Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا أَبُو الْقَاسِمِ يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْبَاقِي , نا الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , نا مُبَشِّرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَلَبِيُّ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْمَاءَ». قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ: يَعْنِي الَّذِي لَا يُسْكِرُ , كَذَا قَالَ , وَوَهِمَ فِيهِ الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ فِي مَوْضِعَيْنِ: فِي ذِكْرِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَفِي ذِكْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَقَدِ اخْتُلِفَ فِيهِ عَلَى الْمُسَيِّبِ.
231. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Abu Al Qasim Yahya bin Abdul Baqi mengabarkan kepadi kami, Al Musayyab bin Wadhih mengabarkan kepada kami Mubasysyir bin Isma’il Al Halabi mengabarkan kepada kami, dari Al Auza’i, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Perasan/rendaman sari buah adalah air wudhu bagi yang tidak menemukan air"
Abu Muhammad mengatakan, “Maksudnya adalah (perasan sari buah) yang tidak memabukkan.” Ia juga mengatakan, “Al Musayyab bin Wadhih mengira-ngira di dua tempat ketika menyebutkan Ibnu Abbas dan ketika menyebutkan Nabi SAW. Ada perbedaan riwayat pada Al Musayyab.
Sunan ad-Daruquthni (118243)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
231 : * Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/12), dan dari jalur pengarang (diriwayatkan juga) oleh Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/357) dan di dalam At-Tahqiq (1/54). Saya katakan: Al Musayyab bin Wadhih As-Sulami, menurut Abu Hatim, "Jujur namun sering keliru. Bila dikatakan darinya maka tidak diterima." Ibnu Adi mengatakan, "An-Nasa'i penah mengemukakan pendapat tentangnya, ia mengatakan, 'Orang-orang memberitahu kami tentangnya'." As-Sulami mengatakan, "Aku pernah menanyakan tentangnya kepada AdDaraquthni, ia mengatakan, "Lemah." Al Mizan (8548).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
فَحَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُظَفَّرِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ , نا الْمُسَيِّبُ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مَوْقُوفًا غَيْرَ مَرْفُوعٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ مِنْ قَوْلِ عِكْرِمَةَ غَيْرُ مَرْفُوعٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , وَالْمُسَيِّبُ ضَعِيفٌ
232. Muhammad bin Al Muzhaffar menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, Al Musayyab mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini secara mauquf tidak marfu kepada Nabi SAW. Sedangkan riwayat yang teipelihara bahwa itu adalah dari ucapan Ikrimah, tidak marfu kepada Nabi SAW dan tidak pula kepada Ibnu Abbas. Al Musayyab lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118244)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا هِقْلٌ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , قَالَ: قَالَ عِكْرِمَةُ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ لِمَنْ لَمْ يَجِدْ غَيْرَهُ»
233. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Harbi mengabarkan kepada kami, Al Hakam bin Musa mengabarkan kepada kami, Hiql mengabarkan kepada kami, dari Al Auza’i, dari Yahya bin Abu Katsir, ia berkata, “Ikrimah mengatakan, ‘Rendaman/perasan sari buah adalah air wudhu bagi yang tidak menemukan (air) lainnya’.”
Sunan ad-Daruquthni (118245)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
233 : Isnadnya hasan. Al Hiql bin Ziyad seorang perawi Tsiqah sedangkan Al Hakam bin Musa bin Abu Zuhair adalah seorang yang jujur, At-Taqrib, (1467).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ الْعَطَّارُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ , نا أَبِي , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ إِذَا لَمْ يَجِدْ غَيْرَهُ». , قَالَ الْأَوْزَاعِيُّ: إِنْ كَانَ مُسْكِرًا فَلَا يَتَوَضَّأُ بِهِ , قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: قَالَ أَبِي: كُلُّ شَيْءٍ تَحَوَّلَ عَنِ اسْمِ الْمَاءِ لَا يُعْجِبُنِي أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَيَتَيَمَّمُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِالنَّبِيذِ
234. Muhammad bin Makhlad Al Aththar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanfal mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Muslim mengabarkan kepada kami, Al Auza’i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, ia mengatakan, “Rendaman/perasan sari buah adalah (air) wudhu bila tidak menemukan (air) lainnya.” Al Auza’i mengatakan, “Bila memabukkan maka tidak boleh berwudhu dengannya.” Abdullah mengatakan, “Ayahku berkata, ‘Segala sesuatu yang namanya berubah dari sebutan air, maka aku tidak suka air itu digunakan untuk wudhu, bertayammum lebih aku sukai daripada berwudhu dengan perasan sari buah’.
Sunan ad-Daruquthni (118246)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
234 : Isnadnya hasan. Disebutkan oleh Al Haitsami di dalam Al Majma' (1/215). Ia berkata, "Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dan semua perawinya tsiqah." Dan disebutkan oleh Al Baihaqi di dalam sunannya (1/12). Yahya bin Abu Katsir, banyak sekali meriwayatkan hadits mursal dan melakukan tadlis. Ia telah menerima hadits itu secara mu'an'an akan tetapi sebelumnya telah berterus terang telah meriwayatkan hadits.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا شَيْبَانُ , عَنْ يَحْيَى , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «الْوُضُوءُ بِالنَّبِيذِ إِذَا لَمْ يَجِدِ الْمَاءِ»
235. Abu Sahi bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abu Nu’aim mengabarkan kepada kami, Syaiban mengabarkan kepada kami, dari Yahya, dari Ikrimah, ia mengatakan, “(Boleh) berwudhu dengan rendaman/ perasan sari buah bila tidak menemukan air.”
Sunan ad-Daruquthni (118247)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
235 : Isnadnya hasan.