Sunan ad-Daruquthni

كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُلُوغِ الْكَلْبِ فِي الْإِنَاءِ
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ نَجْدَةَ , نا أَبِي , نا إِسْمَاعِيلُ , قَالَ: وَثنا بِهِ أَبِي , نا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ عَمْرٍو الْحِمْصِيُّ , نا أَبِي , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ». وَهُوَ الصَّحِيحُ , هَذَا صَحِيحٌ
192. Muhammad bin Isma’il Al Farisi mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abdul Wahhab bin Najdah mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Isma’il mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Dan ayahku menceritakannya kepada kami, Ahmad bin Khalid bin Amr Al Himshi mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami dengan isnad ini dari Nabi SAW, beliau bersabda, “maka cucilah tujuh kali”. Inilah riwayat yang shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118202)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
192 : Lihat takhrij terdahulu, Ahmad bin Abdul Wahhab bin Najdah, tidak apa-apa. Ad-Daraquthni mengatakan hal itu sebagaimana disebutkan di dalam At-Tahdzib (1/58). Al Hafizh berkata, di dalam At-Taqrib, "Jujur
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُلُوغِ الْكَلْبِ فِي الْإِنَاءِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ , قَالَ: حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ , وَثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا سَعْدَانُ بْنُ نَصْرٍ , ثنا إِسْحَاقُ الْأَزْرَقُ , قَالَا: نا عَبْدُ الْمَلِكِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: «إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الْإِنَاءِ فَاهْرِقْهُ ثُمَّ اغْسِلْهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ». هَذَا مَوْقُوفٌ , وَلَمْ يَرْوِهِ هَكَذَا غَيْرُ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ عَطَاءٍ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
193. Abu Bakar menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Asbath bin Muhammad menceritakan kepada kami. Dan Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Sa’dan bin Nushr mengabarkan kepada kami, Ishaq Al Azraq menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abdul Malik mengabarkan kepada kami, dari ‘Atha, dari Abu Hurairah, ia mengatakan, “Apabila anjing menjilat pada bejana, maka tumpahkanlah, kemudian cucilah tiga kali.” Riwayat ini mauquf. Tidak ada yang meriwayatkannya selain Abdul Malik dari ‘Atha'. Wallahu a ’lam.
Sunan ad-Daruquthni (118203)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
193 : Isnadnya hasan mauquf
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُلُوغِ الْكَلْبِ فِي الْإِنَاءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , نا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا ابْنُ فُضَيْلٍ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ «أَنَّهُ كَانَ إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الْإِنَاءِ أَهْرَاقَهُ وَغَسَلَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ»
194. Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Harun bin Ishaq mengabaikan kepada kami, Ibnu Fudhail mengabarkan kepada kami, dari Abdul Malik, dari ‘Atha', dari Abu Hurairah: Bahwa apabila seekor anjing menjilat pada bejana, ia menumpahkannya dan mencucinya tiga kali.
Sunan ad-Daruquthni (118204)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
194 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , ثنا أَبُو صَالِحٍ , نا اللَّيْثُ , عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَمُرُّ بِهِ الْهِرُّ فَيُصْغِي لَهَا الْإِنَاءَ , فَتَشْرَبُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ بِفَضْلِهَا». قَالَ أَبُو بَكْرٍ: يَعْقُوبُ هَذَا أَبُو يُوسُفَ الْقَاضِي , وَعَبْدُ رَبِّهِ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ وَهُوَ ضَعِيفٌ
195. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abu Shalih mengabaikan kepada kami, Al-Laits mengabarkan kepada kami, dari Ya’qub bin Ibrahim Al Anshari, dari Abd Rabbih bin Sa’id, dari ayahnya, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Aisyah, bahwa ia menuturkan, “Ada seekor kucing yang melintas di dekat Rasulullah SAW, lalu beliau memiringkan bejana untuknya, lalu kucing itu minum (dari bejana itu), kemudian beliau berwudhu dengan air sisa minumnya.” Abu Bakar mengatakan, “Ya’qub ini adalah Abu Yusuf Al Qadhi. Abdu Rabbih adalah Abdullah bin Sa’id Al Maqburi ia lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118205)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
195 : HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/80) dengan sanad lemah. Di dalam sanadnya terdapat Al Waqidi. Akan datang pembahasannya pada nomor (215). Ia seorang yang ditingggalkan riwayatnya. Sudah disebutkan biografinya sebelum ini. Juga diriwayatkan oleh Ath-Thahawi dan Al Baihaqi (1/247) dari jalur lain: Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh Wal Mansukh (125). Menurutku, di dalam sanadnya terdapat Ya'qub bin Ibrahim Al Qadhi. Al Fallasa berkata, "Jujur, banyak berbuat keliru." Al Bukhari berkata, "Mereka meninggalkan haditsnya." Abu Hatim berkata, "Haditsnya ditulis dan para syaikhnya adalah Abdu Rabbih, Abdullah bin Sa'id Al Maqburi." Ibnu Ma'in berkata, "Tidak ada apa-apanya." Terkadang ia mengatakan, "Tidak tsiqah." Al Fallas berkata, "Haditsnya munkar, ditinggalkan." Ahmad suatu kali berkata, "Bukan demikian." Terkadang ia berkata, "Ditinggalkan." Juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di dalam Al Mu'jam Ash-Shaghir (1/227) dalam sebuah kisah, isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , أنا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ , نا هِشَامٌ , عَنْ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ «فِي سُؤْرِ الْهِرِّ يُهَرَاقُ وَيُغْسَلُ الْإِنَاءُ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ». مَوْقُوفٌ
196. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami, Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami, dari Muhammad, dari Abu Hurairah: Tentang air sisa minum kucing: “Ditumpahkan dan bejananya dicuci sekali atau dua kali.” Mauguf.
Sunan ad-Daruquthni (118206)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
196 : HR. Al Baihaqi (1/248), akan dibahas pada nomor (203).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ , عَنْ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: «إِذَا وَلَغَ الْهِرُّ فِي الْإِنَاءِ فَاهْرِقْهُ وَاغْسِلْهُ مَرَّةً»
197. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Hassan mengabarkan kepada kami, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, ia mengatakan, “Apabila seekor anjing menjilat pada bejana, maka tumpahkanlah dan cucilah satu kali.”
Sunan ad-Daruquthni (118207)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
197 : Isnadnya hasan mauquf.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: فِي الْهِرِّ يَلَغُ فِي الْإِنَاءِ , قَالَ: «اغْسِلْهُ مَرَّةً وَأَهْرِقْهُ»
198. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Ayyub, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, ia mengatakan tentang kucing yang menjilat pada bejana, “Cucilah (bejananya) satu kali dan tumpahkanlah (airnya).”
Sunan ad-Daruquthni (118208)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
198 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , وَثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , قَالَا: نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ فِي السِّنَّوْرِ إِذَا وَلَغَتْ فِي الْإِنَاءِ: «يَغْسِلُهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ». لَيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ لَيْسَ بِحَافِظٍ , وَهَذَا مَوْقُوفٌ وَلَا يَصِحُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , هَذَا أَشْبَهُ أَنَّهُ مِنْ قَوْلِ عَطَاءٍ
199. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami. Dan Ja’far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Bakar bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ulayyah mengabarkan kepada kami, dari Laits, dari ‘Atha', dari Abu Hurairah, ia mengatakan tentang kucing yang menjilat pada bejana, “(Bejananya) dicuci tujuh kali.”
Laits bin Abu Salim bukan seorang hafizh (penghafal hadits), dan riwayat ini mauquf, serta tidak benar dari Abu Hurairah. Riwayat ini lebih menyerupai ucapan dari Atha'.
Sunan ad-Daruquthni (118209)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
199 : HR. Al Baihaqi (1/248), ia berkata, "Hanya saja Ibnu Juraij dan ulama lainnya meriwayatkannya dari Atha' dari ucapannya, dan diriwayatkan dari jalur lain dari Abu Hurairah." Menurutku, mengenai Laits bin Abu Sulaim, Ahmad berkata, "Haditsnya muththarib, akan tetapi banyak orang meriwayatkan hadits darinya." Yahya dan An-Nasa'i berkata, "lemah." Ibnu Ma'in berkata, "Tidak apa-apa " Ibnu Hibban berkata, "Pada masa akhir usianya, ia sudah berubah pikun)." Akan dibahas dari jalur lain, dari Laits juga pada nomor (207).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
قَالَ جَعْفَرٌ: نا مُوسَى , قَالَ: وَثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , ثنا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , ثنا أَبُو بَكْرٍ , نا وَكِيعٌ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ , قَالَ: سَمِعْتُ عَطَاءً , يَقُولُ فِي الْهِرِّ يَلَغُ فِي الْإِنَاءِ , قَالَ: «يَغْسِلُهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ»
200. Ja’far mengatakan: Musa mengabarkan kepada kami. Ia juga mengatakan: Ja’far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, dari Al Hasan bin Ali, ia mengatakan, “Aku mendengar ‘Atha' mengatakan tentang seekor kucing yang menjilat pada bejana, ‘(Bejananya) dicuci tujuh kali’.”
Sunan ad-Daruquthni (118210)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
200 : Isnadnya hasan dari ucapan Atha‘
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
وَثنا أَبُو بَكْرٍ , نا غُنْدَرٌ , ثنا هِشَامٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: «يَغْسِلُهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً»
201. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ghundar mengabarkan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Sa’id bin Al Musayyab, ia mengatakan, “(Bejananya) dicuci dua kali atau tiga kali.”
Sunan ad-Daruquthni (118211)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
201 : Isnadnya hasan dari Sa'id bin Al Musayyab.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَمَّادُ بْنُ الْحَسَنِ , وَبَكَّارُ بْنُ قُتَيْبَةَ , قَالَا: نا أَبُو عَاصِمٍ , نا قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَهُورُ الْإِنَاءِ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ يُغْسَلُ سَبْعَ مَرَّاتٍ , الْأُولَى بِالتُّرَابِ وَالْهِرُّ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ». قُرَّةُ يَشُكُّ , قَالَ أَبُو بَكْرٍ: كَذَا رَوَاهُ أَبُو عَاصِمٍ مَرْفُوعًا , وَرَوَاهُ غَيْرُهُ عَنْ قُرَّةَ: وُلُوغُ الْكَلْبِ مَرْفُوعًا وَوُلُوغُ الْهِرِّ مَوْقُوفًا
202. Abu Bakar An-Naisaburi mengabarkan kepada kami, Hammad bin Al Hasan dan Bakkar bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Ashim mengabarkan kepada kami, Qurrah bin Khalid mengabaikan kepada kami, Muhammad bin Sirin mengabarkan kepada kami, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sucinya bejana yang dijilat anjing adalah dicuci tujuh kali, (cucian) yang pertama (dicampur) dengan tanah, (adapun yang dijilat) kucing adalah (dicuci) sekali atau dua kali’” Qurrah ragu (dalam menyebutkan “sekali” atau “dua kali”). Abu Bakar mengatakan, “Demikian yang diriwayatkan oleh Abu Ashim secara marfu'. Yang lainnya meriwayatkan dari Qurrah tentang jilatan anjing secara marfu ’ dan jilatan kucing secara mauguf.”
Sunan ad-Daruquthni (118212)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
202 : HR Al Baihaqi (1/247), takhrijnya telah disebutkan pada nomor (182).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ السُّلَمِيُّ , وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالَا: نا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا قُرَّةُ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي الْهِرِّ يَلَغُ فِي الْإِنَاءِ قَالَ: «اغْسِلْهُ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ». وَكَذَلِكَ رَوَاهُ أَيُّوبُ , عَنْ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَوْقُوفًا
203. Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yusuf As-Sulami dan Ibrahim bin Hani' mengabaikan kepada kami, keduanya mengatakan: Qurrah mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah tentang kucing yang menjilat pada bejana, ia mengatakan, “Cucilah (bejananya) sekali atau dua kali.” Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ayyub dari Muhammad, dari Abu Hurairah secara mauquf.
Sunan ad-Daruquthni (118213)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
203 : Takhrijnya telah disebutkan dari jalur lain pada nomor (191).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا عَلَّانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ , نا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , أَخْبَرَنِي خَيْرُ بْنُ نُعَيْمٍ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: «يُغْسَلُ الْإِنَاءُ مِنَ الْهِرِّ , كَمَا يُغْسَلُ مِنَ الْكَلْبِ». هَذَا مَوْقُوفٌ وَلَا يُثْبَتُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ فِي بَعْضِ أَحَادِيثِهِ اضْطِرَابٌ
204. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, ‘Allan bin Al Mughirah mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Maryam mengabarkan kepada kami, Yahya bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Khair bin Nu’aim mengabarkan kepadaku, dari Abu Az-Zubair, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia mengatakan, “Bejana (yang dijilat) kucing dicuci sebagaimana (yang dijilat) anjing.” Riwayat ini mauquf dan tidak valid dari Abu Hurairah. Pada sebagian haditsnya, Yahya bin Ayyub mudhtharib (kacau).
Sunan ad-Daruquthni (118214)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
204 : HR. Al Baihaqi (1/248) dari jalur Sa'id bin Umar, yaitu yang akan datang setelah ini. Ia berkata, "Demikianlah diriwayatkan oleh Ibnu Uqair secara mauquf. Dan diriwayatkan juga dari Ruh bin Al Faraj, dari Ibnu Uqair secara marfu', ia bukan apa-apa. Demikian juga dikatakan mengenai Yahya bin Ayyub. Juga diirwayatkan oleh Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/81) dari jalur Ruh bin Al Faraj. Menurutku, Yahya bin Ayyub seperti dikatakan oleh Ibnu Adi, "Ia menurutku seorang yang jujur." Ibnu Ma'in berkata, "Haditsnya layak." Ahmad berkata, "Hafalannya buruk." Abu Hatim berkata, "Tidak dapat dijadikan hujjah." An-Nasa'i berkata, "Tidak kuat."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ , نا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , [ص:114] عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُغْسَلُ الْإِنَاءُ مِنَ الْهِرِّ كَمَا يُغْسَلُ مِنَ الْكَلْبِ». لَا يُثْبَتُ هَذَا مَرْفُوعًا , وَالْمَحْفُوظُ مِنْ قَوْلِ أَبِي هُرَيْرَةَ وَاخْتُلِفَ عَنْهُ.
205. Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Rauh bin Al Faraj mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Uraif mengabarkan kepada kami, Yahya bin Ayyub mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Dinar, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Bejana (yang dijilat) kucing dicuci sebagaimana (yang dijilat) anjing". Ini tidak pasti marfu, Sedangkan yang terpelihara adalah bahwa ini ucapan Abu Hurairah, namun diperselisihkan bahwa ini darinya.
Sunan ad-Daruquthni (118215)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
205 : HR. Al Baihaqi (1/248); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/81). Menurutku, "Ruh bin Al Faraj seorang yang jujur.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا الْمَحَامِلِيُّ , نا الصَّاعَانِيُّ , نا ابْنُ عُفَيْرٍ , بِإِسْنَادٍ مِثْلَهُ مَوْقُوفًا
206. Al Mahamili menceritakan kepada kami, Ash-Shaghani mengabarkan kepada kami, Ibnu Ufair mengabarkan kepada kami dengan isnadnya seperti itu secara mauquf.
Sunan ad-Daruquthni (118216)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ , نا لَيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: «إِذَا وَلَغَ السِّنَّوْرُ فِي الْإِنَاءِ غُسِلَ سَبْعَ مَرَّاتٍ». مَوْقُوفٌ لَا يُثْبَتُ , وَلَيْثٌ سِيءَ الْحِفْظِ.
207. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ali bin Ashim mengabarkan kepada kami, Laits bin Abu Sulaim mengabarkan kepada kami, dari 'Atha', dari Abu Hurairah, ia mengatakan, “Apabila kucing menjilat pada bejana, maka (bejananya) dicuci tujuh kali.” Riwayat ini mauguf dan tidak valid. Laits adalah seorang yang hafalannya buruk.
Sunan ad-Daruquthni (118217)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
207 : Takhnjnya telah disebutkan pada nomor (195) dan juga telah dibicarakan dari Laits bin Abu Sulaim.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي شَيْبَةَ , نا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ لَيْثٍ , بِهَذَا مِثْلَهُ
208. Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Ibrahim Al Haibi mengabarkan kepada kami, Abu Bakar, yakni Ibnu Abi Syaibah mengabarkan kepada kami, Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami, dari Laits, riwayat ini, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118218)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , وَابْنُ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ «أَنَّهُ كَانَ يَجْعَلُ الْهِرَّ مِثْلَ الْكَلْبِ يُغْسَلُ سَبْعًا»
209. Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar dan Ibnu Juraij memberitahukan kepada kami, dari Ibnu Thawus, dari ayahnya: Bahwa ia memandang (jilatan) kucing seperti (jilatan) anjing, sehingga (masing-masing) dicuci tujuh kali.
Sunan ad-Daruquthni (118219)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
209 : Isnadnya lemah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
قَالَ: وَنا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ: قُلْتُ لِعَطَاءٍ: الْهِرُّ؟ , قَالَ: «هِيَ بِمَنْزِلَةِ الْكَلْبِ أَوْ شَرٌّ مِنْهُ»
Dan ia mengatakan: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Aku katakan kepada ‘Atha', ‘(Bagaimana dengan) kucing?’ Ia menjawab, ‘Setara dengan anjing atau lebih buruk darinya’.
