Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban

كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ اسْتِعْمَالُ الأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ لِعَوَامِّ النَّاسِ دُونَ الْأُمَرَاءِ الَّذِينَ لاَ يَأْمَنُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْهُمْ إِنْ فَعَلَ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَثَلُ الْمُدَاهِنِ فِي حُدُودِ اللهِ، وَالآمِرِ بِهَا، وَالنَّاهِي عَنْهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ، اسْتَهَمُوا، سَفِينَةً مِنْ سُفُنِ الْبَحْرِ، فَصَارَ بَعْضُهُمْ فِي مُؤَخَّرِ السَّفِينَةِ، وَأَبْعَدِهِمْ مِنَ الْمِرْفَقِ، وَبَعْضُهُمْ فِي أَعْلَى السَّفِينَةِ، فَكَانُوا إِذَا أَرَادُوا الْمَاءَ وَهُمْ فِي آخِرِ السَّفِينَةِ، آذَوْا رِحَالَهُمْ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ نَحْنُ أَقْرَبُ مِنَ الْمِرْفَقِ وَأَبْعَدُ مِنَ الْمَاءِ، نَخْرِقَ دَفَّةَ السَّفِينَةِ وَنَسْتَقِي، فَإِذَا اسْتَغْنَيْنَا عَنْهُ سَدَدْنَاهُ، فَقَالَ السُّفَهَاءُ مِنْهُمُ‏:‏ افْعَلُوا‏.‏ قَالَ‏:‏ فَأَخَذَ الْفَأْسَ فَضَرَبَ عَرَضَ السَّفِينَةِ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ رُشَيْدٌ‏:‏ مَا تَصْنَعُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَحْنُ أَقْرَبُ مِنَ الْمِرْفَقِ وَأَبْعَدُ مِنَ الْمَاءِ، نَكْسِرُ دَفَّ السَّفِينَةِ، فَنَسْتَقِي، فَإِذَا اسْتَغْنَيْنَا عَنْهُ سَدَدْنَاهُ، فَقَالَ‏:‏ لاَ تَفْعَلْ، فَإِنَّكَ إِذًا تَهْلِكُ وَنَهْلِكُ‏.‏
301. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir mengabarkan kepada kami, dari Mutharrif dari Asy-Sya’bi dari An-Nu’man bin Basyir, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang yang bermain-main dengan aturan-aturan Allah, orang yang menyeru kepada menaatinya dan yang melarang darinya, laksana suatu kaum yang menumpang sebuah kapal dari kapal-kapal di lautan dengan melakukan undian. Maka sebagian mereka ada yang mendapat tempat di bagian bawah kapal dan paling jauh letaknya dari tempat (curahan) air. Sebagian yang lain berada di bagian atas kapal. Dan apabila mereka menginginkan air, maka mereka yang berada di bawah kapal pun merasa terganggu. Sebagian mereka berkata, 'Kita lebih dekat dengan tempat curahan air tetapi paling jauh dari air Mari kita melubangi papan kapal ini, dan kita bisa memperoleh air Apabila sudah tidak membutuhkannya, kita tutup kembali lubang itu'. Orang-orang bodoh dari kalangan mereka berkata, 'Lakukan saja' Dia berkata: Lalu (sebagian mereka) mengambil kapak dan memukulkannya ke dinding kapal. Maka seorang laki-laki bijak dari mereka berkata, 'Apa yang kamu kerjakan?’ la menjawab, 'Kami lebih dekat dengan tempat (curahan) air tetapi paling jauh dari air. Kami pun hendak memecahkan papan kapal ini sehingga kami bisa memperoleh air Apabila sudah tidak membutuhkannya, maka kami akan menutupnya kembali'. Maka laki-laki bijak itu berkata, 'Jangan lakukan itu! Jika kamu melakukannya, kamu akan binasa dan kita akan binasa!’.” .” 632 [3: 55]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110301)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ تَوَّقُعِ الْعِقَابِ مِنَ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِمَنْ قَدَرَ عَلَى تَغْيِيرِ الْمَعَاصِي، وَلَمْ يُغَيِّرْهَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجُنَيْدِ بِبُسْتَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ فِي قَوْمٍ يَعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي، يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِ وَلاَ يُغَيِّرُوا، إِلاَّ أَصَابَهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ قَبْلَ أَنْ يَمُوتُوا‏.‏
302. Muhammad bin Abdullah bin Al Junaid di Kota Bust mengabarkan kepada kami, ia berkata: Qutaibah bin Sa'id menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq dari Ubaidillah bin Jarir dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang yang berada dt suatu kaum (masyarakat) melakukan berbagal tindak kemaksiatan dl tengah mereka, sementara mereka mampu mengubahnya, tetapi mereka tidak mau mengubahnya, melainkan Allah akan menimpakan siksaan kepada mereka sebelum mereka meninggal dunia.”633 [109:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110302)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ جَوَازِ زَجْرِ الْمَرْءِ الْمُنْكَرَ بِيَدِهِ دُونَ لِسَانِهِ إِذَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ تَعَدٍّ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُقَدَّمِيُّ، وَزَحْمَوَيْهِ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ رَاشِدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ، عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ، قَالَ‏:‏ قَعَدَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ، وَعَلَيْهِ خَاتَمٌ مِنْ ذَهَبٍ، فَقَرَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ بِقَضِيبٍ كَانَ فِي يَدِهِ، ثُمَّ غَفَلَ عَنْهُ، فَأَلْقَى الرَّجُلُ خَاتَمَهُ، ثُمَّ نَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أَيْنَ خَاتَمُكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَلْقَيْتُهُ، قَالَ‏:‏ أَظُنُّنَا قَدْ أَوْجَعْنَاكَ وَأَغْرَمْنَاكَ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ النُّعْمَانُ بْنُ رَاشِدٍ رُبَّمَا أَخْطَأَ عَلَى الزُّهْرِيِّ‏.‏
303. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Muqaddami dan Zahmawaih menceritakan kepada kami, mereka berdua berkata: Wahab bin Jarir menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar An-Nu’man bin Rasyid dari Az-Zuhri dari Atha’ bin Yazid Al-Laitsi dari Abu Tsa’labah Al Khusyani, dia berkata: Seorang laki-laki duduk di dekat Nabi SAW dan ia mengenakan cincin dari emas. Lalu Rasulullah SAW mengetuk tangannya dengan tongkat yang berada di tangan beliau. Kemudian beliau melupakannya. Maka laki-laki itu pun membuang cincinnya. Selanjutnya Rasulullah SAW menoleh kepada laki-laki itu dan bertanya; “Mana cincinmuT' Ia menjawab, “Aku telah membuangnya.” Belum berkata; “ Aku kira kami telah menyakitimu, dan kami harus menggantikannya untukmu” .” 634 [5: 9]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110303)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمُنْكَرَ وَالظُّلْمَ إِذَا ظَهَرَا كَانَ عَلَى مَنْ عَلِمَ تَغْيِيرُهُمَا حَذَرَ عُمُومِ الْعُقُوبَةِ إِيَّاهُمْ بِهِمَا
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، قَالَ‏:‏ قَرَأَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ هَذِهِ الآيَةَ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ‏}‏، قَالَ‏:‏ إِنَّ النَّاسَ يَضَعُونَ هَذِهِ الآيَةَ عَلَى غَيْرِ مَوْضِعِهَا، أَلاَ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوَا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْ قَالَ‏:‏ الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِهِ‏.‏
304. Abdullah bin Muhamamd Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir mengabarkan kepada kami, dari Isma’il bin Abi Khalid dari Qais bin Abi Hazim, dia berkata: Aba Bakar Ash-Shiddiq membacakan ayat, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk (Qs. Al Maa'idah [5]: 105), dia berkata: Manusia meletakan pengertaian ayat ini bukan pada tempatnya. Ingatlah! Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia, apabila mereka melihat kezhaliman, lalu mereka tidak mau bertindak dengan kedua tangannya (mencegahnya),” —atau Beliau bersabda; “...sebuah kemungkaran, lalu mereka tidak mau mengubahnya—, niscaya Allah akan menimpakan siksaan-Nya yang merata.” .” 635 [3: 66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110304)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمُتَأَوِّلَ لِلآيِ قَدْ يُخْطِئُ فِي تَأْوِيلِهِ لَهَا، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْفَضْلِ وَالْعِلْمِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذِ بْنِ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّكُمْ تَقْرَؤُونَ هَذِهِ الآيَةَ وَتَضَعُونَهَا عَلَى غَيْرِ مَا وَضَعَهَا اللَّهُ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ، لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ‏}‏، إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوَا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ، يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ‏.‏
305. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Mu’adz bin Mu’adz menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Isma’il bin Abi Khalid dari Qais bin Abi Hazim dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Wahai manusia! Sungguh, kalian sering membaca ayat ini; ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk'." (Qs, Al Maa'idah [5]: 105). Namun kalian menempatkan arti ayat ini bukan pada makna yang dikehendaki oleh Allah. Sesungguhnya apabila manusia melihat kemungkaran, lalu mereka tidak mau mengubahnya, niscaya sudah dekat waktunya Allah menimpakan siksaan yang menyeluruh kepada mereka." .” 636 [3 : 66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110305)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ وَصْفِ النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ إِذَا رَآهُ الْمَرْءُ أَوْ عَلِمَهُ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ الأَحْمَسِيِّ، قَالَ‏:‏ أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ قَبْلَ الصَّلاَةِ يَوْمَ الْعِيدِ مَرْوَانُ بْنُ الْحَكَمِ، فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ‏:‏ الصَّلاَةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ ‍وَمَدَّ بِهَا صَوْتَهُ، فَقَالَ‏:‏ تُرِكَ مَا هُنَاكَ أَبَا فُلاَنٍ‏.‏ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ‏:‏ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَاكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ‏.‏
306. Imran bin Musa bin Mujasyi ’ mengabarkan kepada kami dia berkata Utsman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan Ats-Tsauri menceritakan kepada kami, dari Qais bin Muslim dari Thariq bin Syihab Al Ahmasi, dia berkata: Orang yang pertama kali memulai praktek khutbah sebelum shalat pada hari raya adalah Marwan bin Al Hakam. Saat itu seorang laki-laki berdiri menghadap kepada Marwan, seraya berkata, “Shalat Id dilakukan sebelum khutbah!” Dan dia melantangkan suaranya. Maka dia berkata, “Wahai Abu Fulan, telah ditinggalkan apa yang di sana (Sunnah Nabi).” Abu Sa’id Al Khudri berkata, “Adapun orang ini, dia telah memenuhi kewajibannya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila ia tidak mampu mengubah dengan tangannya, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Apabila ia tidak mampu (mengubah dengan lisan), maka hendaklah (ia mengubahnya) dengan hatinya. Yang demikian itu adalah iman yang paling lemah.” 637 [1: 37]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110306)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ تَفَرَّدَ بِهِ طَارِقُ بْنُ شِهَابٍ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَهَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، وَعَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ أَخْرَجَ مَرْوَانُ الْمِنْبَرَ فِي يَوْمِ عِيدٍ، وَبَدَأَ بِالْخُطْبَةِ قَبْلَ الصَّلاَةِ، فَقَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ‏:‏ يَا مَرْوَانُ، خَالَفْتَ السُّنَّةَ، أَخْرَجْتَ الْمِنْبَرَ فِي يَوْمِ عِيدٍ، وَلَمْ يَكُنْ يَخْرُجُ، وَبَدَأْتَ بِالْخُطْبَةِ قَبْلَ الصَّلاَةِ، وَلَمْ يَكُنْ يُبْدَأُ بِهَا، فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالُوا‏:‏ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ‏:‏ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ‏.‏ زَادَ إِسْحَاقُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنَّ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ‏.‏
307. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim dan Hannad bin As-Sari menceritakan kepada kami, mereka berdua berkata, “Abu Mu'awiyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Al A'masy menceritakan kepada kami, dari Isma’il bin Raja' dari ayahnya dari Abu Sa’id, dan dari Qais bin Muslim dari Thariq bin Syihab, dari Abu Sa’id, ia berkata, ‘Marwan (bin Hakam) mengeluarkan mimbar pada hari raya dan ia memulai khutbah (‘Id) sebelum pelaksanaan shalat. Lalu seorang laki-laki berdiri dan berkata, ‘Wahai Marwan, engkau telah menyalahi Sunnah. Engkau mengeluarkan mimbar pada hari raya. Padahal sebelumnya, belum pernah mimbar itu dikeluarkan. Dan engkau memulai dengan khutbah sebelum pelaksanaan shalat.’ Abu Sa’id bertanya, ‘Siapa orang itu?’ Mereka menjawab, ‘Fulan bin Fulan.’ Abu Sa’id berkata, ‘Orang itu telah memenuhi sesuatu yang menjadi kewajibannya.* Abu Ishaq menambahkan (dalam riwayat, yakni perkataan Abu Sa’id): Aku mendengar Rasulullah SAW Bersabda, 'Barang siapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila ia tidak mampu mengubah dengan tangannya, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Apabila ia tidak mampu (mengubah dengan lidah), maka hendaklah (ia mengubahnya) dengan hatinya. Yang demikian itu adalah iman yang paling lemah.” . 638 [1: 37]

Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110307)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ أَهْلَ كُلِّ طَاعَةٍ فِي الدُّنْيَا يُدْعَوْنَ إِلَى الْجَنَّةِ مِنْ بَابِهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللهِ نُودِيَ فِي الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا خَيْرٌ، فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ مَا عَلَى مَنْ دُعِيَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ‏.‏
308. Al Husain bin Idris Al Anshary mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Ibnu Shihab, dari Humaid bin Abdurrahman bin Auf, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan sepasang hewan ternak untuk (keperluan jihad) di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari salah satu pintu surga (dengan panggilan): Wahai Hamba Allah, Infakmu ini merupakan kebaikan. Dan barangsiapa yang termasuk ahli shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang termasuk ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang termasuk ahli shadaqah, ia akan dipanggil dari pintu shadaqah. Dan barangsiapa yang termasuk ahli puasa2, ia akan dipanggil dari pintu Rayyan. Abu Bakar bertanya, “Wahai Rasulullah, tiadalah kesengsaraan orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Maka, adakah orang yang akan dipanggil oleh semua pintu-pintu itu? Beliau menjawab, 'Ada. Dan aku berharap kalian termasuk didalamnya’.” 3 [3: 78]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110308)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إِجَازَةِ إِطْلاَقِ اسْمِ الْقُنُوتِ عَلَى الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ كُلُّ حَرْفٍ فِي الْقُرْآنِ يُذْكَرُ فِيهِ الْقُنُوتُ فَهُوَ الطَّاعَةُ‏.‏
309. Ibnu Salma mengabarkan kepada kami, ia berkata, Harmalah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata, Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku, dari Darraj, dari Abu Al Haitsam, dari Abu Sa’id Al Khudri, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap satu huruf dalam Al Qur'an yang disebut (di baca) Qunut (ketundukkan) maka itu berarti ketaatan.’ 5 [3: 66].
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110309)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَعُوُّدِ نَفْسِهِ أَعْمَالَ الْخَيْرِ فِي أَسْبَابِهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ خَلِيلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ جُنَاحٍ، عَنْ يُونُسَ بْنِ مَيْسَرَةَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ الْخَيْرُ عَادَةٌ، وَالشَّرُّ لَجَاجَةٌ، مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ‏.‏
310. Muhammad bin Hasan bin Khalil mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, ia berkata, Marwan bin Janah menceritakan kepada kami, dari Yunus bin Maisarah, ia berkata, “Aku mendengar Mu’awiyah bercerita dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Kebaikan itu adalah kebiasaan (‘Aadah). Dan keburukan adalah keras kepala (Lajaajah). Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan atas seseorang, maka Dia akan memberikan kefahaman tentang urusan agama. 6 [3: 66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110310)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ أَنْ يَقُومَ فِي أَدَاءِ الشُّكْرِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ، بِإتْيَانِ الطَّاعَاتِ بِأَعْضَائِهِ دُونَ الذِّكْرِ بِاللِّسَانِ وَحْدَهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عِلاَقَةَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ، يَقُولُ‏:‏ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا تَوَرَّمَتْ قَدَمَاهُ، فَقِيلَ لَهُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَتَفْعَلُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ وَمَا تَأَخَّرَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا‏.‏
311. Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Basyar menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah menceritakan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Al Mughirah bin Syu’bah berkata, Nabi SAW melaksanakan shalat hingga kedua kaki beliau bengkak. Lalu beliau ditanya: Wahai Rasulullah SAW, mengapa engkau melakukan ini semua? sedangkan dosamu yang terdahulu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah SWT? beliau balik bertanya: “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang pandai bersyukur ?.” 7 [5:47]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110311)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْعِلَّةِ الَّتِي مِنْ أَجْلِهَا كَانَ يَتْرُكُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ بِحَضْرَةِ النَّاسِ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ عَقِيلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ تَقُولُ‏:‏ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَبِّحُ سُبْحَةَ الضُّحَى، وَكَانَتْ عَائِشَةُ تُسَبِّحُهَا، وَكَانَتْ تَقُولُ‏:‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَكَ كَثِيرًا مِنَ الْعَمَلِ خَشْيَةَ أَنْ يَسْتَنَّ النَّاسُ بِهِ، فَيُفْرَضَ عَلَيْهِمْ‏.‏
312. Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Mauhab menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-Laits menceritakan kepada kami, dari Uqail, dari Ibnu Syihab, ia berkata, Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Aisyah, istri Rasulullah SAW, berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan shalat sunah dhuha”. Namun Aisyah mengerjakannya. Ia lalu berkata, “ Sungguh, Rasulullah SAW meninggalkan banyak sekali suatu amal shalih, yang disebabkan ketakutan beliau jika amal shalih itu diikuti oleh orang-orang, maka amal shalih itu menjadi wajib atas mereka.” 8 [5:14]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110312)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْعِلَّةِ الَّتِي مِنْ أَجْلِهَا كَانَ يَتْرُكُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضَ الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَدَعُ الْعَمَلَ، وَهُوَ يُحِبُّ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ، خَشْيَةَ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ النَّاسُ، فَيُفْرَضَ عَلَيْهِمْ‏.‏
313. Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Az-Zuhri bin Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa ia berkata, “Rasulullah SAW meninggalkan suatu amalan, sedang beliau cinta dengan amalan tersebut, hal itu dikarenakan ketakutannya terhadap orang-orang yang ikut mengerjakan amal itu dan kemudian amal tersebut menjadi kewajiban atas mereka.” 9 [5:29]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110313)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ الشُّكْرِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ بِأَعْضَائِهِ عَلَى نِعَمِهِ، وَلاَ سِيَّمَا إِذَا كَانَتِ النِّعْمَةُ تَعْقِبُ بَلْوَى تَعْتَرِيهِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ ثَلاَثَةً فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ أَبْرَصَ وَأَقْرَعَ وَأَعْمَى، فَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا، فَأَتَى الأَبْرَصَ، فقَالَ‏:‏ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لَوْنٌ حَسَنٌ، وَجِلْدٌ حَسَنٌ، قَالَ‏:‏ فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ الإِبِلُ، فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ، قَالَ‏:‏ وَأُعْطِيَ نَاقَةً عُشَرَاءَ، فقَالَ‏:‏ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا‏.‏ قَالَ‏:‏ وَأَتَى الأَقْرَعَ، فقَالَ‏:‏ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ شَعْرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّي هَذَا الَّذِي قَدْ قَذِرَنِي النَّاسُ، قَالَ‏:‏ فَمَسَحَهُ فَذَهَبَ عَنْهُ، وَأُعْطِيَ شَعْرًا حَسَنًا، قَالَ‏:‏ فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ الْبَقَرُ، قَالَ‏:‏ فَأُعْطِيَ بَقَرَةً حَافِلَةً، قَالَ‏:‏ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا‏.‏ قَالَ‏:‏ وَأَتَى الأَعْمَى، فقَالَ‏:‏ أَيُّ شَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَنْ يَرُدَّ اللَّهُ إِلَيَّ بَصَرِي فَأُبْصِرَ بِهِ النَّاسَ، فَمَسَحَهُ فَرَدَّ اللَّهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ، قَالَ‏:‏ فَأَيُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ الْغَنَمُ، قَالَ‏:‏ فَأُعْطِيَ شَاةً وَالِدًا، وَأُنْتِجَ هَذَانِ، وَوَلَّدَ هَذَا، فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنَ الإِبِلِ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْبَقَرِ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ‏.‏ قَالَ‏:‏ ثُمَّ أَتَى الأَبْرَصَ فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فقَالَ‏:‏ رَجُلٌ مِسْكِينٌ وَابْنُ سَبِيلٍ انْقَطَعَتْ بِيَ الْحِبَالُ فِي سَفَرِي، فَلاَ بَلاَغَ بِيَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِي أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ، وَالْجِلْدَ الْحَسَنَ وَالْمَالَ، بَعِيرًا أَتَبَلَّغُ بِهِ فِي سَفَرِي، فقَالَ‏:‏ الْحُقُوقُ كَثِيرَةٌ، فقَالَ‏:‏ كَأَنِّي أَعْرِفُكَ، أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ يَقْذَرُكَ النَّاسُ، فَقِيرًا فَأَعْطَاكَ اللَّهُ الْمَالَ‏؟‏ فقَالَ‏:‏ إِنَّمَا وَرِثْتُ هَذَا الْمَالَ كَابِرًا عَنْ كَابِرٍ، فقَالَ‏:‏ إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا، فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ‏.‏ قَالَ‏:‏ ثُمَّ أَتَى الأَقْرَعَ فِي صُورَتِهِ، فقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا، قَالَ لِهَذَا، فَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ هَذَا، فقَالَ‏:‏ إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا، فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ‏.‏ وَأَتَى الأَعْمَى فِي صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فقَالَ‏:‏ رَجُلٌ مِسْكِينٌ وَابْنُ سَبِيلٍ انْقَطَعَتْ بِيَ الْحِبَالُ فِي سَفَرِي، فقَالَ‏:‏ قَدْ كُنْتُ أَعْمَى فَرَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ بَصَرِي، فَخُذْ مَا شِئْتَ، وَدَعْ مَا شِئْتَ، فَوَاللَّهِ لاَ أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ شَيْئًا أَخَذْتَهُ لِلَّهِ، فقَالَ‏:‏ أَمْسِكْ مَالَكَ، فَإِنَّمَا ابْتُلِيتُمْ فَقَدْ رُضِيَ عَنْكَ، وَسُخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ‏.‏
314. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Syaiban bin Farrukh menceritakan kepada kami, Hammam bin Yahya menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Abu Amrah menceritakan kepadaku, bahwa Abu Hurairah menceritakannya, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang dari Bani Israel, salah seorang dari mereka ditimpa penyakit kusta, seorang lagi berpenyakit rambut rontok dan orang yang ketiga buta. Maka Allah SWT telah menguji ketiga-tiganya dengan mengutus kepada mereka seorang Malaikat. Kemudian malaikat tersebut mendatangi orang yang berpenyakit kusta dan bertanya kepadanya Apakah yang paling engkau sukai ? Orang itu menjawab: Warna yang indah serta kulit yang baik.10 Malaikat bertanya lagi: Harta apakah yang paling engkau sukai? Dia menjawab: Unta. Maka dia diberikan unta yang,mengandung sepuluh bulan. 11 1Orang itu lalu mendoakannya: baarakallaahu laka fiiha (semoga Allah SWT memberkatimu terhadap sesuatu yang telah engkau perbuat).
Rasulullah SAW bersabda, Kemudian Malaikat tersebut telah datang menemui orang yang berpenyakit rambut rontok lalu. bertanya: Apakah yang paling engkau sukai? Dia menjawab: Rambut yang elok dan sembuh dari penyakit yang menyebabkan manusia memandang jelek kepadaku. Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat lalu mengusapnya (tempat sakit) lalu hilanglah penyakitnya dan diberikan rambut yang baik. Malaikat bertanya lagi: Harta apakah yang paling engkau sukai? Dia menjawab: “Lembu." Maka dia diberikan seekor lembu yang sedang mengandung. "Orang itu lalu mendoakannya: baarakallaahu laka fiiha (semoga Allah SWT memberkatimu terhadap sesuatu yang telah engkau perbuat).
Rasulullah SAW bersabda, “ Kemudian malaikat tersebut mendatangi pula seorang yang buta lalu bertanya: Apakah yang paling engkau sukai? Dia menjawab: Aku ingin Allah SWT mengembalikan penglihatanku agar aku dapat melihat. Malaikat mengusap matanya, maka Allah SWT mengembalikan penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apakah yang amat engkau sukai? Dia menjawab, “Kambing biri-biri”. Rasulullah SAW bersabda, maka dia diberikan seekor biri-biri yang telah melahirkan anak. Kemudian unta dan lembu (yang dimiliki oleh orang yang berpenyakitan kusta dan yang berpenyakit rambut rontok) melahirkan12 . Maka bagi lelaki yang berpenyakit kusta telah memiliki satu lembah dari unta, bagi lelaki yang berpenyakit rambut rontok telah memiliki satu lembah dari lembu dan bagi lelaki yang buta telah memiliki satu lembah dari kambing biri-biri.
Nabi SAW bersabda, " Kemudian Malaikat tersebut mendatangi lelaki yang berpenyakit kusta dengan jelmaan sebagaimana keadaan lelaki itu sebelumnya dan dia mengadu kepada lelaki tersebut: “Aku seorang lelaki miskin yang telah kehabisan bekal semasa aku bermusafir. Aku tidak mempunyai tempat untuk mengadu pada hari ini melainkan (pertama) kepada Allah SWT kemudian kepada engkau. Aku memohon dari mu demi Zat Yang telah memberikan kepadamu warna serta kulit yang baik dan juga harta seekor unta, untuk membantu aku agar aku dapat meneruskan perjalananku. Maka lelaki itu menjawab: “Aku mempunyai banyak tanggungan (yang menyebabkan aku tidak bisa memberikannya kepadamu). Malaikat itu berkata kepadanya: “Aku rasa aku mengenalimu. Bukankah engkau dahulu berpenyakit kusta dan manusia memandang jelek kepadamu? (bukankah engkau) Seorang yang fakir lalu Allah SWT mengaruniakan kepadamu (harta)?’’ Lelaki itu menjawab, "Aku mewarisi harta ini dari warisan orang tuaku13 ” Malaikat itu berkata, “Sekiranya kamu berdusta, maka (mudah-mudahan) Allah akan menjadikan keadaan kamu sebagaimana keadaan sebelum ini. ”
Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian Malaikat tersebut mendatangi pula orang yang berpenyakit rambut rontok seperti lelaki tadi dan bertanya seperti dia bertanya kepada lelaki berpenyakit kusta, keadaannya sama seperti yang berlaku ketika Malaikat tersebut meminta dari lelaki yang berpenyakit kusta. Malaikat berkata, “Sekiranya kamu berdusta, maka (mudah-mudahan) Allah SWT akan menjadikan keadaan kamu sebagaimana kamu sebelum ini.
Kemudian Malaikat itu mendatangi pula lelaki yang buta dengan menjelma sebagai seorang yang buta lalu mengadu: “Aku seorang lelaki pengembara yang miskin. Tali untuk penunjuk jalanku putus saat dalam perjalanan. Lelaki itu berkata, Aku sebelum ini adalah seorang yang buta, Allah SWT telah mengembalikan penglihatanku, oleh itu ambillah apa yang engkau inginkan dan tinggalkan apa yang engkau tidak inginkan. Demi Allah SWT, aku tidak akan mencegah dan mengungkit kembali pemberianku kepada kamu untuk mengambil apa yang engkau kehendaki karena Allah SWT. Malaikat berkata, “Jagalah hartamu. Sesungguhnya kamu semua telah diuji oleh Allah SWT. Allah SWT telah meridhai kamu dan membenci dua orang Sahabatmu. ” 14 [3: 6]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110314)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ تَفَضُّلِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ بِإعْطَاءِ أَجْرِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ لِلْمُفْطِرِ إِذَا شَكَرَ رَبَّهُ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سَعِيدٍ الْعَابِدُ الطَّاحِيُّ بِالْبَصْرَةِ، حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ شُكْرُ الطَّاعِمِ الَّذِي يَقُومُ بِإِزَاءِ أَجْرِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ‏:‏ هُوَ أَنْ يَطْعَمَ الْمُسْلِمُ، ثُمَّ لاَ يَعْصِي بَارِيَهُ، يُقَوِّيهِ، وَيُتِمُّ شُكْرَهُ بِإتْيَانِ طَاعَاتِهِ بِجَوَارِحِهِ، لأَنَّ الصَّائِمَ قُرِنَ بِهِ الصَّبْرُ لِصَبْرِهِ عَنِ الْمَحْظُورَاتِ، وَكَذَلِكَ قُرِنَ بِالطَّاعِمِ الشُّكْرُ، فَيَجِبُ أَنْ يَكُونَ هَذَا الشُّكْرُ الَّذِي يَقُومُ بِإِزَاءِ ذَلِكَ الصَّبْرِ يُقَارِبُهُ أَوْ يُشَاكِلُهُ، وَهُوَ تَرْكُ الْمَحْظُورَاتِ عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ‏.‏
315. Bakar bin Ahmad bin Sa’id15-seorang ahli ibadah, keturunan Thahiyah di Bashrah, mengabarkan kepada kami, Nashr bin Ali menceritakan kepada kami, Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dari Ma’mar, dari Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Orang makan (tidak berpuasa) yang bersyukur sejajar dengan orang puasa yang sabar.16
Abu Hatim berkata, “Syukurnya orang makan yang dapat menandingi pahalanya orang puasa yang sabar adalah orang yang makan kemudian tidak maksiat kepada Allah SWT. (Dengan nikmat Allah SWT berupa makanan itu) ia dapat menjadi kuat dan dapat menyempurnakan rasa syukurnya dengan menjalani ketaatan kepada Allah SWT dengan anggota tubuhnya. Oleh karena orang yang berpuasa harus dibarengi dengan sabar terhadap perkara yang dilarang, demikian juga orang yang makan harus dibarengi dengan rasa syukur. Dengan demikian syukurnya orang yang makan, harus mendekati atau menyamai kesabaran orang yang puasa. Yaitu dengan jalan meninggalkan perkara-perkara yang telah dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. [2:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110315)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْإخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ الْقِيَامِ فِي أَدَاءِ الْفَرَائِضِ مَعَ إِتْيَانِ النَّوَافِلِ، ثُمَّ إعْطَائِهِ عَنْ نَفْسِهِ وَعِيَالِهِ فِيمَا بَعْدُ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْخَطَّابِ الْبَلَدِيُّ الزَّاهِدُ، حَدَّثَنَا أَبُو جَابِرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ‏:‏ دَخَلَتِ امْرَأَةُ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ عَلَى نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْنَهَا سَيِّئَةَ الْهَيْئَةِ، فَقُلْنَ‏:‏ مَا لَكِ، مَا فِي قُرَيْشٍ رَجُلٌ أَغْنَى مِنْ بَعْلِكِ، قَالَتْ‏:‏ مَا لَنَا مِنْهُ شَيْءٌ‏؟‏ أَمَّا نَهَارُهُ فَصَائِمٌ، وَأَمَّا لَيْلُهُ فَقَائِمٌ، قَالَ‏:‏ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْنَ ذَلِكَ لَهُ، فَلَقِيَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فقَالَ‏:‏ يَا عُثْمَانُ، أَمَا لَكَ فِي أُسْوَةٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ، فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمَّا أَنْتَ فَتَقُومُ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ، وَإِنَّ لأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، صَلِّ وَنَمْ، وَصُمْ وَأَفْطِرْ، قَالَ‏:‏ فَأَتَتْهُمُ الْمَرْأَةُ بَعْدَ ذَلِكَ عَطِرَةً كَأَنَّهَا عَرُوسٌ، فَقُلْنَ لَهَا‏:‏ مَهْ، قَالَتْ‏:‏ أَصَابَنَا مَا أَصَابَ النَّاسُ‏.‏
316. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Khaththab Al Baladi Az-Zahid menceritakan kepada kami, Abu Jabir Muhammad bin Abdul Malik menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami, dari Abu Musa, dari Abu Darda', dari Abu Musa, ia berkata, Istri Utsman bin Mazh’un datang menemui istri-istri Rasulullah SAW. Kami melihatnya dalam kondisi buruk rupa. Lalu istri-istri Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apa yang teijadi denganmu? bukankah engkau mempunyai seorang suami yang tidak tertandingi kekayaannya di suku Quraisy?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki sesuatu darinya. Siang hari ia berpuasa, sepanjang malam ia shalat.” (hingga tidak mempunyai waktu lagi untuk kami). Abu Musa berkata, Kemudian Rasulullah SAW datang dan para istri beliau menceritakan tentang apa yang teijadi. Lalu Rasulullah SAW menemui Utsman bin Mazh’un dan bersabda kepadanya: “Wahai Usman, apakah engkau tidak mencontohku? ”Ia menjawab, “Demi ayah dan Ibuku, bukan demikian wahai Rasul.” Beliau lalu bersabda, "Mengapa kamu selalu melaksanakan shalat sepanjang malam dan selalu berpuasa, padahal sesungguhnya keluargamu dan tubuhmu juga mempunyai hak atas dirimu. Shalat malam dan istirahatlah, puasa dan berbukalah." Abu Musa berkata, kemudian (selang beberapa waktu) istri Utsman datang lagi menemui istri-istri Rasulullah SAW dalam keadaan sangat wangi seperti seorang pengantin baru. Mereka kemudian berkata kepadanya: “Ada apa denganmu?” Ia pun berkata, “Kami telah mendapati apa yang didapati oleh orang lain.” 17 [3:11]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110316)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ التَّغْلِيظِ عَلَى مَنْ خَالَفَ السُّنَّةَ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْبُخَارِيُّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، أَخْبَرَنِي حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ‏:‏ جَاءَ ثَلاَثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا، فَقَالُوا‏:‏ وَأَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ‏؟‏ قَالَ أَحَدُهُمْ‏:‏ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا، وَقَالَ الآخَرُ‏:‏ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلاَ أُفْطِرُ، وَقَالَ الآخَرُ‏:‏ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ وَلاَ أَتَزَوَّجُ أَبَدًا، فَجَاءَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فقَالَ‏:‏ أَنْتُمُ الَّذِي قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا‏؟‏ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ، وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي‏.‏
317. Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ismail Al Bukhari menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Maryam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, Humaid Ath Thawil mengabarkan kepadaku, bahwa ia pernah mendengar Anas bin Malik berkata, “Ada tiga orang laki-laki datang berkunjung ke rumah istri-istri Rasulullah SAW bertanya tentang ibadah beliau. Setelah diterangkan kepada mereka, kelihatan bahwa mereka menganggap apa yang dilakukan Nabi SAW itu terlalu sedikit. Mereka berkata, “Kita tidak dapat disamakan dengan Nabi SAW. Semua dosa beliau yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni Allah SWT.” Salah seorang dari mereka berkata, “Bagiku, aku akan selalu shalat sepanjang malam.” Orang kedua berkata, “Aku akan berpuasa setiap hari, tanpa pernah berbuka”. Orang ketiga berkata, “Aku tidak akan pernah mendekati wanita, dan aku tidak akan menikah selama- lamanya.” Setelah itu Rasulullah SAW datang. Beliau bersabda, “Kamu yang18 berkata19 begini dan begitu? Demi Allah, aku lebih takut dan lebih bertakwa kepada Allah SWT dibandingkan dengan kalian. Tetapi aku tetap berpuasa dan berbuka. Aku shalat malam dan tidur. Dan aku pun menikah. Barangsiapa yang tidak mau mengikuti sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku. ” 20 [3: 11]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110317)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يَقُومُ مَقَامَ الْجِهَادِ النَّفْلُ مِنَ الطَّاعَاتِ لِلْمَرْءِ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي غَيْلاَنَ، أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ وَهُوَ السَّائِبُ بْنُ فَرُّوخٍ الشَّاعِرُ الْمَكِّيُّ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرٍو، يَقُولُ‏:‏ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ، فقَالَ‏:‏ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قَالَ‏:‏ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ‏.‏
318. Umar bin Ismail bin Abu Ghailan mengabarkan kepada kami, Ali bin Al Ja’di21 mengabarkan kepada kami, Syu’bah mengabarkan kepada kami, Hubaib bin Abu Tsabit mengabarkan kepadaku, ia berkata, aku mendengar Abu Al Abbas, yakni As-Sa'ib bin Farrukh Asy-Sya’ir Al Makki, berkata, aku mendengar Abdullah bin Amru berkata, “Seorang lelaki menghadap Nabi SAW untuk meminta izin untuk berjihad. Beliau kemudian bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Maka berjihadlah pada keduanya.” 22 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110318)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَرْءَ مُبَاحٌ لَهُ أَنْ يُظْهِرَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ مِنَ التَّوْفِيقِ لِلطَّاعَاتِ، إِذَا قَصَدَ بِذَلِكَ التَّأَسِّي فِيهِ دُونَ إِعْطَاءِ النَّفْسِ شَهْوَتَهَا مِنَ الْمَدْحِ عَلَيْهَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ مَوْلَى ثَقِيفٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّارُ، حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ‏:‏ وَجَدَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قِيلَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أَثَرَ الْوَجَعِ عَلَيْكَ بَيِّنٌ، قَالَ‏:‏ إِنِّي عَلَى مَا تَرَوْنَ، قَرَأْتُ الْبَارِحَةَ السَّبْعَ الطُّوَلَ‏.‏
319. Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim maula Tsaqif mengabarkan kepada kami, AI Hasan bin Ash-Shabbah Al Bazzar menceritakan kepada kami, Mu ammal bin Ismail menceritakan kepada kami, dari Sulaiman bin Al Mughirah, Tsabit menceritakan kepada kami, dari Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW merasa sakit. Maka ketika pagi datang, beliau ditanya, “Wahai Rasulullah SAW, efek rasa sakit yang sedang engkau derita ini sungguh sangat nampak.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku memang dalam kondisi seperti yang kalian lihat sekarang. Kemarin aku membaca tujuh surat-surat Al Qur'an yang panjang. 23 [5:47]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110319)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ عَلَى الْمَرْءِ مَعَ قِيَامِهِ فِي النَّوَافِلِ إِعْطَاءَ الْحَظِّ لِنَفْسِهِ وَعِيَالِهِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عُمَيْسٍ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخَى بَيْنَ سَلْمَانَ، وَأَبَى الدَّرْدَاءِ، قَالَ فَجَاءَ سَلْمَانُ يَزُورُ أَبَا الدَّرْدَاءِ، فَرَأَى أُمَّ الدَّرْدَاءِ مُتَبَتِّلَةً، فقَالَ‏:‏ مَا شَأْنُكِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ إِنَّ أَخَاكَ لَيْسَتْ لَهُ حَاجَةٌ فِي الدُّنْيَا فَلَمَّا جَاءَ أَبُو الدَّرْدَاءِ، رَحَّبَ بِهِ سَلْمَانُ، وَقَرَّبَ إِلَيْهِ طَعَامًا، فقَالَ لَهُ سَلْمَانُ‏:‏ اطْعَمْ، قَالَ‏:‏ إِنِّي صَائِمٌ، قَالَ‏:‏ أَقْسَمْتُ عَلَيْكَ إِلاَّ طَعِمْتَ، فَإِنِّي مَا أَنَا بِآكِلٍ حَتَّى تَأْكُلَ، قَالَ‏:‏ فَأَكَلَ مَعَهُ وَبَاتَ عِنْدَهُ فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيْلِ، قَامَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَحَبَسَهُ سَلْمَانُ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، أَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَائْتِ أَهْلَكَ، فَلَمَّا كَانَ عِنْدَ الصُّبْحِ، قَالَ‏:‏ قُمِ الآنَ، فَقَامَا فَصَلَّيَا ثُمَّ خَرَجَا إِلَى الصَّلاَةِ، فَلَمَّا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَامَ إِلَيْهِ أَبُو الدَّرْدَاءِ، فَأَخْبَرَهُ بِمَا، قَالَ سَلْمَانُ، فقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَ مَا قَالَ سَلْمَانُ‏.‏
320. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, Ja’far bin ‘Aun menceritakan kepada kami, Abu Umais menceritakan kepada kami, dari ‘Aun bin Abu Juhaifah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW mempersaudarakan Salman dengan Abu Darda'. Salman pun mengunjungi Abu Darda'. Dia melihat Ummu Darda' (seperti) hidup membujang24, ia (Salman) bertanya, “Mengapa dirimu melakukan hal ini?”. Ia (Ummu Darda') menjawab: “ Sesungguhnya saudaramu, Abu Darda, tidak membutuhkan kehidupan dunia.” (Ayah Aun bin Abu Juhaifah) berkata, Ketika Abu Darda' datang, Salman menyambutnya, dia mendekatkan (menghidangkan) makanan kepada Salman, Abu Darda' berkata kepada Salman, “Makanlah, sesungguhnya aku sedang berpuasa”. Salman berkata, “Aku bersumpah atasmu kecuali kamu ikut makan, sungguh, aku tidak akan makan hingga kamu ikut makan.” (Ayah Aun bin Abu Juhaifah) berkata, “Kemudian mereka makan bersama, dan Salman bermalam di rumahnya. Ketika malam tiba Abu Darda' hendak melaksanakan shalat (sunah) namun langsung ditahan oleh Salman. Salman berkata, “Wahai Abu Darda', sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atas dirimu. Keluargamu memiliki hak atas dirimu. Jasadmu memiliki hak atas dirimu. Berikanlah hak kepada masing-masing yang berhak menerimanya. Puasa dan berbukalah. Shalat malam dan istirahatlah. Dan gaulilah istrimu. 25” Ketika waktu subuh tiba, Salman berkata, “Bangunlah.” Kemudian mereka berdua bangun dan keluar untuk mengerjakan shalat. (Selepas shalat) Abu Darda' menghampiri Rasulullah SAW dan menceritakan semua hal yang telah di katakan Salman kepadanya. Lalu Rasulullah SAW mengatakan kepada Abu Darda' seperti26 apa yang telah dikatakan oleh Salman27. [3:10]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110320)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ إِتْيَانُ الْمُبَالَغَةِ فِي الطَّاعَاتِ، وَكَذَلِكَ اجْتِنَابُ الْمَحْظُورَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ صُبَيْحٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَيْقَظَ أَهْلَهُ، وأَحْيَى اللَّيْلَ، وَشَدَّ الْمِئْزَرَ‏.‏ وَقَدْ ذَكَرَ سُفْيَانُ مَرَّةً فِيهِ وَجَدَّ أَبُو يَعْفُورٍ‏:‏ اسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ نِسْطَاسٍ‏.‏
321. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid An-Narsi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Ya’fur, dari Muslim bin Shubaih, dari Masruq, dari Aisyah, ia berkata, “Jika sudah masuk pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW (selalu) membangunkan keluarganya, menghidupkan malam, dan mengencangkan ikatan tali sarungnya.”28.
Sufyan sungguh pernah menjelaskan satu kali mengenai Hadits ini dengan perkataan wajadda (sungguh-sungguh)
Abu Ya’fur adalah Abdurrahman bin ‘Ubaid bin Nisthas. 29. [5:47]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110321)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ لُزُومُ الْمُدَاوَمَةِ عَلَى إِتْيَانِ الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا حَامِدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شُعَيْبٍ، حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ عَمَلِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ‏:‏ كَانَ عَمَلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِيمَةً‏.‏
322. Hamid bin Muhammad bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, Mahmud bin Khidasy menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Ibrahim, dari Alqamah, ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah tentang amal yang dikerjakan Rasulullah SAW. Ia menjawab: Amal beliau adalah mudawamah (istiqomah dalam mengerjakan suatu perbuatan).30 [5: 47]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110322)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ أَحَبَّ الطَّاعَاتِ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلاَ مَا وَاظَبَ عَلَيْهِ الْمَرْءُ وَإِنْ قَلَّ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ كَانَ أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ‏.‏
323. Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa ia berkata, Amal perbuatan yang paling Rasulullah SAW senangi adalah perbuatan baik yang senantiasa dikerjakan oleh si pelakunya. ).31 [1:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110323)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ اسْتِحْبَابِ الاِجْتِهَادِ فِي أَنْوَاعِ الطَّاعَاتِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ
- -
أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سِنَانٍ الْقَطَّانُ بِوَاسِطَ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ، قَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ‏.‏
324, Ja’far bin Ahmad.32 bin Sinan Al Qathan mengabarkan ep kami, ayahku menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami, dari Muslim Al Bathin, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari, amal shalih yang dilakukan di dalamnya itu lebih disukai oleh Allah daripada hari 10 Dzulhiijjah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, walaupun Jihad fi Sabilillah?”. Beliau menjawab: “ Walaupun Jihad fi Sabilillah. Kecuali orang yang keluar (jihad) dengan diri dan hartanya, kemudian dia tidak (mengharapkan) kembali apa-apa dari hal tersebut (Ikhlas). ).33 [1.2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110324)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ، وَشَهْرَ رَمَضَانَ فِي الْفَضْلِ يَكُونَانِ سِيَّانَ
- -
أَخْبَرَنَا شَبَابُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ شَهْرَا عِيدٍ لاَ يَنْقُصَانِ‏:‏ رَمَضَانُ وَذُو الْحِجَّةِ‏.‏
325. Syabab bin Shalib mengabarkan kepada kami, ia berkata, Wahab bin Baqiyyah menceritakan kepada kami, ia berkata, Khalid mengabarkan kepada kami, dari Khalid, dari).35 Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Dua bulan yang terdapat Hari Raya, tidak mengurangi nilainya. Yaitu bulan Ramadan dan Dzulhijjah. ).36 [1:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110325)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنِ اسْتِعْمَالِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ أَهْلَ الطَّاعَةِ بِطَاعَتِهِ
- -
أَخْبَرَنَا الصُّوفِيُّ بِبَغْدَادَ، حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ، حَدَّثَنَا الْجَرَّاحُ بْنُ مَلِيحٍ الْبَهْرَانِيُّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ بَكْرَ بْنَ زُرْعَةَ الْخَوْلاَنِيَّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا عِنَبَةَ الْخَوْلاَنِيَّ وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِمَّنْ صَلَّى لِلْقِبْلَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا وَأَكَلَ الدَّمَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ لاَ يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ بِغَرْسٍ يَسْتَعْمِلُهُمْ فِي طَاعَتِهِ‏.‏
326. Seorang Sufi di Baghdad mengabarkan kepada kami, Al Haitsam bin Kharijah menceritakan kepada kami, Al Jarrah bin Malih Al Bahrani menceritakan kepada kami, ia berkata, “Aku mendengar Bakr bin Zur’ah Al Khaulani berkata, “Aku mendengar Abu ‘Inabah Al Khaulani -ia termasuk sahabat Nabi SAW).37, dan ikut mengalami shalat pada dua kiblat, ia semasa jahiliyahnya pernah meminum darah- berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT senantiasa menanam (menciptakan) satu tanaman untuk agama ini, yang Ia pergunakan untuk melaksanakan ketaatan kepada-Nya. ).38 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110326)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَرْكِ الاِتِّكَالِ عَلَى الصَّالِحِينَ فِي زَمَانِهِ، دُونَ السَّعْيِ فِيمَا يَكِدُّونَ فِيهِ مِنَ الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ أَبِي سُفْيَانَ أَخْبَرَتْهَا‏:‏ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ جَحْشٍ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ‏:‏ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزِعًا، مُحْمَرًّا وَجْهُهُ، يَقُولُ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَحَلَّقَ بِأَصْبُعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا، قَالَتْ‏:‏ فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ‏.‏
327. Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata, “Yunus mengabarkan kepada kami, dari Syihab, ia berkata, Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Zainab binti Salamah mengabarkan kepadanya, bahwa Ummu Habibah binti Abu Sufyan mengabarkan kepadanya, bahwa Zainab binti Jahsy, istri Nabi SAW berkata, “Rasulullah SAW suatu ketika keluar rumah dalam keadaan terperanjat, wajahnya merah, lalu beliau mengucap, “Laa ilaaha illallah (tiada tuhan selain Allah SWT), celakalah bangsa Arab terhadap keburukan yang sungguh sudah dekat(ini), hari ini dinding penyumbat Ya'juj dan Ma’juj telah terbuka seperti ini” Beliau lingkarkan jari tangannya dari ibu jari hingga kelingking. Zainab berkata, “Aku lalu bertanya: Wahai Rasulullah SAW, apakah kami akan binasa dan (padahal) di sekitar kami terdapat orang-orang shalih? Beliau menjawab, “Iya, jika kemaksiatan (keburukan) telah merajalela” ).39 [3: 65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110327)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللهِ قَدْرَ شِبْرٍ أَوْ ذِرَاعٍ بِالطَّاعَةِ كَانَتِ الْوَسَائِلُ وَالْمَغْفِرَةُ أَقْرَبُ مِنْهُ بِبَاعٍ
- -
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ الْمِنْهَالِ ابْنِ أَخِي الْحَجَّاجِ بْنِ الْمِنْهَالِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنِ الأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا يَحْكِي عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ‏:‏ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي، فَمَنْ نَازَعَنِي فِي وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا، قَذَفْتُهُ فِي النَّارِ، وَمَنِ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا، اقْتَرَبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا، وَمَنِ اقْتَرَبَ مِنِّي ذِرَاعًا، اقْتَرَبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَمَنْ جَاءَنِي يَمْشِي، جِئْتُهُ أُهَرْوِلُ، وَمَنْ جَاءَنِي يُهَرْوِلُ، جِئْتُهُ أَسْعَى، وَمَنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَمَنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَأٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَأٍ أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَطْيَبَ‏.‏
328. Sulaiman bin Al Husain bin Al Minhal -anak saudara laki- lakinya Al Hajjaj bin Al Minhal- mengabarkan kepada kami, Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata, “Hamad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Atha’ bin As-Saib, dari Al Agharri Abu Muslim, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW terhadap keterangan yang telah Allah SWT ceritakan kepadanya, Allah SWT berfirman, “Kesombongan adalah Selendang-Ku, Keagungan adalah pakaian-Ku, barangsiapa yang mencopot salah satu dari keduanya (menyaingi-meski hanya-salah dari kedua hal itu), maka Aku bersumpah untuk memasukkannya kedalam neraka. Dan barangsiapa yang mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Barangsiapa yang mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari-lari kecil. Barangsiapa yang mendatangi-Ku dengan berlari-lari kecil, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari. Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya di dalam hati-Ku. Barangsiapa yang mengingat-Ku secara berjamaah, maka Aku pun akan mengingatnya bersama jamaah-Ku (Para Malaikat Dan Lainnya) yang lebih banyak dan lebih baik.).40 [3:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110328)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ إِطْلاَقِ اسْمِ الْخَيْرِ عَلَى الأَفْعَالِ الصَّالِحَةِ إِذَا كَانَتْ مِنْ غَيْرِ الْمُسْلِمِينَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، قَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ‏:‏ مِنْ صِلَةٍ وَعَتَاقَةٍ وَصَدَقَةٍ، فَهَلْ فِيهَا أَجْرٌ‏؟‏ فقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ لَكَ مِنْ أَجْرٍ‏.‏
329. Muhammad bin Ubaidillah bin Al Fadhli Al Kala’i mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Amru bin Utsman bin Sa’id menceritakan kepada kami, ia berkata, ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’aib bin Abu Hamzah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Hakim bin Hizam mengabarinya, bahwa ia berkata, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu terhadap sesuatu yang aku lakukan sebagai ibadah).41 di masa Jahililiyah berupa silaturrahim, membebaskan budak, dan bersedekah. Apakah aku mendapatkan ganjaran terhadap semua perbuatan itu?” Nabi SAW bersabda, “Engkau telah Islam dengan memperoleh ganjaran kebaikan di masa lalu.” 42 [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110329)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الأَعْمَالَ الَّتِي يَعْمَلُهَا مَنْ لَيْسَ بِمُسْلِمٍ، وَإِنْ كَانَتْ أَعْمَالاً صَالِحَةً، لاَ تَنْفَعُ فِي الْعُقْبَى مَنْ عَمِلَهَا فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْقَوَارِيرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ، عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ قُلْتُ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ ابْنَ جُدْعَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ كَانَ يَقْرِي الضَّيْفَ، وَيُحْسِنُ الْجِوَارَ، وَيَصِلُ الرَّحِمَ، فَهَلْ يَنْفَعُهُ ذَلِكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا قَطُّ‏:‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ‏.
330. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Qawariri menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Wahid bin Ziyad menceritakan kepada kami, ia berkata, Al A’masy menceritakan kepada kami, dari Abu Sufyan, dari Ubaid bin Umair, dari Aisyah, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Sesungguhnya (semasa hidup) Ibnu Jud’an, pada masa jahiliyah, selalu menghormati tamu, berbuat baik kepada tetangga, dan selalu menyambung silaturrahim, apakah semua perbuatan baik tersebut akan memberi manfaat untuknya (di akhirat)? Rasulullah menjawab: ‘Tidak, sebab ia sama sekali tidak pernah berdo’a: Allaahummaghfirli khatii’ati yaum Ad-Din (Ya Allah SWT, ampunilah dosa-dosa saya pada Hari Pembalasan). 43 [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110330)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ الْكَافِرَ وَإِنْ كَثُرَتْ أَعْمَالُ الْخَيْرِ مِنْهُ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَنْفَعْهُ مِنْهَا شَيْءٌ فِي الْعُقْبَى
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا سَأَلَتْهُ عَنْ قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏يَوْمَ تُبَدَّلُ الأَرْضُ غَيْرَ الأَرْضِ وَالسَّمَوَاتُ، وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ‏}‏ فَأَيْنَ يَكُونُ النَّاسُ يَوْمَئِذٍ‏؟‏ فقَالَ‏:‏ عَلَى الصِّرَاطِ، قَالَتْ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ، وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ، فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ يَنْفَعُهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا‏:‏ رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ‏.‏
331. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hafash bin Ghiyats menceritakan kepada kami, dari Daud bin Abu Hind dari Asy-Sya’bi, dari Masruq, dari Aisyah, dari Nabi SAW, bahwa ia bertanya tentang firman Allah SWT: “(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (Qs. Ibraahiim [14]: 48), maka di manakah manusia ketika itu? Rasulullah SAW menjawab, 'Di atas Shirat (Jembatan). Aisyah berkata, Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, dahulu, Ibnu Jud’an pada masa jahiliyah selalu menyambung silaturrahim dan memberi makan orang miskin, apakah hal itu dapat memberi manfaat untuknya (di akhirat)? Rasulullah SAW menjawab, “ Tidak akan memberi manfaat apapun. Sebab ia tidak pernah sekalipun mengucap “Rabbighfirli Khatii'ati yaum Ad-Din.” (Ya Tuhanku, ampunilah kesalahanku pada hari Pembalasan). 44 [3:73]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110331)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْقَصْدِ الَّذِي كَانَ لأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ فِي اسْتِعْمَالِهِمُ الْخَيْرَ فِي أَنْسَابِهِمْ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ الْجَوْهَرِيُّ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ مُرِّيَّ بْنَ قَطَرِيٍّ يُحَدِّثُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ أَبِي كَانَ يَصِلُ الرَّحِمَ، وَكَانَ يَفْعَلُ وَيَفْعَلُ، قَالَ‏:‏ إِنَّ أَبَاكَ أَرَادَ أَمْرًا فَأَدْرَكَهُ يَعْنِي الذِّكْرَ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أَسْأَلُكَ عَنْ طَعَامٍ لاَ أَدَعُهُ إِلاَّ تَحَرُّجًا، قَالَ‏:‏ لاَ تَدَعْ شَيْئًا ضَارَعْتَ النَّصْرَانِيَّةَ فِيهِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ إِنِّي أُرْسِلُ كَلْبِي فَيَأْخُذُ صَيْدًا، وَلاَ أَجِدُ مَا أَذْبَحُ بِهِ إِلاَّ الْمَرْوَةَ أَوِ الْعَصَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمِرَّ الدَّمَ بِمَا شِئْتَ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ‏.‏
332. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali bin Al Ja’di Al Jauhari menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah memberitahukan kepada kami, dari Simak bin Harb, ia berkata, “Aku mendengar Murayya bin Qatharri bercerita dari Adi bin Hatim, ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya (dahulu) ayahku selalu menyambung silaturrahim, dan ia selalu mengerjakannya, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh ayahmu telah menginginkan suatu perkara, dan ia telah mendapatkannya, yaitu (selalu) dikenang (orang).” Adi bin Hatim berkata, “Ia berkata, “Wahai Rasulullah S A W, sesungguhnya aku bertanya pendapatmu tentang makanan yang aku tinggalkan karena aku ragu kalau makanan itu menyerupai makanan orang Nashrani.” Beliau bersabda, “Jangan kamu tinggalkan sesuatu (dimana dalam makanan itu) kamu menyerupai umat Nashrani. Ia bekata, “Aku bertanya, Bila aku melepas anjing pemburuku, kemudian aku mengambil hasil buruannya, tapi aku tidak menemukan untuk menyembelihnya selain batu gip dan tongkat? Beliau bersabda, “Alirkanlah darahnya dengan alat apa saja yang kamu kehendaki, dan ucapkan “Bismillah ”ketika kamu menyembelihnya. 45
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110332)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ التَّشْمِيرِ فِي الطَّاعَاتِ، وَإِنْ جَرَى قَبْلَهَا مِنْهُ مَا يَكْرَهُ اللَّهُ مِنَ الْمَحْظُورَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْحَسَنِ الْعَطَّارُ بِالْبَصْرَةِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ غِيَاثٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ الرِّشْكُ، عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الشِّخِّيرِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ‏:‏ قِيلَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَعُلِمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ فَمَا يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ‏؟‏ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ‏.‏
333. Sulaiman bin Al Hasan Al Athar di Bashrah mengabarkan kepada kami, Abdul Wahid bin Ghiyas menceritakan kepada kami, Hamad bin Zaid menceritakan kepada kami, Yazid Ar-Risyki menceritakan kepada kami, dari Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syikhiiri, dari Imran bin Hushain, ia berkata: Rasulullah SAW ditanya, “Wahai Rasulullah SAW, Apakah sudah diketahui penghuni surga dan penghuni neraka? Rasulullah SAW menjawab: “Ya." Sahabat bertanya lagi, Kalau begitu untuk apa amalan dilakukan? Rasulullah SAW menjawab: “Segala-galanya Telah ditakdirkan berdasarkan tujuan untuk apakah ia dijadikan.” 46 [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110333)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَرْكِ الاِتِّكَالِ عَلَى قَضَاءِ اللهِ دُونَ التَّشْمِيرِ فِيمَا يُقَرِّبُهُ إِلَيْهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ الأَعْمَشِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ فِي جِنَازَةٍ فَأَخَذَ عُودًا، فَجَعَلَ يَنْكُتُ بِهِ فِي الأَرْضِ، فقَالَ‏:‏ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ، فقَال رَجُلٌ‏:‏ أَلاَ نَتَّكِلُ‏؟‏ فقَالَ‏:‏ اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ ثُمَّ قَرَأَ‏:‏ ‏{‏فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى، وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى‏}‏‏.‏
334. Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Katsir Al ‘Abdiy menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Sulaiman Al A’masy, dari Sa’ad bin Ubaidah, dari Abu Abdurrahman As-Sulamiy, dari Ali bin Abu Thalib, bahwa Nabi SAW berhadapan dengan jenazah. Kemudian beliau mengambil sebatang kayu lalu beliau bersimpuh di tanah. Beliau lantas bersabda, “Tidaklah dari kalian semua kecuali telah di tetapkan tempat kalian, (ada) yang di neraka, dan (ada )yang di surga. Seseorang kemudian bertanya: Bolehkah kami hanya berpangku tangan? Beliau menjawab, “Segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah SWT. ” Beliau melanjutkannya dengan membaca ayat, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah, dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. ” (Qs. Al-Lail [94]: 5-10) [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110334)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ تَفَرَّدَ بِهِ سُلَيْمَانُ الأَعْمَشُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ فِي جِنَازَةٍ، فَأَخَذَ عُودًا يَنْكُتُ فِي الأَرْضِ، فقَالَ‏:‏ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ، أَوْ مِنَ النَّارِ فَقَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلاَ نَتَّكِلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ اعْمَلُوا، كُلٌّ مُيَسَّرٌ، ‏{‏فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى، وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى، وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى‏}‏ قَالَ شُعْبَةُ‏:‏ حَدَّثَنِي مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ، فَلَمْ أُنْكِرُهُ مِنْ حَدِيثِ سُلَيْمَانَ‏.‏
335. Muhammad bin Umar bin Yusuf mengabarkan kepada kami, Basyr bin Khalid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Al A’masy, dari Sa’ad bin Ubaidah, dari Abu Abdurrahman As-Sulami, dari Ali bin Abu Thalib, dari Nabi SAW bahwa beliau berhadapan dengan jenazah. Kemudian beliau mengambil sebatang kayu lalu beliau bersimpuh di tanah. Beliau lantas bersabda, “Tidaklah dari kalian semua kecuali sungguh telah ditetapkan tempat kalian, (ada) yang di neraka, dan (ada) yang di surga. Mereka bertanya: Bolehkah kami hanya berpangku tangan? Beliau menjawab: “Bekerjalah, segala sesuatu telah di tetapkan oleh Allah SWT. Beliau melanjutkannya dengan membaca ayat, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah, dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar." (Qs. Al-Lail [94]: 5-10) 48
Syu’bah berkata, Manshur bin Al Mu’tamir menceritakan kepadau, maka aku tidak memunkarkan Hadits Sulaiman. [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110335)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَرْكِ الاِتِّكَالِ عَلَى الْقَضَاءِ النَّافِذِ دُونَ إِتْيَانِ الْمَأْمُورَاتِ، وَالاِنْزِجَارِ عَنِ الْمَحْظُوراتِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ أَنَّهُ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَعْمَلُ لأَمْرٍ قَدْ فُرِغَ مِنْهُ، أَمْ لأَمْرٍ نَأْتَنِفُهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لأَمْرٍ قَدْ فُرِغَ مِنْهُ، قَالَ‏:‏ فَفِيمَ الْعَمَلُ إِذًا‏؟‏ فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُّ عَامِلٍ مُيَسَّرٌ لِعَمَلِهِ‏.‏
336. Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kami di Baitul Maqdis, ia berkata, “Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata, Amru bin Al Harits mengabarkan kepadaku, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah perbuatan kami merupakan perkara yang sungguh telah diselesaikan (ditetapkan) ataukah merupakan perkara yang baru? Beliau menjawab: “Perkara yang sungguh telah diselesaikan (ditetapkan).” Ia berkata, Lantas, apa manfaat amal perbuatan yang kita lakukan ? Beliau menjawab: “Setiap orang yang mengerjakan telah ditetapkan pada pekerjaannya. ” 49 [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110336)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ قِلَّةِ الاِغْتِرَارِ بِكَثْرَةِ إِتْيَانِهِ الْمَأْمُورَاتِ، وَسَعْيهِ فِي أَنْوَاعِ الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ بِفَمِ الصِّلْحِ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ، حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ سُرَاقَةَ بْنَ جُعْشُمٍ، قَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ أَخْبِرْنَا عَنْ أَمْرِنَا كَأَنَّا نَنْظُرُ إِلَيْهِ، أَبِمَا جَرَتْ بِهِ الأَقْلاَمُ وَثَبَتَتْ بِهِ الْمَقَادِيرُ، أَوْ بِمَا يُسْتَأْنَفُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، بَلْ بِمَا جَرَتْ بِهِ الأَقْلاَمُ وَثَبَتَتْ بِهِ الْمَقَادِيرُ، قَالَ‏:‏ فَفِيمَ الْعَمَلُ إِذًا‏؟‏ قَالَ‏:‏ اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ‏.‏ قَالَ سُرَاقَةُ‏:‏ فَلاَ أَكُونُ أَبَدًا أَشَدَّ اجْتِهَادًا فِي الْعَمَلِ مِنِّي الآنَ‏.‏
337. Abdullah bin Qahthabah mengabarkan kepada kami, Yahya bin Hubaib bin Arabi menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami, Rauh bin Al Qasim menceritakan kepada kami, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa Suraqah bin Ju’syum berkata, “Wahai Rasulullah SAW, beritahulah kami tentang perkara kami, seperti apa kami (harus) melihatnya. Apakah dengan pena-pena (ketetapan) yang telah berlaku dan taqdir yang telah di tetapkan, ataukah (perkara-perkara itu) merupakan perkara yang baru? Beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi dengan dengan pena-pena (ketetapan) yang telah berlaku dan taqdir yang telah di tetapkan. Ia berkata, “Lantas, apa manfaat amal perbuatan yang kita lakukan?” Beliau menjawab: "Berbuatlah, karena segala sesuatu yang telah ditetapkan akan dimudahkan oleh Allah SWT. °50
Suraqah berkata, Maka semenjak itu, Aku lebih bersungguh-sungguh lagi dalam berbuat perbuatan baik. [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110337)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ قَوْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ أَرَادَ بِهِ مُيَسَّرٌ لِمَا قُدِّرَ لَهُ، فِي سَابِقِ عِلْمِهِ مِنْ خَيْرٍ أَوْ شَرٍّ
- -
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْمُعَدِّلُ بِالْفُسْطَاطِ، حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ قَتَادَةَ السُّلَمِيُّ، وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ، ثُمَّ أَخَذَ الْخَلْقَ مِنْ ظَهْرِهِ، فقَالَ‏:‏ هَؤُلاَءِ فِي الْجَنَّةِ وَلاَ أُبَالِي، وَهَؤُلاَءِ فِي النَّارِ وَلاَ أُبَالِي، قَالَ قَائِلٌ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَعَلَى مَاذَا نَعْمَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ عَلَى مَوَاقِعِ الْقَدَرِ‏.‏
