Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
وَذَكَرَهُ ابْنُ أَبِي دَاوُدَ , قَالَ: نا ابْنُ الْمُصَفَّى , ثنا بَقِيَّةُ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءٌ»
Disebutkan pula oleh Ibnu Abi Daud, ia mengatakan: Ibnu Al Mushaffa menceritakan kepada kami, Baqiyyah menceritakan kepada kami, dari Abdul Malik bin Muhammad, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Nabi SAW bersabda, “ Ciuman tidak mengharuskan wudhu.”
Sunan ad-Daruquthni (118507)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا شَيْبَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ رَجُلًا , قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنِ الرَّجُلِ يُقَبِّلُ امْرَأَتَهُ بَعْدَ الْوُضُوءِ؟ , فَقَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ بَعْضَ نِسَائِهِ وَلَا يُعِيدُ الْوُضُوءَ». , فَقُلْتُ لَهَا: لَئِنْ كَانَ ذَلِكَ مَا كَانَ إِلَّا مِنْكِ فَسَكَتَتْ. هَكَذَا قَالَ فِيهِ: إِنَّ رَجُلًا قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ.
484. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syu’aib mengabarkan kepadaku, Syaiban bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, dari Al Hasan bin Dinar, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, yakni Urwan bin Az-Zubair. Bahwa seorang laki-laki mengatakan, “Aku tanyakan kepada Aisyah tentang seorang laki-laki yang mencium istrinya setelah berwudhu. Aisyah menjawab, ‘Rasulullah SAW pernah mencium salah seorang istrinya dan beliau tidak mengulangi wudhu.’ Lalu aku katakan kepadanya, ‘Walaupun itu pernah dilakukan, mungkin hanya kepadamu.' Aisyah diam." Demikian, ia juga menyebutkan dalam redaksi hadits ini: Bahwa seorang laki-laki menuturkan, “Aku bertanya kepada Aisyah"
Sunan ad-Daruquthni (118508)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
484 : Isnadnya hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
وَذَكَرَهُ ابْنُ أَبِي دَاوُدَ , قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمَرْزُبَانِ , نا هِشَامُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا
Ibnu Abi Daud juga mengemukakannya, ia menyebutkan: Ja’far bin Muhammad bin Al Marzuban menceritakan kepada kami, Hisyam bin Ubaidullah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Jabir menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dari Nabi SAW, hadits ini.
Sunan ad-Daruquthni (118509)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْحُنَيْنِيُّ , نا جَنْدَلُ بْنُ وَالْقٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ غَالِبٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «رُبَّمَا قَبَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». غَالِبٌ هُوَ ابْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ مَتْرُوكٌ
485. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Husain Al Hunaini mengabarkan kepada kami, Jandal bin Waliq mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Amr menceritakan kepada kami, dari Ghalib, dari Atha', dari Aisyah, ia mengatakan, “Rasanya Rasulullah SAW menciumku, lalu shalat dan tidak berwudhu lagi.” Ghalib adalah Ibnu Ubaidullah, ia matruk (haditsnya ditinggalkan).
Sunan ad-Daruquthni (118510)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
485 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/175) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Ghalib bin Ubaidullah Al Uqaili Al Jazari, menurut Ibnu Ma'in, "Ia tsiqah." At-Taqrib (4/6645).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا الْوَلِيدُ بْنُ صَالِحٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُقَبِّلُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». يُقَالُ: إِنَّ الْوَلِيدَ بْنَ صَالِحٍ وَهِمَ فِي قَوْلِهِ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ , وَإِنَّمَا هُوَ حَدِيثُ غَالِبٍ , وَرَوَاهُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ , عَنْ عَطَاءٍ , مِنْ قَوْلِهِ وَهُوَ الصَّوَابُ , وَإِنَّمَا هُوَ حَدِيثُ غَالِبٍ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
486. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Shalih mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Amr mengabarkan kepada kami, dari Abdul Karim Al Jazari, dari Atha', dari Aisyah: “Bahwa Nabi SAW pernah mencium (istrinya) lalu shalat dan tidak berwudhu lagi.’ Dikatakan bahwa Al Walid bin Shalih berasumsi dalam ucapannya dari Abdul Karim, padahal sebenarnya itu hadits Ghalib. Ats-Tsauri meriwayatkannya dari Abdul Karim, dari Atha', dari ucapannya, inilah yang benar. Jadi itu adalah hadits Ghalib. Wallahu a’lam.
Sunan ad-Daruquthni (118511)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
486 : Isnadnya shahih: HR. Al Bazzar sebagaimana dicantumkan di dalam Nashb Ar-Rayah (1/74); Al Jauhar karya At-Turkuman (1/125) dari Abdul Karim Al Jazari. Sementara Abdul Haq Al Isybili mengatakan setelah menyebutkan hadits ini dari jalur Al Bazzar, "Aku tidak mengetahui cacat padanya yang menjadikannya layak ditinggalkan, dan aku tidak mendapati di dalamnya apa yang banyak diucapkan dari ucapan Ibnu Main bahwa hadits Abdul Karim dari Atha‘ adalah hadits yang buruk karena tidak terpelihara. Sebab, kesendirian orang yang tsiqah dalam meriwayatkan hadits tidak menimbulkan madharat."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ عَطَاءٍ , قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءٌ». وَهَذَا هُوَ الصَّوَابُ
487. Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abdul Karim Al Jazari, dari Atha', ia mengatakan, “Ciuman tidak mewajibkan wudhu.” Inilah yang benar.
Sunan ad-Daruquthni (118512)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
487 : Takhrijnya telah dikemukakan pada hadits no. 483 dengan sanad lemah dari Aisyah, dan isnad ini shahih dari ucapan Atha‘
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ سَهْلٍ الْبَرْبَهَارِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ مَالَجَ , نا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , ح وَحَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْحَنَّاطُ , ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , قَالُوا: حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ». قَالَ عُرْوَةُ: فَقُلْتُ لَهَا: مَنْ هِيَ إِلَّا أَنْتِ؟ , فَضَحِكَتْ. وَقَالَ ابْنُ مَالَجَ: يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ , قُلْتُ: مَنْ هِيَ إِلَّا أَنْتِ؟ , فَضَحِكَتْ
488. Muhammad bin Musa bin Sahi bin Barbahari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu’awiyah bin Malij mengabarkan kepada kami, Ali bin Hasyim mengabarkan kepada kami; dari Al A’masy {h}, Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa’i menceritakan kepada kami {h} Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman menceritakan kepada kami {h}, Sa’id bin Muhammad Al Hannath menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Waki’ bin Al Jarrah menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah: “Bahwa Rasulullah SAW mencium salah seorang istrinya, kemudian beliau pergi shalat dan tidak berwudhu lagi.” Urwah menuturkan, “Lalu aku katakan kepada Aisyah, 'Tentunya istrinya itu adalah engkau.’ Aisyah pun tertawa.” Ibnu Malij menyebutkan (dalam redaksi yang dituturkannya): “Beliau mencium salah seorang istrinya kemudian shalat dan tidak berwudhu lagi.” Lalu aku katakan, “Siapa istrinya itu, tentu engkau?” Maka Aisyah hanya tertawa.
Sunan ad-Daruquthni (118513)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
488 : Isnadnya shahih: HR. At-Tirmidzi (86); Abu Daud (179); Ibnu Majah (502); Ahmad (6/210); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/172); Ath-Thabari di dalam kitab Tafsirnya (5/67) dari berbagai jalur dari Waki'. AtTirmidzi mengatakan, "Aku mendengar Muhammad bin Isma'il -yakni Al Bukhari-menilai lemahnya hadits ini, dan ia mengatakan, 'Habib bin Abu Tsabit tidak mendengar dari Urwah'."; Dikeluarkan juga oleh Al Baihaqi (1/126) dan ia melemahkannya, ia mengatakan, "Ini kembali kepada Urwah Al Mazni, ia tidak diketahui kredibilitasnya." Saya katakan: Dia adalah Urwah Ibnu Az-Zubair, sebagaimana dinyatakan pada riwayat Ibnu Majah, sedangkan pada riwayat Abu Daud disebutkan dengan nama "Urwah Al Mazni". Namun perawinya, yaitu Abdurrahman bin Maghra", ia jujur tapi diperbincangkan mengenai haditsnya dari Al A'masy ini, At-Taqrib (1/499), dan para perawi darinya tidak dikenal sebagaimana disebutkan (pada no. 180): "Al A'masy menyampaikan kepada kami, para sahabat kami mengabarkan kepada kami, dari Urwah Al Mazni ... dst." Dengan demikian Abu Daud tidak menyandarkannya, namun Uqbah mengatakan, "Hamzah meriwayatkan hadits shahih dari Habib dari Urwah bin Az-Zubair dari Aisyah." Ini menunjukkan bahwa Abu Daud tidak seruju dengan apa yang dikatakan oleh Ats-Tsauri, dan ia memunculkan ini karena valid, sedangkan Ats-Tsauri tidak. Lihat Nashb Ar-Rayah (1/72). Saya katakan: Habib bin Abu Tsabit adalah seorang yang tsiqah dan ahli fiqih yang mulia, ia meriwayatkan secara mursal dan mentadlis, At-Taqrib (1087) dan At-Tahdzib (2/179): Ia meriwayatkan dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Zaid bin Arqam dan Iain-lain dari para pembesar sahabat. Karena itu, kemungkinan mendengarnya dari Urwah sangat kuat. Imam Az-Zaila'i di dalam Nashb Ar-Rayah (1.72) mengatakan, "Abu Umar bin Abdil Barr cenderung menganggap hadits ini shahih, ia mengatakan, 'Orang-orang Kufah meas/ia/»7ikannya, mereka menilainya valid karena riwayat orang-orang tsiqah dari para imam hadits, sementara perjumpaan Habib dengan Urwah pun tidak diingkari karena juga meriwayatkan dari yang lebih besar daripada Urwah dan yang lebih dulu meninggal daripada Urwah.' Ia juga mengatakan di bagian lain, "Tidak diragukan lagi, bahwa ia pernah berjumpa dengan Urwah'." Lain dari itu, Habib tidak meriwayatkannya sendirian dari Urwah, akan tetapi dimutaba‘ah oleh riwayat lainnya sebagaimana yang akan dikemukakan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , وَأَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ إِشْكَابَ , وَعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , قَالُوا: نا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُصْبِحُ صَائِمًا ثُمَّ يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ فَتَلَقَّاهُ الْمَرْأَةُ مِنْ نِسَائِهِ فَيُقَبِّلُهَا ثُمَّ يُصَلِّي». , قَالَ عُرْوَةُ: قُلْتُ لَهَا مَنْ تَرِينَهُ غَيْرُكِ؟ , فَضَحِكَتْ
489. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ali bin Harb, Ahmad bin Manshur, Muhammad bin Isykab dan Abbas bin Muhammad mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Abu Yahya Al Himmani mengabarkan kepada kami, Al A’masy mengabarkan kepada kami, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, “Pada suatu pagi Rasulullah SAW berpuasa, kemudian berwudhu untuk shalat, lalu salah seorang istrinya menemui beliau, kemudian beliau menciumnya, lalu melaksanakan shalat.” Urwah menuturkan, “Lalu aku katakan kepada Aisyah, ‘Siapa menurutmu selain dirimu?’ Maka ia pun tertawa.”
Sunan ad-Daruquthni (118514)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
489 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya hasan: Abu Yahya Al Hamani adalah Abdul Hamid bin Abdurrahman, ia jujur namun sering salah dan dituduh sebagai pengikut murji'in, At-Taqrib (3763).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ اللَّبَّانِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , ح حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ , نا عَلِيُّ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي النَّجْمِ بِالرَّافِقَةِ , ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُقَبِّلُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». لَفْظُهُمَا وَاحِدٌ.
490. Utsman bin Ja’far bin Ahmad bin Al-Labban menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Hajjaj mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami {h}, Al Husain bin Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami, Ali bin Isma’il bin Abu An-Najm mengabarkan kepada kami di Rafiqah, Isma'il bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Habib, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, “Nabi SAW berwudhu kemudian mencium (istrinya), lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi.” Lafazh keduanya sama.
Sunan ad-Daruquthni (118515)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
490 : Isnadnya terputus: Habib tidak mendengar apa pun dari Urwah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ , يَقُولُ وَذُكِرَ لَهُ حَدِيثُ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبٍ , عَنْ عُرْوَةَ. فَقَالَ: أَمَا إِنَّ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ كَانَ أَعْلَمَ النَّاسِ بِهَذَا زَعَمَ أَنَّ حَبِيبًا لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُرْوَةَ شَيْئًا
491. Abu Bakar An-Nai sabun menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar Yahya bin Sa’id, ketika disebutkan padanya hadits Al A’masy dari Habib, dari Urwah, ia mengatakan, “Sesungguhnya Sufyan Ats-Tsauri adalah orang yang paling mengetahui tentang hadits ini. Ia menyatakan bahwa Habib tidak mendengar apa pun dari Urwah.”
Sunan ad-Daruquthni (118516)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
491 : Komentarnya telah dikemukakan pada hadits no. 488.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا صَالِحُ بْنُ أَحْمَدَ , نا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ , قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى , وَذُكِرَ عِنْدَهُ حَدِيثَا الْأَعْمَشِ عَنْ حَبِيبٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ: «تُصَلِّي وَإِنْ قَطَرَ الدَّمُ عَلَى الْحَصِيرِ وَفِي الْقُبْلَةِ». , قَالَ يَحْيَى: احْكِ عَنِّي أَنَّهُمَا شِبْهٌ لَا شَيْءَ
492. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Shalih bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Ali bin Al Madini mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar Yahya, ketika disebutkan di hadapannya kedua hadits Al A’masy dari Habib, dari Urwah, dari Aisyah (yang menyebutkan) bahwa tetap melaksanakan shalat walaupun darah menetes pada tikar dan setelah ciuman, Yahya mengatakan, “Ceritakanlah dariku, bahwa keduanya serupa bukan apa-apa.”
