Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban

‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الاِبْتِدَاءِ بِحَمْدِ اللهِ تَعَالَى - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ ابْتِدَاءِ الْحَمْدِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ فِي أَوَائِلِ كَلاَمِهِ عِنْدَ بُغْيَةِ مَقَاصِدِهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقَطَّانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ أَبِي الْعِشْرِينَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ قُرَّةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِحَمْدِ اللهِ، فَهُوَ أَقْطَعُ‏.
1. Husain bin Abdullah Al Qaththan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Ammar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Hamid bin Abu Isyrin menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Auza'i menceritakan kepada kami, dari Qurrah, dari Az-Zuhei, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda "Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan memuji Allah maka ia terputus (dari rahmat dan keberkahan)"[3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110001)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده ضعيف
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الاِبْتِدَاءِ بِحَمْدِ اللهِ تَعَالَى - ذِكْرُ الأَمْرِ لِلْمَرْءِ أَنْ تَكُونَ فَوَاتِحُ أَسْبَابِهِ بِحَمْدِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِئَلاَّ تَكُونَ أَسْبَابُهُ بَتْرًا
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْقَطَّانُ أَبُو عَلِيٍّ بِالرَّقَّةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ قُرَّةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِحَمْدِ اللهِ، أَقْطَعُ‏.
2. Husain bin Abdullah bin Yazid Al Qaththan Abu Ali di Raqqah mengabarkan kepada kami, di aberkata : Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, dia berkata:Syu'aib bin Ishaq menceritakan kepada kami, dari Al Auza'i, dari Qurrah, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda "Setiap Perkara penting yang di dalamnya tidak dimulai dengan memuji Allah, maka dia terputus (dari rahmat dan keberkahan." [1:92]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110002)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده ضعيف
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا
-
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا بُرَيْدٌ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَتَى قَوْمَهُ، فَقَالَ‏:‏ يَا قَوْمِ، إِنِّي رَأَيْتُ الْجَيْشَ، وَإِنِّي أَنَا النَّذِيرُ، فَأَطَاعَهُ طَائِفَةٌ مِنْ قَوْمِهِ، فَانْطَلَقُوا عَلَى مَهْلِهِمْ فَنَجَوْا، وَكَذَّبَهُ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ، فَأَصْبَحُوا مَكَانَهُمْ، فَصَبَّحَهُمُ الْجَيْشُ وَأَهْلَكَهُمْ وَاجْتَاحَهُمْ، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ أَطَاعَنِي، وَاتَّبَعَ مَا جِئْتُ بِهِ، وَمَثَلُ مَنْ عَصَانِي وَكَذَّبَ مَا جِئْتُ بِهِ مِنَ الْحَقِّ‏.
3. Abu Ya'la mengabarkan kepada kami: Abu Kuraib menceritakan kepada kami: Abu Usamah menceritakan kepada kami: Buraid menceritakan kepada kami, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda "Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan sesuatu yang dengannya Allah mengutusku adalah ibarat seseorang lelaki yang mendatangi kaumnya, lalu berkata, 'Wahai Kaumku, sesungguhnya aku melihat pasukan dan sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan.' Sekelompok orang dari kaumnya mempercayainya. Merekapun pergi dengan pelan-pelan, sehingga mereka selamat. Sementara sekelompok yang lain dari mereka mendustakannya. Mereka pun tidak beranjak dari tempat mereka. Lalu pasukan itu menyerang mereka dengan tiba-tiba, menghancurkan dan memusnahkan mereka. Ituah perumpamaan orang-orang menaatiku dan mengikuti apa yang aku bawa, seta perumpamaan orang yang mendurhakaiku dan mendustakan apa yang aku bawa, dari kebenaran'."
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110003)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا
-
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ مَثَلَ مَا آتَانِي اللَّهُ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ ذَلِكَ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَأَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا مِنْهَا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَ مِنْهَا طَائِفَةٌ أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً، وَلاَ تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللهِ، وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَمِلَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ‏.
4. Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang di datangkan oleh Allah kepadaku adalah ibarat hujan yang menyirami bumi. Sebagian darinya terdapat sebidang tanah subur yang menerima siraman itu, lalu menumbuhkan rumput yang banyak dan menyimpan air, sehingga dengannya Allah memberi manfaat kepada manusia; mereka minum darinya, mengairi dan menanam. Dan sebagian darinya menyirami sebidang lainnya. Hanya saja ia adalah qii'aan yang tidak dapat menyimpan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mendapatkan manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya sehingga dia mengetahui dan mengamalkan; dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala untuk semua itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya" [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110004)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ وَصْفِ الْفِرْقَةِ النَّاجِيَةِ مِنْ بَيْنِ الْفَرَقِ الَّتِي تَفْتَرِقُ عَلَيْهَا أُمَّةُ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُكْرَمِ بْنِ خَالِدٍ الْبِرْتِيُّ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو السُّلَمِيُّ، وَحُجْرُ بْنُ حُجْرٍ الْكَلاَعِيُّ، قَالاَ‏:‏ أَتَيْنَا الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ، وَهُوَ مِمَّنْ نَزَلَ فِيهِ‏:‏ ‏{‏وَلاَ عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ‏}‏، فَسَلَّمْنَا وَقُلْنَا‏:‏ أَتَيْنَاكَ زَائِرَيْنَ وَمُقْتَبِسَيْنِ، فَقَالَ الْعِرْبَاضُ‏:‏ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ ذَاتَ يَوْمٍ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً، ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةَ مُوَدِّعٍ، فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا مُجَدَّعًا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، فَتَمَسَّكُوا بِهَا، وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ‏. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي عِنْدَ ذِكْرِهِ الاِخْتِلاَفَ الَّذِي يَكُونُ فِي أُمَّتِهِ بَيَانٌ وَاضِحٌ أَنَّ مَنْ وَاظَبَ عَلَى السُّنَنِ، قَالَ بِهَا، وَلَمْ يُعَرِّجْ عَلَى غَيْرِهَا مِنَ الآرَاءِ مِنَ الْفِرَقِ النَّاجِيَةِ فِي الْقِيَامَةِ، جَعَلَنَا اللَّهُ مِنْهُمْ بِمَنِّهِ‏.
5. Ahmad bin Mukarram bin Khalid Al Birti mengabarkan kepada kami: Ali bin Al Madini menceritakan kepada kami: Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Tsaur bin Yazid menceritakan kepada kami: Khalid bin Ma’dan menceritakan kepadaku: Abdurrahman bin Amru As-Sulami dan Hujr bin Hujr Al Kala’i menceritakan kepadaku, keduanya berkata: Kami mendatangi Irbadh bin Sariyah, dan dia adalah salah seorang yang diturunkan ayat; "Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, 'Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu'." (Qs. At-Taubah [9]: 92).
Kami mengucapkan salam dan berkata, “Kami mendatangimu sebagai peziarah dan pencari ilmu.” Maka ‘Irbadh berkata: Rasulullah SAW shalat subuh bersama kami pada suatu pagi. Kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu menasihati kami dengan nasihat yang sangat menyentuh, membuat air mata mengalir {dzarafat minha al ‘uyuun) dan hati bergetar takut (wajilat minha al quluub).Lalu seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, seolah ini adalah nasihat orang yang mengucapkan selamat tinggal. Maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami?" Beliau berkata, “Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, serta mendengarkan dan taat, meskipun kepada seorang budak hitam Habasyi yang buntung (mujadda). Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak. Maka ikutilah Sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin yang diberi petunjuk. Berpegang teguhlah kalian kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan. Sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan itu adalah bid'ah. Dan setiap bid ah itu sesat."[3: 6].
Abu Hatim berkata: Dalam sabda Nabi SAW; “ikutilah Sunnahku" ketika beliau menyebutkan perselisihan yang akan terjadi pada umat beliau, terdapat penjelasan bahwa orang yang terus-menerus mengikuti Sunnah, mencintainya, dan tidak bersandar kepada selainnya dari pendapat- pendapat, maka dia termasuk golongan yang selamat pada hari kiamat. Semoga Allah menjadikan kita sebagian dari mereka dengan anugerah-Nya.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110005)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح