Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَضْحِ الْمَاءِ عَلَى الْفَرَجِ بَعْدَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْكَاتِبُ , نا حَمْدَانَ بْنُ عَلِيٍّ , نا هَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ , نا رِشْدِينُ , عَنْ عَقِيلٍ , وَقُرَّةَ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ «أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لَمَّا نَزَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَاهُ الْوُضُوءَ , فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ وُضُوئِهِ أَخَذَ حَفْنَةً مِنَ الْمَاءِ فَرَشَّ بِهَا فِي الْفَرْجِ»
385. Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim Al Katib menceritakan kepada kami, Hamdan bin Ali mengabarkan kepada kami, Haitsam bin Kharijah mengabarkan kepada kami, Risydin mengabarkan kepada kami, dari Uqail dan Qurrah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Usamah bin Zaid: Bahwa ketika Jibril AS turun kepada Nabi SAW, ia memperlihatkan wudhu. Setelah wudhu ia mengambil seciduk air lalu memercikkannya pada kemaluan.
Sunan ad-Daruquthni (118403)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
385 : Isnadnya lemah: HR. Ahmad (5/203); Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/354), keduanya meriwayatkan dari jalur Risydin. Di dalam sanadnya terdapat Risydin bin Sa'd Al Mahri Al Mishri, ia lemah. Abu Hatim menilainya kuat dengan riwayat Ibnu Lahi'ah. Ibnu Yunus mengatakan, "Ia seorang yang shalih dalam menjalankan agamanya, lalu terlanda kelengahan orang-orang shalih hingga hafalan haditsnya kacau, AtTaqrib (1/251).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَيْمُونٍ , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ فَعَلْتُهُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاغْتَسَلْنَا»
386. Abu Bakar menceritakan kepada kami. Muhammad bin Abdullah bin Maimun mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Muslim mengabarkan kepada kami, Al Auza’i mengabarkan kepada kami , Abdurrahman bin Al Qasim mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan "Jika kemaluan bertemu dengan kemaluan, maka wajiblah mandi. Aku dan Rasulullah SAW melakukannya, lalu kami mandi."
Sunan ad-Daruquthni (118404)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
386 : Isnadnya shahih: HR. At-Tirmidzi (108); Ahmad (6/68); Ibnu Majah (608); Al Khathib (2/231); Ibnu Al Jarud (93), semuanya meriwayatkan dari Al Auza'i; Ibnu Syahin (53) dengan sanadnya, lemah karena di dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi'ah. Ibnu Hajar mengatakan di dalam At-Talkhish (1/142), "Al Bukhari menilainya ma'lul (mengandung cacat tersembunyi), karena Al Auza'i keliru. Diriwayatkan juga oleh yang lainnya dari Abdurrahman bin Al Qasim secara musral. Untuk itu Ia berdalih bahwa Abu Az-Zinad mengatakan, 'Aku tanyakan kepada Al Qasim bin Muhammad, 'Apakah engkau mendengar sesuatu mengenai topik ini?' Ia menjawab, 'Tidak.' Lalu ia menjawab bahwa orang yang menilainya shahih kemungkinan menganggap bahwa Al Qasim pernah lupa, kemudian teringat kembali, lalu ia menyampaikan hadits ini kepada putranya, atau putranya menyampaikan hadits ini kemudian ia lupa. Namun jawaban ini tidak lepas dari catatan."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي أَبِي , قَالَ: سَمِعْتُ الْأَوْزَاعِيَّ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ: أَنَّهَا سُئِلَتْ عَنِ الرَّجُلِ يُجَامِعُ الْمَرْأَةَ وَلَا يُنْزِلُ الْمَاءَ؟ , قَالَتْ: «فَعَلْتُهُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاغْتَسَلْنَا مِنْهُ جَمِيعًا». رَفَعَهُ الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ وَالْوَلِيدُ بْنُ مَزْيَدٍ , وَرَوَاهُ بِشْرُ بْنُ بَكْرٍ , وَأَبُو الْمُغِيرَةِ , وَعَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ وَغَيْرُهُمْ مَوْقُوفًا
387. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, ia mengatakan: Aku mendengar Al Auza’i mengatakan-: Abdurrahman bin Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, dari Aisyah: Bahwa ia ditanya tentang seseorang yang menggauli istrinya namun tidak sampai mengeluarkan sperma, Aisyah menjawab, “Aku pernah melakukannya dengan Rasulullah SAW, lalu masing-masing kami mandi karena hal itu.”
Al Walid bin Muslim dan Al Walid bin Mazid memarfukannya. Diriwayatkan juga oleh Bisyr bin Bakar, Abu Al Mughirah, Amr bin Abu Salamah, Muhammad bin Katsir Al Mishshishi, Muhammad bin Mush’ab dan yang lainnya secara mauquf.
Sunan ad-Daruquthni (118405)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
387 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , نا عَمِّي , حَدَّثَنِي عِيَاضُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , وَابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: أَخْبَرَتْنِي أُمُّ كُلْثُومٍ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُجَامِعُ أَهْلَهُ ثُمَّ يَكْسَلُ هَلْ عَلَيْهِ غَسْلٌ؟ , وَعَائِشَةُ جَالِسَةٌ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي لَأَفْعَلُ ذَلِكَ أَنَا وَهَذِهِ ثُمَّ نَغْتَسِلُ»
388. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb mengabarkan kepada kami, pamanku mengabarkan kepada kami, Iyadh bin Abdullah dan Ibnu Lahi’ah menceritakan kepadaku, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir -yakni Ibnu Abdullah-, ia mengatakan: Ummu Kultsum mengabarkan kepadaku, dari Aisyah: Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW tentang seseorang yang menggauli istrinya namun tidak sampai mengeluarkan sperma, apakah ia wajib mandi? Saat itu Aisyah sedang duduk (di situ), maka Rasulullah SAW bersabda, “ aku pernah melakukan itu dengan ini (yakni Aisyah), kemudian kami mandi.”
Sunan ad-Daruquthni (118406)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
388 : Isnadnya hasan: HR. Muslim dalam kitab Bersuci (89); Al Baihaqi (1/164); Abu Awanah (1/289), semuanya meriwayatkan dari Ibnu Wahb dari Iyadh bin Abdullah tanpa menyebutkan Ibnu Lahi'ah pada riwayat Muslim. Al Baihaqi menyebutkan: "Iyadh bin Abdullah dan yang lainnya menyampaikan kepadaku," lalu ia menyebut julukan Ibnu Lahi'ah tanpa menyebutkan namanya secara langsung. Pembahasan tentang riwayat Ibnu Az-Zubair dan mu'an'annya telah dikemukakan, juga komentar Al Hafizh terhadap mu‘an‘annya di dalam Al Maratib.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْحَنَّاطُ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا الْمُتَوَكِّلُ بْنُ فُضَيْلٍ أَبُو أَيُّوبَ الْحَدَّادُ بَصْرِيُّ , عَنْ أَبِي ظِلَالٍ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ وَقَدِ اغْتَسَلَ مِنْ جَنَابَةٍ فَكَانَ نُكْتَةٌ مِثْلَ الدِّرْهَمِ يَابِسٌ لَمْ يُصِبْهُ الْمَاءُ , فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا الْمَوْضِعَ لَمْ يُصِبْهُ الْمَاءُ فَسَلَتْ شَعْرَهُ مِنَ الْمَاءِ وَمَسَحَهُ بِهِ وَلَمْ يُعِدِ الصَّلَاةَ ". الْمُتَوَكِّلُ بْنُ فُضَيْلٍ ضَعِيفٌ. وَرُوِيَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ عَجْلَانَ وَهُوَ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ
389. Sa’id bin Muhammad bin Ahmad A1 Hannath menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil menceritakan kepada kami, Al Mutawakkil bin Fudhail Abu Ayyub Al Haddad Bashri mengabarkan kepada kami, dari Abu Zhilal, dari Anas bin Malik, ia menuturkan, “Rasulullah SAW melaksanakan shalat Subuh setelah beliau mandi junub, sementara ada bagian sebesar uang dirham yang masih kering dan belum terkena air, lalu dikatakan, 'Wahai Rasulullah, bagian ini belum terkena air. Beliau pun memeras rambutnya yang masih berair lalu mengusapkannya pada bagian tersebut, dan beliau tidak mengulangi shalat."
Al Mutawakkil bin Fudhail lemah. Diriwayatkan juga dari Atha' bin Ajlan, ia matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan), dari Abu Mulaikah, dari Aisyah.
Sunan ad-Daruquthni (118407)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
389 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/346). Di dalam sanadnya terdapat Fudhal Al Haddad, ia dinilai lemah oleh Ad-Daraquthni dan yang lainnya, Al Mizan (4/7056). Abu Zhilal Az-Zhilal Al Qasmali adalah Hilal bin Abu Hilal, ia lemah, At-Taqrib (3775).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا ابْنُ أَبِي غَنِيَّةَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ عَجْلَانَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , قَالَتْ: «اغْتَسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَنَابَةٍ فَرَأَى لُمْعَةً بِجِلْدِهِ لَمْ يُصِبْهَا الْمَاءُ , فَعَصَرَ خَصْلَةً مِنْ شَعْرِ رَأْسِهِ فَأَمَسَّهَا ذَلِكَ الْمَاءَ»
390. Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya menceritakan kepada kami, Harun bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Ghaniyyah bin Ajlan mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Abu Mulaikah, dari Aisyah RA, ia menuturkan, “Rasulullah SAW mandi karena junub, lalu beliau melihat bagian mengkilat pada kulitnya yang belum terkena air, lalu beliau memeras segenggam rambut kepalanya dan mengusapkan airnya pada bagian tersebut.”
Sunan ad-Daruquthni (118408)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
390 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/346) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Atha' bin Ajlan, Yahya mengatakan, "Ia tidak dianggap, ia pendusta." Pernah juga mengatakan, "Ia memalsukan haditsnya lalu menyampaikan hadits itu." Al Fals dan As-Sa'di mengatakan, "Ia pendusta." Al Hafizh mengatakan, "Haditsnya ditinggalkan." At-Taqrib (2212).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ سَهْلٍ , نا عَفَّانُ , نا هَمَّامٌ , نا قَتَادَةُ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَأَجْهَدَ نَفْسَهُ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ أَنْزَلَ أَوْ لَمْ يُنْزِلْ»
391. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ali bin Sahi mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Hammam mengabarkan kepada kami, Qatadah mengabarkan kepada kami, dari Al Hasan, dari Abu Rafi’, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika telah duduk di antara keempat tangannya (yakni kedua tangan dan kedua kaki istri) dan menggaulinya, maka wajiblah mandi, baik mengeluarkan sperma maupun tidak.
Sunan ad-Daruquthni (118409)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
391 : Isnadnya shahih: HR. Al Bukhari (1/80); Muslim dalam kitab Haid (87); Ad-Darimi (1/214), semuanya meriwayatkan dari jalur Qatadah dari Al Hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , وَمَطَرٍ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا قَعَدَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَاجْتَهَدَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ» , قَالَ أَحَدُهُمَا: وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
392. Al Qasim bin Isma’il menceritakan kepada kami, Zaid bin Akhzam mengabarkan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari Qatadah dan Mathar, dari Al Hasan, dari Abu Rafi’, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Jika telah duduk di antara keempat kakinya dan menggaulinya, maka wajiblah mandi.' Salah satunya (Qatadah atau Mathar) menyebutkan (tambahan): ‘walaupun tidak sampai mengeluarkan sperma".
Sunan ad-Daruquthni (118410)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
392 : Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُرْشِدٍ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ , عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ , عَنْ مُصْعَبِ بْنِ شَيْبَةَ , عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " الْغُسْلُ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنَ الْجَنَابَةِ , وَالْجُمُعَةِ , وَالْحِجَامَةِ , وَغُسْلِ الْمَيِّتِ ". مُصْعَبُ بْنُ شَيْبَةَ لَيْسَ بِالْقَوِيِّ وَلَا بِالْحَافِظِ
393. Ja’far bin Muhammad bin Mursyid menceritakan kepada kami, Ali bin Harb mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Bisyr mengabarkan kepada kami, dari Zakariyya bin Abu Zaidah, dari Mush’ab bin Syaibah, dari Thalq bin Habib, dari Abdullah bin Az- Zubair, dari Aisyah, ia mengatakan, “Nabi SAW bersabda, ‘Mandi karena empat hal: Junub, hari Jum ‘at, berbekam dan memandikan jenazah." Mush’ab bin Syaibah tidak kuat dan bukan hafizh (penghafal hadits).
Sunan ad-Daruquthni (118411)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
393 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/300); Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushannaftiya (2/93); Abu Daud (3/172); Al Khathib di dalam Al Muwadhdhah (1/132); Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/376); Ibnu Abi Hatim di dalam Al ‗Ilal (173), semuanya meriwayatkan dari Mush'ab bin Syaibah. Di dalam sanadnya terdapat Mush'ab bin Syaibah, menurut Abu Hatim, "Mereka tidak memujinya." Yang lainnya mengatakan, "Ia tsiqah." Ahmad mengatakan, "Hadits-haditsnya munkar." Adz-Dzahabi menyebutkan haditsnya ini pada biografinya (5/8563). Al Hafizh mengatakan, "Haditsnya lemah." At-Taqrib (2/252).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْأُبُلِّيُّ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى الْعَسْكَرِيُّ , نا أَبُو عُمَرَ الْمَازِنِيُّ حَفْصُ بْنُ عُمَرَ , ثنا سُلَيْمُ بْنُ حَيَّانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ مِينَاءَ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ عَلَى الْمَاءِ جَنَابَةٌ , وَلَا عَلَى الْأَرْضِ جَنَابَةٌ , وَلَا عَلَى الثَّوْبِ جَنَابَةٌ»
394. Muhammad bin Ali bin Isma’il Al Ubulli menceritakan kepada kami, Ja’far bin Muhammad bin Isa Al Askari mengabarkan kepada kami, Abu Umar Al Mazini Hafsh bin Umar mengabarkan: kepada kami, Sulaim bin Hayyan menceritakan kepada kami, dari Sa'id bin Mina', dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda,' Tidak ada junub pada air, tidak ada junub pada tanah, tidak ada junub pada pakaian".
Sunan ad-Daruquthni (118412)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
394 : Isnadnya lemah: HR. Ahmad (6/330); Ibnu Sa'd di dalam Ath-Thabaqat (8/98), keduanya meriwayatkan dari Syarik, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dari Maimunah secara marfu', termasuk bagian pertama dari riwayat ini. Para perawinya tsiqah kecuali Syarik Al Qadhi, ia hafalannya buruk, ia pernah menyampaikan secara kacau, ia menyebutkan dari Musnad Maimunah dan sekali dari Musnad Ibnu Abbas yang tercanrum pada riwayat Ahmad (1/337). Adapun Hafsh bin Umar Abu Umar Al Mazini, tidak dikenal, sebagaimana dinyatakan di dalam Al-Lisan. Sementara Ja'far tidak kuat, demikian yang dikatakan oleh An-Nasa'i di dalam Takhrijnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ح نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , ثنا ابْنُ إِدْرِيسَ , عَنْ زَكَرِيَّا , عَنْ عَامِرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: " أَرْبَعٌ لَا يُجْنَبْنَ: الْإِنْسَانُ , وَالْمَاءُ , وَالْأَرْضُ , وَالثَّوْبُ "
395. Al Husain bin Isma'ii menceritakan kepada kami {h} Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Ibnu Idris mengabarkan kepada kami, dari Zakariya, dari Amir, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “Empat hal yang tidak junub: Manusia, air, tanah dan pakaian."
Sunan ad-Daruquthni (118413)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
395 : Isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ , ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ يُدْخِلُ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعْرِهِ , حَتَّى إِذَا خُيِّلَ إِلَيْهِ أَنَّهُ قَدِ اسْتَبْرَأَ الْبَشَرَةَ غَرَفَ بِيَدَيْهِ مِلْءَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا فَصَبَّهَا عَلَى رَأْسِهِ , ثُمَّ اغْتَسَلَ فَأَفَاضَ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ»
396. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Karamah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW, apabila mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, kemudian mamasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu menyela- nyela pangkal rambutnya, hingga ketika merasa telah membasahi kulit (kepalanya), beliau menciduk air sepenuh kedua telapak tangannya tiga kali, lalu menyiramkannya ke kepalanya, lalu mandi dan menyiramkan air pada seluruh tubuhnya.
Sunan ad-Daruquthni (118414)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
396 : Isnadnya shahih: HR. Al Bukhari dan Muslim dalam kitab Haid (hadits no. 35) dari jalur Ibnu Numair dan yang lainnya dari Hisyam.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ , عَنْ صَدَقَةَ بْنِ سَعِيدٍ , نا جَمِيعُ بْنُ عُمَيْرٍ أَحَدُ بَنِي تَيْمِ اللَّهِ بْنِ ثَعْلَبَةَ , قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ أُمِّي وَخَالَتِي عَلَى عَائِشَةَ , فَقَالَتْ عَائِشَةُ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ يُفِيضُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ» , وَنَحْنُ نُفِيضُ عَلَى رُءُوسِنَا خَمْسًا مِنْ أَجْلِ الضُّفْرَةِ
397. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami, Zaidah bin Qudamah mengabarkan kepada kami, dari Shadaqah bin Sa’id, Jumai’ bin Umair, yakni salah seorang Bani Taimullah bin Tsa’labah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku, ibuku dan bibiku masuk ke tempat Aisyah, lalu Aisyah menuturkan, “Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, lalu menyiramkan air di kepalanya tiga kali, sedangkan kami (para istri beliau) menyiramkan air di kepala kami sebanyak lima kali karena adanya gulungan rambut."
