Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban

‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الاِبْتِدَاءِ بِحَمْدِ اللهِ تَعَالَى - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنَ ابْتِدَاءِ الْحَمْدِ لِلَّهِ جَلَّ وَعَلاَ فِي أَوَائِلِ كَلاَمِهِ عِنْدَ بُغْيَةِ مَقَاصِدِهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقَطَّانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ أَبِي الْعِشْرِينَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ قُرَّةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِحَمْدِ اللهِ، فَهُوَ أَقْطَعُ‏.
1. Husain bin Abdullah Al Qaththan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Ammar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Hamid bin Abu Isyrin menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Auza'i menceritakan kepada kami, dari Qurrah, dari Az-Zuhei, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda "Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan memuji Allah maka ia terputus (dari rahmat dan keberkahan)"[3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110001)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده ضعيف
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ مَا جَاءَ فِي الاِبْتِدَاءِ بِحَمْدِ اللهِ تَعَالَى - ذِكْرُ الأَمْرِ لِلْمَرْءِ أَنْ تَكُونَ فَوَاتِحُ أَسْبَابِهِ بِحَمْدِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِئَلاَّ تَكُونَ أَسْبَابُهُ بَتْرًا
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْقَطَّانُ أَبُو عَلِيٍّ بِالرَّقَّةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ قُرَّةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِحَمْدِ اللهِ، أَقْطَعُ‏.
2. Husain bin Abdullah bin Yazid Al Qaththan Abu Ali di Raqqah mengabarkan kepada kami, di aberkata : Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, dia berkata:Syu'aib bin Ishaq menceritakan kepada kami, dari Al Auza'i, dari Qurrah, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda "Setiap Perkara penting yang di dalamnya tidak dimulai dengan memuji Allah, maka dia terputus (dari rahmat dan keberkahan." [1:92]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110002)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده ضعيف
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا
-
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا بُرَيْدٌ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَتَى قَوْمَهُ، فَقَالَ‏:‏ يَا قَوْمِ، إِنِّي رَأَيْتُ الْجَيْشَ، وَإِنِّي أَنَا النَّذِيرُ، فَأَطَاعَهُ طَائِفَةٌ مِنْ قَوْمِهِ، فَانْطَلَقُوا عَلَى مَهْلِهِمْ فَنَجَوْا، وَكَذَّبَهُ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ، فَأَصْبَحُوا مَكَانَهُمْ، فَصَبَّحَهُمُ الْجَيْشُ وَأَهْلَكَهُمْ وَاجْتَاحَهُمْ، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ أَطَاعَنِي، وَاتَّبَعَ مَا جِئْتُ بِهِ، وَمَثَلُ مَنْ عَصَانِي وَكَذَّبَ مَا جِئْتُ بِهِ مِنَ الْحَقِّ‏.
3. Abu Ya'la mengabarkan kepada kami: Abu Kuraib menceritakan kepada kami: Abu Usamah menceritakan kepada kami: Buraid menceritakan kepada kami, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda "Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan sesuatu yang dengannya Allah mengutusku adalah ibarat seseorang lelaki yang mendatangi kaumnya, lalu berkata, 'Wahai Kaumku, sesungguhnya aku melihat pasukan dan sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan.' Sekelompok orang dari kaumnya mempercayainya. Merekapun pergi dengan pelan-pelan, sehingga mereka selamat. Sementara sekelompok yang lain dari mereka mendustakannya. Mereka pun tidak beranjak dari tempat mereka. Lalu pasukan itu menyerang mereka dengan tiba-tiba, menghancurkan dan memusnahkan mereka. Ituah perumpamaan orang-orang menaatiku dan mengikuti apa yang aku bawa, seta perumpamaan orang yang mendurhakaiku dan mendustakan apa yang aku bawa, dari kebenaran'."
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110003)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا
-
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ مَثَلَ مَا آتَانِي اللَّهُ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ ذَلِكَ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَأَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا مِنْهَا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَ مِنْهَا طَائِفَةٌ أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً، وَلاَ تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللهِ، وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَمِلَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ‏.
4. Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang di datangkan oleh Allah kepadaku adalah ibarat hujan yang menyirami bumi. Sebagian darinya terdapat sebidang tanah subur yang menerima siraman itu, lalu menumbuhkan rumput yang banyak dan menyimpan air, sehingga dengannya Allah memberi manfaat kepada manusia; mereka minum darinya, mengairi dan menanam. Dan sebagian darinya menyirami sebidang lainnya. Hanya saja ia adalah qii'aan yang tidak dapat menyimpan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mendapatkan manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya sehingga dia mengetahui dan mengamalkan; dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala untuk semua itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya" [3:28]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110004)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ وَصْفِ الْفِرْقَةِ النَّاجِيَةِ مِنْ بَيْنِ الْفَرَقِ الَّتِي تَفْتَرِقُ عَلَيْهَا أُمَّةُ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُكْرَمِ بْنِ خَالِدٍ الْبِرْتِيُّ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو السُّلَمِيُّ، وَحُجْرُ بْنُ حُجْرٍ الْكَلاَعِيُّ، قَالاَ‏:‏ أَتَيْنَا الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ، وَهُوَ مِمَّنْ نَزَلَ فِيهِ‏:‏ ‏{‏وَلاَ عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ‏}‏، فَسَلَّمْنَا وَقُلْنَا‏:‏ أَتَيْنَاكَ زَائِرَيْنَ وَمُقْتَبِسَيْنِ، فَقَالَ الْعِرْبَاضُ‏:‏ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ ذَاتَ يَوْمٍ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً، ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةَ مُوَدِّعٍ، فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا مُجَدَّعًا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، فَتَمَسَّكُوا بِهَا، وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ‏. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي عِنْدَ ذِكْرِهِ الاِخْتِلاَفَ الَّذِي يَكُونُ فِي أُمَّتِهِ بَيَانٌ وَاضِحٌ أَنَّ مَنْ وَاظَبَ عَلَى السُّنَنِ، قَالَ بِهَا، وَلَمْ يُعَرِّجْ عَلَى غَيْرِهَا مِنَ الآرَاءِ مِنَ الْفِرَقِ النَّاجِيَةِ فِي الْقِيَامَةِ، جَعَلَنَا اللَّهُ مِنْهُمْ بِمَنِّهِ‏.
5. Ahmad bin Mukarram bin Khalid Al Birti mengabarkan kepada kami: Ali bin Al Madini menceritakan kepada kami: Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Tsaur bin Yazid menceritakan kepada kami: Khalid bin Ma’dan menceritakan kepadaku: Abdurrahman bin Amru As-Sulami dan Hujr bin Hujr Al Kala’i menceritakan kepadaku, keduanya berkata: Kami mendatangi Irbadh bin Sariyah, dan dia adalah salah seorang yang diturunkan ayat; "Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, 'Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu'." (Qs. At-Taubah [9]: 92).
Kami mengucapkan salam dan berkata, “Kami mendatangimu sebagai peziarah dan pencari ilmu.” Maka ‘Irbadh berkata: Rasulullah SAW shalat subuh bersama kami pada suatu pagi. Kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu menasihati kami dengan nasihat yang sangat menyentuh, membuat air mata mengalir {dzarafat minha al ‘uyuun) dan hati bergetar takut (wajilat minha al quluub).Lalu seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, seolah ini adalah nasihat orang yang mengucapkan selamat tinggal. Maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami?" Beliau berkata, “Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, serta mendengarkan dan taat, meskipun kepada seorang budak hitam Habasyi yang buntung (mujadda). Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak. Maka ikutilah Sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin yang diberi petunjuk. Berpegang teguhlah kalian kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan. Sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan itu adalah bid'ah. Dan setiap bid ah itu sesat."[3: 6].
Abu Hatim berkata: Dalam sabda Nabi SAW; “ikutilah Sunnahku" ketika beliau menyebutkan perselisihan yang akan terjadi pada umat beliau, terdapat penjelasan bahwa orang yang terus-menerus mengikuti Sunnah, mencintainya, dan tidak bersandar kepada selainnya dari pendapat- pendapat, maka dia termasuk golongan yang selamat pada hari kiamat. Semoga Allah menjadikan kita sebagian dari mereka dengan anugerah-Nya.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110005)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ لُزُومِ سُنَنِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَحِفْظِهِ نَفْسَهُ عَنْ كُلِّ مَنْ يَأْبَاهَا مِنْ أَهْلِ الْبِدَعِ، وَإِنْ حَسَّنُوا ذَلِكَ فِي عَيْنِهِ وَزَيَّنُوهُ
- -
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْعُمَرِيُّ بِالْمَوْصِلِ، حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا، فَقَالَ‏:‏ هَذَا سَبِيلُ اللهِ، ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ وَهَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ، ثُمَّ تَلاَ‏:‏ ‏{‏وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ‏.‏
6. Ibrahim bin Ali bin Abdul Aziz Al Umari di Mosul mengabarkan kepada kami: Mu’alla bin Mahdi menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, dari Ashim dari Abu Wa‘il, dari Ibnu Mas’ud, dia berkata: Rasulullah SAW membuatkan sebuah garis untuk kami. Lalu beliau bersabda, "Ini adalah jalan Allah." Kemudian beliau membuat garis-garis di sebelah kanan dan kirinya. Kemudian beliau bersabda, “ini adalah jalan-jalan. Pada setiap jalan di antaranya ada syetan yang menyeru kepadanya." Kemudian beliau membaca, "Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus," sampai akhir ayat. (Al An’am [6]: 153). [3:10]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110006)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده حسن
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَرْكِ تَتَبُّعِ السُّبُلِ، دُونَ لُزُومِ الطَّرِيقِ الَّذِي هُوَ الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ
- -
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْمُعَدِّلُ بِالْفُسْطَاطِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ وَقَالَ‏:‏ هَذِهِ سُبُلٌ، عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو لَهُ، ثُمَّ قَرَأَ‏:‏ ‏{‏وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا، فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ‏}‏، الآيَةَ كُلَّهَا‏.
7 Ali bin Husam bin Sulaiman Al Mu'addal di Fusthath mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harits bin Miskin menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, dan Ashim, dari Abu Wa'il, dari Ibnu Mas’ud, dia berkata. Rasulullah SAW membuat garis-garis di sebelah kanan dan kiri beliau dan bersabda, "Ini adalah jalan-jalan. Pada setiap jalan di antaranya ada syaitan yang menyaru kepadanya." Kemudian beliau membaca ayat "Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya" hingga akhir ayat (Al An’aam [6]: 153). [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110007)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده حسن
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مَنْ أَحَبَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ وَصَفِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِإِيثَارِ أَمْرِهِمَا، وَابْتِغَاءِ مَرْضَاتِهِمَا عَلَى رِضَى مَنْ سِوَاهُمَا، يَكُونُ فِي الْجَنَّةِ مَعَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ و
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانُوا هُمْ أَجْدَرَ أَنْ يَسْأَلُوهُ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، مَتَى السَّاعَةُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَا أَعْدَدْتُ لَهَا إِلاَّ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، قَالَ‏:‏ فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ‏:‏ فَمَا رَأَيْتُ الْمُسْلِمِينَ فَرِحُوا بِشَيْءٍ بَعْدَ الإِسْلاَمِ أَشَدَّ مِنْ فَرَحِهِمْ بِقَوْلِهِ‏.
8. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami: Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami menceritakan kepada kami: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami: Ubay menceritakan kepadaku, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, bahwa seorang Badui bertanya kepada Nabi SAW —dan mereka lebih pantas bertanya kepada beliau yaitu para sahabat beliau— dengan berkata, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat itu?” Beliau berkata, “Apa yang telah kamu persiapkan untuknya?” Dia berkata, “Aku tidak mempersiapkan untuknya kecuali bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau berkata, “Sesungguhnya kamu akan bersama orang yang kamu cintai” Anas berkata, “Aku tidak pernah melihat kaum muslim bergembira karena sesuatu setelah Islam melebihi kegembiraan mereka karena sabda beliau ini.” [3:65]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110008)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ لُزُومِ هَدْيِ الْمُصْطَفَى بِتَرْكِ الاِنْزِعَاجِ عَمَّا أُبِيحَ مِنْ هَذِهِ الدُّنْيَا لَهُ بِإِغْضَائِهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ‏:‏ دَخَلَتِ امْرَأَةُ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ، وَاسْمُهَا خَوْلَةُ بِنْتُ حَكِيمٍ عَلَى عَائِشَةَ وَهِيَ بَذَّةُ الْهَيْئَةِ، فَسَأَلَتْهَا عَائِشَةُ‏:‏ مَا شَأْنُكِ‏؟‏ فَقَالَتْ‏:‏ زَوْجِي يَقُومُ اللَّيْلَ، وَيَصُومُ النَّهَارَ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَتْ عَائِشَةُ ذَلِكَ لَهُ فَلَقِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُونٍ، فَقَالَ‏:‏ يَا عُثْمَانُ، إِنَّ الرَّهْبَانِيَّةَ لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْنَا، أَمَا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ‏؟‏ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ، وَأَحْفَظُكُمْ لِحُدُودِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.
9. Muhammad bin Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi As-Sari menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah RA, dia berkata: Istri Utsman bin Mazh’un —dan namanya adalah Khaulah binti Al Hakim— mengunjungi Aisyah dengan kondisi yang lusuh. Maka Aisyah bertanya kepadanya, “Ada apa denganmu?” Dia menjawab, “Suamiku beribadah malam hari dan berpuasa pada siang hari.” Lalu Nabi SAW masuk. Aisyah pun menceritakan hal itu kepada beliau. Maka Nabi SAW menemui Utsman bin Mazh’un dan berkata, “ Wahai Utsman, sesungguhnya kerahiban itu tidak ditetapkan atas kita. Tidakkah kamu memiliki teladan yang baik dalam diriku? Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling menjaga hukum-hukum-Nya di antara kalian". Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau.198 [3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110009)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ مِنْ تَحَرِّي اسْتِعْمَالِ السُّنَنِ فِي أَفْعَالِهِ، وَمُجَانَبَةِ كُلِّ بِدْعَةٍ تُبَايِنُهَا، وَتُضَادُّهَا
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمَوْصِلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ، وَعَلاَ صَوْتُهُ، وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ، حَتَّى كَأَنَّهُ نَذِيرُ جَيْشٍ، يَقُولُ‏:‏ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ، وَيَقُولُ‏:‏ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةِ كَهَاتَيْنِ يُفَرِّقُ بَيْنَ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَيَقُولُ‏:‏ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَإِنَّ شَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، ثُمَّ يَقُولُ‏:‏ أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ، مَنْ تَرَكَ مَالاً فَلأَهْلِهِ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيْعَةً فَإِلَيَّ وَعَلَيَّ‏.
10. Ahmad bin Ali bin Mutsanna mengabaikan kepada kami, dia beikata: Ahmad bin Ibrahim Al Maushili menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ja’far bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari bapaknya, dari Jabir, dia beikata: Apabila Rasulullah SAW berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau meninggi, dan kemarahan beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah seorang pemberi peringatan akan (serangan) suatu pasukan. Dan beliau bersabda, “Pasukan itu akan menyerang kalian pada pagi hari dan pada sore hari”. Beliau bersabda, “(Masa) pengutusanku dengan hari kiamat ibarat dua jari ini.” Beliau merenggangkan jari telunjuk dan jari tengah. Beliau bersabda, “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik pembicaraan adalah Kitab Allah dan sebaik-baik petunuk (Al Hadyi) adalah petunjuk (hadyu) Muhammad. Sesungguhnya seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan di antaranya.Dan setiap bid’ah adalah sesat." Kemudian beliau bersabda; “Aku lebih utama bagi setiap mukmin daripada dirinya sendiri. Siapa meninggalkan harta, maka itu adalah untuk keluarganya. Dan siapa meninggalkan hutang dan dhai’atan, maka itu adalah urusanku dan tanggunganku.” [3: 66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110010)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ إِثْبَاتِ الْفَلاَحِ لِمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى سُنَّةِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَإِنَّ لِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً، فَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ‏.
11. Ahmad bin Ali bin Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Hasyim bin Qasim menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Hushain bin Abdurrahman, dari Mujahid, dari Abdullah binAmru, dia berkata : Rasulullah SAW. bersabda, “ Sesungguhnya segala amal itu memiliki keaktifan. Dan sesungguhnya setiap keaktifan itu memiliki kelesuan. Siapa yang keaktifannya adalah kepada Sunnahku, maka dia beruntung. Dan siapa yang keaktifannya kepada selain itu, niscaya dia binasa.” [1: 89]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110011)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرطهما
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُصَرِّحِ بِأَنَّ‏:‏ سُنَنَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّهَا عَنِ اللهِ لاَ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ بِحِمْصَ، حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ الْمَذْحِجِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ رُؤْبَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي عَوْفٍ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِ يكَرِبَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ‏:‏ إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمَا يَعْدِلُهُ، يُوشِكُ شَبْعَانٌ عَلَى أَرِيكَتِهِ أَنْ يَقُولَ‏:‏ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ هَذَا الْكِتَابُ، فَمَا كَانَ فِيهِ مِنْ حَلاَلٍ أَحْلَلْنَاهُ، وَمَا كَانَ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ حَرَّمْنَاهُ، أَلاَ وَإِنَّهُ لَيْسَ كَذَلِكَ‏.
12 Muhammad bin Ubaidillah bin Fadhl Al Kala’i di Himsh mengabarkan kepada kami: Katsir bin Ubaid Al Madzhiji menceritakan kepada kami: Muhammad bin Harb [menceritakan kepada kami], dari Az-Zubaidi, dari Marwan bin Ru'bah, dari Ibnu Abi Auf, dari Miqdam bin Ma’dikarib, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku diberi Kitab dan sesuatu yang setara dengannya. Hampir saja seorang yang kenyang di atas ranjangnya berkata, ' Antara aku dan kalian adalah kitab ini. Apa saja yang halal di dalamnya, maka kita menghalalkannya. Dan apa saja yang haram di dalamnya, maka kita mengharamkannya'. Ingatlah, sesungguhnya tidaklah demikian” [2:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110012)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده قوي
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُصَرِّحِ بِأَنَّ‏:‏ سُنَنَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّهَا عَنِ اللهِ لاَ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ
- -
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الْفَزَارِيُّ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ أَعْرِفَنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيهِ الأَمْرُ مِنْ أَمْرِي، إِمَّا أَمَرْتُ بِهِ، وَإِمَّا نَهَيْتُ عَنْهُ، فَيَقُولُ مَا نَدْرِي مَا هَذَا، عِنْدَنَا كِتَابُ اللهِ لَيْسَ هَذَا فِيهِ‏.
13. Ahmad bin Ali bin Mutsanna menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abdurrahman bin Sahm menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Ishaq Al Fazari menceritakan kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Salim Abu Nadhr, dari Ubaidillah bin Abu Rafi’, dari Abu Rafi’, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Aku benar-benar tidak mengenal laki-laki yang datang kepadanya suatu perkara dariku, baik yang aku perintahkan maupun yang aku larang, lalu dia berkata, ‘Kami tidak tahu apa ini. Kami memiliki Kitab Allah. Ini tidak ada di dalamnya '.” [2:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110013)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط مسلم
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنِ الرَّغْبَةِ عَنْ سُنَّةِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ جَمِيعًا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ، حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلُوا أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَمَلِهِ فِي السِّرِّ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ لاَ أَتَزَوَّجُ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ لاَ آكُلُ اللَّحْمَ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ لاَ أَنَامُ عَلَى فِرَاشٍ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا كَذَا وَكَذَا، لَكِنِّي أُصَلِّي وَأَنَامُ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي‏.
14. Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abu Shafwan Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami: Nahz bin Asad menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Tsabit, dari Anas bin Malik, bahwa sekelompok orang dari sahabat Nabi SAW bertanya kepada istri-istri Nabi SAW tentang amal beliau dalam kesendirian. Lalu sebagian dari mereka berkata, “Aku tidak menikah' Sebagian yang lain berkata, “Aku tidak makan daging (berpuasa)' Dan sebagian yang lain berkata, “Aku tidak tidur di atas ranjang." Maka beliau memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya. Kemudian beliau bersabda, “ Kenapa sekelompok orang mengatakan demikian dan demikian? Akan tetapi, aku shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka, serta menikahi perempuan. Siapa membenci Sunnahku, maka dia tidak termasuk golonganku.", [2:61 ]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110014)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - فَصْلٌ ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ أُمَّتَهُ بِمَا يَحْتَاجُونَ إِلَيْهِ، مِنْ أَمْرِ دِينِهِمْ قَوْلاً وَفِعْلاً مَعًا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّغُولِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الذُّهْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فِي يَدِ رَجُلٍ، فَنَزَعَهُ فَطَرَحَهُ، فَقَالَ‏:‏ يَعْمِدُ أَحَدُهُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنَ النَّارِ، فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ، فَقِيلَ لِلرَّجُلِ بَعْدَمَا ذَهَبَ‏:‏ خُذْ خَاتَمَكَ، فَانْتَفِعْ بِهِ، فَقَالَ‏:‏ لاَ وَاللَّهِ لاَ آخُذُهُ أَبَدًا وَقَدْ طَرَحَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.‏
15. Muhammad bin Abdurrahman Ad-Daghuli mengabaikan kepada kami: Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Maryam menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ja'far bin Abu Katsir, dia berkata: Ibrahim bin Uqbah meriwayatkan kepadaku, dari Kuraib maula (mantan budak) Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah SAW melihat sebuah cincin dari emas di tangan seorang laki-laki. Maka beliau melepaskannya dan melemparkannya. Lalu beliau bersabda. “Seorang dari mereka dengan sengaja mengambil bara api dari neraka, lalu meletakkannya di tangannya " Lalu dikatakan kepada laki-laki itu setelah beliau pergi, “Ambillah cincinmu dan manfaatkanlah.” Laki-laki itu berkata, ‘Tidak, demi Allah. Aku tidak akan mengambilnya selama-lamanya, dimana Rasulullah SAW telah melemparkannya'.” [2:5]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110015)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الصحيح
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ أَمْرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ِالشَّيْءِ، لاَ يَجُوزُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مُفَسَّرًا يُعْقَلُ مِنْ ظَاهِرِ خِطَابِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ إِذَا نُودِيَ بِالأَذَانِ، أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ الأَذَانَ، فَإِذَا قُضِيَ الأَذَانُ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ، فَإِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ‏:‏ اذْكُرْ كَذَا، اذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ إِنْ يَدْرِي كَمْ صَلَّى، فَإِذَا لَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى، فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ أَمْرُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَنْ شَكَّ فِي صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى، فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ، أَمْرٌ مُجْمَلٌ، تَفْسِيرُهُ أَفْعَالُهُ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا، لاَ يَجُوزُ لأَحَدٍ أَنْ يَأْخُذَ الأَخْبَارَ الَّتِي فِيهَا ذِكْرُ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ قَبْلَ السَّلاَمِ، فَيَسْتَعْمِلَهُ فِي كُلِّ الأَحْوَالِ، وَيَتْرُكَ سَائِرَ الأَخْبَارِ الَّتِي فِيهَا ذِكْرُهُ بَعْدَ السَّلاَمِ، وَكَذَلِكَ لاَ يَجُوزُ لأَحَدٍ أَنْ يَأْخُذَ الأَخْبَارَ الَّتِي فِيهَا ذِكْرُ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ بَعْدَ السَّلاَمِ، فَيَسْتَعْمِلَهُ فِي كُلِّ الأَحْوَالِ، وَيَتْرُكَ الأَخْبَارَ الْأُخَرَ الَّتِي فِيهَا ذِكْرُهُ قَبْلَ السَّلاَمِ، وَنَحْنُ نَقُولُ‏:‏ إِنَّ هَذِهِ أَخْبَارٌ أَرْبَعٌ يَجِبُ أَنْ تُسْتَعْمَلَ، وَلاَ يُتْرَكُ شَيْءٌ مِنْهَا، فَيَفْعَلُ فِي كُلِّ حَالَةٍ مِثْلَ مَا وَرَدَتِ السُّنَّةُ فِيهَا سَوَاءً، فَإِنْ سَلَّمَ مِنَ الاِثْنَتَيْنِ أَوِ الثَّلاَثِ مِنْ صَلاَتِهِ سَاهِيًا، أَتَمَّ صَلاَتَهُ وَسَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ بَعْدَ السَّلاَمِ، عَلَى خَبَرِ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَعِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ اللَّذَيْنِ ذَكَرْنَاهُمَا، وَإِنْ قَامَ مِنِ اثْنَتَيْنِ وَلَمْ يَجْلِسْ أَتَمَّ صَلاَتَهُ وَسَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ قَبْلَ السَّلاَمِ عَلَى خَبَرِ ابْنِ بُحَيْنَةَ، وَإِنْ شَكَّ فِي الثَّلاَثِ أَوِ الأَرْبَعِ يَبْنِي عَلَى الْيَقِينِ عَلَى مَا وَصَفْنَا، وَسَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ قَبْلَ السَّلاَمِ، عَلَى خَبَرِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَإِنْ شَكَّ وَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى أَصْلاً تَحَرَّى عَلَى الأَغْلَبِ عِنْدَهُ وَأَتَمَّ صَلاَتَهُ، وَسَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ بَعْدَ السَّلاَمِ، عَلَى خَبَرِ ابْنِ مَسْعُودٍ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ، حَتَّى يَكُونَ مُسْتَعْمِلاً لِلأَخْبَارِ الَّتِي وَصَفْنَاهَا كُلَّهَا، فَإِنْ وَرَدَتْ عَلَيْهِ حَالَةٌ غَيْرُ هَذِهِ الأَرْبَعِ فِي صَلاَتِهِ، رَدَّهَا إِلَى مَا يُشْبِهُهَا مِنَ الأَحْوَالِ الأَرْبَعِ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا‏.‏
16. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mu’adz bin Hisyam mengabarkan kepada kami, dia berkata: Bapakku menceritakan kepadaku, dari Yahya bin Abu Katsir, dia berkata: Abu Salamah menceritakan kepada kami, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Apabila dikumandangkan adzan, maka syetan akan berpaling sambil mengeluarkan bunyi kentut, hingga dia tidak mendengar adzan. Kemudian apabila adzan telah selesai, maka dia kembali datang. Lalu apabila dikumandangkan iqamah (tsuwwiba biha), maka dia berpaling. Apabila iqamah (tatswiib) telah selesai, dia kembali datang sambil membisikkan (yakhthiru) ke dalam diri seseorang: 'Ingatlah ini, ingatlah ini,' apa saja perkara yang sebelumnya tidak diingatnya, sampai seseorang itu tidak tahu lagi berapa rakaat ia shalat. Oleh karena itu, apabila dia tidak tahu berapa rakaat dia shalat, maka hendaklah dia sujud dua rakaat ketika ia duduk” [5: 18].
Abu Hatim RA berkata: Perintah Nabi SAWbagi orang yang ragu dalam shalatnya dan tidak tahu berapa rakaat dia shalat, untuk sujud dua kali ketika ia duduk, adalah perintah mujmal (global). Penafsirannya adalah perbuatan, perbuatan beliau yang telah kita sebutkan. Tidak boleh bagi seseorang untuk mengambil khabar-khabar yang disebutkan dua sujud sahwi sebelum salam, lalu menerapkannya dalam semua kondisi, dan meninggalkan khabar-khabar lainnya yang menjelaskan sujud sahwi itu disebutkan setelah salam. Demikian pula, tidak boleh bagi seseorang untuk mengambil khabar- khabar yang di dalamnya disebutkan dua sujud sahwi setelah salam, lalu menerapkannya dalam semua kondisi, dan meninggalkan khabar-khabar lainnya yang di dalamnya sujud sahwi itu disebutkan sebelum salam. Kita mengatakan: Sesungguhnya ini adalah empat khabar yang wajib diterapkan dan tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Dia harus melakukan dalam setiap kondisi persis sepati apa yang disebutkan oleh Sunnah tentangnya secara merata. Apabila dia salam setelah dua atau tiga rakaat dari shalatnya karena lupa, maka dia harus menyempurnakan shalatnya dan melakukan dua kali sujud sahwi setelah salam, berdasarkan khabar Abu Hurairah dan Imran bin Hushain yang telah kita sebutkan keduanya.
Apabila dia berdiri setelah dua rakaat tanpa duduk (tasyahud pertama), maka dia harus menyempurnakan shalat dan melakukan dua kali sujud sahwi sebelum salam, berdasarkan khabar Ibnu Buhainah.
Apabila dia ragu antara tiga rakaat atau empat rakaat, maka dia harus mendasarkan pada keyakinan sesuai dengan yang telah kita jelaskan dan melakukan dua kali sujud sahwi sebelum salam, berdasarkan khabar Abu Sa’id Al Khudri dan Abdurrahman bin Auf. Dan apabila dia ragu-ragu dan sama sekali tidak tahu berapa rakaat dia shalat, maka dia memilih apa yang paling kuat baginya, lalu menyempurnakan shalatnya, dan melakukan dua kali sujud sahwi setelah salam, berdasarkan khabar Ibnu Mas’ud yang telah kita sebutkan. Sehingga, dengan demikian dia telah menerapkan khabar-khabar yang telah kita jelaskan seluruhnya. Apabila terjadi padanya suatu kondisi selain keempat kondisi ini dalam shalatnya, maka dia harus mengembalikannya kepada yang menyerupainya di antara keempat kondisi yang telah kita sebutkan.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110016)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ إِيجَابِ الْجَنَّةِ لِمَنْ أَطَاعَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، فِيمَا أَمَرَ وَنَهَى
- -
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بِبُسْتَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى ثَقِيفٍ بِنِيسَابُورَ قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتَدْخُلُنَّ الْجَنَّةَ كُلُّكُمْ إِلاَّ مَنْ أَبَى وَشَرَدَ عَلَى اللهِ كَشِرَادِ الْبَعِيرِ، قَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَنْ يَأْبَى أَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ طَاعَةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ الاِنْقِيَادُ لِسُنَّتِهِ بِتَرْكِ الْكَيْفِيَّةِ وَالْكَمِّيَّةِ فِيهَا، مَعَ رَفْضِ قَوْلِ كُلِّ مَنْ قَالَ شَيْئًا فِي دِينِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ بِخِلاَفِ سُنَّتِهِ دُونَ الاِحْتِيَالِ فِي دَفْعِ السُّنَنِ بِالتَّأْوِيلاَتِ الْمُضْمَحِلَّةِ، وَالْمُخْتَرَعَاتِ الدَّاحِضَةِ‏.
17. Ishaq bin Ibrahim bin Ismail di Bust dan Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim, mantan budak Tsaqi£ di Naisabur, mengabarkan kepada kami, keduanya berkata: Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami, dia berkata: Khalafbin Khalifah menceritakan kepada kami, dari Ala1 bin Musayyab, dari bapakknya, dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata: [Rasulullah SAW bersabda], “Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggaman-Nya, kalian benar-benar akan masuk surga semuanya, kecuali orang yang enggan dan membangkang kepada Allah seperti membangkangnya unta” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan untuk masuk surga?” Beliau berkata, “Siapa mematuhiku, maka dia akan masuk surga. Dan siapa mendurhakaiku, maka dia telah enggan” [1:2]
Abu Hatim berkata: Mematuhi Rasulullah SAW berarti tunduk kepada Sunnahnya, dengan meninggalkan pertanyaan bagaimana dan berapa tentangnya, disertai dengan penolakan terhadap perkataan setiap orang yang mengatakan sesuatu dalam agama Allah SWT yang bertentangan dengan Sunnahnya, dan tanpa mencari-cari jalan untuk menolak Sunnah dengan takwil- takwil yang binasa dan temuan-temuan yang rusak.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110017)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
رجاله ثقات رجال مسلم إلا خلف بن خليفة
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْمَنَاهِيَ عَنِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالأَوَامِرَ فَرْضٌ عَلَى حَسَبِ الطَّاقَةِ عَلَى أُمَّتِهِ، لاَ يَسَعُهُمُ التَّخَلُّفُ عَنْهَا
- -
أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَسُفْيَانَ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ، وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ، مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ، فَانْتَهُوا، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ، فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏.‏ قَالَ ابْنُ عَجْلاَنَ‏:‏ فَحَدَّثْتُ بِهِ أَبَانَ بْنَ صَالِحٍ، فَقَالَ لِي‏:‏ مَا أَجْوَدَ هَذِهِ الْكَلِمَةَ قَوْلَهُ‏:‏ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏.
18. Fadhl bin Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami: Ibrahim bm Basysyar menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami, dan Abu Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Huraiiah; dan Sufyan dari Ibnu Ajlan, dari bapaknya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Peganglah apa yang telah aku tinggalkan untuk kalian. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian karena banyak pertanyaan dan perselisihan mereka dengan nabi-nabi mereka. Apa yang aku larang terhadap kalian, maka tinggalkanlah. Dan apa yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian."
Ibnu Ajlan berkata : Aku menceritakan hadits ini kepada Abban bin Shalih, Maka dia berkata kepadaku "Alangkah bagusnya kalimat ini, yaitu sabda beliau : "Maka kerjalah semampu kalian" [3:6]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110018)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح رجاله رجال الشيخين ما عدا إبراهيم
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ النَّوَاهِيَ سَبِيلُهَا الْحَتْمُ، وَالإِيجَابُ إِلاَّ أَنْ تَقُومَ الدَّلاَلَةُ عَلَى نَدْبِيَّتِهَا
- -
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْبُخَارِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ سُؤَالُهُمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ، فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ، فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏.
19. Umar bin Muhammad Al Hamdani menceritakan kepada kami: Muhammad bin Ismail Al Bukhari menceritakan kepada kami: Ismail bin Abu Uwais menceritakan kepada kami: Malik menceritakan kepada kami, dari Abu Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah pertanyaan dan perselisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka. Oleh karena itu, apabila aku melarang sesuatu bagi kalian, maka tinggalkanlah. Dan apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka kerjakanlah, semampu kalian.” [2: 1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110019)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ النَّوَاهِيَ سَبِيلُهَا الْحَتْمُ، وَالإِيجَابُ إِلاَّ أَنْ تَقُومَ الدَّلاَلَةُ عَلَى نَدْبِيَّتِهَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ‏:‏ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ، فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِالأَمْرِ، فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏.
20. Muhammad bin Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Sarri menceritakan kepada kami, dia berkata. Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Hammam bin Munabbih, dia berkata: Inilah yang diriwayatkan kepada kami oleh Abu Hurairah. Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Apabila aku melarang sesuatu bagi kalian, maka tinggalkanlah. Dan apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian."
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110020)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
حديث صحيح رجاله رجال الشيخين غير ابن أبي السري
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ النَّوَاهِيَ سَبِيلُهَا الْحَتْمُ، وَالإِيجَابُ إِلاَّ أَنْ تَقُومَ الدَّلاَلَةُ عَلَى نَدْبِيَّتِهَا
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ، فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِالشَّيْءِ، فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏.
21. Muhammad bin Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Sarri menceritakan kepada kami, dia berkata Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW. bersabda; “Peganglah apa yang telah aku tinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian karena pertanyaan dan perselisihan mereka dengan nabi-nabi mereka. Oleh karena itu, apabila aku melarang sesuatu bagi kalian, maka tinggalkanlah. Dan apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian.” [2:25]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110021)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ قَوْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ أَرَادَ بِهِ مِنْ أُمُورِ الدِّينِ، لاَ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ وَثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ أَصْوَاتًا، فَقَالَ‏:‏ مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ النَّخْلُ يَأْبِرُونَهُ، فَقَالَ‏:‏ لَوْ لَمْ يَفْعَلُوا لَصَلُحَ ذَلِكَ، فَأَمْسَكُوا، فَلَمْ يَأْبِرُوا عَامَّتَهُ، فَصَارَ شِيصًا، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ إِذَا كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ، وَإِذَا كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِينِكُمْ فَإِلَيَّ‏.
22. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul A’la bin Hammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami, dari bapaknya, dari Aisyah, dan dari Tsabit, dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW mendengar suara-suara. Maka beliau bertanya, “Suara-suara apakah ini?" Mereka berkata, “Mereka sedang melakukan pengawinan pohon kurma (ya 'biruunah)." Beliau bersabda, “Seandainya mereka tidak melakukannya, niscaya itu akan baik." Mereka pun berhenti dan tidak melakukan proses pengawinan kurma seluruhnya. Akibatnya, kurma menjadi syiish. Lalu hal itu diceritakan kepada Nabi SAW. Maka beliau berkata, "Apabila sesuatu itu berasal dari perkara dunia kalian, maka itu adalah urusan kalian. Dan apabila sesuatu berasal dari perkara agama kalian, maka itu adalah urusanku." [2:25]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110022)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط مسلم
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ قَوْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ أَرَادَ بِهِ مِنْ أُمُورِ الدِّينِ، لاَ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الرُّومِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو النَّجَاشِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ، قَالَ‏:‏ قَدِمَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُؤَبِّرُونَ النَّخْلَ يَقُولُ يُلَقِّحُونَ، قَالَ‏:‏ فَقَالَ‏:‏ مَا تَصْنَعُونَ‏؟‏ فَقَالُوا‏:‏ شَيْئًا كَانُوا يَصْنَعُونَهُ، فَقَالَ‏:‏ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا كَانَ خَيْرًا، فَتَرَكُوهَا فَنَفَضَتْ، أَوْ نَقَصَتْ، فَذَكَرُوا ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ، إِذَا حَدَّثْتُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ أَمْرِ دِينِكُمْ فَخُذُوا بِهِ، وَإِذَا حَدَّثْتُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ دُنْيَاكُمْ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ‏.‏ قَالَ عِكْرِمَةُ‏:‏ هَذَا أَوْ نَحْوَهُ أَبُو النَّجَاشِيِّ مَوْلَى رَافِعٍ، اسْمُهُ عَطَاءُ بْنُ صُهَيْبٍ‏:‏ قَالَهُ الشَّيْخُ‏.‏
23. Ahmad bin Hasan bin Abdul Jabbar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Ar-Rumi menceritakan kepada kami, dia berkata: Nadhr bin Muhammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Ikrimah bin Ammar menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu An-Najasyi menceritakan kepadaku, dia berkata: Rafi' bin Khadij menceritakan kepadaku, dia beikata: Nabiyullah SAW datang ke Madinah sementara orang-orang sedang melakukan proses pengawinan kurma. Beliau pun bertanya, “Apa yang mereka lakukan?" Mereka menjawab, “Sesuatu yang biasa mereka lakukan.“ Beliau bersabda,“Seandainya kalian tidak melakukannya, maka itu akan lebih baik ” Mereka pun meninggalkannya. Akibatnya, pohon kurma menjatuhkan buahnya atau buahnya berkurang. Lalu mereka menceritakan hal itu kepada beliau. Maka Nabi SAW bersabda, “ Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia. Apabila aku berbicara kepada kalian tentang sesuatu dari perkara agama kalian, maka peganglah. Dan apabila aku berbicara kepada kalian tentang sesuatu dari dunia kalian, maka aku hanyalah seorang manusia.”[3:68]
Ikrimah berkata, “Ini atau sejenisnya.“ Abu An-Najasyi adalah mantan budak Rafi'. Namanya Atha' bin Shuhaib. Ini dikatakan oleh syaikh (Ibnu Hibban).
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110023)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده حسن
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ نَفْيِ الإِيمَانِ عَمَّنْ لَمْ يَخْضَعْ لِسُنَنِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَوِ اعْتَرَضَ عَلَيْهَا بِالْمُقَايَسَاتِ الْمَقْلُوبَةِ، وَالْمُخْتَرَعَاتِ الدَّاحِضَةِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ، أَنَّ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ خَاصَمَ الزُّبَيْرَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ الَّتِي يَسْقُونَ بِهَا النَّخْلَ، فَقَالَ الأَنْصَارِيُّ‏:‏ سَرِّحِ الْمَاءَ يَمُرَّ، فَأَبَى عَلَيْهِ الزُّبَيْرُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ اسْقِ يَا زُبَيْرُ، ثُمَّ أَرْسِلْ إِلَى جَارِكَ، فَغَضِبَ الأَنْصَارِيُّ وَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ‏؟‏ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ اسْقِ يَا زُبَيْرُ، ثُمَّ احْبِسِ الْمَاءَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى الْجَدْرِ، قَالَ الزُّبَيْرُ‏:‏ فَوَاللَّهِ لَأَحْسَبُ هَذِهِ الآيَةَ نَزَلَتْ فِي ذَلِكَ‏:‏ ‏{‏فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ‏}‏ الآيَةَ‏.
24. Abu Khalifoh mengabarkan kepada kami: Abu Walid menceritakan kepada kami: Laits bm Sa'ad menceritakan kepada kami, dan Ibnu Syihab, dan Urwah btn Zubair, Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya: bahwa seorang laki-laki dari Anshar bertengkar dengan Zubair di hadapan Rasulullah SAW berkaitan dengan selokan-selokan air (syiraaj) Harrah yang dengannya mereka mengairi kebun kurma. Orang Anshar itu berkata, “Bebaskanlah air mengalir.” Tetapi Zubair menolaknya. Maka Rasulullah SAW berkata, “Airilah, wahai Zubair, lalu kirimkanlah kepada tetanggamu." Orang Anshar itu pun marah dan berkata, “Wahai Rasulullah, (apakah) karena dia adalah sepupumu?“. Wajah Rasulullah SAW langsung memerah. Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Airilah, wahai Zubair, lalu tahanlah air sampai ia kembali ke Jadr." Zubair berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengira bahwa ayat ini turun berkaitan dengan hal itu: ‘Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan' (Qs. An-Nisaa' [4]: 65).” [5:36]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110024)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى أَنَّ مَنِ اعْتَرَضَ عَلَى السُّنَنِ بِالتَّأْوِيلاَتِ الْمُضْمَحِلَّةِ، وَلَمْ يَنْقَدْ لِقَبُولِهَا كَانَ مِنْ أَهْلِ الْبِدَعِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي نُعْمٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ‏:‏ بَعَثَ عَلِيٌّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْيَمَنِ بِذَهَبٍ فِي أَدَمٍ، فَقَسَمَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ زَيْدِ الْخَيْلِ، وَالأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ، وَعُيَيْنَةَ بْنِ حِصْنٍ، وَعَلْقَمَةَ بْنِ عُلاَثَةَ، فَقَالَ أُنَاسٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنْصَارِ‏:‏ نَحْنُ أَحَقُّ بِهَذَا، فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَقَّ عَلَيْهِ، وَقَالَ‏:‏ أَلاَ تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِ، يَأْتِينِي خَبَرُ مَنْ فِي السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً‏؟‏ فَقَامَ إِلَيْهِ نَاتِئُ الْعَيْنَيْنِ، مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ، نَاشِزُ الْوَجْهِ كَثُّ اللِّحْيَةِ، مَحْلُوقُ الرَّأْسِ، مُشَمَّرُ الإِزَارِ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، اتَّقِ اللَّهَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَوَ لَسْتُ بِأَحَقِّ أَهْلِ الأَرْضِ أَنْ أَتَّقِيَ اللَّهَ‏؟‏ ثُمَّ أَدْبَرَ، فَقَامَ إِلَيْهِ خَالِدٌ سَيْفُ اللهِ فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَلاَ أَضْرِبُ عُنُقَهُ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ لاَ، إِنَّهُ لَعَلَّهُ يُصَلِّي، قَالَ‏:‏ إِنَّهُ رُبَّ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ، قَالَ‏:‏ إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَشُقَّ قُلُوبَ النَّاسِ، وَلاَ أَشُقَّ بُطُونَهُمْ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُقَفَّى، فَقَالَ‏:‏ إِنَّهُ سَيَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ قَالَ عُمَارَةُ فَحَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ‏:‏ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُودَ‏.
25. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami, dari Umarah bin Qa’qa, dari Abdurrahman bin Abu Nu’m, dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata: Ali mengirimkan emas (bi dzahab) dalam kulit yang disamak, kepada Rasulullah SAW dari Yaman. Lalu Rasulullah SAW membagikannya di antara Zaid Al Khail, Al Aqra’ bin Habis, Uyainah bin Hishn, dan Alqamah bin Ulatsah. Maka sekelompok orang dari Muhajirin dan Anshar berkata, “Kami lebih berhak atas ini.” Hal itu sampai kepada Nabi SAW. Beliau pun merasa sedih dan berkata, “Tidakkah kalian percaya kepadaku, sedang aku adalah orang kepercayaan Dzat yang ada di langit; kabar dari langit datang kepadaku pagi dan petang?” Lalu seseorang yang kedua matanya mencuat (naati al 'ainain), kedua tulang pipinya timbul (musyrif al wajnatain), wajahnya menonjol (naasyiz al waihi), jenggotnya lebat, kepalanya gundul, dan kain sarungnya disingsingkan berdiri kepada beliau sambil berkata, “Wahai Rasulullah, bertakwalah kepada Allah.” Maka Nabi SAW berkata, “bukankah aku penghuni bumi yang paling pantas untuk bertakwa kepada Allah?” Kemudian laki-laki itu berpaling. Maka Khalid, Saifullah, berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, biar aku penggal lehernya?” Beliau berkata, “Jangan! Barangkali dia masih mengerjakan shalat.” Dia berkata, “Sesungguhnya betapa banyak orang yang shalat mengatakan dengan lidahnya berbeda dengan yang ada dalam hatinya.” Beliau menjawab, “ Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk membelah hati manusia dan tidak pula untuk membelah perut mereka.” Lalu Nabi SAW menoleh kepada lelaki itu ketika ia sedang berpaling membelakangi (muqaffan). Lalu beltau berkata, “Sesungguhnya akan keluar dari keturunan laki-laki suatu kaum yang membaca Kitab Allah, tetapi tidak melewati pangkal tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya”
Umarah berkata: Aku kira beliau berkata, “Seandainya aku menjumpai mereka, niscaya aku akan memerangi mereka sebagaimana memerangi kaum Tsamud.” [3: 10]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110025)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ أَنْ يُحَدِّثَ الْمَرْءُ فِي أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ، مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلاَ رَسُولُهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَجُلاً أَوْصَى بِوَصَايَا أَبَّرَهَا فِي مَالِهِ، فَذَهَبْتُ إِلَى الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ أَسْتَشِيرُهُ، فَقَالَ الْقَاسِمُ‏:‏ سَمِعْتُ عَائِشَةَ، تَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ، فَهُوَ رَدٌّ‏.
26. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bis Khalid bin Abdullah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibrahim bin Sa'dmenceritakan kepada kami, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki mewasiatkan beberapa wasiat yang diberlakukannya pada hartanya (abarrahaa fi maalihi). Maka aku pergi kepada Qasim bin Muhammad untuk meminta pendapatnya. Qasim pun berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Rasulullah SAW bersabda; Barang siapa membuat hal-hal baru dalam agama kita ini yang tidak berasal darinya, maka dia ditolak (fa huwa raddun)" [2:86]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110026)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
-
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ كُلَّ مَنْ أَحْدَثَ فِي دِينِ اللهِ حُكْمًا لَيْسَ مَرْجِعُهُ إِلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، فَهُوَ مَرْدُودٌ غَيْرُ مَقْبُولٍ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الدُّولاَبِيُّ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ، فَهُوَ رَدٌّ‏.
27. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami: Muhammad bin Shabbah Ad-Dulabi menceritakan kepada kami: Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami: dari Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Barangsiapa membuat hal-hal baru dalam agama kita ini, yang tidak berasal darinya, maka dia ditolak." [3:43]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110027)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - فصل ذِكْرُ إِيجَابِ دُخُولِ النَّارِ لِمَنْ نَسَبَ الشَّيْءَ إِلَى الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ غَيْرُ عَالِمٍ بِصِحَّتِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ قَالَ‏:‏ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ‏.
28. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Amru menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Salamah menceritakan kepada kami, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda; “Siapa mengatakan sesuatu atas namaku, padahal aku tidak pernah mengatakannya, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka (fal yatabawwa' maq’adahu min an-naar)” [2: 109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110028)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده حسن
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى صِحَّةِ مَا أَوْمَأْنَا إِلَيْهِ فِي الْبَابِ الْمُتَقَدِّمِ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى السِّخْتِيَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ حَدَّثَ حَدِيثًا، وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ‏.
29. Imran bin Musa As-Sakhtiyani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Hakam, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Samurah bin Jundub, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Siapa menceritakan sebuah hadits, sedang dia menduga (yuraa) bahwa itu dusta, maka dia adalah salah satu dari dua orang yang berdusta (ahad al kaadzibaini).” [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110029)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يَدُلُّ عَلَى صِحَّةِ مَا ذَهَبْنَا إِلَيْهِ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ زُهَيْرٍ بِتُسْتَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِشْكَابٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ الْمَدَائِنِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا، أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ‏.
30. Ibnu Zuhair di Tustar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Husain bin Isykab menceritakan kepada kami, dia berkata: Ali bin Hafsh Al Mada'ini menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan, dari Khubaib bin Abdurrahman, dari Hafsh bin Ashim, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “ Cukuplah (dianggap) dosa bagi seseorang apabila dia menceritakan semua (bi kulli) apa yang didengarnya" [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110030)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الصحيح
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ إِيجَابِ دُخُولِ النَّارِ لِمُتَعَمِّدِ الْكَذِبِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ‏.‏
31. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Laits bin Sa’d menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW bersabda; “ siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka" [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110031)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرطهما
‏[‏مقدمة‏]‏ - بَابُ الاِعْتِصَامِ بِالسُّنَّةِ، وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا نَقْلاً وَأَمْرًا وَزَجْرًا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْكَذِبَ عَلَى الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَفْرَى الْفِرَى
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْفِرْيَةِ ثَلاَثًا، أَنْ يَفْرِيَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ، يَقُولُ‏:‏ رَأَيْتُ، وَلَمْ يَرَ شَيْئًا فِي الْمَنَامِ، أَوْ يَتَقَوَّلَ الرَّجُلُ عَلَى وَالِدَيْهِ، فَيُدْعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ، أَوْ يَقُولَ‏:‏ سَمِعَ مِنِّي، وَلَمْ يَسْمَعْ مِنِّي‏.
32. Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Muawiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, dari Rabi’ah bin Yazid, dari Watsilah bin Al Asqa’, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; “ Sesungguhnya antara kebohongan yang paling bohong adalah (inna min a’zham al firyah)—(diucapkan beliau) tiga kali— adalah seorang laki-laki berbohong atas dirinya sendiri. Dia berkata, ‘ Aku telah bermimpi,' padahal dia tidak bermimpi apa pun dalam tidur. Atau seorang laki-laki yang membuat-buat kebohongan atas kedua orang tuanya, sehingga dia dinisbatkan kepada selain bapaknya. Atau dia mengatakan bahwa dia telah mendengar dariku, padahal dia tidak mendengar dariku.” [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110032)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده قوي
كِتَابُ الْوَحْيِ
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّادِقَةُ يَرَاهَا فِي النَّوْمِ، فَكَانَ لاَ يَرَى رُؤْيَا إِلاَّ جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ، ثُمَّ حُبِّبَ لَهُ الْخَلاَءُ، فَكَانَ يَأْتِي حِرَاءَ، فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ وَهُوَ التَّعَبُّدُ اللَّيَالِيَ ذَوَاتِ الْعِدَّةِ وَيَتَزَوَّدُ لِذَلِكَ، ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى خَدِيجَةَ، فَتُزَوِّدُهُ لِمِثْلِهَا، حَتَّى فَجِئَهُ الْحَقُّ وَهُوَ فِي غَارِ حِرَاءَ، فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فِيهِ فَقَالَ‏:‏ اقْرَأْ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَقُلْتُ‏:‏ مَا أَنَا بِقَارِئٍ، قَالَ‏:‏ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ، ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ لِي‏:‏ اقْرَأْ، فَقُلْتُ‏:‏ مَا أَنَا بِقَارِئٍ، فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ، ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ‏:‏ اقْرَأْ، فَقُلْتُ‏:‏ مَا أَنَا بِقَارِئٍ، فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ، ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ‏:‏ ‏{‏اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ‏}‏ حَتَّى بَلَغَ ‏{‏مَا لَمْ يَعْلَمْ‏}‏، قَالَ‏:‏ فَرَجَعَ بِهَا تَرْجُفُ بَوَادِرُهُ حَتَّى دَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ، فَقَالَ‏:‏ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي، فَزَمَّلُوهُ حَتَّى ذَهَبَ عَنْهُ الرَّوْعُ‏.‏ ثُمَّ قَالَ‏:‏ يَا خَدِيجَةُ مَا لِي‏؟‏ وَأَخْبَرَهَا الْخَبَرَ وَقَالَ‏:‏ قَدْ خَشِيتُهُ عَلَيَّ، فَقَالَتْ‏:‏ كَلاَّ أَبْشِرْ، فَوَاللَّهِ لاَ يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ‏.‏ ثُمَّ انْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ حَتَّى أَتَتْ بِهِ وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَلٍ، وَكَانَ أَخَا أَبِيهَا، وَكَانَ امْرَأً تَنَصَّرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ يَكْتُبُ الْكِتَابَ الْعَرَبِيَّ، فَيَكْتُبُ بِالْعَرَبِيَّةِ مِنَ الإِنْجِيلِ مَا شَاءَ أَنْ يَكْتُبَ، وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ عَمِيَ، فَقَالَتْ لَهُ خَدِيجَةُ‏:‏ أَيْ عَمِّ، اسْمَعْ مِنِ ابْنِ أَخِيكَ، فَقَالَ وَرَقَةُ‏:‏ ابْنَ أَخِي، مَا تَرَى‏؟‏ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَى، فَقَالَ وَرَقَةُ‏:‏ هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي أُنْزِلَ عَلَى مُوسَى، يَا لَيْتَنِي أَكُونُ فِيهَا جَذَعًا، أَكُونُ حَيًّا حِينَ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَمُخْرِجِيَّ هُمْ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ قَطُّ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُودِيَ وَأُوذِيَ، وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا‏.‏ ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ‏.‏ وَفَتَرَ الْوَحْيُ فَتْرَةً حَتَّى حَزِنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا بَلَغَنَا حُزْنًا غَدَا مِنْهُ مِرَارًا لِكَيْ يَتَرَدَّى مِنْ رُؤُوسِ شَوَاهِقِ الْجِبَالِ، فَكُلَّمَا أَوْفَى بِذِرْوَةِ جَبَلٍ كَيْ يُلْقِيَ نَفْسَهُ مِنْهَا تَبَدَّى لَهُ جِبْرِيلُ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ يَا مُحَمَّدُ، إِنَّكَ رَسُولُ اللهِ حَقًّا، فَيَسْكُنُ لِذَلِكَ جَأْشُهُ، وَتَقَرُّ نَفْسُهُ، فَيَرْجِعُ، فَإِذَا طَالَ عَلَيْهِ فَتْرَةُ الْوَحْيِ غَدَا لِمِثْلِ ذَلِكَ، فَإِذَا أَوْفَى بِذِرْوَةِ الْجَبَلِ تَبَدَّى لَهُ جِبْرِيلُ فَيَقُولُ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ‏.
33. Muhammad bin Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami: Ibnu Abi Sarri menceritakan: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri: Urwah bin Zubair mengabarkan kepadaku, dari Aisyah, dia berkata:
Wahyu yang pertama kali dimulai pada Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar. Beliau memimpikannya dalam tidur. Dan beliau tidak memimpikan suatu mimpi, kecuali mimpi tersebut datang seperti cahaya pagi. Kemudian beliau dibuat mencintai pengasingan. Beliau biasa mendatangi Hira, lalu beliau yatahannats di dalamnya, yaitu beribadah pada malam-malam yang memiliki bilangan. Dan beliau membawa bekal untuk itu. Kemudian beliau kembali kepada Khadijah, dan dia membekali beliau untuk yang semisal dengan itu. Sampai akhirnya kebenaran mengejutkan beliau (faji'ahu al-haq), sedang beliau berada di Hira. Malaikat mendatangi beliau di dalamnya dan berkata, “Bacalah!” Rasulullah SAW berkata: Maka aku berkata, "Aku tidak bisa membaca (maaa anaa bi qaari').” Beliau bersabda: Dia pun memelukku dengan erat sampai aku merasa lelah (fa-ghaththani hattaa balagha minni al-juhdu).
Kemudian dia melepaskanku dan berkata kepadaku, “Bacalah!" Maka aku berkata, "Aku tidak bisa membaca. ” Dia pun memegangku dan memelukku untuk kali kedua, sampai aku merasa lelah. Kemudian dia melepaskanku dan berkata, "Bacalah!" Maka aku berkata, "Aku tidak bisa membaca." Dia pun memegangku dan memelukku untuk kali ketiga, sampai aku merasa lelah. Kemudian dia melepaskanku dan berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,” hingga ayat, “apa yang tidak diketahuinya.”
Dia berkata: Beliau pun kembali dengan membawa pulang ayat-ayat tersebut, dengan tubuh (bawaadir) yang bergetar. Sampai akhirnya beliau menemui Khadijah. Beliau berkata, “Selimutilah aku! Selimutilah aku“ ia pun menyelimuti beliau, sampai ketakutan beliau hilang. Kemudian beliau berkata, “Wahai Khadijah, ada apa denganku?” Beliau memberitahukan peristiwa tersebut kepada Khadijah dan berkata, “Sungguh, aku mengkhawatirkannya atas diriku.” Khadijah berkata, “Sekali-kali tidak. Bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Sesungguhnya kamu benar-benar menyambung silaturahim, berbicara dengan jujur, membantu orang miskin yang lemah, menjamu tamu, dan membantu menghadapi bencana-bencana kebenaran.” Kemudian Khadijah pergi bersama beliau menemui Waraqah bin Naufal. Waraqah saudara laki-laki dari bapak Khadijah. Dia adalah seorang yang memeluk agama Nasrani pada masa Jahiliyah. Dia bisa menulis kitab bahasa Arab. Dengan bahasa Arab, dia menulis apa saja yang ingin ditulisnya dari Injil. Dia sudah tua renta dan telah buta. Khadijah berkata kepadanya, “Wahai pamanku, dengarkanlah dari putra saudaramu.” Maka Waraqah berkata, “Wahai putra saudaraku, apa yang kamu lihat?” Rasulullah SAW memberitahukan apa yang beliau lihat kepadanya. Maka Waraqah berkata, “Ini adalah wahyu yang diturunkan kepada Musa. Seandainya saja aku masih muda dan aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu!” Rasulullah SAW berkata, “Apakah mereka akan mengusirku (a mukhrijiyya hum)? Waraqah berkata, “Benar. Sama sekali tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa apa yang kamu bawa ini, kecuali dia akan dimusuhi dan disakiti. Apabila aku mendapati harimu itu, maka aku akan menolongmu dengan sungguh-sungguh.”
Tidak lama kemudian Waraqah meninggal. Dan wahyu berhenti turun selama rentang waktu tertentu, sampai Rasulullah SAW bersedih [sebagaimana yang sampai kepada kami] dengan kesedihan yang karenanya beliau pergi beberapa kali untuk menjatuhkan diri dari puncak-puncak gunung. Tapi setiap kali beliau sampai ke puncak sebuah gunung untuk melemparkan diri beliau darinya, Jibril menampakkan diri kepada beliau dan berkata kepada beliau, “Wahai Muhammad, sesungguhnya kamu adalah utusan Allah yang sebenarnya." Hati beliau pun menjadi tenang dan jiwa beliau menjadi damai karena hal itu, sehingga beliau pulang.
Kemudian apabila wahyu lama tidak turun kepada beliau, beliau pergi lagi untuk hal seperti itu. Tapi ketika beliau sampai ke puncak gunung, Jibril menampakkan diri kepada beliau dan mengatakan hal yang sama kepada beliau.” [3:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110033)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
حديث صحيح
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ خَبَرٍ أَوْهَمَ مَنْ لَمْ يُحْكِمْ صِنَاعَةَ الْحَدِيثِ أَنَّهُ يُضَادُّ خَبَرَ عَائِشَةَ الَّذِي تَقَدَّمَ ذِكْرُنَا لَهُ
-
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ أَبَا سَلَمَةَ‏:‏ أَيُّ الْقُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ‏}‏، قُلْتُ‏:‏ إِنِّي نُبِّئْتُ أَنَّ أَوَّلَ سُورَةٍ أُنْزِلَتْ مِنَ الْقُرْآنِ‏:‏ ‏{‏اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ‏}‏‏.‏ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ‏:‏ سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ‏:‏ أَيُّ الْقُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ‏}‏، فَقُلْتُ لَهُ‏:‏ إِنِّي نُبِّئْتُ أَنَّ أَوَّلَ سُورَةٍ نَزَلَتْ مِنَ الْقُرْآنِ‏:‏ ‏{‏اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ‏}‏ قَالَ جَابِرٌ‏:‏ لاَ أُحَدِّثُكَ إِلاَّ مَا حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ جَاوَرْتُ فِي حِرَاءَ، فَلَمَّا قَضَيْتُ جِوَارِي نَزَلْتُ فَاسْتَبْطَنْتُ الْوَادِيَ، فَنُودِيتُ، فَنَظَرْتُ أَمَامِي، وَخَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، فَلَمْ أَرَ شَيْئًا، فَنُودِيتُ، فَنَظَرْتُ فَوْقِي، فَإِذَا أَنَا بِهِ قَاعِدٌ عَلَى عَرْشٍ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَجُئِثْتُ مِنْهُ، فَانْطَلَقْتُ إِلَى خَدِيجَةَ، فَقُلْتُ‏:‏ دَثِّرُونِي دَثِّرُونِي، وَصَبُّوا عَلَيَّ مَاءً بَارِدًا، فَأُنْزِلَتْ عَلَيَّ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ، قُمْ فَأَنْذِرْ، وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ‏}‏‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ فِي خَبَرِ جَابِرٍ هَذَا‏:‏ إِنَّ أَوَّلَ مَا أُنْزِلَ مِنَ الْقُرْآنِ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ‏}‏، وَفِي خَبَرِ عَائِشَةَ‏:‏ ‏{‏اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ‏}‏، وَلَيْسَ بَيْنَ هَذَيْنِ الْخَبَرَيْنِ تَضَادٌّ، إِذِ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْزَلَ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ‏{‏اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ‏}‏ وَهُوَ فِي الْغَارِ بِحِرَاءَ، فَلَمَّا رَجَعَ إِلَى بَيْتِهِ دَثَّرَتْهُ خَدِيجَةُ وَصَبَّتْ عَلَيْهِ الْمَاءَ الْبَارِدَ، وَأُنْزِلَ عَلَيْهِ فِي بَيْتِ خَدِيجَةَ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ، قُمْ‏}‏ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ بَيْنَ الْخَبَرَيْنِ تَهَاتُرٌ أَوْ تَضَادٌّ‏.‏
34. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami: Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami: Abau bin Yazid Al Aththar menceritakan kepada kami: Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Salamah, “Surah Al Qur'an apakah yang diturunkan pertama kali?” Dia berkata, “Hai orang yang berkemul (berselimut).“ Aku berkata, “Sesungguhnya aku telah diberi berita bahwa surat yang pertama kali diturunkan dari Al Qur'an, “ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. ”(Al ‘Aiaq)
Abu Salamah berkata: Aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah, “Surah Al Qur'an apakah yang diturunkan pertama kali?” Dia berkata, “ orang yang berselimut" (al Muddatstsir) Maka aku berkata, “Sesungguhnya aku telah diberi berita bahwa surah yang pertama kali diturunkan dari Al Qur'an, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan"
Jabir berkata: Aku tidak menceritakan kepadamu kecuali apa yang diceritakan kepada kami oleh Rasulullah SAW. Beliau berkata, “Aku beri'tikaf di Hira." Ketika aku telah menyelesaikan i'tikafku, maka aku turun dan berada di dasar lembah (fastabthanhu al waadi). Tiba-tiba aku dipanggil. Aku pun melihat ke depanku, belakangku, sebelah kananku, dan sebelah kiriku, tapi aku tidak melihat sesuatu pun. Lalu aku dipanggil (lagi). Aku pun melihat ke atasku.
Ternyata dia duduk di atas singgasana antara langit dan bumi. Aku pun terkejut (fa-ju'itstu) karenanya. Lalu aku pergi kepada Khadijah dan berkata, “Selimutilah akui Selimutilah aku! Dan siramkanlah air dingin kepadaku!" Lalu diturunkanlah, “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah!" [3: 1]
Abu Hatim berkata: Dalam khabar Jabir ini disebutkan bahwa yang pertama kali diturunkan dari Al Qur'an adalah uHai orang yang berkemul (berselimut)” (Al Muddatstsir) Sementara dalam khabar Aisyah, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu.” Di antara kedua khabar ini tidak ada pertentangan. Sebab, Allah SWT menurunkan kepada Rasul-Nya SAW, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu” (Al Alaq) ketika beliau berada di dalam gua di Hira.
Kemudian ketika beliau pulang ke rumah, Khadijah menyelimuti beliau dan menyiramkan air dingin. Lalu turunlah ayat kepada beliau, di rumah Khadijah, “Hai orang yang berkemul (berselimut), berdirilah...,” (Al Muddatstsir) tanpa ada perlawanan dan pertentangan di antara kedua khabar ini.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110034)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ الْقَدْرِ الَّذِي جَاوَرَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِرَاءَ عِنْدَ نُزُولِ الْوَحْيِ عَلَيْهِ
-
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ أَبَا سَلَمَةَ‏:‏ أَيُّ الْقُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ‏}‏، قُلْتُ‏:‏ أَوِ ‏{‏اقْرَأْ‏}‏، فَقَالَ أَبُو سَلَمَةَ‏:‏ سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ‏:‏ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ‏}‏، فَقُلْتُ‏:‏ أَوِ ‏{‏اقْرَأْ‏}‏، فَقَالَ‏:‏ إِنِّي أُحَدِّثُكُمْ مَا حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ جَاوَرْتُ بِحِرَاءَ شَهْرًا، فَلَمَّا قَضَيْتُ جِوَارِي نَزَلْتُ فَاسْتَبْطَنْتُ الْوَادِيَ، فَنُودِيتُ، فَنَظَرْتُ أَمَامِي، وَخَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، فَلَمْ أَرَ أَحَدًا، ثُمَّ نُودِيتُ، فَنَظَرْتُ إِلَى السَّمَاءِ، فَإِذَا هُوَ عَلَى الْعَرْشِ فِي الْهَوَاءِ، فَأَخَذَتْنِي رَجْفَةٌ شَدِيدَةٌ، فَأَتَيْتُ خَدِيجَةَ، فَأَمَرْتُهُمْ فَدَثَّرُونِي، ثُمَّ صَبُّوا عَلَيَّ الْمَاءَ، وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيَّ ‏{‏يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ، قُمْ فَأَنْذِرْ، وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ، وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ‏}‏‏.‏
35. Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Al Auza’i menceritakan kepada kami: Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Salamah, “Surah Al Qur'an apakah yang diturunkan pertama kali?" Dia berkata, “Hai orang yang berkemul (berselimut). ”(A1 Muddatstsir) Aku berkata, “Atau Iqra'?" (Al Alaq).
Abu Salamah berkata: Aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah tentang hal itu. Dia berkata, “ Hai orang yang berkemul (Al Muddatstsir) Maka aku berkata, “Atau Iqra ?’
Jabir berkata: Sesungguhnya aku menceritakan kepada kalian apa yang diceritakan kepada kami oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Aku beri’tikaf di Hira selama sebulan. Ketika aku telah menyelesaikan i'tikafku maka aku turun dan berada di dasar lembah, Tiba-tiba aku dipanggil. Aku pun melihat ke depanku, ke belakangku, ke sebelah kananku, dan ke sebelah kiriku, tapi aku tidak melihat seorang pun. Kemudian aku dipanggil (lagi). Aku pun melihat ke langit. Ternyata dia duduk di atas singgasana di udara. Aku ditimpa goncangan hebat. Lalu aku mendatangi Khadijah dan menyuruh mereka untuk menyelimutiku. Kemudian mereka menyiramkan air dingin kepadaku. Dan Allah menurunkan kepadaku , ‘Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah!’." (QS Al Muddatstsir[74]: 1-4); [3:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110035)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط البخاري
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ وَصْفِ الْمَلاَئِكَةِ عِنْدَ نُزُولِ الْوَحْيِ عَلَى صَفِيَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا قَضَى اللَّهُ الأَمْرَ فِي السَّمَاءِ، ضَرَبَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ، حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ، قَالُوا‏:‏ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ‏؟‏ فَيَقُولُونَ‏:‏ قَالَ الْحَقَّ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، فَيَسْتَمِعُهَا مُسْتَرِقُ السَّمْعِ، فَرُبَّمَا أَدْرَكَهُ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يَرْمِيَ بِهَا إِلَى الَّذِي هُوَ أَسْفَلُ مِنْهُ، وَرُبَّمَا لَمْ يُدْرِكْهُ الشِّهَابُ حَتَّى يَرْمِيَ بِهَا إِلَى الَّذِي هُوَ أَسْفَلُ مِنْهُ‏.‏ قَالَ‏:‏ وَهُمْ هَكَذَا بَعْضُهُمْ أَسْفَلُ مِنْ بَعْضٍ وَوَصَفَ ذَلِكَ سُفْيَانُ بِيَدِهِ فَيَرْمِي بِهَا هَذَا إِلَى هَذَا، وَهَذَا إِلَى هَذَا، حَتَّى تَصِلَ إِلَى الأَرْضِ، فَتُلْقَى عَلَى فَمِ الْكَافِرِ وَالسَّاحِرِ، فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِائَةَ كِذْبَةٍ، فَيُصَدَّقُ، وَيُقَالُ‏:‏ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ فِي يَوْمِ كَذَا وَكَذَا‏:‏ كَذَا وَكَذَا، فَصَدَقَ‏.
36. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami: Ibrahim bin Basysyar menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Amru bin Dinar, dari Ikrimah, dari Abu Hurairah yang menyampaikannya kepada Nabi SAW, beliau bersabda; “ Apabila Allah menetapkan suatu perkara di langit, maka para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka dalam keadaan tunduk (khadha’aanan) kepada firman-Nya, seolah (firman yang terdengar itu) seperti rantai (besi) di atas batu yang licin (shafwaan). Sampai ketika ketakutan dihilangkan dari hati mereka, mereka berkata, 'Apa yang dikatakan oleh Tuhan kalian?' Mereka berkata, 'Dia mengatakan kebenaran. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.' Lalu pencuri pendengaran mendengarkannya. Kadang dia terkena panah api sebelum dia melemparkan pendengaran itu kepada yang lebih rendah darinya. Dan kadang dia tidak terkena panah api sampai dia melemparkan pendengaran itu kepada yang lebih rendah darinya. Demikianlah mereka itu. Sebagian dari mereka lebih rendah daripada sebagian yang lain.-Dan Sufyan menjelaskan itu dengan tangannya—. Ini melemparkan pendengaran itu kepada ini, dan ini kepada itu, hingga sampai ke bumi. Lalu pendengaran itu dilemparkan pada mulut orang kafir dan tukang sihir. Dan bersama mereka dia membuat seratus kebohongan. Tetapi dia dipercayai. Dan dikatakan: Bukankah dia telah mengatakan ini dan itu pada hari ini dan itu, dan ia benar” [3: 1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110036)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ وَصْفِ أَهْلِ السَّمَاوَاتِ عِنْدَ نُزُولِ الْوَحْيِ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ بْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِشْكَابٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ مُسْلِمٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ إِذَا تَكَلَّمَ بِالْوَحْيِ سَمِعَ أَهْلُ السَّمَاءِ لِلسَّمَاءِ صَلْصَلَةً كَجَرِّ السِّلْسِلَةِ عَلَى الصَّفَا، فَيُصْعَقُونَ، فَلاَ يَزَالُونَ كَذَلِكَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ جِبْرِيلُ فَإِذَا جَاءَهُمْ فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ، فَيَقُولُونَ‏:‏ يَا جِبْرِيلُ مَاذَا قَالَ رَبُّكَ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ الْحَقَّ، فَيُنَادُونَ‏:‏ الْحَقَّ الْحَقَّ‏.
37. Muhammad bin Musayyab bin Ishaq mengabarkan kepada kami: Ali bin Husain bin Isykab menceritakan kepada kami: Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Muslim, dari Masruq, dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya apabila Allah mengucapkan wahyu, maka penduduk langit akan mendengar suara gemerincing seperti rantai yang diseret di atas batu-batu yang licin. Mereka pun jatuh pingsan. Mereka terus dalam keadaan demikian sampai Jibril mendatangi mereka. Apabila Jibril telah mendatangi mereka, maka ketakutan dihilangkan dari hati mereka. Lalu mereka berkata, ‘Jibril, apa yang dikatakan oleh Tuhanmu?' Jibril berkata, 'kebenaran.' Mereka pun menyerukan: kebenaran, kebenaran.” [3: 1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110037)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ وَصْفِ نُزُولِ الْوَحْيِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ سَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ‏؟‏ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَحْيَانًا يَأْتِينِي فِي مِثْلِ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيَنْفَصِمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ الْمَلَكُ رَجُلاً، فَيُكَلِّمُنِي، فَأَعِي مَا يَقُولُ‏.‏ قَالَتْ عَائِشَةُ‏:‏ وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ فِي الْيَوْمِ الشَّاتِي الشَّدِيدِ الْبَرْدِ، فَيَنْفَصِمُ عَنْهُ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرْقًا‏.‏
38. Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami: Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya, dari Aisyah, bahwa Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah SAW dengan berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu mendatangimu?” Rasulullah SAW berkata, “Kadang dia mendatangiku dalam bentuk seperti deringan lonceng. Dan ini adalah yang paling berat di antaranya (asyadduhu) bagiku. Lalu dia terputus dariku, sedang aku telah memahami apa yang dikatakannya. Dan kadang malaikat menampakkan diri sebagai seorang laki-laki di hadapanku, lalu berbicara kepadaku, dan aku memahami apa yang dikatakannya.”
Aisyah bcrkata, “Aku telah melihat wahyu turun kepada beliau pada hari yang sangat dingin, lalu terputus dari beliau, sedang kening beliau bercucuran keringat."
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110038)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ اسْتِعْجَالِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَلَقُّفِ الْوَحْيِ عِنْدَ نُزُولِهِ عَلَيْهِ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجُنَيْدِ، حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، فِي قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏لاَ تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ‏}‏، قَالَ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَالِجُ مِنَ التَّنْزِيلِ شِدَّةً، كَانَ يُحَرِّكُ شَفَتَيْهِ، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ‏:‏ أَنَا أُحَرِّكُهُمَا كَمَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَرِّكُهُمَا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ‏:‏ ‏{‏لاَ تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمَعَهُ وَقُرْآنَهُ‏}‏، قَالَ‏:‏ جَمْعُهُ فِي صَدْرِكَ، ثُمَّ تَقْرَؤُهُ ‏{‏فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ‏}‏، قَالَ‏:‏ فَاسْتَمِعْ لَهُ وَأَنْصِتْ، ‏{‏ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ‏}‏ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا أَنْ تَقْرَأَهُ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ جِبْرِيلُ اسْتَمَعَ، فَإِذَا انْطَلَقَ جِبْرِيلُ قَرَأَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا كَانَ أَقْرَأَهُ‏.‏
39. Muhammad bin Abdullah bin Al Junaid mengabarkan kepada kami; Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami: Abu Awanah, dari Musa bin Abu Aisyah, dari Sa’id bin J ubair, dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah; “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya, ”(QS. Al Qiyaamah [75]: 16) dia berkata: Dulu Nabi SAW menderita kesempitan karena penurunan wahyu. Beliau biasa menggerakkan kedua bibir beliau. Ibnu Abbas berkata: Aku menggerakkan keduanya, sebagaimana Rasulullah SAW menggerakkan keduanya. Maka Allah menurunkan; “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur‘an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan (membuatmu pandai) membacanya.” (Qs. Al Qiyaamah [75]: 16- 17) Dia berkata: mengumpulkannya dalam dadamu, lalu kamu membacanya. “Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (Qs. Al Qiyaamah [75]: 18) Dia berkata: maka dengarkanlah dan diamlah. “Kemudiam sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (Qs. Al Qiyaamah [75]: 19) Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah, agar kamu dapat membacanya. Ibnu Abbas berkata: Sejak saat itu, apabila Rasulullah SAW didatangi oleh Jibril, beliau diam. Kemudian apabila Jibril telah pergi, Nabi SAW membacanya sebagaimana sebelumnya dibacakan oleh jibril." [3:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110039)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط الشيخين
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ لَمْ يُنْزِلْ آيَةً وَاحِدَةً إِلاَّ بِكَمَالِهَا
-
أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُبَارَكِ الْهَرَوِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ‏:‏ لَمَّا نَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ‏}‏، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ادْعُ لِي زَيْدًا وَيَجِيءُ مَعَهُ بِاللَّوْحِ وَالدَّوَاةِ، أَوْ بِالْكَتِفِ وَالدَّوَاةِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ اكْتُبْ‏:‏ لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ قَالَ‏:‏ وَخَلْفَ ظَهْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمْرُو بْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ الأَعْمَى، قَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا تَأْمُرُنِي، فَإِنِّي رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ‏؟‏ قَالَ الْبَرَاءُ‏:‏ فَأُنْزِلَتْ مَكَانَهَا‏:‏ ‏{‏غَيْرَ أُولِي‏}‏ الضَّرَرِ‏.
40. An-Nadhr bin Muhammad bin Mubarak Al Hamwi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Utsman Al ‘Ijli menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami, dari Isra'il, dari Abu Ishaq, dari Al Barra' , dia berkata: Ketika turun ayat; “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (Yang tidak ikut berperang),”(Qs. An-Nisaa [4]: 95) Rasulullah SAW berkata, “Panggilkan Zaid untukku, agar dia datang membawa tulang belikat dan tinta, atau tulang bahu dan tinta.” Kemudian beliau berkata, “Tulislah: ‘Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (Yang tidak ikut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah. ” (Qs. An-Nisaa` [4]: 95) Al Barra' berkata: Dan di belakang punggung Nabi SAW ada Amru bin Ummi Maktum yang buta. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang engkau perintahkan kepadaku? Sesungguhnya aku adalah seorang laki-laki yang buta penglihatannya.” Al Barra' berkata: Maka diturunkanlah di tempatnya; “ghairu uli adh-dharar (Yang tidak mempunyai uzur)." [4: 24]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110040)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ لَمْ يُنْزِلْ آيَةً وَاحِدَةً إِلاَّ بِكَمَالِهَا
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ بِنَسَا قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِيتُونِي بِالْكَتِفِ أَوِ اللَّوْحِ، فَكَتَبَ‏:‏ ‏{‏لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ‏}‏، وَعَمْرُو بْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ خَلْفَ ظَهْرِهِ، فَقَالَ‏:‏ هَلْ لِي مِنْ رُخْصَةٍ‏؟‏ فَنَزَلَتْ، ‏{‏غَيْرَ أُولِي الضَّرَرِ‏}‏‏.
41. Muhammad bin Umar bin Yusuf di Nasa mengabarkan kepada kami, dia berkata: Nashr bin Ali Al Jahdhami menceritakan kepada kami, dia berkata: Mu’tamir bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari bapaknya, dari Abu Ishaq, dari Al Barra‘ bin Azib, bahwa Rasulullah SAW berkata, “Datangkanlah kepadaku tulang bahu atau tulang belikat.” Lalu beliau menulis; “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang),” (Qs An Nisaa' [4]: 95) sedang Amru bin Ummi Maktum ada di belakang punggung beliau. Dia pun berkata, “Apakah aku mendapatkan rukhsah kelanjutan ayat; “Yang tidak mempunyai uzur" [4. 24]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110041)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرطهما
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الْمُدْحِضِ قَوْلَ مَنْ زَعَمَ أَنَّ أَبَا إِسْحَاقَ السَّبِيعِيَّ لَمْ يَسْمَعْ هَذَا الْخَبَرَ مِنَ الْبَرَاءِ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، يَقُولُ‏:‏ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ‏:‏ ‏{‏لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ‏}‏ دَعَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْدًا فَجَاءَ بِكَتِفٍ فَكَتَبَهَا فِيهِ، فَشَكَا ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ضَرَارَتَهُ، فَنَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏غَيْرَ أُولِي الضَّرَرِ‏}‏‏.‏
42. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Ishaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Al Barra‘ berkata: Ketika turun ayat ini; “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang), ” (Qs. An-Nisaa‘ [4]: 95) Rasulullah SAW memanggil Zaid. Zaid pun datang dengan membawa tulang bahu dan menulis ayat tersebut padanya. Lalu Ibnu Ummi Maktum mengadukan kebutaannya. Maka turunlah ayat; “yang tidak mempunyai uzur:" [4: 24]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110042)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرطهما
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ مَا كَانَ يَأْمُرُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَتَبَةِ الْقُرْآنِ عِنْدَ نُزُولِ الآيَةِ بَعْدَ الآيَةِ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ الْمُؤَذِّنُ، حَدَّثَنَا عَوْفُ بْنُ أَبِي جَمِيلَةَ، عَنْ يَزِيدَ الْفَارِسِيِّ، قَالَ‏:‏ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ‏:‏ قُلْتُ لِعُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ‏:‏ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى أَنْ قَرَنْتُمْ بَيْنَ الأَنْفَالِ وَبَرَاءَةَ، وَبَرَاءَةُ مِنَ الْمِئِينَ، وَالأَنْفَالُ مِنَ الْمَثَانِي، فَقَرَنْتُمْ بَيْنَهُمَا‏؟‏ فَقَالَ عُثْمَانُ‏:‏ كَانَ إِذَا نَزَلَتْ مِنَ الْقُرْآنِ الآيَةُ دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضَ مَنْ يَكْتُبُ فَيَقُولُ لَهُ‏:‏ ضَعْهُ فِي السُّورَةِ الَّتِي يُذْكَرُ فِيهَا كَذَا، وَأُنْزِلَتِ الأَنْفَالُ بِالْمَدِينَةِ، وَبَرَاءَةُ بِالْمَدِينَةِ مِنْ آخِرِ الْقُرْآنِ، فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَمْ يُخْبِرْنَا أَيْنَ نَضَعُهَا، فَوَجَدْتُ قِصَّتَهَا شَبِيهًا بِقِصَّةِ الأَنْفَالِ، فَقَرَنْتُ بَيْنَهُمَا، وَلَمْ نَكْتُبْ بَيْنَهُمَا سَطْرَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، فَوَضَعْتُهَا فِي السَّبْعِ الطُّوَلِ‏.
43. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami: Utsman bin Haitsam Al Mu‘adzdzin menceritakan kepada kami: Auf bin Abu Jamilah menceritakan kepada kami, dari Yazid Al Farisi, dia berkata; Ibnu Abbas berkata; Aku berkata kepada Utsman bin Affan, “Apa yang mendorongmu untuk menyambungkan antara Surah Al Anfaal dan Bara‘ah (At-Taubah). [Bara‘ah] termasuk Al Mi'iin,”’ dan Al Anfaal termasuk Al Matsaani" tapi kalian menyambungkan antara keduanya.” Maka Utsman berkata, “Dulu apabila turun satu ayat dari Al Qur'an, Nabi SAW memanggil sebagian orang yang menulisnya dan berkata kepadanya, ‘Letakkanlah dia dalam surah yang di dalamnya disebutkan demikian."
Al Anfaal diturunkan di Madinah. Bara‘ah juga di Madinah dan termasuk Surah Al Qur`an yang paling akhir. Rasulullah SAW meninggal sebelum mengabarkan kepada kami di mana kami harus meletakkannya. Dan aku mendapati kisahnya menyerupai kisah Al Anfaal. Maka aku menyambungkan keduanya. Dan kami tidak menulis di antara keduanya kalimat: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Oleh karena itu, aku meletakkannya dalam As-Sab’ Ath-thiwaal (tujuh Surah yang panjang)." [32:1]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110043)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْوَحْيِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْوَحْيِ لَمْ يَنْقَطِعْ عَنْ صَفِيِّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلَى أَنْ أَخْرَجَهُ اللَّهُ مِنَ الدُّنْيَا إِلَى جَنَّتِهِ
-
حَدَّثَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ‏:‏ أَتَاهُ رَجُلٌ، وَأَنَا أَسْمَعُ، فَقَالَ‏:‏ يَا أَبَا بَكْرٍ‏:‏ كَمِ انْقَطَعَ الْوَحْيُ عَنْ نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ مَا سَأَلَنِي عَنْ هَذَا أَحَدٌ مُذْ وَعَيْتُهَا مِنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ‏:‏ لَقَدْ قُبِضَ مِنَ الدُّنْيَا وَهُوَ أَكْثَرُ مِمَّا كَانَ‏.‏
44. Abu Ya’la menceritakan kepada kami: Wahab bin Baqiyah menceritakan kepada kami: Khalid mengabarkan kepada kami, dari Abdurrahman bin Ishaq, dari Az-Zuhri. Abdurrahman berkata: Seorang laki-laki mendatangi Az-Zuhri, sedang aku mendengarkan. Laki-laki itu berkata, “Wahai Abu Bakar, berapa lama wahyu terputus dari Nabiyullah SAW sebelum kematian beliau?” Az-Zuhri berkata, ‘Tidak seorang pun bertanya kepadaku tentang hal ini sejak aku menghapalnya dari Anas bin Malik. Anas bin Malik berkata: Beliau meninggal dunia, sementara wahyu lebih banyak daripada sebelumnya.” [5:48]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110044)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
إسناده صحيح على شرط مسلم
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ رُكُوبِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبُرَاقَ، وَإِتْيَانِهِ عَلَيْهِ بَيْتَ الْمَقْدِسِ مِنْ مَكَّةَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ
-
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْبَزَّارُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ، قَالَ‏:‏ أَتَيْتُ حُذَيْفَةَ، فَقَالَ‏:‏ مَنْ أَنْتَ يَا أَصْلَعُ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ أَنَا زِرُّ بْنُ حُبَيْشٍ، حَدِّثْنِي بِصَلاَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ حِينَ أُسْرِيَ بِهِ، قَالَ‏:‏ مَنْ أَخْبَرَكَ بِهِ يَا أَصْلَعُ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ الْقُرْآنُ، قَالَ‏:‏ الْقُرْآنُ‏؟‏ فَقَرَأْتُ‏:‏ سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ مِنَ اللَّيْلِ، وَهَكَذَا هِيَ قِرَاءَةُ عَبْدِ اللهِ إِلَى قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ‏}‏، فَقَالَ‏:‏ هَلْ تَرَاهُ صَلَّى فِيهِ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ إِنَّهُ أُتِيَ بِدَابَّةٍ قَالَ حَمَّادٌ‏:‏ وَصَفَهَا عَاصِمٌ لاَ أَحْفَظُ صِفَتَهَا، قَالَ‏:‏ فَحَمَلَهُ عَلَيْهَا جِبْرِيلُ، أَحَدُهُمَا رَدِيفُ صَاحِبِهِ، فَانْطَلَقَ مَعَهُ مِنْ لَيْلَتِهِ حَتَّى أَتَى بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَأُرِيَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ، ثُمَّ رَجَعَا عَوْدَهُمَا عَلَى بَدْئِهِمَا، فَلَمْ يُصَلِّ فِيهِ، وَلَوْ صَلَّى لَكَانَتْ سُنَّةً‏.
45. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami: Khalaf bin Hisyam Al Bazzar menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, dari Ashim bin Abu Najud, dari Zirr bin Hubaisy, dia berkata: Aku mendatangi Hudzaifah. Maka dia berkata, “Siapakah kamu, wahai ashla'l”211 Aku berkata, “Aku adalah Zirr bin Hubaisy. Ceritakanlah kepadaku tentang shalat Rasulullah SAW di Baitul Maqdis, ketika beliau di-isra'-kan.” Dia berkata, “Siapakah yang memberitahukan itu kepadamu, wahai ashla'?" Aku berkata, “Al Qur'an.” Dia berkata, “Al Qur'an?” Maka aku membaca; “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada sebagian dari malam (min al-lail)” demikian qiraat Abdullah, sampai firman-Nya; “Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs. Al Israa' [17]: 1) Dia berkata, “Apakah kamu melihat beliau shalat di dalamnya?” Aku berkata, “Tidak.” Dia berkata, “Sesungguhnya didatangkan seekor binatang kendaraan kepada beliau.” (Hammad berkata, “Ashim menjelaskan ciri-cirinya, tapi aku tidak menghapalnya”). Dia berkata, “Lalu Jibril menaikkan beliau ke atasnya. Salah seorang dari keduanya dibelakang rekannya. Jibril pergi bersama beliau pada sebagian malam itu, sampai beliau tiba di Baitul Maqdis. Lalu diperlihatkan kepada beliau apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kemudian keduanya kembali ke tempat keduanya berangkat. Jadi, beliau tidak shalat selama itu. Seandainya beliau shalat, maka itu akan menjadi sunnah.” [3:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110045)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ اسْتِصْعَابِ الْبُرَاقِ عِنْدَ إِرَادَةِ رُكُوبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاهُ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْعَبَّاسِ السَّامِيُّ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُتِيَ بِالْبُرَاقِ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ مُسْرَجًا مُلْجَمًا لِيَرْكَبَهُ، فَاسْتَصْعَبَ عَلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ‏:‏ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى هَذَا، فَوَاللَّهِ مَا رَكِبَكَ أَحَدٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنْهُ‏.‏ قَالَ‏:‏ فَارْفَضَّ عَرَقًا‏.‏
46. Muhammad bin Abdurrahman bin Abbas As-Sami mengabarkan kepada kami: Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar memberitakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas, bahwa didatangkan Buraq kepada Nabi SAW pada malam beliau di-isra‘-kan, dengan berpelana dan bertali kekang. Lalu Buraq merasa keberatan terhadap beliau. Maka Jibril berkata kepadanya, “Apa yang mendorongmu melakukan ini. Demi Allah, kamu tidak dinaiki oleh seorang pun yang lebih mulia bagi Allah darinya.” Anas berkata, “Keringat Buraq pun bercucuran.” [3:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110046)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ جِبْرِيلَ شَدَّ الْبُرَاقَ بِالصَّخْرَةِ عِنْدَ إِرَادَةِ الإِسْرَاءِ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْمُتَوَكِّلِ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ وَاضِحٍ، حَدَّثَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ جُنَادَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لَمَّا كَانَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، انْتَهَيْتُ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ، فَخَرَقَ جِبْرِيلُ الصَّخْرَةَ بِإِصْبَعِهِ وَشَدَّ بِهَا الْبُرَاقَ‏.
47. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami: Abdurrahman bin Mutawakkil Al Muqri' menceritakan kepada kann: Yahya bin Wadhih menceritakan kepada kami: Zubair bin Junadah menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “[Ketika] malam aku di-isra'-kan, aku sampai ke Baitul Maqdis, Jibril membelah batu besar dengan jarinya dan mengikatkannya pada Buraq" [3: 2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110047)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ وَصْفِ الإِسْرَاءِ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ
-
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ الْقَيْسِيُّ، حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُمْ عَنْ لَيْلَةِ أُسْرِيَ بِهِ، قَالَ‏:‏ بَيْنَمَا أَنَا فِي الْحَطِيمِ وَرُبَّمَا قَالَ‏:‏ فِي الْحِجْرِ إِذْ أَتَانِي آتٍ، فَشَقَّ مَا بَيْنَ هَذِهِ إِلَى هَذِهِ فَقُلْتُ لِلْجَارُودِ وَهُوَ إِلَى جَنْبِي‏:‏ مَا يَعْنِي بِهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مِنْ ثُغْرَةِ نَحْرِهِ إِلَى شِعْرَتِهِ فَاسْتَخْرَجَ قَلْبِي، ثُمَّ أُتِيتُ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ مَمْلُوءًا إِيمَانًا وَحِكْمَةً، فَغُسِلَ قَلْبِي، ثُمَّ حُشِيَ، ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ دُونَ الْبَغْلِ وَفَوْقَ الْحِمَارِ أَبْيَضَ، فَقَالَ لَهُ الْجَارُودُ‏:‏ هُوَ الْبُرَاقُ يَا أَبَا حَمْزَةَ‏؟‏ قَالَ أَنَسٌ‏:‏ نَعَمْ، يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ فَحُمِلْتُ عَلَيْهِ، فَانْطَلَقَ بِي جِبْرِيلُ حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الدُّنْيَا، فَاسْتَفْتَحَ، فَقِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ، قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ‏.‏ فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا فِيهَا آدَمُ، فَقَالَ‏:‏ هَذَا أَبُوكَ آدَمُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ السَّلاَمَ ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالاِبْنِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ‏.‏ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الثَّانِيَةَ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ، قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ، قِيلَ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا يَحْيَى وَعِيسَى وَهُمَا ابْنَا خَالَةٍ، قَالَ‏:‏ هَذَا يَحْيَى وَعِيسَى، فَسَلَّمَ عَلَيْهِمَا، فَسَلَّمْتُ، فَرَدَّا ثُمَّ قَالاَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ‏.‏ ثُمَّ صَعِدَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ، قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا يُوسُفُ، قَالَ‏:‏ هَذَا يُوسُفُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ‏.‏ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الرَّابِعَةَ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ‏.‏ قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ أَوَ قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا إِدْرِيسُ، قَالَ هَذَا إِدْرِيسُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ‏.‏ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الْخَامِسَةَ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا هَارُونُ، قَالَ‏:‏ هَذَا هَارُونُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ السَّلاَمَ ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ‏.‏ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ السَّادِسَةَ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ، قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ أَوَ قَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ هَذَا مُوسَى، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ السَّلاَمَ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ، فَلَمَّا تَجَاوَزْتُ بَكَى، قِيلَ لَهُ‏:‏ مَا يُبْكِيكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَبْكِي لأَنَّ غُلاَمًا بُعِثَ بَعْدِي يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِهِ أَكْثَرُ مِمَّنْ يَدْخُلُهَا مِنْ أُمَّتِي‏.‏ ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ السَّابِعَةَ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قِيلَ‏:‏ مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ، فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا إِبْرَاهِيمُ، قَالَ‏:‏ هَذَا أَبُوكَ إِبْرَاهِيمُ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ السَّلاَمَ ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَرْحَبًا بِالاِبْنِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ‏.‏ ثُمَّ رُفِعْتُ إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، فَإِذَا نَبْقُهَا مِثْلُ قِلاَلِ هَجَرَ، وَإِذَا وَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفِيَلَةِ، قَالَ‏:‏ هَذِهِ سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى، وَإِذَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ، نَهْرَانِ بَاطِنَانِ، وَنَهْرَانِ ظَاهِرَانِ، فَقُلْتُ‏:‏ مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمَّا الْبَاطِنَانِ، فَنَهَرَانِ فِي الْجَنَّةِ، وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ، فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ‏.‏ ثُمَّ رُفِعَ لِيَ الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ‏.‏ قَالَ قَتَادَةُ‏:‏ وَحَدَّثَنَا الْحَسَنُ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ رَأَى الْبَيْتَ الْمَعْمُورَ، وَيَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ فِيهِ، ثُمَّ رَجَعَ إِلَى حَدِيثِ أَنَسٍ‏:‏ ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ عَسَلٍ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ، فَقَالَ‏:‏ هَذِهِ الْفِطْرَةُ، أَنْتَ عَلَيْهَا وَأُمَّتُكَ‏.‏ ثُمَّ فُرِضَتْ عَلَيَّ الصَّلاَةُ خَمْسِينَ صَلاَةً فِي كُلِّ يَوْمٍ، فَرَجَعْتُ فَمَرَرْتُ عَلَى مُوسَى، فَقَالَ‏:‏ بِمَ أُمِرْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أُمِرْتُ بِخَمْسِينَ صَلاَةً كُلَّ يَوْمٍ، قَالَ‏:‏ إِنَّ أُمَّتَكَ لاَ تَسْتَطِيعُ خَمْسِينَ صَلاَةً كُلَّ يَوْمٍ، وَإِنِّي قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ، وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ الْمُعَالَجَةِ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَسَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ، فَرَجَعْتُ، فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ مِثْلَهُ، فَرَجَعْتُ، فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ، فَرَجَعْتُ، فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ، فَرَجَعْتُ، فَأُمِرْتُ بِعَشْرِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ مِثْلَهُ، فَرَجَعْتُ، فَأُمِرْتُ بِخَمْسِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ‏:‏ بِمَ أُمِرْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أُمِرْتُ بِخَمْسِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ، قَالَ‏:‏ إِنَّ أُمَّتَكَ لاَ تَسْتَطِيعُ خَمْسَ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ، وَإِنِّي قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ، وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ الْمُعَالَجَةِ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَسَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ سَأَلْتُ رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ، لَكِنِّي أَرْضَى وَأُسَلِّمُ، فَلَمَّا جَاوَزْتُ نَادَانِي مُنَادٍ‏:‏ أَمْضَيْتُ فَرِيضَتِي، وَخَفَّفْتُ عَنْ عِبَادِي‏.‏
48. Hasan bin Sufyan Asy-Syaibani mengabarkan kepada kami: Hudbah bin Khalid Al Qaisi menceritakan kepada kami: Hammam bin Yahya menceritakan kepada kami: Qatadah menceritakan kepada kami, dari Anas bin Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah, bahwa Nabi SAW menceritakan kepada mereka tentang malam beliau di-isra‘-kan. Beliau bersabda,
“Ketika aku sedang berada di Hathim (tembok Ka’bah)—dan barangkali beliau berkata: di Hijir— tiba-tiba seseorang datang kepadaku. Lalu dia membelah apa yang ada di antara ini dan ini. —Aku berkata kepada Al Jarud yang ada di sebelahku, “Apa yang beliau maksudkan dengannya?” Dia berkata, “Mulai dari lubang leher (tsughrah) beliau sampai bulu kemaluan (syi'rah) beliau.”
Lalu dia mengeluarkan hatiku. Kemudian didatangkan kepadaku baskom dari emas yang dipenuhi dengan iman dan hikmah. Lalu hatiku dicuci, kemudian diisi. Kemudian didatangkan seekor binatang kendaraan berwarna putih kepadaku, yang lebih kecil daripada baghal dan lebih besar daripada keledai.
—Al Jarud berkata kepadanya, “Apakah dia Buraq, wahai Abu Hamzah?” Anas berkata, “Ya. Tingkahnya sejauh pandangannya.”—
Lalu aku dinaikkan ke atasnya. Lalu Jibril membawaku pergi, sampai tiba di langit dunia (langit pertama). Lalu dia minta dibukakan pintu. Maka dikatakan kepadanya, "Siapa ini?" Jibril berkata, "Jibril. ” Dikatakan, "Dan siapa yang bersamamu ?" Jibril menjawab, "Muhammad SAW. " Dikatakan, "Apakah telah dikirim utusan kepadanya?" Jibril berkata, 'Ya. " Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya. ” Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata di dalamnya ada Adam. Maka Jibril berkata, "Ini adalah bapakmu, Adam. Maka ucapkanlah salam kepadanya." Aku pun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salam, kemudian berkata, “Selamat datang bagi anak yang shalih dan nabi yang shalih.”
Kemudian Jibril membawaku naik, sampai tiba di langit kedua. Lalu dia minta dibukakan pintu. Lalu ditanyakan, "Siapa ini?" Jibril berkata, "Jibril." Ditanyakan, "Dan siapa yang bersamamu?" Jibril menjawab, "Muhammad." Dikatakan, "apakah telah dikirim utusan kepadanya" Jibril berkata, "Ya." Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya." Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata ada Yahya dan Isa, dan keduanya adalah saudara sepupu. Jibril berkata, "Ini adalah Yahya dan Isa. Maka ucapkanlah salam kepada keduanya." Aku pun mengucapkan salam kepada keduanya. Keduanya menjawab, kemudian berkata, "Selamat datang bagi saudara yang shalih dan nabi yang shalih."
Kemudian Jibril membawaku naik, sampai tiba di langit ketiga. Lalu dia minta dibukakan pintu. Dikatakan, "Siapa ini?" Jibril berkata, "Jibril." Dikatakan, "Dan siapa yang bersamamu?" Jibril menjawab, "Muhammad SAW. Dikatakan, "Apakah telah dikirim utusan kepadanya?" Jibril berkata, "Ya." Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya." Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata ada Yusuf. Jibril berkata, "Ini adalah Yusuf. Maka ucapkanlah salam kepadanya." Aku pun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab, kemudian berkata, "Selamat datang bagi saudara yang shalih dan nabi yang shalih."
Kemudian Jibril membawaku naik, sampai tiba di langit keempat. Lalu dia minta dibukakan pintu. Dikatakan kepadanya, "Siapa ini?" Jibril berkata, "Jibril." Dikatakan, "Dan siapa yang bersamamu?" Jibril menjawab, "Muhammad SAW. Dikatakan, "Apakah telah dikirim utusan kepadanya?" Jibril berkata, "Ya." Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya." Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata ada Idris. Jibril berkata, "Ini adalah Idris. Maka ucapkanlah salam kepadanya. ”Aku pun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab, kemudian berkata, "Selamat datang bagi saudara yang shalih dan nabi yang shalih. "
Kemudian Jibril membawaku naik, sampai tiba di langit kelima. Lalu dia minta dibukakan pintu. Dikatakan kepadanya, "Siapa ini? " Jibril berkata. "Jibril. ” Dikatakan, "Dan siapa yang bersamamu? " Jibril menjawab, "Muhammad SAW. Dikatakan, "Apakah telah dikirim utusan kepadanya?" Jibril berkata, "Ya. " Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya. ” Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata ada Harun. Jibril berkata, "Ini adalah Harun. Maka ucapkanlah salam kepadanya. " Aku pun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salam, kemudian berkata, "Selamat datang bagi saudara yang shalih dan nabi yang shalih. "
Kemudian Jibril membawaku naik, sampai tiba di langit keenam. Lalu dia minta dibukakan pintu. Dikatakan kepadanya, "Siapa ini? "Jibril berkata, "Jibril. " Dikatakan, "Dan siapa yang bersamamu? " Jibril menjawab, "Muhammad SAW. Dikatakan, "Apakah telah dikirim utusan kepadanya? " Jibril berkata, "Ya. " Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya. ” Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata ada Musa. Jibril berkata, "Ini adalah Musa. Maka ucapkanlah salam kepadanya. " Aku pun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salam, kemudian berkata, "Selamat datang bagi saudara yang shalih dan nabi yang shalih." Ketika aku berlalu, Musa menangis. Dikatakan kepadanya, "Apa yang membuatmu menangis? " Dia berkata, "Aku menangis karena seorang nabi yang diutus setelahku, yang masuk surga dari umatnya lebih banyak daripada umatku. ”
Kemudian Jibril membawaku naik, sampai tiba di langit ketujuh. Lalu dia minta dibukakan pintu. Dikatakan kepadanya, "Siapa ini? "Jibril berkata, "Jibril. " Dikatakan, "Dan siapa yang bersamamu? ” Jibril menjawab, "Muhammad SAW. Dikatakan, "Apakah telah dikirim utusan kepadanya? " Jibril berkata, "Ya." Dikatakan, "Selamat datang baginya. Sebaik-baik kedatangan adalah kedatangannya." Lalu dibukakanlah pintu. Ketika aku telah masuk, ternyata ada Ibrahim. Jibril berkata, "Ini adalah bapakmu, Ibrahim. Maka ucapkanlah salam kepadanya. ” Aku pun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salam, kemudian berkata, “Selamat datang bagi anak yang shalih dan nabi yang shalih."
Kemudian aku pun dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Didalamnya ada buah bidara (nabq)-nya seperti tempayan (qilaal) Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Jibril berkata, “Ini adalah Sidratul Muntaha. ” Juga ada empat sungai: dua sungai batin dan dua sungai zhahir. Maka aku berkata, “Apakah ini, wahai Jibril? ” Dia berkata, “Dua yang batin adalah dua sungai di surga. Sementara dua yang zhahir adalah Nil dan Eufrat. ” Kemudian aku dinaikkan ke Al Bait Al Ma'mur.
—Qatadah berkata, “Hasan menceritakan kepada kami, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bahwa beliau melihat al-Bait al-Ma'mur. Setiap hari tujuh puluh ribu malaikat memasukinya, lalu mereka tidak kembali. Kemudian dia kembali kepada hadits Anas:
Kemudian didatangkan kepadaku sebuah bejana berisi khamer, sebuah bejana berisi susu, dan sebuah bejana berisi madu. Aku mengambil susu. Maka Jibril berkata, “Ini adalah fitrah. Kamu dan umatmu berada di atas fitrah," Kemudian diwajibkan atasku shalat sebanyak lima puluh waktu shalat dalam setiap hari. Lalu aku kembali dan melewati Musa. Da berkata, "Apa yang diperintahkan kepadamu? " Aku berkata, "Aku diperintahkan untuk mengerjakan lima puluh waktu shalat setiap hari. ” Dia berkata. "Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakan lima puluh shalat setiap hari. Sesungguhnya aku telah menguji manusia sebelummu dan menangani Bani Israil dengan penanganan yang paling keras. Maka kembalilah kepada Tuhanmu, lalu mintalah kepada-Nya keringanan bagi umatmu."
Aku pun kembali. Maka ditanggalkanlah dariku sepuluh waktu shalat. Lalu aku kembali kepada Musa. Dan dia mengatakan yang seperti itu lagi Aku pun kembali. Maka ditanggalkanlah dariku sepuluh waktu shalat. Lalu aku kembali kepada Musa. Dan dia mengatakan yang seperti itu lagi. Akupun kembali. Maka ditanggalkanlah dariku sepuluh shalat.
Lalu aku kembali kepada Musa. Dan dia mengatakan yang seperti itu lagi. Aku pun kembali Maka aku diperintahkan untuk mengerjakan sepuluh shalat setiap hari. Lalu aku kembali kepada Musa. Dan dia mengatakan yang seperti itu lagi. Aku pun kembali.
Maka aku diperintahkan untuk mengerjakan lima waktu shalat setiap hari Lalu aku kembali kepada Musa. Dia berkata, "^pa yang diperintahkan kepadamu?" Aku berkata, diperintahkan untuk mengerjakan lima shalat setiap hari. "Dia berkata, "Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakan lima waktu shalat setiap hari. Sesungguhnya aku telah menguji manusia sebelummu dan menanganai Bani Isra'il dengan penanganan yang paling keras. Maka kembalilah kepada Tuhanmu, lalu mintalah kepada-Nya keringanan bagi umatmu. "
Aku berkatat "Aku telah meminta kepada TUhanku sampai aku malu. Akan tetapi, aku ridha dan menerima. ” Ketika aku berlalu, seorang penyeru menyeruku, "Aku telah menetapkan fardhu-Ku dan meringankan hamba-hamba-Ku" [3: 2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110048)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ خَبَرٍ أَوْهَمَ عَالِمًا مِنَ النَّاسِ أَنَّهُ مُضَادُّ لِخَبَرِ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ‏.
49. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami: Musaddad menceritakan kepada kami: Isa bin Yunus menceritakan kepada kami, dari Sulaiman At-Taimi, dan Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Pada malam aku di-isra'-kan, aku melewati Musa AS yang sedang shalat di kuburnya.” [3: 2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110049)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الْمَوْضِعِ الَّذِي فِيهِ رَأَى الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ وَشَيْبَانُ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَرَرْتُ بِمُوسَى لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ عِنْدَ الْكَثِيبِ الأَحْمَرِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ قَادِرٌ عَلَى مَا يَشَاءُ، رُبَّمَا يَعِدُ الشَّيْءَ لِوَقْتٍ مَعْلُومٍ، ثُمَّ يَقْضِي كَوْنَ بَعْضِ ذَلِكَ الشَّيْءِ قَبْلَ مَجِيءِ ذَلِكَ الْوَقْتِ، كَوَعْدِهِ إِحْيَاءَ الْمَوْتَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجَعْلِهِ مَحْدُودًا، ثُمَّ قَضَى كَوْنَ مِثْلِهِ فِي بَعْضِ الأَحْوَالِ، مِثْلَ مَنْ ذَكَرَهُ اللَّهُ وَجَعَلَهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ فِي كِتَابِهِ، حَيْثُ يَقُولُ‏:‏ ‏{‏أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ، وَكَإِحْيَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ لِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِ بَعْضَ الأَمْوَاتِ‏.‏ فَلَمَّا صَحَّ وجودُ كَوْنِ هَذِهِ الْحَالَةِ فِي الْبَشَرِ، إِذَا أَرَادَهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، لَمْ يُنْكَرْ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ أَحْيَا مُوسَى فِي قَبْرِهِ حَتَّى مَرَّ عَلَيْهِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ، وَذَاكَ أَنَّ قَبْرَ مُوسَى بِمُدَّيْنِ بَيْنَ الْمَدِينَةِ وَبَيْنَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، فَرَآهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو فِي قَبْرِهِ إِذِ الصَّلاَةُ دُعَاءٌ، فَلَمَّا دَخَلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْتَ الْمَقْدِسِ وَأُسْرِيَ بِهِ، أُسْرِيَ بِمُوسَى حَتَّى رَآهُ فِي السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، وَجَرَى بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ مِنَ الْكَلاَمِ مَا تَقَدَّمَ ذِكْرُنَا لَهُ، وَكَذَلِكَ رُؤْيَتُهُ سَائِرَ الأَنْبِيَاءِ الَّذِينَ فِي خَبَرِ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ‏.‏ فَأَمَّا قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خَبَرِ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ‏:‏ بَيْنَمَا أَنَا فِي الْحَطِيمِ إِذْ أَتَانِي آتٍ، فَشَقَّ مَا بَيْنَ هَذِهِ إِلَى هَذِهِ، فَكَانَ ذَلِكَ لَهُ فَضِيلَةٌ فُضِّلَ بِهَا عَلَى غَيْرِهِ، وَأَنَّهُ مِنْ مُعْجِزَاتِ النُّبُوَّةِ، إِذِ الْبَشَرُ إِذَا شُقَّ عَنْ مَوْضِعِ الْقَلْبِ مِنْهُمْ، ثُمَّ اسْتُخْرِجَ قُلُوبُهُمْ مَاتُوا‏.‏ وَقَوْلُهُ‏:‏ ثُمَّ حُشِيَ يُرِيدُ‏:‏ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ حَشَا قَلْبَهُ الْيَقِينَ وَالْمَعْرِفَةَ، الَّذِي كَانَ اسْتِقْرَارُهُ فِي طَسْتِ الذَّهَبِ، فَنُقِلَ إِلَى قَلْبِهِ‏.‏ ثُمَّ أُتِيَ بِدَابَّةٍ يُقَالُ لَهَا‏:‏ الْبُرَاقُ، فَحُمِلَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَطِيمِ أَوِ الْحِجْرِ، وَهُمَا جَمِيعًا فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، فَانْطَلَقَ بِهِ جِبْرِيلُ حَتَّى أَتَى بِهِ عَلَى قَبْرِ مُوسَى عَلَى حَسَبِ مَا وَصَفْنَاهُ، ثُمَّ دَخَلَ مَسْجِدَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، فَخَرَقَ جِبْرِيلُ الصَّخْرَةَ بِإِصْبَعِهِ، وَشَدَّ بِهَا الْبُرَاقَ، ثُمَّ صَعِدَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ‏.‏ ذِكْرُ شَدِّ الْبُرَاقِ بِالصَّخْرَةِ فِي خَبَرِ بُرَيْدَةَ، وَرُؤْيَتِهِ مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ لَيْسَا جَمِيعًا فِي خَبَرِ مَالِكِ بْنِ صَعْصَعَةَ . فَلَمَّا صَعِدَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، اسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، قِيلَ‏:‏ مَنْ هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِبْرِيلُ، قِيلَ‏:‏ وَمَنْ مَعَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ‏؟‏ يُرِيدُ بِهِ‏:‏ وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ لِيُسْرَى بِهِ إِلَى السَّمَاءِ، لاَ أَنَّهُمْ لَمْ يَعْلَمُوا بِرِسَالَتِهِ إِلَى ذَلِكَ الْوَقْتِ، لأَنَّ الإِسْرَاءَ كَانَ بَعْدَ نُزُولِ الْوَحْيِ بِسَبْعِ سِنِينَ، فَلَمَّا فُتِحَ لَهُ فَرَأَى آدَمَ عَلَى حَسَبِ مَا وَصَفْنَا قَبْلُ‏.‏ وَكَذَلِكَ رُؤْيَتُهُ فِي السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا، وَعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ، وَفِي السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ يُوسُفَ بْنَ يَعْقُوبَ، وَفِي السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ إِدْرِيسَ، ثُمَّ فِي السَّمَاءِ الْخَامِسَةِ هَارُونَ، ثُمَّ فِي السَّمَاءِ السَّادِسَةِ مُوسَى، ثُمَّ فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ إِبْرَاهِيمَ، إِذْ جَائِزٌ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ أَحْيَاهُمْ لأَنْ يَرَاهُمُ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ، فَيَكُونُ ذَلِكَ آيَةً مُعْجِزَةً يُسْتَدَلُّ بِهَا عَلَى نُبُوَّتِهِ عَلَى حَسَبِ مَا أَصَّلْنَا قَبْلُ‏.‏ ثُمَّ رُفِعَ لَهُ سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى، فَرَآهَا عَلَى الْحَالَةِ الَّتِي وَصَفَ‏.‏ ثُمَّ فُرِضَ عَلَيْهِ خَمْسُونَ صَلاَةً، وَهَذَا أَمْرُ ابْتِلاَءٍ أَرَادَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ ابْتِلاَءَ صَفِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ فَرَضَ عَلَيْهِ خَمْسِينَ صَلاَةً، إِذْ كَانَ فِي عِلْمِ اللهِ السَّابِقِ أَنَّهُ لاَ يَفْرِضُ عَلَى أُمَّتِهِ إِلاَّ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فَقَطْ، فَأَمَرَهُ بِخَمْسِينَ صَلاَةً أَمْرَ ابْتِلاَءٍ، وَهَذَا كَمَا نَقُولُ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ قَدْ يَأْمُرُ بِالأَمْرِ يُرِيدُ أَنْ يَأْتِيَ الْمَأْمُورُ بِهِ إِلَى أَمْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُرِيدَ وُجُودَ كَوْنِهِ، كَمَا أَمَرَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ خَلِيلَهُ إِبْرَاهِيمَ بِذَبْحِ ابْنِهِ، أَمَرَهُ بِهَذَا الأَمْرِ أَرَادَ بِهِ الاِنْتِهَاءَ إِلَى أَمْرِهِ دُونَ وُجُودِ كَوْنِهِ، فَلَمَّا أَسْلَمَا، وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ، فَدَاهُ بِالذِّبْحِ الْعَظِيمِ، إِذْ لَوْ أَرَادَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ كَوْنَ مَا أَمَرَ، لَوَجَدَ ابْنَهُ مَذْبُوحًا، فَكَذَلِكَ فَرَضَ الصَّلاَةَ خَمْسِينَ أَرَادَ بِهِ الاِنْتِهَاءَ إِلَى أَمْرِهِ دُونَ وُجُودِ كَوْنِهِ، فَلَمَّا رَجَعَ إِلَى مُوسَى، وَأَخْبَرَهُ أَنَّهُ أُمِرَ بِخَمْسِينَ صَلاَةً كُلَّ يَوْمٍ، أَلْهَمَ اللَّهُ مُوسَى أَنْ يَسْأَلَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمَا وَسَلَّمَ بِسُؤَالِ رَبِّهِ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِهِ، فَجَعَلَ جَلَّ وَعَلاَ قَوْلَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ لَهُ سَبَبًا لِبَيَانِ الْوُجُودِ لِصِحَّةِ مَا قُلْنَا‏:‏ إِنَّ الْفَرْضَ مِنَ اللهِ عَلَى عِبَادِهِ أَرَادَ إِتْيَانَهُ خَمْسًا لاَ خَمْسِينَ‏.‏ فَرَجَعَ إِلَى اللهِ جَلَّ وَعَلاَ فَسَأَلَهُ، فَوَضَعَ عَنْهُ عَشْرًا، وَهَذَا أَيْضًا أَمْرُ ابْتِلاَءٍ أُرِيدَ بِهِ الاِنْتِهَاءُ إِلَيْهِ دُونَ وُجُودِ كَوْنِهِ، ثُمَّ جَعَلَ سُؤَالَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِيَّاهُ سَبَبًا لِنَفَاذِ قَضَاءِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ فِي سَابِقِ عِلْمِهِ، أَنَّ الصَّلاَةَ تُفْرَضَ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ خَمْسًا لاَ خَمْسِينَ، حَتَّى رَجَعَ فِي التَّخْفِيفِ إِلَى خَمْسِ صَلَوَاتٍ‏.‏ ثُمَّ أَلْهَمَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ صَفِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ حَتَّى قَالَ لِمُوسَى‏:‏ قَدْ سَأَلْتُ رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ، لَكِنِّي أَرْضَى وَأُسَلِّمُ، فَلَمَّا جَاوَزَ نَادَاهُ مُنَادٍ‏:‏ أَمْضَيْتُ فَرِيضَتِي، أَرَادَ بِهِ الْخَمْسَ صَلَوَاتٍ، وَخَفَّفْتُ عَنْ عِبَادِي، يُرِيدُ‏:‏ عَنْ عِبَادِي مِنْ أَمْرِ الاِبْتِلاَءِ الَّذِي أَمَرْتُهُمْ بِهِ مِنْ خَمْسِينَ صَلاَةٍ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا‏.‏ وَجُمْلَةُ هَذِهِ الأَشْيَاءِ فِي الإِسْرَاءِ رَآهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجِسْمِهِ عِيَانًا دُونَ أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ رُؤْيَا أَوْ تَصْوِيرًا صُوِّرَ لَهُ، إِذْ لَوْ كَانَ لَيْلَةَ الإِسْرَاءِ وَمَا رَأَى فِيهَا نَوْمًا دُونَ الْيَقَظَةِ، لاَسْتَحَالَ ذَلِكَ، لأَنَّ الْبَشَرَ قَدْ يَرَوْنَ فِي الْمَنَامِ السَّمَاوَاتِ وَالْمَلاَئِكَةَ وَالأَنْبِيَاءَ وَالْجَنَّةَ وَالنَّارَ وَمَا أَشْبَهَ هَذِهِ الأَشْيَاءَ، فَلَوْ كَانَ رُؤْيَةُ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا وَصَفَ فِي لَيْلَةِ الإِسْرَاءِ فِي النَّوْمِ دُونَ الْيَقَظَةِ، لَكَانَتْ هَذِهِ حَالَةٌ يَسْتَوِي فِيهَا مَعَهُ الْبَشَرُ، إِذْ هُمْ يَرَوْنَ فِي مَنَامَاتِهِمْ مِثْلَهَا، وَاسْتَحَالَ فَضْلُهُ، وَلَمْ تَكُنْ تِلْكَ حَالَةً مُعْجِزَةً يُفَضَّلُ بِهَا عَلَى غَيْرِهِ، ضِدَّ قَوْلِ مَنْ أَبْطَلَ هَذِهِ الأَخْبَارَ، وَأَنْكَرَ قُدْرَةَ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ وَإِمْضَاءَ حُكْمِهِ لِمَا يُحِبُّ كَمَا يُحِبُّ، جَلَّ رَبُّنَا وَتَعَالَى عَنْ مِثْلِ هَذَا وَأَشْبَاهِهِ‏.‏
50. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami: Hudbah dan'syaibau menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Tsabit, dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Aku melewati Musa pada malam aku di-israkan, sedang berdiri shalat di kuburnya, di bukit pasir merah.”[3: 2]
Abu Hatim berkata: Allah SWT Maha Kuasa atas apa saja yang dikehendaki-Nya. Kadang Dia menjanjikan sesuatu untuk waktu tertentu, lalu menetapkan keberadaan sebagian dari sesuatu itu sebelum kedatangan waktu tersebut Misalnya adalah janji-Nya untuk menghidupkan orang-orang mati pada hari kiamat dan menjadikannya terbatas, lalu dia menetapkan yang semisal dengannya pada sebagian kondisi. Contohnya adalah orang yang disebutkan dan ditetapkan oleh Allah SWT dalam Kitab-Nya, di mana Dia berfirman; “Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata,"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?' Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, *Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?' Ia menjawab, "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.' Allah berfirman, 1Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya." Sampai akhir ayat (QS. Al Baqarah [2]: 259).
Contohnya juga adalah kemampuan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Isa bin Maryam AS untuk menghidupkan sebagian dari orang-orang mati.
Ketika kondisi pada manusia ini benar-benar terjadi, apabila Allah SWT menghendaki-Nya sebelum hari kiamat, maka tidak dapat diingkari bahwa Allah SWT telah menghidupkan Musa dalam kuburnya, sehingga Al Mushthafa SAW melewatinya pada malam beliau di-isra'-kan. Yang demikian itu adalah bahwa kubur Musa berada di Madyan, antara Madinah dan Baitul Maqdis. Rasulullah SAW melihatnya berdoa di kuburnya, karena shalat artinya doa. Kemudian ketika Rasulullah SAW memasuki Baitul Maqdis dan di-isra‘-kan, Musa juga di-isra‘-kan, sehingga beliau melihatnya di langit keenam dan terjadilah percakapan antara beliau dan dia, sebagaimana yang telah kita sebutkan. Demikian pula beliau melihat nabi-nabi lainnya yang disebutkan dalam khabar Malik bin Sha’sha’ah.
Adapun perkataan Nabi SAW dalam khabar Malik bin Sha’sha’ah, “Ketika aku sedang berada di Hathim, tiba-tiba seseorang datang kepadaku. Lalu dia membelah apa yang ada di antara ini dan ini,” maka itu adalah keutamaan yang dengannya beliau diutamakan atas selain beliau. Dan itu adalah sebagian dari mukjizat-mukjizat kenabian. Sebab, apabila manusia dibelah tempat hati mereka, kemudian hati mereka dikeluarkan, maka mereka akan mati.
Dan sabda beliau, “kemudian diisi” yang beliau maksud adalah bahwa Allah SWT mengisi hati beliau dengan keyakinan dan ma’rifat yang sebelumnya berada dalam baskom emas, lalu dipindahkan ke dalam hati beliau.
Kemudian didatangkan kepada beliau binatang kendaraan yang dinamakan Buraq. Lalu beliau dinaikkan ke atasnya dari Hathim atau Hijir. Dan keduanya berada di Masjidil Haram. Lalu Jibril membawa beliau pergi, sampai tiba di kubur Musa, sebagaimana yang telah kita jelaskan. Kemudian beliau memasuki Baitul Maqdis. Lalu Jibril membelah batu besar dengan jarinya dan mengikatkannya pada Buraq. Kemudian dia membawa beliau naik ke langit
Penyebutan pengikatan Buraq dengan batu besar dalam khabar Buraidah, dan bahwa Nabi SAW melihat Musa yang sedang shalat di kuburnya, keduanya tidak ada (laisaa) dalam khabar Malik bin Sha’sha’ah.
Ketika Jibril membawa beliau naik ke langit dunia, Jibril minta dibukakan pintu. Dikatakan, “Siapa ini?” Jibril berkata, “Jibril.” Dikatakan, “Dan siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muhammad SAW.” Dikatakan, “Apakah telah dikirim utusan kepadanya?” Yang dimaksud dengannya: “Dan telah dikirimkan utusan kepadanya untuk mengisrakannya ke langit?” Bukan bahwa mereka belum mengetahui risalah beliau sampai waktu itu. Sebab, isra' terjadi tujuh tahun setelah turunnya wahyu.
Setelah dibukakan pintu untuk beliau, beliau melihat Adam, sebagaimana yang telah kita jelaskan sebelumnya. Demikian pula, beliau melihat Yahya bin Zakaria dan Isa bin Maryam di langit kedua, Yusuf bin Ya’qub di langit ketiga, Idris di langit keempat, kemudian Harun di langit kelima, kemudian Musa di langit keenam, kemudian Ibrahim di langit ketujuh. Sebab, adalah boleh-boleh saja apabila Allah SWT menghidupkan mereka, agar mereka dilihat oleh Al Mushthafa SAW pada malam itu, sehingga hal itu menjadi tanda mukjizat yang menunjukkan kenabian beliau, sebagaimana yang telah kita tetapkan sebelumnya.
Kemudian beliau diangkat ke Sidratul Muntaha. Beliau melihatnya dengan kondisi yang beliau deskripsikan.
Kemudian diwajibkan atas beliau lima puluh shalat. Ini adalah perintah ujian yang diinginkan oleh Allah SWT. untuk menguji kekasih-Nya, Muhammad SAW, di mana Dia mewajibkan atas beliau lima puluh shalat. Sebab, yang ada dalam ilmu Allah yang terdahulu adalah bahwa Dia tidak mewajibkan atas umat-Nya kecuali lima shalat saja Tapi Dia memerintahkan mereka untuk mengerjakan lima puluh shalat sebagai perintah ujian.
Ini adalah sebagaimana perkataan kita bahwa Allah SWT kadang memerintahkan untuk mengerjakan suatu perkara, dan Dia menginginkan agar orang yang diperintahkan melaksanakan perintah-Nya, tanpa menginginkan kejadiannya. Misalnya adalah perintah Allah SWT kepada khalil-Nya, Ibrahim, untuk menyembelih putranya. Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengerjakan perintah ini, dan Dia menginginkan agar Ibrahim sampai kepada perintah-Nya itu, tanpa menginginkan kejadiannya. Tatkala keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim membaringkan anaknya, Allah menebusnya dengan sembelihan yang besar. Sebab, seandainya Allah SWT menginginkan kejadian apa yang diperintahkan-Nya, niscaya Ibrahim akan mendapati putranya tersembelih. Demikian pula pewajiban lima puluh shalat Allah menginginkan agar Nabi SAW sampai kepada perintah-Nya ini, tanpa menginginkan kejadiannya.
Tatkala beliau kembali kepada Musa dan mengabarkan kepadanya bahwa beliau diperintahkan untuk mengerjakan lima puluh shalat setiap hari, Allah mengilhamkan kepada Musa agar meminta Muhammad SAW untuk memohon keringanan kepada Allah bagi umat beliau. Allah SWT menjadikan perkataan Musa AS kepada beliau sebagai sebab penjelasan apa yang ada, sesuai dengan kebenaran apa yang telah kita katakan bahwa kewajiban dari Allah atas hamba-hamba-Nya yang Dia inginkan agar dilaksanakan adalah lima, bukan lima puluh. Beliau pun kembali kepada Allah SWT dan memohon kepada-Nya. Maka ditanggalkanlah dari beliau sepuluh shalat. Ini juga adalah perintah ujian, yang diinginkan agar permasalahan berakhir padanya, tanpa diinginkan keberadaannya.
Kemudian Allah menjadikan permintaan Musa AS kepada Nabi SAW sebagai sebab bagi pelaksanaan ketetapan Allah SWT dalam ilmu-Nya yang terdahulu, bahwa shalat yang diwajibkan atas umat ini adalah lima, bukan lima puluh, sehingga beliau kembali untuk meminta keringanan sampai lima shalat. Kemudian Allah SWT mengilhamkan kepada kekasih-Nya SAW ketika itu, sehingga beliau berkata kepada Musa, “Aku telah meminta kepada Tuhanku sampai aku malu. Akan tetapi, aku ridha dan menerima.” Ketika aku berlalu, seorang penyeru menyeruku, “Aku telah menetapkan fardhu-Ku,” maksudnya: lima shalat, “dan meringankan hamba-hamba-Ku,” maksudnya: dari perintah ujian yang telah Aku perintahkan kepada mereka, yaitu lima puluh shalat yang telah kita sebutkan.
Kumpulan perkara-perkara dalam isra' ini dilihat oleh Rasulullah SAW dengan jasad beliau dan dengan mata kepala, bukan dalam bentuk mimpi atau penggambaran yang digambarkan bagi beliau. Sebab, seandainya malam isra' dan apa yang beliau lihat di dalamnya adalah dalam tidur, bukan dalam keadaan terjaga, maka semua itu mustahil. Sebab, kadang dalam tidur manusia melihat langit, para malaikat, para nabi, surga, neraka, dan yang serupa dengan perkara-perkara ini.
Seandainya penglihatan Al Mushthafa SAW terhadap apa yang beliau deskripsikan pada malam isra' adalah dalam tidur, bukan dalam keadaan terjaga, niscaya hal itu akan menjadi kondisi yang di dalamnya beliau sama dengan manusia biasa karena mereka melihat yang semisal dengannya dalam tidur mereka, keutamaan beliau menjadi mustahil, dan semua itu bukanlah kondisi mukjizat yang dengannya beliau diutamakan atas selain beliau.
Ini adalah jawaban atas pendapat yang mengabarkan khabar-khabar ini dan mengingkari kekuasaan Allah SWT serta pelaksanaan ketetapan-Nya bagi apa yang diinginkan-Nya dan dengan cara yang diinginkan-Nya. Maha Agung dan Maha Tinggi Tuhan kita dari pendapat semacam ini dan yang semisalnya.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110050)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ وَصْفِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُوسَى، وَعِيسَى، وَإِبْرَاهِيمَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِمْ حَيْثُ رَآهُمْ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ
-
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي لَقِيتُ مُوسَى رَجِلَ الرَّأْسِ، كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ، وَلَقِيتُ عِيسَى، فَإِذَا رَجُلٌ أَحْمَرُ، كَأَنَّهُ خَرَجَ مِنْ دِيمَاسٍ يَعْنِي مِنْ حَمَّامٍ وَرَأَيْتُ إِبْرَاهِيمَ وَأَنَا أَشْبَهُ وَلَدِهِ بِهِ، فَأُتِيتُ بِإِنَاءَيْنِ‏:‏ أَحَدُهُمَا خَمْرٌ، وَالآخَرُ لَبَنٌ، فَقِيلَ لِي‏:‏ خُذْ أَيَّهُمَا شِئْتَ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ، فَقِيلَ لِي‏:‏ هُدِيتَ الْفِطْرَةَ، أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَخَذْتَ الْخَمْرَ غَوَتْ أُمَّتُكَ‏.
51. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Abdurrazzaq memberitakan kepada kami: Ma’mar memberitakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pada malam aku di-israkan, aku bertemu dengan Musa yang rambutnya berombak (rajila ar-ra'si), seolah-olah dia adalah salah seorang di antara orang-orang Syanu'ah. Aku bertemu dengan Isa. Ternyata dia adalah seorang laki-laki yang berkulit merah seolah-olah dia keluar dari diimaas —yaitu dari kamar mandi. Aku melihat Ibrahim, dan aku adalah anaknya (keturunannya) yang paling mirip dengannya. Lalu didatangkan kepadaku dua bejana: salah satunya berisi khamer dan yang lain susu. Lalu dikatakan kepadaku,"Ambillah mana saja yang kamu kehendaki". Aku pun mengambil susu. Maka dikatakan kepadaku,"Kamu telah diberi petunjuk kepada fitrah. Seandainya kamu mengambil khamer, maka umatmu akan tersesat'."[3:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110051)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ قَوْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقِيلَ‏:‏ هُدِيتَ الْفِطْرَةَ أَرَادَ بِهِ‏:‏ أَنَّ جِبْرِيلَ قَالَ لَهُ ذَلِكَ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ بِحِمْصَ، حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ الْمَذْحِجِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ‏:‏ أُتِيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ بِقَدَحَيْنِ مِنْ خَمْرٍ وَلَبَنٍ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمَا، ثُمَّ أَخَذَ اللَّبَنَ، فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ‏:‏ هُدِيتَ الْفِطْرَةَ، وَلَوْ أَخَذْتَ الْخَمْرَ غَوَتْ أُمَّتُكَ‏.‏
52. Muhammad bin Ubaidillah bin Fadhl Al Kala’i di Himsh mengabarkan kepada kami: Katsir bin Ubaid Al Madzhiji menceritakan kepada kami: Muhammad bin Haib menceritakan kepada kami, dari Az-Zubaidi, dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al Musayyab, bahwa dia mendengar Abu Huraiiah berkata: Pada malam Rasulullah SAW di-isra‘-kan, didatangkan kepada beliau dua gelas yang berisi khamer dan susu. Beliau pun melihat keduanya. Kemudian beliau mengambil susu. Maka Jibril AS berkata kepada beliau, “telah diberi petunjuk kepada fitrah. Seandainya kamu mengambil khamer, niscaya umatmu akan tersesat.” [3:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110052)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ وَصْفِ الْخُطَبَاءِ الَّذِينَ يَتَّكِلُونَ عَلَى الْقَوْلِ دُونَ الْعَمَلِ حَيْثُ رَآهُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ
-
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمِنْهَالِ الضَّرِيرُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ، حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ خَتَنُ مَالِكِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي رِجَالاً تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِضَ مِنْ نَارٍ، فَقُلْتُ‏:‏ مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ الْخُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ، يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ، وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ يَعْقِلُونَ‏.‏ قَالَ الشَّيْخُ رَوَى هَذَا الْخَبَرَ أَبُو عَتَّابٍ الدَّلاَّلُ، عَنْ هِشَامٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ مَالِكِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ ثُمَامَةَ، عَنْ أَنَسٍ، وَوَهِمَ فِيهِ لأَنَّ يَزِيدَ بْنَ زُرَيْعٍ أَتْقَنُ مِنْ مِائَتَيْنِ مِنْ مِثْلِ أَبِي عَتَّابٍ وَذَوِيهِ‏.‏
53. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami: Muhammad bin Minhal Adh-Dharir menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai' menceritakan kepada kami: Hisyam Ad-Dastuwa'i: Al Mugbitah menantu Malik bin Dinar, dari Malik bin Dinar; dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam aku di-isra'-kan aku melihat sekelompok orang yang mulut mereka digunting dengan gunting-gunting dari neraka. Maka aku berkata, 'Siapakah mereka, wahai Jibril?' Dia menjawab, 'Para khatib dari umatmu. Mereka memerintahkan manusia agar mengerjakan kebaikan, tapi mereka melupakan diri mereka sendiri, padahal mereka membaca Kitab. Tidakkah mereka berpikir?'." [3: 2]
Syaikh (Ibnu Hibban) berkata: Khabar ini diriwayatkan oleh Abu Attab Ad-Dallal, dari Hisyam, dari Al Mughirah, dari Malik bin Dinar, dari Tsumamah, dari Anas. Dan dia melakukan kesalahan di dalamnya, karena Yazid bin Zurai’ lebih sempurna daripada dua ratus orang yang semisal dengan Abu Attab dan keturunannya.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110053)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ وَصْفِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَصْرَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْجَنَّةِ حَيْثُ رَآهُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ
-
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو نَصْرٍ التَّمَّارُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ، فَإِذَا أَنَا بِقَصْرٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَقُلْتُ‏:‏ لِمَنْ هَذَا الْقَصْرُ‏؟‏ فَقَالُوا‏:‏ لِفَتًى مِنْ قُرَيْشٍ، فَظَنَنْتُ أَنَّهُ لِي، قُلْتُ‏:‏ مَنْ هُوَ‏؟‏ قِيلَ‏:‏ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَا أَبَا حَفْصٍ لَوْلاَ مَا أَعْلَمُ مِنْ غَيْرَتِكَ لَدَخَلْتُهُ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ كُنْتُ أَغَارُ عَلَيْهِ، فَإِنِّي لَمْ أَكُنْ أَغَارُ عَلَيْكَ‏.‏
54. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami: Abu Nashr At-Tammar menceritakan kepada kami: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Abu Imran Al Jauni, dari Anas bin Malik, dia berkata Rasulullah SAW bersabda; "Aku memasuki surga. Tiba-tiba aku melihat sebuah istana dari emas. Maka aku berkata, "Untuk siapakah istana ini ?" Mereka menjawab, * Untuk seorang pemuda dari Quraisy.' Aku pun mengira bahwa dia adalah aku. Aku berkata, "Siapakah dia?" Dijawab, 'Umar bin Al Khaththab.' Wahai Abu Hafsh, seandainya aku tidak mengetahui kecemburuanmu, niscaya aku akan memasukinya." Maka Umar berkata(Wahai Rasulullah apabila aku cemburu kepada seseorang, maka aku tidak akan cemburu kepadamu.” [3:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110054)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ أَرَى بَيْتَ الْمَقْدِسِ صَفِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَنْظُرَ إِلَيْهَا، وَيَصِفَهَا لِقُرَيْشٍ لَمَّا كَذَّبَتْهُ بِالإِسْرَاءِ
-
أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنْبَأَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ لَمَّا كَذَّبَتْنِي قُرَيْشٌ، قُمْتُ فِي الْحِجْرِ، فَجَلَّى اللَّهُ لِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَطَفِقْتُ أُخْبِرُهُمْ عَنْ آيَاتِهِ وَأَنَا أَنْظُرُ‏.‏
55. Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami: Yunus memberitakan kepada kami, dari Ibnu Syihab: Abu Salamah bin Abdurrahman menceritakan kepadaku, dia berkata: Aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ketika orang-orang Quraisy mendustakanku, aku berdiri di Hijir, lalu Allah memperlihatkan kepadaku Baitul Maqdis, maka mulailah aku mengabarkan kepada mereka tentang tanda-tandanya,sementara aku tetap melihatnya.” [3:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110055)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الإِسْرَاءَ كَانَ ذَلِكَ بِرُؤْيَةِ عَيْنٍ، لاَ رُؤْيَةِ نَوْمٍ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْذِرِ بْنِ سَعِيدٍ، أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ الطَّائِيُّ، أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، فِي قَوْلِهِ تَعَالَى‏:‏ ‏{‏وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلاَّ فِتْنَةً لِلنَّاسِ‏}‏، قَالَ‏:‏ هِيَ رُؤْيَا عَيْنٍ أُرِيَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ‏.‏
56. Muhammad bin Al Mundzir bin Sa’ id mengabarkan kepada kami: Ali bin HarbAth-Tha‘i memberitakan kepada kami: Sufyan memberitakan kepada kami, dari Amru bin Dinar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah SWT.; “Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia (Qs. Al Israa‘ [17]:60) dia berkata, “Itu adalah penglihatan mata yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW pada malam beliau di-isra’-kan.”[3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110056)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ رُؤْيَةِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ جَلَّ وَعَلاَ
-
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو الْمُعَدَّلُ بِوَاسِطَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَطَّانُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ قَدْ رَأَى مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ مَعْنَى قَوْلِ ابْنِ عَبَّاسٍ‏:‏ قَدْ رَأَى مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ، أَرَادَ بِهِ بِقَلْبِهِ فِي الْمَوْضِعِ الَّذِي لَمْ يَصْعَدْهُ أَحَدٌ مِنَ الْبَشَرِ ارْتِفَاعًا فِي الشَّرَفِ‏.‏
57. Ahmad bin Amru Al Mu'addal di Wasith mengabarkan kepada kami: Ahmad bin Sinan Al Qaththan menceritakan kepada kami: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami: Muhammad bin Amru memberitakan kepada kami, dari Abu Salamah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Muhammad SAW telah melihat Tuhannya.” [3:14]
Abu Hatim berkata: Makna perkataan Ibnu Abbas, “Muhammad SAW telah melihat Tuhannya,” yang dia maksud adalah dengan hati beliau, di tempat yang tidak pernah dicapai oleh seorang manusia pun, karena ketinggiannya dalam kemuliaan.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110057)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى صِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيقٍ الْعُقَيْلِيِّ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ لأَبِي ذَرٍّ‏:‏ لَوْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَسَأَلْتُهُ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ، فَقَالَ‏:‏ عَنْ أَيِّ شَيْءٍ كُنْتَ تَسْأَلُهُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ كُنْتُ أَسْأَلُهُ‏:‏ هَلْ رَأَيْتَ رَبَّكَ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ سَأَلْتُهُ، فَقَالَ‏:‏ رَأَيْتُ نُورًا‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ مَعْنَاهُ أَنَّهُ لَمْ يَرَ رَبَّهُ، وَلَكِنْ رَأَى نُورًا عُلْوِيًّا مِنَ الأَنْوَارِ الْمَخْلُوقَةِ‏.‏
58. Abu Ya’la mengabarkan kgada kami: Ubaidillah bin Umar Al Qawariri menceritakan kepada kami: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, dari bapaknya, dari Qatadah, dari Abdullah bin Syaqiq Al Uqaili, dia berkata, “Aku berkata kepada Abu Dzarr Seandainya aku melihat Rasulullah SAW, niscaya aku akan bertanya kepada beliau tentang segala sesuatu.” Abu Dzarr berkata, “Tentang apa kamu akan bertanya kepada beliau?” Abdullah berkata, “Aku akan bertanya kepada beliau: Apakah engkau telah melihat Tuhanmu?” Abu Dzarr berkata, “Aku telah bertanya kepada beliau, maka beliau bersabda: Aku melihat cahaya.” [3:14]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110058)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ خَبَرٍ أَوْهَمَ مَنْ لَمْ يُحْكِمْ صِنَاعَةَ الْعِلْمِ، أَنَّهُ مُضَادُّ لِلْخَبَرِ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ ذَرِيحٍ بِعَكْبَرَا حَدَّثَنَا مَسْرُوقُ بْنُ الْمَرْزُبَانِ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، فِي قَوْلِهِ تَعَالَى‏:‏ ‏{‏مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى‏}‏، قَالَ‏:‏ رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلَ فِي حُلَّةٍ مِنْ يَاقُوتٍ، قَدْ مَلَأَ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ‏. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ قَدْ أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى جِبْرِيلَ لَيْلَةَ الإِسْرَاءِ أَنْ يُعَلِّمَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَجِبُ أَنْ يَعْلَمَهُ كَمَا قَالَ‏:‏ ‏{‏عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوى، ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى، وَهُوَ بِالْأُفُقِ الأَعْلَى‏}‏ يُرِيدُ بِهِ جِبْرِيلَ ‏{‏ثُمَّ دَنَا، فَتَدَلَّى‏}‏ يُرِيدُ بِهِ جِبْرِيلَ ‏{‏فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى‏}‏ يُرِيدُ بِهِ جِبْرِيلَ ‏{‏، فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى‏}‏ بِجِبْرِيلَ ‏{‏مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى‏}‏ يُرِيدُ بِهِ رَبَّهُ بِقَلْبِهِ فِي ذَلِكَ الْمَوْضِعِ الشَّرِيفِ، وَرَأَى جِبْرِيلَ فِي حُلَّةٍ مِنْ يَاقُوتٍ، قَدْ مَلَأَ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ عَلَى مَا فِي خَبَرِ ابْنِ مَسْعُودٍ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ‏.‏
59. Muhammad bin Shalih bin Dzari’ di ‘Akbara mengabarkan kepada kami: Masruq bin Marzuban menceritakan kepada kami: Ibnu Abi Za'idah menceritakan kepada kami: Isra'il menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari Ibnu Mas’ud, tentang firman Allah SWT, “ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya ”(Qs. An-Najm [53]: 11) dia berkata: Rasulullah SAW melihat Jibril dalam pakaian dari yakut yang memenuhi [apa] yang ada di antara langit dan bumi.” [3:14]
Abu Hatim berkata: Allah SWT telah memerintahkan Jibril pada malam isra’ untuk mengajarkan kepada Muhammad SAW apa yang harus beliau ketahui,sebagaimana Dia berfirman; “Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril)yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.” (Qs. An-Najm [53]: 5-7) Yang Dia maksud adalah Jibril. “Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.” (Qs. An-Najm [53]: 8) Yang Dia maksud adalah Jibril. “ Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)” (Qs. An-Najm [53]: 9) Yang Dia maksud adalah Jibril. “ Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.” (Qs. An-Najm [53]: 10) Yang Dia maksud adalah Jibril. “Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (Qs. An-Najm [53]: 11) Yang Dia maksud adalah Tuhan beliau, dengan hati beliau, di tempat yang mulia itu. Dan beliau melihat Jibril dalam pakaian dari yaqut yang memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, sebagaimana dalam khabar Ibnu Mas’ud yang telah kita sebutkan.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110059)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الإِسْرَاءِ - ذِكْرُ تِعْدَادِ عَائِشَةَ قَوْلَ ابْنِ عَبَّاسٍ، الَّذِي ذَكَرْنَاهُ مِنْ أَعْظَمِ الْفِرْيَةِ
-
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ، أَنَّ دَاوُدَ بْنَ أَبِي هِنْدٍ حَدَّثَهُ، عَنْ عَامِرٍ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الأَجْدَعِ، أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ، تَقُولُ‏:‏ أَعْظَمُ الْفِرْيَةِ عَلَى اللهِ مَنْ قَالَ‏:‏ إِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ، وَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَمَ شَيْئًا مِنَ الْوَحْيِ، وَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ، قِيلَ‏:‏ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، وَمَا رَآهُ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ لاَ، إِنَّمَا ذَلِكَ جِبْرِيلُ رَآهُ مَرَّتَيْنِ فِي صُورَتِهِ‏:‏ مَرَّةً مَلَأَ الْأُفُقَ، وَمَرَّةً سَادًّا أُفُقَ السَّمَاءِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ قَدْ يَتَوَهَّمُ مَنْ لَمْ يُحْكِمْ صِنَاعَةَ الْحَدِيثِ أَنَّ هَذَيْنِ الْخَبَرَيْنِ مُتَضَادَّانِ، وَلَيْسَا كَذَلِكَ، إِذِ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ فَضَّلَ رَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى غَيْرِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ، حَتَّى كَانَ جِبْرِيلُ مِنْ رَبِّهِ أَدْنَى مِنْ قَابِ قَوْسَيْنِ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُهُ جِبْرِيلُ حِينَئِذٍ، فَرَآهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَلْبِهِ كَمَا شَاءَ‏.‏ وَخَبَرُ عَائِشَةَ وَتَأْوِيلُهَا أَنَّهُ لاَ يُدْرِكُهُ، تُرِيدُ بِهِ فِي النَّوْمِ وَلاَ فِي الْيَقَظَةِ، وَقَوْلُهُ‏:‏ ‏{‏لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ‏}‏ فَإِنَّمَا مَعْنَاهُ‏:‏ لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ، يُرَى فِي الْقِيَامَةِ وَلاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ إِذَا رَأَتْهُ، لأَنَّ الإِدْرَاكَ هُوَ الإِحَاطَةُ، وَالرُّؤْيَةُ هِيَ النَّظَرُ، وَاللَّهُ يُرَى وَلاَ يُدْرَكُ كُنْهُهُ، لأَنَّ الإِدْرَاكَ يَقَعُ عَلَى الْمَخْلُوقِينَ، وَالنَّظَرُ يَكُونُ مِنَ الْعَبْدِ رَبَّهُ‏.‏ وَخَبَرُ عَائِشَةَ أَنَّهُ لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ، فَإِنَّمَا مَعْنَاهُ‏:‏ لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ فِي الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ، إِلاَّ مَنْ يَتَفَضَّلُ عَلَيْهِ مِنْ عِبَادِهِ بِأَنْ يُجْعَلَ أَهْلاً لِذَلِكَ‏.‏ وَاسْمُ الدُّنْيَا قَدْ يَقَعُ عَلَى الأَرَضِينَ وَالسَّمَاوَاتِ وَمَا بَيْنَهُمَا، لأَنَّ هَذِهِ الأَشْيَاءَ بِدَايَاتٌ خَلَقَهَا اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ لِتُكْتَسَبَ فِيهَا الطَّاعَاتُ لِلآخِرَةِ الَّتِي بَعْدَ هَذِهِ الْبِدَايَةِ، فَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فِي الْمَوْضِعِ الَّذِي لاَ يُطْلَقُ عَلَيْهِ اسْمُ الدُّنْيَا، لأَنَّهُ كَانَ مِنْهُ أَدْنَى مِنْ قَابِ قَوْسَيْنِ حَتَّى يَكُونَ خَبَرُ عَائِشَةَ، أَنَّهُ لَمْ يَرَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الدُّنْيَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ بَيْنَ الْخَبَرَيْنِ تَضَادٌّ أَوْ تَهَاتُرٌ‏.‏
60. Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Makhlad mengabarkan kepada kami: Abu Rabi' menceritakan kepada kami: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami: Amru bin Harits mengabarkan kepada kami, dari Abdi Rabbih bin Sa’id, bahwa Daud bin Abu Hind menceritakan kepada kami, [dari Amir Asy-Sya’bi], dari Masruq bin Al Ajda’, bahwa dia mendengar Aisyah berkata, “Sebesar-besar kebohongan atas Allah adalah orang yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah melihat Tuhannya, bahwa Muhammad SAW telah menyembunyikan sesuatu dari wahyu, dan bahwa Muhammad SAW mengetahui apa yang terjadi besok." Dikatakan, “Wahai ummul mukminin, lantas apa yang beliau lihat?" Aisyah berkata, “Sesungguhnya itu adalah Jibril. Beliau melihatnya dua kali dalam dua bentuk: pertama memenuhi ufuk, dan kedua menutupi ufuk langit” [3:14]
Abu Hatim berkata: Orang yang tidak menguasai ilmu hadits barangkali menyangka bahwa kedua khabar ini saling bertentangan. Padahal, tidaklah demikian. Sebab, Allah SWT mengutamakan Rasul-Nya SAW atas nabi-nabi selainnya. Sampai-sampai Jibril berada lebih dekat daripada dua ujung busur panah dari Tuhannya, sementara Muhammad SAW diajari oleh Jibril ketika itu, sehingga beliau SAW. melihat-Nya dengan hati beliau, sebagaimana yang Dia kehendaki.
Sementara khabar Aisyah dan takwilnya bahwa beliau tidak melihat-Nya, yang dia maksud adalah dalam tidur, bukan dalam keadaan terjaga.

Firman-Nya; “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan (Qs.Al An’aam [6]: 103) maknanya: Dia tidak dapat dipahami oleh penglihatan mata. Dia dapat dilihat pada hari kiamat, tapi tidak dapat dipahami oleh penglihatan mata, apabila mata melihatnya. Sebab, pemahaman adalah penguasaan, sementara penglihatan adalah pemandangan. Allah dapat dilihat, tapi hakekat-Nya tidak dapat dipahami.Sebab, pemahaman berlaku pada makhluk, dan penglihatan terjadi dari hamba kepada Tuhannya.
Dan khabar Aisyah bahwa Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, maknanya: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata di dunia dan di akhirat, kecuali siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang diberi anugerah dengan dijadikan sebagai ahli untuk itu.
Sementara kata “dunia” kadang berlaku bagi bumi dan langit, serta apa yang ada di antara keduanya. Sebab, benda-benda ini adalah permulaan-permulaan yang diciptakan oleh Allah SWT agar di dalamnya dicapai ketaatan-ketaatan untuk akhirat yang ada setelah permulaan ini. Nabi SAW melihat Tuhan beliau di tempat yang padanya tidak berlaku kata “dunia", karena beliau berada lebih dekat daripada dua ujung busur panah dari-Nya. Sehingga, khabar Aisyah bahwa beliau SAW tidak melihat-Nya adalah di dunia, tanpa adanya perlawanan dan pertentangan di antara dua khabar ini.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110060)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - ذِكْرُ إِثْبَاتِ النُّصْرَةِ لأَصْحَابِ الْحَدِيثِ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ
-
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ خِذْلاَنُ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ‏.‏
61. Umar bin Muhammad Al Hamdani menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Bassyar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Mu’awiyah bin Qunah, dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Segolongan dari umatku akan senantiasa mendapatkan pertolongan, tidak akan membahayakan mereka tindakan orang yang tidak menolong mereka hingga hari kiamat’." [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110061)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَنْ سَمَاعِ الْمُسْلِمِينَ السُّنَنَ خَلَفٍ عَنْ سَلَفٍ
-
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ جَعْفَرٍ الْبَرْمَكِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ شَيْبَانَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ تَسْمَعُونَ وَيُسْمَعُ مِنْكُمْ، وَيُسْمَعُ مِمَّنْ يَسْمَعُ مِنْكُمْ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ الرَّازِيُّ ثِقَةٌ كُوفِيٌّ‏.‏
62. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Ja’far Al Barmaki mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami dari Syaiban dari Al A’masy dari Abdullah bin Abdullah dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas dari Nabi SAW, beliau bersabda, “ Kalian mendengar (hadits) dan dari kalianlah diperdengarkan dan diperdengarkan dari orang yang mendengar dari kalian." [3:69]
Abdullah bin Abdullah Ar-Razi adalah periwayat terpercaya, dan ia berasal dari Kufah.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110062)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - ذِكْرُ الإِخْبَارِ عَمَّا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ كَثْرَةُ سَمَاعِ الْعِلْمِ، ثُمَّ الاِقْتِفَاءُ وَالتَّسْلِيمُ
-
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ، عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ، وَأَبِي أُسَيْدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا سَمِعْتُمُ الْحَدِيثَ عَنِّي تَعْرِفُهُ قُلُوبُكُمْ، وَتَلِينُ لَهُ أَشْعَارُكُمْ وَأَبْشَارُكُمْ، وَتَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْكُمْ قَرِيبٌ، فَأَنَا أَوْلاَكُمْ بِهِ، وَإِذَا سَمِعْتُمُ الْحَدِيثَ عَنِّي تُنْكِرُهُ قُلُوبُكُمْ، وَتَنْفِرُ عَنْهُ أَشْعَارُكُمْ وَأَبْشَارُكُمْ، وَتَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْكُمْ بَعِيدٌ، فَأَنَا أَبْعَدُكُمْ مِنْهُ‏.
63. Abu Ya’la menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah berkisah kepada kami, dia berkata: Abu Amir Al Aqadi meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami, dari Rabi’ah bin Abu Abdurrahman, dari Abdul Malik bin Sa’id bin Suwaid, dari Abu Humaid dan Abu Usaid bahwa nabi SAW bersabda; “Apabila kalian dariku dan hati kalian mengetahuinya perasaan dan kulit luar kalian melunak dan kalian melihat bahwa (hadits) itu dekat dengan kalian maka akulah yang lebih utama terhadap hadits itu daripada kalian. Dan apabila kalian mendengar haditsku kemudian hati kalian mengingkarinya, perasaan dan kulit luar kalian lari dan kalian melihat bahwa (hadits) itu jauh dari kalian maka akulah yang paling jauh daripada kalian dari (demikian) itu.”[3:66]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110063)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا
-
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ يَحْيَى صَاحِبُ الْبَصْرِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تَكْتُبُوا عَنِّي إِلاَّ الْقُرْآنَ، فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا فَلْيَمْحُهُ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ زَجْرُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكِتْبَةِ عَنْهُ سِوَى الْقُرْآنِ، أَرَادَ بِهِ الْحَثَّ عَلَى حِفْظِ السُّنَنِ دُونَ الاِتِّكَالِ عَلَى كِتْبَتِهَا وَتَرْكِ حِفْظِهَا وَالتَّفَقُّهِ فِيهَا‏.‏ وَالدَّلِيلُ عَلَى صِحَّةِ هَذَا إِبَاحَتُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَبِي شَاهٍ كَتْبَ الْخُطْبَةِ الَّتِي سَمِعَهَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِذْنُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بِالْكِتْبَةِ‏.
64. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Katsir bin Yahya sahabat Al Bashri menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammam menceritakan kepada kami dari Yazid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abu Sa’id Al Khudhri, dia beikata: Rasulullah SAW bersabda; “ Janganlah kalian menulis dariku selain Al Qur'an, maka siapa pun yang menulis sesuatu dariku hendaklah dihapus.” [2:52]
Abu Hatim RA berkata: Larangan penulisan selain Al Qur'an oleh Rasulullah SAW dimaksudkan sebagai anjuran untuk menghafalkan sunnah agar tidak mengandalkan penulisan dan tidak mau menghafal dan memahaminya.
Dalil kebenaran hal ini adalah izin Rasulullah SAW untuk Abu Syah yang menulis isi khutbah yang didengarkan dari Rasulullah SAW serta izin beliau kepada Abdullah bin Amru untuk menulis hadits.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110064)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا
-
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بِسْطَامٍ بِالْأُبُلَّةِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فِطْرٍ، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ‏:‏ تَرَكَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَا طَائِرٌ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلاَّ عِنْدَنَا مِنْهُ عِلْمٌ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ مَعْنَى عِنْدَنَا مِنْهُ يَعْنِي بِأَوَامِرِهِ وَنَوَاهِيهِ، وَأَخْبَارِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَإِبَاحَاتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.‏
65. Husain bin Ahmad bin Bistham mengabarkan kepada kami di Al Ubulah, Muhammad bin Abdullah bin Yazid meceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Fithar, dari Abu Thufail, dari Abu Dzarr, dia berkata, “Rasulullah SAW meninggalkan kami dan tidaklah ada satu burung pun terbang dengan kedua sayapnya melainkan kami memiliki ilmunya dari beliau.” [1:78]
Abu Hatim berkata: Makna ‘kami memiliki' adalah perintah, larangan, berita, perbuatan serta izin Rasulullah SAW.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110065)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ دُعَاءِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَنْ أَدَّى مِنْ أُمَّتِهِ حَدِيثًا سَمِعَهُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ‏.
66. Muhammad bin Amru bin Yusuf mengabarkan kepada kami, dia berkata: Nashr bin Ali Al Jahdhami menceritakan kepada kami, dia beikata: Abdullah bin Daud menceritakan kepada kami dari Ali bin Shalih, dari Simak bin Haib, dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: Rasulullah SAW bersada, “Semoga Allah mencerahkan wajah orang yang mendengar suatu hadits dariku kemudian disampaikan sebagaimana yang didengarkan, maka berapa banyak orang yang disampaikan (hadits) lebih mengerti dari pada orang yang mendengar' [5:12]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110066)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ رَحْمَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، مَنْ بَلَّغَ أُمَّةَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا صَحِيحًا عَنْهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ شُعْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ هُوَ ابْنُ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبَانَ هُوَ ابْنُ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ مِنْ عِنْدِ مَرْوَانَ قَرِيبًا مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ، فَقُلْتُ‏:‏ مَا بَعَثَ إِلَيْهِ إِلاَّ لِشَيْءٍ سَأَلَهُ، فَقُمْتُ إِلَيْهِ فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ‏:‏ أَجَلْ، سَأَلَنَا عَنْ أَشْيَاءَ سَمِعْنَاهَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنِّي حَدِيثًا فَحَفِظَهُ، حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ، ثَلاَثُ خِصَالٍ لاَ يَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ‏:‏ إِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ، وَمُنَاصَحَةُ أُلاَةِ الأَمْرِ، وَلُزُومُ الْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ‏.
67. Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Musaddad menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Sa'ad menceritakan kepada kami, dia berkata: Umar ibn Sulaiman yaitu Ibnu Ashim bin Umar bin Khaththab menceritakan kepada kami, dari Abdurrahman bin Aban yaitu Ibn Utsman bin Affan, dari ayahnya, dia berkata: Zaid bin Tsabit keluar dari rumah Marwan pada waktu hampir siang lalu aku berkata, ‘Zaid tidak akan mengunjungi Marwan melainkan karena ada sesuatu yang ditanyakannya.' Kemudian aku pun mendekatinya dan menanyakan hal itu. la menjawab, “Benar, ia menanyakan berbagai hal yang pemah kami dengar dari Rasulullah SAW, ‘Semoga Allah merahmati orang yang mendengar suatu hadits dariku kemudian dihafal lalu disampaikan pada orang lain, karena berapa banyak orang yang disampaikan hadits lebih memahami dari pada orang yang menyampaikan, berapa banyak orang yang membawa pembahaman tapi tidak paham, ada tiga hal yang tidak akan dikhianati oleh hati seorang muslim ; mengikhlaskan amal untuk Allah, menasehati para pemimpin dan tetap berada dalam jama'ah, karena sesungguhnya doa mereka meliputi dari belakang mereka." [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110067)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ هَذَا الْفَضْلِ إِنَّمَا يَكُونُ لِمَنْ أَدَّى مَا وَصَفْنَا، كَمَا سَمِعَهُ سَوَاءً، مِنْ غَيْرِ تَغْيِيرٍ وَلاَ تَبْدِيلٍ فِيهِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي سِمَاكُ بْنُ حَرْبٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ أَبِيهِ ابْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ رَحِمَ اللَّهُ مَنْ سَمِعَ مِنِّي حَدِيثًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى لَهُ مِنْ سَامِعٍ‏.‏
68. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Shafwan bin Shalah menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, dia berkata: Syaiban menceritakan kepada kami, dia berkata: Simak bin Harb menceritakan kepada kami, dari Abdurrahman bin Abdul lah, dari ayahnya, Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Semoga Allah merahmati orang yang mendengar suatu hadits dariku kemudian menyampaikannya sebagaimana yang didengar, berapa banyak orang yang disampaikan (hadits) lebih memahami dari pada orang yang mendengar." [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110068)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ إِثْبَاتِ نَضَارَةِ الْوَجْهِ فِي الْقِيَامَةِ مَنْ بَلَّغَ لِلْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَّةً صَحِيحَةً، كَمَا سَمِعَهَا
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا، فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ‏.‏
69. Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Utsman Al Ijliy menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami dari Isra‘il, dari Simak, dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, dari ayahnya, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda; “Semoga Allah mencerahkan 'wajah orang yang mendengar suatu haditsku lalu disampaikan sebagaimana didengar, maka berapa banyak orang yang disampaikan (hadits) lebih mengerti dari orang yang mendengar.” [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110069)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ عَدَدِ الأَشْيَاءِ الَّتِي اسْتَأْثَرَ اللَّهُ تَعَالَى بِعِلْمِهَا دُونَ خَلْقِهِ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى ثَقِيفٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ الدُّورِيُّ حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ‏:‏ لاَ يَعْلَمُ مَا تَضَعُ الأَرْحَامُ أَحَدٌ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي الْمَطَرُ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةَ‏.‏
70. Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim, budak Tsaqif, mengabarkan kepada kami, Abu Umar Ad-Duriy Hafsh bin Umar mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ja’far mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, Dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersada, “Kunci-kunci ghaib (ada) lima; tidak seorang pun mengetahui jenis kelamin bayi yang akan lahir kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui (apa yang terjadi) esok hari kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui kapankah hujan turun kecuali Allah, tidak ada suatu jiwa pun yang mengetahui dibumi manakah ia akan meninggal dan tidak ada yang mengetahui kapankah kiamat terjadi.” [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110070)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْمَقَابِرِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللَّهُ‏:‏ لاَ يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الأَرْحَامُ أَحَدٌ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ مَا فِي غَدٍ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي الْمَطَرُ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ أَحَدٌ إِلاَّ اللَّهُ‏.‏
71. Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami, Yahya bin Ayyub Al Maqabiri menceritakan kepada kami, Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Dinar mengabarkan kepada kami bahwa ia mendengar Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Kunci-kunci ghaib (ada) lima, tak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT, tak ada yang mengetahui apa yang dikandung rahim kecuali Allah, tak ada yang mengetahui (apa yang terjadi) hari esok kecuali Allah, tak ada yang mengetahui kapankah hujan turun kecuali Allah, tak ada satu jiwa pun mengetahui di daerah manakah ia akan meninggal, tak ada yang mengetahui kapankah kiamat terjadi kecuali Allah." [3:30]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110071)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنِ الْعِلْمِ بِأَمْرِ الدُّنْيَا مَعَ الاِنْهِمَاكِ فِيهَا، وَالْجَهْلِ بِأَمْرِ الآخِرَةِ وَمُجَانَبَةِ أَسْبَابِهَا
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ السُّلَمِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ بِالأَسْوَاقِ، جِيفَةٍ بِاللَّيْلِ، حِمَارٍ بِالنَّهَارِ، عَالِمٍ بِأَمْرِ الدُّنْيَا، جَاهِلٍ بِأَمْرِ الآخِرَةِ‏.‏
72. Ahmad bin Muhammad bin Hasan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Yusuf As-Sulami menceritakan kepada kami, dia berkata Abdurrazzak mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind mengabarkan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membenci semua ja'dzariy jawwadz yang berteriak di pasar-pasar, bangkai di malam hari, keledai di siang hari, mengetahui urusan dunia dan tidak mengetahui urusan akhirat.” (2:76)
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110072)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ تَتَّبُعِ الْمُتَشَابِهِ مِنَ الْقُرْآنِ لِلْمَرْءِ الْمُسْلِمِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَبَّانُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التُّسْتَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلاَ قَوْلَ اللهِ‏:‏ ‏{‏هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ‏}‏ إِلَى آخِرِهَا، فَقَالَ‏:‏ إِذَا رَأَيْتُمُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ، فَاعْلَمُوا أَنَّهُمُ الَّذِينَ عَنَى اللَّهُ، فَاحْذَرُوهُمْ‏.‏
73. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hibban menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah mengabarkan kepada kami, Yazid bin Ibrahim At-Tustari menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Mulaikah menceritakan kepadaku dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW membaca firman Allah SWT, “ Dialah yang menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) di antaranya (ada) ayat-ayat muhkamah, sampai akhir ayat (Qs. Aali Tmraan [3]: 7) kemudian bersabda; “Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat. maka ketahuilah bahwa merekalah yang dimaksud oleh Allah. Maka waspadailah mereka.” [2:3]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110073)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ تَتَّبُعِ الْمُتَشَابِهِ مِنَ الْقُرْآنِ لِلْمَرْءِ الْمُسْلِمِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، وَالْمِرَاءُ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ ثَلاَثًا، مَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ، فَاعْمَلُوا بِهِ، وَمَا جَهِلْتُمْ مِنْهُ، فَرُدُّوهُ إِلَى عَالِمِهِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ فَاعْمَلُوا بِهِ أَضْمَرَ فِيهِ الاِسْتِطَاعَةَ، يُرِيدُ‏:‏ اعْمَلُوا بِمَا عَرَفْتُمْ مِنَ الْكِتَابِ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏.‏ وَقَوْلُهُ‏:‏ وَمَا جَهِلْتُمْ مِنْهُ فَرُدُّوهُ إِلَى عَالِمِهِ فِيهِ الزَّجْرُ عَنْ ضِدِّ هَذَا الأَمْرِ، وَهُوَ أَنْ لاَ يَسْأَلُوا مَنْ لاَ يَعْلَمُ‏.‏
74. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami: dia berkata: Abu Khaitsamah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Anas bin Iyadh menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Al Qur'an diturunkan dengan tujuh logat, memperdebatkan Al Qur'an adalah kufur (beliau ucapkan tiga kali). Apa yang kalian ketahui darinya maka amalkanlah, dan apa yang tidak kalian ketahui darinya maka kembalikanlah kepada orang yang mengetahuinya.” [1:27]
Abu Hatim berkata: Sabda Nabi SAW, “Apa yang kalian ketahui dari Al Qur'an, maka amalkanlah,” yaitu dengan menyembunyikan konotasi kemampuan. Beliau maksudkan adalah “Apa yang kalian ketahui dari Al Qur'an maka amalkanlah semampu kalian”
Adapun sabda Nabi SAW, “Dan apa yang tidak kalian ketahui darinya, maka kembalikanlah kepada orang yang mengetahuinya " terdapat kecaman dan larangan terhadap kebalikan dari perintah ini, yaitu jangan kalian bertanya kepada orang yang tidak mengetahui.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110074)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْعِلَّةِ الَّتِي مِنْ أَجْلِهَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَمَا جَهِلْتُمْ مِنْهُ، فَرُدُّوهُ إِلَى عَالِمِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سُوَيْدٍ الرَّمْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَخِي، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلاَلٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيِّ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، لِكُلِّ آيَةٍ مِنْهَا ظَهْرٌ وَبَطْنٌ‏.
75. Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Suwaid Ar-Ramli menceritakan kepada kami, dia berkata: Isma’il bin Abu Uwais menceritakan kepada kami, dia berkata: Saudaraku menceritakan kepadaku dari Sulaiman bin Bilal, dari Muhammad bin Ajian, dari Abu Ishaq Al Hamdani, dari Abu Al Ahwash, dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Al Qur'an ditunaikan dalam tujuh logat, masing-masing dari ayatnya ada yang zhahir dan bathin.” [1:27]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110075)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ مُجَادَلَةِ النَّاسِ فِي كِتَابِ اللهِ مَعَ الأَمْرِ بِمُجَانَبَةِ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ الأَحْوَلُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَيُّوبَ يُحَدِّثُ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ قَرَأَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الآيَةَ‏:‏ ‏{‏هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ‏}‏ إِلَى قَوْلِهِ‏:‏ ‏{‏أُولُو الأَلْبَابِ‏}‏، قَالَتْ‏:‏ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا رَأَيْتُمُ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِيهِ فَهُمُ الَّذِينَ عَنَى اللَّهُ، فَاحْذَرُوهُمْ قَالَ مَطَرٌ‏:‏ حَفِظْتُ أَنَّهُ قَالَ‏:‏ لاَ تُجَالِسُوهُمْ فَهُمُ الَّذِينَ عَنَى اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ سَمِعَ هَذَا الْخَبَرَ أَيُّوبُ، عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ، وَابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ جَمِيعًا‏.‏
76. Hasan bin Sufyan Asy-Syaibani mengabaikan kepada kami, dia berkata: Ashim bin An-Nadhr Al Ahwal menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku pernah mendengar Ayyub menceritakan (hadits) dari Ibnu Abi Mulaikah dari Aisyah bahwa dia berkata: Nabi SAW pernah membaca ayat ini, “Dia-lah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat -sampai akhir ayat - orang-orang yang berakal" (Qs. Aali ‘Imraan [3]: 7). Lanjut Aisyah: Lalu Rasulullah SAW bersabda; “Apabila kalian melihat orang-orang memperdebatkannya maka mereka itulah yang orang-orang yang dimaksud oleh Allah. Maka waspadailah mereka" Mathar berkata, “Aku hafal bahwa beliau bersabda,"Janganlah kalian duduk dengan mereka. Karena mereka itulah orang-orang yang dimaksud oleh Allah, maka waspadailah mereka’." [2:3]
Abu Hatim berkata, “Ayyub mendengarkan khabar ini dari Mathar Al Warraq dan Ibnu Abi Mulaikah sekaligus.”
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110076)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ وَصْفِ الْعِلْمِ الَّذِي يُتَوَقَّعُ دُخُولُ النَّارِ فِي الْقِيَامَةِ لِمَنْ طَلَبَهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَرْوَزِيُّ بِالْبَصْرَةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَسْكَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ، وَلاَ تُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ، وَلاَ تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارَ النَّارَ‏.‏
77. Ahmad bin Muhammad bin Sa’id Al Marwazi mengabarkan kepada kami di Bashrah, dia berkata: Muhammad bin Sahl bin Askar menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Maryam menceritakan kepada kami dari Yahya bin Ayyub, dari Ibnu Juraij, dari Abu Zubair, dari Jabir, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Janganlah kalian belajar ilmu untuk membanggakan diri kalian dengannya kepada para ulama, mendebat orang-orang bodoh, dan agar kalian menjadi orang-orang pilihan (terkemuka) di berbagai majlis. Siapa pun yang melakukan hal itu, maka nerakalah, nerakalah.” [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110077)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ وَصْفِ الْعِلْمِ الَّذِي يُتَوَقَّعُ دُخُولُ النَّارِ فِي الْقِيَامَةِ لِمَنْ طَلَبَهُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَحْيَى بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ مَخْلَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي أَبُو يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ الْخُزَاعِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ، لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لَيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ‏.‏ وَأَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بُجَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ بْنُ السَّرْحِ، أَنْبَأَنَا ابْنُ وَهْبٍ، بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ‏.
78. Muhammad bin Abdullah bin Yahya bin Muhammad bin Makhlad mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ar-Rabi’ Sulaiman bin Daud menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Yahya bin Sulaiman Al Khuza’i mengabarkan kepadaku dari Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar Al Anshari, dari Sa’id bin Yasar, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda,“Siapa yang mencari ilmu yang (seharusnya) bertujuan mencari ridha Allah, sedangkan ia mempelajarinya untuk mendapatkan bagian dari dunia maka ia tidak akan mendapatkan bau surga pada hari kiamat”
Umar bin Muhammad bin Bujair mengabarkan kepada kami,Abu Ath-Thahir bin As-Sarj menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami hadits serupa. dengan sanad yang sama. [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110078)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الزَّجْرِ عَنْ مُجَالَسَةِ أَهْلِ الْكَلاَمِ وَالْقَدَرِ وَمُفَاتِحَتِهِمْ بِالنَّظَرِ وَالْجِدَالِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، وَهَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ شَرِيكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ مَيْمُونٍ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ رَبِيعَةَ الْجُرَشِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، أَنَّهُ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ لاَ تُجَالِسُوا أَهْلَ الْقَدَرِ، وَلاَ تُفَاتِحُوهُمْ‏.‏
79. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata. Abu Khaitsamah dan Harun bin Ma’ruf menceritakan kepada kami, keduanya berkata, “Al Muqri’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Sa’id bin Abu Ayyub menceritakan kepada kami dari Atha' bin Dinar, dari Hakim bin Syarik, dan Yahya bin Maimun Al Hadhrami, dari Rabi’ah bin Al Jurasy, dari Abu Hurairah, dari Umar bin Khaththab bahwa dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian berteman dengan penentang takdir dan janganlah memulai pembicaraan dengan mereka.” [1:23]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110079)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ مَا كَانَ يَتَخَوَّفُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمَّتِهِ جِدَالَ الْمُنَافِقِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا خَلِيفَةُ بْنُ خَيَّاطٍ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ جِدَالُ الْمُنَافِقِ عَلِيمِ اللِّسَانِ‏.‏
80.Abu Ya’la mengabarkan kepada kami. Khalifah bin Khayyath menceritakan kepada kami. Khalid bin Al Harits menceritakan kepada kami, Husain Al Mu’allim menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Buntillah, dari Imran bin Hushain, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda. "Yang paling aku takutkan atas kalian adalah debat orang munafik yang pandai berbicara." [3:22]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110080)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ مَا كَانَ يَتَخَوَّفُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمَّتِهِ جِدَالَ الْمُنَافِقِ
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، عَنِ الصَّلْتِ بْنِ بَهْرَامَ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ، حَدَّثَنَا جُنْدُبٌ الْبَجَلِيُّ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ، أَنَّ حُذَيْفَةَ حَدَّثَهُ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ، وَكَانَ رِدْئًا لِلإِسْلاَمِ، غَيَّرَهُ إِلَى مَا شَاءَ اللَّهُ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ، وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا نَبِيَّ اللهِ، أَيُّهُمَا أَوْلَى بِالشِّرْكِ، الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِي‏؟‏ قَالَ‏:‏ بَلِ الرَّامِي‏.‏
81. Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Marzuq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakar menceritakan kepada kami dari Ash-Shalt bin Bahram, Hasan menceritakan kepada kami, Jundub Al Bajali menceritakan kepada kami di dalam masjid ini, bahwa Hudzaifah pernah menceritakan (hadits) kepadanya, dia berkata. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang aku takutkan atas kalian adalah seseorang yang membaca Al Qur'an sehingga ketika keelokan (bacaan)nya terlihat dan tadinya ia adalah pembela Islam, ia pun mengubahnya kepada apa yang dikehendaki Allah, maka ia pun terlepas darinya, membuangnya di balik punggungnya dan berjalan dengan pedang melewati tetangganya dan menuduhnya dengan kesyirikan."
Hudzaifah berkata, “Wahai Nabi Allah! manakah di antara keduanya yang lebih utama dalam kesyirikan, apakah yang dituduh ataukah yang menuduh?" Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan yang menuduh” [3:22]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110081)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ‏:‏ أَنْ يَسْأَلَ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ الْعِلْمَ النَّافِعَ رَزَقَنَا اللَّهُ إِيَّاهُ وَكُلَّ مُسْلِمٍ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ‏.‏
82. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki’ menceritakan kepada kami dari Usamah bin Zaid, dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jahir bin Abdullah, dia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda "Ya Allah! Aku meminta kepada-MU ilmu yang bermanfaat dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat" [5:12]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110082)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ أَنْ يَقْرُنَ إِلَى مَا ذَكَرْنَا فِي التَّعَوُّذِ مِنْهَا أَشْيَاءَ مَعْلُومَةً
- -
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ الصُّوفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو نَصْرٍ التَّمَّارُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ‏:‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، وَعَمَلٍ لاَ يُرْفَعُ، وَقَلَبٍ لاَ يَخْشَعُ، وَقَوْلٍ لاَ يُسْمَعُ‏.‏
83. Ahmad bin Hasan bin Abdul Jabbar Ash-Shufi mengabarkan kepada kami, dia berkata Abu Nashr At-Tammar merceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, Allah! sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dari amal yang tidak diangkat; dari hati yang tidak khusyu’ dan dari perkataan yang tidak didengarkan." [5:12]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110083)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ تَسْهِيلِ اللهِ جَلَّ‏:‏ وَعَلاَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ عَلَى مَنْ يَسْلُكُ فِي الدُّنْيَا طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا
- -
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الأَنْمَاطِيُّ الزَّاهِدُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَازِمٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ‏.‏
84. Ibrahim bin Ishaq Al Anmathi Az-Zahid mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ya'qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Khazim menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya salah satu dari berbagai jalan surga. Dan siapa yang lamban amalnya, maka tidak bisa dipercepat oleh nasabnya (tidak mengangkat derajatnya di sisi Allah) " [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110084)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ بَسْطِ الْمَلاَئِكَةِ أَجْنِحَتَهَا لِطَلَبَةِ الْعِلْمِ، رِضًا بِصَنِيعِهِمْ ذَلِكَ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ زِرٍّ، قَالَ‏:‏ أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ الْمُرَادِيَّ، قَالَ‏:‏ مَا جَاءَ بِكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ جِئْتُ أَنْبِطُ الْعِلْمَ، قَالَ‏:‏ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَا مِنْ خَارِجٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ يَطْلُبُ الْعِلْمَ، إِلاَّ وَضَعَتْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ أَجْنِحَتَهَا، رِضًا بِمَا يَصْنَعُ‏.‏
85. Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Yahya dan Muhammad bin Rafi’menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Ashim, dari Zirr, dia berkata: Aku pernah mendatangi Shafwan bin Assal Al Muradi, dia berkata, “Untuk apa kamu datang?” Ia (Zirr) menjawab, “Aku datang untuk mencari ilmu.”341 Ia (Shafwan bin Assal Al Muradi) berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan membentangkan sayap mereka karena ridha terhadap apa yang mereka lakukan’” [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110085)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ أَمَانِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ مِنَ النَّارِ مَنْ أَوَى إِلَى مَجْلِسِ عِلْمٍ وَنِيَّتُهُ فِيهِ صَحِيحَةٌ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، أَنَّ أَبَا مُرَّةَ مَوْلَى عَقِيلِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ، عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ، وَالنَّاسُ مَعَهُ، إِذْ أَقْبَلَ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ، فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَهَبَ وَاحِدٌ، فَلَمَّا وَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَّمَا، فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا، وَأَمَّا الآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ، وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا، فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ عَنِ النَّفَرِ الثَّلاَثَةِ‏:‏ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللهِ، فَآوَاهُ اللَّهُ، وَأَمَّا الآخَرُ فَاسْتَحْيَى فَاسْتَحْيَى اللَّهُ مِنْهُ، وَأَمَّا الآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ‏.‏
86. Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abu Bakar menceritakan kepada kami dari Malik, dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah bahwa Abu Murrah, budak Uqail bin Abu Thalib memberitahunya dari Abu Waqid Al Laitsy bahwa Rasulullah SAW ketika duduk di masjid dan orang-orang bersama beliau, tiba-tiba tiga orang datang menghadap, dua orang menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam, salah satunya melihat ada tempat luang di antara tempat pertemuan lalu duduk sedangkan yang lain duduk di belakang mereka, dan satunya lagi balik pulang. Tatkala Rasulullah SAW selesai, beliau bersabda; “ Maukah kalian aku beritaku tentang tiga orang, salah satu dari mereka datang berlindung kepada Allah maka Allah pun memberinya perlindungan, adapun salah satunya merasa malu hingga Allah pun malu darinya, sedangkan yang lainnya berpaling maka Allah pun berpaling darinya" [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110086)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ التَّسْوِيَةِ بَيْنَ طَالِبِ الْعِلْمِ وَمُعَلِّمِهِ، وَبَيْنَ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا حَيْوَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو صَخْرٍ، أَنَّ سَعِيدًا الْمَقْبُرِيَّ أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ‏.‏
87. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Muqri’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Haywah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Shakhr menceritakan kepadaku bahwa Sa’id Al Maqburi memberitahunya bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang masuk masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia seperti orang yang berjuang di jalan Allah dan Siapa yang masuk untuk selain itu maka ia seperti orang yang melihat sesuatu yang bukan miliknya.” [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110087)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ وَصْفِ الْعُلَمَاءِ الَّذِينَ لَهُمُ الْفَضْلُ الَّذِي ذَكَرْنَا قَبْلُ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الثَّقَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ دَاوُدَ الْخُرَيْبِيُّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ، فَقَالَ‏:‏ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ، إِنِّي أَتَيْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ فِي حَدِيثٍ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ‏:‏ أَمَا جِئْتَ لِحَاجَةٍ، أَمَا جِئْتَ لِتِجَارَةٍ، أَمَا جِئْتَ إِلاَّ لِهَذَا الْحَدِيثِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، قَالَ‏:‏ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا، سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ، وَالْمَلاَئِكَةُ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ، وَمَنْ فِي الأَرْضِ، وَالْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ، وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ، كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، وَأَوْرَثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي هَذَا الْحَدِيثِ بَيَانٌ وَاضِحٌ أَنَّ الْعُلَمَاءَ الَّذِينَ لَهُمُ الْفَضْلُ الَّذِي ذَكَرْنَا، هُمُ الَّذِينَ يُعَلِّمُونَ عِلْمَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، دُونَ غَيْرِهِ مِنْ سَائِرِ الْعُلُومِ‏.‏ أَلاَ تَرَاهُ يَقُولُ‏:‏ الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَالأَنْبِيَاءُ لَمْ يُوَرِّثُوا إِلاَّ الْعِلْمَ، وَعِلْمُ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَّتُهُ، فَمَنْ تَعَرَّى عَنْ مَعْرِفَتِهَا لَمْ يَكُنْ مِنْ وَرَثَةِ الأَنْبِيَاءِ‏.‏
88. Muhammad bin Ishaq Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, d ia berkata: Abdul A’la bin Hammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Daud Al Khuraibi menceritakan kepada kami, dia beikata: Aku pernah mendengar Ashim bin Raja' bin Haywah menceritakan dari Daud bin Jamil, dari Katsir bin Qais, dia berkata: Aku pernah duduk bersama Abu Darda' di masjid Damaskus. Lalu ada seseorang yang mendatanginya seraya berkata, “Wahai Abu Darda'! sesungguhhya aku datang dari Madinah untuk (menanyakan) suatu hadits yang sampai kepadaku bahwa engkau menceritakannya dari Rasulullah SAW.” Abu Darda‘ bertanya, “Apakah kau datang karena suatu keperluan, apakah kau datang untuk urusan perdagangan ataukah kau datang karena hadits ini?” Orang itu menjawab, “Ya.” Abu Darda' berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘ Siapa yang menempuh suatu perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan menunjukkan salah satu jalan ke surga dan para malaikat akan merendahkan sayapnya karena ridha pada penuntut ilmu, dan sesungguhnya orang yang berilmu itu dimintakan ampunan oleh (penghuni) yang berada di langit dan di bumi serta ikan di air. Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di malam purnama atas seluruh bintang, sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar atau pun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu, maka Siapa yang mendapatkannya maka ia telah mendapatkan bagian yang banyak.” [1:2]
Abu Hatim berkata, “Di dalam hadits ini terdapat penjelasan gamblang bahwa ulama yang memiliki keutamaan yang kami singgung adalah mereka yang mengajarkan ilmu nabi SAW saja, bukan yang mengajarkan ilmu-ilmu lain. Bukankah beliau SAW bersabda, ‘ Ulama adalah pewaris para nabi ’ dan para nabi tidak mewariskan apa pun selain ilmu dan ilmu Nabi kita SAW adalah sunnahnya. Siapa pun yang tidak mengetahui sunnah bukanlah pewaris para nabi."
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110088)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ إِرَادَةِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ خَيْرَ الدَّارَيْنِ بِمَنْ تَفَقَّهَ فِي الدِّينِ
- -
أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ‏.‏
89. Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dia berkata: Humaid bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku bahwa ia mendengar Muawiyah bin Abu Sufyan berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, maka Allah akan memberikan pemahaman untuknya dalam agama." [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110089)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ إِبَاحَةِ الْحَسَدِ لِمَنْ أُوتِيَ الْحِكْمَةَ، وَعَلَّمَهَا النَّاسَ
- -
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ خَالِدٍ، أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ الْمِقْدَامِ، حَدَّثَنَا دَاوُدُ الطَّائِيُّ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ‏:‏ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً، فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً، فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا‏.‏
90. Muhammad bin Yahya bin Khalid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Rafi' mengabarkan kepada kami, Mush’ab bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, Daud Ath-Tha’iy menceritakan kepada kami dari Isma'il bin Abu Khalid, dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata: Aku pernah mendengar Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh iri kecuali kepada dua (hal); orang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia menguasainya untuk menghabiskannya dalam kebenaran dan orang yang diberi Allah SWT hikmah kemudian ia berhukum dengannya dan mengajarkannya." [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110090)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ، مَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ فِي فِقْهِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنُ مُجَاشِعٍ، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ الْقَيْسِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ خَيْرُكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقًا، إِذَا فَقُهُوا‏.‏
91. Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, Hudbah bin Khalid Al Qaisy menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ziyad mengabaikan kepada kami: Aku mendengar Abu Hurairah berkata: Aku pernah mendengar Abu Qasim SAW bersabda, “ Yang terbaik dari kalian adalah yang akhlaknya paling baik, jika mereka memahami (agamanya).” [1:2]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110091)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ خِيَارَ الْمُشْرِكِينَ هُمُ الْخِيَارُ فِي الإِسْلاَمِ، إِذَا فَقُهُوا
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ النَّاسُ مَعَادِنُ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ، خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الإِسْلاَمِ، إِذَا فَقُهُوا‏.‏
92. Abdullah bin Muhammad Al Azdiy mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, An-Nadhr bin Syumail mengabarkan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Manusia adalah sumber kebaikan dan keburukan, mereka yang terbaik pada masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam, jika mereka memahami (agamanya) [3:9]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110092)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الْعِلْمَ مِنْ خَيْرِ مَا يَخْلُفُ الْمَرْءَ بَعْدَهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ أَبِي كَرِيمَةَ هُوَ الْحَرَّانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ خَيْرُ مَا يَخْلُفُ الرَّجُلَ بَعْدَهُ ثَلاَثٌ‏:‏ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ، وَصَدَقَةٌ تَجْرِي يَبْلُغُهُ أَجْرُهَا، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ مِنْ بَعْدِهِ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَدْ بَقِيَ مِنْ هَذَا النوعِ أَكْثَرُ مِنْ مِائَةِ حَدِيثٍ بَدَّدْنَاهَا فِي سَائِرِ الأَنْوَاعِ مِنْ هَذَا الْكِتَابِ، لأَنَّ تِلْكَ الْمَوَاضِعِ بِهَا أَشْبَهُ‏.‏
93. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Isma’il bin Ubaid bin Abu Karimah—yaitu Al Harrani—menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Abu Abdurrahim, dari Zaid bin Abu Unaisah, dari Zaid bin Aslam, dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Peninggalan terbaik seseorang sepeninggalnya ada tiga (hal); anak shalih yang mendoakannya, sedekah yang mengalir pahalanya sampai padanya dan ilmu yang dimanfaatkan sepeninggalnya." [1:2]
Abu Hatim berkata "Hadits serupa dari jenis ini masih banyak, berjumlah lebih dari seratus yang kami tempatkan di berbagai babdalam kitab ini karena topik pembahasannya memiliki kesamaan"
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110093)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الأَمْرِ بِإِقَالَةِ زَلاَّتِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَالدِّينِ
- -
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالُوا‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ الْعُمَرِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَقِيلُوا ذَوِيِ الْهَيْئَاتِ زَلاَّتِهِمْ‏.‏
94. Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Sa’id bin Abdul Jabbar, Muhammad bin Ash-Shabbah dan Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abu Bakar bin Nafi’ Al Umari menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Abu Bakar bin Amru bin Hazm, dari Amrah, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Hindarilah kekeliruan-kekeliruan para pemilik urusan” [1:78]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110094)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ إِيجَابِ الْعُقُوبَةِ فِي الْقِيَامَةِ عَلَى الْكَاتِمِ الْعِلْمَ، الَّذِي يُحْتَاجُ إِلَيْهِ فِي أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَكَمِ الْبُنَانِيِّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ كَتَمَ عِلْمًا تَلَجَّمَ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ‏.‏
95. Abdullah bin Muhammad Al Azdi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: An-Nadhr bin Syumail mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Ali bin Al Hakam Al Bunani, dari Atha‘ bin Abu Rabbah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Siapa yang menyembunyikan ilmu maka akan diikat dengan tali kekang dari api neraka pada hari kiamat.” [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110095)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ، يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ بْنُ السَّرْحِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ عَيَّاشِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ كَتَمَ عِلْمًا أَلْجَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ‏.‏
96. Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ath-Thahir bin As-Saij menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Ayyasy bin Abbas menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Abdurrahman Al Hubuliy, dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menyembunyikan suatu ilmu maka Allah akan mengikatnya pada hari kiamat dengan tali kekang dari api neraka" [2:109]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110096)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْخَبَرِ الدَّالِّ عَلَى إِبَاحَةِ كِتْمَانِ الْعَالِمِ بَعْضَ مَا يَعْلَمُ مِنَ الْعِلْمِ، إِذَا عَلِمَ أَنَّ قُلُوبَ الْمُسْتَمِعِينَ لَهُ لاَ تَحْتَمِلُهُ
- -
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بِسْطَامٍ بِالْأُبُلَّةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ سَعِيدٍ الْكِنْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ مُتَوَكِّئًا عَلَى عَسِيبٍ، إِذْ جَاءَتْهُ الْيَهُودُ، فَسَأَلَتْهُ عَنِ الرُّوحِ، فَنَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ، قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي، وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً‏}‏ الآيَةَ‏.‏
97. Husain bin Ahmad bin Bistham mengabarkan kepada kami di Al Ubulah, dia berkata: Abdullah bin Sa’id Al Kindi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Idris menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Abdullah bin Munah, dari Masruq, dari Abdullah, dia berkata: Pada saat Nabi SAW berada di salah satu kebun Madinah, beliau bersandar pada pelepah kurma. Tiba-tiba orang-orang Yahudi mendatangi beliau menanyakan tentang ruh, kemudian turunlah ayat, “Mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, "Sesungguhnya ruh itu termasuk urusan Rabbku dan tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit" (Qs. Al Israa' [17]: 85). [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110097)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ الْبَيَانِ بِأَنَّ الأَعْمَشَ لَمْ يَكُنْ بِالْمُنْفَرِدِ فِي سَمَاعِ هَذَا الْخَبَرِ مِنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ دُونَ غَيْرِهِ
- -
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرْثٍ بِالْمَدِينَةِ، وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى عَسِيبٍ، فَمَرَّ بِنَفَرٍ مِنَ الْيَهُودِ، فَقَالَ‏:‏ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ‏:‏ لَوْ سَأَلْتُمُوهُ فَقَالَ بَعْضُهُمْ‏:‏ لاَ تَسْأَلُوهُ فَيُسْمِعَكُمْ مَا تَكْرَهُونَ، فَقَالُوا‏:‏ يَا أَبَا الْقَاسِمِ، أَخْبِرْنَا عَنِ الرُّوحِ، فَقَامَ سَاعَةً يَنْتَظِرُ الْوَحْيَ، فَعَرَفْتُ أَنَّهُ يُوحَى عَلَيْهِ، فَتَأَخَّرْتُ عَنْهُ حَتَّى صَعِدَ الْوَحْيُ، ثُمَّ قَرَأَ‏:‏ ‏{‏وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي، وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً‏}‏ الآيَةَ‏.‏
98. Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata. Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al A’masy menceritakan kepada kami dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah, dia berkata: Aku pernah berjalan bersama Rasulullah SAW dalam salah satu kebun (harts) di Madinah, beliau SAW bersender di atas pelepah kurma, kemudian sekelompok orang Yahudi melintas, mereka berkata satu sama lain, “Andai kalian mau bertanya kepadanya.” Yang lain menyahut, “Jangan bertanya kepadanya agar ia tidak memberitahukan sesuatu yang tidak kalian sukai,” mereka pun berkata, “Hai Abu Qasim! Beritahukan kepada kami tentang ruh.” Nabi SAW berdiri sesaat menanti datangnya wahyu. Aku (Abdullah) mengerti beliau sedang diberi wahyu, aku pun mundur ke belakang hingga wahyu naik kemudian beliau SAW membaca, “ Mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, 'Sesungguhnya ruh itu termasuk urusan Rabbku dan tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit'." (Qs. Al Israa' [17]: 85). [3:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110098)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ خَبَرٍ ثَانٍ يُصَرِّحُ بِصِحَّةِ مَا ذَكَرْنَاهُ
- -
أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَسْرُوقُ بْنُ الْمَرْزُبَانِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَتْ قُرَيْشٌ لِلْيَهُودِ‏:‏ أَعْطُونَا شَيْئًا نَسْأَلُ عَنْهُ هَذَا الرَّجُلَ، فَقَالُوا‏:‏ سَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ، فَسَأَلُوهُ، فَنَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً‏}‏، فَقَالُوا‏:‏ لَمْ نُؤْتَ مِنَ الْعِلْمِ نَحْنُ إِلاَّ قَلِيلاً، وَقَدْ أُوتِينَا التَّوْرَاةَ، وَمَنْ يُؤْتَ التَّوْرَاةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا‏؟‏ فَنَزَلَتْ‏:‏ ‏{‏قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي‏}‏ الآيَةَ‏.‏
99. Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Masruq bin Al Marzuban menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Zaidah menceritakan kepada kami, dia berkata: Daud bin Ibnu Abi Hind menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Orang-orang Quraisy berkata kepada orang-orang Yahudi, “Berilah kami sesuatu yang bisa kami tanyakan kepada orang ini.” Mereka (orang-orang Yahudi) berkata, ‘Tanyakan padanya tentang ruh.” Mereka (orang-orang Quraisy) pun menanyakannya, lalu turun ayat, “ Mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, 'Sesungguhnya ruh itu termasuk urusan Rabbku dan tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit.”(Qs.Al Israa' [17]: 85) Mereka berkata, “Kami hanya diberi sedikit ilmu? Kami telah diberi Taurat dan Siapa yang diberi Taurat maka telah diberi kebaikan yang banyak.” Lalu turun ayat, “Katakanlah : 'Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)'.” (Qs. Al Isra' [17]:109).[13:64]
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110099)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan
كِتَابُ الْعِلْمِ - بَابُ الزَّجْرِ عَنْ كِتْبَةِ الْمَرْءِ السُّنَنَ مَخَافَةَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَيْهَا دُونَ الْحِفْظِ لَهَا - ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ مِنْ تَرْكِ سَرْدِ الأَحَادِيثِ، حَذَرَ قِلَّةِ التَّعْظِيمِ وَالتَّوْقِيرِ لَهَا
- -
أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ بْنُ السَّرْحِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ، أَنَّ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ أَلاَ يُعْجِبُكَ أَبُو هُرَيْرَةَ جَاءَ فَجَلَسَ إِلَى جَانِبِ حُجْرَتِي يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْمِعُنِي ذَلِكَ، وَكُنْتُ أُسَبِّحُ، فَقَامَ قَبْلَ أَنْ أَقْضِيَ سُبْحَتِي، وَلَوْ أَدْرَكْتُهُ لَرَدَدْتُ عَلَيْهِ، إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَسْرُدُ الْحَدِيثَ كَسَرْدِكُمْ‏.‏ قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُ عَائِشَةَ لَرَدَدْتُ عَلَيْهِ، أَرَادَتْ بِهِ سَرْدَ الْحَدِيثِ لاَ الْحَدِيثَ نَفْسَهُ‏.‏
100. Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata Abu Ath-Thahir bin As-Sarj menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus mengabarkan kepada kami dari ibnu Syihab bahwa Urwah bin Az-Zubair berkata kepadanya bahwa Aisyah berkata. "Tidakkah Abu Hurairah mengherankan kalian, ia datang dan duduk didekat kamarku menyebutkan (hadits) dari Rasulullah SAW, ia mendengarkan (hadits) itu padaku, aku kala itu sedang bertasbih, ia pun beranjak sebelum aku selesai bertasbih, andai aku menemukannya tentu aku kembalikan (hadits itu) padanya, sesungguhnya Rasulullah SAW tidak menyebutkan hadits seperti halnya kalian. [2:109]
Abu Hatim berkata "Perkataan Aisyah, 'Tentu aku kembalikan padanya' adalah penyampaian hadits, bukan hadits itu sendiri.
Shahih Ibnu Hibban bi Tartib Ibni Balban (110100)
Menambah/Memperbaiki Terjemahan | Melaporkan Kesalahan