Musnad Syafi'i

بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا الْإِمَامُ أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ ادْرِيسَ الشَّافِعِيُّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ،
Imam Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami,
Musnad Syafi'i (230002)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ، رَجُلٍ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ، أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ، وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ، فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا، أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»
1. Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Shafwan bin Sulaim, dari Sald bin Salamah, seseorang dari kalangan keluarga Ibnu Azraq: ia mengatakan bahwa Al Mughirah bin Abu Burdah, ia dari' kalangan Bani Abdud-Dar, ia mengabarkan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah mengatakan: Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah , untuk Itu ia berkata, “Sesungguhnya kami akan menaiki perahu di laut, sedangkan kami hanya membawa sedikit persediaan air tawar. Jika kami memakainya untuk berwudhu, niscaya kami akan kehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut?" Rasulullah menjawab, “airnya menyucikan dan Halal bangkainya.
Musnad Syafi'i 1 (230003)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَنْبَأَنَا الثِّقَةُ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ نَجَسًا أَوْ خَبَثًا»
2. Orang yang terpercaya memberitahukan kepada kami dari Al WaJid bin Katsir. dari Muhamad bin Abbad bin Ja'far. dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya bahwa Rasulullah pernah bersabda "Apabila air mencapai dua qullah, maka ia tidak mengandung najis atau kotoran
Musnad Syafi'i 2 (230004)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ مِنْ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ»
3. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad. dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda “Apabila anjing minum dari wadah seseorang di antara kalian hendaklah ia mencucinya sebanyak tujuh kail
Musnad Syafi'i 3 (230005)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ [ص:8] اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ»
4. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad. dari Al A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda : “Apabila seekor anjing menjilat wadah seseorang di antara kalian, hendaklah ia mencucinya sebanyak tujuh kali cucian11
Musnad Syafi'i 4 (230006)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَنْبَأَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ أَبِي تَمِيمَةَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أُولَاهُنَّ أَوْ أُخْرَاهُنَّ بِالتُّرَابِ»
5. Ibnu Uyainah memberitahukan kepada kami dari Ayyub bin Abu Tamimah. dari Ibnu Sirin. dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda “Apabila anjing menjilat dalam wadah seseorang di antara kalian, hendaklah ia mencucinya sebanyak tujuh kali : cucian yang pertama atau yang terakhir dicampur dengan tanah12
Musnad Syafi'i 5 (230007)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضَةِ يُصِيبُ الثَّوْبَ، فَقَالَ: «حُتِّيهِ، ثُمَّ اقْرُصِيهِ بِالْمَاءِ، ثُمَّ رُشِّيهِ، وَصَلِّي فِيهِ»
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ عَنِ الشَّافِعِيِّ فِي أَوَّلِ الكِتَابِ
6. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari Fatimah, dari Asma, ia berkata “Aku pernah bertanya kepada Nabi tentang darah haid yang mengenai kain, lalu beliau bersabda “Keriklah terlebih dahulu, lalu kucek dengan air. Kemudian cipratilah dengan air, lalu kamu boleh shalat dengan memakai kain itu"13
Ar-Rabi' mengabarkan kepada kami, dari Syafi'i di awal kitab.
Musnad Syafi'i 6 (230008)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ امْرَأَتَهُ فَاطِمَةَ بِنْتَ الْمُنْذِرِ تَقُولُ: سَمِعْتُ جَدَّتِي أَسْمَاءَ ابْنَةَ أَبِي بَكْرٍ تَقُولُ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضَةِ، فَذَكَرَ مِثْلَهُ
7. Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami. Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami bahwa ia pemah mendengar istrinya -Fatimah binti Al Mundzir- mengatakan: Aku pemah mendengar nenekku -Asma binti Abu Bakar- terkata. ”Aku pernah menanyakan kepada Nabi tentang darah haid, maka beliau menyebutkan hal yang semisal dengan hadits di atas” 14
Musnad Syafi'i 7 (232001)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ، عَنْ أَسْمَاءَ ابْنَةِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ: سَأَلَتِ امْرَأَةٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهَا الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ، كَيْفَ تَصْنَعُ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهَا: «إِذَا أَصَابَ ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتَقْرُصْهُ، ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ بِالْمَاءِ، ثُمَّ تُصَلِّ فِيهِ»
8. Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah! dari Fatimah binti Al Mundzir, dari Asma binti Abu Bakar, ia mengatakan: Seorang wanita pernah bertanya kepada Rasulullah , .'Wahai Rasulullah! Bagaimanakah menurutmu bila kain salah seorang dari kami terkena darah haid, apakah yang harus ia perbuat?" Maka Nabi bersabda kepadanya, “Apabila kain salah seorang di antara kalian terkena darah haid, hendaklah ia menguceknya dengan air, kemudian mencipratinya dengan air, lalu ia boleh memakainya untuk shalat."15
Musnad Syafi'i 8 (230009)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي حَبِيبَةَ أَوِ ابْنِ حَبِيبَةَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ: أَنَتَوَضَّأُ بِمَا أَفْضَلَتِ الْحُمُرُ؟ قَالَ: «نَعَمْ، وَبِمَا أَفْضَلَتِ السِّبَاعُ كُلُّهَا»
9. Sa'id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Habibah atau Ibnu Habibah, dari Daud bin Al Hushain. dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi , Bahwa beliau pernah ditanya “Apakah kami boleh terwudhu dengan air bekas keledai?", Nabi menjawab “Ya boleh : dan juga dengan bekas air minum semua binatang buas.16
Musnad Syafi'i 9 (230010)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، وَكَانَتْ تَحْتَ ابْنِ قَتَادَةَ، أَوْ أَبِي قَتَادَةَ، الشَّكُّ مِنَ الرَّبِيعِ، أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ فَسَكَبَتْ لَهُ وَضُوءًا، فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَشَرِبَتْ مِنْهُ، قَالَتْ: فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: أَتَعْجَبِينَ يَا بِنْتَ أَخِي، إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ أَوِ الطَّوَّافَاتِ»
10. Malik mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin Abdullah, dari Hamidah binti Ubaid bin Rifa'ah, dari Kabsyah binti Ka'ab bin MaJik yang menjadi istri Ibnu Abu Qatadah. atau Abu Qatadah sendiri - keraguan ini dari Ar-Rabi' - Bahwa Abu Qatadah masuk, lalu aku menuangkan air (menyiapkan) wudhu untuknya, tetapi tiba-tiba datang seekor kucing dan langsung meminum airnya. Lalu ia melanjutkan kisahnya: Maka Abu Qatadah melihat ke arahku yang sedang memandangnya, dan ia berkata. "Apakah engkau heran, hai anak perempuan saudaraku? Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda. 'Sesungguhnya kucing ini tidak najis, ia termasuk hewan jantan dan hewan betina yang jinak yang berada disekeliling kalian'." 17
Musnad Syafi'i 10 (230011)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَنْبَأَنَا الثِّقَةُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ، أَوْ مِثْلَ مَعْنَاهُ
11. Orang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir dari Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya dari Nabi , dengan redaksi semisalnya atau dengan makna semisalnya. 18
Musnad Syafi'i 11 (232002)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ مِنَ الْقَدَحِ، وَهُوَ الْفَرَقُ، وَكُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَهُوَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ
12. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az.Zuhri dari Urwah dari Aisyah , bahwa Rasulullah pernah mandi dari satu bejana dan aku juga pernah mandi bersama beliau dari satu wadah. 19
Musnad Syafi'i 12 (230012)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «إِنَّ الرِّجَالَ وَالنِّسَاءَ كَانُوا يَتَوَضَّئُونَ فِي زَمَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمِيعًا»
13. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa ia pernah berkata “Sesungguhnya para telaki dan perempuan dahulu di zaman Nabi pernah berwdhu bersama-sama.” 20
Musnad Syafi'i 13 (230013)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ
14. Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah. dari ayahnya, dari Aisyah , ia berkata. “Aku pernah mandi bersama Nabi dari satu wadah.21
Musnad Syafi'i 14 (230014)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ مَيْمُونَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّهَا كَانَتْ تَغْتَسِلُ هِيَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ
15. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Abu Asy Sya'tsa, dari Ibnu Abbas, dari Maimunah : Bahwa ia pernah mandi dengan Nabi dari satu wadah. 22
Musnad Syafi'i 15 (230015)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ، فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُ: أَبْقِ لِي، أَبْقِ لِي
16. Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Asyim, dari Mu'adzah Al Adawiyah, dari Aisyah . ia berkata “Aku sering mandi bersama Nabi dari satu wadah. dan ada kalanya aku berkata kepada beliau, 'Sisakanlah buatku, sisakanlah buatku' 23
Musnad Syafi'i 16 (230016)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ مَيْتَةٍ قَدْ كَانَ أَعْطَاهَا مَوْلَاةً لِمَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «فَهَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِجِلْدِهَا؟» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّهَا مَيْتَةٌ. قَالَ: «إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا»
17. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ubaidullah, dari Ibnu Abbas , ia mengatakan : Nabi pernah menjumpai bangkai seekor kambing yang diberikan oleh pelayan perempuan Maimunah, isteri Nabi . Lalu belia bersabda (kepada para sahabat) “Mengapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya ?”. Mereka menjawab “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kambing itu telah menjadai bangkai”. Nabi bersabda “Sesungguhnya yang diharamkan adalah memakannya24
Musnad Syafi'i 17 (230017)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَنْبَأَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا عَلَى أَهْلِ هَذِهِ لَوْ أَخَذُوا إِهَابَهَا فَدَبَغُوهُ فَانْتَفَعُوا بِهِ» . قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّهَا مَيْتَةٌ. قَالَ: «إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا»
18. Ibnu Uyainah memberitahukan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah. dari Ibnu Abbas . dari Nabi . ""Apakah yang dilakukan oleh pemilik bangkai kambing ini, seandainya mereka menyamak dan memanfaatkannya ?” Mereka menjawab “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kambing ini telah menjadi bangkai." Beliau bersabda “Sesungguhnya yang diharamkan hanyalah memakannya25
Musnad Syafi'i 18 (230018)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ وَعْلَةَ، سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ»
19. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam: ia pernah mendengar Ibnu Wa'lah, ia pernah mendengar dari Ibnu Abbas bahwa ia pernah mendengar Nabi Muhammad bersabda, "Kulit apapun apabila disamak, maka ia menjadi suci26
Musnad Syafi'i 19 (230019)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنِ ابْنِ وَعْلَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا دُبِغَ الْإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ»
20. Malik mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Ibnu Wa'lah, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda "Apabila kulit disamak, maka ia menjadi suci” 27
Musnad Syafi'i 20 (230020)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ قُسَيْطٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَنْ يُسْتَمْتَعَ بِجُلُودِ الْمَيْتَةِ إِذَا دُبِغَتْ
21. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Qusaith, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban, dari ibunya, dari Aisyah : Bahwa Nabi telah memerintahkan agar kulit bangkai dimanfaatkan apabila telah disamak. 28
Musnad Syafi'i 21 (230021)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " الَّذِي يَشْرَبُ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ
22. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi, dari Zaid bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, dari Ummu Salamah bahwa Nabi pernah bersabda, "Orang yang minum dari perak tiada lain hanyalah meregukkan api neraka Jahanam ke dalam perutnya.29
Musnad Syafi'i 22 (230022)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ [ص:11] حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»
23. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya. Janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam wadah sebelum mencucinya sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di manakah tangannya semalam berada.30
Musnad Syafi'i 23 (230023)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، وَابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِي وَضُوئِهِ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»
24. Malik dan Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah , dari Nabi yang telah bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, hendaklah mencuci tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air untuk wudhunya, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak mengetahui di mana semalam tangannya berada.31
Musnad Syafi'i 24 (230024)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْتَظِرُونَ الْعِشَاءَ فَيَنَامُونَ، أَحْسَبُهُ قَالَ: قُعُودًا، حَتَّى تَخْفِقَ رُءُوسُهُمْ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ
25. Orang yang terpercaya mengabarkan kepada kami dari maid, dari Anas bin Malik , ia berkata, “Dahulu para sahabat Rasulullah menunggu shalat Isya, lalu mereka tertidur -aku menduganya mengatakan, dalam keadaan duduk hingga kepala mereka terantuk-antuk, kemudian mereka shalat tanpa berwudhu lagi.”32
Musnad Syafi'i 25 (230025)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ يَنَامُ قَاعِدًا ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ
26. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar: Bahwa ia pemah tidur sambil duduk, kemudian shalat tenpa berwudhu lagi. 33
Musnad Syafi'i 26 (230026)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قُبْلَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ، أَوْ جَسُّهَا بِيَدِهِ، مِنَ الْمُلَامَسَةِ، فَمَنْ قَبَّلَ امْرَأَتَهُ أَوْ جَسَّهَا بِيَدِهِ فَعَلَيْهِ الْوُضُوءُ
27. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Salim, dari ayahnya, ia berkata, “Ciuman seorang laki-laki kepada istrinya atau rabaan dengan tangannya termasuk dalam pengertian mulaamah (saling bersentuhan), maka barangsiapa yang mencium istrinya atau merabanya dengan tangan, wajib melakukan wudhu.” 34
Musnad Syafi'i 27 (230027)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، أَخْبَرَنِي عَبَّادُ بْنُ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: شُكِيَ إِلِي النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ الشَّيْءُ فِي الصَّلَاةِ. فَقَالَ: «لَا يَنْفَتِلُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا، أَوْ يَجِدَ رِيحًا»
28. Sufyan menceritakan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepada kami, Abbad bin Tamim mengabarkan kepadaku dari pamannya -yaitu Abdullah bin Zaid- ia terkata, “Seorang lelaki mengadu kepada Rasulullah bahwa seakan-akan ia merasakan sesuatu dalam shalatnya, maka beliau menjawab,”Janganlah ia keluar (dari shalatnya) sebelum mendengar suara (kentut) atau mencium baunya35
Musnad Syafi'i 28 (230028)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَجُلًا مَرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ الرَّجُلُ، فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ، فَلَمَّا جَاوَزَهُ نَادَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: " إِنَّمَا حَمَلَنِي عَلَى الرَّدِّ عَلَيْكَ خَشْيَةُ أَنْ تَذْهَبَ فَتَقُولَ: إِنِّي سَلَّمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ، فَإِذَا رَأَيْتَنِي عَلَى هَذِهِ الْحَالَةِ فَلَا تُسَلِّمْ عَلَيَّ، فَإِنَّكَ إِنْ تَفْعَلْ لَا أَرُدُّ عَلَيْكَ "
29. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Umar bin Abdurrahman bin Abdullah bin Umar bin Khaththab mengabarkan kepadaku dari Nafi', dari Ibnu Umar: Bahwa ada seorang lelaki berjumpa dengan Nabi ketika beliau sedang buang air kecil. Lelaki itu memberi salam kepada beliau, lalu beliau menjawab salam(nya). Ketika lelaki itu berlalu, Nabi memanggilnya lalu bersabda, "Sesungguhnya hal yang mendorongku untuk menjawab salammu hanyalah karena khawatir bila engkau pergi, lalu engkau mengatakan, 'Aku telah mengucapkan salam kepada Rasulullah , tetapi beliau tidak mau menjawab salamku'. Untuk itu, apabila engkau melihatku dalam keadaan seperti ini, janganlah engkau mengucapkan salam kepadaku. Sesungguhnya jika engkau melakukan hal itu, niscaya aku tidak akan menjawab salammu36
Musnad Syafi'i 29 (230029)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي الْحُوَيْرِثِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنِ ابْنِ الصِّمَّةِ قَالَ: مَرَرْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ حَتَّى قَامَ إِلَى جِدَارٍ فَحَتَّهُ بِعَصًا كَانَتْ مَعَهُ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى الْجِدَارِ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيَّ السَّلَامَ قَالَ أَبُو الْعَبَّاسِ الْأَصَمُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: هَذَانِ الْحَدِيثَانِ لَيْسَا فِي كِتَابِ الْوُضُوءِ، وَلَكِنْ أَخْرَجْتُهُمَا فِيهِ لِأَنَّهُ مَوْضِعُهُ. وَفِي هَذَا الْمَوْضِعِ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ، قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَرَوَى أَبُو الْحُوَيْرِثِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنِ ابْنِ الصِّمَّةِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ فَتَيَمَّمَ، فَأَخْرَجْتُ الْحَدِيثَ بِتَمَامِهِ لِهَذِهِ الْعِلَّةِ
30. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Abu Al Huwairits, dari Al A'raj. dari Ibnu Ash-Shammah, ia berkata “Aku pernah berjumpa dengan Nabi yang pada saal itu sedang buang air kecil. Maka aku memberi salam kepadanya, tetapi beliau tidak menjawab salamku. Lalu beliau beriiri di dekat tembok, maka tembok itu dikeriknya dengan tongkat yang ada padanya, kemudian meletakkan tangannya pada temtok dan mengusap wajah serta kedua hastanya, bani kemudian menjawab salamku."37
Abu Al Abbas Al Asham berkata, “Dua hadits ini tidak dalam pembahasan tentang wudhu, adapun aku memaparkan dalam pembahasan tersebut karena disituilah mestinya keduanya ada.
Asy-Syafi'i berkata, “Dan telah diriwayatkan oleh Abu Al Huwairits dari Al A'raj dari Ibnu Ash.Shummah: Bahwa rasulullah pernah buang air kecil lalu tayammum, lalu aku memaparkan hadits dengan lengkap karena sebab ini.
Musnad Syafi'i 30 (230030)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ، أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَرَهُ أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ إِذَا دَنَا مِنْ أَهْلِهِ فَخَرَجَ مِنْهُ الْمَذْيُ، مَاذَا عَلَيْهِ؟ قَالَ عَلِيٌّ: فَإِنَّ عِنْدِي ابْنَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَنَا أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَهُ. قَالَ الْمِقْدَادُ: فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ: «إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ فَلْيَنْضَحْ فَرْجَهُ، وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ»
31. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu An-Nadhr -pelayan Umar bin Ubaidillah-dari Sulaiman bin Yasar, dari Al Miqdad bin Aswad: Bahwa Ali bin Abi Thalib pernah menyuruhnya untuk menyakan kepada Rasuullah tentang seorang lelaki yang ketika mendekati (mencumbu) isterinya, ia mengeluarkan madzi, apakah yang harus dilakukannya? Ali berkata “Karena sesungguhnya aku beristerikan putri Rasululullah , dan aku merasa malu bila bertanya langsung kepadanya.” Al Miqdad mengatakan: Lalu aku menanyakan hal tersebut kepada Nabi , beliau menjawab : “Apabila seseorang dari kalian mengalami hal tersebut,hendaklah ia menciprati kemaluannya (dengan air) dan melakukan wudhu seperti wudhu untuk shalat38
Musnad Syafi'i 31 (230031)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ: دَخَلْتُ عَلَى مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ فَتَذَاكَرْنَا مَا يَكُونُ مِنْهُ الْوُضُوءُ، فَقَالَ مَرْوَانُ: وَمِنْ مَسِّ الذَّكَرِ الْوُضُوءُ، فَقَالَ عُرْوَةُ: مَا عَلِمْتُ ذَلِكَ، فَقَالَ مَرْوَانُ: أَخْبَرَتْنِي بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ»
32. Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm bahwa ia pernah mendengar Urwah bin Zubair bercerita : Aku pernah masuk menemui Marwan bin Hakam, lalu kami saling mengingatkan tentang hal-hal yang membatalkan wudhu. Marwan berkata, “Karena memegang dzakar wajib berwudhu.” Urwah menjawab, “Aku tidak mengetahui hadits itu.” Marwan berkata, “Busrah binti Shafwan menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda “Apabila seseorang di antara kalian memegang kemaluannya, hendaklah ia berwudhu39
Musnad Syafi'i 32 (230032)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَمْرٍو، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ الْهَاشِمِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [ص:13] أَنَّهُ قَالَ: «إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى ذَكَرِهِ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ شَيْءٌ فَلْيَتَوَضَّأْ»
33. Sulaiman bin Amr dan Muhammad bin Abdullah mengabarkan kepada kami dari Yazid bin Abdul Malik Al Hasyimi, dari Sa'id bin Abu Sa'id, dari Abu Hurairah dari Rasulullah , bahwa beliau pernah bersabda "Apabila seseorang di antara kalian memegang kemaluannya dengan tangannya, sedangkan antara tangan dan kemaluannya tidak ada suatu penghalang pun, maka hendaklah ia berwudhu.40
Musnad Syafi'i 33 (230033)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ، وَابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى ذَكَرِهِ فَلْيَتَوَضَّأْ» .
وَزَادَ ابْنُ نَافِعٍ فَقَالَ: عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ.
قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: سَمِعْتُ غَيْرَ وَاحِدٍ مِنَ الْحُفَّاظِ يَرْوُونَهُ لَا يَذْكُرُونَ فِيهِ جَابِرًا
34. Abdullah bin Nafi' dan Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Uqbah bin Abdurrahman, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban, ia mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda. “Apabila seseorang di antara kalian memegangkan tangannya ke kemaluannya, hendaklah ia berwudhu41
Ibnu Nafi' menambahkan. lalu ia berkata “dari Abdurrahman bin Tsauban dari Jabir dari Nabi dengan redaksi semisalnya.
Asy-Syafi'i berkata, “Aku mendengar tidak hanya dari satu hafizh yang meriwayatkannya, dan tidak menyebutkan Jabir di dalamnya.
Musnad Syafi'i 34 (230034)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنِي الْقَاسِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ، أَظُنُّهُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: إِذَا مَسَّتِ الْمَرْأَةُ فَرْجَهَا تَوَضَّأَتْ
35. Al Qasim bin Abdullah mengabarkan kepada kami -aku menduganya- dari Ubaidillah bin Umar, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah , ia berkata, "Apabila wanita memegang kemaluannya, maka ia harus berwudhu.” 42
Musnad Syafi'i 35 (230035)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ رَجُلَيْنِ، أَحَدُهُمَا جَعْفَرُ بْنُ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيُّ عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ كَتِفَ شَاةٍ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
36. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari dua orang lelaki —salah seorangnya adaJah Ja'far bin Amr bin Umayah Adh-Dhamiri— dari ayahnya: Bahwa Rasulullah pernah memakan paha kambing, kemudian shalat tanpa berwudhu lagi. 43
Musnad Syafi'i 36 (230036)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّمَا أَنَا لَكُمْ مِثْلُ الْوَالِدِ، فَإِذَا ذَهَبَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْغَائِطِ فَلَا يَسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ وَلَا يَسْتَدْبِرْهَا بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ، وَلْيَسْتَنْجِ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ» . وَنَهَى عَنِ الرَّوْثِ وَالرِّمَّةِ، وَأَنْ يَسْتَنْجِيَ الرَّجُلُ بِيَمِينِهِ
37. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Ajlan, dari Al Qa'qa bin Hakim, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya kedudukanku bagi kalian adalah seperti orang tua terhadap anaknya. Maka apabila seseorang di antara kalian melakukan buang air, janganlah ia menghadap ke arah tabiat dan jangan pula membelakanginya, baik ketika buang air besar ataupun buang air kecil, dan hendaklah ia beristinja (bersuci) dengan memakai tiga buah batu.” Beliau melarang melakukan istinja memakai kotoran hewan dan tulang. Dan melarang seorang lelaki beristinja menggunakan tangan kanannya. 44
Musnad Syafi'i 37 (230037)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو وَجْزَةَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُدَيْرٍ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الِاسْتِنْجَاءِ: «بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ لَيْسَ فِيهَا رَجِيعٌ»
38. Sufyan mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepadaku, ia mengatakan: Bahwa Abu Wajzah mengabarkan kepadaku dari Umran bin Hudair dari Imarah bin Khuzaimah bin Tsabit, dari ayahnya bahwa Nabi pernah bersabda, ”Istinja dilakukan dengan memakai tiga buah tanpa ada raji' (kotoran hewan yang telah kering) di antaranya45
Musnad Syafi'i 38 (230038)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِتَأْخِيرِ الْعِشَاءِ وَالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ»
39. Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Nabi pernah bersabda, "Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka mengakhirkan shalat Isya dan bersiwak pada tiap kali hendak melaksanakan shalat.46
Musnad Syafi'i 39 (230039)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ ابْنِ أَبِي عَتِيقٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ»
40. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Ibnu Abu Atiq, dari Aisyah bahwa Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya siwak itu menyucikan mulut dan lagi mendatangkan keridlaan Rabb47
Musnad Syafi'i 40 (230040)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِي وَضُوئِهِ؛ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»
41. Malik mengabarkan kepala kami dari Abu Az.Zinad. dari Al A'raj. dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pemah bersabda, “Apabila seseorang dl antara kailan bangun dari tidurnya, hendaklah ia mencuci tangannya sebelum dimasukkan ke dalam air wudhunya, karena sesungguhnya seseorang dl antara kalian tidak tahu di mana tangannya semalam berada.48
Musnad Syafi'i 41 (230041)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا؛ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ» . قَالَ أَبُو الْعَبَّاسِ الْأَصَمُّ: إِنَّمَا أَخْرَجْتُ حَدِيثَ مَالِكٍ عَلَى حِدَةٍ، وَحَدِيثَ سُفْيَانَ عَلَى حِدَةٍ؛ لِأَنَّ الشَّافِعِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَبْلَ ذَلِكَ ذَكَرَهُ عَنْهُمَا جَمِيعًا عَلَى لَفْظِ حَدِيثِ مَالِكٍ
42. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah, ia menyatakan: Rasulullah pernah bersabda “Apabila seseorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia mencuci tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air wudhunya, karena sesungguhnya ia tidak tahu di mana tangannya semalam berada49
Abu Al Abbas Al Asham berkata “Dan aku telah mentakrij hadits Malik dan juga hadits Sufyan, karena Asy-Syafi'i sebelum itu menyebutkan keduanya pada redaksi hadits Malik.
Musnad Syafi'i 42 (230042)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، وَابْنِ عُلَيَّةَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ وَهْبٍ الثَّقَفِيِّ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى عِمَامَتِهِ وَخُفَّيْهِ
43. Yahya bin Hissan mengabarkan kepada kami dari Hammad bin Zaid dan Ibnu Ulayah, dari Ayub, dari Ibnu Sirin, dari Amr bin Wahb Ats-Tsaqafi, dari Al Mughirah bin Syu'bah . Bahwa Nabi berwudhu lalu mengusap ubun-ubun beliau dan juga kain serbannya, serta sepasang khuf beliau.50
Musnad Syafi'i 43 (230043)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَحَسَرَ الْعِمَامَةَ وَمَسَحَ مُقَدَّمَ رَأْسِهِ، أَوْ قَالَ: نَاصِيَتَهُ بِالْمَاءِ
44. Muslim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha: Bahwa Rasulullah berwudhu lalu, membuka sorban beliau dan mengusap bagian depan kepala beliau, -atau ia berkata- Ubun-ubun beliau dengan air. 51
Musnad Syafi'i 44 (230044)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسَحَ نَاصِيَتَهُ، أَوْ قَالَ: مُقَدَّمَ رَأْسِهِ بِالْمَاءِ
45. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ali bin Yahya, dari Ibnu Sirin, dari Al Mughirah bin Syu'bah.RA: Bahwa Rasulullah mengusap ubun-ubun beliau, -atau ia mengatakan-bagian depan kepala beliau dengan air.52
Musnad Syafi'i 45 (230045)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ: هَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُرِيَنِي كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ؟ فَقَالَ عَبْدُ [ص:15] اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ: نَعَمْ، فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ، فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ، وَمَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَوْضِعِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
46. Malik mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya Al Mazini, dari ayahnya sesungguhnya, ia pernah berkata kepada Abdullah bin Zaid Al Anshari, "Dapatkah engkau memperagakan kepadaku cara berwudhu yang pernah dilakukan oleh Rasulullah?" Abdullah bin Zaid menjawab, “Ya.” Maka ia meminta air wudhu, lalu menuangkannya pada kedua tangannya dan membasuhnya sebanyak 2 kali, kemudian berkumur dan ber-istinsyaq sebanyak 3 kali. Kemudian ia membasuh muka sebanyak 3 kali, lalu membasuh kedua lengan tangannya hingga kedua siku 2 kali. Kemudian ia mengusap kepala dengan tangannya sebanyak 3 kali, untuk itu ia mengusapkan kedua tangannya ke arah depan dan ke arah belakang (secara bolak-balik); dimulai dari bagian depan kepala, kemudian mengusapkan keduanya sampai ke tengkuknya dan mengembalikan keduanya ke tempat semula. Setelah itu, ia mencuci kedua kakinya.53
Musnad Syafi'i 46 (230046)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، حَدَّثَنِي أَبُو هَاشِمٍ إِسْمَاعِيلُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ وَافِدَ بَنِي الْمُنْتَفِقِ، أَوْ فِي وَفْدِ بَنِي الْمُنْتَفِقِ، إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَيْنَاهُ فَلَمْ نُصَادِفْهُ وَصَادَفْنَا عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَأَتَتْنَا بِقِنَاعٍ فِيهِ تَمْرٌ، وَالْقِنَاعُ: الطَّبَقُ، فَأَكَلْنَا، وَأَمَرَتْ لَنَا بِحَرِيرَةٍ فَصُنِعَتْ، ثُمَّ أَكَلْنَا، فَلَمْ نَلْبَثْ أَنَ جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «هَلْ أَكَلْتُمْ شَيْئًا؟ هَلْ أُمِرَ لَكُمْ بِشَيْءٍ؟» فَقُلْنَا: نَعَمْ. لَمْ نَلْبَثْ أَنْ دَفَعَ الرَّاعِي غَنَمَهُ، فَإِذَا بِسَخْلَةٍ تَيْعَرُ، فَقَالَ: «هِيهِ يَا فُلَانُ، مَا وَلَدَتْ؟» قَالَ: بَهْمَةٌ. قَالَ: «فَاذْبَحْ لَنَا مَكَانَهَا شَاةً» . ثُمَّ انْحَرَفَ إِلَيَّ وَقَالَ لِي: «لَا تَحْسَبَنَّ، وَلَمْ يَقُلْ لَا تَحْسِبَنَّ، أَنَّا مِنْ أَجَلِكَ ذَبَحْنَاهَا، لَنَا غَنَمٌ مِائَةٌ لَا نُرِيدُ أَنْ تَزِيدَ، فَإِذَا وَلَّدَ الرَّاعِي بَهْمَةً ذَبَحْنَا مَكَانَهَا شَاةً» . قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي امْرَأَةً فِي لِسَانِهَا شَيْءٌ، يَعْنِي الْبَذَاءَ. فَقَالَ: «طَلِّقْهَا إِذَنْ» . قُلْتُ: إِنَّ لِي مِنْهَا وَلَدًا، وَلَهَا صُحْبَةٌ. قَالَ: " فَمُرْهَا، يَقُولُ: عِظْهَا، فَإِنْ يَكُنْ فِيهَا خَيْرٌ فَسَتُقْبِلُ، وَلَا تَضْرِبَنَّ ظَعِينَتَكَ ضَرْبَكَ أَمَتَكَ ". قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ. قَالَ: «أَسْبِغِ الْوُضُوءَ، وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ، وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ، إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا»
47. Yahya bin Sulaim mengabarkan kepada kami. Abu Hasyim ismail bin Katsir menceritakan kepadaku dari Ashim bin Laqith bin Shabrah, dari ayahnya , ia mengatakan: Dahulu aku pernah menjadi delegasi Bani Muntafiq. Kami datang kepada Nabi , tetapi kami tidak menjumpai beliau dan hanya bertemu dengan Aisyah. Kami disuguhi senampan buah kurma, dan Aisyah memerintahkan agar dibuatkan harirah untuk kami, maka makanan itu pun dibuat, lalu kami makan. Tidak lama kemudian datanglah Nabi dan bersabda, “Apakah kalian telah memakan sesuatu? Apakah kalian telah disuguhkan sesuatu?” Kami menjawab, “Ya”. Tidak lama kemudian seorang penggembala berangkat menggiring ternaknya, tiba-tiba terdengar suara anak kambing yang baru dilahirkan. Maka Nabi bertanya, “Hai fulan! Coba lihat dengan jelas apa yang dilahirkan?" Penggembala menjawab, “Anak kambing.” Nabi bersabda, ”Sembelihkanlah buat kami sebagai ganti seekor kambing." Kemudian Nabi menjumpaiku dan bersabda, "Janganlah sekali-kali kamu mempunyai dugaan bahwa kami menyembelih hanya karena kamu. Kami mempunyai 100 ekor kambing, sedangkan kami tidak mau ternak itu bertambah jumlahnya. Karena itu. apabila ada kambing yang melahirkan, maka kami sembelih salah seekor darinya sebagai ganti.” Kemudian kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku mempunyai seorang istri yang pada lisannya terdapat suatu cela, yakni suka berkata jorok.” Nabi menjawab. "Ceraikanlah dia." Aku berkata, “Sesungguhnya aku telah mempunyai anak darinya dan ia berpredikat sebagai sahabat.” Nabi bersabda "Maka perintahkanlah dia melalui perkataan (agar menghentikannya) dan nasihati dia. Jika di dalam dirinya terdapat kebaikan, niscaya dia mau menerima. Jangan sekali-kali kamu memukul Istrimu sebagaimana ayahmu memukulmu” Aku bertanya "Wahai Rasulullah. Ceritakanlah kepadaku tentang wudhu.” Beliau bersabda, “Sempurnakanlah wudhu, dan sela-selailah diantara jari-jemari serta lakukanlah istinsyaq dengan kuat kecuali jika kamu sedang puasa” 54
Musnad Syafi'i 47 (230047)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَتْ صَلَاةُ الْعَصْرِ وَالْتَمَسَ النَّاسُ الْوَضُوءَ فَلَمْ يَجِدُوهُ، فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوءٍ، فَوَضَعَ فِي ذَلِكَ الْإِنَاءِ يَدَهُ، وَأَمَرَ [ص:16] النَّاسَ أَنْ يَتَوَضَّئُوا مِنْهُ، قَالَ: فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ، فَتَوَضَّأَ النَّاسُ حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ
48. Malik mengabarkan kepada kami dari Ishak bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik , ia berkata, “Aku melihat Rasulullah , saat itu waktu shalat Ashar telah masuk, dan orang-orang sedang mencari air untak wudhu namun tidak mendapatkannya, lalu wadah air didatangkan kepada Rasulullah , kemudian salah satu tangannya diletakkan dalam wadah tersebut, kemudian menyuruh orang-orang untuk berwudhu darinya” Aku melihat air bersumber dari bawah telapak tangan beliau, kemudin merekapun berwudhu hingga kepada orang yang terakhir di antara mereka.55
Musnad Syafi'i 48 (230048)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ بِالسُّوقِ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ دُعِيَ لِجَنَازَةٍ فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا، فَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا
49. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar: Bahwa 'ia melakukan wudhu di pasar. Untuk itu, ia membasuh wajah dan kedua tangannya, lalu mengusap kepalanya. Kemudian ia diseru untuk shalat jenazah, maka ia masuk ke dalam masjid untuk menshalatkannya, lalu mengusap sepasang khuf-nya) kemudian menshalatkan jenazah itu.56
Musnad Syafi'i 49 (230049)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ، فَاسْتَنْشَقَ وَمَضْمَضَ مَرَّةً وَاحِدَةً، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ، وَصَبَّ عَلَى وَجْهِهِ مَرَّةً وَاحِدَةً، وَصَبَّ عَلَى يَدَيْهِ مَرَّةً وَاحِدَةً، وَمَسَحَ رَأْسَهُ وَأُذُنَيْهِ مَرَّةً وَاحِدَةً
50. Abdul Aziz bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha. bin Yasar, dari Ibnu Abbas , ia terkata, “Rasulullah berwudhu, untuk itu beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah, lalu ber-istinsyaq dan berkumur sekaligus. Kemudian memasukkan tangannya dan menuangkan air ke wajahnya dengan sekali siram, lalu menuangkan air di kedua tangannya sekali, lalu mengusap kepala dan kedua telinganya dengan sekali usap.” 57
Musnad Syafi'i 50 (230050)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ، وَمَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
51. Malik mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid: Bahwa Rasulullah berwudhu, beliau membasuh mukanya 3 kali, kedua tangannya 2 kali dan mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, untuk itu beliau mengusapkannya ke arah depan dan ke arah belakang (bolak-balik). Dimulai dari bagian depan kepala, kemudian mengusapkan kedua tangannya sampai tengkuknya, lalu mengembalikan keduanya, ke tempat semula, setelah itu membasuh kedua kakinya. 58
Musnad Syafi'i 51 (230051)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ حُمْرَانَ، أَنَّ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ بِالْمَقَاعِدِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ تَوَضَّأَ وُضُوئِي هَذَا خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ وَجْهِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ»
52. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Humran: Bahwa Utsman pernah berwudhu di Maqa'id sebanyak tiga kali-tiga kali (basuhan), kemudian ia berkata. Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa melakukan wudhu seperti wudhuku ini. maka semua dosanya keluar dari wajah, kedua tangan dan kedua kakinya'. 59
Musnad Syafi'i 52 (230052)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِلَالٌ، فَذَهَبَ لِحَاجَتِهِ ثُمَّ خَرَجَا، قَالَ أُسَامَةُ: فَسَأَلْتُ بِلَالًا: مَاذَا صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالَ بِلَالٌ: ذَهَبَ لِحَاجَتِهِ ثُمَّ تَوَضَّأَ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ
53. Abdullah bin Nafi' mengabarkan kepada kami.dari Daud bin Qais, dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Usamah bin Zaid, ia berkata, “Rasulullah masuk bersama Bilal, lalu beliau pergi untuk membuang hajat, setelah itu keduanya keluar.” Usamah melanjutkan kisahnya,. “Maka aku menanyakan kepada Bilal apa. Yang telah dilakukan oleh Rasulullah , lalu Bilal menjawab, 'Beliau pergi untuk membuang hajatnya, kemudian berwudhu. Untuk itu beliau membasuh wajahnya, kedua tangannya, dan 'mengusap kepala serta mengusap sepasang khuf-nya .” 60
Musnad Syafi'i 53 (230053)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ زِيَادٍ، أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الْمُغِيرَةِ أَخْبَرَهُ، أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ غَزَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ تَبُوكَ، قَالَ الْمُغِيرَةُ: فَتَبَرَّزَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِبَلَ الْغَائِطِ، فَحَمَلْتُ مَعَهُ إِدَاوَةً قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَمَّا رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذْتُ أُهَرِيقُ عَلَى يَدَيْهِ مِنَ الْإِدَاوَةِ وَهُوَ يَغْسِلُ يَدَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ، ثُمَّ ذَهَبَ يَحْسِرُ جُبَّتَهُ عَنْ ذِرَاعَيْهِ فَضَاقَ كُمَّا جُبَّتِهِ عَنْ ذِرَاعَيْهِ، فَأَدْخَلَ يَدَيْهِ فِي الْجُبَّةِ حَتَّى أَخْرَجَ ذِرَاعَيْهِ مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ، وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ، ثُمَّ مَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، ثُمَّ أَقْبَلَ. قَالَ الْمُغِيرَةُ: فَأَقْبَلْتُ مَعَهُ حَتَّى نَجِدَ النَّاسَ قَدْ قَدَّمُوا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ يُصَلِّي لَهُمْ، فَأَدْرَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ مَعَهُ، وَصَلَّى مَعَ النَّاسِ الرَّكْعَةَ الْآخِرَةَ. فَلَمَّا سَلَّمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَتَمَّ صَلَاتَهُ، فَأَفْزَعَ ذَلِكَ الْمُسْلِمِينَ وَأَكْثَرُوا التَّسْبِيحَ، فَلَمَّا قَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ أَقْبَلَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ قَالَ: «أَحْسَنْتُمْ» ، أَوْ قَالَ: «أَصَبْتُمْ» ، يَغْبِطُهُمْ أَنْ صَلَّوُا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَحَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ حَمْزَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بِنَحْوِ حَدِيثِ عَبَّادٍ. قَالَ الْمُغِيرَةُ: فَأَرَدْتُ تَأْخِيرَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَقَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعْهُ»
54. Muslim dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab. dari Abbad bin Ziad, dari Urwah bin Al Mughirah. bahwa Al Mughirah bin Syu'bah, ia mengabarkan bahwa ia pernah ikut berperang tersama Rasulullah dalam perang Tabuk. Al Mughirah berkata, “Rasulullah membuang hajat di balik sebuah tembok dan aku membawakan sebuah wadah berisi air untuk teliau sebelum fajar. Ketika Rasulullah kembali, aku mulai menuangkan air dari wadah itu pada kedua tangan beliau, sedangkan beliau membasuh kedua tangannya sebanyak 3 kali, lalu membasuh wajahnya dan menyingsingkan lengan baju jubahnya. Tetapi lengan bajunya sangat sempit, akhirnya beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam jubah dan mengeluarkannya dari bagian bawah baju jubahnya, lalu membasuh kedua tangannya hingga batas kedua siku. Setelah itu beliau berwudhu dan mengusap kedua khuf-nya, lalu kembali.” Al Mughirah melanjutkan kisahnya, “Maka aku kembali bersamanya dan kami menjumpai orang-orang telah kembali bersama Abdurrahman bin Auf, mereka sedang melakukan shalat dengan bermakmum kepadanya. Nabi menjumpai salah satu dari dua rakaat (subuh) bersamanya, beliau shalat bersama dengan orang-orang pada rakaat yang terakhir. Ketika Abdurrahman telah menyelesaikan shalatnya, maka Rasulullah berdiri melanjutkan shalatnya. Peristiwa tersebut membuat orang-orang kaget dan mereka banyak membaca istighfar karenanya. Setelah Nabi menyelesaikan shalatnya, beliau menghadap ke arah mereka dan bersabda, “Kalian telah berbuat yang benar. Mereka sangat suka mengerjakan shalat di awal waktu.” Ibnu Syihab berkata, “Ismail bin Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash menceritakan kepadaku dari Hamzah bin Al Mughirah dengan hadits yang serupa dengan hadits Abbad.” Al Mughirah berkata, '.Aku bermaksud menarik mundur Abdurrahman tetapi Nabi bersabda kepadaku “Biarkanlah dia" 61
Musnad Syafi'i 54 (230054)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ حُصَيْنٍ، وَزَكَرِيَّا، وَيُونُسَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمْسَحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ؟ قَالَ: «نَعَمْ، إِذَا أَدْخَلْتَهُمَا وَهُمَا طَاهِرَتَانِ»
55. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hushain dan Zakaria serta Yunus, dari Asy-Sya'bi, dari Urwah bin Al Mughirah, dari Al Mughirah bin Syubah, ia mengatakan: Aku pernah bertanya “Wahai Rasululullah! Bolehkah kami mengusap sepasang khuf?" Beliau menjawab, "Ya, jika kamu memasukkan (kedua kakimu) dalam keadaan suci62
Musnad Syafi'i 55 (230055)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، حَدَّثَنِي الْمُهَاجِرُ أَبُو مَخْلَدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكَرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ أَرْخَصَ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يَمْسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ، وَلِلْمُقِيمِ يَوْمًا وَلَيْلَةً
56. Abdul Wahab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, Al Muhajir Abu Makhlad menceritakan kepadaku dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari ayahnya, dari Rasulullah : Bahwa beliau memberikan rukhshah bagi musafir untuk mengusap sepasang khuf selama 3 hari 3 malam, dan bagi orang yang mukim selama sehari semalam. 63
Musnad Syafi'i 56 (230056)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَاصِمِ ابْنِ بَهْدَلَةَ، عَنْ زِرٍّ قَالَ: أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ [ص:18]، فَقَالَ: مَا جَاءَ بِكَ؟ قُلْتُ: ابْتِغَاءَ الْعِلْمِ، قَالَ: إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَطْلُبُ، قُلْتُ: إِنَّهُ حَاكَ فِي نَفْسِيَ الْمَسْحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ بَعْدَ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ، وَكُنْتَ امْرَأً مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُكَ أَسْأَلُكَ: هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ شَيْئًا؟ قَالَ: نَعَمْ، كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفْرًا أَوْ مُسَافِرِينَ أَنْ لَا نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ إِلَّا مِنْ جَنَابَةٍ، لَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ
57. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ashim bin Bahdalah, dari Zir, ia mengatakan: Aku datang menemui Shafwan bin Assal, lalu ia bertanya, "Apakah gerangan yang menyebabkan kamu datang?" Aku menjawab, "Menuntut ilmu." Shafwan berkata, "Sesungguhnya para malaikat benar-benar menaungkan sayap-sayapnya bagi orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang dituntutnya." Aku berkata, "Sesungguhnya telah terbetik di dalam diriku masalah mengusap sepasang khuf sesudah buang air besar dan buang air kecil, sedangkan engkau adalah salah seorang sahabat Nabi . Aku datang untuk menanyakan apakah engkau pernah mendengar sesuatu dari beliau mengenai masalah tersebut?" Ia menjawab, "Ya, dahulu Rasulullah memerintahkan kami bila berada dalam penjalanan atau sedang melakukan perjalanan, hendaknya kami jangan mencabut khuf-khuf kami selama 3 hari 3 malam kecuali karena jinabat, tetapi tidak karena buang air besar, air kecil dan tidur." 67
Musnad Syafi'i 57 (230057)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ امْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ، هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِيَ احْتَلَمَتْ؟ قَالَ: «نَعَمْ، إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ»
58. Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari Zainab binti Abu Salamah, dari Ummu Salamah, ia mengatakan: Ummu Sulaim -istri Abu Thalhah- datang menghadap Nabi , lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya Allah tidak malu menerangkan perkara yang hak, apakah wanita wajib mandi jika ia bermimpi mengeluarkan air mani?.” Nabi menjawab, “Ya, bila ia melihat adanya air (mani).65
Musnad Syafi'i 58 (230058)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ زُبَيْدِ بْنِ الصَّلْتِ أَنَّهُ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى الْجُرُفِ، فَنَظَرَ فَإِذَا هُوَ قَدِ احْتَلَمَ وَصَلَّى وَلَمْ يَغْتَسِلْ، فَقَالَ: وَاللَّهِ مَا أُرَانِي إِلَّا قَدِ احْتَلَمْتُ وَمَا شَعَرْتُ، وَصَلَّيْتُ وَمَا اغْتَسَلْتُ. قَالَ: فَاغْتَسَلَ وَغَسَلَ مَا رَأَى فِي ثَوْبِهِ وَنَضَحَ مَا لَمْ يَرَ، وَأَذَّنَ وَأَقَامَ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَ ارْتِفَاعِ الضُّحَى مُتَمَكِّنًا
59. Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam dari bapaknya dari Zubaid bin Ash-Shult bahwa ia pernah berkata, “Aku pernah keluar bersama Umar bin Al Khaththab ke suatu daerah yang bernama Jarf lalu ia memperhatikan ternyata ia telah bermimpi, namun ia tetap melaksanakan shalat tanpa mandi junub, lalu ia berkata, 'Demi Allah, aku tidak pernah bermimpi dan aku tidak merasa lalu aku melaksanakan shalat tanpa mandi' ia berkata, 'Lalu ia mandi dan membasuh apa yang ia lihat di kainnya dan menyiram apa yang tidak terlihat, lalu ia mengumandangkan adzan dan iqamah kemudian shalat setelah matahari dhuha meninggi'. 66
Musnad Syafi'i 59 (230059)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ قَالَ: دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَخْطُبُ، فَقَالَ عُمَرُ: أَيَّةُ سَاعَةٍ هَذِهِ؟ فَقَالَ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، انْقَلَبْتُ مِنَ السُّوقِ فَسَمِعْتُ النِّدَاءَ فَمَا زِدْتُ عَلَى أَنْ تَوَضَّأْتُ، فَقَالَ عُمَرُ: الْوُضُوءُ أَيْضًا، وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ
60. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab dari salim, ia pernah berkata, “Sesorang lelaki dari sahabat Nabi pernah masuk masjid pada hari jumat dan saat itu Umar bin Al Khaththab berkhutbah, lalu ia berkata “Jam berapakah sekarang ini ?”. Lalu ia menjawab “Wahai amirul mukminin, aku baru datang dari pasar lalu aku mendengar suara adzan dan aku tidak menambahkan apapun kecuali berwudhu”, Lalu Umar berkata, “Hanya berwudhu saja, padahal kamu mengetahui bahwa Rasulullah pernah menyuruh kita untuk mandi”67
Musnad Syafi'i 60 (230060)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعْرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ
61. Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah : Bahwa Rasulullah apabila mandi jinabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua tangannya, lalu beiwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu memasukkan jari-jemarinya ke dalam air, kemudian menyela-nyelakannya pada akar-akar rambut. Lalu menuangkan air ke ates kepalanya sebanyak 3 cidukan dengan kedua tangannya, setelah itu baua meratakan air ke seluruh tubuhnya.68
Musnad Syafi'i 61 (230061)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِي، أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ: «إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِي عَلَيْهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍ ثُمَّ تُفِيضِينَ عَلَيْكِ الْمَاءَ فَتَطْهُرِينَ» . أَوْ قَالَ: «فَإِذَا أَنْتِ قَدْ طَهُرْتِ»
62. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ayub bin Musa, dari Said bin Abu Said, dari Abdullah bin Rafi', dari Ummu Salamah , ia mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah , untuk itu aku berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku adalah wanita yang selalu mengepang rambutku dengan kuat, apakali aku harus mengurainya dalam mandi jinabat?" Nabi menjawab. “Tidak, sesungguhnya cukup bagimu hanya dengan menciduk air sebanyak 3 cidukan untuk engkau tuangkan ke kepangan rambutmu, kemudian engkau siramkan air dengan rata ke seluruh tubuhmu, lalu kamu menjadi suci." Atau beliau bersabda, "Setelah itu engkau suci. " 69
Musnad Syafi'i 62 (230062)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَغْتَسِلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا فِي الْإِنَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ فَرْجَهُ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ يُشَرِّبُ شَعْرَهُ الْمَاءَ، ثُمَّ يَحْثِي عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ
63. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah , ia berkata, “Rasulullah apabila hendak mandi jinabat, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan sebelum memasukkan keduanya ke dalam wadah. Kemudian beliau membasuh kemaluannya, lalu melakukan wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu menyela-nyelakan air pada rambutnya, kemudian menciduk 3 kali cidukan air untuk membasuh kepalanya.” 70
Musnad Syafi'i 63 (230063)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ جَعْفَرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْرِفُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثًا وَهُوَ جُنُبٌ
64. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ja'far, dari ayahnya, dari Jabir : Bahwa Nabi pernah menciduk 3 kali cidukan air untuk membasuh kepalanya ketika mandi jinabat71
Musnad Syafi'i 64 (230064)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحَجَبِيِّ، عَنْ أُمِّهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ عَنِ الْغُسْلِ مِنَ الْمَحِيضِ، فَقَالَ: «خُذِي فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهَّرِي بِهَا» ، فَقَالَتْ: كَيْفَ أَتَطَهَّرُ بِهَا؟ قَالَ: «تَطَهَّرِي بِهَا» ، قَالَتْ: كَيْفَ أَتَطَهَّرُ بِهَا؟ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سُبْحَانَ اللَّهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ» [ص:20]، وَاسْتَتَرَ بِثَوْبِهِ: «تَطَهَّرِي بِهَا» . فَاجْتَذَبْتُهَا وَعَرَفْتُ الَّذِي أَرَادَ، فَقُلْتُ لَهَا: تَتَبَّعِي بِهَا آثَارَ الدَّمِ، يَعْنِي الْفَرْجَ
65. Sufyan mengabarkan kepada kami dan Manshur bin Abdurahman Al Hajabi, dari ibunya -Shafiyah binti Syaibah- dari Aisyah , ia mengatakan: Seorang wanita datang kepada Nabi menanyakan tentang mandi dari haid, lalu beliau bersabda, “Ambillah secarik kain yang diberi minyak kesturi, lalu bersucilah dengan memakainya." Wanita itu bertanya, "Bagaimanakah, caranya aku bersuci dengannya?". Nabi . menjawab, memakainya. 'Bersucilah dengan memakainya”. Wanita itu (masih kurang jelas dan) bertanya lagi, "Bagaimanakah caranya aku tereuci dengan memakainya?" Nabi bersabda, "Subhanallah, Subhanallah!” Lalu beliau menutupi wajahnya dengan kain (dan bersabda), "Ya, bersucilah dengan memakainya." Kemudian aku menarik wanita itu dan mengetahui apa yang dimaksudnya, lalu aku katakan kepadanya, "Maksudnya, telusurilah dengannya bekas darahmu, yakni kemaluanmu."72
Musnad Syafi'i 65 (230065)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيِّ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ الْحُصَيْنِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ رَجُلًا كَانَ جُنُبًا أَنْ يَتَيَمَّمَ ثُمَّ يُصَلِّيَ، فَإِذَا وَجَدَ الْمَاءَ اغْتَسَلَ. يَعْنِي: وَذَكَرَ حَدِيثَ أَبِي ذَرٍّ: «إِذَا وَجَدْتَ الْمَاءَ فَأَمِسَّهُ جِلْدَكَ»
66. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Abbad bin Manshur, dari Abu Raja' Al Atharidi, dari Umran bin Hushain: Bahwa Nabi memerintahkan seorang lelaki yang sedang junub untuk bertayamum, kemudian shalat. Apabila ia menemukan air, maka ia harus mandi, yakni dengan memakai air itu. Ia menyebutkan hadits Abu Dzar yang mengatakan, “Apabila kamu menjumpai , maka siramkanlah ke kulitmu (yakni mandilah)73
Musnad Syafi'i 66 (230066)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ أَقْبَلَ مِنَ الْجُرُفِ حَتَّى إِذَا كَانَ بِالْمِرْبَدِ تَيَمَّمَ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَصَلَّى الْعَصْرَ، ثُمَّ دَخَلَ الْمَدِينَةَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ فَلَمْ يُعِدِ الصَّلَاةَ قَالَ الشَّافِعِيُّ: وَالْجُرُفُ قَرِيبٌ مِنَ الْمَدِينَةِ
67. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Ajian, dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa ia pernah tiba dari Al Jurf. Ketika sampai di Marbad, ia bertayamum. Untuk itu ia mengusap wajah dan kedua tangannya, lalu shalat Ashar? kemudian masuk ke dalam 'kota Madinah, sedangkan matahari masih tinggi, tetapi ia tidak mengulangi shalatnya.74
Asy-Syafi'i berkata “Jurf adalah daerah dekat Madinah”
Musnad Syafi'i 67 (230067)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي الْحُوَيْرِثِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنِ ابْنِ الصِّمَّةِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَيَمَّمَ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ
68. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Abu Al Huwairits Abdurrahman bin Muawiyah, dari Al A'raj, dari Ibnu Ash-Shumah: Bahwa Rasulullah melakukan tayamum, untuk itu beliau mengusap wajah dan kedua hastanya.75
Musnad Syafi'i 68 (230068)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ» قَالَ الشَّافِعِيُّ: وَجَدْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فِي كِتَابِي فِي مَوْضِعَيْنِ: أَحَدُهُمَا مُنْقَطِعٌ، وَالْآخَرُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
69. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya Al Mazini, dari ayahnya bahwa Rasulullullah pernah bersabda “Bumi ini seluruhnya adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi76
As-Syafi'i berkata, "Aku mendapati hal ini dalam bukuku pada dua tempat, salah satunya berderajat munqathi dan yang lainnya diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi .”
Musnad Syafi'i 69 (230069)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: بَالَ أَعْرَابِيٌّ فِي الْمَسْجِدِ فَعَجِلَ النَّاسُ إِلَيْهِ، فَنَهَاهُمْ عَنْهُ وَقَالَ: «صُبُّوا عَلَيْهِ دَلْوًا مِنْ مَاءٍ»
70. Ibnu Uyainah mengabarkan kepadaku dari Yahya bin Said, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Anas bin Malik berkata “Seorang Arab badui kencing di dalam masjid,, maka orang-orang (yang melihatnya) segera menuju ke arahnya, tetapi Nabi mencegah mereka dan bersabda, “Siramilah bekas air kencingnya dengan setimba air" 77
Musnad Syafi'i 70 (230070)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ [ص:21]: دَخَلَ أَعْرَابِيٌّ الْمَسْجِدَ فَقَالَ: اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَقَدْ تَحَجَّرْتَ وَاسِعًا» . قَالَ: فَمَا لَبِثَ أَنْ بَالَ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ، فَكَأَنَّهُمْ عَجِلُوا عَلَيْهِ، فَنَهَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ أَمَرَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ، أَوْ سَجْلٍ مِنْ مَاءٍ، فَأُهَرِيقَ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَلِّمُوا، وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا»
71. Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Said bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, ia mengatakan: Seorang Arab badui masuk ke dalam masjid, lalu ia berkata, “Ya Allah, rahmatilah diriku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorang pun bersama kami.” Maka Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya engkau telah membatasi hal yang luas.” Abu Hurairah melanjutkan kisahnya: Tidak lama kemudian, lelaki badui itu kencing di salah satu bagian masjid, maka mereka (para sahabat) seakan-akan bersegera hendak menghukumnya, tetapi Nabi melarang mereka. Kemudian beliau memerintahkan agar diambilkan setimba air, lalu air itu disiramkan pada bekas kencingnya. Nabi bersabda “Berikanlah pelajaran, permudahlah dan jangan kalian mempersulit78
Musnad Syafi'i 71 (230071)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، أَنَّ مُشْرِكِي قُرَيْشٍ حِينَ أَتَوُا الْمَدِينَةَ فِي فِدَاءِ أَسْرَاهُمْ كَانُوا يَبِيتُونَ فِي الْمَسْجِدِ، مِنْهُمْ جُبَيْرُ بْنُ مُطْعِمٍ، قَالَ جُبَيْرٌ: فَكُنْتُ أَسْمَعُ قِرَاءَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
72. Ibrahim bin Muhammad mengabartan kepada kami dan Utsman bin Abu Sulaiman: Sesungguhnya orang-orang musyrik Quraisy ketika tiba di Madinah dalam rangka menebus tawanan perang, mereka menginap di dalam masjid di antara mereka ada Jubair bin Muth'im. Jubair berkata, “Dan aku dapat mendengar bacaan Nabi .” 79
Musnad Syafi'i 72 (230072)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ طَلْحَةَ بْنِ كَرِيزٍ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْقِلٍ أَوْ مُغَفَّلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَدْرَكْتُمُ الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ فِي مُرَاحِ الْغَنَمِ فَصَلُّوا فِيهَا؛ فَإِنَّهَا سَكِينَةٌ وَبَرَكَةٌ. وَإِذَا أَدْرَكْتُمُ الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ فِي أَعْطَانِ الْإِبِلِ فَاخْرُجُوا مِنْهَا فَصَلُّوا؛ فَإِنَّهَا جِنٌّ مِنْ جِنٍّ خُلِقَتْ. أَلَا تَرَوْنَهَا إِذَا نَفَرَتْ كَيْفَ تَشْمَخُ بِأَنْفِهَا»
73. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Thalhah bin Kuraiz, dari Al H asan Al Bashri. dan Abdullah bin Ma'qil atau Mughaffal, dari Nabi . beliau bersabda. "Apabila kalian menjumpai shalat, sedangkan kalian berada di kandang kambing, maka shalatlah di dalamnya, karena sesungguhnya kambing itu tenang dan mengandung berkah. Apabila kalian menjumpai shalat, sedangkan kalian berada di dalam kandang unta, maka keluarlah kalian darinya lalu shalatlah, karena unta itu jin dalam bentuk lain yang diciptakan (yakni galak)., Tidakkah kalian melihat bila unta larat, bagaimana ia mendongakkan hidungnya.80
Musnad Syafi'i 73 (230073)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْكَعْبَةَ وَمَعَهُ بِلَالٌ وَأُسَامَةُ وَعُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ، قَالَ ابْنُ عُمَرَ: فَسَأَلْتُ بِلَالًا: مَا صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: جَعَلَ عَمُودًا عَنْ يَسَارِهِ، وَعَمُودًا عَنْ يَمِينِهِ، وَثَلَاثَةَ أَعْمِدَةٍ وَرَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى. قَالَ: وَكَانَ الْبَيْتُ يَوْمَئِذٍ عَلَى سِتَّةِ أَعْمِدَةٍ
74. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar RA; Bahwa Rasulullah memasuki Ka'bah ditemani Bilal, Usamah dan Utsman bin Thalhah. Ibnu Umar melanjutkan kisahnya: Maka aku tertanya kepada Bilal tentang apa yang dilakukan oleh Rasullah . Bilal menjawab. "Beliau mengambil posisi dengan menjadikan sebuah tiang berada di setelah kirinya, sebuah tiang berada di setelah kanannya dan tiga buah tiang terada di telakangnya. lalu shalat." Bilal melanjutkan kisahnya, yakni bahwa pada saat itu Baitullah (Ka'bah) tertopang pada 6 buah tiang.“'81
Musnad Syafi'i 74 (230074)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ أَبِي الْعَاصِ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَثَوْبُ أُمَامَةَ ثَوْبُ صَبِيٍّ
75. Malik mengabarkan kepada kami dari Amir bin Abdullah dan Amr bin SuJaim Az-Zuraqi dari Abu Qatadah, bahwa Nabi pernah melaksanakan shalat dengan menggendong Umamah binti Al Ash.
Asy-Syafi'i berkata, "Dan kain yang dikenakan umamah adalah kain anak-anak.”82
Musnad Syafi'i 75 (230075)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ [ص:22] النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقِهِ مِنْهُ شَيْءٌ»
76. Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Nabi pernah bersabda "Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian melaksanakan shalat dengan mengenakan sehelai kain, sedangkan pada pundaknya tidak terdapat satu kain pun.83
Musnad Syafi'i 76 (230076)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ: أَتَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ ابْنَةً لِي أَصَابَتْهَا الْحَصْبَةُ فَتَمَزَّقَ شَعْرُهَا، أَفَأَصِلُ فِيهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لُعِنَتِ الْوَاصِلَةُ وَالْمَوْصُولَةُ»
77. Dari Ibnu Uyainah dari Hisyam dari Fatimah dari Asma', ia pernah berkata, “Seorang perempuan pernah datang kepada Nabi dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya putriku pernah terkena penyakit bisul hingga merontokkan semua rambat kepalanya, apakah aku boleh menyambungnya?' lalu Rasululah bersabda, “Orang yang menyambung dan orang yang meminta disambungkan rambutnya dilaknat84
Musnad Syafi'i 77 (230077)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا عَطَّافُ بْنُ خَالِدٍ وَالدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ مُوسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَكُونُ فِي الصَّيْدِ أَفَيُصَلِّي أَحَدُنَا فِي الْقَمِيصِ الْوَاحِدِ؟ قَالَ: «نَعَمْ، وَلْيَزُرَّهُ وَلَوْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا أَنْ يَخُلَّهُ بِشَوْكَةٍ»
78. Aththaf bin Khalid dan Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Musa bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abu Rabi'ah, dari Salamah bin Akwa', ia mengatakan: Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami suka berburu, bolehkah seseorang di antara kami shalat hanya memakai baju gamis?" Nabi bersabda, “Ya, dan hendaklah ia mengancingkannya. Bila tidak menemukan kancing, hendaklah memakai peniti, sekalipun dengan duri”85
Musnad Syafi'i 78 (230078)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابُ مَا خَرَّجَ مِنْ كِتَابِ الْوُضُوءِ
Bagian Pembahasan tentang Wudhu
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُنْتُ أَفْرُكُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
79. Amr bin Abu Salamah mengabarkan kepada kami, dari Al Auza'i dari Yahya bin Sa'id dari Al Qasim dan Aisyah , ia berkata “Aku pernah mengerik mani dari pakaian Rasulullah 86
Musnad Syafi'i 79 (230079)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: بَيْنَمَا النَّاسُ بِقُبَاءٍ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ إِذْ أَتَاهُمْ آتٍ فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ قُرْآنٌ، وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْكَعْبَةَ فَاسْتَقْبِلُوهَا، وَكَانَتْ وُجُوهُهُمْ إِلَى الشَّامِ فَاسْتَدَارُوا إِلَى الْكَعْبَةِ
80, Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar , ia mengatakan: Ketika orang-orang terada di (masjid) Quba sedang laksanakan shalat Subuh, tiba-tiba ada seseorang yang datang, lalu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah telah menerima wahyu tadi malam, wahyu itu memerintahkan agar beliau menghadap ke arah kiblat.” Maka, mereka menghadap ke arah kiblat. Setelum itu orang-orang menghadapkan diri mereka ke arah negeri Syam (Baitul Maqdis), lalu mereka terputar menghadap ke arah Ka'bah." 87
Musnad Syafi'i 80 (230081)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ إِذَا سُئِلَ عَنْ صَلَاةِ الْخَوْفِ قَالَ: يَتَقَدَّمُ الْإِمَامُ وَطَائِفَةٌ، ثُمَّ قَصَّ الْحَدِيثَ. وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ فِي الْحَدِيثِ: فَإِنْ كَانَ خَوْفًا أَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ صَلُّوا رِجَالًا وَرُكْبَانًا، مُسْتَقْبِلِي الْقِبْلَةَ وَغَيْرَ مُسْتَقْبِلِيهَا. قَالَ مَالِكٌ: قَالَ نَافِعٌ: لَا أَرَى عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ ذَكَرَ ذَلِكَ إِلَّا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
81. Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Nafi'; Bahwa Abdullah bin Umar ketika ditanya tentang shalat khauf ia menjawab, "Imam dan satu kelompok maju..." lalu ia mengisahkan satu hadits. Dan Ibnu Umar berkata dalam satu hadits. "Namun jika ketakutan lebih dari itu mereka melakukan shalat dengan berjalan atau naik kendaraan dengan tetap mengahadap ke arah kiblat atau dengan tidak mengahadap ke arahnya", malik mengatakan: Nafi' berkata. Aku tidak melihat Abdullah bin Umar menyebutkan hal itu kecuali dari Nabi ."