Sunan ad-Daruquthni (118220)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ , نا هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ , ثنا أَبِي , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ , ح وَثنا أَبُو بَكْرٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا عَلِيُّ بْنُ مَعْبَدٍ , قَالُوا: نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ , عَنْ مُجَاهِدٍ: أَنَّهُ قَالَ فِي الْإِنَاءِ تَلِغُ فِيهِ السِّنَّوْرُ , قَالَ: «اغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ»
210. Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Hilal bin Al ‘Ala' mengabarkan kepada kami, ayahku dan Abdullah Ja’far menceritakan kepada kami (h) Abu Bakar menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, Ali bin Ma’bad mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Ubaidullah bin Amr mengabarkan kfpafo kami, dari Abdul Karim, dari Mujahid, bahwa ia mengatakan tentang bejana yang dijilat kucing "Cucilah tujuh kali"
Sunan ad-Daruquthni (118221)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
210 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , نا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ , نا حَارِثَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «كُنْتُ أَتَوَضَّأُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ وَقَدْ أَصَابَتْ مِنْهُ الْهِرَّةُ قَبْلَ ذَلِكَ»
211. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Ziyad bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Zaidah mengabarkan kepada kami, Haritsah bin Muhammad mengabarkan kepada kami, dari Amrah, dari Aisyah, ia menuturkan, “Aku dan Rasulullah SAW berwudhu dari satu bejana yang sebelumnya telah terkena (jilatan) kucing.”
Sunan ad-Daruquthni (118222)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
211 : HR. Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh Wal Mansukh (125-126); Ibnu Majah (368); Abdurrazzaq (356), di dalam sanadnya terdapat Haritsah bin Muhammad, dianggap lemah oleh Ahmad dan Ibnu Ma'in. AnNasa'i berkata, "Ditinggalkan." Al Bukhari berkata, "Hadits munkar, tidak dianggap oleh Ahmad; Al Mizan (1659).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ , نا قَيْسُ بْنُ الرَّبِيعِ , عَنِ الْهَيْثَمِ يَعْنِي الصَّرَّافَ , عَنْ حَارِثَةَ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ قَدْ أَصَابَتْ مِنْهُ الْهِرَّةُ قَبْلَ ذَلِكَ»
212. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Idris Abu Hatim Ar-Razi mengabarkan kepada kami, Amr bin Aun mengabarkan kepada kami, Qais bin Ar-Rabi’ mengabarkan kepada kami, dari Al Haitsam, yakni Ash-Sharraf, dari Haritsah, dari Amrah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Aku dan Nabi SAW mandi dari sebuah bejana yang sebelumnya telah terkena (jilatan) kucing.”
Sunan ad-Daruquthni (118223)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
212 : Lihat keterangan yang lalu. Di dalamnnya juga terdapat Haritsah, seorang perawi yang lemah; Dikeluarkan juga oleh Ibnu Syahin di dalam An-Nasikh(125-126) dari jalur Suraij bin Yunus dan Ziyad bin Ayyub, dari Ibnu Abi Za'idah, dari Kharijah, dari Umrah, dari Aisyah secara marfu'. Dan isnadnya hasan. Dan dari jalur Muhammad bin Ubaidullah dan Harun bin Abdullah, dari Abu Zaid, dari Kharijah, dari Aisyah RA seperti itu secara marfu'. Abu Zaid Al Mihzami seorang perawi yang tidak diketahui.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ أَبُو حَاتِمٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ مُسَافِعٍ الْحَجَبِيُّ , عَنْ مَنْصُورِ بْنِ صَفِيَّةَ , عَنْ أُمِّهِ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ هِيَ كَبَعْضِ أَهْلِ الْبَيْتِ» , يَعْنِي الْهِرَّ
213. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Idris Abu Hatim mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abu Ja’far Ar-Razi mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Musafi’ Al Hajabi mengabarkan kepada kami, dari Manshur bin Shafiyyah, dari ibunya, dari Aisyah RA, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya (kucing) itu tidaklah najis sebagaimana penghuni rumah (lainnya)”. Maksudnya adalah kucing.
Sunan ad-Daruquthni (118224)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
213 : HR. Ibnu Al Jauzi dalam At-Tahqiq (1/80); Al Baihaqi (1/246), di dalam sanadnya terdapat Sulaiman bin Musafi' Al Hajabi. Adz-Dzahabi di dalam Al Mizan (3/511) berkata, "Dari Manshur bin Shafiyyah, tidak dikenal dan sering membawa berita munkar."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا الْحُسَيْنُ , ثنا الرَّمَادِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ , نا الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ صَالِحِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ أُمِّهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ هِرَّةً أَكَلَتْ مِنْ هَرِيسَةٍ فَأَكَلَتْ عَائِشَةُ مِنْهَا , وَقَالَتْ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِفَضْلِهَا» رَفَعَهُ الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ صَالِحٍ , وَرَوَاهُ عَنْهُ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , وَوَقَفَهُ عَلَى عَائِشَةَ
214. Al Husain mengabarkan kepada kami, Ar-Ramadi menceritakan kepada kami, Yahya bin Bukair mengabarkan kepada kami, Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Shalih bin Dinar, dari ibunya, dari Aisyah: “Bahwa seekor kucing makan dari bubur, lalu Aisyah makan darinya, dan ia mengatakan, ‘Aku pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dengan (air) sisa (minumnya’.” Ad-Darawardi memarfukannya dari Daud bin Shalih. Hisyam bin Urwah juga meriwayatkannya darinya dan ia memauqufkannya pada Aisyah.
Sunan ad-Daruquthni (118226)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
214 : HR. Al Baihaqi (1/246-247); Abu Daud (76).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ , نا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَحْيَى , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّهُ كَانَ يُصْغِي إِلَى الْهِرَّةِ الْإِنَاءَ حَتَّى تَشْرَبَ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ بِفَضْلِهَا»
215. Al Husain bin Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar mengabarkan kepada kami, Abdul Hamid bin Imran bin Abu Anas mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Urwah, dari Aisyah, dari Nabi SAW. Dan ia mengatakan: Abdullah bin Abu Yahya mengabarkan kepada kami, dari Sa’id bin Abu Hind, dari Urwah, dari Aisyah RA, dari Nabi SAW: “Bahwa beliau memiringkan bejana ke arah kucing sehingga kucing itu dapat minum (darinya), kemudian beliau berwudhu dengan (air sisa) minumnya.“
Sunan ad-Daruquthni (118227)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
215 : Takhrijnya telah dikemukakan pada nomor (195), dari jalur Abdullah bin Abu Sa'id Al Maqburi, dari ayahnya, dari Urwah, dari Aisyah. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Al Jauzi dari jalur pengarang di sini (1/80), di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Umar, yaitu Al Waqidi, seorang yang ditinggalkan haditsnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ السَّهْمِيُّ , نا مَالِكٌ , وَثنا الْحُسَيْنُ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى , نا مَالِكٌ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ , عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدٍ , عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ , وَكَانَتْ تَحْتَ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ , أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيَّ , دَخَلَ فَسَكَبْتُ لَهُ وُضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ لِتَشْرَبَ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا أَبُو قَتَادَةَ الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ , قَالَ: فَرَآنِي [ص:118] أَنْظُرُ إِلَيْهِ , قَالَ: أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي؟ , قَالَتْ: قُلْتُ: نَعَمْ , ثُمَّ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ»
216. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Isma’il As-Sahmi mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami. Dan Al Husain mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Isa mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Humaidah binti Ubaid, dari Kabsyah binti Ka’b bin Malik yang diperistri oleh Ibnu Abi Qatadah: “Bahwa Abu Qatadah Al Anshari masuk, lalu Kabsyah menyediakan air wudhu untuknya, kemudian datanglah seekor kucing yang hendak minum dari air tersebut, maka Abu Qatadah memiringkan bejananya sehingga kucing itu bisa minum darinya. Kemudian ia melihatnya tengah memandang ke arahnya (dengan heran), maka ia berkata, 'Apa engkau merasa heran wahai putri saudaraku?’ ‘Ya.’ jawabku. Kemudian ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Sesungguhnya (kucing) itu tidaklah najis. Ia termasuk binatang-binatang yang biasa mengitari kalian.
Sunan ad-Daruquthni (118228)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
216 : HR. At-Tirmidzi (92); Malik di dalam Al Muwaththa' (1/22); Abu Daud (75); Ahmad (5/303/309); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/79); Ad-Darimi (736); An-Nasa'i (1/55); Ibnu Majah (367); Al Hakim (1/159- 160); Al Baihaqi (1/245); Al Baghawi (286); Ibnu Hibban (121-mawarid), dianggap shahih oleh Al Hakim, ia berkata, "Ia termasuk hadits yang dinilai shahih oleh Malik dan dijadikannya hujjah di dalam Al Muwaththa', disetujui oleh Adz-Dzahabi dan dianggap shahih oleh Al Bukhari, Al Uqaili, An-Nawawi, Al Baihaqi dan ulama selain mereka. Al Hafizh di dalam At-Talkhish (1/54) berkata, "Ibnu Mandah menilainya ma'lul sebab Humaidah dan bibinya, Kabsyah, termasuk orang-orang yang tidak diketahui identitasnya, dan keduanya tidak dikenal kecuali dari hadits ini saja. Al Hafizh berkata, "Ada pun ucapannya "dan keduanya tidak dikenal kecuali dari hadits ini saja", maka perlu ditanggapi bahwa Humaidah punya satu hadits lain mengenai menjawab bersin, diriwayatkan oleh Abu Daud. Keduanya juga memiliki hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim di dalam Al Ma'rifah. Sedangkan bibinya, maka Humaidah meriwayatkan darinya bersama Ishaq, anak Yahya, seorang perawi tsiqah menurut Ibnu Ma'in. Sementara Kabsyah, ada yang mengatakan, ia seorang shahabiah. Jika ini valid, maka tidak masalah ketidak tahuan akan identitasnya tersebut, wallahu a‘lam. Ibnu Daqiq Al led berkata, "Barangkali ulama yang menilainya shahih, berpedoman pada takhrij Malik. Setiap orang yang ia keluarkan riwayatnya adalah perawi Tsiqah menurut Ibnu Ma'in. Bisa jadi sebagaimana berita yang shahih darinya, jika ditempuh cara ini dalam penshahihannya -yakni takhrij Malik-. Jika tidak, maka pendapat yang dipegang adalah ucapan Ibnu Mandah." [dari At-Talkhish]
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ سُؤْرِ الْهِرَّةِ
-
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا مَسْعَدَةُ بْنُ الْيَسَعَ , عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ عَلِيًّا , سُئِلَ عَنْ سُؤْرِ السِّنَّوْرِ , فَقَالَ: «هِيَ مِنَ السِّبَاعِ وَلَا بَأْسَ بِهِ»
217. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Mas’adah bin Al Yasa’ mengabarkan kepada kami, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya: Bahwa Ali ditanya tentang bekas kucing, ia pun menjawab, “Kucing itu termasuk binatang buas. Tidak apa-apa (tidak najis).”
Sunan ad-Daruquthni (118229)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
217 : HR. Al Baihaqi (1/247); Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushannaf-nya (1/31-32), dari Ar-Rakin bin Ar-Rabi', dari bibinya (sebelah ayah), dari Al hasan, ia berkata, "Dan dari Abu Sa'id Al Jabiri, dari Ali. Al Bukhari menyebutkannya di dalam At-Tarikh Al Kabir (4/57) dari Waki' dan Ali bin Hasyim, dari Abu Adh-Dhahhak. Menurutku, Mus'idah bin Al Yasa' Al Bahili.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ ثَابِتٍ , وَقَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: نَظَرَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وُضُوءًا فَلَمْ يَجِدُوا , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَاهُنَا مَاءٌ؟» , فَأُتِيَ بِهِ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ الَّذِي فِيهِ الْمَاءُ ثُمَّ قَالَ: «تَوَضَّئُوا بِسْمِ اللَّهِ» , فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَفُورُ مِنْ بَيْنَ أَصَابِعِهِ وَالْقَوْمُ يَتَوَضَّئُونَ حَتَّى فَرَغُوا مِنْ آخِرِهِمْ. , قَالَ ثَابِتٌ: قُلْتُ لِأَنَسٍ: كَمْ تُرَاهُمْ كَانُوا؟ , قَالَ: نَحْوًا مِنْ سَبْعِينَ رَجُلًا
218. Muhammad bin Makhlad dan Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffar mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Tsabit dan Qatadah, dari Anas, ia mengatakan, “Para sahabat Rasulullah SAW mencari air wudhu, namun mereka tidak menemukan, maka Nabi SAW bersabda, ‘Bawahanlah air ke sini' Lalu dibawakanlah air kepada beliau, dan aku lihat Nabi SAW meletakkan tangannya di dalam bejana yang berisi air itu, kemudian beliau bersabda, "Berwudhulah kalian dengan menyebut nama Allah." Lalu aku melihat air memancar dari antara jari-jari beliau, maka orang-orang pun benwudhu hingga semuanya selesai.’ Tsabit mengatakan, “Aku tanyakan kepada Anas, ‘Berapa banyak mereka?' la menjawab, ‘Sekitar tujuh puluh orang’.
Sunan ad-Daruquthni (118230)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
218 : HR. Ibnu Khuzaimah (144); An-Nasa'i (1/62-63); Abu Ya'la (2/148) dari Muhammad bin Mahdi, dari Abdurrazzaq; Al Hafizh di dalam Nata'ij Al Afkar (1/33), dari jalur Muhammad bin Yahya dan Abdurrahman bin Bisyr dari Abdurrazzaq.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا مَحْمُودُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَبُو يَزِيدَ الظَّفَرِيُّ , نا أَيُّوبُ بْنُ النَّجَّارِ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا تَوَضَّأَ مَنْ لَمْ يَذْكُرِ [ص:120] اسْمَ اللَّهِ , وَمَا صَلَّى مَنْ لَمْ يَتَوَضَّأْ , وَمَا آمَنَ بِي مَنْ لَمْ يُحِبَّنِي , وَمَا أَحَبَّنِي مَنْ لَمْ يُحِبَّ الْأَنْصَارَ»
219. Ibnu Sha’id mengabarkan kepada kami, Mahmud bin Muhammad Abu Yazid Azh-Zhafari mengabarkan kepada kami, Ayyub bin An-Najjar mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah berwudhu orang yang tidak menyebut nama Allah, tidaklah shalat orang yang tidak berwudhu, tidaklah beriman kepadaku orang yang tidak mencintaiku. dan tidaklah mencintaiku orang yang tidak mencintai kaum Anshar'.”
Sunan ad-Daruquthni (118231)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
219 : HR. Al Baihaqi (1/44) pada bagian pertamanya; Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/141) pada bagian pertamanya juga; diriwayatkan oleh Adz-Dzahabi di dalam Al Mizan (8370) pada bagian pertamanya; Al Lisan (6/7). Al Hafizh di dalam Nata'ij Al Afkar (1/226) berkata, "Ini adalah hadits gharib, diriwayatkan sendirian oleh Azh-Zhafari sedangkan para perawinya dari Abu Ayub selanjutnya, semuanya dikeluarkan di dalam kitab Ash-Shahih. Akan tetapi Ad-Daraquthni berkata mengenai Azh-Zhafri, "Tidak kuat." Yahya bin Ma'in berkata, "Aku mendengar Ayyub bin An-Najjar berkata, 'Aku belum pernah mendengar dari Yahya bin Abu Katsir kecuali satu hadits, yaitu hadits 'Adam dan Musa saling mengadu argumentasi.' Berdasarkan hal ini, maka di dalam sanad tersebut terdapat inqitha' (keterputusan), jika sanad Azh-Zhafri tidak ditambahi dengan sanad yang lain." Al Baihaqi berkata seperti itu setelah meriwayatkan hadits tersebut juga. AzhZhafri adalah Mahmud bin Muhammad Azh-Zhafri. Ad-Daraquthni berkata, "Tidak kuat." Namun pendapat ini perlu diberi catatan, Al Mizan (8370); Al Baihaqi juga mengeluarkan (1/43) dari jalur Abi Tsiqal Al Mirri, dari Riyah bin Abdurrahman bin Abu Sufyan, ia berkata, 'Nenekku bercerita kepadaku dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada wuhdu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya dan tidak beriman orang yang tidak menyukai kaum Anshar.'" Kemudian berkata, "Ada yang mengatakan nama Abu Tsiqal adalah Tsumamah bin Wa'il. Ada pula yang mengatakan, 'Tsumamah bin Ma'in sedangkan nenek Rabah bernama Asma' binti Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail. Akan dibahas tentangnya secara terperinci pada hadits nomor (222/224).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُوسَى بْنِ الْعَبَّاسِ بْنِ مُجَاهِدٍ الْمُقْرِئُ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ , نا رُبَيْحُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ»
220. Ahmad bin Musa bin Al Abbas bin Mujahid Al Muqrf menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abu Amir mengabarkan kepada kami, Katsir bin Zaid mengabarkan kepada kami, Rubaih bin Abdurrahman bin Abu Sa’id mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW , beliau bersabda "Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya"
Sunan ad-Daruquthni (118232)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
220 : HR. Ibnu Majah (397); Ad-Darimi (691); Ahmad (2/41); Al Hakim (1/147); Al Baihaqi (1/43); Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushannafnya (1/2-3); Abu Ya'la (2/324); Ibnu As-Sunni di 'Amal Al Yaum Wa Allailah' (26); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/137) dan di dalam Al 'llal karyanya (1/337); Ibnu Adi (3/1024); Abu Ubaid di dalam Ath-Thuhur (55); Al Hafizh di dalam An-Nata'ij (1/230). Al Baihaqi berkata, "Seperti Ahmad bin Hanbal membaca basmalah dalam wudhu seraya berkata, 'Aku tidak mengetahui hadits yang valid dalam hal ini, yang paling kuat adalah hadits Katsir bin Zaid dari Rubaih. Sedangkan Rubaih adalah seorang yang tidak dikenal. Abu Sa'id At-Tirmidzi menyampaikan kepadaku, dari Muhammad bin Isma'il Al Bukhari bahwa ia berkata, 'Tidak ada dalam bab ini, menurut saya yang lebih baik dari hadits Rabah bin Abdurrahman.' Abu Isa berkata, 'Hadits ini diriwayatkan dari Hammad bin Salamah, dari Shadaqah, maula Abu Az-Zubair, dari Abu Tsiqal, dari Abu Bakar bin Huwaithib, dari nabi SAW. Ini hadits mursal. Syaikh berkata, 'Abu sangat tidak dikenal." Ketika mengomentari ucapan Imam Ahmad, Ibnu At-Turkumani berkata, 'Sesungguhnya Rubaih tidak dikenal.' Menurutku, yang meriwayatkan darinya adalah Fulaih bin Sulaiman, Abdul Aziz Ad-Darawardi dan Katsir bin Abdulah bin Umar. Hal itu disebutkan oleh Al Bazzar di dalam kitab Ath-Thaharah dari kitab-kitab Sunan. Abu Zur'ah berkata, Ia Syaikh yang disebut Al Mizzi di dalam kitabnya.' Ibnu Adi berkata, 'Aku berharap tidak apa-apa" Al Hakim mengeluarkannya dalam Al Mustadrak dan perawi ini mengeluarkannya dari batasan ketidatahuan. Kemudian untuk membantah pendapat Al Baihaqi, ia berkata, "Abu Tsiqal sangat tidak dikenal." Menurutku, Al Bazzar menyebutkan bahwa ia tekenal." Ibnu Al Qaththan berkata, sejumlah ulama meriwayatkan darinya, di antaranya Ibnu Harmalah, Sulaiman bin Bilal, Shadaqah bin Az-Zubair, Ad-Darawardi, Al hasan bin Abu Ja'far, Abdullah bin Abdul Azi. Hal itu dikatakan oleh Abu Hatim'." Al Hafizh di dalam An-NataHj (1/231) berkata, "Mengenai hadits ini diperselisihkan di mana terkadang disertai dengan penambahan pada sanadnya; Abdurrahman bin Harmalah, dari Abu Tsiqal Al Mirri, dari Rabah bin Abdurrahman, dari neneknya, dari ayahnya, Sa'id bin Zaid meriwayatkannya secara marfu' dengan lafazh, "Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya." Juga meriwayatkannya dari Abdurrahman, dari para sahabatnya dari jalur berikut:  Wuhaib bin Khalid, HR. Ibnu Abi Syaibah (1/3); Ahmad (6/382); Al Uqaili (1/177); Aht-Thahawi di dalam Asy-Syarh (1/26-27); Ad-Daraquthni (225); Al Baihaqi (1/43); Asy-Syasyi di dalam musnadnya (228).  Ibnu Abi Fudaik, diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni (223) dan Al Baihaqi (1/43).  Sulaiman bin Bilal, diriwayatkan oleh Abu Ubaid Al Qasim bin Sallam di dalam Ath-Thuhur (54); Ath-Thahawi (1/27) dan Al Hakim (4/60). Bisyr bin Al Mifdhal, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (25) dan Ad-Daraquthni (224).  Ya'qub bin Abdurrahman, diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni (226).  Yazid bin Iyadh, diriwayatkan oleh Ahmad (4/70) dan Ibnu Majah (398).  Al hasan bin Ja'far, diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi di dalam musnadnya (242-243). Sekelompok perawi bertentangan dengan mereka di mana mereka meriwayatkannya dari Abdurrahman bin Harmalah, dari Abu Tsiqal, dari Rabah bin Abdurrahman, dari neneknya dari nabi Muhammad SAW tanpa menyebut 'ayahnya.' Ad-Daraquthni di dalam Al ‗Ilal sebagaimana dalam Talkhish Al Habir (1/58), "diperselisihkan, Wuhaib bin Bisyr Al Mifdhal dan banyak ulama lain lagi yang mengatakan seperti ini. Hafsh bin Maisarah, Abu Ma'syar dan ishaq Ishaq bin Hazim dari Ibnu Harmalah, dari Abu Tsiqal, dari Rabah, dari neneknya bahwa ia telah mendengar, namun tidak menyebutkan ayahhnya." Menurutku, Hafizh, ayah dari nenek Rabah dalam musand (4/70) (4/382) Ad-Daraquthni berkata mengenai Al ‗Ilal sebagaimana dinukil oleh Al Hafizh di dalam At-Talkhis (1/85), "Dan diriwayatkan juga oleh Al Mawardi dari Abu Tsiqal, dari Rabah, dari Ibnu Tsauban secara mursal.'" Dikeluarkan juga oleh Ath-Thahawi dalam Asy-Syarh (1/27) secara bersambung dari jalur Ad-Darawardi, dari Ibnu Harmalah dari Abu Tsiqal, dari Rabah bin Abdurrahman, dari Ibnu Tsauban, dari Abu Hurairah secara marfu'. Ad-Daraquthni juga mengatakan dalam Al ‗Ilal sebagaimana disebutkan di dalam At-Talkhish (1/85). Juga diriwayatkan oleh Shadaqah, maula Alu Az-Zubair, dari Abu Tsiqal, dari Abu Bakar bin Huwathib secara mursal. Abu Bakar bin Huwaithib adalah Rabah yang disebutkan sebelumnya. Hal ini dikatakan oleh At-Tirmidzi." Riwayat Shadaqah dikeluarkan oleh Ad-Dulabi di dalam Al Kuna (1/120) dari jalur Hammad bin Salamah, dari shadaqah, dan ia memang membenarkan hal ini. Ad-Daraquthni mengatakan mengenainya, ia seorang perawi yang tidak diketahui."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُنَادِي , نا أَبُو بَدْرٍ , نا حَارِثَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ , وَنا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْعَلَاءِ , نا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا جَعْفَرٌ الْأَحْمَرُ , عَنْ حَارِثَةَ بْنِ أَبِي الرِّجَالِ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا مَسَّ طَهُورَهُ يُسَمِّي اللَّهَ». وَقَالَ أَبُو بَدْرٍ: كَانَ يَقُومُ إِلَى الْوُضُوءِ فَيُسَمِّي اللَّهَ ثُمَّ يُفْرِغُ الْمَاءَ عَلَى يَدَيْهِ
221. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaidullah bin Al Munadi mengabarkan kepada kami. Abu Badr mengabarkan kepada kami, Haritsar bin Muhammad mengabarkan kepada kami. Dan Ahmad bin Ali bin Al ‘Ala' mengabarkan kepada kami, Abu Ubaidah bin Abu As-Safal mengabarkan kepada kami, Abu Ghassan mengabarkan kepada kami, Ja’far Al Ahmad mengabarkan kepada kami, dari Haritsah bin Abu Ar-Rijal, dari Amrah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau menyentuh air wudhunya, beliau menyebut nama Allah." Abu Badr menyebutkan: “(Apabila) beliau hendak berwudhu, maka beliau menyebut nama Allah, kemudian menuangkan air ke tangannya.”
Sunan ad-Daruquthni (118233)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
221 : HR. Ibnu Adi (2/616); Al Bazzar (261, Kasyf); Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushannafhya (1/3); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/143); Al Hafizh di dalam An-Nata'ij (1/231). Ia menyebutkan, "Hadits ini gharib (langka/janggal), diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Kuraib dari Yahya bin Zakariyya. Dikeluarkan juga oleh Ahmad, Ishaq dan Ibnu Abi Syaibah di dalam Musnad-Musnad mereka dari berbagai jalur dari Haritsah." Saya katakan: Saya tidak melihatnya pada riwayat Ibnu Majah, Ahmad maupun Ishaq, dan dia (Al Hafizh) tidak menyandarkannya pada mereka di dalam Al Mathalib. Begitu pula Al Haitsami di dalam Al Majma' tidak menyandarkannya Ahmad. Sedangkan Haritsah bin Muhammad bin Abu Ar-Rijal lemah. Al Bukhari mengatakan, "Haditsnya munkar." Abu Hatim mengatakan, "Ia lemah. Haditsnya munkar." Biografinya telah dikemukakan sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , وَيَحْيَى بْنُ صَاعِدٍ , نا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ , عَنْ أَبِي ثِفَالٍ الْمُرِّيِّ , أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَبَاحَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حُوَيْطِبٍ , يَقُولُ: أَخْبَرَتْنِي جَدَّتِي , عَنْ أَبِيهَا , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ , وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ مَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِي , وَلَا يُؤْمِنُ بِي مَنْ لَمْ يُحِبَّ الْأَنْصَارَ». قَالَ ابْنُ صَاعِدٍ: يُقَالُ أَنَّ أَبَاهَا سَعِيدَ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ .
222. Abu Bakar An-Naisaburi mengabarkan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik mengabarkan kepada kami. Dan Yahya bin Sha’id mengabarkan kepada kami, Salamah bin Syabib mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Harmalah mengabarkan kepada kami, dari Abu Tsifal Al Murri, bahwa ia mengatakan: Aku mendengar Rabah bin Abdurrahman bin Abu Sufyan bin Huwathib mengatakan: Nenekku mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta'ala padanya (saat berwudhu), tidak beriman kepada Allah orang yang tidak beriman kepadaku, dan tidak beriman kepadaku orang yang tidak mencintai kaum Anshar.” Ibnu Sha’id mengatakan, “Bahwa ayahnya adalah Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail.”
Sunan ad-Daruquthni (118234)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
222 : HR. Al Baihaqi (1/43). Lihat komentar atas hadits ini pada nomor (220).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا الْمَحَامِلِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , قَالَا: نا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ
223. Al Mahamili dan Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Harun bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik mengabarkan kepada kami dengan isnadnya, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118235)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
223 : Lihat takhrij sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ الْحَضْرَمِيُّ , نا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ , نا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ , عَنْ أَبِي ثِفَالٍ , عَنْ رَبَاحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حُوَيْطِبٍ , أَنَّهُ سَمِعَ جَدَّتَهُ , تُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهَا , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا صَلَاةَ إِلَّا بِوَضُوءٍ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ , وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِي , وَلَا يُؤْمِنُ بِي مَنْ لَا يُحِبُّ الْأَنْصَارَ»
224. Abu Hamid Muhammad bin Harun Al HadferaR* menceritakan kepada kami, Nashr bin Ali mengabarkan kepada SOM, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, dan Abdurrahman bin Harmalah, dari Abu Tsifal, dari Rabah ba Abdurrahman bin Abu Sufyan bin Huwathib, bahwa ia meadeapr neneknya menyampaikan dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu. tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta‘ala padanya (saat berwudhu). Dan tidak beriman kepada Allah orang yang tidak beriman kepadaku, dan tidak beriman kepadaku orang yang tidak mencintai kaum Anshar”
Sunan ad-Daruquthni (118236)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
224 : Lihat komentar atas hadits ini pada nomor (220)
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا ابْنُ زَنْجُوَيْهِ أَبُو بَكْرٍ , نا عَفَّانُ , نا وُهَيْبٌ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ , أَنَّهُ قَالَ: سَمِعَ أَبَا ثِفَالٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَبَاحَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حُوَيْطِبٍ , يَقُولُ: حَدَّثَتْنِي جَدَّتِي , أَنَّهَا سَمِعَتْ أَبَاهَا , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ» , الْحَدِيثَ
225. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami. Ibnu Zanjawaih Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Wuhaib mengabarkan kepada kami. Abdurrahman bin Harmalah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, bahwa ia mendengar Abu Tsifal mengatakan: Aku mendengar Rabah bin Abdurrahman bin Abu Sufyan bin Huwathib mengatakan: Nenekku menceritakan kepadaku, bahwa ia mendengar ayahnya mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda. ‘ Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya (saat berwudhu)'." Al hadits.
Sunan ad-Daruquthni (118237)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
225 : Lihat komentar sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا ابْنُ زَنْجُوَيْهِ , نا أَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ حَرْمَلَةَ حَدَّثَهُ , عَنْ أَبِي ثِفَالٍ الْمُرِّيِّ , عَنْ رَبَاحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ جَدَّتِهِ , أَنَّهَا سَمِعَتْ أَبَاهَا سَعِيدِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ».
226. Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ibnu Zanjawaih mengabarkan kepada kami, Ashbagh bin Al Faraj mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Ya’qub bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku, bahwa Abdurrahman bin Hamalah menceritakan kepadanya, dari Abu Tsifal Al Murri, dari Rabah bin Abdurrahman, dari neneknya, bahwa ia mendengar ayahnya, yakni Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail, mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah"
Sunan ad-Daruquthni (118238)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
226 : Lihat komentar sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا مُسَدَّدٌ , نا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , عَنِ ابْنِ حَرْمَلَةَ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ
227. Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrhaim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Musaddad mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Hamalah dengan isnadnya, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118239)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
227 : Lihat komentar sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الشَّوْكِ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُكْرَمٍ , نا يَحْيَى بْنُ هَاشِمٍ , وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , وَثنا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سِنِينَ , قَالَا: نا يَحْيَى بْنُ هَاشِمٍ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ شَقِيقٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا تَطَهَّرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهَ؛ فَإِنَّهُ يُطَهِّرُ جَسَدَهُ كُلَّهُ , وَإِنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ فِي طُهُورِهِ لَمْ يَطْهُرْ مِنْهُ إِلَّا مَا مَرَّ عَلَيْهِ الْمَاءُ , فَإِذَا فَرَغَ مِنْ طُهُورِهِ فَلْيَشْهَدْ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ». يَحْيَى بْنُ هِشَامٍ ضَعِيفٌ
228. Al Hasan bin Ahmad bin Abu Asy-Syauk menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Makram mengabarkan kepada kami, Yahya bin Hasyim mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib mengabarkan kepada kami. Dan Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Sunain mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Yahya bin Hasyim mengabarkan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami, dari Syaqiq, dari Abdullah, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian bersuci, maka hendaklah ia menyebut nama Allah, karena hal itu dapat menyucikan semua tubuhnya. Namun bila ia tidak menyebut nama Allah ketika bersucinya, maka tidak ada yang suci darinya kecuali yang dilalui oleh air. Dan bila telah selesai bersuci, hendaklah ia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusan-Nya [yakni mengucapkan Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan ‘abuduhu wa rasuuluh]. Bila ia mengucapkan itu, maka akan dibukakanlah untuknya pintu-pintu langit.”
Sunan ad-Daruquthni (118240)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
228 : Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/44). Ia mengatakan, "Ini lemah. Aku tidak mengetahui perawi lain yang meriwayatkan dari Al A'masy selain yahya bin Hasyim. Sedangkan Yahya bin Hasyim riwayatnya ditinggalkan. Ia juga telah meriwayatkannya dari Ibnu Umar dari jalur lainnya." Saya katakan: Yahya bin Hasyim As-Simsar dinilai dusta oleh Ibnu Ma'in. Sementara An-Nasa'i dan yang lainnya mengatakan, "Ia, riwayatnya ditinggalkan." Ibnu Adi mengatakan, "Di Baghdad ia pernah memalsukan hadits dan mencuri hadits." Al Mizan (9643). Disebutkan oleh Al Hafizh di dalam An-Nata'ij (1/236).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الزُّهَيْرِيُّ نا مِرْدَاسُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ , عَنْ أَيُّوبَ بْنِ عَائِذٍ الطَّائِيِّ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ وَذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ تَطَهَّرَ جَسَدُهُ كُلُّهُ , وَمَنْ تَوَضَّأَ وَلَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ لَمْ يَتَطَهَّرْ إِلَّا مَوْضِعُ الْوُضُوءِ»
229. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami. Abu Bakar Muhammad bin Abdullah Az-Zuham mengabarkan kepada kami, Mirdas bin Muhammad bin Abdullah bin Abu Burdah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Aban mengabarkan kepada kami, dari Ayyub bin A'idz Ath-Thai, dari Mujahid, dan Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa berwudhu dan menyebut nama Allah, maka ia telah menyucikan semua tubuhnya. Dan barangsiapa berwudhu tanpa menyebut nama Allah, maka ia tidak menyucikan kecuali bagian wudhunya',”
Sunan ad-Daruquthni (118241)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
229 : Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/45); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/142); Al Hafizh di dalam Nataij Al Afkar (1/227), semuanya meriwayatkan dari jalur pengarang. Al Hafizh mengatakan, "Ini hadits gharib (langka). Midras meriwayatkannya sendirian. Ia dari anaknya Abu Musa Al Asy'ari. Dinilai lemah oleh sejumlah ahli hadits dan disinggung oleh Ibnu Hibban di dalam Ats-Tsiqat, ia mengatakan, "Ia meriwayatkan yang langka dan sendirian. Namun perawi lainnya (dalam sanad ini) adalah orang-orang tsiqah." Saya katakan: Midras bin Muhammad bin Abdullah, menurut Adz-Dzahabi di dalam Al Mizan (8414), "Aku tidak mengenalnya. Khabarnya munkar mengenai membaca basmalah ketika berwudhu." Saya katakan, "Mungkin yang dimaksud adalah khabar ini."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا هِشَامُ بْنُ بَهْرَامَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَكِيمٍ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَلَى وُضُوئِهِ كَانَ طَهُورًا لِجَسَدِهِ» , قَالَ: «وَمَنْ تَوَضَّأَ وَلَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَى وُضُوئِهِ كَانَ طَهُورًا لِأَعْضَائِهِ»
230. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Bahram mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Hakim mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Muhammad, dari Nafi1, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berwudhu lalu menyebut nama Allah pada wudhunya, maka akan menjadi penyuci bagi tubuhnya, Beliau juga bersabda, 'Dan barangsiapa berwudhu tanpa menyebut Allah pada wudhunya, maka hanya menjadi penyuci bagi anggota wudhunya'
Sunan ad-Daruquthni (118242)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
230 : Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/44), ia mengatakan, "Ini juga lemah. Abu Bakar Ad-Dahiri tidak tsiqah menurut para ahli hadits. Ia juga meriwayatkan dari jalur lainnya dari Abu Hurairah secara marfu'." Al Hafidz menyebutnya di dalam An-Nata'ij (1/236, 237) dan menilainya lemah. Saya katakan: Abu Bakar AdDahiri adalah Abdullah bin Hakim, menurut Ibnu Ma'in, "Bukan tsiqah." Demikian juga yang dikatakan oleh An-Nasa'i, sementara Ahmad mengatakan, "Ia tidak dianggap. Dinilai dusta oleh Al Jurjani." Al Mizan (4276). Al Hafizh mengatakan di dalam An-Nata 'ij, "Haditsnya ditinggalkan."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا أَبُو الْقَاسِمِ يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْبَاقِي , نا الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , نا مُبَشِّرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَلَبِيُّ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْمَاءَ». قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ: يَعْنِي الَّذِي لَا يُسْكِرُ , كَذَا قَالَ , وَوَهِمَ فِيهِ الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ فِي مَوْضِعَيْنِ: فِي ذِكْرِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَفِي ذِكْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَقَدِ اخْتُلِفَ فِيهِ عَلَى الْمُسَيِّبِ.
231. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Abu Al Qasim Yahya bin Abdul Baqi mengabarkan kepadi kami, Al Musayyab bin Wadhih mengabarkan kepada kami Mubasysyir bin Isma’il Al Halabi mengabarkan kepada kami, dari Al Auza’i, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Perasan/rendaman sari buah adalah air wudhu bagi yang tidak menemukan air"
Abu Muhammad mengatakan, “Maksudnya adalah (perasan sari buah) yang tidak memabukkan.” Ia juga mengatakan, “Al Musayyab bin Wadhih mengira-ngira di dua tempat ketika menyebutkan Ibnu Abbas dan ketika menyebutkan Nabi SAW. Ada perbedaan riwayat pada Al Musayyab.
Sunan ad-Daruquthni (118243)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
231 : * Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/12), dan dari jalur pengarang (diriwayatkan juga) oleh Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/357) dan di dalam At-Tahqiq (1/54). Saya katakan: Al Musayyab bin Wadhih As-Sulami, menurut Abu Hatim, "Jujur namun sering keliru. Bila dikatakan darinya maka tidak diterima." Ibnu Adi mengatakan, "An-Nasa'i penah mengemukakan pendapat tentangnya, ia mengatakan, 'Orang-orang memberitahu kami tentangnya'." As-Sulami mengatakan, "Aku pernah menanyakan tentangnya kepada AdDaraquthni, ia mengatakan, "Lemah." Al Mizan (8548).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
فَحَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُظَفَّرِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ , نا الْمُسَيِّبُ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مَوْقُوفًا غَيْرَ مَرْفُوعٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ مِنْ قَوْلِ عِكْرِمَةَ غَيْرُ مَرْفُوعٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , وَالْمُسَيِّبُ ضَعِيفٌ
232. Muhammad bin Al Muzhaffar menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, Al Musayyab mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini secara mauquf tidak marfu kepada Nabi SAW. Sedangkan riwayat yang teipelihara bahwa itu adalah dari ucapan Ikrimah, tidak marfu kepada Nabi SAW dan tidak pula kepada Ibnu Abbas. Al Musayyab lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118244)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا هِقْلٌ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , قَالَ: قَالَ عِكْرِمَةُ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ لِمَنْ لَمْ يَجِدْ غَيْرَهُ»
233. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Harbi mengabarkan kepada kami, Al Hakam bin Musa mengabarkan kepada kami, Hiql mengabarkan kepada kami, dari Al Auza’i, dari Yahya bin Abu Katsir, ia berkata, “Ikrimah mengatakan, ‘Rendaman/perasan sari buah adalah air wudhu bagi yang tidak menemukan (air) lainnya’.”
Sunan ad-Daruquthni (118245)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
233 : Isnadnya hasan. Al Hiql bin Ziyad seorang perawi Tsiqah sedangkan Al Hakam bin Musa bin Abu Zuhair adalah seorang yang jujur, At-Taqrib, (1467).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ الْعَطَّارُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ , نا أَبِي , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ إِذَا لَمْ يَجِدْ غَيْرَهُ». , قَالَ الْأَوْزَاعِيُّ: إِنْ كَانَ مُسْكِرًا فَلَا يَتَوَضَّأُ بِهِ , قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: قَالَ أَبِي: كُلُّ شَيْءٍ تَحَوَّلَ عَنِ اسْمِ الْمَاءِ لَا يُعْجِبُنِي أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَيَتَيَمَّمُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِالنَّبِيذِ
234. Muhammad bin Makhlad Al Aththar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanfal mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Muslim mengabarkan kepada kami, Al Auza’i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, ia mengatakan, “Rendaman/perasan sari buah adalah (air) wudhu bila tidak menemukan (air) lainnya.” Al Auza’i mengatakan, “Bila memabukkan maka tidak boleh berwudhu dengannya.” Abdullah mengatakan, “Ayahku berkata, ‘Segala sesuatu yang namanya berubah dari sebutan air, maka aku tidak suka air itu digunakan untuk wudhu, bertayammum lebih aku sukai daripada berwudhu dengan perasan sari buah’.
Sunan ad-Daruquthni (118246)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
234 : Isnadnya hasan. Disebutkan oleh Al Haitsami di dalam Al Majma' (1/215). Ia berkata, "Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dan semua perawinya tsiqah." Dan disebutkan oleh Al Baihaqi di dalam sunannya (1/12). Yahya bin Abu Katsir, banyak sekali meriwayatkan hadits mursal dan melakukan tadlis. Ia telah menerima hadits itu secara mu'an'an akan tetapi sebelumnya telah berterus terang telah meriwayatkan hadits.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا شَيْبَانُ , عَنْ يَحْيَى , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «الْوُضُوءُ بِالنَّبِيذِ إِذَا لَمْ يَجِدِ الْمَاءِ»
235. Abu Sahi bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abu Nu’aim mengabarkan kepada kami, Syaiban mengabarkan kepada kami, dari Yahya, dari Ikrimah, ia mengatakan, “(Boleh) berwudhu dengan rendaman/ perasan sari buah bila tidak menemukan air.”
Sunan ad-Daruquthni (118247)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
235 : Isnadnya hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْمُبَارَكِ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْمَاءَ»
236. Ja’far bin Muhammad Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa’id mengabarkan kepada kami, dari Ali bin Al Mubarak, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, ia mengatakan, “Rendaman/perasan sari buah adalah (sarana) wudhu bagi yang tidak menemukan air.”
Sunan ad-Daruquthni (118248)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
236 : Isnadnya hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا أَبُو تُمَيْلَةَ , عَنْ عِيسَى بْنِ عُبَيْدٍ , قَالَ: سَمِعْتُ عِكْرِمَةَ , وَسُئِلَ عَنِ الرَّجُلِ لَا يَقْدِرُ عَلَى الْمَاءِ قَالَ: «يَتَوَضَّأُ بِالنَّبِيذِ»
237. Abu Sahi bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Um^ mengabarkan kepada kami, Abu Tumailah mengabarkan kepada kami dari Isa bin Ubaid, ia mengatakan, “Aku mendengar lkrimah ditanya tentang seseorang yang tidak mendapatkan air (untuk berwudhu ia mengatakan, 'Hendaknya berwudhu dengan rendaman/perasan sari buah "
Sunan ad-Daruquthni (118249)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
237 : Isnadnya hasan. Isa bin Ubaid bin Malik Al Kindi, seorang yang jujur, At-Taqrib (5325).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ , نا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَرَّرٍ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «النَّبِيذُ وُضُوءٌ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْمَاءَ». ابْنُ مُحَرَّرٍ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ
238. Abu Sahi bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Haibi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abu Bakar Al Hanafi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muharrar mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari lkrimah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, “Rendaman/perasan sari buah adalah (air) wudhu bagi yang tidak menemukan air.” Ibnu Muharrar matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan).
Sunan ad-Daruquthni (118250)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
238 : Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Muharrar. As-Sakhawi berkata, "Ia perawi hadits munkar." An-Nasa'i berkata, "Haditsnya ditinggalkan." Biografinya ada di dalam Al Majruhin (2/22); Al Jarh wa At-Ta'dil (5/176); At-Tarikh Al Kabir (5/212); Ash-Shaghir (67); Al Mizan (2/500); Lisan Al Mizan (7/269); Adh-Dhu'afa karya An-Nasa-i (348); Al Kasyif{21/10); At-Taqrib (1/445).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا السَّرِيُّ بْنُ سَهْلٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رُشَيْدٍ , نا أَبُو عُبَيْدَةَ مَجَاعَةُ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ مَاءً وَوَجَدَ النَّبِيذَ فَلْيَتَوَضَّأْ بِهِ». أَبَانُ هُوَ ابْنُ أَبِي عَيَّاشٍ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ , وَمَجَاعَةُ ضَعِيفٌ , وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ رَأَى عِكْرِمَةَ غَيْرَ مَرْفُوعٍ
239. Abdul Baqi bin Qani' mengabarkan kepada kami. As-Sari bin Sahl Al Jundaisaburi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Abu Ubaidah Maja'ah mengabarkan kepada kami, dari Aban, dan Ikrimah, dan Ibnu Abbaa, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Jika seseorang di antara kalian tidak menemukan air dan ia (hanya) menemukan rendaman/perasan sari buah. maka hendaklah ia berwudhu dengannya'.
Aban adalah Ibnu Abi Ayyasy, ia matrukul hadits (hadasnya ditinggalkan) dan Maja’ah lemah. Adapun yang terpelihara adalah pendapat Ikrimah, bahwa riwayat itu tidak marfu.
Sunan ad-Daruquthni (118251)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
239 : Isnadnya sangat lemah. HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/55) dari jalur pengarang dan di dalam Al ‗Ilal (1/307). Al Baihaqi menyiratkan hal itu (1/12), di dalam sanadnya terdapat Aban bin Abu 'Ayyasy. Yahya bin Ma'in (berkata): seorang yang ditinggalkan haditsnya. Terkadang ia mengatakan, "Lemah." AnNasa'i berkata, "Ditinggalkan haditsnya." Ahmad berkata, "Ditinggalkan haditsnya"; Al Mizan (15) dan kelompok lemah. Al Mizan (68-70).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو الْحَسَنِ الْمِصْرِيُّ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاعِظُ , نا أَبُو الزِّنْبَاعِ رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ , نا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , حَدَّثَنِي قَيْسُ بْنُ الْحَجَّاجِ , عَنْ حَنَشٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ , أَنَّهُ وَضَّأَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ بِنَبِيذٍ , فَتَوَضَّأَ بِهِ وَقَالَ: «شَرَابٌ وَطَهُورٌ». ابْنُ لَهِيعَةَ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ , وَقِيلَ: إِنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ لَمْ يَشْهَدْ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ , كَذَلِكَ رَوَاهُ عَلْقَمَةُ بْنُ قَيْسٍ , وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَغَيْرُهُمَا عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: مَا شَهِدْتُ لَيْلَةَ الْجِنِّ.
240. Abu Al Hasan Al Mishri menceritakan kepada kami, Ali bin Muhammad Al Wa’idz mengabarkan kepada kami, Abu Az- Zinba’ Rauh bin Al Faraj mengabarkan kepada kami, Yahya bin Bukair mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah mengabarkan kepada kami, Qais bin Al Hajjaj mengabarkan kepadaku, dari Hanasy, dari Ibnu Abbas, dari Ibnu Mas’ud: Bahwa ia menyiapkan air wudhu Nabi SAW pada malam peristiwa jin yang berupa rendaman/perasan sari buah, lalu beliau berwudhu dengannya, dan beliau bersabda, “(Ini adalah) minuman dan sarana bersuci'
Hadits Ibnu Lahi’ah tidak dapat dijadikan argumen. Ada yang mengatakan, bahwa Ibnu Mas’ud tidak ikut bersama Nabi SAW pada malam jin. Demikian juga yang diriwayatkan oleh Alqamah bin Qais, Abu Ubaidah bin Abdullah dan yang lainnya darinya, bahwa ia mengatakan, “Aku tidak menyaksikan malam jin.”
Sunan ad-Daruquthni (118252)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
240 : Isnadnya lemah. HR. Ahmad (1/398); Ath-Thabrani di dalam Al Kabir (10/77); Ibnu Majah (385); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/52), semuanya meriwayatkannya dari Ibnu Lahi'ah. Di dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi'ah, ia lemah. Biografinya telah dibahas sebelumnya. Lihat pula Adh-Dhu'afa' AshShaghir karya Al Bukhari (190); Al Kabir (5/182); Al Majruhin (2/11); Al Kasyif (2/109); Al Mizan (2/475); At-Tahdzib (5/373); At-Taqrib (1/444). Hanasy adalah Husain bin Qais, menurut Ahmad, "Haditsnya ditinggalkan." Abu Zur'ah dan Ibnu Ma'in mengatakan, "Ia lemah." Al Bukhari mengatakan, "Haditsnya tidak boleh ditulis." An-Nasa'i mengatakan, "Bukan seorang yang tsiqah" Biografinya dicantumkan di dalam Al Kabir (2/393); Adh-Dhu'afa" wa Al Matrukin (34); Ash-Shaghir (80); Al Majruhin (1/242); Al Kasyif (1/172); Al Mizan (1/546); At-Taqrib (1/178); At-Tahdzib (2/364). Lain dari itu, peristiwa ini diingkari oleh Ibnu Mas'ud sebagaimana yang tercantum pada riwayat Muslim (450) yang akan dikemukakan berikutnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا أَبُو الْحُسَيْنِ بْنُ قَانِعٍ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُصَفًّى , نا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الْحِمْصِيُّ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَجَّاجِ , عَنْ حَنَشٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ , أَنَّهُ خَرَجَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَعَكَ مَاءٌ يَا ابْنَ مَسْعُودٍ؟» , فَقَالَ: مَعِيَ نَبِيذٌ فِي إِدَاوَةٍ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صُبَّ عَلَيَّ مِنْهُ» , فَتَوَضَّأَ , وَقَالَ: «هُوَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ». تَفَرَّدَ بِهِ ابْنُ لَهِيعَةَ وَهُوَ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ
241. Abu Al Husain bin Qani’ mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Mushaffa mengabarkan kepada kami, Utsman bin Sa’id Al Himshi mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah mengabarkan kepada kami, dari Qais bin Al Hajjaj, dari Hanasy, dari Ibnu Abbas, dari Ibnu Mas’ud: Bahwa ia keluar bersama Nabi SAW pada malam jin, lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau membawa air wahai Ibnu Mas’ud?’ Ia menjawab, ‘Aku hanya membawa rendaman/perasan sari buah di dalam kantong air. Rasulullah SAW pun bersabda, ‘Tuangkanlah kepadaku darinya Lalu beliau berwudhu, dan beliau bersabda, ‘ini adalah minuman dan alat bersuci.” Ibnu Lahi’ah meriwayatkannya sendirian. Ia lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118253)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
241 : Isnadnya lemah. Lihat takhrij sebelumnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا أَبُو الْأَشْعَثِ , نا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , نا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدَ , عَنْ عَامِرٍ , عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ قَيْسٍ , قَالَ: قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ: أَشَهِدَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ مِنْكُمْ لَيْلَةَ أَتَاهُ دَاعِي الْجِنِّ؟ , قَالَ: «لَا». هَذَا الصَّحِيحُ عَنِ ابْنِ مَسْعُودِ
242. Abu Muhammad bin Sha’id mengabarkan kepada kami, Abu Al Asy’ats mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, Daud bin Abu Hind mengabarkan kepada kami, dari Amir bin Alqamah bin Qais, ia mengatakan, “Aku tanyakan kepada Abdullah bin Mas’ud, 'Apakah ada orang lain dari kalian yang ikut menyaksikan Rasulullah SAW pada malam beliau didatangi oleh para jin?’ Ia menjawab, 'Tidak ada’.” Ini shahih dari Ibnu Mas’ud.
Sunan ad-Daruquthni (118254)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
242 : HR. Muslim dalam Ash-Shalah (150); Abu Daud (39); Ahmad (1/280-Al Fath); Ibnu Khuzaimah (82), semuanya dari jalur Daud bin Abu Hind, dari Amir.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا ابْنُ مَنِيعٍ , نا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ , أنا شُعْبَةُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ , قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي عُبَيْدَةَ: حَضَرَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ لَيْلَةَ الْجِنِّ؟ قَالَ: «لَا»
243. Ibnu Mani' mengabarkan kepada kami, Ali bin Al Ja'd mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Murrah, ia mengatakan "Aku tanyakan kepada Abu Ubaidah, 'Apakah Abdullah bin Mas'ud ikut hadir pada malam jin ?". Ia menjawab "Tidak".
Sunan ad-Daruquthni (118255)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
243 : * Lihat keterangan yang lalu. Dari jalur Abu Ubaidah. ** Isnadnya lemah. HR. Ahmad (1/455); Diriwayatkan pula oleh Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/53) dan di dalam Al 'Ilal (1/356) dari jalur Abu Sa'id dari Hammad bin Salamah. Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Ali bin Zaid bin Jad'ah, ia lemah, At-Taqrib (2/37); At-Tahdzib (7/322); At-Tarikh Al Kabir (6/2389); Al Jarh (6/1021); Al Mizan (3/5844); Al Kasyif (2/3972). Sedangkan Abu Rafi' adalah Nufai' bin Rafi' Ash-Shaigh, ia tsiqah, valid dan masyhur dengan julukannya, At-Taqrib (7208), ia mengalami masa jahiliyah, dan meriwayatkan dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas'ud, Zaid bin Tsabit dan Iain-lain. Lihat At-Tahdzib (1/472). Ibnu Abdil Barr mengatakan di dalam Al Isti'ab, "Ia meriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Abdullah bin Mas'ud. Adapun orang-orang yang meriwayatkan darinya adalah Falas bin Amr Al Hijri, Al Hasan Al Bashri, Qatadah, Tsabit Al Banani dan Ali bin Zaid, namun tidak ada orang Madinah yang meriwayatkan darinya." Ia juga mengatakan, "Mayoritas riwayatnya dari Umar dan Abu Hurairah. Orang yang kredibilitasnya seperti itu, tidak tertolak kemungkinan mendengarnya dari semua sahabat. Ya Allah, kecuali bahwa Ad-Daraquthni mensyaratkan bersambung dan kepastian mendengarnya, walaupun hanya satu kali."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ بْنِ مَنِيعٍ وَأَنَا أَسْمَعُ , حَدَّثَكُمْ مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ الْمَكِّيُّ , نا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ , عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ لَيْلَةَ الْجِنِّ: «أَمَعَكَ مَاءٌ؟» , قَالَ: لَا , قَالَ: «أَمَعَكَ نَبِيذٌ؟ أَحْسَبُهُ» , قَالَ: نَعَمْ , فَتَوَضَّأَ بِهِ. لَا يُثْبَتُ مِنْ وَجْهَيْنِ وَنُكْتَةً ذَكَرْتُهَا فِيهِ
Dibacakan kepada Al Qasim bin Mani' dan aku mendengarkan: Muhammad bin Abbad Al Makai menceritakan kepada kalian, Abu Sa’id maula Bani Hasyim mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Ali bin Zaid, dari Abu Rafi’, dari Ibnu Mas’ud: “Bahwa pada malam jin, Nabi SAW bertanya kepadanya, 'Apakah engkau membawa air'. Ia menjawab, 'Tidak.' Beliau bertanya lagi, 'Apa engkau membawa rendaman/perasan sari buah. Aku kira ia menjawab, ‘Ya,’ lalu beliau berwudhu dengannya.” Riwayat ini tidak valid karena dua alasan yang telah aku sebutkan.
Sunan ad-Daruquthni (118256)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا الْقَاضِي أَبُو طَاهِرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ نَصْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبْدُوسَ بْنِ كَامِلٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ , نا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ. عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ ضَعِيفٌ , وَأَبُو رَافِعٍ لَمْ يُثْبَتْ سَمَاعُهُ مِنِ ابْنِ مَسْعُودٍ , وَلَيْسَ هَذَا الْحَدِيثُ فِي مُصَنَّفَاتِ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , وَقَدْ رَوَاهُ أَيْضًا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رِزْمَةَ وَلَيْسَ هُوَ بِقَوِيٍّ
244. Al Qadhi Abu Thahir Muhammad bin Ahmad bin Nashr menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdus bin Kamil mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abbad mengabarkan kepada kami, Abu Sa’id maula Bani Hasyim mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini, riwayat yang serupa itu.
Ali bin Zaid lemah. Mendengarnya Abu Rafi’ dari Ibnu Mas’ud tidak valid. Hadits ini tidak terdapat dalam karya-karya Hammad bin Salamah. Telah diriwayatkan juga oleh Abdul Aziz bin Abu Rizmah, namun ia juga tidak kuat.
Sunan ad-Daruquthni (118257)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ زَاجٌ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رِزْمَةَ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ: «أَمَعَكَ مَاءٌ» , قَالَ: لَا مَعِيَ نَبِيذٌ , قَالَ: فَدَعَى بِهِ فَتَوَضَّأَ
245. Abu Bakar An-Naisaburi dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Ahmad bin Manshur Zaj mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Rizmah mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ali bin Zaid, dari Abu Rafi’, dari Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan, “Pada malam jin, Rasulullah SAW bertanya, ‘Apakah engkau membawa air' Ia menjawab, ‘Tidak. Aku (hanya) membawa rendaman/perasan sari buah’ Lalu beliau memintanya, kemudian berwudhu (dengannya).”
Sunan ad-Daruquthni (118258)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
245 : Isnadnya lemah: Lihat takhrij terdahulu. Dan jalur ini adalah mutaba'ah terhadap Abdurrahman bin Abdullah, Abu Sa'id, Maula Bani Hasyim, seorang yang jujur, terkadang berbuat keliru, At-Taqrib (3932) dan Abdul Aziz bin Abu Ruzmah yang namanya Ghazwan Al Yasykuri adalah perawi Tsiqah, At-Taqrib (4108) akan tetapi masih tersisa dalam isnad Ali bin Zaid bin Jud'an, seorang yang lemah sebagaimana telah dikemukakan pada hadits terdahulu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , ثنا الْفَضْلُ بْنُ صَالِحٍ الْهَاشِمِيُّ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعِجْلِيُّ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ , يَقُولُ: كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ فَأَتَاهُمْ فَقَرَأَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ , فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ: «أَمَعَكَ مَاءٌ يَا ابْنَ مَسْعُودٍ؟» , قُلْتُ: لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ , إِلَّا إِدَاوَةً فِيهَا نَبِيذٌ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَمْرَةٌ طَيِّبَةٌ وَمَاءٌ طَهُورٌ» , فَتَوَضَّأَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. الْحُسَيْنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ هَذَا يَضَعُ الْحَدِيثَ عَلَى الثِّقَاتِ
246. Muhammad bin Ahmad bin Al hasan menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Shalih Al Hasyimi mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Ubaidullah Al Ijli mengabarkan kepada kami, Abu Mu’awiyah mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Wail, ia berkata, “Aku mendengar Ibnu Mas’ud mengatakan, ‘Aku bersama Nabi SAW pada malam jin. Lalu beliau mendatangi mereka, kemudian membacakan Al Qur'an kepada mereka. Lalu pada sebagian malam Rasulullah SAW bertanya kepadaku, ‘Apakah ada air padamu wahai Ibnu Mas’ud?’ Aku jawab, ‘Tidak. Demi Allah wahai Rasulullah, kecuali kantong air yang berisi rendaman/perasan sari buah.’ Maka Rasululah SAW bersabda, ‘Rendaman/perasan kurma yang baik dan air penyuci, Lalu Rasulullah SAW berwudhu dengannya.” Al Husain bin Ubaidullah memalsukan beberapa hadits dari orang-orang tsiqah.
Sunan ad-Daruquthni (118259)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
246 : Isnadnya lemah lagi maudhu' (palsu). HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq 11 53); Al ‗Ilal (1/356), keduanya dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Al Husain bin Ubaidullah Al 'Ijli. Ibnu Adi berkata, "Ia lebih mirip orang yang memalsukan hadits.' Al Mizan (2021).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ حَيَّانَ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ قُتَيْبَةَ , نا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عُبَيْدَةَ , وَأَبِي الْأَحْوَصِ , عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ , قَالَ: مَرَّ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «خُذْ مَعَكَ إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ» ثُمَّ انْطَلَقَ وَأَنَا مَعَهُ , فَذَكَرَ حَدِيثَهُ لَيْلَةَ الْجِنِّ , فَلَمَّا أَفْرَغْتُ عَلَيْهِ مِنَ الْإِدَاوَةِ , فَإِذَا هُوَ نَبِيذٌ , فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْطَأْتُ بِالنَّبِيذِ , فَقَالَ: «تَمْرَةٌ حُلْوَةٌ وَمَاءٌ عَذْبٌ». تَفَرَّدَ بِهِ الْحَسَنُ بْنُ قُتَيْبَةَ , عَنْ يُونُسَ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , وَالْحَسَنُ بْنُ قُتَيْبَةَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى ضَعِيفَانِ
247. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Isa bin Hayyan mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Qutaibah menceritakan kepada kami, Yunus bin Abu Ishaq mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Abu Ubaidah dan Abu Al Ahwash, dari Ibnu Mas’ud, ia menuturkan, “Rasulullah SAW berjalan bersamaku, lalu beliau berkata, ‘ Ambilkan air dalam kantong air.’ Lalu beliau beranjak, dan aku bersama beliau.” Kemudian dituturkan kisahnya pada malam jin, ia mengatakan, “Ketika aku menuangkan air kepada beliau dari kantong air itu, ternyata isinya rendaman/perasan sari buah. Maka aku berkata, ‘Wahai Rasululah, aku salah membawa rendaman/perasan sari buah.’ Beliau pun bersabda, 'Kurma yang manis dan air yang sejuk (tawar)'.
Al Hasan bin Qutaibah meriwayatkan sendirian dari Yunus, dari Abu Ishaq. Al Hasan bin Qutaibah dan Muhammad bin Isa lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118260)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
247 : Isnadnya lemah. HR. Ibnu Al Jauzi di dalam Al 'Ilal (1/356-357), di dalam At-Tahqiq (1/53); Al Khatib di dalam Tarikhnya (2/398). Semuanya dari Muhammad bin 'Isa; juga pada Al Khatib (2/398). "Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq, di dalam sanadnya terdapat Al hasan bin Qutaibah. Abu Hatim berkata, "Lemah." Al Uqaili berkata, "Banyak keliru." Adz-Dzahabi berkata, "Binasa." Ibnu Adi berkata, "Aku berharap tidak apaapa.' Adz-Dzahabi mengemukakan haditsnya mengenai bab ini, Al Mizan (1933) dan Muhammad bin Isa bin Hibban, menurut Al Hakim "Ditinggalkan haditsnya." Di tempat lain mengatakan, "Ia seorang yang lalai." Sedangkan Al Barqai menguatkannya, Al Mizan (8034).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي حَسَّانَ , نا هَاشِمُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ , ثنا الْوَلِيدُ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ , عَنْ أَخِيهِ زَيْدٍ عَنْ جَدِّهِ أَبِي سَلَّامٍ , عَنْ فُلَانِ بْنِ غَيْلَانَ الثَّقَفِيِّ , أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ , يَقُولُ: «دَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , لَيْلَةَ الْجِنِّ بِوُضُوءٍ , فَجِئْتُهُ بِإِدَاوَةٍ فَإِذَا فِيهَا نَبِيذٌ , فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». الرَّجُلُ الثَّقَفِيُّ الَّذِي رَوَاهُ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ مَجْهُولٌ , قِيلَ: اسْمُهُ عَمْرٌو وَقِيلَ: عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ غَيْلَانَ
248. Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abu Hassan mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Khalid Al Azraq mengabarkan kepada kami, Al Walid mengabarkan kepada kami, Mu’awiyah bin Sallam mengabarkan kepada kami, dari saudaranya, yakni Zaid, dari kakeknya, yakni Abu Sallam, dari Fulan bin Ghailan Ats-Tsaqafi, bahwa ia mendengar Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Pada malam jin, Rasulullah SAW menyuruhku membawakan air wudhu. Lalu aku membawakan sebuah kantong air, ternyata isinya rendaman/perasan sari buah. Lalu Rasululalh SAW berwudhu (dengannya).”
Orang Ats-Tsaqafi yang meriwayalkannya dari Ibnu Mas'ud tidak diketahui identitasnya. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Amr, ada juga yang mengatakan Abdullah bin Amr bin Ghailan.
Sunan ad-Daruquthni (118261)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
248 : Isnadnya lemah. HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq 91/54) dan diriwayatkan juga oleh Abu Nu'aim di dalam Dala'il An-Nubuwwah dari jalur Ath-Thabrani dengan sanadnya kepada Mu'awiyah dari Amr bin Ghailan. Hal ini dikatakan oleh Az-Zaila'i di dalam Nashb Ar-Rayah (1/142), di dalam sanadnya terdapat fulan bin Ghailan Ats-Tsaqafi. Adz-Dzahabi memuat biografinya di dalam Al Mizan dan menyebut ucapan Ad-Daraquthni, "Haditsnya tidak shahih." (6781) sedangkan Abu Sallam Mamthur Al Habasyi seorang yang tidak diketahui identitasnya, At-Taqrib (2417).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ , نا أَبُو خَلْدَةَ , قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي الْعَالِيَةِ: رَجُلٌ لَيْسَ عِنْدَهُ مَاءٌ عِنْدَهُ نَبِيذٌ أَيَغْتَسِلُ بِهِ فِي جَنَابَةٍ؟ , قَالَ: «لَا» , فَذَكَرْتُ لَهُ لَيْلَةَ الْجِنِّ , فَقَالَ: «أَنَبْذَتُكُمْ هَذِهِ الْخَبِيثَةُ إِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ زَبِيبٌ وَمَاءٌ»
249. Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu’alla bin Manshur mengabarkan kepada kami, Marwan bin Mu’awiyah mengabarkan kepada kami, Abu Khaldah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, “Aku tanyakan kepada Ali Al Aliyah, ‘Seseorang yang tidak membawa air namun ia mempunyai rendaman/perasan sari buah, apa boleh ia mandi junub dengannya?’ Ia menjawab, ‘Tidak boleh.’ Kemudian aku sampaikan kepadanya tentang malam jin, maka ia pun berkata, ‘Rendaman/perasan sari buah kalian ini buruk. Sedangkan yang itu (dalam peristiwa malam jin) adalah dari anggur kering dan air’.”
Sunan ad-Daruquthni (118262)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
249 : Disebutkan oleh Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/57), ia berkata, "Tidak valid darinya." Dikeluarkan juga oleh Abu Daud (87) dari jalur Abdurrahman, dari Abu Khaldah tanpa ucapan, "Kemudian aku sampaikan kepadanya.."; Dikeluarkan juga oleh Al Baihaqi (1/12-13) dari jalur An-Nadhr, dari Abu Khaldah, juz kedua darinya namun aku tidak menemukan hal yang menafikan validitasnya, wallahu a‘lam.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , ح وَثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنْ حَجَّاجٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: «كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا بِالْوُضُوءِ مِنَ النَّبِيذِ». تَفَرَّدَ بِهِ حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ
250. Abu Bakar Asy-Syafi’i mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu’alla mengabarkan kepada kami, Abu Mu’awiyah mengabarkan kepada kami {h}, Ja’far bin Muhammad Al Washiti mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Abu Mu’awiyah mengabarkan kepada kami, dari Hajjaj, dari Abu Ishaq, dari Al Hants, dari Ali, ia mengatakan, “Ia memandang tidak apa-apa berwudhu dengan perasan sari buah.” Hajjaj bin Arthah meriwayatkan sendirian. Haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah.
Sunan ad-Daruquthni (118263)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
250 : Isnadnya lemah: Disebutkan oleh Al Baihaqi (1/12); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/56), di dalam sanadnya terdapat Hajjaj bin Artha'ah, seorang yang jujur, banyak keliru dan suka melakukan tadlis, AtTaqrib (1/152). Pendapat Al Harits Al A'war dinilai pendusta oleh Asy-Sya'bi dan dituduh penganut syi'ah Rafidhah, haditsnya lemah, At-Taqrib (1/141).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا هُشَيْمٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الْكُوفِيِّ , عَنْ مَزِيدَةَ بْنِ جَابِرٍ , عَنْ عَلِيٍّ , ح وَثنا أَبُو سَهْلٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ أَبِي لَيْلَى الْخُرَاسَانِيِّ , عَنْ مَزِيدَةَ بْنِ جَابِرٍ , عَنْ عَلِيٍّ , عَلَيْهِ السَّلَامُ , قَالَ: «لَا بَأْسَ بِالْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ»
251. Abu Bakar Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu'alia mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dan Abu fshaq Al Kufi, dari Mazidah bin Jabir, dan Ali (h) Abu Sahi menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbt mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Wakt* mengabarkan kepada kami, dari Abu Laila Al Khurasani, dan Mazidah bin Jabir, dari Ali AS, ia mengatakan, "Tidak apa-apa berwudhu dengan rendaman/perasan sari buah."
Sunan ad-Daruquthni (118264)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
251 : Isnadnya lemah: Disebutkan oleh Al Baihaqi (1/12); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/56), di dalam sanadnya terdapat Mazidah bin Jabir. Abu Zur'ah berkata, "Bukan apa-apa." Disebutkan juga oleh Ibnu Hibban di dalam Ats-Tsiqat (1/515). Tautsiq (penilaian kuat) dari Ibnu Hibban tidak dianggap sebab ia menilai kuat orang-orang yang tidak diketahui identitasnya. Hal ini mengikuti kaidahnya yang dijelaskannya pada awal bukunya. Abdullah bin Maisarah adalah Abu Ishaq Al Kufi atau Abu Laila Al Khurasani, seorang yang lemah, At-Taqrib (3663).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحَثِّ عَلَى التَّسْمِيَةِ ابْتِدَاءُ الطَّهَارَةِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ سَلَمَةَ اللَّيْثِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ».
252. Abu Hamid Muhammad bin Harun menceritakan kepada L kami, Ali bin Muslim mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik 'mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Musa bin Abu Abdillah mengabarkan kepada kami, dari Ya’qub bin Salamah Al-Laitsi, dari i ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya (saat berwudhu)’”
Sunan ad-Daruquthni (118265)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
252 : Isnadnya munqathi‘ (terputus). HR. Abu Daud (101); Ibnu Majah (399); Al Baihaqi (1/41); Al Hakim (1/146), semuanya dari jalur Musa bin Muhammad Al Makhzumi, dari Ya'qub bin Salamah. Tertulis di Al Hakim, Ya'qub bin Abu Salamah, dan dibenarkan oleh Adz-Dzahabi di dalam At-Talkhish. Menurutku, dan inilah yang menjadikan Al Hakim berkata, "Muslim menjadikan Ya'qub bin Abu Salamah Al Majisyun sebagai hujjah akan tetapi mereka semua mengucapkan, 'Ya'qub bin Salamah Al Laitsi." Al Bukhari berkata di dalam At-Tarikh Al Kabir, "Tidak diketahui bahwa Salamah pernah mendengar dari Abu Hurairah, demikian juga Ya'qub dari ayahnya, (2/2/76). Al Hafizh di dalam At-Taqrib (2/375), Ya'qub bin Salamah Al-Laitsi seorang perawi yang tidak diketahui kondisinya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْحَثِّ عَلَى التَّسْمِيَةِ ابْتِدَاءُ الطَّهَارَةِ
-
نا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , ثنا قُتَيْبَةُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْمَخْزُومِيُّ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ
253. Ahmad bin Kamil mengabarkan kepada kami, Musa bin Harun mengabarkan kepada kami, Qutaibah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Musa Al Makhzumi mengabarkan kepada kami dengan isnadnya, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118266)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا الْمُحَارِبِيُّ , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ , عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , قَالَ: دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ بِهِ مَرَّةً مَرَّةً , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ الَّذِي لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً إِلَّا بِهِ» , ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وُضُوءٌ , مَنْ تَوَضَّأَ بِهِ كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ» , ثُمَّ مَكَثَ سَاعَةً ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وُضُوئِي وَوُضُوءُ النَّبِيِّينَ قَبْلِي» .
254. Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya Al Muharibi mengabarkan kepada kami, Abbad bin Ya’qub mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl mengabarkan kepada kami, dari Zaid Al ‘Ammi, dari Mu’awiyah bin Qurrah, dari Abdullah bin Umar, ia menuturkan, “Rasulullah SAW meminta air, lalu beliau berwudhu satu kali-satu kali, lalu bersabda, Ini kewajiban wudhu yang mana Allah tidak akan menerima suatu shalat kecuali dengannya ' Kemudian beliau meminta air lagi lalu berwudhu dua kali-kali, lalu bersabda, ini wudhu, orang yang berwudhu dengannya pahalanya dua kali.' Kemudian diam sejenak, lalu beliau meminta air lagi, lalu berwudhu tiga kali-tiga kali dan bersabda, ‘Inilah wudhuku dan wudhunya para nabi sebelumku"
Sunan ad-Daruquthni (118267)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
254 : Isnadnya lemah dan munqathi'. HR. Al Baihaqi (1/80) dari jalur Sallam bin Ath-Thawil, dari Zaid. Al Hakim menyiratkannya (1/150) dan menyebutnya sebagai mursal. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Al Fadhl bin Athiyyah, mereka mendustakannya. At-Taqrib (2/201) sedangkan syaikhnya, Zaid Al 'Ammi, menurut Ibnu Ma'in, "Haditsnya layak." Terkadang ia berkata, "Tidak apa-apa:" Terkadang lagi berkata, "Lemah, tapi ditulis haditsnya." Al Mizan, 3003). Al Hafizh berkata di dalam At-Taqrib (2137), "Lemah. Dan syaikhnya Mu'awiyah bin Qurrah seorang perawi Tsiqah." At-Taqrib (6793), di dalam At-Tahdzib, Abu Hatim berkata, "Tidak pernah bertemu Umar." (10/217). Dan Abbad bin Ya'qub Ar-Rawajini, seorang yang jujur dan beraliran syi'ah Rafidhah, haditsnya di Al Bukhari digandeng. Ibnu Hibban berlebih-lebihan serhingga berkata, "Ia berhak untuk ditinggalkan." At-Taqrib (3164). Dan Abbad inilah yang pernah dikatakan imam para imam, Ibnu Khuzaimah tentangnya, "Telah menceritakan kepada kami seorang Tsiqah di dalam riwayatnya namun tertuduh (memiliki cacat) dalam hal agamanya, Abbad bin Ya'qub. At-Tahdzib (5/109).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى السُّدِّيُّ , نا زَافِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ سَلَّامٍ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ.
255. Muhammad bin Al Qasim menceritakan kepada kami, Isma’il bin Musa As-suddi mengabarkan kepada kami, Zafir bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Sallam Abu Abdillah, dari Zaid Al ‘Ammi, dari Mu’awiyah bin Qurrah, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, serupa itu.
Sunan ad-Daruquthni (118268)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
255 : Lihat keterangan yang lalu. Dan isnadnya lemah lagi terputus. Di dalam sanadnya terdapat Sallam Abu Abdillah, yaitu Sallam Ath-Thawil, yaitu Sallam bin Salim, seorang yang riwayatnya ditinggalkan. At-Taqrib (2710). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Daud Ath-Thayalisi (1924) dari Sallam.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ , نا سَلَّامٌ الطَّوِيلُ , ح ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , أَيْضًا ثنا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ , نا شَبَابَةُ , نا سَلَّامُ بْنُ سَلْمٍ , عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ
256. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Qabishah bin Uqbah mengabarkan kepada kami, Sallam Ath-Thawil mengabarkan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma’il juga menceritakan kepada kami, Al | Husain bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Syababah menceritakan kepada kami, Sallam bin Salm menceritakan kepada kami, dari Zaid Al ‘Ammi, dari Mu’awiyah bin Qurrah, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, riwayat itu.
Sunan ad-Daruquthni (118269)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
256 : Lihat keterangan yang lalu. Dan isnadnya lemah lagi terputus. Sallam bin Salim adalah Sallam Ath-Thawil.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ رُشَيْدٍ , وَحَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , قَالَا: نا الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , نا حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً , وَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ الصَّلَاةَ إِلَّا بِهِ» , ثُمَّ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ , وَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ يُضَاعَفُ اللَّهُ لَهُ الْأَجْرَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ» , ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , وَقَالَ: «هَذَا وُضُوئِي وَوُضُوءُ الْمُرْسَلِينَ مِنْ قَبْلِي». تَفَرَّدَ بِهِ الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , عَنْ حَفْصِ بْنِ مَيْسَرَةَ , وَالْمُسَيِّبُ ضَعِيفٌ
257. Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffar mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Al Fadhl bin Rusyaid mengabarkan kepada kami. Dan Da’laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan Al Musayyab bin Wadhih mengabarkan kepada kami, Hafsh bin Maisarah mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, ia menuturkan, ‘"Rasulullah SAW berwudhu satu kali-satu kali lalu bersabda, 'Inilah wudhunya orang yang Allah tidak akan menerima shalat darinya kecuali dengannya.' Kemudian beliau berwudhu dua kali-dua kali lalu bersabda, 'Inilah wudhunya orang yang Allah lipatkan pahala baginya dua kali lipat' Kemudian beliau berwudhu tiga kali-tiga kali lalu bersabda, 'Inilah wudhuku dan wudhu para rasul sebelumku'.” Al Musayyab bin Wadhih meriwayatkan sendirian dari Hafsh bin Maisarah. Al Musayyab lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118270)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
257 : Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/80); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/162-163), di dalam sanadnya terdapat Al Musayyab bin Wadhih, seorang yang jujur, banyak berbuat keliru. Bila dikatakan mengenainya, maka ia tidak diterima. Demikian dikatakan Abu Hatim. Biografinya telah dimuat pada bahasan terdahulu, pada hadits nomor (231), yaitu seorang yang lemah, yang menyendiri dari Hafsh bin Maisarah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , نا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ , نا أَبُو إِسْرَائِيلَ , عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَوَضَّأَ مَرَّةً وَاحِدَةً فَتِلْكَ وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ الَّتِي لَا بُدَّ مِنْهَا , وَمَنْ تَوَضَّأَ ثِنْتَيْنِ فَلَهُ كِفْلَانِ , وَمَنْ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا فَذَلِكَ وُضُوئِي وَوُضُوءُ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي»
258. Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Al Aswad bin Amir mengabarkan kepada kami, Abu Israil mengabarkan kepada kami, dari Zaid Al ‘Ammi, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu satu kali-satu kali, maka itulah kewajiban wudhu yang harus dipenuhi. Barangsiapa berwudhu dua kali-dua kali maka baginya dua jaminan, dan barangsiapa berwudhu tiga kali-tiga kali, maka itulah wudhuku dan wudhu para nabi sebelumku"
Sunan ad-Daruquthni (118271)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
258 : Isnadnya lemah. HR. Ahmad (2/98), dari jalur Al Aswad bin Amir, dari Abu Israil. Al Haitsami menyebutkannya di dalam Al Majma' (1/230) dan menisbatkannya kepada Ahmad. Ia berkata, "Di dalam sanadnya terdapat Zaid Al 'Ammi, seorang yang lemah. Namun ia telah dinilai kuat. Sedangkan para perawi lainnya adalah para perawi kitab Ash-Shahih." Ini adalah sikap keliru darinya, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas dan membalas jasanya dari kita dengan setiap kebaikan. Dalam hadits ini terdapat Abu Israil Al Mala'i, yaitu Isma'il bin Abu Ishaq, seorang yang jujur, buruk hafalannya. Ia dituduh berlebih-lebihan dalam Tasyayyu' (menisbatkan diri kepada Syi'ah). At-Taqrib (1/69). Dalam hal ini, Al Hafizh telah keliru dalam At-Talkhish dengan menjulukinya sebagai Abu Isma'il Al Mala'i, At-Talkhish (1/75), diikuti oleh Asy-Syaukani di dalam Nail Al Authar (2/87). Syaikhnya, Zaid Al Ammi adalah seorang yang lemah. Biografinya telah disebutkan pada hadits nomor (254).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ بْنِ صَالِحٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَرَادَةَ الشَّيْبَانِيُّ , عَنْ زَيْدِ بْنِ الْحَوَارِيِّ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ , عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً , وَقَالَ: «هَذَا وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ , وَوُضُوءُ مَنْ لَمْ يَتَوَضَّأْ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ» , ثُمَّ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ , فَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ تَوَضَّأَهُ أَعْطَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كِفْلَيْنِ مِنَ الْأَجْرِ» , ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وُضُوئِي وَوُضُوءُ الْمُرْسَلِينَ قَبْلِي»
259. Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Yahya bin Utsman bin Shalih mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Maslamah bin Qa’nab mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Aradah Asy-Syaibani mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Al Hawari, dari Mu’awiyah bin Qurrah, dari Ubaid bin Umair, dari Ubay bin Ka’b: Bahwa Rasulullah SAW meminta air lalu berwudhu satu kali-satu kali lalu bersabda, “Inilah kewajiban wudhu dan wudhunya orang yang jika tidak berwudhu (dengannya) maka tidak akan diterima shalat darinya” Kemudian beliau berwudhu dua kali-dua kali lalu bersabda, ‘Ini wudhu, yang jika seseorang berwudhu (dengannya),maka Allah‘Azza wa Jalla memberinya pahala dua kali lipat.” Kemudian beliau berwudhu tiga kali-tiga kali lalu bersabda, “ Inilah wudhuku dan wudhunya para rasul sebelumku"
Sunan ad-Daruquthni (118272)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
259 : Isnadnya lemah. HR. Ibnu Majah (420); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/162), di dalam sanadnya terdapat Isma'il bin Salamah bin Qa'nab, seorang jujur, namun kerap berbuat keliru, At-Taqrib (490) dan Syaikhnya, Abdullah bin Aradah Asy-Syaibani. Yahya berkata, "Bukan apa-apa." Al Bukhari berkata, "Haditsnya munkar." Ibnu Hibban berkata, "Tidak boleh menjadikannya hujjah." Al Hafizh berkata di dalam At-Taqrib (3485), "Lemah." Dan syaikhnya Zaid Al Ammi telah disebutkan biografinya pada bagian terdahulu, ia seorang yang lemah
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْخَطَّابِيُّ , نا الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَرَأَيْتُهُ يَتَوَضَّأُ مَرَّةً مَرَّةً»
260. Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar Al Khaththabi mengabarkan kepada kami, Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Abu Amr, dari Ubaidullah bin Abu Rafi', dari ayahnya, ia mengatakan, “Aku melihat Rasulullah SAW berwudhu tiga kali-tiga kali, dan aku juga pernah melihat beliau berwudhu satu kali-satu kali."
Sunan ad-Daruquthni (118273)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
260 : Isnadnya shahih.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ بِنْتِ السُّدِّيِّ , نا شَرِيكٌ , عَنْ ثَابِتٍ يَعْنِي الثُّمَالِيَّ , قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي جَعْفَرٍ: حَدَّثَكَ جَابِرٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً وَمَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ وَثَلَاثًا ثَلَاثًا»؟ , قَالَ: نَعَمْ
261. Muhammad biin Al Qasim bin Zakariya menceritakan I kepada kami, Isma’il bin Binti As-Suddi mengabarkan kepada kami, Syarik mengabarkan kepada kami, dari Tsabit, yakni Ats-Tsumali, ia mengatakan, “Aku tanyakan kepada Abu Ja’far, ‘Apakah Jabir menyampaikan kepadamu bahwa Rasulullah SAW berwudhu satu kali-satu kali, dua kali-dua kali, dan tiga kali-tiga kali?’ Ia menjawab ‘Ya’.”
Sunan ad-Daruquthni (118274)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
261 : Isnadnya lemah. HR. Ibnu Majah (410) dari jalur Syarik, dari Tsabit. Di dalam sanadnya terdapat Tsabit AtTsumali, yaitu Ibnu Abi Shafiyyah, berasal dari Kufah, lemah dan pengikut syi'ah Rafidhah, At-Taqrib (820).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا عَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى بْنِ عُمَارَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ وَرِجْلَيْهِ مَرَّتَيْنِ». كَذَا قَالَ ابْنُ عُيَيْنَةَ , وَإِنَّمَا هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيُّ , وَلَيْسَ هُوَ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءُ
262. Ibrahim bin Hammad mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Yazid mengabarkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Yahya bin Umarah, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, dari Abd Rabbih yang memimpikan adzan: “Bahwa Rasulullah SAW berwudhu, yang mana beliau membasuh mukanya tiga kali, kedua tangannya dua kali dan kedua kakinya dua kali.” Demikian juga yang dikatakan Ibnu Uyainah, namun yang dimaksudnya adalah Abdullah bin Zaid bin Ashim Al Mazini, bukan Abdullah yang mendapat mimpi tentang adzan.
Sunan ad-Daruquthni (118275)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
262 : Isnadnya shahih. Dan Abdullah bin Zaid bin Abdu Rabbih Al Madani, tukang adzan. At-Tahdzib (5/224).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ , أنا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءُ , قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ مَرَّتَيْنِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ مَرَّتَيْنِ»
263. Muhammad bin Abdullah bin Zakariyah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Sufyan bin Amr bin Yahya mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Abdulah bin Zaid yang memimpikan tentang adzan, ia menuturkan, “Aku melihat Nabi SAW berwudhu, yang mana beliau membasuh mukanya tiga kali, kedua tangannya dua kali, dan kedua kakinya satu kali, serta mengusap kepalanya dua kali.”
Sunan ad-Daruquthni (118276)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
263 : Isnadnya shahih. HR. An-Nasa'i (138); Al Baihaqi (1/63), keduanya dari jalur Sufyan bin Amr. Al Baihaqi berkata, "Malik, Wahab dan Sulaiman bin Bilal, Khalid Al Wasithi dan selain mereka bertentangan dengannya. Mereka semua meriwayatkannya dari Amr bin Yahya dalam masalah menyapu rambut sekali saja, hanya saja ia berkata, "Mengusap ke depan dan ke belakang." Ibnu Abdil Barr berkata, "Tidak disebut di dalamnya salah satu dari dua kali itu selain Ibnu Uyainah, namun ia keliru. Aku mengiranya, wallah a'lam telah menafsirkan ucapannya dengan mengusap ke depan dan ke belakang, lalu menjadikannya dua kali."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا ابْنُ عُيَيْنَةَ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ: وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ مَرَّتَيْنِ
264. Ja’far bin Muhammad Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini, dan ia menyebutkan (dalam redaksinya): “serta mengusap kepalanya dan kedua kakinya dua kali.”
Sunan ad-Daruquthni (118277)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
264 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , نا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا سُفْيَانُ بِهَذَا , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ»
265. Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali bin Zaid mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Manshur mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami riwayat ini, Bahwa Nabi SAW membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya dua kali-dua kali.
Sunan ad-Daruquthni (118278)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
265 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا ابْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ بِالْمَدِينَةِ , حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحِ بْنِ سُلَيْمَانَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى بْنِ عُمَارَةَ بْنِ أَبِي حَسَنٍ الْمَازِنِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ عَمْرَو بْنَ أَبِي حَسَنٍ الْمَازِنِيَّ , أَتَى إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ وَهُوَ ابْنُ عَاصِمٍ الْمَازِنِيُّ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: هَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُرِيَنِي كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ؟ , قَالَ: «نَعَمْ» , فَدَعَا لَهُ بِتَوْرِ مَاءٍ , فَأَكْفَأَ التَّوْرَ عَلَى يَدِهِ الْيُمْنَى فَغَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , يُكْفِيءُ التَّوْرَ عَلَى يَدَيْهِ ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَيْهِ فِي التَّوْرِ فَغَرَفَ غَرْفَةً مِنْ مَاءٍ وَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ , ثُمَّ اسْتَنْثَرَ ثَلَاثَ غَرَفَاتٍ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ يَدٍ مَرَّتَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقِ , ثُمَّ أَخَذَ مِنَ الْمَاءِ فَمَسَحَ بِرَأْسِهِ أَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ , ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ "
266. Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bm Ya’qub bin Abdul Wahhab bin Yahya bin Abbad bin Abdullah bis] Az-Zubair mengabarkan kepada kami di Madinah, Muhammad bm! Fulaih bin Sulaiman mengabarkan kepadaku, dan Amr bin Yahya bm Umarah bin Abu Hasan Al Mazini, dari ayahnya: Bahwa Amr bin Aba Hasan Al Mazini datang kepada Abdullah bin Zaid, yakni Ibnu Aahtm Al Mazini, sahabat Rasulullah SAW, lalu ia berkata, “Bisakah engkau memperlihatkan kepadaku bagaimana Rasulullah SAW berwudhu “Ya,” jawabnya, lalu ia meminta baskom air, lalu memiringkan baskom itu ke tangan kanannya, lalu membasuh tangan kanannya tigsf kali dengan menuangkan air baskom ke tangannya. Kemudian membasuh kedua tangannya tiga kali. Kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam baskom lalu menciduk air lalu berkumur dan ber- istinsyaq kemudian mengeluarkannya, sebanyak tiga kali cidukan. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, membasuh setiap tangannya hingga sikut masing-masing dua kali, mengambil air lagi lalu mengusap kepalanya dari depan ke belakang, kemudian membasuh kedua kakinya hingga mata kaki.
Sunan ad-Daruquthni (118279)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
266 : Isnadnya shahih. HR. Al Bukhari (4/39); Muslim di dalam Ath-Thaharah (18); At-Tirmidzi (47); An-Nasa'i (1/80); Ibnu Majah (434) dan Abu Daud (118). Semuanya dari Amr bin Yahya, dari ayahnya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي يُونُسُ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ , أَنَّ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ , أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ دَعَا يَوْمًا بِوُضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ , ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ , ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ , ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ , ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا , ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ نَحْو وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ: هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلَاةِ
267. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari ‘Atha' bin Yazid, bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Humran maula Utsman mengabarkan kepadanya: Bahwa pada suatu hari Utsman bin AfTan meminta air wudhu, lalu ia berwudhu, ia membasuh kedua telapak tangannya (yakni tangan hinga pergelangan) tiga kali, kemudian berkumur dan beristintsar kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasauh tangan kanannya hingga sikut tiga kali, (kemudian) membasuh tangan kirinya juga seperti itu, mengusap kepalanya, membasuh kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali, membasuh kaki kirinya juga seperti itu, kemudian ia mengatakan, “Aku melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini, lalu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian ia berdiri melakukan shalat dua raka'at, yang mana selama itu ia tidak berbicara kepada dirinya, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu'." Ibnu Syihab mengatakan, “Para ulama kami menyatakan bahwa wudhu ini adalah wudhu paling sempurna yang dilakukan seseorang untuk melaksanakan shalat.’
Sunan ad-Daruquthni (118280)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
267 : Sanadnya Shahih. HR. Al Bukhari (1/51); Muslim di dalam Ath-Thaharah (3); Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya (3); Al Baihaqi (1/48); Ahmad (1/59); Abu Awanah (1/239) dari sejumlah jalur, dari Ibnu Syihab.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ الْبُهْلُولِ , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَقِيلٍ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا تَوَضَّأَ أَدْارَ الْمَاءَ عَلَى مِرْفَقَيْهِ». ابْنُ عَقِيلٍ لَيْسَ بِقَوِيٍّ
268. Abu Ja’far Ahmad bin Ishaq bin AJ Buhlul menceritakan kepada kami, Abbad bin Ya’qub mengabarkan kepada kami, Al Qasim bin Muhammad bin Abdullah bin Aqil mengabarkan kepada kami, dari kakeknya, dari Jabir bin Abdullah, ia mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW, apabila berwudhu, beliau mengalirkan air ke bagian sikutnya.” Ibnu Aqil tidak kuat.
Sunan ad-Daruquthni (118281)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
268 : Sanadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/56); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/147). Keduanya dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Al Qasim bin Muhammad bin Abdullah bin Uqaili. Ahmad berkata, "Bukan apa-apa." Abu Zur'ah berkata, "Hadits-haditsnya munkar.‖ Abu Hatim berkata, "Ditinggalkan." Al Mizan (6837). Sedangkan sang kakek adalah Abdullah bin Muhammad bin Uqail, seorang yang jujur, haditsnya layyin. Ada yang mengatakan, "Ia berubah di akhir usianya." At-Taqrib (1/448).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا أَبُو قِلَابَةَ , نا مَعْمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ حَرَّكَ خَاتَمَهُ». مَعْمَرٌ وَأَبُوهُ ضَعِيفَانِ وَلَا يَصِحُّ هَذَا
269. Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Abu Qilabah mengabarkan kepada kami, Ma’mar bin Muhammad bin Ubaidullah bin Abu Rafi’ mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, dari Ubaidullah, dari Abu Rafi: “Bahwa apabila Nabi SAW berwudhu, beliau menggerakkan cincinnya.” Ma’mar dan ayahnya lemah, dan tidak shahih meriwayatkan ini.
Sunan ad-Daruquthni (118282)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
269 : Isnadnya lemah. HR. Ibnu Majah (449); Al Baihaqi (1/57). Di dalam sanadnya terdapat Ma'mar bin Muhammad bin Ubaidullah bin Abu Rafi', menurut Al Bukhari, "Haditsnya munkar." Yahya bin Ma'in mengatakan, "Tidak tsiqah." Al Mizan (5/8693). Ayahnya, yaitu Muhammad bin Ubaidullah bin Rafi' lemah, At-Taqrib (2/187). Dikeluarkan juga oleh Ibnu Al Jauzi di dalam Al ‗Ilal (1/328) dari jalur Amr bin Khalid Al Wasithi dari zaid bin Ali, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Ali bin Abu Thalib: "Bahwa Rasulullah SAW, apabila beliau masuk ke kamar kecil, beliau menanggalkan cincinnya. Dan apabila berwudhu beliau memindahkannya ke tangan kirinya." Setelah mengemukakan ini Ibnu Al Jauzi mengatakan, "Hadits ini tidak shahih. Yahya mengatakan, Amr pendusta. Ia tidak dianggap.' Sementara Ibnu Rahawaih mengatakan, 'Ia memalsukan hadits'."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا عَمِّي , نا أَبِي , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْمَرٍ التَّيْمِيِّ , عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ حَدَّثَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ , قَالَ: «هَلُمُّوا أَتَوَضَّأُ لَكُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ حَتَّى مَسَّ أَطْرَافَ الْعَضُدَيْنِ , ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ , ثُمَّ أَمَرَّ يَدَيْهِ عَلَى أُذُنَيْهِ وَلِحْيَتِهِ , ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ»
270. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Sa’d bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, pamanku mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Mu’adz bin Abdurrahman bin Utsman bin Ubaidullah bin Ma’mar At-Taimi, dari Humran maula Utsman bin Affan, bahwa ia menyampaikan kepadanya: Bahwa ia mendengar Utsman bin Affan berkata, “Kemarilah! aku akan tunjukkan wudhunya Rasulullah SAW kepada kalian.” Lalu ia membasuh wajahnya dan kedua tangannya sampai sikut hingga mengusap kedua lengan atasnya, kemudian mengusap kepalanya, lalu mengusapkan kedua tangannya pada kedua telinganya dan janggutnya, lalu membasuh kedua kakinya.
Sunan ad-Daruquthni (118283)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
270 : Isnadnya hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ , ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مِهْرَانَ , نا عِصَامُ بْنُ يُوسُفَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ مِنَ الْوُضُوءِ الَّذِي لَا بُدَّ مِنْهُ».
271. Abu Bakar bin Abu Daud menceritakan kepada kami, Al I Husain bin Ali bin Mihran menceritakan kepada kami, Isham bin j Yusuf mengabarkan kepada kami, Abduilah bin Al Mubarak I mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Musa, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW I bersabda, “Berkumur dan beristinsyaq termasuk bagian wudhu yang harus dikerjakan.
Sunan ad-Daruquthni (118284)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
271 : Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/52); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/144) dan di dalam Al ‗Ilal (1/337-338); Dikemukakan juga oleh Adz- Dzahabi di dalam Al Mizan (2/225). Di dalam sanadnya terdapat Isham bin Yusuf, menurut Ibnu Al Jauzi, "Isham tidak dikenal." Sedangkan Sulaiman bin Musa, menurut Al Bukhari, "Banyak meriwayatkan hadits munkar." An-Nasa'i mengatakan, "Ia salah seorang ahli fikih, namun tidak kuat dalam meriwayatkan hadits." Ibnu Adi mengatakan, "Ia seorang ahli fikih yang meriwayatkan hadits. Banyak orang tsiqah yang meriwayatkan darinya." Ad-Daraquthni mengatakan di dalam Al ‗Ilal, "Ia termasuk orang-orang yang tsiqah." Ia juga dipuji oleh Atha~ dan Az-Zuhri." At-Tahdzib (4/226). Al Hafizh mengatakan di dalam At-Taqrib (2624), "Ia jujur lagi ahli fikih, namun ada sedikit kelemahan dalam meriwayatkan hadits, dan hafalannya kacau menjelang kematiannya."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ حَاتِمٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْمُقْرِئُ النَّقَّاشُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمِّ بْنِ يُوسُفَ التِّرْمِذِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ بِشْرٍ الْبَلْخِيُّ , نا عِصَامُ بْنُ يُوسُفَ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ , إِلَّا أَنَّهُ قَالَ: «مِنَ الْوُضُوءِ الَّذِي لَا يَتِمُّ الْوُضُوءُ إِلَّا بِهِمَا». تَفَرَّدَ بِهِ عِصَامٌ , عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ , وَوَهِمَ فِيهِ وَالصَّوَابُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجِ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى مُرْسَلًا , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ» , وَأَحْسَبُ عِصَامًا حَدَّثَ بِهِ مِنْ حِفْظِهِ , فَاخْتَلَطَ عَلَيْهِ فَاشْتَبَهَ بِإِسْنَادِ حَدِيثِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَيُّمَا امْرَأَةٍ نُكِحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ» , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
272. Muhammad bin Al Husain bin Muhammad bin Hatim dan Muhammad bin Al Husain Al Muqri' menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Hamm bin Yusuf At-Tirmidzi mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Bisyr Al Balkhi mengabarkan kepada kami, Isham bin Yusuf mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini, serupa itu, hanya saja ia menyebutkan (dalam redaksinya): “Termasuk bagian wudhu yang mana wudhu tidak akan sempurna kecuali dengan (melakukan) keduanya”
Isham meriwayatkannya sendirian dari Ibnu Al Mubarak, dan ia mengira-ngira. Yang benar dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Mui* secara mursal, dari Nabi SAW: “Barangsiapa berwudhu, maka hendaklah ia berkumur dan beristinsyaq.” Aku kira Isham menceritakannya dari hafalannya, lalu hafalannya kacau, lalu tertukar dengan isnad hadits Ibnu Juraij dari Sulaiman bin Musa, dari Az~ Zuhri, dari Ursah, dari Aisyah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wanita mana pun yang dinikahi tanpa seizin walinya, maka pernikahannya batal.” Wallahu a'lam.
Sunan ad-Daruquthni (118285)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
272 : Lihat keterangan yang lalu. Akan dibahas dari jalur lain dari Ibnu Abbas, (h. 100).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
وَأَمَّا حَدِيثُ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , فِي الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ , فَحَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ»
273. Adapun hadits Ibnu Juraij dari Sulaiman bin Musa tentang berkumur dan beristinsyaq, Muhammad bin Makhlad menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Isma’il Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, Ibnu | Juraij mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Musa, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu, maka hendaklah ia berkumur dan beristinsyaq ’ .”
Sunan ad-Daruquthni (118286)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
273 : Mursal hasan. HR. Al Baihaqi (1/52). Ibnu Juraij adalah Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij, ia tsiqah, ahli fikih dan orang yang memiliki keutamaan, namun kadang mentadlis dan meriwayatkan secara mursal, At-Taqrib (4207). Ad-Daraquthni mengatakan, "Seburuk-buruknya tadlis adalah tadlisnya Ibnu Juraij. Sungguh itu tadlis yang buruk. Ia tidak mentadlis kecuali yang didengarnya dari orang yang majruh (cacat perangainya)." Lihat Maratib Al Maushufin bi At-Tadlis (83).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ»
274. Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya menceritakan kepada kami, Abbad bin Ya’qub mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Musa, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 4Baransiapa berwudhu, maka hendaklah ia berkumur dan beristinsyag'.”
Sunan ad-Daruquthni (118287)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
274 : Mursal hasan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
نا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ الْمُؤَذِّنُ , نا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى , نا قَبِيصَةُ , نا سُفْيَانُ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ».
275. Ja’far bin Ahmad Al Muadzdzin (juru penyeru) menceritakan kepada kami, As-Sari bin Yahya mengabarkan kepada kami, Qabishah mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Musa, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu, maka hendaklah ia berkumur dan beristinsyaq'”
Sunan ad-Daruquthni (118288)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
275 : Mursal hasan: Diisyaratkan oleh Al Baihaqi (1/52); dan diriwayatkan oleh Al Khathib di dalam Tarikh-nya (7/406) dari jalur Sufyan, dari Ibnu Juraij, Sulaimani bin Musa memberitahukan kepadaku, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda..., Lalu ia menyebutkannya dan memberikan tambahan padanya.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , نا الْحُمَيْدِيُّ , نا سُفْيَانُ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى الشَّامِيِّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ سَوَاءً
276. Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Bisyr bin Musa mengabarkan kepada kami, Al Humaidi mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Musa Asy-Syami, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW menyabdakan hal yang sama
Sunan ad-Daruquthni (118289)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
276 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ طَاهِرٍ , نا حَمَّادُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَفْصٍ بِبَلْخَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْأَزْهَرِ الْجَوْزَجَانِيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى السِّينَانِيُّ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ». مُحَمَّدُ بْنُ الْأَزْهَرِ هَذَا ضَعِيفٌ وَهَذَا خَطَأٌ وَالَّذِي قَبْلَهُ الْمُرْسَلُ أَصَحُّ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
277, Ali bin Al Fadhl bin Thahir mcnceritakan kepada kami Hammad bin Muhammad bin Hafsh mengabarkan kepada kami di Balkh, Muhammad bin Al Azhar Al Jauzajani mengabarkan kepada kami, Al Fadhl bm Musa As-Sinani mengabarkan kepada kami dari ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Musa, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah. ia berkata. “Rasulullah SAW bersabda 'Barangsiapa berwudhu, maka hendaklah berkumur dan beristinsyaq". Muhammad bin Al Azhar lemah, dan ini salah, sedangkan yang sebelumnya yang mursal lebih shahih, wallahu a'lam.
Sunan ad-Daruquthni (118290)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
277 : Isnadnya lemah. Diisyaratkan oleh Al Baihaqi (1/56), di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Al Azhar Al Jurjani, Ahmad melarang menulis darinya karena ia meriwayatkan dari para pendusta. Muhammad bin Marwan dan selainnya; Ibnu Adi berkata, "Tidak terkenal." Al Mizan, (4/7194).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ الْعَبَّاسِ , نا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ , ثنا الْقَاسِمُ بْنُ غُصّْن , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ سُنَّةٌ». إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُسْلِمٍ ضَعِيفٌ
278. Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Abbas mengabarkan kepada kami, Suwaid bin Sa’id mengabarkan kepada kami, Al Qasim bin Ghushn mengabarkan kepada kami, dari Isma’il bin Muslim, dari 'Atha' dari Ibnu Abbas, ia berkata,“ Rasulullah SAW bersabda, 'Berkumur dam beristinsyaq adalah Sunnah'. Isma’il bin Muslim lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118291)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
278 : Isnadnya lemah. HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/146), dari jalur pengarang. Ia berkata, "Ini tidak shahih." Ada pun Isma'il bin Muslim, maka Yahya berkata, "Bukan apa-apa." Ali bin Al Madini, "Tidak ditulis haditsnya." Ibnu Hibban berkata, "Ia meriwayatkan hadits-hadits munkar dari orang-orang yang masyhur dan membolak-balikkan sanad-sanad. Sedangkan mengenai Suwaid, An-Nasa'i berkata, "Tidak tsiqah."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ الْقِدَاحُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ , عَنْ أَبِي عَلْقَمَةَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: دَعَا يَوْمًا بِوُضُوءٍ ثُمَّ دَعَا نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَفْرَغَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى وَغَسَلَهَا ثَلَاثًا , ثُمَّ مَضْمَضَ ثَلَاثًا وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا , ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا , ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ , ثُمَّ رِجْلَيْهِ فَأَنْقَاهُمَا , ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ مِثْلَ هَذَا الْوُضُوءِ الَّذِي رَأَيْتُمُونِي تَوَضَّأْتُهُ ثُمَّ قَالَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ» , ثُمَّ قَالَ: أَكَذَلِكَ يَا فُلَانُ؟ , قَالَ: نَعَمْ , ثُمَّ قَالَ: أَكَذَلِكَ يَا فُلَانُ؟ , قَالَ: نَعَمْ حَتَّى اسْتَشْهَدَ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , ثُمَّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَافَقْتُمُونِي عَلَى هَذَا
279. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakr mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Abu Ziyad Al Qaddah mengabarkan kepada kami, Abdulah bin Ubaid bin Umar mengabarkan kepada kami, dari Abu Alqamah, dari Utsman bin Affan RA, ia menuturkan, “Suatu hari, ia meminta air wudhu, lalu ia memanggil orang-orang dari para sahabat Rasulullah SAW. Lalu ia menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya dan Ia membasuhnya tiga kali. Kemudian berkumur tiga kali beristinsyag tiga kali. Lalu membasuh wajahnya tiga kali, lalu membasuh kedua tangannya hingga siku masing-masing tiga kali Kemudian mengusap kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya dan membersihkannya, lalu mengatakan, ‘Aku melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu yang kalian lihat aku berwudhu. Lalu beliau bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu dan membaguskan wudhunya kemudian melaksanakan shalat dua raka’at, maka terhadap dosanya adalah seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya.' Lalu Utsman berkata, ‘Bukankah begitu wahai fulan?’ Orang itu menjawab, ‘Benar.’ Sampai-sampai Utsman meminta kesaksikan beberapa sahabat Nabi SAW, lalu mengucapkan, ‘Alhamdulillah, segala puji Allah yang telah menjadikan mereka sependapat denganku mengenai hal ini’.
Sunan ad-Daruquthni (118292)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
279 : Isnadnya hasan. HR. Abu Daud (109) dari jalur Abdullah bin Abu Ziyad Al Qaddah, dari Abdullah bin Ubaid bin Umair. Ubaidullah bin Abu Ziyad Al Qaddah, tidak kuat. At-Taqrib (4308). An-Nasa'i berkata, "Tidak apa-apa." Ia berkata di dalam tempat lain, "Tidak kuat." Di tempat lain, "Tidak tsiqah." Ibnu Adi berkata, "Orang-orang yang tsiqah meriwayatkan hadits darinya, namun aku tidak melihat pada haditsnya sesuatu yang munkar." Abu Hatim berkata, "Tidak kuat dan tidak pula layyin. Haditsnya layak dan banyak ditulis."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , نا ابْنُ الْأَشْجَعِيِّ , نا أَبِي , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ , عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ , قَالَ: أَتَى عُثْمَانُ الْمَقَاعِدَ فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ , ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا , وَيَدَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , وَرِجْلَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ , ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا يَتَوَضَّأُ , يَا هَؤُلَاءِ أَكَذَلِكَ؟ , قَالُوا: نَعَمْ لِنَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ". عِنْدَهُ صَحِيحٌ إِلَّا التَّأْخِيرُ فِي مَسْحِ الرَّأْسِ فَإِنَّهُ غَيْرُ مَحْفُوظٍ , تَفَرَّدَ بِهِ ابْنُ الْأَشْجَعِيِّ , عَنْ أَبِيهِ عَنْ سُفْيَانَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَهَذَا اللَّفْظِ. وَرَوَاهُ الْعَدَنِيَّانِ: عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ , وَالْفِرْيَابِيُّ , وَأَبُو أَحْمَدَ , وَأَبُو حُذَيْفَةَ , عَنِ الثَّوْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالُوا كُلُّهُمْ: إِنَّ عُثْمَانَ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَقَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ , وَلَمْ يَزِيدُوا عَلَى هَذَا. وَخَالَفَهُمْ وَكِيعٌ رَوَاهُ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي النَّضْرِ , عَنْ أَبِي أَنَسٍ , عَنْ عُثْمَانَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا. كَذَا قَالَ وَكِيعٌ وَأَبُو أَحْمَدَ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي النَّضْرِ , عَنْ أَبِي أَنَسٍ وَهُوَ مَالِكُ بْنُ أَبِي عَامِرٍ , وَالْمَشْهُورُ عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي النَّضْرِ , عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عُثْمَانَ
280. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Ibnu Al Asyja’i mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Sufyan, dari Salim Abu An-Nadhr, dari Busr bin Sa’id, ia menuturkan, “Utsman bin Affan membawakan bangku-bangku, lalu ia minta diambilkan air wudhu, lalu berkumur dan beristinsyaq, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya tiga kali-tiga kali, kedua kakinya tiga kali-tiga kali, lalu mengusap kepalanya, kemudian mengatakan, ‘Aku melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti demikian. Wahai orang-orang, bukankah begitu?’ Mereka menyahut, ‘Benar.’ Kata sejumlah sahabat Rasulullah SAW.”
Menurutnya ini shahih, kecuali tentang pengakhiran mengusap kepala, bagian redaksi ini tidak terpelihara, Ibnu Al Asyja’i meriwayatkannya sendirian dari ayahnya dari Sufyan dengan isnad ini, dan inilah lafazhnya. Diriwayatkan juga oleh Al Adaniyyan Abdullah bin Al Waiid, Yazid bin Abu Hakim, Al Firyabi, Abu Ahmad dan Abu Hudzaifah dari At-Tsauri dengan isnad ini, mereka semua mengatakan, bahwa Utsman berwudhu tiga kali-tiga kali, lalu ia berkata, “Begitulah aku melihat Rasulullah SAW berwudhu.” Tidak lebih dari itu yang mereka katakan. Sementara Waki’ menyelisihinya, ia meriwayatkannya dari Ats-Tsauri, dari Abu An-Nadhr, dari Abu Anas, dari Utsman: Bahwa Nabi SAW berwudhu tiga kali-tiga kali. Demikian yang dikatakan Waki’ dan Abu Ahmad dari Ats-Tsauri, dari Abu An-Nadhr, dari Abu Anas, yakni malik bin Abu Amir. Yang masyhur dari Ats-Tsauri, dari Abu An-Nadhr, dari Busr bin Sa’id, dari Utsman.
Sunan ad-Daruquthni (118293)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
280 : Isnadnya lemah. HR. Ahmad (1/62). Ibnu Al Asyja'i adalah Abu Ubaidah bin Ubaidullah bin Abdurrahman Al Asyja'i, riwayatnya dapat diterima, At-Taqrib (2/449); At-Tahdzib (12/159): Orang-orang yang meriwayatkan darinya adalah: Ahamd bin Hanbal, Isa bin Yunus Ath-Tharsusi, Abu Umair Isa bin Muhammad Ar-Ramli dan Abu Zuhair Muhammad bin Ishaq Al Marwazi, Namanya disebutkan oleh Ibnu Hibban di dalam Ats-Tsiqat, namun ia menyebutnya dengan nama Abbad. Saya katakan: Ini dari perkiraan pengarang rahimahullah.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ , ثنا وَكِيعٌ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَبِي النَّضْرِ , عَنْ أَبِي أَنَسٍ , أَنَّ عُثْمَانَ تَوَضَّأَ بِالْمَقَاعِدِ وَعِنْدَهُ رِجَالٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَضَّأَ ثَلَاثًا , ثُمَّ قَالَ: أَلَيْسَ هَكَذَا رَأَيْتُمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ؟ , قَالُوا: نَعَمْ. وَتَابَعَهُ أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ , عَنِ الثَّوْرِيِّ. وَالصَّوَابُ عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي النَّضْرِ , عَنْ بُسْرٍ , عَنْ عُثْمَانَ
281. Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Yazid mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abu An-Nadhr, dari Abu Anas: Bahwa Utsman berwudhu dengan menggunakan bangku-bangku, sementara di hadapannya terdapat banyak sahabat Nabi SAW, lalu ia berwudhu tiga kali-tiga kali, lalu mengatakan, “Bukankah demikian kalian melihat Rasulullah SAW berwudhu?” “Benar,” jawab mereka. Abu Ahmad Az-Zubairi memutaba'ahnya, dari Atsa-Tsauri. Yang benar adalah dari Ats-Tsauri, dari Abu An-Nadhr, dari Busr, dari Utsman.
Sunan ad-Daruquthni (118294)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
281 : Isnadnya shahih. HR. Muslim di dalam Ath-Thaharah (9); Al Baihaqi (1/18), keduanya dari Waki', dari Sufyan.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَبُو كُرَيْبٍ , نا مُصْعَبُ بْنُ الْمِقْدَامِ , عَنْ إِسْرَائِيلَ , وَثنا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , ثنا إِسْرَائِيلُ , عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ يَتَوَضَّأُ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلَاثًا , وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا , وَمَضْمَضَ ثَلَاثًا , وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا , وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا , وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهُمَا , ثُمَّ غَسَلَ قَدَمَيْهِ , ثَلَاثًا ثُمَّ خَلَّلَ أَصَابِعَهُ وَخَلَّلَ لِحْيَتِهِ ثَلَاثًا , حِينَ غَسَلَ وَجْهَهُ , ثُمَّ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَالَّذِي رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ». لَفْظُهُمَا سَوَاءٌ حَرْفًا بِحَرْفٍ , قَالَ مُوسَى بْنُ هَارُونَ: وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ مَوْضِعٌ فِيهِ عِنْدَنَا وَهْمٌ؛ لِأَنَّ فِيهِ الِابْتِدَاءَ بِغَسْلِ الْوَجْهِ قَبْلَ الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ , وَقَدْ رَوَاهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ إِسْرَائِيلَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ , فَبَدَأَ فِيهِ بِالْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ قَبْلَ غَسْلِ الْوَجْهِ وَتَابَعَهُ أَبُو غَسَّانَ مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , عَنْ إِسْرَائِيلَ فَبَدَأَ فِيهِ بِالْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ قَبْلَ الْوَجْهِ وَهُوَ الصَّوَابُ
282. Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya mengabarkan kepada kami, Abu Kuraib Mush’ab bin Al Miqdam mengabarkan kepada kami, dari Israil. Dan Da’laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Musa bin Harun mengabarkan kepada kami, Abu Bakr bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Numair mengabarkan kepada kami, Israil mengabarkan kepada kami, dari Amir bin Syaqiq, dari Abu Wail, ia menuturkan, “Aku melihat Utsman berwudhu. Ia membasuh kedua tangannya (hingga pergelangan) tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, berkumur tiga kali, ber-istinsyaq tiga kali, membasuh sikutnya (yakni tangannya hingga sikut) tiga kali, mengusap kepalanya, kedua telinganya bagian luar dan dalamnya, kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali, lalu menyela-nyela jari-jarinya dan menyela-nyela janggutnya tiga kali ketika membasuh wajahnya, kemudian mengatakan, ‘Aku melihat Rasulullah SAW melakukan seperti yang kalian lihat aku melakukannya’.”
Lafazh keduanya sama persis huruf demi huruf. Musa bin Harun mengatakan, "Dalam hadits ini ada bagian yang menurut kami ada asumsi (perkiraan tidak kuat). Karena dimulai dengan membasuhi muka sebelum berkumur dan istinsyaq. Padahal telah diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Mahdi dari Israil dengan isnad ini, yang di dalamnya disebutkan dimulai dengan berkumur dan istinsyaq sebelum membasuh muka." Abu Ghassan Malik bin Isma’il memutaba’ahnya dengan riwayat dari Israil, di dalamnya ia menyebutkan dimulai dengan berkumur dan istinsyaq sebelum membasuh muka. Inilah yang benar.
Sunan ad-Daruquthni (118295)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
282 : Isnadnya lemah. HR. Abu Daud (110); Ibnu Majah (430); At-Tirmidzi (31); Ibnu Al Jarud di dalam Al Muntaqa (72); Ahmad di dalam Musnadnya. (1/58-60); Al Hakim (1/149) dan ia menjadikannya sebagai hadits shahih, lalu ia mengatakan, "Keduanya (Al Bukhari dan Muslim) berdalih dengan semua perawinya selain Amir bin Syaqiq, namun aku tidak mengetahui adanya cela padanya dari segi apa pun." Lalu AdzDzahabi menambahkan, "Ia dinilai lemah oleh Ibnu Ma'in." Saya katakan: Al Hafizh mengatakan, "Haditsnya lemah." At-Taqrib (1/387) dan At-Tahdzib (5/69) pada biografi Amir. Saya katakan: At-Tirmidzi menshahihkan haditsnya mengenai menyela-nyela (Jari). sementara di dalam Al „Ilal Al Kabir ia mengatakan, "Muhammad (Al Bukhari) berkata, 'Menurutku, yang paling shahih mengenai menyela-nyela (jari) adalah hadits Utsman'." Saya katakan: Mereka telah berkomentar mengenai ini, lalu pengarang mengatakan, "Hasan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al Hakim dan Iain-lain."
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي الْحَثِّ عَلَى الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ وَالْبَدَاءَةِ بِهِمَا أَوَّلَ الْوُضُوءِ
-
حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا إِسْرَائِيلُ , وَنا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا إِسْرَائِيلُ , عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ , عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ , قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا , وَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا , وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا , وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا , وَمَسَحَ رَأْسَهُ وَأُذُنَيْهِ ظَهْرَهُمَا وَبَاطِنَهُمَا , وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ ثَلَاثًا , وَغَسَلَ قَدَمَيْهِ وَخَلَّلَ أَصَابِعَ قَدَمَيْهِ ثَلَاثًا , وَقَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا فَعَلْتُ». يَتَقَارَبَانِ فِيهِ
283. Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin An-Nashr mengabarkan kepada kami, Abu Ghassan mengabarkan kepada kami, Israil mengabarkan kepada kami. Dan Da’laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami Musa bin Harun mengabarkan kepada kami, Abu Khaitsamah mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami, Israil mengabarkan kepada kami, dari Amir bin Syaqiq, dari Syaqiq bin Salamah, ia menuturkan, “Aku melihat Utsman bin Affan berwudhu. Ia membasuh telapak tangannya (tangan hingga pergelangan) tiga kali, berkumur dan ber-istinsyaq tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, membasuh sikutnya (yakni tangan hingga sikutnya) tiga kali, mengusap kepala, kedua telinganya bagian luar dan dalamnya dan menyela-nyela janggutnya tiga kali, membasuh kedua kakinya dan menyela-nyela jari-jari kakinya tiga kali, lalu mengatakan, ‘Aku melihat Rasulullah SAW melakukan seperti yang aku lakukan' Keduanya saling mendekati.
Sunan ad-Daruquthni (118296)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
283 : Lihat keterangan yang lalu. Isnadnya lemah juga.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْمَسْحِ بِفَضْلِ الْيَدَيْنِ
-
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ , عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ وَمَسَحَ رَأْسَهُ بِبَلَلِ يَدَيْهِ»
284. At Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Zaid bin Akhzam mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Daud mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dariAbdullah bin Muhammad bin Aqil, dari Ar-Rubayyi’ binti Mu'awwidz: Bahwa Nabi SAW berwudhu dan mengusap kepalanya dengan basahan dari kedua tangannya.
Sunan ad-Daruquthni (118297)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
284 : Isnadnya hasan. HR. Abu Daud (130). Abdullah bin Muhammad bin Uqail, seorang yang jujur, haditsnya layyin. At-Taqrib (1/447).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ الْمَسْحِ بِفَضْلِ الْيَدَيْنِ
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ أَبُو حَامِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الْأَزْدِيُّ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ , سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ سَعِيدٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ , عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ , قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَأْتِينَا فَيَتَوَضَّأُ فَمَسَحَ رَأْسَهُ بِمَا فَضُلَ فِي يَدَيْهِ مِنَ الْمَاءِ وَمَسَحَ هَكَذَا». وَوَصَفَ ابْنُ دَاوُدَ قَالَ: بِيَدَيْهِ مِنْ مُؤَخَّرِ رَأْسِهِ إِلَى مَقْدِمِهِ , ثُمَّ رَدَّ يَدَيْهِ مِنْ مُقَدَّمِ رَأْسِهِ إِلَى مُؤَخَّرِهِ
285. Muhammad bin Harun Abu Hamid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yahya Al Azdi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Daud menceritakan kepada kami: Aku mendengar Sufyan bin Sa’id, dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil, dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia mengatakan, “Nabi SAW mendatangi kami, lalu beliau berwudhu, kemudian mengusap kepalanya dengan sisa air di kedua tangannya. Beliau mengusap seperti ini,” seraya Abdullah bin Daud memperagakannya dengan kedua tangannya dari belakang kepala ke arah depan, lalu mengembalikan tangannya dari bagian depan kepalanya ke bagian belakangnya.
Sunan ad-Daruquthni (118298)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
285 : Isnadnya hasan. Lihat keterangan yang lalu. HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At- Tahqiq (1/163), dari beberapa jalur Sufyan, dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي جَوَازِ تَقْدِيمِ غَسْلِ الْيَدِ الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى
-
نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , ثنا مَرْوَانُ , نا إِسْمَاعِيلُ , عَنْ زِيَادٍ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَسَأَلَهُ عَنِ الْوُضُوءِ , فَقَالَ: أَبْدَأُ بِالْيَمِينِ أَوْ بِالشِّمَالِ؟ , «فَأَضْرَطَ عَلِيٌّ بِهِ ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَبَدَأَ بِالشِّمَالِ قَبْلَ الْيَمِينِ»
286. Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Al ‘Ala' mengabarkan kepada kami, Marwan menceritakan kepada kami, Isma’il mengabarkan kepada kami, dari Ziyad, ia menuturkan, “Seorang laki-laki datang kepada Ali bin Abu Thalib, lalu ia menanyakan tentang wudhu, maka Ali menjawab, ‘Aku memulai dengan yang kanan atau yang kiri?’ Lalu Ali memicingkan alisnya, kemudian ia minta diambilkan air, lalu ia memulai dengan yang kiri sebelum yang kanan.”
Sunan ad-Daruquthni (118299)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
286 : Isnadnya hasan. HR. Al Baihaqi, (1/87).
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي جَوَازِ تَقْدِيمِ غَسْلِ الْيَدِ الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى
-
نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ بِنْتِ السُّدِّيِّ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ زِيَادٍ مَوْلَى بَنِي مَخْزُومٍ , قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ عَلِيًّا أَبْدَأُ بِالشِّمَالِ قَبْلَ الْيَمِينِ فِي الْوُضُوءِ؟ , «فَأَضْرَطَ بِهِ عَلِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَبَدَأَ بِشِمَالِهِ قَبْلَ يَمِينِهِ»
287. Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya menceritakan kepada kami, Uma’il bin Binti As-Suddi mengabarkan kepada kami, Ali bin Mushir mengabarkan kepada kami, dari Isma’il bin Abu Khaiid, dan Ziyad maula Bani Makhzum, ia menuturkan, “Seorang laki-laki bertanya kepada Ali, ‘Apa aku memulai dengan yang kiri sebelum kananku dalam berwudhu?’ Maka Ali RA memicingkan alisya, kemudian ia minta diambilkan air, lalu ia memulai dengan yang kirinya sebelum yang kanannya."
Sunan ad-Daruquthni (118300)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
287 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي جَوَازِ تَقْدِيمِ غَسْلِ الْيَدِ الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى
-
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا هُشَيْمٌ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ زِيَادٍ مَوْلَى بَنِي مَخْزُومٍ , قَالَ: قِيلَ لِعَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ بَدَأَ بِمَيَامِنِهِ فِي الْوُضُوءِ «فَدَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ فَبَدَأَ بِمَيَاسِرِهِ»
288. Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakili menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Isma’il bin Abui Khalid, dari Ziyad maula Bani Makhzum, ia menuturkan, “Dikatakan kepada Ali RA, bahwa Abu Hurairah memulai dengan bagian-bagian kanannya dalam wudhu. Maka Ali pun berwudhu, lalu ia memulai dengan bagian-bagian kirinya.”
Sunan ad-Daruquthni (118301)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
288 : Lihat keterangan yang lalu.
كِتَابُ الطَّهَارَةِ - بَابُ مَا رُوِيَ فِي جَوَازِ تَقْدِيمِ غَسْلِ الْيَدِ الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى
-
نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عَوْفٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ هِنْدَ , قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَامُ: «مَا أُبَالِي إِذَا أَتْمَمْتُ وُضُوئِي بِأَيِّ أَعْضَائِي بَدَأْتُ».
289. Ja’far bin Muhammad Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Mu’tamir bin Sulaiman mengabarkan] kepada kami, dari Auf, dari Abdullah bin Amr bin Hind, ia mengatakan, “Ali AS berkata, ‘Aku tidak peduli apabila aku menyempurnakan wudhuku, dengan bagian mana saja aku memulai anggota wudhuku’.
Sunan ad-Daruquthni (118302)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
289 : Isnadnya lemah: Disebutkan oleh Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/163), diisyaratkan juga oleh Al Baihaqi (1/87), di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Amr bin Hind, seorang yang jujur, At-Taqrib (3517). Ibnu Abdil Barr di dalam At-Tamhid berkata, "Abdullah bin Amr bin Hind tidak pernah mendengar dari Ali."