Sunan ad-Daruquthni (118415)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
397 : Isnadnya hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ , عَنْ كُرَيْبٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , حَدَّثَتْنِي مَيْمُونَةُ , قَالَتْ: أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلًا مِنَ الْجَنَابَةِ «فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْمَاءِ فَأَفْرَغَ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَ بِشِمَالِهِ , ثُمَّ دَلَكَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ دَلْكًا شَدِيدًا , ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ بِمِلْءِ كَفَّيْهِ , ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ وَأَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ»
398. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, Al A’masy mengabarkan kepada kami, dari Salim bin Abu Al Ja’d, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, Maimunah menceritakan kepadaku, ia menuturkan, “Aku mendekatkan air mandi junub untuk Rasulullah SAW, lalu beliau mencuci kedua tangannya dua kali atau tiga kali, lalu memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian menyiramkan pada kemaluannya, mencuci dengan tangan kirinya lalu menggosokkan dengan tangan kirinya ke tanah dengan keras, lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, lalu membasuh semua tubuhnya dengan cidukan kedua telapak tangannya hingga merata, lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian aku memberinya handuk, namun beliau menolaknya.
Sunan ad-Daruquthni (118416)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
398 : Isnadnya shahih: HR. Muslim dalam kitab Haid (37); Al Bukhari dalam kitab Mandi, keduanya dari jalur Al A'masy.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ، نا الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ , عَنْ كُرَيْبٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنْ خَالَتِهِ مَيْمُونَةَ , قَالَتْ: وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلًا «فَاغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ , فَأَكْفَأَ الْإِنَاءَ بِشِمَالِهِ عَنْ يَمِينِهِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ فَأَفَاضَ عَلَى فَرْجِهِ , ثُمَّ قَالَ بِيَدِهِ عَلَى الْحَائِطِ أَوِ الْأَرْضِ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ , ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ الْمَاءَ ثُمَّ تَنَحَّى فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ»
399. Muhammd bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, Al A’masy mengabarkan kepada kami, dari Salim bin Abu Al Ja’d, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dari pamannya, yakni Maimunah, ia menuturkan, “Aku meletakkan air mandi untuk Rasulullah SAW. Lalu beliau mandi karena junub. Beliau menuangkan air dengan tangan kirinya ke tangan kanannya, lalu mencuci kedua telapak tangannya masing-masing tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu menyiramkan air pada kemaluannya, —lalu Ibnu Abbas mengatakan dengan tangannya “ke dinding’" atau “tembok” (yakni menggosokkan tangannya)—, kemudian berkumur dan beristinsyaq, membasuh wajahnya, kedua sikutnya (yakni tangan hingga sikut), kemudian menyiramkan air ke seluruh tubuhnya hingga merata, lalu mencuci kedua kakinya.
Sunan ad-Daruquthni (118417)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
399 : HR. Muslim, lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ , ثنا سُفْيَانُ , نا أَيُّوبُ بْنُ مُوسَى , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ , قَالَتْ: كُنْتُ امْرَأَةً أَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِي فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِيَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ , أَوْ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ تُفْرِغِي عَلَيْكِ فَإِذَا أَنْتِ قَدْ طَهُرْتِ»
400. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar Al Qawariri menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ayyub bin Musa mengabarkan kepada kami, dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi, dari Abdullah bin Rafi’, dari Ummu Salamah, ia menuturkan, “Aku ini seorang wanita yang berambut tebal, lalu aku bertanya kepada Rasulullah SAW, beliau pun bersabda, ‘ cukup bagimu menyirami kepalanya dengan tiga kali cidukan, kemudian menyiramkan air ke seluruh tubuhmu, maka engkau telah suci (dari haid)'.”
Sunan ad-Daruquthni (118418)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
400 : Isnadnya shahih: HR. Muslim dalam kitab Haid (hadits no. 58) dari jalur Sufyan dari Ayyub
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ , قَالَ: سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الِاسْتِنْشَاقَ فِي الْجَنَابَةِ ثَلَاثًا».
401. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma’il Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, dari Sufyan, dari Khalid Al Hadzdza', dari Ibnu Sirin, ia mengatakan, “Rasulullah SAW menyunnahkan menganjurkan) istinsyaq tiga kali dalam mandi junub.”
Sunan ad-Daruquthni (118419)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
401 : Isnadnya lemah lagi mursal: HR. Al Baihaqi. Sementara Ibnu Sirin adalah seorang tabi'in, ia meriwayatkannya secara mursal.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ الْمُؤَذِّنُ , نا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى , نا أَبُو السَّرِيِّ يَعْنِي هَنَّادَ بْنَ السَّرِيِّ , نا وَكِيعٌ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ
402. Ja’far bin Ahmad Al Muadzdzin menceritakan kepada kami, As-Sari bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abu As-Sari, yakni Hannad bin As-Sari mengabarkan kepada kami, Waki’mengabarkan kepada kami, dengan isnadnya, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118420)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَعْمَرِيُّ , وَأَحْمَدُ بْنُ النَّضْرِ بْنِ بَحْرٍ الْعَسْكَرِيُّ , وَغَيْرُهُمَا , قَالُوا: نا بَرَكَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا يُوسُفُ بْنُ أَسْبَاطٍ , عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «جَعَلَ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ لِلْجُنُبِ ثَلَاثًا فَرِيضَةً». هَذَا بَاطِلٌ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا بَرَكَةُ , وَبَرَكَةُ هَذَا يَضَعُ الْحَدِيثَ , وَالصَّوَابُ حَدِيثُ وَكِيعٍ , الَّذِي كَتَبْنَاهُ قَبْلَ هَذَا مُرْسَلًا , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَنَّ الِاسْتِنْشَاقَ فِي الْجَنَابَةِ ثَلَاثًا , وَتَابَعَ وَكِيعًا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى وَغَيْرُهُ
403. Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Al bin Ali Al Ma’muri dan Ahmad bin An-Nadhr bin Bahr Al Askan serta yang lainnya mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Barakah bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Asbath menceritakan kepada kami, dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Khalid bin Hadzdza', dari Abu Hurairah: “Bahwa Nabi SAW menjadikan berkumur dan beristinsyaq tiga kali sebagai kewajiban bagi yang junub.”
Ini batil. Tidak ada yang menyampaikannya selain Barakah, Padahal Barakah sering memalsukan hadits. Yang benar adalah hadits Waki’ yang kami cantumkan sebelum ini secara mursal dari Ibnu Sirin: Bahwa Nabi SAW menyunnahkan (menganjurkan) istinsyaq tiga kali dalam mandi junub. Dan, Ubaidullah bin Musa serta yang lainnya memutaba’ah Waki'.
Sunan ad-Daruquthni (118421)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
403 : Isnadnya lemah lagi terputus: HR. Adz-Dzahabi di dalam Al Mizan (1/1149); Ibnu Al Qaisarani di dalam AtTadzkirah (1103); Ibnu Al Jauzi di dalam Al Maudhu'at (1/1149), kemudian ia mengemukakan hadits ini yang di dalam sanadnya disebutkan: Dari Khalid Al Hadzdza‘ dari Muhammad, dari Abu Hurairah secara marfu'. Al Baihaqi menyebutkan di dalam Al Ma'rifah: "Hadits ini adalah perkiraan, diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin." Kemudian ia mengemukakan hadits yang lalu. Ini dan Khalid Al Hadzdza' tidak mendengar dari Abu Hurairah, karena di antara keduanya ada Ibnu Sirin sebagaimana yang disebutkan pada riwayat Adz-Dzahabi; Diriwayatkan juga oleh Ibnu Adi di dalam Al Kamil, dan ia mengatakan, "Tidak ada yang meriwayatkannya secara maushul selain Barakah. Namun semua yang diriwayatkannya batil."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ الْمُؤَذِّنُ , نا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا سُفْيَانُ , عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ , قَالَ: أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «بِالِاسْتِنْشَاقِ مِنَ الْجَنَابَةِ ثَلَاثًا»
404. Ja’far bin Ahmad Al Muadzdzin menceritakan kepada kami, As-Sari bin Yahya mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Khalid Al Hadzdza' dari Ibnu Sirin, ia mengatakan, “Rasulullah SAW memerintahkan istinsyaq tiga kali karena junub.”
Sunan ad-Daruquthni (118422)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
404 : Lihat takhrij hadits no. 403.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَكِيلُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , قَالَا: نا هُشَيْمٌ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ عَجْرَدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «إِنْ كَانَ مِنْ جَنَابَةٍ أَعَادَ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ وَاسْتَأْنَفَ الصَّلَاةَ». وَقَالَ ابْنُ عَرَفَةَ: إِذَا أُنْسِيَ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ إِنْ كَانَ مِنْ جَنَابَةٍ انْصَرَفَ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَأَعَادَ الصَّلَاةَ. قَالَ الشَّيْخُ الْحَافِظُ: لَيْسَ لِعَائِشَةَ بِنْتِ عَجْرَدٍ إِلَّا هَذَا الْحَدِيثُ , عَائِشَةُ بِنْتُ عَجْرَدٍ لَا تَقُومُ بِهَا حُجَّةٌ
405. Ahmad bin Abdullah Al Wakil menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami. Dan Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Ziyad bin Ayyub mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Aisyah binti Ajrad, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “Jika karena junub, maka hendaknya mengulangi berkumur dan ber-istinsyaq serta mengulangi shalat.”
Ibnu Arafah mengatakan, “Apabila lupa berkumur dan beristinsyaq, jika itu (dalam bersuci) karena junub, maka hendaknya ia berkumur dan beristinsyaq serta mengulangi shalat.” Syaikh Al Hafizh (Ad-Daraquthni) mengatakan, “Aisyah binti Ajrad hanya meriwayatkan hadits ini. Aisyah binti Ajrad (riwayatnya) tidak dapat dijadikan argumen.'
Sunan ad-Daruquthni (118423)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
405 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/179) dari jalur Abu Hanifah, dari Utsman bin Rasyid, dari Aisyah binti Ajrad, dari Ibnu Abbas seperti itu, lalu ia menilainya lemah, kemudian ia mengisyaratkan kepada riwayat Al Hajjaj. Di dalam sanadnya terdapat Al Hajjaj bin Arthah, ia lemah, jujur, banyak salah dan men-tadlis, At-Taqrib (1/153). Sedangkan Aisyah binti Ajrad tidak dikenal
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ صَالِحٍ , نا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ رَاشِدٍ , عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ عَجْرَدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «يُعِيدُ فِي الْجَنَابَةِ وَلَا يُعِيدُ فِي الْوُضُوءِ»
406. Al Husain menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Shalih mengabarkan kepada kami, Nu’aim bin Hammad mengabarkan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, dari Sufyan, dari Utsman bin Rasyid, dari Aisyah binti Ajrad, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “(Jika lupa berkumur dan istinsyaq) dalam bersuci karena junub maka harus diulang, namun jika dalam wudhu ‘.? maka tidak perlu perlu diulang."
Sunan ad-Daruquthni (118424)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
406 : Isnadnya lemah: Lihat takhrij yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا أَسْبَاطٌ , حَدَّثَنَا أَبُو حَنِيفَةَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ رَاشِدٍ , عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ عَجْرَدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «لَا يُعِيدُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ جُنُبًا»
407. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Asbath mengabarkan kepada kami, Abu Hanifah mengabaikan kepada kami, dari Utsman bin Rasyid, dari Aisyah binti Ajrad, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “(Jika lupa berkumur dan istinsyaq) maka tidak perlu diulang, kecuali bila (dalam bersuci karena) junub.”
Sunan ad-Daruquthni (118425)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
407 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/179), dan ia mengatakan, "Utsman bin Rasyid dan Aisyah binti Ajrad tidak diketahui negerinya."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْجُنَيْدِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ , نا أَبُو حَنِيفَةَ , عَنِ ابْنِ رَاشِدٍ , عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ عَجْرَدٍ , فِي جُنُبٍ نَسِيَ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ , قَالَتْ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ «يُمَضْمِضُ وَيَسْتَنْشِقُ وَيُعِيدُ الصَّلَاةَ»
408. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin Al Junaid mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Yazid mengabarkan kepada kami, Abu Hanifah mengabaikan kepada kami, dari Utsman bin Rasyid, dari Aisyah binti Ajrad tentang orang yang junub lalu lupa berkumur dan beristinsyaq, ia mengatakan, “Ibnu Abbas mengatakan, 'Hendaknya berkumur dan ber-istinsyaq lalu mengulangi shalat."
Sunan ad-Daruquthni (118426)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
408 : Lihat ketarangan yang lalu. Semuanya dari beberapa jalur dan riwayat-riwayat lainnya yang menguatkan, namun semuanya bertumpu pada Aisyah binti Ajrad, sedangkan ia tidak dikenal, sebagaimana telah dikemukakan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى , وَنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا النَّيْسَابُورِيُّ , وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الْخَالِقِ , قَالَ: حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ , ثنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَمَّارِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «بِالْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ». تَابَعَهُ دَاوُدُ بْنُ الْمُحَبَّرِ فَوَصَلَهُ , وَأَرْسَلَهُ غَيْرُهُمَا.
409. Al Husain bin Isma'il Al Mahamili menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Musa mengabarkan kepada kami. Dan Muhammad bin Abdullah bin Zakariya An-Naisaburi dan Ali bin Muhammad Al Mishri mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ahmad bin Amr bin Abdul Khaliq mengabarkan kepada kami, keduanya (dari kedua jalur tadi) mengatakan: Hudbah bin Khahd menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Ammar bin Abu Ammar, dari Abu Hurairah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berkumur dan beristinsyaq." Daud bin Al Muhabbar memutaba'ahnya, lalu menyambungkannya, namun yang lainnya memursalkannya.
Sunan ad-Daruquthni (118427)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
409 : Isnadnya lemah lagi kacau: HR. Al Baihaqi (1/52); Ibnu Al Jauzi di dalam/O-Tahqiq (1/145), keduanya dari Hadbah Ibnu Khalid. Khalid Daud bin Al Muhbir menguatkan, namun riwayatnya ditinggalkan, At-Taqrib (1/234). Ibrahim bini Sulaiman Al Khallal menyelisihi keduanya, ia menyebutkan: Dari Hammad, dari Ammar bin Abu Ammar, dari Ibnu Abbas. Ia meriwayatkannya dan Musnad Ibnu Abbas. Lihat Nashb ArRayah (1/16).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ فِي غُسْلِ الْجَنَابَةِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ بْنِ خَلَّادٍ , نا الْحَارِثُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا دَاوُدُ بْنُ الْمُحَبَّرِ , نا حَمَّادٌ , عَنْ عَمَّارِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ. لَمْ يُسْنِدْهُ عَنْ حَمَّادٍ غَيْرُ هَذَيْنِ , وَغَيْرُهُمَا يَرْوِيهِ عَنْهُ , عَنْ عَمَّارٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَلَا يَذْكُرُ أَبَا هُرَيْرَةَ
410. Ahmad bin Yusuf bin Khallad menceritakan kepada kami, Al Harits bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Daud bin Al Muhabbar mengabarkan kepada kami, Hammad mengabarkan kepada kami, dari Ammar bin Abu Ammar, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, seperti itu. Tidak ada yang menyandarkannya dari Hammad selain kedua orang ini, sedangkan yang lainnya meriwayatkannya darinya dari Ammar dari Nabi SAW, dan tidak menyebutkan Abu Hurairah.
Sunan ad-Daruquthni (118428)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ النَّهْيِ عَنِ الْغُسْلِ بِفَضْلِ غُسْلِ الْمَرْأَةِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ , ثنا أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ , نا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ , عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «نَهَى أَنْ يَغْتَسِلَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ , وَالْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ , وَلَكِنْ يَشْرَعَانِ جَمِيعًا». خَالَفَهُ شُعْبَةُ
411. Abdullah bin Muhammad bin Sa'id Al Maqburi menceritakan kepada kami, Abu Hatim Ar-Razi menceritakan kepada kami, Mu'alla bin Asad mengabarkan kepada kami, Abul Aziz bin Al Mukhtar mengabarkan kepada kami, dari Ashim Al Ahwal, dari Abdullah bin Sarjis: “Bahwa Rasulullah SAW melarang laki-laki (suami) mandi dengan air sisa wanita (istri), dan melarang wanita (istri) mandi dengan air sisa laki-laki (suami), akan tetapi hendaknya bersama-sama." Syu’bah menyelisihinya.
Sunan ad-Daruquthni (118429)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
411 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/192); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/47) dari jalur pengarang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ النَّهْيِ عَنِ الْغُسْلِ بِفَضْلِ غُسْلِ الْمَرْأَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى , نا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ , قَالَ: «تَتَوَضَّأُ الْمَرْأَةُ وَتَغْتَسِلُ مِنْ فَضْلِ غُسْلِ الرَّجُلِ وَطَهُورِهِ , وَلَا يَتَوَضَّأُ الرَّجُلُ بِفَضْلِ غُسْلِ الْمَرْأَةِ وَلَا طُهُورِهَا». وَهَذَا مَوْقُوفٌ صَحِيحٌ وَهُوَ أَوْلَى بِالصَّوَابِ
412. Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Yahya mengabarkan kepada kami, Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, Syu’bah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Abdullah bin Sarjis, ia mengatakan, “Wanita boleh berwudhu dan mandi dari air sisa mandi dan wudhu laki-laki, namun laki-laki tidak boleh wudhu dengan sisa mandi wanita dan tidak pula dengan sisa wudhunya.” Ini mauguf shahih dan ini yang lebih mendekati kebenaran.
Sunan ad-Daruquthni (118430)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
412 : Lihat keterangan yang lalu. Al Baihaqi mengatakan, "Ini mauquf dan lebih benar. Telah sampai kepadaku dari Abu Isa At-Tirmidzi dari Muhammad bin Isma'il Al Bukhari, bahwa ia mengatakan, "Hadits Abdullah bin Sirjis pada bab ini yang benar adalah mauquf, barangsiapa memarfu‘kannya maka ia telah keliru." Ibnu AtTurkumah menyebutkan di dalam Al Jauhar, "Ini seperti yang telah lalu. Siapa yang mendahulukan yang marfu' terhadap yang mauquf, dan menjadikan yang mauquf sebagai fatwa, maka tidak bertolak belakang dengan yang marfu'. Abdul Aziz bin Mukhtar riwayatnya telah dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Al Bukhari dan Mulim) serta yang lainnya, dinilai tsiqah oleh Ibnu Ma'in, Abu Hatim dan Abu Zur'ah sehingga tidak masalah bagi yang menilai mauquf pada yang dimauqufkannya. Al Baihaqi telah melakukan hal semacam ini, yaitu ketika memadukan antara batu dengan air dalam istinja."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَقْرَأُ الْحَائِضُ وَلَا الْجُنُبُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ».
413. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Musa bin Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘ Wanita haid dan orang junub tidak boleh membaca sesuatu dari Al Qur'an"
Sunan ad-Daruquthni (118431)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
413 : Isnadnya lemah: HR. At-Tirmidzi (131); Ibnu Majah (595); Al Baihaqi (1/87); Al Khathib (2/145); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/166); Abdullah bin Ahmad di dalam Al Ilal (2/300); Ibnu Adi (1/294), (4/1391); Al Uqaili (1/90); Adz-Dzahabi di dalam As-Sair (6/118), semuanya meriwayatkan dari Isma'il bin Ayyasy. Saya katakan: Isma'il bin Ayyasy jujur dalam meriwayatkan dari penduduk negerinya sendiri namun kacau dalam meriwayatkan dari yang lainnya, At-Taqrib (1/73), dan ini termasuk darinya. Ibnu Abi Hatim di dalam Al ‗Ilal (1/49) mengatakan, "Aku tanyakan kepada ayahku ..." lalu disebutkan haditsnya, Abu Hatim mengatakan, "Ini salah. Yang benar adalah ucapan dari Ibnu Umar." Yakni bahwa ia mengirangira sampainya riwayat ini kepada Nabi SAW, namun yang benar adalah mauquf (pada Ibnu Umar). Al Baihaqi mengatakan, "Mengenai ini ada catatan." Muhammad bin Isma'il mengatakan, "Tentang kalian berdua telah sampai kepadaku darinya: Ini diriwayatkan oleh Isma'il bin Ayyasy dari Musa bin Uqbah, namun aku tidak mengetahuinya dari hadits lainnya, sementara haditsnya Isma'il dari orang-orang Hijaz dan Irak munkar." Abdullah bin Ahmad mengatakan, "Aku tanyakan kepada ayahku tentang hadits..." lalu disebutkan haditsnya, ia melanjutkan, "Ayahku mengatakan, 'Ini bathil. Aku mengingkarinya pada Isma'il bin Ayyasy." Yakni bahwa ini merupakan perkiraan dari Isma'il bin Ayyasy." Namun Isma'il bin Ayyasy tidak meriwayatkannya sendirian, karena Mughirah bin Abdurrahman menguatkannya, sebagaimana yang akan dikemukakan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , وَابْنُ مَخْلَدٍ , وَآخَرُونَ , قَالُوا: نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
414. Ya’qub bin Ibrahim A1 Bazzaz dan Muhammad bin Makhlad serta yang lainnya menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabaikan kepada kami, dari Musa bin Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW.
Sunan ad-Daruquthni (118432)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الثَّقَفِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ يَعْقُوبَ الطَّالْقَانِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , وَعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , مِثْلَهُ. تَابَعَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْعَلَاءِ الزُّبَيْدِيُّ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ.
415. Ibrahim bin Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Ya’qub Ath-Thalaqani mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Musa bin Uqbah dan Ubaidullah bin Umar, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, serupa itu. Ibrahim bin Al ‘Ala' Az-Zubaidi menguatkannya dari Isma’il.
Sunan ad-Daruquthni (118433)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَالِحٍ الْأَبْهَرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ رَزِينٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْعَلَاءِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , وَمُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , مِثْلَهُ
416. Muhammad bin Abdullah bin Shalih Al Abhuri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far bin Razin mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al 'Ala' mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah bin Umar dan Musa bin Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118434)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْدَوَيْهِ الْمَرْوَزِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَمَّادٍ الْآمُلِيُّ , ثنا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مَسْلَمَةَ , حَدَّثَنِي الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَقْرَأُ الْجُنُبُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ». عَبْدُ الْمَلِكِ هَذَا كَانَ بِمِصْرَ وَهَذَا غَرِيبٌ , عَنْ مُغِيرَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَهُوَ ثِقَةٌ , وَرَوَى عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ
417. Muhammad bin Hamdawaih Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Hammad Al Amuli mengabarkan kepada kami, Abdul Malik bin Maslamah mengabarkan kepada kami, Al Mughirah bin Abdurrahman menceritakan kepadaku, dari Musa bin Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘ Orang yang junub tidak boleh membaca sesuatu dari Al Qur'an. Saat itu Abdul Malik di Mesir. Ini riwayat gharib (langka), dari Mughirah bin Abdurrahman, dan ia Diriwayatkan juga dari Abu Ma’syar, dari Musa bin Uqbah.
Sunan ad-Daruquthni (118435)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
417 : Isnadnya lemah: Ini penguat riwayat Isma'il bin Ayyasy, Al Mughirah bin Abdurrahman menguatkannya. Yang meriwayatkan dari Al Mughirah adalah Abdul Malik bin Salamah, ia tidak kuat, dan haditsnya munkar. Ibnu Hibban mengatakan, "Ia seorang syaikh yang meriwayatkan dari orang-orang Madinah banyak riwayat yang diingkari yang tidak luput dari pengetahuan orang yang peduli terhadap Sunan." Abu Hatim mengatakan, "Ia haditsnya kacau, tidak kuat." Haditsnya ini dinilai lemah oleh Ibnu Al Jauzi di dalam AtTahqiq karena keberadaan Al Mughirah bin Abdurrahman, Abu Ma'syar dan Isma'il bin Ayyasy. Namun Al Hafizh membantah penilaian lemah ini di dalam At-Talkhish (1/138), ia mengatakan, "(Penilaian) itu tidak tepat -yakni penilaian Ibnu Al Jauzi- mengenai hadits ini, karena Mughirah adalah orang tsiqah."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , عَنْ رَجُلٍ , عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْحَائِضُ وَالْجُنُبُ لَا يَقْرَآنِ مِنَ الْقُرْآنِ شَيْئًا»
418. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma’il Al Hassani mengabarkan kepada kami, dan seorang laki-laki, dari Abu Ma’syar, dari Musa bin Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wanita yang haid dan orang yang junub tidak boleh membaca sesuatu dari Al Qur'an."
Sunan ad-Daruquthni (118436)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
418 : Isnadnya lemah: Lihat keterangan yang lalu. Di dalam sanadnya terdapat Abu Ma'syar, ia lemah, dan orang yang meriwayatkan darinya tidak diketahui.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الدَّقِيقِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا عَامِرُ بْنُ السِّمْطِ , نا أَبُو الْغَرِيفِ الْهَمْدَانِيُّ , قَالَ: كُنَّا مَعَ عَلِيٍّ فِي الرَّحَبَةِ , فَخَرَجَ إِلَى أَقْصَى الرَّحَبَةِ , فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي أَبَوْلًا أَحْدَثَ أَوْ غَائِطًا , ثُمَّ جَاءَ فَدَعَا بِكُوزٍ مِنْ مَاءٍ , فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثُمَّ قَبَضَهُمَا إِلَيْهِ , ثُمَّ قَرَأَ صَدْرًا مِنَ الْقُرْآنِ , ثُمَّ قَالَ: «اقْرَءُوا الْقُرْآنَ مَا لَمْ يُصِبْ أَحَدَكُمْ جَنَابَةٌ , فَإِنْ أَصَابَتْهُ جَنَابَةٌ فَلَا وَلَا حَرْفًا وَاحِدًا». هُوَ صَحِيحٌ عَنْ عَلِيٍّ
419. Abu Bakar An-Naisaburi dan Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Abdul Malik Ad-Daqiqi mengabarkan kepada kami, Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, Amir bin As-Samth mengabarkan kepada kami, Abu Al Gharif Al Hamdani mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, “Kami bersama Ali di tanah terbuka, lalu ia keluar menuju puncak lahan. Demi Allah, aku tidak tahu, apakah ia buang hajat kecil atau hajat besar. Kemudian ia minta diambilkan setimba air, lalu ia mencuci kedua telapak tangannya, mengepalkannya, lalu membaca sebagian ayat Al Qur'an dan mengatakan, “Bacalah Al Qur'an selama kalian tidak junub. Bila mengalami junub, maka jangan, walaupun hanya satu huruf.” Ini riwayat shahih dari Ali.
Sunan ad-Daruquthni (118437)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
419 : Isnadnya hasan mauquf: HR. Ahmad secara marfu' dari Ali; Abu Ya'Ia dari Ali secara marfu', dan para perawinya tsiqah; Al Majma' (1/276); Dikeluarkan juga oleh Al Baihaqi (1/89) dari jalur Al Hasan bin Hasan dari Mahir.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , ثنا أَبُو نُعَيْمٍ النَّخَعِيُّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ هَانِئٍ , نا أَبُو مَالِكٍ النَّخَعِيُّ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ حُسَيْنٍ , حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَاقَ السَّبِيعِيُّ , عَنْ الْحَارِثِ , عَنْ عَلِيٍّ - قَالَ أَبُو مَالِكٍ: وَأَخْبَرَنِي مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ كُلَيْبٍ , عَنْ أَبِي بُرْدَةَ , عَنْ أَبِي مُوسَى كِلَاهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَلِيُّ إِنِّي أَرْضَى لَكَ مَا أَرْضَى لِنَفْسِي , وَأَكْرَهُ لَكَ مَا أَكْرَهُ لِنَفْسِي , لَا تَقْرَأِ الْقُرْآنَ وَأَنْتَ جُنُبٌ , وَلَا أَنْتَ رَاكِعٌ , وَلَا أَنْتَ سَاجِدٌ , وَلَا تُصَلِّ وَأَنْتَ عَاقِصٌ شَعْرَكَ , وَلَا تَدْبَحْ تَدْبِيحَ الْحِمَارِ»
420. Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Al Abas bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abu Nu’aim An-Nakha’i Abdurrahman bin Hani' mengabarkan kepada kami, Abu Malik An-Nakha’i mengabarkan kepada kami dari Abdul Malik bin Husain mengabarkan kepada kami, Abu Ishaq As-Sabi’i menceritakan kepadaku, dari Al Harris dari Ali. Abu Malik mengatakan: Dan Musa Al Anshar mengabarkan kepadaku, dari Ashim bin Kulaib Al Jarmi, dari Abu Burdah, dari Abu Musa. Keduanya mengatakan, “Rasulullah SAW berkata, "Wahai Ali! Aku rela bagimu apa yang aku rela bagi diriku, dan aku benci bagimu apa yang aku benci bagi diriku. Janganlah engkau membaca Al Qur'an ketika engkau junub, tidak pula ketika engkau ruku, tidak pula ketika engkau sujud, dan janganlah engkau shalat ketika engkau menguraikan rambutmu, dan janganlah engkau merunduk (ketika ruku) seperti merunduknya keledai'"
Sunan ad-Daruquthni (118438)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
420 : Isnadnya lemah: HR. Ahmad (1/146) dari jalur Israil bin Yunus dari Abu Ishaq. Di dalam sanadnya terdapat Al Harits Al A'war, ia lemah. Sedangkan Abu Ishaq As-Sabi'i tsiqah, ahli ibadah, namun hafalannya kacau di masa akhirnya, At-Taqrib (2/73).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ، نا الصَّاغَانِيُّ , نا أَبُو الْأَسْوَدِ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ , عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ أَبِي الْكَنُودِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الْغَافِقِيِّ , قَالَ: أَكَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا طَعَامًا ثُمَّ قَالَ: «اسْتُرْ عَلَيَّ حَتَّى أَغْتَسِلَ» , فَقُلْتُ لَهُ: أَنْتَ جُنُبٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ» , فَأَخْبَرْتُ بِذَلِكَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فَخَرَجَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: إِنَّ هَذَا يَزْعُمُ أَنَّكَ أَكَلْتَ وَأَنْتَ جُنُبٌ , فَقَالَ: «نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأْتُ أَكَلْتُ وَشَرِبْتُ وَلَا أَقْرَأُ حَتَّى أَغْتَسِلَ»
421. Ibnu Makhlad Ash-Shaghani menceritakan kepada kami, Abu Al Aswad mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Sulaiman, dari Tsa’labah bin Abu Al Kanud, dari Abdullah Al Ghafiqi, ia mengatakan, “Pada suatu hari Rasulullah memakan makanan, lalu berkata, Tutupi aku agar bisa mandi.' Lalu aku tanyakan kepada beliau, 'Apakah engkau junub.’ Beliau menjawab, 'Ya.' Lalu aku beritahukan hal itu kepada Umar bin Khaththab, maka ia pun menemui Rasulullah SAW lalu berkata, ‘Orang ini menyatakan bahwa engkau makan padahal engkau junub.’ Beliau pun menjawab, 'Benar. Setelah aku berwudhu, aku makan dan minum, tapi aku tidak membaca (Al Qur'an) sehingga aku mandi."
Sunan ad-Daruquthni (118439)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
421 : Isnadnya iemah: HR. Al Baihaqi (1/89); Dikeluarkan juga oleh Ath-Thabarani (19/295) dari jalur Ibnu Lahi'ah. Ibnu Lahi'ah lemah sebagaimana telah dikemukakan lebih dari sekali, biografinya dicantumkan di dalam Adh-Dhu'afaa wa Al Matrukin (65); Al Majruhin (2/11); Adh-Dhu'afa" Ash-Shaghir (190).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْعَلَّافُ , نا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ , عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ أَبِي الْكَنُودِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍ الْغَافِقِيِّ , أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِعُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ: «إِذَا تَوَضَّأْتُ وَأَنَا جُنُبٌ أَكَلْتُ وَشَرِبْتُ وَلَا أُصَلِّي وَلَا أَقْرَأُ حَتَّى أَغْتَسِلَ»
422. Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub Al Allaf mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Ufair mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Sulaiman, dari Tsa’labah bin Abu Al kanud, dari Abdullah bin Malik Al Ghafiqi: Bahwa ia mendengar Rasulullah SAW mengatakan kepada Umar bin Khaththab, “ telah berwudhu dan aku dalam keadaan junub, aku makan dan minum, namun tidak melaksanakan shalat dan tidak pula membaca (Al Qur'an) sehingga aku mandi.'
Sunan ad-Daruquthni (118440)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
422 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya lemah juga karena kelemahan Ibnu Lahi'ah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عِمْرَانَ الْعَابِدِيُّ , نا سُفْيَانُ , عَنْ مِسْعَرٍ , وَشُعْبَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «لَا يَحْجُبُهُ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يَكُونَ جُنُبًا». قَالَ سُفْيَانُ: قَالَ لِي شُعْبَةُ: مَا أَحْدَثَ بِحَدِيثٍ أَحْسَنَ مِنْهُ
423. Yahya bin Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada tani, Abdullah bin Imran Al Abidi mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Mis’ar dan Syu’bah, dari Amr bin Murrah, dari Abdullah bin Salam ah, dari Ali, ia mengatakan, “Adalah Nabi SAW, tidak ada sesuatu pun yang mengahalangi beliau untuk membaca Al Qur'an, kecuali ketika sedang junub.” Sufyan mengatakan, “Syu’bah mengatakan kepadaku, ‘Aku belum pernah mendapatkan hadits yang lebih bagus dari ini.'"
Sunan ad-Daruquthni (118441)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
423 : Isnadnya lemah: HR. Abu Daud (229); An-Nasa'i (1/144); At-Tirmidzi (146); Ibnu Majah (594); Ahmad (1/84); Ath-Thayalisi (101); Al Baihaqi (1/8988); Ibnu Al Jarud (94); Al Hakim (1/162), (4/107); Ibnu Abi Syaibah (1078-1079) dari berbagai jalur dari Amr bin Murrah. Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Salamah, ia jujur namun hafalannya berubah, At-Taqrib (3375).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَيُّوبَ الْمُعَدَّلُ بِالرَّمْلَةِ , وَالْحَسَنُ بْنُ الْخَضِرِ الْمُعَدَّلُ بِمَكَّةَ , قَالَا: نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يُونُسَ الْبَغْدَادِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ السِّمْسَارُ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ زَمْعَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ وَهْرَامَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَوَاحَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «نَهَى أَنْ يَقْرَأَ أَحَدُنَا الْقُرْآنَ وَهُوَ جُنُبٌ». إِسْنَادُهُ صَالِحٌ وَغَيْرُهُ لَا يَذْكُرُ: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
424. Abu Bakar Muhammad bin Umar bin Ayyub Al Mu’addal mengabarkan kepada kami di Ramlah dan Al Hasan bin Al Hadhir Al Mu’addal mengabarkan kepada kami di Makkah, keduanya mengatakan: Ishaq bin Ibrahim bin Yunus Al Baghdadi mengabarkan kepada kami, Yahya bin Utsman As-Simsar mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Zam’ah bin Shalih, dari Salamah bin Wahram, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dari Abdullah bin Rawahah: “Bahwa Rasulullah SAW melarang seseorang di antara kami untuk membaca Al Qur'an apabila dalam keadaan junub.” Isnadnya layak, namum yang lainnya tidak menyebutkan: dari Ibnu Abbas.
Sunan ad-Daruquthni (118442)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
424 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Isma'il bin Ayyasy, ia jujur dalam meriwayatkan dari penduduk negerinya sendiri namun kacau dalam meriwayatkan dari yang lainnya, dan ini termasuk di antaranya. Gurunya adalah Zam'ah bin Shalih Al Madani, ia lemah, dan haditsnya pada riwayat Muslim disertai (riwayat lainnya), At-Taqrib (2040).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ زَمْعَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ وَهْرَامَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَوَاحَةَ , قَالَ: نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ «يَقْرَأَ أَحَدُنَا الْقُرْآنَ وَهُوَ جُنُبٌ»
425. Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Zam’ah bin Shalih, dari Salamah bin Wahram, dari Ikrimah, dari Abdullah bin Rawahah, ia mengatakan, “Rasulullah SAW melarang seseorang dari kami untuk membaca Al Qur'an dalam keadaan junub.”
Sunan ad-Daruquthni (118443)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
425 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya lemah juga.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ , وَحَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دُبَيْسِ بْنِ أَحْمَدَ الْحَدَّادُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْوَاسِطِيُّ , قَالَا: نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ وَهْرَامَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: كَانَ ابْنُ رَوَاحَةَ مُضْطَجِعًا إِلَى جَنْبِ امْرَأَتِهِ , فَقَامَ إِلَى جَارِيَةٍ لَهُ فِي نَاحِيَةِ الْحُجْرَةِ فَوَقَعَ عَلَيْهَا , وَفَزَعَتِ امْرَأَتُهُ فَلَمْ تَجِدْهُ فِي مَضْجَعِهِ فَقَامَتْ وَخَرَجَتْ فَرَأَتْهُ عَلَى جَارِيَتِهِ , فَرَجَعَتْ إِلَى الْبَيْتِ فَأَخَذَتِ الشَّفْرَةَ ثُمَّ خَرَجَتْ , وَفَرَغَ فَقَامَ فَلَقِيَهَا تَحْمِلُ الشَّفْرَةَ , فَقَالَ: مَهْيَمْ؟ , فَقَالَتْ: مَهْيَمْ لَوْ أَدْرَكَتُكَ حَيْثُ رَأَيْتُكَ لَوَجَأْتُ بَيْنَ كَتِفَيْكَ بِهَذِهِ الشَّفْرَةِ , قَالَ: وَأَيْنَ رَأَيْتِنِي؟ , قَالَتْ: رَأَيْتُكَ عَلَى الْجَارِيَةِ , فَقَالَ: مَا رَأَيْتِنِي , «وَقَدْ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْرَأَ أَحَدُنَا الْقُرْآنَ وَهُوَ جُنُبٌ» , قَالَتْ: فَاقْرَأْ فَقَالَ: أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ يَتْلُو كِتَابَهُ ... كَمَا لَاحَ مَشْهُورٌ مِنَ الْفَجْرِ سَاطِعٌ، أَتَى بِالْهُدَى بَعْدَ الْعَمَى فَقُلُوبُنَا ... بِهِ مُوقِنَاتٌ أَنَّ مَا قَالَ وَاقِعُ ، يَبِيتُ يُجَافِي جَنْبَهُ عَنْ فِرَاشِهِ ... إِذَا اسْتَثْقَلَتْ بِالْمُشْرِكِينَ الْمَضَاجِعُ ، فَقَالَتْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ وَكَذَّبْتُ الْبَصَرَ ثُمَّ غَدَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَخْبَرَهُ فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
426. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad Ad-Duri mengabarkan kepada kami. Dan Ibrahim bin Duyais bin Ahmad Al Haddad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sulaiman Al Wasithi mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Nu’aim mengabarkan kepada kami, Zam’ah bin Shalih mengabarkan kepada kami, dari Salamah bin Wahram, dari Ikrimah, ia mengatakan, “Ibnu Rawahah sedang berbaring di sebelah istrinya, lalu ia berdiri menuju ke arah budak perempuannya di sujud kamar, lalu menggaulinya. Lalu istrinya terkejut karena tidak mendapatinya di sisinya, maka ia keluar lalu mendapatinya di atas budak perempuannya, maka ia kembali ke rumah, lalu ia mengambil pedang, kemudian keluar. Sementara Ibnu Rawahah sudah selesai lalu berdiri, kemudian berjumpa dengan istrinya yang tengah membawa pedang, maka ia pun bertanya, ‘Mau apa?’ Ia menjawab, ‘Mau apa? Bila aku melihatmu lagi seperti yang telah aku lihat, pasti aku akan melukaimu dengan pedang ini di antara kedua bahumu.’ Ibnu Rawahah bertanya lagi, ‘Memangnya dimana engkau melihatku?’ Ia menjawab, ‘Aku melihatmu di atas budak perempuan.’ Ibnu Rawahah berkata, ‘Engkau tidak melihatku. Rasulullah SAW telah melarang seseorang dari kami untuk membaca Al Qur'an dalam keadaan junub.’ Istinya berkata, ‘Kalau begitu, cobalah engkau baca.’ Ibnu Rawahah berkata, ‘Rasulullah datang kepada kami membacakan kitab-Nya, tampak setelah sebagaimana terbitnya fajar. Beliau datang dengan membaca petunjuk kebutaan hati kami. Kami meyakininya bahwa apa yang diucapkannya benar-benar akan terjadi. Bila malam datang lambungnya jauh dari tempat tidurnya, sementara orang-orang musyrik tengah lelap di tempat tidurnya.’ Istinya berkata, ‘Aku beriman kepada Allah, dan aku mendustakan penglihatanku.’ Kemudian (keesokan harinya, atau di lain waktu) Ibnu Rawahah menemui Rasulullah SAW lalu memberitahukan hal tersebut, maka beliau pun tertawa hingga tampak gigi geraham Rasulullah SAW
Sunan ad-Daruquthni (118444)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
426 : Isnadnya lemah karena kelemahan Zam'ah bin Shalih.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , ثنا الْهَيْثَمُ بْنُ خَلَفٍ , نا ابْنُ عَمَّارٍ الْمَوْصِلِيُّ , ثنا عُمَرُ بْنُ رُزَيْقٍ , عَنْ زَمْعَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ وَهْرَامَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: دَخَلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ , وَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «نَهَى أَنْ يَقْرَأَ أَحَدُنَا الْقُرْآنَ وَهُوَ جُنُبٌ»
427. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Khalaf menceritakan kepada kami, Ibnu Ammar Ai Maushili mengabarkan kepada kami, Umar bin Ruzaiq menceritakan kepada kami, dari Zam'ah bin Shalih, dari Salamah bin Wahram, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, Abdullah bin Rawahah masuk.” Lalu dikemukakan (riwayat) serupa itu, dan ia menyebutkan (dalam redaksinya), "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang seseorang untuk membaca (Al Qur'an) dalam keadaan junub.”
Sunan ad-Daruquthni (118449)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
427 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي النَّهْيِ لِلْجُنُبِ وَالْحَائِضِ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ الْأَبَّارُ , نا أَبُو الشَّعْثَاءِ عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ الْوَاسِطِيِّ , ثنا سُلَيْمَانُ أَبُو خَالِدٍ , عَنْ يَحْيَى , عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: «لَا يَقْرَأُ الْحَائِضُ وَلَا الْجُنُبُ وَلَا النُّفَسَاءُ الْقُرْآنَ». يَحْيَى هُوَ ابْنُ أَبِي أُنَيْسَةَ ضَعِيفٌ
428. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali Al Abbar mengabarkan kepada kami, Abu Asy- Sya’tsa' Ali bin Al Hasan Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Sulaiman Abu Khalid mengabarkan kepada kami, dari Yahya, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, ia mengatakan, “Wanita haid, orang yang junub dan juga wanita yang sedang nifas tidak boleh membaca Al Qur'an.”. Yahya adalah Ibnu Abi Unaisah, ia lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118450)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
428 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Yahya bin Abu Unaisah, ia lemah, At-Taqrib (2/343). Gurunya adalah Abu Az-Zubair, ia mudallis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an; Dikeluarkan juga oleh Abu Nu'aim di dalam Al Hilyah (4/22) dari hadits Jabir secara marfu' dan isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: كَانَ فِي كِتَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمْرِو بْنِ حَزْمٍ: «أَلَّا تَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا عَلَى طُهْرٍ». مُرْسَلٌ وَرُوَاتِهِ ثِقَاتٌ.
429. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi’ mengabarkan kepada kami, Abdunazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Abu Bakar, dari ayahnya, ia mengatakan, “Dalam surat Nabi SAW untuk Amr bin Hazm (disebutkan): Tidak boleh menyentuh Al Qur'an kecuali orang yang telah suci' Kursak, dan para perawinya tsiqah.
Sunan ad-Daruquthni (118451)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
429 : Isnadnya shahih mursal: HR. Malik di dalam Al Muwaththa' (177) dari jalur Yahya bin Malik dari Abdullah. Ibnu Abdil Barr mengatakan, "Tidak ada perbedaan pendapat terhadap Malik yang meriwayatkan hadtis ini secara mursal. Ia meriwayatkan secara musnad dengan cara yang baik, yaitu kitab yang masyhur di kalangan para pencari hadits, dikenal oleh para ahli ilmu, sehingga dengan ketenarannnya tidak dipermasalahkan isnadnya."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا حُمَيْدُ بْنُ الرَّبِيعِ , نا ابْنُ إِدْرِيسَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَارَةَ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ , قَالَ: كَانَ فِي كِتَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمْرِو بْنِ حَزْمٍ حِينَ بَعَثَهُ إِلَى نَجْرَانَ مِثْلَهُ سَوَاءً
430. Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Humaid bin Ar-Rabi’ mengabarkan kepada kami, Ibnu Idris mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Umarah mengabarkan kepada kami, dari Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, ia mengatakan, “Dalam surat Rasulullah SAW untuk Amr bin Hazm ketika beliau mengutusnya ke Najran, (disebutkan) sama seperti itu.”
Sunan ad-Daruquthni (118452)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ ثَوَابٍ , ثنا أَبُو عَاصِمٍ , ثنا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , قَالَ: سَمِعْتُ سَالِمًا , يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرًا»
431. A1 Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Sa’id bin Muhammad bin Tsawwab mengabarkan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, dari Sulaiman bin Musa, ia mengatakan: Aku mendengar Salim menyampaikan hadits dari ayahnya, ia berkata, “Nabi SAW bersabda, 'Tidak boleh menyentuh Al Qur'an kecuali orang yang telah suci'"
Sunan ad-Daruquthni (118453)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
431 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/88) dari jalur pengarang; Dikeluarkan juga oleh Ath-Thabarani di dalam Ash-Shaghir (2/139) dari jalur Yahya bin Abdullah dari Sa'id bin Muhammad bin Tawwab. Ia mengatakan, "Tidak ada yang meriwayatkannya dari Sulaiman bin Musa kecuali Ibnu Juraij, dan tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Abu Ashim, sementara Sa'id bin Muhammad meriwayatkannya sendirian."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا ابْنُ زَنْجُوَيْهِ , حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , وَمُحَمَّدٍ ابْنِي أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ , عَنْ أَبِيهِمَا , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ كِتَابًا فِيهِ: «وَلَا تَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرًا»
432. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibnu Zanjuwaih mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Abdullah dan Muhammad keduanya putra Abu Bakar bin Hazm, dari ayah mereka: Bahwa Nabi SAW mengirim sebuah surat, di dalamnya (disebutkan): “Dan tidak boleh menyentuh Al Qur'an kecuali orang yang telah suci'"
Sunan ad-Daruquthni (118454)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
432 : Lihat takhrij hadits no. 429; HR. An-Nasa'i (2/251); Abu Daud di dalam Marasilnya (hal. 13).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , ح وَثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالَا: نا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ , حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ: «لَا يَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ»
433. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami {h} Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hani' mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Hakam bin Musa mengabarkan kepada kami, Yahya bin Hamzah mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Daud, Az-Zuhri menceritakan kepadaku, dari Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dari ayahnya, dari kakeknya: Bahwa Rasulullah mengirim sebuah surat kepada warga Yaman, yang mana di dalamnya (disebutkan): “Tidak boleh menyentuh Al Qur'an kecuali orang yang telah suci.”*
Sunan ad-Daruquthni (118455)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
433 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/165); Al Baihaqi (1/309). Di dalam sanadnya terdapat Sulaiman bin Arqam, yaitu yang disebutkan di dalam isnadnya dengan "Sulaiman bin Daud" ini perkirakan dari salah seorang perawi hadits ini. Sulaiman bin Arqam lemah, At-Taqrib (1/322). Abu Daud mengatakan, "Al Hakam bin Musa -yakni lalu ia menybutnya Musa bin Daud- telah mengira demikian, padahal sebenarnya adalah Sulaiman bin Arqam."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا جَعْفَرُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ الطَّيَالِسِيُّ , حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمِنْقَرِيُّ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي , نا سُوَيْدٌ أَبُو حَاتِمٍ , نا مَطَرٌ الْوَرَّاقُ , عَنْ حَسَّانَ بْنِ بِلَالٍ , عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ: «لَا تَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا وَأَنْتَ عَلَى طُهْرٍ». قَالَ لَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ: سَمِعْتُ جَعْفَرًا , يَقُولُ: سَمِعَ حَسَّانُ بْنُ بِلَالٍ مِنْ عَائِشَةَ وَعَمَّارٍ , قِيلَ لَهُ: سَمِعَ مَطَرٌ مِنْ حَسَّانَ؟ , فَقَالَ: نَعَمْ
434. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ja’far bin Abu Utsman Ath-Thayalisi mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ibrahim Al Minqari menceritakan kepadaku, ia mengatakan: Aku mendengar ayahku -mengatakan-: Suwaid Abu Hatim mengabarkan kepada kami, Mathar Al Warraq mengabarkan kepada kami, dari Hassan bin Bilal, dari Hakim bin Hizam: Bahwa Nabi SAW bersabda kepadanya, “Jangan engkau menyentuh Al Qur'an kecuali engkau dalam keadaan suci'"
Ibnu Makhlad mengatakan kepada kami: Aku mendengar Ja’far mengatakan: Hassan bin Bilal mendengar dari Aisyah dan Anunar. Lalu ditanyakan kepadanya, “(Apakah) Mathar bin Hassan mendengar dari Hassan?” Ia menjawab, “Ya.”
Sunan ad-Daruquthni (118456)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
434 : Isnadnya lemah: HR. Al Hakim (3/485); Ath-Thabrani di dalam Al Kabir (3/230), (9/33), keduanya dari jalur Suwaid Abu Hatim. Dishahihkan oleh Al Hakim dan diakui oleh Adz-Dzahabi. Saya katakan: Suwaid Abu Hatim adalah Al Hannath, ia jujur namun hafalannya buruk dan banyak kesalahan. Ibnu Hibban mengecapnya dengan cap yang buruk, At-Taqrib (1/340). Sedangkan Mathar Al Warraq jujur namun banyak salah, At-Taqrib (6721).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَيْلَانَ , نا الْحَسَنُ بْنُ الْجُنَيْدِ , وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْآدَمَيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْمُنَادِي , قَالَا: نا إِسْحَاقُ الْأَزْرَقُ , نا الْقَاسِمُ بْنُ عُثْمَانَ الْبَصْرِيُّ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: خَرَجَ عُمَرُ مُتَقَلِّدًا السَّيْفَ , فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ خَتْنَكَ وَأُخْتَكَ قَدْ صَبَوْا , فَأَتَاهُمَا عُمَرُ وَعِنْدَهُمَا رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ يُقَالُ لَهُ: خَبَّابٌ , وَكَانُوا يَقْرَؤُونَ طه , فَقَالَ: أَعْطُونِي الْكِتَابَ الَّذِي عِنْدَكُمْ أَقْرَأَهُ وَكَانَ عُمَرُ يَقْرَأُ الْكِتَابَ , فَقَالَتْ لَهُ أُخْتُهُ: إِنَّكَ رِجْسٌ، وَلَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ , فَقُمْ فَاغْتَسِلْ أَوْ تَوَضَّأْ، فَقَامَ عُمَرُ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ أَخَذَ الْكِتَابَ فَقَرَأَ طه ". الْقَاسِمُ بْنُ عُثْمَانَ لَيْسَ بِالْقَوِيٍّ
435. Muhammad bin Abdullah bin Ghailan menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Junaid mengabarkan kepada kami. Dan Ahmad bin Muhammad bin Isma’il Al Adami menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaidullah Al Munadi mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ishaq Al Azraq mengabarkan kepada kami, Al Qasim bin Utsman Al Bashri mengabarkan kepada kami, dari Anas bin Malik, ia menuturkan, “Umar keluar sambil mengalungi pedang, lalu dikatakan kepadanya, ‘Sesungguhnya iparmu dan saudarimu telah murtad (yakni keluar dari agama jahiliyah dan memeluk Islam).’ Maka Umar pun mendatangi keduanya, saat itu di sana sedang ada seorang laki-laki dari golongan Muhajirin yang bernama Khabbab, mereka sedang membaca surah Thaahaa, lalu Umar berkata, ‘Berikan kepadaku kitab yang ditangan kalian itu untuk aku baca.' Umar memang dapat membaca kitab (tulisan). Lalu saudarinya berkata, ‘Sesungguhnya engkau ini najis. Dan tidak boleh ada yang menyentuhnya (yakni Al Qur'an) kecuali orang-orang yang suci. Pergi mandilah atau berwudhu.’ Maka Umar pun wudhu, lalu mengambil kitab itu, kemudian membaca surah Thaahaa." Al Qasim bin Utsman tidak kuat.
Sunan ad-Daruquthni (118457)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
435 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/88) dari jalur Muhammad bin Ami Al Bakhtari dari Muhammad bin Abdullah Al Munadi. Di dalam sanadnya terdapat Al Qasim bin Utsman, ia tidak kuat.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , قَالَا: نا الْعَبَّاسُ الدُّورِيُّ , نا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ , ثنا أَبُو الْأَحْوَصِ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَلْقَمَةَ , قَالَ: كُنَّا مَعَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ فِي سَفَرٍ فَقَضَى حَاجَتَهُ , فَقُلْنَا لَهُ: تَوَضَّأْ حَتَّى نَسْأَلَكَ عَنْ آيَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ , فَقَالَ: «سَلُونِي فَإِنِّي لَسْتُ أَمَسُّهُ فَقَرَأَ عَلَيْنَا مَا أَرَدْنَا وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ مَاءٌ». كُلُّهُمْ ثِقَاتٌ خَالَفَهُ جَمَاعَةٌ
436. Ali bin Abdullah bin Mubasysyir Han Muhammad bin Khalid menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abbas Ad-Duri mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ar-Rabi’ mengabarkan kepada kami, Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, ia menuturkan, “Kami bersama Salman Al Farisi dalam suatu perjalanan, lalu ia buang hajat, lalu kami katakan kepadanya, ‘Berwudhulah sehingga kami bisa menanyakan kepadamu tentang suatu ayat dari Al Qur'an.’ Ia menjawab, ‘Tanyakanlah kepadaku, karena aku tidak menyentuhnya.’ Lalu ia pun membacakan kepada kami apa yang kami kehendaki, padahal tidak ada air antara kami dan dia (yakni tidak berwudhu terlebih dahulu)." Semua perawinya , namun diselisihi oleh sejumlah perawi.
Sunan ad-Daruquthni (118458)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
436 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/88) dari jalur Waki' dari Al A'masy dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazdi. Ia mengatakan, "Kami bersama Sulaiman" lalu dikemukakan, yakni yang berikutnya
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ , قَالَ: كُنَّا مَعَ سَلْمَانَ فَخَرَجَ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ جَاءَ , فَقُلْتُ: يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ لَوْ تَوَضَّأْتَ لَعَلَّنَا أَنْ نَسْأَلَكَ عَنْ آيَاتٍ , فَقَالَ: «إِنِّي لَسْتُ أَمَسُّهُ إِنَّمَا لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ فَقَرَأَ عَلَيْنَا مَا يَشَاءُ». كُلُّهُمْ ثِقَاتٌ
437. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabaikan kepada kami, Al A’masy mengabarkan kepada kami, dari Ibrahim, dari Abdurrahman bin Yazid, ia menuturkan, “Kami sedang bersama Salman, lalu ia keluar untuk menunaikan hajat, lalu ia datang kembali, maka aku katakan, ‘Wahai Abu Abdillah, sebaiknya engkau berwudhu, mungkin kami akan menanyakan kepadamu tentang sejumlah ayat.’ Ia menjawab, ‘Aku tidak menyentuhnya. Karena tidak boleh menyentuh Al Qur'an kecuali orang-orang yang suci.’ Lalu ia membacakan kepada kami apa yang kami kehendaki." Semua perawinya tsiqah.
Sunan ad-Daruquthni (118459)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
437 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/88) dari jalur pengarang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الصَّغَانِيُّ , ثنا شُجَاعُ بْنُ الْوَلِيدِ , ثنا الْأَعْمَشُ , وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا ابْنُ نُمَيْرٍ , ثنا أَبُو مُعَاوِيَةَ , ثنا الْأَعْمَشُ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ سَلْمَانَ , قَالَ: كُنَّا مَعَهُ فِي سَفَرٍ فَانْطَلَقَ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ جَاءَ , فَقُلْتُ: أَيْ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ تَوَضَّأْ لَعَلَّنَا نَسْأَلُكَ عَنْ آيِ مِنَ الْقُرْآنِ , فَقَالَ: «سَلُونِي فَإِنِّي لَا أَمَسُّهُ إِنَّهُ لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ» , فَسَأَلْنَاهُ فَقَرَأَ عَلَيْنَا قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ. الْمَعْنَى قَرِيبٌ كُلُّهَا صِحَاحٌ
438. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ash-Shaghani mengabarkan kepada kami, Syuja’ bin Al Walid menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami. Dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Haibi mengabarkan kepada kami, Ibnu Numair mengabaikan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami, dari Ibrahim, dari Abdurrahman bin Yazid, dari Salman, ia menuturkan, “Kami bersamanya dalam suatu peijalanan, lalu ia pergi untuk buang hajat, lalu datang kembali, maka aku katakan, ‘Wahai Abu Abdillah, berwudhulah, mungkin kami akan menanyakan kepada tentang suatu ayat dari Al Qur'an.’ la pun berkata, ‘Tanyakanlah kepadaku, karena aku tidak menyentuhnya. Sesungguhnya tidak boleh menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.’ Lalu kami menanyakan kepadanya, maka ia pun membacakannya kepada kami tenpa berwudhu.” Maknanya saling mendekati. Semuanya shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118460)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
438 : Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ , نا أَبُو الْأَحْوَصِ , قَالَ: وَثنا عُثْمَانُ , نا جَرِيرٌ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُمَرَ , ثنا وَكِيعٌ , قَالَ: وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , ثنا ابْنُ فُضَيْلٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ سَلْمَانَ , نَحْوَهُ وَهَذَا مِثْلُهُ
439. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Abu Al Ahwash mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Dan Utsman menceritakan kepada kami, Jarir mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Umar mengabarkan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Dan Abdullah bin Umar menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari Abdurrahman bin Yazid, dari Salman, serupa itu, dan riwayat ini seperti itu pula.
Sunan ad-Daruquthni (118461)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي نَهْيِ الْمُحْدِثِ عَنْ مَسِّ الْقُرْآنِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا وَكِيعٌ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْعَنْسِيِّ , عَنْ عَلْقَمَةَ , وَالْأَسْوَدِ , عَنْ سَلْمَانَ , «أَنَّهُ قَرَأَ بَعْدَ الْحَدَثِ». كُلُّهَا صِحَاحٌ
440. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Yazid bin Mu’awiyah Al Absi, dari Alqamah dan Al Aswad, dari Salman: “Bahwa ia membaca (Al Qur'an) setelah berhadats.” Semuanya shahih
Sunan ad-Daruquthni (118462)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
440 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الْأَزْهَرِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ , نا شَرِيكٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ , قَالَ: «إِنَّمَا هُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُخَاطِ وَالْبُزَاقِ , وَإِنَّمَا يَكْفِيكَ أَنْ تَمْسَحَهُ بِخِرْقَةٍ أَوْ بِإِذْخِرَةٍ». لَمْ يَرْفَعْهُ غَيْرُ إِسْحَاقَ الْأَزْرَقِ , عَنْ شَرِيكٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ أَبِي لَيْلَى ثِقَةٌ فِي حِفْظِهِ شَيْءٌ
441. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Yahya bin Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Yusuf Al Azraq mengabarkan kepada kami, Syarik mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abdurrahman, dari Atha', dari Ibnu Abbas, ia menuturkan, “Nabi SAW ditanya tentang mani yang mengenai pakaian, beliau pun bersabda, ‘ Sesu sama dengan lendir ingus dan air ludah. Dan cukup bagimu untuk mengusapnya dengan lap (sobekan kain) atau idzkhir (rumput jeruk/tumbuh-tumbuhan) ’
Tidak ada yang mzmarfu kannya (mengangkatnya hingga sampai kepada Nabi SAW) selain Ishaq Al Azraq dari Syarik, dari Muhammad bin Abdurrahman, yakni Ibnu Abi Laila. Ia tsiqah dan terdapat sesuatu dalam hafalannya (hafalannya buruk).
Sunan ad-Daruquthni (118463)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
441 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (2/418); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/106) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Laila, ia jujur namun hafalannya buruk sekali, At-Taqrib (2/184), dan yang meriwayatkan darinya adalah Syarik yaitu Al Qadhi, ia jujur namun banyak salah, hafalannya berubah semenjak menjabat sebagai qadhi. Ia seorang yang adil, utama, ahi ibadah, dan tegas terhadap ahli bid'ah, At-Taqrib (1/351).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا ابْنُ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , فِي الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ قَالَ: «إِنَّمَا هُوَ بِمَنْزِلَةِ النُّخَامَةِ وَالْبُزَاقِ أَمِطْهُ عَنْكَ بِإِذْخِرَةٍ»
442. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Laila mengabarkan kepada kami, dari Atha' dari Ibnu Abbas, tentang mani yang mengenai pakaian, ia mengatakan, “Sesungguhnya itu sama dengan ingus dan air ludah. Hilangkanlah darimu dengan idzkhir"'
Sunan ad-Daruquthni (118464)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
442 : Isnadnya shahih mauquf: Waki' bin Al Azraq menyelisihi mauqufhya, dan itu yang benar sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al Baihaqi, ia mengatakan, "Dikeluarkan juga oleh Waki' dari Ibnu Abi Laila secara mauquf pada Ibnu Abbas, dan itu yang benar." Tampaknya kesalahan dari Syarik atau Ibnu Abi Laila yang memarfukannya. Wallahu a‘lam.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو إِسْمَاعِيلَ التِّرْمِذِيُّ , ثنا الْحُمَيْدِيُّ , نا بِشْرُ بْنُ بَكْرٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «كُنْتُ أَفْرُكُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَابِسًا وَأَغْسِلُهُ إِذَا كَانَ رَطْبًا»
443. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Isma’il At-Tirmidzi mengabarkan kepada kami, Al Humaidi mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Bakr mengabarkan kepada kami, Al Auza’i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id, dari Amrah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Aku mengerik mani dari pakaian Rasulullah SAW apabila kering, dan aku mencucinya apabila basah"
Sunan ad-Daruquthni (118465)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
443 : Isnadnya shahih: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/107); Abu Awanah (1/203), keduanya dari jalur Al Auza'i. Al Bazzar menilainya ma‘lul (ada cacat tersembunyi) pada mursalnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا
-
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا زَيْدُ بْنُ أَبِي الزَّرْقَاءِ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «إِنْ كُنْتُ لَأَتْبَعُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَغْسِلُهُ». صَحِيحٌ
444. Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Ali bin Harb mengabarkan kepada kami, Zaid bin Abu Az-Zarqa' mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Maimun, dari Sulaiman bin Yasar, dari Aisyah, ia mengatakan, “Aku membuangnya dari pakaian Rasulullah SAW lalu aku mencucinya.’ Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118466)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
444 : Isnadnya shahih: HR. Muslim dalam kitab Bersuci (hadits no. 108); Abu Awanah (1/203), keduanya meriwayatkan dari jalur Amr bin Maimun.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا
-
حَدَّثَنَا ابْنُ صَاعِدٍ , نا أَبُو الْأَشْعَثِ , نا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , نا عَمْرُو بْنُ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهُ مَنِيٌّ غَسَلَهُ، ثُمَّ يَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَى بُقْعَةٍ مِنْ أَثَرِ الْغُسْلِ فِي ثَوْبِهِ». صَحِيحٌ
445. Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Abu Al Asy’ats mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, Amr bin Maimun bin Mihran mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar, dari Aisyah: Bahwa Rasulullah, apabila pakaiannya terkena mani, beliau mencucinya, kemudian beliau pergi shalat dan aku masih melihat dengan jelas bekasnya pada pakaiannya yang telah dicuci itu."
Sunan ad-Daruquthni (118467)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
445 : Isnadnya shahih: HR. Al Bukhari dan Muslim dalam kitab Bersuci (hadits no. 108) dari jalur Muhammad bin Bisyr dari Ibnu Maimun; Dikeluarkan juga oleh para penyusun kitab Sunan selain An-nasa'i, dan dikeluarkan juga oleh Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/108).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا
-
حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْحَنَّاطُ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , حَدَّثَنَا الْمُتَوَكِّلُ بْنُ أَبِي الْفُضَيْلِ , عَنْ أُمِّ الْقَلُوصِ عَمْرَةَ الْغَاضِرِيَّةِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «لَا يَرَى عَلَى الثَّوْبِ جَنَابَةً وَلَا الْأَرْضِ جَنَابَةً وَلَا يُجَنِّبُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ». لَا يُثْبَتُ هَذَا , أُمُّ الْقَلُوصِ لَا تُثْبَتُ بِهَا حُجَّةٌ
446. Abu Utsman Sa’id bin Muhammad bin Ahmad At Hannafh menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Isral mengabarkan kepada kami, Al Mutawakkil bin Al Fudhal dari Aisyah, bahwa ia menuturkan, “Rasulullah SAW tidak memandang adanya junub pada pakaian, tidak pula ada junub pada tanah, dan tidaklah laki-laki menyebabkan junub sesama lelaki" Ini tidak valid. Ummu Al Qalush tidak valid sehingga tidak bisa dijadikan argumen.
Sunan ad-Daruquthni (118468)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
446 : Isnadnya lemah karena kelemahan Ummu Al Qalush.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْجُنُبِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ كَيْفَ يَصْنَعُ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى , عَنْ يُونُسَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , أَوْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ إِذَا أَصَابَتْهُ جَنَابَةٌ فَأَرَادَ أَنْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ غَسَلَ كَفَّيْهِ ثُمَّ أَكَلَ». صَحِيحٌ
447. Ibnu Mani’ menceritakan kepada kami, Utsman bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, Thalhah bin Yahya mengabarkan kepada kami, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah atau Urwah, dari Aisyah: Bahwa apabila Rasulullah SAW mengalami juaob dan hendak tidur, maka beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, dan bila beliau hendak makan, maka beliau mencuci kedua tangannya lalu makan." Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118469)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
447 : Isnadnya shahih: An-Nasa'i (1/147).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْجُنُبِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ كَيْفَ يَصْنَعُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الصَّائِغُ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , وَأَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَطْعَمَ غَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ أَكَلَ». صَحِيحٌ
448. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma’il Ash-Shaigh mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, Abu Dhamrah menceritakan kepada kami, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Urwah dan Abu Salamah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW, apabila hendak tidur sementara beliau junub, beliau berwudhu seperti wudhunya untuk shalat. Dan bila beliau hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya lalu makan.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118470)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
448 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْجُنُبِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ كَيْفَ يَصْنَعُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «إِذْا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ , وَكَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَطْعَمَ وَهُوَ جُنُبٌ غَسَلَ كَفَّيْهِ وَمَضْمَضَ فَاهُ ثُمَّ طَعِمَ». صَحِيحٌ
449. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabaikan kepada kami, dari Yunus, dari Az- Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah: Bahwa apabila Nabi SAW hendak tidur sementara beliau dalam keadaan junub, beliau berwudhu sebelum tidur seperti wudhu untuk shalat. Dan bila hendak makan sementara beliau dalam keadaan junub, beliau mencuci kedua tangannya dan berkumur, kemudian makan.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118471)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
449 : Isnadnya hasan: HR. Ibnu Majah (593).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَسْخِ قَوْلِهِ: الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو طَاهِرِ بْنُ بَحِيرٍ , نا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ مِرْدَاسٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ , نا مُبَشِّرٌ الْحَلَبِيُّ , عَنْ مُحَمَّدٍ أَبِي غَسَّانَ , عَنْ أَبِي حَازِمٍ , عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ " أَنَّ الْفُتْيَا الَّتِي كَانُوا يُفْتُونَ: أَنَّ الْمَاءَ مِنَ الْمَاءِ كَانَتْ رُخْصَةً رَخَّصَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَدْءِ الْإِسْلَامِ , ثُمَّ أَمَرَنَا بِالِاغْتِسَالِ بَعْدُ ". صَحِيحٌ
450. Abu Ath-Thahir bin Bahir menceritakan kepada kami, Musa bin Harun mengabarkan kepada kami. Dan Muhammad bin Yahya bin Midras mengabarkan kepada kami, Abu Daud mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Mihran mengabarkan kepada kami, Mubasysyir Al Halabi mengabarkan kepada kami, dari Muhammad Abu Ghassan, dari Abu Hazim, dari Sahi bin Sa*d: Ubayy bin Ka’b menceritakan kepadaku: “Bahwa fatwa yang pernah mereka sampaikan, yaitu bahwa air (mandi) karena air (mani), adalah sebagai rukhshah yang diberikan oleh Rasulullah SAW di awal masa Islam. Kemudian setelah itu 'beliau memerintahkan kami untuk mandi.' Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118472)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
450 : Isnadnya shahih: HR. Abu Daud (215); Dikeluarkan juga oleh Ibnu Khuzaimah (225); Abu Daud (214); Ahmad (5/115); At-Tirmidzi (110); Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh (49); Ibnu Majah (609), semuanya meriwayatkan dari jalur Yunus bin Yazid dari Az-Zuhri dari Sahl bin Sa'd dari Ubay bin Ka'b. Al Hafizh mengatakan di dalam At-Talkhish (1/143), "Musa bin Harun dan Ad-Daraquthni menyatakan bahwa AzZuhri tidak mendengarnya dari Sahl. Ibnu Khuzaimah mengatakan, 'Orang ini tidak menyebut Az-Zuhri.' Yakni Abu Hazim -dengan mengisyaratkan kepada apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud (214) dari AzZuhri: Seseorang yang aku rela terhadapnya menyampaikan kepadaku, bahwa Sahl bin Sa'd mengabarkan kepadanya, bahwa Ubay bin Ka'b ...dst- yaitu Abu Hazim, kemudian ia mengemukakannya dari jalur Abu Hazim dari Sahl dari Ubay. Pada riwayat Ibnu Khuzaimah dari jalur Ma'mar, dari Az-Zuhri: Sahl mengabarkan kepadaku. Ini menolak perkataan yang menyatakan bahwa ia tidak mendengarnya darinya, namun Ibnu Khuzaimah mengatakan, 'Aku khawatir bahwa ini kesalahan redaksi dari Muhammad bin Ja'far yang meriwayatkannya dari Ma'mar." Saya katakan: Hadits-hadits para perawi Bashrah dari Ma'mar seringkali mengandung perkiraan, namun dalam kitab Ibnu Syahin dari jalur Mu'alla bin Manshur dari Ibnu Al Mubarak dari Yunus dari Az-Zuhri (disebutkan): Sahl [yakni riwayat yang ditunjukkan tadi] menyampaikan kepadaku. Demikian juga yang dikeluarkan oleh Baqi bin Makhlad di dalam Musnadnya dari Abu Kuraib dari Ibnu Al Mubarak. Ibnu Hibban mengatakan, "Kemungkinannya Az-Zuhri mendengarnya dari seseorang dari Sahl, kemudian ia berjumpa langsung dengan Sahl lalu ia menyampaikanya dan ia mendengarnya langsung dari Sahl, kemudian dipastikan oleh Abu Hazim. Sementara itu, Ibnu Abi Syaibah meriwayaucannya dari jalur Syu'bah dari Saif bin Wahb dari Abu Harb bin Abu Al Aswad dari Umairah bini Bitsrabi dari Ubay bin Ka'b seperti itu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَسْخِ قَوْلِهِ: الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا حَمْزَةُ بْنُ الْعَبَّاسِ الْمَرْوَزِيُّ , نا عَبْدَانُ , نا أَبُو حَمْزَةَ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عِمْرَانَ , حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ , قَالَ: سَأَلْتُ عُرْوَةَ عَنِ الَّذِي يُجَامِعُ وَلَا يُنْزِلُ؟ , فَقَالَ: قَوْلُ النَّاسِ أَنْ يَأْخُذُوا بِالْآخِرِ مِنْ أَمْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ وَلَا يَغْتَسِلُ وَذَلِكَ قَبْلَ فَتْحِ مَكَّةَ ثُمَّ اغْتَسَلَ بَعْدَ ذَلِكَ وَأَمَرَ النَّاسَ بِالْغُسْلِ»
451. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Hamzah bin Al Abbas Al Manvazi mengabarkan kepada kami, Abdan mengabarkan kepada kami, Abu Hamzah mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Imran mengabarkan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepadaku, ia menuturkan, “Aku tanyakan kepada Urwan tentang seseorang yang bersetubuh namun tidak mengeluarkan sperma (tidak ejakulasi), ia pun menjawab, 'Pendapat orang-orang adalah yang terakhir dari perintah Rasulullah SAW. Aisyah menceritakan kepadaku, bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan itu dan tidak mandi, hal itu teijadi sebelum penaklukkan kota Makkah. Kemudian setelah itu beliau mandi dan memerintahkan orang-orang untuk mandi’."
