Al Mustadrak 'Ala Shahihaini

كِتَابُ الْإِيمَانِ
أَخْبَرَنِي أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْجَوْهَرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ، حَدَّثَنِي أَبِي، أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ بِفَرَسٍ لَهُ يَقُودُهَا عَقُوقٍ وَمَعَهَا مُهْرَةٌ لَهَا يَتْبَعُهَا، فَقَالَ: مَنْ أَنْتَ؟ فَقَالَ: «أَنَا نَبِيٌّ» ، قَالَ: مَا نَبِيٌّ؟ قَالَ: «رَسُولُ اللَّهِ» ، قَالَ: مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «غَيْبٌ وَلَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ» قَالَ: أَرِنِي سَيْفَكَ، فَأَعْطَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيْفَهُ، فَهَزَّهُ الرَّجُلُ ثُمَّ رَدَّهُ عَلَيْهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَا إِنَّكَ لَمْ تَكُنْ تَسْتَطِيعُ الَّذِي أَرَدْتَ» قَالَ: وَقَدْ كَانَ. . . قَالَ: اذْهَبْ إِلَيْهِ فَسَلْهُ عَنْ هَذِهِ الْخِصَالِ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَقَدِ اتَّفَقَا جَمِيعًا عَلَى الْحُجَّةِ بإيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، وَاحْتَجَّ مُسْلِمٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ بِعَيْنِهِ فَحَدَّثَ، عَنْ أَحْمَدَ بْنِ يُوسُفَ بِغَيْرِ حَدِيثٍ»
14/14. Abu Al Hasan Muhammad bin Abdullah Al Jauhari mengabarkan kepadaku, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yusuf menceritakan kepada kami, An-Nadhr bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ikrimah bin Ammar menceritakan kepada kami, Iyas bin Salamah menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, bahwa ketika dia bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan menuntun kudanya yang sedang bunting beserta anak kudanya yang mengikutinya. Lalu dia bertanya, "Siapa engkau?" Nabi menjawab, "Aku seorang nabi." Dia bertanya lagi, "Apa itu nabi?" Beliau menjawab, "Utusan Allah" Laki-laki itu bertanya, "Kapan datangnya Hari Kiamat?" Nabi menjawab, "(Itu perkara yang) gaib, dan tidak ada yang mengetahui hal gaib kecuali Allah" Laki- laki itu berkata lagi, 'Perlihatkan kepadaku pedangmu." Nabi pun memberikan pedangnya kepadanya, lalu laki-laki tersebut mengayun-ayunkannya dan menodongkannya kepada beliau. Beliau lalu bersabda, "Engkau tidak akan bisa melakukan apa yang engkau inginkan"
Periwayat (Salamah) berkata, "Dan dia [...]." Nabi lalu bersabda, "Pergilah kepadanya dan tanyakanlah kepadanya tentang masalah-masalah ini."
Hadits ini shahih.
Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Keduanya sama-sama sepakat berhujjah dengan Iyas bin Salamah dari ayahnya. Sementara Muslim berhujjah dengan sanad ini secara bentuknya. Dia meriwayatkan selain hadits ini dari Ahmad bin Yusuf.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128016)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
على شرط مسلم
كِتَابُ الْإِيمَانِ
أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارُ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مِهْرَانَ الْأَصْبَهَانِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا عَوْفُ بْنُ أَبِي جَمِيلَةَ، وَأَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحُسَيْنِ الْقَاضِي بِمَرْوَ، حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ أَبِي أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا عَوْفٌ، عَنْ خِلَاسٍ، وَمُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِهِمَا جَمِيعًا مِنْ حَدِيثِ ابْنِ سِيرِينَ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَحَدَّثَ الْبُخَارِيُّ، عَنْ إِسْحَاقَ، عَنْ رَوْحٍ، عَنْ عَوْفٍ، عَنْ خِلَاسٍ، وَمُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قِصَّةَ مُوسَى أَنَّهُ آدَرُ»
15/15. Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Ash-Shaffar mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Mihran Al Ashbahani menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami, Auf bin Abu Jamilah menceritakan kepada kami. Abdullah bin Al Husain Al Qadhi mengabarkan kepada kami di Marwa, Al Harits bin Abu Salamah menceritakan kepada kami, Rauh bin Ubadah menceritakan kepada kami, Auf menceritakan kepada kami dari Khallas dan Muhammad, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu dia membenarkan perkataannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad "
Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Sirin, namun keduanya tidak meriwayatkannya.
Al Bukhari meriwayatkan hadits —tentang kisah Musa, bahwa kedua buah zakarnya besar— dari Ishaq, dari Rauh, dari Auf, dari Khallas dan Muhammad, dari Abu Hurairah.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128017)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
على شرطهما
كِتَابُ الْإِيمَانِ
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ الْحَافِظُ إِمْلَاءً، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ السَّعْدِيُّ، ثنا قُرَيْشُ بْنُ أَنَسٍ، ثنا حَبِيبُ بْنُ الشَّهِيدِ، وَأَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ، ثنا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ، ثنا هِصَّانُ بْنُ كَاهِلٍ، وَفِي حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ كَاهِنٌ قَالَ: جَلَسْتُ مَجْلِسًا فِيهِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ وَلَا أَعْرِفُهُ، فَقَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «مَا عَلَى الْأَرْضِ نَفْسٌ تَمُوتُ لَا تُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا تَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، يَرْجِعُ ذَلِكَ إِلَى قَلْبٍ مُوقِنٍ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهَا» . قَالَ: فَقُلْتُ: أَأَنْتَ سَمِعْتَ مِنْ مُعَاذٍ، فَعَنَّفَنِي الْقَوْمُ، فَقَالَ: دَعُوهُ فَإِنَّهُ لَمْ يُسِيءِ الْقَوْلَ، نَعَمْ، أَنَا سَمِعْتُهُ مِنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَزَعَمَ مُعَاذٌ أَنَّهُ سَمِعَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. " هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَقَدْ تَدَاوَلَهُ الثِّقَاتُ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ جَمِيعًا بِهَذَا اللَّفْظِ، وَالَّذِي عِنْدِي - وَاللَّهُ أَعْلَمُ - أَنَّهُمَا أَهْمَلَاهُ لِهِصَّانِ بْنِ كَاهِلٍ، وَيُقَالُ: ابْنُ كَاهِنٍ، فَإِنَّ الْمَعْرُوفَ بِالرِّوَايَةِ عَنْهُ حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ الْعَدَوِيُّ فَقَطْ «. وَقَدْ ذَكَرَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ، أَنَّهُ رَوَى عَنْهُ قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ أَيْضًا،» وَقَدْ أَخْرَجَا جَمِيعًا عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ الثِّقَاتِ لَا رَاوِيَ لَهُمْ إِلَّا وَاحِدٌ، فَيَلْزَمُهُمَا بِذَلِكَ إِخْرَاجُ مِثْلِهِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ "
16/16. Abu Abdillah Muhammad bin Ya'qub Al Hafizh menceritakan kepada dengan cara imla' (mendikte), Ibrahim bin Abdullah As-Sa'di menceritakan kepada kami, Quraisy bin Anas menceritakan kepada kami, Habib bin Asy-Syahid menceritakan kepada kami. Ahmad bin Ja'far Al Qathi'i mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hambal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami dari Habib bin Asy-Syahid, Humaid bin Hilal menceritakan kepada kami, Hishshan bin Kahil menceritakan kepada kami —dalam hadits Ibnu Abi Adi: Kahin—, dia berkata: Aku pernah duduk di suatu majelis yang di dalamnya terdapat Abdurrahman bin Samurah. Ketika itu aku belum mengenalnya. Dia berkata: Mu'adz bin Jabal menceritakan kepada kami, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Tidak satu pun jiwa yang mati di atas bumi tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dan bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah dengan hati yang penuh keyakinan kecuali Allah akan mengampuninya."
Hishshan berkata, "Aku lalu bertanya, 'Apakah engkau mendengarnya dari Mu'adz?' Orang-orang pun mencaci-makiku. Abdurrahman bin Samurah lalu berkata, 'Biarkan dia, karena dia tidak berkata-kata kasar. Ya, aku mendengarnya dari Mu'adz bin Jabal'."
Mu'adz sendiri beranggapan bahwa dia pernah mendengarnya dari Rasulullah .
Hadits ini shahih dan para periwayat tsiqah telah meriwayatkannya. Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkaimya dengan redaksi ini.
Menurutku, keduanya mengenyampingkannya karena ada Hishshan bin Kahil, yang disebut pula sebagai Ibnu Kahin, karena yang dikenal meriwayatkan darinya hanyalah Humaid bin Hilal Al Adwi. Ibnu Abi Hatim telah menyebutkan bahwa yang meriwayatkan darinya juga Qurrah bin Khalid. Keduanya sama-sama meriwayatkannya dari segolongan periwayat tsiqah9 yang tidak ada yang meriwayatkan untuk mereka kecuali satu orang, sehingga keduanya mengganggapnya layak meriwayatkan redaksi yang serupa.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128018)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
هصان وثقه ابن حبان
كِتَابُ الْإِيمَانِ
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي دَاوُدَ الْمُنَادِي، ثنا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْحَيَاءُ وَالْعِيُّ شُعْبَتَانِ مِنَ الْإِيمَانِ، وَالْبَذَاءُ وَالْبَيَانُ شُعْبَتَانِ مِنَ النِّفَاقِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَقَدِ احْتَجَّا بِرُوَاتِهِ عَنْ آخِرهِمْ»
17/17. Abu Al Abbas Muhammad bin Ya'qub menceritakan kepada kami, Abu Ja'far Muhammad bin Ubaidillah bin Abu Daud Al Munadi menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Abu Ghassan Muhammad bin Mutharrif memberitakan kepada kami dari Hassan bin Athiyyah, dari Abu Umamah Al Bahili, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Malu dan enggan berbicara (yang menjadikan dosa) adalah dua cabang dari keimanan, sedangkan kata-kata kotor dan bicara berlebih-lebihan adalah termasuk nifak "
Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, dan keduanya tidak meriwayatkannya. Keduanya sama-sama berhujjah dengan para periwayatnya dari yang paling akhir.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128019)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
هذا حديث صحيح على شرط الشيخين
كِتَابُ الْإِيمَانِ
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَهُوَ ابْنُ مَهْدِيٍّ، ثنا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ صَالِحِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أُمَامَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبَذَاذَةُ مِنَ الْإِيمَانِ، الْبَذَاذَةُ مِنَ الْإِيمَانِ» . «قَدِ احْتَجَّ مُسْلِمٌ بِصَالِحِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ»
18/18. Ahmad bin Ja'far Al Qathi'i mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Abdurrahman —yaitu Ibnu Mahdi— menceritakan kepada kami, Zuhair bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Shalih bin Abu Shalih, dari Abdullah bin Abu Umamah, dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Berpenampilan sederhana termasuk bagian dari iman, berpenampilan sederhana merupakan bagian dari iman (yaitu tawadhu dalam berpakaian)"
Muslim berhujjah dengan Shalih bin Abu Shalih As-Samman.
Al Mustadrak 'Ala Shahihaini (128020)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
احتج مسلم بصالح