibnu Abbas yang paling dipercaya.” 191
Asy-Syafi'i berkata, “Sepertinya ia lupa telah menceritakan hadits sendirian.”
Musnad Syafi'i 184 (230178)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ مِنْ صَلَاتِهِ [ص:45] يَقُولُ بِصَوْتِهِ الْأَعْلَى: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ، وَلَهُ الْفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ»
185. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Musa bin Uqbah menceritakan kepadaku dari Abu Az-Zubair bahwa ia pernah mendengar Abdullah bin Az-Zubair mengatakan: Rasulullah bila telah melakukan salam dari shalatnya, beliau mengucapkan doa berikut dengan suara yang keras, “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya: bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada.Nya. Semua nikmat hanyalah milik-Nya. semua anugerah hanyalah milik-Nya. dan semua pujian yang baik hanyalah milik-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah. Dengan tulus ikhlas karena-Nya kami beragama, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai192
Musnad Syafi'i 185 (230179)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي الْأَوْبَرِ الْحَارِثِيِّ، سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْحَرِفُ مِنَ الصَّلَاةِ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ»
186. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Abdul Aubar Al Harits: Aku pernah mendengar Abu Hurairah berkata, “Rasulullah (bila selesai dari shalatnya) bubar dengan mengambil jalan ke arah kanan dan (adakalanya) ke arah kirinya.” 193
Musnad Syafi'i 186 (230180)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مِهْرَانَ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنِ الْأَسْوَدِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: لَا يَجْعَلَنَّ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ مِنْ صَلَاتِهِ جُزْءًا، يَرَى أَنَّ حَتْمًا عَلَيْهِ أَنْ لَا يَنْفَتِلَ إِلَّا عَنْ يَمِينِهِ، فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرَ مَا كَانَ يَنْصَرِفُ عَنْ يَسَارِهِ
187. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Sulaiman bin Mahran, dari Umarah, dari Al Aswad, dari Abdullah, ia berkata, “Jangan sekali-kali seseorang dari kalian menjadikan sebagian shalat untuk syetan.” Ia berpendapat bahwa merupakan suatu keharusan baginya untuk tidak bubar (dari shalatnya) kecuali dari arah kanamya. (Ia berkata), “Sesungguhnya aku pernah melihat Rasulullah bubar kebanyakan dari arah kirinya.” 194
Musnad Syafi'i 187 (230181)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: " أَبْصَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَجُلًا عَلَيْهِ هَيْئَةَ السَّفَرِ فَسَمِعَهُ يَقُولُ: لَوْلَا أَنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ لَخَرَجْتُ، فَقَالَ عُمَرُ: اخْرُجْ، فَإِنَّ الْجُمُعَةَ لَا تَحْبِسُ عَنْ سَفَرٍ "
188. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Al Aswad bin Qais dari bapaknya, ia pernah berkata, "Umar bin Al Khaththab pernah melihat seorang lelaki yang mengunakan peralatan untuk bepergian lalu ia mendengarnya mengucapkan, 'Kalau bukan karena hari ini adalah jumat, maka aku akan bepergian', lalu Umar berkata “Pergilah karena sesungguhnya jumat tidak menahan seseorang untuk bepergian'.” 195
Musnad Syafi'i 188 (230183)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ: دُعِيَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لِسَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ وَهُوَ يَمُوتُ، وَابْنُ عُمَرَ يَسْتَجْمِرُ لِلْجُمُعَةِ، فَأَتَاهُ وَتَرَكَ الْجُمُعَةَ وَأُخْبِرْتُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، مِثْلَهُ، أَوْ مِثْلَ مَعْنَاهُ
189. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Najih dari Ismail bin Abdurrahman bin Abu Di'b, ia berkata, ”Abdullah bin Umar pernah dipanggil untuk urusan Sa'id bin Zaid yang meninggal dunia, dan Ibnu Umar saat sedang melakukan istijmar untuk melaksanakan shalat jumat, lalu ia mendatanginya dan meninggalkan jumat.” Dan telah dikabarkan suatu hadits kepadaku dari Abdullah bin Umar dari Nafi, dari Ibnu Umar dengan redaksi semisalnya atau dengan makna semisalnya.." 196