Sunan ad-Daruquthni (118473)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
451 : Isnadnya hasan: HR. Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wa Al Mansukh (54). Di dalam sanadnya terdapat Al Husain bin Imran, ia jujur namun tertuduh (memiliki cacat), At-Taqrib (1343). Dr. Al Hafnawi peneliti kitab An-Nasikh karya Ibnu Syahin telah keliru menduga sehingga ia menyebutnya "Al Hasan bin Imran". Di situ dicantumkan cuplikan ucapan Al Hafizh yang menilai lemah terhadap haditsnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْعَلَاءِ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ شَوْكَرِ بْنِ رَافِعٍ الطُّوسِيُّ , نا أَبُو إِسْحَاقَ الضَّرِيرُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ زَكَرِيَّا , نا ثَابِتُ بْنُ حَمَّادٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ , قَالَ: أَتَى عَلَيَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عَلَى بِئْرٍ أَدْلُو مَاءً فِي رَكْوَةٍ لِي , فَقَالَ: «يَا عَمَّارُ مَا تَصْنَعُ؟» , قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي وَأُمِّي , أَغْسِلُ ثَوْبِي مِنْ نُخَامَةٍ أَصَابَتْهُ , فَقَالَ: " يَا عَمَّارُ إِنَّمَا يُغْسَلُ الثَّوْبُ مِنْ خَمْسٍ: مِنَ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ وَالْقَيْءِ وَالدَّمِ وَالْمَنِيِّ , يَا عَمَّارُ , مَا نُخَامَتُكَ وَدُمُوعُ عَيْنَيْكَ وَالْمَاءُ الَّذِي فِي رَكْوَتِكَ إِلَّا سَوَاءٌ ". لَمْ يَرْوِهِ غَيْرُ ثَابِتِ بْنِ حَمَّادٍ وَهُوَ ضَعِيفٌ جِدًّا , وَإِبْرَاهِيمُ , وَثَابِتٌ ضَعِيفَانِ
452. Ahmad bin Ali bin Al ‘Ala' menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syaukar bin Rafi’ Ath-Thusi mengabarkan kepada kami, Abu Ishaq Adh-Dharir (orang yang buta) Ibrahim bin Zakariya mengabarkan kepada kami, Tsabit bin Hammad mengabarkan kepada kami, dari Ali bin Zaid, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Ammar bin Yasir, ia menuturkan, “Rasulullah SAW datang kepadaku, saat itu aku sedang di pinggir sumur mengambil air dengan cidukan air, lalu beliau bertanya, ‘Wahai Ammar! Apa yang sedang kau lakukan ?' Aku menjawab, ‘Wahai Rasulullah! Demi ayah dan ibuku tebusannya, aku sedang mencuci pakaianku karena terkena dahak (lendir).' Beliau berkata, ‘Wahai Ammr! Sesungguhnya pakaian itu dicuci karena lima hal, (Yaitu terkena): kotoran (tahi), kencing, muntahan, darah dan mani. Wahai Amar! dahakmu, air matamu dan air yang ada di cidukmu itu semuanya sama (yakni tidak najis)'.
Tidak ada yang meriwayatkannya selain Tsabit bin Hammad, ia sangat lemah, sedangkan Ibrahim dan Tsabit, keduanya lemah
Sunan ad-Daruquthni (118474)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
452 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/331) dan di dalam At-Tahqiq (1/109); Al Bazzar (1/131); Al Baihaqi menilainya mu'allaq (1/14); Disebutkan juga oleh Ibnu Adi dan oleh Adz-Dzahabi di dalam Al Mizan (1/363); Al Uqaili (1/176); Abu Nu'aim di dalam Tarikh Ashbahan (2/309); Abu Ya'la sebagaimana juga di dalam Al Mathalib (23); Ibnu Iraq di dalam Tanzih Asy-Syari'ah (2/73); Ath-Thabarani di dalam Al Ausath dan Al Kabir sebagaimana di dalam Al Majma' (1/283). Di dalam sanadnya terdapat Tsabit bin Hammad, ia dituduh memalsukan hadits. Sedangkan Ibrahim bin Zakariya lemah, Ali bin Zaid juga haditsnya lemah
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ الْأَبَّارُ , نا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الرَّازِيِّ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ». الْمَحْفُوظُ مُرْسَلٌ
453. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali Al Abbar mengabarkan kepada kami, Ali bin Al Ja’d mengabarkan kepada kami, dari Abu Ja’far Ar-Razi, dari Qatadah, dari Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Bersucilah kalian dari air kencing, sesungguhnya kebanyakan adzab kubur itu karena air kencing" Riwayat yang terpelihara adalah yang mursal.
Sunan ad-Daruquthni (118475)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
453 : Isnadnya hasan: HR. Al Hakim (1/183) dari jalur Abu Awanah dari Al A'masy, dari Abu shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Kebanyakan adzab kubur (adalah akibat) dari kencing."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْآدَمَيُّ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَيُّوبَ الْمُخَرِّمِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ , نا سَوَّارُ بْنُ مُصْعَبٍ , عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ طَرِيفٍ , عَنْ أَبِي الْجَهْمِ , عَنِ الْبَرَاءِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا بَأْسَ بِبَوْلِ مَا أُكِلَ لَحْمُهُ». سَوَّارٌ ضَعِيفٌ. خَالَفَهُ يَحْيَى بْنُ الْعَلَاءِ , فَرَوَاهُ عَنْ مُطَرِّفٍ , عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ , عَنْ جَابِرٍ
454. Abu Bakar Al Adami Ahmad bin Muhammad bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ayyub Al Makhzumi mengabarkan kepada kami, Yahya bin Abu Bukair mengabarkan kepada kami, Sawwar bin Mush’ab mengabarkan kepada kami, dari Mutharrif bin Tharif, dari Abu Al Jahm, dari Al Bara', ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak apa-apa (yakni tidak najis) air kencingnya hewan yang dagingnya boleh dimakan." Sawwar lemah. Yahya bin Al ‘Ala' menyelisihinya, ia meriwayatkannya dari Mutharrif, dari Muharib bin Ditsar, dari Jabir.
Sunan ad-Daruquthni (118476)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
454 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/252) dari jalur Abdullah bin Raja' dari Sawwar; Dikeluarkan oleh Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/101) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Sawwar bin Mush'ab, yang mana Ahmad, Yahya bin Ma'in dan An-Nasa'i mengatakan, "Sawwar haditsnya ditinggalkan, dan kredibilitasnya diperdebatkan." Saya katakan: Yahya bin Al 'Ala' menyelisihinya, ia meriwayatkannya dari Muthraf bn Thuraif, dari Muharib, dari Jabir secara marfu'. Sebagaimana yang akan dikemukakan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا سَعِيدُ بْنُ عُثْمَانَ الْأَهْوَازِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ الْحُصَيْنِ , نا يَحْيَى بْنُ الْعَلَاءِ , عَنْ مُطَرِّفٍ , عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ , عَنْ جَابِرٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا أُكِلَ لَحْمُهُ فَلَا بَأْسَ بِبَوْلِهِ». , لَا يُثْبَتُ , عَمْرُو بْنُ الْحُصَيْنِ وَيَحْيَى بْنُ الْعَلَاءِ ضَعِيفَانِ , وَسَوَّارُ بْنُ مُصْعَبٍ أَيْضًا مَتْرُوكٌ , وَقَدِ اخْتُلِفَ عَنْهُ فَقِيلَ عَنْهُ: «مَا أُكِلَ لَحْمُهُ فَلَا بَأْسَ بِسُؤْرِهِ»
455. Abu Sahi bin Ziyad menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Sa’id bin Utsman Al Ahwazi mengabarkan kepada kami, Amr bin Al Hushain mengabarkan kepada kami, Yahya bin Al ‘Ala' mengabarkan kepada kami, dari Mutharrif, dari Muharib bin Ditsar, dan Jabir, dan Nabi S A W, beliau bersabda, “Hewan yang boleh dimakan dagingnya, maka air kencingnya tidak apa-apa (yakni tidak najis).”
Tidak valid. Amr bin Al Hushain dan Yahya bin Al ‘Ala' lemah. Sawwar bin Musha’b juga matruk (haditsnya ditinggalkan). Ada perbedaan riwayat darinya, di antaranya dikemukakan darinya: “Hewan yang boleh dimakan dagingnya, maka bekas minumnya tidak apa-apa (yakni tidak najis)"
Sunan ad-Daruquthni (118477)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
455 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/252); Ibnu Adi (7/257); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/101), semuanya meriwayatkan dari Amr bin Ma'in. Di dalam sanadnya terdapat amr bin Al Hushain, ia haditsnya ditinggalkan, At-Taqrib (2/68). Gurunya adalah Yahya bin Al 'Ala', ia dituduh memalsukan hadits, AtTaqrib (2/355). Ahmad mengatakan, "Ia pendusta, memalsukan hadits." Al Falas mengatakan, "Haditsnya ditinggalkan."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَصْرٍ الرَّازِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ , نا مُصْعَبُ بْنُ سَوَّارٍ , عَنْ مُطَرِّفٍ , عَنْ أَبِي الْجَهْمِ , عَنِ الْبَرَاءِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أُكِلَ لَحْمُهُ فَلَا بَأْسَ بِسُؤْرِهِ». كَذَا يُسَمِّيهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ: مُصْعَبُ بْنُ سَوَّارٍ فَقَلَبَ اسْمَهُ وَإِنَّمَا هُوَ: سَوَّارُ بْنُ مُصْعَبٍ
456. Muhammad bin Al Husain bin Sa’id Al Hamdani menceritakannya kepada kami, Ibrahim bin Nashr Ar-Razi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Raja' mengabarkan kepada kami, Mush’ab bin Sawwar mengabarkan kepada kami, dari Mutharrif, dari Abu Al Jahm, dari Al Bara', ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Hewan yang boleh dimakan dagingnya, maka bekas minumnya tidak apa-apa (yakni tidak najis)’.” Demikian Abdullah bin Raja' menyebutnya: Mush’ab bin Sawwar, lalu membalik namanya, padahal sebenarnya adalah Sawwar bin Mush’ab.
Sunan ad-Daruquthni (118478)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
456 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/252) dari jalur Asid bin Ashim, dari Abdullah bin Raja". Telah dikemukakan sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ , مِنْ حِفْظِهِ نا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ عَقِيلِ بْنِ خَالِدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: «مَا أُكِلَ لَحْمُهُ فَلَا بَأْسَ بِسَلْحِهِ»
457. Abu Bakar bin Abu Daud menceritakan kepada kami dari hafalannya, Mahmud bin Khalid mengabarkan kepada kami, Marwan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah mengabarkan kepada kami, dari Uqail bin Khalid, dari Az-Zuhri, dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya, ia mengatakan, “Hewan yang boleh dimakan dagingnya, maka kotorannya tidak apa-apa (tidak najis).”
Sunan ad-Daruquthni (118479)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
457 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Lahi'ah, ia lemah. Pembahasan tentang hal ini telah dikemukakan lebih dari sekali.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَالِحٍ السَّمَرْقَنْدِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحُ السَّمَّانُ الْبَصْرِيُّ , نا أَزْهَرُ بْنُ سَعْدٍ السَّمَّانُ , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ». الصَّوَابُ مُرْسَلٌ
458. Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Shalih As-Samarqandi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ash-Shabbah As-Samman Al Bashri mengabarkan kepada kami, Azhar bin Sa’d As-Samman mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Aun, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bersucilah kalian dari air kencing, sesungguhnya kebanyakan adzab kubur karena air kencing'. Yang benar bahwa riwayat ini mursal.
Sunan ad-Daruquthni (118480)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
458 : Isnadnya hasan: HR. Al Hakim (1/183) dari jalur Ibnu Awanah, dari Al A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, seperti itu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو عَلِيٍّ الصَّفَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْوَرَّاقُ , نا عَفَّانُ وَهُوَ ابْنُ مُسْلِمٍ , نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ». صَحِيحٌ
459. Abu Ali Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali Al Warraq mengabarkan kepada kami, Affan, yakni Ibnu Muslim mengabarkan kepada kami, Abu Awanah mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘adzab kubur adalah karena air kencing'" Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118481)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
459 : Isnadnya shahih: HR. Al Hakim (1/183) dari jalur Muhammad bin Ya'qub, dari Muhammad bin Ali Al Warraq, ia mengatakan, "Hadits ini shahih menurut syarat Asy-Syaikhani (Al Bukhari dan Muslim), aku tidak menemukan cacat padanya, namun keduanya tidak mengeluarkannya."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى الْعَطَّارُ , نا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا إِسْرَائِيلُ , عَنْ أَبِي يَحْيَى , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «عَامَّةُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ فَتَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ». لَا بَأْسَ بِهِ
460. Ahmad bin Amr bin Utsman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isa Al Aththar mengabaikan kepada kami, Ishaq bin Manshur mengabaikan kepada kami, Israil mengabarkan kepada kami, dari Abu Yahya, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, ia mengangkatnya kepada Nabi SAW, beliau bersabda, “adzab kubur itu karena air kencing, maka bersucilah kalian dari air kencing.”. Riwayat ini tidak ada masalah.
Sunan ad-Daruquthni (118482)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
460 : Isnadnya hasan: HR. Al Hakim (1/183/184) dari jalur Muhammad bin Rafi', dari Ishaq bin Manshur dan Israil; Dikeluarkan juga oleh Ath-Thabarani (11/79-84; Ahmad bin Mani' sebagaimana disebutkan di dalam Al Mathalib (50); Al Bazzar (1/129). Di dalam sanadnya terdapat Abu Yahya Al Qattat, ia haditsnya lemah, At-Taqrib (2/489). Ahmad mengatakan, "Israil meriwayatkan darinya banyak sekali hadits-hadits munkar." An-Nasa'i mengatakan, "Ia tidak kuat." Ibnu Adi mengatakan, "Haditsnya boleh ditulis apa adanya." AdDarimi mengatakan dari Ibnu Ma'in, "Ia tsiqah."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ , ثنا دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو الْمُسَيَّبِيُّ , نا أَبُو شِهَابٍ الْحَنَّاطُ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَأَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ الزَّعْفَرَانِيُّ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ جَوَّانِ بْنِ شُعْبَةَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْقَاسِمِ النَّخَعِيُّ , نا أَبُو شِهَابٍ عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ نَافِعٍ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: بَالَ ابْنُ الزُّبَيْرِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذْتُهُ أَخْذًا عَنِيفًا , فَقَالَ: «إِنَّهُ لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ وَلَا يَضُرُّ بَوْلُهُ». وَقَالَ دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو: فَقَالَ: دَعِيهِ فَإِنَّهُ لَمْ يَطْعَمِ الطَّعَامَ فَلَا يُقَذِّرُ بَوْلُهُ
461. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya dan aku mendengarkan, Daud bin Amr Al Musayyibi mengabarkan kepada kami, Abu Syihab Al Hannath mengabarkan kepada kami, dari Al Hajjaj bin Arthah. Dan Al Husain bin Isma’il dan Ahmad bin Muhammad bin Yazid Az-Za’farani menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Juwan bin Syu’bah mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad bin Abu Al Qasim An-Nakha’i mengabarkan kepada kami, Abu Syihab Abd Rabbih bin Nafi’ mengabarkan kepada kami, dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Atha', dari Aisyah, ia menuturkan, “Ibnu Az-Zubair kencing di pangkuan Nabi SAW, lalu aku mengangkatnya dengan perlahan, maka beliau bersabda, " Sesungguhnya ia belummengkonsumsi makanan, maka kencingnya tidak apa-apa’.” Daud bin Amr menyebutkan (dalam redaksinya): “Beliau bersabda, ‘Biarkanlah, karena sesungguhnya ia belum mengkonsumsi makanan, sehingga kencingnya tidak mengotori"
Sunan ad-Daruquthni (118483)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
461 : Isnadnya lemah: Di dalamnya terdapat Al Hajjaj bin Arthah, ia jujur namun banyak salah dan mentadlis, At-Taqrib (1/153) dan yang meriwayatkan darinya adalah Syihab Al Hannath, ia jujur namun tertuduh, AtTaqrib (2038).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْآدَمَيُّ أَبُو بَكْرٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْهَيْثَمِ الْعَبْدِيُّ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنَا أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ , عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي بَوْلِ الرَّضِيعِ: «يُنْضَحُ بَوْلُ الْغُلَامِ , وَيُغْسَلُ بَوْلُ الْجَارِيَةِ». قَالَ قَتَادَةُ: وَهَذَا مَا لَمْ يَطْعَمَا فَإِذَا طَعِمَا الطَّعَامَ غُسِلَا جَمِيعًا.
462. Ahmad bin Muhammad bin Isma'il Al Adami Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Haitsam Al Abdi mengabarkan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Abu Harb bin Abu Al Aswad, dari Abu Al Aswad Ad-Dili, dari Ali RA, bahwa Nabi SAW bersabda tentang kencingnya bayi yang masih menyusu, “ Kencingnya bayi laki-laki diperciki, sedangkan kencingnya bayi perempuan dicuci." Qatadah mengatakan, “Ini apabila keduanya belum mengkonsumsi makanan, namun bila keduanya telah mengkonsumsi makanan, maka keduanya harus dicuci’"
Sunan ad-Daruquthni (118484)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
462 : Isnadnya shahih: HR. At-Tirmidzi (610); Ibnu Majah (525); Ahmad (1/137); Al Baihaqi (3/415); Ibnu Hibban (247, Mawarid); Ibnu Khuzaimah (284), semuanya meriwayatkan dari Mu'adz bin Hisyam dari ayahnya. Al Hafizh mengatakan di dalam At-Talkhish (1/14), "Isnadnya shahih, hanya saja diperselisihkan tentang marfu' dan mauqufnya serta maushul dan mursalnya. Al Bukhari menguatkan keshahihannya, demikian juga Ad-Daraquthni. Sementara Al Bazzar mengatakan, 'Hisyam meriwayatkannya sendirian dari ayahnya.' Hal ini pernah juga dilakukan dari hadits segolongan sahabat, dan isnad yang paling baik adalah hadits Ali."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْمَحَامِلِيُّ، نا ابْنُ الصَّبَّاحِ، نا عَفَّانُ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ. تَابَعَهُ عَبْدُ الصَّمَدِ , عَنْ هِشَامٍ , وَوَقَفَهُ ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ , عَنْ قَتَادَةَ
463. Al Qadhi Al Mahamili menceritakan kepada kami, Ibnu Ash-Shabbah mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini, seperti itu. Abdush Shamad memutaba’ah, dari Hisyam, sedangkan Ibnu Abi Arubah memauqufkannya (menyatakannya mauquf) pada Qatadah.
Sunan ad-Daruquthni (118485)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
463 : Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الدَّقِيقِيُّ أَبُو جَعْفَرٍ , نا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ , نا هِشَامٌ صَاحِبُ الدَّسْتُوَائِيِّ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنِ ابْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَلِيٍّ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «بَوْلُ الْغُلَامِ يُنْضَحُ وَبَوْلُ الْجَارِيَةِ يُغْسَلُ». قَالَ قَتَادَةُ: هَذَا مَا لَمْ يَطْعَمَا فَإِذَا طَعِمَا غُسِلَ بَوْلُهُمَا
Dan Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik Ad-Daqiqi Abu Ja’far menceritakan kepada kami, Abdush Shamad bin Abdul Warits mengabarkan kepada kami, Hisyam sahabatnya Ad-Dastawa'i mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari ayahnya, dari Ali, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “bayi laki-laki diperciki, sedangkan kencingnya bayi perempuan dicuci". Qatadah mengatakan, “Ini apabila keduanya belum menkonsumsi makanan, namun bila keduanya telah mengkonsumsi makanan, maka kencing mereka harus dicuci."
Sunan ad-Daruquthni (118486)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , قَالَا: نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا يَحْيَى بْنُ الْوَلِيدِ , حَدَّثَنِي مُحِلُّ بْنُ خَلِيفَةَ الطَّائِيُّ , حَدَّثَنِي أَبُو السَّمْحِ , قَالَ: كُنْتُ أَخْدُمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَ: «وَلِّنِي قَفَاكَ» , فَأُوَلِّيهِ قَفَائِي وَأَنْشُرُ الثَّوْبَ يَعْنِي أَسْتُرُهُ , فَأُتِيَ بِحَسَنٍ أَوْ حُسَيْنٍ فَبَالَ عَلَى صَدْرِهِ , فَدَعَا بِمَاءٍ فَرَشَّهُ عَلَيْهِ , وَقَالَ: «هَكَذَا يُصْنَعُ يُرَشُّ مِنَ الذَّكَرِ وَيُغْسَلُ مِنَ الْأُنْثَى»
464. Ali bin Abdullah bin Mubasysyir dan Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Amr bin Ali mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Yahya bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Muhill bin Khalifah Ath-Tha'i menceritakan kepada kami, Abu As-Samh menceritakan kepadaku, ia menuturkan, “Aku melayani Rasulullah SAW. Ketika beliau hendak mandi, beliau berkata, "Tutupkanlah kainmu padaku ". Maka aku pun menutupkan kainku pada beliau dan membentangkan pakaian, yakni aku menutupi beliau. Lalu datanglah Hasan atau Husain kemudian kencing di dada beliau, maka beliau minta diambilkan air, lalu memercikinya, dan beliau bersabda, ‘yang dilakukan terhadap (kencing) bayi laki-laki, sedangkan (kencing) bayi perempuan dicuci' .”
Sunan ad-Daruquthni (118487)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
464 : Isnadnya hasan: HR. Abu Daud (376); An-Nasa'i; Ibnu Majah (613); Al Baihaqi (2/415), semuanya meriwayatkan dari Abdurrahman bin Mahdi dari Yahya bin Al Walid.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْبَخْتَرِيِّ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْخَلِيلِ , ثنا الْوَاقِدِيُّ , نا خَارِجَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: أَصَابَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ جِلْدَهُ بَوْلُ صَبِيٍّ وَهُوَ صَغِيرٌ «فَصَبَّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَاءِ بِقَدْرِ الْبَوْلِ»
465. Muhammad bin Amr bin Al Bakhtari menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Khalil mengabarkan kepada kami, Al Waqidi mengabarkan kepada kami, Kharijah bin Abdullah bin Sulaiman bin Zaid bin Tsabit mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Al Hushain, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia menuturkan, “Nabi SAW atau kulit beliau terkena kencing bayi laki-laki yang masih kecil, lalu beliau menuangkan air padanya sekadar air kencingnya.”
Sunan ad-Daruquthni (118488)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
465 : Isanadnya lemah lagi munkar: Di dalam sanadnya terdapat Al Waqidi, ia lemah. Sedangkan gurunya adalah Kharijah bin Abdullah bin Sulaimah bin Zaid, ia jujur namun sering mengira-ngira, At-Taqrib (1616). Gurunya adalah Daud bin Al Hushain, ia tsiqah kecuali terhadap Ikrimah, dan ia dituduh menganut faham khawarij, At-Taqrib (1785). Ali bin Al madini mengatakan, "Apa yang diriwayatkannya dari Ikrimah adalah munkar." Ibnu Uyainah mengatakan, "Kami menghindari hadits Daud." At-Tahdzib (3/181).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ دَاوُدَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ , قَالَ: " يُصَبُّ عَلَيْهِ مِثْلُهُ مِنَ الْمَاءِ , قَالَ: كَذَلِكَ صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَوْلِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ". إِبْرَاهِيمُ هُوَ ابْنُ أَبِي يَحْيَى ضَعِيفٌ
466. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Daud, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, tentang kencingnya bayi laki-laki, ia mengatakan, “Disiramkan air padanya sebanyak air kencingnya.” Ia juga mengatakan, “Begitulah yang dilakukan Rasulullah SAW , terhadap kencingnya Husain bin Ali RA.” Ibrahim adalah Ibnu Abi Yahya, ia lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118489)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
466 : Isnadnya lemah lagi munkar. Di dalam sanadnya terdapat Ibrahim bin Muhammad bin Abu Yahya Al Aslami Abu Ishaq Al Madini, ia riwayatnya ditinggalkan, At-Taqrib (1/43). Gurunya adalah Daud bin Al Hushain, biografinya telah dikemukakan pada hadits yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي النَّوْمِ قَاعِدًا لَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ
-
قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ بْنِ مَنِيعٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ طَالُوتُ بْنُ عَبَّادٍ , نا أَبُو هِلَالٍ , نا قَتَادَةُ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: «كُنَّا نَأْتِي مَسْجِدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَنَنَامُ فَلَا نُحْدِثُ لِذَلِكَ وُضُوءًا». صَحِيحٌ
467. Dibacakan kepada Abu Qasim bin Mani' dan aku mendengarkan: Thalut bin Abbad menceritakan kepada kalian, Abu Hilal mengabarkan kepada kami, Qatadah mengabarkan kepada kami, dari Anas, ia mengatakan, “Kami mendatangi masjid Rasulullah SAW, lalu kami tidur, dan kami tidak memperbaharui wudhu". Shahih
Sunan ad-Daruquthni (118490)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
467 : isnadnya shahih mauquf: Lihat takhrij hadits berikut.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي النَّوْمِ قَاعِدًا لَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ
-
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ , نا ابْنُ الْمُبَارَكِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: «لَقَدْ رَأَيْتُ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوقَظُونَ لِلصَّلَاةِ حَتَّى إِنِّي لَأَسْمَعُ لِأَحَدِهِمْ غَطِيطًا ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ». قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ: هَذَا عِنْدَنَا وَهُمْ جُلُوسٌ صَحِيحٌ
468. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Humaid mengabarkan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas, ia menuturkan, “Aku pernah menyaksikan para sahabat Rasulullah SAW dibangunkan untuk shalat, sampai-sampai aku mendengar dengkuran salah seorang mereka, kemudian mereka shalat dan tidak berwudhu lagi.” Ibnu Al Mubarak mengatakan, “Menurut kami, bahwa mereka itu (tidur sambil) duduk.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118491)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
468 : Isnadnya shahih: HR. Al Baihaqi (1/120) dari jalur Al Qasim Al Baghawi dari Muhammad bin Humaid.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي النَّوْمِ قَاعِدًا لَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: «كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْتَظِرُونَ الْعِشَاءَ حَتَّى يُخْفِقُوا بِرُءُوسِهِمْ ثُمَّ يَقُومُونَ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ». صَحِيحٌ
469. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa’i menceritakan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, Hisyam Ad-Dastawa'i mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas, ia menuturkan, “Para sahabat Rasulullah SAW biasa menanti pelaksanaan shalat Isya, sampai-sampai mereka menundukkan kepala (karena tidur sambil duduk), kemudian mereka berdiri melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi.” Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118492)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
469 : Isnadnya shahih: HR. Muslim dalam kitab Haid (hadits no. 125); Abu Daud (200) dari jalur Qatadah dari Anas.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي طَهَارَةِ الْأَرْضِ مِنَ الْبَوْلِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَيَانٍ , نا هُشَيْمٌ , عَنْ حُمَيْدٍ , وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , أَنَّ نَاسًا مِنْ عُرَيْنَةَ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَاجْتَوَوْهَا , فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنْ شِئْتُمْ خَرَجْتُمْ إِلَى إِبِلِ الصَّدَقَةِ فَشَرِبْتُمْ مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا» , فَفَعَلُوا ذَلِكَ وَصَحُّوا فَأَقْبَلُوا عَلَى الرُّعَاةِ فَقَتَلُوهُمْ وَاسْتَاقُوا ذَوْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَارْتَدُّوا عَنِ الْإِسْلَامِ , فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آثَارِهِمْ فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَلَ أَعْيُنَهُمْ وَتُرِكُوا بِالْحَرَّةِ حَتَّى مَاتُوا
470. Ali bin Abullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Abdul Hamid bn Bayan mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabaikan kepada kami, dari Humaid dan Abdul aziz bn Suhaib, dari Anas bin Malik: Bahwa beberapa orang dari Urainah datang menghadap Rasulullah SAW (di) Madinah, lalu mereka merasa tidak betah (berada di Madinah), maka Rasulullah SAW bersabda, "Jika mau, kalian dapat keluar menuju unta-unta zakat dan meminum susu serta air kencingnya" Maka mereka pun melakukannya sehingga menjadi sehat kembali, lalu mereka menghampiri para penggembala(nya) lalu membunuh mereka kemudian mencuri untaku unta Rasulullah dan murtad dari Islam. Maka Rasulullah SAW mengirim (tentara) untuk mengejar mereka, lalu mereka pun ditangkap, kemudian kaki dan tangan mereka dipotong, dan mata mereka diangkat dengan besi panas (hingga buta), lalu dibiarkan di Harrah hingga meninggal.
Sunan ad-Daruquthni (118493)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
470 : Isnadnya shahih: HR. Al Bukhari (233, 3018); Muslim (1671); Abu Daud (4364, 4366); An-Nasa'i di dalam Al Mujtaba (1024, 4027); Ahmad (3/170, 177, 205, 287); Ibnu Khuzaimah (115); Ath-Thayalisi (2002); Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh wal Al Mansukh (552); Abdurrazzaq (17132); Ibnu Majah (2578); Abu Ya'la (2882) dari berbagai jalur dari Anas.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي طَهَارَةِ الْأَرْضِ مِنَ الْبَوْلِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عِيسَى بْنِ أَبِي حَيَّةَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنَا سَمْعَانُ بْنُ مَالِكٍ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَانِهِ فَاحْتُفِرَ فَصُبَّ عَلَيْهِ دَلْوٌ مِنْ مَاءٍ. فَقَالَ الْأَعْرَابِيُّ: يَا رَسُولَ اللَّهِ الْمَرْءُ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمَّا يَعْمَلْ عَمَلَهُمْ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ». سَمْعَانُ مَجْهُولٌ
471 Abdul Wahhab bin Isa bin Abu Hayyah menceritakan ypada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa’i Muhammad bin Yazid mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Sam’an bin Malik mengabarkan kepada kami, dari Abu Wail, dari Abdullah, ia menuturkan, “Seorang badui datang lalu kencing di masjid, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk menuangkan setimba air pada bekas kencingnya. Lalu orang badui itu berkata, 'Wahai Rasulllah! Ada orang yang mencintai suatu kaum namun tidak melakukan perbuatan seperti mereka.’ Rasulullah SAW ! bersabda, ‘Seseorang itu akan bersama orang yang dicintainya' Sam’an majhul (tidak diketahui kredibilitasnya).
Sunan ad-Daruquthni (118494)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
471 : Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/78) dengan isnad pengarang; Dikeluarkan juga oleh Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/333) dari jalur Ibnu Uyainah dari Yahya bin Sa'id dari Anas secara marfu' seperti itu lalu ia menilainya lemah. Di dalam sanadnya terdapat Sam'an bin Malik, ia tidak dikenal; Ibnu Abi Hatim menyebutkan di dalam Al ‗Ilal, bahwa ia mendengar Abu Zur'ah mengatakan tentang hadits ini, "Ini munkar, tidak kuat. Ibnu Al Jauzi menilainya lemah di dalam At-Tahqiq karena keberadaan Sam'an dan Abu Hisyam Ar-Rifa'i, namun yang terakhir keliru."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي طَهَارَةِ الْأَرْضِ مِنَ الْبَوْلِ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , نا الْمُعَلَّى الْمَالِكِيُّ , عَنْ شَقِيقٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْخٌ كَبِيرٌ , فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ مَتَى السَّاعَةُ؟ , فَقَالَ: «وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟» , قَالَ: لَا وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ نَبِيًّا مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَبِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صِيَامٍ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ , قَالَ: «فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» , قَالَ: فَذَهَبَ الشَّيْخُ فَأَخَذَ يَبُولُ فِي الْمَسْجِدِ فَمَرَّ عَلَيْهِ النَّاسُ فَأَقَامُوهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعُوهُ عَسَى أَنْ يَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ» , فَصَبُّوا عَلَى بَوْلِهِ الْمَاءَ. كَذَا قَالَ يُوسُفُ: الْمُعَلَّى الْمَالِكِيُّ , الْمُعَلَّى مَجْهُولٌ
472. Abu Abdillah Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada Kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Al Mu’alla Al Maliki mengabarkan kepada kami, dari Syaqiq, dari Abdullah, ia menuturkan, “Seorang baduy datang kepada Nabi SAW, ia seorang yang sudah tua renta, lalu (berkata, ‘Wahai Muhammad, kapan terjadinya kiamat?’ Belaiu balik bertanya, 'Apa yang telah engkau persiapkan untuknya ?' Ia menjawab, ‘Tidak. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran. Aku tidak menyiapkan untuknya yang berupa besarnya shalat dan tidak pula besarnya puasa, kecuali bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.’ Beliau bersabda, "Sesungguhnya engkau akan bersama orang yang engkau cintai.’ Kemudian orang tua itu pergi, lalu ia kencing di masjid kemudian dilihat oleh orang-orang, merekapun hendak menghukumnya, lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘ Biarkanlah dia. Barangkali ia termasuk penghuni surga. Siramkanlah air pada bekas kencingnya' Demikian yang disebutkan oleh Yusuf Al Mu’alla Al Maliki. Al Mu’alla majhul (tidak diketahui kredibilitasnya).
Sunan ad-Daruquthni (118495)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
472 : Isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابٌ فِي طَهَارَةِ الْأَرْضِ مِنَ الْبَوْلِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , ثنا أَبُو دَاوُدَ السِّجِسْتَانِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ , قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الْمَلِكِ بْنَ عُمَيْرٍ , يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْقِلِ بْنِ مُقَرِّنٍ , قَالَ: قَامَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى زَاوِيَةٍ مِنْ زَوَايَا الْمَسْجِدِ فَانْكَشَفَ فَبَالَ فِيهَا , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خُذُوا مَا بَالَ عَلَيْهِ مِنَ التُّرَابِ فَأَلْقُوهُ وَأَهْرِيقُوا عَلَى مَكَانِهِ مَاءً». عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَعْقِلٍ تَابِعِيُّ , وَهُوَ مُرْسَلٌ
473. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Daud As-Sijistani menceritakan kepada kami, Musa bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Jarir bin Hazim mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar Abdul Malik bin Umair menyampaikan hadits dari Abdullah bin Ma’qil bin Muqarrin, ia menuturkan, “Seorang badui berdiri di salah satu sudut masjid, lalu ia menyingkap kainnya lalu kencing, maka Nabi SAW bersabda, ‘ Ambillah bagian tanah yang dikencinginya lalu buanglah, lalu tuangkanlah air pada bekasnya'.' Abdullah bin Ma’qil adalah seorang tabi’i. (Maka) riwayat ini mursal.
Sunan ad-Daruquthni (118496)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
473 : Isnadnya lemah lagi mursal: HR. Abu Daud (381); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/77) dari jalur pengarang. Abdullah bin Mughaffal adalah seorang tabi'in, ia meriwayatkan secara mursal, ia seorang yang tsiqah, At-Taqrib (1/453). Ahmad bin Hanbal mengatakan, "Ini hadits munkar. Abu Daud mengatakan, "Hadits ini telah diriwayatkan secara marfu', namun tidak shahih."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَأَبُو عَبْدِ اللَّهِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ بِوَاسِطَ , قَالَا: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , وَحَدَّثَنَا أَبُو الطَّيِّبِ يَزِيدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ يَزِيدَ الْبَزَّازُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , قَالَا: ثنا وَكِيعٌ , نا مِسْعَرٌ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ , عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ , عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , - وَقَالَ الْحَسَّانِيُّ -: رَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْحِ عَلَى الْخُفِّ لِلْمُسَافِرِ ثَلَاثًا إِلَّا مِنْ جَنَابَةٍ , وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ رِيحٍ ". لَمْ يَقُلْ فِي هَذَا: أَوْ رِيحٍ , غَيْرُ وَكِيعٍ , عَنْ مِسْعَرٍ
474. Ali bin Abdullah bin Mubasysyir dan Abu Ubaidultah Ahmad bin Amr bin Utsman menceritakan kepada kami di Wasith, keduanya mengatakan Ahmad bin Sinan Al Qaththan menceritakan kepada kami. Dan Abu Ath-Thayyib Yazid bin Al Hasan bin Yazid Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma’il Al Hassani mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: W aki’ menceritakan kepada kami, Mis’ar mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Abu An-Najud, dari Zirr bin Hubaisy, dari Shafwan bin Assal, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda —Al Hassani menyebutkan: Rasulullah SAW memberi rukhshah— tentang mengusap khuff, 'Bagi musafir selama tiga hari, kecuali karena junub, tapi tidak karena buang air besar, atau buang air kecil, atau buang angin (kentut)'.” Dalam hadits ini, tidak ada yang menyebutkan redaksi “atau buang angin” selain Waki’ dari Mis’ar.
Sunan ad-Daruquthni (118497)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
474 : Isnadnya hasan; HR. Ahmad (4/239-240); At-Tirmidzi (96); An-Nasa'i (1/71); Ibnu Majah (478); Ibnu Hibban (186, Mawarid); Ibnu Khuzaimah (192), semuanya meriwayatkan dari Ashim bin Abu An-Najud, yaitu Ibnu Bahdalah, ia jujur namun sering mengira-ngira, haditsnya di dalam Ash-Shahihain disertai penguat, AtTaqrib (1/383). Segolongan perawi menguatkan riwayat ini dan yang meriwayatkannya darinya lebih dari empat puluh orang.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْمُغِيرَةِ الْجَوْهَرِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ لُؤْلُؤٌ , نا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ الْخَيَّاطُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنِ الْقَاسِمِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , عَنِ الرَّجُلِ يَجِدُ بَلَلًا وَلَا يَذْكُرُ احْتِلَامًا , قَالَ: «يَغْتَسِلُ» , وَعَنِ الرَّجُلِ يَرَى أَنْ قَدِ احْتَلَمَ وَلَا يَجِدُ بَلَلًا , قَالَ: «لَا غُسْلَ عَلَيْهِ» , فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ: أَعْلَى الْمَرْأَةِ تَرَى ذَلِكَ غُسْلٌ؟ , قَالَ: «نَعَمْ إِنَّ الرِّجَالَ شَقَائِقُ النِّسَاءِ»
475. Al Abbas bin Al Abbas bin Al Mughirah Al Jauhari, Ishaq bin Ibrahim Lu'lu' mengabarkan kepada kami, Hammad bin Khalid Al Khayyath mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Umar, dari Ubaidullah bin Umar, dari Al Qasim, dari Aisyah, ia menuturkan, “Rasulullah SAW ditanya tentang seseorang yang mendapati basah namun tidak ingat kalau ia bermimpi, beliau menjawab, 'Ia harus mandi' (Lalu beliau ditanya) tentang seseorang yang bermimpi namun tidak mendapati basah, beliau menjawab, ‘tidak wajib mandi' Lalu Ummu Sulaim berkata, "Apakah wanita yang bermimpi begitu wajib mandi?" Beliau menjawab, 'Ya. Sesungguhnya laki-laki itu saudara kandung wanita'.
Sunan ad-Daruquthni (118498)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
475 : Isnadnya lemah: HR. Ahmad (6/256); Abu Daud (236), keduanya meriwayatkan dari Hammad bin Khalid. Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Umar bin Hafsh bin Ashim, ia lemah, seorang ahli ibadah, At-Taqrib (3500). Ia meriwayatkannya sendirian, dan asal hadits ini terdapat di dalam Ash-Shahih dari Ummu Sulaim.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَجَّاجِ بْنِ الْمِنْهَالِ , ثنا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ , ثنا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ , عَنْ مُصْعَبِ بْنِ شَيْبَةَ , عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ , قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ , قَالَ: سَمِعْتُ عَائِشَةَ , تَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " الْغُسْلُ مِنْ خَمْسَةٍ: مِنَ الْجَنَابَةِ , وَغُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ , وَغُسْلُ الْمَيِّتِ , وَالْغُسْلُ مِنْ مَاءِ الْحَمَّامِ ". مُصْعَبُ بْنُ شَيْبَةَ ضَعِيفٌ
476, Ahmad bm Abdullah bin Muhammad Al Waki' menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Hajjaj bin Al Minhaj menceritakan kepada kami, Yahya bin Hammad menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami, dan Abdullah bin Abu As-Safar, dari Mush’ab bin Syaibah, dari Thalq bin Habib, ia mengatakan: Aku mendengar Abdullah bin Az-Zubair mengatakan: Aku mendengar Aisyah berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Mandi dilakukan karena lima hal: Karena junub, mandi pada hari Jum'at, Metelah memandikan jenazah dan mandi karena terkena air dari pemandian'. Mush’ab bin Syaibah lemah
Sunan ad-Daruquthni (118499)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
476 : Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/300); Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/376), takhrijnay telah dikemukakan pada hadits no. 393) dengan lafazh: Al Ghuslu min arba' (mandi dari empat hal). Porosnya bertumpu pada Musha'b bin Syaibah, ia haditsnya lemah, At-Taqrib (2/252).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , قَالَا: نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ , أَنَّهُ كَانَ قَاعِدًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَصَابَ مِنِ امْرَأَةٍ لَا تَحِلُّ لَهُ فَلَمْ يَدَعْ شَيْئًا يُصِيبُهُ الرَّجُلُ مِنِ امْرَأَتِهِ إِلَّا قَدْ أَصَابَهُ مِنْهَا إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يُجَامِعْهَا؟ , فَقَالَ: «تَوَضَّأْ وُضُوءًا حَسَنًا ثُمَّ قُمْ فَصَلِّ» , قَالَ: فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الْآيَةَ {أَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ} [هود: 114]، الْآيَةُ , فَقَالُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ: أَهِيَ لَهُ خَاصَّةً أَمْ لِلْمُسْلِمِينَ عَامَّةً؟ , فَقَالَ: «بَلْ هِيَ لِلْمُسْلِمِينَ عَامَّةً». صَحِيحٌ
477. Al Husain bin Isma’il Al Mahamilik dan Abdullah bin Ja’far bin Khusyaisy menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Jarir mengabarkan kepada kami, dari Abdul Malik bin Umair, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Mu’adz bin Jabal: Bahwa ia sedang duduk di dekat Nabi SAW, lalu seorang laki-laki datang kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang seorang laki-laki yang mencumbui seorang wanita yang tidak halal baginya, dan tidak ada yang dilewatkannya yang biasa dilakukan seorang laki-laki terhadap istrinya, hanya saja ia tidak menyetubuhinya?” Beliau menjawab, “Berwudhulah dengan wudhu yang baik, lalu lahanakanlah shalat” Lalu Allah menurunkan ayat ini: “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam." Mu’adz bin Jabal menanyakan, “Apakah itu khusus bagi orang tersebut atau berlaku umum untuk semua kaum muslimin?” Beliau menjawab, “ untuk semua kaum muslimin." Shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118500)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
477 : Isnadnya lemah lagi terputus: HR. Ahmad (5/244); Al Hakim (1/135) dan ia menilainya shahih; Dikeluarkan juga oleh At-Tirmidzi (3113); Al Baihaqi (1/125); Al Wahidi di dalam Asbab An-Nuzul (181); Ibnu Al Jauzi di dalamAt-Tahqiq (1/172); Ath-Thabrani (20/277); Ath-Thabari di dalam kitab Tafsiraya (12/81); Ibnu Al Jauzi di dalamZadAlMasir (4/166), semuanya meriwayatkan dari Abdul Malik bin Umair dari Abdurrahman bin Abu Laila. At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits ini isnadnya tidak bersambung. Abdurrahman bin Abu Laila tidak mendengar dari Mu'adz, dan Mu'adz bin Jabal telah meninggal pada masa khilafah Umar, dan ketika Umar terbunuh, Abdurrahman bin Abu Laila masih kecil dan berusia enam tahun. Ia meriwayatkan dari Umar."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْفَضْلِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ يَزِيدَ الطَّرَسُوسِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عُمَرَ بْنِ سَيّْارٍ مَدِينِيُّ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنِ ابْنِ أَخِي الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «لَا تُعَادُ الصَّلَاةُ مِنَ الْقُبْلَةِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ بَعْضَ نِسَائِهِ وَيُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». خَالَفَهُ مَنْصُورُ بْنُ زَاذَانَ فِي إِسْنَادِهِ
478. Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, lsma’il bin Al Fadhl mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Isa bin Yazid Ath-Tharasusi mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Umar bin Sayyar Madini mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari putra saudaraku Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, 'Tidak perlu mengulangi shalat karena mencium. Rasulullah SAW pernah mencium sebagian istrinya lalu beliau shalat dan tidak berwudhu lagi.” Manshur bin Zadzan menyelisihinya dalam isnadnya
Sunan ad-Daruquthni (118501)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
478 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Umar bin Sayyar, ia tidak kuat. Al Uqaili mengatakan, "Haditsnya tidak ada penguatnya." Al Mizan (4/6134). Ibnu At-Turkuman mengatakan di dalam Al Jauhar (1/126), "Al Baihaqi menyebutkan di dalam Al Khilafiyyat, bahwa mayoritas perawinya hingga putra saudara Az-Zuhri tidak dikenal. Namun sebenarnya tidak demikian, bahkan sebagian besar dari mereka dikenal."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْجَرَوِيُّ , نا أَبُو حَفْصٍ التِّنِّيسِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: لَقَدْ كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُنِي إِذَا خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَمَا يَتَوَضَّأُ».
479. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syu’aib mengabarkan kepadaku, Sa’id bin Basyir menceritakan kepada kami. Dan Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarawi menceritakan kepadaku, Abu Hafsh At-Tannisi mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Basyir mengabarkan kepada kami, Manshur menceritakan kepadaku, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Nabiyullah SAW pernah menciumku ketika hendak pergi shalat, dan beliau tidak berwudhu lagi.”
Sunan ad-Daruquthni (118502)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
479 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Sa'id bin Basyir, ia lemah, At-Taqrib (2283). Ia meriwayatkannya sendirian dari Manshur dari Az-Zuhri.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعَلِيُّ بْنُ سَلْمِ بْنِ مِهْرَانَ , قَالُوا: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , عَنْ مَنْصُورِ بْنِ زَاذَانَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ. تَفَرَّدَ بِهِ سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , وَلَمْ يُتَابَعْ عَلَيْهِ وَلَيْسَ بِقَوِيٍّ فِي الْحَدِيثِ , وَالْمَحْفُوظُ عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ , وَكَذَلِكَ رَوَاهُ الْحُفَّاظُ الثِّقَاتُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , مِنْهُمْ مَعْمَرٌ , وَعُقَيْلٌ , وَابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , وَقَالَ مَالِكٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ: فِي الْقُبْلَةِ الْوُضُوءُ , وَلَوْ كَانَ مَا رَوَاهُ سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ صَحِيحًا , لَمَا كَانَ الزُّهْرِيُّ يُفْتِي بِخِلَافِهِ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
480. Abu Bakar An-Naisaburi, Al Husain bin Isma’il dan Ali Win Salm bin Mihran menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Ibrahim bin Hani' mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Bakkar mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Basyir mengabarkan kepada kami, dari Manshur bin Zadzan, dari Az-Zuhri dengan isnad ini, serupa itu, namun tidak ada yang me-mutaba'ah-nya dan ia tidak kuat dalam periwayatan hadits ini. Riwayat yang terpelihara dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah adalah: “Bahwa Nabi SAW pernah mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa.” Demikian juga yang diriwayatkan oleh para huffazh (penghafal hadits) yang tsiqah dari Az-Zuhri, di antaranya adalah Ma’mar, Uqail dan Ibnu Abi Dzi'b. Malik mengatakan: Dari Az-Zuhri, “Mencium mengharuskan wudhu.” Seandainya apa yang diriwayatkan Sa’id bin Basyir, dari Manshur, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah shahih, tentu Az-Zuhri tidak akan memberikan fatwa yang menyelesihinya. Wallahu a’lam.
Sunan ad-Daruquthni (118503)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مَالِكٌ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «مِنْ قُبْلَةِ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ الْوُضُوءُ»
481. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, bahwa ia mengatakan, “Laki-laki yang mencium istrinya harus berwudhu.”
Sunan ad-Daruquthni (118504)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
481 : Isnadnya shahih: HR. Malik (65); Dikeluarkan juga dari Abdullah bin Mas'ud.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ ثُمَّ ضَحِكَتْ». تَفَرَّدَ بِهِ حَاجِبٌ عَنْ وَكِيعٍ وَوَهِمَ فِيهِ وَالصَّوَابُ عَنْ وَكِيعٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ , وَحَاجِبٌ لَمْ يَكُنْ لَهُ كِتَابٌ إِنَّمَا كَانَ يُحَدِّثُ مِنْ حِفْظِهِ
482. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan, “Rasulullah SAW mencium salah seorang istrinya, lalu beliau shalat dan tidak berwudhu lagi. Kemudian istrinya tertawa.”
Hajib meriwayatkannya sendirian dari Waki’, dan ia telah keliru menduga. Yang benar dari Waki’ dengan isnad ini adalah: “Bahwa Nabi SAW mencium padahal beliau sedang berpuasa.” Hajib tidak mempunyai kitab catatan, ia menyampaikan hadits dari hafalannya.
Sunan ad-Daruquthni (118505)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
482 : Isnadnya hasan: Ditakhrij oleh pengarang di dalam Al ‗Ilal. Di dalam sanadnya terdapat Hajib bin Sulaiman, ia jujur namun tertuduh, At-Taqrib (1007).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْوَرَّاقُ , نا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ , نا أَبُو أُوَيْسٍ , حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا بَلَغَهَا قَوْلُ ابْنِ عُمَرَ: فِي الْقُبْلَةِ الْوُضُوءُ , فَقَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ لَا يَتَوَضَّأُ». وَلَا أَعْلَمُ حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عَلِيٍّ هَكَذَا غَيْرُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ
483. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ali bin Abdul Aziz Al Warraq mengabarkan kepada kami, Ashim bin Ali mengabarkan kepada kami, Abu Uwais mengabaikan kepada kami, Hisyam bin Urwah menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari Aisyah: Bahwa telah sampai kepadanya ucapan Ibnu Umar yang menyatakan, bahwa ciuman mengharuskan wudhu, maka Aisyah berkata, “Rasulullah SAW pernah mencium (salah seorang istrinya) padahal beliau sedang berpuasa, dan beliau tidak berwudhu lagi.”Aku tidak tahu apakah ada yang menyampaikan hadits ini dari Ashim bin Ali seperti ini selain Ali bin Abdul Aziz.
Sunan ad-Daruquthni (118506)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
483 : *Isnadnya hasan. ** Isnadnya lemah: HR. Adz-Dzahabi di dalam Al Mizan (3/5244); Diriwayatkan juga oleh Ishaq bin Rahawaih di dalam Musnadnyz. (4/77) dari jalur Baqiyyah bin Al Walid, dari Abdul Malik bin Muhammad. Abdul Malik bin Muhammad lemah. Ishaq mengatakan setelah mengemukakan riwayatnya pada hadits ini, "Aku khawatir ia keliru, karena Al Walid bin Uqbah mudallis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an." Namun terkesampingkan dari pengungkapan hadits ini oleh Ishaq.