Adabul Mufrad

بَابُ دَعْوَةِ الْوَالِدَيْنِ
حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى هُوَ ابْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ، لاَ شَكَّ فِيهِنَّ‏:‏ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا‏.‏
32. Muadz bin Fadhalah menceritakan pada kami: Hisyam menceritakan pada kami: Dari Yahya dia adalah Ibnu Abi Katsir Dari Abu Ja'far: bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ada tiga doa yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu, doa orang yang dizhalimi (dianiaya), doa orang musafir, dan doa kedua orang tua kepada anaknya."
Adabul Mufrad (177031)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (596), (Abu Daud: 8-Kitab Ash-Shalat, 29- Bab Ad-Dua’u Bizhahril Ghaibi, At-Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wash-Shilah, 7- Bab Ma Jaa fi Da'watil Walidaini. Ibnu Majah: 34- Kitab Doa' 11- Bab Da’watul-Walid Da'watul Mazhlum, hadits 3862).
بَابُ دَعْوَةِ الْوَالِدَيْنِ
حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ قُسَيْطٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ شُرَحْبِيلَ، أَخِي بَنِي عَبْدِ الدَّارِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ مَا تَكَلَّمَ مَوْلُودٌ مِنَ النَّاسِ فِي مَهْدٍ إِلاَّ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم، وَصَاحِبُ جُرَيْجٍ، قِيلَ‏:‏ يَا نَبِيَّ اللهِ، وَمَا صَاحِبُ جُرَيْجٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَإِنَّ جُرَيْجًا كَانَ رَجُلاً رَاهِبًا فِي صَوْمَعَةٍ لَهُ، وَكَانَ رَاعِيَ بَقَرٍ يَأْوِي إِلَى أَسْفَلِ صَوْمَعَتِهِ، وَكَانَتِ امْرَأَةٌ مِنْ أَهْلِ الْقَرْيَةِ تَخْتَلِفُ إِلَى الرَّاعِي، فَأَتَتْ أُمُّهُ يَوْمًا فَقَالَتْ‏:‏ يَا جُرَيْجُ، وَهُوَ يُصَلِّي، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ وَهُوَ يُصَلِّي‏:‏ أُمِّي وَصَلاَتِي‏؟‏ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ، ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَّانِيَةَ، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ‏:‏ أُمِّي وَصَلاَتِي‏؟‏ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ، ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَّالِثَةَ، فَقَالَ‏:‏ أُمِّي وَصَلاَتِي‏؟‏ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ، فَلَمَّا لَمْ يُجِبْهَا قَالَتْ‏:‏ لاَ أَمَاتَكَ اللَّهُ يَا جُرَيْجُ حَتَّى تَنْظُرَ فِي وَجْهِ الْمُومِسَاتِ، ثُمَّ انْصَرَفَتْ‏.‏ فَأُتِيَ الْمَلِكُ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ وَلَدَتْ، فَقَالَ‏:‏ مِمَّنْ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ مِنْ جُرَيْجٍ، قَالَ‏:‏ أَصَاحِبُ الصَّوْمَعَةِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ نَعَمْ، قَالَ‏:‏ اهْدِمُوا صَوْمَعَتَهُ، وَأْتُونِي بِهِ، فَضَرَبُوا صَوْمَعَتَهُ بِالْفُئُوسِ حَتَّى وَقَعَتْ‏.‏ فَجَعَلُوا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ بِحَبْلٍ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِهِ، فَمَرَّ بِهِ عَلَى الْمُومِسَاتِ، فَرَآهُنَّ فَتَبَسَّمَ، وَهُنَّ يَنْظُرْنَ إِلَيْهِ فِي النَّاسِ، فَقَالَ الْمَلِكُ‏:‏ مَا تَزْعُمُ هَذِهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَا تَزْعُمُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ تَزْعُمُ أَنَّ وَلَدَهَا مِنْكَ، قَالَ‏:‏ أَنْتِ تَزْعُمِينَ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ نَعَمْ، قَالَ‏:‏ أَيْنَ هَذَا الصَّغِيرُ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ هَذا هُوَ فِي حِجْرِهَا، فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ فَقَالَ‏:‏ مَنْ أَبُوكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ رَاعِي الْبَقَرِ‏.‏ قَالَ الْمَلِكُ‏:‏ أَنَجْعَلُ صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ مِنْ فِضَّةٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَمَا نَجْعَلُهَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ رُدُّوهَا كَمَا كَانَتْ، قَالَ‏:‏ فَمَا الَّذِي تَبَسَّمْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمْرًا عَرَفْتُهُ، أَدْرَكَتْنِي دَعْوَةُ أُمِّي، ثُمَّ أَخْبَرَهُمْ‏.‏
33. Ayas bin Walid menceritakan pada kami: Abdul A'la menceritakan pada kami: Muhammad bin Ishaq menceritakan pada kami: Dari Yazid bin Abdullah bin Qusaith: Dari Muhammad bin syurahbil saudara bani Abdi Dzar : Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tidak ada seorang bayi yang dapat bicara di dalam ayunan (buaian) (ibunya) kecuali Isa ibnu Maryam 'alaihissalam dan bayi (dalam cerita) Juraij.' Ditanyakan, 'Wahai Nabi Allah, bagaimana (cerita tentang) Juraij?' Nabi menjawab, 'Sesungguhnya Juraij adalah seorang yang selalu beribadah di dalam tempat ibadah miliknya. Ada seorang penggembala sapi yang tinggal di bawah tempat ibadahnya dan ada seorang perempuan dari penduduk desa berzina dengan penggembala sapi tersebut. Suatu hari ibu Juraij mendatangi Juraij yang sedang beribadah, lalu memanggilnya, 'Wahai Jurai!', sementara dia sedang beribadah, maka terdetik dalam hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Dia lebih mengutamakan shalatnya. Kemudian ibunya memanggilnya untuk kedua kalinya, lalu dia berkata dalam hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggilnya untuk yang ketiga kalinya. Juraij berkata dalam hatinya, 'Ibuku atau shalatku?,' Dia mengutamakan shalatnya. Tatkala Juraij tidak menjawabnya, (sambil marah) ibunya berdoa, 'Mudah-mudahan Allah tidak mematikanmu, wahai Juraij! Kecuali engkau melihat wajah perempuan-perempuan pelacur' kemudian ibunya pergi. Tiba-tiba seorang wanita yang melahirkan seorang bayi (hasil perzinahan) di hadapkan kepada seorang raja. Lalu raja tersebut bertanya, 'Siapa yang menghamilimu?,' Wanita tersebut menjawab, 'Dari Juraij.' Raja bertanya, 'Pemilik tempat ibadah itu?' Wanita itu menjawab, 'Ya.' Lalu raja memberikan perintah, 'Rubuhkan (tempat ibadahnya) dan datangkan Juraij kepadaku.' Lalu mereka (masyarakat) menghancurkan tempat ibadah tersebut dengan martil (kapak) yang beraneka ragam sampai roboh. Kemudian mereka mengikat tangan Juraij sampai lehernya dan diseret (menghadap raja) melewati para wanita pelacur dan dia tersenyum, para pelacur tersebut diperlihatkan kepadanya ditengah orang ramai. Lalu sang raja berkata, 'Apa yang mereka tuduhkan (kepadamu)?,' dia menjawab, 'Apa yang dituduhkan oleh mereka (terhadapku)?,' sang raja berkata, 'Dia menuduhmu bahwa anaknya ini dari mu!,' Juraij berkata, 'Kamu menuduh demikian?,' wanita itu menjawab, 'Ya.' Juraij berkata, 'Di mana bayi itu?,' mereka menjawab, 'Itu, yang ada dipangkuannya!,' lalu Juraij menghampiri bayi itu, seraya bertanya, 'Siapa bapakmu? Bayi itu menjawab, 'Penggembala sapi.' Maka kemudian sang raja berkata, 'Apakah kami membangun (kembali) tempat ibadahmu dari emas?,' Juraij menjawab, "Tidak," sang raja berkata, "Dari perak?," Juraij menjawab, "Tidak," sang raja berkata, "Lalu apa yang bisa kami jadikan untuk mengganti tempat ibadahmu itu?," Juraij menjawab, "Kembalikan tempat ibadah itu seperti semula." Sang raja bertanya, "Apa yang membuat engkau tersenyum?," Juraij menjawab, "Tentang satu hal yang sudah aku ketahui bahwa aku terkena akibat dari doa ibu saya, lalu saya menceritakannya kepada mereka'."
Adabul Mufrad (177032)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Shahih, (Bukhari, 60-Kitab Al Anbiyau, 48- bab (Wadzkur fi Kitabi Maryama) (Qs. Maryam (19): 16), Muslim 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adab, hadits 7, 8).