Musnad Syafi'i 189 (230184)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ أَحَدُهُمَا: كَانَ إِذَا ابْتَدَأَ الصَّلَاةَ، وَقَالَ الْآخَرُ: كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ قَالَ: «وَجَّهْتُ [ص:47] وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ» ، قَالَ أَحَدُهُمَا: «وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ» ، وَقَالَ الْآخَرُ: «وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ» قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ بِالتَّعَوُّذِ ثُمَّ {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [الْفَاتِحَة: 1] . فَإِذَا أَتَى عَلَيْهَا قَالَ: «آمِينَ» وَيَقُولُ مَنْ خَلْفُهُ، إِنْ كَانَ إِمَامًا يَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى يُسْمِعَ مَنْ خَلْفَهُ إِذَا كَانَ يَجْهَرُ بِالْقِرَاءَةِ
190. Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij dari Musa bin Uqbah dari Abdullah bin Al Fadhl dari Abdurrahman Al A'raj dari Ubaidullah bin Abu Rafi' dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah bersabda, salah satunya adalah: Ketika shalat dimulai (yang lain berkata) jika membuka shalat beliau tersabda, “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menguasai langit dan bumi secara hanif dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah yang memelihara alam, tidak ada serikat kepada-Nya dan demikianlah yang diperintahkan (yang lainnya berkata) dan aku termasuk golongan kaum muslimin pertama (yang lainnya berkata) aku temasuk golongan kaum muslimin.”
Asy-Syafi'i berkata, “Kemudian ia membaca Al Qur'an dengan ta'awudz lalu bismillaahirrahmanirrahim jika sampai diakhir ia berkata, “Amin” dan orang yang terada dibelakangnya juga mengatakan yang sama, jika ia adalah imam, maka ia mengangkat suanya hingga bisa didengar oleh orang yang ada dibelakangnya.
"197
Musnad Syafi'i 190 (230185)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي يَحْيَى، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: جَاءَتِ الْحَطَّابَةُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا لَا نَزَالُ سَفْرًا، كَيْفَ نَصْنَعُ بِالصَّلَاةِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَلَاثُ تَسْبِيحَاتٍ رُكُوعًا، وَثَلَاثُ تَسْبِيحَاتٍ سُجُودًا»
191. Ibnu Abu Yahya mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, ia mengatakan: Orang-orang pencari kayu datang kepada Rasulullah , lalu bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami terus-menerus dalam jalanan, apakah yang harus kami lakukan dengan shalat kami?” Rasulullah tersabda, “Tiga kali tasbih dalam ruku dan tiga kali tasbih dalam sujud198
Musnad Syafi'i 191 (230186)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ يَزِيدَ الْهُذَلِيِّ، عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَقَالَ: سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَدْ تَمَّ رُكُوعُهُ، وَذَلِكَ أَدْنَاهُ، وَإِذَا سَجَدَ فَقَالَ: سُبْحَانَ رَبِّي الْأَعْلَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَدْ تَمَّ سُجُودُهُ، وَذَلِكَ أَدْنَاهُ "
192. Muhammad bin Ismail mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Ishaq bin Yazid Al Hudzali, dari Auf bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian ruku, lalu mengucapkan, “Subhaana rabbiyal 'azhiimi” sebanyak tiga kali berarti rukunya telah sempurna: yang demikian itu adalah batas minimalnya. Apabila ia sujud lalu mengucapkan 'Subhaana rabbiyal a'laa', sebanyak tiga kali, berarti sujudnya sempurna; yang demikian itu adalah batas minimalnya. "199
Musnad Syafi'i 192 (230187)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ جَلَسَ عَلَى أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ. . .» . وَذَكَرَ الْحَدِيثَ
193. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila hari Jum'at tiba, maka duduklah pada tiap-tiap pintu masjid..?" hingga akhir hadits200
Musnad Syafi'i 193 (230188)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ: " قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ: أَقْصِرُ إِلَى عَرَفَةَ؟ قَالَ: لَا، وَلَكِنْ إِلَى جُدَّةَ وَعُسْفَانَ وَالطَّائِفِ، وَإِنْ قَدِمْتَ عَلَى أَهْلٍ أَوْ مَاشِيَةٍ فَأَتِمَّ " قَالَ: وَهَذَا قَوْلُ ابْنِ عُمَرَ، وَبِهِ نَأْخُذُ
194. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Atha' bin Abu Rabah, ia berkata, aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas, ”Apakah aku boleh mengqashar shalat jika pergi ke Arafah?. Ia berkata, "Namun —kamu boleh mengqashar jika pergi- ke Jeddah Ashfan atau Tha'if, jika kamu telah tiba di suatu keluarga ataii diperbendaharaan, maka sempurnakanlah —shalat— dan ia berkata, "Dan ini adalah perkataan Ibnu Umar dan inilah yang kami ambil."201
