Al Mustadrak 'Ala Shahihaini

كِتَابُ الْإِيمَانِ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَحْمَدَ الْقَاضِي، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحُسَيْنِ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ قَالَا: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، حَدَّثَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلَانِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ اللَّيْثِيِّ، عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ: «أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ؟ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ، وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةٍ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذُّنُوبَ» وَزِيَادَةٌ أُخْرَى عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهَا "
24/24. Abdurrahman bin Al Hasan bin Ahmad Al Qadhi menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Husain menceritakan kepada kami, Sa'id bin Abu Maryam dan Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Al-Laits menceritakan kepada kami, Abu Hani Al Khaulani menceritakan kepadaku dari Amr bin Malik Al-Laitsi, dari Fudhalah bin Ubaid, dia berkata: Rasulullah bersabda pada haji Wada', "Maukah kalian kuberitahu tentang (hakikat) seorang mukmin, yaitu orang yang dapat memberi keamanan kepada manusia lainnya pada diri dan harta mereka. Orang muslim adalah orang yang kaum muslim lainnya selamat dari (gangguan) lidah dan tangannya. Orang yang berjihad adalah orang yang dapat memerangi nafsunya dalam menjalani ketaatan. Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan dosa dan kesalahan."
Ada tambahan redaksi lain yang sesuai dengan syarat Muslim namun Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128026)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
سكت عنه الذهبي في التلخيص
كِتَابُ الْإِيمَانِ
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الصَّغَانِيُّ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى الْأَشْيَبُ، ثنا حَمَّادٌ، عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ، وَحُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ، وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ السُّوءَ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَبْدٌ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ» . «وَزِيَادَةٌ أُخْرَى صَحِيحَةٌ سَلِيمَةٌ مِنْ رِوَايَةِ الْمَجْرُوحِينَ فِي مَتْنِ هَذَا الْحَدِيثِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهَا»
25/25. Abu Al Abbas Muhammad bin Ya'qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq Ash-Shaghani menceritakan kepada kami, Hasan bin Musa Al Asyyab menceritakan kepada kami, Hammad menceritakan kepada kami dari Yunus bin Ubaid dan Humaid, dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Orang mukmin adalah orang yang manusia lainnya merasa aman (dari gangguannya). Orang muslim adalah orang yang kaum muslim lainnya selamat dari (gangguan) lidah dan tangannya. Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan perbuatan jahat. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya."
Tambahan lainnya shahih dan selamat dari riwayat al majruhin (periwayat-periwayat yang cacat), tapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128027)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
سكت عنه الذهبي في التلخيص
كِتَابُ الْإِيمَانِ
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي، ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، ثنا شُعْبَةُ، وَأَخْبَرَنِي أَبُو عَمْرٍو مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْعَدْلُ، ثنا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، ثنا أَبِي، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ خَيْرًا، عَنْ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «إِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ، وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ، أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَبِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا» فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَنْ يَسْلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِكَ وَيَدِكَ» . فَقَالَ ذَلِكَ الرَّجُلُ أَوْ غَيْرُهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَنْ تَهْجُرَ مَا كَرِهَ رَبُّكَ» قَالَ: " وَالْهِجْرَةُ هِجْرَتَانِ: هِجْرَةُ الْحَاضِرِ، وَهِجْرَةُ الْبَادِي، فَهِجْرَةُ الْبَادِي: أَنْ يُجِيبَ إِذَا دُعِيَ، وَيُطِيعَ إِذَا أُمِرَ، وَهِجْرَةُ الْحَاضِرِ أَعْظَمُهُمَا بَلِيَّةً وَأَفْضَلُهُمَا أَجْرًا ". قَدْ خَرَّجَا جَمِيعًا حَدِيثَ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو مُخْتَصَرًا وَلَمْ يُخَرِّجَا هَذَا الْحَدِيثَ، وَقَدِ اتَّفَقَا عَلَى عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ النَّجْرَانِيِّ، فَأَمَّا أَبُو كَثِيرٍ زُهَيْرُ بْنُ الْأَقْمَرِ الزُّبَيْدِيُّ فَإِنَّهُ سَمِعَ عَلِيًّا وَعَبْدَ اللَّهِ فَمَنْ بَعْدَهُمَا مِنَ الصَّحَابَةِ، وَهَذَا الْحَدِيثُ بِعَيْنِهِ عِنْدَ الْأَعْمَشِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ .
26/26. Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepada kami, Ismail bin Ishaq A1 Qadhi menceritakan kepada kami, Salim bin Harb menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami. Abu Amr dan Muhammad bin Ja'far Al Adi mengabarkan kepadaku, Yahya bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Muadz menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami dari Amr bin Murrah, dia berkata: Abdullah bin Al Harits menceritakan Irfpa^alm dan dia memujinya dengan kebaikan— dari Abu Katsir, dari Abdullah bin Amr, dia berkata: Rasulullah pernah berkhuthbah di hadapan kami dengan bersabda, "Jauhilah perbuatan zhalim, karena dia (akan menjadi) kegelapan pada Hari Kiamat. Jauhilah kata-kata kotor dan sengaja berkata kotor. Jauhilah sifat kikir, karena kehancuran orang-orang sebelum kalian disebabkan sifat kikir; dia menyuruh memutus tali persaudaraan maka mereka memutus tali persaudaraan, dia menyuruh mereka bakhil maka mereka bersifat bakhil, dan dia menyuruh mereka berbuat durhaka maka mereka berbuat durhaka"
Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri lantas bertanya, "Wahai Rasulullah, Islam apakah yang paling utama?" Nabi menjawab, "Yaitu kaum muslim bisa selamat dari (gangguan) lidah dan tanganmu." Orang itu atau yang lainnya lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, hijrah apakah yang paling utama?" Nabi menjawab, "Kamu meninggalkan hal-hal yang dibenci Tuhanmu."
Nabi lanjut bersabda, "Hijrah itu ada dua, yaitu hijrahnya orang kota dan hijrahnya orang desa. Hijrahnya orang desa (badui) adalah memenuhi ketika dipanggil dan mematuhi saat diperintah. Sedangkan hijrahnya orang kota lebih berat cobaannya dan lebih utama pahalanya."
Al Bukhari dan Muslim sama-sama meriwayatkan hadits Asy-Sya'bi dari Abdullah bin Amr secara ringkas, tapi keduanya tidak meriwayatkan hadits ini. Keduanya telah sepakat (dalam meriwayatkan hadits) Amr bin Murrah dan Abdullah bin Al Harits An-Najrani. Adapun Abu Katsir Zuhair bin Al Aqmar Az-Zubaidi, telah mendengar (dari) Ali dan Abdullah serta para sahabat sesudah keduanya.
Hadits ini dengan bentuknya (redaksinya) juga diriwayatkan oleh Al A'masy dari Amr bin Murrah.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128028)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
اتفقا على عمرو عن عبد الله بن الحارث النجراني فأما أبو كثير زهير بن الأقمر الزبيدي فإنه سمع عليا وعبد الله ورواه الأعمش عن الأعمش عن عمرو
كِتَابُ الْإِيمَانِ
حَدَّثَنَاهُ عَلِيُّ بْنُ عِيسَى، ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ، ثنا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنِ الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ زُهَيْرِ بْنِ الْأَقْمَرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اتَّقُوا الظُّلْمَ» فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ. «وَلِهَذِهِ الزِّيَادَاتِ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو» شَاهِدٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِي هُرَيْرَةَ
27/27. Ali bin Isa menceritakannya kepada kami, Al Husain bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Amr bin Abban menceritakan kepada kami, Husain bin Ali menceritakan kepada kami, Fudhail bin Iyadh menceritakan kepada kami dari Al A'masy, dari Amr bin Murrah, dari Abdullah bin Al Harits, dari Zuhair bin Al Aqmar, dari Abdullah bin Amr, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Takutlah kalian akan perbuatan zhalim...." Dia lalu menyebutkan haditsnya yang panjang.
Tambahan-tambahan yang kami sebutkan ini berasal dari Abdullah bin Amr, yang memiliki syahid yang shahih, sesuai syarat Muslim dari riwayat Abu Hurairah.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128029)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْإِيمَانِ
أَخْبَرَنَاهُ أَبُو الْحُسَيْنِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْقَنْطَرِيُّ، ثنا أَبُو قِلَابَةَ، ثنا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ - وَاللَّفْظُ لَهُ - أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مِلْحَانَ، ثنا ابْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِيَّاكُمْ وَالْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَاحِشَ الْمُتَفَحِّشَ، وَإِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَإِنَّهُ هُوَ الظُّلُمَاتُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّهُ دَعَا مَنْ قَبْلَكُمْ فَسَفَكُوا دِمَاءَهُمْ، وَدَعَا مَنْ قَبْلَكُمْ فَقَطَعُوا أَرْحَامَهُمْ، وَدَعَا مَنْ قَبْلَكُمْ فَاسْتَحَلُّوا حُرُمَاتِهِمْ»
28/28. Abu Al Husain Muhammad bin Ahmad Al Qanthari mengabarkan kepada kami, Abu Qilabah menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Ibnu Ajian. Abu Bakar bin Ishaq menceritakan kepada kami —redaksinya diriwayatkan olehnya—, Ahmad bin Ibrahim bin Malhan mengabarkan kepada kami, Ibnu Bukair menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepadaku dari Muhammad bin Ajian, dari S a'id bin Abu Sa'id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Jauhilah oleh kalian perbuatan keji dan sengaja berbuat keji, karena Allah tidak menyukai orang yang berbuat keji dan sengaja berkata kotor. Jauhilah oleh kalian perbuatan zhalim, karena itu merupakan kegelapan pada Hari Kiamat. Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena dia menyeru orang- orang sebelum kalian hingga mengalirkan darah mereka, menyeru orang-orang sebelum kalian hingga memutus tali kekeluargaan mereka, dan menyeru orang-orang sebelum kalian hingga menghalalkan kehormatan mereka."
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128030)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
رواه الليث والنبيل عنه