Musnad Syafi'i 81 (230082)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، ح
82. Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Di'b dari Az-Zuhri dari Salim dari bapaknya (ha)89
Musnad Syafi'i 82 (230083)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
وَأَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ فِي السَّفَرِ حَيْثُمَا تَوَجَّهَتْ بِهِ
83. Malik menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar , ia mengatakan: Dahulu, dalam perjalanan Rasulullah shalat di atas hewan tunggangannya dengan menghadap ke arah mana pun kendaraannya menghadap.90
Musnad Syafi'i 83 (232003)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِي الْحُبَابِ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى حِمَارٍ وَهُوَ مُتَوَجِّهٌ إِلَى خَيْبَرَ. قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: يَعْنِي النَّوَافِلَ
84. Malik mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya Al Mazini, dari Abu Al Habbab Sa'id bin Yasar, dari Abdullah bin Umar bahwa ia berkata. “Aku pernah melihat Rasulullah shalat di atas keledainya seraya menghadap ke arah Khaibar.”91
Asy-Syafi'I berkata, “Yakni: Ibadah nawafil”"
Musnad Syafi'i 84 (230084)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَهُوَ عَلَى رَاحِلَتِهِ النَّوَافِلَ فِي كُلِّ جِهَةٍ
85. Abdul Majid bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, Abu Az-Zubair mengabarkan kepada kami bahwa ia pemah mendengar Jabir bin Abdullah berkata. "Aku pernah melihat Rasulullah melakukan shalat sunah di atas kendaraannya dengan menghadap ke semua arah.”92
Musnad Syafi'i 85 (230085)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُرَاقَةَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي أَنْمَارٍ كَانَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ مُتَوَجِّهًا قِبَلَ الْمَشْرِقِ
86. Muhammad bin Ismail mengabarkan kepada kami dan Ibnu Abu Dzi'b, dari Utsman bin Abdullah bin Suraqah, dari Jabir bin Abdullah : Bahwa Rasulullah ketika berada dalam perang Bani Anmar, beliau shalat di atas kendaraannya dengan menghadap ke arah timur.”93
Musnad Syafi'i 86 (230086)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ عَمِّهِ أَبِي سُهَيْلِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ طَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الْإِسْلَامِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ» . فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا؟ قَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ»
87. Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari pamannya. Abu Suhail bin Malik dari bapaknya bahwa ia pernah mendengar Thalhah bin Ubaidullah berkata, "Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah lalu ia bertanya tentang Islam, kemudian Rasulullah menjawab. 'Lima shalat dalam sehari semalam', kemudian ia bertanya. 'Apakah ada kewajiban lain selain itu', beliau menjawab, 'Tidak kecuali kamu melaksanakan ibadah sunnah'94
Musnad Syafi'i 87 (230087)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهُ، عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ: قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: إِنَّمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: {أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا} [النِّسَاء: 101] ، فَقَدْ أَمِنَ النَّاسُ. فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ، فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا عَلَيْكُمْ، فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ»
88. Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul, Aziz bin Abu Rawad menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij yang telah menerima berita dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abu Ammar dan Abdullah bin Babah, dari Ya'la bin Umayah, ia mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Umar bin Al Khaththab. "Sesungguhnya Allah hanya berfirman, 'Kalian boleh melakukan shalat qashar jika kalian merasa takut diserang orang-orang kafir'. Dan sekarang orang- orang hidup dalam keadaan aman." Maka Umar menjawab, "Aku pun pernah merasa heran seperti apa yang kamu alami, lalu aku bertanya kepada Rasulullah , maka beliau menjawab, 'Hal itu merupakan sedekah yang diberikan Allah SWT untuk kalian, terimalah sedekah-Nya'."95
Musnad Syafi'i 88 (230088)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُلُّ ذَلِكَ قَدْ فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَصَرَ الصَّلَاةَ فِي السَّفَرِ وَأَتَمَّ
89. Ibrahim bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Thalhah bin Amr, dari Atha' bin Abu Rabah, dari Aisyah , ia. terkata, “Semua itu pernah dilakukan Rasulullah , yaitu beliau pernah mengqashar shalat dalam perjalanannya, dan pernah menyempurnakan tanpa qashar.” 96
Musnad Syafi'i 89 (230089)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ حَرْمَلَةَ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خِيَارُكُمُ الَّذِينَ إِذَا سَافَرُوا قَصَرُوا الصَّلَاةَ وَأَفْطَرُوا» ، أَوْ قَالَ: «لَمْ يَصُومُوا»
90. Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Hamalah, dari Ibnu Al Musayyab , ia mengatakan: Rasulullah pernah bersabda, “Orang terbaik di antara kalian ialah orang-orang yang apabila bepergian mengqashar shalat dan berbuka." Atau beliau bereabda, "Tidak puasa97
Musnad Syafi'i 90 (230090)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا، وَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ.
91. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibrahim bin Maisarah, dari Anas bin Malik , ia berkata, “Aku pernah shalat Zhuhur bersama Rasulullah di Madinah sebanyak 4 rakaat dan shalat Ashar bersamanya di Dzul Hulaifah Sebanyak 2 rakaat.: 98

Musnad Syafi'i 91 (230091)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ يَعْنِي ابْنَ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ مِثْلَ ذَلِكَ، إِلَّا أَنَّهُ قَالَ: بِذِي الْحُلَيْفَةِ.
92. Sufyan, yakni Ibnu Uyainah, mengabarkan kepada kami dari Ibnu Al Munkadir bahwa ia pemah mendengar Anas bin Malik mengatakan seperti itu? kecuali dengan redaksi: “Di Dzul Hulaifah” 99

Musnad Syafi'i 92 (232004)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، بِمِثْلِ ذَلِكَ
93. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayub dari Abu Qilabah, dari Anas bin Malik semisal itu.100
Musnad Syafi'i 93 (232005)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سُئِلَ: أَتُقْصَرُ الصَّلَاةُ إِلَى عُرَنَةَ؟ قَالَ: لَا، وَلَكِنْ إِلَى عُسْفَانَ، وَإِلَى جُدَّةَ، وَإِلَى الطَّائِفِ
94. Sufyan mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Atha. dari Ibnu Abbas : Bahwa ia pernah ditanya, "Apakah shalat boleh diqashar sampai di Arafah?" Ibnu Abbas menjawab, "Tidak boleh, tetapi sampai di 'Usfan, Jeddah dan Thaif." 101
Musnad Syafi'i 94 (230092)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّهُ كَانَ يُسَافِرُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ الْبَرِيدَ وَلَا يَقْصُرُ الصَّلَاةَ
95. Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi': Bahwa ia pernah bepergian dengan Ibnu Umar sejauh 1 barid, ternyata Ibnu Umar dan ia tidak mengqashar shalat.102
Musnad Syafi'i 95 (230093)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَكِبَ إِلَى ذَاتِ النُّصُبِ فَقَصَرَ الصَّلَاةَ فِي مَسِيرِهِ ذَلِكَ قَالَ مَالِكٌ: وَبَيْنَ ذَاتِ [ص:26] النُّصُبِ وَالْمَدِينَةِ أَرْبَعَةُ بُرُدٍ
96. Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Nafi', dan Salim bin Abdullah: Bahwa Abdullah bin Umar pernah menaiki kendaraannya menuju Dzatun-Nushb, lalu ia mengqashar shalat dalam perjalanannya itu. Malik bin Anas berkata “Dan, jarak antara Dzatun- Nushb dan Madinah adalah 4 barid.”103
Musnad Syafi'i 96 (230094)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، أَنَّهُ رَكِبَ إِلَى رِيمٍ فَقَصَرَ الصَّلَاةَ فِي مَسِيرِهِ ذَلِكَ. قَالَ مَالِكٌ: وَذَلِكَ نَحْوٌ مِنْ أَرْبَعَةِ بُرُدٍ
97. Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Salim .bin-Abdullah bin Umar, dari ayahnya : Bahwa ia pernah berkendaraan menuju Riim., lalu ia mengqashar shalat dalam perjalanannya itu. Malik berkata, "Jaraknya kurang lebih 4 barid."104
Musnad Syafi'i 97 (230095)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ قَالَ: سَأَلَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ جُلَسَاءَهُ: مَاذَا سَمِعْتُمْ فِي مَقَامِ الْمُهَاجِرِ بِمَكَّةَ؟ قَالَ السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ: حَدَّثَنِي الْعَلَاءُ بْنُ الْحَضْرَمِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَمْكُثُ الْمُهَاجِرُ بَعْدَ قَضَاءِ نُسُكِهِ ثَلَاثًا»
98. Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abdurrahman bin Humaid, ia berkata "Umar bin Abdul Aziz pernah terkata kepada orang yang duduk disampingnya, 'Apa yang kalian dengar tentang mukimnya orang muhajirin di Makkah?' As-Sa'id bin Yazid mengatakan: Al Ala' bin Al Harami menceritakan kepadaku: Bahwa Rasulullah pernah bersabda. “Orang yang hijrah boleh tinggal setelah melaksanakan ibadah haji selama tiga hari105
Musnad Syafi'i 98 (230096)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بَابٌ وَمِنْ كِتَابِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ فِي الصَّلَاةِ
Bagian Pembahasan tentang Menghadap Kiblat Saat Shalat
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَجَّلَ فِي السَّيْرِ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ
99. Sufyan menceritakan kepadaku dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya , ia berkata, “Nabi apabila terpaksa mempercepat keberangkatan, maka beiiau menjamak shalat Maghrib dan shalat lsya” 106
Musnad Syafi'i 99 (230097)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan