Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ حُكْمِ الْمَاءِ إِذَا لَاقَتْهُ النَّجَاسَةُ
-
حَدَّثَنا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ شَاهِينَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدٍ , نا الْوَاقِدِيُّ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ.
16. Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sa’id bin Syahin mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Sa’d mengabarkan kepada kami, Al Waqidi mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dengan isnad ini, yang serupa dengannya.
Sunan ad-Daruquthni (118021)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
16 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya lemah karena kelemahan Muhammad bin Umar Al Waqidi, ia matruk (riwayarnya tidak dipakai) walaupun ilmunya cukup luas. At-Taqrib (2/195).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ حُكْمِ الْمَاءِ إِذَا لَاقَتْهُ النَّجَاسَةُ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ , عَنْ زَائِدَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , نَحْوَهُ
17. Ahmad bin Muhammad bin Sa’dan menceritakan kepada kami, Syu’aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Husain bin Ali mengabarkan kepada kami, dari Ali, dari Zaidah, dari Muhammad bin Ishaq, serupa itu
Sunan ad-Daruquthni (118022)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
17 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya hasan juga. Syu'aib bin Ayyub shaduq (jujur) namun kadang melakukan tadlis (penipuan ringan).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ حُكْمِ الْمَاءِ إِذَا لَاقَتْهُ النَّجَاسَةُ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ دِينَارٍ , قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَاعِيلَ التِّرْمِذِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ السُّلَمِيُّ , نا ابْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الْقَلِيبِ يُلْقَى فِيهِ الْجِيَفُ وَيَشْرَبُ مِنْهُ الْكِلَابُ وَالدَّوَابُّ , فَقَالَ: «مَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ». كَذَا رَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ , وَالْمَحْفُوظُ عَنِ ابْنِ عَيَّاشٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ.
18. Sahl bin Ahmad bin Muhammad bin Ziyad dan Umar bin Abdul Aziz bin Dinar menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Isma’il At-Tirmidzi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb As-Sulami mengabarkan kepada kami, Ibnu Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bahwa beliau ditanya tentang air sumur yang menampung kotoran dan tempat minumnya anjing serta binatang ternak, maka beliau bersabda, “Jika airnya mencapai dua qullah atau lebih, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Demikian pula diriwayatkan oleh Muhammad bin Wahb, dari Isma’il bin Ayyasy dengan isnad ini, juga riwayat yang terpelihara dari Ibnu Ayyasy, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya.
Sunan ad-Daruquthni (118023)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ حُكْمِ الْمَاءِ إِذَا لَاقَتْهُ النَّجَاسَةُ
-
وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ عَطَاءٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , نا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ خُزَيْمَةَ , نا عَلِيُّ بْنُ سَلَمَةَ اللَّبَقِيُّ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , بِذَلِكَ. وَرَوَاهُ عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَوَّامٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَكَانَ فِي هَذِهِ الرِّوَايَةِ قُوَّةٌ لِرِوَايَةِ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , وَخَالَفَهُ حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , فَرَوَاهُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ مَوْقُوفًا غَيْرَ مَرْفُوعٍ. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ عَنْ رَجُلٍ لَمْ يُسَمِّهِ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفًا أَيْضًا
19. Diriwayatkan dari Abdul Wahhab bin ‘Atha', dari Muhammad bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya, dari Nabi SAW: Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim mengabarkannya kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Khuzaimah mengabari» kepada kami, Ali bin Salamah Al-Labaqi mengabarkan kepada kami, Abdul Wahhab mengabarkan itu kepada kami. Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair bin Al Awwam meriwayatkannya dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW. Maka riwayat ini kuat, karena periwayatan Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, disampaikan oleh Ashim bin Al Mundzir Hammad bin Salamah. Berbeda dengan jalur periwayatan Hammad bin Zaid, mereka meriwayatkannya dari Ashim bin Al Mundzir, dari Abu Bakar bin Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya secara manquf dan tidak marfu Demikian juga yang diriwayatkan oleh Isma’il bin Ulayyah, dari Ashim bin Al Mudzir dari seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya, dari Ibnu Umar, secara mauquf juga.
Sunan ad-Daruquthni (118024)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ حُكْمِ الْمَاءِ إِذَا لَاقَتْهُ النَّجَاسَةُ
-
فَأَمَّا حَدِيثُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , فَحَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحَ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بُسْتَانًا فِيهِ مُقْرَاةُ مَاءٍ فِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ , فَقُلْتُ لَهُ: أَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ؟ , فَحَدَّثَنِي عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ».
20. Adapun hadits Hammad bin Salamah, dan Aflhim bui Al Mundzir, Al Husain bin lsma’il menceritakan kepadaku, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair, ia menuturkan, “Aku bersama Ubaidullah bin Abdullah bin Umar masuk ke sebuah kebun yang terdapat tong air, dan di dalam tempat air itu terdapat kulit bangkai unta, lalu ia bcrwudhu darinya, maka aku katakan kepadanya, * Apakah aku boleh bcrwudhu darinya dan di dalamnya terdapat kulit unta yang telah mati?’ Maka ia pun menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, 'Jika airnya mencapai dua atau tiga qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.
Sunan ad-Daruquthni (118026)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
20 : HR. Ath-Thabari di dalam Tahdzib Al Atsar (2/733) dari jalur Mujahid bin Musa: Yazid bin Harun menyampaikannya kepada kami. Dikeluarkan juga pada (2/732) dari jalur Waki' dari Hammad bin Salamah, di dalamnya disebutkan redaksi: "atau tiga". Diriwayatkan juga pada (2/734) dari jalur Zaid bin Al Hubab dan Hammad, dan seorang laki-laki dari Salim, ia mengatakan: Ayahku menyampaikan hadits kepadaku, bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda: lalu dikemukakan, di antaranya disebutkan redaksi "atau tiga".