338. Ali bin Al Husain bin Sulaiman Al Mu’addil mengabarkan kami di Fusthath, Al Harits bin Miskin menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Shalih mengabarkan kepadaku, dari Rasyid bin Sa’ad, Abdurrahman bin Qatadah51 As-Sulami -beliau tergolong sahabat Rasulullah SAW- menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT menciptakan Adam kemudian dari punggungnya Adam diciptakanlah makhluk. Allah SWT lalu berfirman, “Mereka itu (nanti) ada yang berada di surga, dan Aku tidak perduli. Dan mereka itu (nanti) juga ada yang berada di neraka, dan Aku tidak perduli. Seseorang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, (kalau begitu) bagaimanakah kami berbuat? Beliau menjawab, "Menurut (berdasarkan) ketetapan taqdir.” 52 [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110338)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَرْكِ الاِتِّكَالِ عَلَى مَا يَأْتِي مِنَ الطَّاعَاتِ دُونَ الاِبْتِهَالِ إِلَى الْخَالِقِ جَلَّ وَعَلاَ فِي إِصْلاَحِ أَوَاخِرِ أَعْمَالِهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْقَطَّانُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ رَبٍّ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا، كَالْوِعَاءِ إِذَا طَابَ أَعْلاَهُ طَابَ أَسْفَلُهُ، وَإِذَا خَبُثَ أَعْلاَهُ خَبُثَ أَسْفَلُهُ‏.‏
339. Al Husain bin Abdullah bin Yazid Al Qathan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin ‘Ammar mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Jabir menceritakan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Abu Abdu Rabb berkata, aku mendengar Mu’awiyah berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amalan-amalan tergantung pada akhirnya itu, seperti Wadah, Apabila atasnya baik, maka bawahnya pun baik. Dan jika atasnya jelek, maka bawahnyapun jelek. ” 53 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110339)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَرْءَ يَجِبُ أَنْ يَعْتَمِدَ مِنْ عَمَلِهِ عَلَى آخِرِهِ دُونَ أَوَائِلِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ الْبُخَارِيُّ بِبَغْدَادَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ‏.‏
340. Abdullah bin Shalih Al Bukhari mengabarkan kepada kami di Baghdad, ia berkata, Al Hasan bin Ali Al Hulwani menceritakan kepada kami, ia berkata, Nu’aim bin Hamad menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz bin Abu Hazim menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Nabi SAW bersabda, Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung pada akhirnya.” 54 [3: 66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110340)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ مَنْ وُفِّقَ لِلْعَمَلِ الصَّالِحِ قَبْلَ مَوْتِهِ كَانَ مِمَّنْ أُرِيدَ بِهِ الْخَيْرُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا يَسْتَعْمِلُهُ قِيلَ‏:‏ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ‏.‏
341. Muhammad bin Ahmad bin Abu ‘Aim mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali bin Hujri As Sa’diy menceritakan kepada kami, ia berkata, Ismail bin Ja’far55 menceritakan kepada kami, dari Humaid, dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW bersabda, “Jika Allah SWT menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah SWT akan memperkerjakannya (memanfaatkannya).” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimanakah Allah SWT memperkerjakannya wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab: “Dia akan membimbingnya (memberi petunjuk) pada amal perbuatan shalih sebelum ia meninggal dunia. ” 56 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110341)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ فَتْحَ اللهِ عَلَى الْمُسْلِمِ الْعَمَلَ الصَّالِحَ فِي آخِرِ عُمْرِهِ، مِنْ عَلاَمَةِ إرَادَتِهِ جَلَّ وَعَلاَ لَهُ الْخَيْرَ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الْحَمِقِ الْخُزَاعِيَّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ قِيلَ‏:‏ وَمَا عَسَلُهُ قَبْلَ مَوْتِهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ يُفْتَحُ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ بَيْنَ يَدَيْ مَوْتِهِ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ‏.‏
342. Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata, Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid bin Al Hubab menceritakan kepada kami, ia berkata, Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Jubair bin Nufair menceritakan kepadaku, dari ayahnya, ia berkata, “Aku mendengar Amru bin Al Hamiq Al Khadza’i berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan terhadap seorang hamba, maka Dia memberikan madu sebelum (datang) masa kematiannya. Rasulullah SAW di tanya: Apakah madunya seseorang sebelum (datang) masa kematiannya itu? Beliau menjawab, “Perbuatan amal shalih akan dibuka untuknya sebelum kematiannya hingga Allah SWT ridha terhadapnya. 57 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110342)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْعَمَلَ الصَّالِحَ الَّذِي يُفْتَحُ لِلْمَرْءِ قَبْلَ مَوْتِهِ مِنَ السَّبَبِ الَّذِي يُلْقِي اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ مَحَبَّتَهُ فِي قُلُوبِ أَهْلِهِ وَجِيرَانِهِ بِهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَسْرُوقِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَمِقِ الْخُزَاعِيِّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ، قِيلَ‏:‏ وَمَا عَسَلُهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ يُفْتَحُ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ بَيْنَ يَدَيْ مَوْتِهِ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ‏.‏
343. Muhammad bin Ahmad bin Abu ‘Aun mengabarkan kepada kami., ia berkata, Musa bin Abdurrahman Al Masruqi menceritakan kepada kam., ia berkata, Zaid bin Al Hubab menceritakan kepada kami, ia berkata, Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Jubair bin Nufair Al Hadhrami menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari Amru bin Al Hamiq Al Khizaa’i, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan terhadap seorang hamba, maka la memberikan madu sebelum (datang) masa kematiannya. Rasulullah SAW ditanya. Apakah madunya seseorang itu?” Beliau menjawab, “Perbuatan amal shalih akan dibuka untuknya sebelum kematiannya hingga Allah SWT ridha terhadapnya. ”58 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110343)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ قِلَّةِ الْقُنُوطِ إِذَا وَرَدَتْ عَلَيْهِ حَالَةُ الْفُتُورِ فِي الطَّاعَاتِ فِي بَعْضِ الأَحَايِينِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو قُدَيْدٍ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّا إِذَا كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْنَا مِنْ أَنْفُسِنَا مَا نُحِبُّ، فَإِذَا رَجَعْنَا إِلَى أَهَالِينَا فَخَالَطْنَاهُمْ، أَنْكَرْنَا أَنْفُسَنَا فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي فِي الْحَالِ، لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُظِلَّكُمْ بِأَجْنِحَتِهَا، وَلَكِنْ سَاعَةً وَسَاعَةً‏.‏
344. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Qudaid Ubaidillah bin Fadhalah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazaq menceritakan kepada kami, dari Ma’mar, dari Qatadah, dari Anas, ia berkata, “Para sahabat Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya jika kami sedang berada di sisi Nabi SAW, kami melihat sesuatu yang kami senangi pada diri kami. Namun jika kami kembali (pulang) dan bergaul kepada keluarga kami, maka kami mencela diri kami.” Lalu mereka mengadu kepada Nabi SAW tentang keadaan mereka tersebut. Rasulullah SAW kemudian bersabda. " Seandainya kalian terus menerus berada di sisiku pada saat sekarang, niscaya malaikat akan menjabat tangan kalian hingga mereka menaungi kalian dengan sayap-sayapnya, akan tetapi (hal demikian) itu sedikit demi sedikit. 59 [3: 65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110344)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ مِنْ تَرْكِ الْقُنُوطِ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ مَعَ تَرْكِ الاِتِّكَالِ عَلَى سَعَةِ رَحْمَتِهِ، وَإِنْ كَثُرَتْ أَعْمَالُهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللهِ مِنَ الْعُقُوبَةِ، مَا طَمِعَ فِي الْجَنَّةِ أَحَدٌ، وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللهِ مِنَ الرَّحْمَةِ، مَا قَنَطَ مِنَ الْجَنَّةِ أَحَدٌ‏.‏
345. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Qa’nabi menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al ‘Ala’i, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya orang mukmin mengetahui siksaan yang disediakan oleh Allah SWT niscaya tidak ada seorang pun yang berharap masuk surga-Nya. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT niscaya tidak ada seorang pun yang berputus asa dari Surga-Nya." 60 [3:72]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110345)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ لُزُومِ الرَّجَاءِ، وَتَرْكِ الْقُنُوطِ مَعَ لُزُومِهِ الْقُنُوطَ وَتَرْكَ الرَّجَاءِ
- -
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ الْمِنْهَالِ ابْنِ أَخِي الْحَجَّاجِ بْنِ الْمِنْهَالِ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبَانَ الْقُرَشِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ‏.‏
346. Sulaiman bin Al Hasan bin Al Minhali, keponakanku, Al Hujjaj bin Al Minhali mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Aban Al Qurasyi menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba melakukan perbuatan (yang menurut pandangan masyarakat) termasuk perbuatan ahli surga, padahal ia termasuk ahli neraka. Dan ada juga seorang hamba yang melalukan perbuatan (yang menurut pandangan masyarakat) termasuk perbuatan ahli neraka, padahal ia termasuk ahli surga. ” 61 [3: 30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110346)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ الثِّقَةِ بِاللَّهِ فِي أَحْوَالِهِ عِنْدَ قِيَامِهِ بِإتْيَانِ الْمَأْمُوراتِ، وانْزِعَاجِهِ عَنْ جَمِيعِ الْمَزْجُورَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ مَوْلَى ثَقِيفٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ يَقُولُ‏:‏ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا، فَقَدْ آذَانِي، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا فَإِنْ سَأَلَنِي عَبْدِي، أَعْطَيْتُهُ، وَإِنِ اسْتَعَاذَنِي، أَعَذْتُهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ، يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ لاَ يُعْرَفُ لِهَذَا الْحَدِيثِ إِلاَّ طَرِيقَانِ اثْنَانِ‏:‏ هِشَامٌ الْكِنَانِيُّ، عَنْ أَنَسٍ، وَعَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ مَيْمُونٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ وَكِلاَ الطَّرِيقَيْنِ لاَ يَصِحُّ، وَإِنَّمَا الصَّحِيحُ مَا ذَكَرْنَاهُ‏.‏
347. Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim maula tsaqif mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Utsman Al Ijliy menceritakan kepada kami, ia berkata, Khalid bin Makhlad menceritakan kepada kami, ia berkata, “Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami, ia berkata, “Syuraik bin Abu Namirin menceritakan kepadaku, dari ‘Atha', dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh ia telah menyakitiku. 62 Sesuatu yang yang paling Aku sukai dari apa yang dikerjakan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku, yaitu bila ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Seseorang itu akan selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku menjadi penglihatan yang ia pergunakan untuk melihat. Aku menjadi tangan yang ia pergunakan untuk menyerang. Dan Aku menjadi kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku pasti Aku akan mengabulkannya, dan seandainya ia berlindung kepada-Ku, pasti Aku akan melindunginya. Dan tidaklah Aku bimbang dari sesuatu yang Aku sendiri Pelakunya, kebimbangan-Ku terhadap diri seorang mukmin, ia membenci kematian, sedang Aku membenci perbuatan kejinya. 63
Abu Hatim RA berkata, “Hadits ini tidak dikenal kecuali pada dua jalur64; yakni, Hisyam Al Kinani dari Anas, dan Abdul Wahid bin Maimun dari Urwah, dari Aisyah. Kedua jalur itu tidaklah shahih. Sesungguhnya shahih itu hanyalah apa yang telah kami jelaskan. [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110347)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الأَمْرِ بِالتَّشْدِيدِ فِي الْأُمُورِ وَتَرْكِ الاِتِّكَالِ عَلَى الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَشَجِّ، عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يُنَجِّيهِ عَمَلُهُ، فقَالَ لَهُ رَجُلٌ‏:‏ وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ وَلَكِنْ سَدِّدُوا‏.‏
348. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, Laits bin Sa’ad menceritakan kepada kami, dari Bukair bin Abdullah Al Asyajji, dari Busri bin Sa’id, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah ada dari kalian semua, seseorang yang diselamatkan oleh amalnya. U Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Meskipun engkau wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Aku pun (sebenarnya) juga demikian, namun Allah SWT dengan Rahmat-Nya. Oleh karena itu Istiqamahlah dalam menjalankan ketaatan 65 [1:67].
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110348)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ التَّسْدِيدِ، وَالْمُقَارَبَةِ فِي الأَعْمَالِ دُونَ الْإمْعَانِ فِي الطَّاعَاتِ حَتَّى يُشَارَ إِلَيْهِ بِالأَصَابِعِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ الْمَكِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ، فَإِنْ كَانَ صَاحِبُهَا سَادًّا وَقَارِبًا، فَارْجُوهُ، وَإِنْ أُشِيرَ إِلَيْهِ بِالأَصَابِعِ، فَلاَ تَعُدُّوهُ‏.‏
349. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Muhammad bin ‘Abbad Al Makki menceritakan kepada kami, ia berkata, Hatim bin Ismail menceritakan kepada kami, dari Ibnu ‘Ajian, dari Al Qa’qa’ bin Hakim, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Pada tiap-tiap amalan itu ada kesemangatan, dan setiap kesemangatan itu ada kelemahan. Jika seseorang ingin melakukan sesuatu dengan benar dan istiqamah dan berusaha mendekatkan diri pada kebenaran66, maka harapkan kebahagiaan darinya. Namun jika ia melakukannya agar di tunjuk dengan jari (ingin dikagmi), maka janganlah kamu sekalian menganggapnya (orang yang shalih). 67 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110349)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الأَمْرِ بِالْمُقَارَبَةِ فِي الطَّاعَاتِ إِذِ الْفَوْزُ فِي الْعُقْبَى يَكُونُ بِسَعَةِ رَحْمَةِ اللهِ لاَ بِكَثْرَةِ الأَعْمَالِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ السَّامِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَأَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالاَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَلاَ يُنْجِي أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قُلْنَا‏:‏ وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ‏.‏
350. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al Hajjaj As-Sami menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muslim menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah dan Abu Sufyan, dari Jabir, keduanya berkata, “Rasulullah SAW bersabda, 'Bertindak benar, istiqamah, dan mendekatkan dirilah kalian semua kepada Allah SWT. Sebab, seseorang tidak akan selamat dikarenakan amalannya'.” Kami bertanya, “Meskipun engkau wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, ‘‘Aku pun (sebenarnya) juga demikian, namun Allah SWT meliputiku dengan Rahmat-Nya. 68 [1:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110350)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الأَمْرِ بِالْغُدُوِّ وَالرَّوَاحِ وَالدُّلْجَةِ فِي الطَّاعَاتِ عِنْدَ الْمُقَارَبَةِ فِيهَا
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ الْمُقَدَّمِيُّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ مَعْنَ بْنَ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ أَبِي سَعِيدٍ يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوَاحِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ‏.‏
351. Umar bin Muhammad Al Hamadani mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, Umar bin Ali Al Muqaddami menceritakan kepada kami, ia berkata, “Aku mendengar Ma’an bin Muhammad berkata, “Aku mendengar Sa’id bin Abu Sa’id bercerita, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah; tiada seorangpun yang menyelisihkan agama ini melainkan ia akan terkalahkan, karena itu laksanakanlah ajaran agama menurut petunjuk yang benar dan dekatkanlah dirimu kepada Allah serta sampaikanlah Khabar gembira, dan mintalah pertolongan Allah SWT di waktu pagi, sore, dan malam hari. ” 69 [1:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110351)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الأَمْرِ لِلْمَرْءِ بِإتْيَانِ الطَّاعَاتِ عَلَى الرِّفْقِ مِنْ غَيْرِ تَرْكِ حَظِّ النَّفْسِ فِيهَا
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ‏:‏ أُخْبِرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ، قَالَ يَعْنِي نَفْسَهُ‏:‏ لَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ وَلَأَصُومَنَّ النَّهَارَ مَا عِشْتُ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَنْتَ الَّذِي تَقُولُ ذَلِكَ‏؟‏ فَقُلْتُ لَهُ‏:‏ قَدْ قُلْتُهُ يَا رَسُولَ اللهِ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَنَمْ وَقُمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ‏:‏ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ‏:‏ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا وَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ وَهُوَ أَعْدَلُ الصِّيَامِ، قَالَ‏:‏ فَقُلْتُ‏:‏ فَإِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ عَبْدُ اللهِ‏:‏ وَلَأَنْ أَكُونَ قَبِلْتُ الثَّلاَثَةَ الأَيَّامِ الَّتِي، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَهْلِي وَمَالِي‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ يُرِيدُ بِهِ لَكَ لأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِمَ ضَعْفَ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَمَّا وَطَّنَ نَفْسَهُ عَلَيْهِ مِنَ الطَّاعَاتِ‏.‏
352. Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata, “Yunus mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, ia berkata, “Sa’id bin Al Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku, bahwa Abdullah bin Amru bin Al Ash berkata, Rasulullah SAW dikabarkan prihal orang yang mengatakan kepada dirinya (yaitu Abdullah bin Amru sendiri)“ Sungguh, selama masih hidup, aku akan selalu shalat malam dan berpuasa”. Rasulullah SAW bersabda, “Kamukah yang berbicara seperti itul” Ia menjawab, “Betul ya Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “ Sungguh,kamu tidak akan sanggup melakukan itu semua. Berpuasalah dan berbukalah. Shalat malam dan tidurlah. Dan berpuasalah kamu dalam satu bulan tiga hari. Maka sesungguhnya kebaikan itu akan dilipatkan hingga sepuluh kali lipat. Dan hal demikian juga seperti (melaksanakan) puasa setahun. Ia berkata, “Sungguh aku sanggup melaksanakan lebih dari itu.” Rasulullah SAW lalu bersabda, "Berpuasalah satu hari, dan berbukalah dua hari.” Ia berkata, “Sungguh aku sanggup melaksanakan lebih dari itu.” Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah satu hari, dan berbukalah satu hari. Yang demikian itu adalah puasanya Nabi Daud, dan puasa ini merupakan puasa sunnah yang terbaik.” Ia berkata, “Sungguh aku sanggup melaksanakan lebih dari itu.” Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada lagi yang lebih utama dari itu.” Abdullah berkata, ‘Tentu saja aku terima berpuasa tiga hari sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW yang aku lebih cintai daripada isteri dan hartaku.” 70
Abu Hatim berkata, Sabda Nabi SAW, "Tidak ada lagi yang lebih utama dari itu." Di tujukan kepada Abdullah bin Amru. Sebab beliau tahu bahwa ia orang yang lemah dalam perbuatan ketaatan. [1:95]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110352)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْعِلَّةِ الَّتِي مِنْ أَجْلِهَا أُمِرَ بِهَذَا الأَمْرِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنِي يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، قَالَتْ‏:‏ وَكَانَ أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا دَامَ عَلَيْهِ، وَإِنْ قَلَّ، وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً دَامَ عَلَيْهَا قَالَ‏:‏ يَقُولُ أَبُو سَلَمَةَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ ‏{‏الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ دَائِمُونَ‏}‏‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا مِنْ أَلْفَاظِ التَّعَارُفِ الَّتِي لاَ يَتَهَيَّأُ لِلْمُخَاطَبِ أَنْ يَعْرِفَ صِحَّةَ مَا خُوطِبَ بِهِ، فِي الْقَصْدِ عَلَى الْحَقِيقَةِ، إِلاَّ بِهَذِهِ الأَلْفَاظِ‏.‏
353. Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid menceritakan kepadaku, ia berkata, Al Auza’i menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepadaku, ia berkata, Abu Salamah menceritakan kepada kami, ia berkata, Aisyah menceritakan kepadaku, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Ambillah (kerjakanlah) amalan yang kalian sanggup untuk mengerjakannya. Maka sesungguhnya Allah SWT tidak akan bosan hingga kalian sendirilah yang menjadi bosan.” Aisyah berkata, “Amalan yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah amalan yang terus menerus dikerjakan, meskipun hanya sedikit. Dan beliau jika mengerjakan suatu shalat (sunnah), maka beliau kerjakannya secara terus menerus.” 71
Abu Salamah berkata, Allah SWT berfirman, “Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya”(Qs. Al Ma’aarij [70]: 23)
Abu Hatim berkata, “Sabda Nabi SAW: “ sesungguhnya Allah SWT tidak akan bosan hingga kalian sendiri lah yang menjadi bosan: termasuk lafazh-lafazh perkenalan (alfaadzi at-ta’aarufi ), yang bagi orang yang diajak bicara tidak mungkin untuk mengetahui benarnya sesuatu yang di bicarakannya, berupa tujuan atas hakikat, kecuali dengan lafazh ini. [1:95]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110353)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ مِنْ قَبُولِ مَا رُخِّصَ لَهُ بِتَرْكِ التَّحَمُّلِ عَلَى النَّفْسِ مَا لاَ تُطِيقُ مِنَ الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الذَّارِعُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو مِحْصَنٍ حُصَيْنُ بْنُ نُمَيْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ، كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى عَزَائِمُهُ‏.‏
354. Abdullah bin Ahmad bin Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Al Husain bin Muhammad Adz-Dzaari’ menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Mihshan Hushain bin Numair menceritakan kepada kami, ia berkata Hisyam bin Hasan menceritakan kepada kami, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT senang apabila keringanan-keringanan yang diberikan-Nya dikerjakan, sebagaimana Allah SWT juga senang jika kemauan-kemauan-Nya diturutkan.” 72 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110354)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ عَلَى الْمَرْءِ قَبُولَ رُخْصَةِ اللهِ لَهُ فِي طَاعَتِهِ، دُونَ التَّحَمُّلِ عَلَى النَّفْسِ مَا يَشُقُّ عَلَيْهَا حَمْلُهُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ خَلِيلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلاً فِي سَفَرٍ، فِي ظِلِّ شَجَرَةٍ، يَرْشَحُ عَلَيْهِ الْمَاءُ، فقَالَ‏:‏ مَا بَالُ صَاحِبِكُمْ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ صَائِمٌ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ‏:‏ لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ، فَعَلَيْكُمْ بِرُخْصَةِ اللهِ الَّتِي رَخَّصَ لَكُمْ فَاقْبَلُوهَا‏.‏
355. Muhammad bin Al Hasan bin73 Khalil mengabaikan kepada kami, ia berkata, “Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, “Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, ia berkata, “Al Auza’i menceritakan kepada kami, ia berkata, “Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepadaku, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki di perjalanan, di bawah kerindangan pohon, sedang menyiramkan air (ke tubuhnya). Rasulullah SAW lalu bertanya, “Mengapa orang ini.?” Mereka menjawab, “Dia sedang berpuasa wahai Rasulullah SAW.” Beliau bersabda, “Tidak termasuk kebajikan seorang yang berpuasa ketika di dalam perjalanan. Padahal Allah SWT telah memberi izin bagi kalian untuk tidak berpuasa bila dalam perjalanan, karenanya terimalah keringanan dari Allah SWT itu ” 74 [3: 68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110355)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ التَّرَفُّقُ بِالطَّاعَاتِ، وَتَرْكُ الْحَمْلِ عَلَى النَّفْسِ مَا لاَ تُطِيقُ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ مَا صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا كَامِلاً مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَمَضَانَ‏.‏
356. Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata, Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, ia berkata, Husain bin Ali menceritakan kepada kami, dari Zaidah, dari Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abdullah bin Syaqiq, dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sebulan penuh semenjak kedatangannya di Madinah, kecuali puasa Ramadhan.” 75 [5:29]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110356)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الأَمْرِ بِالْقَصْدِ فِي الطَّاعَاتِ دُونَ أَنْ يَحْمِلَ عَلَى النَّفْسِ مَا لاَ تُطِيقُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى الْمَوْصِلِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقُمِّيُّ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ جَارِيَةَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ مَرَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَى رَجُلٍ قَائِمٍ يُصَلِّي عَلَى صَخْرَةٍ، فَأَتَى نَاحِيَةَ مَكَّةَ، فَمَكَثَ مَلِيًّا، ثُمَّ أَقْبَلَ فَوَجَدَ الرَّجُلَ عَلَى حَالِهِ يُصَلِّي، فَجَمَعَ يَدَيْهِ، ثُمَّ، قَالَ‏:‏ أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِالْقَصْدِ، عَلَيْكُمْ بِالْقَصْدِ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا‏.‏
357. Abu Ya’la Al Mushili mengabarkan kepada kami, Abu Ar-Rabi’ Az-Zahrani menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Abdullah Al Qummi menceritakan kepada kami, Isa bin Jariyah menceritakan kepada kami, dari Jabir, ia berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang laki-laki yang sedang mengerjakan shalat di atas sebuah batu besar. Lalu beliau pergi ke Makkah, lalu tinggal untuk waktu yang lama, kemudian kembali lagi dan menemukan laki-laki tersebut masih mengerjakan shalat seperti keadaan sebelumnya. Lalu beliau menyatukan kedua belah tangannya dan bersabda, manusia, Sederhanalah kalian dalam melakukan ketaatan, sederhanalah kalian dalam melakukan ketaatan. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan pernah bosan hingga kalian sendiri bosan.” 76 [1:63]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110357)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ لُزُومِ التَّسْدِيدِ فِي أَسْبَابِهِ مَعَ الاِسْتِبْشَارِ بِمَا يَأْتِي مِنْهَا
- -
سَمِعْتُ الْفَضْلَ بْنَ الْحُبَابِ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ بَكْرِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ مُسْلِمٍ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ مُحَمَّدًا، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ‏:‏ مَرَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَهْطٍ مِنْ أَصْحَابِهِ يَضْحَكُونَ، فقَالَ‏:‏ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ، لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ، فقَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ، قَالَ لَكَ‏:‏ لِمَ تُقَنِّطُ عِبَادِي‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَرَجَعَ إِلَيْهِمْ وَقَالَ‏:‏ سَدِّدُوا وَأَبْشِرُوا‏.‏
358. Aku mendengar Al Fadhli bin Al Hubab berkata, aku mendengar Abdurrahman bin Bakar bin Ar-Rabi’ bin Muslim berkata, “Aku mendengar Ar-Rabi’ bin Muslim berkata, aku mendengar Muhammad berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW melewati sekelompok sahabat yang sedang tertawa-tawa. Beliau lalu bersabda, “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan jarang tertawa dan akan sering menangis. Jibril lalu datang kepada beliau dan berkata, “Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman kepadamu, “Mengapa Kau Membuat hamba-hambaKu menjadi putus asa?” Abu Hurairah berkata, Kemudian beliau kembali kepada sahabat-sahabatnya tadi dan bersabda, “Beristiqomahlah dalam menjalani ketaatan, dan Berikanlah Khabar gembira” 77 [3:20]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110358)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ الرِّفْقِ فِي الطَّاعَاتِ، وَتَرْكِ الْحَمْلِ عَلَى النَّفْسِ مَا لاَ تُطِيقُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ بِحِمْصَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ‏:‏ أَنَّ الْحَوْلاَءَ بِنْتَ تُوَيْتِ بْنِ حَبِيبِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى مَرَّتْ بِهَا، وَعِنْدَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ‏:‏ فَقُلْتُ‏:‏ هَذِهِ الْحَوْلاَءُ بِنْتُ تُوَيْتٍ، وَزَعَمُوا أَنَّهَا لاَ تَنَامُ بِاللَّيْلِ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تَنَامُ بِاللَّيْلِ خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَوَاللَّهِ لاَ يَسْأَمُ اللَّهُ حَتَّى تَسْأَمُوا‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ يَسْأَمُ اللَّهُ حَتَّى تَسْأَمُوا مِنْ أَلْفَاظِ التَّعَارُفِ الَّتِي لاَ يَتَهَيَّأُ لِلْمُخَاطَبِ أَنْ يَعْرِفَ الْقَصْدَ فِيمَا يُخَاطَبُ بِهِ إِلاَّ بِهَذِهِ الأَلْفَاظِ‏.‏
359. Muhammad bin Ubaidillah bin Al Fadhli Al Kala’i di Himsh mengabarkan kepada kami, Amru bin Utsman bin Sa’id menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’aib menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, “Bahwa suatu ketika Al Haula' binti Tuwait bin Habib bin Asad bin Abdul Uzza lewat di hadapan Aisyah, dan ia sedang berada di samping Rasulullah SAW. Aisyah berkata, (Wahai Rasulullah SAW) ini adalah Al Haula’ binti Tuwait, banyak orang yang mengatakan kalau ia tidak pemah tidur malam.” Rasulullah SAW lalu bersabda, “Tidak pemah tidur malam! Ambillah amalan yang engkau sanggup untuk mengerjakannya. Demi Allah SWT, Allah SWT tidak akan pernah jemu hingga kalian sendiri yang jemu. ” 78
Abu Hatim berkata, Sabda Nabi SAW: “Allah SWT tidak akan jemu hingga kalian sendiri yang jemu: termasuk lafazh-lafazh perkenalan, maka bagi orang yang di ajak bicara tidak mungkin untuk mengetahui kebenaran sesuatu yang di bicarakannya, berupa hakikat dan tujuan pembicaraan tersebut, kecuali dengan lafazh ini. [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110359)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنِ الاِغْتِرَارِ بِالْفَضَائِلِ الَّتِي رُوِيَتْ لِلْمَرْءِ عَلَى الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي شَقِيقُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي حُمْرَانُ مَوْلَى عُثْمَانَ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ عُثْمَانَ قَاعِدًا فِي الْمَقَاعِدِ، فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي مَقْعَدِي هَذَا، تَوَضَّأَ مِثْلَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ تَوَضَّأَ مِثْلَ وُضُوئِي هَذَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَلاَ تَغْتَرُّوا‏.‏
360. Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Auza’i menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepadaku, ia berkata, Muhammad bin Ibrahim At-Taimiy menceritakan kepadaku, ia berkata, Syaqiq bin Salamah menceritakan kepadaku, ia berkata, Humran maula Utsman menceritakan kepadaku, ia berkata, aku melihat Utsman sedang duduk di tempat duduk untuk wudhu’, beliau minta air wudhu, lalu berwudhu dengan air itu, setelah itu ia berkata, aku melihat Rasulullah SAW di tempat duduk ini. Beliau berwudhu seperti wudhuku ini. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah berlalu. Lalu beliau bersabda, “Dan janganlah kalian terperdaya (dengan keutaman wudhu' tadi)? 79 [3:23]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110360)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الاِسْتِحْبَابِ لِلْمَرْءِ أَنْ يَكُونَ لَهُ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ حَظٌّ رَجَاءَ التَّخَلُّصِ فِي الْعُقْبَى بِشَيْءٍ مِنْهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، وَالْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقَطَّانُ بِالرَّقَّةِ، وَابْنُ قُتَيْبَةَ، وَاللَّفْظُ لِلْحَسَنِ، قَالُوا‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هِشَامِ بْنِ يَحْيَى بْنِ يَحْيَى الْغَسَّانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ جَدِّي، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ‏:‏ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ، فَإِذَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، جَالِسٌ وَحْدَهُ، قَالَ‏:‏ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّ لِلْمَسْجِدِ تَحِيَّةً، وَإِنَّ تَحِيَّتَهُ رَكْعَتَانِ، فَقُمْ فَارْكَعْهُمَا، قَالَ‏:‏ فَقُمْتُ فَرَكَعْتُهُمَا، ثُمَّ عُدْتُ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ، فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّكَ أَمَرْتَنِي بِالصَّلاَةِ، فَمَا الصَّلاَةُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ خَيْرُ مَوْضُوعٍ، اسْتَكْثِرْ أَوِ اسْتَقِلَّ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ إِيمَانٌ بِاللَّهِ، وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِ اللهِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْمَلُ إِيمَانًا‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا‏.‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَسْلَمُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ طُولُ الْقُنُوتِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَنْ هَجَرَ السَّيِّئَاتِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا الصِّيَامُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَرْضٌ مُجْزِئٌ، وَعِنْدَ اللهِ أَضْعَافٌ كَثِيرَةٌ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَنْ عُقِرَ جَوَادُهُ، وَأُهْرِيقَ دَمُهُ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ جَهْدُ الْمُقِلِّ يُسَرُّ إِلَى فَقِيرٍ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَأَيُّ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ أَعْظَمُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ آيَةُ الْكُرْسِيِّ ثُمَّ، قَالَ‏:‏ يَا أَبَا ذَرٍّ، مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ مَعَ الْكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضٍ فَلاَةٍ وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ الْفَلاَةِ عَلَى الْحَلْقَةِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَمِ الأَنْبِيَاءُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَمِ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ثَلاَثُ مِائَةٍ وَثَلاَثَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ كَانَ أَوَّلُهُمْ‏؟‏ قَالَ‏:‏ آدَمُ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَبِيٌّ مُرْسَلٌ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، خَلَقَهُ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ، وَكَلَّمَهُ قِبَلاً ثُمَّ، قَالَ‏:‏ يَا أَبَا ذَرٍّ أَرْبَعَةٌ سُرْيَانِيُّونَ‏:‏ آدَمُ، وَشِيثُ، وَأَخْنُوخُ وَهُوَ إِدْرِيسُ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ خَطَّ بِالْقَلَمِ، وَنُوحٌ وَأَرْبَعَةٌ مِنَ الْعَرَبِ‏:‏ هُودٌ، وَشُعَيْبٌ، وَصَالِحٌ، وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَمْ كِتَابًا أَنْزَلَهُ اللَّهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مِائَةُ كِتَابٍ، وَأَرْبَعَةُ كُتُبٍ، أُنْزِلَ عَلَى شِيثٍ خَمْسُونَ صَحِيفَةً، وَأُنْزِلَ عَلَى أَخْنُوخَ ثَلاَثُونَ صَحِيفَةً، وَأُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَشَرُ صَحَائِفَ، وَأُنْزِلَ عَلَى مُوسَى قَبْلَ التَّوْرَاةِ عَشَرُ صَحَائِفَ، وَأُنْزِلَ التَّوْرَاةُ وَالإِنْجِيلُ وَالزَّبُورُ وَالْقُرْآنُ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، مَا كَانَتْ صَحِيفَةُ إِبْرَاهِيمَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ كَانَتْ أَمْثَالاً كُلُّهَا‏:‏ أَيُّهَا الْمَلِكُ الْمُسَلَّطُ الْمُبْتَلَى الْمَغْرُورُ، إِنِّي لَمْ أَبْعَثْكَ لِتَجْمَعَ الدُّنْيَا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ، وَلَكِنِّي بَعَثْتُكَ لِتَرُدَّ عَنِّي دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنِّي لاَ أَرُدُّهَا وَلَوْ كَانَتْ مِنْ كَافِرٍ، وَعَلَى الْعَاقِلِ مَا لَمْ يَكُنْ مَغْلُوبًا عَلَى عَقْلِهِ أَنْ تَكُونَ لَهُ سَاعَاتٌ‏:‏ سَاعَةٌ يُنَاجِي فِيهَا رَبَّهُ، وَسَاعَةٌ يُحَاسِبُ فِيهَا نَفْسَهُ، وَسَاعَةٌ يَتَفَكَّرُ فِيهَا فِي صُنْعِ اللهِ، وَسَاعَةٌ يَخْلُو فِيهَا لِحَاجَتِهِ مِنَ الْمَطْعَمِ وَالْمَشْرَبِ، وَعَلَى الْعَاقِلِ أَنْ لاَ يَكُونَ ظَاعِنًا إِلاَّ لِثَلاَثٍ‏:‏ تَزَوُّدٍ لِمَعَادٍ، أَوْ مَرَمَّةٍ لِمَعَاشٍ، أَوْ لَذَّةٍ فِي غَيْرِ مُحَرَّمٍ، وَعَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَكُونَ بَصِيرًا بِزَمَانِهِ، مُقْبِلاً عَلَى شَأْنِهِ، حَافِظًا لِلِسَانِهِ، وَمَنْ حَسَبَ كَلاَمَهُ مِنْ عَمَلِهِ، قَلَّ كَلاَمُهُ إِلاَّ فِيمَا يَعْنِيهِ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا كَانَتْ صُحُفُ مُوسَى‏؟‏ قَالَ‏:‏ كَانَتْ عِبَرًا كُلُّهَا‏:‏ عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْمَوْتِ، ثُمَّ هُوَ يَفْرَحُ، وَعَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالنَّارِ، ثُمَّ هُوَ يَضْحَكُ، وَعَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْقَدَرِ ثُمَّ هُوَ يَنْصَبُ، عَجِبْتُ لِمَنْ رَأَى الدُّنْيَا وَتَقَلُّبَهَا بِأَهْلِهَا، ثُمَّ اطْمَأَنَّ إِلَيْهَا، وَعَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْحِسَابِ غَدًا ثُمَّ لاَ يَعْمَلُ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَوْصِنِي، قَالَ‏:‏ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهُ رَأْسُ الأَمْرِ كُلِّهِ‏.‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، زِدْنِي، قَالَ‏:‏ عَلَيْكَ بِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ، وَذِكْرِ اللهِ، فَإِنَّهُ نُورٌ لَكَ فِي الأَرْضِ، وَذُخْرٌ لَكَ فِي السَّمَاءِ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، زِدْنِي‏:‏ قَالَ‏:‏ إِيَّاكَ وَكَثْرَةَ الضَّحِكِ، فَإِنَّهُ يُمِيتُ الْقَلْبَ، وَيَذْهَبُ بِنُورِ الْوَجْهِ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، زِدْنِي، قَالَ‏:‏ عَلَيْكَ بِالصَّمْتِ إِلاَّ مِنْ خَيْرٍ، فَإِنَّهُ مَطْرَدَةٌ لِلشَّيْطَانِ عَنْكَ، وَعَوْنٌ لَكَ عَلَى أَمْرِ دِينِكَ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، زِدْنِي، قَالَ‏:‏ عَلَيْكَ بِالْجِهَادِ، فَإِنَّهُ رَهْبَانِيَّةُ أُمَّتِي قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، زِدْنِي، قَالَ‏:‏ أَحِبَّ الْمَسَاكِينَ وَجَالِسْهُمْ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ زِدْنِي، قَالَ‏:‏ انْظُرْ إِلَى مَنْ تَحْتَكَ وَلاَ تَنْظُرْ إِلَى مَنْ فَوْقَكَ، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تُزْدَرَى نِعْمَةُ اللهِ عِنْدَكَ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ زِدْنِي، قَالَ‏:‏ قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ زِدْنِي، قَالَ‏:‏ لِيَرُدَّكَ عَنِ النَّاسِ مَا تَعْرِفُ مِنْ نَفْسِكَ وَلاَ تَجِدْ عَلَيْهِمْ فِيمَا تَأْتِي، وَكَفَى بِكَ عَيْبًا أَنْ تَعْرِفَ مِنَ النَّاسِ مَا تَجْهَلُ مِنْ نَفْسِكَ، أَوْ تَجِدَ عَلَيْهِمْ فِيمَا تَأْتِي ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى صَدْرِي، فقَالَ‏:‏ يَا أَبَا ذَرٍّ لاَ عَقْلَ كَالتَّدْبِيرِ، وَلاَ وَرَعَ كَالْكَفِّ، وَلاَ حَسَبَ كَحُسْنِ الْخُلُقِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيُّ هَذَا، هُوَ عَائِذُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ، وُلِدَ عَامَ حُنَيْنٍ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَاتَ بِالشَّامِ سَنَةَ ثَمَانِينَ وَيَحْيَى بْنُ يَحْيَى الْغَسَّانِيُّ مِنْ كِنْدَةَ، مِنْ أَهْلِ دِمَشْقَ، مِنْ فُقَهَاءِ أَهْلِ الشَّامِ وَقُرَّائِهِمْ، سَمِعَ أَبَا إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيَّ، وَهُوَ ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً، وَمَوْلِدُهُ يَوْمَ رَاهِطَ، فِي أَيَّامِ مُعَاوِيَةَ بْنِ يَزِيدَ، سَنَةَ أَرْبَعٍ وَسِتِّينَ، وَوَلاَّهُ سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَضَاءَ الْمَوْصِلِ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ، وَأَهْلَ الْحِجَازِ، فَلَمْ يَزَلْ عَلَى الْقَضَاءِ بِهَا حَتَّى وَلِيَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْخِلاَفَةَ، فَأَقَرَّهُ عَلَى الْحُكْمِ فَلَمْ يَزَلْ عَلَيْهَا أَيَّامَهُ، وَعُمِّرَ حَتَّى مَاتَ بِدِمَشْقَ سَنَةَ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ وَمِائَةٍ‏.‏
361. Al Hasan bin Sufyan Asy-Syaibani dan Al Husain bin Abdullah Al Qathan, serta Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami —di Riqqah (Syiria Utara -ed) adapun lafazhnya dari Al Hasan— mereka berkata, Ibrahim bin Hisyam bin Yahya bin Yahya Al Ghassani menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku menceritakan kepada kami, dari kakeknya, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Dzar, ia berkata, Suatu ketika aku masuk ke dalam masjid dan menjumpai Rasulullah SAW sedang duduk sendirian. Beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya masjid itu mempunyai penghormatan. Dan penghormatan masjid itu adalah berupa shalat dua rakaat. Maka shalat (tahiyyatul masjid) lah." Abu Dzar berkata, Maka aku melakukan shalat tahiyyatul masjid. Setelah selesai, aku kembali kepada Rasulullah SAW dan duduk di hadapannya. Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, Sungguh engkau telah memerintahkanku untuk shalat, shalat apakah itu? Beliau menjawab, “(shalat untuk menghormati) sebaik-baiknya tempat. Perbanyak (shalat) lah kamu atau sedikitkanlah.” Abu Dzar berkata, Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, amalan apakah yang paling utama? Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah SWT dan Jihad di Jalan-Nya. Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya? Beliau menjawab, " Orang yang paling baik akhlaknya." Aku bertanya, Wahai Rasulullah SAW, siapakah orang mukmin yang paling selamat? Beliau menjawab, “Orang yang memberikan keselamatan kepada manusia dari lisan dan tangannya. ” Abu Dzar berkata, Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, Shalat apakah yang paling utama? Beliau menjawab, “(shalat) yang lama berdiri, berdoa dan memohonnya." Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah SAW, hijrah seperti apakah yang paling utama? Beliau menjawab: “Orang yang hijrah dari perbuatan jelek menuju perbuatan baik. Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah S A W, apakah puasa itu? Beliau menjawab, “(Puasa) adalah kewajiban yang mencukupkan. Dan di sisi Allah pelipatgandaan (pahala) yang banyak." Abu Dzar berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah S A W, jihad apakah yang paling utama? Beliau menjawab, “Orang yang kuda tunggangannya terluka karena sayatan pedang dan darahnya mengalir (berperang di Jalan Allah SWT kemudian tewas). Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, shadaqah apa yang paling utama? Beliau menjawab, “Kesungguhan orang yang punya sedikit harta di dalam menyenangkan orang faqir." Aku bertanya, Wahai Rasulullah SAW, apakah yang paling agung, yang pernah Allah SWT turunkan kepada engkau? Beliau menjawab: “Ayat Kursi." Lalu beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar, tidaklah ada langit tujuh berserta Kursi itu kecuali seperti lingkaran yang terdapat di padang pasir. Dan keutamaan ‘Arsy atas Kursi itu adalah seperti keutamaan padang pasir atas lingkaran." Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, ada berapakah jumlah nabi seluruhnya? Beliau menjawab, “Seratus dua puluh ribu nabi. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, dari jumlah itu, ada berapakah jumlah rasul? Beliau menjawab, “Jumlahnya banyak, yaitu: Tiga ratus tiga belas rasul.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, siapakah rasul pertama?” Beliau menjawab, “Adam.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah seorang nabi itu juga diutus? Beliau menjawab, “Iya, mereka juga diutus untuk umatnya. Allah SWT menciptakannya dengan kekuasaan-Nya, lalu Allah SWT tiupkan kepadanya dari Ruh-Nya, kemudian Allah SWT berbicara dengannya secara berhadapan." Rasulullah SAW lalu bersabda, “Wahai Abu Dzar, empat diantara para rasul berbahasa Suryani, mereka adalah Adam, Syits, Akhnukh (Ia adalah Idris, dan orang yang pertama kali menulis dengan pena), dan Nuh. Sedangkan empat darinya adalah Arab, mereka adalah Hud, Syu ’aib, Shalih, dan nabimu Muhammad SAW. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, ada berapa kitab suci yang pernah Allah SWT turunkan? Beliau menjawab, " Seratus kitab (berupa shahifah), dan empat kitab suci. Allah SWT turunkan kepada Syits lima puluh shahifah, kepada Akhnukh (Idris) tiga puluh shahifah, kepada Ibrahim sepuluh shahifah, kepada Musa sebelum turunnya Kitab Suci Taurat sepuluh shahifah. Kemudian Allah SWT turunkan Kitab Suci Taurat, Injil, Zabur, dan Al Qur'an.” Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah SAW, apa isi Shahifah Ibrahim? Beliau menjawab, “Shahifah Ibrahim berisikan ketauladanan. Isinya sebagai berikut, “Wahai raja yang berkuasa, yang akan hancur, yang terperdaya (dengan dunia), sungguh Aku tidak mengutusmu untuk mengumpulkan seluruh isi dunia, akan tetapi Aku mengutusmu agar kamu tidak menolak doa orang yang teraniaya, karena sungguh doa orang yang teraniaya tidak akan Aku tolak sekalipun itu dari doanya orang kafir. (Aku mengutusmu ) atas orang yang berakal selama ia tidak dikuasai oleh akalnya sendiri, akan terjadi padanya beberapa saat, “Saat dimana ia bermunajat kepada Tuhannya, saat dimana ia bermuhasabah terhadap dirinya, saat dimana ia berfikir tentang ciptaan Allah SWT, dan saat dimana ia tidak mempunyai hajat berupa makanan dan minuman. Dan bagi orang yang berakal, tidak akan melakukan perjalanan kecuali telah siap tiga hal, yaitu bekal untuk kembali, harta (yang ditinggal) di rumah80 untuk keluarga yang dinafkahi, atau (mencari) kelezatan pada perkara yang tidak di haramkan. Orang yang berakal adalah orang yang melihat (keadaan) zamannya, yang menerima keadaannya, yang menjaga lisannya, dan bila dihitung (antara) pembicaraan dan perbuatannya, maka bicaranya lebih sedikit, hanya bicara seperlunya." Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apa isi Shahifah Musa? Beliau menjawab, "Shahifah Musa berisikan peringatan-peringatan. Isinya sebagai berikut: “Aku heran terhadap orang yang yakin akan datangnya kematian, kemudian ia masih saja bergembira (berfoya-foya). Aku heran terhadap orang yang yakin adanya neraka, kemudian ia masih saja tertawa-tawa. Aku heran terhadap orang yang yakin terhadap takdir, kemudian ia masih saja mengejar-ngejar kedudukan. Aku heran terhadap orang yang yakin terhadap adanya Hisab di akhirat, kemudian dia masih saja tidak beramal. “ Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, berikanlah aku taushiyah.” Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya taqwa adalah inti semua perkara. ” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkanlah lagi taushiyah untukku. Beliau bersabda, “Bacalah Al Qur'an, berdzikirlah kepada Allah SWT, karena sesungguhnya hal itu menjadi cahaya untukmu di bumi, dan menjadi bekalmu di akhirat. ” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku.” Beliau bersabda, “Hindarilah banyak tertawa, karena sesungguhnya hal itu dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah. ” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku.” Beliau bersabda, “Diamlah kamu kecuali dari (pembicaraan) yang baik, karena sesungguhnya hal itu dapat mengusir syetan darimu, dan menjadi penolong atas perkara agamamu. ” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku.” Beliau bersabda, “Berjihadlah, karena sesungguhnya hal itu adalah ketaatan umatku.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku.” Beliau bersabda, “Cintailah orang miskin, dan duduklah (temanilah) bersama mereka. ” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku.” Beliau bersabda, “(Dalam urusan dunia) Lihatlah orang yang di bawahmu dan jangan lihat orang yang di atasmu. Karena sesungguhnya hal itu lebih pantas agar nikmat Allah SWT tidak diremehkan. ” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku. Beliau bersabda, “Berkatalah yang benar, walaupun itu pahit.“ Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tambahkan lagi taushiyah untukku.” Beliau bersabda, “Cukuplah denganmu aib yang kamu ketahui dari manusia berupa aib yang kamu tidak ketahui dari dirimu, atau kamu temukan atas mereka pada sesuatu yang kamu kerjakan. ” Kemudian beliau memukulkan tangannya atas dadaku, lalu bersabda, “Wahai Abu Dzar, tidak ada akal seperti akal yang dipergunakan untuk berfikir. Dan tidak ada sifat wara ’ seperti menahan diri (dari larangan). Dan tidak ada kehormatan diri seperti kehormatan yang timbul dari budi pekerti yang baik” 81
Abu Hatim RA berkata, “Abu Idris Al Khaulani yang di maksud adalah ‘Aidzullah bin Abdullah. Ia lahir pada tahun hunain pada masa hidupnya Rasulullah SAW, dan wafat di Syam tahun 80.
Yahya bin Yahya Al Ghassani berasal dari Kindah, termasuk penduduk Damaskus. Ia juga termasuk ahli fiqih negeri Syam. Ia mendengar Hadits dari Abu Idris Al Khaulani, saat berumur 15 tahun. Kelahirannya antara tanggal 1-3, pada masa Mu’awiyah bin Yazid tahun 64. Sulaiman bin Malik mengangkatnya sebagai ketua Mahkamah Mosul. Ia belajar dari Sa’id bin Al Musayyab dan penduduk Hijaz. Kedudukannya di Mahkamah Mosul lalu berlangsung hingga diangkatnya Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah. Oleh Umar bin Abdul Aziz, ia masih tetap dipercaya memegang jabatannya, hingga ia wafat pada tahun 133 di Damaskus. [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110361)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ لُزُومِ الْعِبَادَةِ فِي السِّرِّ وَالْعَلاَنِيَةِ رَجَاءَ النَّجَاةِ فِي الْعُقْبَى بِهَا
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مَا بَيْنِي وَبَيْنَهُ إِلاَّ مُؤْخِرَةُ الرَّحْلِ، فقَالَ‏:‏ يَا مُعَاذُ قُلْتُ‏:‏ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ‏:‏ ثُمَّ سَارَ سَاعَةً، ثُمَّ، قَالَ‏:‏ يَا مُعَاذُ، قُلْتُ‏:‏ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ‏:‏ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ‏:‏ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، قَالَ‏:‏ ثُمَّ سَارَ سَاعَةً، ثُمَّ، قَالَ‏:‏ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ، إِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ‏:‏ فَإِنَّ حَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ إِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ أَنْ لاَ يُعَذِّبَهُمْ‏.‏
362. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata, “Hammam bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata, “Qatadah menceritakan kepada kami, dari Anas bin Malik, dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, “Aku pemah mengendalikan tunggangan Nabi SAW, jarak antaraku dengan beliau hanyalah dibatasi pelana unta. Beliau memanggilku, “Wahai Mu’adz.” Aku menjawab, “Aku Memenuhi panggilanmu (Labbaik) wahai Rasulullah SAW, dan mudah-mudahan kebaikan tetap atasmu.” Mu’adz bin Jabal berkata, “Kemudian beliau berjalan lagi sebentar, lalu memanggilku kembali, “Wahai Mu’adz” Aku menjawab, “Aku memenuhi panggilanmu (Labbaik) wahai Rasulullah SAW, dan mudah-mudahan kebaikan tetap atas mu.” Beliau bersabda, “Tahukah kamu apa hak Allah SWT atas hamba-hamba-Nya?” Aku menjawab, “Hanya Allah SWT dan Rasul-Nyalah yang lebih mengetahuinya.” Beliau bersabda, “Hak Allah SWT terhadap hamba- Nya adalah menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. ” Mu’adz bin Jabal berkata, “Kemudian beliau berjalan lagi sebentar, lalu bersabda, “Tahukah kamu apa hak hamba atas Allah SWT, jika mereka melakukan ibadah dan tidak musyrik ?” Aku menjawab, “Hanya Allah SWT dan Rasul-Nya lah yang lebih mengetahuinya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya hak hamba atas Allah SWT jika mereka melakukan ibadah dan tidak musyrik adalah mereka tidak akan disiksa oleh Allah SWT. ” 82 [3:53]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110362)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ إِصْلاَحِ أَحْوَالِهِ، حَتَّى يُؤَدِّيَهُ ذَلِكَ إِلَى مَحَبَّةِ لِقَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ بِمَنْبِجَ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ إِذَا أَحَبَّ عَبْدِي لِقَائِي، أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ، فَإِذَا كَرِهَ لِقَائِي، كَرِهْتُ لِقَاءَهُ‏.‏
363. Umar bin Sa’id bin Sinan di Manbaja (Sebuah kota di Syiria) mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ahmad bin Abu Bakar menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah Tabaaraka wa Ta'ala berfirman, “Apabila seorang hamba cinta untuk bertemu dengan-Ku, maka Aku pun cinta untuk bertemu dengannya. Dan apabila ia benci untuk bertemu dengan-Ku, maka Aku pun juga benci untuk bertemu dengannya. 83 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110363)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الاِسْتِدْلاَلِ عَلَى مَحَبَّةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِتَعْظِيمِ النَّاسِ عِنْدَهُ بِمَحَبَّةِ خَوَاصِّ أَهْلِ الْعَقْلِ وَالدِّينِ إِيَّاهُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ‏:‏ إِنِّي قَدْ أَحْبَبْتُ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ، قَالَ‏:‏ فَيَقُولُ جِبْرِيلُ لأَهْلِ السَّمَاءِ‏:‏ إِنَّ رَبَّكُمْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، قَالَ‏:‏ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الأَرْضِ، وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا فَمِثْلُ ذَلِكَ‏.‏
364. Muhammad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata, Umayyah bin Bistham menceritakan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, ia berkata, Rauh bin Al Qasim menceritakan kepada kami, dari Suhail bin Abu Shalih, dari Al Qa’qa’i bin Hakim, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah SWT mencintai seorang hamba,maka Dia akan memanggil Jibril, dan berfirman kepadanya: “Sungguh, Aku mencintai fulan, maka cintailah dia. ” Nabi SAW bersabda, “Ke Jibril berkata kepada penduduk langit: ‘Sesungguhnya Tuhan kalian mencintai fulan, maka cintailah dia." Penduduk langit lalu mencintainya. Nabi SAW bersabda, “Kemudian kecintaan itu akan diteruskan kepada penduduk bumi. Dan apabila Allah SWT membenci seorang hamba, maka Dia akan melakukan hal yang serupa. 84 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110364)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ مَحَبَّةِ أَهْلِ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ الْعَبْدَ الَّذِي يُحِبُّهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ‏:‏ إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ، قَالَ لِجِبْرِيلَ‏:‏ قَدْ أَحْبَبْتُ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الأَرْضِ، وَإِذَا أَبْغَضَ اللَّهُ الْعَبْدَ، قَالَ مَالِكٌ‏:‏ لاَ أَحْسِبُهُ إِلاَّ، قَالَ فِي الْبُغْضِ مِثْلَ ذَلِكَ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ سَمِعَ هَذَا الْخَبَرَ سُهَيْلٌ، عَنْ أَبِيهِ، وَسَمِعَ عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِيهِ‏.‏
365. Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ahmad bin Abu Bakar memberitahukan kepada kami, dari Malik, dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia berfirman kepada Jibril: “Sungguh, Aku mencintai fulan, maka cintailah dia. Jibril lalu mencintainya. Kemudian Jibril memanggil penduduk langit dan berkata, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai fulan, maka cintailah dia.” Penduduk langit lalu mencintainya. Kemudian kecintaan itu akan diteruskan kepada penduduk bumi. Dan apabila Allah SWT membenci seorang hamba.... Malik berkata, “Aku mengira Nabi SAW bersabda tentang kebencian Allah SWT seperti kecintaan-Nya. 85
Abu Hatim RA berkata, Suhail mendengar Hadits ini dari ayahnya, dan dari Al Qa’qa’i bin Hakim, dari ayahnya. [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110365)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَحَبَّةَ مَنْ وَصَفْنَا قَبْلُ لِلْمَرْءِ عَلَى الطَّاعَاتِ إِنَّمَا هُوَ تَعْجِيلُ بُشْرَاهُ فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، عَنْ يَحْيَى الْقَطَّانِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ‏:‏ قَالَ أَبُو ذَرٍّ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ الرَّجُلَ يَعْمَلُ لِنَفْسِهِ، وَيُحِبُّهُ النَّاسُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ‏.‏
366. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Musaddad menceritakan kepada kami, dari Yahya Al Qathan, dari Syu’bah, dari Abu Imran Al Jauni, dari Abdullah bin Ash-Shamit, ia berkata, “Abu Dzar berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya seseorang beramal untuk dirinya, lalu orang-orang mencintainya - karena perbuatannya itu- Beliau bersabda, “Itu adalah kebahagiaan yang disegerakan bagi orang mukmin.” 86 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110366)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَحْمَدَةَ النَّاسِ لِلْمَرْءِ، وَثَنَاءَهُمْ عَلَيْهِ إِنَّمَا هُوَ بُشْرَاهُ فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ مِنَ الْخَيْرِ يَحْمَدُهُ النَّاسُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ذَلِكَ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ‏.‏
367. Abdullah bin Qahthubah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, ia berkata, Hamad bin Zaid menceritakan kepada kami, dari Abu Imran Al Jauni, dari Abdullah bin Ash-Shamit, dari Abu Dzar, ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu terhadap seseorang yang mengerjakan sebuah amalan baik, kemudian -karena amalannya tersebut, orang-orang memujinya? Beliau menjawab: " Itu adalah kebahagiaan yang disegerakan bagi orang mukmin.” 87 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110367)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الطَّاعَاتِ وَثَوَابِهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ يُثْنِي عَلَى مَنْ يُحِبُّهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ بِأَضْعَافِ عَمَلِهِ مِنَ الْخَيْرِ وَالشَّرِّ
- -
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ الْعَسْكَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو نَشِيطٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَالِمُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا السَّمْحِ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا، أَثْنَى عَلَيْهِ، بِسَبْعَةِ أَضْعَافٍ مِنَ الْخَيْرِ لَمْ يَعْمَلْهَا، وَإِذَا سَخِطَ عَلَى عَبْدٍ أَثْنَى عَلَيْهِ بِسَبْعَةِ أَضْعَافٍ مِنَ الشَّرِّ لَمْ يَعْمَلْهَا‏.‏
368. Ali bin Sa’id Al ‘Askariy mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Nasyith Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Muqri' menceritakan kepada kami, dari Haywah bin Syuraih, ia berkata, Salim bin Ghailan menceritakan kepada kami, ia berkata, “Aku mendengar Abu As-Samah, dari Abu Al Haitsam, dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Ia akan menyanjungnya dengan memberikan tujuh kali lipat dari kebaikan yang tidak ia kerjakan. Dan jika Allah SWT murka kepada seorang hamba, maka Ia akan menyanjungnya (menghinakannya) dengan memberikan tujuh kali lipat dari kejelekan yang tidak ia kerjakan." 88 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110368)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، وَمِصْدَاقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ‏:‏ ‏{‏فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ‏}‏‏.‏
369. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Basyar menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raji, dari Abu Hurairah yang sampai pada Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman, “Aku mempersiapkan (ganjaran) bagi hamba-hamba-Ku yang shalih berupa sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia”. Pembenaran terhadap hal itu ada pada Kitab Allah SWT, dalam firman-Nya, “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan ”. 89 (Qs. As-Sajdah [32]: 17). [3:78]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110369)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا وَعَدَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الْعُقْبَى مِنَ الثَّوَابِ عَلَى أَعْمَالِهِمْ فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فِي قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ‏}‏، قَالَ‏:‏ نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرْجِعَهُ مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ، وَإِنَّ أَصْحَابَهُ قَدْ أَصَابَتْهُمُ الْكَآبَةُ وَالْحُزْنُ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا فَتَلاَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ، فَقَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، بَيَّنَ اللَّهُ لَكَ مَا يَفْعَلُ بِكَ فَمَاذَا يَفْعَلُ بِنَا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ الآيَةَ بَعْدَهَا‏:‏ ‏{‏لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ‏}‏‏.‏
370. Abdullah bin Muhammad Al Azadi mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, Rauh bin Ubadah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Sa’id menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas bin Malik tentang firman Allah SWT, “Sesungguh Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. ° (Qs. Al Fath [48]: 1-2). Anas bin Malik berkata, “Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW kembali dari Perjanjian Hudaibiyah. Dan sahabat-sahabat beliau ketika itu dalam keadaan yang sangat susah dan sedih. Rasulullah SAW lalu bersabda, ‘Turun kepadaku sebuah ayat yang bagiku, ayat itu lebih aku cintai dari dunia beserta isinya’. Kemudian Rasulullah SAW membacakannya kepada mereka. Lalu mereka bertanya Wahai Rasulullah SAW, Allah SWT menjelaskan kepadamu prihal yang hanya Dia lakukan kepadamu, lalu bagaimana dengan yang Dia lakukan kepada kami? Kemudian Allah SWT menurunkan ayat setelahnya yang berbunyi: *Supaya Dia memasukkan orang- orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka, dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah” (Qs. Al Fath [48]: 5). 90 [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110370)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ تَفَرَّدَ بِهِ قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْكَرِيمِ بِمَرْوَ، حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ سَعِيدِ ابْنِ بِنْتِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، حَدَّثَنِي جَدِّي عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ‏:‏ قَالَ سُفْيَانُ‏:‏ وَحَدَّثَنِي الْحَسَنُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، فِي قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا‏}‏ أَنَّهَا نَزَلَتْ عَلَى نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرْجِعَهُ مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ وَأَصْحَابُهُ قَدْ خَالَطَهُمُ الْحُزْنُ وَالْكَآبَةُ، قَدْ حِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَسْأَلَتِهِمْ، وَنَحَرُوا الْبُدْنَ، بِالْحُدَيْبِيَةِ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لَقَدْ نَزَلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا فَقَرَأَهَا عَلَيْهِمْ إِلَى آخِرِ الآيَةِ، فقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ‏:‏ هَنِيئًا مَرِيئًا لَكَ يَا رَسُولَ اللهِ، قَدْ بَيَّنَ اللَّهُ لَكَ مَاذَا يَفْعَلُ بِكَ، فَمَاذَا يَفْعَلُ بِنَا‏؟‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ‏{‏لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ‏.‏
371. Ahmad bin Al Hants bin Muhammad bin Abdul Karim di Marwa mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Sa’id bin Binti Ali bin Al Husain bin Waqid menceritakan kepada kami, kakekku Ali bin Al Husain bin Waqid menceritakan kepadaku, ayahku menceritakan kepadaku, ia berkata, “Sufyan berkata, Al Hasan menceritakan kepadaku, dari Anas bin Malik tentang firman Allah SWT, ' Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.' (Qs. Al Fath [48]: 1). Bahwasanya ayat ini turun ketika Nabi SAW kembali dari Perjanjian Hudaibiyah. Dan sahabat-sahabat beliau ketika itu dalam keadaan yang sangat sedih dan susah. Dan mereka berkurban dengan seekor unta gemuk di Hudaibiyah (yang rencananya mereka kurbankan di Mekkah). Rasulullah SAW lalu bersabda, 'Sungguh telah turun kepadaku sebuah ayat yang bagiku, ayat itu lebih aku cintai dari seluruh isi dunia' Kemudian Rasulullah SAW membacakannya kepada mereka hingga akhir ayat. Seseorang dari sahabat kemudian bertanya kepada beliau, baik akibatnya untukmu wahai Rasulullah SAW, Sungguh Allah SWT menjelaskan kepadamu prihal yang hanya Dia lakukan kepadamu, lalu bagaimana dengan yang Dia lakukan kepada kami? Kemudian Allah SWT menurunkan ayat, 'Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai- sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka, dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah'.” (Qs. Al Fath [48]: 5).91 [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110371)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخِصَالِ الَّتِي إِذَا اسْتَعْمَلَهَا الْمَرْءُ كَانَ ضَامِنًا بِهَا عَلَى اللهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ يَعْقُوبَ، عَنْ قَيْسِ بْنِ رَافِعٍ الْقَيْسِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللهِ، كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللهِ، وَمَنْ عَادَ مَرِيضًا، كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللهِ، وَمَنْ غَدَا إِلَى مَسْجِدٍ أَوْ رَاحَ، كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللهِ، وَمَنْ دَخَلَ عَلَى إِمَامٍ يُعَزِّزُهُ كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللهِ، وَمَنْ جَلَسَ فِي بَيْتِهِ لَمْ يَغْتَبْ إِنْسَانًا، كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللهِ‏.‏
372. Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Sa’ad92 bin Abdullah bin Abdul Hakam menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-Laits bin Sa’ad menceritakan kepada kami, dari Al Hants bin Ya’qub, dari Qais bin Rafi’ Al Qaisi, dari Abdurrahman bin Jubair, dari Abdullah bin Amru,dari Mu’adz bin Jabal, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa yang berjihad di Jalan Allah SWT, maka ia berada dalam tanggungan-Nya. Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, maka ia berada dalam tanggungan-Nya. Barangsiapa yang pagi hari atau sore hari pergi ke masjid, maka ia berada dalam tanggungan-Nya. Barangsiapa yang masuk (ke tempat) pemimpin dengan sikap yang memuliakannya).93, maka ia berada dalam tanggungan-Nya. Dan barangsiapa yang duduk di rumahnya dengan tidak melakukan ghibah terhadap manusia, maka ia berada dalam tanggungan-Nya ).94 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110372)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخِصَالِ الَّتِي يَسْتَوْجِبُ الْمَرْءُ بِهَا الْجِنَانَ مِنْ بَارِئِهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي أَبُو كَثِيرٍ السُّحَيْمِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ أَبَا ذَرٍّ، قُلْتُ‏:‏ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلَ الْعَبْدُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ، قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فقَالَ‏:‏ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ، قَالَ‏:‏ فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ مَعَ الإِيمَانِ عَمَلاً‏؟‏ قَالَ‏:‏ يَرْضَخُ مِمَّا رَزَقَهُ اللَّهُ قُلْتُ‏:‏ وَإِنْ كَانَ مُعْدَمًا لاَ شَيْءَ لَهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ يَقُولُ مَعْرُوفًا بِلِسَانِهِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ فَإِنْ كَانَ عَيِيًّا لاَ يُبْلِغُ عَنْهُ لِسَانُهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَيُعِينُ مَغْلُوبًا قُلْتُ‏:‏ فَإِنْ كَانَ ضَعِيفًا لاَ قُدْرَةَ لَهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَلْيَصْنَعْ لأَخْرَقَ قُلْتُ‏:‏ وَإِنْ كَانَ أَخْرَقَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَالْتَفَتَ إِلَيَّ وَ، قَالَ‏:‏ مَا تُرِيدُ أَنْ تَدَعَ فِي صَاحِبِكَ شَيْئًا مِنَ الْخَيْرِ، فَلْيَدَعِ النَّاسَ مِنْ أَذَاهُ فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ هَذِهِ كَلِمَةُ تَيْسِيرٍ‏؟‏ فقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا مِنْ عَبْدٍ يَعْمَلُ بِخَصْلَةٍ مِنْهَا، يُرِيدُ بِهَا مَا عِنْدَ اللهِ، إِلاَّ أَخَذَتْ بِيَدِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى تُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ أَبُو كَثِيرٍ السُّحَيْمِيُّ اسْمُهُ يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أُذَيْنَةَ، مِنْ ثِقَاتِ أَهْلِ الْيَمَامَةِ‏.‏
373. Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Al Walid menceritakan kepada kami, Al Auza’i menceritakan kepada kami, Abu Katsir As-Suhaimi menceritakan kepada kami, dari ayahnya, ia berkata, aku bertanya kepada Abu Dzar, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila seorang hamba mengerjakannya maka ia dapat masuk surga. Ia menjawab, aku bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Beriman kepada Allah SWT’” Abu Dzar berkata, Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya apakah amalan yang mengiringi iman?” Beliau menjawab, “Memberikan sedikit rezeki yang telah Allah SWT berikan kepadanya (untuk orang yang memerlukan)” Aku bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mempunyai sesuatu untuk diberikan? Beliau menjawab, “Berkatalah yang baik dengan lisannya.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, Bagaimana jika ia seorang yang gagap dalam berbicara sehingga ia tidak mampu melakukannya?” Beliau menjawab, “Maka ia harus menolong orang yang membutuhkan pertolongan.” Aku bertanya, “Bagaimana jika ia orang yang lemah sehingga tidak mempunyai kekuatan untuk menolong?” Beliau menjawab: “Berilah pekerjaan kepada orang yang menganggur.” Aku kembali bertanya, “Jika ia sendiri pengangguran?” Abu Dzar berkata, “Beliau lalu menoleh kepadaku lalu bersabda, “Tidakkah kamu ingin meninggalkan sesuatu kebaikan untuk kawanmu. Maka tinggalkanlah manusia dari menyakitinya.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, bukankah ini perkataan yang mudah? Beliau menjawab, " Demi Dzat yang diriku ada di genggaman-Nya, tidaklah seorang hamba yang mengerjakan suatu perkara dengan tujuan mendapatkan sesuatu dari Allah SWT, kecuali perkara tersebut akan diterima kepada-Nya dengan kekuasaan-Nya pada hari kiamat, hingga perkara tersebut (menyebabkan dia) masuk kedalam surga. " 95
Abu Hatim berkata, “Abu Katsir As-Suhaimi adalah Yazid bin Abdurrahman bin Udzainah. Termasuk periwayat tsiqah dari Penduduk Yamamah.” [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110373)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخِصَالِ الَّتِي إِذَا اسْتَعْمَلَهَا الْمَرْءُ أَوْ بَعْضَهَا كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
- -
أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُبَارَكِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ عِيسَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ طَلْحَةَ الْيَامِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ‏:‏ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، عَلِّمْنِي عَمَلاً يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ، قَالَ‏:‏ لَئِنْ كُنْتَ أَقْصَرْتَ الْخُطْبَةَ، فَقَدْ أَعْرَضْتَ الْمَسْأَلَةَ‏:‏ أَعْتِقِ النَّسَمَةَ، وَفُكَّ الرَّقَبَةَ، قَالَ‏:‏ أَوَ لَيْسَتَا بِوَاحِدَةٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، عِتْقُ النَّسَمَةِ أَنْ تَفَرَّدَ بِعِتْقِهَا، وَفَكُّ الرَّقَبَةِ أَنْ تُعْطِي فِي ثَمَنِهَا، وَالْمِنْحَةُ الْوَكُوفُ وَالْفَيْءُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْقَاطِعِ، فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَاكَ، فَأَطْعِمِ الْجَائِعَ، وَاسْقِ الظَّمْآنَ، وَمُرْ بِالْمَعْرُوفِ، وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ، فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ، فَكُفَّ لِسَانَكَ إِلاَّ مِنْ خَيْرٍ‏.‏
374. An-Nadharu bin Muhammad bin Al Mubarak mengabarkan kepada kami, ia berkata Muhammad bin Utsman Al ‘Ijli menceritakan kepada kami, ia berkata, Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami, dari Isa bin Abdurrahman, dari Thalhah Al Yami, dari Abdurrahman bin ‘Ausajah, dari Al Barra bin ‘Azib, ia berkata, “Seorang badui suatu ketika datang menghadap Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah SAW, ajarilah aku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga. Beliau bersabda, “Jika kamu datang meski hanya sebentar saja pada saat khutbah tadi, maka sungguh96 kamu akan mendapati keluasan masalah itu: Bebaskanlah setiap binatang yang bernyawa, dan lepaskanlah (merdekakanlah) budak. ” Ia berkata, 'Tidakkah keduanya itu sama?” Beliau menjawab, "Tidak. Membebaskan binatang yang bernyawa merupakan perkara yang terpisah dengan membebaskan budak. Melepaskan budak adalah kamu membayar harganya. Berikanlah harta fai ’ yang berlimpah atas keluarga yang terputus (hubungan silaturahimnya). Kemudian jika kamu tidak mampu melakukan semua itu, maka berilah makan orang yang sedang kelaparan, berilah minum orang yang sedang kehausan, ajaklah orang untuk berbuat baik, dan cegahlah kemungkaran. Bila kamu masih tidak mampu juga, maka jagalah lisanmu agar tidak bicara kecuali kebaikan.97 [2:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110374)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ كِتْبَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ أَجْرَ السِّرِّ وَأَجْرَ الْعَلاَنِيَةِ لِمَنْ عَمِلَ لِلَّهِ طَاعَةً فِي السِّرِّ وَالْعَلاَنِيَةِ، فَاطُّلِعَ عَلَيْهِ مِنْ غَيْرِ وُجُودِ عِلَّةٍ فِيهِ عِنْدَ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ مُكْرَمٍ بِالْبَصْرَةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيِّ بْنِ بَحْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سِنَانٍ أَبُو سِنَانٍ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً، قَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ وَيُسِرُّهُ، فَإِذَا اطُّلِعَ عَلَيْهِ، سَرَّهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لَهُ أَجْرَانِ‏:‏ أَجْرُ السِّرِّ، وَأَجْرُ الْعَلاَنِيَةِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ إِنَّ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ وَيُسِرُّهُ، فَإِذَا اطُّلِعَ عَلَيْهِ سَرَّهُ مَعْنَاهُ أَنَّهُ يَسُرُّهُ أَنَّ اللَّهَ وَفَّقَهُ لِذَلِكَ الْعَمَلِ، فَعَسَى يُسْتَنُّ بِهِ فِيهِ، فَإِذَا كَانَ كَذَلِكَ، كُتِبَ لَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا سَرَّهُ ذَلِكَ لِتَعْظِيمِ النَّاسِ إِيَّاهُ، أَوْ مَيْلِهِمْ إِلَيْهِ، كَانَ ذَلِكَ ضَرْبًا مِنَ الرِّيَاءِ، لاَ يَكُونُ لَهُ أَجْرَانِ وَلاَ أَجْرٌ وَاحِدٌ‏.‏
375. Muhammad bin Al Husain bin Mukram di Bashrah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Amru bin Ali bin Bahar menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Daud menceritakan kepada kami, ia berkata, Sa’id bin Sinan Abu Sinan menceritakan kepada kami, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, bahwa seseorang berkata, Wahai Rasulullah SAW, “Sesungguhnya seseorang mengerjakan amal kemudian menyembunyikannya. Maka jika amalnya itu nampak, ia pun senang?” Beliau bersabda, “Ia berhak mendapatkan dua pahala; yaitu pahala Sirri (pahala amalan secara sembunyi-sembunyi) dan pahala ‘Alaniyyah (pahala amalan secara terang-terangan).98
Abu Hatim RA berkata, “Perkataan: 'Sesungguhnya seseorang mengerjakan amal kemudian menyembunyikannya.' Maka jika amalnya itu nampak, ia pun senang: Maknanya adalah seseorang yang senang amalnya tampak, agar Allah SWT berkenan memberikan taufik-Nya kepada dia sebab amal tersebut, dan oleh karena hal demikian memang disunahkan. Jadi bila ia memang melakukannya atas dasar itu, berarti ia berhak mendapatkan dua pahala. Namun jika ia senang menampakkan amal karena ingin diagungkan oleh manusia, atau agar manusia condong kepadanya, maka yang demikian itu merupakan satu macam dari bentuk riya, yang tidak akan mendapatkan pahala apa pun darinya. [1:2].
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110375)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ مَغْفِرَةَ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ تَكُونُ أَقْرَبُ إِلَى الْمُطِيعِ مِنْ تَقَرُّبِهِ بِالطَّاعَةِ إِلَى الْبَارِي جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ إِذَا تَقَرَّبَ عَبْدِي مِنِّي شِبْرًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً، وَإِنْ هَرْوَلَ سَعَيْتُ إِلَيْهِ، وَاللَّهُ أَوْسَعُ بِالْمَغْفِرَةِ‏.‏
376. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Al Mutawakkil menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayah saya menceritakan kepada saya, ia berkata, Anas bin Malik memberitahukan kepada kami, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah Tabaaraka wa Ta ’aala berfirman, "Apabila seorang hamba mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila ia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila ia mendekati-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berjalan cepat. Apabila ia berjalan cepat, Aku akan mendatanginya dengan berlari. Dan Allah itu paling luas ampunan-Nya.” 99 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110376)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ قَدْ يُجَازِي الْمُؤْمِنَ عَلَى حَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا، كَمَا يُجَازِي عَلَى سَيِّئَاتِهِ فِيهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُثَابُ عَلَيْهَا الرِّزْقَ فِي الدُّنْيَا، وَيُجْزَى بِهَا فِي الآخِرَةِ، فَأَمَّا الْكَافِرُ، فَيَطْعَمُ بِحَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا، فَإِذَا أَفْضَى إِلَى الآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُعْطَى بِهَا خَيْرًا‏.‏
377. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata, “Hamam bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata, “Qatadah menceritakan kepada kami, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak pernah berbuat zhalim kepada orang mukmin terhadap kebaikan yang ia lakukan. Ia akan diberikan ganjaran berupa rezeki selama di dunia, dan akan diberikan ganjaran kebaikan kelak di akhirat. Adapun terhadap orang kajir, Allah SWT akan memberikan makan (kebaikan) sebab perbuatan baik yang ia lakukannya di dunia. Namun nanti di akhirat, ia tidak punya kebaikan lagi yang dapat menyebabkan dia mendapatkan balasan dari Allah SWT. "100 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110377)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ الْحَسَنَةَ الْوَاحِدَةَ قَدْ يُرْجَى بِهَا لِلْمَرْءِ مَحْوُ جِنَايَاتٍ سَلَفَتْ مِنْهُ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا غَالِبُ بْنُ وَزِيرٍ الْغَزِّيُّ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي الأَعْمَشُ، عَنِ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ تَعَبَّدَ عَابِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ، فَعَبَدَ اللَّهَ فِي صَوْمَعَتِهِ، سِتِّينَ عَامًا، فَأَمْطَرَتِ الأَرْضُ، فَاخْضَرَّتْ، فَأَشْرَفَ الرَّاهِبُ مِنْ صَوْمَعَتِهِ، فقَالَ‏:‏ لَوْ نَزَلْتُ فَذَكَرْتُ اللَّهَ، لاَزْدَدْتُ خَيْرًا، فَنَزَلَ وَمَعَهُ رَغِيفٌ أَوْ رَغِيفَانِ، فَبَيْنَمَا هُوَ فِي الأَرْضِ، لَقِيَتْهُ امْرَأَةٌ، فَلَمْ يَزَلْ يُكَلِّمُهَا وَتُكَلِّمُهُ، حَتَّى غَشِيَهَا، ثُمَّ أُغْمِيَ عَلَيْهِ، فَنَزَلَ الْغَدِيرَ يَسْتَحِمُّ، فَجَاءَهُ سَائِلٌ، فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ أَنْ يَأْخُذَ الرَّغِيفَيْنِ، أَوِ الرَّغِيفَ، ثُمَّ مَاتَ فَوُزِنَتْ عِبَادَةُ سِتِّينَ سَنَةً بِتِلْكَ الزَّنْيَةِ، فَرَجَحَتِ الزَّنْيَةُ بِحَسَنَاتِهِ، ثُمَّ وُضِعَ الرَّغِيفُ أَوِ الرَّغِيفَانِ مَعَ حَسَنَاتِهِ، فَرَجَحَتْ حَسَنَاتُهُ فَغُفِرَ لَهُ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ سَمِعَ هَذَا الْخَبَرَ غَالِبُ بْنُ وَزِيرٍ، عَنْ وَكِيعٍ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ، وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ بِالْعِرَاقِ، وَهَذَا مِمَّا تَفَرَّدَ بِهِ أَهْلُ فِلَسْطِينَ عَنْ وَكِيعٍ‏.‏
378. Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, Ghalib bin Wazir Al Ghazi menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, ia berkata, Al A’masy menceritakan kepadaku, dari Ma’rur bin Suwaid, dari Abu Dzar, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu, pernah ada seorang ahli ibadah (rahib) dari kaum Bani Israil, yang beribadah kepada Allah SWT di tempat peratapan rahibnya selama enam puluh tahun. Suatu ketika, hujan turun sangat lebat hingga keadaan menjadi gelap gulita. Sang rahib mengamatinya dari dalam tempat peratapannya lalu berkata, “Seandainya aku turun, kemudian aku tetap zikir kepada Allah SWT niscaya bertambahlah kebaikanku. ” Lalu sang rahib turun dengan membawa sepotong atau dua potong roti. Sesampainya di bawah, ia bertemu dengan seorang wanita. Kemudian mereka saling menyapa dan terus bercakap - cakap. Hingga akhirnya sang rahib menyetubuhi wanita itu. Setelah itu, sang rahib pingsan. Ketika sadar, ia turun ke sungai kecil untuk mandi. Lalu datanglah seorang peminta-minta yang meminta sedekah darinya. Sang rahib memberinya satu atau dua potong roti yang di bawanya tadi. Kemudian sang rahib meninggal. Lalu di hisablah ia dengan di timbang antara kebaikannya berupa ibadah selama enam puluh tahun dengan perbuatan zinanya. Ternyata yang lebih berat adalah perbuatan zinanya. Setelah itu, pahala sedekah sepotong roti atau dua potong roti nya ikut di timbang bersama kebaikannya. Ternyata kebaikannya lebih unggul di banding perbuatan zinanya. Dengan demikian, diampunilah ia atas semua dosa-dosanya.” 101
Abu Hatim berkata, Ghalib bin Wuzair mendengar Hadits ini dari Waki’ di Baitul Maqdis, dan bukan di Iraq. Inilah satu-satunya jalur sanad yang di miliki oleh penduduk Palestina. [3:6]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110378)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ تَفَضُّلِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ عَلَى الْعَامِلِ حَسَنَةً بِكَتْبِهَا عَشْرًا، وَالْعَامِلِ سَيِّئَةً بِوَاحِدَةٍ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ‏:‏ إِذَا تَحَدَّثَ عَبْدِي أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً، فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ حَسَنَةً مَا لَمْ يَعْمَلْ، فَإِذَا عَمِلَهَا، فَأَنَا أَكْتُبُهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَإِذَا تَحَدَّثَ بِأَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً، فَأَنَا أَغْفِرُهَا مَا لَمْ يَفْعَلْهَا، فَإِذَا فَعَلَهَا، فَأَنَا أَكْتُبُهَا مِثْلَهَا‏.‏
379. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazaq mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Apabila hamba-Ku berniat untuk mengerjakan satu kebaikan, maka Aku akan catat satu kebaikan untuknya selama ia belum mengerjakannya. Apabila ia telah mengerjakannya, maka Aku mencatatnya dengan sepuluh kali lipat kebaikan untuknya. Dan jika hamba-Ku berniat mengerjakan satu perbuatan dosa, maka Aku akan ampuni dia selama perbuatan itu belum dikerjakan. Apabila ia mengerjakannya, maka Aku hanya mencatat satu kejelekan saja.102 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110379)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ تَارِكَ السَّيِّئَةِ إِذَا اهْتَمَّ بِهَا يَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِفَضْلِهِ حَسَنَةً بِهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ الرَّمَادِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِحَسَنَةٍ، فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً، فَإِذَا عَمِلَهَا، فَاكْتُبُوهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَإِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ، فَلاَ تَكْتُبُوهَا بِمِثْلِهَا، فَإِنْ تَرَكَهَا، فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً‏.‏
380. Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Basyar Ar-Ramadi menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah yang sampai kepada Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah Tabaaraka wa Ta’alaa berfirman, “Jika hamba-Ku berniat mengerjakan satu kebaikan, maka catatlah (wahai malaikat) untuknya satu kebaikan. Jika ia mengerjakannya, maka lipatgandakanlah (wahai malaikat) kebaikannya itu menjadi sepuluh kali lipat. Dan jika hamba-Ku berniat melakukan satu perbuatan buruk, maka janganlah kalian catat dengan satu dosa. Jika ia tidak jadi mengerjakannya, maka catatlah untuknya satu kebaikan.”103 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110380)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ تَفْضُلِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ بِكَتْبِهِ حَسَنَةً وَاحِدَةً لِمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا وَكَتْبِهِ سَيِّئَةً وَاحِدَةً، إِذَا عَمِلَهَا مَعَ مَحْوِهَا عَنْهُ إِذَا تَابَ
- -
أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ وَرْدَانَ بِمِصْرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى الْوَقَّارُ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ‏:‏ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا، فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا، فَاكْتُبُوهَا لَهُ سَيِّئَةً، فَإِنْ تَابَ مِنْهَا، فَامْحُوهَا عَنْهُ، وَإِذَا هَمَّ عَبْدِي بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا، فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا، فَاكْتُبُوهَا لَهُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ‏.‏
381. Ismail bin Daud bin Wardan di Mesir mengabarkan kami, ia berkata, “Zakariya bin Yahya Al Wiqariy menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dari Abu Az Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah S A W, dari Allah Jalla wa ‘Alaa, Dia berfirman, “Jika hamba-Ku berniat melakukan satu kejelekan kemudian tidak jadi ia lakukan, maka catatlah untuknya satu kebaikan. Jika ia tetap melakukannya, maka catatlah untuknya satu dosa. Dan jika ia bertaubat setelah itu, maka hapuslah dosanya. Apabila hamba-Ku berniat melakukan satu kebaikan namun tidak ia lakukan, maka catatlah untuknya satu kebaikan. Jika ia melakukannya, maka lipatgandakanlah kebaikannya itu menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat.104 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110381)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ تَارِكَ السَّيِّئَةِ، إِنَّمَا يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً إِذَا تَرَكَهَا لِلَّهِ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، عَنْ وَرْقَاءَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ قَالَ‏:‏ إِذَا أَرَادَ عَبْدِي أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً، فَلاَ تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ حَتَّى يَعْمَلْهَا، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا مِثْلَهَا، فَإِنْ تَرَكَهَا مِنْ أَجْلِي، فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً فَإِنْ أَرَادَ أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً، فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ عَشْرَةَ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ‏.‏
382. Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabah menceritakan kepada kami, Syababah menceritakan kepada kami, dari Waraqa’, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, “Apabila hamba-Ku ingin berbuat kejelekan, maka jangan kalian (malaikat) catat sebelum ia benar-benar telah melakukannya. Apabila ia melakukannya, maka catatlah keburukan itu dengan satu dosa. Jika ia meninggalkannya karena Aku, maka catatlah itu sebagai sebuah kebaikan. Dan apabila hamba-Ku ingin berbuat kebaikan, maka catatlah untuknya satu pahala kebaikan. Jika ia melakukannya, maka lipatgandakanlah kebaikannya itu menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali 105 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110382)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ تَفَضُّلِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ عَلَى مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ بِكَتْبِهَا لَهُ، وَإِنْ لَمْ يَعْمَلْهَا وَبِكَتْبِهِ عَشْرَةَ أَمْثَالِهَا إِذَا عَمِلَهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ عنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِالْحَسَنَةِ فَلَمْ يَعْمَلْهَا، كَتَبْتُهَا لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا، كَتَبْتُهَا لَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَإِنْ هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا، لَمْ أَكْتُبْهَا عَلَيْهِ، فَإِنْ عَمِلَهَا، كَتَبْتُهَا وَاحِدَةً‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ إِذَا هَمَّ عَبْدِي أَرَادَ بِهِ إِذَا عَزَمَ، فَسَمَّى الْعَزْمَ هَمًّا، لأَنَّ الْعَزْمَ نِهَايَةُ الْهَمِّ، وَالْعَرَبُ فِي لُغَتِهَا تُطْلِقُ اسْمَ الْبَدَاءَةِ عَلَى النِّهَايَةِ، وَاسْمَ النِّهَايَةِ عَلَى الْبَدَاءَةِ، لأَنَّ الْهَمَّ لاَ يُكْتَبُ عَلَى الْمَرْءِ، لأَنَّهُ خَاطِرٌ لاَ حُكْمَ لَهُ، وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ يَكْتُبُ لِمَنْ هَمَّ بِالْحَسَنَةِ الْحَسَنَةَ، وَإِنْ لَمْ يَعْزِمْ عَلَيْهِ وَلاَ عَمِلَهُ لِفَضْلِ الإِسْلاَمِ، فَتَوْفِيقُ اللهِ الْعَبْدَ لِلإِسْلاَمِ فَضْلٌ تَفَضَّلَ بِهِ عَلَيْهِ، وَكِتْبَتُهُ مَا هَمَّ بِهِ مِنَ الْحَسَنَاتِ وَلَمَّا يَعْمَلْهَا فَضْلٌ، وَكِتْبَتُهُ مَا هَمَّ بِهِ مِنَ السَّيِّئَاتِ وَلَمَّا يَعْمَلْهَا لَوْ كَتَبَهَا، لَكَانَ عَدْلاً، وَفَضْلُهُ قَدْ سَبَقَ عَدْلَهُ، كَمَا أَنَّ رَحْمَتَهُ سَبَقَتْ غَضَبَهُ، فَمِنْ فَضْلِهِ وَرَحْمَتِهِ مَا لَمْ يُكْتَبْ عَلَى صِبْيَانِ الْمُسْلِمِينَ مَا يَعْمَلُونَ مِنْ سَيِّئَةٍ قَبْلَ الْبُلُوغِ، وَكَتَبَ لَهُمْ مَا يَعْمَلُونَهُ مِنْ حَسَنَةٍ، كَذَلِكَ هَذَا وَلاَ فَرْقَ‏.‏
383. Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Al Qa’nabi menceritakan kepada kami, ia berkata, “Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al A’la', dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Allah Tabaaraka wa Ta ’alaa berfirman, “Apabila hamba-Ku berniat melakukan kebaikan dan belum ia lakukan, maka Aku akan mencatat untuknya satu kebaikan. Jika ia melakukannya, Aku akan catat untuknya dengan sepuluh kebaikan. Dan apabila hamba-Ku berniat melakukan keburukan dan belum ia lakukan, maka Aku belum mencatat keburukannya itu. Jika ia melakukannya, Aku akan catat untuknya satu keburukan. 106
Abu Hatim RA berkata, Firman Allah Jalla wa ‘Alla: “Jika Hamba-Ku berniat”: Seseorang menghendaki melakukan suatu perbuatan jika ia terlebih dahulu mempunyai niat. Maka Azam di sebut dengan Hammu. Karena Azam merupakan puncak dari hamm. Bangsa Arab di dalam bahasanya seringkali menyebut nama untuk permulaan di gunakan untuk akhiran, begitu juga sebaliknya. Bahwa hamm tidak akan dicatat atas seseorang, sebab ia hanya lintasan hati saja yang tidak mempunyai efek hukum. Dan bisa juga bahwa Allah SWT mencatat bagi orang yang berniat melakukan kebaikan dengan satu kebaikan, sekalipun ia tidak azamkan dan keijakan, hal itu karena keutamaan di dalam Islam. Maka Pertolongan Allah SWT kepada seorang hamba adalah merupakan keutamaan yang Ia persilakan] kepada hamba-Nya untuk merasakannya. Pencatatan-Nya terhadap sesuatu kebaikan yang ia ingin kerjakan meskipun belum ia kerjakan, juga merupakan keutamaan. Begitupun terhadap niat buruk yangl belum dikerjakan, yang seandainya Allah SWT catat menjadi satu keburukan, sebagaimana pada niat baik, maka itu pun masih menunjukkan Adilnya Allah SWT. Keutamaan Allah SWT melampaui keadilan-Nya, sebagaimana Rahmat-Nya melampaui kemurkaan-Nya. Dengan demikian, berkat keutamaan (keanugerahan) dan rahmat-Nya, anak kecil muslim yang belum baligh, yang melakukan perbuatan jelek tidak akan Allah SWT catat. Sedangkan jika ia melakukan perbuatan baik, maka ia akan di catat. Seperti inilah keterangannya, dan tidak ada perbedaan mengenainya. [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110383)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ قَدْ يَكْتُبُ لِلْمَرْءِ بِالْحَسَنَةِ الْوَاحِدَةِ أَكْثَرَ مِنْ عَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِذَا شَاءَ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ‏:‏ مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا، كَتَبْتُ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا، كَتَبْتُهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةٍ وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا، لَمْ أَكْتُبْ عَلَيْهِ، فَإِنْ عَمِلَهَا، كَتَبْتُهَا عَلَيْهِ سَيِّئَةً وَاحِدَةً‏.‏
384. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, An-Nadhr bin Syumail menceritakan kepada kami, ia berkata, “Hisyam menceritakan kepada kami, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, dari Allah Jalla wa ‘Ala, Dia berfirman, “Barangsiapa yang berniat melakukan satu kebaikan, dan belum ia lakukan, maka Aku akan catat untuknya satu kebaikan. Jika mengerjakannya, Aku lipatgandakan kebaikannya itu menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Dan apabila ia berniat melakukan satu keburukan, dan belum ia lakukan, Aku tidak akan mencatatnya. Jika melakukannya, Aku catat untuknya satu keburukan.107 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110384)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ إِعْطَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ الْعَامِلَ بِطَاعَةِ اللهِ وَرَسُولِهِ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أَجْرَ خَمْسِينَ رَجُلاً يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ عُتْبَةَ بْنِ أَبِي حَكِيمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ جَارِيَةَ اللَّخْمِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو أُمَيَّةَ الشَّعْبَانِيُّ، قَالَ‏:‏ أَتَيْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ، فَقُلْتُ‏:‏ يَا أَبَا ثَعْلَبَةَ كَيْفَ تَقُولُ فِي هَذِهِ الآيَةِ‏:‏ ‏{‏لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ‏}‏‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا‏:‏ سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فقَالَ‏:‏ بَلِ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا، وَهَوًى مُتَّبَعًا، وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً، وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ، فَعَلَيْكَ نَفْسَكَ، وَدَعْ أَمْرَ الْعَوَامِّ، فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا، الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلاً يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ، قَالَ وَزَادَنِي غَيْرُهُ يَا رَسُولَ اللهِ، أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ‏؟‏ قَالَ‏:‏ خَمْسِينَ مِنْكُمْ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ يُشْبِهُ أَنْ يَكُونَ ابْنُ الْمُبَارَكِ هُوَ الَّذِي قَالَ‏:‏ وَزَادَنِي غَيْرُهُ‏.‏
385. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Abu Ar-Rabi’ Az- Zahrani menceritakan kepada kami, Ibnu Mubarak menceritakan kepada kami, dari ‘Utbah bin Abi108 Hakim, ia berkata, ‘Amar bin Jariyah Al Lakhmiy menceritakan kepadaku, Abu Umayyah Asy- Sya’bani menceritakan kepada kami, ia berkata, aku mendatangi Abu Tsa’labah Al Khasyani, lalu aku bertanya: Wahai Abu Tsa’labah, bagaimana kamu membaca (memahami) ayat ini: “Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.” (Qs. Al Maa'idah [5]: 105) ? Ia menjawab: Demi Allah, sungguh kamu telah bertanya tentangnya dengan sangat teliti. Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ayat itu, beliau menjawab: “Justru,saling memerintahkanlah kamu sekalian dengan perbuatan baik, dan saling mencegahlah dari perbuatan munkar. Sehingga apabila kamu melihat orang yang bakhil ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia yang diutamakan, dan ketakjuban setiap yang memiliki pendapat dengan pendapatnya. Maka tetaplah pada kemandirian diri sendiri. Tinggalkanlah perkara orang awam. Sebab sesungguhnya di balik kalian itu terdapat hari-hari (kesabaran yang berpahala). Sabar- tetap pada pendirian- pada hari-hari tersebut bagaikan memegang bara api. Orang yang beramal pada hari itu mendapatkan pahala seperti pahala lima puluh orang yang mengerjakan amalan yang serupa. Ibnu Mubarak berkata, “Dan ditambahkan kepadaku: Wahai Rasulullah SAW, apakah pahala lima puluh orang dari mereka ? beliau menjawab, “Lima puluh orang dari kalian109Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110385)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ الْكَبَائِرَ الْجَلِيلَةَ قَدْ تُغْفَرُ بِالنَّوَافِلِ الْقَلِيلَةِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِي يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ، قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ، فَنَزَعَتْ لَهُ، فَسَقَتْهُ، فَغُفِرَ لَهَا‏.‏
386. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abu Khalid menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW: “Sesungguhnya seorang wanita pelacur melihat seekor anjing sedang mengelilingi sebuah telaga pada hari yang sangat panas. Anjing itu berusaha menjilatkan lidahnya karena kehausan. Ia kemudian menggunakan sepatunya yang dibuat dari kulit, yaitu khuf, untuk mengambil air telaga tersebut sehingga anjing tadi dapat minum. Oleh karena perbuatannya itu, dosa wanita tersebut diampuni.110 [3:6]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110386)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - فصل ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إعْدَادِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِبَادِهِ الْمُطِيعِينَ مَا لاَ يَصِفُهُ حِسٌّ مِنْ حَوَاسِّهِمْ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ تَرْكَ الْمَرْءِ بَعْضَ الْمَحْظُورَاتِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ عِنْدَ قُدْرَتِهِ عَلَيْهِ، قَدْ يُرْجَى لَهُ بِهِ الْمَغْفِرَةُ لِلْحَوْبَاتِ الْمُتَقَدِّمَةِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَكْثَرَ مِنْ عِشْرِينَ مَرَّةً، يَقُولُ‏:‏ كَانَ ذُو الْكِفْلِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لاَ يَتَوَرَّعُ مِنْ شَيْءٍ، فَهَوِيَ امْرَأَةً، فَرَاوَدَهَا عَلَى نَفْسِهَا، وَأَعْطَاهَا سِتِّينَ دِينَارًا، فَلَمَّا جَلَسَ مِنْهَا، بَكَتْ وَأُرْعِدَتْ، فقَالَ لَهَا‏:‏ مَا لَكِ‏؟‏ فَقَالَتْ‏:‏ إِنِّي وَاللَّهِ لَمْ أَعْمَلْ هَذَا الْعَمَلَ قَطُّ، وَمَا عَمِلْتُهُ إِلاَّ مِنْ حَاجَةٍ، قَالَ‏:‏ فَنَدِمَ ذُو الْكِفْلِ، وَقَامَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ مِنْهُ شَيْءٌ، فَأَدْرَكَهُ الْمَوْتُ مِنْ لَيْلَتِهِ، فَلَمَّا أَصْبَحَ، وَجَدُوا عَلَى بَابِهِ مَكْتُوبًا‏:‏ إِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ‏.‏
387. Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, Qutaibah bi Sa’id menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami, dari Al A’masyi, dari Abdullah bin Abdullah, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW lebih dari dua puluh kali bersabda seperti ini, “Ada seseorang yang bernama Dzul Kifli111 dari Bani Israil yang tidak pernah wara’ sedikitpun. (suatu ketika) ia menyukai seorang wanita dan menginginkan mencumbui dirinya. Kemudian ia berikan wanita itu uang sebesar enam puluh dinar. Maka tatkala ia duduk di sebelahnya, wanita itu menangis dan menjerit. Dzul Kifli bertanya kepadanya: Ada apa denganmu? Ia menjawab: Sesungguhnya, demi Allah, aku belum pernah sama sekali melakukan perbuatan (melacur) seperti ini, dan aku tidaklah melakukan ini kecuali karena ada kebutuhan yang sangat mendesak. Nabi SAW bersabda, Mendengar itu, Dzul Kifli merasa sangat menyesal lalu ia bangun dan meninggalkannya dengan tidak melakukan apa-apa dan tidak mengambil uang yang telah di berikan kepada wanita itu. Pada malam harinya, ia tertidur dan bermimpi seakan-akan ia telah mati. Saat pagi harinya, ia mendapati di atas pintunya tertulis: “Sesungguhnya Allah SWT telah mengampuni dosamu”. 112 [3:6]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110387)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ
-
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقَبَّانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ هَاشِمٍ الطُّوسِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ‏.‏
338 . Ali bin Muhammad Al Qubbani mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Hasyim Ath-Thusi menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa id Al Qathani menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id Al Anshari, dari Muhammad bin Ibrahim At-Taimi, dari Alqamah bin Waqash, dari Umar bin Al Khaththab RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung pada niat, dan bahwa tiap-tiap orang itu (mendapatkan balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa niatnya berhijrah untuk mencari keridhaan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu akan mendapat pahala seperti yang ia niatkan; dan barangsiapa niat hijrahnya untuk memperoleh dunia atau untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu (hanya terbatas) pada tujuan yang diniatkannya saja.113 [3:24]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110388)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ
-
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيِّ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ‏.‏
389. Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata, Isa bin Yunus menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id Al Anshari, dari Muhammad bin Ibrahim At-Taimi, dari Alqamah bin Waqash Al- Laitsi, dari Umar bin Al Khaththab, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung pada niat, dan bahwa tiap-tiap orang itu (mendapatkan balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa niatnya berhijrah untuk mencari keridhaan Allah SWT dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu akan mendapat pahala seperti yang ia niatkan; dan barangsiapa niat hijrahnya untuk memperoleh dunia atau untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu (hanya terbatas) pada tujuan yang diniatkannya saja.114 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110389)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ حِفْظِ الْقَلْبِ وَالتَّعَاهُدِ لأَعْمَالِ السِّرِّ إِذِ الأَسْرَارُ عِنْدَ اللهِ غَيْرُ مَكْتُومَةٍ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مَعْشَرٍ، بِخَبَرٍ غَرِيبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ أَبِي كَرِيمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي الضُّحَى، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ مُسْتَتِرًا بِحِجَابِ الْكَعْبَةِ، وَفِي الْمَسْجِدِ رَجُلٌ مِنْ ثَقِيفٍ وَخَتَنَاهُ قُرَشِيَّانِ، فَقَالُوا‏:‏ تَرَوْنَ أَنَّ اللَّهَ يَسْمَعُ حَدِيثَنَا‏؟‏ فقَالَ أَحَدُهُمَا‏:‏ إِنَّهُ يَسْمَعُ إِذَا رَفَعْنَا، فقَالَ رَجُلٌ‏:‏ لَئِنْ كَانَ يَسْمَعُ إِذَا رَفَعْنَا، لَيَسْمَعَنَّ إِذَا أَخْفَيْنَا وَقَالَ الآخَرُ‏:‏ مَا أَرَى إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ يَسْمَعُ حَدِيثَنَا، قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ‏:‏ فَأَتَيْتُ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ بِقَوْلِهِمْ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ‏:‏ ‏{‏وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلاَ أَبْصَارُكُمْ‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ‏.‏
390. Al Husain bin Muhammad bin Abu Ma’syar dengan Hadits gharib mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Wahab bin Abu Karimah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Abu Abdurrahim, dari Zaid bin Abu Unaisah, dari Al A’masyi, dari Abu Adh-Dhuha, dari Masruq, dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, aku sedang berada di tempat yang tertutup dengan penghalang Ka’bah, dan di dalam Masjid terdapat seseorang dari Bani Tsaqif dan dua orang menantu Quraisy. Mereka bertanya, “Bagaimana pendapatmu, apakah Allah SWT mendengar pembicaraan kita? Salah seorang dari keduanya menjawab, “Sesungguhnya Allah SWT hanya mendengar pembicaraan kita jika kita meninggikan suara.” Seseorang menjawab, “Jika Ia mendengar bila kita meninggikan suara, niscaya Ia pun juga mendengar bila kita memelankan suara. Seseorang yang lainnya menjawab, “Menurut pendapatku, Allah SWT mendengar semua pembicaraan kita, baik keras maupun pelan. Ibnu Mas’ud berkata, “Kemudian aku mendatangai Nabi SAW dan mengabarkan pembicaraan mereka. Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini: “Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.115 (Qs. Fushshilat [41]:22) [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110390)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ سَمِعَهُ الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي الضُّحَى فَقَطْ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ وَهْبٍ هُوَ ابْنُ رَبِيعَةَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ إِنِّي لَمُسْتَتِرٌ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ، إِذْ جَاءَ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ‏:‏ ثَقَفِيٌّ وَخَتَنَاهُ قُرَشِيَّانِ، كَثِيرٌ شَحْمُ بُطُونِهِمْ، قَلِيلٌ فِقْهُهُمْ، فَتَحَدَّثُوا الْحَدِيثَ بَيْنَهُمْ، فقَالَ أَحَدُهُمْ‏:‏ أَتَرَى اللَّهَ يَسْمَعُ مَا قُلْنَا‏؟‏ وَقَالَ الآخَرُ‏:‏ إِذَا رَفَعْنَا سَمِعَ، وَإِذَا خَفَضْنَا لَمْ يَسْمَعْ، وَقَالَ الآخَرُ‏:‏ إِنْ كَانَ يَسْمَعُ إِذَا رَفَعْنَا، فَإِنَّهُ يَسْمَعُ إِذَا خَفَضْنَا فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ‏:‏ ‏{‏وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ، وَلاَ أَبْصَارُكُمْ، وَلاَ جُلُودُكُمْ‏}‏ الآيَةَ‏.‏
391. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Al A’masyi, dari Umarah bin Umair, dari Wahab - ia adalah Ibnu Rubai’ah, dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Sesungguhnya aku sedang berada tertutup dengan penutup Ka’bah. Tiba-tiba datang tiga golongan: satu dari Bani Tsaqif dan dua orang menantunya dari Quraisy, yang buncit perutnya, dan dangkal pengetahuannya. Kemudian mereka berbincang-bincang. Salah satu dari mereka bertanya, “Bagaimana menurutmu, apakah Allah SWT mendengar apa yang kita bicarakan? Yang lainnya menjawab, “Jika kita keraskan suara kita, maka Ia mendengar, tapi jika kita pelankan suara kita, maka Ia tidak mendengarnya” Seseorang yang lainnya menjawab: Jika memang Ia mendengar pembicarakan kita yang keras, niscaya Ia pun dapat mendengar pembicaraan kita yang pelan. Maka aku (Ibnu Mas’ud) mendatangi Nabi SAW, lalu aku terangkan persoalan yang mereka bicarakan. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat, “Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah SWT tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan ”.116 (Qs. Fushshilat [41]:22) [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110391)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ إِصْلاَحِ النِّيَّةِ وإخْلاَصِ الْعَمَلِ فِي كُلِّ مَا يَتَقَرَّبُ بِهِ إِلَى الْبَارِي جَلَّ وَعَلاَ وَلاَ سِيَّمَا فِي نِهَايَاتِهَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ فَيَّاضٍ بِدِمَشْقَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ رَبٍّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ، عَلَى الْمِنْبَرِ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّمَا الْعَمَلُ كَالْوِعَاءِ، إِذَا طَابَ أَعْلاَهُ، طَابَ أَسْفَلُهُ، وَإِذَا خَبُثَ أَعْلاَهُ، خَبُثَ أَسْفَلُهُ‏.‏
392. Muhammad bin Ahmad bin Ubaid bin Fayadh di Damaskus mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin ‘Ammar menceritakan kepada kami, ia berkata, Shadaqah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Jabir menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Abd Rabb menceritakan kepada kami, ia berkata, Aku mendengar Mu’awiyah di atas mimbar sedang berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya amalan- amalan itu hanyalah seperti wadah penyimpan. Apabila atasnya baik, maka bawahnya pun baik. Dan jika atasnya buruk, maka bawahnya pun buruk.117 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110392)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ التَّفَرُّغِ لِعُبَادَةِ الْمَوْلَى جَلَّ وَعَلاَ فِي أَسْبَابِهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ سَعِيدٍ السَّعْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَائِدَةَ بْنِ نَشِيطٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي خَالِدٍ الْوَالِبِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ، يَقُولُ‏:‏ يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ‏.‏
393. Muhammad bin Ishaq bin Sa’id As Sa’adi mengabarkan kepada kami, ia berkata Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, ia berkata, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, dari Imran bin Zaidah bin Nasyith, dari Ayahnya, dari Abu Khalid Al Walabi, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah SWT berfirman, 'Wahai manusia, luangkanlah waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengisi hatimu dengan kekayaan dan Aku akan tutupi kefakiranmu. Jika kamu tidak beribadah, maka aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukkan dan tidak Aku tutupi kefakiranmu'. 118 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110393)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ عَلَى الْمَرْءِ تَعَهُّدَ قَلْبِهِ وَعَمَلِهِ، دُونَ تَعَهُّدِهِ نَفْسَهُ وَمَالَهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ هِشَامٍ الْحَرَّانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ الأَصَمِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ‏.‏
394. Abu Arubah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Amar bin Hisyam Al Harrani menceritakan kepada kami, ia berkata, “Makhlad bin Yazid menceritakan kepada kami, dari Ja’far bin Burqan, dari Yazid bin Al Asham, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasululullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak memandang pada bentuk rupa dan harta-harta kalian, melainkan memandang pada hati dan amal-amal kalian.119 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110394)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ مَنْ لَمْ يُخْلِصْ عَمَلَهُ لِمَعْبُودِهِ فِي الدُّنْيَا لَمْ يُثَبْ عَلَيْهِ فِي الْعُقْبَى
- -
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سُلَيْمَانَ بِالْفُسْطَاطِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ هِشَامِ بْنِ أَبِي خِيَرَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُثْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْعَلاَءُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ أَنَا خَيْرُ الشُّرَكَاءِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً، فَأَشْرَكَ فِيهِ غَيْرِي، فَأَنَا مِنْهُ بَرِئٌ، هُوَ لِلَّذِي أَشْرَكَ بِهِ‏.‏
395. Ali bin Al Husain bin Sulaiman di Fusthath mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Hisyam bin Abu Khiyarah120 berkata, Abdurrahman bin Utsman menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al ‘Ala’ menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, Allah Tabaaraka wa Ta’alaa berfirman, Akulah sebaik-baiknya sekutu. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan, kemudian ia bersekutu dengan selain-Ku, maka Aku berlepas diri darinya. Dan amalnya itu bagi yang ia jadikan sekutu." 121 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110395)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ الْمَرْءَ الْمُسْلِمَ يَنْفَعُهُ إخْلاَصُهُ حَتَّى يُحْبِطَ مَا كَانَ قَبْلَ الإِسْلاَمِ مِنَ السَّيِّئَةِ، وَأَنَّ نِفَاقَهُ لاَ تَنْفَعُهُ مَعَهُ الأَعْمَالُ الصَّالِحَةُ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَجُلٌ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَ يُؤَاخِذُ اللَّهُ أَحَدَنَا بِمَا كَانَ يَعْمَلُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَنْ أَحْسَنَ فِي الإِسْلاَمِ، لَمْ يُؤَاخَذْ بِمَا عَمِلَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَمَنْ أَسَاءَ فِي الإِسْلاَمِ، أُخِذَ بِالأَوَّلِ وَالآخِرِ‏.‏
396. Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Manshur, dari Abu Wa’il, dari Abdullah, ia berkata, Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah Allah SWT akan menyiksa kami terhadap perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kami lakukan semasa Jahiliyah dulu? Beliau menjawab, “Barangsiapa yang baik Islamnya, maka ia tidak akan disiksa sebab perbuatan yang pernah ia lakukan selama Jahiliyah dulu. Namun barangsiapa yang Islamnya buruk, maka akan disiksa atas perbuatan yang terdahulu dan yang terakhir. 122 [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110396)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ التَّعَاهُدِ لِسَرَائِرِهِ، وَتَرْكِ الْإغْضَاءِ عَنِ الْمُحَقَّرَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُكْرَمِ بْنِ خَالِدٍ الْبِرْتِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ بْنِ الْحَضْرَمِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الأَنْصَارِيَّ، يَقُولُ‏:‏ سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ الْبِرِّ وَالإِثْمِ، فقَالَ‏:‏ الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالإِثْمُ مَا حَكَّ فِي نَفْسِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ‏.‏
397. Ahmad bin Mukram bin Khalid Al Birti mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ali bin Al Madini menceritakan kepada kami, Zaid bin Al Hubab menceritakan kepada kami, ia berkata, Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepadaku, ia berkata, “Abdurrahman bin Jubair bin Nufair bin Al Hadhrami menceritakan kepadaku, ia berkata, ayahku menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar An-Nawas bin Sam’an Al Anshari berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan dan dosa. Beliau menjawab, “Kebaikan itu adalah budi pekerti yang baik Dosa itu apa yang terdetik dalam jiwamu dan kamu tidak suka hal itu diketahui oleh orang lain123 [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110397)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ الْمَرْءَ قَدْ يَنَالُ بِحُسْنِ السَّرِيرَةِ وَصَلاَحِ الْقَلْبِ، مَا لاَ يَنَالُ بِكَثْرَةِ الْكَدِّ فِي الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ دَرَّاجًا، حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لَيَذْكُرَنَّ اللَّهُ قَوْمًا فِي الدُّنْيَا، عَلَى الْفُرُشِ الْمُمَهَّدَةِ، يُدْخِلُهُمُ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى‏.‏
398. Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ‘Amar bin Al Harits mengabarkan kepadaku, bahwa Darraj telah menceritakannya dari Abu Al Haitsam, dari Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Allah SWT selalu mengingat suatu kaum di dunia, di atas permadani yang di hamparkan. Ia akan memasukkan mereka pada derajat tertinggi. ” 124 [3:9]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110398)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ بَعْضِ الْخِصَالِ الَّتِي يَسْتَوْجِبُ الْمَرْءُ بِهَا مَا وَصَفْنَاهُ، دُونَ كَثْرَةِ النَّوَافِلِ وَالسَّعْيِ فِي الطَّاعَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ زُهَيْرٍ بِتُسْتُرَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ بْنِ كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ‏.‏
399. Ahmad bin Yahya bin Zuhair di Tustar mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al ‘Ala bin Kuraib menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, dari Abu Daud bin Abu Hind, dari Asy-Sya’bi, dari Abdullah bin Amru, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Orang muslim adalah orang yang orang-orang muslim lainnya dapat selamat dari (keburukan) lisan dan tangannya.125 [3:9]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110399)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الإِخْلاَصِ وَأَعْمَالِ السِّرِّ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَنْ فَعَلَ مَا وَصَفْنَا كَانَ مِنْ خَيْرِ الْمُسْلِمِينَ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرٍو، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ رَجُلاً، قَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ الْمُسْلِمِينَ خَيْرٌ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ‏.‏
400. Ibnu Salam mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ‘Amru bin Al Harits mengabarkan kepadaku, dari Yazid bin Abu Hubaib, dari Abu Al Khair, bahwa ia mendengar Abdullah bin Amru berkata, “Sesungguhnya ada seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah SAW, siapakah sebaik-baiknya orang muslim? Beliau menjawab, “Yaitu, orang yang orang-orang muslim lainnya dapat selamat dari (keburukan) lisan dan tangannya.126 [3:9]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110400)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan