Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban

كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ إِنَّمَا تَجِبُ لِمَنْ أَتَى بِمَا وَصَفْنَا عَنْ يَقِينٍ مِنْ قَلْبِهِ، ثُمَّ مَاتَ عَلَيْهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ أَبِي بِشْرٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ حُمْرَانَ بْنَ أَبَانَ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ‏.‏
201. Muhammad bin Umar bin Yusuf mengabarkan kepada kami, dia berkata: Nashr bin Ali Al Jahdhami menceritakan kepada kami, dia berkata: Bisyr bin Al Mufadhdhal500 menceritakan kepada kami, dia berkata: Khalid Al Hadzdza menceritakan kepada kami, dari Al Walid bin Muslim Abu Bisyr, dia berkata: Aku mendengar Humran bin Aban berkata: Aku Mendengar Utsman bin Affan berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; “Siapa yang mati sedangkan ia meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah, niscaya ia masuk surga.”
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110201)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ إِنَّمَا تَجِبُ لِمَنْ شَهِدَ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ، وَقَرَنَ ذَلِكَ بِالشَّهَادَةِ لِلْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرِّسَالَةِ
- -
أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ وَرْدَانَ بِالْفُسْطَاطِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ، عَنِ الصُّنَابِحِيِّ، قَالَ‏:‏ دَخَلْتُ عَلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ، فَبَكَيْتُ، فَقَالَ لِي‏:‏ مَهْ، لِمَ تَبْكِي‏؟‏ فَوَاللَّهِ لَئِنَ اسْتُشْهِدْتُ لَأَشْهَدَنَّ لَكَ، وَلَئِنْ شُفِّعْتَ لَأَشْفَعَنَّ لَكَ، وَلَئِنِ اسْتَطَعْتُ لَأَنْفَعَنَّكَ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ وَاللَّهِ مَا مِنْ حَدِيثٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكُمْ فِيهِ خَيْرٌ إِلاَّ حَدَّثْتُكُمُوهُ، إِلاَّ حَدِيثًا وَاحِدًا وَسَوْفَ أُحَدِّثَكُمُوهُ الْيَوْمَ، وَقَدْ أُحِيطَ بِنَفْسِي، سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ‏.‏
202. Isma’il bin Daud bin Wardah di daerah Fusthat mengabarkan kepada kami, dia berkata: Isa bin Hammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Al- Laits mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ajian dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Ibnu Muhairiz dari Ash-Shunabihi, dia berkata: (Suatu hari) aku berkunjung ke kediaman Ubadah bin Ash-Shamit ketika dia sedang menghadapi kematian (sakaratul maut). Lalu aku menangis. Dia berkata kepadaku, “Diam! kenapa engkau menangis? Demi Allah! Seandainya aku dimatikan secara syahid, niscaya aku berikan pahala syahid untukmu (Diminta kesaksian, niscaya aku memberikan kesaksian kepadamu). Seandainya aku diberikan otoritas syafa’at, niscaya aku akan memberikan syafa’at kepadamu. Seandainya aku diberikan kemampuan, niscaya aku akan memberikan manfaat untukmu.”
Kemudian dia berkata, “Demi Allah! Tidak ada satu hadits pun yang aku dengar dari Rasulullah SAW dan baik bagi kalian kecuali telah aku sampaikan semuanya kepada kalian. Hanya ada satu hadits (yang belum aku sampaikan), dan akan aku sampaikan kepada kalian pada hari ini. Pada saat nyawaku sudah di penghujung batas. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; 'Siapa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.” 502 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110202)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ إِنَّمَا تَجِبُ لِمَنْ شَهِدَ لِلَّهِ بِالْوَحْدَانِيَّةِ وَلِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرِّسَالَةِ، وَكَانَ ذَلِكَ عَنْ يَقِينٍ مِنْهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ الصَّوَّافُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ هِلاَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي هِصَّانُ بْنُ كَاهِنٍ، قَالَ‏:‏ جَلَسْتُ مَجْلِسًا فِيهِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ، وَلاَ أَعْرِفُهُ، فَقَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا عَلَى الأَرْضِ نَفْسٌ تَمُوتُ لاَ تُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، وَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللهِ يَرْجِعُ ذَلِكَ إِلَى قَلْبٍ مُوقِنٍ إِلاَّ غُفِرَ لَهَا قُلْتُ‏:‏ أَنْتَ سَمِعْتَهُ مِنْ مُعَاذٍ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَعَنَّفَنِي الْقَوْمُ، فَقَالَ‏:‏ دَعُوهُ، فَإِنَّهُ لَمْ يُسِئِ الْقَوْلَ، نَعَمْ سَمِعْتُهُ مِنْ مُعَاذٍ زَعَمَ أَنَّهُ سَمِعَهُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.‏
203. Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Musaddad bin Musarhad menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi ‘Adi, dia berkata: Hajjaj Ash-Shawwaf menceritakan kepada kami, dia berkata: Humaid bin Hilal mengabarkan kepadaku, dia berkata: Aku telah meriwayatkan hadits dari Hishshan bin Kahin, dia berkata: Aku duduk di sebuah majelis yang padanya terdapat Abdurrahman bin Samurah. Dan aku tidak mengenalnya. Lalu dia berkata: Mu’adz bin Jabal menceritakan kepada kami, dia berkata: Rasulullah SAW. bersabda; "’Tidak ada seorang pun di atas bumi yang mati, sedangkan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah, dengan hati yang penuh keyakinan, kecuali ia akan mendapatkan ampunan”
Aku bertanya, “Apakah engkau benar mendengar hadits ini dari Mu’adz?” Dia berkata: Maka, para jama’ah menegurku dengan keras. Lalu Dia pun berkata, “Biarkan dia! Dia tidak lancang dengan ucapannya. Memang benar! Aku mendengar hadits ini dari Mu’adz yang mengatakan bahwa dia mendengarnya dari Rasulullah SAW.” 503
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110203)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ إِنَّمَا تَجِبُ لِمَنْ شَهِدَ بِمَا وَصَفْنَا عَنْ يَقِينٍ مِنْهُ، ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ حُمْرَانَ بْنِ أَبَانَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لاَ يَقُولُهَا عَبْدٌ حَقًّا مِنْ قَلْبِهِ فَيَمُوتُ عَلَى ذَلِكَ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ‏.‏
204. Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Yahya Al Azdi menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Wahab bin Atha’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa’id menceritakan kepada kami, dari Qatadah dari Muslim bin Yasar dari Humran bin Aban dari Utsman bin Affan dari Umar bin Al Khaththab, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya mengetahui sebuah kalimat yang tidaklah diucapkan oleh seorang hamba dengan sebenar-benarnya dari lubuk hatinya, lalu ia mati, kecuali Allah mengharamkan dirinya dari api neraka. Yaitu: laa ilaaha illallaah (Tidak ada Tuhan selain Allah)." 504 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110204)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ إِعْطَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ نُورَ الصَّحِيفَةِ مَنْ قَالَ عِنْدَ الْمَوْتِ مَا وَصَفْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ، عَنْ مِسْعَرِ بْنِ كِدَامٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أُمِّهِ سُعْدَى الْمُرِّيَّةِ، قَالَتْ‏:‏ مَرَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ بِطَلْحَةَ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ مَا لَكَ مُكْتَئِبًا، أَسَاءَتْكَ إِمْرَةُ ابْنِ عَمِّكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، وَلَكِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لاَ يَقُولُهَا عَبْدٌ عِنْدَ مَوْتِهِ إِلاَّ كَانَتْ لَهُ نُورًا لِصَحِيفَتِهِ، وَإِنَّ جَسَدَهُ وَرُوحَهُ لَيَجِدَانِ لَهَا رَوْحًا عِنْدَ الْمَوْتِ، فَقُبِضَ وَلَمْ أَسْأَلْهُ، فَقَالَ‏:‏ مَا أَعْلَمُهُ إِلاَّ الَّتِي أَرَادَ عَلَيْهَا عَمَّهُ، وَلَوْ عَلِمَ أَنَّ شَيْئًا أَنْجَى لَهُ مِنْهَا لَأَمَرَهُ‏.‏
205. Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abdul Wahab menceritakan kepada kami, dari Mis’arbin Kidam dari Isma’il bin Abi Khalid dari Asy-Sya’bi dari Yahya bin Thalhah dari ibunya, Su’da Al Murriyyah, dia berkata: Setelah Rasulullah SAW wafat, Umar bin Al Khaththab lewat di hadapan Thalhah. Ia bertanya, “Mengapa engkau murung (bersedih hati).505 apakah istri anak pamanmu telah berlaku tidak baik terhadapmu?” Thalhah menjawab, ‘Tidak! Akan tetapi, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda; ‘Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat yang tidaklah diucapkan oleh seorang hamba saat menjelang kematiannya kecuali kalimat tersebut akan menjadi cahaya bagi lembaran (catatan) perbuatannya. Dan niscaya jasad dan ruhnya akan mendapatkan ketenteraman ketika mati. ’ Tidak lama dari itu, Beliau wafat dan aku belum sempat menanyakan kepadanya (tentang kalimat tersebut).”
Thalhah kembali berkata, “Apa yang aku tahu, kalimat itu adalah sebuah kalimat yang sangat beliau dambakan untuk diucapkan oleh pamannya (Abu Thalib). Seandainya beliau mengetahui ada sesuatu yang lebih menyelamatkan pamannya daripada kalimat tersebut, tentu Beliau akan memerintahkannya.” 506 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110205)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ يُثَبِّتُ فِي الدَّارَيْنِ مَنْ أَتَى بِمَا وَصَفْنَا قَبْلُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْحَوْضِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنِ الْبَرَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ الْمُؤْمِنُ إِذَا شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَعَرَفَ مُحَمَّدًا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَبْرِهِ، فَذَلِكَ قَوْلُ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ ‏{‏يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ‏}‏‏.‏
206. Hafsh bin Umar Al Haudhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Al Barra‘ bahwa Nabi SAW bersabda; “Seorang mukmin Jika ia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan mengakui Muhammad itu adalah utusan Allah, di dalam kuburnya, maka itulah (yang dimaksud) dalam firman Allah SWT, ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. (Qs. Ibrahim [14]: 27). 507 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110206)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ إِنَّمَا تَجِبُ لِمَنْ أَتَى بِمَا وَصَفْنَا وَقَرَنَ ذَلِكَ بِالإِقْرَارِ بِالْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَآمَنَ بِعِيسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، عَنِ ابْنِ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ، حَدَّثَنِي جُنَادَةُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ‏.‏
207. Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Shafwan bin Shalih menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid menceritakan kepada kami, dari Ibnu 508 Jabir, dia berkata: Umair bin Hani’ menceritakan kepadaku, dia berkata: Junadah bin Abi Umayyah menceritakan kepadaku, dia berkata: Ubadah bin Ash-Shamit menceritakan kepadaku, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, (bersaksi) bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah sekaligus kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya, bersaksi bahwa surga dan neraka itu haq, niscaya Allah akan memasukkannya (ke dalam surga) melalui delapan pintu surga mana saja yang ia kehendaki” 509 [1: 2].
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110207)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ دُعَاءِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَنْ شَهِدَ بِالرِّسَالَةِ لَهُ، وَعَلَى مَنْ أَبَى ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي هَانِئٍ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْجَنْبِيِّ، عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ مَنْ آمَنَ بِكَ، وَشَهِدَ أَنِّي رَسُولُكَ، فَحَبِّبْ إِلَيْهِ لِقَاءَكَ، وَسَهِّلْ عَلَيْهِ قَضَاءَكَ، وَأَقْلِلْ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا، وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِكَ وَلَمْ يَشْهَدْ أَنِّي رَسُولُكَ، فَلاَ تُحَبِّبْ إِلَيْهِ لِقَاءَكَ، وَلاَ تُسَهِّلْ عَلَيْهِ قَضَاءَكَ، وَأَكْثِرْ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا‏.‏
208. Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami dia berkata: Yazid bin Mauhab menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa’id bin Abi Ayyub menceritakan kepadaku, dari Abu Hani’ dari Abu Ali Al Janbi 510 dari Fadhalah bin Ubaid, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah! siapa yang beriman kepada-Mu dan bersaksi bahwa aku adalah utusan-Mu, maka tanamkan cinta kepadanya terhadap pertemuan dengan-Mu, mudahkan untuknya ketentuan-Mu,dan sedikitkanlah baginya dari dunia. Dan siapa yang tidak beriman kepada-Mu dan tidak bersaksi bahwa aku adalah utusan-Mu, maka jangan Engkau tanamkan rasa cinta kepadanya terhadap perjumpaan dengan-Mu, jangan mudahkan untuknya ketetapan-Mu, dan perbanyaklah baginya dari dunia.511
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110208)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ وَصْفِ الدَّرَجَاتِ فِي الْجِنَانِ لِمَنْ صَدَّقَ الأَنْبِيَاءَ وَالْمُرْسَلِينَ عِنْدَ شَهَادَتِهِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ
- -
أَخْبَرَنَا وَصِيفُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ بِأَنْطَاكِيَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ سُوَيْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَرَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ، كَمَا تَرَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمَا، قَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، تِلْكَ مَنَازِلُ الأَنْبِيَاءِ لاَ يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ‏؟‏ قَالَ‏:‏ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ‏.‏
209. Washifbin Abdullah Al Hafizh mengabarkan kepada kami di negeri Anthakiyah, dia berkata: Ar-Rabi ’ bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayyub bin Suwaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Malik menceritakan kepada kami, dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “ Sesungguhnya para penghuni surga akan melihat para penghuni tempat-tempat surga lainnya, seperti kalian melihat bintang berkilauan yang melintas di ufuk dari timur dan barat, karena perbedaan keutamaan antara keduanya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, itu adalah tempat-tempat para Nabi yang tidak bisa dicapai oleh selain mereka?” Rasulullah SAW menjawab, “Tentu! Dan demi Zat yang menguasai jiwaku, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan mempercayai para Rasul-Nya” 512 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110209)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ إِنَّمَا تَجِبُ لِمَنْ أَتَى بِمَا وَصَفْنَا مِنْ شُعَبِ الإِيمَانِ، وَقَرَنَ ذَلِكَ بِسَائِرِ الْعِبَادَاتِ الَّتِي هِيَ أَعْمَالٌ بِالأَبْدَانِ، لاَ أَنَّ مَنْ أَتَى بِالإِقْرَارِ دُونَ الْعَمَلِ تَجِبُ الْجَنَّةُ لَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ الشَّرْقِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ زَاجٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ‏:‏ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ، قَالَ‏:‏ فَمَا حَقُّهُمْ عَلَى اللهِ إِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ‏:‏ يَغْفِرُ لَهُمْ وَلاَ يُعَذِّبُهُمْ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي هَذَا الْخَبَرِ بَيَانٌ وَاضِحٌ بِأَنَّ الأَخْبَارَ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا قَبْلُ كُلُّهَا مُخْتَصَرَةٌ غَيْرُ مُتَقَصَّاةٍ، وَأَنَّ بَعْضَ شُعَبِ الإِيمَانِ إِذَا أَتَى الْمَرْءُ بِهِ لاَ تُوجِبُ لَهُ الْجَنَّةَ فِي دَائِمِ الأَوْقَاتِ، أَلاَ تَرَاهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، جَعَلَ حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا‏؟‏ وَعِبَادَةُ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ إِقْرَارٌ بِاللِّسَانِ، وَتَصْدِيقٌ بِالْقَلْبِ، وَعَمَلٌ بِالأَرْكَانِ‏.‏ ثُمَّ الْمُسْلِمُونَ لَمَّا سَأَلُوهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ حَقِّهِمْ عَلَى اللهِ، فَقَالُوا‏:‏ فَمَا حَقُّهُمْ عَلَى اللهِ إِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ‏؟‏ وَلَمْ يَقُولُوا‏:‏ فَمَا حَقُّهُمْ عَلَى اللهِ إِذَا قَالُوا ذَلِكَ، وَلاَ أَنْكَرَ عَلَيْهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ اللَّفْظَةَ‏.‏ فَفِيمَا قُلْنَا أَبْيَنُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْجَنَّةَ لاَ تَجِبُ لِمَنْ أَتَى بِبَعْضِ شُعَبِ الإِيمَانِ فِي كُلِّ الأَحْوَالِ، بَلْ يُسْتَعْمَلُ كُلُّ خَبَرٍ فِي عُمُومِ مَا وَرَدَ خِطَابُهُ عَلَى حَسَبِ الْحَالِ فِيهِ، عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ قَبْلُ‏.‏
210. Ahmad bin Muhammad bin Al Hasan bin Asy-Syarqi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Manshur Zaj menceritakan kepada kami, dia berkata: An-Nadhr bin Syumail menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dia berkata: Aku mendengar Amru bin Maimun dari Mu’adz bin Jabal, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah SAW bersabda, “(yaitu) hendaklah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya." Beliau kembali bersabda; “Apa hak mereka atas Allah jika mereka melakukan hal itu?" Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “ Allah mengampuni mereka dan tidak menyiksa mereka" 513 [1:2]
Abu Hatim RA berkata: Hadits ini mengandung penjelasan yang nyata bahwa hadits-hadits yang telah kami sampaikan sebelumnya, semuanya secara singkat dan tidak menyeluruh. Juga menjelaskan bahwa sebagian dari cabang-cabang keimanan itu, apabila dilakukan oleh seseorang, tidak selamanya mewajibkan surga baginya (dalam sepanjang waktu). Tidakkah kamu perhatikan (hadits ini) bahwa Rasulullah SAW menyebutkan hak Allah yang wajib dilaksanakan oleh manusia bahwa mereka harus menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Menyembah Allah SWT adalah ikrar lisan, pembenaran hati, dan pengamalan rukun-rukun. Selanjutnya, ketika kaum muslim bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hak mereka atas Allah, mereka mengatakan, “Apa hak manusia atas Allah jika mereka melakukan hal itu?” Mereka tidak mengatakan, “Apa hak manusia atas Allah jika mereka ‘mengucapkan’ hal itu?” Dan Nabi tidak mengingkari ungkapan tersebut.
Uraian yang telah kami paparkan merupakan keterangan yang paling jelas bahwa surga tidak wajib bagi mereka yang melaksanakan sebagian cabang keimanan saja, pada semua kondisi. Bahkan ini berlaku pada setiap hadits yang keumuman khiththab (seruannya) sesuai dengan kondisi yang terkandung padanya, sebagaimana yang telah kami uraikan sebelumnya.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110210)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ إِيجَابِ الشَّفَاعَةِ لِمَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّةِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ غِيَاثٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ عَرَّسَ بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَافْتَرَشَ كُلُّ رَجُلٍ مِنَّا ذِرَاعَ رَاحِلَتِهِ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَانْتَبَهْتُ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ، فَإِذَا نَاقَةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ قُدَّامَهَا أَحَدٌ، فَانْطَلَقْتُ أَطْلُبُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ قَيْسٍ قَائِمَانِ، فَقُلْتُ‏:‏ أَيْنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏؟‏ فَقَالاَ‏:‏ لاَ نَدْرِي، غَيْرَ أَنَّا سَمِعْنَا صَوْتًا بِأَعْلَى الْوَادِي، فَإِذَا مِثْلُ هَدِيرِ الرَّحَى‏.‏، قَالَ‏:‏ فَلَبِثْنَا يَسِيرًا، ثُمَّ أَتَانَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ إِنَّهُ أَتَانِي مِنْ رَبِّي آتٍ، فَيُخَيِّرُنِي بِأَنْ يَدْخُلَ نِصْفُ أُمَّتِي الْجَنَّةَ، وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ، وَإِنِّي اخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ، فَقَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، نَنْشُدُكَ بِاللَّهِ وَالصُّحْبَةِ لَمَا جَعَلْتَنَا مِنْ أَهْلِ شَفَاعَتِكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَأَنْتُمْ مِنْ أَهْلِ شَفَاعَتِي‏.‏ قَالَ‏:‏ فَلَمَّا رَكِبُوا قَالَ‏:‏ فَإِنِّي أُشْهِدُ مَنْ حَضَرَ أَنَّ شَفَاعَتِي لِمَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا مِنْ أُمَّتِي‏.‏
211. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Wahid bin Ghiyats menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Awanah menceritakan kepada kami, dari Qatadah dari Abu Al Malih dari Auf bin Malik, dia berkata: Pada suatu malam, Rasulullah SAW membawa kami berhenti istirahat (dari sebuah perjalanan). Masing-masing dari kami berbaring di tanah dalam jarak satu hasta dari binatang kendaraan kami. Pada sebagian malam, aku terjaga dari tidur. Dan ternyata unta Rasulullah SAW tanpa ada seseorang di depannya. Aku pun beranjak bangkit dan mencari Rasulullah SAW. Saat itu aku berjumpa dengan Mu’adz bin Jabal dan Abdullah bin Qais sedang berdiri. Aku bertanya, “Di mana Rasulullah SAW?” Mereka berdua menjawab, “Kami tidak tahu. Hanya saja kami mendengar suara di atas lembah. Ternyata suara itu mirip dengan gemuruh alat penggilingan gandum.” Dia berkata: Lalu kami pun diam sejenak. Kemudian Rasululah SAW mendatangi kami. Beliau bersabda; “Sesungguhnya telah datang kepadaku utusan dari Tuhanku. Lalu ia menawarkan pilihan kepadaku antara memasukkan separuh dari umatku ke dalam surga atau kewenangan memberikan syafa ’at (pertolongan). Dan aku memilih kewenangan syafa ’at."
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Kami bersumpah 514 dihadapanmu atas nama Allah dan persahabatan ini. Tidakkah engkau menjadikan kami sebagai orang-orang yang berhak memperoleh syafa’atmu?” Beliau menjawab, “ Kalian termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan syafa ’atku”
Dia berkata: Ketika para sahabat telah menaiki kendaraannya masing- masing, Beliau bersabda; “ Sesungguhnya aku mempersaksikan kepada siapa yang hadir di sini bahwa syafa’atku (diberikan) untuk orang yang mati dari umatku tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.” 515
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110211)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ كِتْبَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ الْجَنَّةَ، وَإِيجَابِهَا لِمَنْ آمَنَ بِهِ ثُمَّ سَدَّدَ بَعْدَ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي هِلاَلُ بْنُ أَبِي مَيْمُونَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي رِفَاعَةُ بْنُ عَرَابَةَ الْجُهَنِيُّ، قَالَ‏:‏ صَدَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَكَّةَ، فَجَعَلَ نَاسٌ يَسْتَأْذِنُونَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَعَلَ يَأْذَنُ لَهُمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا بَالُ شِقِّ الشَّجَرَةِ الَّتِي تَلِي رَسُولَ اللهِ أَبْغَضَ إِلَيْكُمْ مِنَ الشِّقِّ الآخَرِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَلَمْ نَرَ مِنَ الْقَوْمِ إِلاَّ بَاكِيًا‏.‏ قَالَ‏:‏ يَقُولُ أَبُو بَكْرٍ‏:‏ إِنَّ الَّذِي يَسْتَأْذِنُكَ بَعْدَ هَذَا لَسَفِيهٌ فِي نَفْسِي، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَحَمِدَ اللَّهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ، وَكَانَ إِذَا حَلَفَ قَالَ‏:‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، أَشْهَدُ عِنْدَ اللهِ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ ثُمَّ يُسَدِّدُ إِلاَّ سُلِكَ بِهِ فِي الْجَنَّةِ، وَلَقَدْ وَعَدَنِي رَبِّي أَنْ يُدْخِلَ مِنْ أُمَّتِي الْجَنَّةَ سَبْعِينَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ، وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لاَ يَدْخُلُوهَا حَتَّى تَتَبَوَّؤُوا أَنْتُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَذَرَارِيِّكُمْ مَسَاكِنَ فِي الْجَنَّةِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ إِذَا مَضَى شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ، يَنْزِلُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ‏:‏ لاَ أَسْأَلُ عَنْ عِبَادِي غَيْرِي، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، حَتَّى يَنْفَجِرَ الصُّبْحُ‏.‏
212. AbdulIah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Auza’i menceritakan kepada kami, dia berkata: Rif’ah bin Arabah Al Juhani menceritakan kepadaku, Ia berkata: Kami menjalani masa permulaan Islam bersama Rasulullah dari Kota Makkah. Banyak dari kalangan manusia yang meminta izin pergi kepada Rasulullah SAW. Beliaupun mengizinkan mereka. Beliau bersabda; “Mengapa sisi pohon yang berada di sebelah Rasulullah lebih kalian benci daripada sebelah sisi yang lain.”517
Rifa’ah berkata, “Maka, kami tidak melihat para sahabat kecuali menangis semua. Dia berkata: Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya orang yang meminta izin keluar setelah ini adalah orang yang benar-benar dungu -dalam pandangan hatiku-.’ Lalu Rasulullah SAW berdiri. Beliau memuji Allah dan menyanjung- Nya —Dan Beliau, apabila bersumpah, selalu mengatakan: “Demi Dzat yang menguasai jiwaku!: Aku bersaksi di sisi Allah bahwa tidak ada seorang pun di antara kalian yang beriman kepada Allah, 518 lalu menjalani prilaku lurus, kecuali ia akan diperjalankan menuju ke surga. Tuhanku telah menjanjikan kepadaku bahwa Dia akan memasukkan tujuh puluh ribu orang dari umatku ke dalam surga, tanpa melalui proses penghitungan amal dan tanpa menjalani siksaan. Dan aku berharap mereka tidak memasuki surga sampai orang-orang yang shalih dari isteri-istri kalian, dan anak keturunan kalian benar-benar telah menempati tempat-tempat di dalam surga”
Kemudian Beliau bersabda, “Apabila waktu telah melewati separuh malam atau dua pertiga malam, Allah SWT turun ke langit dunia. Lalu Dia berfirman: ‘Aku tidak bertanya kepada selain-Ku tentang hamba-Ku; siapa yang sedang meminta kepada-Ku sehingga Aku memberinya, siapa yang memohon ampunan kepada-Ku sehingga Aku mengampuninya, dan siapa yang berdo ’a kepada-Ku sehingga Aku memenuhinya. ’ (Hal itu berlangsung) hingga terbit fajar subuh." 519 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110212)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إِيجَابِ الْجَنَّةِ لِمَنْ حَلَّتِ الْمَنِيَّةُ بِهِ، وَهُوَ لاَ يَجْعَلُ مَعَ اللهِ نِدًّا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ مُكْرَمٍ الْبَزَّارُ بِالْبَصْرَةِ حَدَّثَنَا خَلاَّدُ بْنُ أَسْلَمَ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، وَسُلَيْمَانَ، وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ، قَالُوا‏:‏ سَمِعْنَا زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَتَانِي جِبْرِيلُ، فَبَشَّرَنِي أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ‏.‏ قَالَ سُلَيْمَانُ‏:‏ فَقُلْتُ لِزَيْدٍ‏:‏ إِنَّمَا يُرْوَى هَذَا عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ يُرِيدُ بِهِ‏:‏ إِلاَّ أَنْ يَرْتَكِبَ شَيْئًا أَوْعَدْتُهُ عَلَيْهِ دُخُولَ النَّارِ‏.‏ وَلَهُ مَعْنًى آخَرُ‏:‏ وَهُوَ أَنَّ مَنْ لَمْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَمَاتَ، دَخَلَ الْجَنَّةَ لاَ مَحَالَةَ، وَإِنْ عُذِّبَ قَبْلَ دُخُولِهِ إِيَّاهَا مُدَّةً مَعْلُومَةً‏.‏
213. Muhammad bin Al Hasan bin Mukram Al Bazzar di Kota Bashrah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Khallad bin Aslam menceritakan kepada kami, dia berkata: An-Nadhr bin Syumail menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Habib bin Abi Tsabit, Sulaiman, dan Abdul Aziz bin Rufai’. Mereka berkata: Kami mendengar Zaid bin Wahab meriwayatkan hadits dari Abu Dzarr, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Jibril datang kepadaku. Dia menyampaikan kabar gembira kepadaku bahwa siapa di antara umatku mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, niscaya ia masuk surga, meskipun ia pernah berzina dan mencuri” 520
Sulaiman berkata: Aku berkata kepada Zaid, “Hanya saja hadits ini diriwayatkan dari Abu Ad-Darda'.” 521 [3:42]
Abu Hatim berkata: Sabda Rasulullah SAW, “Siapa di antara umatku mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, niscaya ia masuk surga.” Maksudnya adalah kecuali apabila dia melakukan sesuatu yang menyebabkan ia masuk neraka.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110213)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ إِيجَابِ الْجَنَّةِ لِمَنْ حَلَّتِ الْمَنِيَّةُ بِهِ، وَهُوَ لاَ يَجْعَلُ مَعَ اللهِ نِدًّا
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَعَنْ عُمَيْرِ بْنِ هَانِئٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ حَدِّثْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ، قَالَ‏:‏ بَخٍ بَخٍ سَأَلْتَ عَنْ أَمْرٍ عَظِيمٍ، وَهُوَ يَسِيرٌ لِمَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ بِهِ، تُقِيمُ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ، وَلاَ تُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا أَرَادَ بِهِ الأَمْرَ بِتَرْكِ الشِّرْكِ‏.‏
214. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ali bin Al Ja’d menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsauban mengabarkan kepada kami, dari ayahnya dari Makhul dari Mu’adzbin Jabal. Dan dari Umar bin Hani ’ dari Abdurrahman bin Ghanm bahwa ia mendengar Mu’adzbin Jabal dari Rasulullah SAW. Mu’adz berkata: Aku berkata (kepada Nabi), “Beritahukan kepadaku sebuah amal perbuatan yang menyebabkan aku masuk surga!” Beliau menjawab; “Bagus, bagus! Kamu bertanya tentang sebuah perkara yang besar. Namun ia mudah bagi orang yang diberikan kemudahan oleh Allah. Yaitu hendaklah kamu mendirikan shalat fardhu, menunaikan zakat fardhu, dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.” 522 [1:11]
Abu Hatim berkata : Sabda Rasulullah SAW, “Dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. Beliau maksudkan dengannya adalah perintah meninggalkan perbuatan syirik.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110214)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ، قَدْ يَجْمَعُ فِي الْجَنَّةِ بَيْنَ الْمُسْلِمِ وَقَاتِلِهِ مِنَ الْكُفَّارِ، إِذْ سَدَّدَ بَعْدَ ذَلِكَ وَأَسْلَمَ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ يَضْحَكُ اللَّهُ إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الآخَرَ، وَكِلاَهُمَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ‏:‏ يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيُقْتَلُ، ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَى الْقَاتِلِ، فَيُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيُسْتَشْهَدُ‏.‏
215. Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Abu Az-Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasululah SAW bersabda, “Allah tertawa (maksudnya, ridha) melihat dua orang laki-laki, salah satu dari mereka membunuh yang lain, dan keduanya masuk surga. Seseorang yang berperang di jalan Allah, lalu ia mati terbunuh. Kemudian Allah menerima taubat orang yang membunuhnya (dengan memeluk Islam). Lalu dia berperang di jalan Allah dan mati syahid." 523 [3: 67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110215)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ أَمْرِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ صَفِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِتَالِ النَّاسِ حَتَّى يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ بِحِمْصَ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعْدَهُ، وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ، قَالَ عُمَرُ‏:‏ يَا أَبَا بَكْرٍ، كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَمَنْ قَالَ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلاَّ بِحَقِّهِ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللهِ‏؟‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ مِنْ حَقِّ الْمَالِ، وَوَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا قَالَ عُمَرُ‏:‏ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلاَّ أَنْ رَأَيْتُ أَنَّ اللَّهَ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ عَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ‏.‏
216. Muhammad bin Ubaidillah bin Al Fadhl Al Kala'i di kota Himsh mengabarkan kepada kami, dia berkala: Amru bin Utsman bin Sa’id menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’aib bin Abi Hamzah menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dia berkata: Ubaidillah bin Abdullah menceritakan kepada kami, bahwa Abu Hurairah berkata: Setelah Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar RA menjadi khalifah setelahnya. Sementara sebagian orang Arab telah kembali kafir. Saat itu Umar berkata, “Wahai Abu Bakar, bagaimana engkau memerangi manusia, padahal Rasulullah SAW telah bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: ‘Tiada Tuhan selain Allah.' Siapa yang telah mengucapkan: Tiada Tuhan selain Allah, maka dia terpelihara dariku; harta dan jiwanya kecuali dengan jalan yang haq. Dan segala penghitungan amalnya diserahkan kepada .”
Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku akan memerangi orang-orang yang membeda-bedakan antara shalat dan zakat. Karena sesungguhnya zakat tergolong hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menahan dariku anak kambing betina sebagaimana yang dahulu selalu mereka serahkan kepada Rasulullah SAW, niscaya aku akan memerangi mereka atas pembangkangan itu.” Umar berkata, “Demi Allah, Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk berperang. Aku tahu bahwa itulah langkah yang benar.” 524
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110216)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْخَيِّرَ الْفَاضِلَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، قَدْ يَخْفَى عَلَيْهِ مِنَ الْعِلْمِ بَعْضُ مَا يُدْرِكُهُ مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فِيهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عَقِيلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ، قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لأَبِي بَكْرٍ‏:‏ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَمَنْ قَالَ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلاَّ بِحَقِّهِ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللهِ‏؟‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ، وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالاً كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ‏.‏ قَالَ عُمَرُ‏:‏ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلاَّ أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ عَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ‏.‏
217. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Laits menceritakan kepada kami, dari Uqail dari Az-Zuhri, dia berkata: Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah mengabarkan kepadaku, dari Abu Hurairah, dia berkata: Setelah Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar RA menjadi khalifah setelah Beliau. Sementara sebagian orang Arab telah kembali kafir. Saat itu Umar berkata, “Wahai Abu Bakar, bagaimana engkau memerangi manusia, padahal Rasulullah SAW telah bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: ‘Tiada Tuhan selain Allah.’ Maka siapa yang telah mengucapkan: Tiada Tuhan selain Allah, maka dia terpelihara dariku; harta dan jiwanya kecuali dengan jalan yang haq. Dan segala penghitungan amalnya diserahkan kepada Allah’.”
Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku akan memerangi orang-orang yang membeda-bedakan antara shalat dan zakat. Karena sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menahan dariku zakat unta dan kambing, sebagaimana yang dahulu selalu mereka serahkan kepada Rasulullah SAW, niscaya aku akan memerangi mereka atas penahanan itu.” Umar berkata, “Demi Allah, tidaklah ini kecuali bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk berperang. Aku tahu bahwa itulah langkah yang benar.” 525
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110217)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَرْءَ إِنَّمَا يَعْصِمُ مَالَهُ وَنَفْسَهُ بِالإِقْرَارِ لِلَّهِ إِذَا قَرَنَهُ بِالشَّهَادَةِ لِلْمُصْطَفَى بِالرِّسَالَةِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ بِحِمْصَ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَمَنْ قَالَ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي نَفْسَهُ وَمَالَهُ إِلاَّ بِحَقِّهِ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللهِ‏.‏ وَأَنْزَلَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ، فَذَكَرَ قَوْمًا اسْتَكْبَرُوا، فَقَالَ‏:‏ ‏{‏إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ‏}‏، وَقَالَ‏:‏ ‏{‏إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى‏}‏، وَهِيَ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَمُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ، اسْتَكْبَرَ عَنْهَا الْمُشْرِكُونَ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ‏.‏
218. Muhammad bin Ubaidilah bin Al Fadhl Al Kala’i di daerah Himsh mengabarkan kepada kami, dia berkata: Amru bin Utsman menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’aib bin Abi Hamzah menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dia berkata: Sa’id bin Al Musayyab mengabarkan kepadaku, bahwa Abu Hurairah menyampaikan sebuah khabar kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: ‘Tiada Tuhan selain Allah. ’Maka siapa yang telah mengucapkan: Tiada Tuhan selain Allah, maka dia terpelihara dariku; jiwa dan hartanya kecuali dengan jalan yang haq. Dan segala penghitungan amalnya diserahkan kepada Allah.”
Lalu Allah menurunkan ayat di dalam kitab-Nya. Dia menyebutkan tentang orang-orang yang menyombongkan diri. Allah berfirman, “ Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: ‘Laa ilaaha illallah ’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.” (Qs. Ash-Shaaffaat [37]: 35). Dan Allah berfirman, “Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa, ” (Qs. Al Fath [48]: 26), yaitu laa Ilaaha lllallah wa muhammadarrasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah), Orang-orang musyrik bersikap menyombongkan diri dari kalimat takwa pada hari Hudaibiyah 526 [3:7]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110218)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَرْءَ إِنَّمَا يُحْقَنُ دَمُهُ وَمَالُهُ بِالإِقْرَارِ بِالشَّهَادَتَيْنِ، اللَّتَيْنِ وَصَفْنَاهُمَا إِذَا أَقَرَّ بِهِمَا بِإِقَامَةِ الْفَرَائِضِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَرْعَرَةَ، حَدَّثَنَا حَرَمِيُّ بْنُ عُمَارَةَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ وَاقِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ‏.‏
219. Ahmad bin Ali Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibrahim bin Muhammad bin Ar’arah menceritakan kepada kami, dia berkata: Harami bin Umarah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Waqid bin Muhammad dari ayahnya dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melakukan itu semua, maka mereka terpelihara dariku; darah-darah dan harta-harta mereka kecuali secara hak Islam. Dan penghitungan mereka diserahkan kepada Allah.“ 527 [3:7]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110219)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَرْءَ إِنَّمَا يُحْقَنُ دَمُهُ وَمَالُهُ إِذَا آمَنَ بِكُلِّ مَا جَاءَ بِهِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ وَفَعَلَهَا، دُونَ الاِعْتِمَادِ عَلَى الشَّهَادَتَيْنِ اللَّتَيْنِ وَصَفْنَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، حَدَّثَنَا الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَآمَنُوا بِي وَبِمَا جِئْتُ بِهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ‏.‏
220. Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abdah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ad-Darawardi menceritakan kepada kami, dari Al Ala' dari ayahnya dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: Tiada Tuhan selain Allah, dan sampai mereka beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa. Apabila mereka telah melakukan itu semua, maka mereka terpelihara dariku; darah dan harta-harta mereka kecuali secara hak. Dan penghitungan mereka diserahkan kepada Allah.” 528 [3:7]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110220)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ خَبَرٍ أَوْهَمَ مُسْتَمِعَهُ أَنَّ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِالشَّهَادَةِ، حَرُمَ عَلَيْهِ دُخُولُ النَّارِ فِي حَالَةٍ مِنَ الأَحْوَالِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، وَمُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، حَدَّثَنِي الْمُطَّلِبُ بْنُ حَنْطَبٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ، فَأَصَابَ النَّاسَ مَخْمَصَةٌ شَدِيدَةٌ، فَاسْتَأْذَنُوا رَسُولَ اللهِ فِي نَحْرِ بَعْضِ ظَهْرِهِمْ، فَقَالَ عُمَرُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَكَيْفَ بِنَا إِذَا لَقِينَا عَدُوَّنَا جِيَاعًا رَجَّالَةً‏؟‏ وَلَكِنْ إِنْ رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللهِ أَنْ تَدْعُوَ النَّاسَ بِبَقِيَّةِ أَزْوِدَتِهِمْ‏.‏ فَجَاؤُوا بِهِ، يَجِيءُ الرَّجُلُ بِالْحِفْنَةِ مِنَ الطَّعَامِ وَفَوْقَ ذَلِكَ، وَكَانَ أَعْلاَهُمُ الَّذِي جَاءَ بِالصَّاعِ مِنَ التَّمْرِ، فَجَمَعَهُ عَلَى نِطَعٍ، ثُمَّ دَعَا اللَّهَ بِمَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدْعُوَ، ثُمَّ دَعَا النَّاسَ بِأَوْعِيَتِهِمْ، فَمَا بَقِيَ فِي الْجَيْشِ وِعَاءٌ إِلاَّ مَمْلُوءٌ وَبَقِيَ مِثْلُهُ، فَضَحِكَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللهِ، وَأَشْهَدُ عِنْدَ اللهِ لاَ يَلْقَاهُ عَبْدٌ مُؤْمِنٌ بِهِمَا إِلاَّ حَجَبَتَاهُ عَنِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَبُو عَمْرَةَ الأَنْصَارِيُّ هَذَا‏:‏ اسْمُهُ ثَعْلَبَةُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مِحْصَنٍ‏.‏
221. Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid dan Muhammad bin Syu’aib menceritakan kepada kami, dari Al Auza’i, dia berkata: Al Muththalib bin Hanthab menceritakan kepadaku, dari Abdurrahan bin Abu Amrah Al Anshari dari ayahnya, dia berkata: Kami pemah bersama Rasulullah SAW dalam sebuah peperangan. Saat itu, orang-orang dilanda kelaparan yang sangat dahsyat. Mereka pun meminta izin kepada Rasulullah untuk menyembelih sebagian (hewan kendaraan) mereka.
Umar saat itu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita bertemu dengan musuh dalam keadaan sangat lapar dan berjalan kaki (tidak berkendaraan perang)? Akan tetapi, bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, engkau mengajak orang-orang untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka.” Mereka lalu membawa sisa perbekalan mereka. Ada di antara mereka yang datang dengan membawa makanan sepenuh dua telapak tangan, ada pula yang lebih dari itu. Dan yang paling banyak adalah orang yang membawa satu sha' buah kurma. Kemudian Beliau mengumpulkan semuanya di atas tanah. Lalu Beliau memanjatkan doa kepada Allah dengan doa yang dikehendaki Allah dia berdoa.
Kemudian Nabi memanggil orang-orang dengan membawa wadah milik mereka masing-masing. Maka tidak ada satu pun wadah pada pasukan kecuali telah terisi penuh oleh makanan. Dan masih tersisa (makanan) seumpamanya. Lalu Rasulullah SAW tersenyum hingga terlihat gigi-gigi gerahamnya. Kemudian Beliau bersabda; “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Dan aku bersaksi di sisi Allah bahwa tidaklah seorang hamba yang beriman dengan dua kalimat syahadat bertemu dengan Allah kecuali keduanya (kalimat syahadat) membentenginya dari api neraka pada hari kiamat“ 529
Abu Amrah Al Anshari ini, namanya adalah Tsa’labah bin Amru bin Mihshan. 530 [3:41]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110221)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ قَوْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِلاَّ حَجَبَتَاهُ عَنِ النَّارِ أَرَادَ بِهِ‏:‏ إِلاَّ أَنْ يَرْتَكِبَ شَيْئًا يَسْتَوْجِبُ مِنْ أَجْلِهِ دُخُولَ النَّارِ وَلَمْ يَتَفَضَّلِ الْمَوْلَى جَلَّ وَعَلاَ عَ
- -
أَخْبَرَنَا وَصِيفُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ بِأَنْطَاكِيَةَ، حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُرَادِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، وَيَدْخُلُ أَهْلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُولُ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ انْظُرُوا مَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنَ الإِيمَانِ فَأَخْرِجُوهُ، قَالَ‏:‏ فَيَخْرُجُونَ مِنْهَا حُمَمًا بَعْدَمَا امْتَحَشُوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهْرِ الْحَيَاةِ، فَيَنْبُتُونَ فِيهِ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ إِلَى جَانِبِ السَّيْلِ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَلَمْ تَرَوْهَا كَيْفَ تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً‏؟‏‏.‏
222. Washif bin Abdullah Al Hafizh di daerah Anthakiyah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dari Malik dari Amru bin Yahya Al Mazini, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasululah SAW bersabda, “Para penghuni surga masuk ke dalam surga dan para penghuni neraka masuk ke dalam neraka. Kemudian Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi berfirman, ‘Kalian lihailah siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat satu biji sawi dari iman, maka keluarkan dirinya (dari api neraka)' Rasulullah melanjutkan sabdanya; Lalu mereka dikeluarkan dari neraka dengan tubuh hitam menjadi arang setelah mereka terbakar. Kemudian mereka dilemparkan ke dalam sungai kehidupan (surga). Lalu mereka pun tumbuh laksana tumbuhnya benih sayur-sayuran di tepian sungai. Tidakkah engkau melihat tumbuhan itu begitu kuning dan ranum melingkar. 532
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110222)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ تَحْرِيمِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ عَلَى النَّارِ مَنْ وَحَّدَهُ مُخْلِصًا فِي بَعْضِ الأَحْوَالِ دُونَ الْبَعْضِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ مَحْمُودَ بْنَ الرَّبِيعِ الأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الأَنْصَارِ أَتَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أَنْكَرْتُ بَصَرِي، وَأَنَا أُصَلِّي لِقَوْمِي، وَإِذَا كَانَ الأَمْطَارُ سَالَ الْوَادِي الَّذِي بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، وَلَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ آتِيَ مَسْجِدَهُمْ، فَأُصَلِّيَ لَهُمْ، وَدِدْتُ أَنَّكَ يَا رَسُولَ اللهِ تَأْتِي فَتُصَلِّي فِي بَيْتِي أَتَّخِذُهُ مُصَلًّى، قَالَ‏:‏ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ سَأَفْعَلُ‏.‏ قَالَ عِتْبَانُ فَغَدَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ حِينَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ، فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَذِنْتُ لَهُ، فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى دَخَلَ الْبَيْتَ ثُمَّ قَالَ‏:‏ أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَأَشَرْتُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ الْبَيْتِ، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ، وَقُمْنَا وَرَاءَهُ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ‏.‏ قَالَ‏:‏ وَحَبَسْنَاهُ عَلَى خَزِيرَةٍ صَنَعْنَاهَا لَهُ‏.‏ قَالَ فَثَابَ رِجَالٌ مِنْ أَهْلِ الدَّارِ حَوْلَهُ، حَتَّى اجْتَمَعَ فِي الْبَيْتِ رِجَالٌ ذَوُو عَدَدٍ، قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ‏:‏ أَيْنَ مَالِكُ بْنُ الدُّخْشُنِ‏؟‏ فَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ ذَاكَ مُنَافِقٌ، وَلاَ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تَقُلْ لَهُ ذَلِكَ، أَلاَ تَرَاهُ قَدْ قَالَ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، يُرِيدُ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، إِنَّمَا نَرَى وَجْهَهُ وَنَصِيحَتَهُ لِلْمُنَافِقِينَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ‏:‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ‏.‏ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ‏:‏ ثُمَّ سَأَلْتُ الْحُصَيْنَ بْنَ مُحَمَّدٍ الأَنْصَارِيَّ وَهُوَ أَحَدُ بَنِي سَالِمٍ وَهُوَ مِنْ سَرَاتِهِمْ عَنْ حَدِيثِ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ فَصَدَّقَهُ بِذَلِكَ‏.‏
223. Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, bahwa Mahmud bin Ar-Rabi’ Al Anshari telah menyampaikan khabar kepadanya bahwa Itban bin Malik -salah seorang sahabat Rasulullah SAW dari golongan Anshar yang pernah mengikuti perang Badar- datang kepada Rasulullah SAW, dia berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh penglihatanku sudah kabur, sementara aku selalu melaksanakan shalat bersama kaumku. Namun apabila musim hujan tiba, maka lembah sungai yang memisahkan rumahku dengan tempat tinggal mereka menjadi banjir. Aku pun tidak bisa mendatangi masjid mereka untuk melaksananan shalat bersama mereka. Aku sangat mengharapkan engkau berkenan datang untuk melaksanakan shalat di rumahku yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat.” Rasulullah SAW pun bersabda, “Aku akan melakukannya.”
Itban melanjutkan: Lalu Rasulullah dan Abu Bakar berangkat saat siang sudah mulai merangkak. Setelah sampai ke rumahku, beliau pun meminta izin masuk. Aku pun mengizinkannya masuk. Beliau tidak segera duduk sampai beliau benar-benar telah memasuki ruangan dalam rumah. Kemudian beliau bertanya, “Mana ruangan rumah yang engkau inginkan untuk dijadikan tempat shalatT” Maka aku pun menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan di dalam rumah. Lalu Rasulullah SAW berdiri lalu bertakbir (takbiratul ihram). Kami berdiri di belakang beliau (dan mengikuti sahalat). Beliau melakukan shalat dua raka’at, lalu mengakhirinya dengan salam.
Kemudian kami menahan beliau sejenak untuk (mencicipi) makanan berupa sup 533 yang kami sediakan untuk beliau. Maka orang-orang di sekitar rumah itu pun berdatangan. Sehingga berkumpul di rumahku orang-orang yang cukup banyak. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Di mana Malik bin Dukhsyun?” 534 Sebagian yang lain berkata, “Ia adalah orang munafik dan tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya “Janganlah kamu mengatakannya seperti itu. Bukankah kamu melihat bahwa ia mengucapkan: laa ilaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah), dengan mengharapkan keridhaan Allah. Mereka berkata, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu, kami hanya melihat dari mukanya dan nasihatnya kepada orang-orang munafiq.” Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi telah mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan: laa ilaaha illallah {tiada Tuhan selain Allah)."535
Ibnu Syihab berkata: Kemudian aku bertanya kepada Hushain bin Muhammad Al Anshari —salah seorang yang berasal dari kabilah Bani Salim dan dia tergolong tokoh elit mereka— tentang hadits Mahmud bin Af-Rabi’. Dan dia membenarkannya (keberadaan hadits ini). [3:9]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110223)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ بِتَفَضُّلِهِ لاَ يُدْخِلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى شُعْبَةٍ مِنْ شُعَبِ الإِيمَانِ عَلَى سَبِيلِ الْخُلُودِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْغَفَّارِ بْنُ عَبْدِ اللهِ الزُّبَيْرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ، وَلاَ يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ‏.‏
224. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Ghaffar bin Abdullah Az-Zubairi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ali bin Mushir menceritakan kepada kami, dari Al A’masy dari Ibahim dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan. Dan tidak masuk neraka seseorang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari keimanan. 536 [3:79]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110224)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ بِتَفَضُّلِهِ قَدْ يَغْفِرُ لِمَنْ أَحَبَّ مِنْ عِبَادِهِ ذُنُوبَهُ بِشَهَادَتِهِ لَهُ وَلِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ فَضْلُ حَسَنَاتٍ يَرْجُو بِهَا تَكْفِيرَ خَطَاي
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجُنَيْدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَعَافِرِيِّ الْحُبُلِيِّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُؤُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلاً، كُلُّ سِجِلٍّ مَدُّ الْبَصَرِ، ثُمَّ يَقُولُ لَهُ‏:‏ أَتُنْكِرُ شَيْئًا مِنْ هَذَا‏؟‏ أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ لاَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ‏:‏ أَفَلَكَ عُذْرٌ أَوْ حَسَنَةٌ‏؟‏ فَيُبْهَتُ الرَّجُلُ وَيَقُولُ‏:‏ لاَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ‏:‏ بَلَى، إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً، وَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ، فَيُخْرِجُ لَهُ بِطَاقَةً فِيهَا‏:‏ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَيَقُولُ‏:‏ احْضُرْ وَزْنَكَ، فَيَقُولُ‏:‏ يَا رَبِّ، مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاَّتِ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَتُوضَعُ السِّجِلاَّتُ فِي كِفَّةٍ، وَالْبِطَاقَةُ فِي كِفَّةٍ، فَطَاشَتَ السِّجِلاَّتُ، وَثَقُلَتَ الْبِطَاقَةُ، قَالَ‏:‏ فَلاَ يَثْقُلُ اسْمَ اللهِ شَيْءٌ‏.‏
225. Muhammad bin Abdullah bin Al Junaid mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Warits bin Ubaidillah menceritakan kepada kami, dari Abdullah, dia berkata: Al-Laits bin Sa’ad menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku telah meriwayatkan sebuah hadits dari Amru bin Yahya dari Abu Abdurrahman Al Ma’afiri Al Hubuli, dia berkata: Aku mendengar Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan menyelamatkan seseorang dari umatku yang berada di antara sekian banyak golongan makhluk pada hari kiamat kelak. Maka Allah membukakan kepadanya sembilan puluh sembilan catatan amalnya. Setiap buku catatan itu lebarnya dalam ukuran sepanjang mata memandang. Kemudian Allah berfirman kepadanya, Apakah kamu mengingkari sesuatu dari buku-buku catatan ini. Apakah para malaikat-Ku yang mencatat amal dan mengawasi perbuatanmu telah berlaku zhalim terhadapmu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, wahai Tuhanku'. Allah kembali bertanya, ‘Apakah kamu memiliki sebuah pembelaan ataupun amal kebajikan?‘ Dia merasa bingung, lalu ia menjawab, ‘Tidak, wahai Tuhanku?’ Allah kembali berfirman, ‘Ya. Sesungguhnya kamu memiliki amal kebaikan di sisi Kami. Dan sungguh tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini? Lalu Allah mengeluarkan selembar kertas. Di dalam selembar kertas itu tertulis kalimat, ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.’ Lalu Allah berfirman, ‘Hadirkan timbanganmu!‘ Dia berkata, ‘Wahai Tuhanku, Apa artinya lembaran kertas ini bersama dengan buku catatan amal ini?'. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu tidak dizhalimi.’
Dia (periwayat) berkata: Selanjutnya catatan amal itu diletakkan di piringan timbangan, sementara selembar kertas itu diletakkan di piringan timbangan yang lain. Maka, ternyata buku catatan amal itu sangat ringan. Sementara kartu tersebut timbangannya sangat berat. Dia (periwayat) berkata: Tidak ada satu pun yang lebih berat dari nama Allah.” 537 [3:74]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110225)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ يَغْفِرُ بِتَفَضُّلِهِ لِمَنْ لَمْ يُشْرِكْ بِهِ شَيْئًا جَمِيعَ الذُّنُوبِ الَّتِي كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ الْمَكِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ، عَنِ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ لَقِيتَنِي بِمِثْلِ الأَرْضِ خَطَايَا لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لَقِيتُكَ بِمِلْءِ الأَرْضِ مَغْفِرَةً‏.‏
226. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abbad Al Makki menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Isma’il menceritakan kepada kami, dari Syarik dari Abdul Aziz bin Rufai ’ dari Ma’rur bin Suwaid dari Abu Dzarr dari Nabi SAW, beliau bersabda, “ Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, seandainya engkau menemui-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, sedang engkau tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan menemuimu dengan ampunan sepenuh bumi ’.” 538
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110226)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ إِعْطَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ الأَجْرَ مَرَّتَيْنِ لِمَنْ أَسْلَمَ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجُنَيْدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ صَالِحٍ الْهَمْدَانِيِّ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ خُرَاسَانَ أَتَاهُ، فَقَالَ‏:‏ يَا أَبَا عَمْرٍو إِنَّ مَنْ قَبْلَنَا مِنْ أَهْلِ خُرَاسَانَ، يَقُولُونَ‏:‏ إِذَا عَتَقَ الرَّجُلُ أَمَتَهُ ثُمَّ تَزَوَّجَهَا، فَهُوَ كَالرَّاكِبِ بَدَنَتَهُ، فَقَالَ الشَّعْبِيُّ، حَدَّثَنِي أَبُو بُرْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ ثَلاَثَةٌ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ‏:‏ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمَنَ بِنَبِيِّهِ، ثُمَّ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَآمَنَ بِهِ وَاتَّبَعَهُ، فَلَهُ أَجْرَانِ، وَعَبْدٌ مَمْلُوكٌ يُؤَدِّي حَقَّ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ عَلَيْهِ، وَحَقَّ الَّذِي عَلَيْهِ لِمَوْلاَهُ، فَلَهُ أَجْرَانِ، وَرَجُلٌ كَانَتْ لَهُ أَمَةٌ، فَغَذَّاهَا فَأَحْسَنَ غِذَاءَهَا، وَأَدَّبَهَا فَأَحْسَنَ أَدَبَهَا، ثُمَّ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا، فَلَهُ أَجْرَانِ‏.‏ قَالَ الشَّعْبِيُّ لِلْخُرَاسَانِيِّ‏:‏ خُذْ هَذَا الْحَدِيثَ بِغَيْرِ شَيْءٍ، فَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يَرْحَلُ إِلَى الْمَدِينَةِ فِيمَا هُوَ دُونَهُ‏.‏
227. Muhammad bin Abdillah bin Al Junaid mengabarkan kepada kami, dia berkata: Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami, dia berkata: Husyaim menceritakan kepada kami, dari Shalih bin Shalih Al Hamdani dari Asy-Sya’bi. Dia (Shalih bin Shalih) berkata: Aku melihat seorang laki-laki dari penduduk Khurasan datang kepadanya,”539 dan berkata: Wahai Abu Amru, sesungguhnya orang-orang Khurasan sebelum kami selalu mengatakan bahwa seseorang apabila memerdekakan hamba sahayanya, kemudian ia menikahkan, maka dia seperti menunggangi untanya. Asy-Sya’bi berkata: Abu Burdah menceritakan kepadaku, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga (kelompok manusia) yang akan dianugerahkan pahalanya sebanyak dua kali: seseorang dari ahli kitab yang beriman terhadap Nabinya, lalu ia menemui Nabi SAW, lalu beriman kepadanya dan mengikutinya, maka ia akan memperoleh dua pahala. Selanjutnya hamba sahaya yang memenuhi hak Allah -Yang Maha Agung dan Maha Tinggi- dan memenuhi hak tuannya yang dibebankan kepadanya, maka ia akan memperoleh dua pahala. Dan seseorang yang memiliki hamba sahaya, lalu dia memberi makan kepadanya dengan makanan yang baik, mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan memerdekakannya, lalu dia menikahkannya, maka ia memperoleh dua pahala.”540 [ 1:2]
Asy-Sya’bi berkata kepada laki-laki yang berasal dari Khurasan tersebut, ‘Ambillah hadits ini tanpa ada sedikit pun rasa ragu.” Laki-laki tersebut (sebagaimana orang-orang) melakukan perjalanan ilmiah ke Madinah untuk mendapatkan hadits-hadits. 541
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110227)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ فَرْضِ الإِيمَانِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا تَفَضَّلَ اللَّهُ عَلَى الْمُحْسِنِ فِي إِسْلاَمِهِ بِتَضْعِيفِ الْحَسَنَاتِ لَهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ، فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا يُكْتَبُ لَهُ مِثْلُهَا حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ‏.
228. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Abbas bin Abdul Azhim menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrazaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian memperbagus ke- Islamannya, maka setiap kebaikan yang ia kerjakan (niscaya dibalas) dengan sepuluh kali lipat seumpamanya, hingga tujuh ratus kali lipat. Dan setiap kejahatan yang ia lakukan akan dicatat baginya (balasan) yang seimbang, hingga ia bertemu dengan Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi.” 542 [3: 66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110228)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ
-
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقَطَّانُ بِالرَّقَّةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ قُرَّةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ‏.
229. Al Husain bin Abdullah Al Qaththan di negeri Raqqah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Syu’aib menceritakan kepada kami, dari Al Auza’i dari Qurrah bin Abdurrahman dari Az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. 543 [2:88]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110229)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ
-
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ بِفَمِّ الصِّلْحِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ بَيَانِ بْنِ بِشْرٍ، عَنْ عَامِرٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ‏.‏
230. Abdullah bin Qahthabah di daerah Famm Ash-Shilhi 544 mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ash-Shabah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abidah bin Humaid menceritakan kepada kami, dari Bayan bin Bisyr dari Amir dari Abdulah bin Amru dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seorang muslim adalah orang yang menjaga lisan dan tangannya dari menyakiti muslim lainnya. Dan orang yang hijrah (sesungguhnya) adalah orang yang meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah kepadanya.” 545 [3:49]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110230)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الأَمْرِ بِمَعُونَةِ الْمُسْلِمِينَ بَعْضِهِمْ بَعْضًا فِي الأَسْبَابِ الَّتِي تُقَرِّبُهُمْ إِلَى الْبَارِي جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا‏.‏
231. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Kuraib menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari Buraid dari 546 Burdah dari Abu Musa bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, saling memperkuat satu sama lain.” 547 [1:13]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110231)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ تَمْثِيلِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنِينَ بِالْبُنْيَانِ الَّذِي يُمْسِكُ بَعْضُهُ بَعْضًا
- -
أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الْقَزَّازُ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيِّ بْنِ مُقَدَّمٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنِ ابْنِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيمَا بَيْنَهُمْ كَمَثَلِ الْبُنْيَانِ قَالَ‏:‏ وَأَدْخَلَ أَصَابِعَ يَدِهِ فِي الأَرْضِ وَقَالَ‏:‏ يُمْسِكُ بَعْضُهَا بَعْضًا‏.‏
232. Bakar bin Muhammad bin Abdul Wahhab Al Qazzaz mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abadah menceritakan kepada kami, dia berkata: Umar bin Ali bin Muqaddam menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan Ats-Tsauri menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Burdah dari ayahnya 548 dari Abi Musa, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Perumpamaan orang-orang mukmin di sesama mereka adalah laskana sebuah bangunan."—Abu Musa berkata: Lalu Beliau memasukkan jemari tangannya ke dalam tanah, dan bersabda, “Sebagiannya memperkuat sebagian yang lain"549 [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110232)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ تَمْثِيلِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا يَجِبُ أَنْ يَكُونُوا عَلَيْهِ مِنَ الشَّفَقَةِ وَالرَّأْفَةِ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ قَحْطَبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ النَّخَعِيِّ، عَنِ الشَّعْبِيِّ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ شَيْءٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ‏.
233. Ibnu Qahthabah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Shabbah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abidah bin Humaid menceritakan kepada kami, dari Al Hasan bin Ubaidillah An-Nakha’i dari Asy- Sya’bi, dia berkata: Aku mendengar An-Nu’man bin Basyir berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang yang beriman 550laksana satu jasad. Jika salah satu bagian dari jasad itu mengeluh sakit, maka seluruh jasad pun akan merasakan sakit. 551 [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110233)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ نَفْيِ الإِيمَانِ عَمَّنْ لاَ يُحِبُّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ بِاللَّهِ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ‏.‏
234. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Mu’adz Al Anbari menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi SAW, beliau bersabda; “Tidak beriman (sempurna) salah seorang dari kalian kepada Allah sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri ” 552 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110234)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ نَفْيَ الإِيمَانِ عَمَّنْ لاَ يُحِبُّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ إِنَّمَا هُوَ نَفْيُ حَقِيقَةِ الإِيمَانِ لاَ الإِيمَانَ نَفْسَهُ، مَعَ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَا يُحِبُّ لأَخِيهِ أَرَادَ بِهِ الْخَيْرَ دُونَ الشَّرِّ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي سَمِينَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لاَ يَبْلُغُ عَبْدٌ حَقِيقَةَ الإِيمَانِ حَتَّى يُحِبَّ لِلنَّاسِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِنَ الْخَيْرِ‏.‏
235. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Isma’il bin Abi Saminah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami, dari Husain Al Mu’allim dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat keimanan sampai dia mencintai manusia seperti ia mencintai dirinya sendiri, yaitu berupa kebaikan. 553" [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110235)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ نَفْيِ الإِيمَانِ عَمَّنْ لاَ يَتَحَابُّ فِي اللهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْهَاشِمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الرَّمَّاحِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَمْرٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ‏؟‏ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ‏.‏
236. Muhammad bin Abdullah Al Hasyimi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Umar bin Ar-Rammah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Demi Dzat yang menguasai diriku! Kalian sekali-kali tidak masuk surga 554 sampai kalian beriman. Dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Perhatikan! Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang apabila kalian lakukan, niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam (kedamaian) di antara kalian.” 555 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110236)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ إِثْبَاتِ وُجُودِ حَلاَوَةِ الإِيمَانِ لِمَنْ أَحَبَّ قَوْمًا لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ‏:‏ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَالرَّجُلُ يُحِبُّ الْقَوْمَ لاَ يُحِبُّهُمْ إِلاَّ فِي اللهِ، وَالرَّجُلُ إِنْ قُذِفَ فِي النَّارِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا‏.
237. Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Tsabit dari Anas bin Malik dari Rasulullah SAW bersabda, “Tiga perkara yang bila terdapat pada diri seseorang, niscaya ia akan merasakan manisnya iman: Orang yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain. Seseorang yang mencintai suatu kaum (muslim), dia tidak mencintai mereka kecuali karena Allah. Dan seseorang yang lebih menyukai dilemparkan ke dalam kobaran api daripada kembali menjadi seorang Yahudi dan Nasrani.” 556 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110237)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ إِثْبَاتِ وُجُودِ حَلاَوَةِ الإِيمَانِ لِمَنْ أَحَبَّ قَوْمًا لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ‏:‏ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ تُوقَدَ لَهُ نَارٌ فَيُقْذَفَ فِيهَا‏.‏
238. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayyub menceritakan kepada kami, dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tiga (perkara) yang bila terdapat pada diri seseorang, niscaya ia akan merasakan manisnya iman: yaitu hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari apapun selain keduanya, hendaklah ia mencintai seseorang, dimana ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia membenci bahwa api dikobarkan untuknya, lalu ia dilemparkan ke dalam kobarannya” 557 [1: 93]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110238)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ الْمُسْلِمِ مِنَ الْقِيَامِ فِي أَدَاءِ حُقُوقِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ ثَلاَثٌ كُلُّهُنَّ عَلَى الْمُسْلِمِ‏:‏ عِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَشُهُودُ الْجَنَازَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللَّهَ‏.
239. Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, dia berkata: Syaiban bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Awanah menceritakan kepada kami, dari Umar bin Abi Salamah dari ayahnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Tiga (perkara) yang kesemuanya diwajibkan atas muslim: menjenguk orang yang sakit, melayat jenazah, dan mendoakan orang yang bersin (dengan membaca yarhamukallah) apabila ia memuji Allah (yakni membaca Alhamdulillah).” 558 [3:32]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110239)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُرِدْ بِهَذَا الْعَدَدِ الْمَذْكُورِ نَفْيًا عَمَّا وَرَاءَهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى الْقَطَّانُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ حَكِيمِ بْنِ أَفْلَحَ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لِلْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ أَرْبَعُ خِلاَلٍ‏:‏ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ، وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ، وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ، وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ‏.‏
240. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah 559 bin Umar AJ Qawariri menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya Al Qaththan menceritakan kepada kami, dia berhata: Abdul Hamid bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepadaku dari Hakim bin Aflah dari Abu Mas'ud dari Nabi SAW. belian bersabda, “Kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada empat perkara: menjenguknya apabila ia sakit, melayatnya apabila ia mati, mendoakannya dengan ucapan yarhamukallah (semoga Allah memberikan kasih sayang kepadamu) apabila ia bersin, dan memenuhi undangannya apabila ia mengundang” 560 [3:32]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110240)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ هَذَا الْعَدَدَ الَّذِي ذَكَرَهُ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خَبَرِ أَبِي مَسْعُودٍ لَمْ يُرِدْ بِهِ النَّفْيَ عَمَّا وَرَاءَهُ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ‏:‏ رَدُّ السَّلاَمِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ‏.‏
241. Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Auza’i menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Hak seseorang muslim atas muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk orang yang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan mendo'akan orang yang bersin (dengan membaca yarhamukallah). ” 561 [3:32]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110241)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ هَذَا الْعَدَدَ الْمَذْكُورَ فِي خَبَرِ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ لَمْ يُرِدْ بِهِ النَّفْيَ عَمَّا وَرَاءَهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ، قَالُوا‏:‏ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ إِذَا لَقِيَهُ سَلَّمَ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاهُ أَجَابَهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَ نَصَحَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ يُشَمِّتُهُ، وَإِذَا مَرِضَ عَادَهُ، وَإِذَا مَاتَ صَحِبَهُ‏.
242. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Qa’nabi menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al Ala’ dari ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara.” Para sahabat bertanya, “Apa saja, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab” “(Yaitu) apabila ia bertemu dengan muslim lainnya, hendaknya ia mengucapkan salam kepadanya. Apabila ia mengundangnya, hendaknya ia memenuhinya. Apabila ia dimintai nasihat, hendaknya ia memberikan nasihat kepadanya. Apabila ia bersin, lalu memuji Allah (dengan mengucapkan Al Hamdulillah), maka hendaknya ia mendo' akannya(dengan mengucapkan yarhamukallah). Apabila ia sakit, hendaknya ia menjenguknya, dan apabila ia meninggal dunia, hendaknya ia mengantarkan (jenazahnya).” 562 [3:32]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110242)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يُشْبِهُ الْمُسْلِمِينَ مِنَ الأَشْجَارِ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ الضَّرِيرُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ الْقَسْمَلِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ يُخْبِرُنِي عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ، أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ، تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا‏؟‏ قَالَ عَبْدُ اللهِ‏:‏ فَأَرَدْتُ أَنْ أَقُولَ‏:‏ هِيَ النَّخْلَةُ، فَمَنَعَنِي مَكَانُ أَبِي، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ هِيَ النَّخْلَةُ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لأَبِي، فَقَالَ‏:‏ لَوْ قُلْتَهَا كَانَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ كَذَا وَكَذَا‏.‏ أَحْسَبُهُ قَالَ‏:‏ حُمْرِ النَّعَمِ‏.‏
243, Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kanmi, dia berkata: Abu Umar Adh-Dharir menceritakan kepada kami, dia berkata : Abdul Azis bin Muslim Al Qasmali menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW beraahda? “Siapa yang bisa memberitahukan kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seorang mukmin, pohon yang akarnya tertancap kuat dan cabangnya menjulang ke langit, manghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan izin Tuhannya?”
Abdullah (bin Umar) berkata Sebenarnya aku ingin menjawab, “Pohon itu adalah pohon kurma ”Namun aku terhalang oleh kedudukan ayahku. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Pohon Itu adalah pohon kurma” Maka aku pun menuturkan (kebenaran jawabanku ) itu kepada ayahku (Umar bin Khaththab) la pun berkata, “Seandainya engkau mengatakannya, niscaya hal itu lebih aku sukai daripada ini dan itu” Aku menduga is berkata “Binatang ternak yang berwarna merah”563 [3:66].
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110243)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ وَصْفِ مَا يُشْبِهُ الْمُسْلِمَ مِنَ الشَّجَرِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذْ أُتِيَ بِجُمَّارٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةٌ بَرَكَتُهَا كَالْمُسْلِمِ، قَالَ‏:‏ فَأُرِيتُ أَنَّهَا النَّخْلَةُ، ثُمَّ نَظَرْتُ إِلَى الْقَوْمِ، فَإِذَا أَنَا عَاشِرُ عَشَرَةٍ، وَأَنَا أَحْدَثُ الْقَوْمِ، فَسَكَتُّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ هِيَ النَّخْلَةُ‏.‏
244. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Al A’masy dari Mujahid dari Ibnu Umar, dia berkata: Kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba ada seorang yang mengantarkan daging kurma yang lunak. Rasulullah SAW bersabda, “Di antara pepohonan ada sebuah pohon yang keberkahannya seperti seorang muslim.” Ibnu Umar berkata: terlintas pendapat dibenakku bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Lalu aku melihat ke arah orang-orang yang berkumpul di situ. Ternyata aku adalah orang ke sepuluh dari sepuluh orang dan aku adalah orang yang paling muda di antara mereka. Maka aku pun berdiam. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Pohon itu adalah pohon kurma” 564 [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110244)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ وَصْفِ مَا يُشْبِهُ الْمُسْلِمَ مِنَ الشَّجَرِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو الطَّيِّبِ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الصَّيْرَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا لأَصْحَابِهِ‏:‏ أَخْبِرُونِي عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ، قَالَ‏:‏ فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَتَذَاكَرُونَ شَجَرًا مِنْ شَجَرِ الْوَادِي قَالَ عَبْدُ اللهِ‏:‏ وَأُلْقِيَ فِي نَفْسِي أَوْ رَوْعِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ، قَالَ‏:‏ فَجَعَلْتُ أُرِيدُ أَنْ أَقُولَ، فَأَرَى أَسْنَانًا مِنَ الْقَوْمِ، فَأَهَابُ أَنْ أَتَكَلَّمَ، فَلَمْ يَكْشِفُوا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ هِيَ النَّخْلَةُ‏.‏
245. Abu Ath-Thayyib Muhammad bin Ali Ash-Shairafi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Kamil Al Jahdari menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ayyub menceritakan kepada kami, dari Abu Al Khalil dari Mujahid dari Ibnu Umar, dia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah SAW bersabda kepada para sabahatnya; “Beritahukan kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang mukmin.” Orang-orang yang berada di situpun lalu membicarakan pohon demi pohon yang tumbuh di lembah. 565 Abdullah bin Umar berkata: Terlintas di dalam hatiku atau di dalam batinku bahwa yang dimaksud adalah pohon kurma. Dia berkata: Aku ingin mengatakannya, tetapi aku melihat banyak orang yang usianya lebih tua. Aku pun urung untuk mengungkapkannya. Sedangkan mereka pun tidak dapat menemukannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “ Pohon itu adalah pohon kurma” 566 [3:53]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110245)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْمَقَابِرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةٌ لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مِثْلُ الْمُسْلِمِ، فَحَدِّثُونِي مَا هِيَ‏؟‏ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي‏.‏ قَالَ عَبْدُ اللهِ‏:‏ وَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ، فَاسْتَحْيَيْتُ، ثُمَّ قَالُوا‏:‏ حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ هِيَ النَّخْلَةُ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعُمَرَ، فَقَالَ‏:‏ لأَنْ تَكُونَ قُلْتَ‏:‏ هِيَ النَّخْلَةُ، أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ كَذَا وَكَذَا‏.‏
246. Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Ayyub Al Maqabiri menceritakan kepada kami, dia berkata: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Dan Abdullah bin Dinar mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara pepohonan ada sebuah pohon yang daunnya tidak pernah berguguran dan pohon itu perumpamaan seorang muslim. Coba kalian katakan kepadaku, pohon apakah itu?" Saat itu orang-orang tertuju kepada pohon yang ada di daerah pedalaman Arab. Abdullah bin Umar berkata: Terlintas di dalam hatiku (yang dimaksud) adalah pohon kurma. Namun aku malu untuk mengatakannya. Kemudian para sahabat berkata, “Ceritakan kepada kami pohon apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pohon itu adalah pohon kurma." Kemudian aku memberitahukan hal itu kepada Umar. Dia berkata, “Seandainya tadi kamu mengatakannya dengan mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma ,niscaya hal itu lebih aku cintai daripada ini dan ini" 567 [3:53]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110246)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي صِفَاتِ الْمُؤْمِنِينَ - ذِكْرُ تَمْثِيلِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنَ بِالنَّحْلَةِ فِي أَكْلِ الطَّيِّبِ وَوَضْعِ الطَّيِّبِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ وَكِيعِ بْنِ عُدُسٍ، عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّحْلَةِ لاَ تَأْكُلُ إِلاَّ طَيِّبًا، وَلاَ تَضَعُ إِلاَّ طَيِّبًا‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ شُعْبَةُ وَاهِمٌ فِي قَوْلِهِ‏:‏ عُدُسٍ، إِنَّمَا هُوَ حُدُسٍ كَمَا قَالَهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَأُولَئِكَ‏.‏
247. Abdullah bin Qahthabah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Abbas bin Abdul Azhim Al Anbari menceritakan kepada kami, dia berkata: Mu’ammal bin Isma’il menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Ya’la bin Atha‘ dari Waki’ bin Udus dari pamannya, Abu Razin, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin laksana lebah, tidak memakan makanan kecuali yang baik dan tidak mengeluarkan kecuali yang baik.” 568 [1:2]
Abu Hatim berkata: Syu’bah mengalami kekeliruan saat menyebutkan Udus. 569 Padahal yang sebenarnya adalah Hudus, sebagaimana yang dikatakan oleh Hammad bin Salamah dan kalangan ahli hadits.”
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110247)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - فصل‏:‏ ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَنْ أَكْفَرَ إِنْسَانًا فَهُوَ كَافِرٌ لاَ مَحَالَةَ
-
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُمَرَ بْنِ شَقِيقٍ، حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْفَضْلِ، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا أَكْفَرَ رَجُلٌ رَجُلاً قَطُّ إِلاَّ بَاءَ أَحَدُهُمَا بِهَا إِنْ كَانَ كَافِرًا وَإِلاَّ كَفَرَ بِتَكْفِيرِهِ‏.‏
248. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Hasan bin Umar bin Syaqiq menceritakan kepada kami, dia berkata: Salamah bin Al Fadhl menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq Ashim bin Umar bin Qatadah dari Mahmud bin Labid dari Abu Sa’id, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Tidaklah seseorang mengafirkan (orang lain), kecuali salah seorang dari keduanya kembali dengan membawa kekufuran jika ia memang kafir (sebelumnya). Jika tidak, maka ia kafir dengan (perbuatannya yang) mengafirkan orang lain tersebut.” 570 [2:54]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110248)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - فصل‏:‏ ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَنْ أَكْفَرَ إِنْسَانًا فَهُوَ كَافِرٌ لاَ مَحَالَةَ
-
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أَيُّمَا رَجُلٌ قَالَ لأَخِيهِ كَافِرٌ، فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا‏.‏
249. Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abu Bakar menceritakan kepada kami, dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa pun yang berkata kepada saudaranya, '(Engkau) kafir, ’ maka sesungguhnya salah satu dari keduanya telah kembali dengan mambawa kekufuran.” 571 [2:54]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110249)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - فصل‏:‏ ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَنْ أَكْفَرَ إِنْسَانًا فَهُوَ كَافِرٌ لاَ مَحَالَةَ - ذِكْرُ وَصْفِ قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْمَقَابِرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لأَخِيهِ‏:‏ كَافِرٌ، فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ، وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ‏.‏
250. Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Ayyub Al Maqabiri menceritakan kepada kami, dia berkata: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Dinar mengabarkan kepadaku bahwa dia mendengar Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Siapapun yang berkata kepada saudaranya, ‘kafir’, maka salah seorang dari keduanya telah kembali dengan membawa kekufuran jika memang sebagaimana apa yang ia katakan benar. Jika tidak benar, maka kekujuran itu kembali kepadanya” 572 [2: 54]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110250)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ اسْتِحْقَاقِ دُخُولِ النَّارِ لاَ مَحَالَةَ مَنْ جَعَلَ لِلَّهِ نِدًّا
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ كَلِمَتَانِ سَمِعْتُ إِحْدَاهُمَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالْأُخْرَى أَنَا أَقُولُهَا‏.‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ لاَ يَلْقَى اللَّهَ عَبْدٌ يُشْرِكُ بِهِ إِلاَّ أَدْخَلَهُ النَّارَ، وَأَنَا أَقُولُ‏:‏ لاَ يَلْقَى اللَّهَ عَبْدٌ لَمْ يُشْرِكْ بِهِ إِلاَّ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ‏.‏
251. Ahmad bin Ali Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Syaiban bin Farrukh menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Awanah menceritakan kepada kami, dari Al Mughirah dari Abu Wa’il dari Ibnu Mas’ud, dia berkata: Ada dua kalimat yang salah satunya aku dengar dari Rasulullah SAW, sedangkan yang lain aku sendiri yang mengatakannya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang menyekutukan Allah bertemu dengan-Nya kecuali Allah memasukkannya ke dalam neraka.” Sedangkan yang aku katakan adalah, “Tidaklah seorang hamba yang tidak menyekutukan Allah bertemu dengan-Nya, melainkan Allah akan memasukannya ke dalam surga” 573 [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110251)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ الإِسْلاَمَ ضِدُّ الشِّرْكِ
- -
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيَمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بِبُسْتَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقَدْامِ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَبْدِ الْغَافِرِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ لَيَأْخُذَنَّ رَجُلٌ بِيَدِ أَبِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرِيدُ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ فَيُنَادَى إِنَّ الْجَنَّةَ لاَ يَدْخُلُهَا مُشْرِكٌ إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ الْجَنَّةَ عَلَى كُلِّ مُشْرِكٍ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَيْ رَبِّ أَبِي قَالَ‏:‏ فَيَتَحَوَّلُ فِي صُورَةٍ قَبِيحَةٍ وَرِيحٍ مُنْتِنَةٍ فَيَتْرُكُهُ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم يَرَوْنَ أَنَّهُ إِبْرَاهِيَمُ وَلَمْ يَزِدْهُمْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى ذَلِكَ‏.‏
252. Ibrahim bin Isma’il mengabarkan kepada kami di kota Bust, ia berkata: Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli menceritakan kepada kami, dia berkata: Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ayahku menceritakan dari Qatadah dari Uqbah bin Abdul Ghafir, dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Kelak, pada hari kiamat seorang laki-laki menuntun tangan ayahnya. Ia bermaksud hendak memasukkan ayahnya ke dalam surga. Lalu laki-laki itu diseru: 'Sesungguhnya surga tidak boleh dimasuki oleh orang musyrik. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga bagi seluruh orang musyrik. ’ Kemudian laki-laki itu berkata, 'Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku,... ayahku!’Maka Allah pun mengubah bentuk ayahnya dengan rupa yang sangat buruk dan bau busuk yang sangat menyengat. Lalu ia pun tidak mempedulikan ayahnya lagi.”
Abu Sa’id berkata, “Para sahabat Nabi Muhammad SAW berpendapat bahwa seorang laki-laki tersebut adalah Nabi Ibrahim. Hanya saja Rasulullah SAW tidak memberikan keterangan tambahan kepada mereka.” 574 [3:78]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110252)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ إِطْلاَقِ اسْمِ الظُّلْمِ عَلَى الشِّرْكِ بِاللَّهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ فِيلٍ الْبَالِسِيُّ بِأَنْطَاكِيَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ بْنِ كُرَيْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ‏:‏ ‏{‏الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا‏}‏ إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ، قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَنَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏إِنَّ الشِّرْكَ‏}‏ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ قَالَ ابْنُ إِدْرِيسَ، حَدَّثَنِيهِ أَبِي، عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ، عَنِ الأَعْمَشِ ثُمَّ لَقِيتُ الأَعْمَشَ فَحَدَّثَنِي بِهِ‏.
253. Al Hasan bin Ahmad bin Ibrahim bin Fil Al Balisi dan Muhammad bin Ishaq di Kota Anthakiyah mengabarkan kepada kami, mereka berdua berkata: Muhammad bin Al Ala’ bin Kuraib menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Idris menceritakan kepada kami, dan Al A’masy dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah, dia berkata: Ketika turun firman Allah, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman”(Qs. Al An’aam [6]:82), para sahabat Rasulullah SAW bertanya, “Siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat zhalim terhadap dirinya?” Lalu turunlah ayat, “Sesungguhnya,,mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar” 575 (Qs. Luqmaan [31]: 13)
Ibnu Idris berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, dari Aban bin Taghlib dari Al A’masy. Kemudian aku bertemu dengan Al A’masy, maka ia pun menyampaikan hadits ini kepadaku. [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110253)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ إِطْلاَقِ اسْمِ النِّفَاقِ عَلَى مَنْ أَتَى بِجُزْءٍ مِنْ أَجْزَائِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهَا كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا‏:‏ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ‏.
254. Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami dia berkata: Salm bin Junadah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Numair menceritakan kepada kami, dari Al A’ masy dari Abdullah bin Murrah dari Masruq dari Abdullah bin Amru, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada empat perkara yang bila terdapat pada seseorang, maka ia adalah orang munafik yang murni. Dan apabila terdapat padanya satu bagian darinya, maka padanya ada bagian dari kemunafikan sampai ia meninggalkannya. Yaitu: apabila berbicara, ia berdusta. Apabila bersumpah (diberi amanat), ia mengkhianati. Apabila berjanji, ia mengingkari. Dan apabila berperkara, ia berbuat curang.” 576 [3: 48]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110254)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ تَفَرَّدَ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مُرَّةَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَرْبَعُ خِلاَلٍ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا‏:‏ مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ‏.‏ وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ‏.‏
255. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ar-Rabi ’ Az-Zahrani menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Al A’masy dari Abdullah bin Murrah dari Masruq dari Abdullah binAmru, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat perkara yang bila terdapat pada seseorang, maka ia adalah orang munafik yang mumi. Yaitu apabila berbicara, ia berdusta. Apabila berjanji, ia mengingkari. Apabila bersumpah (diberi amanah), ia mengkhianati. Dan apabila berperkara, ia berbuat curang. Dan apabila terdapat padanya satu bagian darinya, maka padanya ada bagian dari kemunafikan.” 577 [3: 49]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110255)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ تَفَرَّدَ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مُرَّةَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ فِي عَقِبِهِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ‏.‏
256. Ahmad bin Ali, setelah hadits sebelumnya, mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir dari Nabi SAW dengan teks yang sama.” 578
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110256)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ خِطَابَ هَذَا الْخَبَرِ وَرَدَ لِغَيْرِ الْمُسْلِمِينَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ، حَدَّثَنَا أَبُو نَصْرٍ التَّمَّارُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَحَبِيبٍ، عَنِ الْحَسَنِ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ، وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ‏:‏ مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ‏.‏
257. Ahmad bin Al Hasan bin Abdul Jabbar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Nashr At-Tammar menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Daud bin Abi Hind dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah—Dan Hubaib dari Al Hasan—, dia berkata: Rasulullah SAW, bersabda; “Ada tiga (perkara), apabila dilakukan oleh seseorang,maka la orang yang munafiq, meskipun berpuasa, melaksanakan shalat, dan mengaku dirinya muslim. Yaitu orang yang apabila berbicara, ia berdusta. Apabila berjanji, ia mengingkari. Dan apabila diberikan amanah, ia berkhianat “579 [3:49]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110257)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ إِطْلاَقِ اسْمِ النِّفَاقِ عَلَى غَيْرِ الْمَعْدُودِ إِذَا تَخَلَّفَ عَنْ إِتْيَانِ الْجُمُعَةِ ثَلاَثًا
- -
أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سِنَانٍ الْقَطَّانُ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ دَاوُدَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عُبَيْدَةَ بْنِ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي الْجَعْدِ الضَّمْرِيِّ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلاَثًا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ، فَهُوَ مُنَافِقٌ‏.
258. Ja’far bin Ahmad bin Sinan Al Qaththan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Daud menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami, dia berkata : Sufyan menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Amru dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Al Ja’d Adh-Dhamri, dia berkata:Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang meninggalkan (shalat) Jum’at sebanyak tiga kali tanpa ada udzur (alasan yang dibenarkan oleh syara), maka ia adalah orang munafiq” 580 [3:49]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110258)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ إِطْلاَقِ اسْمِ النِّفَاقِ عَلَى الْمُؤَخِّرِ صَلاَةَ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَكُونَ الشَّمْسُ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ
- -
أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ وَرْدَانَ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ‏:‏ دَخَلْتُ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَا وَصَاحِبٌ لِي، بَعْدَ الظُّهْرِ، فَقَالَ أَصَلَّيْتُمَا الْعَصْرَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَقُلْنَا‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَصَلِّيَا عِنْدَكُمَا فِي الْحُجْرَةِ‏.‏ فَفَرَغْنَا وَطَوَّلَ هُوَ، ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَيْنَا، فَكَانَ أَوَّلَ مَا كَلَّمَنَا بِهِ أَنْ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِينَ، يُمْهِلُ أَحَدُهُمْ حَتَّى إِذَا كَانَتِ الشَّمْسُ عَلَى قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً‏.
259. Isma’il bin Daud bin Wardan mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Isa bin Hammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Laits mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ajian dari Al Ala' bin Abdurrahman, dia berkata: Aku dan seorang sahabatku berkunjung ke rumah Anas bin Malik setelah waktu Zhuhur. Ia berkata, “Apakah kalian berdua telah melaksanakan shalat Ashar?” Dia berkata: Kami menjawab, “Belum.” Dia berkata, “Shalatlah di rumah kami, di ruangan kamar.” Kami pun dengan segera menyelesaikan shalat, sementara ia sendiri memperpanjang shalatnya. Kemudian ia datang menghampiri kami. Pertama kali yang ia katakan kepada kami adalah perkataan: Rasulullah SAW bersabda, ‘Itu adalah shalat orang-orang munafiq. Salah satu dari mereka menunda-nunda, hingga ketika matahari telah berada di atas dua tanduk syetan, ia pun berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan tergesa-gesa. Ia tidak mengingat Allah di dalam shalatnya itu kecuali hanya sedikit saja” 581 [3:49]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110259)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ هَذَا الْخَبَرَ تَفَرَّدَ بِهِ الْعَلاَءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى بِالْمَوْصِلِ، حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ وَحَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، أَنَّ حَفْصَ بْنَ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَنَسٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِصَلاَةِ الْمُنَافِقِينَ‏؟‏ يَدَعُ الْعَصْرَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، أَوْ عَلَى قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَ كَنَقَرَاتِ الدِّيكِ لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهِنَّ إِلاَّ قَلِيلاً‏.
260. Abu Ya’la di kota Moshul mengabarkan kepada kami, ia berkata: Harun bin Ma'ruf menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Usamah bin Zaid mengabarkan kepada kami, dan Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah. Ibnu Wahab kembali berkata: Usamah bin Zaid menceritakan kepadaku, bahwa Hafsh bin Ubaidillah bin Anas berkata : Aku mendengar Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang shalat orang-orang munafiq? Ia meninggalkan shalat Ashar,sehingga ketika (matahari) telah berada di antara kedua tanduk syetan, atau berada di atas tanduk syetan, ia pun berdiri dan mematuk (segera shalat) seperti patukan-patukan ayam jantan. Ia tidak mengingat Allah di dalam shalatnya kecuali hanya sedikit saja.” 582 [3:49]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110260)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ إِثْبَاتِ اسْمِ الْمُنَافِقِ عَلَى الْمُؤَخِّرِ صَلاَةَ الْعَصْرِ إِلَى اصْفِرَارِ الشَّمْسِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ قَالَ‏:‏ دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ بَعْدَ الظُّهْرِ فَقَامَ يُصَلِّي الْعَصْرَ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ صَلاَتِهِ ذَكَرْنَا تَعْجِيلَ الصَّلاَةِ أَوْ ذَكَرَهَا، فَقَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِينَ، تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِينَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَجْلِسُ أَحَدُهُمْ حَتَّى إِذَا اصْفَرَّتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، أَوْ عَلَى قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً‏.
261. Abu KhaJifah mengabarkan kepada kami, dia berkala: Alqa ’nabi menceritakan kepada kami, dari Malik dari Al Ala‘ bin Abdurrahman, dia berkata. Kami masuk ke rumah Anas setelah habis waktu Zhuhur. Lalu ia bangkit melaksanakan shalat Ashar. Setelah ia selesai dari shalat, dia mengingatkan kepada kami (agar) menyegerakan shalat atau ia mengingatkannya. Dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; “Itu adalah shalat orang-orang munafiq. Itu adalah shalat orang-orang munafiq. —tiga kali— Salah seorang di antara mereka duduk berleha-leha, hingga ketika matahari mulai menguning dan berada di antara dua tanduk syetan, atau di atas dua buah tanduk syetan, maka ia pun berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat (dengan tergesa-gesa). Ia tidak mengingat Allah padanya kecuali hanya sedikit.” 583 [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110261)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ تَأْخِيرَ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ يَقْرُبَ اصْفِرَارُ الشَّمْسِ صَلاَةُ الْمُنَافِقِينَ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْعَلاَءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فِي دَارِهِ بِالْبَصْرَةِ حِينَ انْصَرَفَ مِنَ الظُّهْرِ‏.‏، قَالَ‏:‏ وَدَارُهُ بِجَنْبِ الْمَسْجِدِ، فَلَمَّا دَخَلْنَا عَلَيْهِ، قَالَ‏:‏ صَلَّيْتُمُ الْعَصْرَ‏؟‏ قُلْنَا‏:‏ إِنَّمَا انْصَرَفْنَا السَّاعَةَ مِنَ الظُّهْرِ، قَالَ‏:‏ فَصَلُّوا الْعَصْرَ‏.‏ فَقُمْنَا فَصَلَّيْنَا الْعَصْرَ، فَلَمَّا انْصَرَفْنَا، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِينَ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا، لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً‏.
262. Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ali bin Hujr As-Sa’di menceritakan kepada kami, dia berkata: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Ala’ bin Abdurrahman bin Ya’qub menceritakan kepada kami, bahwa ia berkunjung ke rumah Anas bin Malik di Kota Bashrah setelah ia selesai melaksanakan shalat Zhuhur. Al Ala’ bin Abdurrahman berkata: Rumah Anas berada di samping masjid. Ketika kami telah memasuki rumahnya, ia bertanya, “Apakah kalian sudah melaksanakan shalat Ashar?” Kami menjawab, “(Belum), karena kami berangkat pada waktu Zhuhur.” Ia berkata, “Laksanakanlah shalat Ashar!". Lalu kami pun berdiri dan langsung melaksanakan shalat Ashar. Setelah kami selesai, dia berkata: Aku Mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Itu adalah shalat orang-orang munafiq. Ia duduk berleha-leha sambil mengawasi matahari. Hingga ketika matahari telah berada di antara dua tanduk syetan, ia pun berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan tergesa-gesa. Ia tidak mengingat Allah padanya kecuali hanya sedikit saja." 584 [5:7]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110262)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بُجَيْرٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلاَنَ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ مَوْلَى الْحُرَقَةِ، أَنَّهُ قَالَ‏:‏ دَخَلْتُ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَصَاحِبٌ لِي بَعْدَ الظُّهْرِ، فَقَالَ‏:‏ أَصَلَّيْتُمُ الْعَصْرَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَقُلْنَا‏:‏ لاَ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَصَلِّيَا عِنْدَنَا فِي الْحُجْرَةِ‏.‏ فَفَرَغْنَا، وَطَوَّلَ هُوَ، وَانْصَرَفَ إِلَيْنَا، فَكَانَ أَوَّلَ مَا كَلَّمَنَا بِهِ أَنْ قَالَ‏:‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِينَ، يَقْعُدُ أَحَدُهُمْ حَتَّى إِذَا كَانَتْ عَلَى قَرْنِ الشَّيْطَانِ، أَوْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً‏.
263. Umar bin Muhammad bin Bujair Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Isa bin Hammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Laits bin Sa’ad mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ajian dari Al Ala’ bin Abdurrahman bin Ya'qub, seorang maula (mantan budak) Huraqah, dia berkata: Aku dan seorang sahabatku berkunjung ke rumah Anas bin Malik setelah waktu Zhuhur. Ia berkata, “Apakah kalian berdua telah melaksanakan shalat Ashar?” Dia berkata: Kami menjawab, “Belum.” Dia berkata, “Shalatlah di rumah kami, di ruangan kamar.” Kami pun segera menyelesaikan shalat, sementara ia sendiri memperpanjang shalatnya. Kemudian ia datang menghampiri kami. Pertama kali yang ia katakan kepada kami adalah perkataan: Rasulullah SAW bersabda, “Itu adalah shalat orang-orang munafiq. Salah satu dari mereka duduk berleha-leha, hingga ketika matahari telah berada di atas tanduk syetan, atau berada di antara kedua tanduk syetan, ia pun berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan tergesa-gesa. Ia tidak mengingat Allah di dalam shalatnya itu kecuali hanya sedikit saja. 585 [5:7]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110263)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ وَصْفِ عِشْرَةِ الْمُنَافِقِ لِلْمُسْلِمِينَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْيَحْمَدِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، أَنَّهُ كَانَ يَقُصُّ بِمَكَّةَ وَعِنْدَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ وَعَبْدُ اللهِ بْنُ صَفْوَانَ وَنَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.‏ قَالَ عُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ‏:‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ الشَّاةِ بَيْنَ الْغَنَمَيْنِ، إِنْ مَالَتْ إِلَى هَذَا الْجَانِبِ نُطِحَتْ، وَإِنْ مَالَتْ إِلَى هَذَا الْجَانِبِ نُطِحَتْ‏.‏ قَالَ ابْنُ عُمَرَ‏:‏ لَيْسَ هَكَذَا‏.‏ فَغَضِبَ عُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ وَقَالَ‏:‏ تَرُدُّ عَلَيَّ‏؟‏ قَالَ‏:‏ إِنِّي لَمْ أَرُدَّ عَلَيْكَ، إِلاَّ أَنِّي شَهِدْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَالَ‏:‏ فَقَالَ‏:‏ عَبْدُ اللهِ بْنُ صَفْوَانَ‏:‏ فَكَيْفَ قَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ بَيْنَ الرَّبِيضَيْنِ، قَالَ‏:‏ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ، بَيْنَ الرَّبِيضَيْنِ، وَبَيْنَ الْغَنَمَيْنِ سَوَاءٌ، قَالَ‏:‏ كَذَا سَمِعْتُ، كَذَا سَمِعْتُ، كَذَا سَمِعْتُ‏.‏ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا سَمِعَ شَيْئًا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَعْدُهُ، وَلَمْ يَقْصُرْ دُونَهُ‏.
264. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Utbah bin Abdullah Al Yahmadi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Al Mubarak menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Suqah dari Abu Ja’far dari Ubaid bin Umair bahwa suatu ketika ia sedang menceritakan sebuah kisah di Kota Makkah. Dan di sana hadir Ibnu Umar, Abdullah bin Shafwan, dan beberapa orang dari kalangan sahabat Nabi S AW. Ubaid bin Umair berkata: Sesungguhnya Rasulullah SA W bersabda, 'Perumpamaan orang munaflq itu laksana kambing betina yang berada di antara dua ekor kambing Jantan (Al ghanamain). Jika la cenderung (menyukai) kepada sisi ini, niscaya la ditanduk. Sebaliknya Jika ia cenderung kepada yang lain, niscaya ia akan ditanduk.”
Ibnu Umar berkata, “Redaksi hadits yang sebenarnya bukan demikian.” Mendengar itu, Ubaid bin Umair marah. Ia pun berkata, “Apakah engkau ingin menolak (hadits)ku?” Ibnu Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud menolak (hadits)mu. Hanya saja aku menyaksikan langsung Rasulullah SAW mengucapkannya." Abdullah bin Shafwan berkata, “Apa yang beliau ucapkan, wahai Abu Abdurrahman?" Ibnu Umar menjawab, “Beliau mengatakan: baina Ar-rabiidhain (di antara dua kambing yang berkumpul di kandang)."
Abdullah bin Shafwan berkata, “Bukankah Ar-rabiidhain dan Al ghanamain itu sama?" Ibnu Umar menjawab, “Demikian yang aku dengar. Demikian yang aku dengar. Demikian yang aku dengar "
Ibnu Umar apabila mendengar sesuatu (hadits) dari Rasulullah SAW, maka ia tidak melebih-lebihkan dan tidak pula menguranginya. 586 [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110264)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصِّفَاتِ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الذُّهْلِيُّ، حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ عِمْرَانَ التُّجِيبِيُّ، عَنْ أَبِي يُونُسَ مَوْلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَاسْمُهُ سُلَيْمُ بْنُ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ قَالَ فِي هَذِهِ الآيَةِ‏:‏ ‏{‏إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا‏}‏ إِلَى قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا‏}‏ ‏:‏ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ إِبْهَامَهُ عَلَى أُذُنِهِ، وَأُصْبَعَهُ الدَّعَّاءَ عَلَى عَيْنِهِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ أَرَادَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضْعِهِ أُصْبُعَهُ عَلَى أُذُنِهِ وَعَيْنِهِ تَعْرِيفَ النَّاسِ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ لاَ يَسْمَعُ بِالْأُذُنِ الَّتِي لَهَا سِمَاخٌ وَالْتِوَاءٌ، وَلاَ يُبْصِرُ بِالْعَيْنِ الَّتِي لَهَا أَشْفَارٌ وَحَدَقٌ وَبَيَاضٌ، جَلَّ رَبُّنَا وَتَعَالَى عَنْ أَنْ يُشَبَّهَ بِخَلْقِهِ فِي شَيْءٍ مِنَ الأَشْيَاءِ، بَلْ يَسْمَعُ وَيُبْصِرُ بِلاَ آلَةٍ كَيْفَ يَشَاءُ‏.‏
265, Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata; Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli menceritakan kepada kami, dia berkata; AJ Muqri’ menceritakan kepada kami, dia berkata; Harmalah bin Imran At-Tujibi menceritakan kepada kami, dari Abu Yunus, maula (mantan budak) Abu Hurairah,—namanya adalah Sulaim bin Jubair—dari Abu Hurairah bahwa dia berkata berkenaan dengan ayat; “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,” hingga firman Allah; “Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. An-Nisaa' [4]: 58) Aku melihat Nabi Muhammad SAW meletakkan ibu jarinya di atas telinga, dan jari jemarinya yang selalu banyak berdo’a di matanya,” 587 [3:37]
Abu Hatim berkata; Maksud dan perbuatan Nabi SAW yarg meletakkan jari-jemari di telinga dan mata, sejatinya hendak memberitahukan kepada segenap manusia bahwa Allah SWT tidak mendengar dengan menggunaka telinga yang memiliki daun telinga dan lekukan. Allahh tidak melihat dengan mata yang memiliki tepian, kelopak, dan bola mata. Maha Tinggi dan Maha Suci Tuhan kita dari menyerupai makhluk-Nya dalam hal sekecil apapun. Akan tetapi, Allah mendengar dan melihat tanpa cara, sebagaimana yang Dia kehendaki.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110265)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصِّفَاتِ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنَامُ، وَلاَ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ، يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ، يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ اللَّيْلِ، وَعَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ النَّهَارِ، حِجَابُهُ النُّورُ، لَوْ كُشِفَ طَبَقُهَا أَحْرَقَ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ كُلَّ شَيْءٍ أَدْرَكَهُ بَصَرُهُ، وَاضِعٌ يَدَهُ لِمُسِيءِ اللَّيْلِ لِيَتُوبَ بِالنَّهَارِ، وَلُمُسِيءِ النَّهَارِ لِيَتُوبَ بِاللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا‏.
266. Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Al Ala‘ bin Al Musayyab dari Amru bin Munah dari Abu Ubaidah bin Abdillah dari Abu Musa, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak pernah tidur dan tidak pantas untuk tidur. Dia merendahkan dan meninggikan timbangan amal. Diserahkan kepada-Nya amal perbuatan yang dilakukan manusia di siang hari sebelum malam tiba. Dan diserahkan kepada-Nya amal perbuatan yang dilakukan manusia di malam hari sebelum siang tiba. Tirai penutup-Nya adalah cahaya. Seandainya tingkatan cahaya itu dibuka, niscaya kesucian Dzat-Nya akan membakar segala sesuatu yang bisa ditembus oleh penglihatan-Nya. Dia selalu membuka tangan-Nya bagi orang yang melakukan kesalahan di malam hari untuk bertaubat di siang hari, dan melakukan kesalahan di siang hari untuk bertaubat di malam hari. Hingga matahari terbit dari arah barat.” 588 [3:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110266)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصِّفَاتِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ كُلَّ صِفَةٍ إِذَا وُجِدَتْ فِي الْمَخْلُوقِينَ كَانَ لَهُمْ بِهَا النَّقْصُ، غَيْرُ جَائِزٍ إِضَافَةُ مِثْلِهَا إِلَى الْبَارِي جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى ثَقِيفٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى‏:‏ كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ أَنْ يُكَذِّبَنِي، وَيَشْتُمُنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَشْتُمَنِي، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ‏:‏ لَنْ يُعِيدَنِي كَمَا بَدَأَنِي، أَوَ لَيْسَ أَوَّلُ خَلْقٍ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ‏:‏ اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا‏.‏ وَأَنَا اللَّهُ الأَحَدُ الصَّمَدُ، لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفُوًا أَحَدٌ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَوَ لَيْسَ أَوَّلُ خَلْقٍ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ‏؟‏ فِيهِ الْبَيَانُ الْوَاضِحُ أَنَّ الصِّفَاتِ الَّتِي تُوقِعُ النَّقْصَ عَلَى مَنْ وُجِدَتْ فِيهِ، غَيْرُ جَائِزٍ إِضَافَةُ مِثْلِهَا إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، إِذِ الْقِيَاسُ كَانَ يُوجِبُ أَنْ يُطْلِقَ بَدَلَ هَذِهِ اللَّفْظَةِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ، بِأَصْعَبَ عَلَيَّ، فَتَنَكَّبَ لَفْظَةَ التَّصْعِيبِ إِذْ هِيَ مِنْ أَلْفَاظِ النَّقْصِ، وَأُبْدِلَتْ بِلَفْظِ التَّهْوِينِ الَّذِي لاَ يَشُوبُهُ ذَلِكَ‏.
267. Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim, maula (pemimpin) Tsaqif, mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Rafi ‘ menceritakan kepada kami, dia berkata: Syabahah menceritakan kepada kami, dia berkata Warqa’ menceritakan kepada kami, dari Abu Az-Zinad dari AJ A’raj dari Abu Hurairab dari Nabi SAW, beliau bersabda. Allah - Maha Suci dan Maha Tinggi-berfirman; ‘Anak cucu Adam belah mendustakan Ku, padahal tidak pantas baginya mendustakan Ku Anak cucu Adam telah mencaci Ku, padahal tidak pantas baginya mencaci-Ku Ada pun pendustaan yang ia lakukan kepada Ku adalah ucapannya : Allah tidak akan neenghidupkanku (setelah mati), sebagaimana Dia telah menciptakanku (Padahal) Tiadalah awal penciptaan makhluk, lebih mudah bagi Ku daripada menghidupkannya kembali? Adapun caci makxnya terhadap-Ku adalah ucapannya: Allah mempunyai anak., sedangkan Aku adalah Alalah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu Aku tidak, beranak dan. tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Ku.” 589 [3:68]
Abu Hatim RA berkata: Pada sabda Rasulullah SAW, “(Padahal) Tiadalah awal penciptaan makhluk lebih mudah bagiku daripada menghidupkannya kembali?” terdapat sebuah penjelasan yang sangat nyata bahwa sifat-sifat yang penuh kekurangan yang terdapat pada makhluk tidak boleh dinisbatkan seumpamanya kepada Allah Yang Maha Luhur dan Maha Tinggi. Sebab, secara qiyas meniscayakan penyebutan sebaliknya pada kalimat “lebih mudah”, yaitu dengan “lebih sulit.” Maka dihilangkan kalimat “sulit” karena termasuk berkonotasi kekurangan. Dan digantikan dengan lafazh “mudah” yang tidak tercampur dengan konotasi itu.”
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110267)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصِّفَاتِ - ذِكْرُ خَبَرٍ شَنَّعَ بِهِ أَهْلُ الْبِدَعِ عَلَى أَئِمَّتِنَا حَيْثُ حُرِمُوا التَّوْفِيقَ لِإِدْرَاكِ مَعْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْقَوَارِيرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرَمِيُّ بْنُ عُمَارَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ يُلْقَى فِي النَّارِ فَتَقُولُ‏:‏ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ، حَتَّى يَضَعَ الرَّبُّ جَلَّ وَعَلاَ قَدَمَهُ فِيهَا، فَتَقُولُ‏:‏ قَطْ قَطْ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ هَذَا الْخَبَرُ مِنَ الأَخْبَارِ الَّتِي أُطْلِقَتْ بِتَمْثِيلِ الْمُجَاوَرَةِ، وَذَلِكَ أَنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُلْقَى فِي النَّارِ مِنَ الْأُمَمِ وَالأَمْكِنَةِ الَّتِي عُصِيَ اللَّهُ عَلَيْهَا، فَلاَ تَزَالُ تَسْتَزِيدُ حَتَّى يَضَعَ الرَّبُّ جَلَّ وَعَلاَ مَوْضِعًا مِنَ الْكُفَّارِ وَالأَمْكِنَةِ فِي النَّارِ، فَتَمْتَلِئُ فَتَقُولُ‏:‏ قَطْ قَطْ، تُرِيدُ‏:‏ حَسْبِي حَسْبِي، لأَنَّ الْعَرَبَ تُطْلِقُ فِي لُغَتِهَا اسْمَ الْقَدَمِ عَلَى الْمَوْضِعِ، قَالَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ ‏{‏لَهُمْ قَدَمُ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ‏}‏، يُرِيدُ‏:‏ مَوْضِعَ صِدْقٍ، لاَ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ يَضَعُ قَدَمَهُ فِي النَّارِ، جَلَّ رَبُّنَا وَتَعَالَى عَنْ مِثْلِ هَذَا وَأَشْبَاهِهِ‏.‏
268. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Qawariri menceritakan kepada kami, dia berkata: Harami bin Umarah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi SAW beliau bersabda, "(Kelak) dilemparkan penghuni neraka ke dalam api neraka. Lalu neraka bertanya, ‘Masih adakah tambahan? Hingga Tuhan Yang Maha Luhur dan Maha Tinggi menaruh telapak kaki-Nya di neraka, neraka pun berkata, ‘Cukup, cukup’. 590 [3:67]
Abu Hatim berkata : Hadits ini termasuk khabar-khabar yang menggunakan pola tamtsil mujawarah (Majaz mursal min babi ithlaq asy sya’i wa iradati ma yujawiruhu: menyebutkan sesuatu dan yang dimaksud adalah apa yang berdekatan dengannya). Hal itu bahwa pada hari kiamat kelak akan dilempar ke dalam neraka para umat manusia dari berbagai golongan, berikut tempat-tempat yang dijadikan ajang kemaksiatan mereka. Neraka tetap saja meminta jatah tambahan. Hingga Allah menaruhkan pada suatu tempat dari orang-orang kafir nerikut negeri-negeri mereka di neraka sehingga menjadi penuh sesak. Ia berkata, “Qath, Qath,” maksudnya “Cukup, cukup”. Demikian karena orang Arab kerap mengucapkan lafazh “Al Qadam” dengan arti “tempat”. Allah berfirman, “لَهُمْ قَدَمَ صِدْقِ عِنْدَ رَبِّهِمْ” maksudnya “mereka mempunyai tempat yang tinggi di sisi T uhan”. Hadits di atas bukan berartl Allah menaruh telapak kaki-Nya ke dalam neraka dalam arti yang sesungguhnya. Allah Maha Suci dan Maha Tinggi dari sifat yang serupa dengan sifat tersebut. 591
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110268)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصِّفَاتِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ هَذِهِ الأَلْفَاظَ مِنْ هَذَا النَّوْعِ أُطْلِقَتْ بِأَلْفَاظِ التَّمْثِيلِ وَالتَّشْبِيهِ عَلَى حَسَبِ مَا يَتَعَارَفُهُ النَّاسُ فِيمَا بَيْنَهُمْ، دُونَ الْحُكْمِ عَلَى ظَوَاهِرِهَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ، بِنَسَا، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَفَّانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ يَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ‏:‏ يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي، فَيَقُولُ‏:‏ يَا رَبِّ، وَكَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلاَنًا مَرِضَ، فَلَمْ تَعُدْهُ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي‏؟‏ وَيَقُولُ‏:‏ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي، فَيَقُولُ‏:‏ يَا رَبِّ، كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي‏؟‏ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي، فَيَقُولُ‏:‏ يَا رَبِّ، وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ عَبْدِي فُلاَنًا اسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمْهُ‏؟‏ أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي‏.‏
269. Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Wisuf di daerah Nasa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al Hasan btn Muhammad Ash-Shabbth menceritakan kepada kami, dia berkata: Affan menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Tsabit mengabarkan kepada kami, dari Abu Rafi’ dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Allah SWT, bertanya kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Wahai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu tidak menjenguk-Ku? ’ Ia menjawab. ‘Wahai Tuhanku! bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?’ Allah berfirman, ‘Apakah kamu tidak tahu bahwa si fulan592, hamba-Ku. sedang sakit. Namun kamu tidak mau menjenguknya. Tidakkah kamu tahu seandainya kamu menjenguknya, niscaya kamu akan menemukan Aku di sana.’ Allah kembali bertanya; ‘Wahai anak adam! Aku meminta minum kepadamu. Lalu mengapa kamu tidak memberikan Aku minum.’ Sang hamba menjawab, ‘Wahai Tuhanku! Bagaimana aku memberikan Engkau air minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam? ‘Allah berfirman, ‘(Apakah kamu tidak tahu bahwa si fulan, hamba-Ku, sedang merasakan kehausan. Namun engkau tidak memberinya air). Padahal, seandainya saja kamu memberikan air minum, niscaya kamu akan menemukan itu di sisi-Ku.’ Kemudian Allah bertanya; ‘Wahai anak Adam! Aku meminta makan kepadamu, lalu kamu tidak mau memberi Aku makan.’ Sang hamba menjawab, ‘Wahai Tuhanku! Bagaimana aku memberi Engkau makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?’ Allah berfirman, ‘Tidakkah kamu tahu bahwa si fulan, hamba-Ku, meminta makanan kepadamu, lalu kamu tidak mau memberikannya makanan? Seandainya kamu memberikannnya makan, niscaya Engkau menemukan itu di sisi- Ku. 593 [3:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110269)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِيمَانِ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الصِّفَاتِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ هَذِهِ الأَخْبَارَ أُطْلِقَتْ بِأَلْفَاظِ التَّمْثِيلِ وَالتَّشْبِيهِ عَلَى حَسَبِ مَا يَتَعَارَفُهُ النَّاسُ بَيْنَهُمْ، دُونَ كَيْفِيَّتِهَا أَوْ وُجُودِ حَقَائِقِهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ أَبِي الْحُبَابِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا تَصَدَّقَ عَبْدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ طَيِّبًا، وَلاَ يَصْعَدُ إِلَى السَّمَاءِ إِلاَّ طَيِّبٌ إِلاَّ كَأَنَّمَا يَضَعُهَا فِي يَدِ الرَّحْمَنِ، فَيُرَبِّيهَا لَهُ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ وَفَصِيلَهُ، حَتَّى إِنَّ اللُّقْمَةَ أَوِ التَّمْرَةَ لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِثْلَ الْجَبَلِ الْعَظِيمِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِلاَّ كَأَنَّمَا يَضَعُهَا فِي يَدِ الرَّحْمَنِ يُبَيِّنُ لَكَ أَنَّ هَذِهِ الأَخْبَارَ أُطْلِقَتْ بِأَلْفَاظِ التَّمْثِيلِ دُونَ وُجُودِ حَقَائِقِهَا، أَوِ الْوُقُوفِ عَلَى كَيْفِيَّتِهَا، إِذْ لَمْ يَتَهَيَّأْ مَعْرِفَةُ الْمُخَاطَبِ بِهَذِهِ الأَشْيَاءِ إِلاَّ بِالأَلْفَاظِ الَّتِي أُطْلِقَتْ بِهَا‏.‏
270. Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami dia berkata: Ibrahim bin Basysyar menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ajlan dari Sa’id bin Yasar Abi Al Hubab dari Abu Hurairah, dia berkata: Abu Al Qasim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba mengeluarkan sedekah dari hasil usaha yang baik (halal) -dan Allah tidak pernah menerima kecuali yang baik dan tidak ada yang naik ke langit kecuali yang baik- kecuali seolah-olah ia sedang meletakkannya di tangan Allah Yang Maha Pengasih. Lalu Dia memeliharanya untuknya, seperti salah seorang dari kalian memelihara anak kuda yang masih kecil dan unta yang masih disapih oleh induknya. Hingga satu suap makanan atau satu butir kurma, pada hari kiamat nanti akan datang dalam wujud seperti gunung yang sangat besar.” 594 [3: 67]
Abu Hatim berkata “Sabda Rasulullah SAW; “kecuali seolah-olah ia sedang meletakkannya di tangan Allah Yang Maha Pengasih” menjelaskan kepada Anda bahwa hadits-hadits itu disampaikan dengan gaya bahasa perumpamaan yang sama sekali bukan untuk hakikat wujudnya, dan tidak usah mencari tahu tentang cara dan teknisnya. Hal itu, karena pengetahuan manusia tidak mempunyai potensi untuk memahami hal-hal itu kecuali dengan kalimat- kalimat yang digunakan tersebut.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110270)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ
-
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ اضْمَنُوا لِي سِتًّا أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ‏:‏ اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ‏.
271. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ar-Rabi’ Az-Zahrani menceritakan kepada kami, dia berkata: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Amru bin Abi Amru menceritakan kepada kami, dari Al Muththalib bin Hanthab dari Ubadah bin Ash>Shamit, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Berikan jaminan kepadaku enam perkara, niscaya aku akan menjamin surga bagi kalian; jujurlah kalian apabila berbicara, penuhilah apabila berjanji, tunaikanlah (amanah) jika kalian diberikan amanah, peliharalah kemaluan, jagalah pandangan mata, dan tahanlah tangan kalian (dari berbuat zhalim)." 595 [1:57]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110271)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ كِتْبَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ الْمَرْءَ عِنْدَهُ مِنَ الصِّدِّيقِينَ بِمُدَاوَمَتِهِ عَلَى الصِّدْقِ فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مَعْشَرٍ بِحَرَّانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، وَمَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لاَ يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَلاَ يَزَالُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا‏.‏
272. Al Husain bin Muhammad bin Abi Ma’syar mengabarkan kepada kami, di negeri Harran, dia berkata: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, dari Syu’bah dari Sulaiman dan Manshur dari Abu Wa’il dari Abdullah dari Nabi SAW, beliau bersabda,”Seseorang yang senantiasa jujur dan melestarikan kejujurannya hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai manusia jujur. (Seseorang yang senantiasa dusta dan melestarikan kedustaannya, hingga ia ditulis sebagai pendusta di sisi Allah.” 596 [1: 2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110272)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ رَجَاءِ دُخُولِ الْجِنَانِ لِلدَّوَامِ عَلَى الصِّدْقِ فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ الصِّدْقَ لَيَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا‏.‏
273. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Mansur dari Abu Wa’il dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kejujuran itu membimbing (pelakunya) kepada kebajikan. Dan sesungguhnya kebajikan itu membimbing ke surga. Sungguh seseorang senantiasa berperilaku jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai manusia jujur. Sebaliknya, perbuatan dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Sungguh, seseorang berperilaku dusta sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” 597 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110273)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَعَوُّدِ الصِّدْقِ، وَمُجَانَبَةِ الْكَذِبِ فِي أَسْبَابِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا‏.‏
274. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir mengabarkan kepada kami, dari Manshur dari Abu Wa’ il dari Abdullah, dia berkata: Rasululah SAW bersabda, “Kalian hendaklah selalu jujur karena Sesungguhnya kejujuran itu membimbing (pelakunya) kepada kebajikan Dan sesungguhnya kebajikan itu membimbing menuju surga. Sungguh seseorang senantiasa berperilaku jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai manusia jujur. Sebaliknya, perbuatan dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Sungguh, seseorang berperilaku dusta sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta." 598 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110274)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْحَقِّ، وَإِنْ كَرِهَهُ النَّاسُ
- -
أَخْبَرَنَا السَّامِيُّ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْبَزَّارُ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَلاَ لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ مَخَافَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِالْحَقِّ إِذَا رَآهُ‏.‏
275. As-Sami mengabarkan kepada kami, dia berkata: Khalaf bin Hisyam Al Bazzar menceritakan kepada kami, dia berkata: Khalid bin Abdullah menceritakan kepada kami, dari Al Jurairi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah! Ketakutan terhadap manusia jangan sekali-kali menghalangi salah seorang di antara kalian untuk mengatakan kebenaran jika ia telah melihatnya “ 599 [2: 16]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110275)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ رِضَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ عَمَّنِ الْتَمَسَ رِضَاهُ بِسَخَطِ النَّاسِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ الْجُعْفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيُّ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ وَاقِدٍ الْعُمَرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَأَرْضَى النَّاسَ عَنْهُ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ سَخَطَ اللَّهُ عَلَيْهِ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ‏.‏
276. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Umar Al Ju’fi menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman Al Muharabi menceritakan kepada kami, dari Utsman bin Waqid Al Umari dari ayahnya dari Muhamamd bin Al Munkadir dari Urwah dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mencari keridhaan Allah dengan perbuatan (baik) yang menimbulkan kebencian manusia, niscaya Allah meridhainya dan akan menanamkan keridhaan manusia kepadanya. Dan siapa yang mencari keridhaan manusia dengan perbuatan yang menimbulkan kebencian Allah, niscaya Allah membencinya dan akan menanamkan kebencian manusia kpadanya.” 600 [1: 2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110276)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ إِرْضَاءِ اللهِ عِنْدَ سَخَطِ الْمَخْلُوقِينَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ الْجُوزَجَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ وَاقِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ أَرْضَى اللَّهَ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ، وَمَنْ أَسْخَطَ اللَّهَ بِرِضَا النَّاسِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ‏.‏
277. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibrahim bin Ya’qub Al Juzajani menceritakan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Umar menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Waqid bin Muhammad dari Ibnu Abi Mulaikah dari Al Qasim dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membuat Allah ridha dengan perbuatan yang manusia benci, maka Allah mencukupkannya. Dan siapa yang membuat Allah benci dengan perbuatan yang manusia ridhai, niscaya Allah menyerahkan urusannya kepada manusia.“ 601 [3:69]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110277)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنِ السُّكُوتِ لِلْمَرْءِ عَنِ الْحَقِّ إِذَا رَأَى الْمُنْكَرَ أَوْ عَرَفَهُ، مَا لَمْ يُلْقِ بِنَفْسِهِ إِلَى التَّهْلُكَةِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ مَخَافَةُ النَّاسِ أَنْ يَتَكَلَّمَ بِحَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ عَرَفَهُ‏.‏ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ‏:‏ فَمَا زَالَ بِنَا الْبَلاَءُ حَتَّى قَصَرْنَا وَإِنَّا لَنَبْلُغُ فِي الشَّرِّ‏.‏
278. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata; Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami menceritakan kepada kami, dia berkata: Khalid bin Al Harits menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu‘bah menceritakan kepada kami, dari Qatadah dari Abu Nadhrah dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi SAW baliau bersabda, "Janganlah rasa takut terhadap manusia menghalangi salah seorang dari kalian untuk mengatakan kebenaran jika ia melihat atau mengetahuinya. 602 [2: 3]
Abu Sa’id berkata, “Kami terus menerus mendapatkan resiko (dalam mengatakan kebenaran) sampai kami tidak mampu menahannya. Dan kami sampai pada kesulitan.” 603
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110278)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَرْءَ يَرِدُ فِي الْقِيَامَةِ الْحَوْضَ عَلَى الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ الْحَقَّ عِنْدَ الأَئِمَّةِ فِي الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِيِّ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ‏:‏ خَمْسَةٌ وَأَرْبَعَةٌ، أَحَدُ الْفَرِيقَيْنِ مِنَ الْعَرَبِ، وَالآخَرُ مِنَ الْعَجَمِ، فَقَالَ‏:‏ اسْمَعُوا، أَوْ هَلْ سَمِعْتُمْ، إِنَّهُ يَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ، فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ، فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّي، وَلَسْتُ مِنْهُ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ‏.‏
279. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, dari Mis’ar dari Abi Hashin dari Asy- Sya’bi dari Ashim Al Adawi dari Ka’ab bin Ujrah, dia berkata: Suatu ketika, Rasulullah SAW keluar menemui kami. Saat itu kami berjumlah sembilan orang, berlima dan berempat Satu golongan terdiri dan orang Arab, sedangkan golongan yang lain dari kalangan non-Arab. Beliau bersabda, “Dengarkan oleh kalian, atau apakah kalian mendengar, bahwa sesunguhnya setelak aku (wafat), akan muncul para penguasa. Siapa yang berkunjung kepada mereka, lalu membenarkan mereka dengan kebohongan mereka dan membantu mereka terhadap kezhaliman mereka maka ia bukan termasuk golonganku, aku bukan bagian dari dirinya, dan tidak memperoleh aliran air telagaku. Dan siapa tidak membenarkan mereka dengan kebohongan mereka, dan tidak membantu kezhaliman mereka, niscaya ia termasuk golonganku dan aku adalah bagian dari dirinya. Dan kelak ia memperoleh air telagaku.” 604 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110279)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذكر رجاء تمكن المرء من رضوان الله جل وعلا في القيامة بقوله الحق عند الأئمة في الدنيا
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الأَشْعَثِ السِّجِسْتَانِيُّ أَبُو بَكْرٍ بِبَغْدَادَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ، قَالَ‏:‏ مَرَّ بِهِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَهُ شَرَفٌ، وَهُوَ جَالِسٌ بِسُوقِ الْمَدِينَةِ، فَقَالَ عَلْقَمَةُ‏:‏ يَا فُلاَنُ، إِنَّ لَكَ حُرْمَةً، وَإِنَّ لَكَ حَقًّا، وَإِنِّي قَدْ رَأَيْتُكَ تَدْخُلُ عَلَى هَؤُلاَءِ الْأُمَرَاءِ فَتَكَلَّمُ عِنْدَهُمْ، وَإِنِّي سَمِعْتُ بِلاَلَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ صَاحِبَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ، مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ، مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ‏.‏ قَالَ عَلْقَمَةُ‏:‏ انْظُرْ وَيْحَكَ مَاذَا تَقُولُ، وَمَاذَا تَكَلَّمُ بِهِ، فَرُبَّ كَلاَمٌ قَدْ مَنَعَنِي مَا سَمِعْتُهُ مِنْ بِلاَلِ بْنِ الْحَارِثِ‏.‏
280. Abdullah bin Sulaiman bin Al Asy’ats As-Sijistani Abu Bakar di Kota Baghdad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, dia berkala: Al Fadhl bin Musa menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amru dari Amru bin Alqamah dari Alqamah bin Waqqash bahwa seorang laki-laki terpandang dari kalangan penduduk Madinah melintas di hadapan Alqamah yang sedang duduk-duduk di pasar Kota Madinah. Alqamah berkata, “Wahai fulan! Engkau memiliki kehormatan dan engkau mempunyai hak. Aku sering melihatmu berkunjung ke rumah para pejabat-pejabat ini dan bercakap-cakap dengan mereka. Dan sesungguhnya aku mendengar Bilal bin Al Harits Al Muzani, seorang sahabat Rasulullah SAW berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh salah seorang dari kalian mengucapkan sebuah kalimat dari keridhaan Allah, sedang dia tidak pernah mengira dapat mencapai sebegitu jauh apa yang ia capai, sehingga dengannya Allah menuliskan keridhaan untuknya sampai tiba hari pertemuan dengan-Nya. Dan sungguh, salah seorang dari kalian yang mengucapkan sebuah kalimat dari kemurkaan Allah, sedang dia tidak pernah mengira dapat mencapai sebegitu jauh apa yang dia capai, sehingga dengannya Allah menuliskan kemurkaan untuknya sampai hari kiamat.” 605
Alqamah berkata : Engkau lihatlah kalimat apa yang kamu sampaikan! Apa yang selama ini kamu bicarakan. Betapa banyak ucapan yang urung aku sampaikan karena hadits yang aku dengar dari Bilal bin Al Harits ini [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110280)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ جَدِّي، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ بِلاَلَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ، مَا يَظُنُّ أَنَّهَا تَبْلُغُ مَا بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ، مَا يَظُنُّ أَنَّهَا تَبْلُغُ مَا بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللَّهُ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ‏.
281. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdah bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dia berkata, Muhammad bin Amru menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepadaku, dari kakekku, dia berkata: Aku mendengar Bilal bin Al Harits Al Muzani berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, salah seorang dari kalian mengucapkan sebuah kalimat dari keridhaan Allah, sedang dia tidak pernah mengira dapat mencapai sebegitu jauh apa yang ia capai, sehingga dengannya Allah menuliskan keridhaan untuknya sampai tiba hari pertemuan dengan-Nya. Dan sungguh, salah seorang dari kalian yang mengucapkan sebuah kalimat dari kemurkaan AUah, sedang dia tidak pernah mengira dapat mencapai sebegitu jauh apa yang dia capai, sehingga dengannya Allah menuliskan kemurkaan untuknya sampai tiba hari pertemuan dengan-Nya,” 606 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110281)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ نَفْيِ الْوُرُودِ عَلَى الْحَوْضِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، عَمَّنْ صَدَّقَ الْأُمَرَاءَ بِكَذِبِهِمْ
- -
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ سَلْمٍ الأَصْبَهَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِصَامِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِيِّ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ، وَبَيْنَنَا وِسَادَةٌ مِنْ أَدَمٍ، فَقَالَ‏:‏ سَيَكُونُ مِنْ بَعْدِي أُمَرَاءُ، فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ، فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ، وَلاَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ‏.‏ أَبُو حَصِينٍ‏:‏ عُثْمَانُ بْنُ عَاصِمٍ قَالَهُ الشَّيْخُ‏.‏
282. Ali bin Al Hasan bin Salm Al Ashbahani mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Isham bin Yazid menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Hashin dari Asy-Sya’bi dari Ashim Al Adawi dari Ka’ab bin Ujrah, dia berkata : Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menemui kami. Saat itu kami berjumlah sembilan orang dan terdapat bantal yang terbuat dari kulit di tengah-tengah kami. Lalu Rasulullah SAW bersabda “Kelak, setelah aku (wafat), akan muncul para penguasa. Siapa yang berkunjung kepada mereka, lalu membenarkan mereka dengan kebohongan mereka dan membantu mereka terhadap kezhaliman mereka, maka ia bukan termasuk golonganku, aku bukan bagian darinya, dan tidak memperoleh aliran air telagaku. Dan siapa yang tidak mengunjungi mereka, sehingga tidak membenarkan mereka dengan kebohongan mereka, dan tidak membantu kezaliman mereka, niscaya ia termasuk golonganku dan aku adalah bagian darinya. Dan kelak ia akan memperoleh air telagaku” 607 [3:69]
Abu Hashin adalah Utsman bin Ashim. Demikianlah diungkapkan oleh Syaikh Ibnu Hibban.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110282)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ نَفْيِ الْوُرُودِ عَلَى حَوْضِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَمَّنْ أَعَانَ الْأُمَرَاءَ عَلَى ظُلْمِهِمْ أَوْ صَدَّقَهُمْ فِي كَذَبِهِمْ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا الْمُلاَئِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِيِّ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ جُلُوسٌ عَلَى وِسَادَةٍ مِنْ أَدَمٍ، فَقَالَ‏:‏ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ، فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ، وَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ، وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ‏.‏ الْمُلاَئِيُّ هُوَ أَبُو نُعَيْمٍ الْفَضْلُ بْنُ دُكَيْنٍ‏.
283. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali menceritakan kepada kami, dia berkata; Al Mula'i mengabarkan kepada kami. dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Hashin dari Asy Sya’bi dari Ashim Al Adawi dari Ka'ab bin Ujrah, dia berkata: Rasulullah SAW keluar menemui kami ketika kami sedang duduk-duduk di atas bantal yang terbuat dari kulit. Beliau bersabda "Kelak, seteluh aku (wafat). akan muncul para penguasa. Siapa yang berkunjung kepada mereka, lalu membenarkan mereka dengan kebohongan mereka dan membantu mereka terhadap kezhaliman mereka, maka ia bukan termasuk golonganku, aku bukan bagian darinya, dan tidak memperoleh aliran air telagaku, Dan siapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka, dan tidak membantu kezhallman mereka, niscaya la termasuk golonganku dan aku adalah bagian dari dirinya, Dan kelak la akan memperoleh air telagaku," 608 [2:109]
Dan Al Mula'i adalah Abu Nu'aim Al Fadhl bin Dukain.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110283)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ تَصْدِيقِ الْأُمَرَاءِ بِكَذِبِهِمْ وَمَعُونَتِهِمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، إِذْ فَاعِلُ ذَلِكَ لاَ يَرِدُ الْحَوْضَ عَلَى الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعَاذَنَا اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذِ بْنِ مُعَاذٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ أَبِي صَغِيرَةَ أَبُو يُونُسَ الْقُشَيْرِيُّ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ خَبَّابٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا قُعُودًا عَلَى بَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَخَرَجَ عَلَيْنَا، فَقَالَ‏:‏ اسْمَعُوا، قُلْنَا‏:‏ قَدْ سَمِعْنَا، قَالَ‏:‏ اسْمَعُوا، قُلْنَا‏:‏ قَدْ سَمِعْنَا، قَالَ‏:‏ اسْمَعُوا، قُلْنَا‏:‏ قَدْ سَمِعْنَا، قَالَ‏:‏ إِنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ، فَلاَ تُصَدِّقُوهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَلاَ تُعِينُوهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، لَمْ يَرِدْ عَلَيَّ الْحَوْضَ‏.‏
284. Abu Ya'la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Mu'adz bin Mu’adz menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Hatim bin Abi Shaghirah Abu Yunus Al Qusyairi menceritakan kepada kami, dari Simak bin Harb dari Abdullah bin Khabbab dari ayahnya, dia berkata: Kami duduk-duduk di depan pintu rumah Rasululalh SAW. Lalu beliau keluar menemui kami. Beliau berkata, “Dengarkan oleh kalian semua!” Kami pun menjawab, “Kami mendengarkan.” Beliau berkata, “Dengarkan oleh kalian semua." Kami pun menjawab, “Kami mendengarkan.” Beliau berkata, “ Dengarkan oleh kalian semua.” Kami pun menjawab, “Kami mendengarkan.” Lalu Beliau bersabda, "Kelak setelah aku (wafat), akan muncul penguasa-penguasa. Maka jangan sekali-kali kalian membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezhaliman mereka. Karena sesungguhnya orang yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezhaliman mereka, niscaya ia tidak akan memperoleh air telagaku." 609 [2:3]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110284)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ أَنْ يُصَدِّقَ الْمَرْءُ الْأُمَرَاءَ عَلَى كَذِبِهِمْ أَوْ يُعِينَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ
- -
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ سَلْمٍ الأَصْبَهَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِصَامِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ مُرَّةَ بْنِ عَجْلاَنَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِيِّ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ تِسْعَةٌ وَبَيْنَنَا وِسَادَةٌ مِنْ أَدَمٍ، فَقَالَ‏:‏ إِنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ، فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ، وَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ، وَلاَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ‏.
285. Ali bin Al Hasan bin Salm Al Ashbahani mengabarkan kepada kami, dia berkata Muhammad bin Isham bin Yazid bin Murrah bin Ajlan menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Hashin dari Asy- Sya’bi dari Ashim Al Adawi dari Ka’ab bin Ujrah, dia berkata: Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menemui kami, kami berjumlah sembilan orang, saat itu kami duduk-duduk di atas bantal yang terbuat dari kulit Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Kelak, setelah aku (wafat), akan muncul para penguasa. Siapa yang berkunjung kepada mereka, lalu membenarkan mereka dengan kebohongan mereka dan membantu kezhaliman mereka, maka ia bukan termasuk golonganku, aku bukan bagian dari dirinya,dan tidak memperoleh aliran air telagaku. Dan siapa yang tidak mengunjungi mereka, sehingga tidak membenarkan mereka dengan kebohongan mereka, dan tidak membantu kezhaliman mereka, niscaya ia termasuk gologanku dan aku adalah bagian dari dirinya. Dan kelak ia akan memperoleh air telagaku.”610 [2:61]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110285)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ التَّغْلِيظِ عَلَى مَنْ دَخَلَ عَلَى الْأُمَرَاءِ يُرِيدُ تَصْدِيقَ كَذِبِهِمْ وَمَعُونَةَ ظُلْمِهِمْ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُقَدَّمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ سَيَكُونُ مِنْ بَعْدِي أُمَرَاءُ يَغْشَاهُمْ غَوَاشٍ مِنَ النَّاسِ، فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَأَنَا مِنْهُ بَرِيءٌ، وَهُوَ مِنِّي بَرِيءٌ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ مِنِّي‏.‏
286. Ahmad bin Ali Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Muqaddami menceritakan kepada kami, dia berkata: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, dia berkata: ayahku mengabarkan kepadaku, dari Qatadah dari Sulaiman bin Abi Sulaiman dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Kelak, setelah aku (wafat), akan muncul para penguasa. Mereka dikerumuni oleh manusia. 611 Siapa yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezhalimannya, maka aku berlepas diri darinya, dan dia berlepas diri dariku. Dan siapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu kezhalimannya, niscaya aku adalah bagian dari dirinya dan dia adalah bagian dari diriku'' 612 [3:51]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110286)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ إِيجَابِ سَخَطِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِلدَّاخِلِ عَلَى الْأُمَرَاءِ الْقَائِلِ عِنْدَهُمْ بِمَا لاَ يَأْذَنُ بِهِ اللَّهُ وَلاَ رَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سَعِيدٍ الطَّاحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَهُ جُلُوسًا فِي السُّوقِ، فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَهُ شَرَفٌ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ يَا ابْنَ أَخِي، إِنَّ لَكَ حَقًّا، وَإِنَّكَ لَتَدْخُلُ عَلَى هَؤُلاَءِ الْأُمَرَاءِ، وَتَكَلَّمُ عِنْدَهُمْ، وَإِنِّي سَمِعْتُ بِلاَلَ بْنَ الْحَارِثِ صَاحِبَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، وَلاَ يَرَاهَا بَلَغَتْ حَيْثُ بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا رِضَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَاهَا بَلَغَتْ حَيْثُ بَلَغَتْ، يَكْتُبُ اللَّهُ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ، فَانْظُرْ يَا ابْنَ أَخِي مَا تَقُولُ، وَمَا تَكَلَّمُ، فَرُبَّ كَلاَمٍ كَثِيرٍ قَدْ مَنَعَنِي مَا سَمِعْتُ مِنْ بِلاَلِ بْنِ الْحَارِثِ‏.
287. Bakar bin Ahmad bin Sa’id Ath-Thahi 613 mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Yahya Al Azdi614 menceritakan kepada kami, dia berkata : Yazid binHarun menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amru bin Alqamah, dari ayahnya, dari kakeknya. Amru bin Alqamah berkata: Kami sedang duduk di sebuah toko bersama Alqamah. Tiba-tiba seorang laki-laki terpandang dari kalangan penduduk Madinah melintas di hadapannya. Diapun berkata kepadanya, “Wahai anak saudaraku, Engkau memiliki kehormatan dan engkau mempunyai hak. Dan kamu sungguh selalu berkunjung ke rumah para pejabat pejabat ini dan bercakap-cakap dengan mereka Dan sesungguhnya aku mendengar Bilal bin Al Harits, seorang sahabat Rasulullah SAW, berkata Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat, sedang dia tidak pernah diperlihatkan dapat mencapai sebegitu jauh apa yang ia capai, dengannya Allah menuliskan keridhaan untuknya sampai tiba hari kiamat. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat, sedang ia tidak pernah diperlihatkan kepadanya dapat mencapai sebegitu jauh apa yang dia capai, dengannya Allah menuliskan kemurkaan untuknya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” Coba engkau pikirkan wahai putera saudaraku! Apa yang selama ini kamu ucapkan dan engkau katakan. Betapa banyak ucapan yang urung aku sampaikan karena hadits yang aku dengar dari Bilal bin Al Harits ini. 615 [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110287)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الاِسْتِحْبَابِ لِلْمَرْءِ أَنْ يَأْمُرَ بِالْمَعْرُوفِ مَنْ هُوَ فَوْقَهُ وَمِثْلَهُ وَدُونَهُ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا إِذَا كَانَ قَصْدُهُ فِيهِ النَّصِيحَةَ دُونَ التَّعْيِيرِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لِلْحَسَنِ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ هُوَ ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْزَةَ بْنِ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَّمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلاَّمٍ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَمَّا أَرَادَ هُدَى زَيْدِ بْنِ سَعْنَةَ، قَالَ زَيْدُ بْنُ سَعْنَةَ‏:‏ إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مِنْ عَلاَمَاتِ النُّبُوَّةِ شَيْءٌ إِلاَّ وَقَدْ عَرَفْتُهَا فِي وَجْهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ نَظَرْتُ إِلَيْهِ، إِلاَّ اثْنَتَيْنِ لَمْ أَخْبُرْهُمَا مِنْهُ‏:‏ يَسْبِقُ حِلْمُهُ جَهْلَهُ، وَلاَ يَزِيدُهُ شِدَّةُ الْجَهْلِ عَلَيْهِ إِلاَّ حِلْمًا، فَكُنْتُ أَتَلَطَّفُ لَهُ لأَنْ أُخَالِطَهُ فَأَعْرِفَ حِلْمَهُ وَجَهْلَهُ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَخَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْحُجُرَاتِ، وَمَعَهُ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ عَلَى رَاحِلَتِهِ كَالْبَدَوِيِّ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، قَرْيَةُ بَنِي فُلاَنٍ قَدْ أَسْلَمُوا وَدَخَلُوا فِي الإِسْلاَمِ، وَكُنْتُ أَخْبَرْتُهُمْ أَنَّهُمْ إِنْ أَسْلَمُوا أَتَاهُمُ الرِّزْقُ رَغَدًا، وَقَدْ أَصَابَهُمْ شِدَّةٌ وَقَحْطٌ مِنَ الْغَيْثِ، وَأَنَا أَخْشَى، يَا رَسُولَ اللهِ، أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ الإِسْلاَمِ طَمَعًا كَمَا دَخَلُوا فِيهِ طَمَعًا، فَإِنْ رَأَيْتَ أَنْ تُرْسِلَ إِلَيْهِمْ مَنْ يُغِيثُهُمْ بِهِ فَعَلْتَ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَنَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى رَجُلٍ جَانِبَهُ، أُرَاهُ عُمَرُ، فَقَالَ‏:‏ مَا بَقِيَ مِنْهُ شَيْءٌ يَا رَسُولَ اللهِ‏.‏ قَالَ زَيْدُ بْنُ سَعْنَةَ‏:‏ فَدَنَوْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ لَهُ‏:‏ يَا مُحَمَّدُ، هَلْ لَكَ أَنْ تَبِيعَنِي تَمْرًا مَعْلُومًا مِنْ حَائِطِ بَنِي فُلاَنٍ إِلَى أَجْلِ كَذَا وَكَذَا‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ لاَ يَا يَهُودِيُّ، وَلَكِنْ أَبِيعُكَ تَمْرًا مَعْلُومًا إِلَى أَجْلِ كَذَا وَكَذَا، وَلاَ أُسَمِّي حَائِطَ بَنِي فُلاَنٍ، قُلْتُ‏:‏ نَعَمْ، فَبَايَعَنِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَطْلَقْتُ هِمْيَانِي، فَأَعْطَيْتُهُ ثَمَانِينَ مِثْقَالاً مِنْ ذَهَبٍ فِي تَمْرٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجْلِ كَذَا وَكَذَا، قَالَ‏:‏ فَأَعْطَاهَا الرَّجُلَ وَقَالَ‏:‏ اعْجَلْ عَلَيْهِمْ وأَغِثْهُمْ بِهَا‏.‏ قَالَ زَيْدُ بْنُ سَعْنَةَ‏:‏ فَلَمَّا كَانَ قَبْلَ مَحَلِّ الأَجَلِ بِيَوْمَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةٍ، خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةِ رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ، وَعُمَرُ، وَعُثْمَانُ وَنَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَلَمَّا صَلَّى عَلَى الْجَنَازَةِ دَنَا مِنْ جِدَارٍ فَجَلَسَ إِلَيْهِ، فَأَخَذْتُ بِمَجَامِعِ قَمِيصِهِ، وَنَظَرْتُ إِلَيْهِ بِوَجْهٍ غَلِيظٍ، ثُمَّ قُلْتُ‏:‏ أَلاَ تَقْضِينِي يَا مُحَمَّدُ حَقِّي‏؟‏ فَوَاللَّهِ مَا عَلِمْتُكُمْ بَنِي عَبْدَ الْمُطَّلِبِ بِمَطْلٍ، وَلَقَدْ كَانَ لِي بِمُخَالَطَتِكُمْ عِلْمٌ، قَالَ‏:‏ وَنَظَرْتُ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَعَيْنَاهُ تَدُورَانِ فِي وَجْهِهِ كَالْفَلَكِ الْمُسْتَدِيرِ، ثُمَّ رَمَانِي بِبَصَرِهِ وَقَالَ‏:‏ أَيْ عَدُوَّ اللهِ، أَتَقُولُ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَسْمَعُ، وَتَفْعَلُ بِهِ مَا أَرَى‏؟‏ فَوَالَّذِي بَعَثَهُ بِالْحَقِّ، لَوْلاَ مَا أُحَاذِرُ فَوْتَهُ لَضَرَبْتُ بِسَيْفِي هَذَا عُنُقَكَ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَى عُمَرَ فِي سُكُونٍ وَتُؤَدَةٍ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ إِنَّا كُنَّا أَحْوَجَ إِلَى غَيْرِ هَذَا مِنْكَ يَا عُمَرُ، أَنْ تَأْمُرَنِي بِحُسْنِ الأَدَاءِ، وَتَأْمُرَهُ بِحُسْنِ التِّبَاعَةِ، اذْهَبْ بِهِ يَا عُمَرُ فَاقْضِهِ حَقَّهُ، وَزِدْهُ عِشْرِينَ صَاعًا مِنْ غَيْرِهِ مَكَانَ مَا رُعْتَهُ‏.‏ قَالَ زَيْدٌ‏:‏ فَذَهَبَ بِي عُمَرُ فَقَضَانِي حَقِّي، وَزَادَنِي عِشْرِينَ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، فَقُلْتُ‏:‏ مَا هَذِهِ الزِّيَادَةُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَزِيدَكَ مَكَانَ مَا رُعْتُكَ، فَقُلْتُ‏:‏ أَتَعْرِفُنِي يَا عُمَرُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، فَمَنْ أَنْتَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ أَنَا زَيْدُ بْنُ سَعْنَةَ، قَالَ‏:‏ الْحَبْرُ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ نَعَمْ، الْحَبْرُ، قَالَ‏:‏ فَمَا دَعَاكَ أَنْ تَقُولَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُلْتَ، وَتَفْعَلُ بِهِ مَا فَعَلْتَ‏؟‏ فَقُلْتُ‏:‏ يَا عُمَرُ كُلُّ عَلاَمَاتِ النُّبُوَّةِ قَدْ عَرَفْتُهَا فِي وَجْهِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ نَظَرْتُ إِلَيْهِ إِلاَّ اثْنَتَيْنِ لَمْ أَخْتَبِرْهُمَا مِنْهُ‏:‏ يَسْبِقُ حِلْمُهُ جَهْلَهُ، وَلاَ يَزِيدُهُ شِدَّةُ الْجَهْلِ عَلَيْهِ إِلاَّ حِلْمًا، فَقَدِ اخْتَبَرْتُهُمَا، فَأُشْهِدُكَ يَا عُمَرُ أَنِّي قَدْ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا، وَأُشْهِدُكَ أَنَّ شَطْرَ مَالِي فَإِنِّي أَكْثَرُهَا مَالاً صَدَقَةٌ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ عُمَرُ‏:‏ أَوْ عَلَى بَعْضِهِمْ، فَإِنَّكَ لاَ تَسَعُهُمْ كُلَّهُمْ، قُلْتُ‏:‏ أَوْ عَلَى بَعْضِهِمْ‏.‏ فَرَجَعَ عُمَرُ وَزَيْدٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ زَيْدٌ‏:‏ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَآمَنَ بِهِ وَصَدَّقَهُ، وَشَهِدَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَشَاهِدَ كَثِيرَةً، ثُمَّ تُوُفِّيَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ مُقْبِلاً غَيْرَ مُدْبِرٍ‏.‏ رَحِمَ اللَّهُ زَيْدًا، قَالَ‏:‏ فَسَمِعْتُ الْوَلِيدَ، يَقُولُ‏:‏ حَدَّثَنِي بِهَذَا كُلِّهِ مُحَمَّدُ بْنُ حَمْزَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَّمٍ‏.‏
288. Hasan bin Sufyan dan Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah —lafazh hadits ini adalah riwayat Hasan bin Sufyan— mengabarkan kepada kami, mereka berdua berkata: Muhammad bin Al Mutawakkil —dan dia adalah Ibnu Abi As-Sari— menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Hamzah bin Yusuf bin Abdullah bin Salam menceritakan kepada kami, dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata: Abdullah bin Salam berkata: Suatu ketika Allah berkehendak memberikan kepada Za’id bin Sa’nah. Zaid bin Sa’nah berkata “Sesungguhnya tidak ada satupun tanda-tanda kenabian yang tersisa melainkan telah aku ketahui seluruhnya dari wajah Nabi Muhammad SAW saat aku melihatnya, kecuali ada dua tanda yang belum aku coba dari diri Beliau: Sifat tidak marah Beliau lebih mendahului ketidaktahuannya, dan tidak menambahnya suatu kebodohan yang bersangatan terhadapnya kecuali sifat tidak marahnya. Maka aku ingin bergaul ramah dengannya, sehingga aku bisa mengetahui kesabarannya dan ketidaktahuannya.
Zaid bin Sa’nah melanjutkan:Suatu ketika Rasulullah SAW keluar dari ruangannya dan Ali bin Abi Thalib bersamanya. Lalu seorang laki-laki seperti orang dari pedalaman Arab dengan menaiki kendaraan datang menghampiri nabi. Dia berkata, "Wahai Rasulullah, daerah Bani Fulan semuanya telah memeluk Islam. Dan aku telah khabarkan kepada mereka bahwa jika mereka masuk Islam, maka akan mendapatkan rejeki yang melimpah ruah. Dan mereka telah dilanda bencana dan kekeringan akibat tidak turun hujan. Dan Aku khawatir, wahai Rasulullah, mereka akan keluar dari Islam karena menginginkan sesuatu sebagaimana mereka memeluk Islam karena keinginan pada sesuatu. Maka seandainya engkau mempertimbangkan untuk mengutus orang untuk menolong mereka, engkau tentu melakukannya."
Lalu Rasulullah SAW memandang ke arah seorang laki-kaki yang berada di sampingnya. Aku lihat sepertinya laki-laki itu adalah Umar. Ia berkata "Tidak ada (harta) yang tersis disini, wahai Rasulullah!” Zaid bin Sa’nah melanjutkan: Lalu aku mendekati Nabi, seraya berkata kepadanya, “Wahai Muhammad, apakah engkau hendak ‘menjual’ kepadaku kurma dalam ukuran tertentu yang tertanam di kebun Bani Fulan, sampai batas waktu tertentu (yakni barang diberikan kemudian, tetapi ini tidak boleh karena membeli sesuatu yang tidak jelas di pohon)?” Beliau menjawab, “Tidak, wahai orang Yahudi Aku hanya ingin menjual kepadamu buah kurma tertentu sampai waktu tertentu. Namun aku tidak menentukan kebun Bani Fulan.” Aku pun menjawab, “Baik.”
Maka aku pun mengadakan transaksi jual beli dengan Rasulullah SAW. Aku langsung membuka kantung uang dan memberikan kepada beliau delapan puluh mitsqal emas sebagai harga untuk kurma seukuran tertentu sampai balas waktu tertentu. Lalu Beliau memberikan uang tersebut kepada laki-laki tadi. Beliau berkata, "Cepat berangkat kepada mereka dan bantu mereka (dengan uang itu).”
Zaid bin Sa’nah kembali melanjutkan: Dua hari atau tiga hari sebelum jatuh tempo (penyerahan kurma), Rasulullah SAW keluar untuk menshalatkan jenazah seorang laki-laki Anshar. Bersamanya Abu Bakar, Umar, Utsman dan para sahabat lainnya. Setelah selesai melaksanakan shalat jenazah, beliau mendekati sebuah tembok dan duduk di sana. Lalu aku mencengkram pakaiannya dan memandang kepadanya dengan wajah yang sangar. Aku berkata, “Wahai Muhammad, tidakkah engkau memenuhi hakku? Demi Allah! Aku belum pernah menemukan kalian, anak keturunanan Abdul Muththalib, yang menunda-nunda pembayaran utang.” Aku tahu dalam bergaul dengan kalian!” Dia berkata: Lalu aku mengarahkan pandangan ke arah Umar bin Al Khaththab. Kedua matanya berputar-putar di wajahnya laksana bintang yang bulat. Lalu ia melotot ke arahku. Ia berkata, “Hai musuh Allah! Kamu mengatakan kepada Rasulullah apa yang aku dengar, dan melakukan apa aku yang aku lihat?! Demi Dzat yang mengutusnya dengan membawa agama yang benar! Seandainya bukan karena apa yang aku kuatirkan luput darinya (kebenaran), niscaya sudah aku tebas lehermu dengan pedangku ini!” Dan Rasulullah memandang ke arah Umar dengan tenang dan lembut, beliau berkata, “Sesungguhnya kita lebih membutuhkan kepada selain ini darimu, wahai Umar! Bahwa kamu menyuruhku untuk memenuhi utang dengan baik dan menyuruhnya untuk menagih utang dengan baik! Berangkatlah bersamanya, wahai Umar! Dan bayarlah haknya. Dan tambahkan dua puluh sha' kurma selain haknya. sebagai pengganti sikapmu yang menimbulkan ketakutannya.”
Zaid bin Sa’nah melanjutkan: Lalu Umar pun berangkat dengan membawaku. Ia membayar penuh hakku dan menambahnya dengan dua puluh sha’ kurma. Aku pun bertanya, “Apa tambahan ini?” Umar menjawab, “Rasulullah menyuruhku untuk menambahkan atas hakmu sebagai pengganti dari sikapku yang menimbulkan rasa takutmu.” Aku bertanya kepadanya, “Wahai Umar! Apakah engkau mengenalku?” Umar menjawab, ‘Tidak! Memangnya siapa kamu?” Aku menjawab, “Aku adalah Zaid bin Sa’nah.” Umar bertanya. “Apakah kamu sang pendeta Yahudi?” Aku menjawab, “Benar, aku adalah pendeta Yahudi.” Umar bertanya, “Jadi apa yang mendorong kamu berkata kepada Rasulullah SAW apa yang telah kamu katakan dan bersikap terhadapnya dengan apa yang telah kamu lakukan?” Aku menjawab, “Wahai Umar! seluruh tanda-tanda kenabian telah aku kenali dari wajah Rasulullah SAW ketika aku memandang kepadanya. Hanya saja ada dua tanda yang yang belum aku uji pada diri Beliau: sifat tidak marahnya mendahului ketidaktahuannya, dan ketidaktahuannya hanya akan menambah sifat tidak marahnya.”
Kini aku sudah mengujinya. Maka, aku bersaksi di depanmu, wahai Umar, bahwa aku sungguh-sungguh ridha terhadap Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi. Aku bersaksi di depanmu bahwa separuh hartaku -aku adalah pendeta Yahudi yang paling banyak hartanya- sedekah kepada umat Muhammad SAW.” Umar berkata, “Mungkin kepada sebagian umat Muhammad! Karena kamu tidak akan mampu bersedekah kepada mereka semua.” Aku pun berkata, “Benar, kepada sebagian mereka!.”
Lalu Umar dan Zaid kembali menghadap Rasulullah SAW. Zaid berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.” Maka Zaid pun beriman kepada Rasulullah dan membenarkan ajarannya. Dia ikut berperang bersama Rasulullah dalam peperangan yang cukup banyak. Ia wafat pada waktu perang Tabuk, dengan maju ke depan, tanpa sedikit pun mundur.” 616
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Zaid bin San'ah. Dia (Ibnu Abi As-Sari) berkata: Aku mendengar Al Walid bin Mualim berkata; “Muhammad bin Hamzah meriwayatkan seluruh hadits ini dari ayahnya dari kakeknya dari Abdullah bin Salam.” [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110288)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ إِعْطَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ الآمِرَ بِالْمَعْرُوفِ ثَوَابَ الْعَامِلِ بِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ، فَقَالَ‏:‏ مَا عِنْدِي مَا أُعْطِيكَ، لَكِنِ ائْتِ فُلاَنًا، قَالَ‏:‏ فَأَتَى الرَّجُلَ، فَأَعْطَاهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ أَوْ عَامِلِهِ‏.‏
289. Muhammad bin Umar bin Yusuf mengabarkan kepada kami, ia berkata: Bisyr bin Khalid Al Askari menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dari Sulaiman, dia berkata: Aku mendengar Abu Amru Asy-Syaibani dari Abu Mas’ud, dia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Nabi. Ia meminta sesuatu kepada beliau. Beliau bersabda, “Aku tidak mempunyai sesuatu yang bisa aku berikan kepadamu. Akan tetapi, datanglah kepada si fulan.” Lalu ia pun datang kepada laki-laki tersebut dan ia memberinya. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, niscaya, ia akan memperoleh pahala yang setara dengan pahala pelakunya atau pelaksananya." 617 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110289)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنِ اسْتِحْلاَلِ النُّصْرَةِ عَلَى أَعْدَاءِ اللهِ الْكَفَرَةِ، بِالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ فِي دَارِ الإِسْلاَمِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ بْنِ هَانِئٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَعَرَفْتُ فِي وَجْهِهِ أَنْ قَدْ حَضَرَهُ شَيْءٌ، فَتَوَضَّأَ، وَمَا كَلَّمَ أَحَدًا، ثُمَّ خَرَجَ، فَلَصِقْتُ بِالْحُجْرَةِ أَسْمَعُ مَا يَقُولُ، فَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ لَكُمْ‏:‏ مُرُوا بِالْمَعْرُوفِ، وَانْهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ، قَبْلَ أَنْ تَدْعُونِي، فَلاَ أُجِيبُكُمْ، وَتَسْأَلُونِي فَلاَ أُعْطِيكُمْ، وَتَسْتَنْصِرُونِي فَلاَ أَنْصُرُكُمْ، فَمَا زَادَ عَلَيْهِنَّ حَتَّى نَزَلَ‏.
290. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Fudaik menceritakan kepada kami, dari Amru bin Utsman bin Hani‘ dari Ashim bin Umar bin Utsman dari Urwah dari Aisyah, dia berkata: Nabi SAW masuk ke ruanganku. Maka Aku tahu dari raut wajahnya bahwa beliau tengah mengalami sesuatu. Lalu beliau berwudhu dan tidak berbicara kepada siapapun. Kemudian beliau keluar. Maka aku menempelkan telinga di (dinding) kamar, mendengarkan apa yang sedang beliau katakan. Lalu beliau duduk di atas mimbar, dan menyampaikan pujian dan sanjungan kepada Allah. Kemudian berkata, “Wahai segenap manusia! Sesungguhnya Allah SWT berfirman kepada kalian: Serulah untuk berbuat kebajikan dan cegahlah kemungkaran. Jika, sebelum melakukannya, kalian berdoa kepada-Ku, niscaya Aku tidak mengabulkan doa kalian; kalian meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku tidak memberikan permintaan kalian; kalian meminta pertolongan kepada-Ku, maka Aku tidak menolong kalian.” Rasulullah SAW tidak menambahkan lebih dari ini sampai beliau turun (dari mimbar).” 619 [3:68]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110290)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ لُزُومِ الْغَيْرَةِ عِنْدَ اسْتِحْلاَلِ الْمَحْظُورَاتِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ، وَالْوَلِيدُ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ‏:‏ إِنَّهُ لاَ شَيْءَ أَغْيَرَ مِنَ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ‏.‏
291. Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Syu’aib dan Al Walid menceritakan kepada kami, mereka berdua berkata: Al Auza’i menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Abi Katsir dari Abu Salamah dari Urwah bin Az-Zubair dari Asma' binti Abu Bakar, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, ketika beliau di atas mimbar, “Tidak ada sama sekali yang paling dicemburui daripada Allah Yang Maha luhur dan Maha Tinggi." 620 [3:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110291)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ بِأَنَّ غَيْرَةَ اللهِ تَكُونُ أَشَدَّ مِنْ غَيْرَةِ أَوْلاَدِ آدَمَ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي الْقَعْنَبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ الْمُؤْمِنُ يَغَارُ، وَاللَّهُ أَشَدُّ غَيْرَةً‏.‏
292. Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al Qa’nabi menceritakan kepadaku, dia berkata: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al Ala’ dari ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin mempunyai rasa cemburu. Dan Allah lebih besar rasa cemburu-Nya.” 621 [3: 67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110292)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ وَصْفِ الشَّيْءِ الَّذِي مِنْ أَجْلِهِ يَكُونُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ أَشَدَّ غَيْرَةً
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ، وَالْمُؤْمِنُ يَغَارُ، فَغَيْرَةُ اللهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ عَلَيْهِ‏.‏
293. Ibou Salm mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepadaku, dia berkata: Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Auza’i menceritakan kepadaku, dari Yahya bin Abi Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan seorang mukmin itu cemburu. Cemburu Allah ketika seorang mukmin melakukan hal-hal yang Dia haramkan atasnya. 622 [3:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110293)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، وَعَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لَيْسَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنَ اللهِ، فَلِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ، وَلَيْسَ أَحَدٌ أَغْيَرَ مِنَ اللهِ، فَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ‏.‏
294. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir dan Abdah bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy dari Syaqiq dari Abdullah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tidak ada satu pun yang lebih mencintai pujian daripada Allah. Oleh sebab itu, Dia memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada satu pun yang lebih pencemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Dia mengharamkan perbuatan-perbuatan keji (zina)". 623 [3:67]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110294)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنِ الْغَيْرَةِ الَّتِي يُحِبُّهَا اللَّهُ وَالَّتِي يُبْغِضُهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنِ الْحَجَّاجِ الصَّوَّافِ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنِ ابْنِ عَتِيكٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ مِنَ الْغَيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ، وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللَّهُ، فَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُحِبُّ اللَّهُ فَالْغَيْرَةُ فِي اللهِ، وَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُبْغِضُ اللَّهُ فَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِ اللهِ، وَإِنَّ مِنَ الْخُيَلاَءِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ، وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللَّهُ، فَأَمَّا الْخُيَلاَءُ الَّتِي يُحِبُّ اللَّهُ أَنْ يَتَخَيَّلَ الْعَبْدُ بِنَفْسِهِ عِنْدَ الْقِتَالِ، وَأَنْ يَتَخَيَّلَ عِنْدَ الصَّدَاقَةِ، وَأَمَّا الْخُيَلاَءُ الَّتِي يُبْغِضُ اللَّهُ، فَالْخُيَلاَءُ لِغَيْرِ الدِّينِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ ابْنُ عَتِيكٍ هَذَا، هُوَ أَبُو سُفْيَانَ بْنُ جَابِرِ بْنِ عَتِيكِ بْنِ النُّعْمَانِ الأَشْهَلِيُّ، لأَبِيهِ صُحْبَةٌ‏.‏
295. Al Fahdhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, dia berkata: Musaddad bin Musarhad menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami, dari Al Hajjaj Ash-Sbawwaf dari Yahya bin Abi Katsir dari Muhammad bin Ibrahim At-Taimi dari Ibnu Atik Al Anshari dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya di antara sifat pencemburu, ada yang dicintai oleh Allah, dan ada pula yang dibenci oleh-Nya. Adapun sifat cemburu yang dicintai oleh Allah adalah cemburu pada (jalan) Allah. Adapun cemburu yang dibenci oleh Allah adalah cemburu pada selain (jalan) Allah. Dan di antara sikap tinggi diri ada yang dicintai oleh Allah, dan ada pula yang dibenci oleh-Nya. Adapun sikap tinggi diri yang dicintai oleh Allah adalah seseorang meninggikan dirinya (sombong) saat berperang dan tinggi diri saat bersedekah. Adapun sikap tinggi diri yang dibenci oleh Allah adalah tinggi karena selain agama.” 624
Abu Hatim berkata: [Ibnu ‘ Atik] 625 ini adalah Abu Sufyan bin Jabir bin Atik bin An-Nu’man Al Asyhali. Ayahnya adalah seorang sahabat Nabi.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110295)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ رَجَاءِ الأَمْنِ مِنْ غَضَبِ اللهِ لِمَنْ لَمْ يَغْضَبْ لِغَيْرِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى الْمَوْصِلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْمِصْرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، مَا يَمْنَعُنِي مِنْ غَضَبِ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ تَغْضَبْ‏.‏
296. Abu Ya laAlMaushili mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Isa Al Mashri menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Amru bin Al Harits mengabarkan kepadaku, dari Darraj dari Abdurahman bin Jubair dari Abdullah bin Amru, dia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa yang bisa menghalangi aku dari murka Allah?” Beliau menjawab, “Jangan marah.” 627 [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110296)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ وَصْفِ الْقَائِمِ فِي حُدُودِ اللهِ وَالْمُدَاهِنِ فِيهَا
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنْ مُغِيرَةَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، عَلَى مِنْبَرِنَا هَذَا، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَرَّغْتُ لَهُ سَمْعِي وَقَلْبِي، وَعَرَفْتُ أَنِّي لَنْ أَسْمَعَ أَحَدًا عَلَى مِنْبَرِنَا هَذَا يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللهِ وَالْمُدَاهِنُ فِي حُدُودِ اللهِ، كَمَثَلِ قَوْمٍ كَانُوا فِي سَفِينَةٍ فَاقْتَرَعُوا مَنَازِلَهُمْ، فَصَارَ مَهْرَاقُ الْمَاءِ وَمُخْتَلفُ الْقَوْمِ لِرَجُلٍ، فَضَجِرَ فَأَخَذَ الْقَدُومَ وَرُبَّمَا قَالَ‏:‏ الْفَأْسَ فَقَالَ أَحَدُهُمْ لِلآخَرِ‏:‏ إِنَّ هَذَا يُرِيدُ أَنْ يُغْرِقَنَا وَيَخْرِقُ سَفِينَتَكُمْ، وَقَالَ الآخَرُ‏:‏ دَعْهُ فَإِنَّمَا يَخْرِقُ مَكَانَهُ‏.‏ وَسَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ لَهَا الْجَسَدُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ لَهَا الْجَسَدُ كُلُّهُ‏.‏ وَسَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ الْمُؤْمِنُونَ تَرَاحُمُهُمْ وَلُطْفُ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ كَجَسَدِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، إِذَا اشْتَكَى بَعْضُ جَسَدِهِ أَلِمَ لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ‏.‏
297. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir bin Abdul Hamid menceritakan kepada kami, dari Mughirah dari Asy-Sya’bi, dia berkata: Aku mendengar An-Nu’man bin Basyir, berdiri di atas mimbar kita ini, berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. —Maka aku pun memusatkan pendengaran dan perhatianku dan aku tahu bahwa aku tidak pernah mendengar seseorang pun di atas mimbar kita ini mengatakan: Aku mendengar Rasulullah SAW— bersabda, “Perumpamaan orang yang melaksanakan aturan-aturan Allah dan orang yang melanggar aturan-aturan Allah (dan membiarkan pelanggaran) laksana suatu kaum berada di dalam sebuah kapal. Mereka mengadakan undian untuk menentukan tempat mereka. Lalu seseorang mendapatkan tempat di bagian curahan air dan tempat mondar-mandir seseorang di antara kaum. Sehingga dia merasa terganggu. Lalu dia mengambil beliung - barangkali beliau mengatakan kapak-. Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lain, ‘Orang itu hendak menenggelamkan kita dan melubangi kapal .’ Dan yang lain berkata,‘Biarkan dia! Dia hanya melubangi tempatnya’.”
Dan Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh (manusia) terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka tubuh pun akan baik. Namun jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan menjadi rusak."
Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang beriman itu, cinta kasih mereka dan perasaan sayang mereka kepada sebagian yang lain, laksana tubuh satu orang. Apabila sebagian anggota tubuh itu mengaduh sakit, maka seluruh tubuh pun ikut merasakan sakit.” 628 [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110297)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ تَمْثِيلِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاكِبَ حُدُودَ اللهِ وَالْمُدَاهِنَ فِيهَا مَعَ الْقَائِمِ بِالْحَقِّ بِأَصْحَابِ مَرْكَبٍ، رَكِبُوا لَجَّ الْبَحْرِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ الْمُدَاهِنُ فِي حُدُودِ اللهِ، وَالرَّاكِبُ حُدُودَ اللهِ، وَالآمِرُ بِهَا، وَالنَّاهِي عَنْهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا فِي سَفِينَةٍ مِنْ سُفُنِ الْبَحْرِ، فَأَصَابَ أَحَدُهُمْ مُؤَخَّرَ السَّفِينَةِ وَأَبْعَدَهَا مِنَ الْمِرْفَقِ، وَكَانُوا سُفَهَاءَ، وَكَانُوا إِذَا أَتَوْا عَلَى رِجَالِ الْقَوْمِ آذَوْهُمْ، فَقَالُوا‏:‏ نَحْنُ أَقْرَبُ أَهْلِ السَّفِينَةِ مِنَ الْمِرْفَقِ وَأَبْعَدُهُمْ مِنَ الْمَاءِ، فَتَعَالَوْا نَخْرِقْ دَفَّ السَّفِينَةِ ثُمَّ نَرُدَّهُ إِذَا اسْتَغْنَيْنَا عَنْهُ، فَقَالَ مَنْ نَاوَأَهُ مِنَ السُّفَهَاءِ‏:‏ افْعَلْ‏.‏ فَأَهْوَى إِلَى فَأْسٍ لِيَضْرِبَ بِهَا أَرْضَ السَّفِينَةِ، فَأَشْرَفَ عَلَيْهِ رَجُلٌ رُشَيْدٌ فَقَالَ‏:‏ مَا تَصْنَعُ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ نَحْنُ أَقْرَبُكُمْ مِنَ الْمِرْفَقِ وَأَبْعَدُكُمْ مِنْهُ، أَخْرِقُ دَفَّ السَّفِينَةِ، فَإِذَا اسْتَغْنَيْنَا عَنْهُ سَدَدْنَاهُ، فَقَالَ‏:‏ لاَ تَفْعَلْ، فَإِنَّكَ إِنْ فَعَلْتَ تَهْلِكُ وَنَهْلِكُ‏.‏
298. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Mutharrif dari Asy-Sya’bi dari An-Nu’man bin Basyir, dia berkata Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bermain-main dengan aturan-aturan Allah (melihat pelanggaran dan membiarkannya), orang yang melanggar aturan-aturan A!lah, orang yang menyeru kepada menaatinya dan yang melarang darinya. laksana suatu kaum yang menampang sebuah kapal di lautan dengan melakukan undian. Maka sebagian mereka ada yang mendapat tempat di bagian bawah kapal dan paling jauh letaknya dari tempat (curahan) air. Sementara mereka menjadi orang-orang yang bodoh, jika mendatangi kepada para pemuka kaum (demi memperoleh air), mereka mengganggunya (dengan mondar-mandir). Maka mereka berkata, 'Kami adalah penumpang kapal yang paling dekat dengan tempat (curahan) air tetapi yang paling jauh dari air. Oleh sebab itu, mari kita lubangi papan kapal ini, Kemudian kita kembali menutupnya setelah kebutuhan kita terpenuhi.’ Lalu berkata orang yang mendukungnya dari kalangan orang orang yang bodoh. ‘Lakukanlah!’ Dia pun hendak mengambil kapak untuk ia pukulkan ke lantai kapal. Lalu seorang laki laki yang bijak mendekatinya dan berkata, Apa yang kamu lakukan?‘ Dia menjawab, 'Kami paling dekat dengan tempat (curahan) air, sementara kalian paling jauh darinya, Aku melubangi papan kapal ini.Dan jika telah tercukupi, kami akan menutupnya.’ Laki-laki bijak tadi berkata, ‘Jangan lakukan! Sebab, apabila kamu melakukannya, niscaya kamu dan kita semua bisa binasa’.” .” 629 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110298)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ كِتْبَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ الصَّدَقَةَ لِمَنْ يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ، إِذَا تَعَرَّى فِيهِمَا عَنِ الْعِلَلِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ الْقُطَيْعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ عَلَى كُلِّ مَنْسِمٍ مِنْ بَنِي آدَمَ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ‏:‏ وَمَنْ يُطِيقُ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَالْحَمْلُ عَلَى الضَّعِيفِ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ‏.‏
299. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ma’marAl Qathi’i menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami, dari Simak dari Ikrimah, dari IbnuAbbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh persendian anak cucu Adam setiap harinya diwajibkan bersedekah.” Salah seorang laki-laki dari kaum berkata, “Siapa yang mampu melakukan itu?” Rasulullah SAW bersabda; “Menyeru kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, menuntun orang yang lemah adalah sedekah, seluruh langkah kaki yang diayunkan oleh salah seorang dari kalian untuk melakukan shalat adalah sedekah.” .” 630 [1: 2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110299)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْبِرِّ وَالإِحْسَانِ - بَابُ الصِّدْقِ وَالأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ - ذِكْرُ اسْتِحْقَاقِ الْقَوْمِ الَّذِينَ لاَ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ، وَلاَ يَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ عَنْ قُدْرَةٍ مِنْهُمْ عَلَيْهِ عُمُومَ الْعِقَابِ مِنَ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي يَقْدِرُونَ أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِمْ وَلاَ يُغَيِّرُوا، إِلاَّ أَصَابَهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ قَبْلَ أَنْ يَمُوتُوا‏.‏
300. Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Al Ahwas menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq dari Ubaidillah bin Jarir dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum yang di tengah mereka dilakukan berbagai kemaksiatan, sementara mereka mampu mengubahnya, tetapi mereka tidak mau mengubahnya, melainkan Allah akan menimpakan siksaan kepada mereka sebelum mereka meninggal dunia.” .” 631 [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110300)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan