Al Mustadrak 'Ala Shahihaini

كِتَابُ الْعِلْمِ
حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ دَرَسْتَوَيْهِ الْفَارِسِيُّ، ثنا يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ، ثنا عُمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ التَّيْمِيِّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي ذِئْبٍ الْقُرَشِيُّ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَلَاثَةٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ آوَاهُ اللَّهُ فِي كَنَفِهِ، وَسَتَرَ عَلَيْهِ بِرَحْمَتِهِ، وَأَدْخَلَهُ فِي مَحَبَّتِهِ» قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «مَنْ إِذَا أُعْطِي شُكَرَ، وَإِذَا قَدَرَ غَفَرَ، وَإِذَا غَضِبَ فَتَرَ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، فَإِنَّ عُمَرَ بْنَ رَاشِدٍ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْحِجَازِ مِنْ نَاحِيَةِ الْمَدِينَةِ، قَدْ رَوَى عَنْهُ أَكَابِرُ الْمُحَدِّثِينَ»
433/145. Abu Muhammad Abdullah bin Ja'far bin Darastawaih Al Farisi menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Sufyan menceritakan kepada kami, Umar bin Rasyid ([maula Abdurrahman bin Aban bin Utsman At-Taimi) menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Dzi'ib Al Qurasyi menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari Muhammad bin Ali, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Ada tiga orang yang akan dilindungi oleh Allah dalam naungan-Nya dan akan ditutupi dengan rahmat-Nya serta dimasukkan dalam cinta-Nya” Beliau lalu ditanya, "Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang apabila diberi maka dia bersyukur, apabila mampu memberi hukuman maka dia mengampuni, dan apabila marah maka dia dapat menahannya."
Hadits ini sanadnya shahih, karena Umar bin Rasyid adalah seorang syaikh dari Hijaz, dari arah Madinah. Para muhaddits besar meriwayatkan darinya.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128440)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
بل واه
كِتَابُ الْعِلْمِ
حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ هَانِئٍ، ثنا أَبُو سَهْلٍ بِشْرُ بْنُ سَهْلٍ، ثنا أَبُو صَالِحٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنِ صَالِحٍ، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ الْأَسْلَمِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، قَالَ: لَمَّا وَلِيَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ النَّاسَ عَلَى مِنْبَرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنِّي قَدْ عَلِمْتُ مِنْكُمْ أَنَّكُمْ تُؤْنِسُونَ مِنِّي شِدَّةً وَغِلْظَةً، وَذَلِكَ أَنِّي كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنْتُ عَبْدَهُ وَخَادِمَهُ، وَكَانَ كَمَا قَالَ اللَّهُ {بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ} فَكُنْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ كَالسَّيْفِ الْمَسْلُولِ إِلَّا أَنْ يَغْمِدَنِي أَوْ يَنْهَانِي عَنْ أَمَرٍ، فَأَكُفَّ وَإِلَّا أَقْدَمْتُ عَلَى النَّاسِ لِمَكَانِ لِينِهِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، وَأَبُو صَالِحٍ فَقَدِ احْتَجَّ بِهِ الْبُخَارِيُّ، فَأَمَّا سَمَاعُ سَعِيدٍ، عَنْ عُمَرَ فَمُخْتَلَفٌ فِيهِ، وَأَكْثَرُ أَئِمَّتِنَا عَلَى أَنَّهُ قَدْ سَمِعَ مِنْهُ، وَهَذِهِ تَرْجَمَةٌ مَعْرُوفَةٌ فِي الْمَسَانِيدِ»
434/146. Abu Ja'far Muhammad bin Shalih bin Hani menceritakan kepada kami. Abu Sahi Bisyr bin Sahi menceritakan kepada kami, Abu Shalih Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub menceritakan kepadaku dari Abdurrahman btn Karmalah Al Aslami, dari Sa'id bin Al Musayyib, dia berkata: Ketika Umar bin Khaththab diangkat menjadi khalifah, dia berpidato di atas mimbar Rasulullah . Setelah memuji dan menyanjung Allah, dia berkata, "Wahai kalian semua, sesungguhnya aku telah tahu bahwa kalian telah menjinakkan sikapku yang keras dan kasar. Hal itu setelah aku bersama Rasulullah , aku menjadi budak sekaligus pelayannya, dan beliau adalah seperti difirmankan Allah, 'Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin' Aku di hadapan beliau laksana pedang terhunus kecuali bila beliau menyuruhku untuk menyarungkannya atau melarangku melakukan sesuatu, maka aku pun berhenti. Tapi jika tidak maka aku akan mendatangi orang-orang (dengan memperlakukannya secara lembut) karena kelunakan (kelembutan) beliau."
Sanad hadits ini shahih. Abu Shalih telah dijadikan hujjah oleh Al Bukhan. Adapun mendengarnya Sa'id dari Umar, masih diperselisihkan. Mayoritas imam kami menyatakan bahwa dia mendengar darinya. Ini merupakan biografi yang telah dikenal (disebutkan) dalam musnad-musnad.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128441)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
حديث منكر
كِتَابُ الْعِلْمِ
أَخْبَرَنَا أَبُو حَامِدٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شُعَيْبٍ الْفَقِيهُ، ثنا سَهْلُ بْنُ عَمَّارٍ، ثنا مُحَاضِرُ بْنُ الْمُوَرِّعِ، ثنا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، عَنِ الْمُطَّلِبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ كَانَ هَيِّنًا لَيِّنًا قَرِيبًا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ»
435/147. Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Syu'aib Al Faqih mengabarkan kepada kami, Sahal bin Ammar menceritakan kepada kami, Muhadhir bin Al Muwarri' menceritakan kepada kami, Sa'ad bin Sa'id Al Anshari menceritakan kepada kami dari Amr bin Abu Amr, dari Al Muthalib, dari Abu Hurairah , dari Nabi , beliau bersabda, "Barangsiapa bersikap lunak dan lemah lembut, serta dekat (dengan orang-orang), maka Allah akan mengharamkannya masuk neraka."
Hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, tapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128442)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
على شرط مسلم
كِتَابُ الْعِلْمِ
أَخْبَرَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ الْفَاكِهِيُّ، بِمَكَّةَ، ثنا أَبُو يَحْيَى بْنُ أَبِي مَسَرَّةَ، ثنا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ، ثنا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَفْتَى النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَا أَعْرِفُ لَهُ عِلَّةً»
436/148. Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Ishaq Al Fakihi mengabarkan kepada kami di Makkah, Abu Yahya bin Abu Maisarah menceritakan kepada kami, Abu Abdurrahman Al Muqri menceritakan kepada kami, Sa'id bin Abu Ayyub menceritakan kepada kami dari Bakar bin Amr, dari Muslim bin Yasar, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memberi fatwa kepada masyarakat tanpa ilmu, maka dosanya ditanggung oleh orang yang memberi fatwa tersebut."
Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Selain itu, aku tidak mengetahui hadits ini memiliki illat.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128443)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
على شرطهما ولا أعرف له علة
كِتَابُ الْعِلْمِ
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ الْعَبَّاسُ بْنُ الْفَضْلِ الْأَسْفَاطِيُّ، ثنا أَبُو الْوَلِيدِ، ثنا هَمَّامٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ مَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَقَدْ تَقَدَّمَ أَخْبَارُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فِي إِجَازَةِ الْكِتَابَةِ»
437/149. Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Fadhl Al Asfathi memberitakan (kepada kami), Abu Al Walid menceritakan kepada kami, Hammam menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Nabi bersabda, “Jangan menulis dariku selain Al Qur'an. Barangsiapa menulis dariku selain Al Qur'an maka dia sebaiknya menghapusnya.
Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Telah diuraikan juga hadits-hadits Abdullah bin Amr tentang bolehnya menulis (hadits)
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128444)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
على شرطهما