Musnad Syafi'i 194 (230189)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي عَمَّارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهِ، وَعَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ: قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْقَصْرَ فِي الْخَوْفِ، فَأَنَّى الْقَصْرُ فِي غَيْرِ الْخَوْفِ؟ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ، فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ، فَاقْبَلُوا صَدَقَتُهُ»
195. Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Ammar, dari Abdullah bin Babah, dan dari Ya'la bin Umayah, ia mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Umar bin Al Khaththab, “Allah telah menyebutkan qashar dalam keadaan khauf, bagaimanakah qashar yang bukan dalam keadaan khauf?” Umar bin Khaththab menjawab, “Aku pun pernah merasa heran seperti yang kamu alami, maka aku bertanya kepada Rasulullah , lalu beliau menjawab. “Hal itu merupakan sedekah yang diberikan Allah kepada kalian, terimalah sedekah-Nya” 202
Musnad Syafi'i 195 (230190)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ أَبِي تَمِيمَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «سَافَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ آمَنَّا لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ» قَالَ الْأَصَمُّ: أَظُنُّهُ سَقَطَ مِنْ كِتَابِي ابْنُ عَبَّاسٍ
196. Abdul Wahab bin Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ayyub bin Abu Tamimah, dari Muhammad bin Sirin, dari Ibnu Abbas , ia berkata, Rasulullah mengadakan perjalanan di antara kota Makkah dan Madinah dalam keadaan aman, tidak ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah SWT, dan beliau shalat dua rakaat”203
Musnad Syafi'i 196 (230191)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «سَافَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ آمَنَّا لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ، يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ»
197. Abdul Wahab mengabarkan kepada kami dari Ayyub Asy-Syakhtiyani, dari Muhammad bin Sirin, dari Ibnu Abbas , ia berkata, “Rasulullah mengadakan perjalanan atara kota Makkah dan Madinah dalam keadaan aman. Beliau tidak merasa takut kecuali hanya kepada Allah, dan beliau melakukan shalat dua rakaat. 204
Musnad Syafi'i 197 (230192)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي يَحْيَى، عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: " أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السَّفَرِ، كَانَ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَهُوَ فِي مَنْزِلِهِ جَمَعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِي الزَّوَالِ، وَإِذَا سَافَرَ قَبْلَ أَنْ تَزُولَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الظُّهْرَ حَتَّى يَجْمَعَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الْعَصْرِ فِي وَقْتِ الْعَصْرِ. قَالَ: وَأَحْسِبُهُ قَالَ فِي الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ مِثْلَ ذَلِكَ "
198. Ibnu Abu Yahya mengabarkan kepada kami dari Husain bin Abdullah bin Ubaidillah bin Abbas, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas ia berkata, “ Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang shalat Rasulullah dalam perjalanan ? Apabila matahari telah tergelicir, sedangkan beliau masih berada di rumahnya, maka beliau menjamak antara shalat Zhuhur dan shalat Ashar pada waktu zawal (zhuhur) . Apabila beliau berangkat sebelum matahari tergelincir, beliau mengakhirkan shalat Zhuhur untuk dijamakkan antara shalat itu dengan shalat Ashar di waktu ashar”. Kuraib berkata, “Aku menduga dia mengatakan yang semisal dalam shalat Maghrib dan shalat Isya” 205
Musnad Syafi'i 198 (230193)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
وَمِنْ كِتَابِ الْأَمَالِي فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: سَمِعْتُ عَطَاءً، يَقُولُ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، وَابْنَ الزُّبَيْرِ، لَا يَخْتَلِفَانِ فِي التَّشَهُّدِ
199. Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul Aziz bin Abu Rawwad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij: Aku pernah mendengar Ibnu Abbas berkata, .'Aku pernah mendengar Ibnu Abbas dan Ibnu Zubair, keduanya tidak berbeda dalam hal tasyahud.”205
Musnad Syafi'i 199 (230194)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan