Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , وَأَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , وَأَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , قَالُوا: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا مَعْنُ بْنُ عِيسَى , نا مَالِكٌ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: «كَانَتِ الْقُصْوَى نَاقَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُدْفَعُ فِي سِبَاقٍ إِلَّا سَبَقَتْ»
4781: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq, Abu Sahl bin Ziyad dan Abu Bakar Asy-Syafi'i menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ismail bin Ishaq menceritakan kepada kami, Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Ma'n bin Isa menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, dia berkata, "Adalah Al Qashwa, unta Rasulullah SAW, tidaklah dipacu dalam suatu lomba (adu cepat), kecuali dia menang."
Sunan ad-Daruquthni (122878)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْوَاثِقِ , نا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ يَحْيَى الْبَرْمَكِيُّ , نا مَعْنٌ , نا مَالِكٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: كَانَتِ الْقُصْوَى لَا تُسْبَقُ فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ عَلَى بَكْرٍ فَسَابَقَهُ فَسَبَقَهَا فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ [ص:547] سُبِقَتِ الْعَضْبَاءُ , وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّهُ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرْفَعَ شَيْئًا مِنَ الْأَرْضِ إِلَّا وَضَعَهُ»
4782: Abdul Aziz bin Al Watsiq menceritakan kepada kami, Al Qasim bin Zakanyya menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja'far bin Yahya Al Barmaki menceritakan kepada kami, Ma'n menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, dia berkata, "Dulu Al Qashwa tidak pernah dikalahkan, lalu seorang badui datang menunggang seekor unta muda, lantas berlomba dengan Al Qashwa dan berhasil mengalahkannya. Hal itu kemudian terasa menyesakkan bagi kaum muslimin, mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, Al 'Adhba" telah dikalahkan.' Maka Nabi SAW bersabda, 'Sungguh, adalah hak bagi Allah bahwa tidak ada sesuatu pun yang diidolakan (diunggulkan) dari bumi kecuali Dia merendahkannya"'."
Sunan ad-Daruquthni (122879)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ , وَأَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , وَأَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , قَالُوا: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ , عَنْ مَالِكٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ , يَقُولُ: إِنَّ الْعَضْبَاءَ نَاقَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ لَا تُسْبَقُ كُلَّمَا دُفِعَتْ فِي سِبَاقٍ , فَدُفِعَتْ يَوْمًا فِي إِبِلٍ فَسُبِقَتْ فَكَانَتْ عَلَى الْمُسْلِمِينَ كَآبَةٌ أَنْ سُبِقَتْ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَفَعُوا شَيْئًا أَوْ أَرَادُوا رَفْعَ شَيْءٍ وَضَعَهُ اللَّهُ»
4783: Utsman bin Ahmad, Abu Sahl bin Ziyad dan Abu Bakar Asy-Syafi'i menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ismail bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abdullah bin Maslamah menceritakan kepada kami dari Malik, dari Ibnu Syihab, bahwa ia mendengar Sa'id bin Al Musayyab berkata, "Sesungguhnya Al Adhba‘ unta Rasulullah SAW, dulunya tidak pernah terkalahkan setiap kali diikutkan dalam perlombaan, lalu pada suatu hari unta itu dilombakan dengan unta lain, lantas dia dikalahkan, sehingga menimbulkan kedukaan terhadap kaum muslimin karena dia dikalahkan, maka Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya, bila manusia mengidolakan (mengunggulkan) sesuatu atau menginginkan berkibarnya sesuatu, maka Allah akan merendahkannya'."
Sunan ad-Daruquthni (122880)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4783 : Isnadnya mursal. Ibid.
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْخَضِرِ بِمِصْرَ , نا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّسَائِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ , نا بَقِيَّةُ , حَدَّثَنِي شُعْبَةُ , حَدَّثَنِي حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: سَابَقَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْرَابِيُّ فَسَبَقَهُ , فَكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ مِنْ ذَلِكَ فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ , فَقَالَ: «حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرْفَعَ شَيْءٌ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا إِلَّا وَضَعَهُ»
4784: Al Hasan bin Al Khadhir menceritakan kepada kami di Mesir, Abu Abdurrahman An-Nasa'i menceritakan kepada kami, Amr bin Utsman bin Sa'id menceritakan kepada kami, Baqiyyah menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepadaku, Humaid Ath-Thawil menceritakan kepadaku, dari Anas, dia berkata, "Rasulullah SAW berlomba dengan seorang badui, lalu orang badui itu berhasil mendahului beliau, lantas para sahabat Rasulullah SAW merasakan kedukaan di dalam jiwa mereka karena hal tersebut (kekalahan itu). Ketika hal itu dikatakan (disampaikan kepada beliau), maka beliau pun bersabda, "Adalah hak Allah bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang diunggulkan (diagungkan) kecuali Dia merendahkannya'."
Sunan ad-Daruquthni (122881)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4784 : Isnadnya hasan. HR. Al Bukhari (4/38), An-Nasa'i (6/228), dan Abu Daud (4803) dari Humaid dengan isnad tersebut.
كِتَابُ السَّبَقِ بَيْنَ الْخَيْلِ وَمَا رُوِيَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ زِيَادَةٌ فِي الْكِتَابِ
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ الْعَسْكَرِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَحْمَدَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ السَّرَّاجُ ح وَنا أَبُو الْحَسَنِ أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الصَّفَّارُ , وَأَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ مِهْرَانَ , قَالَا: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ السَّرَّاجُ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَاسِطِيِّ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا شِغَارَ فِي الْإِسْلَامِ , وَمَنِ اسْتَعْمَلَهُ فَلَيْسَ مِنَّا». وَقَالَ ابْنُ مِهْرَانَ: «وَمَنِ انْتَهَبَ فَلَيْسَ مِنَّا» , تَفَرَّدَ بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , وَلَمْ يَكْتُبْهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ إِبْرَاهِيمَ السَّرَّاجِ عَنْهُ
4785: Abu Al Abbas Al Askari Abdullah bin Abdurrahman bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq As-Sarraj menceritakan kepada kami (h) Abu Al Hasan Ahmad bin Ubaid bin Ismail Ash-Shaffar dan Abu Abdullah Muhammad bin Al Abbas bin Mihran menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ibrahim bin Ishaq As-Sarraj AnNaisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Aban Al Wasithi menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Yunus bin Ubaid, dari Al Hasan, dari Imran bin Hushain, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak boleh ada jalab, jarab dan tidak pula syighar dalam Islam. Dan barangsiapa melakukannya, maka dia bukan dari golongan kami." Ibnu Mihran berkata, "Dan barangsiapa merampas (harta orang lain), maka dia bukan dari golongan kami." Muhammad bin Aban meriwayatkannya sendirian dari Hammad bin Salamah, dan tidak menulisnya kecuali dari hadits Ibrahim As-Sarraj darinya.
Sunan ad-Daruquthni (122882)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
4785 : Jalab adalah perbuatan seseorang membuntuti penunggang kuda lainnya agar ia merasa terganggu dan terpacu untuk lari. Jarab adalah perbuatan seseorang menggunakan dua kuda dalam perlombaan agar bisa mengganti ketika yang lain letih. Syighar adalah perbuatan seseorang menikahi wanita sebagai balas jasa tanpa ada mahar. Isnadnya munqathi'. HR. Abu Daud (2581), At-Tirmidzi (1123), dan An- Nasa'i (6/111) dari Al Hasan dengan isnad tersebut. Al Hasan adalah Al Bashri, dia tidak pernah mendengar dari Imran bin Hushain. Biografinya telah dikemukakan beberapa kali. Lihat At-Tahdzib (2/265).