بَابُ عَرْضِ الإِسْلاَمِ عَلَى الأُمِّ النَّصْرَانِيَّةِ
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو كَثِيرٍ السُّحَيْمِيُّ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ‏:‏ مَا سَمِعَ بِي أَحَدٌ، يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ، إِلاَّ أَحَبَّنِي، إِنَّ أُمِّي كُنْتُ أُرِيدُهَا عَلَى الإِسْلاَمِ فَتَأْبَى، فَقُلْتُ لَهَا، فَأَبَتْ، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقُلْتُ‏:‏ ادْعُ اللَّهَ لَهَا، فَدَعَا، فَأَتَيْتُهَا، وَقَدْ أَجَافَتْ عَلَيْهَا الْبَابَ، فَقَالَتْ‏:‏ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، إِنِّي أَسْلَمْتُ، فَأَخْبَرْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقُلْتُ‏:‏ ادْعُ اللَّهَ لِي وَلِأُمِّي، فَقَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ، عَبْدُكَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَأُمُّهُ، أَحِبَّهُمَا إِلَى النَّاسِ‏.‏
34. Abu Walid Hisyam bin Abdul Malik menceritakan pada kami: Ikrimah bin Amar menceritakan pada kami: Abu Katsir As-Suhaimi menceritakan padaku: Aku mendengar Abu Hurairah, dia berkata: "Tidak seorangpun Yahudi atau Nasrani mendengar (perkataanku) kecuali dia mencintaiku. Sesungguhnya aku menginginkan ibuku agar masuk Islam, tetapi dia menolak. Aku berkata kepadanya, tetapi dia menolak. Kemudian aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Doakanlah ibuku kepada Allah." Lalu Nabi mendoakannya. Kemudian aku mendatanginya (ibuku), pintu telah menutup dia, lalu dia berkata, "Wahai Abu Hurairah! Sesungguhnya aku telah masuk Islam.' Aku Memberitahukan (hal ini) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku berkata, 'Berdoalah kepada Allah untukku dan untuk ibuku," Kemudian Nabi berdoa, 'Ya Allah! ini hamba-Mu Abu Hurairah dan ibunya, jadikanlah keduanya dicintai orang lain'."
Adabul Mufrad (177033)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Hasan, di dalam kitab Al Misykah (5895), (Aku tidak menemukan hadits ini dalam Kutub As-Sittah). Aku berkata, "Bahkan hadits tersebut terdapat dalam Shahih Muslim (7/165 - 166) dengan susunan lafazh yang lebih lengkap dari pada hadits ini."
بَابُ بِرِّ الْوَالِدَيْنِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْغَسِيلِ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي أُسَيْدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا أُسَيْدٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ قَالَ‏:‏ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ رَجُلٌ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ بَعْدَ مَوْتِهِمَا أَبَرُّهُمَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، خِصَالٌ أَرْبَعٌ‏:‏ الدُّعَاءُ لَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لاَ رَحِمَ لَكَ إِلاَّ مِنْ قِبَلِهِمَا‏.‏
35. Abu Nua'im menceritakan pada kami: Abdurrahman bin Al-Ghasil meceritakan pada kami: Usaid bin Ali bin Ubaid menceritakan kepadaku: Dari Bapaknya: bahwa dia mendengar Abu Usaid [Malik bin Rabiah], bercerita pada suatu kaum: berkata, "Kami sedang bersama Nabi SAW lalu berkata seorang pria, Wahai Rasul, Apakah saya dapat berbakti kepada kedua orang tua setelah mereka wafat?' Nabi menjawab, 'Ya, dengan 4 macam; berdoa untuk mereka berdua, memohon ampun bagi keduanya, melaksanakan segala perintahnya, memuliakan sahabat mereka, dengan melanjutkan silaturrahim yang pernah mereka jalin.'"
Adabul Mufrad (177034)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Hadits ini dha'if. (Adh-Dha'ifah, hal. 597): [Tidak terdapat dalam Kutubus-Sittah ]'' Demikian penuturannya [Abdul Baqi-ed]. Dia tidak melihat Kitabus-Sunnah Abu Daud dan Ibnu Majah.
بَابُ بِرِّ الْوَالِدَيْنِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ تُرْفَعُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ دَرَجَتُهُ‏.‏ فَيَقُولُ‏:‏ أَيْ رَبِّ، أَيُّ شَيْءٍ هَذِهِ‏؟‏ فَيُقَالُ‏:‏ وَلَدُكَ اسْتَغْفَرَ لَكَ‏.‏
36. Ahmad bin Yunus menceritakan pada kami: Abu Bakar menceritakan pada kami: Dari Ashim: Dari Abu Shalih: Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Diangkat derajat mayat seseorang setelah meninggalnya, lalu berkata, 'Wahai Tuhanku! apa yang terjadi?' Lalu dikatakan, 'Anakmu memohonkan ampunan untukmu."
Adabul Mufrad (177035)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Hasan, sanadnya.