Adabul Mufrad

بَابُ بِرِّ الأَبِ
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَتَى رَجُلٌ نَبِيَّ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ‏:‏ مَا تَأْمُرُنِي‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ بِرَّ أُمَّكَ، ثُمَّ عَادَ، فَقَالَ‏:‏ بِرَّ أُمَّكَ، ثُمَّ عَادَ، فَقَالَ‏:‏ بِرَّ أُمَّكَ، ثُمَّ عَادَ الرَّابِعَةَ، فَقَالَ‏:‏ بِرَّ أَبَاكَ‏.‏
Bisyr bin Muhammad memberitahukan pada kami: Abdullah mengabarkan pada kami, yahya bin Ayub mengabarkan pada kami, Abu Zur"ah memberitahukan pada kami: Dari Abu Hurairah, Datang seseorang pada Rasulullah dan berkata : Apa yang engkau perintahkan padaku? Rasulullah bersabda: Berbakti pada Ibumu, Kemudian berkata, Berbakti pada ibumu, kemudian berkata Berbakti pada Ibumu, Pernyataan ini diulang sampai empat kali, kemudian beliau bersabda : Berbakti pada Bapakmu.
Adabul Mufrad (177006)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Shahih: Lihat Sebelumnya
بَابُ بِرِّ وَالِدَيْهِ وَإِنْ ظَلَمَا
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ هُوَ ابْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ الْقَيْسِيِّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ‏:‏ مَا مِنْ مُسْلِمٍ لَهُ وَالِدَانِ مُسْلِمَانِ يُصْبِحُ إِلَيْهِمَا مُحْتَسِبًا، إِلاَّ فَتْحَ لَهُ اللَّهُ بَابَيْنِ يَعْنِي‏:‏ مِنَ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ وَاحِدًا فَوَاحِدٌ، وَإِنْ أَغْضَبَ أَحَدَهُمَا لَمْ يَرْضَ اللَّهُ عَنْهُ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ، قِيلَ‏:‏ وَإِنْ ظَلَمَاهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَإِنْ ظَلَمَاهُ‏.‏
Hajjaj memberitahukan pada Kami, Hammad dia Ibnu Salamah memberitahukan pada kami: dari Sulaiman At-Taimi dari Said Al Qaisy dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Tidak seorangpun dari seorang muslim yang masih memiliki kedua orang tua, lalu berbakti kepada keduanya dan mengharap ridha Allah, kecuali Allah bukakan baginya dua buah pintu dari surga meskipun jika masih tersisa hanya satu orang saja. Maka berbaktilah kepadanya. Jika membuat marah salah seorang dari kedua orang tua, Allah tidak akan meridhai hingga orang tua tadi meridhainya. Kemudian ditanya, "Meskipun kedua orang tua tadi berlaku zhalim terhadap si anak?" Nabi bersabda, "Meskipun mereka menzhalimi si anak". "
Adabul Mufrad (177007)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Sanad hadits ini dha'if; Said (perawi hadits) ini tidak diketahui (majhul).
بَابُ لِينِ الْكَلاَمِ لِوَالِدَيْهِ
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ مِخْرَاقٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي طَيْسَلَةُ بْنُ مَيَّاسٍ قَالَ‏:‏ كُنْتُ مَعَ النَّجَدَاتِ، فَأَصَبْتُ ذُنُوبًا لاَ أَرَاهَا إِلاَّ مِنَ الْكَبَائِرِ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِابْنِ عُمَرَ قَالَ‏:‏ مَا هِيَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ كَذَا وَكَذَا، قَالَ‏:‏ لَيْسَتْ هَذِهِ مِنَ الْكَبَائِرِ، هُنَّ تِسْعٌ‏:‏ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَقَتْلُ نَسَمَةٍ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَةِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَإِلْحَادٌ فِي الْمَسْجِدِ، وَالَّذِي يَسْتَسْخِرُ، وَبُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوقِ‏.‏ قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ‏:‏ أَتَفْرَقُ النَّارَ، وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ إِي وَاللَّهِ، قَالَ‏:‏ أَحَيٌّ وَالِدُكَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ عِنْدِي أُمِّي، قَالَ‏:‏ فَوَاللَّهِ لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ، وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ، لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الْكَبَائِرَ‏.‏
Musaddad memberitahukan pada kami: Ismail bin Ibrahim memberitahukan pada kami: Ziyad bin Mikhraq memberitahukan pada kami: Thaisalah bin Mayyas memberitahukan padaku, dia berkata, "Aku bersama orang-orang keturunan Najdah bin Amir Al Khariji [1], yang membuat aku banyak melakukan dosa-dosa besar. Kemudian aku melaporkannya kepada Ibnu Umar, seraya bertanya, "Apa dosa-dosa itu?" Aku menjawab, "Ini dan itu." Ibnu Umar berkata, "Itu tidak termasuk dosa-dosa besar. Dosa-dosa besar itu, ada sembilan, yaitu menyekutukan Allah, membunuh orang, lari dari peperangan, menuduh zina kepada wanita mukmin, memakan harta riba, mengambil harta anak yatim, melenceng di masjid, orang yang suka menghina (mengejek), dan (menyebabkan) orang tua menangis karena durhaka (kepada keduanya)." Ibnu Umar berkata, kepadaku, "Apakah engkau takut dari neraka dan ingin masuk surga?" Saya berkata, "Apa benar, demi Allah?," Ibnu Umar berkata, "Apakah orang tuamu masih hidup?" Saya menjawab, "Ibu saya masih hidup." Ibnu Umar berkata, "Demi Allah! sekiranya engkau berbicara lemah lembut kepadanya dan memberi makan kepadanya, maka niscaya engkau benar-benar akan masuk surga selama dosa-dosa besar itu dijauhi."
Adabul Mufrad (177008)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Shahih, dalam kitab Ash-Shahihah (2898).
[1]. Najdah bin Amir Kaum Al-Haruriyah- ahli bid"ah -pent
بَابُ لِينِ الْكَلاَمِ لِوَالِدَيْهِ
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ ‏{‏وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ‏}‏، قَالَ‏:‏ لاَ تَمْتَنِعْ مِنْ شَيْءٍ أَحَبَّاهُ‏.‏
Abu Nu"aim memberitahukan pada kami: Sufyan memberitahukan pada kami: Dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya: Dia berkata, (Dan rendahkanlah dirimu kepada keduanya karena sayang). (Qs. Al-Israa" (17): 24): "Janganlah menghalangi sesuatu yang dicintai oleh keduanya."
Adabul Mufrad (177009)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Shahih sanadnya.
بَابُ جَزَاءِ الْوَالِدَيْنِ
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ لاَ يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدَهُ، إِلاَّ أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ‏.‏
Qabishah memberitahukan pada kami: Sufyan memberitahukan pada kami: Dari Suhail bin Abi Shalih, Dari Bapaknya, Dari Abu Hurairah, Dari Nabi shallallahu "alaihi wasallam berkata, "Seorang tidak dikatakan berbakti kepada orang tuanya, kecuali bila orang tuanya menjadi budak lalu ia membelinya dan memerdekakanya."
Adabul Mufrad (177010)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
Shahih, di dalam kitab Al Irwa (1747), Muslim, 20- Kitabul Itqi, hadits 25, 26).