Sunan ad-Daruquthni (118517)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
492 : Isnadnya terputus: Lihat no. 490.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , حَدَّثَنَا وَكِيعٌ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَخْزَمَ , حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ , كُلُّهُمْ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الْبُسْرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ غُنْدَرٌ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُقَبِّلُ بَعْدَمَا يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ»
493. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa’i menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Akhzam, Abu Ashim menceritakan kepada kami, semuanya dari Sufyan Ats-Tsauri {h}, Al Husain bin Isma’il dan Umar bin Ahmad bin Ali Al Qaththan menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhamamd bin Al Walid bin Busri mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja’far Ghundar mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Abu Rauq, dari Ibrahim At-Taimi, dari Aisyah, ia menuturkan, “Rasulullah SAW berwudhu, kemudian mencium (istrinya) setelah berwudhu, lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi.’
Sunan ad-Daruquthni (118518)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
493 : Isnadnya lemah lagi terputus: HR. Ahmad (6/210); Abu Daud (178); An-Nasa'i (1/104); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/174). Abu Daud mengatakan, "Ibrahim tidak mendengar dari Aisyah dan Hafshah, AtTaqrib (1/177), dan ia juga tidak pernah berjumpa dengan Abu Dzar. Adapun Athiyyah bin Al Harits, ia jujur, At-Taqrib (4630).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
هَذَا حَدِيثُ غُنْدَرٍ , وَقَالَ وَكِيعٌ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ. وَقَالَ ابْنُ مَهْدِيٍّ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَهَا وَلَمْ يَتَوَضَّأْ. وَقَالَ أَبُو عَاصِمٍ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ , لَمْ يَرْوِهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ غَيْرُ أَبِي رَوْقٍ عَطِيَّةَ بْنِ الْحَارِثِ , وَلَا نَعْلَمُ حَدَّثَ بِهِ عَنْهُ غَيْرُ الثَّوْرِيِّ , وَأَبِي حَنِيفَةَ , وَاخْتُلِفَ فِيهِ فَأَسْنَدَهُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ عَائِشَةَ , وَأَسْنَدَهُ أَبُو حَنِيفَةَ , عَنْ حَفْصَةَ وَكِلَاهُمَا أَرْسَلَهُ , وَإِبْرَاهِيمُ التَّمِيمِيُّ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عَائِشَةَ وَلَا مِنْ حَفْصَةَ وَلَا أَدْرَكَ زَمَانَهُمَا. , وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ فَوَصَلَ إِسْنَادَهُ. وَاخْتُلِفَ عَنْهُ فِي لَفْظُهُ فَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ عَنْهُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ , وَقَالَ عُثْمَانُ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَلَا يَتَوَضَّأُ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Ini hadits Ghundar. Waki’ menyebutkan (dalam redaksi) »‘Sesungguhnya Nabi SAW mencium salah seorang istrinya lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi.' Ibnu Mahdi menyebutkan (dalam redaksinya): “Sesungguhnya Nabi SAW menciumnya dan tidak tidak berwudhu lagi." Abu Ashim menyebutkan (dalam redaksinya): “Nabi SAW mencium (istrinya) lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi.' Tidak ada yang meriwayatkannya dari Ibrahim At-Taimi selain Abu Rauq Athiyyah bin Al Harits, dan kami tidak mengetahuinya meriwayatkan hadits ini darinya selain Ats-Tsauri dan Abu Hanifah, dan keduanya berbeda, yang mana Ats-Tsauri menyandarkannya kepada Aisyah, sementara Abu Hanifah menyandarkannya kepada Hafshah, dan keduanya sama- sama menyatakan mursal. Ibrahim At-Taimi tidak mendengar dari Aisyah dan tidak pula dari Hafshah, serta tidak pemah sezaman dengan keduanya.
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Mu’awiyah bin Hisyam dari Ats-Tsauri, dari Abu Rauq, dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Aisyah, lalu menyambungkan isnadnya, namun lafazhnya berbeda, yang mana Utsman bin Abu Syaibah meriwayatkan darinya dengan isnad ini: “Bahwa Nabi SAW mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa.” Sedangkan selain Utsman meriwayatkan darinya (dengan redaksi): “Bahwa Nabi SAW mencium (istrinya) dan tidak berwudhu lagi.” Wallahu a ‘lam.
Sunan ad-Daruquthni (118519)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا الْجُرْجَانِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " كَانَ يُقَبِّلُ بَعْدَ الْوُضُوءِ , ثُمَّ لَا يُعِيدُ الْوُضُوءَ , أَوْ قَالَتْ: يُصَلِّي [ص:257]
494. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Jurjani menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada |kami, dari Ats-Tsauri, dari Abu Rauq, dari Ibrahim At-Taimi, dari Aisyah: “Bahwa Nabi SAW mencium (istrinya) setelah wudhu, lalu tidak mengulangi wudhu.” Atau Aisyah mengatakan, "(lalu) shalat."
Sunan ad-Daruquthni (118520)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
494 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
«حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ الْمُؤَذِّنُ , نا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى , نا قَبِيصَةُ , نا سُفْيَانُ , بِإِسْنَادِهِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» كَانَ يُقَبِّلُ بَعْدَ الْوُضُوءِ ثُمَّ يُصَلِّي " , مِثْلَهُ
495. Ja’far bin Ahmad Al Muadzdzin menceritakan kepada kami, As-Sari bin Yahya mengabarkan kepada kami, Qabishah mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dengan isnadnya: “Bahwa Nabi SAW mencium (istrinya) setelah wudhu lalu shalat.” Seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118521)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
495 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
وَأَمَّا حَدِيثُ أَبِي حَنِيفَةَ ,فَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْجَارُودِ الْقَطَّانُ , نا يَحْيَى بْنُ نَصْرِ بْنِ حَاجِبٍ , نا أَبُو حَنِيفَةَ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ الْهَمْدَانِيِّ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ «كَانَ يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُقَبِّلُ وَلَا يُحْدِثُ وُضُوءًا»
496. Adapun hadits Abu Hanifah diceritakan oleh Muhammad bin Makhlad, Muhammad bin Al jarud Al Qaththan menceritakan kepada kami, Yahya bin Nashr bin Hajib mengabarkan kepada kami, Abu Hanifah memberitahukan kepada kami, dari Abu Rauq Al Hamdani, dari Ibrahim bin Yazid, dari Hafshah istri Nabi SAW, dari Rasulullah SAW: “Bahwa beliau berwudhu untuk shalat kemudian mencium (istrinya) dan tidak membatalkan wudhunya.”
Sunan ad-Daruquthni (118522)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
496 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu dari jalur Abu Hanifah dari Rauq. Ibrahim juga tidak pernah berjumpa dengan Hafshah sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Ad-Daraquthni rahimahullah. Sedangkan Abu Hanifah lemah dalam masalah hadits.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُقَبِّلُهَا وَهُوَ صَائِمٌ». كَذَا قَالَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ
497. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Hisyam mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Abu Rauq, dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Aisyah: “Bahwa Nabi SAW menciumnya padahal beliau sedang berpuasa.” Demikian yang dikemukakan oleh Utsman bin Abu Syaibah.
Sunan ad-Daruquthni (118523)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
497 : Isnadnya shahih: bersambung.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ الدِّمَشْقِيُّ أَحْمَدُ بْنُ بِشْرِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ , نا هِشَامٌ , نا عَبْدُ الْحَمِيدِ , ثنا الْأَوْزَاعِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ , عَنْ زَيْنَبَ , أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ عَنِ الرَّجُلِ يُقَبِّلُ امْرَأَتَهُ وَيَلْمِسُهَا، أَيَجِبُ عَلَيْهِ الْوُضُوءُ؟ , فَقَالَتْ: «لَرُبَّمَا تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَبَّلَنِي ثُمَّ يَمْضِي فَيُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ» زَيْنَبُ هَذِهِ مَجْهُولَةٌ وَلَا تَقُومُ بِهَا حُجَّةٌ
498. Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abu Ath- Thahir Ad-Dimasyqi Ahmad bin Bisyr bin Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami, Abdul Hamid mengabarkan kepada kami, Al Auza’i menceritakan kepada kami, Amr bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, dari Zainab: Bahwa ia bertanya kepada Aisyah tentang laki-laki yang mencium istrinya dan menyentuhnya, apakah ia wajib berwudhu? Aisyah menjawab, “Sungguh Nabi SAW telah berwudhu lalu beliau menciumku, kemudian pergi melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi.”495 Zainab ini majhul (tidak diketahui kredibilitasnya) dan tidak bisa dijadikan argumen.
Sunan ad-Daruquthni (118524)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
498 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Majah (503); Ahmad (6/62); Ath-Thabari di dalam kitab Tafsirnya (5/67); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/173) dari berbagai jalur dari Amr bin Syu'aib. Adapun Zainab As-Sahmiyah tidak diketahui kredibilitasnya, At-Taqrib (2/600).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو بَكْرٍ الْجَوْهَرِيُّ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ , عَنْ حَجَّاجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ زَيْنَبَ السَّهْمِيَّةِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُقَبِّلُهَا ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». قَالَ: وَكَانَ عَطَاءٌ لَا يَرَى فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءًا
499. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Aba Bakar Al Jauhari mengabarkan kepada kami, Mu’alla bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abbad bin Al Awwam mengabaikan kepada kami, dari Hajjaj, dari Amr bin Syu’aib, dari Zainad As- Sahmiyyah, dari Aisyah: “Bahwa Nabi SAW menicumnya lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi." la juga mengatakan, “Atha’ berpendapat bahwa ciuman tidak mengharuskan wudhu."
Sunan ad-Daruquthni (118525)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
499 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu, dari jalur Al Hajjaj dari Amr bin Syu'aib. Al Hajjaj adalah Ibnu Arthah, ia mentadlis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an. Az-Zaila'i mengatakan di dalam Nashb ArRayah (1/73), "Isnadnya bagus." Namun sebenarnya tidak bagus.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلًّيَ , مِثْلَهُ
500. Abu Bakar Asy-Symfi*i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla mengabarkan kepada kami, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118526)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , وَأَبُو بَكْرِ بْنُ مُجَاهِدٍ الْمُقْرِئُ قَالَا: نا سَعْدَانُ بْنُ نَصْرٍ , نا أَبُو بَدْرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ الْجُهَنِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَالِبٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ لَا يُحْدِثُ وُضُوءًا». قَوْلُهُ: عَبْدُ اللَّهِ بْنُ غَالِبٍ وَهْمٌ وَإِنَّمَا أَرَادَ غَالِبَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ وَهُوَ مَتْرُوكٌ , وَأَبُو سَلَمَةَ الْجُهَنِيُّ هُوَ خَالِدُ بْنُ سَلَمَةَ ضَعِيفٌ , وَلَيْسَ بِالَّذِي يَرْوِي عَنْهُ زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ
501. Abu Bakar An-Naisaburi dan Abu Bakar bin Mujahid Al Muqri' menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Sa’dan bin Nashr mengabarkan kepada kami, Abu Badr mengabarkan kepada kami, dari Abu Salamah Al Juhani, dari Abdullah bin Ghalib, dari Atha', dari Aisyah: “Bahwa Nabi SAW mencium salah seorang istrinya, lalu (hal itu) tidak membatalkan wudhu.”498 Ucapan perawi: “Abdulalh bin Ghalib** adalah asumsi (perkiraan), karena yang dimaksud adalah Ghalib bin Ubaidullah, dan ia matruk (haditsnya ditinggalkan). Abu Salamah Al Juhani adalah Khalid bin Salamah, ia lemah, dan bukan yang diriwayatkan darinya oleh Zakariyya bin Abu Zaidah.
Sunan ad-Daruquthni (118527)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
501 : Isnadnya lemah: Telah dikemukakan pada no. 485.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ عَطَاءٍ , قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءٌ»
502. Muhamad bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abdul karim Al Jazari, dari Atha', ia mengatakan, “Ciuman tidak mewajibkan wudhu"
Sunan ad-Daruquthni (118528)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
502 : Telah dikemukakan pada no. 486.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ صَالِحٍ الْبُخَارِيُّ , نا حَامِدُ بْنُ سَهْلٍ الْبُخَارِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , عَنْ مَعْمَرٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». هَذَا خَطَأٌ مِنْ وُجُوهٍ
503. Ahmad bin Syu’aib bin Shalih Al Bukhari menceritakan kepada kami, Hamid bin Sahi Al Bukhari mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Musa mengabarkan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Nabi SAty mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa, lalu beliau shalat dan tidak berwudhu lagi.” Ini salah dari berbagai sisi.
Sunan ad-Daruquthni (118529)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
503 : Isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَكِيلُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , ثنا هُشَيْمٌ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , وَالْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , «أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءًا»
504. Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabaikan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Atha', dari Ibnu Abbas. Dan Al A’masy dari Habib bin Abu Tsabit, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa ia tidak memandang wajibnya wudhu karena mencium.
Sunan ad-Daruquthni (118530)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
504 : Isnadnya lemah karena kelemahan Al Hajjaj bin Arthah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , عَنْ هُشَيْمٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءٌ». صَحِيحٌ
505. Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman mengabarkan kepada kami, dari Husyaim, dari Al A’masy, dari Habib bin Tsabit, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, ‘Tidak ada kewajiban wudhu karena mencium.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118531)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
505 : Isnadnya shahih.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ , نا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ , وَحَوْثَرَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِنْقَرِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , قَالُوا: نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتِ: افْتَقَدْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنَ الْفِرَاشِ , فَالْتَمَسْتُهُ بِيَدِي فَوَقَعَتْ يَدَيْ عَلَى قَدَمَيْهِ وَهُمَا مُنْتَصِبَانِ فَسَمِعْتُهُ , يَقُولُ: «أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ , وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ , وَبِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي مَدْحَتَكَ وَثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ». هَذَا لَفْظُ ابْنِ كَرَامَةَ , وَقَالَ ابْنُ أَبِي دَاوُدَ: بِمُعَافَاتِكَ مِنْ غَضَبِكَ. تَابَعَهُ عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ. وَخَالَفَهُمْ وُهَيْبٌ , وَمُعْتَمِرٌ , وَابْنُ نُمَيْرٍ , فَرَوَوْهُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , وَقَالُوا: عَنِ الْأَعْرَجِ , عَنْ عَائِشَةَ , وَلَمْ يَذْكُرُوا أَبَا هُرَيْرَةَ
506. Abdullah bin Abu Daud menceritakan kepada kami, Salamah bin Syu’aib dan Hautsarah bin Muhammad Al Minqari mengabarkan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ali bin Syu’aib, Ya’qub bin Ibrahim dan Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari Ubaidullah bin Umar, dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Abdurrahman Al A’raj, dari Abu Hurairah, dari Aisyah, ia menuturkan, “Pada suatu malam aku merasa kehilangan Nabi SAW dari tempat tidur, lalu aku mencari-cari beliau dengan tanganku, lalu tanganku menyentuh kedua kaki beliau yang sedang tegak (sujud), lalu aku mendengar beliau mengucapkan, 'A'uudzu bi ridhaaka min sakhatika, wa bimu 'aafatika min 'uquubatika, wa bika minka, laa uhshii midhataka wa tsanaa'an ‘alaika, anta kamaa atsnaita 'ala nafsika [Aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu, aku tidak membatasi pujaan dan pujian kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu kepada diri-Mu]’ ”Ini lafazhnya Ibnu karamah, ia juga menyebutkan: Ibnu Abi Daud menyebutkan (dalam redaksinya): “bi mu’aafatika min ghadhabika [dan aku berlindung dengan keselamatan-Mu dari murka-Mu].” Abdah bin Sulaiman memutaba’ahnya dari Ubaidullah, namun Suhaib, Mu’tamir dan Ibnu Numair menyelisihinya, mereka meriwayatkannya dari Ubaidullah dan mereka menyebutkan: Dari Al A’raj, dari Aisyah, dan mereka tidak menyebutkan Abu Hurairah.
Sunan ad-Daruquthni (118532)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
506 : Isnadnya shahih: HR. Muslim dalam kitab Bersuci (hadits no. 222); Ibnu Khuzaimah dari jalur Abu Usamah dari Ubaidullah bin Umar.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ , نا حُرَيْثٌ , عَنْ عَامِرٍ , عَنْ مَسْرُوقٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «رُبَّمَا اغْتَسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْجَنَابَةِ وَلَمْ أَغْتَسِلْ بَعْدُ فَجَاءَنِي فَضَمَمْتُهُ إِلَيَّ وَأَدْفَيْتُهُ»
507. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Ali bin Hasyim mengabarkan kepada kami, Huraits mengabarkan kepada kami, dari Amir, dari Masruq, dari Aisyah, ia menuturkan, “Rasulullah SAW mandi junub, namun aku belum mandi, lalu beliau menghampiriku, lalu aku memeluknya dan menghangatkannya."
Sunan ad-Daruquthni (118533)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
507 : Isnadnya hasan: HR. Ibnu Majah (580); At-Tirmidzi (123) dari jalur Huraits dari Asy-Sya'bi. At-Tirmidzi mengatakan, "Isnad hadits ini tidak ada masalah."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَأَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا حَجَّاجُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمِصْرِيُّ , نا الْفَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنْ فِرَاشِي , فَقُلْتُ: قَامَ إِلَى جَارِيَتِهِ مَارِيَةَ , فَقُمْتُ أَتَجَسَّسُ الْجُدُرَ وَلَيْسَ لَنَا كَمَصَابِيحِكُمْ هَذِهِ فَإِذَا هُوَ سَاجِدٌ , فَوَضَعْتُ يَدَيْ عَلَى صَدْرِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ , وَأَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ , لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ». الْفَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ ضَعِيفٌ. خَالَفَهُ يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , وَوُهَيْبٌ وَغَيْرُهُمَا , رَوَوْهُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَائِشَةَ مُرْسَلًا
508. Al Qadhi Al Husain bin lsma’il dan Ahmad bin Muhammad bin Ziyad Al Qaththan menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abdul Karim bin Al Haitsam mengabarkan kepada kami, Hajjaj bin Ibrahim Al Mishri mengabarkan kepada kami, Al Faraj bin Fadhalah mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id, dari Amrah, dari Aisyah, ia menuturkan, “Pada suatu malam aku merasa kehilangan Rasulullah SAW dari tempat tidurku, lalu aku bergumam, ‘Beliau mendatangi budak perempuannya mariyah. Lalu , aku berdiri meraba-raba dinding. Saat itu kami tidak memiliki sejenis lampu-lampu kalian (sekarang) ini. Ternyata beliau sedang sujud, lalu aku meletakkan tanganku di telapak kaki beliau, saat itu dalam sujudnya beliau membaca, ‘Allaahumma inni a’uudzu bi afwika min ‘iqaabika, wa a’uudzu bi ridhaaka min sakhatika, wa a’uudzu bika minka,laa uhshii tsanaan ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika [Ya Allah, sungguh aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu, aku tidak membatasi pujian kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu kepada diri- Mu]’.”
Al Faraj bin Fadhalah lemah. Yazid bin Harun, Wuhaib dan yang lainnya menyelisihinya, mereka meriwayatkannya dari Yahya bin Sa’id, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Aisyah, secara mursal.
Sunan ad-Daruquthni (118534)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
508 : Isnadnya lemah: HR. Ath-Thabarani di dalam Ash-Shaghir (1/171) dari jalur Ar-Rabi' bin Tsa'lab dari Al Faraj bin Fadhalah. Ia mengatakan, "Tidak ada yang meriwayatkannya dari Yahya bin Sa'id selain Faraj bin Fadhalah." Saya katakan: Al Faraj bin Fadhalah lemah, At-Taqrib (2/108).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , أَنَّ ابْنَ عُمَرَ , قَالَ: «مَنْ قَبَّلَ امْرَأَتَهُ وَهُوَ عَلَى وُضُوءٍ أَعَادَ الْوُضُوءَ». صَحِيحٌ
509. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Salim, bahwa Ibnu Umar mengatakan, “Barangsiapa mencium istrinya setelah ia mempunyai wudhu, maka ia harus mengulangi wudhu.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118535)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
509 : Isnadnya shahih: HR. Malik (65) dari jalur Ibni Syihab dari Salim; Diriwayatkan juga dari jalur ini oleh Asy-Syafi'i di dalam Al Umm (1/51).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ , نا يَحْيَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي قُتَيْلَةَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ عُثْمَانَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: «إِنَّ الْقُبْلَةَ مِنَ اللَّمْسِ فَتَوَضَّئُوا مِنْهَا». صَحِيحٌ
510. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syabib mengabarkan kepada kami, Yahya bin Ibrahim bin Abu Qatilah mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepadaku, dari Muhammad bin Abdullah bin Amr bin Utsman, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu Umar bin Khaththab, ia mengatakan, “Sesungguhnya ciuman itu termasuk sentuhan, maka berwudhulah kalian karenanya.’ Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118536)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
510 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/124) dari jalur Ibrahim bin Hamzah dari Abdul Aziz bin Muhammad.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَدَنِيُّ , نا مَالِكٌ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَالِمٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «فِي قُبْلَةِ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَجَسِّهِ بِيَدِهِ مِنَ الْمُلَامَسَةِ , وَمَنْ قَبَّلَ امْرَأَتَهُ أَوْ جَسَّهَا بِيَدِهِ فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْوُضُوءُ». صَحِيحٌ
511. Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma’il Al Madani mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Salim, dari ayahnya, bahwa ia mengatakan, “Ciuman laki-laki terhadap istrinya dan sentuhan tangannya adalah termasuk mulamasah. Barangsiapa mencium istrinya atau menyentuhnya dengan tangannya, maka wajiblah wudhu atasnya." Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118537)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
511 : Isnadnya shahih: Malik di dalam Al Muwaththa' (65). Lihat takhrij hadits no. 509; Al Baihaqi (1/124).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ «كَانَ يَرَى الْقُبْلَةَ مِنَ اللَّمْسِ وَيَأْمُرُ فِيهَا بِالْوُضُوءِ».
512. Ja’far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah bin Umar, dari Az-Zuhri, dan Salim, dari Ibnu Umar: Bahwa ia memandang ciuman termasuk sentuhan dan memerintahkan berwudhu karenanya.
Sunan ad-Daruquthni (118538)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
512 : Isnadnya shahih.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «فِي الْقُبْلَةِ الْوُضُوءُ». صَحِيحٌ
513. Al-Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Hafsh bin Amr mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa’id mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah bin Umar, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia mengatakan, “Ciuman mengharuskan wudhu.” . Shahih
Sunan ad-Daruquthni (118539)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
513 : Isnadnya shahih
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «الْقُبْلَةُ مِنَ اللِّمَاسِ».
514. Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Umar, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia mengatakan, “Ciuman termasuk sentuhan."
Sunan ad-Daruquthni (118540)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
514 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Umar bin Hafsh, ia lemah, ahli ibadah, AtTaqrib (3500).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا رَوْحٌ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ
515. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu I Al Azhar mengabarkan kepada kami, Rauh mengabarkan kepada I f kami, Abdullah bin Umar mengabarkan kepada kami, dengan | isnadnya, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118541)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , ثنا هُشَيْمٌ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو بَكْرٍ الْجَوْهَرِيُّ , نا مُعَلًّي , نا هُشَيْمٌ , ح وَحَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , ثنا هُشَيْمٌ , وَحَفْصٌ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ , قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «الْقُبْلَةُ مِنَ اللَّمْسِ وَفِيهَا الْوُضُوءُ». زَادَ الْمُعَلَّى , وَابْنُ عَرَفَةَ: وَاللَّمْسُ مَا دُونَ الْجِمَاعِ , صَحِيحٌ
516. Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil menceritakan kepada kamit Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abu Bakar Al Jauhari mengabarkan kepada kami, Mu'alla mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami {h}, Ja’far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, Husyaim dan Hafsh mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abu Ubaidah, ia mengatakan, “Abdullah berkata, Ciuman termasuk sentuhan, dan itu mengharuskan wudhu’ Ibnu Arafah dan Al Mu’alla menambahkan (dalam redaksinya): “Sentuhan adalah yang selain bersetubuh." Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118542)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
516 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/124) dari jalur Mu'alla bin Manshur dari Husyaim dari Al A'masy.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: «الْقُبْلَةُ مِنَ اللِّمَاسِ». صَحِيحٌ
517. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Yazid bin Abu Hakim mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabaikan kepada kami, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah, ia mengatakan, "Ciuman termasuk sentuhan.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118543)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
517 : Isnadnya hasan: Lihat keterangan yang lalu. Di dalam sanadnya terdapat Yazid bin Abi Hakim, ia jujur, AtTaqrib (7731).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: «الْقُبْلَةُ مِنَ اللِّمَاسِ». صَحِيحٌ.
518. Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah, ia mengatakan, “Ciuman termasuk sentuhan.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118544)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا رَوْحٌ , ثنا شُعْبَةُ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , مِثْلَهُ. قَالَ: وَحَدَّثَنَا شُعْبَةُ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ , عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , مِثْلَهُ , أَوْ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ نَحْوَهُ. صَحِيحٌ
519. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Rauh mengabarkan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah, seperti itu. Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Hilal bin Yisaf, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah, seperti itu, atau dari Abu Ubaidah, serupa itu. Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118545)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ , أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ مَرْوَانَ حَدَّثَهُ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ وَكَانَتْ قَدْ صَحِبَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّيَنَّ حَتَّى يَتَوَضَّأَ». قَالَ: فَأَنْكَرَ ذَلِكَ عُرْوَةُ فَسَأَلَ بُسْرَةَ: فَصَدَّقَتْهُ بِمَا قَالَ. هَذَا صَحِيحٌ. تَابَعَهُ رَبِيعَةُ بْنُ عُثْمَانَ , وَالْمُنْذِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَرَامِيُّ , وَعَنْبَسَةُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ , وَحُمَيْدُ بْنُ الْأَسْوَدِ , فَرَوَوْهُ عَنْ هِشَامٍ هَكَذَا , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَرْوَانَ , عَنْ بُسْرَةَ , قَالَ عُرْوَةُ: فَسَأَلْتُ بُسْرَةَ بَعْدَ ذَلِكَ فَصَدَّقَتْهُ
520. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Al Hakam bin Musa menceritakan kepada kami, Syu'aib bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, bahwa Marwan menceritakan kepadanya, dari Busrah binti Shfwah yang pernah menyertai Nabi SAW, bahwa Nabi SAW bersabda, "Seseorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia tidak melaksanakan shalat sehingga berwudhu."
Namun Urwah mengingkarinya, lalu menanyakan kepada Busrah, dan ia pun membenarkannya. Ini shahih. Rabi’ah bin Utsman, Al Mundzir bin Abdullah Al Hizami, Ansabah bin Abdul Wahid dan Humaid bin Al Aswad memutaba'ahnya, mereka meriwayatkannya dari Hisyam demikian, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah. Urwah menuturkan, “Lalu setelah itu aku tanyakan kepada Busrah, maka ia pun membenarkannya.”
Sunan ad-Daruquthni (118546)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
520 : Isnadnya shahih; HR. Ahmad (6/406-407); An-Nasa'i (1/216); At-Tirmidzi (82); Ibnu Hibban (212, Mawarid); Al Baihaqi (1/128); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/176-177); Ibnu Khuzaimah (33); Al Hakim (1/138); Malik (42); Asy-Syafi'i di dalam Musnadnya (12); Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wa Al Mansukh (108) dari berbagai jalur dari Hisyam. At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits ini hasan shahih." Al Bukhari mengatakan, "Ini yang paling shahih pada topik ini." An-Nasa'i mengatakan, "Hisyam bin Urwah tidak mendengar hadits ini dari ayahnya. Wallahu a'lam." Saya katakan: Ucapan An-Nasa'i tertolak, karena Hisyam telah menyatakan ia mendengar dari ayahya pada riwayat At-Tirmidzi dan Ahmad, dan ia tidak meriwayatkannya sendirian, akan tetapi dimutaba‘ah oleh riwayat lainnya sebagaimana yang akan dikemukakan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ الرَّمَادِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَرْوَانَ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ». صَحِيحٌ
521. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur Ar-Ramadi mengabarkan kepada kami, Yazid bin Abu Hakim mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah binti Shfwan, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu seperti wudhu untuk shalat.". Shahih
Sunan ad-Daruquthni (118547)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
521 : Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سَعِيدٍ الرَّهَاوِيُّ , ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ يَحْيَى الرَّهَاوِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ سِنَانٍ , نا أَبِي , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَرْوَانَ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , وَكَانَتْ قَدْ صَحِبَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ»
522. Al Hasan bin Ahmad bin Sa’id Ar-Rahawi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Ubaidullah bin Yahya Ar-Rahawi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yazid bin Sinan mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah binti Shafwan yang pernah menyertai Nabi SAW, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaklah berwudhu seperti wudhu untuk shalat'."
Sunan ad-Daruquthni (118548)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
522 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Yazid bin Sinan, ia tidak kuat, At-Taqrib (4618). Sementara ayahnya, yakni Yazid bin Sinan bin Yazid At-Tamimi lemah, At-Taqrib (7755).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ مُحَمَّدٍ النَّقَّاشُ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ مُوسَى الْعَدَوِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ سَعِيدٍ الْكِسَائِيُّ , نا سُفْيَانُ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيُعِدِ الْوُضُوءَ»
523. Muhammad bin Al Hasan bin Muhammad An-Naqqasy menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Abbas bin Musa Al Adawi mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Sa’id Al Kisai mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah binti Shafwan, dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Barangsiapa menyentuh kemaluannya, maka hendaklah mengulangi wudhu'.”
Sunan ad-Daruquthni (118549)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
523 : Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ مَعْبَدِ بْنِ نُوحٍ , نا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَرْوِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ»
524. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Utsman bin Ma’bad bin Nuh mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Muhammad Al Farawi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Umar mengabarkan kepada kami, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu seperti wudhu ”
Sunan ad-Daruquthni (118550)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
524 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/178). Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Umar Al Umari, ia lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا حَسَنُ بْنُ سَلَّامٍ السَّوَّاقُ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأُوَيْسِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الْمُغِيرَةِ النَّوْفَلِيُّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى فَرْجِهِ حَتَّى لَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ حِجَابٌ وَلَا سِتْرٌ فَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ»
525. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Hasan bin Sallam As-Sawwaq mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Abdullah Al Uwaisi mengabarkan kepada kami, Yazid bin Abdul Malik bin Al Mughirah An-Naufali mengabarkan kepada kami, dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘seseorang di antara kalian menyentuhkan tangannya ke kemaluannya sehingga tidak ada pelapis dan tidak pula penghalang antara dengan (kemaluan)nya, maka hendaklah ia herwudhu seperti wudhu untuk shalat."
Sunan ad-Daruquthni (118551)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
525 : Isnadnya lemah: HR. Ath-Thabarni di dalam Ash-Shaghir (1/28); Diriwayatkan juga oleh Asy-Syafi'i di dalam Musnadnyz (91); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/178); Ibnu Adi (6/2715); Ibnu Syahin (105) dari berbagai jalur dari Yazid. Yazid bin Abdul Malik lemah, At-Taqrib (7779).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقَلَانِسِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نَاصِحٍ بِمِصْرَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ عَبْدِ الصَّمَدِ , قَالَا: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَرْوَانَ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا مَسَّ الرَّجُلُ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ وَإِذَا مَسَّتِ الْمَرْأَةُ قُبُلَهَا فَلْتَتَوَضَّأْ»
526. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ja'far bin Muhammad Al Qalanisi mengabarkan kepada kami {h}, Abdullah bin Muhammad bin Nashih menceritakan kepada kami di Mesir, Muhammad bin Yazid mengabarkan kepada kami, dari Abdush Shamad, keduanya mengatakan: Sulaiman bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah binti Shafwan, dari Nabi S A W, beliau bersabda, “ Jika seorang laki-laki menyentuh kemaluannya maka hendaklah ia berwudhu, dan jika seorang wanita menyentuh kemaluannya maka hendaklah ia berwudhu."
Sunan ad-Daruquthni (118552)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
526 : Isnadnya lemah karena kelemahan riwayat Isma'il bin Ayyasy dari Hisyam bin Urwah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو عُتْبَةَ أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا بَقِيَّةُ , نا الزُّبَيْدِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ , وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ مَسَّتْ فَرْجَهَا فَلْتَتَوَضَّأْ»
527. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami. Abu Utbah Ahmad bin Al Faraj mengabarkan kepada kami. Baqiyyah Az- Zubaidi mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Syu’aib, dan ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi S A W, beliau bersabda, “Laki laki mana pun yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu. Dan wanita mana pun yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu."
Sunan ad-Daruquthni (118553)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
527 : Isnadnya hasan: HR. Ibnu Al Jarud di dalam Al Muntaqa (19); Dikeluarkan juga oleh Ahmad (2/223); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/178); Al Baihaqi (1/132); Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh (105) dari berbagai jalur dari Baqiyyah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا حَمْزَةُ بْنُ الْعَبَّاسِ الْمَرْوَزِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَحْيَى بْنُ مُعَلَّى بْنِ مَنْصُورٍ , قَالَا: نا عَتِيقُ بْنُ يَعْقُوبَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ حَفْصٍ الْعُمَرِيُّ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «وَيْلٌ لِلَّذِينَ يَمَسُّونَ فُرُوجَهُمْ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ». قَالَتْ عَائِشَةُ: بِأَبِي وَأُمِّي هَذَا لِلرِّجَالِ أَفَرَأَيْتَ النِّسَاءَ؟ , قَالَ: «إِذَا مَسَّتْ إِحْدَاكُنَّ فَرْجَهَا فَلْتَتَوَضَّأْ لِلصَّلَاةِ». عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْعُمَرِيُّ ضَعِيفٌ
528. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Hamzah bin Al Abbas Al Marwazi mengabarkan kepada kami {h} Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Yahya bin Mu’allabin Manshur mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Atiq bin Ya’qub mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Abdullah bin Umar bin Hafsh Al Umari menceritakan kepadaku, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kecelakaanlah bagi mereka yang menyentuh kemaluannya lalu mengerjakan shalat tanpa berwudhu lagi.” Aisyah berkata, “Dengan ayah dan ibuku sebagai tebusannya! Demikian bagi kaum laki-laki, lalu bagimana dengan kaum wanita?” Beliau menjawab, “ seseorang di antara kalian (para wanita) menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu untuk shalat”. Abdurrahman Al Umari lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118554)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
528 : Isnadnya lemah sekali: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/179) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Abdurrahmah Al Umari, yang mana Abu Zur'ah dan Abu Hatim meninggalkan riwayatnya, dan Abu Hatim menambahkan, "Ia berdusta." Juga dinilai dusta oleh Ahmad bin Hanbal dan An-Nasa'i.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ , نا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ أَوْ أُنْثَيَيْهِ أَوْ رَفْغَيْهِ فَلْيَتَوَضَّأْ». كَذَا رَوَاهُ عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ هِشَامٍ , وَوَهِمَ فِي ذِكْرِ الْأُنْثَيَيْنِ وَالرَّفْغِ وَإِدْرَاجِهِ ذَلِكَ فِي حَدِيثِ بُسْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَالْمَحْفُوظُ أَنَّ ذَلِكَ مِنْ قَوْلِ عُرْوَةَ , غَيْرِمَرْفُوعٍ , كَذَلِكَ رَوَاهُ الثِّقَاتُ عَنْ هِشَامٍ , مِنْهُمْ أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ , وَحَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , وَغَيْرُهُمَا
529. Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil menceritakan kepada kami, Ali bin Muslim mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Bakr menceritakan kepada kami, Abdul Hamid bin Ja’far mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah binti Shafwan, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa menyentuh kemaluannya, atau buah pelirnya, maka hendaklah ia berwudhu'.”
Demikian juga yang diriwayatkan oleh Abdul Hamid bin Ja’far dari Hisyam, namun ia mengira-ngira dalam menyebutkan buah pelir serta memasukkannya dalam lafazh hadits Busrah dari Nabi SAW. Adapun yang terpelihara, bahwa redaksi itu dari ucapan Urwah dan tidak marfu ’ seperti itu. Demikian yang diriwayatkan oleh para perawi tsiqah dari Hisyam, di antaranya adalah oleh Ayyub As-Sakhtiyani, Hammad bin Zaid dan yang lainnya.
Sunan ad-Daruquthni (118555)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
529 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/137) dari jalur pengarang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا بِذَلِكَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعَنْبَرِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَحْمُودٍ السَّرَّاجُ , قَالُوا: نا أَبُو الْأَشْعَثِ , قَالَا: نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , نا أَيُّوبُ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ». قَالَ: وَكَانَ عُرْوَةُ يَقُولُ: إِذَا مَسَّ رَفْغَيْهِ أَوْ أُنْثَيَيْهِ أَوْ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ , وَاللَّفْظُ لِأَبِي الْأَشْعَثِ صَحِيحٌ
530. Ibrahim bin Hammad menceritakannya kepada kami, Ahmad bin Ubaidullah Al Anbari menceritakan kepada kami {h} Ali bin Abdullah bin Mubasysyir, Al Husain bin Isma’il dan Muhammad bin Mahmud As-Sarraj menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Abu Al Asy’ats mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Yazid bin Zurai’ mengabarkan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah binti Shafwan, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyentuh maka hendaklah ia berwudhu.” Ia juga mengatakan, “Urwah menyebutkan (dalam redaksinya), “Apabila menyentuh buah pelirnya, atau kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu.”, Lafazhnya dari Abu Al Asy’ats. Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118556)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
530 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/138) dari jalur pengarang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , قَالَ: كَانَ أَبِي , يَقُولُ: «إِذَا مَسَّ رَفْغَيْهِ أَوْ أُنْثَيَيْهِ أَوْ فَرْجَهُ فَلَا يُصَلِّي حَتَّى يَتَوَضَّأَ». كُلُّهُمْ ثِقَاتٌ
531. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami, dari Zaid, dari Hisyam bin Urwah, ia mengatakan, “Ayahku berkata, ‘Apabila menyentuh buah pelimya, atau kemaluannya, maka tidak boleh mengerjakan shalat sehingga berwudhu (telebih dahulu)’.” Semua perawinya tsiqah.
Sunan ad-Daruquthni (118557)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
531 : Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (1/138) dari jalur pengarang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الرِّجَالِ , نا أَبُو حُمَيْدٍ الْمِصِّيصِيُّ , قَالَ: سَمِعْتُ حَجَّاجًا , يَقُولُ: قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَرْوَانَ , عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , وَقَدْ كَانَتْ صَحِبَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ أَوْ أُنْثَيَيْهِ فَلَا يُصَلِّي حَتَّى يَتَوَضَّأَ»
532. Ahmad bin Muhammad bin Abu Ar-Rijal menceritakan kepada kami, Abu Humatd Al Mishshishi mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar Hajjaj mengatakan: Ibnu Juraij berkata: Hisyam bin Urwah mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, dan Marwan, dan Busrah binti Shafwan yang pernah menyertai Nabi SAW, bahwa Nabi SAW bersabda, “seseorang antara kalian menyentuh kemaluannya atau buah pelimya, maka ia tidak boleh melaksanakan shalat sehingga berwudhu (terlebih dahulu)."
Sunan ad-Daruquthni (118558)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
532 : Isnadnya shahih: Telah dikemukakan pada no. 520 dari jalur Ibnu Ishaq dari Hisyam tanpa kalimat "au untsayaihi" (atau buah pelirnya).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ يُونُسَ بْنِ يَاسِينَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ , عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُمْ يُؤَسِّسُونَ مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ , قَالَ: وَهُمْ يَنْقُلُونَ الْحِجَارَةَ , قَالَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَنْقُلُ كَمَا يَنْقُلُونَ؟ , قَالَ: «لَا وَلَكِنِ اخْلِطْ لَهُمُ الطِّينَ يَا أَخَا الْيَمَامَةِ , فَأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ». , فَجَعَلْتُ أَخْلِطُ لَهُمْ وَيَنْقِلُونَهُ
533. Isma’il bin Yunus bin Yasin menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Jabir mengabarkan kepada kami, dari Qais bin Thalq, dari ayahnya, ia menuturkan, “Aku mendatangi Nabi SAW, saat itu mereka (para sahabat) sedang membangun pondasi masjid Madinah, mereka sedang memindahkan bebatuan, lalu aku berkata, ‘Wahai Rasulullah! Bolehkan aku ikut memindahkan seperti mereka memindahkan?’ Beliau menjawab, 'Tidak.Akan tetapi, campurkanlah tanah (adonan tanah) untuk mereka wahai saudara Al Yamamah, karena engkau lebih mengetahui tentang hal itu' maka aku pun mencampur adonan (tanah) untuk mereka, dan mereka memindahkannya.”
Sunan ad-Daruquthni (118559)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
533 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/185) dari jalur pengarang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ , عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَسَأَلَهُ عَنْ مَسِّ الذَّكَرِ , فَقَالَ: «إِنَّمَا هُوَ بَضْعَةٌ مِنْكَ». قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: سَأَلْتُ أَبِي , وَأَبَا زُرْعَةَ عَنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ جَابِرٍ هَذَا , فَقَالَا: قَيْسُ بْنُ طَلْقٍ لَيْسَ مِمَّنْ يَقُومُ بِهِ حُجَّةٌ وَوَهَّنَاهُ وَلَمْ يُثْبِتَاهُ
534. Abu Hamid Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Jabir mengabarkan kepada kami, dari Qais bin Thalq, dari ayahnya, ia mengatakan, “Ketika aku sedang di dekat Rasulullah SAW, seorang laki-laki mendatanginya lalu menanyakan tentang menyentuh kemaluan, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya itu hanya bagian dari dirimu' ”
Ibnu Abi Hatim mengatakan, “Aku tanyakan kepada ayahku dan Abu Zur’ah tentang hadits Muhammad bin Jabir ini, keduanya mengatakan, ‘Qais bin Thalq termasuk orang yang tidak dapat dijadikan argumen.’ Keduanya mengesampingkannya (menganggap lemah) dan tidak menilainya valid.
Sunan ad-Daruquthni (118560)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
534 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Majah (483); Abu Daud (183) dari jalur Muhammad bin Jabir; Dikeluarkan juga oleh Abu Daud (182) dari jalur Mulazim bin Amr dari Abdullah bin Badr dari Qais, akan dikemukakan nanti; Dikeluarkan juga oleh Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wa Al Mansukh (101) dari jalur Abdullah bin Muhammad Al Baghawi dan Muhammad bin Haran. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Jabir AsSuhaimi, ia jujur, buku-bukunya hilang lalu hafalannya buruk dan banyak kacau, lalu ia buta. Dinilai kuat oleh Abu Hatim pada riwayat Abu Lahi'ah, At-Taqrib (5795).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الْخَالِقِ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ رِشْدِينَ , نا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ , نا الْفَضْلُ بْنُ الْمُخْتَارِ وَكَانَ مِنَ الصَّالِحِينَ وَذَكَرَ مِنْ فَضْلِهِ , عَنِ الصَّلْتِ بْنِ دِينَارِ , عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ , عَنْ عِصْمَةَ بْنِ مَالِكٍ الْخَطْمِيِّ , وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي احْتَكَكْتُ فِي الصَّلَاةِ فَأَصَابَتْ يَدَيَ فَرْجِي؟ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَأَنَا أَفْعَلُ ذَلِكَ»
535. Muhammad bin Ahmad bin Amr bin Abdul Khaliq menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Risydin mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Ufair mengabarkan kepada kami, Al Fadhl bin Al Mukhtar mengabarkan kepada kami, ia termasuk orang-orang shalih dan telah dikemukakan tentang keutamaannya, dari Ash-Shalt bin Dinar, dari Abu Utsman An-Nahdi, dari Umar bin Khaththab RA dan Ubaidullah bin Mauhib, dari Ishmah bin Malik Al Khathmi, salah seorang sahabat Nabi SAW: Bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, aku pernah menggaruk ketika sedang shalat, lalu tanganku menyentuh kemaluanku.” Nabi SAW bersabda, "Aku pun pernah melakukan itu'".
Sunan ad-Daruquthni (118561)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
535 : Isnadnya lemah sekali: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/184) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya juga disebutkan: Dari Ash-Shalt bin Dinar dari Ashamah bin Malik Al Khathmi; Dikeluarkan juga oleh Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wa Al Mansukh (107) dari jalur Muhammad bin Ishaq dari Sa'id bin Ufair dari Al Fadhl bin Mukhtar dari Ubaidullah bin Mauhib dari Ashamah. Di dalam sanadnya terdapat Al Fadhl bin Mukhtar, yang menurut Ibnu Adi, "Ia mempunyai hadits-hadits munkar." Abu Hatim mengatakan, "Tidak diketahui kredibilitasnya, dan hadits-haditsnya munkar, ia menyampaikan riwayat-riwayat yang bathil." Sementara Ash-Shalt bin Dinar riwayatnya ditinggalkan, At-Taqrib (1/370).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادِ بْنِ فَرْوَةَ الْبَلَدِيُّ أَبُو رَوْحٍ , نا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو , حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ , عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ , عَنْ أَبِيهِ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ , قَالَ: خَرَجْنَا وَفْدًا إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى قَدِمْنَا عَلَيْهِ فَبَايَعْنَاهُ وَصَلَّيْنَا مَعَهُ فَجَاءَ رَجُلٌ كَأَنَّهُ , بَدَوِيُّ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَرَى فِي مَسِّ الرَّجُلِ ذَكَرَهُ فِي الصَّلَاةِ؟ , فَقَالَ: «وَهَلْ هِيَ إِلَّا بَضْعَةٌ مِنْهُ أَوْ مُضْغَةٌ». كَذَا قَالَ أَبُو رَوْحٍ
536. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ziyad bin Farwah Al Baladi Abu Rauh mengabarkan kepada kami, Mulazim bin Amr mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Badr menceritakan kepada kami, dari Qais bin Thalq, dari ayahnya Thalq bin Ali, ia menuturkan, “Kami berangkat sebagai utusan kepada Nabi SAW. Ketika kami sampai kepada beliau, kami berbai’at kepadanya dan shalat bersamanya. Lalu seorang laki-laki datang, tampaknya ia seorang badui, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya ketika sedang shalat?’ Beliau menjawab, 'hanyalah merupakan potongan daging darinya' atau (beliau mengatakan) ‘bagian (darinya)'.” Demikian yang dikemukakan Abu Rauh.
Sunan ad-Daruquthni (118562)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
536 : Isnadnya hasan: HR. Abu Daud (182); At-Tirmidzi (85); An-Nasa'i (1/101); Ibni Hibban (207-209, Mawarid); Al Baihaqi (1/134); Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wa Al Mansukh (102); Ath-Thabarani (8242); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/183); Ibnu Al Jarud (21) dari berbagai jalur dari Mulazim.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ أَبُو حَامِدٍ , نا بُنْدَارٌ , نا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الصَّبَّاحِ , ثنا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَسِّ الْفَرَجِ , فَقَالَ: «بَضْعَةٌ مِنْكَ». أَيُّوبُ مَجْهُولٌ
537. Muhammad bin Harun Abu Hamid menceritakan kepada kami, Bundar mengabarkan kepada kami, Abdul Malik bin Ash- Shabbah mengabarkan kepada kami, Abdul Hamid bin Ja’far menceritakan kepada kami, dari Ayyub bin Muhammad, dari Qais bin Thalq, dari ayahnya, ia menuturkan, “Kami tanyakan kepada Rasulullah SAW tentang menyentuh kemaluan, beliau pun menjawab, 'Itu bagian dari dirimu’.” Ayyub majhul (tidak diketahui kredibilitasnya).
Sunan ad-Daruquthni (118563)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
537 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/183) dan di dalam Al ‗Ilal (1/262) dari jalur Sa'id bin Yahya dari Abdul Hamid bin Ja'far. Saya katakan: Ayyub bin Muhammad Al Ajli haditsnya lemah, Lisan Al Mizan (1/545), Adz-Dzahabi mencantumkannya di dalam Al Mizan (1/1097) dan ia menyebutkan haditsnya. Sementara Abdul Hamid bin Ja'far diperbincangkan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ النَّقَّاشُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى الْقَاضِي السَّرَخْسِيُّ , نا رَجَاءُ بْنُ مَرْجَاءَ الْحَافِظُ , قَالَ: اجْتَمَعْنَا فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ أَنَا وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ , وَعَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ , وَيَحْيَى بْنُ مَعِينٍ , فَتَنَاظَرُوا فِي مَسِّ الذَّكَرِ , فَقَالَ يَحْيَى: يُتَوَضَّأُ مِنْهُ , وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ بِقَوْلِ الْكُوفِيِّينَ وَتَقَلَّدَ قَوْلَهُمْ , وَاحْتَجَّ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ بِحَدِيثِ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ , وَاحْتَجَّ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ بِحَدِيثِ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ , وَقَالَ لِيَحْيَى: كَيْفَ تَتَقَلَّدَ إِسْنَادَ بُسْرَةَ , وَمَرْوَانُ أَرْسَلَ شَرْطِيًّا حَتَّى رَدَّ جَوَابَهَا إِلَيْهِ , فَقَالَ يَحْيَى: وَقَدْ أَكْثَرَ النَّاسُ فِي قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ وَلَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ , فَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ: كِلَا الْأَمْرَيْنِ عَلَى مَا قُلْتُمَا , فَقَالَ يَحْيَى: مَالِكٌ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ: «أَنَّهُ تَوَضَّأَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ». , فَقَالَ عَلِيُّ: كَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يَقُولُ: لَا يَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَإِنَّمَا هُوَ بَضْعَةٌ مِنْ جَسَدِكَ , فَقَالَ يَحْيَى: عَنْ مَنْ؟ , قَالَ: سُفْيَانُ , عَنْ أَبِي قَيْسٍ , عَنْ هُزَيْلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , وَإِذَا اجْتَمَعَ ابْنُ مَسْعُودٍ وَابْنُ عُمَرَ وَاخْتَلَفَا فَابْنُ مَسْعُودٍ أَوْلَى أَنْ يُتَّبَعَ , فَقَالَ لَهُ أَحْمَدُ: نَعَمْ وَلَكِنْ أَبُو قَيْسٍ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ فَقَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو نُعَيْمٍ , ثنا مِسْعَرٌ , عَنْ عُمَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ , قَالَ: «مَا أُبَالِي مَسِسْتُهُ أَوْ أَنْفِي». فَقَالَ أَحْمَدُ: عَمَّارٌ وَابْنُ عُمَرَ اسْتَوَيَا فَمَنْ شَاءَ أَخَذَ بِهَذَا وَمَنْ شَاءَ أَخَذَ بِهَذَا
538. Muhammad bin Al Hasan An-Naqqasy menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yahya Al Qadhi As-Sarakhsi mengabarkan kepada kami, Raja' bin Murajja Al Hafizh mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Kami berkumpul di masjid Al Khif, yaitu aku, Ahmad bin hanbal, Ali bin Al Madini dan Yahya bin ma’in, lalu kami berdiskusi tentang menyentuh kemaluan, Yahya mengatakan, “Harus berwudhu karenanya.” Ali bin Al Madini berpendapat dengan pendapat ulama Kufah dan menirukan ucapan mereka, sementera Yahya bin Ma’in berdalih dengan hadits Busrah binti Shafwan dan Ali bin Al Madini berdalih dengan hadits Qais bin Thalq. Ia mengatakan kepada Yahya, “Bagaimana bisa engkau menirukan isnadnya Busrah dan Márwan yang mursal syarthi, dengan nada membantah jawabannya. Yahya mengatakan, “Orang-orang telah banyak menghujat Qais bin Thalq, sehinga haditsnya tidak dapat dijadikan argumen.” Ahmad bin Hanbal berkata, “Kedua perkara itu sebagaimana yang telah kalian katakan.” Yahya berkata, dari Malik, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa ia menyatakan harus berwudhu karena menyentuh kemaluan." Lalu Ali berkata, “Ibnu Mas’ud mengatakan, ‘Tidak perlu berwudhu karenanya. Karena itu adalah bagian dari tubuhmu’.’" Yahya bertanya, “Dari Siapa?” Ali menjawab, “(Dari) Sufyan, dari Abu Qais, dari Huzail, dari Abdullah, bahwa bila bertemu pendapat Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar lalu berseberangan, maka pendapat Ibnu Mas’ud lebih utama untuk diikuti.” Ahmad mengomentari, “Benar. Namun haditsnya Abu Qais tidak dapat dijadikan argumen.” Lalu ia mengatakan, “Abu Nu’aim menceritakan kepadaku, Mis’ar menceritakan kepada kami, dari Umair bin Sa’id, dari Ammar bin Yasir, ia mengatakan, “Aku tidak peduli apakah aku menyentuhnya atau hidungku.” Ahmad pun berkata, “Ammar dan Ibnu Umar sama. Siapa yang mau silakan mengambil itu, dan siapa yang mau silakah mengambil yang ini.”
Sunan ad-Daruquthni (118564)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
538 : Al Hakim (1/138-139).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا أَبُو الرَّبِيعِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّا , نا حُصَيْنٌ , عَنْ شَقِيقٍ , قَالَ: قَالَ حُذَيْفَةُ: «مَا أُبَالِي مَسِسْتُ ذَكَرِي أَوْ مَسِسْتُ أَنْفِي أَوْ أُذُنِي وَأَنَا فِي الصَّلَاةِ»
539. Abdullah bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Ar-Rabi’ mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Zakariyyi mengabarkan kepada kami, Hushain mengabarkan kepada kami, dari Syaqiq, ia mengatakan, “Hudzaifah berkata, ‘ Aku tidak peduli apakah aku menyentuh kemaluanku atau menyentuh hidungku atau telingaku ketika aku sedang shalat’.”
Sunan ad-Daruquthni (118566)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
539 : Isnadnya hasan: Disebutkan oleh Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wa Al Mansukh (109).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي لَمْسِ الْقُبُلِ وَالدُّبُرِ وَالذَّكَرِ وَالْحُكْمِ فِي ذَلِكَ
-
حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , ثنا أَبُو حُصَيْنٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ يُونُسَ , نا عَبْثَرٌ , عَنْ حُصَيْنٍ , عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ , عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , قَالَ: قَالَ حُذَيْفَةُ: «مَا أُبَالِي مَسِسْتُ ذَكَرِي فِي الصَّلَاةِ أَوْ مَسِسْتُ أُذُنِي»
540. Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami Abu Hushain Abdullah bin Ahmad bin Yunus menceritakan kepada kami, Abtsar mengabarkan kepada kami, dari Hushain, dari Sa’d bin Ubaidah, dari Abu Abdirrahman, ia mengatakan, “Hudzaifah berkata, 'Aku tidak peduli apakah aku menyentuh kemaluanku di dalam shalat atau menyentuh telingaku’.”
Sunan ad-Daruquthni (118567)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
540 : Isnadnya hasan: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي مَسِّ الْإِبْطِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو رَوْقٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بَكْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ رَوْحٍ , نا سُفْيَانُ , قَالَ: سَمِعْنَاهُ مِنْ عَمْرٍو يُحَدِّثُهُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , قَالَ: سُئِلَ عُمَرُ عَنْ مَسِّ الْإِبْطِ , فَقَالَ: «يُتَوَضَّأُ مِنْهُ»
541. Abu Rauq Ahmad bin Muhammad bin Bakr menceritakan kepada kami, Ahmad bin Rauh mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, “Kami mendengamya dari Amr, ia menyampaikamiya dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah, ia menuturkan, ‘Umar ditanya tentang menyentuh ketiak, ia pun menjawab, ‘Berwudhu karenanya’.”
Sunan ad-Daruquthni (118568)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
541 : Isnadnya lemah lagi terputus: Disebutkan oleh Adz-Dzahabi (1/138). Saya katakan: Ubaidullah bin Utbah tidak pernah berjumpa dengan Umar bin Khaththab RA.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي مَسِّ الْإِبْطِ
-
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ , عَنْ لَيْثِ بْنِ أَبِي سُلَيْمٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «إِذَا تَوَضَّأَ الرَّجُلُ وَمَسَّ إِبْطَهُ أَعَادَ الْوُضُوءَ»
542. Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Khalaf bin Khalifah mengabarkan kepada kami, dari Laits bin Abu Sulaim, dari Mujahid, dari lbnu Umar, ia mengatakan, “Apabila seseorang telah berwudhu lalu menyentuh ketiaknya, maka ia mengulangi wudhu.”
Sunan ad-Daruquthni (118569)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
542 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/138) dari jalur pengarang. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Laits bin Abu Sulaim, ia jujur namun hafalannya kacau sekali sehingga tidak dapat dibedakan, maka haditsnya ditinggalkan, At-Taqrib (2/139). Khalaf bin Khalifah jujur namun di masa akhirnya hafalannya kacau dan mengaku bahwa ia melihat Amr bin Huwarits -seorang sahabat-, namun diingkari oleh Ibnu Uyainah dan Ahmad, At-Taqrib (1/225).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي مَسِّ الْإِبْطِ
-
قَالَ: وَنا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ , عَنْ أَبِي سِنَانٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ , قَالَ: «لَيْسَ عَلَيْهِ إِعَادَةٌ»
la juga mengatakan: Khalaf bin Khalifah menceritakan kepada kami, dari Abu Sinan, dari Sa’id bin Jubair, dari lbnu Abbas, ia mengatakan, “Ia tidak perlu mengulangi (wudhu)."
Sunan ad-Daruquthni (118570)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي مَسِّ الْإِبْطِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: «إِذَا مَسَّ الرَّجُلُ إِبْطَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ»
543. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abdunazzaq mengabarkan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah, dari Umar bin Khaththab, ia mengatakan, “Apabila seseorang menyentuh ketiaknya, maka hendaklah ia berwudhu.'"
Sunan ad-Daruquthni (118571)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
543 : Isnadnya lemah lagi terputus: Lihat no. 541.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي مَسِّ الْإِبْطِ
-
وَحَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْإِصْطَخْرِيُّ , حَدَّثَنَا حَمْدَانَ بْنُ عَلِيٍّ , نا مُسْلِمٌ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , قَالَ: وَذُكِرَ مَسُّ الْإِبْطِ عِنْدَ أَيُّوبَ فَقَالَ: «رُبَّ إِبِطٍ يَنْبَغِي أَنْ يُغْتَسَلَ مِنْهُ»
544. Abu Sa’id Al Ashthakhri mencelitakan kepada kami, Hamdan bin Ali menceritakan kepada kami, Muslim mengabarkan kepada kami, Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, bahwa ketika disinggung tentang menyentuh ketiak di hadapan Ayyub, ia mengatakan, “Kebanyakan ketiak perlu dicuci.”
Sunan ad-Daruquthni (118572)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
544 : Isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُنْقِدٍ الْخَوْلَانِيُّ بِمِصْرَ , نا إِدْرِيسُ بْنُ يَحْيَى الْخَوْلَانِيُّ أَبُو عَمْرٍو الْمِصْرِيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ الْمُخْتَارِ , نا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ شُعْبَةَ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْوُضُوءُ مِمَّا يَخْرُجُ وَلَيْسَ مِمَّا يَدْخُلُ»
545. Abu Muhammad Yahya bin Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Munqid A1 Kahulani mengabarkan kepada kami di Mesir, IdriS bin Yahya Al Khaulani Abu Amr Al Mishri mengabarkan kepada kami, Al Fadhl bin Al Mukhtar mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Dzi`b mengabarkan kepada kami, dari Syu’bah maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Berwudhu adalah karena sesuatu yang keluar (dari tubuh) dan bukan karena sesuatu yang masuk (ke dalam tubuh).”
Sunan ad-Daruquthni (118573)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
545 : Isnadnya lemah lagi munkar: HR. Al Baihaqi (1/166); Ibnu Adi di dalam Al Kamil (2/194); Abu Nu'aim di dalam Al Hilyah (8/320); Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/365) dari berbagai jalur dari Al Fadhl bin Al Mukhtar. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Al Fadhl bin Mukhtar, ia haditsnya ditinggalkan, biografinya telah dikemukakan pada no. 535. Syu'bah maula Abdullah bin Abbas jujur namun hafalannya buruk, At-Taqrib (1/351). Al Baihaqi mengatakan, "Uqbah tidak valid marfu'." Ibnu Adi mengatakan, "Asal hadits ini mauquf." Saya katakan: Ini cacat lainnya, yaitu riwayatnya mauquf.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا صَالِحُ بْنُ مُقَاتِلٍ , ثنا أَبِي , ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو أَيُّوبَ , عَنْ حُمَيْدٍ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «احْتَجَمَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَلَمْ يَزِدْ عَنْ غَسْلِ مَحَاجِمِهِ». حَدِيثٌ رَفَعَهُ ابْنُ أَبِي الْعِشْرِينَ , وَوَقَفَهُ أَبُو الْمُغِيرَةِ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , وَهُوَ الصَّوَابُ
546. Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Shalih bin Muqatil rriengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Daud Abu Ayyub menceritakan kepada kami, dari Humaid, dari Anas: “Bahwa Nabi SAW berbekam, lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi dan tidak lebih dari membasuh bekas bekamnya.” Ini hadits yang dimarfu kan oleh Ibnu Abi Al Isyrin namun dimauqufkan oleh Abu Al Mughirah dari Al Auza’i, dan inilah yang shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118574)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
546 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/191); Al Baihaqi (1/141), keduanya dari jalur pengarang. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat shalih bin Muqatil, ia tidak kuat, dan ayahnya tidak dikenal, sementara Sulaiman bin Daud tidak kuat, demikian yang dikatakan oleh An-Nasa'i. Sedangkan AzZaila'i mengatakan di dalam Nashb Ar-Rayah (431), "Ia tidak diketahui."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ , وَأَبُو أُمَيَّةَ الطَّرَسُوسِيُّ ح وَحَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَعْمَرِيُّ , قَالُوا: نا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ , نا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ حَبِيبِ بْنِ أَبِي الْعِشْرِينَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ قَيْسٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا تَوَضَّأَ عَرَكَ عَارِضَيْهِ بَعْضِ الْعَرْكِ , وَشَبَّكَ لِحْيَتَهُ بِأَصَابِعِهِ مِنْ تَحْتِهَا»
547. Abu Muhammad Yahya bin Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur, Muhammad bin Auf dan Abu Umayyah Ath-Tharasusi mengabarkan kepada kami {h}, Ja' far bin Muhammad bin Nushair menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali Al Ma’muri mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Hisyam bin Ammar mengabarkan kepada kami, Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al Isyrin mengabarkan kepada kami, Al Auza’i mengabarkan kepada kami, dari Abdul Wahid bin Qais, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW, apabila berwudhu, beliau menggosok-gosok pipinya dan menyela-nyelai janggutnya dengan jari-jarinya dari bawah.”
Sunan ad-Daruquthni (118575)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
547 : Isnadnya lemah: Telah dikemukakan pada no. 369
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا أَبُو الْمُغِيرَةِ , ثنا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ قَيْسٍ , عَنْ نَافِعٍ , أَنَّ ابْنَ عُمَرَ , «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ يَعْرُكُ عَارِضَيْهِ , وَيُشَبِّكُ لِحْيَتَهُ بِأَصَابِعِهِ أَحْيَانًا وَيَتْرُكُ أَحْيَانًا». مَوْقُوفٌ وَهُوَ الصَّوَابُ
548: Isma'il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hani' mengabarkan kepada kami, Abu Al Mughirah mengabarkan kepada kami, Al Auza'i menceritakan kepada kami, dari Abdul Wahid bin Qais, dari Nafi': "Bahwa Ibnu Umar, apabila berwudhu kadang menggosok-gosok pipinya dan menyela-nyela janggutnya dengan jari-jarinya dari bawah dan kadang meninggalkannya (tidak melakukannya)." Mauquf, dan inilah yang benar.
Sunan ad-Daruquthni (118576)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
548 : Isnadnya lemah lagi mauquf: Lihat no. 370.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ , نا الْمَعْمَرِيُّ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَثِيرِ بْنِ مَيْمُونٍ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ قَيْسٍ , حَدَّثَنِي قَتَادَةُ , وَيَزِيدُ الرَّقَاشِيُّ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ عَرَكَ عَارِضَيْهِ بَعْضَ الْعَرْكِ , وَشَبَّكَ لِحْيَتَهُ بِأَصَابِعِهِ».
549: Ja'far menceritakan kepada kami, Al Ma'muri menceritakan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Katsir bin Maimun mengabarkan kepada kami, dari Al Auza'i, dari Abdul Wahid bin Qais, Qatadah dan Yazid Ar-Raqasyi mengabarkan kepadaku, dari Anas: "Bahwa apabila Rasulullah SAW berwudhu, beliau mengosok-gosok pipinya dan menyela-nyela janggutnya dengan jari-jarinya."
Sunan ad-Daruquthni (118577)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
549 : Isnadnya hasan: HR. Ibnu Majah (431) dari jalur Abu An-Nazhr dari Yazid Ar-Raqasyi. Di dalam sanadnya terdapat Abdul Wahid bin Qais, ia jujur namun sering mengira-ngira dan meriwayatkan secara mursal, AtTaqrib (4262). Sedangkan Abdullah bin Katsir bin Maimun jujur ahli bacaan, At-Taqrib (3562).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ , نا الْمَعْمَرِيُّ , نا عِمْرَانُ بْنُ أَبِي جَمِيلٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَمَاعَةَ , ثنا الْأَوْزَاعِيُّ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ قَيْسٍ , عَنْ قَتَادَةَ , وَيَزِيدَ الرَّقَاشِيِّ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ مِثْلَهُ. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ الْوَلِيدُ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مُرْسَلًا أَيْضًا.
550: Ja'far menceritakan kepada kami, Al Ma'muri menceritakan kepada kami, Imran bin Abu Jamil mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Abdullah bin Sama'ah mengabarkan kepada kami, Al Auza'i menceritakan kepada kami, Abdul Wahid bin Qais menceritakan kepadaku, dari Qatadah dan Yazid Ar-Raqasyi: Bahwa apabila Rasulullah SAW berwudhu, seperti itu. Demikian juga yang diriwayatkan oleh Al Walid dari Al Auza'i dengan isnad ini secara mursal juga.
Sunan ad-Daruquthni (118578)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
550 : Isnadnya lemah lagi mursal: HR. Al Baihaqi (1/55).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا أَبُو الْمُغِيرَةِ , ثنا الْأَوْزَاعِيُّ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ قَيْسٍ , عَنْ يَزِيدَ الرَّقَاشِيِّ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ. وَالْمُرْسَلُ هُوَ الصَّوَابُ
551: Isma'il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hanf mengabarkan kepada kami, Abu Al Mughirah mengabarkan kepada kami, Al Auza'i menceritakan kepada kami, Abdul Wahid bin Qais menceritakan kepadaku, dari Yazid Ar-Raqasyi, dari Nabi SAW, serupa itu. Riwayat yang mursal adalah yang benar.
Sunan ad-Daruquthni (118579)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الْخَالِقِ , نا أَبُو عُلَاثَةَ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ خَالِدٍ , نا أَبِي , نا ابْنُ سَلَمَةَ , عَنِ ابْنِ أَرْقَمَ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا رَعَفَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَغْسِلْ عَنْهُ الدَّمَ , ثُمَّ لِيُعِدْ وَضُوءَهُ وَيَسْتَقْبِلْ صَلَاتَهُ». سُلَيْمَانُ بْنُ أَرْقَمَ مَتْرُوكٌ
552: Muhammad bin Ahmad bin Amr bin Abdul Khaliq menceritakan kepada kami, Abu Ulatsah Muhammad bin Amr bin Khalid mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Ibnu Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Arqam, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian mimisan dalam shalatnya, maka hendaklah ia berbalik lain mencuci darahnya, kemudian mengulangi wudhunya dan menyongsong (melaksanakan) shalatnya'." Sulaiman bin Arqam matruk (haditsnya ditinggalkan).
Sunan ad-Daruquthni (118580)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
552 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/190) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Sulaiman bin Arqam, riwayatnya ditinggalkan. Ahmad mengatakan, "Tidak boleh meriwayatkan darinya." Abu Daud mengatakan, "Riwayatnya ditinggalkan." Abbas dan Utsman mengatakan dari Ibnu Ma'in, "Ia tidak dianggap." Al Mizan (2/3427). Al Hafizh mengatakan di dalam At-Taqrib (1/321), "Ia lemah."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ الصَّوَّافِ , نا حَامِدٌ , نا سُرَيْجٌ , نا عَلِيُّ بْنُ ثَابِتٍ , عَنْ نُعَيْمِ بْنِ الضَّمْضَمِ , عَنِ الضَّحَّاكِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «الْبَحْرُ مَاءٌ طَهُورٌ لِلْمَلَائِكَةِ إِذَا نَزَلُوا تَوَضَّئُوا وَإِذَا صَعِدُوا تَوَضَّئُوا»
553: Ibnu Ash-Shawwaf menceritakan kepada kami, Hamid mengabarkan kepada kami, Suraij mengabarkan kepada kami, Ali bin Tsabit mengabarkan kepada kami, dari Nu'aim bin Adh-Dhamdham, dan Adh-Dhahhak, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Laut adalah air suci (lagi menyucikan) bagi malaikat. Apabila turun (ke bumi) mereka berwudhu, dan apabila naik mereka juga berwudhu."
Sunan ad-Daruquthni (118581)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
553 : Isnadnya lemah lagi terputus: Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Nu'aim bin Dhamdham, ia lemah. Sedangkan Adh-Dhahhak bin Muzahim jujur banyak meriwayatkan secara mursal, At-Taqrib (1/373), dan ia tidak pernah berjumpa dengan Ibnu Abbas, maka riwayatnya darinya terputus
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَالْقَاسِمُ أَخُوهُ , قَالَا: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ , عَنْ عِيسَى بْنِ حطانٍ , عَنْ مُسْلِمِ بْنِ سَلَّامٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ طَلْقٍ الْحَنَفِيِّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا فَسَا أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُعِدْ صَلَاتَهُ»
554: Al Husain bin Isma'il dan saudaranya,' yakni Al Qasim, menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Sulaiman Al Ahwal, dari isa bin Hiththan, dari Muslim bin Sallam, dari Ali bin Thalq Al Hanafi, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian buang angin (kentut) di dalam shalat, maka hendaklah berbalik lalu berwudhu dan mengulangi shalatnya'."
Sunan ad-Daruquthni (118582)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
554 : Isnadnya lemah: HR. Abu Daud (205); Ibnu Hibban (204, Mawarid) dari jalur Jarir dari Ashim. Saya katakan: Di dalamnya terdapat Isa bin Hiththan, riwayatnya dapat diterima, At-Taqrib (5305), disebutkan oleh Ibnu Hibban di dalam Ats-Tsiqat (5/213), sedangkan gurunya, yaitu Muslim bin Sallam Al Hanafi riwayatnya dapat diterima, At-Taqrib (6652), Ibnu Hibban menyebutkannya di dalam Ats-Tsiqat (5/395).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ , أَنَّ دَاوُدَ بْنَ رُشَيْدٍ حَدَّثَهُمْ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا قَاءَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ , أَوْ قَلَسَ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ , ثُمَّ لِيَبْنِ عَلَى مَا مَضَى مِنْ صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ». قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: فَإِنْ تَكَلَّمَ اسْتَأْنَفَ
555: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya dan aku mendengar, bahwa Daud bin Rusyaid menceritakan kepada mereka, Isma'il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Abdul malik bin Abdul Aziz bin Juraij menceritakan kepadaku, dari ayahnya dan dari Abdullah bin Abu Mulaikah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian muntah dalam shalatnya atau gumoh maka hendaklah ia berbalik lalu berwudhu, kemudian melanjutkan shalat yang telah dilaksanakannya selama ia tidak berbicara.” Ibnu Juraij mengatakan, "Apabila ia telah berbicara, maka hendaknya mengulangi dari awal."
Sunan ad-Daruquthni (118583)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
555 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/188); Al Baihaqi (1/153); Ibnu Adi (1/293) dan di dalam Al ‗Ilal karya Ibnu Al Jauzi (1/366); Ibnu Majah (1221), semuanya dari Isma'il bin Ayyasy. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Isma'il bin Ayyasy Al Himshi, ia jujur dalam meriwayatkan dari penduduk negerinya sendiri namun kacau dari yang lainnya, dan ini termasuk di antaranya. Gurunya adalah Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij Al Madini, ia tsiqah ahli fikih dan orang utama, ia kadang mentadlis dan. meriwayatkan secara mursal, At-Taqrib (1/521) serta meriwayatkan secara mu'an'an. Sedangkan ayahnya, yakni Abdul Aziz bin Juraij lemah. Al Ajli mengatakan, "Ia tidak mendengar dari Aisyah. Khushaib telah keliru sehingga menyatakan ia mendengarnya." At-Taqrib (1/509). Disebutkan di dalam Al ‗Ilal karya Ibnu Al Jauzi (1/57), "Aku tanyakan kepada ayahku tentang hadits yang diriwayatkan oleh Isma'il bin Ayyasy dari Ibnu Juraij dari Abdullah bin Abu Mulaikah dari Aisyah dari Rasulullah SAW .. ,dst. Ayahku menjawab, 'Ini salah. Mereka meriwayatkannya dari Abu Juraij dari ayahnya dari Ibnu Abi Mulaikah dari Nabi SAW secara mursal."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ التَّرْقُفِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا قَاءَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ , أَوْ قَلَسَ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ , وَلْيَبْنِ عَلَى صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ».
556: Abu Abdillah Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Abdullah At-Turqufi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Mubarak mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepadaku, dari ayahnya, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, Apabila seseorang di antara kalian muntah dalam shalatnya atau gumoh maka hendaklah ia berbalik lalu berwudhu dan melanjutkan shalatnya yang telah dilaksanakannya selama ia tidak berbicara',"
Sunan ad-Daruquthni (118584)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
556 : Isnadnya lemah lagi mursal: Lihat keterangan yang lalu. Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (1/143) dari berbagai jalur dari Ibnu Juraij.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ , وَحَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ.
Ibnu Juraij mengatakan: Dan Ibnu Mulaikah menceritakan kepadaku, dari Aisyah, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118585)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , بِهَذَيْنِ الْإِسْنَادَيْنِ جَمِيعًا نَحْوَهُ
557: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ash-Shabbah mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dengan kedua istnad ini, serupa itu.
Sunan ad-Daruquthni (118586)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَاتِبُ , نا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ الْفَرَائِضِيُّ , نا الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَلَسَ أَوْ قَاءَ أَوْ رَعَفَ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُتِمَّ عَلَى صَلَاتِهِ».
558: Muhammad bin Sahl bin Al Fudhail Al Katib menceritakan kepada kami, Ali bin Zaid Al Faraidzi mengabarkan kepada kami, Ar-Rabi' bin Nafi' mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Ayyasy, dari Ibnu Juraij, dari ayahnya, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa gumoh atau muntah atau mimisan, maka hendaklah ia berwudhu lalu menyempurnakan shalatnya' "
Sunan ad-Daruquthni (118587)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
558 : Isnadnya lemah lagi mursal: Lihat keterangan yang lalu
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ , نا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ , نا الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ.
559: Muhammad bin Shal menceritakan kepada kami, Ali bin Zaid mengabarkan kepada kami, Ar-Rabi' bin Nafi' mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Ayyasy, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Aisyah, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118588)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ , نا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ الْفَرَائِضِيُّ , نا الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ , عَنْ عَبَّادِ بْنِ كَثِيرٍ , وَعَطَاءِ بْنِ عَجْلَانَ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , مِثْلَهُ.
560: Muhammad bin Sahl menceritakan kepada kami, Ali bin Zaid Al Faraidhi mengabarkan kepada kami, Ar-Rabi' bin Nafi' mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Ayyasy, dari Abbad bin Katsir dan Atha' bin Ajlan, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Aisyah, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118589)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
عَبَّادُ بْنُ كَثِيرٍ , وَعَطَاءُ بْنُ عَجْلَانَ ضَعِيفَانِ , كَذَا رَوَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ. وَتَابَعَهُ سُلَيْمَانُ بْنُ أَرْقَمَ وَهُوَ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ , وَأَصْحَابُ ابْنِ جُرَيْجٍ الْحُفَّاظُ عَنْهُ يَرْوُونَهُ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , مُرْسَلًا وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Abbad bin Katsir dan Atha' bin Ajlan lemah. Demikian juga yang diriwayatkan oleh Isma'il bin Ayyash, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Aisyah. Di-mutaba'ah oleh Sulaiman bin Arqam, namun ia matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan), sedangkan para sahabat Ibnu Juraij adalah para penghafal hadits, mereka meriwayatkannya dari Ibnu Juraij, dari ayahnya secara mursal. Wallahu a lam.
Sunan ad-Daruquthni (118590)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ النُّعْمَانِيُّ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَاضِي , قَالَا: نا أَبُو عُتْبَةَ أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ أَرْقَمَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا رَعَفَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ أَوْ قَلَسَ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلِيَرْجِعْ فَلْيُتِمَّ صَلَاتَهُ عَلَى مَا مَضَى مِنْهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ».
561: Muhammad bin Sulaiman An-Nu'mani dan Al Husain bin Isma'il Al Qadhi menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Utbah Ahmad bin Al Faraj mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Himyar mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Arqam mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian mimisan di dalam shalatnya atau gumoh, maka hendaklah ia berbalik lalu berwudhu dan kembali lagi, kemudian melanjutkan shalat yang telah dilakukannya selama ia tidak berbicara."
Sunan ad-Daruquthni (118591)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
561 : Isnadnya lemah lagi mursal: Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Sulaiman bin Arqam, ia lemah, AtTaqrib (1/321), sedangkan Abdul Aziz bin Juraij lemah dan meriwayatkan secara mursal.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
وَحَدَّثَنِي ابْنُ جُرَيْجِ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ
Dan Ibnu Juraij menceritakan kepadaku, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Aisyah, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118592)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالَا: نا أَبُو عَاصِمٍ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ طَيْفُورٍ , وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ مَرْزُوقٍ , قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , وَالْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى , قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , كُلُّهُمْ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا قَاءَ أَحَدُكُمْ أَوْ قَلَسَ أَوْ وَجَدَ مَذْيًا وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلِيَرْجِعْ فَلْيَبْنِ عَلَى صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ». قَالَ لَنَا أَبُو بَكْرٍ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ يَحْيَى يَقُولُ: هَذَا هُوَ الصَّحِيحُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجِ وَهُوَ مُرْسَلٌ , وَأَمَّا حَدِيثُ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ الَّذِي يَرْوِيهِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ فَلَيْسَ بِشَيْءٍ
562: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya dan Ibrahim bin Hani' menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Ashim mengabarkan kepada kami {h}, Abu Bakar An-Naisaburi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yazid bin Thaifur dan Ibrahim bin Marzuq mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Abdullah Al Anshari menceritakan kepada kami {h} Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar dan Al hasan bin Yahya mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami. Mereka semua mengatakan: Dari Ibnu Juraij, dari ayahnya, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian mimisan atau gumoh atau mendapati madzi di dalam shalatnya, maka hendaklah ia berbalik lalu berwudhu dan kembali lagi lalu melanjutkan shalatnya yang telah dilaksankan selama ia tidak berbicara' Abu Bakar mengatakan kepada kami, "Aku mendengar Muhammad bin yahya mengatakan, 'Inilah yang shahih dari Ibnu Juraij, yakni mursal. Sedangkan hadits Ibnu Juraij dari Ibnu Mulaikah, dari Aisyah, yang diriwayatkan oleh Isma'il bin Ayyasy, tidak dianggap'."
Sunan ad-Daruquthni (118593)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
562 : Isnadnya lemah lagi mursal. HR. Al Baihaqi (1/143). Saya katakan: Ibnu Juraij mentadlis dan meriwayatkan secara mu'an'an, sementara ayahnya lemah sebagaimana yang telah dikemukakan, lagi pula ia meriwayatkan hadits secara mursal.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , وَعُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , قَالَا: نا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ وَجَدَ رُعَافًا , أَوْ قَيْئًا , أَوْ مَذْيًا , أَوْ قَلْسًا فَلْيَتَوَضَّأْ ثُمَّ لِيُتِمَّ عَلَى مَا مَضَى مَا بَقِيَ وَهُوَ مَعَ ذَلِكَ يَتَّقِيَ أَنْ يَتَكَلَّمَ»
563: Muhammad bin Isma'il Al Farisi dan Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Yahya bin Abu Thalib mengabarkan kepada kami, Abdul Wahhab mengabarkan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa mendapati mimisan atau muntah, atau madzi atau gumoh, maka hendaklah ia berwudhu, kemudian menyemournakan (shalat) yang tersisa, yang mana selama itu ia menahan berbicara."
Sunan ad-Daruquthni (118594)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
563 : Isnadnya lemah lagi mursal: Di dalam sanadnya terdapat Ibnu Juraij, ia mentadlis dan meriwayatkan secara mu'an'an. Sedangkan ayahnya lemah sebagaimana yang telah dikemukakan lebih dari sekali, dan ia juga kadang meriwayatkan secara mursal.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سِرَاجٍ , وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ بَزِيعٍ , قَالَا: نا حَفْصٌ الْفَرَّاءُ , ثنا سَوَّارُ بْنُ مُصْعَبٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ عَلِيٍّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْقَلْسُ حَدَثٌ». سَوَّارٌ مَتْرُوكٌ وَلَمْ يَرْوِهِ عَنْ زَيْدٍ غَيْرُهُ
564: Ahmad bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Siraj dan Al Husain bin Ali bin Bazi', keduanya mengatakan: Hafsh Al Farra' mengabarkan kepada kami, Sawwar bin Mush'ab mengabarkan kepada kami, Zaid bin Ali menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Gumoh adalah hadats.‘ (Sawwar matruk (haditsnya ditingalkan), dan tidak ada yang meriwayatkan ini dari Zaid selainnya.
Sunan ad-Daruquthni (118595)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
564 : Isnadnya lemah: HR. Abu Al Jahm didalam Juz'nya (95); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/191) dari jalur pengarang. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Sawwar bin Mush'ab, riwayatnya ditinggalkan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ يَزِيدَ الْبَزَّازُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا عَلِيُّ بْنُ صَالِحٍ , وَإِسْرَائِيلُ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: «إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ رَزْءًا أَوْ قَيْئًا أَوْ رُعَافًا فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ ثُمَّ لِيَبْنِ عَلَى صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ»
565: Yazid bin Al Husain bin Yazid Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma'il Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, Ali bin Shalih dan Israil mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Ashim, dari Ali RA, ia mengatakan, "Apabila seseorang di antara kalian mendapati kembung di dalam perutnya, atau muntah, atau mimisan, maka hendaklah ia berbalik dan berwudhu, lalu melanjutkan shalatnya selama tidak berbicara."
Sunan ad-Daruquthni (118596)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
565 : Isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الزَّعْفَرَانِيُّ , نا شَبَابَةُ , نا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ , وَالْحَارِثِ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: «إِذَا أَمَّ الرَّجُلُ الْقَوْمَ فَوَجَدَ فِي بَطْنِهِ رَزْءًا أَوْ رُعَافًا أَوْ قَيْئًا فَلْيَضَعْ ثَوْبَهُ عَلَى أَنْفِهِ وَلْيَأْخُذْ بِيَدِ رَجُلٍ مِنَ الْقَوْمِ فَلْيُقَدِّمْهُ» الْحَدِيثَ
566: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Az-Za'farani mengabarkan kepada kami, Syababah mengabarkan kepada kami, Yunus bin Abu Ishaq mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dan Ashim bin Dhamrah dan Al Harits, dari Ali RA, ia mengatakan, "Apabila seseorang mengimami suatu kaum, lau ia mendapati kembung di dalam perutnya, atau mimisan, atau muntah, maka hendaklah ia menutupkan bajunya ke hidungnya, dan hendaklah ia menarik tangan salah seorang dari kaum itu dan memajukannya (untuk menggantikannya)." Al Hadits.
Sunan ad-Daruquthni (118597)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
566 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , قَالَ: وَنا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَتْحِ الْقَلَانِسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْخَلِيلِ , قَالَا: نا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا هُرَيْمٌ , عَنْ عَمْرٍو الْقُرَشِيِّ , عَنْ أَبِي هَاشِمٍ , عَنْ زَاذَانَ , عَنْ سَلْمَانَ , قَالَ: رَآنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ سَالَ مِنْ أَنْفِي دَمٌ , فَقَالَ: «أَحْدِثْ وُضُوءًا». قَالَ الْمَحَامِلِيُّ: أَحْدِثْ لِمَا حَدَثَ وُضُوءًا
567: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami. Ia juga mengatakan: Muhammad bin Al Fath Al Qalanisi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Khalil mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ishaq bin Manshur mengabarkan kepada kami, Huraim mengabarkan kepada kami, dari Amr Al Qurasyi, dari Abu Hasyim, dari Zadzan, dari Salman, ia menuturkan, "Nabi SAW meiihatku saat keluar darah dari hidungku, lalu beliau bersabda, 'Perbaharuilah wudhumu''." Al Mahamili menyebutkan (dalam redaksinya): "Perbaharuilah apa yang telah membatalkan wudhu.‖
Sunan ad-Daruquthni (118598)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
567 : Isnadnya lemah dan palsu: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/189). Di dalam sanadnya terdapat Amr Al Qurasyi Abu Khalid Al Washiti, ia dinilai dusta oleh Ahmad dan Yahya.Waki' mengatakan, "Ia pernah memalsukan hadits di dekat kami." Abu Zur'ah mengatakan, "Ia memalsukan hadits."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شُعْبَةَ بْنِ جَوَّانٍ , حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ , نا جَعْفَرٌ الْأَحْمَرُ , عَنْ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ أَبِي هَاشِمٍ الرُّمَّانِيِّ , بِهَذَا أَنَّهُ رَعَفَ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَحْدِثْ لَهُ وُضُوءًا». عَمْرٌو الْقُرَشِيُّ هَذَا هُوَ عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ أَبُو خَالِدٍ الْوَاسِطِيُّ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ , قَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَيَحْيَى بْنُ مَعِينٍ: أَبُو خَالِدٍ الْوَاسِطِيُّ كَذَّابٌ
568: Abu Ubaid Al Qasim bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syu'bah bin Juwan mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Aban mengabarkan kepada kami, Ja'far Al Ahmad mengabarkan kepada kami, dari Abu Khalid, dari Abu Hasyim ArRummani menceritakan kepada kami, riwayat ini: Bahwa ia mimisan, lalu Nabi SAW berkata kepadanya, "Perbaharuilah wudhu karena hal itu. Amr Al Qurasyi adalah Amr bin bin Khalid Abu Khalid Al Wasithi, ia matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma'in mengatakan, "Abu Khalid Al Wasithi pendusta."
Sunan ad-Daruquthni (118599)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
568 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya lemah lagi mursal. Abu Hasyim Ar-Rumani seorang tabi'in, ia meriwayatkan secara mursal.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْخَضِرِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يُونُسَ , ثنا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى , نا عُمَرُ بْنُ رِيَاحٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا رَعَفَ فِي صَلَاتِهِ تَوَضَّأَ ثُمَّ بَنَى عَلَى مَا بَقِيَ مِنْ صَلَاتِهِ». عُمَرُ بْنُ رِيَاحٍ مَتْرُوكٌ
569: Al Hasan bin Al Khadhir menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Yunus mengabarkan kepada kami, Imran bin Musa mengabarkan kepada kami, Umar bin Riyah mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Thawus mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW, apabila mimisan di dalam shalatnya, beliau berwudhu lalu melanjutkan sisa shalatnya." Umar bin Riyah matruk (haditsnya ditinggalkan).
Sunan ad-Daruquthni (118600)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
569 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/190) dari jalur pengarang. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Umar bin Rabah Abu Hafsh Al Abdi, ia riwayatnya ditinggalkan dan sebagian orang menilainya dusta, At-Taqrib (2/55).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا صَالِحُ بْنُ مُقَاتِلِ بْنِ صَالِحٍ , نا أَبِي , نا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو أَيُّوبَ الْقُرَشِيُّ بِالرَّقَّةِ , نا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: «احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَلَمْ يَزِدْ عَلَى غَسْلِ مَحَاجِمِهِ»
570: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Shalih bin Muqatil bin Shalih mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Daud Abu Ayyub Al Qurasyi menceritakan kepada kami di Riqqah, Hurhaid Ath-Thawil mengabarkan kepada kami, dari Anas bin Malik, ia menuturkan, "Rasulullah SAW berbekam, lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi, serta tidak lebih dari membasuh bekas bekamnya."
Sunan ad-Daruquthni (118601)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
570 : Isnadnya lemah: Telah dikemukakan pada hadits no. 546.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا مُوسَى بْنُ عِيسَى بْنِ الْمُنْذِرِ , نا أَبِي , نا بَقِيَّةُ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ خَالِدٍ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , قَالَ: قَالَ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْوُضُوءُ مِنْ كُلِّ دَمٍ سَائِلٍ». عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ وَلَا رَآهُ , وَيَزِيدُ بْنُ خَالِدٍ , وَيَزِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ مَجْهُولَانِ
571: Muhammad bin Isma'il bin Ishaq Al Farisi menceritakan kepada kami, Musa bin Isa bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Baqiyyah mengabarkan kepada kami, dari Yazid bin Khalid, dari Yazid bin Muhammad, dari Umar bin Abdul Aziz, ia mengatakan, "Tamim Ad-Dari berkata, 'Rasulullah SAW bersabda, 'berwudhu dari setiap darah yang mengalir . Umar bin Abdul Aziz tidak mendengar dari Tamim Ad-Dari dan tidak pernah melihatnya. Sedangkan Yazid bin Khalid dan Yazid bin Muhammad majhul (tidak diketahui kredibilitasnya)
Sunan ad-Daruquthni (118602)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
571 : Isnadnya lemah lagi terputus: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/190); Ibnu Adi (1/193), (2/509). Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Yazid bin Khalid dan Yazid bin Muhammad, keduanya lemah. Sedangkan Umar bin Abdul Aziz tidak mendengar dari Tamim Ad-Dari dan tidak pernah melihatnya. Sementara Baqiyyah mudallis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْأَحْمَسِيُّ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الرَّزَّازُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقَطْرَةِ وَالْقَطْرَتَيْنِ مِنَ الدَّمِ وُضُوءٌ إِلَّا أَنْ يَكُونَ دَمًا سَائِلًا». , خَالَفَهُ حَجَّاجُ بْنُ نُصَيْرٍ
572: Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma'il Al Ahmusi mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ali Ar-Razzaz mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Maimun bin Mihran, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setetes dan dua tetes darah tidak mengharuskan wudhu, kecuali berupa darah yang mengalir." Hajjaj bin Manshur menyelisihinya.
Sunan ad-Daruquthni (118603)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
572 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/189) dari jalur pengarang. Saya katakan: Muhammad bin Al Fadhl bin Athiyah dinilai dusta, At-Taqrib (2/201), ayahnya yaitu Al Fadhl bin Athiyyah jujur namun kadang mengira-ngira, At-Taqrib (2/11).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى بْنِ عَلِيٍّ الْخَوَّاصُ , نا سُفْيَانُ بْنُ زِيَادٍ أَبُو سَهْلٍ , نا حَجَّاجُ بْنُ نُصَيْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ عَطِيَّةَ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقَطْرَةِ وَالْقَطْرَتَيْنِ مِنَ الدَّمِ وُضُوءٌ حَتَّى يَكُونَ دَمًا سَائِلًا». مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ عَطِيَّةَ ضَعِيفٌ وَسُفْيَانُ بْنُ زِيَادٍ , وَحَجَّاجُ بْنُ نُصَيْرٍ ضَعِيفَانِ
573: Ahmad bin Isa bin Ali Al Khawwash mengabarkan kepada kami, Sufyan bin Ziyad Abu Sahl mengabarkan kepada kami, Hajjaj bin Nushair mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl bin Athiyyah mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari Maimun bin Mihran, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Setetes dan dua tetes darah tidak mengharuskan wudhu, sehingga menjadi darah yang mengalir." ' Muhammad bin Al Fadhl bin Athiyyah lemah, juga Sufyan bin Ziyad dan Hajjaj bin Nushair, keduanya lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118604)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
573 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad biin Al Fadhl bin Athiyyah, ia pendusta, ayahnya jujur namun kadang mengira-ngira, Sufyan jujur, At-Taqrib (2449), gurunya adalah Hajjaj bin Nushair, ia lemah, At-Taqrib (1/155).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ , قَالَ: قُرِئَ عَلَى أَحْمَدَ بْنِ مُلَاعِبٍ وَأَنَا أَسْمَعُ , نا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ , نا أَبُو بَكْرٍ الدَّاهِرِيُّ , عَنْ حَجَّاجٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ رَعَفَ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَرْجِعْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيَبْنِ عَلَى صَلَاتِهِ». أَبُو بَكْرٍ الدَّاهِرِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَكِيمٍ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ
574: Ahmad bin Sulaiman menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Dibacakan kepada Ahmad bin Mula'ib dan aku mendengarkan: Amr bin Aun mengabarkan kepada kami, Abu Bakar Ad-Dahiri menceritakan kepada kami, dari Hajjaj, dari Az-Zuhri, dari Atha‘ bin Yazid, dari Abu SA'id Al Khudri, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa mimisan dalam shalatnya, maka hendaklah ia kembali lalu berwudhu, kemudian melanjutkan shalatnya'." Abu Bakar Ad-Dahiri Abdullah bin Hakim, ia matrukul hadits (haditsnya ditingalkan).
Sunan ad-Daruquthni (118605)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
574 : Isnadnya lemah sekali: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/189) dan di dalam Al ‗Ilal (1/366); Dikeluarkan juga oleh Ibnu Hibban di dalam Al Majruhin (2/21) pada biographi Abu Bakar Al-Dahiri. Saya katakan: Abu Bakar Ad-Dahiri, menurut Ahmad dan Ibnu Al Madini serta yang lainnya, "Tidak dianggap." An-Nasa'i dan Ibnu Ma'in pernah mengatakan, "Tidak tsiqah." Sedangkan Al Hajjaj, bila yang dimaksud adalah Ibnu Arthah, maka ia lemah dan juga tidak mendengar dari Az-Zuhri.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْأَشْعَثِ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَكِيلُ , قَالَا: نا عَمْرُو بْنُ شَبَّةَ , قَالَا: نا عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ الْمُقَدَّمِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَحْدَثَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَضَعْ يَدَهُ عَلَى أَنْفِهِ ثُمَّ لِيَنْصَرِفْ»
575: Abdullah bin Sulaiman bin Al Asy'ats menceritakan kepada kami, Amr bin Ali mengabarkan kepada kami. Dan Al Husain bin Isma'il dan Ahmad bin Abdullah Al Wakil menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Umar bin Syabbah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Umar bin Ali Al Muqaddami mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang di antara kalian berhadats di dalam shalat, maka hendaklah ia meletakkan tangannya di hidungnya, kemudian berbalik'."
Sunan ad-Daruquthni (118606)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
575 : Isnadnya hasan: HR. Al Baihaqi (2/254); Ibnu Majah (138); Al Hakim (1/184); Ibnu Khuzaimah (1019); Ibnu Hibban (206, Mawarid) dari berbagai jalur dari Umar bin Ali Al Muqaddami. Riwayat Al Muqaddami dimutaba'ah (dikuatkan) pada riwayat Ibnu Hibban (205) dari Hisyam.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي الْوُضُوءِ مِنَ الْخَارِجِ مِنَ الْبَدَنِ كَالرُّعَافِ وَالْقَيْءِ وَالْحِجَامَةِ وَنَحْوِهِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مِهْرَانَ , قَالَا: نا الْحُسَيْنُ بْنُ السُّكَيْنِ أَبُو مَنْصُورٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَحْدَثَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيُمْسِكْ بِأَنْفِهِ وَلْيَخْرُجْ مِنْهَا»
576: Al Husain bin Isma'il dan Ali bin Muhammad bin Mihran menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Hasan bin As-Sukain Abu Manshur mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Bisyr Al Abdi menceritakan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian berhadats ketika ia sedang shalat, maka hendaklah ia memegang hidungnya lalu keluar darinya (dari shalat)."
Sunan ad-Daruquthni (118607)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
576 : Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.