Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفُضَيْلِ الرَّاسِبِيُّ , نا ابْنُ أَبِي أُوَيْسٍ , نا كَثِيرٌ الْمُزَنِيُّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا يَبِيعُ حَاضِرٌ لِبَادٍ». قَالَ ابْنُ الْفُضَيْلِ: فَسَّرَ لَنَا ابْنُ أَبِي أُوَيْسٍ , قَالَ: الْجَلَبُ يُجْلَبُ حَوْلَ الْفَرَسِ مِنْ خَلْفِهِ فِي الْمَيْدَانِ لِيُحْرِزَ السَّبْقَةَ , وَالْجَنَبُ: أَنْ يَكُونَ الْفَرَسُ بِهِ اعْتِرَاضُ جَنُوبٍ فَيَعْتَرِضُ لَهُ الرَّجُلُ بِفَرَسِهِ يُقَوِّمُهُ فَيُحْرِزُ الْغِيَّةَ
4786: Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ja'far bin Muhammad bin Al Fadhl Ar-Rasibi menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Uwais menceritakan kepada kami, Katsir Al Muzani menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh ada jalab, jarab dan orang kota tidak boleh menjualkan untuk orang pedalaman." Ibnu Al Fadhl berkata, "Ibnu Abu Uwais menafsirkan kepada kami, dia berkata, "Jalab adalah mengikuti di dekat kuda (peserta lomba) dari belakang area pacuan untuk memperoleh kemenangan, sedangkan janab adalah kuda peserta dibimbing di sebelahnya sehingga penunggangnya konsentrasi mengarahkan lajunya kuda untuk mencapai garis finish."
Sunan ad-Daruquthni (122883)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4786 : Isnadnya dha‘if karena di dalamnya terdapat Katsir Al Muzani —yaitu Ibnu Abdillah bin Ami bin Auf Al Muzani,— yang dinilai dha'if, bahkan ada juga yang menilainya pendusa (At-Taqrib, 2/133). Abdullah bin Amr bin Auf riwayatnya dapat diterima (At-taqrib, 1/437).
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَكْرٍ , وَدَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , قَالَا: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ , قَالَ: قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ فِي حَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ , قَالَ: «الْجَلَبُ فِي شَيْئَيْنِ يَكُونُ فِي سِبَاقِ الْخَيْلِ وَهُوَ أَنْ يَتْبَعَ الرَّجُلُ فَرَسَهُ فَيَرْكَبُ خَلْفَهُ وَيَزْجُرُهُ وَيَجْلِبُ عَلَيْهِ فَفِي ذَلِكَ مَعُونَةٌ لِلْفَرَسِ عَلَى الْجَرْيِ فَنُهِيَ عَنْ ذَلِكَ , وَالْوَجْهُ الْآخَرُ فِي الصَّدَقَةِ أَنْ يَقْدُمَ الْمُصَدِّقُ فَيَنْزِلُ مَوْضِعًا ثُمَّ يُرْسِلُ إِلَى الْمِيَاهِ فَيَجْلِبُ أَغْنَامَ تِلْكَ الْمِيَاهِ عَلَيْهِ فَيَصْدُقُهَا هُنَاكَ فَنُهِيَ عَنْ ذَلِكَ وَلَكِنْ يَقْدُمَ عَلَيْهِمْ عَلَى مِيَاهِهِمْ وَبِأَفْنِيَتِهِمْ فَيُصْدِقُهُمْ , وَأَمَّا الْجَنَبُ فَأَنْ يُجْنِبَ الرَّجُلُ فَرَسَهُ الَّذِي سَابَقَ عَلَيْهِ فَرَسًا عَرِيَا لَيْسَ عَلَيْهِ أَحَدٌ فَإِذَا بَلَغَ قَرِيبًا مِنَ الْغَايَةِ رَكِبَ فَرَسَهُ الْعَرِيَّ فَسَبَقَ عَلَيْهِ لِأَنَّهُ أَقَلَّ إِعْيَاءً أَوْ كَلَالًا مِنَ الَّذِي عَلَيْهِ الرَّاكِبُ»
4787: Abdullah bin Ahmad bin Bakr dan Da'laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ali bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Ubaid berkata tentang hadits Nabi SAW, "Tidak boleh ada salab dan janab." Dia berkata, "Jalab terjadi pada dua hal, yaitu pada perlombaan pacuan kuda, yaitu seseorang mengikuti kudanya (yang dilombakan) lalu menunggang di belakangnya dan meneriakinya serta menyemangatinya, yang mana hal ini sebagai bantuan bagi kuda tersebut untuk berlari cepat, maka hal seperti ini dilarang. Pengertian lain berkenaan dengan zakat, yaitu pemungut zakat datang lalu menghampiri suatu tempat, kemudian mengirim utusan ke sumber air untuk menggiring kambing-kambing jauh dari sumber air tersebut, lalu zakatnya dipungut di situ, maka hal seperti itu dilarang. Sedangkan yang diperintahkan adalah petugas zakat itu yang mendatangi sumber air mereka atau kandang mereka lalu memungut zakatnya di sana (tanpa dipersulit). Adapun janab adalah seseorang menyertakan kuda lainnya yang tidak ditunggangi untuk menyertai kudanya yang diperlombakan, lalu ketika sudah mendekati finish barulah kuda tak berpenumpang itu ditunggangi, maka kuda yang sedang berlomba pun akan cepat berpacu, karena dengan begitu bebannya lebih ringan daripada yang ditunggangi."
Sunan ad-Daruquthni (122884)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4787 : Isnadnya hasan.
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْبَزَّازُ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ , عَنْ سُفْيَانَ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا عَتِيرَةَ وَلَا فَرْعَ فِي الْإِسْلَامِ , وَلَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ». فَقَالَ الزُّهْرِيُّ: وَالْعَتِيرَةُ: ذَبْحٌ كَانَ لِمُضَرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ
4788: Al Husain bin Muhammad bin Sa'id Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ali bin Muslim menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yazid Al Wasithi menceritakan kepada kami dari Sufyan bin Husain, dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tidak boleh ada 'atirah dan tidak pula fara' dalam Islam. Dan tidak boleh jalab dan jarab.” Az-Zuhri berkata, 'Atirah adalah sembelihan yang dipersembahkan untuk berhala Mudhar pada masa jahiliyah." (Fara‘ adalah anak pertama unta yang disembelih untuk berhala).
Sunan ad-Daruquthni (122885)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4788 : Isnadnya hasan. HR An-Nasa'i (7/167) dari Sufyan dengan isnad tersebut.
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
وَحَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ , نا سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَدْخَلَ فَرَسًا بَيْنَ فَرَسَيْنِ وَهُوَ لَا يُؤْمِنُ أَنْ يَسْبِقَ فَلَا بَأْسَ بِهِ , وَمَنْ أَدْخَلَ فَرَسًا بَيْنَ فَرَسَيْنِ وَهُوَ يُؤْمِنُ أَنْ يَسْبِقَ فَإِنَّ ذَلِكَ هُوَ الْقِمَارُ»
4789: Dan Al Qadhi Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami. Ali bin Muslim menceritakan kepada kami, Abbad bin Al Awwam menceritakan kepada kami, Sufyan bin Husain menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memasukkan seekor kuda di antara dua kuda (yang berlomba) sementara dia tidak yakin akan menang (dengan cara itu), maka tidak apa-apa. Dan barangsiapa memasukkan seekor kuda di antara dua kuda (yang berlomba) sementara dia yakin akan menang (dengan cara itu), maka sesungguhnya itu adalah judi."
Sunan ad-Daruquthni (122886)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4789 : Isnadnya dha‘if. HR. Abu Daud (2579) dan Ibnu Majah (2876).
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شَبِيبٍ الْمَعْمَرِيُّ , قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ صُدْرَانَ السُّلَمِيَّ , يَقُولُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَيْمُونٍ الْمُرَادِيُّ , نا عَوْفٌ , عَنِ الْحَسَنِ أَوْ جِلَاسٍ، عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ - شَكَّ ابْنُ مَيْمُونٍ - أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَلِيٍّ: «يَا عَلِيُّ قَدْ جَعَلْتُ إِلَيْكَ هَذِهِ السَّبْقَةَ بَيْنَ النَّاسِ» فَخَرَجَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَدَعَا سُرَاقَةَ بْنَ مَالِكٍ , فَقَالَ: يَا سُرَاقَةُ إِنِّي قَدْ جَعَلْتُ إِلَيْكَ مَا جَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عُنُقِي مِنْ هَذِهِ السَّبْقَةِ فِي عُنُقِكِ فَإِذَا أَتَيْتَ الْمِيطَانَ - قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: وَالْمِيطَانُ مَرْسِلُهَا [ص:553] مِنَ الْغَايَةِ - فَصُفَّ الْخَيْلَ ثُمَّ نَادِ ثَلَاثًا هَلْ مِنْ مُصْلِحٍ لِلِّجَامِ أَوْ حَامِلٍ لِغُلَامٍ أَوْ طَارِحٍ لِجَلٍّ , فَإِذَا لَمْ يُجِبْكَ أَحَدٌ فَكَبِّرْ ثَلَاثًا ثُمَّ خَلِّهَا عِنْدَ الثَّالِثَةِ يُسْعِدُ اللَّهُ بِسَبْقِهِ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ , فَكَانَ عَلِيٌّ يَقْعُدُ عِنْدَ مُنْتَهَى الْغَايَةِ وَيَخُطُّ خَطًّا يُقِيمُ رَجُلَيْنِ مُتَقَابِلَيْنِ عِنْدَ طَرَفِ الْخَطِّ طَرْفُهُ بَيْنَ إِبْهَامَيِّ أَرُجُلِهِمَا , وَتَمُرُّ الْخَيْلُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ وَيَقُولُ لَهُمَا: إِذَا خَرَجَ أَحَدُ الْفَرَسَيْنِ عَلَى صَاحِبِهِ بِطَرَفِ أُذُنَيْهِ أَوْ أُذُنٍ أَوْ عِذَارٍ فَاجْعَلُوا السَّبْقَةَ لَهُ , فَإِنْ شَكَكْتُمَا فَاجْعَلَا سَبْقَهُمَا نِصْفَيْنِ فَإِذَا قَرَنْتُمْ ثِنْتَيْنِ فَاجْعَلُوا الْغَايَةَ مِنْ غَايَةِ أَصْغَرِ الثِّنْتَيْنِ , وَلَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا شِغَارَ فِي الْإِسْلَامِ
4790: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad Al Qaththan menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Syabib Al Ma'mari menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Muhammad bin Shudran As-Sulami berkata: Abdullah bin Maimun Al Mara'i menceritakan kepada kami, Auf menceritakan kepada kami dari Al Hasan atau Khilas, dari Ali AS —Ibnu Mainum ragu,— bahwa Nabi SAW berkata kepada Ali, "Wahai Ali, perlombaan ini telah diserahkan kepadamu untuk dilaksanakan di tengah orang-orang" Maka Ali RA pun keluar, lalu dia memanggil Suraqah bin Malik, lantas berkata, "Wahai Suraqah, aku akan mengembankan di lehermu apa yang telah diembankan oleh Nabi SAW di leherku dalam pelaksanaan perlombaan ini. Bila engkau telah sampai di Mithan. —Abu Abdurrahman berkata, 'Mithan adalah tempat mulainya.'— maka bariskan kuda-kudanya, lalu berserulah tiga kali, 'Apa ada yang hendak memperbaiki tali kendalinya, atau masih membawa budak, atau melepaskan tali?' Jika tidak ada yang menyahutmu, maka bertakbirlah tiga kali, kemudian lepaskan (para peserta) pada takbiran ketiga. Allah memuliakan siapa yang dikehendaki dari hamba-Nya karena kecepatannya." Sementara itu Ali menunggu di garis finish, lalu ia membuat garis, dan memberdirikan dua orang di kedua ujung garis dengan posisi berhadaphadapan, yang mana masing-masing ujung garis tepat di antara ibu jari kaki kedua orang itu, sementara kuda (yang masuk finish) akan berada di antara kedua orang itu. Ia kemudian berkata kepada kedua orang tersebut, "Apabila salah seekor kuda mendahului lawannya dengan kedua ujung telinganya, atau salah satu telinganya atau dahinya, maka nyatakanlah kemenangan untuknya. Jika kalian merasa ragu, maka bagikanlah untuk keduanya (kedua pemenang yang dianggap datang lebih dulu secara bersamaan). Jika kalian membandingkan keduanya, maka tetapkanlah garis finishnya pada yang paling kecil. Tidak boleh ada jalab dan janab serta syighar dalam Islam."
Sunan ad-Daruquthni (122887)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4790 : Isnadnya dha‘if karena di dalamnya terdapat Abdullah bin Maimun, yang dinilai dha'if. Sementara Al Hasan dan Khilas bin Amr adalah perawi tsiqah, hanya saja keduanya tidak pernah mendengar dari Ali RA.